0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan17 halaman

Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Efektif

Modul ini merangkum materi pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 1 SD tentang bunyi huruf 'm' disertai huruf vokal dan merangkai menjadi suku kata dan kata. Modul ini disusun menggunakan prinsip Understanding by Design dengan mendefinisikan tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen untuk memantau perkembangan peserta didik.

Diunggah oleh

Nur Rahma H
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan17 halaman

Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Efektif

Modul ini merangkum materi pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 1 SD tentang bunyi huruf 'm' disertai huruf vokal dan merangkai menjadi suku kata dan kata. Modul ini disusun menggunakan prinsip Understanding by Design dengan mendefinisikan tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen untuk memantau perkembangan peserta didik.

Diunggah oleh

Nur Rahma H
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

UTS PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN YANG EFEKTIF 1

Disusun untuk memenuhi UTS mata kuliah

Prinsip pengajaran dan Asesmen yang Efektif 1

Dosen Pengampu Prof. Dr. Wuri Wuryandani, M. Pd.

Disusun Oleh

Shafira Padma Fatima/ 23100261147/D

PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGRI YOGYAKARTA

2024
1. Dalam merancang pembelajaran menggunakan prinsip UbD guru harus
merencanakan tujuan pembelajaran, asesmen, dan kegiatan pembelajaran.
Jelaskan hubungan ketiga komponen tersebut, lalu kemukakan pendapatmu jika
salah satu komponen tidak termuat dalam perencanaan pembelajaran!
Jawab :
Menurut saya hubungan dari ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:
a. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menjadi landasan untuk menilai keberhasilan proses
pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus mencakup kemampuan peserta didik
secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kejelasan tujuan pembelajaran guru
menentukan apakah peserta didik telah mencapainya atau tidak, dan hasil ini
menjadi dasar penentuan jenis asesmen yang akan diterapkan selama
pembelajaran. Oleh sebab itu, tujuan pembelajaran yang terdefinisi dengan baik
menjadi pedoman untuk mengevaluasi efektivitas dan prsetasi siswa dalam
proses pendidikan.
b. Asesmen
Asesmen merupakan metode yang digunakan oleh guru untuk menilai sejauh
mana kemampuan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat tiga
jenis asesmen yang terdiri diagnostuk, formatif dan sumatif. Asesmen dapat
berupa berbagai bentuk seperti observasi, ulangan harian, penilaian diri atau
penilaian antar teman, praktik, proyek dan portofolio yang dipilih sesuai dengan
karakteristik kompetensi yang dievaluasi. Penentuan jenis asesmen didasarkan
pada tujuan pembelajaran dan hasil yang diinginkan. Hasil asesmen
memberikan gambaran tentang sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai, dan
informasi ini menjadi pedoman bagi guru dalam melakukan perbaikan terhadap
proses pembelajaran. Dengan kata lain asesmen menjadi alat yang handal untuk
mengukur pencapaian siswa dan menginformasikan perbaikan yang perlu
dilakukan dalam pengajaran.
c. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran merupakan suatu interaksi dinamis antara [eserta didik,
guru dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. Pentingnya persiapan dan
perencanaan kegiatan pembelajaran terletak pada kecocokan dengan tujuan
pembelajaran yang ditetatapkan. Guru perlu memastikan bahwa kegiatan yang
diusulkan sesuai dengan Tingkat pemahaman peserta didik dan dapat
mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.

Jadi menurut saya hubungan dari ketiga komponen tersebut adalah tujaun pembelajaran
memberi arah pda proses pembelajaran, sementara asesmen digunkan untuk mengukur
pencapaian peserta didik terhadap tujuan tersebut. Kegiatan pembelajaran sebagai
implementasi tujuan, melibatkan peserta didik di dalamnya. Kaitan antara ketiganya
membentuk suatu siklus, dimana hasil asesmen meberikan masukan untuk perbaikan
kegiatan pembelajaran dan penyesuaian tujuan pembelajaran di masa depan. Dapat
disimpulkan tujuan pembelajaran, asesmen, dan kegiatan pembelajaran menjadi kunci
utama dalam mencapai pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu jika salah satu
komponen tidak adan maka efektifitas pembelajaran akan menurun dan tujuan
pembelajaran tidak akan tercapai.

2. Mengapa meranbcang pembelajaran dianjurkan menggunakan prinsip UbD?


Jelaskan kelebihan prinsip ini dibandingkan dengan cara merancang
pembelajaran seperti biasanya!
Jawab :
Understanding by Design (UbD) menekankan pada pemahaman mendalam peserta
diidk terhadap konsep-konsep pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka
serta memaparkan kelebihan dibandingkan dengan cara pembelajaran biasanya.
Dengan UbD Peserta didik akan fokus dan benar paham dengan pembelajarannya.
Kelebihan menggunakan prinsip UbD dalam pembelajaran anatara lain:
a. Mendorong pemahaman bermakna
Dengan membuat pembelajaran yang bermakna adalah cara untuk
menghubungkan informasi baru dengan konsep=konsep yang sudah ada dalam
pikiran seseorang. Struktur kognitif ini berisi fakta, konsep dan generalisasi
yang sudah dipelajari dan diingat oleh peserta didik. Dengan demikian,
pembelajaran yang bermakna membantu peserta didik mengaitkan informasi
baru ke dalam pengetahuan yang sudah dimiliki.
b. Mengutamakan pemahaman mendalam
UbD menempatkan pemahaman siswa sebagai fokus utama. Pemahaman
mendalam ditekankan bukan hanya pengetahuan factual semata. Mengajarkan
peserta didik untuk mengaitkan, menerapkan, dan memahami konsep-konsep
secara kontekstual.
c. Fleksibilitas dalam metode pembelajaran
Guru memiliki kebebbasan untuk memilih metode yang paling sesuai dengan
materi dan tujuan pembelajaran serta guru dapat lebih kreatif dalam menyusun
kegiatan pembelajaran yang menarik.
d. Refleksi dan evaluasi berkelanjutan
Mendorong guru untuk terus refleksi dan mengevaluasi efektivitas
pembelajaran dan memberikan landasan untuk perbaikan berkelanjutan dan
mendesign pembelajaran
e. Keterlibatan siswa aktif
Menekankan peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajarn dan
merangsang pemikiran kritis, kolaborasi dan pemecahan masalah.

3. Jelaskan perbedaan asesmen awal, asesmen formatif, asesmen sumatif serta


berikan masing-masing 1 contoh!
Jawab :
1. Asesmen Awal
Asesmen awal di lakukan di awal proses pembelajaran untuk mengukur
pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan peserta didik sebelum materi
pembelajaran di mulai.
Contoh:
Sebelum memulai pembelajaran pada materi merangkai hurug ’m’ dengan huruf
vokal, guru dapat memberikan kuis kuis singkat untuk menilai pemahaman awal
peserta didik tentang apa saja huruf vokal itu lalu bagaimana bunyinya jika
huruf ‘m’ di rangkai dengan huruf vokal (a.i,u,e,o).
2. Asesmen Formatif
Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran untuk meberikan
umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan guru. Tujuan utamanya
adalam untuk memantau perkembangan peserta didik dan emmbantu
meningkatkan pemahaman mereka.
Contoh :
Pada materi merangkai huruf ‘m’ dengan huruf vocal guru dapat memberikan
tugas untuk merangkai dan menulis huruf ‘m’ dengan huruf vokal (a,i,u,e,o)
menjadi suku kata nama benda atau binatang, guru berkeliling dan memberikan
umpan balik dengan membenarkan penulisan yang salah.
3. Asesmen Sumatif
Asesmen sumatif dilakukan setelah selesai suatu periode pembelajaran untuk
mengevaluasi sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran
Contoh :
Ujian akhir semester atau proyek akhir tahun adalah contoh asesmen sumatif.
Misalnya, pada akhir tahun pelajaran, peserta didik mengikuti ujian yang
mencangkup seluruh materi pelajaran untuk menilai pemahaman mereka
tentang seluruh kurikulum.
Penggunaan ketiga jenis asesmen ini bersifat saling melengkapi dan dapat
membantu menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistic bagi siswa. Asesmen
awal membantu dalam perencanaan pembelajaarn, asesmen formati memebrikan
umpan balik sepanjang proses, dan asesmen sumatif memberikan gambaran
keseluruhan pencapaian akhir peserta didik.

4. Asesmen bertujuan untuk memonitor perkembangan peserta didik. Jelaskan


maksud dari pernyataan tersebut!
Jawab:
Pernyataan tersebut menujukkan bahwa tujuan asesmen adalah mengawasi
perkembangan peserta didik secara terus menerus selama pembelajaran, dan bukan
hanya sebagai evaluasi akhir. Hal ini menekankan peran asesmen sebagai instrument
yang memberikan informasi berkelanjutan untuk memandu pengajar, memberikan
dukungan, dan mendukung perkembangan peserta didik selama proses pembelajaran.

5. Buatlah modul ajar (untuk 2 JP) dengan menggunakan prinsip Understanding by


Design (UbD) atau biasa disebut dengan backward design!
Jawab :
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA SD

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Shafira Padma Fatima, [Link].
Instansi : SD Negeri Glagah
Tahun Penyusunan : Tahun 2024
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase / Kelas : A/1
Bab 5 : Bunyi Apa?
Tema : Bersikap Baik Terhadap Teman
Alokasi Waktu : 6 Minggu
B. KOMPETENSI AWAL
▪ Peserta didik dapat melafalkan bunyi dan merangkai huruf ‘m’ dengan huruf vokal menjadi suku
kata dan kata.
▪ Peserta didik dapat menulis suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ untuk melengkapi nama kata
benda dan binatang
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
▪ Beriman
▪ Mandiri;
▪ Bernalar kritis;
▪ Kreatif;
▪ Bergotong royong
D. SARANA DAN PRASARANA
▪ Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Bahasa
Indonesia, Aku Bisa! Buku Siswa SD Kelas I, Penulis: Soie Dewayani
▪ Buku lain yang relevan
▪ Kartu huruf;
▪ Kartu kata;
▪ kartu bergambar benda-benda yang memiliki suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’;
▪ Alat tulis dan alat warna;
▪ Buku-buku bacaan fiksi dan nonfiksi bertema pertemanan atau bertema lain yang sesuai untuk
peserta didik kelas satu.
▪ Lembar kerja peserta didik, laptop, handphone, LCD proyektor.
E. TARGET PESERTA DIDIK
▪ Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
▪ Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai
keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin
F. JUMLAH PESERTA DIDIK
▪ 25 Peserta didik
G. MODEL PEMBELAJARAN
▪ Model pembelajaran tatap muka
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Bab Ini :
▪ Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang sikap baik kepada teman, peserta didik dapat
mengenali tanda titik pada akhir kalimat serta membaca dan menulis kata-kata yang diawali dengan
huruf ‘m’.

Capaian Pembelajaran :
Membaca:
▪ Mengenali dan mengeja kombinasi huruf pada suku kata dan kata yang sering ditemui.
Menulis:
▪ Menuliskan suku kata sederhana pada kata-kata yang sering ditemui sehari-hari.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
▪ Meningkatkan kemampuan siswa tentang melafalkan bunyi dan merangkai huruf ‘m’ dengan huruf
vokal menjadi suku kata dan kata.
▪ Meningkatkan kemampuan siswa tentang menulis suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ untuk
melengkapi nama kata benda dan binatang

C. PERTANYAAN PEMANTIK
▪ Bagaimana sikap yang baik terhadap semua teman?
D. PERSIAPAN BELAJAR

Bapak dan Ibu Guru, berteman bukan hal yang mudah bagi sebagian peserta didik kelas satu. Sebagian
peserta didik harus mengalahkan rasa malu dan menumbuhkan keberanian untuk berbicara dengan
teman baru. Bagi para peserta didik kelas satu, memulai pertemanan adalah proses yang terus mereka
pelajari sepanjang tahun ajaran. Karena itu, meskipun tema ini tidak dipelajari pada awal tahun ajaran,
pertemanan adalah keterampilan sosial yang penting untuk didiskusikan dengan peserta didik kelas satu.

Tip Pembelajaran Apa yang Dilakukan Bersama Teman?


Para peserta didik kelas satu tentunya telah mengenal kata ‘teman’ dan ‘berteman’. Namun, pemahaman
mereka tentang istilah tersebut bisa jadi berbeda. Kegiatan pembuka pada bab ini dapat melatih peserta
didik untuk berdiskusi tentang hal tersebut. Pada saat mengamati gambar pembuka, diskusikan dengan
peserta didik. Apa yang dilakukan anak-anak pada gambar ini? Siapakah mereka? Kemudian,
kembangkan diskusi dengan menanyakan kegiatan apa yang biasanya mereka lakukan dengan teman.
Di mana mereka bermain bersama teman di sekolah? Samakah dengan yang dilakukan anak-anak pada
gambar tersebut?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru membuka kegiatan dengan aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan kelas ( menyapa, berdoa,
dan mengecek kehadiran ).
2. Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa.
3. Guru menyapa para peserta didik dan mengajak mereka berbincang tentang apa yang mereka lihat
dalam perjalanan ke sekolah hari ini
4. Guru menjelaskan bahwa ia akan membacakan buku dan menunjukkan sampul cerita untuk diamati
peserta didik.
5. Guru juga mendiskusikan tata cara menyimak dan berdiskusi.
6. Guru mengajak peserta didik mengamati gambar sampul dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Kegiatan Inti

1. Cerita “Mimi Berani” menggambarkan perubahan sikap dan perasaan Mimi, seorang anak yang
berusaha mengatasi rasa malunya.
2. Guru dapat mengarahkan perhatian peserta didik kepada gestur dan raut muka Mimi dalam gambar.
3. Setelah membacakan cerita “Mimi Berani”, tanyakan kepada para peserta didik apakah mereka
menyukai cerita tersebut. Tanyakan juga, apakah peserta didik menyukai Mimi, Maya, atau Moko.
Lalu, tanyakan alasannya. Kegiatan berdiskusi setelah menyimak cerita “Mimi Berani” ini melatih
mengembangkan empati peserta didik kelas satu. Kegiatan ini tidak dinilai.
4. Kegiatan menulis ini pun sebaiknya dilakukan secara individual atau dalam kelompok kecil agar setiap
peserta didik mendapatkan pendampingan yang optimal.
a. Tunjukkan gambar pada Buku Siswa dan mintalah peserta didik menebak nama benda pada
gambar tersebut.
b. Dampingi peserta didik untuk membunyikan huruf awal benda tersebut, lalu mengejanya.
c. Dampingi peserta didik untuk menuliskan suku kata yang hilang pada nama benda tersebut.
5. Pada kegiatan mengenali kalimat pernyataan, lakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Bacalah kalimat ‘Mimi suka main bola’. lalu tunjuk tanda titiknya.
b. Mintalah peserta didik menirukan intonasi membaca Anda.
c. Jelaskan bahwa tanda titik berfungsi mengakhiri kalimat.
6. Setelah membaca kalimat bertanda titik, ajak peserta didik untuk membaca kalimat ‘Mimi
minum’ dan ‘Mimi main’ bersama-sama.
Kemudian, minta peserta didik untuk membubuhkan tanda titik untuk mengakhiri kalimat tersebut
7. Guru perlu menunjukkan tanda titik setiap kali membacakan buku. Selain itu, tanda tanya dan
tanda seru juga perlu ditunjukkan kepada peserta didik beserta intonasi membacanya. Ketiga
tanda baca ini memiliki peran yang penting dalam membantu peserta didik memahami bacaan.
Meskipun demikian, pada kelas satu kegiatan pengenalan tanda baca masih berupa kegiatan
pembiasaan yang tidak dinilai.
8. Ketika membuka halaman buku, minta para peserta didik untuk memeriksa apakah jawaban
mereka benar. Setelah selesai membaca, ajukan pertanyaanpertanyaan kepada peserta didik untuk
membantu mereka menyimpulkan bacaan.
9. Setelah menjawab pertanyaan tentang bacaan, tanyakan kata ajaib apa yang perlu diucapkan
Moko pada situasi yang dihadapinya pada gambar di atas.

Interaksi dengan Orang Tua


Bapak dan Ibu Guru, untuk mendukung pembelajaran di sekolah, libatkan orang tua dalam
menumbuhkan kebiasaan baik di rumah. Sesuai dengan materi pada bab ini, orang tua dapat diajak
untuk:
• Mengingatkan peserta didik untuk selalu mengucapkan empat kata ajaib di rumah;
• Mengingatkan peserta didik untuk memperlakukan orang di sekitarnya dengan baik dan santun;
• Membacakan buku-buku tentang pertemanan, berbuat baik kepada teman, berbagi dengan teman,
dan perilaku baik lainnya;
• Membacakan buku cerita yang disukainya dan mengajaknya untuk mendiskusikan perasaan tokoh,
serta perilaku baik dan tidak baik dalam cerita;
• Membacakan buku cerita yang disukainya dan mengajaknya memperhatikan tanda titik yang
menandai akhir kalimat dalam cerita;
• Membacakan buku cerita yang disukainya dan mengajaknya memperhatikan kata-kata yang
memiliki suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ dan membacanya.
Kegiatan Penutup
1. Guru perlu menunjukkan tanda titik setiap kali membacakan buku. Selain itu, tanda tanya dan
tanda seru juga, dan mengajak peserta didik membacanya bersama-sama.
2. Guru mengatakan bahwa peserta didik harus menulis suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’
dalam kata-kata yang dikenali sehari-hari.
3. Guru mengajak para peserta didik untuk mengingat kembali cerita “Mimi Berani”dan menanyakan
apakah mereka menyukai cerita tersebut.
4. Guru memberikan pesan penutup tentang membacakan buku cerita yang disukainya dan
mengingatkan peserta didik untuk membacakan buku cerita di rumah.
5. Guru mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu penutup.
G. REFLEKSI
A. Memetakan Kemampuan Awal Peserta Didik
1. Pada akhir Bab 5 ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masing-
masing melalui asesmen formatif dalam kegiatan sebagai berikut.
a. Melafalkan bunyi dan merangkai huruf ‘m’ dengan huruf vokal menjadi suku kata dan kata.
b. Menulis suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ untuk melengkapi nama kata benda dan
binatang.
2. Isi nilai peserta didik dari setiap kegiatan merangkai huruf ‘m’ menjadi suku kata dan kata, serta
menuliskan suku kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’ pada tabel berikut.
Tabel 5.4 Contoh Pemetaan Siswa Berdasarkan Kompetensi yang Dipelajari di Bab 5
Nilai Peserta Didik
Mengenali dan
Menuliskan Suku
No Nama Peserta Didik Merangkai Huruf
Kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’,
Menjadi Suku
‘mo-’ untuk melengkapi kata
Kata dan Kata
1
2
3
4
Dst.
1: Kurang 2: Cukup 3: Baik 4: Sangat Baik

3. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru
memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam
kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan
kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di
atas teman-temannya. Dengan demikian, asesmen akhir bab ini membantu guru untuk
merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.

B. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan
Tabel 5.5 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 5

Sudah Saya Sudah Saya Masih Perlu


No Pendekatan/Strategi
Lakukan Lakukan, Saya
Tetapi Belum Tingkatkan
Efektif Lagi

1 Saya sudah menyiapkan media dan alat


peraga sebelum memulai pembelajaran.
2 Saya sudah melakukan kegiatan
pendahuluan dan mengajak peserta didik
berdiskusi, membuat prediksi terhadap
tema yang akan dibahas.
3 Saya sudah meminta peserta didik
mengamati gambar sampul cerita
sebelum membacakan isi cerita.
4 Saya sudah mengelaborasi tanggapan
seluruh peserta didik dalam kegiatan
berdiskusi.
5 Saya menyepakati tata cara menyimak
dan berbicara yang baik dengan peserta
didik.
6 Saya telah melibatkan para peserta didik
dengan kebutuhan khusus dalam semua
kegiatan pembelajaran dengan
memperhatikan kebutuhan dan keunikan
mereka.
7 Saya sudah memperhatikan reaksi
peserta didik dan menyesuaikan strategi
pembelajaran dengan rentang perhatian
dan minat peserta didik.
8 Saya sudah memilih dan menggunakan
media dan alat peraga pembelajaran yang
relevan di luar yang disarankan Buku
Guru ini.
9 Saya telah menyesuaikan materi
pembelajaran, penggunaan lagu,
permainan, dengan materi yang tersedia
di daerah saya.
10 Saya telah menggunakan pengetahuan
peserta didik, termasuk bahasa daerah
yang dikuasai, untuk menjembatani
pemahaman peserta didik terhadap
materi pembelajaran dan kosakata baru
dalam bab ini.
11 Saya memanfaatkan alat peraga pada
dinding kelas seperti kamus dinding dan
kartu kata secara efektif dalam
pembelajaran.
12 Saya telah mengumpulkan hasil
pekerjaan peserta didik sebagai asesmen
formatif peserta didik.
13 Saya telah mengajak para peserta didik
merefleksi pemahaman dan keterampilan
mereka pada akhir pembelajaran Bab 5.

Tabel 5.6 Contoh Refleksi Guru di Bab 5


Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan Bab 5 ini:
..............................................................................................................
Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya:
..............................................................................................................
Kegiatan yang paling disukai peserta didik:
..............................................................................................................
Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik:
...............................................................................................................
Buku atau sumber lain yang saya temukan untuk mengajar bab ini:
..............................................................................................................

H. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen Formatif
Asesmen formatif hanya dilakukan pada beberapa kegiatan yang bersimbol di samping ini.
Kegiatan pada bab 1 dapat dinilai menggunakan contoh rubrik penilaian yang disediakan pada kegiatan-
kegiatan tersebut. Asesmen ini pun merujuk kepada Alur Konten Capaian Pembelajaran yang dikutip
pada kegiatan-kegiatan tersebut. Kegiatan lain dilakukan sebagai pembiasaan dan latihan; tidak
diujikan.

Tabel 5.2 Contoh Rubrik Penilaian


Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata
(Beri tanda centang pada baris nama peserta didik sesuai nilainya)
Tidak Dapat Dapat Peserta Didik Peserta Didik
Merangkai Merangkai Dapat Merangkai Dapat Membaca
Bunyi Huruf Bunyi Huruf Beberapa Suku Hampir Semua
‘m’ dengan ‘m’ dengan Kata yang Diawali (Lebih dari
Vokal Sama Beberapa dengan Huruf ‘m’ 6 Kata) atau
Nama Sekali atau Semua dengan Suku Kata Bahkan Semua
Peserta Didik Huruf Vokal Lain Sehingga Kata yang
Membentuk Mengandung
Nama Benda yang Suku Kata yang
Dikenalinya (2-5 Diawali dengan
Kata) Huruf ‘m’
Nilai = 1 Nilai = 2 Nilai = 3 Nilai = 4

1: Kurang 2: Cukup 3: Baik 4: Sangat Baik

Tabel 5.3 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata


(Beri tanda centang pada baris nama peserta didik sesuai nilainya)
Peserta Didik Peserta Didik Peserta Peserta
Menulis Suku Menulis Suku Kata Didik Dapat Didik Dapat
Kata dengan dengan Bantuan Menulis Suku Menulis Suku
Bantuan Parsial (Misalnya Kata Secara Kata pada
Penuh (Guru Guru Mendiktekan Mandiri, Delapan
Nama Mendiktekan Huruf Tersebut), Namun Kata yang
Peserta Huruf yang Peserta Didik Menulis Terdapat Ditanyakan
Didik Ditulis dan Sebagian Huruf Beberapa Dua Secara
Memberikan Secara Mandiri Hingga Tiga Mandiri
Contoh Huruf dengan Beberapa Kesalahan Secara Tepat
untuk Ditiru) Kesalahan

Nilai = 1 Nilai = 2 Nilai = 3 Nilai = 4

1: Kurang 2: Cukup 3: Baik 4: Sangat Baik

I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Inspirasi Kegiatan Perancah
• Kegiatan mendiskusikan cerita sebaiknya tidak selalu dilaksanakan secara klasikal. Sebagian
peserta didik mungkin tidak mudah mengemukakan pendapatnya dalam kelompok atau di depan
teman-teman sekelasnya. Untuk para peserta didik yang tidak aktif berpendapat, guru perlu
membacakan cerita dan bertanya secara individual untuk mengetahui pendapat mereka terhadap
cerita.
• Peserta didik yang telah lancar membaca bisa jadi tidak terlalu memperhatikan gambar karena
fokus pada teks. Ingatkan peserta didik untuk mengamati gambar secara perinci dengan
memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk mempertahankan konsentrasinya saat mengamati
gambar.
Inspirasi Kegiatan Pengayaan :
• Peserta didik yang telah dapat membaca suku kata dan kata secara mandiri perlu diperkenalkan
dengan berbagai kombinasi suku kata. Berikan buku bergambar dan kartu kata kepadanya agar ia
dapat mengenal beragam bentuk dan bunyi kata beserta maknanya dalam buku. Peserta didik
seperti ini juga memerlukan pendampingan khusus agar kecakapannya dapat berkembang secara
optimal.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA SISWA
Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Nilai Paraf Orang Tua

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK


Bahan bacaan siswa
• Buku-buku bacaan fiksi dan nonfiksi bertema pertemanan atau bertema lain yang sesuai untuk
peserta didik kelas satu.
• Buku bacaan digital dapat menjadi alternatif. Salah satu sumbernya adalah laman Badan Bahasa
Kemendikbud: [Link]
literasi-2019. Buku Cerita Putri Gema pada Buku Siswa
Bahan bacaan guru
• Artikel tentang bertema pertemanan atau bertema lain,

C. GLOSARIUM
GLOSARIUM
alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang
menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui
pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan pada awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi
para peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta
didik dalam proses pembelajaran

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek
kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar

buku pengayaan: buku yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap buku pelajaran utama

capaian pembelajaran: kemampuan pada akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui
serangkaian proses pembelajaran

keterampilan sosial: kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan efektif serta berinteraksi
dengan orang lain secara verbal dan nonverbal sesuai dengan norma sosial dan budaya

kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu

media digital: format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital

membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain secara nyaring
dengan tujuan untuk menarik minat membaca

pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku
pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas

proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks dan melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan
peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
hingga evaluasi kegiatan
BAHAN AJAR

Tunjukkan gambar Mimi, Maya, dan Moko. Ingatkan peserta didik tentang ciri-ciri fisik ketiga tokoh
tersebut dalam gambar.

Mengucapkan Bunyi Huruf ‘m’


Merangkai Huruf ‘m’ dengan Huruf Vokal
Membaca Suku Kata
Membaca Kata dengan Suku Kata ‘ma-’, ‘mi-’, ‘mu-’, ‘me-’, ‘mo-’

Pada kegiatan mengenali kalimat pernyataan, lakukan hal-hal sebagai berikut.


a. Bacalah kalimat ‘Mimi suka main bola’. lalu tunjuk tanda titiknya.
b. Mintalah peserta didik menirukan intonasi membaca Anda.
c. Jelaskan bahwa tanda titik berfungsi mengakhiri kalimat.
Setelah mengajukan pertanyaan ‘Apa yang harus Mimi katakan?’, demi memberi kesempatan
kepada peserta didik untuk menjawabnya.

Setelah menjawab pertanyaan tentang bacaan, tanyakan kata ajaib apa yang perlu diucapkan Moko
pada situasi yang dihadapinya pada gambar di atas.

Anda mungkin juga menyukai