100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
63 tayangan85 halaman

Panduan Anggaran Penanganan Sengketa 2024

Dokumen tersebut merupakan panduan pelaksanaan anggaran kegiatan pencegahan dan penanganan sengketa, konflik, dan perkara pertanahan tahun 2024. Panduan ini menjelaskan standar biaya masukan, program dan kegiatan prioritas nasional di bidang pertanahan, serta tata cara kerja pelaksanaan kegiatan tersebut secara terperinci dan terukur.

Diunggah oleh

GanangWidyoNindito
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
63 tayangan85 halaman

Panduan Anggaran Penanganan Sengketa 2024

Dokumen tersebut merupakan panduan pelaksanaan anggaran kegiatan pencegahan dan penanganan sengketa, konflik, dan perkara pertanahan tahun 2024. Panduan ini menjelaskan standar biaya masukan, program dan kegiatan prioritas nasional di bidang pertanahan, serta tata cara kerja pelaksanaan kegiatan tersebut secara terperinci dan terukur.

Diunggah oleh

GanangWidyoNindito
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kementerian Agraria dan Tata Ruang /

Badan Pertanahan Nasional

PANDUAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN
KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN
SENGKETA, KONFLIK, DAN PERKARA PERTANAHAN

2024
Tegas,Tuntas dan Terukur
Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................................................................................................. 1


DAFTAR ISI ................................................................................................................................................................................................................ 2
I. STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN 2024, PROGRAM/KEGIATAN DAERAH DAN TATA CARA KERJA (TCK) ....................... 3
A. DASAR HUKUM .......................................................................................................................................................................................... 3
B. GAMBARAN UMUM STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN 2024 .................................................................................................... 3
C. CATATAN UMUM STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN 2024 ........................................................................................................ 4
D. PROGRAM DAN KEGIATAN SATKER DAERAH TAHUN 2024 .......................................................................................................... 5
E. LANGKAH-LANGKAH PENYELENGGARAAN KEGIATAN TAHUN 2024 ........................................................................................ 9
F. AKTIVITAS, TAHAPAN/KOMPONEN, DETIL DAN EVIDEN KEGIATAN TAHUN 2024 ............................................................... 10
G. PENANGANAN PENGADUAN, ALUR DIGITALISASI DATA DAN PENENTUAN TARGET OPERASI (TO) .............................. 22
H. MANAJEMEN PENANGANAN KASUS .................................................................................................................................................. 25
II. TATA CARA KERJA (TCK) ........................................................................................................................................................................... 27
III. PANDUAN REVISI DAN OPTIMALISASI ANGGARAN TAHUN 2024.............................................................................................. 62
A. GAMBARAN UMUM REVISI ANGGARAN............................................................................................................................................ 62
B. KEWENANGAN, MATERI, TATA CARA DAN BATAS WAKTU REVISI .......................................................................................... 63
IV. PANDUAN MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN KEGIATAN TAHUN 2024 ................................................................. 71
A. DASAR HUKUM ......................................................................................................................................................................................... 71
B. RUANG LINGKUP ...................................................................................................................................................................................... 71
C. PENGERTIAN ............................................................................................................................................................................................. 72
D. PELAKSANA MONITORING/PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN ............................................................................... 72
E. TATA KELOLA MONITORING/PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN ........................................................................... 73
F. PENGHARGAAN DAN SANKSI ............................................................................................................................................................... 83

2
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
I. STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN 2024, PROGRAM/KEGIATAN DAERAH DAN TATA CARA KERJA (TCK)

A. DASAR HUKUM
• Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2024;
• Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2020 tentang
Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan;
• Petunjuk Teknis Nomor 3/[Link].01.01/III/2021 Tentang Pelaksanaan Pembinaan Pencegahan dan Penyelesaian
Kejahatan Pertanahan.

B. GAMBARAN UMUM STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN 2024


Definisi Pemberlakuan Penetapan Fungsi Tanggung jawab dan
pengawasan

➢ Satuan biaya berupa ➢ Berlaku untuk satu ➢ Melalui Peraturan ➢ Perencanaan: ➢ Dilakukan oleh
harga satuan, tarif kementerian Menteri Keuangan lampiran 1 dan 2 apparat pengawas
dan indeks yang negara/Lembaga, atau surat berfungsi sebagai intern pemerintah
ditetapkan untuk atau persetujuan Menteri batas tertinggi KL
menghasilkan biaya Keuangan
komponen keluaran ➢ Beberapa/seluruh ➢ Pelaksanaan:
kementerian/negara lampiran 1 sebagai
batas tertinggi,
lampiran 2 sebagai
estimasi

3
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
C. CATATAN UMUM STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN 2024
1. Penghapusan Satuan Biaya pada

a. Honorarium Kelebihan Jam Perekayasaan

b. Honorarium PenanggungJawab Pengelola Keuangan pada Satuan Kerja yang Khusus Mengelola Belanja Pegawai

c. Beberapa item pada Honorarium Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi

d. Honorarium Koordinator Peneliti dan Sekretariat Peneliti

2. Penambahan Satuan Biaya pada

a. 4 (empat) provinsi baru pada Papua

b. Honorarium Komite Etik Penelitian

c. Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB)

d. Satuan Biaya Konsumsi Diklat

3. Penyesuaian Besaran Satuan Biaya

a. Satuan Biaya Uang Lembur ASN

b. Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Gelar dan Non Gelar Dalam Negeri

c. Satuan Biaya Pemeliharaan Kendaraan Dinas

d. Satuan Transpor dalam Kabupaten/Kota

4
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
D. PROGRAM DAN KEGIATAN SATKER DAERAH TAHUN 2024

1. Kegiatan yang menjadi Program Prioritas Nasional Tahun 2024

PRIORITAS NASIONAL: Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan

Program/Kegiatan/KRO/RO Indikator Target


Program Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan
6425-Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan
[Link]-Penanganan Perkara
[Link].007-Surat Keputusan Penyelesaian Konflik Jumlah Surat Keputusan Penyelesaian Konflik
26 Perkara
Pertanahan - Daerah Pertanahan
[Link].008-Surat Keputusan Penyelesaian Tindak Jumlah Surat Keputusan Penyelesaian Tindak
55 Perkara
Pidana Pertanahan - Daerah Pidana Pertanahan
6426-Penanganan Sengketa Pertanahan
[Link]-Penanganan Perkara
[Link].003-Surat Keputusan Penyelesaian Jumlah Surat Keputusan Penyelesaian Sengketa 1.055
Sengketa Pertanahan - Daerah Pertanahan Perkara
6427-Penanganan Perkara Pertanahan
[Link]-Penanganan Perkara
[Link].002-Laporan Hasil Sidang Perkara Jumlah Laporan Hasil Sidang Perkara Pertanahan
884 Perkara
Pertanahan - Daerah

5
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
2. Kegiatan yang menjadi Prioritas Bidang Tahun 2024
Program/Kegiatan/KRO/RO Indikator Target
Program Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan
6425-Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan
[Link]. Koordinasi
[Link].002. Berita Acara Rencana Aksi Pembinaan Jumlah Berita Acara Rencana Aksi
pencegahan sengketa, konflik dan perkara pertanahan (Kanwil Pencegahan Sengketa, Konflik dan Perkara 285 Laporan
dan Kantah) Pertanahan
6425. ABT. Kebijakan Pertanahan dan Ruang
[Link].001. Rekomendasi Pencegahan Sengketa, Konflik dan Jumlah Rekomendasi Pencegahan 285
Perkara Pertanahan (Kanwil dan Kantah) Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan Rekomendasi
Kebijakan
6426-Penanganan Sengketa Pertanahan
[Link]. Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan
[Link]/Pembinaan/Koordinasi/Pemantauan Jumlah Berita Acara
/Evaluasi (Kanwil) Sosialisasi/Pembinaan/ 33 Laporan
Koordinasi/Pemantauan/Evaluasi
6427-Penanganan Perkara Pertanahan
[Link]-Penanganan Perkara
[Link].001- Surat Keputusan Penyelesaian Perkara Jumlah Surat Keputusan Penyelesaian
50 Perkara
Pertanahan - Daerah Perkara Pertanahan Pertanahan

6
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
3. Struktur Anggaran Tahun 2024
Uraian DIPA TAHUN 2024 SATUAN
Program Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan
Kegiatan 6425. Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan
KRO [Link]. Koordinasi
RO [Link].002. Berita Acara Rencana Aksi Pembinaan pencegahan sengketa, konflik dan perkara pertanahan (Kanwil Laporan
dan Kantah)
KRO 6425. ABT. Kebijakan Pertanahan dan Ruang
RO [Link].001. Rekomendasi Pencegahan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan (Kanwil dan Kantah) Rekomendasi Kebijakan
KRO [Link]. Penanganan Perkara
RO [Link].007. Surat Keputusan Penyelesaian Konflik Pertanahan - Daerah (Kanwil) Perkara
RO [Link].008. Surat Keputusan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan - Daerah (Kanwil) Perkara
Kegiatan 6426. Penanganan Sengketa Pertanahan
KRO [Link]. Penanganan Perkara
RO [Link].003. Surat Keputusan Penyelesaian Sengketa Pertanahan - Daerah (Kanwil dan kantah) Perkara
KRO [Link]. Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan
RO [Link].002. Berita Acara Sosialisasi/Pembinaan/ Koordinasi/Pemantauan/ Evaluasi Laporan
Kegiatan 6427. Penanganan Perkara Pertanahan
KRO [Link]. Penanganan Perkara
RO [Link].002. Laporan Hasil Sidang Perkara Pertanahan - Daerah (Kanwil dan Kantah) Perkara
KRO [Link]. Penanganan Perkara
RO [Link].002. Surat Keputusan Penyelesaian Perkara Pertanahan - Daerah (Kanwil) Perkara

7
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
4. Target fisik dan Anggaran Program/Kegiatan/KRO/RO Satker Daerah Tahun 2024
Jadwal
Anggaran
Program/Kegiatan/KRO/RO Vol Satuan Pelaksanaan
RM PNBP Jumlah

Program Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan [Link] [Link] [Link]

Kegiatan 6425-Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan [Link] [Link] [Link]

KRO AEA. Koordinasi 285 Laporan 0 [Link] [Link]


Jan-Mei
002. Berita Acara Rencana Aksi Pencegahan Sengketa, 285 Laporan 0 [Link] [Link]
Konflik dan Perkara Pertanahan
Rekomendasi
285 0 [Link] [Link]
Kebijakan
ABT-Kebijakan Pertanahan dan Ruang April-Mei
002. Rekomendasi Pencegahan sengketa, konflik dan Rekomendasi
285 0 [Link] [Link]
perkara pertanahan Kebijakan
QCE-Penanganan Perkara 81 Perkara [Link] 0 [Link]
007. Surat Keputusan Penyelesaian Konflik Pertanahan
26 Perkara [Link] 0 [Link] Jan-Des
- Daerah
008. Surat Keputusan Penyelesaian Tindak Pidana 55 Perkara [Link] 0 [Link]
Pertanahan - Daerah
Kegiatan 6426-Penanganan Sengketa Pertanahan [Link] 548.307.000 [Link]

KRO QCE-Penanganan Perkara 1.055 Perkara [Link] 16.862.000 [Link]


Jan-Des
003. Surat Keputusan Penyelesaian Sengketa 1.055 Perkara [Link] 16.862.000 [Link]
Pertanahan - Daerah
FAE-Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 33 Laporan 0 531.445.000 531.445.000
001. Berita Acara Supervisi, Pemantauan dan Evaluasi Jan-Des
33 Laporan 0 531.445.000 531.445.000
Penanganan Sengketa
Kegiatan 6427-Penanganan Perkara Pertanahan [Link] [Link] [Link]

KRO QCE-Penanganan Perkara 884 Perkara [Link] [Link] [Link]


002. Laporan Hasil Sidang Perkara Pertanahan - Jan-Des
884 Perkara [Link] [Link] [Link]
Daerah
BCE-Penanganan Perkara 50 Perkara 0 [Link] [Link]
BCE.002. Surat Keputusan Penyelesaian Perkara Jan-Des
50 Perkara 0 [Link] [Link]
Pertanahan - Daerah

8
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
E. LANGKAH-LANGKAH PENYELENGGARAAN KEGIATAN TAHUN 2024

9
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
F. AKTIVITAS, TAHAPAN/KOMPONEN, DETIL DAN EVIDEN KEGIATAN TAHUN 2024

Tabel 1. Aktivitas, Tahapan/Komponen, Detil dan Eviden Kegiatan Tahun 2024

Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/


No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
1. 6426. Penanganan sengketa pertanahan
a. [Link]. [Link].003 Kanwil a. [Link].003. - ATK - Kuitansi (faktur
Penanganan Surat Keputusan dan 051 Pengkajian - Penunjang Komputer pembelian, nota
Perkara Penyelesaian Kantah - Penggandaan/ pembelian, bukti lain)
Sengketa Pertanahan Fotocopy - Faktur Pajak/SSP Pajak
- Daerah jika nilai transaksi diatas 1
juta
- meterai Rp10,000,00
untuk pembelian ≥ Rp
5.000.000,00
- pembelian <
Rp5.000.000,00 tidak
dikenakan bea meterai
b. [Link].003. - Penggandaan/ - Kuitansi (faktur
052 Gelar Kasus Fotocopy dan pembelian, nota
Awal Penjilidan pembelian, bukti lain)
- meterai Rp10,000,00
untuk pembelian ≥ Rp
5.000.000,00
- pembelian <
Rp5.000.000,00 tidak
dikenakan bea meterai
c. [Link].003. - Perjalanan dinas - Surat Tugas, Lembar 1,
053 Penelitian Lembar 2 yang sudah
dan Kajian Hasil dicap, Tiket Pesawat,
Penelitian Boardingpass

10
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
- Penggandaan/ - Kuitansi Hotel, Daftar
Fotocopy dan Pengeluaran Riil untuk
Penjilidan Taksi dan hotel (jika tidak
tidak ada kuitansi hotel
sebesar 30%)
- Laporan Berita Acara
Penelitian
- Kuitansi (nota FC/Jilid)

d. [Link].003. - Penggandaan/ - Kuitansi (faktur pembelian,


054 Ekspose Fotocopy dan nota)
Hasil Penelitian Penjilidan
e. [Link].003. - Perjalanan dinas - Surat Tugas dan Lembar 2
055 Rapat yang sudah dicap
Koordinasi - Undangan, Daftar Hadir,
- Konsumsi rapat Notula Rapat Koordinasi.
- Kuitansi (faktur pembelian,
nota)
f. [Link].003. - Perjalanan dinas - Surat Tugas, Lembar 1,
056 Gelar Kasus luar kota Lembar 2 yang sudah
Akhir dicap, Tiket Pesawat,
Boardingpass
- Kuitansi Hotel, Daftar
Pengeluaran Riil untuk
Taksi dan hotel (jika tidak
- Honorarium dan tidak ada kuitansi hotel
transport dalam kota sebesar 30%)
narasumber - Daftar Nominatif
- Konsumsi rapat honorarium tim.
- Surat Tugas,
- Kuitansi (faktur
pembelian, nota)

11
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
- Berita Acara Gelar Kasus
Akhir
g. [Link].003. - Penggandaan/ - konsep rekomendasi.
057 Penyiapan Fotocopy dan - Kuitansi (faktur pembelian,
Rekomendasi Penjilidan nota)
Penyelesaian
Kasus
b. [Link] [Link].002 Berita Kanwil a. [Link].002. - Perjalanan dinas luar - Surat Tugas, Lembar 1,
Pemantauan Acara Sosialisasi/ 051 Pembinaan kota Lembar 2 di cap, Tiket
dan Evaluasi Pembinaan/ Teknis/Sosialisa Pesawat, Boardingpass
serta Koordinasi/ si/Koordinasi/Pe - Kuitansi Hotel, Daftar
Pelaporan Pemantauan/ mantauan ke Pengeluaran Riil untuk
Evaluasi Kabupaten/Kota Taksi dan hotel (jika tidak
tidak ada kuitansi hotel
sebesar 30%)
- Konsumsi Rapat - Undangan, Daftar Hadir,
Notula
b. [Link].002. - Perjalanan dinas luar - Surat Tugas, Lembar 1,
052 Konsultasi kota Lembar 2 di cap, Tiket
Teknis Pesawat, Boardingpass
Penyelenggaraan - Kuitansi Hotel, Daftar
Penanganan Pengeluaran Riil untuk
Sengketa dan Taksi dan hotel (jika tidak
Konflik tidak ada kuitansi hotel
Pertanahan sebesar 30%)
di Daerah

12
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
2. 6427. Penanganan perkara pertanahan
a. [Link] [Link].002 Kanwil a. [Link].002. - Penunjang Komputer - Kuitansi (faktur pembelian,
Penanganan Laporan Hasil Sidang dan 051 Menerima nota)
Perkara Perkara Pertanahan - Kantah Relaas
Daerah - Kuitansi (faktur pembelian,
nota)
- Surat Tugas, Lembar 1,
- Penggandaan
b. [Link].002. Lembar 2 di cap, Tiket
- Perjalanan dinas luar
052 Pesawat, Boardingpass
kota
Pengumpulan - Kuitansi Hotel, Daftar
- Perjalanan dinas
Data Pengeluaran Riil untuk
dalam kota
Taksi dan hotel (jika tidak
tidak ada kuitansi hotel
sebesar 30%)
- Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
c. [Link].002.
- Konsumsi Rapat nota)
053 Penyusunan
- Materai
Bahan Beracara
- Nazegelen/Leges
- Penggandaan/ - Kuitansi (faktur pembelian,
Fotocopy dan nota)
Penjilidan - Surat Tugas, Lembar 1,
- Perjalanan dinas luar Lembar 2 di cap, Tiket
kota untuk sidang Pesawat, Boardingpass
dan gelar perkara - Kuitansi Hotel, Daftar
d. [Link].002.
- Perjalanan dinas Pengeluaran Riil untuk
054 Beracara di
dalam kota Taksi dan hotel (jika tidak
Pengadilan
- Konsumsi Rapat tidak ada kuitansi hotel
- Honor Saksi Ahli sebesar 30%)
- Undangan Saksi Ahli,
daftar hadir, kuitansi
honor
-

13
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
- Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
- Konsumsi Rapat nota, bukti lain)
- Biaya Panjar Upaya - Surat Tugas, Lembar 1,
e. [Link].002.05
Hukum Lembar 2 di cap, Tiket
5 Upaya Hukum
- Biaya pengambilan Pesawat, Boardingpass
(Banding, Kasasi,
putusan perkara - Kuitansi Hotel, Daftar
Peninjauan
- Perjalanan dinas luar Pengeluaran Riil untuk
Kembali)
kota Taksi dan hotel (jika tidak
- Perjalanan dinas tidak ada kuitansi hotel
dalam kota sebesar 30%)
f. [Link].002. - Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
056 Tindaklanjut - Konsumsi Rapat nota)
Pelaksanaan - Perjalanan dinas luar - Surat Tugas, SPPD Lembar
Putusan kota 1, Lembar 2 di cap, Tiket
Pengadilan Pesawat, Boardingpass
- Kuitansi Hotel, Daftar
Pengeluaran Riil untuk
Taksi dan hotel (jika tidak
tidak ada kuitansi hotel
sebesar 30%)
[Link].001 a. [Link].001 - Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
b. [Link]
Surat Keputusan 051 Penerimaan - ATK nota)
Penanganan
Penyelesaian Perkara Putusan - Penunjang Komputer
Perkara
Pertanahan - Daerah Pengadilan
b. [Link].001 - Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
052 Pengkajian - Perjalanan dinas luar nota)
dan Penelitian kota - Surat Tugas, Lembar 1,
- Perjalanan dinas Lembar 2 di cap, Tiket
dalam kota Pesawat, Boardingpass
- Kuitansi Hotel, Daftar
Pengeluaran Riil untuk
Taksi dan hotel (jika tidak

14
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
tidak ada kuitansi hotel
sebesar 30%)
c. [Link].001 - Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
053 Gelar Kasus - Perjalanan dinas luar nota)
kota untuk gelar dan - Surat Tugas, Lembar 1,
koordinasi Lembar 2 di cap, Tiket
- Perjalanan dinas Pesawat, Boardingpass
dalam kota - Kuitansi Hotel, Daftar
- Konsumsi Rapat Pengeluaran Riil untuk
- Honor Narasumber Taksi dan hotel (jika tidak
tidak ada kuitansi hotel
sebesar 30%)
- SK/ST Narasumber yang
berasal dari luar
Kementerian ATR/BPN
d. [Link].001 - Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
054 SK - Konsumsi Rapat nota)
Pembatalan/
Rekomendasi/Pe
tunjuk
3. 6425. Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan
[Link].002 Berita Kanwil a. [Link].002. - ATK - Kuitansi (faktur pembelian,
Acara Rencana Aksi dan 051 Persiapan - Penunjang Komputer nota)
a. [Link] Pembinaan Kantah - Penggandaan/ - Undangan rapat, daftar
Koordinasi Pencegahan Fotocopy hadir, notula rapat
Sengketa,Konflik dan - Konsumsi rapat
Perkara Pertanahan
b. [Link].002. - Belanja bahan - Kuitansi (faktur pembelian,
052 Sosialisasi - Spanduk nota)
Pencegahan - Honor narasumber - Undangan narasumber,
Kasus - Paket meeting dalam daftar hadir, kuitansi
kota honor,

15
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
- Kuitansi paket meeting dari
hotel, daftar nominatif
uang harian dan transport
peserta.
- Rencana Aksi Pencegahan
Kasus Pertanahan

c. [Link].002. - Perjalanan dinas - Surat Tugas dan Lembar 2


053 Rapat dalam kota yang sudah dicap
Implementasi - Undangan, Daftar Hadir,
Rencana Aksi Notula Rapat Koordinasi.
Pencegahan - Konsumsi rapat - Kuitansi (faktur pembelian,
Kasus nota)
b. [Link] [Link].001 Kanwil a. [Link].001. - Konsumsi rapat - Undangan, Daftar Hadir,
Kebijakan Rekomendasi Upaya dan 051 Penyusunan konsep rekomendasi
Bidang Ruang Pencegahan Kantah Rekomendasi pencegahan kasus.
dan Sengketa, Konflik Pencegahan - Kuitansi (faktur pembelian,
Pertanahan dan Perkara Sengketa, Konflik nota)
Pertanahan dan Perkara
Pertanahan
b. [Link].001. - Konsumsi rapat - Undangan, Daftar Hadir,
052 Tindak Notula
Lanjut - Kuitansi (faktur pembelian,
Pencegahan nota)
Sengketa Konflik
Pertanahan
c. [Link] a. [Link].007 Kanwil a. [Link].007. - ATK - Kuitansi (faktur pembelian,
Penanganan Surat Keputusan 051 Pengkajian - Penunjang Komputer nota)
Perkara Penyelesaian - Penggandaan/
Konflik Fotocopy
Pertanahan-
Daerah

16
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
b. [Link].007. - Penggandaan/ - Kuitansi (faktur pembelian,
052 Gelar Kasus Fotocopy dan nota)
Awal Penjilidan

c. [Link].007. - SK Tim Koordinasi, Daftar


053 Penelitian Nominatif honorarium tim
- Honorarium Tim
dan Kajian Hasil
Koordinasi
Penelitian - Surat Tugas, SPPD Lembar
Penyelesaian Kasus
1, Lembar 2 di cap, Tiket
- Perjalanan dinas luar
Pesawat, Boardingpass
kota
- Kuitansi Hotel, Daftar
- Penggandaan/
Pengeluaran Riil untuk
Fotocopy dan
Taksi dan hotel (jika tidak
Penjilidan
tidak ada kuitansi hotel
- Konsumsi rapat
sebesar 30%)
- Penggandaan/
- Laporan Berita Acara
Fotocopy dan
Penelitian
Penjilidan
- Kuitansi (nota FC/Jilid)

d. [Link].007. - Penggandaan/ - Kuitansi (faktur pembelian,


054 Ekspose Fotocopy dan nota)
Hasil Penelitian Penjilidan

e. [Link].007. - Konsumsi rapat - Undangan, daftar hadir


055 Rapat - Perjalanan dinas luar rapat, Notula konsumsi
Koordinasi kota rapat
- Surat Tugas, SPPD Lembar
1, Lembar 2 di cap, Tiket
Pesawat, Boardingpass
- Kuitansi Hotel, Daftar
Pengeluaran Riil untuk
Taksi dan hotel (jika tidak

17
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
tidak ada kuitansi hotel
sebesar 30%)
f. [Link].007. - Surat Tugas, SPPD Lembar
056 Gelar Kasus 1, Lembar 2 di cap, Tiket
Akhir Pesawat, Boardingpass
- Kuitansi Hotel, Daftar
- Perjalanan dinas luar
Pengeluaran Riil untuk
kota
Taksi dan hotel (jika tidak
- Honorarium dan
tidak ada kuitansi hotel
transport dalam kota
sebesar 30%)
narasumber
- Undangan narasumber,
- Konsumsi rapat
daftar hadir, kuitansi
honor
- Kuitansi (faktur
pembelian, nota)
g. [Link].007. - Konsumsi rapat - Undangan, Daftar Hadir,
057 Penyiapan konsep rekomendasi.
Rekomendasi - Kuitansi (faktur pembelian,
Penyelesaian nota)
Kasus
Kanwil a. [Link].008. - ATK - Kuitansi (faktur pembelian,
b. [Link].008
051 Gelar Awal - Penunjang Komputer nota)
Surat Keputusan
- Penggandaan/ - SK Tim, daftar nominatif
Penyelesaian
Fotocopy honor Tim
Tindak Pidana
- Honorarium Tim - Undangan, daftar hadir,
Pertanahan -
Koordinasi Notula.
Daerah
- Konsumsi rapat
b. [Link].008. - Konsumsi rapat - Kuitansi (faktur pembelian,
052 Rapat - Transport dalam kota nota)
Persiapan - Undangan, daftar hadir,
Kegiatan Notula.
Percepatan - Surat Tugas dan Lembar 2

18
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
Penyelesaian yang sudah dicap
Tindak Pidana
Pertanahan
- Surat Tugas, SPPD Lembar
1, Lembar 2 di cap, Tiket
Pesawat, Boardingpass
- Perjalanan dinas luar - Kuitansi Hotel, Daftar
c. [Link].008.
kota Pengeluaran Riil untuk
053 Penelitian
Taksi dan hotel (jika tidak
tidak ada kuitansi hotel
sebesar 30%)

- Perjalanan dinas - Surat Tugas dan Lembar 2


Dalam kota yang sudah dicap
- Honor Narasumber - Kuitansi (faktur pembelian,
- Konsumsi rapat nota)
d. [Link].008. - Paket meeting dalam - Undangan, daftar hadir,
054 Gelar Akhir kota notula rapat koordinasi.
- Kuitansi paket meeting dari
hotel, daftar nominatif
uang harian dan transport
peserta.
e. [Link].008. - Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
055 Penyerahan - Pengiriman Berkas nota)
kepada Pihak
Kepolisian
f. [Link].008. - Biaya Transportasi - Surat Tugas, SPPD Lembar
056 Rapat untuk kegiatan 1, Lembar 2 di cap, Tiket
Koordinasi Rakor di Pusat Pesawat, Boardingpass,
Pencegahan dan dan Bukti Taksi Bandara
Penyelesaian
Tindak Pidana

19
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Akitivitas Kanwil/ Tahapan Kegiatan/
No RO Detil dalam Komponen Eviden
(Kegiatan) /KRO Kantah Komponen
Pertanahan
g. [Link].008. - Penggandaan - Kuitansi (faktur pembelian,
057 Laporan ke - Pengiriman Berkas nota)
Pusat

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pencairan anggaran:


• Perjalanan dinas untuk sidang terdiri dari perjalanan dinas dalam kota (PP) untuk melakukan sidang Perdata dan
perjalanan dinas luar kota (PP) untuk melakukan sidang PTUN. Dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor
113/PMK.05/2012 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap
pada Pasal 4 ayat (3) Perjalanan Dinas Jabatan yang dilaksanakan di dalam Kota terdiri atas:
a) Perjalanan Dinas Jabatan yang dilaksanakan lebih dari 8 (delapan) jam; dan
b) Perjalanan Dinas Jabatan yang dilaksanakan sampai dengan 8 (delapan) jam.
biaya transport dalam kota tidak diberikan kepada pelaksana SPD yang melaksanakan penugasan menggunakan
kendaraan dinas ataupun melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama, sebagaimana diatur dalam
Lampiran III Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113/PMK.05/2012 dan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2024.
Pejabat yang melaksanakan penugasan dalam kota yang memerlukan waktu lebih dari 8 jam (termasuk waktu
menunggu giliran sidang maupun dalam melakukan penelitian lapangan) maka Uang Harian dapat dibayarkan
secara lumsump sesuai standar biaya.
• Untuk transport dalam kota dapat dibayarkan tidak sesuai dengan standar biaya, namun wajib melampirkan eviden
perjalanan atau at cost (kuitansi bensin, kuitansi tol, kuitansi parkir).
• Berdasarkan SBM 2024, Honorarium Pemberi Keterangan Ahli/Saksi Ahli diberikan kepada Pejabat Negara/Pegawai
Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang diberi tugas menghadiri dan memberikan informasi/keterangan sesuai
dengan keahlian di bidang tugasnya yang diperlukan dalam tingkat penyidikan dan/atau persidangan di
pengadilan. Dalam memberikan saksi ahli di tingkat penyidikan di kepolisian/kejaksaan dapat dibayarkan dengan
melampirkan panggilan dari Kepolisian/Kejaksaan dan Surat Tugas. Dalam hal instansi yang mengundang/memanggil
pemberi keterangan ahli/saksi ahli tidak memberikan honorarium dimaksud, instansi pengirim pemberi keterangan
ahli/saksi ahli dapat memberikan honorarium dimaksud.

20
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
• Untuk honor narasumber yang dianggarkan pada POK adalah pagu tertinggi, namun saat pembayaran disesuaikan
dengan narasumber yang hadir (sesuai dengan penugasan/Surat Tugas dari narasumber). Untuk optimalisasi anggaran,
apabila realisasi honor narasumber lebih kecil daripada pagu yang tersedia sehingga terdapat sisa anggaran pada akun
honor narasumber, maka sisa anggaran tersebut dapat direvisi ke akun lain yang memerlukan anggaran lebih banyak.
• Pelaksana SPD diberikan biaya penginapan sebesar 30% (tiga puluh persen) dari tarif hotel di Kota Tempat Tujuan
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai Standar Biaya tanpa melampirkan eviden lainnya;
• Setelah melaksanakan kegiatan, agar segera ditindaklanjuti dengan pertanggungjawabannya anggaran dengan
menyerahkan eviden kepada Bagian Tata Usaha.

21
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
G. PENANGANAN PENGADUAN, ALUR DIGITALISASI DATA DAN PENENTUAN TARGET OPERASI (TO)
1. Persyaratan Pengaduan

22
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
2. Langkah-Langkah Digitalisasi Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan

23
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
3. Alur Penentuan Target Operasi (TO)

24
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
H. MANAJEMEN PENANGANAN KASUS
1. Manajemen Penanganan Sengketa Dan Konflik Pertanahan

25
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
2. Manajemen Penanganan Perkara Pertanahan

26
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
II. TATA CARA KERJA (TCK)
1. [Link].003 Surat Keputusan Penyelesaian Sengketa Pertanahan – Daerah (dilaksanakan oleh Kanwil BPN dan
Kantor Pertanahan)
Dasar Hukum: Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan

a. [Link].003.051 Pengkajian (Pasal 7 Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan
Penyelesaian Kasus Pertanahan)
Hasil keluaran: Telaahan staf.
Setelah pengaduan diregister dan dientry dalam aplikasi JUSTISIA (SKP) maka dilakukan kajian untuk mengetahui
akar masalah, riwayat dan klasifikasi kasus dalam rangka tindak lanjut penanganan dan penyelesaian konflik
pertanahan, termasuk untuk menentukan instansi terkait yang berwenang menyelesaikan kasus untuk dibentuk dalam
Tim Penanganan Sengketa. Hasil pengkajian Kasus menjadi dasar untuk melaksanakan Gelar Kasus awal.

b. [Link].003.052 Gelar Kasus Awal (Pasal 8 Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21 Tahun 2020 tentang Penanganan
dan Penyelesaian Kasus Pertanahan)
Hasil keluaran: notula gelar
Hasil Gelar Kasus awal dibuatkan notula dengan format sebagaimana Lampiran V Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21
Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan yang berisi ringkasan Gelar Kasus awal dan
ditandatangani oleh notulis. Gelar Kasus awal dilakukan dengan tujuan untuk:
1. menentukan instansi/lembaga/pihak-pihak yang mempunyai kewenangan dan/atau kepentingan terkait kasus
yang ditangani;
2. merumuskan rencana penanganan;
3. menentukan ketentuan peraturan perundangundangan yang dapat diterapkan;
4. menentukan data yuridis, data fisik, data lapangan dan bahan yang diperlukan;
5. menentukan target dan waktu penyelesaian;
6. penerapan teknik dan taktik penelitian
Hasil Gelar awal sebagai dasar untuk menyiapkan surat kepada instansi lain/Kantah atau tanggapan kepada pengadu
atau kertas kerja Penelitian sebagai dasar melaksanakan Penelitian.

27
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
c. [Link].003.053 Penelitian dan Kajian Hasil Penelitian (Pasal 9 dan 10 Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21
Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan)
Hasil keluaran: Berita Acara Penelitian dan Laporan Hasil Penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data fisik, yuridis, administrasi, data kondisi lapangan dan bahan
keterangan orang-orang yang terlibat dalam proses penerbitan Produk Hukum tanah yang menjadi objek Kasus. Hasil
Penelitian dituangkan dalam berita acara Penelitian yang ditandatangani oleh petugas dan diketahui oleh Kepala Kantor
Wilayah atau Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang mewakili serta dituangkan dalam Berita Acara Penelitian
dan Laporan Hasil Penelitian sebagaimana Lampiran VI, Lampiran VII dan Lampiran VIII Permen ATR/Kepala BPN
Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

d. [Link].003.054 Ekspose Hasil Penelitian


Hasil keluaran: Berita Acara.
Ekspose dilakukan untuk menyampaikan hasil penelitian berupa data/bahan keterangan yang menjelaskan status
hukum Produk Hukum maupun posisi hukum masing-masing pihak dengan tujuan untuk menentukan langkah-
langkah penyelesaian yang perlu dilakukan dalam menyelesaikan Kasus.

Ekspos hasil Penelitian dituangkan dalam berita acara yang berisi kesimpulan dan rekomendasi yang ditandatangani
oleh Kepala Bidang V atau Kepala Seksi V dan seluruh peserta ekspos dalam hal ekspos dilakukan oleh petugas Bidang
V di hadapan Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Bidang V dan oleh petugas Seksi V di hadapan Kepala Kantor
Pertanahan atau Kepala Seksi V, dengan format sebagaimana Lampiran IX Permen ATR/Kepala BPN Nomor 21 Tahun
2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

Apabila dalam ekspose hasil Penelitian menyimpulkan telah terdapat cukup data dan dasar untuk mengambil
keputusan maka disiapkan gelar kasus akhir. Namun bila ekspose hasil penelitian menyimpulkan masih diperlukan
koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, dilakukan Rapat Koordinasi oleh unsur-unsur yang terlibat dalam Tim
Penanganan Sengketa.

28
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
e. [Link].003.055 Rapat Koordinasi
Hasil keluaran: Berita Acara Rapat Koordinasi.
Rapat Koordinasi adalah pertemuan yang dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional, Kantor Pertanahan sesuai kewenangannya dengan instansi
terkait dalam rangka integrasi, sinkronisasi penanganan dan/atau Penyelesaian Kasus.
Rapat koordinasi dilaksanakan untuk memperoleh saran/pendapat ahli atau dari instansi yang berwenang dalam
rangka penyelesaian sengketa yang menghasilkan kesimpulan berupa:
1) Penyelesaian Kasus; atau
2) Rekomendasi atau petunjuk masih diperlukan data atau bahan keterangan tambahan untuk sampai pada
kesimpulan Penyelesaian Kasus.

Hasil rapat koordinasi dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh peserta rapat sebagai dasar diterbitkan
keputusan penyelesaian Kasus atau pelaksanaan Gelar Kasus. Format Berita Acara sebagaimana Lampiran X Permen
ATR/Kepala BPN Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

f. [Link].003.056 Gelar Kasus Akhir


Hasil keluaran: Berita Acara Gelar Akhir.
Apabila dalam rapat koordinasi belum dapat diambil keputusan untuk penyelesaian sengketa, dapat dilakukan gelar
kasus atau mediasi. Gelar kasus dilakukan apabila masih diperlukan untuk mendalami dan/atau mengkaji secara
sistematis, komprehensif dan objektif mengenai sengketa yang ditangani dan diperlukan kebijakan oleh pimpinan.
Gelar Kasus dapat dilaksanakan di Kanwil BPN Provinsi oleh Kepala Kantor Pertanahan bersama Kepala Seksi terkait
atau di Kementerian oleh Kepala Kanwil BPN Propinsi bersama dengan Kepala Bidang terkait, Kepala Kantor
Pertanahan bersama Kepala Seksi terkait yang hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Gelar, sebagaimana Lampiran
XI Permen ATR/Kepala BPN Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.
Dalam gelar akhir ini, dapat mengundang pejabat dari instansi lain atau pimpinan kelompok masyarakat yang
berhubungan dengan kasus tersebut untuk memberikan pendapat dalam proses penyelesaian kasus. Narasumber yang
dapat dibayarkan adalah narasumber yang berasal dari instansi lain sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2024.

29
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Mediasi dilakukan dengan cara memfasilitasi para pihak yang bersengketa untuk melakukan musyawarah sehingga
dapat dilakukan kesepakatan untuk penyelesaian sengketa yang menguntungkan para pihak (win-win solution) sesuai
dengan peraturan perundangan-undangan. Mediasi dapat dilakukan beberapa kali hingga tercapai kesepakatan. Dalam
hal Mediasi tercapai kesepakatan perdamaian dituangkan dalam akta perdamaian dan didaftarkan oleh para pihak di
Pengadilan Negeri wilayah hukum letak tanah yang menjadi objek Kasus untuk memperoleh putusan perdamaian.
Hasil Mediasi dituangkan dalam berita acara Pelaksanaan Mediasi yang berisi kesepakatan dan tindak lanjut dari
Mediasi yang ditandatangani oleh Pejabat/ketua tim Penyelesaian/Mediator. Format akta perdamaian dan Format
Berita Acara Pelaksanaan Mediasi sebagaimana dalam Lampiran XIV dan Lampiran XV Permen ATR/Kepala BPN Nomor
21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

Namun apabila para pihak yang bersengketa tidak mau berdamai maka dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum
atau dilakukan gelar kasus akhir untuk mengambil keputusan penyelesaian kasus.

g. [Link].003.057 Penyiapan Rekomendasi Penyelesaian Kasus


Hasil keluaran: Surat rekomendasi Penyelesaian
Berdasarkan Berita Acara Rapat Koordinasi Tim Penanganan Sengketa atau Berita Acara Gelar Kasus Akhir dapat
diambil keputusan terhadap sengketa pertanahan sebagai tindak lanjut dari Penanganan sengketa yang dilakukan oleh
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan/atau Kantor Wilayah dan/atau Kantor
Pertanahan. Penanganan sengketa dinyatakan selesai dengan kriteria:
(1) Kriteria Satu (K1) untuk Kasus yang dapat diselesaikan sampai dengan penerbitan keputusan
pembatalan/perdamaian/surat penolakan tidak dapat dikabulkannya permohonan;
(2) Kriteria Dua (K2) berupa:
(a) surat petunjuk Penyelesaian Kasus atau surat penetapan pihak yang berhak tetapi belum dapat
ditindaklanjuti keputusan penyelesaiannya karena terdapat syarat yang harus dipenuhi yang merupakan
kewenangan instansi lain;
(b) surat rekomendasi Penyelesaian Kasus dari Kementerian kepada Kantor Wilayah atau Kantor Pertanahan
sesuai kewenangannya dan Kantor Wilayah kepada Kantor Pertanahan atau usulan Penyelesaian dari Kantor
Pertanahan kepada Kantor Wilayah dan Kantor Wilayah kepada Menteri
(3) Kriteria Tiga (K3) berupa surat pemberitahuan bukan kewenangan Kementerian.

30
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Diagram Tahapan Penanganan Kasus (Ringan, Sedang, Berat)

Setiap melakukan tahap penanganan kasus, maka hasil keluaran dari masing-masing tahapan dilakukan update
data kasus dan upload evidence penanganan pada Aplikasi JUSTISIA (SKP), serta pelaporan pada aplikasi
SKMPP, aplikasi SAKTI dan aplikasi e-MONEV Bappenas.

31
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
2. [Link].002 Berita Acara Sosialisai/Pembinaan/Koordinasi/Pematauan/Evaluasi (dilaksanakan oleh Kanwil BPN)
a. [Link].002.051 Pembinaan Teknis/Sosialisasi/Koordinasi/Pemantauan ke Kabupaten/Kota
Hasil keluaran: Berita Acara Pembinaan Teknis/Sosialisasi/Koordinasi/Pemantauan ke Kabupaten/Kota
Kantor Wilayah BPN Provinsi melaksanakan tugas pengoordinasian, pembinaan, dan pelaksanaan penanganan dan
pencegahan sengketa dan konflik serta penanganan perkara pertanahan. Disamping itu juga melaksanakan tugas
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kegiatan pertanahan di Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan.
Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa di Kanwil BPN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan,
koordinasi dan pelaksanaan penanganan sengketa dan konfilk, serta penanganan perkara pertanahan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim yang ditugaskan, sehingga setiap tim yang melaksanakan sosialisasi/pembinaan
teknis/koordinasi/pemantauan/evaluasi pada akhir kunjungan ke Kantor Pertanahan, diwajiFAEn untuk
menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pembinaan, Koordinasi, Pemantauan dan Evaluasi yang disertai dengan
rekomendasi terhadap pelaksanaan kegiatan penanganan sengketa dan konfilk, serta penanganan perkara pertanahan
di daerah sebagai masukan pengambilan keputusan.

b. [Link].002.052 Konsultasi Teknis Penyelenggaraan Penanganan Kasus Pertanahan di Daerah


Hasil keluaran: Berita Acara Konsultasi Teknis Penyelenggaraan Penanganan Kasus Pertanahan di Daerah
Kegiatan konsultasi oleh Kanwil BPN ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk
kegiatan yang berhubungan dengan fungsi Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan.

3. [Link].002 Laporan Hasil Sidang perkara pertanahan - Daerah (dilaksanakan oleh Kanwil BPN dan Kantor
Pertanahan)
a. [Link].002.051. Menerima Relaas
Hasil keluaran: Register Relaas pada Buku Register dan aplikasi JUSTISIA
Perkara adalah perselisihan tanah yang penanganan dan penyelesaiannya melalui lembaga peradilan. Kepala Bagian
Tata Usaha pada Kanwil BPN dan Kepala Subbagian Tata Usaha pada Kantor Pertanahan setelah menerima relaas
panggilan sidang perkara dari pengadilan, segera memberitahukan kepada Kakantah dan Kakanwill BPN, bahwa ada
gugatan untuk diketahui dan dilakukan langkah-langkah seperlunya dalam administrasi pendaftaran tanah serta
penanganan perkara selanjutnya. Setelah diterimanya relaas panggilan sidang perkara baik yang dilengkapi gugatan
maupun belum, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa di Kanwil BPN atau Kepala Seksi

32
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Pengendalian dan Penanganan Sengketa pada Kantor Pertanahan segera mencatat dalam Buku Register Relaas dan
input pada alikasi JUSTISIA (SKP), kemudian menyiapkan surat tugas dalam rangka menghadiri panggilan sidang.

b. [Link].002.052. Pengumpulan data


Hasil keluaran: Data fisik dan data yuridis obyek perkara
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan melakukan pengkajian terhadap data fisik dan data yuridis yang terdapat
pada aplikasi KKP maupun penelitian lapang. Pengumpulan, penyiapan dan penyimpanan dengan baik data-data
obyek gugatan, sangat penting sebagai bukti yang sah dan valid dalam acara pembuktian maupun selama
berlangsungnya proses pemeriksaaan perkara di pengadilan.

c. [Link].002.053. Penyusunan Bahan Beracara


Hasil keluaran: konsep jawaban, replik, duplik, keimpulan, putusan pengadilan, memori/ kontra memori
banding/kontra memori kasasi/memori/kontra memori PK.
Penyusunan Bahan Beracara digunakan untuk merumuskan agenda sidang yang akan dilalui.
Dalam rangka penyusunan bahan beracara di Pengadilan apabila diperlukan dapat dilakukan Rapat Koordinasi/Gelar
yang dihadiri oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Pertanahan, Kepala Seksi Pengendalian dan
Penanganan Sengkata.

d. [Link].002.054. Beracara di pengadilan


Hasil keluaran: Surat Kuasa, Surat Tugas, jawaban, replik, duplik, kesimpulan, putusan pengadilan, memori/
kontra memori banding/kontra memori kasasi/memori/kontra memori PK.
Peradilan adalah suatu proses Penyelesaian Kasus yang dijalankan di pengadilan yang berhubungan dengan tugas
memeriksa, memutus dan mengadili perkara.
Proses penanganan Perkara di pengadilan dapat dilakukan perdamaian untuk mengakhiri proses Perkara dan
dimintakan putusan perdamaian oleh pengadilan yang berwenang agar dapat dijadikan dasar pencatatan dalam
administrasi pertanahan.
Kantor Wilayah dan/atau Kantor Pertanahan yang menjadi kuasa hukum dalam Penanganan Perkara di lembaga
peradilan menggunakan surat kuasa khusus, sebagaimana dalam Lampiran XII Permen ATR/Kepala BPN Nomor 21
Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

33
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Dalam hal pertimbangan tertentu, Penanganan Perkara di lembaga peradilan dapat dilakukan oleh kuasa hukum dari
Kementerian, Kantor Wilayah atau Kantor Pertanahan dengan kuasa substitusi.

Dalam beracara di pengadilan diperlukan pembiayaan berupa perjalanan dinas untuk melakukan sidang meterai,
nazegelen/ leges, biaya upaya hukum (banding, kasasi, peninjauan kembali), biaya saksi/ahli, biaya mengambil
keputusan.

Agenda sidang meliputi:


- Sidang Persiapan/Pemanggilan Para Pihak;
- Sidang Pembacaan Gugatan;
- Sidang Mediasi;
- Sidang Penyampaian Jawaban;
- Sidang Penyampaian Replik;
- Sidang Penyampaian Duplik;
- Sidang Penyampaian Bukti tertulis Penggugat;
- Sidang Penyampaian Bukti tertulis Tergugat;
- Sidang Pemeriksaan Saksi Penggugat;
- Sidang Pemeriksaan Saksi Tergugat;
- Sidang Pemeriksaan Lapangan/Setempat;
- Sidang Penyampaian Kesimpulan;
- Sidang Pembacaan Putusan.

e. [Link].002.055. Upaya Hukum (Banding, Kasasi, Peninjauan Kembali)

Hasil keluaran: Putusan Banding/Kasasi/Peninjauan Kembali


Dalam hal Kanwil atau Kantah sebagai pihak yang harus melakukan upaya hukum banding, terlebih dahulu
menyatakan banding dengan menandatangani Akta Banding pada pengadilan dengan membayar biaya banding yang
besarnya ditetapkan menurut ketentuan pengadilan pada tingkat pertama, dengan mengingat jangka waktu selambat-
lambatnya 14 (empat belas) hari setelah diterimanya pemberitahuan putusan.

34
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Dalam hal perkara di tingkat banding diputus dengan pihak Kanwil atau Kantah sebagai pihak yang kalah, maka atas
putusan dimaksud harus melakukan upaya hukum Kasasi, dengan terlebih dahulu menyatakan kasasi dengan
menandatangani Akta Kasasi pada pengadilan yang memutus pada tingkat pertama. Pernyataan Kasasi disampaikan
14 (empat belas) hari setelah menerima relaas pemberitahuan putusan. Dalam menyiapkan Memori Kasasi terlebih
dahulu dapat dilakukan Rapat Koordinasi/Gelar.

Upaya Hukum Peninjauan Kembali didasarkan pada perintah dari pimpinan untuk melakukan upaya hukum
peninjauan kembali dan/atau, ditemukan adanya kerugian apabila tidak dilakukan upaya hukum peninjauan kembali
dan hal lain-lain yang dianggap penting dan perlu.

35
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Diagram Tahapan Penanganan Perkara Pertanahan di Pengadilan

36
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
37
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
38
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
39
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
40
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
41
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
42
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
f. [Link].002.056. Tindaklanjut Pelaksanaan Putusan Pengadilan (kantah)
Hasil keluaran: Surat petunjuk/rekomendasi
Perkara pertanahan yang telah berkekuatan hukum tetap diajukan permohonan oleh Pengadu/Pemohon ke Kantor
Pertanahan Kabupaten/Kota sebagaimana pasal 40 Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2020 untuk mendapatkan tindak lanjut penyelesaian sesuai peraturan
perundang-undangan untuk memberikan kepastian hukum atas penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan
pemanfaatan tanah. Hasil akhirnya dapat berupa surat rekomendasi pembatalan hak atas tanah. Perjalanan dinas
dilakukan apabila diperlukan penelitian yuridis dan fisik ke obyek perkara di lapangan.
Tahapan ini hanya ada di Kantor Pertanahan, karena Kepala Kantor Pertanahan tidak mempunyai wewenang untuk
melakukan pembatalan Hak Atas Tanah karena putusan pengadilan. Sehingga pelaksanaan putusannya diserahkan
ke Kantor Wilayah BPN Provinsi.

Setiap melakukan tahapan beracara di pengadilan, maka hasil keluaran dari masing-masing tahapan dilakukan
update data kasus dan upload evidence penanganan ke Aplikasi Justisia (SKP)

43
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
4. [Link].001 Surat Keputusan Penyelesaian Perkara Pertanahan Pertanahan - Daerah (dilaksanakan oleh Kanwil
BPN Provinsi)
Perkara Pertanahan pertanahan yang telah diputus oleh pengadilan serta berkekuatan hukum tetap diajukan
oleh Pengadu/Pemohon ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk mendapatkan tindak
lanjut penyelesaian sesuai peraturan perundang-undangan. Penanganan kasus Perkara Pertanahan dimaksudkan untuk
memberikan kepastian hukum atas penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah. Kegiatan penanganan
Perkara Pertanahan ini terdiri dari Penerimaan Permohonan Pelaksanaan Putusan Pengadilan, Pengkajian dan Penelitian,
Gelar Kasus dan SK Pembatalan/Rekomendasi/Petunjuk.
Hasil akhir dari tindak lanjut putusan pengadilan tergantung dari isi putusan pengadilan dan disesuaikan
dengan peraturan perundangan-undangan pertanahan. Hasil tersebut dapat berupa SK
Pembatalan/Rekomendasi/Petunjuk yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi.

a. [Link].001.051. Penerimaan Putusan Pengadilan


Hasil keluaran: Telaahan staf.
Kasus yang masuk ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional yang kemudian dipelajari dan dipilih sesuai dengan
tingkat kesulitan dan kewenangan Kantor Wilayah
b. [Link].001.052. Pengkajian dan Penelitian
Hasil keluaran: Berita Acara Penelitian dan Laporan Hasil Penelitian.
Pengkajian dan Penelitian dilaksanakan oleh Tim, yang terdiri dari Kepala Kantor Wilayah, Kepala Bidang
Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Penata Pertanahan Muda dan Analis Hukum Pertanahan
c. [Link].001.053. Gelar Kasus
Hasil keluaran: Berita Acara Gelar Kasus
Gelar Kasus dimaksudkan untuk mendapatkan rekomendasi penyelesaian kasus pertanahan guna mendapatkan
saran dan masukan dari berbagai pihak terutama narasumber
d. [Link].001.054. SK Pembatalan/Rekomendasi/Petunjuk
Hasil keluaran: Surat Petunjuk/Rekomendasi, SK Pembatalan Hak Atas Tanah.
Hasil akhir dapat berupa SK Pembatalan/Rekomendasi/Petunjuk ke daerah. Surat Keputusan ini ditandatangani oleh
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional

44
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
5. [Link].008. Surat Keputusan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan - Daerah (dilaksanakan oleh Kanwil BPN
Provinsi)
Dasar Hukum : Petunjuk Teknis Nomor 3/[Link].01.01/III/2021 Tentang Pelaksanaan Pembinaan
Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan

a. [Link].008.051. Gelar Awal


Pengumpulan Data sampai dengan gelar awal dilaksanakan pada Bulan Januari s.d. Maret 2024 dengan cara
mengumpulkan informasi yang bersumber dari pengaduan masyarakat maupun informasi yang diperoleh Kementerian

45
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Kejaksaan
Republik Indonesia tentang adanya kasus pertanahan yang terindikasi keterlibatan kejahatan pertanahan.

Tim Pelaksana Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan yang selanjutnya disebut Tim Pelaksana adalah
tim yang dibentuk secara terpadu yang anggotanya terdiri dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Kejaksaan Republik Indonesia yang bertugas untuk
melakukan pencegahan dan pemberantasan kejahatan pertanahan (dahulu mafia tanah).

Pada Bulan Maret 2024, Tim Pelaksana merumuskan langkah-langkah penanganan berupa:
1) Rencana penelitian; hal-hal/data yang diperlukan;
2) Rencana pengumpulan keterangan pihak-pihak yang terkait;
3) Rencana gelar kasus.

Honorarium Tim Pelaksana dicairkan setelah kasus dinyatakan selesai. Satuan honor adalah Orang Bulan (OB) selama
4 (empat) bulan. Apabila pada satu Kanwil terdapat target kasus lebih dari satu, maka jumlah anggota tim dapat
ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.
Sesuai dengan Petunjuk Teknis Nomor 3/[Link].01.01/III/2021 Tentang Pelaksanaan Pembinaan Pencegahan
dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan, Susunan keanggotaan Tim Pelaksana Pencegahan dan Penyelesaian
Kejahatan Pertanahan, yaitu:
Pengarah : 1. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi
2. Pejabat dari unsur Direktorat Reserse dan Kriminal pada POLDA
3. Pejabat dari unsur Kejaksaan Tinggi
Ketua : Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kanwil BPN Provinsi
Wakil ketua : salah satu Kasubdit pada Ditreskrim POLDA
Sekretaris : salah satu Pejabat Fungsional Tertentu pada Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa
Anggota : 1. Penyidik POLDA (2 orang)
2. Pejabat pada Kejaksaan Tinggi (1 orang)
3. Pejabat Kanwil BPN (1 orang)

46
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Bahwa selanjutnya akan dilakukan perubahan susunan anggota tim yang menyesuaikan revisi Permen ATR/KBPN
Nomor 21 Tahun 2020 yang saat ini dalam tahap finalisasi serta perubahan Petunjuk Teknis Nomor 3/Juknis-
[Link].01.01/III/2021 tentang Pelaksanaan Pembinaan Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan

47
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
b. [Link].008.052. Rapat Persiapan Kegiatan Percepatan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan
Hasil keluaran: Notulen Rapat
Rapat Persiapan dilaksanakan antara Bulan April atau Mei 2024 berupa Rapat Pra Operasi antara Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kejaksaan Republik
Indonesia

c. [Link].008.053. Penelitian
Hasil keluaran: Surat Tugas, Berita Acara Penelitian dan Laporan Hasil Penelitian

Penelitian Fisik dan Yuridis dilakukan secara bersama-sama dengan POLDA yang tergabung dalam Tim Pelaksana
Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan yang dilaksanakan pada Bulan April s.d. September 2024.

Tim Pelaksana melakukan penelitian terhadap kasus yang terindikasi adanya Tindak Pidana pertanahan dengan
melakukan inventarisasi dan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dapat berupa:

1) Data fisik dan data yuridis;


2) Putusan pengadilan (jika ada), berita acara pemeriksaan dari Kepolisian Negara RI, Kejaksaan RI, Komisi
Pemberantas Korupsi atau dokumen lainnya yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi penegak hukum;
3) Data yang diperlukan atau diterbitkan oleh pejabat yang berwenang;
4) Keterangan saksi; dan/atau
5) Data lainnya yang terkait dan dapat mempengaruhi serta memperjelas duduk persoalan sengketa dan konflik;
dan/atau

Untuk melengkapi data yuridis, data fisik atau data lainnya dapat dilakukan kegiatan penelitian lapangan, antara lain:
1) Penelitian keabsahan/kesesuaian data dengan sumbernya atau pengujian autentisitas dokumen melalui history
opinion;
2) Pencarian keterangan dari saksi-saksi yang terkait kasus;
3) Peninjauan fisik tanah objek yang diperselisihkan;
4) Penelitian batas tanah, gambar situasi, peta bidang atau Surat Ukur; dan
5) Kegiatan lainnya yang diperlukan.
Penelitian Lapang dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas dari Kepala Kantor Wilayah BPN.

48
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Hasil penelitian masing-masing dituangkan dalam Berita Acara Penelitian ditandatangani oleh petugas yang
bersangkutan dan diketahui oleh Ketua Tim.

d. [Link].008.054. Gelar Akhir


Hasil keluaran: Berita Acara dan Notulensi gelar kasus berisi kesimpulan & rekomendasi

Gelar kasus dilakukan secara bersama-sama dengan POLDA yang tergabung dalam Tim Pelaksana Pencegahan dan
Penyelesaian Kejahatan Pertanahan yang dilaksanakan pada Bulan Oktober 2024.

Setelah memperoleh data cukup lengkap dilakukan gelar kasus untuk mengetahui dalam kasus tersebut terdapat
indikasi kejahatan pertanahan atau tidak. Dalam gelar kasus dapat menghadirkan narasumber yang berkompeten di
bidangnya, baik dari akademisi maupun instansi terkait lainnya.

Tim Pelaksana melakukan pengkajian atas hasil penelitian dan keterangan serta hasil gelar kasus awal. Tim dapat
melakukan gelar kasus internal untuk menetapkan kesimpulan dan rekomendasi yang hasilnya dituangkan dalam
Berita Acara dan ditandatangani oleh seluruh Tim.
Apabila hasil gelar kasus diperoleh bukti awal adanya unsur kejahatan pertanahan, maka Tim Pelaksana
menyerahkan kasusnya kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia dengan Berita Acara.

49
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
e. [Link].008.055. Penyerahan kepada Pihak Kepolisian

Penyerahan kepada Pihak Kepolisian akan dilaksanakan antara bulan Oktober atau November 2024. Hal ini
dilaksanakan jika ada penyelidikan yang naik menjadi penyidikan atau adanya penetapan tersangka sampai pada P21
yang selanjutnya menjadi wewenang Kejaksaan untuk melakukan tuntutan.

50
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
f. [Link].008.056. Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan
Hasil keluaran: Berita Acara Hasil Rapat Koordinasi

Rapat Koordinasi Kanwil dan Pusat akan dilaksanakan antara bulan Oktober atau November 2024 dengan melibatkan
Ditreskrimum Polda (Kepolisian RI), dan Asisten Tindak Pidana Umum (Kejaksaan Tinggi RI) sebagai keanggotan
Pemberantasan Kejahatan Pertanahan

g. [Link].008.056. Laporan ke Pusat


Hasil keluaran: Laporan Hasil Kegiatan

Seluruh pelaksanaan kegiatan oleh Tim Pelaksana dilaporkan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal Penanganan
Sengketa dan Konflik Pertanahan di tingkat Kementerian, kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi di tingkat
Provinsi. Laporan dimaksud selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan dalam Rapat Koordinasi antara
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dengan Mabes POLRI dan Kejaksaan RI.

51
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Setiap melakukan penyelesaian kasus, maka hasil keluaran dari masing-masing tahapan dilakukan update data
kasus dan upload evidence penanganan ke Aplikasi Justisia (JUSTISIA /SKP) serta aplikasi SKMPP, SMART-DJA
dan e-Monev Bappenas.

6. [Link].007. Surat Keputusan Penyelesaian Konflik Pertanahan - Daerah (dilaksanakan oleh Kanwil BPN)
Dasar Hukum: Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan

a. [Link].007.051 Pengkajian (Pasal 7 Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan
Penyelesaian Kasus Pertanahan)
Hasil keluaran: Telaahan staf.
Setelah pengaduan diregister dan dientry dalam aplikasi JUSTISIA (SKP) maka dilakukan kajian untuk mengetahui
akar masalah, riwayat dan klasifikasi kasus dalam rangka tindak lanjut penanganan dan penyelesaian konflik
pertanahan, termasuk untuk menentukan instansi terkait yang berwenang menyelesaikan kasus untuk dibentuk
dalam Tim Penanganan Sengketa. Hasil pengkajian Kasus menjadi dasar untuk melaksanakan Gelar Kasus awal.

b. [Link].007.052 Gelar Kasus Awal (Pasal 8 Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21 Tahun 2020 tentang Penanganan
dan Penyelesaian Kasus Pertanahan)
Hasil keluaran: notula gelar
Hasil Gelar Kasus awal dibuatkan notula dengan format sebagaimana Lampiran V Permen ATR/Kepala BPN Nomor.
21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan yang berisi ringkasan Gelar Kasus awal dan
ditandatangani oleh notulis.
Gelar Kasus awal dilakukan dengan tujuan untuk:
1) menentukan instansi/lembaga/pihak-pihak yang mempunyai kewenangan dan/atau kepentingan terkait kasus
yang ditangani;

52
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
2) merumuskan rencana penanganan;
3) menentukan ketentuan peraturan perundangundangan yang dapat diterapkan;
4) menentukan data yuridis, data fisik, data lapangan dan bahan yang diperlukan;
5) menentukan target dan waktu penyelesaian;
6) penerapan teknik dan taktik penelitian
Hasil Gelar awal sebagai dasar untuk menyiapkan surat kepada instansi lain/Kantah atau tanggapan kepada pengadu
atau kertas kerja Penelitian sebagai dasar melaksanakan Penelitian.

c. [Link].007.053 Penelitian dan Kajian Hasil Penelitian (Pasal 9 dan 10 Permen ATR/Kepala BPN Nomor. 21
Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan)
Hasil keluaran: Berita Acara Penelitian dan Laporan Hasil Penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data fisik, yuridis, administrasi, data kondisi lapangan dan bahan
keterangan orang-orang yang terlibat dalam proses penerbitan Produk Hukum tanah yang menjadi objek Kasus. Hasil
Penelitian dituangkan dalam berita acara Penelitian yang ditandatangani oleh petugas dan diketahui oleh Kepala
Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang mewakili serta dituangkan dalam Berita Acara
Penelitian dan Laporan Hasil Penelitian sebagaimana Lampiran VI, Lampiran VII dan Lampiran VIII Permen
ATR/Kepala BPN Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

Dalam hal penanganan dan penyelesaian kasus yang dianggap strategis, agar penyelesaian kasus lebih optimal maka
diperlukan kerjasama dengan K/L lain yang berwenang sesuai dengan substansi sengketa. Oleh karena itu dapat
dibentuk Tim Penanganan Konflik yang terdiri dari unsur internal Kanwil/Kantah dari K/L lain.
Susunan Tim Penanganan Konflik Pertanahan sebagai berikut:

53
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Susunan Tim Penanganan Konflik Pertanahan di Kanwil BPN Provinsi

No Jabatan Dalam Tim Tingkat Kanwil


1 Penanggungjawab Kepala Kanwil BPN
2 Ketua Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa
3 Sekretaris Penata Pertanahan Muda pada Bidang PPS
4 Anggota 1. Kabid Teknis terkait
2. Kabid Teknis terkait
3. Kepala Kantor Pertanahan lokus kasus
4. Pejabat dari OPD Provinsi terkait substansi konflik
5. Pejabat Fungsional pada Kanwil BPN

Dalam pencairan anggaran untuk Tim Penyelesaian Konflik agar disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri
Keuangan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2024, bahwa
Pejabat Negara, Pejabat Eselon I, Pejabat Eselon II, Pejabat Eselon III, Pejabat Eselon IV, pelaksana, dan pejabat
fungsional pada Kementerian ATR/BPN (termasuk Klasifikasi II), dimana dapat menerima honor tim pelaksana kegiatan
sebanyak 2 (dua) SK dalam satu tahun anggaran.

d. [Link].007.054. Ekspose Hasil Penelitian


Hasil keluaran: Berita Acara.

Ekspose dilakukan untuk menyampaikan hasil penelitian berupa data/bahan keterangan yang menjelaskan status
hukum Produk Hukum maupun posisi hukum masing-masing pihak dengan tujuan untuk menentukan langkah-
langkah penyelesaian yang perlu dilakukan dalam menyelesaikan Kasus.

Ekspos hasil Penelitian dituangkan dalam berita acara yang berisi kesimpulan dan rekomendasi yang ditandatangani
oleh Kepala Bidang V atau Kepala Seksi V dan seluruh peserta ekspos dalam hal ekspos dilakukan oleh petugas Bidang
V di hadapan Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Bidang V dan oleh petugas Seksi V di hadapan Kepala Kantor
Pertanahan atau Kepala Seksi V, dengan format sebagaimana Lampiran IX Permen ATR/Kepala BPN Nomor 21 Tahun
2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

54
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Apabila dalam ekspose hasil Penelitian menyimpulkan telah terdapat cukup data dan dasar untuk mengambil
keputusan maka disiapkan gelar kasus akhir. Namun bila ekspose hasil penelitian menyimpulkan masih diperlukan
koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, dilakukan Rapat Koordinasi oleh unsur-unsur yang terlibat dalam Tim
Penanganan Konflik Pertanahan.

e. [Link].007.055 Rapat Koordinasi

Hasil keluaran: berita acara Rapat Koordinasi.

Rapat Koordinasi adalah pertemuan yang dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional sesuai kewenangannya dengan instansi terkait dalam rangka
integrasi, sinkronisasi penanganan dan/atau Penyelesaian Kasus.

Rapat koordinasi dilaksanakan untuk memperoleh saran/pendapat ahli atau dari instansi yang berwenang dalam
rangka penyelesaian konflik menghasilkan kesimpulan berupa:

1) Penyelesaian Kasus; atau


2) Rekomendasi atau petunjuk masih diperlukan data atau bahan keterangan tambahan untuk sampai pada
kesimpulan Penyelesaian Kasus.

Hasil rapat koordinasi dituangkan dalam notulen rapat dan Berita Acara yang ditandatangani oleh peserta rapat sebagai
dasar diterbitkan keputusan penyelesaian Kasus atau pelaksanaan Gelar Kasus. Format Berita Acara sebagaimana
Lampiran X Permen ATR/Kepala BPN Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

f. [Link].007.056 Gelar Kasus Akhir

Hasil keluaran: Berita Acara Gelar Akhir.

Apabila dalam rapat koordinasi belum dapat diambil keputusan untuk penyelesaian konflik, dapat dilakukan gelar
kasus atau mediasi. Gelar kasus dilakukan apabila masih diperlukan untuk mendalami dan/atau mengkaji secara
sistematis, komprehensif dan objektif mengenai konflik yang ditangani dan diperlukan kebijakan oleh pimpinan. Gelar
Kasus dapat dilaksanakan oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi bersama Kepala Bidang V, Kepala Kantor Pertanahan dan
Kepala Seksi V yang menjadi lokus konflik, Kepala Bidang dan Kepala Seksi terkait yang hasilnya dituangkan dalam

55
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Berita Acara Gelar, sebagaimana Lampiran XI Permen ATR/Kepala BPN Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan
Penyelesaian Kasus Pertanahan.

Dalam gelar akhir ini, dapat mengundang pejabat dari instansi lain atau pimpinan kelompok masyarakat yang
berhubungan dengan kasus tersebut untuk memberikan pendapat dalam proses penyelesaian kasus. Narasumber yang
dapat dibayarkan adalah narasumber yang berasal dari instansi lain sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2024.

Mediasi dilakukan dengan cara memfasilitasi para pihak yang terlibat konflik untuk melakukan musyawarah sehingga
dapat dilakukan kesepakatan untuk penyelesaian konflik yang menguntungkan para pihak (win-win solution) sesuai
dengan peraturan perundangan-undangan. Mediasi dapat dilakukan beberapa kali hingga tercapai kesepakatan. Dalam
hal Mediasi tercapai kesepakatan perdamaian dituangkan dalam akta perdamaian dan didaftarkan oleh para pihak di
Pengadilan Negeri wilayah hukum letak tanah yang menjadi objek Kasus untuk memperoleh putusan perdamaian.

Hasil Mediasi dituangkan dalam berita acara Pelaksanaan Mediasi yang berisi kesepakatan dan tindak lanjut dari
Mediasi yang ditandatangani oleh Pejabat/ketua tim Penyelesaian/Mediator. Format akta perdamaian dan Format Berita
Acara Pelaksanaan Mediasi sebagaimana dalam Lampiran XIV dan Lampiran XV Permen ATR/Kepala BPN Nomor 21
Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

Namun apabila para pihak yang terlibat konflik tidak mau berdamai maka dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum
atau dilakukan gelar kasus akhir untuk mengambil keputusan penyelesaian kasus.

g. [Link].007.057 Penyiapan Rekomendasi Penyelesaian Kasus

Hasil keluaran: Surat Rekomendasi Penyelesaian Kasus

Berdasarkan Berita Acara Rapat Koordinasi Tim Penanganan Konflik Pertanahan atau Berita Acara Gelar Kasus Akhir
dapat diambil keputusan terhadap konflik pertanahan sebagai tindak lanjut dari Penanganan konflik yang dilakukan
oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan/atau Kantor Wilayah. Penanganan konflik
dinyatakan selesai dengan kriteria:

1) Kriteria Satu (K1) untuk Kasus yang dapat diselesaikan sampai dengan penerbitan keputusan
pembatalan/perdamaian/surat penolakan tidak dapat dikabulkannya permohonan;

56
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
2) Kriteria Dua (K2) berupa:

(a) surat petunjuk Penyelesaian Kasus atau surat penetapan pihak yang berhak tetapi belum dapat ditindaklanjuti
keputusan penyelesaiannya karena terdapat syarat yang harus dipenuhi yang merupakan kewenangan instansi
lain;

(b) surat rekomendasi Penyelesaian Kasus dari Kementerian kepada Kantor Wilayah atau Kantor Pertanahan sesuai
kewenangannya dan Kantor Wilayah kepada Kantor Pertanahan atau usulan Penyelesaian dari Kantor
Pertanahan kepada Kantor Wilayah dan Kantor Wilayah kepada Menteri

3) Kriteria Tiga (K3) berupa surat pemberitahuan bukan kewenangan Kementerian.

Setiap melakukan tahap penanganan penyelesaian kasus, maka hasil keluaran dari masing-masing tahapan dilakukan
update data kasus dan upload evidence penanganan pada Aplikasi Justisia (JUSTISIA (SKP)), serta pelaporan pada
aplikasi SAKTI, aplikasi SMART DJA dan aplikasi e-MONEV Bappenas.

7. [Link].002. Berita Acara Rencana Aksi Pembinaan pencegahan sengketa, konflik dan perkara pertanahan
a. [Link].002.051. Persiapan Pencegahan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan
Hasil keluaran: Dokumen Persiapan
Untuk mempersiapkan bahan dan keperluan acara Pemetaan Potensi Kasus Pertanahan dan agenda sosialisasi hasil
kebijakan/regulasi tentang Pencegahan Sengketa, konflik, dan perkara pertanahan di lingkungan kerja masing-masing.
Kantah melakukan pemetaan potensi kasus yang sering terjadi di Kabupaten/Kota. Pemetaan potensi kasus
pertanahan ini dilaksanakan pada Bulan Januari s.d. Februari 2024. Masing-masing satker melakukan pemetaan
potensi kasus tahun 2023 (T-1) berdasarkan data kasus tahun 2023 dalam aplikasi Justisia.

Dari data kasus dimaksud dilakukan klasifikasi berdasarkan subyek, obyek, luas tanah dan tipologi kasus, pokok
masalah, akar masalah dan pihak yang paling berkontribusi dalam terjadinya kasus pertanahan, bentuk penyelesaian
kasus, kriteria penyelesaian kasus dan bagaimana strategi/kebijakan yang diperlukan untuk mencegah terjadinya
kasus pertanahan.

57
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Tabel 1. Data Kasus Pertanahan Tahun 2024
Satuan Kerja:
No Para Obyek Luas Penggunaan Pokok Tipologi Akar Pihak yang Bentuk Kriteria Usulan Kebijakan/Strategi
Pihak Kasus Tanah Tanah Masalah Kasus Masalah Berkontribusi Penyelesaian Penyelesaian Pencegahan kasus
(m2) Menimbulkan Kasus
1
2
3
dst

Berdasarkan data kasus pada Tabel 1. kemudian direkap berdasarkan tipologi kasus dan subyeknya untuk mengetahui
trend kasus dari yang paling sering terjadi hingga yang paling jarang terjadi di kabupaten/kota/provinsi, sebagaimana
Tabel 2.

Tabel 2. Trend Kasus Pertanahan Tahun 2024 berdasarkan tipologi dan subyek kasus.

Satuan Kerja:
Subyek Kasus Pertanahan
No Tipologi Kasus Perorangan dengan Perorangan dengan Masyarakat dengan Badan Hukum dengan Antar Kelompok
Perorangan Badan Hukum Pemerintah/BUMN Badan Hukum Masyarakat
1 Prosedur Letak Batas dan Luas
2 Prosedur Pendaftaran Hak
3 Prosedur Penetapan Hak
4 Prosedur Peralihan Hak
5 Tanah Obyek Landreform
6 Pengadaan Tanah
7 Pelaksanaan Putusan Pengadikan
8 Ganti Rugi Tanah exPartikelir
9 Tanah Adat
10 Tanah Ulayat
11 Penguasaan dan Pemilikan
Jumlah

Setelah diketahui trend kasus yang paling banyak terjadi pada masing-masing satker kemudian dituangkan dalam
resume pemetaan potensi kasus pertanahan sebagaimana Tabel 3.

Tabel 3. Resume Pemetaan Potensi Kasus Pertanahan Tahun 2024.

58
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Satuan Kerja : ………..
PIHAK YANG BERKONTRIBUSI USULAN STRATEGI/KEBIJAKAN
NO. TIPOLOGI KASUS SUBYEK KASUS AKAR MASALAH PENYELESAIAN KASUS
MENIMBULKAN KASUS PENCEGAHAN KASUS

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Data-data dimaksud oleh Kantor Pertanahan disampaikan ke Kanwil BPN paling lambat bulan Maret 2024 untuk
dikompilasi dengan data pemetaan potensi kasus kanwil dan dibahas oleh Kanwil BPN Provinsi.

b. [Link].002.052. Sosialisasi Pencegahan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan


Hasil keluaran: Berita Acara Rencana Aksi Pencegahan Kasus Pertanahan di tingkat Provinsi dan
Kabupaten/Kota
Kementerian, Kanwil BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan melakukan sosialisasi kepada stakeholder tentang regulasi
pencegahan sengketa, konflik dan perkara pertanahan pada Bulan Maret s.d. April 2024 serta menyusun Berita Acara
Rencana aksi pencegahan sengketa, konflik dan perkara pertanahan kepada stakeholder internal maupun stakeholder
eksternal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;
Sasaran sosialisasi secara internal:
1) Meningkatnya aparat BPN yang berintegritas dan berkarakter untuk bekerja sesuai SOP;
2) Meningkatnya kemampuan ASN BPN terhadap bidang teknis dan peraturan perundang-undangan;
3) Berkurangnya produk BPN yang menjadi objek sengkera konflik dan perkara.
Sasaran sosialisasi secara eksternal:
1) Meningkatnya pemahaman masyarakat, pemerintah daerah, penegak hukum, LSM/lembaga terkait mengenai aspek
pencegahan sengketa konflik perkara;
2) Meningkatkan peran aktif stakeholder dan masyarakat secara luas untuk turut serta mencegah terjadinya kasus
pertanahan.

59
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Kanwil BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan melakukan sosialisasi kepada stakeholder tentang regulasi pencegahan
sengketa, konflik dan perkara pertanahan serta menyusun Berita Acara Rencana aksi pencegahan sengketa, konflik
dan perkara pertanahan. Sosialisasi dilaksanakan secara tatap muka mengingat ini kegiatan baru dimulai pada tahun
2021, dan stakeholder yang dihadirkan berbeda dengan yang sudah pernah dihadirkan pada tahun 2021, tahun 2022,
dan tahun 2023 karena keterbatasan tempat dan biaya sehingga tidak memungkinkan menghadirkan seluruh
stakeholder pada satu acara sekaligus dan belum ada pengalaman untuk dilaksanakan secara daring karena
stakeholder yang dilibatkan belum tentu semuanya sudah memiliki TTE untuk penandatanganan Berita Acara Rencana
Aksi Pencegahan.

c. [Link].002.053. Rapat Implementasi Rencana Aksi Pencegahan Kasus


Hasil keluaran: Rencana Operasional Pencegahan Kasus Pertanahan.
Berdasarkan Berita Acara Rencana aksi pencegahan sengketa, konflik dan perkara pertanahan yang sudah
ditandatangani bersama para stakeholder saat Sosialisasi Pencegahan Kasus, selanjutnya dilaksanakan rapat bersama
stakeholder dimaksud pada Bulan Maret s.d. April 2024 untuk membahas lebih detail implementasi Rencana Aksi
dalam bentuk kegiatan yang lebih operasional, terencana dan terukur serta metode pelaksanaan pencegahannya,
sanksi yang diberikan jika melanggar dsb.

Berita Acara Rencana Aksi Pencegahan Kasus Pertanahan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota agar
dilaporkan secara berjenjang kepada Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan pada
Bulan Desember 2024.

8. [Link].001. Rekomendasi Upaya Pencegahan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan


a. [Link].001.051. Penyusunan Rekomendasi Pencegahan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan
Hasil keluaran: Surat rekomendasi pencegahan kasus pertanahan
Rencana Aksi Pencegahan Kasus yang telah dituangkan dalam Berita Acara pada saat Sosialisasi Pencegahan Kasus
Pertanahan kemudian oleh Kanwil BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan Kab/Kota disusun surat rekomendasi kepada
pihak-pihak yang banyak berkontribusi terhadap timbulnya kasus pertanahan agar dapat memperbaiki kinerjanya
sehingga tidak akan timbul lagi kasus yang baru. Surat Rekomendasi dimaksud disampaikan pada Bulan April s.d.
Mei 2024 yang ditembuskan secara berjenjang kepada Kanwil BPN Provinsi (bagi Kantor Pertanahan), Direktorat

60
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Insprektorat Jenderal dan Ditjend Teknis terkait untuk
dipantau tindak lanjutnya.

b. [Link].001.052. Evaluasi Pencegahan Sengketa Konflik Pertanahan


Hasil keluaran: Laporan evaluasi Pencegahan Sengketa Konflik Pertanahan
Kegiatan ini digunakan untuk mengevaluasi dari rangkaian kegiatan pencegahan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan (Pemetaan Potensi Kasus Pertanahan, Sosialisasi Pencegahan Kasus hingga rekomendasi yang dihasilkan
dan tindak lanjut dari rekomendasi yang sudah disampaikan). Laporan ini disampaikan secara berjenjang kepada
Direktorat Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Insprektorat Jenderal dan Ditjend Teknis pada Bulan
Desember 2024.
Alur Pencegahan Kasus Pertanahan

61
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
III. PANDUAN REVISI DAN OPTIMALISASI ANGGARAN TAHUN 2024

A. GAMBARAN UMUM REVISI ANGGARAN


❖ Revisi Anggaran adalah perubahan rincian anggaran yang telah ditetapkan berdasarkan APBN dan disahkan
dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.
❖ Revisi Anggaran meliputi:
a. Revisi Anggaran dalam hal Pagu Anggaran berubah;
b. Revisi Anggaran dalam hal Pagu Anggaran tetap;
c. Revisi administrasi yang disebabkan oleh kesalahan administrasi, perubahan rumusan yang tidak terkait
dengan anggaran, dan/atau revisi lainnya yang ditetapkan sebagai revisi administratif.

62
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
❖ Batasan Revisi
a. Revisi Anggaran dilakukan sepanjang tidak mengurangi alokasi anggaran
• Belanja pegawai satker kecuali untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai satker lain.
• Pembayaran berbagai tunggakan
• RM Pendamping sepanjang paket pekerjaan masih berlanjut (on-going)
• Paket pekerjaan yang telah dikontrakan dan/atau direalisasikan dananya sehingga dananya
menjadi minus
b. Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah target kinerja
• Tidak mengubah sasaran kegiatan
• Tidak mengubah jenis dan satuan kegiatan
• Tidak mengubah keluaran yang sudah direalisasikan

B. KEWENANGAN, MATERI, TATA CARA DAN BATAS WAKTU REVISI


No. Kewenangan Revisi Materi Revisi Cara Revisi

1. Kewenangan KPA 1. Pergeseran antar-RO dalam KRO yang sama 1. Seksi V/Bidang V menyampaikan usulan matrik
(Kuasa Pengguna dan Satker yang sama, namun tidak perubahan semula-menjadi ke Sub Bagian Tata
Anggaran) mengurangi volume RO serta tidak berubah Usaha Kantah/ ke Bagian Tata Usaha Kanwil.
sumber dana (RM dan PNBP). 2. Sub Bagian Tata Usaha/ Bagian Tata Usaha akan
2. Penambahan/perubahan akun beserta alokasi melakukan perubahan POK ke Aplikasi Sakti dan
anggarannya dalam RO yang sama sepanjang disahkan oleh KPA.
pagu anggaran RO tetap.

63
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
No. Kewenangan Revisi Materi Revisi Cara Revisi

2. Kewenangan Kanwil 1. Pergeseran dalam satu Program yang 1. Seksi V/Bidang V menyampaikan usulan matrik
DJPB (Direktorat sama/antar KRO, ralat kode akun (perubahan perubahan semula-menjadi ke Sub Bagian Tata
Jenderal jenis belanja) namun tidak mengurangi Usaha Kantah/ ke Bagian Tata Usaha Kanwil.
volume RO serta tidak berubah sumber dana 2. Bagian Tata Usaha Kanwil mengusulkan perubahan
Perbendaharaan)
(RM dan PNBP), antar Satker dalam satu ke Ditjend Teknis untuk mendapatkan persetujuan
Wilayah Kerja Kanwil DJPB. Eselon I.
2. Pemanfaatan sisa anggaran/ optimalisasi 3. Bagian Tata Usaha menyerahkan hasil perubahan
untuk menambah volume RO, termasuk sisa POK dan ADK yang divalidsi ke Kanwil DJPB untuk
RO Prioritas Nasional (PN) dalam Satu Kanwil disahkan.
DJPB
3. Kewenangan 1. Pergeseran anggaran dalam satu Program 1. Seksi V/Bidang V menyampaikan usulan matrik
Direktorat yang sama/ antar jenis belanja, namun tidak perubahan semula-menjadi ke Sub Bagian Tata
Pelaksanaan Anggaran mengurangi volume RO serta tidak berubah Usaha Kantah/ ke Bagian Tata Usaha Kanwil
sumber dana (RM dan PNBP), antar Satker 2. Bagian Tata Usaha Kanwil mengusulkan perubahan
DJPB
antar Wilayah kerja Kanwil DJPB, dan revisi Sekjend dan ke Ditjend Teknis untuk mendapatkan
administrasi berupa pengesahan. persetujuan Eselon I (pergeseran antar satker).
2. Pemanfaatan sisa anggaran/ optimalisasi 3. Sekjend menyampaikan usulan perubahan ke DJA
untuk menambah volume RO, termasuk sisa dan ADK yang divalidasi.
RO Prioritas Nasional (PN) Antar-Kanwil
DJPB

4. Kewenangan DJA 1. Perubahan pagu anggaran, pergeseran antar 1. Seksi V/Bidang V menyampaikan usulan matrik
(Direktorat Jenderal antar program/antar fungsi/sub fungsi/ antar perubahan semula menjadi ke Sub Bagian Tata
Anggaran) RO Prioritas Nasional (PN), antara RO non PN Usaha Kantah/ke Bagian Tata Usaha Kanwil.
ke RO PN dan sebaliknya. 2. Bagian Tata Usaha Kanwil mengusulkan
2. Perubahan antar jenis belanja yang perubahan ke Sekjend dan Ditjend Teknis untuk
berdampak pada (penurunan) volume RO mendapatkan persetujuan Eselon I.
3. Optimalisasi sisa anggaran selain untuk 3. Sekjend menyampaikan usulan perubahan ke DJA
menambah volume RO dan sisa DIPA dan ADK yang divalidasi.
Kementerian/Lembaga yang berasal dari BA
BUN
4. Usulan KRO/RO baru
4.

64
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
BATASAN WAKTU PENERIMAAN REVISI
No Batas Waktu Hal
1 31 Oktober Batas Akhir Revisi masuk Direktorat Jenderal Anggaran
2 30 November Batas Akhir Revisi masuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan
3 17 Desember Batas Akhir Revisi masuk Direktorat Jenderal Anggaran untuk:
• Pergeseran anggaran untuk belanja pegawai;
• Pergeseran anggaran dari Bagian Anggaran 999.08 (BA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya) ke bagian
anggaran Kementerian/Lembaga;
• Kegiatan yang dananya bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak, pinjaman luar negeri, hibah luar
negeri terencana, dan hibah dalam negeri terencana, pinjaman dalam negeri, serta SBSN;
• Kegiatan Kementerian/Lembaga yang merupakan tindak lanjut dari hasil siding cabinet yang ditetapkan
setelah terbitnya Undang-Undang mengenai perubahan atas Undang-Undang mengenai APBN; dan/atau
• Keiatan-Kegiatan yang membutuhkan data/dokumen yang harus mendapat persetujuan dari unit eksternal
Kementerian/Lembaga seperti persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, persetujuan Menteri Keuangan, hasil
audit eksternal, dan sejenisnya
• Revisi Informasi Kinerja

4 28 Desember Batas Akhir Revisi masuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk:


Dalam hal Revisi Anggaran dilakukan untuk pengesahan anggaran belanja yang dibiayai dari hibah langsung,
pengesahan atas pengeluaran Kegiatan/RO yang dananya bersumber dari pinjaman/hibah luar negeri melalui
mekanisme pembayaran langsung dan letter of credit, dan/atau pemutakhiran referensi RKAK/L berkaitan
dengan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan oleh KPA.

65
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
66
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Contoh Revisi Anggaran
1. Contoh Kewenangan Revisi oleh KPA/PA:

a. Revisi detil belanja pada akun belanja;


b. Revisi ubah antar akun dan besaran detil belanja antar komponen pada satu output, dengan membatasi akun Perjalanan
Dinas dan Honor.

2. Contoh Kewenangan Revisi oleh Kanwil Perbendaharaan:

a. Revisi administratif ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;


b. Revisi pergeseran anggaran antar output, dalam 1 (satu) kegiatan yang sama dan antar satker dalam 1 (satu) wilayah
Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan surat persetujuan Eselon 1

3. Contoh Kewenangan Revisi oleh Direktorat Jenderal Anggaran: Revisi Perubahan dan pergeseran volume dan anggaran antar
kegiatan, antar output, antar wilayah Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Untuk pergeseran volume
Prioritas Nasional harus dengan ijin Eselon I dan Bappenas.

4. Contoh Revisi yang Memerlukan Persetujuan DPR:

a. Revisi Antar-Fungsi/Sub-Fungsi dan/atau antar-Program antar Unit Eselon 1;


b. Revisi Penambahan Anggaran antar Kementerian/Lembaga.

67
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
68
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
PEMANFAATAN SISA ANGGARAN/OPTIMALISASI

Pemanfaatan sisa anggaran/optimalisasi dapat dilakukan dalam hal :


1. Volume Output pada RO sudah tercapai sesuai target DIPA/tidak terjadi pengurangan volume output, sehingga sisa
anggaran dapat dipergunakan untuk menambah volume RO yang bersangkutan atau RO lain, termasuk sisa pada
RO Prioritas Nasional (PN) dalam satker yang sama/antar satker dalam Satu Kanwil DJPB/antar satker Antar-
Kanwil DJPB.
2. Apabila pada RO terdapat salah satu komponen/tahapan kegiatan yang kelebihan anggaran, maka anggaran
tersebut dapat dialihkan untuk komponen lain yang memerlukan biaya lebih besar dengan memperhatikan
pengalihan anggarannya tidak keluar dari output tersebut.

Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa (Kasi V) maupun Kepala Bidang Pengendalian dan
Penanganan Sengketa (Kabid V) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran
pada satuan kerja di wilayahnya setiap akhir bulan, sehingga dapat segera mengusulkan revisi anggaran apabila
ditemukan kondisi sebagai berikut :
a. Terdapat alokasi anggaran pada RO tertentu yang tidak dapat digunakan atau tidak terserap secara maksimal,
disebabkan kasus/perkara yang diterima oleh satker tidak memenuhi target DIPA;
b. Satker yang tidak mempunyai/tidak tercapai target volume fisik sengketa/konflik/perkara pertanahan, maka
anggaran dapat direvisi ke satker lain (Kanwil/Kantah lain) dengan kasus pertanahan yang lebih banyak namun
anggaran yang tersedia pada DIPA tidak mencukupi.
c. Satker yang sudah tercapai target volume fisik kasus namun masih memiliki sisa anggaran dapat dimanfaatkan
untuk menambah target volume fisik pada RO yang bersangkutan atau RO lain. Sisa anggaran juga dapat
dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tusi seperti sharing knowledge dengan
APH/stakeholder lain, inventarisasi asset pemerintah/BUMN/BUMD yang bermasalah untuk diselesaikan bersama
stakeholder, dll atau sisa anggaran dapat dialihkan ke satker lain yang tidak memiliki anggaran untuk
menyelesaikan kasus pertanahan di wilayahnya.

69
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
DIAGRAM KONDISI DAN SOLUSI
KEWENANGAN
KONDISI SOLUSI REVISI

1. SATKER tidak ada kasus a. Alokasi anggaran digeser dari sebaliknya


(sengketa/konflik/perkara) baik salah b. Dipindahkan ke satker lain yang kelebihan target DJA
satu atau seluruh jenis kasus. kasus

DJPB
a. Digunakan untuk komponen lain.
b. Digunakan untuk Fullday/ Fullboard Penanganan
2. Alokasi anggaran pada komponen Kasus (sengketa/ konflik/perkara) dengan
tidak dilaksanakan atau dilaksanakan melibatkan stakeholder terkait
tidak maksimal c. Mengadakan kegiatan yang dapat menunjang KPA
pelaksanaan tusi (seperti sharing knowledge
dengan instansi lain)

3. Alokasi anggaran Narasumber gelar


(sengketa/perkara/kejahatan a. Direalisasikan sesuai kebutuhan
b. Kelebihan anggaran digunakan untuk menambah KPA
pertanahan) dialokasikan untuk
narasumber lagi
Eselon I)
(Alokasi Maksimal)

a. Meningkatkan koordinasi
4. Kurang Koordinasi Antara Kabid/Kasi b. Tidak saling menunggu untuk berkoordinasi
PMP dengan Subbag Keuangan

5. Kurang melakukan evaluasi kegiatan Evaluasi secara berkala per bulan dan triwulan
dan penyerapan anggaran

a. Mempedomani Buku Panduan Pelaksanaan


6. Kurang pemahaman terhadap Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Kasus
kegiatan dan pertanggungjawaban Pertanahan Tahun 2024
b. Melakukan konsultasi teknis ke Pusat

70
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
IV. PANDUAN MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN KEGIATAN TAHUN 2024
A

A. DASAR HUKUM
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4663);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4890);
3. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2016 Tentang Sistem Kendali Mutu Program Pertanahan, Agraria dan Tata Ruang (Berita Negara Republik Indonesia
tahun 2016 Nomor 1571);
4. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 Tahun
2020 Tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan (Berita Negara Republik Indonesia tahun 2021 nomor
1369).

B. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup petunjuk teknis ini meliputi :
a. Pelaksana monitoring/pemantauan, evaluasi dan pelaporan
b. Tata kelola monitoring/pemantauan, evaluasi dan pelaporan
c. Penghargaan dan sanksi

71
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
C. PENGERTIAN
1. Monitoring/Pemantauan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006, adalah kegiatan mengamati
perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul
dan/atau akan timbul untuk dapat diambil tindakan sedini mungkin.
2. Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil outcome)
terhadap rencana dan standar untuk menilai hasil yang diperoleh selama kegiatan pemantauan berlangsung.
3. Pelaporan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat kepada
pemangku kepentingan sebagai bahan pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi yang terjadi serta penentuan
kebijakan yang relevan.
4. Laporan berkala adalah laporan yang dilakukan secara berkala yaitu setiap 3 bulan (triwulanan), 6 bulanan
(semesteran) dan/atau tahunan.
5. Pelaporan dilakukan secara berjenjang, adalah penyampaian pelaporan dari unit kerja paling bawah sampai pucuk
pimpinan organisasi dari penanggungjawab kegiatan kepada penanggungjawab program, dan dari penanggungjawab
program kepada pimpinankementerian/lembaga; atau dari suatu tingkat pemerintahan kepada tingkat pemerintahan
yang lebih tinggi, hingga ke pusat.
6. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi
pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan
masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah.
7. Kegiatan/Aktivitas adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai
bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan
sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi,
dana, atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk
menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.

D. PELAKSANA MONITORING/PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN


Monitoring/pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan dilakukan
pada setiap satuan kerja.

72
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Penanganan dan Penyelesaian Kasus dilaporkan secara berkala dan berjenjang oleh:
a. Kepala Kantor Pertanahan kepada Kepala Kantor Wilayah;
b. Kepala Kantor Wilayah kepada Dirjen VII;
c. Dirjen VII kepada Menteri.

Monitoring/pemantauan dan evaluasi kegiatan penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan, dilaksanakan oleh :
a. Direktur Jenderal untuk Kantor Wilayah;
b. Kepala Bidang untuk Kantor Pertanahan; atau
c. Pejabat yang ditunjuk.

E. TATA KELOLA MONITORING/PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN


Tata kelola monitoring/pemantauan dan evaluasi kegiatan pencegahan penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan,
meliputi:
1. pengisian data target dan realisasi fisik dan anggaran kegiatan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus
pertanahan;
2. pemantauan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan;
3. Evaluasi pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan;
4. pelaporan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan;
5. pemanfaatan hasil pemantauan, evaluasi dan Pelaporaan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus
pertanahan.

Uraian tata kelola monitoring/pemantauan dan evaluasi kegiatan penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan,
sebagai berikut :

1. Pengisian data target dan realisasi fisik dan anggaran kegiatan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus
pertanahan:
a. Pengisian data target dan realisasi fisik dan anggaran kegiatan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus
(sengketa, konflik, perkara) pertanahan, menggunakan aplikasi monitoring/pemantauan dan pelaporan pada :

73
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
1) Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional yaitu aplikasi Sistem Kendali Mutu Program
Pertanahan;
2) Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional yaitu
aplikasi e-Monev Bappenas;
3) Kementerian Keuangan yaitu aplikasi SMART-DJA.
b. Data target dan realisasi anggaran pada aplikasi sebagaimana dimaksud pada huruf a, berasal dari aplikasi
pengelolaan anggaran pada Kementerian Keuangan yang sudah terintegrasi dengan aplikasi dimaksud (SAKTI dan
OMSPAN).
c. Data target dan realisasi fisik penanganan/penyelesaian kasus pertanahan yang akan diinput dalam aplikasi
sebagaimana dimaksud pada huruf a, bersumber dari data progres penanganan/penyelesaian kasus pertanahan
pada aplikasi JUSTISIA.
c. Data sebagaimana dimaksud pada huruf c, disampaikan oleh operator aplikasi JUSTISIA kepada Kepala
Bidang/Kepala Seksi/Pejabat yang ditunjuk untuk disampaikan kepada Kepala Bagian Tata Usaha/Kepala Sub
Bagian Tata Usaha selanjutnya diinput oleh operator aplikasi sebagaimana pada huruf a.

2. Monitoring/Pemantauan Pencegahan, Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan


a. Monitoring/pemantauan dilakukan dengan tujuan untuk :
1) menghasilkan kinerja yang terbaik atas kegiatan penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan dengan
cara memperoleh feedback dari semua pihak atau aspek yang sedang dikerjakan;
2) meningkatkan rencana kerja dan melakukan tindakan perbaikan segera terhadap beberapa penyimpangan
(deviasi) yang mungkin terjadi ataupun mengatasi hambatan, kendala dan masalah yang dihadapi satuan
kerja dalam penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan;
3) menjajaki progres dan perubahan yang terjadi dari sisi input (kasus, anggaran, SDM), proses (tahapan
kegiatan penanganan kasus) maupun output (hasil penyelesaian kasus) melalui sistem pelaporan dan
pencatatan reguler.
4) membantu pengambil keputusan, dalam menentukan hal-hal apa saja yang memerlukan fokus perhatian
penuh atau usaha yang lebih dan hal mana yang kurang prioritas, atau hal mana yang harus segera
diluruskan, dikembalikan, diarahkan menuju tujuan ideal sesuai rencana;
b. Monitoring/pemantauan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan dilaksanakan oleh pejabat
sebagaimana pada huruf D, setiap akhir periode triwulanan tahun berjalan;

74
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
c. Monitoring/pemantauan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan, menggunakan indikator sebagai
berikut :
1) Target kasus pertanahan dalam DIPA tiap satuan kerja dan jumlah kasus yang sudah diinput dalam aplikasi
JUSTISIA maupun dalam aplikasi SKMPP, e-Monev Bappenas dan Smart-DJA untuk pemantauan dan
pelaporan kinerja kegiatan penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan;
2) Target dan Realisasi fisik pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pada akhir periode triwulanan
tahun berjalan;
3) Target dan realisasi anggaran kegiatan penanganan kasus pertanahan dibandingkan dengan rencana
penarikan dana pada DIPA berkoordinasi dengan Kasubag TU;
4) Validitas data kasus serta dokumen-dokumen pendukung/ eviden penanganan dan penyelesaian kasus yang
sudah diupload dalam aplikasi JUSTISIA;
5) Hambatan, kendala dan masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan pencegahan, penanganan dan
penyelesaian kasus;
7) Manfaat dan dampak dari penyelenggaraan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus baik internal
organisasi maupun bagi stakeholder;

d. Pemantauan sebagaimana pada huruf a dapat dilakukan melalui:


1) aplikasi JUSTISIA untuk mengetahui jumlah kasus dan perkembangan penanganan/penyelesaiannya;
2) laporan dari aplikasi SKMPP/aplikasi e_monev bappenas/ aplikasi SMART DJA/ SAKTI untuk mengetahui
perkembangan realisasi penyerapan dana, realisasi pencapaian target keluaran (output), dan kendala yang
dihadapi;
3) laporan berkala penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan dari Kantor Pertanahan atau Kantor Wilayah
Badan Pertanahan Nasional;
4) rapat secara virtual dengan Kantor Pertanahan atau Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional untuk
mendiskusikan perkembangan dan kendala penanganan/penyelesaian kasus pertanahan yang dihadapi dalam
rangka percepatan/solusi penyelesaian kasus pertanahan;
5) kunjungan kerja langsung ke Kantor Pertanahan atau Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional atau obyek
kasus untuk percepatan penyelesaian kasus pertanahan.
e. Hasil pemantauan penanganan/penyelesaian kasus pertanahan sebagai bahan untuk evaluasi kegiatan dan
intervensi selanjutnya.

75
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
f. Format Laporan pemantauan/monitoring sebagai berikut:
1) Data Umum
No Kriteria Jumlah Keterangan

1 SDM

2 Profil Justisia

2) Monitoring Penanganan Kasus Pertanahan (Kanwil dan Kantah) & Penyelesaian Konflik Pertanahan
(Kanwil)

Form Monitoring Dan Evaluasi Capaian Kinerja


Kantor Wilayah BPN Provinsi ….
Tahun ….
Target Jumlah Entry
No Kriteria Proses Selesai PAGU Realisasi % HKM
Fisik Fisik Justisia

1 Sengketa

2 Konflik

3 Perkara

4. Kejahatan Pertanahan

… Total

Form Monitoring Dan Evaluasi Capaian Kinerja


Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ….
Tahun ….
Target Jumlah Entry
No Kriteria Proses Selesai PAGU Realisasi % HKM
Fisik Fisik Justisia

1 Sengketa

2 Perkara

… Total

76
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
3) Monitoring Penanganan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan (Kanwil)
Form Tindak Pidana Pertanahan
Kantor Wilayah BPN Provinsi ….
Tahun ….
Penanganan dan Penyelesaian
Target Entry
No Jumlah TO Disetujui Progres ATR/BPN Progres Polri HKM
Fisik Justisia
Tap
Proses Selesai Lidik Sidik SP3 P19 P21
TSP
1

… Total

4) Monitoring Pencegahan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan (Kanwil dan Kantah)
Form Pencegahan Kasus Pertanahan
Kantor Wilayah BPN Provinsi …. / Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ….
Tahun ….
Sosialisasi
Pemetaan Potensi Rekomendasi Evaluasi Pencegahan
Persiapan
Target Kasus Pencegahan JUSTISIA JUSTISIA (SKP) Total
No Provinsi
Fisik (SKP) (%)

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 Kanwil….

2 Kantah….

3 ….

77
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Jumlah

5) Monitoring Pembinaan/ Sosialisasi/Evaluasi/Koordinasi (Kanwil)


Format Monitoring Capaian Kinerja Fisik
Pembinaan Teknis Konsultasi Teknis
No Satker Target Fisik Total (%)
Jumlah % Jumlah %
1 Kanwil….

… Jumlah

Format Monitoring Capaian Kinerja Anggaran


Target Target
Pembinaan Teknis Konsultasi Teknis
DIPA DIPA
No Satker Total (%)
Awal Revisi
Realisasi % Realisasi %
(Rp) (Rp)
1 Kanwil….

… Jumlah

78
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
6) Monitoring Anggaran
Form Pencegahan Kasus Pertanahan
Kantor Wilayah BPN Provinsi …. / Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ….
Tahun ….

DIPA
No KRO Realisasi % Hambatan, Kendala, Masalah
Anggaran
1 Sengketa
2 Konflik
3 Perkara

79
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
7) Tipologi pada pihak-pihak yang bermasalah
No Tipologi A B C D E F G H I Jumlah
1 Letak dan Batas Bidang Tanah
2 Pemelirahaan Data Pendaftaran Tanah
3 Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah
4 Pelaksanaan Putusan Pengadilan
5 Pengadaan Tanah
6 Tanah Objek Landreform
7 Tanah Adat/Ulayat
8 Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
9 Penguasaan dan Pemilikan
Informasi dan Transaksi Elektronik
10
Terkait Pelayanan Pertanahan
Jumlah
Prosentase

Keterangan
A. Orang Perorangan F. Badan Hukum dengan Masyarakat
B. Perorangan dengan Badan Hukum G. Instansi Pemerintah dengan Instansi Pemerintah
C. Perorangan dengan Instansi Pemerintah H. Instansi Pemerintah dengan Masyarakat
D. Badan Hukum dengan Badan Hukum I. Masyarakat dengan Masyarakat
E. Badan Hukum dengan Instansi Pemerintah

3. Evaluasi Kinerja pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan


a. Evaluasi Kinerja pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan dilaksanakan setiap saat
diperlukan oleh pejabat sebagaimana pada hurud D;

80
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
b. Evaluasi dilakukan secara sistematis, obyektif dan transparan untuk menilai tingkat keberhasilan kinerja
pencegahan/penanganan/penyelesaian kasus pertanahan, efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan),
efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), manfaat (dampak terhadap kebutuhan), dan keberlanjutan
kegiatan;
b. Hasil evaluasi pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan disampaikan secara berjenjang oleh:
1) Kepala Kantor Pertanahan kepada Kepala Kantor Wilayah;
2) Kepala Kantor Wilayah kepada Dirjen VII;
3) Dirjen VII kepada Menteri.

4. Pelaporan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan.


a. Pelaporan ini dilakukan untuk memberikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat kepada pemangku
kepentingan sebagai bahan pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi yang terjadi serta penentuan kebijakan
yang relevan;
b. materi pelaporan mencakup target dan realisasi fisik maupun anggaran pada tahun berjalan.
c. pelaporan dilakukan secara berjenjang di tingkat Kantor Pertanahan, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional
maupun Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan;
d. pelaporan dilakukan secara berkala meliputi laporan bulanan, laporan triwulan pertama (B03), triwulan kedua
(B06), triwulan ketiga (B09), triwulan keempat (B12), laporan semester ( 6 bulanan) dan laporan tahunan. Laporan
meliputi akumulasi jumlah, perkembangan penanganan dan penyelesaian sengketa, konflik dan perkara Bulan
Januari s.d bulan berjalan.
e. Laporan sebagaimana dimaksud pada huruf b, c dan d disampaikan secara elektronik pada aplikasi SKMPP, E-
Monev Bappenas dan SMART DJA yang kemudian diunduh laporannya dari aplikasi dimaksud secara berkala dan
ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja untuk disampaikan secara berjenjang kepada Direktur Jenderal
Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan dengan batas waktu penyampaian laporan sebagai berikut:
1) Laporan Kepala Kantor Pertanahan disampaikan dengan surat pengantar kepada Kepala Kantor Wilayah
Badan Pertanahan Nasional paling lambat tanggal 3 bulan berikutnya setelah periode laporan bulanan, B03,
B06, B09 dan B12;
2) Laporan dari Kepala Kantor Pertanahan dikompilasi oleh Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional dan
disampaikan dengan surat pengantar Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional kepada Direktur Jenderal

81
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan paling lambat tanggal 6 bulan berikutnya setelah periode
laporan bulanan, B03, B06, B09 dan B12;
3) Laporan Direktur disampaikan dengan Nota Dinas kepada Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan
Konflik Pertanahan melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan
paling lambat tanggal 6 bulan berikutnya setelah periode laporan B03, B06, B09 dan B12;
4) Apabila tanggal dimaksud pada angka 1), 2), 3) dan 4) bertepatan pada hari libur nasional maka laporan
disampaikan pada hari kerja berikutnya.
5) Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan setiap triwulan wajib menyampaikan laporan
kepada Menteri paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah periode laporan B03, B06, B09 dan B12
atas semua kasus pertanahan yang ada di wilayah Republik Indonesia, melalui mekanisme pelaporan sebagai
berikut:
(1) Pejabat pelaksana menghimpun semua laporan penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan dari
seluruh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional selanjutnya menyusun dalam bentuk laporan sesuai
format pelaporan;
(2) Laporan sebagaimana dimaksud pada huruf (a) disampaikan kepada Kepala Sub Bagian Evaluasi dan
Kinerja untuk ditelaah secara cermat selanjutnya disampaikan kepada Kepala Bagian Program dan
Hukum;
(3) Kepala Bagian Program dan Hukum menelaah laporan secara cermat dan menyampaikan kepada
Sekretaris Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan;
(4) Sekretaris Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan menelaah laporan dan
disampaikan kepada Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan;
(5) Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan menandatangani laporan untuk
disampaikan kepada Menteri dengan Nota Dinas.

5. Pemanfaatan hasil pemantauan, evaluasi dan Pelaporaan pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus
pertanahan.
a. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan menghasilkan data berupa informasi kinerja pencegahan, penanganan dan
penyelesaian kasus (sengketa, konflik dan perkara) pertanahan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional, Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan;

82
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
b. Informasi kinerja sebagaimana dimaksud pada huruf a, digunakan oleh pimpinan satuan kerja sebagai bahan
rapat pimpinan, rapat dengar pendapat dengan DPR RI, rapat koordinasi dengan k/L atau stakeholder terkait,
bahan penyusunan perencanaan, pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan kinerja tahun berikutnya;

F. PENGHARGAAN DAN SANKSI

a. Direktur dan Kepala Kantor Wilayah melakukan penilaian dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pencegahan,
penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan melalui aplikasi SKMPP, E-Monev Bappenas dan Smart DJA pada
akhir bulan Maret (B03), Juni (B06), September (B09) dan Desember (B12) tahun anggaran berjalan;
b. Hasil penilaian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada huruf a, dijadikan bahan pertimbangan pemberian
penghargaan dan sanksi kepada satuan kerja;
c. Penghargaan sebagaimana dimaksud pada huruf b diberikan kepada satuan kerja pelaksana kegiatan terbaik.
berdasarkan penilaian terhadap capaian kinerja kegiatan.
d. Sanksi sebagaimana dimaksud pada huruf b, diberikan kepada satuan kerja yang tidak melaksanakan pelaporan
capaian kinerja pencegahan, penanganan dan penyelesaian kasus dalam aplikasi pelaporan yang tersedia.
e. Sanksi sebagaimana dimaksud pada huruf d, berupa:
1) peninjauan kembali alokasi anggaran kegiatan pada tahun anggaran berikutnya;
2) surat peringatan tentang kinerja kurang; dan/atau
3) sanksi administrasi lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

83
Panduan Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan Tahun 2024
PANDUAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN
2024

@ditjen7

setditjen7 ATRBPN
Tegas,Tuntas dan Terukur
Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan

Anda mungkin juga menyukai