Penerapan Algoritma Genetika untuk Rute Terpendek
Penerapan Algoritma Genetika untuk Rute Terpendek
Ahmad Tohari
Program Studi Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya,
email: ahmad.19019@[Link]
Abstrak
Ekspedisi menjadi salahisatu hal penting dalam pengiriman barang di era perkembangan saat ini karena
dapat memudahkan masyarakat yang membutuhkan jasa pengiriman. Permasalahan pengiriman barang
oleh kurir termasuk dalam permasalahaniTravelling Salesman Problem (TSP) yang mana kurir harus
menentukan rute terpendek untuk ditempuh dari titik awal hingga kembali ke titik awal lagi dan setiap titik
harus dilalui satu kali. Solusi pada permasalahan ini adalah menggunakan algoritma genetika untuk
mencari rute terpendek yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah unutuk menerapkan Algoritma Genetika
dalam pencarian rute terpendek dilakukan pada PT. Pos Cabang Lamongan dan menghitung biaya
perjalanan kuirir. Metode penelitianiyang digunakaniadalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan
menggunakan perhitungan secara manual dan pengkodean menggunakan aplikasi python. Tahapan
algoritma genetika adalah populasi awal, proses evaluasi, seleksi, crossover, dan mutasi hingga
menghasilkan solusi. Hasil pencarian rute terpendek pada 2 siklus adalah pada jalur dengan total jarak
tempuh sebesar 158 km dengan melewati 12 titik adalah A-L-K-J-I-H-G-F-E-D-C-B-A . Kemudian dilakukan
perhitungan cost memperoleh hasil sebesar Rp. 158.000.
Kata Kunci: Pengiriman, Rute Terpendek, Algoritma Genetika, Traveling Salesman Problem
Abstract
Expedition is one of the important things in shipping goods in the current era of development because it can make it easier for
people who need shipping services. The problem of shipping goods by couriers is included in the Traveling Salesman Problem
(TSP) where the courier must determine the shortest route to be taken from the starting point to return to the starting point
again and each point must be passed once. The solution to this problem is to use a genetic algorithm to find the optimal shortest
route. The purpose of thisiresearch is to applyithe Genetic Algorithm in finding the shortest route at PT. Lamongan Branch
Post and calculate the courier’s travel costs. The research methodiused is descriptiveiquantitative. The research was carried out
using manual calculations and coding using the python application. The stages of the genetic algorithm are the initial
population, the process of evaluation, selection, crossover and mutation to produce a solution. The search result for the shortest
route for 2 cycles is the path with a total distance of 158 km by passing 12 points, namely A-L-K-J-I-H-G-F-E-D-CB-A . Then
the cost calculation is carried out to obtain a result of Rp. 158.000.
Keywords: Distribution, shortest route, Genetic Algorithm, Traveling Salesman Problem
458
AHMAD TOHARI, YULIANI PUJI ASTUTI
kemudian kembali ke lokasi awal dan setiap kantor baru. Solusi yang ada pada metode Algoritma
tepat dikunjungi satu kali. Genetika disebut kromosom. Sebuah kromosom
Perkembangan TSP pada kehidupan sehari- dapat berupa bilanganinumerik, ibiner, isimbol, atau
hari yang bermanfaat salah satunya pada persoalan karakter tergantung masalah yang diselesaikan.
pengiriman barang jarak jauh. Salah satu perusahaan Setelah itu dilakukan proses reproduksi dengan
logistik yang menyediakan beberapa jenis memilih individu yang dikembangbiakkan. Pada
pengiriman barang adalah PT. Pos Indonesia. Seiring penelitian ini metode Algoritma Genetika digunakan
dengan perkembangan teknologi, yang dulunya untuk menganalisis optimasi rute PT. Pos Indonesia
hanya menyediakan jasa pengiriman surat saat ini cabang Lamongan ke drop point “PosAja” yang
PT. Pos Indonesia memiliki strategi bisnis yang tersebar dibeberapa kecamatan yang ada.
bagus dalam menanggapinya.
. PT. Pos Indonesia memiliki keunggulan
KAJIAN TEORI
lebih terpercaya dalam memberikan pelayanan A. Travelling Salesman Problem
kepada pelanggan karena PT. Pos sudah berdiri dari Traveling iSalesman Problem iadalah
tahun 1746 dan memiliki tarif yang terjangkau. Jasa permasalahan yang digunakan untuk mencari
pengiriman PT. Pos Indonesia memiliki layanan biaya touriminimal dari sekumpulanikantor yang
yang lebih lengkap dibandingkan pengiriman mana tiap kantor hanya dikunjungi satu kali
logistik lainnya. Strategi yang digunakan PT. Pos (Candrawati, 2017). Travelling Salesman Problem
Indonesia untuk memberikan kepuasan pelanggan awalnya berkembang sebagai bagian masalah
salah satunya dengan memberikan fasilitas kantor logistik dan transportasi. Logistik dan Supply
atau drop point “PosAja” yang tersebar dibeberapa Chain secara umum memiliki arti sebagai suatu
kecamatan. Seperti PT. Pos Indonesia cabang system untuk mengelola orang, sumber daya,
lamongan yang memiliki drop point diantaranya : teknologi, aktivitas, dan sebagainya yang
Kecamatan Lamongan, Karanggeneng, Sukodadi, digunakan untuk mengantar barang dan jasa dari
Babat, Ngimbang, Sambeng, Mantup, Tikung, titik supplier ke titik tujuan. Penggunaan TSP
Kembangbahu, Paciran, Laren, dan Sekaran. Adanya dalam sektor logistik sangat penting bag
banyak rute yang dilalui perusahaan maka perusahaan pengiriman barang dan jasa,
perusahaan harus tepat dalam menentukan rute perusahaan travel, dan biro perjalanan, distribusi
yang optimal sehingga proses distribusi tidak dan pemasaran bahan baku atau bahan jadi
dilakukan berdasarkan keinginan petugas pos dan perusahaan. Dari definisi tersebut dapat
adanya rute yang optimal tidak berpengaruh pada disimpulkanibahwaikonsep TSPimemiliki aturan
proses distribusi (Paillin, 2019). sebagai berikut :
Penyelesaian masalah TSP dapat 1. Harus mengunjungi setiapikantor satu kali
menggunakan beberapa metode diantaranya tidak bolehikurang atau lebih,
Algoritma Genetika, Algoritma Semut, Simulated 2. Semua kantor harus dikunjungi dalam satu
Annealing, Hill Climbing, dan Tabu Search. Untuk kali perjalanan,
menyelesaikan permasalahan TSP pada pengiriman 3. Dimulai dan diakhiri pada kantor yang
barang PT. Pos Indonesia tersebut, maka analisis rute sama.
dilakukan dengan menggunakan metode Algoritma B. Algoritma Genetika
Genetika untuk mencari rute terpendek yang Algoritma genetika adalah algoritma
optimal dalam pengiriman barang karena Algoritma digunakan untuk pencarian yang didasarkan
Genetika memiliki kelebihan yaitu waktu komputasi pada teori evolusi dan seleksi alam
yang dibutuhkan cenderung stabil dan memberikan (Nugroho,2007). Algoritma genetikaimerupakan
jarak terpendek walaupun dengan jumlah kantor metode ipemecahan iyang idisesuaikan idengan
yang besar. proses genetika dari proses organisme-organisme
Metode Algoritma Genetika memiliki 5 biologi yang digunakan berdasarkan iteori
tahapan yaitu populasi awal, proses evaluasi, Charles Darwin. Sifat algoritma genetika adalah
seleksi, crossover, mutasi yang nantinya akan mencariikemungkinan-kemungkinanidari solusi
menghasilkan sebuah hasil akhir berupa genenerasi untuk imendapatkan iyang ioptimal iuntuk
459
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA …
460
AHMAD TOHARI, YULIANI PUJI ASTUTI
fungsi ifitness, ibatas inilai ifungsi iobjektif, dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan
batas iwaktu ikomputasi, banyak igenerasi, pengamatan jalur pada google maps.
dan terjadiikonvergensi. Populasi dalam penelitian ini adalah 19 titik
Pemilihan syarat berhenti yang paling sesuai kantor pos yang ada di beberapa kecamatan di
sangat bergantung pada tingkat kerumitan Kabupatten Lamongan. Penerapan Algoritma
masalah idan iperangkat ikeras iyang Genetika dilakukan dengan menentukan jarak,
digunakan. Pada kasus-kasus tertentu yang menghitung jarak optimal melalui tahap-tahap
biasanya digunakan adalah banyak algoritma genetika seperti:
generasi, tetapi belum tentu syaratiberhenti 1. Populasi awal
tersebut dapat diterapkan pada kasus 2. Proses evaluasi
lainnya. Namun, tidak imenutup 3. Seleksi
kemungkinan untuk melakukan kombinasi 4. Crossover
beberapa syaratiberhenti (Zukhri,2014). 5. Mutasi
461
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA …
462
AHMAD TOHARI, YULIANI PUJI ASTUTI
463
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA …
464
AHMAD TOHARI, YULIANI PUJI ASTUTI
Terlihat pada Tabel 4.11 terdapat terpendek PT. Ps Indonesia cabang Lamongan
calon induk terpilih menggunakan selanjutnya peneliti melakukan perhitungan
probabilitas penyilangan sebesar 50% yang
cost untuk menentukan besar biaya yang
akan dilakukan crossover :
CALON R Induk harus dikeluarkan dalam satu kali perjalanan
INDUK Terpilih untuk mengantarkan paket surat dan barang.
v7 0,675
Selain itu perhitungan cost digunakan untuk
v4 0,745
v10 0,808 memudahkan dalam menentukan biaya
v6 0,796 pengiriman surat dan barang.
v9 0,343 v9 Langkah pertama yang dilakukan
v10 0,127 v10
untuk mengitung cost adalah memasukkan
Terdapat 2 kromosom terpilih yaitu
v9, v10 seperti pada siklus pertama, hasil kromosom yang telah didapatkan dari
dilakukan perkawinan silang yang saling penerapan algoritma genetika.
menukar gen. dapat dilihat dari crossover
𝑓1 (A-B-C-D-E-F-G-H-I-K-J-L-A) = 171
berikut :
Crossover : v9,v10 𝑓2 (A-C-B-K-L-J-I-H-G-F-E-D-A) = 203
𝑓3 (A-L-J-I-H-K-G-F-E-D-C-B-A) = 182
𝑓4 (A-B-K-L-J-I-H-G-F-E-D-C-A) = 174
𝑓5 (A-D-E-C-F-G-H-I-J-L-K-B-A) = 197
d. Mutasi
𝑓6 (A-B-C-D-E-F-G-H-K-I-J-L-A) = 186
Setelah dilakukan proses crossover
didapatkan keturunan-keturunan yang akan Kromosom baru :
di proses mutasi. Dengan perhitungan 𝑓7 (A-D-E-F-G-H-I-J-L-K-B-C-A) = 203
manual seperti siklus pertama mutasi yang
𝑓8 (A-L-J-K-I-H-G-F-E-D-C-B-A) = 171
diperoleh adalah :
1. Anak 1 (v11) 𝑓9 (A-B-C-D-E-F-G-H-I-K-J-L-A) = 171
A L J K I H G F E D C B A 𝑓10 (A-L-K-J-I-H-G-F-E-D-C-B-A)= 158
Dengan mutasi berurutan peneliti 𝑓11 (A-L-K-J-I-H-G-F-E-D-C-B-A)= 158
memindahkan titik J dan K. Sehingga
𝑓12 (A-B-C-D-E-F-G-H-I-K-J-L-A)= 171
titik J dan K bertukar posisi menjadi :
A L K J I H G F E D C B A Dari 12 kromosom diatas dapat diketahui
2. Anak 2 (v12) jalur terpendek terdapat pada kromosom ke
A B D C E F G H I K J L A 10 dan 11 yaitu 158 KM. Dapat diperoleh
Dengan mutasi berurutan peneliti
perhitungan berikut :
memindahkan titik D dan C. Sehingga
titik D dan C bertukar posisi menjadi : Z = 𝑓𝑖 C
A B C D E F G H I K J L A Z = 158 . Rp 1.000,00
Pada siklus kedua ini dikarenakan
Z = Rp 158.000,00
terdapat kromosom yang sama maka
terjadi konvergensi pada kromosom Jadi hasil perhitungan biaya yang harus
9,10,11, dan 12 Sehingga dapat dikeluarkan perusahaan untuk melakukan
memenuhi syarat berhenti. pengriman surat dan barang dengan
2. Perhitungan Cost
menggunakan rumus tersebut adalah Rp.
Setelah melakukan penerapan
158.000.
algoritma genetika dalam menentukan rute
465
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA …
466
AHMAD TOHARI, YULIANI PUJI ASTUTI
DAFTAR PUSTAKA
Basuki, A. (2003). Strategi menggunakan algoritma
genetika. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
PENSITS.
Candrawati, L. G. A., & Kadyanan, I. G. A. G. A.
(2017). Optimasi Traveling Salesman Problem
(TSP) Untuk Rute Paket Wisata Di Bali dengan
Algoritma Genetika. Jurnal Ilmiah Komputer,
10(1), 27–32.
Nugroho Wahyu Trianto, dkk. (2007). ALGORITMA
GENETIKA DALAM PROGRAM PENCARIAN
JALUR ALTERNATIF. 1, 2–9.
Paillin, D. B., & Tamaela, M. (2019). Analisis Pola
Rute Distribusi Paket Pada [Link] Indonesia
(Persero) Ambon Dengan Menggunakan
Metode Travelling Salesman Problem Dan
Differential Evolution. Arika, 13(2), 75–86.
[Link]
Rohman, S., Zakaria, L., Asmiati, A., & Nuryaman,
A. (2020). Optimisasi Travelling Salesman
Problem dengan Algoritma Genetika pada
Kasus Pendistribusian Barang PT. Pos
Indonesia di Kota Bandar Lampung. Jurnal
Matematika Integratif, 16(1), 61.
[Link]
73
Sihombing Tigor. (2023). 1 Liter Bensin Berapa
Kilometer Mobil Bisa Melaju? Moladin.
[Link]
berapa-kilometer-mobil-bisa-melaju/
Utami, P. Y., Suhery, C., & Ilhamsyah. (2014).
Aplikasi Pencarian Rute Terpendek
Menggunakan Algoritma Genetika (Studi
Kasus: Pencarian Rute Terpendek Untuk
Pemadam Kebakaran Di Wilayah Kota
Pontianak). Jurnal Coding Sistem Komputer
Universitas Tanjungpura, 02(1), 19–25.
Zukhri, Z. (2014). Algoritma Genetika Metode
Komputasi Evolusioner untuk Menyelesaikan
Masalah Optimasi. CV. Andi Offset.
467