A R S ITEKTUR B ( 0 2 )
ARSITEKTUR
MODERN AKHIR ABAD
XX
KELOMPOK 5
adalah aliran desain yang menggabungkan elemen-
Neo - elemen arsitektur tradisional atau vernakular dengan
desain modern. Pada Masjid Raya Sumatra Barat,
Vernacular arsitektur Neo-Vernakular terlihat pada bentuk atap
dan dasar bangunan yang merepresentasikan
bangunan vernakular rumah gadang Minangkabau.
P a g e 01
Arsitektur
Modern
Historicism
Arsitektur Modern Historicism
adalah aliran yang
menggabungkan elemen-elemen
arsitektur tradisional atau historis
dengan desain modern.
Arsitektur Modern Historicism
yang terdapat pada bangunan The
White House, Washington D.C.,
USA adalah kombinasi antara
arsitektur yang tradisional dan
arsitektur yang modern. Bangunan
ini memiliki arsitektur neoklasik,
yang dapat dilihat pada bentuknya
yang kuat dan berwarna putih.
P a g e 02
POST
MODERNISM
Arsitektur postmodernisme adalah
aliran yang mengadopsi pendekatan
lebih eksperimental,
menggabungkan elemen-elemen
tradisional dengan inovasi baru,
serta mengeksplorasi berbagai gaya
dan bentuk.
British Library menunjukkan
bagaimana desain bangunan dapat
mengeksplorasi berbagai gaya dan
tradisi, serta bagaimana desain
dapat mencerminkan keberagaman
budaya dan konteks dalam
pembentukan bangunan.
P a g e 03
ARSITEKTUR
DECONSTRUCTIVE
Arsitektur Deconstructivisme adalah gerakan arsitektur
yang memberikan kesan fragmentasi pada bangunan
yang dibangun, biasanya ditandai dengan tidak adanya
harmoni, kelanjutan, atau simetri yang jelas.
Arsitektur Deconstructivisme, yang terdapat pada
bangunan Dancing House oleh Frank Gehry,
mencerminkan pendekatan yang inovatif dalam desain
arsitektur, di mana bentuk dan struktur bangunan
dirancang untuk menciptakan pengalaman visual yang
tak terduga dan menantang konvensional.
P a g e 04
ARSITEKTUR MODERN 60 – 70AN
arsitektur modern pada tahun 1960-1970
mencerminkan perubahan besar dalam cara masyarakat memandang dan
menggunakan ruang bangunan, dengan fokus pada inovasi, ekspresi, dan
adaptasi terhadap teknologi dan kebutuhan sosial masa itu. Arsitektur di
era ini tidak hanya dilihat sebagai seni fungsi tetapi juga sebagai
sarana ekspresi politik dan sosial. Musik, seni, dan konstruksi semuanya
berkontribusi pada gaya arsitektur masa itu, menciptakan gerakan budaya
yang menekankan kreativitas, individualitas, dan kemajuan.
T a b le
Persamaan dan Perbedaan
Aliran Jenis Arsitektur
Persamaan: Perbedaan:
• Reaksi terhadap Modernisme: Semua • Neo-Vernacular: Fokus pada penggabungan elemen-elemen tradisional dengan
desain modern. Ini mencoba untuk menciptakan ruang yang merupakan
gaya arsitektur ini merupakan reaksi
gabungan dari tradisi lokal dan modernisme, tanpa menyembunyikan atau
terhadap arsitektur modernisme, yang mengabaikan elemen-elemen tradisional.
menekankan pada fungsi, minimalisme, • Modern Historicism: Mengambil inspirasi dari gaya arsitektur historis tetapi
dan penggunaan bahan-bahan modern. dengan desain modern. Ini mencoba untuk menciptakan ruang yang tampak
Mereka semua mencoba mencari cara historis tetapi dengan penggunaan bahan-bahan modern dan desain yang
inovatif.
untuk menggabungkan estetika modern
• Post-Modernism: Menekankan pada ironi, kritik terhadap modernisme, dan
dengan elemen-elemen tradisional atau penggunaan referensi dari berbagai gaya arsitektur sebelumnya. Ini mencoba
konteks lokal. untuk menciptakan ruang yang tidak terikat oleh konvensionalisme dan yang
• Penggunaan Bahan-Bahan Modern: mencoba untuk mengeksplorasi konsep seperti keanekaragaman, kejutan, dan
Meskipun memiliki pendekatan yang ketidakpastian.
• Arsitektur Deconstructive: Fokus pada penguraian struktur dan desain,
berbeda, semua gaya ini masih
menciptakan ruang yang tidak terikat oleh konvensionalisme dan yang
menggunakan bahan-bahan modern seperti mencoba untuk mengeksplorasi konsep seperti keanekaragaman, kejutan, dan
stainless steel, kaca berwarna, dan beton. ketidakpastian. Ini mencoba untuk menciptakan ruang yang tidak terikat oleh
Ini menunjukkan bahwa meskipun konvensionalisme dan yang mencoba untuk mengeksplorasi konsep seperti
mereka mencoba untuk menjauh dari keanekaragaman, kejutan, dan ketidakpastian.
• Arsitektur Modern 60-70an: Menekankan pada fungsi, minimalisme, dan
estetika tradisional, mereka tetap
penggunaan bahan-bahan modern. Ini mencoba untuk menciptakan ruang yang
menghormati prinsip-prinsip modernisme. efisien dan estetis, tanpa mempertimbangkan terlalu banyak elemen tradisional
atau referensi historis.
THANK YOU