Strategi Pengembangan Karyawan Efektif
Strategi Pengembangan Karyawan Efektif
1. PEOPLE DEVELOPMENT 1
2. PENERAPAN CONFLICT MANAGEMENT DI PERUSAHAAN 12
3. EMPLOYEE ENGAGEMENT 20
4. RECRUITMENT PROCESS OUTSORCING (RPO) 28
5. PERBEDAAN ORIENTASI DAN ONBOARDING 36
6. KETRAMPILAN INTERVIEW HRD 46
7. ONBOARDING KARYAWAN BARU 53
8. MENGHITUNG KENAIKAN GAJI 63
9. MENJADI ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT 71
10. MENERAPKAN PEST ANALISIS 79
11. PENERAPAN ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT 85
12. MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN 99
13. BEDA KPII DENGAN OKR 108
14. PERAN HR DALAM PENGEMBANGAN BISNIS 116
15. MENGENAL ROI DAN PENERAPANNYA 124
16. MENGELOLA PERBEDAAN DI TEMPAT KERJA 130
17. CARA MENERAPKAN ANALISIS SWOT 138
18. MEMBANGUN VISI DAN MISI PERUSAHAAN 144
19. KOMPENSASI DAN BENEFIT 157
20. SKILL NEGOSIASI YANG WAJIB DIKUASAI HR 164
21. RISK MANAGEMENT 173
22. PERANAN HR DALAM STRESS MANAGEMENT 180
23. REMUNERASI 185
24. MEMBUAT SUSU 192
25. INDIKATOR PRODUKTIVITAS KERJA DAN CARA MENGUKURNYA 197
26. PERAN DAN TANGGUNGJAWAB HR 203
27. EMPLOYEE RELATION DAN MASALAH YANG DI PERUSAHAAN 209
28. PENERAPAN 5S DI LINGKUNGAN KERJA 217
29. PERAN HRD DALAM K3 225
30. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN HRIS 234
31. TYPE KARYAWAN YANG WAJIB DIKETAHUI HR 241
32. METODE JOB ENRICHMENT UTK MEMOTIVASI KARYAWAN 246
33. STRATEGI HR MENYELESAIKAN KONFLIK KARYAWAN 259
34. TIPE KEPRIBADIAN DISC 263
35. STRATETEGI TALENT MANAGEMENT 269
36. MEMBUAT LAPORAN KINERJA KARYAWAN 277
37. MELATIH MEMBUAT KEPUTUSAN 291
38. STRATEGI PENGELOLAAN KARYAWAN MANUFAKTUR 298
1
8 Contoh Program People Development
Sha
nya dari proses dan pengembangan sumber daya manusianya atau biasa
disebut people development.
Secara umum, people development adalah upaya pengembangan kualitas
karyawan dengan keterampilan, pengetahuan dan perilaku yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan bisnis.
People development dianggap bisa menjadi investasi jangka panjang perusahaan,
sehingga harus dikelola dan dipertahankan dengan baik.
People development mampu membuat karyawan meningkatkan produktivitas dan
kinerjanya. Perusahaan pun akan ikut berkembang dan tumbuh bersama orang-
orang yang loyal di dalamnya.
Berbagai upaya untuk people development yang bisa dilakukan perusahaan akan
diulas dalam artikel ini.
1
Ada beberapa alasan mengapa people development penting bagi perusahaan.
Tentunya, people development dapat mendatangkan keuntungan bagi
perusahaan hingga bisa dikatakan sukses.
Beberapa keuntungan terkait people development yang dilansir dari
laman together platform antara lain:
Produktivitas
Produktivitas dapat diciptakan dengan adanya kepedulian perusahaan dengan
pertumbuhan dan perkembangan yang mendukung karier karyawan. Jadi,
karyawan akan meningkatkan semangat dan kemauan untuk bekerja lebih keras
untuk perusahaan.
Dengan produktivitas yang baik, maka akan lebih banyak pendapatan untuk
bisnis perusahaan.
Menarik kandidat
Job seekers seringkali mencari perusahaan yang dapat
mengembangkan skill mereka. Penelitian Gallup menemukan bahwa 59 persen
milenial ingin bekerja di perusahaan yang menawarkan peluang dalam
pengembangan SDM.
Pastikan perusahaan memiliki hal menarik untuk menggaet kanddiat.
Mengurangi turnover
Berinvestasi pada karyawan dengan people development akan mengurangi
kerumitan perusahaan dari segi keuangan dan waktu. Karena tidak ada
pengembangan karir menjadi salah satu alasan karyawan meninggalkan
perusahaan.
Dengan adanya kepuasan yang dirasakan para karyawan melalui
pengembangan skill akan mengurangi tingkat turnover.
Rasio Turnover Karyawan Tinggi, HRD Harus Bagaimana?
2
People development menjadi cara profesional yang bisa ditunjukkan perusahaan
kepada calon karyawan maupun khalayak umum bahwa ada kepedulian terhadap
pertumbuhan karyawan. Penting adanya penyesuaian rencana people
development agar mencerminkan karyawan yang unik.
Karyawan merupakan kekuatan pendorong untuk ukuran industri perusahaan.
Dalam merencanakan pengembangan karyawan, Anda perlu mempertimbangkan
faktor pendorong seperti gaya belajar, materi, dan aksesibilitas.
Bila people development yang ditawarkan tidak menarik atau menguntungkan
karyawan, maka mereka akan kehilangan minat dan tidak ingin terlibat dengan
program tersebut.
Berikut adalah langkah yang bisa diterapkan untuk merencanakan people
development di perusahaan Anda:
3
Kedua, rencana Anda harus membahas strategi jangka panjang dan tujuan
pertumbuhan perusahaan Anda. Apa tolok ukur utama yang ingin
dicapai dan skill karyawan bagaimana yang perlu dikembangkan untuk mencapai
tujuan perusahaan.
Ketiga, dari rencana people development yang sudah ada, Anda kemudian perlu
mengadakan leadership training guna membantu karyawan tumbuh sebagai
manajer dan pemimpin masa depan perusahaan
Evaluasi program
Indikator keberhasilan program people development adalah tanggapan karyawan
Anda.
Survei keterlibatan karyawan adalah cara efektif untuk mengukur minat dan
kebahagiaan mereka terhadap penawaran people development.
Manajer bisa secara rutin memeriksa kemajuan bawahan langsung mereka
kemudian mengevaluasi apakah diperlukan tambahan pelatihan atau pelatihan
mana yang paling diminati karyawan dan sebagainya.
Manajer harus menyesuaikan rencana people development secara individu dan
mengkomunikasikan ide-ide kepada pimpinan sehingga mereka dapat
memodifikasi strategi perusahaan.
4
Kemudian manajer dapat mengkomunikasikan ide-ide kepada pimpinan sehingga
mereka dapat memodifikasi strategi perusahaan.
Membangun Talent dengan Strategic Planning Skill
5
Analisis ini dapat membantu perusahaan mengetahui kemampuan yang perlu
dikembangkan untuk karyawan agar dapat bersaing di masa depan dan dalam
menghadapi perubahan bisnis.
Untuk membuat analisis, HR perlu memahami keterampilan yang dimiliki
karyawan dan membandingkannya dengan pengetahuan dan kemampuan yang
diperlukan perusahaan.
Langkah ini digunakan untuk mengembangkan pelatihan yang tepat untuk
membekali karyawan.
Job shadowing
Program people development tidak seharusnya dibatasi pada bidang karyawan.
Berikan anggota tim Anda kesempatan untuk saling mempelajari peran yang
berbeda dalam perusahaan dengan cara membuat shadowing program yang
dapat memberdayakan karyawan untuk mengamati peran rekan kerjanya.
Program ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi antar departemen,
meningkatkan team work dan membina hubungan karyawan, serta berkontribusi
pada tujuan bisnis secara keseluruhan.
Peer coaching
Rekan kerja seringkali menjadi tempat untuk saling memberi nasihat atau
informasi dalam hal pekerjaan. Mereka juga lebih nyaman meminta bantuan satu
sama lain.
Jadi, strategi people development untuk mendorong peer coaching di
perusahaan dengan memasangkan karyawan bersama-sama. Tujuannya, mereka
dapat saling berbagi pengetahuan dan membangun learning culture di tempat
kerja.
Mentoring
Program mentoring merupakan cara yang baik untuk menghubungkan karyawan
guna mempercepat pengembangan mereka, menutup kesenjangan keterampilan,
dan membangun budaya yang membuat karyawan termotivasi untuk terus
berkembang.
Manfaat program ini adalah karyawan menerima bimbingan dari seseorang yang
lebih ahli dan senior.
Organisasi juga akan diuntungkan dari program ini seperti tingkat retensi
meningkat, produktivitas meningkat, menutup kesenjangan keterampilan, dan
budaya menjadi lebih inklusif.
Corporate training
6
Ketika karyawan perlu mempelajari dan memanfaatkan suatu keterampilan atau
isu terkini, maka Anda dapat mengadakan corporate training.
Misalnya seperti pelatihan tentang bagaimana menjadi tempat kerja yang lebih
inklusif atau pelatihan tentang penggunaan software yang digunakan
perusahaan, dan sebagainya.
7
Perbedaan antara kedua konsep ini terletak pada tujuan pelatihan. Peningkatan
keterampilan (upskill) bertujuan untuk mengajarkan keterampilan baru kepada
karyawan guna mengoptimalkan kinerja mereka. Sedangkan pelatihan ulang
(reskill) ditetapkan untuk melatih karyawan agar beradaptasi dengan posisi
berbeda di dalam perusahaan. Secara umum, yang pertama dikatakan
menciptakan pekerja yang lebih terspesialisasi dan yang terakhir lebih fleksibel.
Beberapa soft skill yang kemungkinan banyak dicari oleh perusahaan saat ini
antara lain:
8
Meskipun setiap organisasi atau perusahaan memiliki metodenya masing-
masing, secara umum langkah-langkah untuk mengimplementasikan rencana
upskilling dan reskilling dapat diringkas sebagai berikut:
Pelajari persyaratan bisnis untuk menentukan posisi dan keterampilan baru yang
dibutuhkan perusahaan.
Lakukan penilaian keterampilan tenaga kerja yang ada agar tergantung pada
kebutuhan bisnis, Anda dapat mengetahui siapa yang membutuhkan peningkatan
keterampilan dan siapa yang membutuhkan keterampilan ulang.
Rancang sistem pelatihan untuk profil yang berbeda, buat pelatihan menjadi
mudah melalui alat digital dan jam yang menguntungkan, sebaiknya selama hari
kerja.
Melakukan penilaian berkelanjutan untuk menentukan tingkat kemajuan dan
menganalisis tingkat respons karyawan.
Kursus daring
Kursus daring memberikan pilihan dan kesempatan bagi karyawan jarak
jauh atau yang ingin bekerja sesuai dengan kecepatan mereka sendiri.
Ada beberapa cara untuk memberikan kursus daring bagi karyawan, seperti
membuat kursus in-house atau layanan berlangganan untuk karyawan.
Penutup
Program people development penting bagi perusahaan mengingat kesuksesan
perusahaan bergantung pula pada kinerja karyawannya.
Menjadikan people development sebagai bagian utama dari perusahaan Anda
akan menguntungkan bisnis dalam berbagai cara.
Dengan demikian, berinvestasi pada karyawan akan membantu menumbuhkan
tenaga kerja yang terlibat lebih produktif, menguntungkan perusahaan, dan juga
9
sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pengembangan sumber daya
karyawannya.
Salah satu hal yang pasti akan ditangani oleh tim HR adalah conflict
management.
Di lingkungan kerja, Anda pasti menjumpai beragam masalah. Mulai masalah yang
berhubungan dengan pekerjaan hingga konflik personal.
Wajar, karena perusahaan dihuni oleh karyawan yang datang dari berbagai latar
belakang budaya, ilmu, dan posisi. Mereka harus menyesuaikan diri dengan satu
hal, yakni budaya perusahaan.
10
Kembali ke conflict management, ini bukan hal yang menyenangkan. Baik bagi
perusahaan, tim HR, maupun karyawan.
Studi di Inggris menyatakan bahwa 58 persen karyawan setuju bahwa konflik
berdampak negatif pada budaya perusahaan dan 74 persen setuju
bahwa conflict management sangat memakan waktu.
Masih di studi yang sama, perusahaan yang menggunakan fungsi
HR untuk conflict management cenderung jarang melaporkan bahwa konflik
berdampak negatif pada kultur perusahaan.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa keefektifan conflict management di
perusahaan ada di tangan tim HR dalam menjalankan fungsinya.
Collaborating
Collaborating adalah resolusi yang paling memakan waktu lama dan sulit
dilakukan. Namun, memberikan hasil efektif dan positif dalam jangka panjang.
11
Dengan kolaborasi, masing-masing pihak yang berkonflik akan duduk bersama.
Setiap tuntutan dari keduanya akan dipertimbangkan, lalu tim conflict
management akan mencari win-win solution.
Tidak mudah menemukan solusi menguntungkan dan menyenangkan hati semua
pihak. Tawar menawar akan terjadi dan ego pribadi mungkin akan
mengintervensi proses negosiasi.
Competing
Competing adalah resolusi dengen melibatkan kedua pihak yang berseteru untuk
memenangkan argumen. Biasanya, resolusi ini terjadi ketika hal-hal unik dan
tidak umum menjadi konflik.
Terkadang, manajemen menggunakan cara ini ketika nilai moral dalam konflik
yang diributkan bersifat mendesak, sehingga mereka tidak ada waktu untuk
mencari alternatif.
Avoiding
Avoiding (menghindar) juga menjadi gaya conflict management untuk
menyelesaikan masalah dengan cepat.
Biasanya, manajemen menyelesaikan konflik karyawan dengan memindahkan
salah satu pihak ke divisi atau tim lain. Bisa juga menghentikan pihak berseteru dari
proyeknya. Prosesnya cepat, kan?
Ya, cepat. Namun, cara itu justru menambah konflik baru. Sebaiknya, tim HR
atau manajemen menyelesaikan konflik dengan adil dan transparan.
Avoiding hanya efektif digunakan untuk menurunkan ketegangan sementara.
Pilih opsi ini untuk solusi terakhir.
Accommodating
Accommodating terjadi ketika satu pihak mengakomodasi keinginan dan
tuntutan pihak lain secara sukarela serta mengesampingkan keinginannya
sendiri. Dengan kata lain, mengalah.
Proses ini terjadi saat salah satu pihak tidak begitu mementingkan atau
memedulikan keinginan pribadinya. Meski terkesan ‘lemah’,
tetapi accommodating cukup efektif untuk menyelesaikan konflik dengan cepat.
Compromising
Seperti artinya, compromising atau kompromi adalah cara menyelesaikan konflik
dengan mencari titik temu atau jalan tengah yang akan menjembatani keinginan
pihak-pihak yang berseteru.
Semua pihak yang terlibat akan duduk bersama untuk berembuk mencari jalan
tengah. Cara ini juga disebut situasi lose-lose. Karena semua pihak harus
12
mengalah pada beberapa hal, berbanding terbalik dengan collaborating yang
menghasilkan win-win solution.
Komunikasi Internal: Definisi dan Langkah Menciptakannya di Organisasi
Komunikasi
Sebagai tim HR, Anda wajib memiliki kemampuan berkomunikasi secara
efektif dan jelas. Artinya Anda mampu menangkap gesture, menggunakan
kalimat yang netral alih-alih mengintimidasi, dan fokus mendengarkan informasi
dari lawan bicara.
Bahkan Anda mampu melihat kesiapan Si A berbicara atau Si B tidak nyaman
berkata, sehingga Anda harus mengambil jeda untuk menenangkannya.
Empati
13
Anda pelu menumbuhkan sikap empati. Sikap ini bermanfaat dalam penyelesaian
konflik, sehingga Anda dapat merasakan kegelisahan yang dialami, mengerti
kesulitan dan konflik yang dihadapi, serta memahami alasan dibalik keluhan yang
disampaikan karyawan.
Aktif mendengarkan
Sering kali, orang hanya sekadar hearing, alih-alih listening. Aktif mendengarkan
berbeda dengan sekadar menangkap kalimat yang dilontarkan lawan bicara.
Tim HR perlu mengasah listening skill, sehingga Anda benar-benar
mendengarkan untuk memahami persoalan, mengerti perspektif lain, dan tanpa
memotong perkataan si lawan bicara.
Emotional intelligent
Anda juga perlu mempertajam emotional intelligent. Dengan kecerdasan ini,
Anda akan berkepala dingin menghadapi cekcok dua kubu, tidak mudah tersulut
emosi, serta meminimalisir berpikir negatif ketika karyawan menyampaikan
keluhan dan tuntutannya.
Karena, bagaimanapun juga, tim HR harus mampu mengontrol emosinya saat
berhadapan dengan karyawan yang sedang gelisah atau marah.
Bersikap positif
Dengan bersikap positif, Anda dapat mempertahankan situasi yang kondusif bagi
karyawan lain untuk bekerja. Jangan sampai tim HR bersikap buruk ketika
konflik terjadi.
Problem solving
Sering kali, keputusan akhir diketuk oleh pimpinan atau manajer. Namun, tim
HR akan dimintai pendapat dalam problem solving.
Jadi, Anda dapat berkolaborasi dengan divisi lain untuk memahami
persoalan sekaligus jalan keluar yang adil untuk karyawan yang tengah
berseteru.
Berani
Dibutuhkan keberanian untuk menghadapi karyawan yang tengah emosional.
Berkepala dingin saja kadang tidak cukup, tim HR harus berani dan tidak mudah
terintimidasi oleh emosi orang lain.
Advocacy Skill: Manfaat & Cara HR Mengembangkannya
14
Bagaimana Menerapkan Conflict Management Di
Perusahaan?
Anda dapat menerapkan conflict management di lingkurangan kerja dengan
langkah-langkah berikut ini.
Bersikap netral
Jangan memihak. Bersikaplah netral di tengah perseteruan kedua belah pihak.
Konflik sudah muncul tanpa bias dari pihak penengah.
Meskipun salah satu pihak tampak lebih benar dibanding yang lain, tetaplah
netral agar tidak memicu emosi pihak yang lain.
Sabar
Mengelola konflik melelahkan, sehingga dibutuhkan kesabaran untuk
menanganinya. Proses mediasi dan problem solving bisa jadi membutuhkan
waktu yang tidak sebentar.
Maka dari itu, seorang HR harus pandai mengelola stress agar ia tetap sabar
menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.
15
Jangan lupakan core value perusahaan. Nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan
berfungsi sebagai pengingat agar semua karyawan merujuk hal tersebut dalam
bekerja, termasuk menyelesaikan konflik.
Maka, tim HR perlu mengingatkan manajer dan karyawan untuk bertanggung
jawab mengikuti nilai perusahaan.
Kiat Mengintegrasikan Core Value Dalam Kinerja Harian
Penutup
Menyelesaikan konflik merupakan pekerjaan besar. Menjalankan conflict
management juga bukan pekerjaan mudah.
Namun, conflict management yang dilakukan dengan benar dapat meningkatkan
pembelajaran bagi perusahaan. Tim HR pun berkesempatan untuk belajar
menciptakan tempat kerja yang lebih baik di masa mendatang.
16
Share
17
Bahkan pengukuran setahun sekali pun tidak cukup. Terlebih jika perusahaan
memiliki beragam program employee engagement. Beragam pula alat ukur atau
cara mengukurnya.
Artikel Terkait: Memahami Konsep Employee Engagement dan Manfaatnya
Tak ada satu alat ukur yang bisa mengatakan semua hal yang ingin Anda ketahui
tentang employee engagement.
Kondisi akan semakin rumit, jika perusahaan Anda menerapkan sistem kerja
jarak jauh atau hibrida. Karena Anda tidak melihat ketidakpuasan karyawan
melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah secara langsung.
Untuk membantu tim HR mengukur employee engagement, cara di bawah ini
dapat Anda jadikan referensi:
#1 Survei
Dalam mengukur employee engagement, survei sangat bagus untuk
mendapatkan insight yang cepat, konsisten, dan dapat ditindaklanjuti.
Dengan survei, Anda mendapatkan lebih banyak tanggapan. Hal itu juga
mendorong keterlibatan karyawan.
18
Biasanya, survei berisi pertanyaan sederhana, singkat, terfokus pada hal
tertentu, dan berbentuk survei daring. Misal survei employee
engagement tentang kepuasan kerja dengan pertanyaan:
Apakah tim Anda menginspirasi Anda untuk memberikan usaha yang terbaik?
Apakah ada punya peluang untuk berkembang dalam tim Anda saat ini?
Apakah Anda merasa pemimpin tim mempertimbangkan pendapat Anda tentang
pengambilan keputusan?
Cara pengukuran ini, tim HR memberikan umpan balik atau memperbaiki
program employee engagement.
#2 eNPS
Selain survei, Employee Net Promoter Score (eNPS) juga menjadi cara
mengukur keterlibatan karyawan paling banyak digunakan.
Mekanisme eNPS hampir sama dengan survei, yaitu berbentuk pertanyaan
tetapi menggunakan skala. Misalnya:
Anda memiliki skala 1-10.
Penetapan skala ada tiga, yaitu promotor (skala 9-10), pasif (skala 7-8),
dan detractor (skala di bawah 6).
Pertanyaan tentang, “Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan
organisasi ini sebagai tempat bekerja?” atau “Berdasarkan pengalaman Anda,
seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan organisasi kami kepada
teman atau saudara?”.
Sumber: AIHR
19
Sumber: AIHR
#4 Tingkat turnover
Karyawan yang hanya bekerja beberapa bulan, lalu resign dan kondisi itu terjadi
berulang kali membuat tingkat turnover tinggi. Dampaknya, biaya rekrutmen
membengkak, mengganggu kerja tim, serta menurunkan moral karyawan lain.
Sebaliknya, karyawan yang memiliki hubungan baik dengan rekan kerja dan
didukung oleh atasan, cenderung engage. Mereka juga mempunyai masa kerja
lebih lama dengan perusahaan.
Tingkat turnover tinggi atau rendah tergantung industri dan peran masing-
masing.
Sumber: AIHR
#5 Produktivitas karyawan
Anda dapat mengukur produktivitas karyawan untuk melihat seberapa aktif
karyawan terlibat dalam perusahaan.
Untuk mengukur produktivitas, Anda bisa membagi pendapatan perusahaan per
kuartal atau per tahun dengan jumlah total karyawan. Bandingkan hasilnya
dengan pendapatan periode sebelumnya, pola, dan tren.
Meski demikian, produktivitas tidak mencerminkan peningkatan keterlibatan
karyawan.
Baca Juga: 4 Cara Kreatif Kelola Motivasi & Produktivitas Kerja
20
#6 ROI
Tingkat return of investment (ROI) tinggi akan menghasilkan karyawan yang
lebih produktif.
Studi Gallup menunjukkan bahwa organisasi yang memprioritaskan employee
engagement mengalami peningkatan 20 persen dalam penjualan.
#7 FGD
Untuk mengukur employee engagement melalui focus group discussion (FGD),
tim HR harus menyiapkan perwakilan karyawan yang representatif dari berbagai
divisi dan mempunyai beberapa pertanyaan sebagai bahan diskusi.
Dengan FGD, perusahaan akan memiliki:
Insight tentang kesukaan dan ketidaksukaan karyawan.
Memperbaiki operasional bisnis.
#8 One-on-one meeting
Melakukan one-on-one meeting dapat mengetahui keterlibatan karyawan lebih
intens. Anda bisa melakukannya secara berkala, misal sebulan atau dua bulan
sekali.
Keuntungan pertemuan ini, Anda bisa ngobrol secara langsung, berbagi umpan
balik lebih detail, dan tetap menjaga kerahasiaan. Contohnya, Anda dan
karyawan berdiskusi tentang rasa takutnya untuk menyuarakan sesuatu,
termasuk ide atau kritik.
#9 Tingkat absensi
Tingkat absensi atau ketidakhadiran tinggi mengindikasikan masalah dengan
keterlibatan karyawan plus berkorelasi dengan kepuasan mereka yang rendah.
Meski demikian, masalah absensi adalah indikator dari banyak hal, seperti
kondisi kerja yang buruk, tata kelola tak tertata dengan baik, kepemimpinan yang
buruk, peraturan cuti yang menyulitkan karyawan, atau tidak ada work-life
balance.
21
#10 Reviu perusahaan di situs pencari kerja
Reviu perusahaan dari karyawan dan mantan karyawan di situs pencari kerja
dapat menjadi alat ukur employee engagement. Misalnya, Jobstreet, LinkedIn,
dan Glassdoor.
Di situs tersebut, tim HR meninjau kembali tentang operasional bisnis,
sistem human resources, sikap para pemimpin, keterlibatan karyawan terhadap
bisnis, hingga mengetahui apa yang menimpa dan dirasakan oleh karyawan. Dari
reviu itu, tim bisa memperbaiki keterlibatan mereka.
Reviu juga menjadi bagian dari employer branding.
Penutup
22
Hasil pengukuran tak akan mengubah apa pun, jika Anda tidak memanfaatkannya
untuk meningkatkan employee engagement.
Apa pun program peningkatan employee engagement, dorong pemimpin semua
level untuk memberikan apresiasi dan pengakuan kepada anggota timnya.
Karena hal tersebut mampu meningkatkan kinerja, produktivitas,
dan keterlibatan karyawan di perusahaan.
23
Apakah saat ini perusahaan Anda akan mengalami akuisisi atau ekspansi unit
bisnis, dan sedang kesulitan mengatur rekrutmen baru di kantor?
Baik akuisisi maupun ekspansi memang identik dengan merekrut pekerja baru.
Yang menjadi masalah adalah, bagaimana mendapatkan new hires yang
jumlahnya bisa puluhan sementara HRD dan tim perekrut hanya memiliki waktu
dan sumber daya terbatas?
RPO bisa menjadi salah satu solusinya. Apa itu RPO dan mengapa itu menjadi
solusi? Mari langsung kita cek di ulasan berikut!
24
Singkatnya, seluruh proses perekrutan, mulai dari menyusun profil pekerjaan,
mekanisme dan metode perekrutan yang digunakan, proses merekrut tenaga
kerja baru, serta membangun infrastruktur rekrutmen, maupun pelaporannya,
dilakukan oleh penyedia jasa perekrutan.
25
mengurangi waktu perekrutan hingga lebih dari 40% dan dapat meningkatkan
produktivitas perusahaan.
Transparansi Laporan
RPO biasanya menyediakan laporan real time terkait progress rekrutmen. Hal ini
dapat membantu perusahaan memonitoring kualitas rekrutmen, manganalisis
kemungkinan timbulnya kesalahan, juga untuk memprediksi metode dan strategi
rekrutmen ke depannya.
26
Dari uraian di atas, maka dapat disampaikan RPO memiliki banyak manfaat bagi
perusahaan Anda karena RPO dapat mengurangi biaya dan waktu rekrutmen
meningkatkan kualitas perekrutan, pelaporan, dan skalabilitas, sehingga potensi
peningkatan laba atas investasi dapat dicapai.
Penyedia RPO tidak hanya memberikan ahli, teknologi, dan metode rekrutmen
yang sesuai dengan kebutuhan klien, tetapi RPO mendorong proses
perekrutan end-to-end mulai dari perkiraan kebutuhan sumber daya, penilaian,
penempatan, orientasi, dan pelaporan sambil memanfaatkan keahlian, teknologi
inovatif, dan KPI.
Berikut ini beberapa model kerja dari RPO:
Shortlisting Model
Penyedia RPO berfokus pada seleksi kandidat dengan memberikan daftar
kandidat yang paling sesuai untuk setiap posisi. Namun, pemilihan kandidat tetap
berada di divisi atau bagian HRD klien. Model ini dipilih oleh organisasi yang
memiliki HR Business Partner (HRBP). Dengan kalimat lain, HRBP juga
bertanggung jawab atas perekrutan.
27
Model ini memungkinkan sebuah organisasi mendapatkan keuntungan dalam
pencarian kandidat dan pemetaan kandidat oleh penyedia RPO sambil tetap
menjaga kompetensi dalam memberikan nasihat serta konsultasi bisnis melalui
HRBP mereka.
28
Meskipun biaya merupakan faktor penting dalam mempekerjakan penyedia RPO,
hal itu tidak boleh menjadi penghalang. Penggunaan RPO didasarkan pada
peningkatan kelemahan perekrutan saat ini yang dihadapi oleh perusahaan
sambil memanfaatkan kekuatan perusahaan.
Efektivitas biaya dapat diukur dengan melihat dari besaran biaya yang Anda
bayarkan dan keuntungan yang diperoleh setelah semua telah dilaksanakan.
Pada tahapan ini pertimbangkan seberapa efektif dan efisien RPO terhadap
proses perekrutan Anda. Jangan sampai Anda mengeluarkan biaya besar namun
prosesnya tidak efektif.
RPO Indonesia
Layanan: candidate sourcing, pre-screening, testing, interview, reference checking,
dan recruitment call center.
Kontak
Telepon: (+62-274) 2850371, (+62-812) 99570088
E-mail: info@[Link]
Penutup
Dengan demikian, RPO adalah ketika perusahaan mengalihkan seluruh atau
sebagian proses perekrutannya kepada perusahaan perekrutan atau perusahaan
penyedia jasa RPO. Bagi beberapa perusahaan, RPO menjadi penting karena
dapat meningkatkan kualitas dari proses rekrutmen sehingga mendapatkan
sumber daya manusia yang terbaik.
Sebelum memutuskan untuk melakukan RPO ada baiknya Anda benar-benar
mengidentifikasi kebutuhan rekrutmen perusahaan Anda sehingga dapat memilih
penyedia RPO yang sesuai dan tujuan Anda dapat tercapai.
29
Orientasi Karyawan Beda Dengan
Onboarding, Ini Penjelasannya
Share
30
Orientasi karyawan dapat memberikan ide, filosofi, dan informasi tentang
perusahaan kepada karyawan baru untuk menyesuaikan diri dengan perusahaan.
Orientasi dapat membantu dengan asimilasi karyawan baru dan bagian dari
proses sosialisasi berkelanjutan dalam perusahaan.
31
Tujuan perusahaan
Sejarah perusahaan
Prosedur yang ada dalam perusahaan
Aturan perusahaan
Kebijakan perusahaan
Pengenalan rekan-rekan karyawan
Mempelajari budaya perusahaan
Budaya organisasi mencakup aturan lama yang seringkali tidak tertulis, biasanya
berisi tentang sikap dan perilaku yang pantas saat bersosialisasi.
Karyawan baru yang mendapatkan orientasi akan tahu apa yang harus dilakukan,
bagaimana suatu pekerjaan dilakukan, dan perilaku serta perspektif mana yang
dapat diterima dalam ruang lingkup sosialisasi perusahaan.
32
Setup Di tempat kerja (secara
Konferensi video grup
acara langsung atau jarak jauh)
33
Perusahaan harus menyadari bahwa orientasi karyawan bukan hanya sebatas
sikap baik yang dilakukan oleh perusahaan. Padahal orientasi ini berfungsi
sebagai elemen penting dari proses rekrutmen dan retensi.
Beberapa tujuan utama dari orientasi karyawan adalah untuk membantu
karyawan mendapatkan ‘kecepatan’ dalam memahami perusahaan.
Namun, masih ada banyak tujuan orientasi karyawan yang dapat Anda ketahui.
Berikut beberapa penjelasannya.
34
Tentunya sikap dan kepuasan ini perlu dipelajari selain belajar tentang nilai dan
sikap perusahaan.
Orientasi akan membantu karyawan baru dalam memahami tujuan utama dan
pekerjaan yang harus dilakukan. Hal ini memungkinkan mereka untuk memahami
apa sebenarnya harapan perusahaan dalam jangka panjang.
Sehingga dapat memberikan mereka motivasi untuk berprestasi dan aktif dalam
pekerjaan.
Membangun Hubungan
Program orientasi juga akan fokus pada membangun hubungan di tempat
kerja. Ketika seorang karyawan baru bergabung, mereka akan merasa terisolasi
dengan lingkungan kerja yang baru.
Inilah sebuah panggilan untuk melakukan perkenalan di tempat kerja di mana
karyawan baru diperkenalkan kepada anggota tim dan rekan kerja mereka.
Orientasi karyawan yang tepat membantu mereka untuk menyesuaikan diri
dengan anggota tim. Sehingga hasil kerja akan lebih efisien dan dapat menuju
tujuan bersama.
Anda mungkin tertarik: Karyawan Resign Cepat: Ini 6 Kiat Meminimalisir
Pertemuan one-on-one
Kegiatan orientasi yang satu ini jadi bagian penting dalam mengembangkan dan
membina hubungan yang positif antara Anda dengan anggota tim.
Anda dapat menggunakan pertemuan one-on-one Anda untuk meninjau agenda
program orientasi, membuat perjanjian, dan membahas deskripsi pekerjaan
mereka.
35
Cara ini juga dapat digunakan untuk menenangkan anggota tim baru Anda dan
membuat mereka lebih bersemangat.
36
Hal ini dilakukan sesuai dengan ukuran perusahaan Anda. Anda mungkin memiliki
ruang kantor yang kecil.
Namun, penting untuk Anda membawa anggota baru dalam berkeliling di
lingkungan kerja agar membiasakan mereka dengan berbagai fasilitas yang ada.
Ini juga jadi kesempatan yang bagus untuk bertemu dengan rekan kerja baru.
Namun, ingat, jangan membanjiri mereka dengan wajah dan nama.
37
Jangan lupa lakukan follow-up
Setelah melakukan begitu banyak perusahaan dan memberikan banyak informasi,
perusahaan bisa menganggap proses orientasi selesai. Namun, perusahaan
jangan membiarkan karyawan begitu saja.
Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada karyawan dalam
memberikan feedback dan follow up tentang pekerjaan mereka. Hal ni
memberikan kesempatan kepada karyawan baru untuk mengetahui apakah Anda
puas dengan kemajuan sejauh ini.
Penutup
Orientasi karyawan kerap disamakan dengan onboarding karyawan. Padahal
fokus kedua program ini sangat berbeda dan memberikan dampak yang
signifikan.
Penjelasan singkat di atas dapat membantu para perekrut dalam mengenali
perbedaan keduanya.
Dengan penjelasan di atas, perusahaan bisa mencapai tujuan dengan maksimal.
38
Keterampilan interview wajib dimiliki oleh HRD atau perekrut. Khususnya, bagi
mereka yang menduduki peran recruitment and selection.
Namun interview bukan hanya bertanya kepada kepada kandidat. Proses
tersebut membutuhkan keterampilan dari seorang perekrut.
Dengan keahlian interview, Anda dapat menggali kandidat lebih dalam tentang
keterampilan dan karakteristik diri. Dari hal itu, Anda dan user memiliki bekal
apakah kandidat lolos ke tahap selanjutnya atau tidak.
39
Sekilas, bertanya kepada kandidat adalah pekerjaan mudah. Seperti HRD atau
perekut bertanya, dia menjawab, dan Anda mendapatkan informasi yang
memadai.
Kenyataannya, tidak sesederhana itu. Perekrut akan menjumpai beragam
kandidat dengan keunikan masing-masing, misalnya kandidat yang merasa kikuk
sehingga memberikan jawaban singkat, atau kandidat yang senang mengobrol
dan membahas hal lain.
Untuk menggali informasi kandidat lebih baik, seorang HRD perlu jam terbang
dan meningkatkan keterampilan interview. Namun jangan berkecil hati, Anda
masih bisa meningkatkan keterampilan interview dengan cara-cara di bawah ini:
#1 Riset kandidat
Untuk mengenali seseorang yang belum pernah ditemui, Anda dapat melakukan
riset.
Tak hanya riset melalui curriculum vitae, tetapi kenali kandidat lewat akun
LinkedIn-nya. Seperti memperhatikan unggahannya, riwayat kerja sudah sesuai
dengan CV atau belum, keterampilan atau sertifikasi yang diperoleh, dan lainnya.
Dengan begitu, Anda memiliki bekal saat proses interview.
40
menyiapkan perhitungan dan menetapkan harga; dan membangun hubungan
pelanggan yang kuat.
41
Biasanya, user menyukai kandidat yang mau dan cepat belajar serta mampu
mengoptimalkan sumber daya yang ada.
42
Anda bisa memperhatikan intonasi suara, cara menjawab dan bertanya, lebih
banyak pernyataan positif atau negatif, bagaimana reaksi kandidat berjumpa
dengan Anda atau user –menyapa terlebih dahulu atau tidak–, dan lainnya.
Memang, poin ini tidak berhubungan langsung untuk meningkatkan
keterampilan interview. Jika menangkap keanehan –kandidat bicara cepat dan
tersendat-sendat, Anda bisa menenangkan kandidat dan menawarkan air
mineral.
Penutup
Interview merupakan proses kompleks yang menyenangkan serta menegangkan
bagi kandidat. Jika keterampilan interview tidak dimiliki oleh HRD, Anda akan
kesulitan menggali informasi kandidat.
Sebaliknya, jika terampil mengajukan pertanyaan interview dan menerapkan
poin-poin di atas membantu Anda memverifikasi keterampilan, pengalaman, dan
kandidat kandidat.
Anda juga bisa menggunakan metode STAR dalam meningkatkan keterampilan
interview. STAR yaitu Situation (situasi), Task (tugas), Action (tindakan),
dan Result (hasil). Adapun contoh pertanyaannya antara lain:
Bisakah Anda ceritakan apa saja tantangan dan penyelesaian
membuat campaign media sosial.
Tolong jelaskan apa saja tanggung jawab Anda dalam
menangani campaign tersebut.
Tolong jelaskan langkah-langkah apa yang diambil ketika KPI campaign tidak
tercapai.
Ceritakan hasil campaign media sosial dan apa yang membuat berhasil.
43
Onboarding Karyawan Baru, Tanggung
Jawab Siapa?
Share
44
Onboarding Karyawan Baru, Tanggung Jawab
Siapa?
Onboarding merupakan proses karyawan baru mengintegrasikan diri ke dalam
organisasi.
Dalam proses onboarding, karyawan baru berkesempatan belajar mengenal
perusahaan dan strukturnya, budaya, visi, misi, serta nilai-
nilainya. Onboarding juga memiliki serangkaian kegiatan yang wajib diikuti oleh
karyawan baru, sehingga mereka bisa lebih mengenal perusahaan serta
menyesuaikan diri terhadap perannya di tim.
Durasi onboarding beragam, tergantung jenis pekerjaan dan industrinya. Karena
ada yang berlangsung dalam hitungan hari hingga minggu.
45
Biasanya, tim HR yang bertanggung jawab pada wilayah ini. Meski
demikian user –dalam hal ini tim leader, supervisor, atau manajer–, HR, dan
rekan setim berkontribusi terhadap onboarding. Mereka mempunyai andil untuk
memperkenalkan karyawan baru ke berbagai aspek di perusahaan.
Dengan melibatkan semua orang, maka memudahkan proses belajar karyawan
baru. Sehingga kehadiran anggota baru menciptakan kenyamanan di lingkungan
kerja bagi yang bersangkutan maupun seluruh karyawan.
4 bagian onboarding
Talya N. Bauer, PhD., membagi onboarding menjadi empat bagian dengan The
Four C, yaitu:
Compliance: Mengajarkan karyawan baru tentang peraturan dan regulasi dasar
yang terkait dengan hukum dan kebijakan.
Clarification: Memastikan karyawan memahami pekerjaan baru dan semua hal-
hal yang terkait.
Culture: Memberikan pemahaman kepada karyawan tentang norma organisasi,
baik formal maupun informal.
Connection: Membantu karyawan membangun hubungan interpersonal yang
vital dan jaringan informasi.
Salah satu tantangan onboarding saat ini bekerja jarak jauh. Jadi ketika
perusahaan menerima karyawan baru, mereka menerapkan remote onboarding.
Meski demikian teknologi membantu kita untuk menjalin koneksi antar anggota
tim dan menjalankan tugas dengan baik. Maka apapun jenis onboarding-
nya, remote maupun langsung, tak ada salahnya HR mengadopsi lima
tahapan onboarding di bawah ini.
46
2. Onboarding hari pertama
Di hari pertama onboarding –jarak jauh atau langsung–, HR akan menyambut
kehadiran anggota baru di perusahaan.
Ketika onboarding langsung, HR menyerahkan dokumen yang harus
ditandatangani oleh karyawan, mengenalkannya ke seluruh karyawan, lalu disusul
sesi perkenalan tentang perusahaan. Berikan produk atau handout tentang
perusahaan dan jelaskan budaya, visi, misi, peraturan perusahaan, serta
mengenalkan manajer dan buddy.
47
8 Kiat Menjalankan Remote Onboarding Dengan Lancar
HR, manajer, rekan setim, serta pemimpin sangat berperan besar dalam
onboarding karyawan baru. Mereka akan menemani karyawan baru dalam
masa onboarding dan/atau probation.
Meski demikian peran mereka tidak sama. Karena hal itu berhubungan dengan
cakupan pekerjaan dan tugas masing-masing.
HR
Tak dipungkiri, HR memegang kemudi menjaga kepatuhan dan administrasi
karyawan hingga menyebarluaskan kebijakan perusahaan. Bicara
tentang onboarding, proses ini ada dalam ruang lingkup HR.
Biasanya, pada hari pertama onboarding, HR akan mendampingi karyawan
baru untuk mengenalkan budaya, visi, misi, dan peraturan perusahaan.
Selanjutnya, HR mengenalkan anggota baru ke karyawan lain, menyediakan alat
kerja, akses teknologi, serta memberikan produk atau mengenalkan jasa bisnis
yang dimiliki oleh perusahaan.
48
“Ketika kita merekrut seseorang untuk menjadi bagian dari perusahaan kita,
tugas kita belum selesai. Kita harus bisa memastikan juga bahwa karyawan
tersebut bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab serta berprestasi,” tulis
Westley Siaw, Head of Human Resources and Services Asia Pulp & Paper,
dalam unggahannya di LinkedIn.
Sebagai HR, pria lulusan Universitas Sumatera Utara ini bertanggung jawab
dalam setiap proses rekrutmen. Mulai dari wawancara, penerimaan, onboarding,
probation, hingga karyawan dinyatakan lulus menjadi karyawan tetap.
“Jika kita ragu terhadap kemampuan kandidat, ya jangan diterima. Jangan pakai
istilah coba dulu demi mengejar target rekrutmen. Bad recruitment decisions
lead to high turnover,” lanjutnya.
Manajer
Tim leader, atasan, atau manajer langsung berperan penting dalam onboarding.
Ia bertugas memastikan tugas, peran, dan target yang harus dicapai oleh
karyawan.
Selain itu, manajer menyelaraskan tujuan karyawan dengan strategi organisasi
sekaligus membuka jalan keberhasilan untuk anggota barunya. Untuk mendukung
hal tersebut manajer bisa:
Membangun komunikasi aktif dengan karyawan baru.
Memberikan umpan balik langsung dan teratur.
Mereviu secara berkelanjutan tentang kemajuan kinerja.
Melakukan coaching dan mentoring mulai dari hari pertama.
Menggunakan fitur onboarding melalui HRIS.
Rekan setim
Manajer perlu menugaskan rekan setim atau buddy untuk karyawan baru.
Karena ia yang akan memfasilitasi sosialisasi dan menjawab pertanyaan
karyawan baru, yang mungkin enggan diajukan kepada manajer.
Misal menanyakan lokasi membeli makan siang, menggunakan piranti lunak
sebagai alat komunikasi internal, apakah memungkinkan menikmati kudapan di
luar jam makan siang, seberapa larut mereka meninggalkan kantor, dan lainnya.
Manajer dapat menginstruksikan kepada si buddy untuk:
Mengajak karyawan baru berkeliling kantor atau lingkungan sekitar.
Memperkenalkan kepada anggota tim atau tim lain.
Mengajak makan siang bersama karyawan lain.
Manajer juga bisa memilih rekan setim dengan kriteria, ia telah bekerja minimal
dua tahun, sehingga ia telah memahami budaya perusahaan, kebiasaan kerja di
kantor, mengenal karyawan lintas divisi dan kolega, dan mengetahui lingkungan
sekitar kantor.
49
Pemimpin
Pemimpin perusahaan adalah salah satu orang paling sibuk di organisasi. Namun
hal itu tergantung ukuran dan ruang lingkung organisasi.
Tak ada salahnya, HR mendorong salah satu C-level untuk berpartisipasi dalam
proses onboarding. Misal menyapa anggota baru atau berbagi cerita tentang
proses menjalankan perusahaan kepada sekumpulan karyawan baru. Sehingga
karyawan merasa terhubung dengan perusahaan secara keseluruhan (strategi,
visi, misi, dan budaya).
“Kita melakukan onboarding dengan baik. Ketika karyawan masuk hari pertama,
mereka akan disambut oleh management level. Kita berikan employee facilities,
produk Sasa, membagikan pengalaman mereka di social media dan
kita reshare cerita tersebut,” kata Agus Sudarmoko, GM Human Resource &
Government Relation PT Sasa Inti, kepada HRNote.
Rebranding dan Perubahan Proses Rekrutmen di PT Sasa Inti
Penutup
Onboarding bukan hanya tanggung jawab HR. Namun manajer, rekan
setim, serta pimpinan juga ikut berperan dalam kesuksesan onboarding karyawan
baru.
Hemalee Sisodraker, Direktur People and Culture di Endy, mengatakan
perusahaan dapat memberikan kebebasan kepada karyawan baru, sehingga
mereka membuat keputusan dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Langkah
tersebut sangat penting karena membuat mereka merasa diberdayakan dan
mendapatkan dukungan.
“Lihat kinerja mereka jauh lebih baik ketika mereka mendapat dukungan dari
manajer,” ujar Sisodraker
Keterampilan interpersonal
“Bisakah Anda jelaskan pengalaman menjadi manager marketing dan
bagaimana mengatur kerja tim?”
“Bagaimana Anda menyelesaikan masalah jika ada anggota tim berselisih?”
“Jelaskan pengalaman Anda bekerja dengan informasi yang sangat rahasia dan
bagaimana cara Anda meminta karyawan menjaga informasi itu agar tidak
bocor?”
“Bagaimana Anda memberitahu atasan bahwa informasinya kurang akurat dan
menyampaikan pendapat bahwa Anda tidak setuju terhadap idenya?”
“Menurut pengalaman Anda, bagaimana caranya agar tim bekerja efektif dan
apa yang Anda butuhkan dari anggota tim?
Metode apa yang Anda gunakan untuk membuat keputusan dan kapan merasa
paling sulit untuk membuat keputusan?
50
Keterampilan profesional
“Bisakah Anda ceritakan tugas-tugas sebagai digital marketing di perusahaan
sebelumnya?”
“Bagaimana proses Anda dalam melakukan riset dan memanfaatkan data-data
untuk mempersiapkan promo?”
“Apa saja strategi yang Anda dalam jalankan campaign marketing untuk produk
baru?”
“Pernahkah KPI campaign Anda tidak mencapai target? Lalu apa yang
dilakukan?”
“Menurut Anda, bagaimana channel digital sebagai media promosi saat ini?”
“Tools apa saja yang Anda gunakan dalam menyampaikan konten dan
bagaimana mengukur hasilnya?”
Creative thinking
“Hal kreatif apa yang pernah Anda lakukan pada proyek atau perusahaan
terakhir?”
“Dengan cara apa Anda mengekspresikan kepribadian Anda di tempat kerja?”
“Ceritakan bagaimana Anda menemukan solusi untuk menghadapi tantangan
dalam pekerjaan?”
“Jelaskan ketika Anda harus berpikir “out of the box” dan bagaimana
mengeksekusinya dalam sebuah proyek?”
Behavioral
“Jika atasan meminta bantuan Anda untuk menyelesaikan masalah di luar
kemampuan atau keterampilan Anda, apa yang akan Anda lakukan?”
“Jelaskan saat Anda melakukan tugas di luar tanggung jawab. Apa tugasnya
dan bagaimana hasilnya?”
“Bagaimana Anda tahu ketika Anda sedang stress? Apa yang Anda lakukan
untuk menghilangkan stress?”
“Bagaimana reaksi Anda jika keputusan atasan tidak adil bagi Anda dan tim?”
Leadership
“Bagaimana Anda menggambarkan pimpinan yang ideal?”
“Bagaimana Anda memotivasi dan mengenali kemampuan karyawan?”
“Bagaimana Anda melatih karyawan yang memiliki masalah kinerja?”
“Bagaimana Anda menggambarkan gaya kepemimpinan diri sendiri? Direktif,
mendelegasi, atau melatih? Apa alasannya?”
51
Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat banyak pekerja meminta
kenaikan gaji karyawan.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Tauhid
Ahmad mengatakan kepada CNBC Indonesia bahwa penyesuaian gaji karyawan
dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak.
Kenaikan kenaikan gaji karyawan diperkirakan minimal sekitar tujuh hingga 10
persen. Namun, tidak semua sektor bisnis bisa melakukannya, terlebih sektor
yang masih terdampak pandemi.
Sebut saja sektor konstruksi, real estate, dan pertanian sulit menaikkan gaji
karena mengalami dampak akibat pandemi. Sedangkan sektor telekomunikasi,
makanan dan minuman, hingga pergudangan mampu menaikkan gaji
karyawannya.
Masih dari sumber yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Arsjad
Rasjid mengungkapkan kenaikan BBM pasti diikuti kenaikan inflasi. Maka harus
ada penyesuaian upah minimum sesuai dengan PP No. 36 tahun 2021.
52
Di sisi lain, masing-masing perusahaan memiliki kebijakan kenaikan gaji yang mengacu pada
struktur dan skala upah (SSU). Hal ini dilakukan agar perusahaan tidak merugi saat menaikkan gaji
karyawan.
Upah Minimum
Nilai upah yang ditetapkan pemerintah hanyalah upah minimum. Persentase dan
besaran kenaikan dari upah minimum ini ditetapkan oleh pemerintah setempat
dan daerah setiap tahunnya.
Tentunya, hal ini berdasarkan pada kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Upah
minimum menjadi dasar perusahaan dalam menaikkan gaji.
Jika menerapkan upah minimum untuk karyawan golongan terendah dengan
masa kerja kurang dari satu tahun, maka perusahaan wajib melakukan kenaikan
gaji minimal sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) atau UMP
(Upah Minimum Provinsi) terbaru.
Download UMP 2023 Di sini
53
Kenaikan gaji karyawan berkala adalah kenaikan gaji yang diberikan untuk
pekerja bila yang bersangkutan memiliki syarat cukup dan telah mencapai masa
kerja golongan yang ditentukan untuk mendapatkannya.
Besaran kenaikan gaji berkala ini disesuaikan dengan tabel gaji dan masa kerja.
Kenaikan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
54
Peran HR Menyikapi UU Ketenagakerjaan dan UU Ciptaker, Mana yang
Berlaku?
55
Masih menggunakan contoh di atas, mencari persentase gaji adalah dengan
menghitung rasio selisih gaji terhadap gaji lama. Caranya:
Rasio = selisih gaji : gaji lama
Rp500 ribu – Rp5 juta = 0,1
Kemudian, kalikan rasio dengan 100 agar mendapatkan persentase kenaikan gaji,
yaitu 0,1 x 100. Jadi, kenaikan persentase gaji Doni adalah 10 persen.
Perhitungan sederhana di atas dapat dihitung menggunakan excel. Kenaikkan
gaji juga memengaruhi Tunjangan Hari Raya (THR), BPJS Kesehatan dan
Ketenagakerjaan, serta potongan pajak penghasilan.
Perusahaan yang menaikkan gaji karyawan harus menghitung komponen
penggajian satu persatu.
Payroll: Metode, Komponen, dan Contoh Penghitungannya
Tawarkan bonus
Salah satu praktik yang dapat menghemat uang perusahaan jangka panjang
adalah menawarkan bonus alih-alih kenaikan gaji pokok. Tetapkan bonus
berdasarkan kinerja, pengalaman, atau faktor lainnya.
56
Menawarkan bonus reguler dapat meningkatkan motivasi karyawan. Bonus
menghasilkan kepuasan instan dan menjadi alat yang berguna untuk menghargai
produktivitas dan kesuksesan di tempat kerja.
Pantau kompetitor
Dalam bisnis, ada baiknya untuk memantau apa yang dilakukan oleh kompetitor.
Misalnya, menggali informasi jenis gaji yang diberikan, seberapa sering
menawarkan kenaikan gaji, dan berapa banyak yang dianggarkan untuk kenaikan
gaji.
Mengumpulkan informasi intelijen tentang topik-topik ini dapat membantu Anda
bersaing untuk mendapatkan karyawan baru dan bernegosiasi secara lebih
efektif dengan karyawan Anda saat ini.
Penutup
57
Tak ada salahnya karyawan meminta kenaikan gaji. Namun permintaan ini tentu
saja tidak bisa dilakukan setiap saat karena perusahaan memiliki ketentuannya
masing-masing.
Dari penjelasan di atas, dapat diartikan bawah kenaikan gaji di Indonesia tidak
ditetapkan oleh pemerintah. Satu-satunya yang diatur pada pemerintah adalah
upah minimum.
58
Karier di bidang organizational development mengalami perkembangan cukup
pesat di organisasi.
Terlebih saat ini, dua tahun memasuki masa pandemi, tak sedikit organisasi yang
mengejar ketertinggalan bisnis. Mereka berusaha meningkatkan operasional dan
memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan membutuhkan peran organizational
development. Termasuk peran dalam team building, training and development,
hingga strategi bisnis.
Namun, siapa orang-orang di balik organizational development? Bagaimana
memiliki karier di bidang tersebut?
Pertalian Antara Organizational Development dan Human Resources
Keterampilan Di Bidang Organizational Development
#1 Communication skill
#2 Public speaking skill
#3 Leadership
#4 Analytical thinking
#5 Data analysis
#6 Project management
#7 Business acumen
Karakter dan Kompetensi Seorang Organizational Development
59
HR lebih berpusat pada hal-hal operasional. Meskipun ada beberapa intervensi
organizational development dalam fungsi HR, seperti manajemen kinerja
dan talent management.
Hal di atas menunjukkan bahwa bidang kerja organizational development cukup
luas. Lalu, apakah praktisi atau pelaksana organizational development harus
memiliki keterampilan dan ilmu luas?
Artikel Terkait: Peran HRD Dalam Organizational Development
#1 Communication skill
Communication skill merupakan poin penting dalam karier organizational
development. Keterampilan ini diperlukan pelaksana dalam komunikasi verbal
maupun tertulis.
Komunikasi verbal digunakan ketika ia memimpin tim, mempresentasikan ide,
atau memberikan pertimbangan tentang bisnis kepada level eksekutif dan
manajemen.
Komunikasi tertulis akan berguna saat membuat rencana untuk meningkatkan
kinerja, laporan kerja, serta mengolah data agar mudah dipahami oleh tim dan
manajemen.
#3 Leadership
Leadership adalah keterampilan berharga di tempat kerja yang wajib dimiliki oleh
pelaksana organizational development.
60
Di lingkup pekerjaan, organizational developer merancang dan mengarahkan
inisiatif perusahaan, mendesain dan mengawasi sesi pelatihan, menjalankan
wawancara dan mengenalkan teknologi baru.
Leadership skill tak hanya membantu organizational developer untuk
mengimplementasikan proses baru di seluruh perusahaan. Namun juga
mendapatkan kepercayaan dari rekan kerja, mengelola proyek, hingga
memberikan umpan balik.
#4 Analytical thinking
Banyak praktisi organizational development yang sukses karena memiliki
keterampilan analytical thinking. Mereka memperoleh keterampilan ini dari
pelatihan pengolahan data dan menganalisis matriks kinerja untuk membuat
perubahan yang efektif.
#5 Data analysis
Organizational developer membutuhkan keterampilan data analysis, seperti
mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, serta melihat tren. Karena
data analysis adalah alat terbaik untuk mengukur kesuksesan perusahaan
secara keseluruhan atau per departemen.
#6 Project management
Keterampilan project management juga tak kalah penting bagi
pelaku organizational development. Dengan hal ini, ia dapat mengarahkan tim
untuk mencapai tujuan, menguasai tools, meningkatkan performa bisnis, serta
menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
#7 Business acumen
Seorang organizational development patut memahami business acumen,
sehingga ia tahu apa yang membuat bisnis berhasil atau gagal.
Pemahaman tentang business acumen juga membuat organizational
developer mengetahui bidang lain, seperti finansial, manajemen, pemasaran,
penjualan, rekrutmen, pelatihan, analisis bisnis, hingga HR.
Rekomendasi Artikel: Pengembangan Organisasi: Pengertian, Tujuan, dan
Proses
61
“Semua orang bisa menjadi organizational development, tetapi harus punya
karakter dan kompetensi yang dibutuhkan. Mereka yang S2 atau S3 tapi enggak
punya itu, ya, enggak bisa.”
Adapun karakter dan kompetensi yang dimaksud oleh Fawzan adalah:
62
Jadi, area kerjanya bersinggungan dengan tim HR, sales, marketing,
serta management and administration.
5) Organizational psychologist
Tak sedikit perusahaan ingin memiliki lingkungan kerja positif, aman, dan nyaman
bagi semua karyawan. Jadi, mereka mempekerjakan organizational
psychologist atau internal counselor.
Organizational psychologist akan menggunakan ilmu psikologinya untuk
menemukan akar penyebab masalah, meningkatkan lingkungan kerja lebih baik,
dari sisi komunikasi hingga atmosfer kerja yang masih berhubungan dengan
budaya perusahaan.
63
Dengan demikian, organizational psychologist dapat memperbaiki produktivitas
dan membangun praktik penyaringan karyawan lebih baik.
Baca Juga: Divisi HR: 8 Posisi dan Jenjang Karier
Penutup
Karier di bidang organizational development sangat menjanjikan. Bukan hanya
mengenai gaji, tetapi kesempatan berjejaring dan memperdalam pengalaman
kerja.
Bila Anda–yang kini bekerja sebagai HR–tertarik bekerja di organizational
development, inilah saat yang tepat untuk meningkatkan keterampilan dan
kompetensi di bidang tersebut.
64
Perusahaan perlu melakukan PEST analysis sebelum menjalankan strategi bisnis
baru.
Perubahan dalam sektor bisnis memang tidak dapat terhindarkan. Perubahan
tersebut dapat mendatangkan peluang baru sekaligus menjadi tantangan yang
mungkin dapat mengancam keberlangsungan bisnis Anda secara signifikan.
Oleh karena itu, PEST analysis berperan memberikan gambaran besar dan membantu
perusahaan memahami variabel politik, ekonomi, sosial, dan teknologi dalam
operasional bisnisnya.
Dengan memperhatikan hal tersebut, perusahaan dapat merancang strategi
bisnis yang tepat. Termasuk strategi menghadapi perubahan yang berdampak
pada keberlangsungan bisnis.
65
Perusahaan dapat memahami bisnis dengan lebih baik.
Perusahaan akan memiliki produk yang solid, jenama yang mudah teridentifikasi
oleh masyarakat, dan mampu membuat pelanggan puas.
Perencanaan strategis jangka panjang yang lebih efektif, karena mampu
memanfaatkan peluang dan menghindari atau meminimalisir ancaman yang
mungkin muncul.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya potensi ancaman dan bahaya
yang berdampak pada bisnis.
PEST Analysis: Definisi, Manfaat & Faktor-faktornya
Politik
Faktor politik dalam PEST analysis mencakup berbagai aspek yang berkaitan
dengan pemerintah atau kebijakan yang ditetapkan untuk industri atau
bisnis tertentu. Misalnya, kebijakan pajak, perubahan undang-undang
ketenagakerjaan, insentif pemerintah di industri tertentu, dan lainnya.
Ekonomi
Faktor ekonomi akan mengukur lingkungan ekonomi dengan mempelajari
beberapa faktor ekonomi makro, seperti suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan
nilai tukar dan tingkat inflasi.
Faktor ini juga bisa datang dari ekonomi mikro, seperti permintaan menurun,
penetapan biaya produk, ekspansi dan pertumbuhan bisnis, dan lainnya.
Sosial
Faktor sosial mencakup lingkungan makro perusahaan yang meliputi analisis
demografi serta target market. Faktor ini membantu perusahaan dalam
mengukur potensi ukuran pasar, seperti memprediksi perilaku, kebiasaan belanja,
dan sikap konsumen.
Teknologi
66
Faktor teknologi dalam PEST analysis berfokus pada peran perkembangan
teknologi terhadap otomatisasi dan inovasi dalam proses operasional bisnis
perusahaan.
8 Keunggulan Menggunakan Big Data Bagi HR
Jika perusahaan Anda ingin menjalankan metode PEST analysis, berikut ini
merupakan langkah-langkah yang perlu diperhatikan:
Faktor politik
Anda dan tim dapat melakukan riset internal untuk mengidentifikasi jenis
undang-undang hingga regulasi apa saja yang dapat memengaruhi
keberlangsungan bisnis.
Misalnya regulasi terkait sumber bahan atau produk (kuota impor, tarif, dan
subsidi), sumber daya manusia (visa, persyaratan EEOC, dan undang-undang
ketenagakerjaan), regulasi di sektor manufaktur, prosedur perdagangan
internasional, dan lain sebagainya.
Faktor ekonomi
Faktor politik kerap memengaruhi ekonomi. Maka tim perlu menemukan koneksi
keduanya yang akan memengaruhi bisnis perusahaan.
67
Isu-isu ekonomi yang menjadi pertimbangan perusahaan antara lain kondisi
ekonomi dalam negeri, pajak, suku bunga, permintaan dan penawaran, inflasi
atau resesi, situasi di pasar saham, dan lainnya.
Cari informasi sebanyak-banyak tentang ekonomi melalui media terpercaya dan
laman pemerintah. Tim juga perlu mengumpulkan data-data ekonomi yang
mendukung bisnis.
Misalnya, cara perusahaan lain meningkatkan pendapatan. Jika itu adalah
perusahaan publik, maka tim bisa melihat data keuangan dan aksi korporasi
selama beberapa tahun.
Faktor sosial
Anda dapat melakukan riset pasar seputar persepsi dan demografi pelanggan
atau target market sebagai langkah awal untuk memahami faktor sosial yang
mempengaruhi industri secara keseluruhan.
Caranya, Anda dapat berinteraksi dengan tim customer service atau karyawan
penjualan untuk mengetahui:
Bagaimana umpan balik pelanggan.
Apa yang diinginkan oleh mereka.
Seberapa besar kemungkinan mereka menggunakan produk A.
Alasan pelanggan selalu menggunakan produk A.
Penyebab mereka membatalkan pesanan produk A dan lainnya.
Faktor teknologi
Anda dan tim dapat melakukan analisis kompetitor untuk mengetahui
perkembangan teknologi terbaru dan menemukan inovasi yang tepat dengan
produk ataupun layanan bisnis.
Selain itu, tim dapat melihat bagaimana kemajuan teknologi baru, positif atau negatif, topik yang
banyak dibicarakan, dan teknologi yang bisa digunakan oleh perusahaan. Lihat pula, teknologi yang
diadopsi oleh kompetitor untuk menjalankan bisnisnya.
Lakukan brainstorming
Setelah Anda berhasil mengidentifikasi keempat variabel PEST, maka Anda dan
tim perlu menganalisisnya secara lebih mendetail.
Ada dua jenis brainstorming yang dapat dilakukan. Pertama, brainstorm
opportunity untuk mencari dan mengenali peluang yang ada dari keempat
analisis variabel PEST.
Kedua, brainstorm threats untuk mengetahui faktor apa saja yang mungkin
mengancam keberlangsungan bisnis saat ini hingga di masa mendatang. Dengan
memahaminya sedari dini, Anda dapat merancang strategi yang tepat untuk
meminimalisir ancaman bahkan menghindarinya.
68
Tak lupa, identifikasi pula hal positif atau peluang yang dapat mendukung bisnis.
Kenali hal-hal yang bisa mengancam. Biasanya, perusahaan akan menggunakan
analisis SWOT untuk hal tersebut.
Take action
Langkah terakhir, setelah Anda dan tim mengidentifikasi peluang bisnis yang
signifikan, buat dan implementasikan strategi ke dalam business plan. Jika di
kemudian hari, terdapat risiko yang mengancam, maka Anda dapat merancang
strategi preventif untuk menghindari ataupun meminimalisir dampak ancaman
tersebut.
10 Strategi Rekrutmen dan Seleksi yang Efektif
Penutup
bagi perusahaan, menggunakan PEST analysis dalam rencana bisnis merupakan
hal wajib. Pasalnya, analisis tersebut membantu perusahaan mengidentifikasi
perubahan signifikan dalam lanskap politik, ekonomi, sosial, dan teknologi.
Dengan merinci pengaruh empat kategori PEST, perusahaan mampu
memahami langkah bisnis lebih baik. Dengan demikian, manajemen bersama
karyawan dapat menavigasi perubahan yang terjadi saat ini dan merencanakan
strategi yang tepat untuk menghadapinya.
Dampaknya, perusahaan berhasil memperkuat posisi bisnis di tengah persaingan
yang kompetitif.
69
Menjawab tantangan yang terjadi di pasar global, sebuah organisasi harus siap
melakukan satu dua perubahan.
Bukan perubahan siapa direktur atau pejabat lainnya. Tapi perubahan dalam
badan organisasi itu sendiri.
Organizational Development (OD) dianggap sebagai langkah untuk melakukan
perubahan yang dimaksud. Dalam pelaksanaannya, tidak jarang HRD ikut
berperan dalam segala proses organizational development.
Dalam ulasan kali ini, kita akan mengetahui apa peran HRD di dalam
pelaksanaan organizational development.
Yuk! Simak penjelasan di bawah ini.
70
Selain itu, tantangan umum lainnya yang menyertai proses pengembangan
organisasi adalah sebagai berikut:
71
Klasifikasi Organizational Development
Bisa dikatakan, organizational development memiliki spektrum yang luas. Jelas,
karena ia bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi.
Berikut adalah ringkasan dari 18 klasifikasi organizational development yang
umum dieksekusi.
Intervensi SDM
Intervensi ini merupakan proses perubahan yang berhubungan dengan hubungan
interpersonal, serta dinamika kelompok dan organisasi.
Intervensi teknostruktural
Intervensi ini adalah proses perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan
teknologi dan struktur organisasi itu sendiri. Karena pasar dan lanskap teknologi
yang berubah dengan cepat dan maju saat ini, teknik ini semakin populer.
Intervensi HRM
Bukti dari garis kabur antara HR dan OD, teknik pengembangan organisasi ini
fokus pada cara individu dikelola. Ini adalah intervensi yang paling sering
digunakan oleh HRD.
72
Organizational development melakukan pendekatan secara strategi, dan HR lebih
secara operasional.
1. Perencanaan strategis
Mari ambil contoh sebagai berikut:
Seorang Chief Executive Officer menjelaskan di mana dia ingin perusahaan
berada pada titik waktu tertentu, seperti dalam 5 tahun. Dia biasanya mencari
pendekatan tim yang mencakup manajer senior HR.
Maka, menjadi tugas eksekutif HRD lah untuk menganalisis di mana perusahaan
kekurangan talent, dan di mana talent malah berlebih. Dari sana, HRD
menerapkan sistem untuk memberikan keseimbangan yang lebih baik.
3. Talent management
HR professionals ditugaskan untuk menemukan dan merekrut talents,
mewawancarai kandidat, dan membantu manajer dalam membuat keputusan
tentang siapa yang akan dipekerjakan.
HR professionals harus mengetahui tempat terbaik untuk ditargetkan saat
memasarkan lowongan pekerjaan baru. Tidak hanya itu, pengelolaan saat
para talents diterima pun harus dipikirkan matang-matang.
4. Performance management
Sekarang saatnya untuk mengimplementasikan rencana dan sumber daya Anda
ke road map. Evaluasi resource yang Anda miliki untuk pelatihan dan
pengembangan.
Rancang template pembelajaran Anda yang terkait langsung dengan tujuan dan
misi perusahaan. Latih staf untuk menjadi ahli di bidang fokus mereka.
73
Cara Mengukur Organizational Development
Dalam mengukur organizational development, harus kembali lagi pada intervensi
apa yang dipilih untuk dijalankan.
Pada bagian ini, mari kita telaah 3 pengukuran dasar keberhasilan
intervensi organizational development.
Mengukur hasil perubahan dapat membantu Anda mencapai visi perubahan,
dan mendukung organisasi Anda untuk membangun kompetensinya dalam
mengelola dan mendorong perubahan organisasi di masa depan.
Ambil pandangan multi-dimensi tentang keberhasilan perubahan, evaluasi
penyelesaian, pencapaian, dan kepuasan.
Melakukannya dapat membantu Anda menghindari kebingungan menyelesaikan
kegiatan (sarana) dengan pencapaian hasil (tujuan).
Tujuan saja tidak menciptakan perubahan yang berhasil.
Kembangkan sistem dukungan untuk membantu Anda mengumpulkan, menilai,
dan belajar dari kemajuan yang dibuat (atau tidak) sepanjang hidup upaya
perubahan organisasi Anda.
People Analytics: Pengertian, Manfaat, dan Prosesnya di Divisi HR
Penutup
Jadi itulah pembahasan tentang Organizational Development, peran HRD, dan
bagaimana metode mengukur perkembangan organisasi atau perusahaan dan
pentingnya manajemen sumber daya manusia.
Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi bahan referensi.
74
Divisi HR Memiliki 4 Level, Apa Saja?
Level 1 – Service Provider
Level 2 – Functional Expert
Level 3 – Transformation Enabler
Level 4 – Strategic Partner
Langkah-langkah HR Mencapai Partner Strategis Perusahaan
Dari discipline-focused menjadi memiliki perspektif perusahaan
Dari authoritative menjadi konsultatif
Dari menjadi orang HR dalam bisnis menjadi orang bisnis dengan perspektif HR
Panduan Melakukan Transformasi 4 Level HR
Kesimpulan
75
Untuk memahami mengapa departemen HR sangat penting untuk pertumbuhan
dan profitabilitas perusahaan, penting untuk memahami dengan tepat peran
apa yang dimiliki departemen HR perusahaan Anda.
Berikut ini adalah empat level divisi human resource:
76
Melakukan pendekatan inside-out
Mulai merancang HR Practice yang inovatif
Customization of HR Practice
Jika HR menggunakan analytic tools pada tahap ini, HR dapat memberikan
perspektif yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan HR
strategis.
77
HR strategic partner akan aktif bertanya Bagaimana HR dapat membantu
menciptakan budaya kinerja tinggi yang menarik yang mendorong seluruh bisnis
ke depan?
78
Dari menjadi orang HR dalam bisnis menjadi orang
bisnis dengan perspektif HR
HR sebagai business partner tidak lagi fokus membuat program, kebijakan, dan
proses yang memakan waktu dan tidak memberikan nilai. Fokus HR saat ini
adalah memiliki orang-orang yang memahami masalah bisnis dan kemudian
memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi berdampak tinggi.
Kesimpulan
Dengan melihat secara kritis keahlian HR internal saat ini, perusahaan dapat
menentukan di mana dan bagaimana cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan
perusahaan.
Mengharapkan staf tingkat transaksional untuk mengambil tugas strategis akan
tidak praktis dan tidak efektif.
79
Demikian juga, menugaskan anggota HR pada tingkat satu untuk mengerjakan
tugas tingkat strategis akan menyebabkan kinerja yang kurang di tingkat
strategis, dan pemanfaatan yang kurang pada tingkat satu.
Daripada membayar lebih untuk HR level dua dan level tiga untuk melakukan
tugas administratif, pertimbangkan untuk melakukan outsourcing jika perlu.
Saat ini, salah satu tingkatan dapat dikelola dengan biaya yang efektif melalui
partner pihak ketiga.
Mempertahankan efisiensi biaya membutuhkan pemanfaatan terbaik dari talent
internal dan melaksanakan tujuan perusahaan saat bertumbuh. Investasi yang
tepat dalam HR hari ini akan memastikan dividen untuk masa depan Anda.
Semakin kecil risiko berarti semakin banyak peluang untuk bertumbuh.
Di Abhitech, kami percaya dengan HR for Business Impact, human
resource (HR) yang menjadi profit-driver dan growth engine bagi perusahaan.
Dengan layanan Abhitech, perusahaan Anda dapat mengalokasikan HR internal
ke aah yang lebih strategis dibandingkan hanya administrasi atau proses.
Pastikan alokasi HR internal Anda sudah sejalan dengan tujuan perusahaan.
Serahkan proses administrasi dan operasional HR Anda kepada expert yang
sudah terbukti. Karena jelas bisa mengurangi resiko kesalahan serta menghemat
waktu, sumber daya, dan uang.
Selama lebih dari 30 tahun, klien yang kami layani (termasuk perusahaan
multinational maupun startup) telah membuktikan bahwa HR adalah salah satu
pilar penting untuk perkembangan bisnisnya di Indonesia.
80
Saat melakukan exit interview, sebagai HRD, apakah pernah Anda mendengar
keluhan dari ex-pegawai Anda tentang budaya perusahaan? Entah itu budaya
perusahaannya yang kurang jelas, atau tidak cocok dengan individu tersebut.
Melihat contoh tersebut, sedikit banyak, ternyata budaya perusahaan dapat
menjadi faktor kenyamanan karyawan saat bekerja. Bahkan, budaya perusahaan
juga bisa memengaruhi kualitas kerja, kinerja, dan retensi karyawan.
Tentu saja jika budaya perusahaan bisa dieksekusi dengan baik. Jika tidak,
justru kebalikannya, malah menimbulkan ketidaknyamanan hingga menjadi faktor
turnover.
Agar hal tersebut tidak terjadi, HRD dan manajemen perlu memahami apa yang
dimaksud dengan budaya perusahaan, apa manfaatnya jika dapat dieksekusi
dengan baik, serta bagaimana membentuknya. Simak ulasan berikut!
81
Budaya perusahaan dapat didefinisikan sebagai seperangkat nilai, tujuan, sikap,
dan praktik bersama yang menjadi ciri perusahaan. Budaya perusahaan
cenderung menekankan cara pengoperasian dan fungsi yang mengarah pada
keuntungan optimal. Bisnis dan industri yang berbeda mewujudkan ikatan
budaya yang berbeda untuk memenuhi strategi yang sesuai untuk mereka.
Budaya perusahaan secara lebih sederhana dapat digambarkan sebagai etos
bersama dari suatu perusahaan. Mari lihat dua contoh budaya perusahaan dari
industri yang berbeda berikut ini.
82
Benarkah Budaya Perusahaan Itu Penting? Lihat 4
Statistik Ini
Pentingnya budaya perusahaan lebih dari sekedar kondisi perusahaan Anda. Dari
rekrutmen, retensi, hingga kinerja, semua dipengaruhi oleh budaya perusahaan.
Tapi benarkah hal tersebut? Bukankah para pencari kerja atau karyawan
biasanya paling memerhatikan satu aspek, yaitu gaji dan tunjangan yang bagus?
Jawabannya: Tidak.
Mari kita lihat beberapa statistik yang menyoroti pentingnya budaya perusahaan
berikut ini.
83
2. Budaya Perusahaan dapat Menurunkan Turnover
38% karyawan melaporkan ingin meninggalkan pekerjaan mereka saat ini karena
budaya perusahaan yang negatif atau merasa tidak cocok. Hal ini bisa jadi
karena ada ketidakseimbangan pada keberagaman dan inklusivitas di
perusahaan.
Tujuan Anda harus menciptakan budaya perusahaan yang mempromosikan
keragaman dan inklusivitas. 64% karyawan mengatakan bahwa budaya
perusahaan mereka adalah faktor kunci saat memutuskan untuk tetap bekerja.
Budaya perusahaan yang lemah atau negatif akan menyebabkan karyawan
mencari pekerjaan di tempat lain, tetapi budaya yang kuat akan membuat
mereka tetap bertahan.
84
4. Budaya Perusahaan dapat Meningkatkan Produktivitas
39% karyawan mengatakan bahwa bahagia dalam peran atau tempat kerja akan
memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras. Budaya organisasi Anda sangat
berkaitan dengan kepuasan dan keterlibatan karyawan Anda. Karyawan yang
puas 12% lebih produktif, sedangkan karyawan yang tidak puas 10% kurang
produktif.
Ciptakan budaya organisasi yang unggul, sehingga manfaat dari hal tersebut
akan mengikuti. Manfaat ini berpengaruh pada kebahagiaan karyawan Anda,
serta pada keterlibatan dan produktivitas karyawan Anda.
85
Untuk menciptakan budaya perusahaan, Anda perlu mengetahui siapa Anda, apa
yang Anda perjuangkan, dan tujuan Anda. Tanpa landasan yang jelas, sebuah
perusahaan akan memiliki budaya yang tidak jelas juga.
Dengan fondasi yang kuat, Anda akan menarik karyawan yang sesuai dengan
budaya Anda, sehingga dapat bersama-sama menjalankan misi dan nilai-nilai
Anda. Berikut beberapa cara menetapkan budaya perusahaan.
86
Definisikan Apa yang Penting
Menyisihkan waktu untuk berpikir dan memutuskan apa hal yang paling penting
bagi perusahaan adalah langkah pertama yang kuat.
Setelah itu, Anda bisa lanjut membuat daftar tentang nilai-nilai penting bagi
perusahaan Anda. Daftar ini nantinya akan menjadi kerangka dalam beroperasi
bagi anggota Anda, dan juga kerangka untuk menetapkan ekspektasi pemimpin di
masa depan.
87
perilaku imajinasi, fokus, dan action untuk memberikan yang terbaik. Budaya The
Telkom Way berlaku di seluruh PT Telkom.
Salah satu contohnya adalah unsur Speed adalah bertindak secara cepat dalam
setiap pekerjaan yang karyawan Telkom lakukan. Kecepatan bertindak
merupakan faktor kunci untuk memenangkan persaingan, baik kecepatan dalam
merespon peluang bisnis, kecepatan menghasilkan layanan, dan kecepatan
menghasilkan inovasi-inovasi.
Kesimpulan
Sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya perusahaan adalah seperangkat nilai,
tujuan, sikap, dan praktik bersama yang menjadi ciri organisasi.
Budaya perusahaan berasal dari tujuan, dan visi misi perusahaan. Sehingga
sebelum membentuk budaya perusahaan diperlukan kejelasan dari aspek-aspek
tersebut.
Budaya yang dibentuk perusahaan merupakan hal yang penting karena memiliki
banyak pengaruh bagi karyawan dan perusahaan dari mulai rekrutmen, kinerja,
hingga retensi.
88
KPI dan OKR, Apa Bedanya?
Share
Pernah memimpikan bisa membangung manajemen yang lebih baik lagi hingga
membuat perusahaan kita tumbuh besar seperti Google?
Perusahaan raksasa seperti Google tidak hanya sukses karena melahirkan
berbagai macam inovasi yang berguna bagi kehidupan manusia. Di balik itu,
terdapat gaya manajemen yang diadaptasi hingga mampu membawa organisasi
tersebut ke tempat yang sangat tinggi.
Salah satu manajemen yang diadaptasi adalah penggunaan metrik dalam
pencapaian tujuan, atau disebut OKR (Objective Key Result).
Dalam ranah penilaian performa istilah OKR berdekatan dan akhir-akhir ini kerap
disinggung bersamaan dengan KPI (Key Performance Indicator).
Dalam kesempatan kali ini, mari kita ulas konsep OKR dan KPI, juga mengenai
fungsinya bagi sebuah perusahaan!
89
Dalam menilai pertumbuhan perusahaan, diperlukan sebuah alat pengukur yang
tepat. Apakah dalam satu bulan perusahaan sudah menghasilkan produk atau
penjualan sesuai target?
Jika sudah, apakah melebihi dari target yang dipasang sehingga menambah
keuntungan? Jika belum, faktor apa yang menjadi penyebabnya?
Faktor-faktor keberhasilan maupun kegagalan itulah yang perlu diukur dan
diawasi setiap saat agar perusahaan tidak jatuh ke dalam lubang kegagalan.
Alat pengukur tersebut biasa disebut KPI. Namun beberapa tahun belakang ini,
mulai marak alat pengukur baru yang digunakan oleh perusahaan raksasa dunia,
yang disebut OKR.
Mari kita lihat konsep kedua alat ukur pertumbuhan itu.
Key Result ‘kunci penentu’: Apa tolak ukur terhadap tujuan kita?
90
Jika membicarakan apakah KPI atau OKR harus dijalankan di sebuah
perusahaan, tidak ada peraturan tertulis yang mengatur hal tersebut.
Namun tentunya dalam menjalankan usaha, demi mengetahui sejauh apa
perusahaan telah tumbuh, apa yang harus diperbaiki, hingga pembuatan strategi
yang lebih matang akan diperlukan alat penilaian khusus.
Di sinilah KPI atau OKR akan dibutuhkan oleh setiap organisasi atau
perusahaan. Mari kita lihat keuntungan dari masing-masing alat pengukur kinerja
ini.
Keuntungan Menerapkan KPI Di Perusahaan:
Memudahkan HRD untuk membuat pengukuran dan evaluasi kinerja karyawan
serta menimbang dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
Membantu karyawan menjadi lebih paham ekspektasi manajemen atau
perusahaan.
Karyawan bisa mengelola kinerja perorangan lebih baik dengan mengetahui KPI
atau acuan yang diberikan.
Menjadi tolak ukur berharga bagi perusahaan untuk membuat sistem
penghargaan dan hukuman yang lebih objektif.
Subjektivitas atasan bisa dikurangi dan karyawan merasakan adanya atmosfer
pertumbuhan yang memacu kinerja secara lebih alami.
Mengenal Human Capital Management
91
. Review Tugas Inti / Uraian Pekerjaan Individual
Review tugas inti/uraian pekerjaan Anda atau tim Anda. Selain itu, tuliskan juga
ekspektasi yang diharapkan dari hasilnya. Review dan konsultasikan dengan
kepala bagian jika peran/fungsi Anda berubah.
2. Review Tugas Ad Hoc/Project
Ini diperuntukkan untuk pekerjaan khusus di luar pekerjaan inti atau pekerjaan
terkait proyek. Review tugas khusus Anda di masa mendatang, terutama tugas
spesial atau proyek khusus yang tidak tercakup dalam uraian pekerjaan saat ini.
Fokuskan pada tugas-tugas khusus yang bersifat strategis dan penting.
3. Analisa dan sinergikan hasil dari tahap 1 dan 2 dan lalu rancang Sasaran
Kinerja (SK)
Review hasil dari tahap 1 dan 2 di atas. Gabungkan dan sinergikan hasil-hasil itu
dan kembangkan Sasaran Kinerja (SK). Kembangkan 5 – 8 sasaran kinerja untuk
setiap individu.
4. Tentukan KPI dan Bobot Setiap KPI
Setiap sasaran kinerja memiliki 1 atau 2 KPI. Kembangkan 5 – 10 KPI untuk
seluruh sasaran kinerja. Dalam menentukan bobot setiap KPI, perhatikan hal ini:
Prioritas KPI – semakin tinggi prioritasnya, sebaiknya semakin besar bobotnya
Tingkat kesulitan untuk mencapai target – semakin sulit pencapaiannya,
sebaiknya bobot semakin tinggi
Tingkat kredibilitas data pencapaian KPI – semakin kredibel, sebaiknya bobot
semakin tinggi (kredibel artinya data pencapaian tidak mudah dimanipulasi)
Specific: KPI yang dibuat haruslah spesifik pengukurnya serta tujuan tiap
indikatornya.
Achievable: target KPI karyawan yang ditentukan harus merupakan hal yang
realistis dan dapat dicapai.
Relevant: target dari KPI karyawan ini harus relevan atau sesuai dengan tujuan
perusahaan secara umum.
92
Time: ada batas waktu yang telah ditentukan untuk mencapai target tersebut, serta
metode untuk menghitung batas waktu tersebut agar kinerja lebih bisa diukur.
93
Apakah Manajemen dapat Menggabungkan OKR dan KPI
dalam Operasionalnya?
Ada situasi di mana OKR dan KPI lebih baik sebagai kasus penggunaan individu.
Misalnya, jika Anda ingin mengukur atau meningkatkan produktivitas dalam
proyek yang telah ditetapkan, KPI mungkin merupakan pilihan yang lebih baik.
Jika Anda memiliki visi yang lebih luas atau ingin mengubah arah perusahaan
atau proyek Anda sepenuhnya, OKR akan menjadi alternatif yang lebih baik.
OKR memiliki kedalaman lebih untuk rencana yang lebih besar, dan mereka juga
memudahkan Anda untuk menjadi lebih kreatif dalam perencanaan tujuan Anda.
Namun, OKR dan KPI dapat digunakan bersama untuk sebagian besar dalam
konteks bisnis. Kinerja akan selalu perlu diukur untuk melihat apa yang berhasil
untuk tujuan tertentu dan apa yang menghalangi kesuksesannya.
Kunci Keberhasilan Pengembangan SDM
Kesimpulan
KPI dan OKR adalah alat untuk mengukur pertumbuhan perusahaan melalui
performa anggotanya. Keduanya bisa dipraktikkan oleh perusahaan mana saja,
selama cocok untuk dijalankan. Faktor penentu cocok atau tidaknya biasanya
hanya bisa dilihat setelah dijalankan.
Tidak jarang perusahaan mencoba menggunakan sistem OKR, namun karena
tidak cocok dengan budaya pekerjanya, malah tidak berhasil.
Jika perusahaan Anda baik-baik saja dengan menjalankan KPI, Anda boleh
memutuskan untuk tetap menggunakannya, tidak perlu repot-repot
menggantinya dengan OKR.
Namun, jika KPI dirasa tidak cukup efektif, dan mental karyawan Anda mayoritas
gigih, Anda tentu bisa mencoba metode OKR.
Saat ini banyak juga pelatihan HR yang mengusung tema OKR, juga konsultan
yang siap membantu Anda dalam merancang OKR di perusahaan. Jadi, janganlah
ragu untuk mencoba!
94
Kesiapan HR Untuk Meningkatkan
Kinerja Bisnis di 2022
Share
Sejak kehadiran COVID-19, banyak perusahaan beradaptasi dari berbagai hal. Mulai dari
mengubah operasional bisnis hingga mengelola karyawan.
Dua tahun menghadapi ketidakpastian pandemi, perusahaan berencana menumbuhkan
kembali bisnisnya di 2022. Oleh sebab itu, mereka memerlukan dukungan HR untuk
mencapai tujuan tersebut.
Dukungan ini bukan meningkatkan penjualan secara langsung, tetapi dukungan berupa
kesiapan HR untuk membantu karyawan menghadapi berbagai tantangan serta peluang ke
depannya. Untuk informasi tentang kesiapan HR untuk meningkatkan kinerja bisnis
perusahaan di 2022, berikut ini laporan EngageRocket.
Metode kerja
Bekerja jarak jauh telah menjadi standar bagi pekerjaan kantoran ( desk job) saat pandemi.
Perusahaan juga mendesain ulang jenis pekerjaan dan memperkenalkan metode kerja baru.
Perubahan metode itu memerlukan HR untuk mendukung kebebasan karyawan dalam
menavigasikan lingkungan kerja yang kompleks, yang menyangkut tiga elemen, yakni
kepemimpinan, teknologi, dan kejelasan.
Pengeluaran medis
Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap bujet perusahaan. Hal itu ditunjukkan
oleh pendapat 97% CHRO dan 90% karyawan non-CHRO setuju perusahaan menanggung
semua pengeluaran medis dan perawatan karyawan yang terdampak COVID-19 saat
bekerja.
95
Laporan menuliskan bahwa pandemi menjadi momen bagi organisasi untuk membuktikan
komitmen mereka terhadap karyawan. Dengan kata lain, respon perusahaan terhadap
pandemi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan keterlibatan karyawan.
Budaya perusahaan
Sejumlah perusahaan membuat kesalahan dengan lebih memprioritaskan produktivitas
berbasis jam kerja dan target manual, daripada menyediakan inspirasi selama pandemi.
Hal itu menyebabkan sejumlah pekerja merasa kecewa dan tidak diberdayakan. Padahal
perusahaan dapat memanfaatkan potensi karyawan. Caranya membangun budaya empati
dengan melatih manajer untuk bertindak sebagai mentor.
Human Resource Director Blue Bird Group Pambudi Soenarsihanto mengatakan 2022
adalah tahun yang sangat menarik bagi HR. Meski dunia masih berada dalam
ketidakpastian, tetapi bisnis akan tumbuh.
“Saat bisnis tumbuh, banyak perusahaan akan merekrut karyawan-karyawan yang bagus.
Apa yang akan kita lakukan untuk mempertahankan karyawan terbaik? Bagaimana kita
memotivasi mereka untuk meningkatkan produktivitas?” kata Pambudi dalam laporan
survei.
Perubahan Tunjangan Kesehatan Saat Pandemi, Apa Saja?
Kesiapan HR di 2023
96
Ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, mereka memerlukan HR untuk melakukan
proses perekrutan sekaligus retensi karyawan. Meski demikian HR tidak bisa berjalan
sendiri, peran pemimpin perusahaan juga diperlukan.
HR bersama dengan pemimpin perusahaan bertugas untuk akselerasi bisnis supaya
semakin pesat dan berkelanjutan. Namun apa yang akan terjadi di 2022? Apa yang harus
disiapkan oleh HR?
EngageRocket memiliki laporan tentang kesiapan HR pada 2022.
97
Memfasilitasi agile working
Untuk memfasilitasi agile working, perusahaan dapat
memanfaatkan platform employee experience. Dengan platform itu, HR akan
memperoleh data sentimen karyawan secara instan agar reviu kinerja, pulse survey,
dan proses lainnya menjadi lebih cepat.
98
Karena pandemi memengaruhi ritme dan metode kerja yang semakin cepat, maka HR juga
harus mengakselerasi kesiapan karyawan untuk meningkatkan efektivitas kerja.
Seperti yang telah dibahas di tren sebelumnya, transformasi yang terjadi akibat pandemi
berdampak hingga ke level individu. Sehingga HR juga dapat menilai kesiapan karyawan
sejak hari pertama kerja.
Audi Lumbantoruan, Managing Director Indonesia EngageRocket, mengatakan tiga tahap
kesiapan karyawan yang bisa dipantau oleh HR adalah:
Pertama, kesiapan bekerja. HR memantau lingkungan kerja fisik, pola pikir, kesejahteraan,
motivasi kerja, serta aspirasi karir setiap karyawan.
Kedua, kesiapan bersosialisasi. HR meninjau kesiapan karyawan dari segi kemampuan
kepemimpinan, kerja sama dan kolaborasi tim, hingga pertemanan di lingkungan kerja.
Ketiga, kesiapan berakselerasi. HR memastikan karyawan mampu bekerja dengan
kapasitas penuh. Seperti beradaptasi dengan cara kerja –baik remote, hybrid, bekerja dari
kantor–, berinisiatif tinggi, dan menunjukkan kinerja optimal.
Fokus perusahaan untuk mengakselerasi karyawan:
99
Memantau level keterlibatan karyawan
HR memantau jam kerja sesuai peraturan ketenagakerjaan. Hal itu mencegah
karyawan stres, burnout, serta memonitor intensi mengundurkan diri.
100
Mengimplementasikan 360 feedback
Interaksi antar karyawan, divisi, dan atasan dalam sistem
kerja remote atau hybrid lebih sulit dipantau. Solusinya, HR mengimplementasikan
sistem 360°feedback (umpan balik 360 derajat) untuk mengukur kinerja, kolaborasi,
dan perkembangan karyawan lebih efektif.
Penutup
Menurut survei Global HR Challenges, tiga tantangan yang paling banyak dihadapi HR saat
ini adalah manajemen perubahan (48%), pengembangan kepemimpinan (35%), dan
pengukuran efektivitas HR (27%).
Kesiapan HR tak hanya dibutuhkan pada 2022 saja. Karena HR sebagai penghubung
perusahaan dan karyawan harus selalu siap dalam menghadapi perubahan situasi,
peralihan bisnis, hingga mengelola karyawan.
Dan, mengenai pengelolaan karyawan, tantangan seperti rekrutmen, ketersediaan tenaga
kerja yang mumpuni, serta retensi karyawan juga masih akan dijumpai oleh HR.
Menjadi bagian dari HRD berarti ikut serta menciptakan strategi, intervensi, dan
program untuk memaksimalkan potensi dan kinerja setiap karyawan.
Biasanya, sebelum HRD mengeksekusi strateginya, manajer HR akan bertanya,
“Berapa besar ROI yang akan didapatkan?”.
Ini karena manajemen selalu mementingkan ROI dalam strategi apa pun,
termasuk strategi dan program dari HR. Untuk memahami ROI di dalam divisi
HR dan bagaimana cara menghitungnya, simak artikel di bawah ini.
101
Definisi Return On Investment (ROI)
Menurut investopedia, ROI atau Return on Investment adalah suatu
indikator ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi atau
profitabilitas investasi atau membandingkan efisiensi sejumlah investasi yang
berbeda.
Dalam hal ini, ROI dapat mengukur secara langsung jumlah laba atas investasi
tertentu dibandingkan biaya investasi.
Untuk menghitung ROI, keuntungan (atau kembalinya) investasi dibagi dengan
biaya investasi. Hasilnya, dinyatakan sebagai persentase atau perbandingan.
Beberapa kontributor Forbes Advisor menjelaskan, ROI merupakan matriks yang
digunakan untuk memahami keuntungan investasi.
ROI akan membandingkan berapa banyak jumlah pembayaran investasi dengan
berapa banyak yang bisa diperoleh untuk mengevaluasi efisiensinya.
102
ROI di dalam ruang lingkup HRD dikenal juga dengan sebutan Human Capital
ROI (HCROI).
HCROI adalah matriks SDM yang mengevaluasi dan mengukur seberapa besar
investasi dan seberapa lama waktu pengembalian investasi terhadap human
capital yang terdapat dalam sebuah organisasi.
HCROI bermanfaat untuk mengukur efektivitas kebijakan terkait human
capital agar manajemen mampu mengemangkan strategi terkait kebijakan human
capital.
Rasio turnover
Mengetahui dan melacak biaya pergantian atau rotasi karyawan membantu HRD
membuat keputusan lebih strategis. Terutama tentang strategi retensi
karyawan. Rumus rasio turnover adalah:
Biaya pelatihan
Menghitung berbagai macam biaya pelatihan karyawan baru dan
biaya onboarding bermanfaat untuk mengetahui anggaran belanja perusahaan.
Selain itu, onboarding yang berhasil akan mengurangi biaya perekrutan dan
pelatihan karyawan serta dapat membantu mengurangi ratio turnover.
Kehadiran
Tingkat ketidakhadiran karyawan adalah ukuran sederhana untuk memahami
berapa banyak karyawan yang tidak hadir. Karena ketidakhadiran tersebut
berpengaruh terhadap pengerjaan tugas dan menjadi indikator ketidakpuasan
karyawan.
103
Namun HRD dapat memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan yang
berkaitan langsung dengan pekerjaan. Jika pelatihan berhasil, maka penilaian
kinerja dan produktivitas karyawan meningkat. Jadi perusahaan dapat memiliki
pelatihan mana yang menjadi acuan untuk karyawan.
Rumus komputasi ROI untuk pelatihan adalah sebagai berikut.
Laba atas laba juga dapat diukur dalam hal penurunan biaya produk per item
atau waktu.
Cara Menghitung Cost per Hire dalam Rekrutmen
1. Identifikasi ROI
Sebelum mengetahui ROI di HRD, manajer HR perlu mengidentifikasi untuk
mendapatkan gambaran yang jelas, seperti mengaudit praktik, proyek, inisiatif,
dan bagaimana masing-masing entitas berdampak pada tim dan perusahaan
secara keseluruhan.
Setelah mendapatkan data tersebut, maka HRD akan menghasilkan standar
yang jelas untuk materi evaluasi onboarding. Usaha itu mempermudah HRD
menghitung ROI.
104
Sulit untuk menunjukkan keberhasilan ROI atas inisiatif HR jika tidak memiliki
data yang jelas dari mana proyek dimulai.
2. Pemilihan matriks
HRD perlu menetapkan inisiatif dan matriks untuk mengukurnya.
Dengan demikian, manajeman akan memahami dampak inisiatif lebih luas dan
lebih dalam. Hal itu juga dapat membantu manajemen membuat kebijakan yang
lebih kuat terkait ROI dari setiap inisiatif HR.
Simpulan
Kebijakan dan program tidak bisa dibuat atas dasar sudut pandang subjektif
maajer HRD saja.
Namun, HRD perlu memperhatikan ROI di dalam setiap inisiatif yang dibuat. Dari
perhitungan ROI, manajemen dan level C dapat memahami, menganalisis, serta
menentukan inisiatif harus dijadikan acuan atau tidak.
105
Hasil akhirnya, perusahaan akan menentukan kebijakan dan program untuk
meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan.
106
bagaimana kita sebagai karyawan dan perusahaan menyikapi keberagaman
tersebut.
Dalam artikel kali ini HR Note Indonesia akan membahas
mengenai diversity atau keberagaman dalam ruang lingkup perusahaan, dari
mulai fakta, bentuk diversity, hingga cara menjadikan perusahaan inklusi.
107
Namun apakah diversity di perusahaan benar-benar terlepas dari kekurangan?
Ternyata, konsep dan praktik diversity di perusahaan tetap memiliki kelebihan
dan kekurangannya masing-masing. Berikut penjelasannya.
Keterampilan bahasa
Jika perusahaan yang beroperasional dengan target konsumen berasal dari luar
negeri tentu bukan tidak mungkin untuk karyawannya melatih diri untuk
meningkatkan keterampilan bahasa asing, hal ini tentu berdampak positif bagi
perusahaan atau karyawan itu sendiri.
108
Konflik
Tidak dapatnya perusahaan dan bidang HRD dalam mengelola keberagaman
yang terdapat di dalam diri karyawan tentu akan menimbulkan berbagai macam
konflik berkepanjangan.
Hal ini tidak hanya disebabkan oleh konflik yang terjadi di dalam internal
perusahaan saja, namun terkadang konflik etnis atau perbedaan pandangan
politik yang terjadi di ruang lingkup eksternal juga dapat menjadi ancaman
keberagaman di dalam perusahaan.
Kecemburuan sosial
Seringkali HRD atau perusahaan tidak dapat memberikan jaminan kesetaraan
atas keberagaman yang ada sehingga akan memunculkan kecemburuan sosial
dalam setiap individu karyawan.
Setelah melakukan analisis untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari
penerapan diversity di dalam perusahaan, tentunya hal tersebut akan sia-sia
apabila penerapan diversity tidak dibarengi dengan penerapan inklusi oleh
perusahaan.
Baca juga: Employee Relationship: 6 Masalah Ini Sering Terjadi di Perusahaan
109
Diversity di dalam perusahaan memang membawa berbagai dampak positif
seperti yang sudah dijelaskan.
Namun pada faktanya keberagaman juga menjadi tantangan tersendiri bagi
perusahaan yang sewaktu-waktu bisa menjadi bumerang yang dapat mengancam
keberlangsungan perusahaan tersebut.
Lantas apa saja yang menjadi tantangan adanya diversity di dalam perusahaan
dan bagaimana solusi atas tantangan tersebut? Simak penjelasanya dibawah ini.
Komunikasi
Perbedaan bahasa tentu akan menghambat produktivitas dari kinerja karyawan,
hal ini dapat terjadi apabila salah satu karyawan di dalam tim kerja memiliki
bahasa yang berbeda sehingga akan sulit dipahami oleh karyawan lain.
Decision making
Meskipun memberikan dampak positif, namun berbagai macam sudut [andang
saat diskusi atau rapat internal perusahaan juga dapat membuat pengambilan
eputusan menjadi lambat.
Diskriminasi
Pada umumnya kita ketahui bahwa terkadang dengan adanya perbedaan akan
membuat salah satu kelompok yang menjadi mayoritas akan melakukan
diskriminasi terhadap kelompok laiinya.
110
Melihat tantangan yang sedemikian rupa, tentunya HRD dan pimpinan
perusahaan wajib mencari cara untuk menangani hal tersebut. Beberapa solusi
yang dapat dilakukan oleh seorang HRD diantaranya sebagai berikut:
. Membuat aturan tertulis mengenai batasan dalam bekerja.
. Menghimbau setiap karyawan untuk selalu bersikap sopan.
. Menghimbau untuk bersikap terbuka
. Mengadakan training untuk meningkatkan kerjasama tim.
. Menghargai setiap perbedaan.
Baca juga: 10 Strategi HR Menyelesaikan Konflik Karyawan
Diversity di perusahaan atau di tempat kerja pada umumnya bisa terbentuk dari
berbagai hal.
Misalnya di perusahaan multinasional, di mana cabangnya bisa ada di penjuru
dunia, pastinya secara garis besar terdiri dari pegawai yang berasal dari ragam
negara. Dalam satu atap organisasi, mereka saling bahu membahu bekerja sama.
Di sisi lain, jajaran pemimpin kini tidak lagi terbatas pada orang dengan ras yang
sama. Seperti yang telah dibuktikan dalam ulasan Fortune 500, bahwa pada
2020 pemimpin berkulit putih berkurang 10% dibanding pada 2000.
Di bidang rekrutmen, dengan semakin menghilangnya batasan jarak, peluang
untuk mendapatkan kandidat ideal dari berbagai lokasi jadi semakin besar.
Ada pula keberagaman usia atau generasi di dalam satu perusahaan. Beda
generasi biasanya memiliki beda cara pikir juga.
111
Aspek diversity di perusahaan:
Keberagaman budaya seperti di perusahaan multinasional
Keberagaman ras dan latar belakang pemimpin
Merekrut kandidat tanpa melihat lokasi atau daerah asal kandidat ybs.
Keberagaman generasi
Selain poin-poin di atas, contoh diversity di perusahaan juga bisa terlihat dari:
Keragaman Budaya
Jenis keragaman ini berkaitan dengan etnis yang dimiliki oleh setiap orang dan
meliputi seperangkat norma yang dianut oleh etnis tersebut.
Keragaman ras
Selanjutnya keberagaman ras yang berkaitan dengan pengelompokan seseorang
berdasarkan ciri-ciri fisik. Seperti ras kaukasia, ras latin, afrika, eropa, dan
melanesia.
Keragaman gender
Keberagaman gender ini berkaitan dengan jenis kelamin yang bekerja di dalam
perusahaan tersebut, seperti karyawan sebagai laki-laki dan karyawati sebagai
perempuan.
Disabilitas
Keberagaman ini merujuk kepada kekurangan atau kecacatan yang dimiliki oleh
seseorang yang bekerja di perusahaan. Disabilitas sendiri memiliki berbagai
macam kategori seperti cacat mental sampai dengan cacat fisik,
Penutup
Diversity atau keberagaman memang suatu hal yang tidak dapat kita hindari,
terutama di dalam perusahaan tempat kita bekerja.
Namun dengan adanya perbedaan yang disebabkan dari keberagaman juga dapat
meningkatkan produktivitas, tentunya hal tersebut dari bagaimana seorang HRD
menciptakan suasana lingkungan kerja yang baik untuk mengelola keberagaman
tersebut.
112
Cara Menerapkan Analisis SWOT Bagi
HRD
Analisis SWOT sudah dikenal dapat membantu mengidentifikasikan kekuatan,
kelemahan, serta faktor eksternal yang dapat mempengaruhi strategi bisnis.
Tapi sebagai HR, tidak menutup kemungkinan Anda juga akan membutuhkan
model analisis ini untuk membentuk strategi HR yang ingin Anda jalankan.
Kali ini, HR NOTE akan memberikan contoh bagaimana mengaplikasikan SWOT
ke dalam strategi HR.
113
Strength ‘Kekuatan’
Untuk melakukan Analisis SWOT, HR harus terlebih dahulu mempelajari dan
memahami misi organisasi. HR kemudian harus mempertimbangkan kekuatan apa
yang dimiliki departemen human resource yang dapat digunakan untuk
membantu memimpin organisasi ke arah yang diinginkan oleh tim manajemen.
Contoh kekuatan yang mungkin dimiliki HR meliputi: strategi employer branding
yang sukses, kompensasi yang kompetitif, atau standar keamanan yang tinggi.
Kekuatan organisasi Anda adalah faktor internal yang memungkinkan strategi
dan fungsionalitas HR berjalan. Strategi HR mengacu pada tujuan jangka
panjang, seperti membangun tenaga kerja tingkat atas atau menjadi perusahaan
pilihan. Fungsionalitas HR melibatkan sisi operasional.
Kekuatan internal HR termasuk kepemimpinan eksekutif yang mendukung dan
mempromosikan pengembangan strategis SDM.
Berikut ini beberapa daftar pertanyaan yang dapat membantu ketika melakukan
analisis kekuatan HR:
Seberapa sesuaikah strategi perekrutan Anda dengan branding Anda?
Apakah kompensasi dan benefit Anda diterima dengan baik?
Seberapa rendah tingkat turnover Anda?
Apakah manajemen mendukung strategi perekrutan SDM dan
aktivitas employee engagement?
Bagaimana pengetahuan dan pengalaman staf SDM Anda?
Weakness ‘Kelemahan’
Analisis SWOT memeriksa kelemahan di dalam organisasi. Kelemahan juga
merupakan faktor internal yang menjadi tantangan bagi keberhasilan strategi
HR.
Secara internal, keterbatasan anggaran adalah kondisi yang sering dihadapi HR,
terutama karena HR bukan departemen yang menghasilkan revenue nyata. HR
harus mengandalkan justifikasi yang baik untuk mendanai investasi dalam
aktivitas SDM-nya.
Namun, uang bukanlah satu-satunya kelemahan. Moral karyawan yang rendah
dan turnover yang tinggi merupakan faktor internal serius yang dapat
mengganggu pertumbuhan perusahaan.
Selain itu, kelemahan dapat mencakup hal-hal seperti reputasi buruk di pasar
tenaga kerja, penawaran benefit yang kurang menarik, atau kurangnya pelatihan
SDM.
Berikut ini beberapa daftar pertanyaan yang dapat membantu ketika melakukan
analisis kelemahan HR:
Apakah perusahaan Anda memiliki reputasi buruk di pasar kerja?
Apakah departemen mengalami keterbatasan anggaran?
114
Apakah karyawan Anda memiliki semangat kerja yang rendah?
Apakah Anda memiliki tingkat turnover yang tinggi?
Apakah Anda kekurangan sumber daya pelatihan dan/atau orientasi?
Opportunity ‘Kesempatan’
Salah satu faktor eksternal yang paling signifikan bagi HR adalah peluang
pertumbuhan karyawan karena meningkatnya permintaan produk/layanan
perusahaan.
Faktor eksternal juga dapat muncul sebagai kemampuan perusahaan untuk
meningkatkan reputasi atau peringkat industri perusahaan. Untuk menilai
peluang, perhatikan lingkungan baik di dalam maupun di luar departemen HR.
Peluang yang mungkin ditemukan departemen HR termasuk teknologi baru atau
perubahan menguntungkan dalam undang-undang ketenagakerjaan.
Berikut ini beberapa daftar pertanyaan yang dapat membantu ketika melakukan
analisis kesempatan HR:
Apa saja perkembangan teknologi baru yang tersedia?
Apa saja perubahan menguntungkan dalam peraturan terkait ketenagakerjaan?
Adakah kemungkinan pertumbuhan karyawan dikarena pertumbuhan
perusahaan?
Bagaimana pertumbuhan komunitas yang memungkinkan Anda memiliki talent
pool yang lebih besar untuk dipilih?
Threat ‘Ancaman’
Ancaman adalah faktor eksternal yang berdampak negatif terhadap perusahaan
dan, pada akhirnya pada departemen HR.
Departemen HR tidak selalu dapat melindungi diri dari semua faktor eksternal.
Namun, HR dapat mengurangi dampak ancaman eksternal dengan melakukan
penilaian rutin terhadap struktur kompensasi, mensurvei pendapat karyawan
tentang kondisi kerja, dan memperkuat hubungan manajemen-karyawan dengan
menunjukkan HR sebagai mitra bisnis strategis yang menghargai SDM.
Ancaman terhadap departemen HR dapat datang dari luar atau dalam
organisasi. Contoh ancaman umum terhadap HR termasuk undang-undang
ketenagakerjaan yang semakin ketat.
Selain itu, ancaman juga dapat muncul ketika pesaing memperoleh keunggulan
dalam pangsa pasar, hal itu mempengaruhi profitabilitas dan dapat
mengakibatkan PHK, perlambatan bisnis, atau penutupan perusahaan.
Jenis ancaman eksternal lainnya termasuk bisnis (tidak harus di industri yang
sama) yang menawarkan kondisi kerja, upah, atau tunjangan yang lebih baik
kepada karyawan Anda.
115
Selanjutnya, departemen HR mungkin perlu mengatasi pandangan negatif
stereotip dari fungsi HR.
Berikut ini beberapa daftar pertanyaan yang dapat membantu ketika melakukan
analisis ancaman HR:
Bagaimana undang-undang ketenagakerjaan saat ini?
Apakah ada perusahaan lain di area tersebut yang merekrut untuk posisi dan
keterampilan yang sama?
Apakah ada kemungkinan pengurangan pasar yang dapat menyebabkan PHK di
perusahaan?
Setelah Anda mencantumkan kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman
Anda, gunakanlah hal tersebut untuk membuat rencana tindakan.
Hasil dari analisis SWOT harus digunakan untuk menetapkan strategi HR dan untuk
memastikan bahwa strategi tersebut sejalan dengan misi organisasi.
· Jenjang karier
· Karyawan memiliki hubungan · Karyawan berkualitas bertahan lama
interpersonal.
· Budaya sharing pengetahuan yang kuat. · SDM baru yang masih fresh
116
dengan peluang berupa perusahaan memiliki karyawan lama yang berkualitas dan
beberapa karyawan baru yang masih fresh.
Dengan kekuatan dan peluang tersebut, perusahaan dapat membuat strategi
untuk membuat pelatihan demi pengembangkan kinerja karyawan.
Berkaitan dengan weakness atau kelemahan, dapat dilihat bahwa salah satu
kelemahan adalah karyawan sering datang telat ke kantor dan data laporan
biaya perjalanan dinas. Jika dibiarkan, makin lama proses bisnis perusahaan
akan terganggu dan akan menurunkan keuntungan perusahaan sendiri.
Untuk mengatasinya, perusahaan dan tim HRD harus mencari bantuan yang
dapat diandalkan. Solusi dari weakness dan threats tersebut serta cara untuk
memaksimalkan opportunities dan strength adalah dengan menggunakan
software HRD terbaik
Kesimpulan
Analisis SWOT tidak hanya dapat diaplikasikan untuk perencanaan umum
perusahaan, tetapi secara spesifik juga dapat diterapkan dalam setiap divisi
termasuk HR. Analisis SWOT harus lebih dari sekedar daftar item dalam setiap
kategori. HR harus mempertimbangkan interaksi SWOT menganalisis faktor dan
menetapkan strategi dan taktik untuk memaksimalkan hasil.
117
Membangun Visi Misi yang Cocok
dengan Perusahaan
Share
Visi dan misi perusahaan kerap dikaitkan dengan jati diri perusahaan, sama
dengan budaya perusahaan.
Bahkan, visi dan misi lah yang menciptakan budaya perusahaan. Artinya, penting
bagi sebuah perusahaan untuk memiliki visi dan misi.
Sekarang ini, membuat visi dan misi perusahaan mungkin bukan hal yang sulit.
Dengan bercermin dari perusahaan-perusahaan lain yang unggul, sebenarnya
kita bisa membentuk visi misi sendiri.
Namun rasanya kurang otentik, bukan? Bagaimana kalau mencoba membuat visi
misi otentik khas perusahaan Anda? Simak ulasan HR NOTE tentang cara
membuat visi misi perusahaan dengan key point yang bisa dijadikan
pertimbangan.
118
Pengertian Visi Misi Perusahaan dan
Perbedaannya
Visi merupakan suatu rangkaian kata yang di dalamnya terdapat impian, cita-
cita atau nilai inti dari suatu lembaga atau organisasi. Bisa dikatakan visi
menjadi tujuan masa depan suatu organisasi atau lembaga.
Biasanya, visi berisi pikiran mengenai gambaran masa depan dari organisasi yang
terdapat di dalam benak para pendiri organisasi atau lembaga. Visi ini sangat
menentukan akan dibawa ke mana lembaga yang bersangkutan di masa depan.
Visi dipengaruhi oleh suatu pandangan bahwa untuk mencapai suatu
kesuksesan, sebuah organisasi atau lembaga harus memiliki arah yang jelas. Lalu
apa itu visi perusahaan?
Visi perusahaan adalah pernyataan yang menjelaskan bagaimana perusahaan
bercita-cita untuk mencapai tujuannya di masa depan.
Visi perusahaan bisa terdiri satu kalimat sederhana hingga beberapa paragraf
yang menjelaskan tujuan dan inspirasi perusahaan. Dalam visi, perusahaan bisa
juga menjelaskan nilai apa yang ditawarkan kepada konsumen dan stakeholders-
nya.
119
Visi perusahaan juga seharusnya tidak perlu menggunakan istilah yang rumit.
Idealnya, visi ditulis dengan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti oleh
konsumen serta karyawan perusahaan itu sendiri.
VISI
Setelah mengetahui pengertian dari visi, maka mari kita membahas apa yang
dimaksud dengan misi.
Pernyataan misi menjadi pendorong perusahaan. Misi adalah apa yang Anda
lakukan/inti dari bisnis.
Dari hal itu akan terlihat apa tujuan kehadiran bisnis Anda dan pada akhirnya
Anda akan melihat apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Ini juga
membentuk budaya perusahaan Anda.
Misi adalah tujuan inti dari bisnis. Pernyataan tersebut mewakili perusahaan di
depan umum. Itu harus jelas dan lengkap serta sedemikian rupa sehingga
membuat berbekas di benak setiap orang yang membacanya. Lalu apa itu misi
perusahaan?
120
Misi perusahaan adalah pernyataan yang berorientasi pada tindakan,
menyatakan tujuan layanan suatu perusahaan kepada audiens yang biasanya
mencakup fungsi, tujuan dan deskripsi umum perusahaan.
MISI
121
yang akan dilakukan. Pernyataan visi dan misi memberikan makna yang
diperlukan untuk bekerja di perusahaan tersebut.
122
Kunci dalam Membuat Visi Misi Perusahaan
Anda mungkin sering melihat-lihat pernyataan visi misi perusahaan lain yang
menginspirasi. Anda juga menjadi terinspirasi saat ingin membuat versi Anda
sendiri.
Sekali lagi, terinspirasi bukan sesuatu yang salah. Namun sebaiknya, kita tahu
apa saja yang menjadi kunci penting dalam membuat pernyataan visi misi yang
memberi impact ke organisasi.
123
Nilai Bisnis (Business Values): Nilai otentik yang mendefinisikan bisnis yang
dijalankan. Tanpa perlu ditulis secara eksplisit dalam visi, nilai bisnis bisa
digambarkan secara tersirat.
Tujuan Bisnis (Business Goals): Masukkan tujuan bisnis yang merefleksikan inti
bisnis. Identifikasi pola yang serupa dalam tujuan bisnis, dan gabungkan dalam
satu kalimat singkat untuk dimuat dalam visi perusahaan.
Kekuatan dan Kesempatan (Strengths and Opportunities): Visi juga bisa
memuat cara mempertahankan kekuatan bisnis atau memanfaatkan
kesempatan baru yang muncul.
Kisah Bisnis: Cerita dibalik terbentuknya bisnis bisa memberikan identitas
tersendiri bagi bisnis Anda. Kisah bisnis bisa dibuat untuk mendukung visi
perusahaan.
Penulisan Visi
Kembangkan kerangka yang sudah didapat dari langkah sebelumnya dan kemas
dengan menarik. Dalam penulisan visi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Gunakan kata-kata yang pendek. Tidak perlu terlalu bertele-tele agar visi bisa
lebih mudah dipahami.
Gunakan kalimat konkrit yang spesifik.
Fokus pada apa yang bisa dilakukan oleh bisnis Anda untuk orang banyak,
bagaimana Anda membantu konsumen.
Perhatikan masukan dari pemangku kepentingan lainnya
124
Mengumpulkan Feedback dan Review Secara Berkala
Visi yang sudah dibuat tidaklah mutlak, dan tentu boleh diubah jika memang ada
peningkatan. Bukan berarti perlu di-review setiap hari.
Namun seiring berjalannya waktu atau ketika Anda memiliki ide untuk
meningkatkan visi, tidak ada salahnya untuk me-review kembali visi yang sudah
dibuat. Karena, bisnis yang berkembang perlu memiliki visi yang sesuai juga.
125
Jangan Membuatnya Terlalu Terbatas
Misalnya, Anda membuat misi dengan mencantumkan nama kota. Apakah Anda
hanya melihat bisnis yang dijual kepada penduduk di satu kota kecil atau Anda
berharap untuk berkembang suatu saat?
IKEA
Visi : Our vision is to create a better everyday life for many people.
Misi : To create a better everyday life for many people. Our business idea supports
this vision by offering a wide range of well-designed, functional home furnishing
products at prices so low that as many people as possible will be able to afford
them.
Microsoft
Visi : Empower people through great software anytime, anyplace, and on any
device.
Misi : To help people around the world realize their full potential.
Caterpillar
126
Visi : Our vision is a world in which all people’s basic needs — such as shelter,
clean water, sanitation, food and reliable power — are fulfilled in an environmentally
sustainable way and a company that improves the quality of the environment and
the communities where we live and work.
Misi : Our mission is to enable economic growth through infrastructure and energy
development, and to provide solutions that support communities and protect the
planet.
Tokopedia
Visi: Build an ecosystem where anyone can start and discover anything. We
empower millions of merchants and users across our marketplace, logistics,
payments, and financial technology businesses.
AQUA
Misi: Melalui misi dan komitmen ganda untuk kemajuan bisnis dan sosial, Danone
memiliki tujuan membangun masa depan yang lebih sehat dari gaya hidup yang
sehat, bumi yang sehat dan ekosistem yang sehat.
Indofood
Visi: Menjadi perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan produk
bermutu, berkualitas, aman untuk dikonsumsi dan menjadi pemimpin di industri
makanan.
127
Visi: People use Facebook to stay connected with friends and family, to discover
what’s going on in the world, and to share and express what matters to them.
Misi: To give people the power to build community and bring the world closer
together.
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa visi merupakan tujuan dasar
dari suatu perusahaan dan misi adalah deskripsi tujuan perusahaan tersebut
eksis.
Walaupun memiliki perbedaan, namun visi dan misi masih merupakan satu
kesatuan. Visi dan misi merupakan kerangka dasar berjalannya suatu
perusahaan saat ini hingga di masa depan.
128
Bagi para pelamar kerja, mungkin kompensasi dan benefit adalah beberapa
faktor yang membuat para kandidat melamar sebuah pekerjaan.
Secara sederhana, kompensasi dan benefit adalah sebuah imbalan atau timbal
balik dari perusahaan kepada karyawan.
Ada beberapa jenis kompensasi dan benefit serta faktor-faktor apa yang
dijadikan patokan besarannya. Semua itu akan diulas pada penjelasan berikut ini.
Pengertian Kompensasi
Lalu apa itu kompensasi? Kompensasi adalah sebuah imbalan yang diberikan
kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi. Elemen ini cukup penting untuk
karyawan karena dapat merepresentasikan kualitas kinerjanya.
Selain itu, kompensasi juga bisa menentukan seberapa besar motivasi karyawan,
apakah dengan pemberian kompensasi akan meningkatkan performa atau justru
membuat menurun.
Tujuan Kompensasi
Pada umumnya, kompensasi digunakan sebagai senjata untuk meningkatkan
motivasi dan loyalitas para karyawannya. Akan tetapi, masih ada beberapa hal
yang merupakan tujuan kompensasi.
Pertama, Anda dapat memperoleh karyawan berkompeten dengan memberikan
jumlah kompensasi yang tepat. Kedua, kompensasi akan membantu
mengendalikan biaya pada proses perekrutan karena dapat mempertahankan
karyawan dalam waktu lama.
Bentuk-Bentuk Kompensasi
Insentif
129
Selain gaji atau upah, bentuk lain dari kompensasi adalah insentif. Insentif
adalah tambahan kompensasi di luar gaji atau upah. Biasanya insentif ini
didapatkan dari keuntungan yang didapatkan perusahaan untuk dibagikan kepada
para pekerja.
Tidak jarang insentif digunakan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.
Semakin produktif mereka, maka semakin besar keuntungan yang didapat
perusahaan.
Fasilitas
Yang terakhir adalah fasilitas. Fasilitas adalah bentuk kompensasi yang diterima
karyawan di dalam lingkungan kerja.
Sebagai contoh, pihak perusahaan akan memberikan fasilitas seperti kantor
yang nyaman, komputer, atau kendaraan untuk memudahkan proses mobilisasi.
Fasilitas yang diberikan berbeda-beda antara satu perusahaan dengan
perusahaan yang lain tergantung kebijakan.
Jenis-Jenis Kompensasi
130
Kompensasi finansial tidak langsung
Berbeda dengan jenis sebelumnya, kompensasi finansial tidak langsung adalah
kompensasi yang diberikan kepada karyawan, namun tidak langsung berbentuk
uang meskipun tetap dibayar oleh perusahaan.
Beberapa contohnya antara lain program pensiun, asuransi kesehatan, fasilitas
kantor, dan berbagai bentuk cuti.
Pengertian Benefit
Setelah mengetahui tentang kompensasi, hal berikutnya yang perlu dipahami
adalah benefit. Benefit merupakan pemberian tambahan dari perusahaan kepada
para karyawan di luar dari kompensasi.
Biasanya benefit bersifat non tunai dan bertujuan untuk menunjang
kesejahteraan karyawan. Artinya, benefit bisa berbentuk kompensasi finansial
tidak langsung maupun kompensasi non finansial.
Untuk saat ini, belum ada peraturan spesifik yang tertulis di dalam undang-
undang. Karena itu, manajemen perusahaan ditantang untuk membuat
program benefit semenarik mungkin.
Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penghargaan yang layak kepada para
karyawan sehingga mereka bisa loyal dan meningkatkan produktivitas kerja.
Bentuk-Bentuk Benefit
131
Asuransi Kesehatan
Tidak sedikit perusahaan yang masih memberikan tambahan asuransi kesehatan
di luar BPJS kesehatan.
Tentu saja hal ini sangat menguntungkan. Selain mendapatkan kelas rawat inap
yang lebih baik, mereka juga tidak harus mengantre terlalu panjang.
Akan tetapi, manajemen tidak boleh asal memilih asuransi swasta. Pastikan
perusahaan asuransi tersebut bisa dipercaya dan memiliki track record yang
baik.
Dana pensiun
Dana pensiun ini tidak sama dengan jaminan hari tua pada BPJS
ketenagakerjaan. Dana pensiun diterbitkan oleh DPLK atau Dana Pensiun
Lembaga Keuangan.
Satu hal yang cukup disayangkan adalah saat ini sudah sedikit perusahaan yang
memberikan dana pensiun ini mengingat sudah adanya jaminan hari tua BPJS.
Upah Lembur
Bentuk benefit yang satu ini sudah diatur di dalam undang-undang. Pada UU
Ketenagakerjaan No.13, disebutkan bahwa perusahaan yang mempekerjakan
karyawan dengan waktu melebihi jam kerja normal, maka perusahaan wajib
memberikan upah lembur.
Meski begitu, ada beberapa faktor yang bisa memungkinkan perusahaan tidak
wajib membayarnya.
132
Faktor pertama yang akan menentukan besarnya benefit yang didapatkan adalah
pengalaman dan tanggungan karyawan. Tentu saja karyawan yang memiliki
pengalaman lebih banyak akan mendapatkan apresiasi yang lebih besar pula.
Begitu juga dengan tanggungan. Tanggungan ini bisa berarti tanggungan keluarga
maupun tanggungan pekerjaan.
Kemampuan perusahaan
Setiap perusahaan pasti memiliki tingkat kemampuan masing-masing untuk
memberikan benefit kepada para karyawan. Apabila perusahaan sedang dalam
tren positif dan memiliki profit besar, maka biasanya jumlah benefit yang
diberikan juga akan semakin besar.
Begitu juga dengan sebaliknya. Bahkan, jika perusahaan sedang berada di masa-
masa sulit benefit kemungkinan tidak akan diberikan.
Jabatan karyawan
Posisi jabatan juga turut mempengaruhi besaran benefit perusahaan. Semakin
tinggi jabatan seseorang maka akan semakin besar benefit yang didapatkan.
Penutup
Itulah beberapa penjelasan lengkap mengenai pengertian serta jenis kompensasi
dan benefit pada perusahaan.
Pada intinya, kedua hal ini sama-sama bertujuan untuk memberikan apresiasi
kepada karyawan yang telah bekerja di perusahaan tersebut, sedangkan
mengenai jumlahnya tergantung dari kemampuan dan kebijakan masing-masing.
133
Negotiation Skill Penting Dikuasai HR,
Ini Alasannya
Share
Seorang staf human resource mutlak perlu memiliki negotiation skill yang baik,
sebab tugas dan fungsi HRD dalam suatu perusahaan berkaitan utamanya
dengan kepegawaian.
Dalam menjalankan tugasnya, HRD akan menghadapi banyak karyawan dengan
kebutuhan yang berbeda. Tak jarang karyawan menyampaikan keluh kesah dan
berekspektasi menyelesaikan masalah kepada HRD.
Selain itu, ada beberapa divisi human resource yang bersentuhan langsung
dengan pihak di luar perusahaan, seperti ke pemerintah daerah sekitar,
konsultan, dan vendor pengadaan jasa/barang.
Maka dari itu, menjadi praktisi human resource mesti pandai-pandai
bernegosiasi, baik untuk menenangkan hati karyawan, dan mendapatkan pilihan
terbaik untuk perusahaan.
134
Kemampuan bernegosiasi penting dimiliki karyawan apa pun posisi mereka.
Dengan bernegosiasi, Anda dan pihak lain dapat mencapai kesepakatan yang
logis.
Dalam lingkungan kerja, seorang karyawan, terutama HR, bakal dituntut
menunjukkan negotiation skill-nya untuk beberapa hal.
Misalnya; negosiasi remunerasi saat merekrut karyawan, negosiasi KPI,
negosiasi deadline penyelesaian proyek, dan sebagainya.
Rendahnya kemampuan bernegosiasi akan berdampak pada bisnis dan merusak
hubungan antar karyawan, atau dengan pihak lain di luar perusahaan.
Sebab negotiation skill adalah soft skill yang penting untuk menyelesaikan
konflik.
Pentingnya Memiliki Problem Solving Skill Bagi Karyawan
135
Negosiasi tentang izin cuti, izin sakit
Penyelesaian konflik antar karyawan
Negosiasi KPI dengan seluruh karyawan
Persiapan
Persiapkan segala sesuatunya dengan matang. Sisihkan waktu untuk
mempelajari, melakukan riset, dan mengorganisir kebutuhan Anda jauh-jauh hari.
Dengan demikian Anda mengerti situasi apa yang kelak Anda hadapi.
Diskusi
Mulailah negosiasi dengan membiarkan lawan bicara Anda menyampaikan
pendapatnya.
Semua informasi yang disepakati dan tidak disepakati harus dikeluarkan dengan
baik-baik tanpa emosi, agar kedua belah pihak saling mengerti posisi masing-
masing.
Memahami tujuan
Pahami apa yang Anda inginkan dan apa yang diinginkan lawan diskusi Anda.
136
Alih-alih saling menyudutkan tanpa mau mendengar pendapat, diskusikan dan
temukan jalan tengah agar kebutuhan kedua belah pihak terakomodasi.
Kesepakatan
Setelah itu, kedua belah pihak akan memutuskan apa solusi terbaik. Dalam
tahapan ini, biasanya akan ada beberapa pilihan yang sama-sama
menguntungkan, tetapi pikirkan lah dengan solusi terbaik yang sekiranya bakal
disepakati semua pihak.
Eksekusi
Setelah keputusan diambil, solusi yang disepakati bersama mesti dieksekusi
dengan dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat.
7 Tipe Listening Skill
Jika Anda pernah bernegosiasi, maka Anda bisa mengasah kemampuan agar
Anda makin ahli menjalankan proses negosiasi di masa mendatang.
Berikut ini adalah lima garis besar yang bisa Anda pelajari dan praktikkan di
lingkungan kerja.
Persiapan matang
137
Negosiator yang kurang persiapan seringkali gagal menangkap poin-poin yang
bernilai, mengajukan klaim yang tidak perlu, atau bahkan meninggalkan
kesepakatan yang berharga. Oleh karenanya, sebelum bernegosiasi, Anda perlu
melakukan persiapan.
Mulai dari menyisihkan waktu dalam jam kerja khusus untuk riset, membuat
daftar checklist poin-poin penting yang mesti diperhatikan selama negosiasi
berlangsung, atau berlatih negosiasi bersama rekan kerja.
Praktik
Mempelajari hal baru hingga pelajaran tersebut tertanam dalam sikap, kebiasaan,
dan perilaku membutuhkan waktu dan praktik berulang-ulang. Seorang
negosiator andal tentunya memiliki jam terbang yang cukup tinggi.
Pelatihan dan pembelajaran negosiasi memungkinkan Anda untuk melatih
konsep yang dipelajari, namun proses pembelajaran tidak lengkap tanpa praktik
nyata. Praktikkan ilmu-ilmu negosiasi yang Anda pelajari di berbagai
kesempatan.
138
Manfaat Memiliki Negotiation Skill
Memiliki negotiation skill yang mumpuni akan membawa banyak manfaat dan
membuka banyak peluang untuk Anda. Terlebih untuk pekerjaan yang banyak
bersinggungan dengan orang lain, seperti HR.
Berikut ini adalah beragam contoh manfaat dari negotiation skill:
Meningkatkan reputasi
Dengan memiliki negotiation skill, otomatis Anda membangun reputasi baik
untuk diri Anda sendiri di kalangan kolega Anda.
Anda juga menambah value added skill yang kelak akan berguna bagi jenjang
karier Anda di masa depan.
Membuka peluang
Saat bernegosiasi, tentu Anda tidak langsung menyetujui tawaran yang diajukan
lawan bicara Anda. Seringkali, Anda justru mendapatkan peluang lebih besar dan
solusi yang lebih bernilai begitu Anda menegosiasikannya dengan lawan bicara
Anda.
Mencegah masalah
Konflik dapat diselesaikan melalui negosiasi. Banyak permasalahan dalam bisnis
yang membutuhkan negosiasi panjang untuk penyelesaian. Maka dari
itu, negotiation skill penting untuk dipelajari.
Sebab negotiation skill memungkinkan Anda untuk beradaptasi dengan
perubahan situasi dan mencegah timbulnya persoalan serius menjadi masalah
nyata.
139
Dalam pekerjaan apa pun, karyawan akan menemui berbagai situasi yang dapat
menimbulkan stress. Negotiation skill dapat membantu karyawan untuk
meminimalisir potensi stres di lingkungan kerja.
Contohnya, karyawan dapat bernegosiasi dengan rekan kerja untuk pembagian
tugas, bernegosiasi dengan atasan untuk jadwal penyelesaian tugas, dan
sebagainya.
Negotiation skill yang baik memungkinkan terciptanya lingkungan kerja yang
harmonis di kalangan karyawan.
Menyelesaikan Konflik
Salah satu fungsi utama negosiasi adalah menyelesaikan konflik. Saat terjadi
perselisihan di antara karyawan, sesi negosiasi antara pihak yang berseteru
akan menyelesaikan konflik dan masing-masing pihak akan pulang dengan solusi
yang sama-sama bermanfaat.
Penerapan Conflict Management Di Perusahaan
Penutup
Negotiation skill sering dianggap sebagai keahlian yang umumnya hanya dimiliki
karyawan dengan tingkat kedudukan yang tinggi. Padahal, karyawan pada level
mana pun mesti memiliki kemampuan ini.
Namun bagi HR, skill ini mutlak mesti dimiliki dan dilatih terus menerus. Saat ini,
karyawan kian proaktif menyampaikan pendapatnya dengan berani. Sehingga
dibutuhkan negotiation skill yang mumpuni untuk menghadapi mereka.
140
Risk Management: Definisi dan Peran
Tim HR
Share
141
Fokus utama HR risk management adalah untuk mengawasi kinerja seluruh
pegawai untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, memitigasi, dan mencegah risiko
ketenagakerjaan di masa mendatang. Mengingat masalah ketenagakerjaan bukan
hal mudah untuk dihadapi.
Avoidance
Avoidance adalah ketika HR menghindari sikap, keputusan, atau perbuatan yang
berpotensi meningkatkan risiko
Retention
Ketika HR menerima dan mengakui risiko yang ada, karena menghindari risiko
akan memperburuk keadaan.
Pencegahan kerugian
Pencegahan kerugian akan dilakukan oleh ketika sautu maslaah tidak bisa
dihindarilagi. Tim HR harus bertindak untuk meminimalisir kerugian yang lebih
tinggi.
Transfer
Ketika HR mendelegasikan pemecahan atau penanganan masalah kepada pihak
ketiga, karena kewenangan yang bisa diambil oleh mereka lebih besar dibanding
tim HR.
142
Seperti yang telah diulas di atas, HR risk management untuk memitigasi potensi
risiko dari sisi kepegawaian. Artinya, semua ranah kewenangan HR adalah
area risk management dapat dipraktikkan oleh tim HR.
Rekrutmen
Ada risiko yang mungkin terjadi dalam proses rekrutmen. Salah satunya adalah
risiko diskriminasi terhadap kandidat.
Untuk menghindari diskriminasi, tim HR dapat memberikan pelatihan kepada
perekrut untuk mengetahui bias-bias yang harus dihindari selama proses
rekrutmen berlangsung. Mulai dari menyortir resume hingga sesi interview kerja.
Pengelolaan data
Kebocoran data ada di mana-mana, tetapi jangan menganggap hal ini sebagai
suatu kewajaran.
Tim HR harus mengelola kerahasiaan data kandidat sekaligus pegawai sebaik-
baiknya agar tidak bocor atau disalahgunakan oleh pihak lain. Karena data
tersebut adalah data perusahaan yang bersifat rahasia.
Compliance
Tim HR harus memastikan semua hal kegiatan ketenagakerjaan sesuai regulasi.
Tim wajib memantau kebijakan dan operasional terkait tenaga kerja mematuhi
peraturan pemerintah dan UU Ketenagakerjaan. Pastikan pula tim Anda
mengikuti perkembangan terkini tentang regulasi ketenagakerjaan.
Etika
Tim HR harus mengedepankan etika di lingkungan kerja.
Tak hanya untuk tim Anda saja, tetapi juga dorong karyawan lain untuk bekerja
sesuai etika. Penerapan tata kelola karyawan dan prosesrekrutmen secara etis
akan mencegah risiko konflik di masa mendatang.
143
HR harus memastikan bahwa semua karyawan mendapatkan akses untuk
perkembangan kariernya. Baik mengikuti program learning and
development , mentoring, coaching, juga promosi jabatan.
K3
Setiap perusahaan memiliki standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hal ini
melindungi karyawan dari hal-hal tak diinginkan di lingkungan kerja.
Tugas tim HR adalah mendorong perusahaan memenuhi standar K3 sesuai UU
Ketenagakerjaan dan PP 50 Tahun 2012.
Peran HRD Dalam Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)
144
Bagaimana HR berperan dalam risk management?
145
Risiko dapat dicegah, sehingga potensi kemunculannya dapat ditekan sedini
mungkin. Ada cara-cara yang bisa dilakukan oleh tim HR untuk meminimalisir
kemunculan risiko di tempat kerja.
#3 Ikuti undang-undang
Seperti yang telah disinggung di atas. Ikuti perubahan regulasi
ketenagakerjaan. Pastikan, perusahaan tidak melanggar peraturan pemerintah
maupun undang-undang.
Misalnya, perusahaan wajib membayar karyawan sesuai upah minimum kota atau
propinsi (UMK/P) dan perusahaan wajib mengikuti regulasi jika tidak sanggup
membayar pegawai sesuai UMK.
146
Penutup
Risk management tidak hanya dilakukan jajaran manajerial maupun tim public
relation saja. Tim HR pun wajib memilikinya guna meminimalisir risiko
ketenagakerjaan.
Oleh karena itu, tim HR harus mampu mengidentifikasi potensi risiko yang akan
muncul, memiliki manajemen risko dengan baik, serta mengetahui pihak yang
akan terlibat dalam pengambilan keputusan.
Urusan pekerjaan dan masalah pribadi seringkali memicu stres, maka dari itu,
individu yang telah bekerja butuh memiliki stress management agar dia dapat
tetap berfungsi dengan baik di tempat kerjanya.
Stres mesti dikelola. Stres yang dinormalisasikan dan didiamkan berlama-lama
tanpa pengelolaan yang tepat, sama seperti menumpuk beban negatif dalam diri
individu, dan pada akhirnya individu akan meledak dengan sendirinya.
Manifestasi ‘ledakan’ karena stres menumpuk itu bisa berupa
perasaan burnout, kehilangan minat dan motivasi kerja, kehilangan daya
konsentrasi, dan cepat teriritasi secara emosi.
147
Stres juga dapat memengaruhi individu secara fisik, berdampak pada kesehatan
individu dalam jangka pendek ataupun panjang. Stress berlebih menurunkan
imunitas, menyebabkan individu mudah lelah dan rentan sakit.
148
Mengapa Stress Management Perlu Diterapkan Di
Tempat Kerja?
Khusunya jika Anda adalah pekerja atau pihak yang mengelola pekerja, stress
management sepatutnya diterapkan di tempat kerja.
Sebagaimana kita tahu stres dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik
maupun fisik, penerapan stress management yang baik akan memberikan
manfaat bagi organisasi Anda.
Berikut adalah beberapa manfaat stress management.
Meningkatkan Produktivitas
Pengelolaan stres yang baik akan mencegah karyawan merasa burnout lebih
cepat. Dengan demikian, karyawan akan terus termotivasi untuk bekerja dan
menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.
Artikel terkait: 9 Strategi HR Mengatasi Karyawan Burnout
149
Peran HR dan Manajer Dalam Stress Management di
Tempat Kerja
Tim human resource dan para manajer dapat terlibat dalam membantu karyawan
menerapkan stress management. Berikut adalah peranan yang dapat
dilakukan HR dan manajer.
150
Beberapa perusahaan di Amerika Serikat mulai serius menyikapi kesehatan
mental karyawannya. Tak sedikit perusahaan yang
memberikan wellness/wellbeing programs dalam paket benefit dan remunerasi.
Program yang disediakan antara lain layanan konseling psikologi, gym
membership, company social event, time-off, dan sebagainya.
Penutup
Stres berasal dari banyak sumber. Sering kali, stres sangat memengaruhi
kesehatan mental dan produktivitas individu di tempat kerjanya.
Oleh karenanya, penting bagi individu yang telah bekerja untuk mengetahui dan
memahami risiko stres serta cara pengelolaannya.
Remunerasi: Definisi, Jenis, dan Tipe
Share
Sering kali, karyawan menganggap remunerasi adalah gaji. Namun, bagi beberapa
perusahaan, remunerasi bukanlah gaji.
Kendati keduanya berbeda mengenai komponen upah, tetapi remunerasi bukan
sekadar kegiatan bayar membayar belaka. Ada konsep perhitungan remunerasi
atas kontribusi dan kinerja karyawan dalam suatu perusahaan.
151
Saat ini, tak sedikit kandidat yang memahami bahwa bernegosiasi remunerasi
adalah hal penting ketika interview kerja. Mereka telah mengerti bahwa
kompensasi yang berhak diterima bukan sebatas upah dasar.
Studi dari International Institute for Asian Studies (IIAS) menunjukkan
bahwa pertumbuhan pembayaran CEO meningkat tajam melampaui
pertumbuhan revenue dan profit perusahaan. Hal ini berkaitan dengan
perhitungan remunerasi yang diterima direksi dan karyawan memiliki gap yang besar.
152
Deliveree, salah satu perusahaan rintisan logistik di Indonesia, memasukkan
komponen refund laundry dan cost living (biaya kost) untuk
karyawannya. Sedangkan, perusahaan lain tidak merasa perlu memasukkan hal
itu dalam remunerasi.
Sistem remunerasi aparatur sipil negara (ASN) membuatnya berdasarkan
golongan. Karena jabatan dan tugas ASN pun dibuat secara golongan. Semakin
tinggi golongan, semakin tinggi pula besaran gaji pokoknya, dan semakin besar
pula tunjangan yang akan diterima.
Slip Gaji Karyawan, Contoh dan Langkah Pembuatan
3 Jenis Remunerasi
Remunerasi terbagi dalam tiga jenis.
Mereka adalah fixed remuneration (remunerasi tetap), variable
remuneration (remunerasi variabel), dan incidental remuneration (remunerasi
insidental). Mari, cek jenisnya satu per satu.
Fixed remuneration
Fixed remuneration bersifat tetap dan telah ditetapkan sebelumnya, meski
situasinya berubah. Remunerasi ini disebut juga direct remuneration, yang
komponennya adalah upah pokok per jam atau gaji, komisi, dan bonus.
Variable remuneration
Variable remuneration atau indirect remuneration adalah komponen tidak
langsung atau tergantung pada variabel yang ada dalam pekerjaan karyawan dan
biasanya umumnya berdasarkan kinerja karyawan.
Komponennya antara lain upah lembur, tabungan pensiun, akomodasi
(makanan, housing cost, transportasi), asuransi kesehatan, dan lainnya.
Incidental remuneration
Remunerasi insidental tidak terikat secara spesifik pada tugas dan tanggung
jawab karyawan, sehingga meskipun tanpa kesepakatan kontrak kerja sama,
terkadang karyawan tetap berhak menerimanya.
Contohnya, reimburse biaya perjalanan yang dilakukan oleh karyawan sewaktu-
waktu.
Permintaan Slip Gaji Ke Kandidat, Haruskah?
153
Pada umumnya, perusahaan memiliki cara masing-masing dalam penyusunan
remunerasi. Remunerasi ini tergantung pada jenis industri maupun kebijakan
perusahaan.
Misalnya, remunerasi di perusahaan batu bara dan migas akan berbeda dengan
perusahaan perbankan.
Remunerasi perusahaan migas berlimpah insentif, asuransi, dan beragam
bonus, mengingat jenis pekerjaan yang dilakukan tergolong berisiko tinggi bagi
sebagian besar karyawan. Terutama mereka yang bertugas di kilang atau sumur
migas.
Remunerasi perusahaan perbankan akan memasukkan bonus performa
karyawan pada posisi sales, karena mereka bertugas menarik nasabah baru.
Remunerasi perusahaan media akan menyusun berdasarkan jumlah berita yang
disetorkan, gaji pokok, reimbursement biaya berlangganan paket internet atau
transportasi bagi reporter.
Di Amerika Serikat, penyusunan remunerasi akan
mempertimbangkan persyaratan pelarangan diskriminasi kepegawaian yang
berkaitan dengan kelas sosial, ras atau etnis, agama, jenis kelamin, usia,
disabilitas, dan lainnya.
Blended Workforce: Pengertian & Manfaat Bagi Organisasi
154
#1 Gaji pokok
Gaji pokok adalah kompensasi tetap yang diterima karyawan di luar bonus
tambahan dan komisi. Gaji pokok tidak akan berubah, meskipun situasi pekerjaan
berubah, kecuali perusahaan mengganti perhitungan gaji.
#2 Upah
Upah adalah kompensasi yang diterima karyawan atas jasanya kepada
perusahaan. Biasanya, dibuat berdasarkan per jam atau per jumlah tugas yang
diselesaikan.
Contohnya, pekerja media yang menerima gaji pokok, tetapi juga menerima upah
dari setiap jumlah berita yang disetorkan setiap hari dan dihitung per bulan.
#3 Komisi
Komisi diberikan sebagai bonus atas pelaksanaan jasa tertentu atau
keberhasilan penjualan produk yang dicapai oleh karyawan. Komisi sangat umum
diterima oleh karyawan bagian penjualan dan pemasaran.
#4 Tip
Perusahaan terkadang memberikan tip atas pelayanan karyawan. Pelanggan
atau klien memberikan tip yang kemudian akan dikumpulkan dan dibagikan
merata kepada karyawan.
#5 Insentif tunai
Insentif tunai diberikan untuk memotivasi karyawan mencapai target. Biasanya,
diberikan kepada karyawan yang berhasil mencapai target tertentu yang
ditetapkan oleh manajemen.
#6 Bonus liburan
Sebagian perusahaan memberikan bonus liburan berdasarkan performa, tetapi
ada juga yang memberikan bonus liburan dengan nominal sama rata. Biasanya,
bonus liburan umumnya diberikan saat akhir tahun.
#7 Account funds
Ada perusahaan yang menggunakan rekening tersendiri untuk membiayai
perjalanan, akomodasi makanan, dan biaya hiburan untuk perjalanan bisnis.
#8 Dividen
155
Perusahaan yang telah terdaftar di bursa efek biasanya membagikan dividen
atas hasil usahanya dalam periode tertentu.
HR Wajib Tahu: Langkah Membuat Struktur Skala Upah
Penutup
156
Remunerasi adalah salah satu daya tarik yang dapat dijual oleh perusahaan
untuk menarik minat dan menjaga loyalitas karyawan dan kandidat di luar sana.
Penyusunan remunerasi pun akan menjadi ajang kompetisi di kalangan
perusahaan untuk mendapatkan kandidat terbaik.
Idealnya, remunerasi adalah proses yang berasaskan pada kelayakan,
berdasarkan kinerja karyawan, serta mempertimbangan tenaga dan waktu yang
telah dikeluarkan oleh karyawan untuk bekerja di perusahaan.
Hal ini bertujuan untuk memberikan penghargaan yang layak agar karyawan
hidup sejahtera
HR Wajib Tahu: Langkah Membuat
Struktur Skala Upah
Share
157
Apa yang Dimaksud Dengan Struktur Skala Upah?
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Republik
Indonesia Nomor 1 Tahun 2017, struktur skala upah merupakan susunan tingkat
upah dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi atau dari yang tertinggi
sampai yang terendah, yang memuat kisaran nominal upah dari yang terkecil
sampai dengan yang terbesar untuk setiap golongan jabatan.
Selanjutnya, Permenaker tersebut dijadikan sebagai dasar regulasi dalam
penyusunan struktur skala upah oleh perusahaan di Indonesia. Permenaker juga
menjelaskan bahwa setiap perusahaan wajib membuat struktur skala upah bagi
karyawannya.
Pasal 21 ayat (1) PP 36/2021 tertulis bahwa pengusaha wajib menyusun dan
menerapkan struktur dan skala upah di perusahaan dengan memperhatikan
kemampuan dan produktivitas perusahaan.
158
Secara umum, dua unsur yang berpengaruh terhadap struktur skala upah.
Mereka adalah kemampuan perusahaan serta produktivitas.
Selain itu, mengacu pada pasal 21 ayat (3) PP 36/2021, paling tidak struktur skala
upah wajib memperhitungkan unsur golongan jabatan dari karyawan.
Adapun untuk menyusun struktur skala upah, tim HR dapat menggunakan salah
satu dari tiga metode ini.
Setiap metode memiliki langkah yang berbeda. Berikut ini, langkah menyusun
struktur skala upah:
159
golongan jabatan yang telah dikelompokkan pada langkah 3 ke dalam kolom
golongan jabatan.
Tentukan rentang untuk masing-masing golongan jabatan.
Gunakan upah terendah sama dengan upah tengah terendah, dan upah
tertinggi sama dengan upah tengah tertinggi.
Hitung upah tengah antara upah tengah terendah dan upah tengah tertinggi
dengan menggunakan garis lurus: Y= a+b(x).
Hitung upah terkecil dan upah terbesar masing-masing golongan jabatan
dengan menggunakan rumus-rumus pada tabel rumus skala upah pada
lampiran Permenaker.
160
Seorang karyawan dikatakan produktif apabila ia sudah memenuhi etika, konsep,
dan efisiensi. Sedangkan, faktor produktivitas kerja adalah input dan output.
Jika produktivitas kerja sudah diterapkan, lalu apa indikatornya? Bagaimana pula
cara mengukurnya?
Tenang, pada artikel ini akan dijelaskan indikator produktivitas kerja dan cara
mengukurnya. Mari simak pembahasan berikut!
Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu berkaitan dengan sejauh mana karyawan mampu
menyelesaikan pekerjaan guna mengoptimalkan waktu yang diberikan secara
efektif.
Karyawan yang berhasil mengoptimalkan ketepatan waktu dalam bekerja, maka
ia dapat melakukan aktivitas lain terkait pekerjaannya, sehingga akan
berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan.
Akselerasi dan kecepatan penyelesaian tugas yang tepat dari seorang karyawan.
Menggunakan waktu secara efisien adalah hal yang penting.
Pengembangan Diri
161
Ini bisa terlihat dari sosok karyawan yang senantiasa megembangkan diri untuk
meningkatkan kemampuan kerjanya. Mereka cenderung semangat dan kerap
terlihat sering melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan skill-nya.
Komitmen
Indikator produktivitas kerja yang terkahir yaitu komitmen. Karyawan yang
memiliki rasa komitmen tinggi cenderung akan mempunyai motivasi kerja yang
tinggi, sehingga karyawan tersebut secara otomatis akan bertanggung jawab
terhadap tugas pekerjaannya.
8 Faktor yang Memengaruhi Karyawan Bahagia
Dari mana kita tahu produktivitas kerja karyawan kita sedang rendah? Dari mana
pula kita tahu bahwa produktivitas kita sedang baik-baik saja?
Secara fundamental, ada dua standar utama untuk mengukur produktivitas,
yaitu produktivitas fisik dan produktivitas nilai.
Secara fisik produktivitas diukur secara kuantitatif, sedangkan secara nilai
produktivitas diukur atas dasar kemampuan dan sikap perilaku dalam
menyelesaikan pekerjaan.
Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengukur produktivitas kerja.
Menyelesaikan pekerjaan
Pendekatan lain adalah berkonsentrasi pada berapa banyak tugas yang
diselesaikan oleh karyawan.
Dalam metode pengukuran produktivitas ini, sering kali ditemukan pihak
manajemen kurang memperhatikan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
tugas. Sebaliknya, mereka fokus untuk menyelesaikan produk akhir.
162
Manajemen waktu
Perusahaan dapat menggunakan bantuan piranti lunak dalam memantau waktu
yang dihabiskan untuk menyelesaikan suatu produk. Mulai dari membuat hingga
menjualnya, sehingga waktu kerja yang digunakan oleh karyawan lebih efektif.
Penggunaan piranti lunak dapat memantau sejauh mana proges yang dimiliki
oleh setiap karyawan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
Pelaporan longitudinal
Manfaat terbesar untuk mengukur produktivitas kerja karyawan adalah
pelaporan longitudinal, di mana HRD dapat menghitung produktivitas kerja
karyawan selama periode tertentu.
Hal itu memungkinkan HRD mengidentifikasi pola dan kebijakan yang dapat
memengaruhi cara perusahaan mengelola karyawan dan/atau mempekerjakan
dan memberhentikan karyawan.
Mengukur efisiensi dan produktivitas kerja dalam jangka panjang juga dapat
membantu HRD untuk memutuskan siapa yang harus menerima promosi atau
bonus.
Selain itu, jenis pengukuran ini dapat berperan memprediksi seberapa banyak
tugas atau produk yang diselesaikan dalam kurun waktu tententu sesuai yang
ditargetkan oleh manajemen.
163
Berikut beberapa manfaat dan keuntungan dari produktivitas kerja karyawan
antara lain:
#1 Meningkatkan keuntungan
Jika tenaga kerja Anda produktif dan berdedikasi pada pekerjaan mereka,
kualitas dan kuantitas pekerjaan mereka akan meningkat. Ini berarti hasil yang
lebih besar dan Anda akan mencapai tujuan Anda sebagai hasilnya.
164
Seorang karyawan yang sangat produktif, terutama yang dihargai atas kerja
kerasnya, dapat memotivasi karyawan lain, sehingga akan berdampak terhadap
suasana kerja yang kompetitif dan sehat di dalam perusahaan.
9 Strategi Memelihara Ownership Karyawan di Tempat Kerja
Penutup
HRD harus memiliki indikator tersendiri dalam menentukan dan menilai sebuah
produktivitas kerja yang dimiliki oleh seorang karyawan. Karena apabila
dilakukan tanpa standar atau indikator yang jelas, maka penilaian produktivitas
kerja karyawan akan tidak objektif.
Hal ini untuk menghindari bentuk kesalahan yang dapat berakibat terhadap
produktivitas bisnis perusahaan.
165
Pembaca yang saat ini tengah memulai karier sebagai staf HRD, mungkin mulai
merasa tertarik dengan prospek pekerjaan ini.
Jika ya, tujuan awal Anda adalah mengejar posisi sebagai HR Manager. Untuk
itu, Anda harus mengetahui dengan pasti apa saja tugas dari HR Manager. Tidak
hanya itu, mari ketahui juga kriteria dan kualifikasi untuk menjadi seorang HR
Manager.
166
Tapi apa sebenarnya fokus dari pekerjaan seorang HRD manager?
Sebagai praktisi HR, tentu kita sudah tahu betapa vitalnya divisi HR di dalam
sebuah perusahaan. Tanpa adanya SDM, perusahaan tidak akan bisa beroperasi.
Tidak cukup sampai di situ, perusahaan juga butuh SDM yang kompeten untuk
membantu business goal dapat tercapai.
Fokus pekerjaan HRD manager adalah memastikan sumber daya manusia di
perusahaan dapat berfungsi dengan baik dan bisa membantu perusahaan
mencapai tujuan semaksimal mungkin. Kepala divisi SDM ini harus bisa
mengelola karyawan sebaik mungkin agar mereka dapat mengeluarkan performa
yang baik.
Namun, posisi ini juga harus memastikan bahwa perusahaan bisa memberikan
kompensasi yang baik dan sesuai kepada karyawannya.
Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat apa saja tugas dan tanggung jawab HRD
manager berikut ini.
167
Merancang, mengelola, dan mengendalikan anggaran belanja human
resources.
Melakukan perencanaan tenaga kerja dan merancang sistem rekrutmen dan
seleksi yang efektif.
Merancang program pengembangan karyawan dan pemimpin seperti training,
upskilling/reskilling, atau coaching, berdasarkan identifikasi berbasis data.
Memonitor kebijakan pengupahan (seperti survei gaji tahunan), menjaga
program comben tetap kompetitif.
Mereviu analisis beban kerja, serta memastikan job description tiap bagian
sudah sesuai dengan porsinya masing-masing.
Mendukung jalannya bisnis perusahaan melalui pengembangan dan
produktivitas karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang positif, hingga
membuat kebijakan baru sesuai kebutuhan.
Merancang SOP perusahaan beserta segala prosedur yang terkait dengan
human resources.
Menganalisis produktivitas dan efektivitas kerja melalui evaluasi kinerja
karyawan.
Merancang strategi retensi dan succession plan.
Melaporkan proses dan hasil kerja kepada atasan.
Sampai sini terlihat bahwa tugas HRD manager cukup banyak, ya! Sebagai posisi
manajerial, wajar jika ranah pekerjaannya lebih ke identifikasi, analisis,
merancang strategi, mengawasi, dan mengevaluasinya.
Sekarang, mari kita cek apa saja yang jadi tanggung jawab seorang HRD
manager di perusahaan.
168
berjalan lancar dan berani mengambil inisiatif benefit yang kompetitif dengan
pasar.
Mengembangkan dan memonitor kerja tim HRD
HRD manager tidak boleh terlalu fokus dengan strategi dan program MSDM-
nya. Ia juga harus memperhatikan timnya sendiri. Ia harus pandai dalam membagi
tugas dan memonitor aktivitas staf HRD. Sebuah nilai plus jika HRD manager
memberikan kesempatan bagi stafnya untuk mengembangkan diri juga.
Mempertanggungjawabkan seluruh inisiatifnya kepada manajemen dengan
berbasis data
HRD manager harus bisa menyusun laporan rutin dan menyiapkannya dalam
bentuk data. Data tersebut akan membantu manajemen (dan mereka sendiri)
untuk melihat apa yang perlu ditingkatkan dari strategi Anda, apa yang harus
dihilangkan, memperkirakan risiko, dan sekadar membuat mereka semakin puas
jika data memperlihatkan hasil yang bagus!
Penutup
Bagaimana, setelah membaca tentang peran dan tanggung jawab seorang HRD
manager, apakah Anda masih tertarik menjadi salah satunya?
Jika Anda masih merasa kurang pede, jangan khawatir! Semua orang bisa belajar
untuk jadi HRD manager yang baik kapan saja. Sudah banyak juga pelatihan
dan sertifikasi untuk menjadi HRD manager berkualifikasi.
169
Employee Relationship: 6 Masalah Ini
Sering Terjadi di Perusahaan
Employee Relationship adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh tim
HR.
Mustahil jika hubungan yang berlangsung sekitar 40 jam per minggu antara
karyawan dan perusahaan tak menimbulkan friksi. Perbedaan akan selalu ada,
tetapi kedua belah pihak perlu menyelaraskan pandangan untuk mencapai tujuan
organisasi.
170
Oleh karena itu, kedua pihak memerlukan bantuan tim HR. Tim akan melakukan
yang terbaik untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di tempat kerja.
Ketika tim HR turun tangan, bukan berarti setelah itu perusahaan bebas
masalah. Perusahaan akan menghadapi masalah employee relationship dari
waktu ke waktu.
171
Berdasarkan laman Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD),
masalah utama pemberi kerja adalah apakah mereka melengkapi manajer dengan
keterampilan employee relationship atau tidak.
Seorang manajer, supervisor, atau pemimpin tim kecil perlu membangun iklim
positif dengan anggota timnya. Tujuannya agar anggota meningkatkan
kontribusinya terhadap kinerja bisnis.
Dengan keterampilan employee relationship, manajer akan lebih percaya diri dan
memiliki kompetensi dalam mengelola tim.
Penelitian CIPD bertajuk Managing Conflict in the Modern
Workplace menunjukkan bahwa manajer lini mengaku paling sulit untuk
mengelola konflik dan mengelola percakapan yang sulit. Dari sini terlihat manajer
lini membutuhkan keterampilan employee relationship lebih spesifik untuk
meningkatkan hubungan kerja di organisasi.
Memahami Konsep Employee Engagement dan Manfaatnya
172
#1 Jam kerja
Jam kerja adalah salah satu masalah yang sering terjadi dalam employee
relationship. Sering kali terdapat perdebatan antara karyawan dan atasannya
soal hal ini.
Karyawan mengklaim telah bekerja lebih lama dibanding waktu yang telah
ditentukan. Sedangkan tim leader berpendapat sebaliknya, karena daftar
presentasi merekam keterlambatan karyawan. HR berada di tengah pertikaian
tersebut. Ya, menyebalkan.
Untuk menengahi atau meminimalisir pertikaian semacam itu, tim HR harus
mengecek dan mengingatkan kembali tentang peraturan jam kerja. Ingatkan pula
tentang sanksi jika karyawan terlambat datang ke kantor atau mekanisme
lembur.
Misalnya, tulis kembali aturan jam kerja dalam bentuk salindia, lalu kirim ke
semua surel karyawan. Jika perlu, cetak peraturan tersebut dan tempel di
ruangan yang bisa dilihat semua karyawan.
Hal tersebut dapat mendorong mereka mengelola jadwal kerja secara efisien.
Jika ada selisih pendapat tentang jam kerja muncul lagi, HR dapat menggunakan
peraturan perusahaan sebagai referensi dan melihat jenis tugas yang sedang
dikerjakan oleh karyawan.
#2 Waktu kehadiran
Selain jam kerja, waktu kehadiran karyawan juga sering memicu konflik.
Mungkin ini adalah masalah yang tak kunjung henti di organisasi Anda, seperti
terlambat datang ke kantor tetapi durasi kerja lebih dari sembilan jam, tidak
menghadiri rapat, atau tidak mengisi data presensi (fisik atau digital).
Misal karyawan bekerja dari pukul 10.00-21.00 tetapi datang terlambat ke kantor
(jam kerja mulai 09.00) dan tim leader hanya fokus pada waktu kedatangan,
sehingga keduanya berselisih paham.
Solusinya, HR bertanya ke karyawan dan tim leader secara terpisah, lalu
pertemukan keduanya. Beritahukan kegelisahan tim bantu agar dia bisa
meningkatkan produktivitas dan sesuai compliance.
173
Dalam employee relationship, HR bersama pimpinan dan manajemen membuat
Struktur dan Skala Upah (SSU), mekanisme kenaikan gaji, serta tunjangan yang
diperoleh masing-masing level karyawan.
#5 Konflik interpersonal
Konflik interpersonal sudah menjadi masalah umum di dunia kerja. Masalah ini
terjadi karena persoalan pribadi, perbedaan sudut pandang, atau terkait
pekerjaan.
Konflik ini akan memengaruhi komunikasi dan produktivitas kerja, bahkan bisa
berakhir dengan perkelahian fisik.
Di sini, mereka memerlukan peran HR dalam membantu keharmonisan hubungan
antar karyawan. Jika konflik muncul, Anda bisa mendengarkannya dari kedua
sisi, berempati, dan menjadi pendengar yang aktif.
#6 Keselamatan kerja
Kecelakaan kerja menjadi mimpi buruk bagi perusahaan. Itulah sebabnya setiap
perusahaan harus terus berupaya dalam mempromosikan keselamatan di tempat
kerja. Hal ini berlaku untuk semua industri bisnis.
Untuk memastikan keselamatan kerja, HR dapat menyediakan peralatan
keselamatan yang sesuai kepada karyawan (misal masker, kacamata, dan sarung
tangan) hingga memastikan langkah-langkah keamanan kerja yang diperlukan
tersedia.
K3 (Kesehatan, Keselamatan Kerja), Mengenal Peran HRD Di Dalamnya
174
Skill Set Untuk Menangani Employee Relationship
Sebagai HR yang harus menghadapi masalah karyawan, Anda memerlukan skill
set untuk mengelola employee relationship serta memaksimalkan kemampuan
keterlibatan mereka terhadap perusahaan.
Leadership
Memiliki keterampilan leadership bukan berarti Anda menjadi pemimpin.
Keterampilan ini bisa Anda gunakan ketika menyelesaikan konflik antar
karyawan.
Emotional intelligence
Sebagai HR yang menangani masalah employee relationship, Anda harus
mengasah emotional intelligence. Karena tugas penyelesaian konflik menuntut
Anda untuk mengontrol perilaku orang lain, melakukan persuasi dengan baik,
memahami sudut pandang lain, dan berempati.
Mengidentifikasi masalah
Tak ada salahnya Anda mempertajam skill set mengidentifikasi masalah. Dengan
keterampilan itu, Anda dapat memahami apa saja masalah di kantor,
mengidentifikasi masalah yang akan muncul, dan menyelesaikannya sebelum
menjadi masalah menjadi serius.
Mindset strategis
HR harus memiliki mindset strategis. Keterampilan ini mendorong Anda untuk
mengidentifikasi tren di dunia kerja dan cara penerapannya. Poin ini sangat
penting, karena tren keterlibatan karyawan berubah, apalagi sejak pandemi
COVID-19.
Mindset inovatif
Memiliki mindset inovatif berarti tidak takut menjajal hal baru. Bila mengetahui
cara baru untuk meningkatkan keterlibatan atau fasilitas karyawan selama
pandemi, tak ada salahnya Anda memperkenalkan cara itu disesuaikan dengan
budaya organisasi.
175
Ketangguhan
Skill ketangguhan wajib dikuasai oleh HR. Karena Anda harus mampu membuat
keputusan sulit, dapat menghadapi karyawan yang sulit berkompromi, atau harus
menyampaikan kabar buruk kepada karyawan, misal PHK.
Penutup
Keberhasilan perusahaan berkat campur tangan seluruh karyawannya. Oleh
karena itu, perusahaan –melalui HR– wajib memahami employee relationship
untuk mengetahui peran dan permasalahan karyawan. Jadi HR dapat
mengatasinya secara efektif.
Hubungan karyawan dan perusahaan yang baik bukan terlihat saat Anda
mengorganisir acara kantor. Namun hubungan tersebut menciptakan ruang
pertumbuhan karir karyawan yang telah berkontribusi terhadap perusahaan.
176
Pernahkah Anda menemukan kondisi dimana Anda kehilangan sebuah dokumen
perusahaan akibat keteledoran salah satu staf Anda dalam menyimpannya? Atau
Anda menemukan banyak dokumen dan barang expired yang bisa jadi berisiko
jika tercampur dengan dokumen atau barang baru?
Sebagai HRD, tentu Anda ingin melakukan sesuatu terhadap kondisi tersebut.
Adalah dikenal dengan sebutan 5S, yaitu sebuah inisiatif dalam membuat
lingkungan kerja menjadi lebih rapi, terstruktur, dan efisien. Tidak mengherankan
banyak perusahaan yang menerapkan inisiatif tersebut.
Jika Anda salah satu yang ingin mencoba menerapkan 5S ke dalam perusahaan
Anda, mungkin Anda ingin tahu informasi mengenai 5S. Berikut kami sajikan
informasi tersebut.
177
5S akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan teratur, sehingga akan
meningkatkan produktivitas kerja dan keselamatan bagi pekerja.
5S awalnya diperkenalkan oleh Henry Ford pada tahun 1972 dengan judul
CANDO; Cleaning up, Arranging, Neatness, Discipline, Ongoing improvement .
Setelah itu, dimodifikasi oleh Hiroyuki Hirano di tahun 1980 menjadi 5S seperti
yang kita kenal saat ini.
5S yang dimaksud dalam bahasa Jepang tersebut diantaranya
adalah Seiri, Seiton, Sheisou, Seiketsu, dan Shitsuke.
Dalam bahasa Indonesia sendiri, 5S memiliki padanannya sendiri, yaitu 5R. 5R
yang dimaksud adalah Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Berikut ini
penjelasan dari masing-masingnya:
Seiri/Ringkas
Seiri/Ringkas, merupakan kegiatan menyingkirkan barang-barang yang tidak
diperlukan sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja hanya barang yang
benar-benar dibutuhkan dalam aktivitas kerja.
Ini berdampak pada laju material bisa lancar tanpa mengalami hambatan seperti
adanya penumpukan dalam suatu proses yang akan berdampak kepada sulitnya
ditemukan permasalahan.
Tujuan dari Seiri/Ringkas adalah menyingkirkan atau membuang dari tempat
kerja semua item yang tidak digunakan lagi dalam pelaksanaan tugas atau
aktivitas.
Jika suatu item diragukan apakah masih digunakan atau tidak, item tersebut
perlu disingkirkan dari tempat kerja, dan disimpan di gudang. Apabila tidak
digunakan lagi, item itu langsung dibuang.
Seiton/Rapi
Seiton/Rapi, artinya segala sesuatu harus diletakkan sesuai posisi yang
ditetapkan sehingga siap digunakan pada saat diperlukan. Metode Seiton/Rapi
ini adalah merapikan kondisi seputar tempat bekerja.
Merapikan barang atau material dengan menggunakan konsep 5S pada
penerapan seiton berfungsi untuk mengidentifikasi alat yang dibutuhkan dan
memudahkan dalam mencari barang yang dibutuhkan maupun akan dibutuhkan.
Tujuan dari Seiton/Rapi adalah mengatur atau menyusun items yang diperlukan
dalam area kerja, kemudian mengidentifikasi dan memberikan label atau tanda,
sehingga setiap orang dapat menemukan barang-barang itu secara mudah dan
cepat.
Seisou/Resik
178
Seisou/Resik, merupakan kegiatan membersihkan peralatan dan daerah kerja
sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik.
Penerapan metode 5S dengan konsep ini berfungsi untuk memastikan rasa
kepemilikan setiap karyawan terhadap kualitas produk yang akan dihasilkan oleh
perusahaan tersebut.
Tujuan dari Seisou/Resik adalah menjaga atau memelihara agar area kerja tetap
bersih dan rapi.
Seiketsu/Rawat
Seiketsu/Rawat, merupakan kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus
mematuhi ketiga tahap sebelumnya.
Konsep seiketsu/rawat adalah melakukan usaha seiri, seiton dan seiso secara
rutin dan jika perlu dilakukan sebuah pemeriksaan rutin yang melibatkan
manajemen dalam mengontrol dan mengawasi usaha yang telah dilakukan
karyawan.
Tujuan diterapkannya konsep seiketsu/rawat adalah untuk menstandardisasikan
atau menciptakan konsistensi implementasi seiri, seiton dan seiso.
Shitsuke/Rajin
Shitsuke/Rajin, yaitu pemeliharaan kedisiplinan pribadi masing-masing pekerja
dalam menjalankan seluruh tahap 5S. Penerapan konsep shitsuke/rajin adalah
membuat agar kedisiplinan menjadi suatu kebiasaan.
Tujuan diterapkannya shitsuke/rajin adalah menjamin keberhasilan dan
kontinuitas program 5S sebagai suatu disiplin.
179
Menerapkan 5S memiliki banyak manfaat baik bagi perusahaan maupun
karyawan. Berikut ini manfaat utama menerapkan 5S:
Efisiensi
Sistem 5S mendorong perusahaan untuk meningkatkan upaya yang bertujuan
menghilangkan pemborosan dari proses manufaktur dan secara keseluruhan
meningkatkan laba perusahaan.
Hal ini dilakukan melalui peningkatan produk dan layanan, dan dengan demikian
menurunkan biaya.
Peningkatan Keselamatan
“Limbah” yang akan dihilangkan dapat meningkatkan keselamatan pekerja,
contohnya jika terdapat “limbah” yang berpotensi menyebabkan pekerja
tersandung dan terluka.
180
Meningkatkan semangat kerja
Menjadikan rutinitas untuk menerapkan prosedur dan disiplin yang tepat untuk
menghindari kemunduran adalah salah satu tujuan utama dari 5S.
Praktik ini meningkatkan peluang untuk menghindari tempat kerja yang gelap,
kotor, tidak teratur, yang dapat menurunkan semangat kerja karyawan.
5S menciptakan lingkungan yang teratur dan bersih. Karyawan senang bekerja di
tempat kerja yang bersih dan menyenangkan.
Meningkatkan Kualitas
Dengan membuat tempat kerja terlihat dan bersih, kualitas keseluruhan
meningkat karena cacat tidak dapat disembunyikan. Cacat mulai berkurang dan
peningkatan First Time Acceptance (FTA) akan meningkat.
Seiri/Ringkas
Metode yang diterapkan pada konsep 5S untuk seiri ‘ringkas’ adalah
mendekatkan barang atau alat-alat yang dibutuhkan dalam sebuah proses.
181
Penerapan 5S seiri berfungsi untuk mengurangi pemborosan pencarian atau
dalam arti lebih luas adalah penghematan waktu pencarian dan waktu
pengambilan alat/material yang dibutuhkan.
Implementasi seiri dapat menggunakan “Red Tag System”, yaitu metode untuk
mengidentifikasi informasi dan barang-barang dalam area kerja yang tidak
diperlukan lagi dalam pekerjaan sehari-hari.
Setiap red-tagged item dicatat tanggalnya dan dipisahkan ke area penyimpanan
atau gudang. Jika item itu tidak digunakan setelah periode waktu tertentu,
katakanlah antara satu sampai enam bulan, maka item itu dapat dibuang.
Seiton/Rapi
Pada umumnya penerapan seiton dapat dilakukan dengan menempatkan barang
ataupun material menggunakan shadow board yang merupakan visual yang akan
sangat mudah dipahami oleh setiap level.
Contoh dari shadow board seperti jika kita menyediakan tempat untuk obeng,
maka dalam papan tersebut dibentuk gambar obeng sesuai dengan bentuk dan
ukuran obeng itu, karena hal ini akan sangat memudahkan penggunanya
mengidentifikasi barang mereka.
Seisou/Resik
Contoh penerapan 5S di perusahaan dengan menggunakan
metode seiso yaitu membersihkan tempat kerja diawal 5 menit sebelum kerja
dan 5 menit sebelum pulang setiap hari.
Bisa juga dengan cara membersihkan tumpukan-tumpukan kotoran seperti sisa-
sisa potongan bahan dari hasil potongan bahan atau material yang akan dibuat
menjadi produk.
Seiketsu/Rawat
Penerapan dari seiketsu/rawat adalah pembiasaan yang melibatkan semua
pihak. Pembiasaan ini bisa dilakukan dalam lingkup operasional perusahaan dan
menjadi hal yang dilakukan terus menerus untuk hasil yang maksimal.
Pembiasaan ini juga perlu melibatkan pihak manajemen. Misalnya, dengan cara
pembuatan prosedur yang mengatur seberapa sering kegiatan tersebut harus
dilakukan, siapa yang melakukan, bagaimana cara membersihkannya dan dengan
apa.
Semua praktik kerja harus berjalan dengan konsisten dan terstandar agar tidak
terjadi kemunduran kualitas.
Shitsuke/Rajin
182
Penerapan Shitsuke/rajin adalah mempertahankan dan memperbaiki secara
berkelanjutan dari 4S sebelumnya. Aktivitas pada langkah ini adalah memelihara
dan meninjau hal-hal yang telah terstandar secara berkala.
Anda mungkin tertarik: 7 Kiat Menerapkan Kantor Ramah Lingkungan
Penutup
Dapat disimpulkan, 5S ini merupakan suatu metode yang dapat membantu
meningkatkan efektivitas proses kerja, terutama bagi perusahaan manufaktur.
Dengan menerapkan tahapan dari 5S ini maka akan terbentuk suatu budaya
kerja yang efektif dan efisien.
183
Jika tempat kerja aman dan sehat, setiap karyawan akan dapat melanjutkan
pekerjaan mereka dengan efektif dan efisien.
Oleh karena itu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu
aspek penting dalam bekerja.
Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dan terdapat banyak bahaya dan
kecelakaan kerja pun tidak terhindarkan.
Pada akhirnya akan menimbulkan korban jiwa, kerugian materi bagi perusahaan
dan karyawan, mengganggu proses produksi serta merusak lingkungan.
Namun, apa itu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)? Serta bagaimana cara
menyusun K3? Simak penjelasan berikut ini!
184
Sementara menurut Occupational Safety Health Administrasi (OSHA),
pengertian K3 adalah aplikasi ilmu dalam mempelajari risiko keselamatan
manusia dan properti baik dalam industri maupun bukan.
Kesehatan keselamatan kerja merupakan multidisiplin ilmu yang terdiri atas
fisika, kimia, biologi dan ilmu perilaku dengan aplikasi pada manufaktur,
transportasi, penanganan material bahaya.
Indonesia juga memiliki undang-undang yang mengatur mengenai K3. Dasar
hukum undang undang K3 adalah UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun
2003 Pasal 86 ayat 1 dan 2 tentang pelaksanaan K3 serta pasal 87 ayat 1
tentang wajibnya perusahaan dalam menerapkan aturan K3. UU No.13 Tahun
2003 Pasal 86 (1) berbunyi, ”Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk
memperoleh perlindungan atas:
keselamatan dan kesehatan kerja;
moral dan kesusilaan; dan
perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai
agama.”
Pasal 87 ayat 1 tersebut berbunyi, “Setiap perusahaan wajib menerapkan
sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan
sistem manajemen perusahaan”.
Selain itu terdapat dasar hukum K3 dari PP 50 Tahun 2012 Pasal 1 Ayat 2 yang
berisi, ”Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disingkat K3 adalah
segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja.“
185
Fungsi dan peran K3 yang paling utama tentunya untuk melindungi pekerja dari
hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja atau berbagai potensi
penyakit yang bisa saja timbul di lingkungan perusahaan.
Selain itu, terdapat beberapa lagi yang menjadi poin penting dari fungsi maupun
peran K3 di lingkungan kerja, yaitu:
Sebagai petunjuk untuk melakukan identifikasi dan penilaian mengenai adanya
risiko dan bahaya bagi keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.
Membantu memberikan saran dalam perencanaan, proses pengelolaan, desain
tempat kerja, dan pelaksanaan kerja.
Sebagai petunjuk dalam memantau kesehatan dan keselamatan para pekerja di
tempat kerja.
Sebagai petunjuk dalam membuat desain pengendalian bahaya, metode,
prosedur dan program.
Memberikan saran mengenai informasi, edukasi, dan pelatihan mengenai
kesehatan dan keselamatan kerja.
Menjadi acuan untuk mengukur keefektifan tindakan pengendalian bahaya serta
program pengendalian bahaya di tempat kerja.
Ada konten khusus untuk pembaca setia HR NOTE. Konten ini menyediakan
pendapat kami tentang suatu topik tertentu. Konten PDF kali ini membahas
topik:
186
Apa Saja yang Menjadi Ruang Lingkup K3?
Penerapan K3 bisa dilakukan di mana saja. Tetapi, umumnya ada tiga tempat
yang dijadikan ruang lingkup K3. Ruang lingkup tersebut mencakup:
1. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja sebagai ruang lingkup dari K3 adalah lokasi atau tempat
dimana pekerjaan dilakukan baik di gedung maupun ruangan terbuka berdasarkan
jenis kegiatannya. Hal ini tentu saja perlu diatur dengan detail berdasarkan
protokol serta SOP yang berlaku.
Kondisi tempat kerja harus dipastikan aman dan nyaman contohnya jika dalam
ruangan maka perhatikan bagian ventilasi udara, suhu ruangan, penerangan, dan
lain sebagainya.
Sementara untuk pekerjaan di ruang terbuka, harus diperhatikan bagaimana
faktor-faktor alam dapat mempengaruhi tempat kerja.
2. Alat Kerja dan Bahan
Alat kerja dan bahan-bahan juga masih termasuk ruang lingkup K3 yang perlu
diperhatikan.
Bukan hanya pada alat kerjanya saja, namun bahan-bahan yang digunakan untuk
kegiatan bekerja juga harus dipastikan sudah sesuai standar keamanan,
keselamatan, dan kesehatan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Oleh karena itu, dibutuhkan pula pengaturan yang ketat namun tetap bisa
menyesuaikan agar dapat melindungi penggunanya yaitu para pekerja.
3. Metode Kerja
Metode kerja juga termasuk ruang lingkup K3 sebagai SOP atau panduan saat
melakukan pekerjaan. Hal ini harus diatur dengan detail dikarenakan menyangkut
pada keselamatan dan keamanan banyak pihak terutama pekerja yang
menangani langsung.
Oleh karena itu, metode kerja harus dirumuskan secara jelas dan berurutan
bersamaan dengan rangkaian langkah-langkah penyelamatan jika terjadi
kecelakaan serta risiko-risiko pekerjaan lainnya.
187
Setelah itu, HRD bisa juga mencari seorang ahli yang mampu mengelola
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tentunya harus
menyesuaikan dengan dimana industri perusahaan bergerak.
HRD sebagai divisi yang bersinggungan dengan sumber daya manusia berperan
besar dalam menyelenggarakan, mewadahi, serta bertanggung jawab menyusun
materi pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada karyawan secara
rutin.
Kerjasama dan komunikasi yang baik antara HRD dan unit K3 sangat penting
untuk menghasilkan kurikulum pelatihan yang tepat sasaran.
Hal ini semata-mata untuk meningkatkan budaya organisasi yang aktif dalam
mencegah kecelakaan kerja.
HRD perlu membangun budaya perusahaan yang sadar akan pentingnya
penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Saat budaya kerja yang sadar akan bahaya dan risiko kerja tercipta, maka
produktivitas kinerja karyawan akan meningkat.
Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selalu berkembang mengikuti
perkembangan risiko di lingkungan kerja yang kian beragam.
Komunikasi dalam penyediaan informasi memegang kontrol penting dalam hal ini.
HRD wajib menghimpun, menyimpan, menyediakan, dan memberikan informasi
antar unit atau divisi mengenai berbagai risiko kerja di perusahaan.
Contoh dari metode pemberian informasi mengenai keselamatan adalah sesi safety
talk sebelum melakukan pekerjaan.
Sehingga HRD menjadi jembatan antara divisi K3 dengan divisi-divisi atau unit kerja
lainnya.
188
Terdapat langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat Anda akan menyusun
K3. Diantaranya adalah:
2. Mencari ahli K3
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah merekrut atau mencari ahli K3.
Perusahaan dapat membuat divisi K3 yang berisi orang-orang yang ahli di
bidang ini atau dapat juga melakukan kerjasama dengan konsultan K3.
Jika tidak ingin merekrut karyawan baru, perusahaan dapat menggunakan Jasa
Konsultan K3 untuk menerapkan sistem manajemen K3.
5. Kegiatan Sosialisasi
Kegiatan sosialisasi ini harus diarahkan untuk mencapai tujuan. Sosialisasi ini
bertujuan untuk menyamakan persepsi dan motivasi terhadap pentingnya
penerapan Sistem manajemen K3 bagi kinerja perusahaan.
Sosialisasi juga bertujuan membangun komitmen menyeluruh mulai dari direksi,
manajer, staf, dan seluruh jajaran dalam perusahaan untuk bekerja bersama-
sama dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini.
189
6. Pengembangan Sistem manajemen K3
Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam tahap pengembangan
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) antara lain mencakup dokumentasi,
pembagian kelompok, penyusunan alur kerja, penulisan manual sistem
manajemen K3, prosedur dan instruksi kerja atau SOP kerja.
7. Penerapan K3
Setelah semua dokumen selesai dibuat, maka setiap kelompok kerja akan
kembali ke masing-masing divisi untuk menerapkan sistem K3 yang telah dibuat,
8. Proses Sertifikasi
Perusahaan juga terkadang membutuhkan sertifikasi K3 yang menyatakan
bahwa perusahaan benar-benar memiliki sistem yang layak.
Saat ini banyak lembaga sertifikasi sistem manajemen K3, perusahaan bisa
memilih misalnya, Lloyd’s register, BSI, SGS, TUV, BVQA, WQA, dll.
Penutup
Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah hak bagi setiap pekerja yang
penerapannya pun telah diatur oleh undang-undang.
K3 merupakan sistem manajemen yang menjamin keselamatan karyawan di
tempat kerja. Perusahaan perlu menerapkan sistem K3 yang baik, guna
menunjang produktivitas karyawan.
Dalam hal ini, diperlukan juga perhatian dari divisi human resource. HRD dapat
membantu program K3 dengan terlebih dahulu mengenal faktor risiko di
lingkungan kerja.
Komunikasi akan menjadi kunci penting dalam menyebarkan kesadaran akan
pentingnya K3 di lingkungan kerja.
190
Keunggulan dan Kelemahan
Menggunakan HRIS
Share
6 Komponen HRIS
191
Human Resources Information System (HRIS) merupakan piranti lunak yang
menggabungkan sejumlah sistem dan proses untuk mengelola sumber daya
manusia, proses bisnis, dan data yang mudah.
Saat ini, ada sejumlah jenama HRIS di Indonesia. Namun pada umumnya, sistem
tersebut memiliki enam komponen di bawah ini:
1. Database perusahaan
Komponen sistem HRIS yang penting adalah database. Sebagai database, HRIS
akan menyimpan data perusahaan dan karyawan. Data tersimpan dalam file
terpisah, sehingga HR mudah mengaksesnya sekaligus memperbarui data.
Pada umumnya, provider HRIS menawarkan fitur backup data secara otomatis.
Dengan hal tersebut HR tidak akan kehilangan data.
2. Pengatur keuangan
Komponen berikutnya adalah pengatur keuangan. Bagi divisi HR, menghitung
gaji, tunjungan, dan manfaat lain untuk karyawan adalah salah satu pekerjaan
utama.
Untuk menghindari kesalahan karena hitungan manual, praktisi HR dapat
memanfaatkan sistem ini. Pasalnya, HRIS menawarkan fitur mengotomatisasi
pembayaran gaji, tunjangan, komisi, insentif, dan pajak.
Jika perusahaan memiliki program bonus atau penghargaan terhadap kinerja
karyawan, komponen ini bisa menghitung besaran nilainya. Jadi penghitungan
bonus lebih akurat dan transparan.
3. Perekam waktu
Perekam waktu menjadi komponen penting dalam dunia bisnis. Karena
perusahaan dapat melacak waktu kehadiran para karyawannya.
Komponen ini bisa disambungkan dengan sistem kehadiran milik perusahaan
(biometrik, finger print, magnetic card, dan lainnya). Dari hal tersebut, tim HR
melakukan kalkulasi terhadap gaji yang akan mereka terima.
Pada beberapa provider HRIS, mereka memiliki fitur alarm. Di mana alarm akan
mengirimkan pesan kepada manajer ketika ada masalah kehadiran atau cuti.
Misal karyawan sering terlambat atau memperpanjang cuti tanpa persetujuan
atasan.
Semakin cepat masalah diketahui dan manajer sigap menanganinya, masalah
tersebut cepat selesai. Efek selanjutnya adalah memperbaiki produktivitas
karyawan.
192
Kehadiran HRIS memudahkan pekerjaan tim HR selama proses perekrutan,
termasuk mengunggah lamaran pekerjaan, menerima rujukan kandidat,
mengirimkan permintaan wawancara, serta melacak calon kandidat.
Ketika kandidat diterima, komponen onboarding di HRIS akan mengotomatiskan
aktivitas orientasi. Mulai dari penandatanganan dokumen, penyimpanan catatan
karyawan baru, serta administrasi yang harus dipenuhi oleh karyawan baru.
6. Manajemen karyawan
Pada akhirnya, HRIS bertindak sebagai komponen manajemen karyawan. Dengan
kata lain, memungkinkan tim HR untuk melacak kinerja karyawan, mengubah
informasi pribadi karyawan, mendokumentasikan feedback atau review dari
penilaian kinerja, hingga riwayat kedisiplinan.
6 Software HRIS Indonesia Untuk Dicoba
193
Sampai kapan Anda harus mencetak semua dokumen? Apakah perusahaan
memiliki gudang penyimpanan dokumen yang memadai? Mengingat dokumen
berupa kertas sangat rentan terhadap cuaca dan bencana (banjir, kebakaran,
dan lainnya).
Dengan menggunakan HRIS, semua dokumen akan tersimpan rapi di
sistem. Anda mengurangi penggunaan kertas dan tak memerlukan tempat
penyimpanan luas serta ber-AC yang membutuhkan biaya tak sedikit.
Sistem juga memungkinkan Anda mengaksesnya di mana dan kapan saja. Karena
kebanyakan HRIS berbasis cloud. Cloud atau cloud computing (komputasi awan)
merupakan metode penyampaian berbagai layanan (piranti lunak, database, dan
lainnya) melalui internet.
Meningkatkan produktivitas
Berkaitan dengan pengembangan karyawan, HRIS juga memiliki nilai plus dalam
meningkatkan produktivitas. Pasalnya, tim HR dapat mengetahui keterampilan
karyawan dan mempertimbangkan kebutuhan mereka terhadap pelatihan.
194
Langkah tersebut akan meningkatkan produktivitas karyawan,
menurunkan turnover, hingga menerapkan efisiensi perusahaan.
Menjembatani perundingan
HRIS memiliki beragam informasi dan data terkini yang diperlukan untuk
menjembatani perundingan antara perusahaan dan karyawan. Terlebih jika
perusahaan ingin melakukan perubahan organisasi.
Menghadapi Tantangan HRD Di New Normal dengan Inovasi HRIS
Data bocor
195
Keamanan data menjadi isu penting di tengah era digital. Salah satu
kekhawatiran adalah data yang bersifat rahasia tersebut bocor ke publik.
Sehingga sebelum beralih ke sistem digital, perusahaan perlu
memperhatikan provider HRIS yang memiliki keamanan data paling bagus.
Biasanya provider akan menjalankan sistem keamanan berlapis dan rutin
melakukan pemeliharaan.
Biaya
Ada biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan jika ingin menggunakan
HRIS.
Untuk perusahaan skala kecil, biaya pergantian sistem dapat menimbulkan
masalah. Karena perusahaan harus menggelontorkan biaya layanan dan
pemeliharaan.
Untuk perusahaan skala besar, biaya penggunaan awal mungkin cukup tinggi.
Namun hal itu tak menjadi masalah dibandingkan dengan nilai plus yang akan
diperoleh perusahaan.
HRD, Inilah Peran Digital Signature Di New Normal
Penutup
Keberadaaan HRIS bukan untuk mengurangi tenaga HR. Melainkan sistem dapat
membantu hubungan antar karyawan agar terjalin lebih baik.
Dan yang tak kalah penting, perusahaan harus memilih HRIS sesuai kebutuhan.
Karena harga jasa dan layanan masing-masing provider berbeda. Anda dapat
melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan tim provider.
196
Sumber Daya Manusia merupakan aset penting bagi perusahaan yang bergerak
di industri apapun. Untuk menunjang performa dan produktivitasnya, seringkali
HR memiliki enam hingga tujuh klasifikasi tipe pekerja.
Beberapa tipe pekerja seperti pekerja tetap, pekerja paruh waktu, pekerja
musiman dan pekerja lepas merupakan beberapa contoh klasifikasi yang
seringkali direkrut oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhannya.
Apakah terdengar banyak? Jangan khawatir, karena di ulasan kali ini HR NOTE
akan menampilkan penjelasan tiap-tiap tipe pekerjaan yang ada.
Contents [hide]
Tipe-tipe Pekerja Berdasarkan Perjanjian Kerjanya
1. Pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (Pekerja Tetap)
2. Outsourcing
3. Pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Pekerja paruh waktu / Part-time
Pekerja Sementara/Pekerja Temporer
Pekerja Musiman/ Casual Workers
Freelancers/Pekerja lepas
Pekerja kontrak
Konsultan/Advisor
Penutup
197
2. Outsourcing
Outsourcing merupakan penggunaan tenaga kerja dari pihak ketiga untuk
menyelesaikan pekerjaan tertentu dari perusahaan.
Dalam kontrak kerja outsourcing, hubungan kerja antara pihak penyedia tenaga
kerja dan pekerja bisa dilakukan dalam bentuk PKWT ataupun PKWTT yang
harus memuat kebijakan Transfer of Protection Employment.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tipe-tipe karyawan yang termasuk ke dalam
status kerja PKWT:
198
Pekerja Sementara/Pekerja Temporer
Pekerja sementara (juga dikenal sebagai pekerja temporer) umumnya dikontrak
oleh perusahaan melalui penyedia jasa pihak ketiga yang bertanggung jawab atas
perekrutan, kinerja, dan manajemen sekelompok individu.
Dengan adanya keterlibatan pihak ketiga, maka pekerja temporer ini memiliki
kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin
mendapatkan tambahan SDM di saat perusahaan sedang mengalami beban kerja
yang tinggi.
Dengan keahlian dan kesiapan untuk langsung dapat diterjunkan ke dalam tim
kerja, maka dari sisi efisiensi biaya dan waktu, HRD tidak perlu lagi repot
mewawancarai atau merekrut para pekerja sementara.
Dari sisi karyawan yang akan dipekerjakan, para pekerja temporer juga tidak
memiliki perjanjian kontrak apa pun dengan perusahaan yang menyewa tenaga
mereka, karena kontrak kerja dilakukan para pekerja dengan vendor atau
penyedia jasa yang bertindak sebagai penghubung.
Mengenal Manfaat Pekerja Kontingen Bagi Perusahaan
Freelancers/Pekerja lepas
199
Istilah ini dapat dipertukarkan dengan subkategori lainnya. Namun, pekerja
kontingen kreatif, seperti seniman, penulis, dan fotografer, seringkali
menggunakan istilah “lepas” untuk mendeskripsikan peran dan karya mereka.
Pekerja kontrak
Pekerja kontrak kadang-kadang disebut sebagai pekerja “lepas” atau
“sementara”, yang, sekali lagi, menggambarkan hubungan tidak permanen
dengan pemberi kerja. Pekerja kontrak memiliki perjanjian kerja yang konkrit dan
lengkap.
Konsultan/Advisor
Subkategori pekerja lepas ini sering kali menentukan kebutuhan klien dan
kemudian memberikan advise ahli, tetapi tidak melakukan pekerjaan layaknya
pekerja lain. Sedangkan, pekerja kontingen mungkin memberi nasihat kepada
klien, tetapi mereka juga melakukan pekerjaan umum sesuai jobdesc-nya.
Ketahui, Apa itu Karyawan Kontrak?
Penutup
Itulah tadi gambaran besar dari tipe-tipe pekerja yang kerap ditemui di lapangan.
Ada tiga kategori utama dari tipe pekerja di Indonesia, yaitu pekerja PKWTT,
PKWT, dan Outsourcing (Alih Daya).
Pekerja PKWTT adalah kelompok pekerja yang kerap disebut juga pegawai tetap
sebuah perusahaan karena tidak adanya batasan waktu kerja tertentu.
Sedangkan PKWT memiliki batas waktu kerja tertentu dan kerap disebut sebagai
pekerja kontrak/pekerja lepas/pekerja sementara.
Outsourcing atau alih daya adalah tipe employment yang mengikat kontrak kerja
dengan individu lalu menyalurkannya ke pihak perusahaan sebagai pihak ketiga.
200
Job enrichment adalah salah satu upaya yang bisa ditempuh oleh perusahaan
untuk mengurangi kebosanan karyawan terhadap pekerjaan.
Tak dipungkiri, ada kalanya, karyawan bosan mengerjakan tugas sehari-hari. Jika
ia mengerjakan tugas asal-asalan, hal itu dapat menyebabkan target tim tidak
tercapai dan bisa juga memengaruhi capaian perusahaan.
Dengan job enrichment, karyawan berpotensi mendalami keterampilan mereka.
Baik yang menunjang tugasnya maupun mengembangkan keterampilan di luar
pekerjaan tetapi tetap mendukung kemajuan perusahaan.
Tim HR dapat menerapkan berbagai metode job enrichment, tetapi pilih yang
sesuai kebutuhan perusahaan.
201
Ketika perusahaan membangun mobil menjadi tugas-tugas sederhana yang
dieksekusi oleh pekerja dan satu pekerja hanya melakukan satu tugas.
Contohnya, karyawan yang khusus memasang roda.
Proses tersebut menghasilkan produksi mobil massal pertama. Pada tahun 1914,
Ford Motor Company mampu membuat mobil baru setiap 93 menit. Sebuah
rekor pada saat itu.
202
Sejalan dengan definisi di atas, tujuan job enrichment adalah menciptakan
motivasi, mendorong kepuasan kerja, dan memperbaiki kualitas kerja para
karyawan.
Untuk memiliki tujuan tersebut, perusahaan perlu menerapkan metode job
enrichment. Di bawah ini terdapat 11 metode yang dapat Anda gunakan sesuai
kebutuhan.
#1 Job Rotation
Job rotation merupakan proses yang melibatkan pemindahan karyawan dari
divisi satu ke divisi lain untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh
eksposur lebih luas.
Dengan job rotation, Anda dapat membantu karyawan untuk melakukan
pekerjaan yang monoton serta repetitif. Sehingga ia memperoleh banyak variasi
dan keserbagunaan pekerjaan.
#2 Job crafting
Job crafting adalah proses mendesain ulang pekerjaan. Proses ini menambahkan
lebih banyak tugas untuk memperkaya pekerjaan.
Tujuannya, untuk mengubah persepsi tentang pekerjaan, membuat perubahan
kecil pada tugas, dan fokus pada hubungan kerja karyawan dengan orang lain.
203
#3 Umpan balik
Umpan balik bertujuan untuk membuat karyawan berkinerja lebih baik dan
memberikan value terhadap pekerjaannya.
Bahkan pemberian umpan balik dapat memperkaya pekerjaan yang
membosankan. Sebagai pimpinan, Anda dapat memastikan karyawan
memanfaatkan umpan balik untuk meningkatkan kinerja terbaiknya.
#4 Kombinasi tugas
Ketika satu tugas terdengar membosankan, gabungkan dengan yang lain. Salah
satu manfaatnya adalah bahwa karyawan akan menemukan kombinasi tugas
yang lebih menantang. Maka mereka akan termotivasi menyelesaikan tugas itu.
#6 Praktik otoritas
Memberikan otoritas kepada karyawan bukan berarti tim leader “lepas tangan”
terhadap kinerja mereka. Metode ini membuat karyawan merasa dipercaya dan
dihargai oleh pemimpin. Diharapkan mereka bertanggung jawab untuk
menyelesaikan tugas-tugas penting tanpa banyak pengawasan.
#7 Automasi tugas
Saat ini, proses administrasi di bidang HR telah berkembang menggunakan
automasi tugas. Misalnya HRIS dan ATS.
Pimpinan HR yang ingin menerapkan pengayaan pekerjaan kepada karyawan,
coba berikan automasi tugas. Metode ini menghasilkan pekerjaan efektif,
sehingga karyawan bisa fokus terhadap tugas lain yang butuh perhatian ekstra.
#8 Prioritas tugas
Tanpa disadari, karyawan mengerjakan semua tugas termasuk yang tidak
berdampak bagi organisasi.
204
Maka tim HR atau leader dapat mengajarkan karyawan untuk memprioritaskan
tugas, agar mereka menyelesaikan tugas penting dan mendesak lebih cepat.
Bantu mereka memilah tugas yang harus didahulukan dan yang dikesampingkan
sementara.
#9 Program insentif
Di beberapa pekerjaan, program intensif dapat digunakan sebagai job
enrichment. Hasil akhir program ini adalah promosi atau memberikan pengakuan
kepada karyawan. Diharapkan program ini dapat mempertahankan karyawan
berbakat.
#10 Survei
Survei adalah alternatif untuk memperkaya pekerjaan. Dalam survei, tanyakan
tentang:
Apa yang membuat mereka bahagia?
Apa yang ingin mereka ubah tentang pekerjaan?
Keterampilan apa saja yang ingin mereka pelajari?
Selanjutnya, tim HR bersama tim leader membuat metode job enrichment sesuai
umpan balik karyawan.
Sekilas, peran job enrichment adalah sama seperti job enlargement. Bahkan ada
yang berpendapat bahwa job enrichment dapat memperkaya pekerjaan.
Job enlargement ialah perluasan peran dengan menambahkan tugas yang
berbeda.
Dengan job enlargement, karyawan dapat melakukan lebih banyak kegiatan,
memiliki jangkauan kegiatan lebih luas, hingga meningkatkan variasi
keterampilan.
Untuk mengetahui perbedaan keduanya, cek di bawah ini?
205
Perbedaan Job Enrichment Job Enlargement
206
Staf HRD memiliki tanggung jawab mengelola database karyawan dan
mewawancarai kandidat. Untuk menambah nilai pekerjaan, manajer HRD
memberikannya job enrichment ke stafnya.
Tugas job enrichment-nya antara lain background checking kandidat,
memberikan rincian gaji karyawan ke divisi keuangan, dan memastikan
perusahaan membayar dana BPJS karyawan.
Baca Juga: 6 Background Checking Ini Bermanfaat Temukan Kandidat Tepat
Penutup
Praktik job enrichment banyak dilakukan di beberapa perusahaan.
Job enrichment bisa menyederhanakan pekerjaan dan mendongkrak tingkat
kepuasan karyawan. Sebelum menerapkan praktik ini, perusahaan harus memiliki
rencana terperinci dan metodenya sesuai kebutuhan perusahaan.
Namun tidak semua perusahaan menerapkan job enrichment. Mengingat proses
ini memakan waktu kerja karyawan dan mengganggu produktivitas organisasi.
Konflik karyawan di kantor tidak dapat dihindari. Baik konflik yang menyangkut
pekerjaan maupun masalah personal.
Namun apapun konfliknya, hal tersebut meninggalkan kesan buruk dan
menyakitkan bagi karyawan yang terlibat. Contohnya, sikap negatif seorang
karyawan kepada rekan kerjanya, jika hal itu terjadi berulang kali dan tak ada
penyelesaian bisa memicu kontak fisik atau penyerangan.
Dampaknya, konflik dapat memengaruhi kinerja tim sekaligus membahayakan
karyawan lain. Lalu bagaimana sikap HR?
Pada dasarnya, HR berperan sebagai penengah dalam situasi apapun, seperti
konflik antar karyawan maupun perselisihan karyawan dengan manajemen
perusahaan. Namun untuk menyelesaikan konflik, Anda perlu strategi agar
karyawan yang terlibat perselisihan dapat memperbaiki diri dan bekerja dengan
baik.
207
Konflik Karyawan
Konflik antar karyawan dapat terjadi di perusahaan mana pun. Ada konflik yang
mudah diidentifikasi, ada pula yang tak terlihat tetapi lama-lama mengakibatkan
kinerja tim memburuk.
Konflik karyawan merupakan perselisihan atau pertentangan kepentingan.
Konflik terjadi karena ketidakcocokan maupun miskomunikasi antar individu.
Di tempat kerja, di mana orang-orang bekerja bersama, konflik adalah kejadian
normal dan alami. Meski demikian konflik di tempat kerja menurunkan motivasi
kerja, produktivitas berkurang, dan meningkatkan ketidakhadiran.
Konflik bisa berupa perbedaan pendapat “biasa” ketika anggota tim
brainstorming, diskriminasi, pelecehan, dan lainnya. Namun secara umum, ada
dua macam konflik di tempat kerja, yaitu:
Konflik sesama rekan kerja
Tempat kerja ialah sarang konflik antar karyawan. Ketika karyawan tidak akur
dan ketegangan meningkat, maka produktivitas kerja akan terdampak.
Misal seorang karyawan menyerang rekan kerjanya yang terlihat tidak kompeten
atau seseorang tidak disukai karena kepribadiannya. Hal itu berpengaruh pada
kinerja karyawan dan menghambat tujuan perusahaan.
Jika Anda mengabaikan konflik karyawan, bukan tak mungkin hal tersebut akan
meledak, menyebabkan stress berkepanjangan, bahkan mengarah ke tindakan
disipliner atau pemutusan hubungan kerja (PHK).
Konflik karyawan dengan manajemen
208
Biasanya, konflik dengan manajemen terjadi akibat komunikasi yang tidak efektif.
Para karyawan akan frustrasi dan kinerja bisa menurun, ketika mereka tidak
dilibatkan tentang keputusan dan program baru.
Namun konflik ini bisa dihindari, caranya HR dan manajemen melibatkan
karyawan dalam setiap perubahan yang akan terjadi di perusahaan. Sampaikan
informasi dengan detail, jelaskan bagaimana mereka bisa melaluinya, dan
tawarkan bantuan jika mereka membutuhkannya.
9 Strategi HR Mengatasi Karyawan Burnout
Perbedaan kepribadian
Perbedaan kepribadian antar karyawan dapat meningkatkan kinerja tim atau
sebaliknya, memicu konflik. Makin cepat HR mengidentifikasi perbedaan
kepribadian akan cepat pula menerapkan solusi untuk menghindari konflik.
Perbedaan nilai
Perbedaan nilai yang berkaitan dengan etos kerja dan gaya kerja dapat
menimbulkan kesalahpahaman serta memperbesar konflik. Misal perbedaan nilai
antara Generasi X dan Generasi Z. HR dapat mengetahui kepribadian dan nilai
karyawan ketika proses rekrutmen.
Persaingan
Kantor adalah tempat orang-orang menantang diri mereka sendiri untuk tumbuh
dan terkadang menganggap rekan kerja sebagai pesaing.
Jika persaingan dilakukan dengan cara sehat, maka bermanfaat bagi semua
orang, termasuk bisnis. Tetapi ketika persaingan melibatkan dendam dan ego
pribadi, disertai dengan sabotase dan penghinaan satu sama lain akan
menghasilkan konflik.
209
5 Cara Evaluasi Kehadiran Karyawan
210
Jika perusahaan bekerja sama dengan pihak lain (klien) dan karyawan yang
berkonflik tidak memenuhi deadline, bukan tak mungkin, klien memutuskan
kerjasama dengan perusahaan. Hal itu membuat perusahaan kehilangan klien.
3. Masalah kesehatan
Konflik di tempat kerja dapat menyebabkan karyawan stress. Stress
mengganggu kehidupan profesional maupun personal, termasuk lebih gampang
sakit.
Masalah kesehatan yang muncul seperti susah tidur, pencernaan terganggu,
pusing, menyendiri, tidak percaya diri, dan masih banyak lagi. Imbasnya
karyawan kerap izin sakit dan perusahaan mengeluarkan dana kesehatan.
4. Memicu kekerasan
Ketika konflik karyawan meningkat dan tanpa mediasi, maka dapat memicu
kekerasan. Misal adu fisik atau melempar benda ke arah lawan. Peristiwa ini bisa
mengakibatkan masalah hukum bagi karyawan maupun perusahaan.
5. Turnover
Karyawan yang makin stress terhadap konflik dengan rekan kerjanya dapat
berhenti bekerja saat itu juga. Padahal banyak tugas-tugas yang harus ia
kerjakan. Bila tak ada mediator dalam konflik, maka perusahaan mendapatkan
angka turnover yang tinggi.
Tipe Karyawan yang Wajib Diketahui HRD
211
Tak ada konflik yang tak bisa diselesaikan. Jika perusahaan ingin menyelesaikan
konflik karyawan, PHK bukan satu-satunya jalan. Tim HR perlu memiliki strategi
penyelesaian konflik.
1. Memahami masalah
Sebelum memahami masalah, Anda harus paham bahwa setiap manusia itu unik.
Seseorang memiliki kepribadian dan nilai hidup berbeda dari orang lain. Oleh
karena itu, jangan berasumsi macam-macam.
Untuk memahami konflik yang muncul, Anda bisa mencari tahu apa yang menjadi
penyebabnya. Misal apakah ada perbedaan gaya kerja? Apakah beban kerja
membuat stress? Apakah proyek yang sedang dikerjakan membuat karyawan
bekerja dengan deadline ketat? Apakah karyawan lama menindas karyawan
baru?
Memahami awal mula perselisihan sangat penting untuk menyelesaikan sekaligus
menghindari konflik di masa depan.
212
3. Fokus pada penyelesaian masalah
Tak masalah jika Anda tidak merasa klop dengan salah satu pihak yang
berkonflik. Namun bukan berarti Anda menyalahkannya. Fokus pada
penyelesaian masalah, bukan hal lain. Jika setelah analisis menyeluruh, individu
tersebut diketahui bermasalah, maka fokuslah padanya, masalah yang timbulkan,
serta penyelesaiannya.
4. Tetap netral
Syed Irfan Ajmal, Growth Manager di Printex Graphics, memberikan tip dalam
menangani konflik karyawan, yaitu:
Tidak ikut campur, jika tak perlu. Karena Ajmal ingin karyawannya mandiri dalam
berkomunikasi dan memiliki resolusi konflik dengan rekan kerjanya.
Jika konflik berlarut-larut, maka ia akan membantu penyelesaian masalahnya.
Tetap bersikap netral. Caranya, dengan mendengarkan cerita kedua belah pihak
untuk mencari solusi dengan melibatkan karyawan yang sedang bertikai.
5. Meninjau kebijakan
Tinjau kembali kebijakan perusahaan mengenai konflik karyawan. Berpegang
teguh pada kebijakan perusahaan dapat menjadi cara praktis untuk tetap
objektif dan pastikan semua karyawan mematuhi kebijakan tersebut.
Jika perusahaan belum memiliki kebijakan, ada baiknya Tim HR dan manajemen
membuatnya sebagai buku saku karyawan. Salah satu isi buku adalah Jadi, buku
pegangan Anda harus berisi kebijakan ini, serta kebijakan terhadap pelecehan
atau diskriminasi, cara mengajukan keluhan, sanksi, dan resolusi konflik.
6. Menawarkan solusi
Setelah hal-hal di atas telah Anda lakukan, selanjutnya tawarkan solusi kepada
pihak-pihak yang berkonflik. Misal mengatur ulang tim atau memberikan mereka
waktu untuk saling mengungkapkan perasaan dan hal-hal yang mereka pikirkan.
7. Rekonsiliasi
Jika solusi telah disepakati, maka strategi berikutnya adalah rekonsiliasi.
Pertemukan kedua pihak serta mintalah satu pihak berbicara hingga selesai dan
tak ada yang memotong pembicaraannya. Setelah itu, pihak lain melakukan hal
yang sama.
Biarkan kedua pihak mengekspresikan sudut pandang mereka dan Anda pun
boleh berbagi perspektif. Hal ini membantu mereka menunjukkan masalah yang
menyebabkan konflik.
213
8. Melibatkan dalam proyek
Tak ada salahnya melibatkan karyawan yang pernah berkonflik dalam satu
proyek. Dorong mereka untuk bersikap profesional dan memberikan hasil
maksimal pada pekerjaan, sehingga kinerja perusahaan meningkat.
Penutup
Berkonflik membuang banyak energi, yang seharusnya bisa digunakan untuk
bekerja. Begitu juga dengan menyelesaikan konflik. Namun konflik tak dapat
dihindari.
Meskipun tak semua strategi akan berhasil, tetapi HR harus terus mempelajari
bagaimana menghadapi konflik karyawan atau kehilangan karyawan terbaik di
perusahaan. Pastikan HR dan manajemen menangani konflik dengan tepat,
sehingga semua karyawan merasa bahagia di tempat kerja serta mendorong
mereka untuk saling menghargai perbedaan.
214
Tipe Kepribadian DiSC: Definisi dan
Penerapan
Share
Apakah pembaca familiar dengan tipe kepribadian DiSC? Atau, pembaca adalah
salah satu yang sering menggunakan klasifikasi kepribadian ini saat menilai
kandidat?
Tipe kepribadian DiSC adalah salah satu tipe kepribadian yang cukup terkenal
dan digunakan untuk menilai karakter kandidat.
Bagi pembaca yang belum pernah menggunakan DiSC, kali ini HR NOTE akan
memberikan gambaran mengenai model kepribadian DiSC dan bagaimana
mengaplikasikannya di organisasi/perusahaan pembaca.
Contents [hide]
Apa yang Dimaksud dengan Penilaian DiSC?
Apa Saja Tipe Kepribadian DiSC?
D-style (Dominasi)
i-style (influence/Pengaruh)
S-style (Steadiness/Stabil)
C-style (Ketepatan)
Bagaimana Cara Menerapkan DiSC Di Organisasi Saya?
Manfaat Menggunakan DiSC Di Dunia Kerja
Simpulan
215
Apa yang Dimaksud dengan Penilaian DiSC?
Saat proses seleksi, kecerdasan akademis bukanlah satu-satunya faktor
penentu diterima atau tidaknya Anda dalam pekerjaan.
Karena ternyata, sekitar 70% perusahaan masih mempertimbangkan
menggunakan tes kepribadian DiSC dalam menentukan calon karyawan mereka.
Metode penilaian kepribadian DiSC biasanya dilakukan oleh employer pada saat
menilai calon karyawan. Tes kepribadian ini dapat membantu perusahaan melihat
kecocokan calon karyawan dengan karakter posisi yang sedang dicari.
Teori perilaku DiSC pertama kali diperkenalkan oleh William Moulton
Marston melalui bukunya Emotions of Normal People.
Teori Marston menyebut bahwa ekspresi perilaku emosi dapat dikategorikan
menjadi empat tipe utama, yang berasal dari persepsi diri seseorang dalam
hubungannya dengan lingkungannya.
Keempat jenis ini diberi label oleh Marston sebagai Dominance (D), influence (i),
Steadiness (S), Compliance (C).
Walaupun Marston adalah orang pertama yang mengemukakan teori DiSC, alat
tes kepribadian menggunakan teori ini baru dikembangkan oleh Walter V. Clarke
tahun 1956.
DiSC adalah penilaian diri yang mengukur bagaimana seseorang lebih suka
berinteraksi dengan orang lain. DiSC menciptakan bahasa yang sama dan
kesadaran diri untuk lebih memahami diri kita sendiri dan orang lain.
Kuesioner DiSC online hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk diselesaikan.
Laporan penilaian dapat disesuaikan untuk semua tingkatan organisasi.
Organisasi dan fasilitator memilih penilaian DiSC karena mudah dikelola, ramah
pengguna, dan merupakan alat yang ampuh dalam berbagai aplikasi.
D-style (Dominasi)
Merupakan tipe kepribadian yang dominan berkemauan keras, percaya diri, dan
tegas. Individu dengan tipe kepribadian ini selalu ingin mendominasi di tempat
kerja. Mereka menikmati tantangan dan suka memimpin.
Pribadi dengan tipe dominan gemar mengatur semuanya sendiri dan menjadi
orang yang memutuskan segala hal penting untuk tim.
216
Oleh karena itu, posisi pemimpin cocok untuk orang dengan kepribadian ini.
Mereka berkomunikasi secara langsung dan bertindak secara konsekuensial dan
berorientasi pada tujuan.
i-style (influence/Pengaruh)
Seseorang dengan tipe kepribadian ini memiliki apa yang diperlukan untuk
mempengaruhi orang sekitar karena dapat dengan mudah membicarakan
berbagai topik dan mendekati mereka.
Tipe kepribadian ini mudah menaruh minat terhadap situasi dan ide
baru. Mereka adalah komunikator yang baik, terbuka terhadap orang lain, dan
senang bekerja dalam tim. Mereka banyak bicara dan menikmatinya.
Seseorang dengan kepribadian ini dapat sukses apabila ditempatkan di bagian
marketing atau penjualan karena mampu merayu orang supaya mereka yakin
untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.
Orang lain menganggap mereka terbuka dan menawan. Namun, mereka tidak
terlalu berorientasi pada detail, dan sebaliknya sangat kreatif dan ramah.
S-style (Steadiness/Stabil)
Tipe kepribadian yang stabil, sangat suka membantu dan lebih memilih bekerja
‘dari samping’. Harmoni dan stabilitas penting bagi mereka. Mereka menikmati
kerja tim dan dianggap menyenangkan dan sabar.
Orang lain suka berada di sekitar mereka karena mereka hampir tidak pernah
menimbulkan masalah bagi orang lain dan cenderung menghindari konflik dengan
orang lain dengan segala cara. Ia berkontribusi pada lingkungan dengan situasi
yang tenang dan stabil.
Tipe ini lebih konservatif. Mereka tidak menangani perubahan dengan baik, dan
mereka menghargai proses kerja yang konsisten serta loyalitas dan hubungan
jangka panjang.
C-style (Ketepatan)
Tipe kepribadian yang berorientasi pada fakta dan menginginkan kesempurnaan.
Mereka bekerja secara sistematis dan suka membuat rencana ke depan dengan
cara yang sangat analitis.
Suka berpikir mendalam dan memiliki kemampuan analisis yang baik adalah
kekuatan orang dengan tipe kepribadian ini.
217
Selain haus akan pengetahuan dan kesadaran kualitas, mereka juga ditentukan
oleh diplomasi mereka. Namun, mereka mengalami kesulitan dalam menurunkan
ekspektasi mereka terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.
Organizational Leadership: Definisi, Penerapan, dan Manfaat
Tes DiSC memiliki berbagai peran di penerapan tempat kerja karena hasilnya
berguna saat komunikasi dan kolaborasi perlu ditingkatkan.
DiSC biasanya diterapkan kepada karyawan baru; misalnya di divisi apa
sebaiknya ia ditempatkan? Bisa juga diterapkan pada sesi interview
karyawan baru untuk melihat potensi kepribadiannya bisa cocok dengan tim
atau tidak?
DiSC bahkan bisa diterapkan pada skema pelatihan manajemen, kegiatan
penjualan, dan di situasi konflik sebagai alat identifikasi.
Penilaian DiSC ini tidak hanya menjelaskan karakteristik mana yang membentuk
tipe tertentu, tetapi juga memberikan informasi rinci dan praktis untuk
diterapkan dalam kehidupan kerja sehari-hari.
Misalnya, DiSC bisa menjelaskan:
Dalam kondisi kerja X, jenis D/i/S/C adalah yang paling produktif
Dengan gaya kerja seperti apa yang cocok dengan orang jenis D/i/S/C untuk
mencapai hasil terbaik?
Gaya komunikasi mana yang lebih disukai oleh tipe D/i/S/C?
Kekuatan dan kelemahan tipe DiSC
Bagaimana rekan kerja harus bertindak saat bekerja dengan tipe D/i/S/C
Konflik macam apa yang ditakdirkan untuk tipe D/i/S/C dan bagaimana
menghindarinya?
Menempatkan Karyawan Baru
Pelatihan manajemen, kegiatan penjualan, dan di situasi konflik sebagai alat
identifikasi
Mecocokkan karakter D/i/S/C dengan kegiatan sehari-hari sehingga lebih
menentukan keberhasilan.
218
Meningkatkan pengetahuan pribadi, mencakup bagaimana menanggapi konflik,
apa yang memotivasi, apa yang menyebabkan stres, dan mencari tahu cara
memecahkan masalah.
Meningkatkan hubungan kerja dan produktivitas tim dengan mengenali
kebutuhan komunikasi anggota tim.
Memfasilitasi kerja tim yang lebih baik dan mengajarkan konflik yang produktif.
Mengembangkan keterampilan penjualan yang lebih kuat dengan
mengidentifikasi dan menanggapi gaya pelanggan.
Memahami disposisi dan prioritas anggota tim dan mengelola tim dengan lebih
efektif.
Sebagai alat untuk mengembangkan team leader/SPV/manajer yang efektif.
Tipe Karyawan yang Wajib Diketahui HRD
Simpulan
Dapat kita simpulkan bahwa DiSC merupakan salah satu tes kepribadian yang
mengelompokan kepribadian seseorang menjadi 4, yaitu Dominance (D),
Influence (I), Steadiness (S), Compliance (C).
Tes kepribadian ini sangat cocok untuk digunakan di dunia kerja, karena memiliki
banyak manfaat untuk membantu proses kerja perusahaan, baik dalam proses
seleksi hingga proses pengembangan karyawan.
219
Memberikan Kesempatan Kepada Karyawan
In terms of my leadership, saya lebih kasih opportunity ke tim. Saya juga
memberikan support dan banyak berdiskusi dengan mereka.
Begitu juga dalam hal pengambilan keputusan. Saya bisa mengambil keputusan,
tetapi saya lebih sering ajak mereka duduk bareng dan tanya pendapat mereka.
Bagaimana menurut mereka dan apa yang lebih bagus untuk dilakukan.
Anggota tim saya ini banyak anak muda yang punya daya pikir kreatif. Mereka
lebih mengerti apa yang kekinian saat ini dibandingkan kita yang orang-orang
lama.
Kebetulan, The Ritz-Carlton menerapkan open door policy. Ini penting sekali,
karena kita memberikan mereka kesempatan untuk involve dalam work planning.
Dengan begitu, mereka merasa lebih dihargai dan ada kepuasan tersendiri. It’s
not only boss saya maunya begini, tetapi mereka berkontribusi di dalamnya.
Misalnya, strategi aktivasi di media sosial dirancang oleh tim marketing yang
tergolong millennial dan Gen Z.
Kalau ditanya, kenapa saya bisa begitu? Ya, karena memang mulai karier di sini.
Saya lahir dan besar di The Ritz-Carlton.
220
Mendamping karyawan berproses
Mempromosikan atau mengembangkan karier karyawan itu ada proses. Saya
lakukan itu dari beberapa bulan sebelumnya. Karena yang bertanda tangan
bukan hanya saya, tetapi ada General Manager dan HR.
Jadi, I also need to ‘sell’ my team . Bahwa they deserve untuk dapat promosi
dalam waktu yang sudah kita agree bersama.
Di luar mereka layak menerima promosi, ada beberapa hal juga seperti apakah
kondisi bisnis baik atau tidak. Karena at the end of the day it’s also related to
hotel expenses.
Jadi, saya beri pengertian ke anggota tim. Saya ajak ngobrol mereka dari sisi
manajemen, bukan dari sisi dia saja. Ada kemungkinan promosi lebih cepat, bisa
juga lebih lambat.
Saya belajar dari nol. Dan, perusahaan pun memberikan space karyawan untuk
beraktualisasi diri. At the end of the day, it’s payback. Karena pada saat kita sudah
siap, perusahaan akan memberi harga yang sesuai.
Along the way 17 tahun, jujur, ada banyak perubahan yang terjadi. Kalau
mau survive, bisnis harus melakukan some adjustments.
Bahkan banyak perusahaan yang mau merekrut Ladies and Gentlemen kami.
Karena mereka punya best practice yang dapat dibagikan saat bekerja dalam
tim.
Kita adakan appreciate program sekiranya memang mereka mau berencana
pindah ke tempat lain. Namun, kami pastikan mereka dapat sesuatu lebih baik.
Saya akan tanya ke mereka bagaimana dengan karier ke depan di perusahaan
itu, dan apakah perusahaan tersebut dapat memberi kesempatan untuk
berkembang lagi. Jika perusahaan itu punya segala hal di atas, then, go for it.
221
Ketika melihat di satu section sudah butuh tambahan manpower,
kami hire walaupun butuh waktu untuk negosiasi antara division head, General
Manager, dan lain-lain. Yang terpenting, keputusan itu masih masuk
dalam business plan yang kami hitung dengan teliti.
Di The Ritz-Carlton, selecting people atau rekrutmen, dilakukan hanya melalui
situs perusahaan. Sistem seperti itu untuk meminimalisir KKN (korupsi, kolusi,
dan nepotisme).
222
I need to fulfill it in the beginning . Saya tetap turun juga dalam hal eksekusi atau
cek operation sehari-hari untuk membimbingnya dalam bekerja bersama tim.
Selanjutnya, ada probation tiga bulan. Review enam bulan, lalu review satu
tahun. Memang, proses selecting people di The Ritz-Carlton sangat panjang dan
sangat selektif.
Talent bank
223
Di sisi lain, kami punya talent bank.
Talent bank ini berisikan karyawan moving ke other property, karyawan
yang resign ketika pandemi karena alasan keluarga, dan kandidat potensial yang
pernah mengikuti proses seleksi.
Talent bank adalah salah satu strategi kami ketika harus
mengisi posisi yang lowong dan menyiapkan regenerasi.
Sesuatu yang amazing adalah inisiasi mempertemukan alumni Marriott.
Jadi, ketika hotel sudah kembali berbisnis dan membutuhkan manpower, kami
membuka kesempatan pertama ke alumni sebelum hire untuk umum.
Mereka tahu kami dan kami juga tahu mereka. It’s going to be easier.
Kami sempat membuat gathering. Kami undang mereka belum bekerja atau
bekerja di tempat lain. Itu sesuatu yang membanggakan buat kami di The Ritz-
Carlton.
Dan, saya adalah produk seperti itu. Dari The Ritz-Carlton Jakarta ke Bali.
224
Privilege saya bekerja di sini, terutama saat menangani acara pernikahan, adalah
bertemu dengan orang-orang besar, tetapi dalam hal ini, mereka bukan datang
sebagai businessman. Mereka sebagai orang tua pengantin.
Saya banyak belajar dari beliau-beliau ini. Termasuk bagaimana mereka
membangun bisnis menjadi sukses saat ini.
Salah satu yang paling saya ingat soal mengelola pendapatan. Jadi, how you
manage your income, sisihkan untuk expenses, ditabung untuk investasi.
Investasi enggak harus besar, kok.
Tetapi, bukan berarti tidak punya hidup baik ke depannya. Karena manusia harus
belajar mencukupkan dirinya dan menggali potensi diri untuk lebih baik ke depan.
Bahkan 17 tahun di sini, selain The Ritz-Carlton banyak memfasilitasi saya,
klien-klien juga memberikan apresiasinya.
Bahkan ketika saya pindah ke Bali, mereka mendukung saya dengan
mengadakan pernikahan anaknya di sana. Padahal waktu itu, Bali
adalah market baru buat wedding.
Beliau dan wedding organizer bilang, “Tin, kita akan support kamu kok.”
Dengan kata lain, saya banyak belajar pengalaman hidup di sini. Bagaimana masa
depan itu bagus atau tidak, lihat effort kita di masa sekarang. Masa sekarang
bagus karena effort di masa lalu.
225
Contoh Menulis Laporan Penilaian
Share
Kinerja Karyawan
226
Tujuannya adalah untuk belajar lebih banyak tentang kekuatan dan
kelemahan karyawan, menawarkan umpan balik yang konstruktif untuk
pengembangan keterampilan di masa depan, dan membantu dalam penetapan
tujuan.
Ada beberapa metode penilaian kinerja karyawan yaitu :
Penilaian Melalui KPI
Evaluasi Diri Sendiri
Peer Feedback
Feedback 360 derajat
Penilaian dengan Skala
Feedback Berkelanjutan
Evaluasi di Waktu Tertentu
Apa pun metode yang Anda pilih, tinjauan kinerja yang terencana dan
dilaksanakan dengan baik akan meningkatkan employee engagement dan
menciptakan budaya umpan balik dan pengembangan berkelanjutan di
perusahaan Anda.
Bisa dibilang, adanya laporan evaluasi kinerja karyawan akan sangat
menguntungkan perusahaan dan karyawan secara bersamaan.
Artikel lainnya: Kinerja Karyawan: Pengertian, Masalah, dan Faktor Yang
Mempengaruhi
227
Rubrik Penilaian
Rubrik adalah panduan scoring multiguna untuk menilai produk dan penampilan
karyawan. Rubrik meningkatkan pengajaran, berkontribusi pada penilaian yang
baik, dan merupakan sumber informasi penting untuk peningkatan program.
Mengapa menggunakan rubrik?
Rubrik dapat meningkatkan kinerja karyawan, serta memantaunya, dengan
memperjelas harapan perusahaan dan dengan menunjukkan kepada karyawan
bagaimana memenuhi harapan tersebut.
Rubrik berguna karena membantu karyawan menjadi penilai yang lebih bijaksana
atas kualitas kesuksesan mereka dan pekerjaan orang lain.
Rubrik mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan perusahaan untuk
mengevaluasi pekerjaan karyawan. Perusahaan menghargai rubrik karena
sifatnya yang ‘akordeon’ memungkinkan mereka mengakomodasi kelas yang
heterogen.
Rubrik mudah digunakan dan dijelaskan. Rubrik menyediakan cara yang mudah
diakses untuk berkomunikasi dan mengembangkan tujuan kami dengan karyawan
dan kriteria yang kami gunakan untuk membedakan seberapa baik karyawan
telah mencapainya.
228
Membaca ulang deskripsi pekerjaan setiap anggota tim akan memberikan
konteks untuk tinjauan Anda berdasarkan tanggung jawab awal mereka yang
diharapkan.
Saat Anda membaca deskripsi pekerjaan, pertimbangkan seberapa baik anggota
tim Anda menjalankan tanggung jawab mereka dan memenuhi persyaratan
posisi.
Catat apa yang dilakukan setiap orang dengan baik, di mana anggota tim Anda
dapat berkembang dan kapan mereka melebihi harapan.
Gunakan catatan-catatan ini untuk membingkai komentar evaluasi Anda.
229
Ini dapat membantu untuk menetapkan tujuan SMART.
Dengan menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat ditindaklanjuti, relevan,
dan berbasis waktu, Anda dapat membantu tim Anda berkembang dan unggul
dengan lebih baik.
230
Instruksi: karyawan harus menyelesaikan penilaian mandiri dan menyerahkannya
kepada manajer mereka selambat-lambatnya tanggal 15 November.
Manajer harus menyelesaikan penilaian mereka dan menyerahkannya ke HRD
paling lambat tanggal 5 Desember.
Skala penilaian:
5 Sangat Baik (secara konsisten melebihi standar)
4 Luar Biasa (sering melebihi standar)
3 Memuaskan (umumnya memenuhi standar)
2 Perlu perbaikan (sering gagal memenuhi standar)
1 Tidak dapat diterima (gagal memenuhi standar)
231
memprioritaskan alur kerja ketika
salah satu anggota tim pergi di
kuartal keempat, memimpin timnya
melakukan perpanjangan waktu dan
untuk melampaui target. Desain
mampu melampaui target.
rencana yang dikembangkan tahun ini
akan digunakan ke depan untuk
membangun kesuksesan lagi.
Tingkatkan
Empat kampanye email
tingkat konversi Kembangkan empat
pengasuhan diluncurkan,
dari prospek yang kampanye pemeliharaan
menargetkan empat
memenuhi syarat untuk melibatkan dan
persona pembeli, satu
pemasaran ke meng-informasikan
per kuartal.
prospek yang prospek pemasaran
Menyelenggarakan dua
memenuhi syarat yang berkualitas,
webinar yang ditargetkan
penjualan sebesar setidaknya satu per
pada kuartal pertama dan
5% dari hasil EOY kuartal.
ketiga.
sebelumnya.
232
Peringkat Karyawan : 4 Peringkat Manajer : 3
Tingkatkan strategi
Tingkatkan
media sosial dengan Setiap persona menerima
jumlah
membagikan setidaknya dua konten berkualitas
pengikut di
enam konten berkualitas tinggi setiap kuartal
Twitter dan
tinggi dengan setiap melalui Twitter dan
LinkedIn
persona melalui media LinkedIn.
sebesar 15%.
sosial.
233
Peringkat Karyawan : 3 Peringkat Manajer : 3
234
staf saya, memberikan pembaruan karyawan dan pulse survey, dengan
status mingguan terkait target peringkat di atas rata-rata dari
dan umpan balik berkelanjutan kelompoknya. Ketika terdesak
kepada mereka. Saya mendorong waktu, beberapa pembaruan status
tim saya untuk berbagi pendapat mingguan terlambat, tetapi tidak
secara terbuka. sampai menghalangi kemajuan tim.
235
terpenuhi dan diselesaikan tepat tahun ini disampaikan sesuai
waktu. anggaran.
PERINGKAT KESELURUHAN: 4
Bagian 1 (50%): 3,7
Bagian 2 (50%): 4.0
236
Langsung ke intinya
Perhatikan peluang untuk perbaikan
Gunakan bahasa yang jelas dan dapat ditindaklanjuti
Minta dialog
Ajukan pertanyaan yang tepat
Berkomunikasi secara teratur dengan karyawan
Akhiri evaluasi dengan langkah selanjutnya
Baca juga: 8 Contoh Performance Management System di Perusahaan
Penutup
Laporan penilaian kinerja karyawan jadi salah satu dokumen yang digunakan
manajer dan staf HR untuk mengevaluasi kinerja karyawan di perusahaan.
Laporan ini jadi sangat penting karena dapat menyertakan peringkat dan ruang
untuk penilaian tentang kinerja para karyawan di kantor.
Di dalam formulir penilaian, manajer akan melacak apa saja pencapaian dan
kontribusi yang diberikan kepada karyawan selama periode tertentu. Mereka
juga akan lebih mengetahui kekuatan dan kelemahan karyawan.
Adanya laporan kinerja karyawan akan membantu manajer dalam memandu
karyawan dengan menyoroti item tertentu untuk didiskusikan.
Maka sangat penting bagi HR untuk melakukan laporan penilaian kinerja
karyawan dan melaporkannya kepada manajer HR atau direktur terkait.
237
Sampai saat ini, banyak karyawan yang mengira decision making skill hanya
diperlukan untuk karyawan posisi manajer ke atas.
Dalam mengerjakan tugas sehari-hari, setiap karyawan pernah-setidaknya
sekali-harus mengambil keputusan. Mereka tahu bahwa situasi darurat
kerap terjadi di lingkungan kerja yang mendesak mereka memutuskan sesuatu.
Dari situasi tersebut, mereka wajib memiliki keterampilan decision making untuk
membuat keputusan yang rasional di lingkungan kerja.
Dalam proses pengambilan keputusan, karyawan mungkin membutuhkan
keterampilan lain. Sebut saja, leadership,
communication, dan critical thinking untuk mendukung sekaligus
meningkatkan decision making skill.
Problem solving
Problem solving adalah salah satu keahlian utama yang dibutuhkan dalam
proses decision making yang efektif. Maka dari itu, memiliki keahlian problem
solving—yang terbukti efektif—sama saja memiliki aset penting.
Kolaborasi
Sering kali keputusan penting atas situasi yang genting tidak bisa diputuskan
oleh satu orang saja. Terkadang dibutuhkan kontribusi dan ide-ide dari orang
lain agar keputusan itu lebih mufakat serta mewakili semua pihak.
238
Maka dari itu, proses decision making juga membutuhkan keahlian karyawan
untuk berkolaborasi dan kompromi dengan orang lain.
Penalaran logis
Suatu masalah jelas mesti diselesaikan dengan penalaran yang logis. Seorang
karyawan mesti mampu menganalisis fakta yang tersedia, opsi yang ia miliki,
lantas mengevaluasi keputusan mana yang terbaik untuk diambil.
Emotional intelligence
Kemampuan untuk mengelola dan memahami emosi diri dan orang lain akan
membantu individu merumuskan keputusan yang tepat. Terlebih jika keputusan
yang diambil melibatkan kepentingan orang banyak.
Jika karyawan tak memiliki emotional intelligence baik, maka pengambilan
keputusan bisa menghasilkan berdampak negatif pada rekan-rekan kerja bahkan
perusahaan.
Menerapkan Kecerdasan Emosional Di Tempat Kerja
Kurang informasi
Jika Anda tidak memiliki informasi yang cukup, besar kemungkinan keputusan
yang diambil tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Anda harus menggali
informasi yang cukup dari segala sisi—yang dibutuhkan dan berkorelasi—untuk
mempertimbangkan mana keputusan yang benar.
Banjir informasi
Kebalikannya dari minim informasi, terlalu banyak informasi pun berpotensi
mendistraksi fokus Anda.
Contoh paling sederhana adalah seseorang justru kebingungan membeli menu
makan siang, karena ada begitu banyak pilihan di aplikasi pengantaran
makanan. Hal serupa juga bakal terjadi di lingkungan kerja jika terlalu banyak
informasi beredar.
239
Terlalu banyak orang
Kolaborasi dalam pengambilan keputusan tak bisa dihindari. Terutama, jika suatu
masalah melibatkan banyak divisi dalam suatu perusahaan.
Namun, terlalu banyak orang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan
berpotensi mengaburkan tujuan yang harus dicapai.
Kepentingan pribadi
Kepentingan pribadi dalam proses decision making akan menghasilkan keputusan
yang sangat bias atau hanya menguntungkan segelintir pihak. Tentu, hal ini
mengakibatkan pengambilan keputusan yang buruk.
#1 Menetapkan tujuan
Identifikasikan apa tujuan dan masalah yang dihadapi oleh anggota tim Anda.
Pastikan Anda mengerti situasi, ekspektasi apa yang diharapkan, dan sejauh apa
kesanggupan mereka untuk menyelesaikan tugas yang akan diberikan.
240
#2 Riset
Berikan tugas ke anggota tik dan dorong mereka untuk meriset informasi
sebaik-baiknya. Namun, ingatkan mereka untuk mencari informasi yang
berkorelasi penting terhadap tugas dan berguna untuk menyelesaikan masalah.
#3 Pertimbangkan fakta
Membuatan keputusan harus berdasarkan pertimbangan yang kuat dari fakta-
fakta yang ada. Jangan sekali-kali membuat keputusan berdasarkan asumsi atau
hanya dengan mengira-ngira.
Pertimbangkan semua fakta, informasi, dan pilihan yang dimiliki oleh tim.
Pikirkan konsekuensi dari tiap-tiap pilihan dan buat keputusan yang sesuai
masalah.
#4 Kurangi pilihan
Jika terlalu banyak pilihan, kurangi pilihan dengan tingkat risiko yang paling
tinggi. Buat daftar prioritas berdasarkan risiko yang muncul dari tiap keputusan.
Hilangkan pilihan yang terlalu berisiko.
#5 Minta bantuan
Ada keputusan yang bisa diambil sendiri, tetapi jika tim kesulitan mengambil
keputusan, mereka dapat meminta bantuan ke atasan, mentor, atau tim lain.
Tim dapat mengajak berdiskusi untuk meminta pendapat atasan guna menambah
perspektif serta mempertajam decision making skill mereka.
#7 Evaluasi
Jika keputusan sudah diambil dan dijalankan, refleksikan keputusan tersebut.
Lihat apakah hasilnya sesuai dengan ekspektasi atau tidak.
Jika tidak, team leader bersama anggotanya mengevaluasi apa yang membuat
gagal dan apa yang perlu diperbaiki. Hal ini akan membantu tim Anda untuk
meningkatkan decision making di masa depan.
14 Kriteria Evaluasi Kinerja Karyawan
241
Decision Making Efektif Bagi Tim HR
Proses decision making dalam perusahaan kini semakin kompleks seiring dengan
perkembangan zaman dan teknologi. Banyak perusahaan mulai mengandalkan
analisis data untuk membantu proses pengambilan keputusan.
Dalam studi terkini, Gartner menemukan bahwa 65 persen proses decision
making perusahaan saat iini lebih rumit dibanding dua tahun lalu.
Jadi, untuk membuat keputusan dengan kompleksitas tinggi, perusahaan
membutuhkan keterhubungan, kontekstual, dan keberlanjutan.
Keterhubungan
Tidak ada keputusan yang berdiri sendiri. Sebab satu keputusan akan
memengaruhi banyak pihak.
Keputusan yang diambil oleh divisi produksi akan terhubung ke berbagai divisi,
seperti distribusi, sales, dan marketing. Demikian juga keputusan yang dibuat
oleh tim business development berpengaruh terhadap beban pekerjaan tim
produksi, sales, dan marketing.
Maka, tim HR membutuhkan keterbukaan data dan informasi di seluruh jaringan
organisasi agar semua divisi memiliki keterhubungan sekaligus pemahaman
situasi yang sama.
Kontekstual
Semua alternatif keputusan yang tersedia wajib dievaluasi secara kontekstual,
bukan hanya mempertimbangkannya berdasarkan keuntungan.
Ada kalanya, tim HR melupakan konteks, sehingga keputusan yang diambil tidak
terkait atau hanya menguntungkan segelintir pihak. Maka, tim perlu memberikan
personalisasi pada setiap keputusan.
Keberlanjutan
Perusahaan harus responsif terhadap apa pun yang muncul setelah keputusan
dibuat, seperti keuntungan, kerugian, dan konflik.
Dengan demikian, tim HR perlu bersikap terbuka atas kemungkinan lain,
kesempatan baru, dan perubahan terhadap keberlanjutan perusahaan. Hal ini
akan membuat perusahaan lebih adaptif untuk merespon perubahan yang terjadi.
242
Strategi Kelola Karyawan di Sektor
Manufaktur
Shar
243
Menurut studi Deloitte dan The Manufacturing Institute 2022, manufaktur
merupakan sektor yang sangat penting bagi perekonomian. Walaupun publik
pernah memiliki persepsi sebaliknya.
Misalnya, orang Amerika Serikat beranggapan bahwa sektor manufaktur belum
menerapkan teknologi tinggi. Kenyataannya, sektor manufaktur mampu
meningkatkan produktivitas karyawan dan menyediakan keterampilan terkini
yang dapat ditransfer.
Bagaimana dengan Indonesia?
S&P Global merilis Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk aktivitas
manufaktur di Indonesia. Untuk periode Agustus 2022, PMI manufaktur
Indonesia berada di 51,7 atau menguat dari bulan sebelumnya, yakni 51,3, dan
indeks Juni sebesar 50,2.
Indeks tersebut mengindikasikan terdapat penambahan tenaga kerja di sektor
manufaktur. Maka, tim HR dan perekrut mempersiapkan diri dalam pemenuhan
kebutuhan tenaga kerja.
Persaingan meningkat
Banyak perusahaan manufaktur bersaing dengan sektor lain untuk mendapatkan
tenaga kerja terampil. Sektor ini menghadap tantangan ganda, yaitu mereka
bersaing secara global dengan sektor jasa, ritel, dan teknologi serta
mendapatkan kandidat dari bisnis lokal.
Untuk menghadapi persaingan tersebut, perusahaan menawarkan upah dan
tunjangan yang lebih baik serta peluang karier lebih fleksibel.
244
Ekspektasi dan tempat kerja telah berubah selama lima tahun terakhir.
Responden fokus pada, antara lain employee wellbeing, diversity, equity, and
inclusion (DEI), dan jadwal yang fleksibel.
Untuk mengatasi ekspektasi kerja, perusahaan manufaktur dapat menawarkan
waktu istirahat yang diperpanjang, jadwal kerja baru, dan meningkatkan parental
leave.
Artikel Rekomendasi: Employee Wellbeing Berdampak Besar Dalam
Kebahagiaan Karyawan
Talent shortage
Karena persaingan dalam mendapatkan kandidat meningkat dan persepsi publik,
maka sektor manufaktur mengalami talent shortage atau keterbatasan bakat.
Untuk menjadi yang terdepan, perusahaan harus mengelola kekurangan dan
merespons perubahan tenaga kerja dengan cepat.
245
yang rendah, rasionalisasi pemasok, kekosongan kemampuan domestik, dan
masalah transportasi.
Cybersecurity
Perusahaan manufaktur menghadapi serangan siber, terlebih ada lonjakan
ancaman selama pandemi. Deloitte melihat perusahaan harus memiliki
sistem cybersecurity yang kuat untuk mempertahankan bisnis sekaligus
kesiapan merespons krisis.
ESG
Peningkatan pesat faktor environmental, social, and governance (ESG)
meningkatkan keberlanjutan di sektor manufaktur. ESG juga mendorong
perusahaan untuk melaporkan matriks yang berhubungan dengan keragaman,
ekuitas, dan inklusif, sehingga menarik kandidat besar.
Baca Pula: Inklusi & Keragaman: Ketahui Manfaatnya Bagi Organisasi
246
departemen, data science, problem solving, digital technology, communication
skill, managerial skill, dan lainnya.
HR dapat mengupayakan tiga hal, yaitu:
Menyiapkan karyawan senior atau yang memasuki masa pensiun untuk melatih
atau mentoring juniornya.
Mempertimbangkan transisi karyawan yang memasuki masa pensiun untuk
menjadi karyawan part-time, karena mereka berperan melakukan transfer
keterampilan kepada karyawan usia produktif.
Merekrut fresh graduate dari institusi pendidikan teknik atau lulusan sekolah
kejuruan. Langkah ini juga bisa diiimbangi dengan membuat talent pipeline.
Artikel Selanjutnya: Cek Perbedaan Coaching dan Mentoring
247
Buat program mentoring untuk memasangkan karyawan berpengalaman
dengan karyawan baru, sehingga mereka dapat belajar lebih cepat.
Tawarkan penggantian biaya kuliah agar karyawan melanjutkan pendidikan dan
membantu perusahaan mendukung pertumbuhan keterampilannya.
Buat sistem manajemen kinerja yang dapat diukur secara objektif, seperti
mengukur berapa banyak pekerjaan yang diselesaikan dan upaya pekerja
meningkatkan efisiensi operasional.
Tawarkan fleksibilitas kerja, baik dari jarak dan durasi, sehingga karyawan
berkesempatan mengelola pekerjaan dan bertahan lebih lama.
Referensi Artikel: 15 Strategi Retensi Karyawan Lama dan Baru
Penutup
Lanskap sektor manufaktur mendorong tim HR untuk bekerja dengan agile untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kerja. HR dan manajemen perlu mengintegrasikan
tujuan perusahaan terhadap strategi mengelola karyawan.
Selain itu, tim HR meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Jadi, saat Anda
berhasil merekrut karyawan baru, maksimalkan kemampuannya melalui pelatihan
keterampilan serta menugaskan untuk melakukan lebih dari satu pekerjaan,
sehingga mereka siap menempati posisi baru atau promosi.
248
HR can leverage data analysis to identify trends, measure company performance, and make informed decisions that improve organizational efficiency and employee productivity. It allows HR to evaluate the effectiveness of training programs, recruitment strategies, and employee satisfaction initiatives, facilitating a data-driven approach to enhance organizational development .
Integrating core company values into daily operations ensures that employees have a shared understanding of acceptable behavior and ethical standards, which can prevent misunderstandings and conflicts. By consistently reinforcing these values, the company creates a unified culture that discourages actions leading to disputes and aligns individual objectives with organizational goals .
Employee orientation is a one-time event that provides a general introduction to the company, covering its mission, values, and policies, while onboarding is an extended process focused on role-specific training and team integration. Orientation helps new hires understand the company's overall environment, whereas onboarding ensures they are equipped with the necessary skills and knowledge for their specific job roles and become effective contributors to their teams .
Effective onboarding significantly impacts employee retention and engagement by helping newcomers quickly adapt to their roles, reducing their anxiety, and making them feel valued. This process fosters a positive first impression, aligns them with the company culture, and provides clarity about their job expectations, which increases their likelihood of staying longer with the company and boosts engagement .
Empathy is critical for HR because it allows professionals to understand and share the feelings of employees in conflict, promoting a supportive environment that fosters trust and openness. By truly empathizing, HR can more effectively mediate conflicts, as they can perceive the underlying emotional drivers, encourage constructive communication, and find equitable solutions .
Neutrality is crucial in conflict management because it ensures that the HR team does not inadvertently escalate tensions or appear biased. By maintaining an impartial stance, HR can facilitate fair negotiations and uphold trust among conflicting parties. To maintain neutrality, HR should focus on objective criteria and encourage open dialogue without taking sides, ensuring all voices are heard equally .
HR can mitigate workforce burnout by establishing well-being programs, promoting work-life balance, and offering flexible working conditions. Regularly assessing workload, providing mental health resources, encouraging regular breaks, and fostering a supportive company culture can prevent burnout and increase employee satisfaction and productivity .
HR employs risk management to handle non-compliance and employee disputes by developing clear policies, conducting regular compliance training, and ensuring adherence to labor laws. They implement reporting systems for grievances and establish fair investigation protocols to resolve disputes while proactively identifying potential compliance risks .
Emotional intelligence and listening skills are crucial in HR conflict management as they ensure the HR team approaches disputes with a calm, empathetic demeanor, preventing them from reacting impulsively to emotional conflicts. By honing these skills, HR can understand different perspectives and work towards fair resolution without bias. Effective listening aids in capturing both verbal and non-verbal communications, crucial for assessing the underlying emotions and motivations involved in workplace disputes .
Performance-based bonuses can boost employee motivation more than regular salary increments as they provide immediate gratification linked to the achievement of specific goals or contributions. Bonuses act as a tangible reward for exceptional performance, reinforcing positive behaviors and encouraging employees to maintain or improve their productivity .