0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan8 halaman

Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup DM

Dokumen ini merupakan outline skripsi yang membahas hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini akan menggunakan desain cross sectional dan mengambil sampel secara purposif di Puskesmas Banjar 3 untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita diabetes. Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat untuk pengelolaan pasien diabetes di Puskesmas Banjar

Diunggah oleh

Wisnu Dwi septian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan8 halaman

Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup DM

Dokumen ini merupakan outline skripsi yang membahas hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini akan menggunakan desain cross sectional dan mengambil sampel secara purposif di Puskesmas Banjar 3 untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita diabetes. Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat untuk pengelolaan pasien diabetes di Puskesmas Banjar

Diunggah oleh

Wisnu Dwi septian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN

KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2


DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR 3

OUTLINE SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan Studi


pada Program Studi S1 Keperawatan
STIKes Bina Putera Banjar

Oleh :

ILMI LIESATI
NIM: 4002200011

STIKES BINA PUTERA BANJAR


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
2024
I. MASALAH PENELTIAN
Keluarga sering kali tidak terlalu memperhatikan kesehatan dan gaya
hidup penderita diabetes mellitus, sehingga dukungan keluarga sangat rendah
dikarenakan salah satunya adalah keluarga kurang pengetahuan tentang
penyakit diabetes mellitus. Hal ini yang dapat mempengaruhi kualitas hidup
penderita penyakit DM sehingga kondisi penyakit DM dapat menimbulkan
berbagai masalah fisik dan psikis yang selanjutnya akan menurunkan kualitas
hidup penderita diabetes mellitus.
II. KEILMUAN
Keperawatan keluarga dan keperawatan medical bedah
III. JUDUL PENELITIAN
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Penderita
Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar 3
IV. LATAR BELAKANG
Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan
tingginya kadar gula dalam darah yang terjadi ketika tubuh tidak mampu
menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif (WHO, 2019).
International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 menyatakan
bahwa Penderita diabetes mellitus di dunia sebanyak 537 juta pada usia 20 –
79 tahun, diperkirakan akan terus naik di tahun 2030 dengan total penderita
diabetes sebanyak 643 juta atau peningkatan penderita diabetes sebanyak 46%
pada populasi dunia (Bahri et al, 2023).
Di Indonesia menempati peringkat ke-4 sebagai negara dengan jumlah
penderita diabetes terbanyak di dunia setekah Tiangkok, India, dan Amerika
Serikat. Jumlah penduduk Indonesia yang mengindap diabetes mencapai
sekitar 10,3 juta orang pada tahun 2021, dengan prevalensi diabetes sebesar
6,9% pada populasi usia 20-79 tahun (Bahri et al, 2023).
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018,
prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74% (570.116) penderita Diabetes
Mellitus. Peningkatan jumlah penderita diabetes di Indonesia dipengaruhi oleh
perubahan gaya hidup, termasuk pola makan yang kurang sehat, kurangnya
aktivitas fisik, dan obesitas. Faktor risiko lainnya meliputi faktor genetik, usia
dan Riwayat keluarga (Bakhri et al, 2023).
Jumlah kasus penderita Diabetes Mellitus di Kota Banjar, sebanyak
2.385 orang. Berdasarkan data yang di dapat di Wilayah Kerja Puskesmas
Banjar 3 yang mengidap penyakit Diabetes Mellitus sebanyak 394 orang. 195
berjenis kelamin laki-laki dan 199 berjenis kelamin perempuan. (Dinkes Kota
Banjar, 2023).
Untuk mengetahui status DM memang membutuhkan bantuan orang
sekitar, terutama anggota keluarga. Keluarga adalah bagian terpenting bagi
semua orang. Begitu pula bagi penderita Diabetes mellitus. Kurangnya
dukungan keluarga dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita penyakit DM
sehingga kondisi penyakit DM dapat menimbulkan berbagai masalah fisik
dan psikis yang selanjutnya akan menurunkan kualitas hidup pasien.
Dari uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita Diabetes
Mellitus Tipe 2
V. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi perumusan
masalah dalam penelitian ini adalah “ apakah ada hubungan antara dukungan
keluarga dengan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

VI. TUJUAN PENELITIAN


1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan
kualitas hdiup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
2. Tujuan Khusus
1) Untuk mengidentifikasi dukungan keluarga
2) Untuk mengidentifikasi kualitas hidup penderita Diabates
Mellitus
3) Untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan
kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
VII. MANFAAT PENELITIAN
1.1 Manfaat Penelitian
1.1.1 Manfaat Teoritis
Menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan melalui metodelogi
penelitian terhadap bidang kesehatan khususnya keperawatan medical
bedah dan keperawatan keluarga terutama pada pasien Diabetes Mellitus

1.1.2 Manfaat Praktis


1. Bagi Puskesmas
Hasil penelitian ini diharpakn dapat memberikan informasi yang
berguna tentang penatalaksanaan dan pengelolaan hubungan dukungan
keluarga dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 di
Wilayah kerja Puskesmas Banjar 3
2. Bagi Institusi Pendidikan / STIKes Bina Putera Banjar
Sebagai referensi baik untuk dosen maupun mahasiswa dalam
melanjutkan Penelitian lebih lanjut dengan topic yang sama, selain itu
dapat dijadikan bahan referensi dalam proses belajar mengajar
khususnya tentang penyakit Diabetes Mellitus
3. Bagi Pelayanan Keperawatan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk
meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan terhadap pasien Diabetes
Mellitus
4. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat dijadikan pengalaman dalam menempuh
pendidikan akademik, serta menambah ilmu pengetahuan khususnya
tentang kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus. Dapat dijadikan
data awal bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan Penelitian lanjutan
dan analisis lebih dalam tentang faktor-faktor lain yang berhubungan
dengan kualitas hidup Penderita Diabetes Mellitus.
VIII. KEASLIAN PENELITIAN
1. Jais, M., Tahlil, T., & Susanti, S.S (2021). Dukungan keluarga dan
Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus yang berobat di Puskesmas.
Persamaan :
1) jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.
2) Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner
Perbedaan :
1) Lokasi penelitian
2) Populasi penelitian ini adalah pasien dengan penyakit DM di
wilayah kerja Puskesmas pada salah satu kabupaten di Propinsi
Aceh yang berjumlah 525 orang.
3) Jumlah sampel adalah 227 orang yang dihitung dengan
menggunakan rumus Slovin dan diseleksi dengan carastratified
random sampling.
4) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 132 pasien DM yang
tidak mendapat dukungan emosional keluarga, terdapat 76 (pasien
33,5%) yang kualitas hidupnya baik. Sementara dari 95 pasien
yang mendapat dukungan emosional keluarga, terdapat 70 pasien
(30,8%) yang kualitas hidupnya baik (P-value = 0,002).
2. FR Putri (2021). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup
Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Keling 1 Kabupaten
Jepara .
Persamaan : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional
analitikdengan rancangan penelitian cross sectional study.
Perbedaan :
1) Lokasi penelitian.
2) Dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2021 terhadap
responden 84 orang penderita [Link] tipe2. Puskesmas
yang dipilih adalah Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara. Hasil
penelitian mayoritas responden 85,7% mempunyai dukungan yang
tinggi dan sebagian dari responden 88,1% mempunyai kualitas
hidup tinggi. Dari hasil Chi-Square dan korelasi pearson hubungan
dukungan keluarga degan kualitashidup diabetes melitus tipe 2
dihasilkan p-value 0,000 dan nilai r 0,795. Kemudian untuk uji
Chi-Square dan korelasi pearson dimensi emosional (p 0,000),
dimensi penghargaan (p 0,001 dan p 0,000) dan dimensi informasi
(p 0,000) dan dimensi instrumental (p 0,159).
3. Munir, N.W (2021). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care pada
pasien Diabetes Mellitus.
Persamaan : -
Perbedaan :
1) Lokasi penelitian
2) Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan
pendekatan cross sectional study. Adapun penentuan sampel
dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan besar sampel
sebanyak 41 responden. Uji hubungan dilakukan dengan
menggunakan uji statistik Fisher Exact Test dan Pearson dengan
tingkat kemaknaan α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
dukungan keluarga baik sebanyak 92,7%. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan
pelaksanaan self care pada pasien diabetes melitus di Puskesmas
Tamamaung Kota Makassar (ρ=0,003). keluarga diharapkan dapat
terus memberikan dukungan baik dalam self care pasien maupun
secara psikologis
IX. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian ini
menggunakan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan
purposive sampling. Populasi yan digunakan pada penelitian ini adalah
penderita diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah kerja Puskesmas Banjar 3.
Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling karena sampel
kurang dari [Link] dengan cara Purposive sampling dipilih sesuai
ketentuan kriteria inklusi dan ekslusi.
Terdapat 2 variabel dalam penelitian ini. Variabel Independent (Variabel
Bebas)Yang menjadi variabel independent adalah dukungan keluarga terhadap
penderita Diabetes MellitusVariabel Dependent (Variabel Terikat)Yang
menjadi variabel dependent adalah kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus.
Instrumen untuk mengukur dukungan keluarga menggunakan kuisioner
Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS). Sedangkan Instrument
untuk mengukur kualitas hidup penderita diabetes adalah menggunakan
kuisioner Diabetes Quality Of Life (DQOL).
DAFTAR PUSTAKA

World Health Organization. (2019). Classification of diabetes melitus 2019.


Geneva: World Health Organization

Jais, M., Tahlil, T., & Susanti, S. S. (2021). Dukungan keluarga dan kualitas hidup
pasien diabetes mellitus yang berobat di puskesmas. Jurnal Keperawatan
Silampari, 5(1), 82-88.

Bahri, K., Fajar, K., Fadli, M., Anggara, H., Qidya, R., Ardi, E. N., ... & Hidayat10,
R. (2023). Pemeriksaan Kaki Diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok
Jawa Barat. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),
6(9), 3706-3715.

Riskesdas. (2018). Laporan Provinsi Jawa Barat Riskesdas. Lembaga Penerbit


Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).
[Link]
SKESDAS%20JAWA%20BARAT%[Link]
Dinkes (2023). Cakupan DM di Puskesmas Kota Banjar.

Anda mungkin juga menyukai