DIABETES MELITUS
SOP DIABETES MELITUS
Halaman : 2/4
No. Dokumen : 440/053/UKM/[Link]/2023
No Revisi tidak: 00
Keluhan khas DM :
SOP
Tanggal Terbit : 2 Januari 2023
e. Lemah
Halaman : 1/4
f. Kesemutan (rasa baal di ujung-ujung ekstremitas)
[Link] SALIM,[Link].
UPTD PUSKESMAS PAMMANA g. Gatal NIP.197708122011011002
h. Mata kabur
Diabetes [Link] adalah
Disfungsi gangguan
ereksi metabolik yang ditandai oleh
pada pria
hiperglikemia akibat defek
j. Pruritus pada
vulvae kerja
pada insulin (resistensi insulin) dan
wanita
sekresi insulin atau kedua-duanya. Gangguan kerja pada hormon
k. Luka yang sulit sembuh
insulin
B. Pemeriksaan Fisik Patognomonis
Faktor Predisposisi:
Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
a) Usia > 45 tahun
C. Diagnosis
b) Diet tinggi kalori dan lemak
1. Pengertian Kriteria diagnostik DM dan gangguan toleransi glukosa:
c) Aktifitas fisik yang kurang
o Gejala
d) Hipertensi ( TDklasik DMmmHg
≥ 140/90 (poliuria,
) polidipsia, polifagi) +
glukosa
e) Riwayat plasma
toleransi sewaktu
glukosa ≥ (TGT)
terganggu 200 mg/dL (11.1
atau glukosa
darahmmol/L)
puasa terganggu (GDPT)
f) Penderita
o Gejala penyakit
Klasik DM jantung koroner,plasma
+ Kadar glukosa tuberkulosis,
puasa ≥
hipertiroidisme
126 mg/dl.
Dislipidemia
o Kadar glukosa plasma 2 jam pada testoleransi
Sebagai acuan tatalaksana penderita Diabetes Melitus di
2. Tujuan
Puskesmas glukosa terganggu (TTGO) > 200 mg/dL (11.1
SK Kepala UPTD Puskesmas
mmol/L) Pammana dengan
TTGO dilakukan Nomor 28 Tahun WHO,
standard 2023
3. Kebijakan tentang Pelayanan klinis dibeban
Puskesmas Pammana
menggunakan glukosa anhidrus 75 gram
Keputusan yang
Menteri Kesehatan
dilarutkan Republik
dalam Indonesia nomor 1186
air. ATAU
4. Referensi tahun 2022 tentang Panduan Pelayanan Dokter di fasilitas
o Biladidapatkan GDS ≥ 200 mg/dl atau GDP ≥ 126
pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer
5. Prosedur mg/dl yang sesuai dengan batas diagnosis untuk
Alat dan Bahan:
diabetes,
1. Poliklinik set maka perlu dilakukan pemeriksaan pada
2. Rekam mediklain untuk konfirmasi. Pasien hamil dengan
waktu
3. ObatTGT
anti diabetik
dan GDPT dikelolasebagai DMG.
4. alat periksa glukosa darah
6. Langkah – A.D. Anamnesis
Penatalaksanaan
Langkah Keluhanuntuk
utama: Diabetes
Terapi Melitus dilakukan dengan
a. Polifagia
modifikasi gaya hidup dan pengobatan (algoritma
b. Poliuri
pengelolaan DM tipe 2)
c. Polidipsi
d. Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya
DIAB
Halaman : 4/4
DIABETES MELITUS
SOP
Halaman : ¾
Edukasi dan Konseling
E. Edukasi meliputi pemahaman tentang :
o Penyakit DM.
o Makanan dan perlunya pengendalian dan
pemantauan DM.
o Penyulit DM.
o Intervensi farmakologis.
o Hipoglikemia.
o Masalah khusus yang dihadapi.
o Cara mengembangkan sistem pendukung dan
mengajarkan keterampilan.
o Cara mempergunakan fasilitas perawatan kesehatan.
o Pemberian obat jangka panjang dengan kontrol
teratur setiap 2 minggu/1 bulan.
o Kegiatan jasmani sehari-hari dan latihan teratur (3-4
kali seminggu selama kurang lebih 30 menit).
Kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki kepasar,
menggunakan tangga, berkebun, harus tetap
dilakukan.
F. Kriteria Rujukan
DM dengan komplikasi, kontrol gula buruk, infeksi berat,
kehamilan dan
DM Tipe 1.
Ana
7. Hal – hal yang o Jika pasien datang perhatikan kondisi pasien untuk menilai
perludiperhatikan derajat kegawat daruratannya
o Informasikan kepada pasien bahwa peyakit DM tidak
sembuh harus berobat terus – menerus
[Link] terkait Polikumum, UGD dan Rawat Inap
[Link] Form Rekam Medik, buku register kunjungan pasien
[Link] historis No. Yang Diubah
perubahan
1.