Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Efektif
Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Efektif
Disusun Oleh
2024
1. Dalam merancang pembelajaran menggunakan prinsip UbD guru harus
merencanakan tujuan pembelajaran, asesmen, dan kegiatan pembelajaran.
Jelaskan hubungan ketiga komponen tersebut, lalu kemukakan pendapatmu jika
salah satu komponen tidak termuat dalam perencanaan pembelajaran!
Jawab :
Menurut saya hubungan dari ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:
a. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menjadi landasan untuk menilai keberhasilan proses
pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus mencakup kemampuan peserta didik
secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kejelasan tujuan pembelajaran guru
menentukan apakah peserta didik telah mencapainya atau tidak, dan hasil ini
menjadi dasar penentuan jenis asesmen yang akan diterapkan selama
pembelajaran. Oleh sebab itu, tujuan pembelajaran yang terdefinisi dengan baik
menjadi pedoman untuk mengevaluasi efektivitas dan prsetasi siswa dalam
proses pendidikan.
b. Asesmen
Asesmen merupakan metode yang digunakan oleh guru untuk menilai sejauh
mana kemampuan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat tiga
jenis asesmen yang terdiri diagnostuk, formatif dan sumatif. Asesmen dapat
berupa berbagai bentuk seperti observasi, ulangan harian, penilaian diri atau
penilaian antar teman, praktik, proyek dan portofolio yang dipilih sesuai dengan
karakteristik kompetensi yang dievaluasi. Penentuan jenis asesmen didasarkan
pada tujuan pembelajaran dan hasil yang diinginkan. Hasil asesmen
memberikan gambaran tentang sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai, dan
informasi ini menjadi pedoman bagi guru dalam melakukan perbaikan terhadap
proses pembelajaran. Dengan kata lain asesmen menjadi alat yang handal untuk
mengukur pencapaian siswa dan menginformasikan perbaikan yang perlu
dilakukan dalam pengajaran.
c. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran merupakan suatu interaksi dinamis antara [eserta didik,
guru dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. Pentingnya persiapan dan
perencanaan kegiatan pembelajaran terletak pada kecocokan dengan tujuan
pembelajaran yang ditetatapkan. Guru perlu memastikan bahwa kegiatan yang
diusulkan sesuai dengan Tingkat pemahaman peserta didik dan dapat
mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
Jadi menurut saya hubungan dari ketiga komponen tersebut adalah tujaun pembelajaran
memberi arah pda proses pembelajaran, sementara asesmen digunkan untuk mengukur
pencapaian peserta didik terhadap tujuan tersebut. Kegiatan pembelajaran sebagai
implementasi tujuan, melibatkan peserta didik di dalamnya. Kaitan antara ketiganya
membentuk suatu siklus, dimana hasil asesmen meberikan masukan untuk perbaikan
kegiatan pembelajaran dan penyesuaian tujuan pembelajaran di masa depan. Dapat
disimpulkan tujuan pembelajaran, asesmen, dan kegiatan pembelajaran menjadi kunci
utama dalam mencapai pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu jika salah satu
komponen tidak adan maka efektifitas pembelajaran akan menurun dan tujuan
pembelajaran tidak akan tercapai.
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Shafira Padma Fatima, [Link].
Instansi : SD Negeri Glagah
Tahun Penyusunan : Tahun 2024
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase / Kelas : A/1
Bab 5 : Bunyi Apa?
Tema : Bersikap Baik Terhadap Teman
Alokasi Waktu : 6 Minggu
B. KOMPETENSI AWAL
▪ Peserta didik dapat melafalkan bunyi dan merangkai huruf ‘m’ dengan huruf vokal menjadi suku
kata dan kata.
▪ Peserta didik dapat menulis suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ untuk melengkapi nama kata
benda dan binatang
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
▪ Beriman
▪ Mandiri;
▪ Bernalar kritis;
▪ Kreatif;
▪ Bergotong royong
D. SARANA DAN PRASARANA
▪ Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Bahasa
Indonesia, Aku Bisa! Buku Siswa SD Kelas I, Penulis: Soie Dewayani
▪ Buku lain yang relevan
▪ Kartu huruf;
▪ Kartu kata;
▪ kartu bergambar benda-benda yang memiliki suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’;
▪ Alat tulis dan alat warna;
▪ Buku-buku bacaan fiksi dan nonfiksi bertema pertemanan atau bertema lain yang sesuai untuk
peserta didik kelas satu.
▪ Lembar kerja peserta didik, laptop, handphone, LCD proyektor.
E. TARGET PESERTA DIDIK
▪ Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
▪ Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai
keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin
F. JUMLAH PESERTA DIDIK
▪ 25 Peserta didik
G. MODEL PEMBELAJARAN
▪ Model pembelajaran tatap muka
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Bab Ini :
▪ Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang sikap baik kepada teman, peserta didik dapat
mengenali tanda titik pada akhir kalimat serta membaca dan menulis kata-kata yang diawali dengan
huruf ‘m’.
Capaian Pembelajaran :
Membaca:
▪ Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui.
Menulis:
▪ Menuliskan suku kata sederhana pada kata-kata yang sering ditemui sehari-hari.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
▪ Meningkatkan kemampuan siswa tentang melafalkan bunyi dan merangkai huruf ‘m’ dengan huruf
vokal menjadi suku kata dan kata.
▪ Meningkatkan kemampuan siswa tentang menulis suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ untuk
melengkapi nama kata benda dan binatang
C. PERTANYAAN PEMANTIK
▪ Bagaimana sikap yang baik terhadap semua teman?
D. PERSIAPAN BELAJAR
Bapak dan Ibu Guru, berteman bukan hal yang mudah bagi sebagian peserta didik kelas satu. Sebagian
peserta didik harus mengalahkan rasa malu dan menumbuhkan keberanian untuk berbicara dengan
teman baru. Bagi para peserta didik kelas satu, memulai pertemanan adalah proses yang terus mereka
pelajari sepanjang tahun ajaran. Karena itu, meskipun tema ini tidak dipelajari pada awal tahun ajaran,
pertemanan adalah keterampilan sosial yang penting untuk didiskusikan dengan peserta didik kelas satu.
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru membuka kegiatan dengan aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan kelas ( menyapa, berdoa,
dan mengecek kehadiran ).
2. Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa.
3. Guru menyapa para peserta didik dan mengajak mereka berbincang tentang apa yang mereka lihat
dalam perjalanan ke sekolah hari ini
4. Guru menjelaskan bahwa ia akan membacakan buku dan menunjukkan sampul cerita untuk diamati
peserta didik.
5. Guru juga mendiskusikan tata cara menyimak dan berdiskusi.
6. Guru mengajak peserta didik mengamati gambar sampul dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Kegiatan Inti
1. Cerita “Mimi Berani” menggambarkan perubahan sikap dan perasaan Mimi, seorang anak yang
berusaha mengatasi rasa malunya.
2. Guru dapat mengarahkan perhatian peserta didik kepada gestur dan raut muka Mimi dalam gambar.
3. Setelah membacakan cerita “Mimi Berani”, tanyakan kepada para peserta didik apakah mereka
menyukai cerita tersebut. Tanyakan juga, apakah peserta didik menyukai Mimi, Maya, atau Moko.
Lalu, tanyakan alasannya. Kegiatan berdiskusi setelah menyimak cerita “Mimi Berani” ini melatih
mengembangkan empati peserta didik kelas satu. Kegiatan ini tidak dinilai.
4. Kegiatan menulis ini pun sebaiknya dilakukan secara individual atau dalam kelompok kecil agar setiap
peserta didik mendapatkan pendampingan yang optimal.
a. Tunjukkan gambar pada Buku Siswa dan mintalah peserta didik menebak nama benda pada
gambar tersebut.
b. Dampingi peserta didik untuk membunyikan huruf awal benda tersebut, lalu mengejanya.
c. Dampingi peserta didik untuk menuliskan suku kata yang hilang pada nama benda tersebut.
5. Pada kegiatan mengenali kalimat pernyataan, lakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Bacalah kalimat ‘Mimi suka main bola’. lalu tunjuk tanda titiknya.
b. Mintalah peserta didik menirukan intonasi membaca Anda.
c. Jelaskan bahwa tanda titik berfungsi mengakhiri kalimat.
6. Setelah membaca kalimat bertanda titik, ajak peserta didik untuk membaca kalimat ‘Mimi
minum’ dan ‘Mimi main’ bersama-sama.
Kemudian, minta peserta didik untuk membubuhkan tanda titik untuk mengakhiri kalimat tersebut
7. Guru perlu menunjukkan tanda titik setiap kali membacakan buku. Selain itu, tanda tanya dan
tanda seru juga perlu ditunjukkan kepada peserta didik beserta intonasi membacanya. Ketiga
tanda baca ini memiliki peran yang penting dalam membantu peserta didik memahami bacaan.
Meskipun demikian, pada kelas satu kegiatan pengenalan tanda baca masih berupa kegiatan
pembiasaan yang tidak dinilai.
8. Ketika membuka halaman buku, minta para peserta didik untuk memeriksa apakah jawaban
mereka benar. Setelah selesai membaca, ajukan pertanyaanpertanyaan kepada peserta didik untuk
membantu mereka menyimpulkan bacaan.
9. Setelah menjawab pertanyaan tentang bacaan, tanyakan kata ajaib apa yang perlu diucapkan
Moko pada situasi yang dihadapinya pada gambar di atas.
3. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru
memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam
kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan
kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di
atas teman-temannya. Dengan demikian, asesmen akhir bab ini membantu guru untuk
merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.
B. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan
Tabel 5.5 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 5
H. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen Formatif
Asesmen formatif hanya dilakukan pada beberapa kegiatan yang bersimbol di samping ini.
Kegiatan pada bab 1 dapat dinilai menggunakan contoh rubrik penilaian yang disediakan pada kegiatan-
kegiatan tersebut. Asesmen ini pun merujuk kepada Alur Konten Capaian Pembelajaran yang dikutip
pada kegiatan-kegiatan tersebut. Kegiatan lain dilakukan sebagai pembiasaan dan latihan; tidak
diujikan.
C. GLOSARIUM
GLOSARIUM
alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang
menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang
asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui
pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu
asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan pada awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi
para peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat
asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta
didik dalam proses pembelajaran
asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek
kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar
buku pengayaan: buku yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap buku pelajaran utama
capaian pembelajaran: kemampuan pada akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui
serangkaian proses pembelajaran
keterampilan sosial: kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan efektif serta berinteraksi
dengan orang lain secara verbal dan nonverbal sesuai dengan norma sosial dan budaya
media digital: format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital
membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain secara nyaring
dengan tujuan untuk menarik minat membaca
pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku
pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas
proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks dan melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan
peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
hingga evaluasi kegiatan
BAHAN AJAR
Tunjukkan gambar Mimi, Maya, dan Moko. Ingatkan peserta didik tentang ciri-ciri fisik ketiga tokoh
tersebut dalam gambar.
Setelah menjawab pertanyaan tentang bacaan, tanyakan kata ajaib apa yang perlu diucapkan Moko
pada situasi yang dihadapinya pada gambar di atas.