ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny “S” UMUR 31 TAHUN MASA KEHAMILAN TRIMESTER III,
PERSALINAN, NIFAS, DAN NEONATUS DI PMB “D”
WILAYAH KERJA PUSKESMAS CURUP
TAHUN 2022
LAPORAN TUGAS AKHIR
Oleh:
SERA DESPA INDAH
NIM . P00340219036
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM DIPLOMA TIGA
JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN /2022
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny ”S” UMUR 31 TAHUN MASA KEHAMILAN TRIMESTER III,
PERSALINAN, NIFAS, DAN NEONATUS DI PMB “D”
WILAYAH KERJA PUSKESMAS CURUP
TAHUN 2022
LAPORAN TUGAS AKHIR
Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan pendidikan ahli madya kebidanan pada
program studi kebidanaan program diploma tiga kampus curup jurusan kebidanan
politeknik kesehatan kemenkes bengkulu
Oleh:
SERA DESPA INDAH
NIM . P00340219036
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM DIPLOMA TIGA
JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN /2022
ii
iii
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan judul
“Asuhan Kebidanan Pada Ny “S” Masa Kehamilan Trimester III, Persalinan,
Nifas, Dan Neonatus, di Praktik Mandiri Bidan “D” Curup”. Dalam penyelesaian
Laporan Tugas Akhir ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak,
untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Eliana, SKM, MPH selaku Direktur Politeknik Kementerian Kesehatan
Bengkulu
2. Ibu Yuniarti, SST, [Link] selaku Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes
Bengkulu
3. Ibu Kurniyati, SST, [Link] selaku Ketua Program Studi Kebidanan Program
Diploma Tiga Kampus Curup
4. Ibu, Kurniyati, SST, [Link] SST, selaku pembimbing saya yang telah
memberikan waktu dalam membimbing saya serta memberikan masukan pada
Laporan Tugas Akhir ini
5. Ibu Farida Esmiati [Link] selaku pembimbing akademik yang telah memberikan
waktu dalam membimbing serta memotivasi kepada saya dalam penyusunan
Laporan Tugas Akhir ini
6. Ibu Wenny Indah SST,[Link] dan Ibu Eva Susanti SST [Link] selaku Ketua
penguji dan Penguji I saya yang telah memberikan waktu serta masukan kepada
saya dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini
v
7. Seluruh dosen dan staf yang telah membantu dalam proses penyelesaian Laporan
Tugas Akhir
8. Pada Ibu Dewi yang telah membimbing saya dilahan serta memberikan masukan
dan semangat sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir dengan
tepat waktu
9. Pada Ny “S” yang telah bersedia menjadi pasien serta kooperatif ketika
diberikan tindakan
10. Kepada kedua orang tua saya yang telah memberikan semangat serta doa yang
tiada henti-hentinya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Laporan Tingkat
Akhir ini dengan tepat waktu.
11. Kepada kakak-kakak serta adik saya yang selalu memotivasi dan memberikan
semangat kepdada saya untuk menyelesaikan tugas akhir ini dengan tepat waktu
12. Kepada Andre fernades dan Sahabat saya Mayang, Sintia, Nadia, Bella, Lesi dan
Indri yang telah memberikan saya dukungan serta support kepada saya sehingga
saya dapat menyelesaikan Dengan tepat waktu.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-
Nya serta membalas kebaikan yang telah diberikan. Harapan penulis semoga
Laporan Tugas Akhir ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca.
Curup, April 2022
Penulis
Sera Despa Indah
vi
DAFTAR ISI
Halaman Judul ................................................................................... i
Halaman Persetujuan ........................................................................ ii
Halaman Pengesahan ......................................................................... iii
Kata Pengantar .................................................................................. iv
Daftar Isi ............................................................................................ vi
Daftar Tabel ....................................................................................... vii
Daftar Singkatan ................................................................................ viii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................... 1
A. Latar Belakang ....................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................. 4
C. Tujuan .................................................................................... 4
D. Sasaran temapat dan waktu ..................................................... 6
E. Manfaat .................................................................................. 6
F. Keaslian Laporan Kasus ......................................................... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................ 9
A. Konsep Teori Asuhan Kebidanan ............................................. 9
1. Asuhan Kehamilan ........................................................ 9
2. Asuhan Persalinan......................................................... 26
3. Asuhan Bayi Baru Lahir................................................ 58
4. Asuhan Neonatus .......................................................... 66
5. Asuhan Nifas dan Menyusui ......................................... 69
B. Manajemen Kebidanan Varney ................................................. 79
1. Manajemen Varney ...................................................... 79
2. SOAP ........................................................................... 81
3. Manajemen Asuhan Kebidanan (Varney) ...................... 84
BAB III ............................................................................................... 181
1. Asuhan Kehamilan ........................................................ 181
2. Asuhan Persalinan......................................................... 191
3. Asuhan Bayi Baru Lahir................................................ 210
4. Asuhan Neonatus .......................................................... 214
5. Asuhan Nifas dan Menyusui ......................................... 223
BAB IV PEMBAHASAN ................................................................... 233
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................. 245
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................
LAMPIRAN .......................................................................................
vii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
Tabel 2.1 TFU dengan cm berdasarkan usia ......................................... 11
Tabel 2.2 Pemeriksaan Leopold .......................................................... 11
Tabel 2. 3 Penambahan Bera Badan Ibu Hamil .................................... 12
Tabel 2.4 Pengukuran TFU .................................................................. 22
Tabel 2.5 Pemberian imunisasi TT ....................................................... 22
Tabel 2.4 Penilaian Apgar Skor ............................................................ 66
viii
DAFTAR SINGKATAN
SDGs :Sustainable Development Goals
MDGs :Millenium Development Goals
AKI :Angka Kematian Ibu
AKB :Angka Kematian Bayi
KH :Kelahiran Hidup
COC :Contiunity of Care
LILA :Lingkar Lengan Atas
KB :Keluarga Berencana
BAK :Buang Air Kecil
BAB :Buang Air Besar
TFU :Tinggi Fundus Uteri
BBL :Bayi Baru Lahir
MAL :Metode Amnoera Laktasi
KBA :Keluarga Berencana Alamiah
AKDR :Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
IMS :Infeksi Menular Seksual
ix
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana
aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk
Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan
melindungi lingkungan, Target SGDs Adalah Pada tahun 2030
mengurangi rasio angka kematian ibu menjadi kurang dari 70 per 100.000
kelahiran dan mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada bayi baru
lahir dan balita dimana setiap negara menargetkan untuk mengurangi
kematian neonatal12 per 1000 kelahiran dan kematian balita serendah 25
per 1000 kelahiran (CSO, 2017)
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk
melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu AKI dan AKB di Indonesia
masih tinggi saat pandemi COVID-19. Penyebab Angka Kematian Ibu
diindonesia disebabkan ibu hamil menderita anemia, mengalami kurang
gizi dan mengalami tekanan darah tinggi saat hamil, Jumlah AKI Di
Indonesia tercatat sebanyak 1086 ibu meninggal dengan hasil pemeriksaan
swab PCR/antigen positif. Sementara, jumlah bayi meninggal yang dengan
hasil swab/PCR positif tercatat sebanyak 302 bayi (Widiawati,2021).
Di Provinsi Bengkulu Pada tahun 2020 jumlah AKI sebanyak 32
per 100.000 KH, Berdasarkan data laporan Dinas Kominfo dan Statistik
2
Provinsi Bengkulu tahun 2020 bahwa angka kematian ibu di kabupaten
Rejang Lebong pada tahun 2018 yaitu sebanyak 8 orang. Sedangkan angka
kematian neonatus dan bayi di kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2020
yaitu, Angka Kematian Neonatal (AKN) sebesar 20 dan Angka Kematian
Bayi (AKB) sebesar 25. (Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu,
2020)
Upaya percepatan penurunan AKI dan AKB dilakukan dengan
menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu
yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan,
perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan
rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana
termasuk KB pasca persalinan (Profil Kesehatan Indonesia 2019). Upaya
yang dilakukan untuk menurun AKI dan AKB ini adalah Vaksinsi
COVID-19 bagi ibu hamil. Risiko terinfeksi COVID-19 pada ibu hamil
sama dengan perempuan yang tidak hamil, namun jika terinfeksi COVID-
19, ibu hamil memiliki risiko mengalami kondisi yang lebih berat (Sehat
negeriku, 2021)
Untuk menurunkan Angka kematian ibu maka dilakukan deteksi
dini penanganan ibu hamil berisiko atau komplikasi kebidanan Salah satu
upaya untuk mendeteksi dini dan melakukan penanganan ibu hamil
dengan risiko tinggi dengan melakukan pelayanan Continuity of Care
(COC) atau asuhan yang berkesinambungan.
3
Continuity of Care (COC) adalah pelayanan yang dicapai Ketika
terjalin hubungan yang terus menerus antara klien dan bidan. Asuhan yang
berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewatu yang
membutuhkan hubungan terus menerus antara klien dengan tenaga
kesehatan yang professional. (Siti dkk, 2018).
Peran bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki
peran dalam penurunan AKI dan AKB, serta menyiapkan generasi penerus
masa depan yang berkualitas dengan memberikan pelayanan kebidanan
berkesinambungan dan pari purna, bagi ibu dan anak diantaranya meliputi
pelayanan kesehatan pada masa sebelum hamil, masa hamil, masa
persalinan, masa nifas, masa menyusui dan masa kehamilan, bayi baru
lahir. (IBI, 2021).
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan penulis tertarik
untuk melakukan penelitian Asuhan Kebidanan berkesinambungan pada
ibu dari mulai hamil, bersalin, nifas, neonates dan KB di salah satu Praktik
Mandiri Bidan “D” Kabupaten Rejang Lebong tahun 2022 Tercatat
periode januari-Desember 2021 yaitu Jumlah ibu hamil K1-K4 yaitu 113 ,
Ibu bersalin yaitu 30, Ibu nifas KN1 yaitu 49 Orang. Bayi baru lahir KN1
sebanyak 49 Bayi dari jumlah tersebut pelayanan antenatal care yang
berkualitas dan pelayanan kegawatdaruuratan untuk ibu
hami,bersalin ,nifas dan BBl sampai KB sangat memadai dan sesuai
standar pelayanan Asuhan kebidanan (Praktik Mandiri Bidan ”D” 2022).
4
Oleh karena itu upaya untuk percepatan penurunan AKI dan AKB
salah satunya adalah melaksanakan asuhan secara berkesinambungan atau
Continuity of Care, yaitu asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan
tenaga professional kesehatan, pelayanan kebidanan yang dilakukan mulai
awal kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas dan bayi baru lahir
dan penggunaan alat kontrasepsi dikarenakan masyarakat disebuah desa
tersebut masih kurangnya pengetahuan dan dan Pendidikan, seperti yang
kita ketahui rendahnya pengetahuan dan Pendidikan sangat lah berbahaya
untuk masyarakat disebuah desa tersebut, membuat kejadian angka
kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi semakin meningkat (AKB).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas didapati masalah yang terjadi pada ibu
hamil, ibu bersalin,ibu nifas bayi baru lahir serta keluarga berencana, yang
menjadi rumusan masalah pada LTA ini adalah “Bagaimanakah asuhan
kebidanan berkesinambungan pada ibu hamil, bersalin,nifas ,Bayi baru lahir
dan keluarga berencana di PMB “D” tahun 2022?
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk menerapkan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas.
Bayi Baru Lahir dan keluarga berencana dengan mngacu pada
KEPMENKES No 938/MENKES/SK/VIII/2007 tentang standar
Asuhan Kebidanan.
5
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui dan melakukan pengkajian padaibu
selama masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan
keluarga berencana
b. Untuk merumuskan Diagnosa masalah dan kebutuhan dan atau
Masalah kebidanan , Pada ibu selama masa kehamilan,
persalinan, nifas, neonatus dan keluarga berencana meliputi
c. Untuk menyusun perencanaan pada selama masa ibu kehamilan,
persalinan, nifas, neonatus dan keluarga berencana
d. Untuk melakukan implementasi pada ibu selama masa
kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan keluarga berencana
e. Untuk melakukan evaluasi pada ibu selama masa kehamilan,
persalinan, nifas, neonatus dan keluarga berencana
f. Untuk melakukan pendokumentasian dalam bentuk SOAP pada
ibu selama masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan
keluarga berencana.
g. Untuk menentukan kesenjangan antara teori dan praktik dilahan
1.4 Sasaran, Tempat dan Waktu Asuhan Kebidanan
a. Sasaran
Sasaran subjek suhan kebidanan ditunjukkan kepada ibu dengan
memperhatikan Continuity Of Care mulai hamil, bersalin, nifas,
neonatus dan KB.
6
b. Tempat
Lokasi yang dipilih untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu
adalah di bidan praktek mandiri “D” yang telah bekerja sama dengan
Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
c. Waktu
Waktu yang diperlukan untuk mulai dari penyusunan proposal pada
akhir semester V dan memberikan asuhan kebidanan di semester VI
dengan mengacu pada kalender akademik jurusan kebidanan Poltekkes
Kemenkes Bengkulu.
1.5 Manfaat Penulisan
1.5.1 Manfaat Teoritis
Hasil penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat dijadikan
sebagai referensi dan menjadi sumber bacaan dalam menerapkan dan
pengembangan ilmu pengetahuan khusunya dalam asuhan kebidanan pada
masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan keluarga berencana.
1.5.2 Manfaat praktis
a. Intitusi
Hasil studi kasus ini dapat dimanfaatkan sebagai
pertimbangan masukkan dalam memberikan asuhan kebidanan
komprehensif pada mata kuliah kehamilan, persalinan, nifas,
neonatus dan keluarga berencana.
b. Profesi
7
Sebagi sumbangan teoritis maupun aplikatif bagi profesi
bidan dalam asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil,
bersalin, nifas, neonatus dan keluarga berencana.
c. Klien dan Masyarakat
Agar klien maupun masyarakat bisa melakukan deteksi yang
mungkin timbul pada masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus
dan keluarga berencana sehingga memungkinkan segera mencari
pertolongan
1.6 Keaslian laporan kasus
No Peneliti Judul Metode Hasil Perbedaan
1 Yusni Asuhan Deskriptif Hasil asuhan yang Metode
2020 kebidanan diberikan pada Ny. penelitian,
komprehensif J.P umur 22 tahun sampel dan
G3P1A1 mulai dari tempat
kehamilan, bersalin,
peneltian
nifas, dan bayi baru
lahir berjalan dengan
lancar serta ibu dan
bayi dalam keadaan
normal.
2 Salsania Asuhan Deskriftif Hasil Metode
Rohmia kebidanan penatalaksanaan penelitian,sa
2021 komprehensif pada Ny “A” di PMB
pada ny.”A” Nurtila Palembang mpel dan
di praktik Tahun 2021 mulai tempat
mandiri dari masa kehamilan, peneltian
bidan nurtila persalinan, nifas, dan
palembang bayi baru lahir dan
dilakukan evaluasi
sehingga asuhan
yang diberikan telah
terlaksana dengan
baik
8
3 Saputri Asuhan Penelitian Berdasarkan Metode
2020 kebidanan deskritif penelitian penelitian,sa
komprehensif menerapkan massage mpel dan
36 minggu endophin pada saat tempat
ehamilan nyeri punggung
peneltian
normal hasilnya ibu merasa
dengan lebih nyaman
keluhan nyeri
punggung
9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. KONSEP TEORI ASUHAN KEBIDANAN
2.1.1. Asuhan Kehamilan
1. Definisi Kehamilan
Kehamilan merupakan suatu proses dimulainya konsepsi sampai
lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari 40 minggu atau 9
bulan 7 hari dihitung dari hari pertama haid terakhir. Selama proses
kehamilan ,kehamilan dapat dibagi menjadi 3 yaitu trisemseter ke-1 (usia
kehamilan 1-3 bulan),trisemester ke-2 (usia kehamilan 4-6 bulan) dan
trisemster ke-3 ( usia kehamilan 7-9 bulan) (Febrianti & Aslina,2021).
2. Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologis pada Ibu Hamil
a. Uterus
Selama kehamilan pembesaran uterus terjadi akibat peregangan
dan hipertrofi sel-sel ototsementara produksi miosit masih terbatas,
peningkatan ukuran sel otot ini diiringi dengan akumulasi jaringan
fibrosa, terutama di lapisan otot eskternal, dan peningkatan bermakna
jaringan elastis, anyaman serta otot yang terbentuk ikut memperkuat
dinding uterus sehingga menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu
hamil seperti nyeri punggung bagian bawah, kram kaki, Kaki bengkak
Tabel 2.1 TFU dengan cm berdasarkan usia kehamilan
10
Usia Kehamilan TFU dengan Cm
28 minggu 25 cm
32 minggu 27 cm
36 minggu 30 cm
40 Minggu 34 M
Sumber: Febrianti & Aslina 2021
Tabel 2.2 Pemeriksaan Leopold
1. Leopold I Pada fundus teraba bagian bulat,
lunak, dan tidak ada lentingan
2. Leopold II Disebelah kanan kiri teraba perut ibu
teraba keras, memanjang dari atas ke
bawah. Sebelah kanan/kiri ibu teraba
bagian-bagian kecil janin.
3. Leopold III Pada bagian bawah perut ibu teraba
bagian bulat, keras, dan ada lentingan.
Bagian terbawah janin belum/sudah
masuk PAP
4. Leopold IV Seberapa jauh kepala janin sudah
masuk PAP (Konvergen/Divergen)
Perlimaan :0-5/5
b. Perubahan Sistem Pernafasan
Kehamilan mempengaruhi perubahan system pernafasan pada
volume paru-paru dan ventilasi. Perubahan anatomi dan fisiologi
system pernafasan selama kehamilan diperlukan untuk memenuhi
peningkatan metabolism dan kebutuhan oksigen bagi tubuh ibu dan
janin.
c. Perubahan integumen
11
Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi
kemerahan, kusam dan kadang-kadang akan mengenai daerah
payudara dan paha sehingga menyebabkan hiperpigmentasi pada muka
(cloasma gravidarum),payudara (putting susu & aerola mamae), perut
(linea nigra & striae gravidarum)
d. Perubahan Sistem Pencernaan
Perubahan rasa tidak enak diulu hati disebabkan karena
perubahan posisi lambung dan aliran balik asam lambung ke
esophagus bagian bawah, produksi asam lambung menurun. Sering
terjadi nausea dan muntah karena pengaruh HCG, tonus otot-otot
traktus digestivus menurun sehingga motilitas seluruh traktus
digestivus berkurang.
e. Perubahan metabolik
Sebagai respons terhadap penigkatan kabutuhan janin dan plasenta
yang tumbuh pesat, wanita hamil mengalami perubahan-perubahan
metabolic yang besar dan intens, pascanatal yang dapat memicu
perubahan metabolic sebesar itu.
f. Sistem muskuloskletal
Pengaruh dari peningkatan estrogen, progesterone dan elstin dalam
kehamilan menyebabkan kelemahan jaringan ikat dan
ketidakseimbangan [Link] dari perubahan fisik selama
kehamilan
12
g. Perubahan system peredaran darah
Hemodulisi penambahan volume darah sekitar 25% dengan puncak
pada kehamilan 32 minggu, sedangkan hematocrit mencapai level
terendah pada minggu 30-32 minggu setelah 34 minggu masa RBC
terus meningkat tetapi vlume plasma tidak.
h. Perubahan Gastrointestinal
Kemampuan pergerakan gastrik serta penyerapan makanan padat
berkurang akan menyebabkan pencernaan hamper berhenti selama
persalinan dan akan menyebabkan konstipasi.
i. Berat Badan Dan Indeks Massa Tubuh
Peningkatan berat badan optimal untuk kehamilan rata-rata kehamilan
adalah 12,5 kg, 9 kg diperoleh pada 20 minggu terakhir. Berat badan
yang optimal ini berkaitan dengan resiko komplikasi terendah selama
kehamilan dan persalinan serta berat badan bayi lahir rendah.
Tabel 2.3 Penambahan Berat badan pada ibu hamil
Jaringan dan Cairan Berat Badan (kg)
Janin 3-4
Plasenta 0,6
Cairan amnion 0,8
Peningkatan berat uterus 0,9
Peningkatan berat payudara 0,4
Peningkatan volume darah 1,5
Cairan ekstra seluler 1,4
Lemak 3,5
Total 12,5
13
Sumber : Febrianti &Aslina,2020
3. Ketidaknyaman yang terjadi pada ibu hamil
a. Nyeri punggung bagian bawah
Untuk mengatasi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil menurut jurnal
Ridawati dan Fajarsari 2020 yaitu Warm compress dan backrub ,
Backrub adalah gosok punggung untuk membantu mempercepat proses
pemulihan nyeri punggung pada ibu hamil dengan menggunakan
sentuhan tangan pada punggung ibu hamil secara perlahan dan lembut
untuk menimbulkan efek relaksasi.
b. Kaki bengkak / edema dependen
Untuk mengatasi keluhan Kaki bengkak pada ibu hamil menurut jurnal
Anisah 2021 adalah dengan Pijat kaki, Pijat kaki merupakan salah satu
intervensi untuk mengurangi edema yang fisiologis pada kehamilan yaitu
dengan cara memberikan tekanan pada daerah yang mengalami edema.
dengan cara posisikan kaki ibu lebih tinggi dari posisi kepala atau
dengan posisi semi-fowler, selanjutnya baluri kaki ibu dengan olive oil,
baby oil atau minyak zaitun, kemudian pijat kaki ibu dalam waktu 10-20
menit setiap hari selama 5 hari, Ajari ibu cara pijat kaki yang baik dan
benar
c. Sering Buang air kecil
Untuk mengatasi keluhan sering BAK pada ibu hamil menurtu jurnal
Ziya dan Damayanti 2021 adalah dengan melakukan senam kegel ,terapi
senam kegel merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapat
14
menguatkan otot panggul, membantu mengendalikan keluarnya urin saat
berhubungan intim, dapat meningkatkan kepuasan saat berhubungan
intim karena meningkatkan daya cengkram vagina, meningkatkan
kepekaan terhadap rangsangan seksual, mencegah “ngompol kecil” yang
timbul saat batuk atau tertawa, dan melancarkan proses kelahiran tanpa
harus merobek jalan lahir serta mempercepat penyembuhan pasca
persalinan.
d. Konstipasi
Cara untuk mengatasi konstipasi pada ibu hamil menurut jurnal Soputri,
dkk 2021 yaitu adalah mengonsumsi buah pepaya dan minum air hangat
dipagi hari, Air hangat yang dikonsumsi dalam jumlah yang cukup
saat baru bangun tidur dan belum mengkonsumsi makanan,
merangsang gerakan peristaltis menjadi lebih cepat dan partikel-
partikel yang terdapat dalam usus dipecahkan, menciptakan konsistensi
encer sisa pencernaan
e. Keputihan
Keputihan disebabkan karena produksi lendir meningkat oleh
kelenjar endoserviks karena meningkatnya tingkat estrogen. Penanganan
keputihan dapat dilakukan dengan cara :
1) Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
2) Pakailah pakaian yang terbuat dari katun atau bahan dengan daya serap
yang kuat
3) Hindari pakaian dalam yang terbuat dari nilon.
15
f. Kesulitan tidur
Untuk mengatasi kesulitan tidur pada ibu hamil menurut jurnal
Ismiyati dan Faruq 2020 adalah dengan cara Prenatal yoga, Peningkatan
kualitas tidur yang didapatkan sesudah pelaksanaan prenatal yoga
ditunjukkan dengan 7 parameter kualitas tidur yang semakin kecil
nilainya pada setiap parameter.
g. Varises
Cara mengatasi varises yaitu dengan melakukan exercise selama
kehamilan dengan teratur, menjaga sikap tubuh yang baik, tidur dengan
posisi kaki sedikit lebih tinggi selama 10-15 menit dan dalam keadaan
miring, hindari duduk dengan kaki menggantung.
h. Nafas pendek
Untuk mengatasi keluhan nas pendek pada ibu hamil menurut
jurnal Rahmawati, Dkk 2021 yaitu Deep Breathing exercise, Deep
breathing exercise didefinisikan sebagai salah satu latihan otot
pernapasan dalam meningkatkan kapasitas vital paru yang bisa
mengoptimalkan proses disfusi meningkatnya kapasitas vital paru dapat
membuat semakin meningkatnya perbedaan tekanan parsial gas yaitu
antara tekanan parsial gas pada alveoli dengan tekanan parsial gas pada
darah kapiler paru. Peningkatan yang terjadi pada parsial gas oksigen
pada alveoli membuat tidak mengganggu proses disfusi, dengan demikian
akan meningkatkan saturasi oksigen
4. Kebutuhan fisik pada ibu hamil
16
Kebutuhan fisik pada ibu hamil menurut Walyani, 2020 yaitu :
a. Oksigen
untuk memenuhi kebutuhan oksigen maka ibu hamil perlu
melakukan:
1) Latihan nafas melalui senam hamil
2) Tidur dengan bantal yang lebih tinggi
3) Makan tidak terlalu banyak
4) Kurangi atau hentikan merokok
5) Konsul ke dokter bila ada kelainan atau gangguan pernapasan seperti
asma dan lain-lain.
b. Nutrisi
Pada saat hamil ibu harus makan makanan yang mengandung nilai
gizi bermutu tinggi meskipun tidak berarti makanan yang mahal.
c. Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Pada Trimester III
Di trimester ke III, ibu hamil butuh bekal energi yang memadai.
Selain untuk mengatasi beban yang kian berat, juga sebagai cadangan
energi untuk persalinan kelak. Itulah sebabnya pemenuhan gizi
seimbang tidak boleh dikesampingkan baik secara kualitas maupun
kuantitas.
17
d. Kalori
Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70.000 80.000
kilo kalori (kkal), dengan pertambahan berat badan sekitar 12,5 kg.
Pertambahan kalori ini diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir.
Untuk itu, tambahan kalori yang diperlukan setiap hari adalah sekitar
285-300 kkal. Tambahan kalori diperlukan untuk pertumbuhan
jaringan janin dan plasenta dan menambah volume darah serta cairan
amnion (ketuban). Selain itu, kalori juga berguna sebagai cadangan ibu
untuk keperluan melahirkan dan [Link] kebutuhan kalori
terpenuhi, harus konsumsi makanan dari sumber karbohidrat dan
lemak. Karbohidrat bisa diperoleh melalui serelia (padi-padian) dan
produk olahannya, kentang, gula, kacang-kacangan, biji-bijian dan
susu.
1) Vitamin B6 (Piridoksin)
Vitamin ini dibutuhan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi
kimia di dalam tubuh yang melibatkan enzim. Selain membantu
metabolisma asam amino, karbohidrat, lemak dan pembentukan
sel darah merah, juga berperan dalam pembentukan
neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel
saraf)..
2) Yodium
Yodium dibutuhkan sebagai pembentuk senyawa tiroksin yang
berperan mengontrol setiap metabolisma sel baru yang terbentuk.
18
Bila kekurangan senyawa ini, akibatnya proses perekembagan
janin, termasuk otaknya terhambat dan terganggu. Janin akan
tumbuh kerdil. Sebaliknya, jika tiroksin berlebih, sel-sel baru akan
tumbuh secara berlebihan sehingga janin tumbuh melampaui
ukuran normal.
3) Tiamin (vitamin B1), Riboflavin (B2) dan Niasin (B3)
Deretan vitamin ini akan membantu enzim untuk mengatur
metabolisma sistem pernafasan dan enerji. Ibu hamil dianjurkan
untuk mengonsumsi Tiamin sekitar 1,2 miligram per hari
Riboflavin sekitar 1,2 miligram perhari dan Niasin 11 miligram.
4) Air
Kebutuhan ibu hamil trimester bukan hanya cairan. sangat penting
untuk pertubuhan sel-sel melarutkan danmengatur proses
metabolisma gizi, serta mempertahankan Jika cukup mengonsumsi
cairan, buang besar lancar sehingga terhindar saluran kemih.
Sebaiknya minum gelas putih sehari. Selain putih, pula dibantu
dengan buah, makanan berkuah buah-buahan.
e. Personal Hygiene
Personal hygiene pada ibu hamil adalah kebersihan yang dilakukan
oleh ibu hamil untuk mengurangi kemungkinan infeksi, karena badan
yang kotor yang banyak mengandung kuman-kuman. Kehamilan
merupakan suatu proses kehidupan wanita, dimana adanya terjadi
perubahan-perubahan meliputi perubahan mental, psikologis
19
Kesehatan pada hamil untuk mendapatkan dan keadaan hamil.
dilakukan antaranya dengan kebersihan.
f. Pakaian
Pada dasarnya pakaian apa saja bisa dipakai, baju hendaknya yang
longgar dan mudah dipakai serta bahan yang mudah menyerap
keringat. Ada dua hal yang harus diperhatikan dan dihindari yaitu:
1) sabuk dan stoking yang terlalu ketat. Karena akan mengganggu
aliran balik
2) sepatu dengan hak tinggi, akan menambah lordosis sehingga sakit
pinggang akan bertambah.
g. Eliminasi
Trimester III: frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala
ke PAP (Pintu Aras Panggul), BAB sering obstipasi (sembelit karena
hormone progesterone meningkat. Keluhan yang sering muncul pada
ibu hamil berkaitan dengang eliminasi adalah konstipasi dan sering
buang air kemih. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormone
progesterone yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah
satunya otot usus Selain itu, desakan usus oleh pembesaran janin juga
menyebabkan bertambahnya konstipasi.
h. Seksual
20
Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak
ada riwayat penyakit seperti berikut ini :
1) Sering abortus dan kelahiran premature
2) Perdarahan pervaginam
3) Coitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu
4) Bila ketuban sudah pecah, coitus dilarang karena dapat
menyebabkan infeksi janin intra uteri.
5. Kebutuhan psikologis pada ibu hamil
Kebutuhan psikologis pada ibu hamil menurut Walyani, 2020 yaitu:
a. Support Keluarga
Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang
wanita yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi
ibu yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa
tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari
orang-orang terdekat.
b. Support Tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan dapat memberikan peranannnya melalui dukungan
Aktif: melalui kelas antenatal
Pasif: dengan memberikan kesempatan kepada ibu hamil yang
mengalami masalah untuk berkonsultasi. Tenaga kesehatan harus
mampu mengenali tentang keadaan zada disekitar ibu hamil atau
pasca bersalin, yaitu:bapak, kakak. yang dan pengunjung.
c. Rasa Aman Nyaman Selama Kehamilan
21
Peran keluarga khususnya suami, sangat diperlukan bagi seorang
wanita hamil. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami
kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan
suami istri.
d. Persiapan Menjadi Orang Tua
1) Kehamilan dan peran sebagai orang tua dapat dianggap sebagai
masa transisi atau peralihan
2) Terlihat adanya peralihan yang sangat besar akibat kelahiran dan
peran yang baru, serta ketidak pastian yang terjadi sampai peran
yang baru ini dapat disatukan dengan anggota keluarga yang baru.
6. Pelayanan Asuhan Standar Antenatal
Pelayanan ANC minimal 5T ,meningkat menjadi 7T dan
sekarang menjadi 12 T sedangkan untuk daerah gondok dan endemik
malaria menjadi 14T (Walyani 2021 ) ,yakni:
a. Timbang berat badan tinggi badan
Tinggi badan ibu dikategorikan adanya resiko apabila hasil pengukuran
< 145 cm .berat badan ditimbang setiap ibu datang atau berkunjung
untuk mengetahui kenaikan BB dan penurunan BB, Kenaikan BB ibu
hamil normal rata – rata antara 6,5 kg sampai 16 kg
b. Tekanan darah
Diukur setiap ibu datang atau [Link] dini tekanan darah
cenderung naik diwaspadai adanya gejala hipertensi dan preeklamsi.
22
Apabila turum dibawah normal kita pikirkan kearah anemia .tekanan
darah normal berkisar systole/diastole : 110/80 -120/80 mmHg
c. Pengukuran tinggi fundus uteri
Menggunakan pita sentimeter ,letakakkan titik no tepi atas sympisi dan
rentangkan sampai fundus uteri (fundus tidak boleh ditekan)
Tabel 2.4 Pengukuran TFU
No Tinggi fundus uteri(cm) Umur kehamilan dalam minggu
1 12 cm 12
2 16cm 16
3 20cm 20
4 24cm 24
5 28cm 28
6 32cm 32
7 36cm 36
8 40cm 40
Sumber : Walyani 2021
d. Pemberian tablet tambah darah ( Tablet Fe)
Untuk memenuhi kebutuhan volume darah pada ibu hamil dan
[Link] masa kehamilan kebutuhan meningkat seiiring dengan
pertumbuhan janin.
e. Pemberian imunisasi TT
23
Untuk melindungi dari tetanus neonatorium. Efek samping TT yaitu
nyeri, kemerah-merahan dan bengkak untuk 1-2 hari pada tempat
penyuntikkan .
Tabel 2.4 Pemberian imunisasi TT
Imunisasi Interval % Perlindungan Masa perlindungan
TT 1 Pada kunjungan ANC 0% Tidak ada
pertama
TT 2 4 minggu setelah TT 1 80 % 3 tahun
TT 3 6 bulan setelah TT 2 95 % 5 tahun
TT 4 1 tahun setelah TT 3 99 % 10 tahun
TT 5 1 tahun setelah TT 4 99 % 25 tahun/ seumur
hidup
Sumber : Walyani 2021
f. Pemeriksaan Hb
Pemeriksaan Hb dilakukan pada kunjungan ibu hamil yang pertama kali
lalu diperiksa lagi menjelang persalinan. Pemeriksaan Hb adalah salah
satu upaya untuk mendeteksi anemia pada ibu hamil.
g. Pemeriksaan protein urine
Untuk mengetahui adanya protein dalam urine ibu [Link] urine
ini untuk mendeteksi ibu hamil kearah preeklamsi.
h. Pengambilan darah untuk pemeriksaan VDRL
24
Pemeriksaan veneral desase research laboratoty (VDRL) untuk
mengetahui adanya treponema pallidum /penyakit menular seksual yaitu
shipylis.
i. Pemeriksaan urine reduksi
Dilakukan pemeriksaan urine reduksi hanya kepada ibu dengan indikasi
penyakit gula /DM atau riwayat penyakit gula pada keluarga ibu dan
suami.
j. Perawatan payudara
Meliputi senam payudara,perawatann payudara,pijat tekan payudara
yang ditunjukkan kepada ibu hamil. Manfaat perawatan payudara
adalah:
1) Menjaga kebersihan payudara ,terutama putting susu
2) Mengencangkan serta memperbaiki bentuk untuk puting susu ( pada
putting susu terbenam)
3) Merangsang kelenjar –kelenjar susu sehingga produksi ASI lancar
4) Mempersiapkan ibu dalam laktasi
Perawatan payudara dilakukan 2 kali sehari sebelum mandi dan mulai
pada kehamilan 6 bulan.
k. Senam ibu hamil
25
Bermanfaat membantu ibu dalam persalinan dan mempercepat
pemulihan setelah melahirkan serta mecegah sembelit.
l. Pemberian Obat Malaria
Pemberian obat malaria diberikan khusus untuk ibu hamil didaerah
endemik malaria atau kepada ibu dengan gejala khas malaria yaitu panas
tinggi disertai menggigil.
m. Pemberian kapsul minyak beryodium
Kekurangan yodium dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan dimana
tanah dan air tidak mengandung unsur yodium . Akibat kekurangan
yodium dapat mengakibatkan gondok dan kretin yang ditandai dengan :
n. Temu wicara
1) Definisi konseling
Adalah suatu bentuk wawancara (tatap muka) untuk menolong
orang lain memperoleh pengertian yang lebih baik mengenai
dirinya dalam usahanya untuk memahami dan mengatasi
permasalahan yang sedang dihadapinya.
2) Prinsip –prinsip konseling
a) Keterbukaan
b) Empati
c) Dukungan
26
d) Sikap dan respon positif
e) Setingkat atau sama derajat
3) Tujuan konseling pada antenatal care
a) Membantu ibu hamil memahami kehamilannya dan sebagai upaya
preventif terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
b) Membantu ibu hamil untuk menemukan kebutuhan asuhan
kehamilan. Penolong persalinan yang bersih dan aman atau
tindakkan klinik yang mungkin diperlukan
7. Asuhan kunjungan ulang
Kunjungan ulang adalah setiap kali kunjungan antenatal yang
dilakukan setelah kunjungan antenatal pertama sampai memasuki
persalinan. Dalam ANC setidaknya ibu melakukan kunjungan 4 kali
selama [Link] ulang dilakukan atau dijadwalkan 4 minggu
sekali sampai umur 28 [Link] setap 2 minggu sekali sampai
umur kehaamilan 36 minggu dan setiap minggu sampai bersalin (Mizawati
2016).
Tujuan kunjungan ulang :
1) Pendeteksian komplikasi – komplikasi
2) Mempersiapkan kelahiran dan kegawat daruratan.
3) Pemeriksaan fisik yag terfokus karena banyak riwayat ibu dan
pemeriksaan fisik telah lengkap selama kunjungan antenatal pertama ,
27
maka kunjujngan ulang difokuskan pada pendeteksian komplikasi –
komplikasi, mempersiapkan kelahiran dan kegawat daruratan
pemeriksaan fisik yang berfokus dan pengajaran.
2.1.2 Asuhan Persalinan
1. Definisi Persalinan
Persalinan adalah prses dimana bayi, plasenta, dan selaput ketuban
keluar dari uterus ibu .persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi
pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai
adanya penyulit . Proses persalinan dimulai (inpartu ) sejak uterus
berkontraksi dan menyebabkan pendarahan pada serviks (membuka dan
menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap (Febrianti
dan Aslina 2021)
2. Sebab – sebab mulainya persalinan
Menurut Firiana dan Nurwiadani 2020 sebab- sebab mulainya
persalinan adalah :
a. Penurunan kadar progesteron
Hormon estrogen dapat meninggikan kerentanan otot rahim
sedangkan hormon progesteron dapat menimbulkan relaksasi otot-otot
rahim. Selama masa kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar
progesteron dan estrogen didalam darah. Namun, pada akhir
28
kehamilan kadar progesterone menurun sehingga timbul his. Hal
inilah yang menandakan sebab-sebab mulainya persalinan
b. Teori Oxytocin
Pada akhir usia kehamilan kadar oxytocin bertambah sehingga
menimbulkan kontraksi otot-otot rahim.
c. Ketegangan Otot- otot
Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung bila dindingnya
teregang oleh karena isinya bertambah maka terjadi kontraksi
d. Pengaruh janin
Hypofisedan kelenjar- kelenjar suprarenal janin rupa- rupanya juga
memegang peranan karena anencephalus kehamilan sering lebih lama
dari biasanya
e. Teori Prostagladin
Prostagladin yang dihasilkan oleh decidua, diduga menjadi salah satu
sebab permualaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukan
bahwa prostagladin F2 atau E2 yang diberikan secara intravena dan
extra amnial menimbulkan kontraksi myometrium pada setiap umur
kehamilan.
29
3. Tanda – Tanda Persalinan
Menurut Rukiyah,dkk 2019 Gejala persalinan jika sudah dekat
akan menyebabkan kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan
jarak kontraksi semakin pendek, dengan terjadi pengeluaran tanda seperti
lendir bercampur darah yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil
pada serviks,terkadang ketuban pecah dengan sendirinya ,pada pemeriksa
dalam didapat perlunakan serviks pendaran serviks dan terjadi pembukaan
serviks.
a. Tanda-tanda permulaan persalinan
Sebelum terjadinya persalinan sebenarnya beberapa minggu
sebelumnya wanita memasuki “bulannya” atau “minggunya” atau
“harinya” yang disebut kala pendahuluan .ini memberikan tanda-tanda
sebagai berikut:
1) Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki
pintu atas panggul tertama pada primigravida. Pada multipara tidak
begitu kentara
2) Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri menurun.
3) Perasaan sering kencing atau susah kencing karena kandung kemih
tertekan oleh bagian terbawah janin
4) Perasaan sakit diperut dan pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi
lemah dari uterus, kadang-kadang disebut “farse labor pains”
30
5) Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah
bisa bercampur darah (bloody show)
b. Tanda- tanda inpartu
Untuk rasa sakit yang dirasakan oleh wanita pada saat menghadapi
persalinan berbeda-beda terganting dari ambang rasa sakitnya. Akan
tetapi secara umum wanita yang akan mendekati persalinan akan
merasakan :
1) Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat ,sering ,dan teratur
2) Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena
robekan –robekan kecil pada serviks, pada pemeriksaan dalam serviks
mendatar dan pembukaan telah ada
3) Pengeluaran lendir dan darah
4) Dengan his persalinan terjadi perubahan pada serviks yang
menimbulkan pendarahan dan pembukaan, pembukaan menyebakan
lendir yang terdapat pada kanalis servikalis lepas, terjadinya
pendarahan kapiler pembuluh darah pecah.
c. Tahapan- Tahapan Persalinan
a. Kala I
1) Pengertian Kala I
Kala I disebut juga dengan kala pembukaan yang berlangsung
antara pembukaan 0 sampai dengan pembukaan lengkap (10cm).Pada
permulaan his ,kala pembukaan berlagsung tidak begitu kuat sehingga
31
pasien masih dapat berjalan-jalan .proses pembukaan serviks sebagai
akibat his (Mutmaimah, 2017).
2) Perubahan Fisiologis pada Ibu Kala 1
a. Perubahan Tekanan Darah
Perubahan darah meningkat selama kontraksi uterus dengan
kenaikan sistolik rata-rata sebesar 10-20 mmHg dan kenaikan
diastolic rata-rata 5-10 mmHg di antara kontraksi-kontraksi uterus,
tekanan darah akan turun seperti sebelum masuk persalinan dan akan
naik lagi bila terkadi kontraksi.
b. Perubahan Metabolisme
Selama persalinan baik metabolism karbohidrat aerobic maupun
anaerobic akan naik secara perlahan. Kenaikan ini sebagian besar
diakibatkan karena kecemasan serta kegiatan otot rangka tubuh
kegiatan metabolism yang meningkat tersermin dengan kenaikan
suhu badan, denyut nadi, pernapasan, kardiak output dan kehilangan
cairan.
c. Perubahan Suhu Badan
Suhu badan akan sedikit meningkat selama persalinan , suhu
mencapai tertinggi selama persalinan dan segera setelah persalinan.
Kenaikan ini dianggap normal asal tidak melebihi 0,5-1 derajat
celcius. Keadaan ini berlangsung lama, keadaan suhu ini
mengindikasikan adanya dehidrasi.
32
d. Denyut Jantung
Denyut jantung yang sedikit naik merupakan hal yang normal,
meskipun normal perlu dikontrol secara periode untuk
mengidentifikasi infeksi.
e. Pernafasan
Kenaikan pernafasan dapat disebabkan karena adanya rasa nyeri,
kekhawatiran sserta penggunaan tehnik pernafasan yang tidak benar.
f. Kontraksi Uterus
Kontraksi uterus terjadi karena adanya rangsangan pada otot polos
uterus dan penurunan hormone progesterone yang menyebabkan
keluarnya hormon oksitosin.
g. Pembukaan Ostium Uteri Interna dan Ostium Uteri Eksterna
Pembukaan serviks disebabkan karena membesarnya OUE karena
otot yang melingkar disekitar ostium meregang untuk dapat
dilewati kepala.
3) Asuhan Kala I
1) Anamnesis antara lain identifikasi klien, Gravida, Para,
Abortus,Anak hidup, Hari pertama Haid terakhir (HPHT) tentukan
tafsiran persalinan, riwayat penyakit (sebelum dan selama
kehamilan) termasuk alergi dan riwayat persalinan
33
2) Pemeriksaan Abdomen memuat mengukur tinggi fundus uteri
menentukan prsesntasi dan letak, menentukan penurunan bagian
terbawah janin, memantau denyut jantung janin menilai kontraksi
uterus.
3) Periksa dalam antara lain tentukan konsistensi dan pendataran
serviks (termasuk kondisi jalan lahir), mengukur besarnya
pembukaan, menilai selaput ketuban, menentukan presentasi dan
seberapa jauh bagian terbawah telah melalui jalan lahir,
menentukan denominator (Rukiyah dkk 2014).
4) Asuhan sayang ibu kala I
Asuhan sayang ibu selama persalinan (Rukiyah, 2014) adalah:
a) Memberikan dukungan emsional
b) Membantu pengaturan posisi ibu
c) Memberikan cairan dan nutrisi
d) Keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur
e) Pencegahan infeksi
5) Kebutuhan Ibu Kala I
Pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis ibu dan keluarga terdiri dari
upaya untuk mengatasi gangguan emosional dan pengalaman yang
menegangkan tersebut sebaiknya dilakukan melalui asuhan sayang ibu
selama persalinan dan proses kelahiran bayinya (Rukiah,dkk 2019).
a. Mengatur Posisi
34
Anjurkan ibu untuk mencoba posisi-posisi yang nyaman selama persalinan
dan melahirkan bayi serta anjurkan suami dan pendamping lainnya untuk
membantu ibu berganti posisi. Ibu boleh berjalan, berdiri, duduk, jongkok,
berbaring miring atau merangkak (Rukiah,2019).
b. Pengurangan rasa nyeri
Nyeri adalah rasa tidak enak akibat perangsangan ujung-ujung saraf
[Link] persalinan dan kelahiran pervaginam, nyeri disebabkan
oleh kontraksi rahim, dilatasi serviks, dan distensi perineum (Rukiah,
2014). Cara untuk mengatasi nyeri persalinan ini adalah massage
effleurage dengan melakukan masage massage effleurage pada abdomen
menstimulasi serabut taktil dikulit sehingga sinyal nyeri dapat dihambat.
Stimulasi kulit dengan effleurage ini menghasilkan pesan yang dikirim
lewat serabut A-δ, serabut yang menghantarkan nyeri cepat, yang
mengakibatkan gerbang tertutup sehingga korteks serebri tidak menerima
sinyal nyeri dan intensitas nyeri berubah/berkurang teknik massage
effleurage efektif dalam mengontrol nyeri sehingga kedua pasien dapat
beradaptasi dengan nyeri melahirkan. (Amin, dkk 2012)
c. Perawatan Kandung Kemih dan Perut
Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya secara rutin
selama persalinan, ibu harus berkemih sedikitnya setiap 2 jam, atau lebih
sering jika ibu merasa ingin berkemih atau jika kandung kemih terasa
penuh.
35
d. Pemberian cairan dan nutrisi
Anjurkan ibu untuk mendapatkan asupan (makanan ringan dan minum
air) selama persalinan dan proses kelahiran bayi. Makanan ringan dan
asupan cairan yang cukup selama persalinan akan memberi lebih banyak
energi dan mencegah dehidrasi.
e. Dukungan Emosional
Dukung dan anjurkan suami dan anggota keluarga yang lain
untuk mendampingi ibu selama persalinan dan proses kelahiran bayinya.
Anjurkan mereka untuk berperan aktif dalam mendukung dan mengenali
berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu
6) Tanda bahaya Kala I
Tanda bahaya yang harus diwaspadai seorang bidan saat menolong
persalinan Kala I (Rukiah 2014) adalah :
1) Tekanan darah lebih 140/90 mmHg (preeklamsi)
2) Temperatur lebih dari 36ᵒc
3) Nadi lebih dari 100x/menit (normal 120-160x)
4) Kontraksi kurang dari 3 dalam 10 menit berlangsung kurang dari 40
detik
5) Ketukan dipalpasi lemah
6) Patograf melewati garis waspada fase aktif, cairan amnion,
mekonium,darah,bau urine, volume sedikit dan pekat
b. Asuhan Kala II
36
1) Pengertian
Kala II persalinan adalah proses pengeluaran buah kehamilan
sebagai hasil pengenalan proses dan penatalaksanaan kala pembukaan,
Batasan kala II di mulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10
cm) dan berakhir dengan kelahiran bayi, kala II juga disebut sebagai
kala pengeluaran bayi. Lamanya kala II pada persalinan spontan tanpa
komplikasi sekitar 40 menit pada primi-gravida dan 15 menit pada
multipara.(Walyani dan Purwoastuti, 2020).
2) Perubahan Fisiologis Pada Kala II Persalinan
a. Kontraksi Uterus
Dimana kontraksi ini bersifat nyeri yang disebabkan anoxia dari
sel-sel otot tekanan pada ganglia dalam serviks dan segmen bawah
Rahim (SBR), regangan dari serviks, regangan dan tarikan pada
peritonium, itu semua terjadi pada saat kontraksi.
b. Perubahan-Perubahan Uterus
Dalam persalinan perbedaan SAR dan SVR akan tampak lebih
jelas, dimana SAR dibentuk oleh korpus uteri dan bersifat memegang
peranan aktif (berkontraksi) dan dindingnya bertambah tebal dengan
majunya persalinan, dengan kata lain SAR mengadakan suatu
kontraksi menjadi tebal dan mendorong anak keluar. Perubahan Pada
Serviks.
37
c. Perubahan Pada Vagina dan Dasar Panggul
Setelah pembukaan lengkap dan ketuban telah pecah terjadi
perubahan, terutama pada dasar panggul yang diregangkan oleh
bagian depan janin sehingga menjadi saluran yang dinding-dindingnya
tipis karena suatu regangan dan kepala sampai di vulva, lubang vulva
menghadap ke depan atas dan anus, menjadi terbuka, periuneum
menonjol dan tidak lama kemudian kepala janin tampak pada vulva.
d. Perubahan system Reproduksi
Kontraksi uterus pada persalinan bersifat unik mengingat kontraksi ini
merupakan kontraksi otot fisiologis yang menimbulkan nyeri pada
tubuh. Kontraksi uterus mula-mula jarang dan tidak teratur dengan
intensitasnya ringan, kemudian menjadi lebih sering, lebih lama dan
intensitasnya semakin kuat seiring kemajuan persalinan.
e. Perubahan Tekanan Darah
Tekanan darah akan meningkat selama kontraksi disertai peningkatan
sistolik rata-rata 10-20 mmHg. Pada waktu-waktu diantara kontraksi
tekanan darah kembali ke tingkat sebelum persalinan.
f. Perubahan Metabolisme
38
Selama persalinan, metabolism karbohidrat meningkat dengan
kecepatan tetap. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh aktifitas
otot.
g. Perubahan Suhu
Perubahan suhu sedikit meningkat selama persalinan dan tertinggi
selama dan segera setelah melahirkan. Perubahan suhu dianggap
normal bila peningkatan suhu yang tidak lebih dari 0,5-10 derajat
celcius.
h. Perubahan Denyut Nadi
Perubahan yang mencolok selama kontraksi disertai peningkatan
selama fase peningkatan, penurunan selama titik puncak sampai
frekuensi yang lebih rendah dari pada frekuensi di antara kontraksi dan
peningkatan selama fase penurunan hingga mencapai frekuensi lazim
di antara kontraksi.
i. Perubahan pernafasan
Peningkatan frekuensi pernapasan normal selama persalinan dan
mencerminkan peningkatan metabolisme yang terjadi.
j. Perubahan Pada Saluran Cerna
Absorpsi lambung terhadap makanan padat jauh lebih berkurang. Oleh
karena itu, wanita harus di anjurkan untuk tidak makan dalam porsi
39
besar atau minum berlebihan, tetapi makan dan minum ketika
keinginan timbul guna mempertahankan energi dan hidrasi.
a) Perubahan Hematologi
Hemoglobin meningkat rata-rata 1,2 gr/100ml selama persalinan dan
kembali ke kadar sebelum persalinan pada hari pertama pascapartum
jika tidak ada kehilangan darah yang abnormal.
2) Asuhan Kala II
a) Pemantauan ibu
Tindakan yang dilakukan untuk mengevaluasi kesejahteraan bu
adalah sebagai berikut (Sondakh,2013) :
(1) Tanda-tanda vital : tekanan darah (setiap 30 menit)
suhu,nadi(setiap 30 menit) pernapasan
(2) Kandung kemih
(3) Urin : protein dan keton
(4) Hidrasi : cairan,mual,muntah
(5) Kondisi umum : kelemahan dan keletihan fisik,tingkah laku,
dan respons terhadap persalinan,serta nyeri dan kemampuan
koping
(6) Upaya ibu meneran
(7) Kontraksi setiap 30 menit
b) Kemajuan persalinan
40
Jika terjadi penurunan janin selama kala I fase aktif dan memasuki
fase pengeluaran, maka dapat dikatakan kemajuan persalinan
cukup baik. Karateristik kontraksi selama kala II adalah sering,
kuat dan sedikit lama yaitu kira-kira 2 menit,yang berlansung 60-
90 detik dengan interaksi tinggi dan sifatnya semakin eksplusif.
c) Pemantauan Janin
(1) Denyut jantung janin (DJJ), Normal DJJ adalah 120-160
kali/menit,perubahan DJJ pantau setiap 15 menit, Variasi DJJ
dari DJJ dasar, Pemeriksaan aukultasi DJJ setiap 30 menit
(2) Adanya air ketuban dan karateristiknya
(Jernih,keruh,kehijauan/tercampur mekonium)
(3) Penyusupan kepala janin
d) Asuhan Dukungan
Beberapa asuhan dan dukungan yang dapat diberikan adalah :
(1) Pemberian rasa aman,dukungan,dan keyakinan kepada ibu
bahwa ibu mampu bersalin
(2) Membantu pernapasan
(3) Membantu tehnik meneran
(4) Ikut sertakan dan hormati keluarga yang menemani
(5) Berikan tindakan yang menyenangkan
(6) Penuhi kebutuhan hidrasi
(7) Penerapan pencegahan infeksi (P1)
(8) Pastikan kandung kemih kosong
41
3) Asuhan sayang ibu kala II
a) Panggil ibu sesuai namanya
b) Jelaskan proses persalinan kepada ibu dan keluarganya
c) Berikan dukungan berdasarkan hatinya dan tentramkan hati ibu
beserta anggota keluarganya
d) Anjurkan ibu untuk ditemani suami/anggota keluarga yang lain
selama persalinan dan kelahiran bayinya
e) Hargai privasi ibu,anjurkan ibu mencoba berbagai posisi selama
persalinan dan kelahiran bayi
f) Anjurkan ibu untuk minum dan makan-makanan ringan sepanjang
ia menginginkannya
g) Hargai dan perbolehkan praktik-praktik tradisional yang tidak
merugikan kesehatan ibu
h) Hindari tindakan yang berlebihan dan mungkin membahyakan
seperti episiotomi,pencukuran dan klisma.
4) Kebutuhan Pada ibu bersalin Kala II
a) Membimbing ibu meneran
Anjurkan ibu untuk meneran sesuai dengan dorongan alamiah
selama kontraksi, jangan anjurkan ibu untuk menahan nafas pada saat
meneran,anjurkan ibu untuk berhenti meneran dan beristirahatlah
diantara kontraksi jangan melakukan dorongan fiundus untuk
membantukelahiran bayi . (Rukiah,2014).
42
b) Kebersihan
Praktik terbaik pencegahan infeksi pada kala II diantarannya
adalah melakukan pembersihan vulva dan perineum dengan
mengunakan air matang DTT. Gunakan gulungan kapas atau kasa
yang bersih ,bersihkan mulai dari bagian atas kearah bawah (dari
bagian anterior vulvs kearah rectum (Rukiah,2014)
5) Asuhan Persalinan Normal
Asuhan Persalinan pada Kala II (Walyani dan Purwoastuti, 2020) :
a) Mengamati tanda dan gejala persalinan kala dua
(doran,perjol,teknus, vulka)
b) Memastikan perlengkapan, bahan, dan obat-obatan esensial siap
digunakan. (Mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan
menempatkan tabung suntik steril sekali pakai di dalam partus set)
c) Mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih
d) Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci
kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan
mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai/ pribadi yang
bersih
e) Memakai satu sarung tangan DTT atau steril untuk semua
permeriksaan dalam
f) Mengisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik ( dengan
memakai sarung tangan disinfeksi tingkat tinggi atau steril ) dan
43
meletakkan kembali di partus set/wadah disinfeksi tingkat tinggi
atau steril tanpa mengotaminasi tabung suntik)
g) Membersihkan vulva dan perineum, mengganti sarung tangan jika
terkontaminasi ( meletakkan kedua sarung tangan tersebut dengan
benar di dalam larutan dekontaminasi)
h) Dengan menggunakan teknik aseptik, melakukan pemeriksaan
dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah
lengkap. Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan
sudah lengkap, lakukan amniotomi
i) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan
tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan
klorin 0,5 % selama 10 menit Mencuci kedua tangan (seperti
diatas).
j) Memeriksa Denyut Jantung Janin (DJJ) setelah kontraksi berakhir
untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100-180
x/menit)
k) Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin
bayi Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai
dengan keinginannya
l) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisiibu untuk
meneran. (pada saat ada his, bantu ibu dalam posisi setengah
duduk dan pastikan ibu merasa nyaman)
m) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang
44
kuat untuk meneran
n) Menganjurkan ibu untuk beristirahat di antara kontraksi
o) Jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm ,
letakkan handuk bersih di atas perutibu untuk mengeringkan bayi
p) Meletakkan kain yang bersih dilipat 1/3 bagian di bawah bokong
ibu.
q) Membuka partus set
r) Memakai sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan
s) Saat kepala bayi membuka vulva dengan diameter 5-6 cm,
lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapasi dengan kain
tadi , letakkan tangan yang lain di kepala bayi dan lakukan
tekanan yang lembut dan tidak menghambat pada kepala bayi,
membiarkan kepala keluar perlahan-lahan. Meganjurkan ibu
meneran perlahan-lahan atau bernapas cepat saat kepala lahir.
t) Dengan lembut menyeka muka, mulut, dan hidung bayi dengan
kain atau kassa yang bersih
u) Memeriksa lilitan tali pusat dan mengambil tindakan yang sesuai
jika hal itu terjadi, dan kemudian meneruskan segera proses
kelahiran bayi
v) Menunggu hingga kepala bayi melakukan putaran paksi luar
secara spontan
w) Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, tempatkan kedua
tangan di masing-masing sisi muka bayi. Menganjurkan ibu untuk
45
meneran saat kontraksi berikutnya, dengan lembut menariknya ke
arah bawah dan ke arah luar hingga bahu anterior muncul di
bawah arkus pubis dan kemudian dengan lembut menarik ke arah
atas dan ke arah luar untuk melahirkan bahu posterior
x) Setelah kedua bahu dilahirkan, menelusurkan tangan mulai kepala
bayi yang berada di bagian bawah ke arah perineum, membiarkan
bahu dan lengan posterior lahir ke tangan tersebut. Mengendalikan
kelahiran siku dan tangan bayi saat melewati perineum, gunakan
lengan bagian bawah untuk menyangga tubuh bayi saat dilahirkan
menggunakan tangan anterior (bagian atas) untuk mengendalikan
siku dan tangan anterior bayi saat keduanya lahir
y) Setelah tubuh dari lengan lahir, menelusurkan tangan yang ada di
atas (anterior) dari punggung ke arah kaki bayi untuk menyangga
saat punggun dan kaki lahir. Memegang kedua mata kaki dengan
hati-hati membantu kelahiran kaki
z) Menilai bayi dengan cepat (dalam 30 detik), kemudian meletakkan
bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala bayi sedikit lebih
rendah dari tubuhnya (bila tali pusat terlalu pendek, meletakkan
bayi di tempat yang memungkinkan). Bila bayi mengalami
asfiksia, lakukan resusitasi
aa) Segera membungkus kepala dan badan bayi dengan handuk dan
biarkan kontak kulit ibu-bayi. Lakukan penyuntikan oksitoksin/i.m
bb) Menjepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari pusat
46
bayi. Melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem ke arah
ibu dan memasang klem kedua 2 cm dari klem pertama (ke arah
ibu)
cc) Memegang tali pusat dengan satu tangan, melindungi bayi dari
gunting dan memotong tali pusatdi anatara dua klem tersebut.
dd) Mengeringkan bayi, mengganti handuk yang basah dan
menyelimuti bayi dengan dengan kain atau selimut yang bersih
dan kering, menutupi bagian kepala bayi membiarkan tali pusat
[Link] bayi mengalami kesulitan bernapas. Jika bayi
mengalami kesulitan bernapas, ambil tindakan yang sesuai
ee) Membiarkan bayi kepada ibunya dan menganjurkan ibu untuk
memeluk bayinya dan memulai pemberian ASI jika ibu
menghendakinya.
c. Asuhan Kala III
1) Pengertian Kala III
Setelah kala II ,kontraksi uterus berhenti sekitar 5 sampai 10 menit.
Melakukan kelahiran bayi, plasenta sudah mulai terlepas pada lapisan
nitabisch karena sifat retaksi otot rahim. Dimulai segera setelah bayi
lahir sampai plasenta lahitr, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit
,jika lebih maka harus diberi penanganan lebih atau dirijuk
(Mutmaimah,2017).
2) Tanda –tanda pelepasan plasenta
47
a) Perubahan bentuk dan tinggi fundus uteri, dimana stelah bayi lahir
dan sebelum miometrium mulai berkontrasi,uterus berbentuk bulat
dan tinggi fundus biasanya dibawah pusat
b) Stelah uterus berkontraksi dan plasenta terdorong kebawah uterus
berbentuk segitiga atau seperti buah pear atau alpukat dan fundus
berada diatas pusat (seringkali mengarah ke sisi kanan)
c) Tali pusat memanjang dimana tali pusat terlihat menjulur keluar
melalui vulva(tanda ahfeld)
d) Semburan darah tiba-tiba, dimana darah terkumpul dibelakang
plasenta akan membantu mendorong plasenta keluar diabntu oleh
gaya gravitasi
e) Apabila kumpulan darah (retroplacental pooling) dalam ruang antara
dinding uterus dan permukaan dalam plasenta melebihi kapasitas
tampungannya maka darah tersembur keluar dari tepi plasenta yang
keluar (Rukiah,2014)
3) Manajamen Aktif Kala III
a) Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari
vulva.
b) Meletakkan 1 tangan di atas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis
untuk mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat.
c) Setelah uterus berkontraksi, tegangkan tali pusat kearah bawah sambal
tangan yang lain mendorong uterus kearah belakang atas (dorso-
kranial) secara hati-hati (untuk mencegah inversion uteri) jika
48
plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik, hentikan penegangan tali
pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi
prosedur tersebut
4) Kebutuhan Ibu Pada Kala III
Penatalaksanaan aktif kala III bagi semua ibu melahirkan adalah
(Rukiah,2014) :
a) Pemberian oksitosin
b) Peregangan tali pusat
c) Masase uterus setelah segera lahir agar tetap kontraksi
d) Pemeriksaan rutin pelasenta, selaput ketuban, vagina dan untuk
mengetahui adanya laserasi dan luka
e) Pemberian hidrasi pada ibu
f) Pecagahan infeksi dan menjaga privasi
5) Pemeriksaan plasenta, Selaput ketuban dan Tali pusat.
a) Pemeriksaan plasenta
1. Menginspeksi plasenta untuk melihat adanya noda pada mekonium dan
area-area klasifikasi
2. Menginspeksi sisi fetal untuk melihat adanyakista auntuk menentukan
apakah ini merupakan plasent diluar korion (plasenta sirkuvalata atau
plasenta margiana) permukaan janin harus diperiksa dengan cermat
untuk melihat apakah ada pembuluh darah yang robek atau utuh.
3. Menginspeksi sisi maternal untuk melihat adanya kista,tumor,edema
49
warna yang tidak normal dan plasenta mutipel.
4. Memeriksa sisi maternal untuk melihat keutuhan. Untuk melakukan ini
plasenta dilettakkan diatas permukaan datar dengan sisi maternal
diatas. Kasa berukuran 4x4 digunakan untuk menghapus darah dan
benda-benda dari luar untuk melihat permukaan plasenta dengan jelas
5. Pemeriksaan selaput ketuban
Selaput ketuban diperiksa dengan menggantung plaentasedemikian
rupa dengan memegang tali pusat sehingga selaput ketuban tergantung
kebawah. (Sondakh,2013)
6. Pemeriksaan Tali Pusat
Menginspeksi tali pusat untuk melihat adanya simpul, hematom,tumor,
kista,edema dan jumlah jelly wharton (Sondakh,2013)
d. Kala IV
1) Pengertian Kala IV
Kala IV adalah kala pengawasan dari 1-2 jam setelah bayi dan
plasenta [Link]-hal yang perlu diperhatikan adalah kontraksi uterus
sampai uterus kembali dalam bentuk [Link] ini dapat dilakukan
dengan rangsangan taktil (masase) untuk merangsang uterus berkontraksi
baik dan [Link] dipastikan juga bhwa plasenta telah lahir lengkap dan
tidak ada yang tersisa dalam uterus serta benar-benar dijamin tidak terjadi
perdarahan lanjut (Walyani dan Purwoastuti, 2020).
50
2) Perubahan Fisiologis Kala IV
a. Uterus
Uterus terletak ditengah abdomen kurang lebih ⅔ - ¾, antara
simfisis pubis sampai umbilicus. Jika uterus ditemukan dibagian
tengah, di umbilicus, maka hal tersebut menandakan adanya darah
dan bekuan didalam uterus yang perlu ditekan dan dikeluarkan.
Uterus yang berada diatas umbilicus dan bergeser, paling umum
kekanan, cenderung menandakan kandung kemih penuh. Uterus yang
berkontraksi normal harus keras ketika disentuh.
b. Serviks
Perubahan pada serviks terjadi segera setelah bayi lahir, bentuk
servik agak menganga seperti corong. Bentuk ini disebab kan oleh
corpus uterus yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan serviks
tidak berkontaksi sehingga seolah-olah pada perbatasan antra korpus
dan serviks berbentuk semacam cincin.
c. Perineum
Segera setelah melahirkan, perenium menjadi kendur karena
sebelumnya teregang oleh tekanan bayi yang bergerak maju. Pada
hari kelima pasca melahirkan, perineum sudah mendapatkan kembali
sebagian tonusnya sekalipun tetap lebih kendur dibanding keadaan
sebelum hamil
d. Perubahan sistem kardiovaskuler
51
Penarikan kembali eksrogen menyebabakan dieresis yang terjadi
secara cepat sehinggamengurangin volume plasma kembali pada
proporsi normal. Aliran ini terjadi dalam 2-4 jam setelah kelahiran
bayi. Selama masa ini pasien mengeluarkan banyak sekali urin. Pada
persalinan per vagina kehilangan darah sekitar 200 - 500 ml.
e. Perubahan sistem gastrointestinal
Selama dua jam pascapersalinan kadang dijumpai pasien merasa
mual sampai muntah, atasi hal ini dengan posisi tubuh yang
memungkinkan dapat mencegah terjadinya aspirasi corpus aleanum
kesaluran pernapasan dengan setengah duduk atau duduk ditempat
tidur.
f. Perubahan sistem perkemihan
Selama 2-4 jam pascapersalinan kadung kemih masih dalam keadaan
hipotonik akibat adanya alostaksis, sehingga sering dijumpai kandung
kemih dalam keadaan penuh dan mengalami pembesaran. Halini
disebabkan oleh tekanan pada kandungkemih dan uretra selama
persalinan.
3) Manajemen kala IV
a. Periksa Fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30
menit selama jam kedua.
b. Periksa tekanan darah, nadi, kandung kemih dan pendarahan selama
15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
c. Anjurkan ibu untuk minum agar mencegah dehidrasi.
52
d. Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan
kering.
e. Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu
dan bayi. Sebagai permulaan dengan menyusui bayinya.
f. Bayi sangat siap setelah kelahiran. Hal ini sangat tepat untuk
memberikan ASI kepada bayi. Menyusui juga membantu uterus
berkontraksi.
g. Jika ibu Kekamar mandi ibu dibolehkan bangun dan pastikan ibu
dibantu karena masih dalam keadaan lemah atau pusing setelah
persalinan.
h. Tanda-tanda bahaya bagi ibu dan bayi (Walyani dan Purwoastuti,
2020)
4) Pemantauan dan evaluasi lanjut
Selama sisa waktu dalam kala IV persalinan, tanda-tanda vital ,
uterus,kandung kemih,lochia,serta perineum ibu harus dipantau dan
dievaluasi sehingga semuanya berjalan stabil dalam batas-batas
normal(Rukiyah,2014).
a) Tanda-tanda vital
Pemantauan tanda-tanda vital ibu antara lain tekanan darah,denyut
jantung dan pernafasan dilakukan selama kala IV persalinan
dimulai stelah kelahiran plasenta. Seterusnya kemudian dievaluasi
lagi setiap 15 menit. Denyut nadi biasanya berkisar 60 sampai
53
70x/menit apabila denyut nadi lebih dari 90x/menit perlu dilakukan
pemeriksaan dan pemantauan yang terus menerus
b) Kontraksi uterus
Pemantauan uterus dilakukan secara simultan jika uterus
lembek,maka ibu bisa mengalami pendarahan. untuk
mempertahankan kontraksi uterus dapat dilakukan rangsangan
taktil (pijatan)nbila uterus mulai melembek atau dengan cara
menyusukan bayi kepada ibunya.
c) Lochea
Jika uterus berkontraksi kuat ,lochea kemungkinan tidak dari
mesntruasi. Dengan habisnya efek oksitosik setelah
melahirkan,jumlah lochea akan bertambah karena miometrium
sedikit banyak berelaksasi.
d) Kandung kemih
Kandung kemih dievaluasi untuk memastikan kandung kemih tidak
penuh. Kandung kemih yang penuh mendorong uterus keatas dan
menghalangi uterus berkontraksi sepenuhnya
e) Perineum
Perineum dievaluasi untuk melihat adanya edema atau hematoma.
4. Kebutuhan dasar dalam proses persalinan
Menurut Walyani dan Purwoastuti 2020, Ada beberapa kebutuhan
dasar ibu selama proses persalinan antara lain:
a. Dukungan fisik dan psikologis
54
Setiap ibu yang memasuki masa persalinan makan akan muncul perasaan
takut ,khawatir ataupun cemas terutama pada ibu primipara. Perasann
takut dapat meningkatkan nyeri, otot- otot menjadi tegang dan ibu
menjadi cepat lelah yang ppada akhirnya meperlambar proses persalinan.
Dukungan dapat diberikan oleh orang – orang terdekat seperti suami,
keluarga, teman,perawat, bidan, maupun dokter.
b. kebutuhan makanan dan cairan
Ibu dapat diberikan banyak minum segar ( jus, buah, sup) selama proses
persalinan, namun bila mual/muntah dapat diberikan cairan IV (RL)
c. Kebutuhan Eliminasi
Kandung kencing harus dikosongkan setiap 2 jam selama proses
persalinan, kandung kemih yang penuh dapat menimbulkan penurunan.
d. Pengurangan rasa nyeri
Cara –cara untuk mengurangi rasa sakit ini adalah:
1) Mengurangi sakit disumbernya,
2) Memberikan rangsangan alternatif yang kuat
3) Mengurangi reaksi mental yang negatif ,emosional dan reaksi fisik
ibu terhadap rasa sakit
5. Faktor –Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan
55
Pada setiap persalinan diperhatikan faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Faktor-faktor inilah yang akan menjadi penentu dan
pendukung jalannya persalinan dan sebagai acuan melakukan tindakan
tertentu pada saat terjadinya proses persalinan. Faktor-faktor tersebut
diantaranya (Firiana dan Nurwiandani 2018) :
a. Passage
Passage adalah faktor jalan lahir, jalan lahir dibagi atas :
1) Bagian keras tulang-tulang panggul (rangka panggul)
2) Bagian lunak otot-otot ,jaringan-jaringan, ligamen-ligamen.
Ukuran –ukuran panggul :
a) alat pengukur ukuran panggul :
(1) Pita meter
(2) Jangka penggul, martin,oseander,collin dan baudelokue
(3) Pelvimetri klinis dengan periksa dalam
(4) Pelvimetri rongenologis.
b) Ukuran –ukuran panggul :
(1) Distansia spinarum: jarak antara kedua spina iliakan anterior
superior 24-26 cm
(2) Distansia kristarum : jarak antara kedua krista iliaka kanan dan kiri
28-30 cm
(3) Konjungata eksterna : 18-20 cm
56
(4) Lingkaran panggul : 80-100 cm
(5) Conjugate diagonalis : 1,5 cm
(6) Distansia tuberum : 10,5 cm
b) Ukuran dalam panggul
(1) Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang di bentuk oleh
promontorim, linea innuminata dan pinggir atas simpisis pubis.
(2) Konjugata vera : dengan periksa dalam diperoleh konugata
digonalis : 10,5- 11cm
(3) Konjugata tranversa :12- 13 cm
(4) Konjugata oblingua : 13cm
(5) Konjugata obstetrika adalah jarak bagian tengah simfisis ke
promontorium
(6) Ruang tengah panggul
(7) Bidang terluas ukurannya 13 x 12,5 cm
(8) Bidang tersempitnya ukurannya 11,5 x 11 cm
(9) Jarak antara spina isciadica 11 cm
(10) Pintu bawah panggul (outlet)
(11) Ukuran anterior –posterior 10-12 cm
(12) Ukuran melintang 10,5 cm
(13) Arcus pubis membentuk sudut 90 derajat lebih pada laki-laki
kurang dari 80 derajat
2. Power
57
Kekuatan yang menorong janin dalam persalinan adalah his, kontraksi
otot-otot perut ,kontraksi diafragma .dan aksi dari ligament
a) His ( Kontraksi uterus)
His adalah gelombang ritmis otot polos dinding uterus yang dimuali
dari daerah fundus uteri dimana tuba falopi memasuki dinding uterus,
awal gelombang tersebut didapat dari “pacemaker” Yang terdapat dari
dinding uterus daerah tersebut.
b) Mengedan
Dalam tahapan ini adalah proses mengejan ibu yang dilakukan dengan
benar dan baik dari segi kekuatan maupun keteraturan.
3. Passengger
Pasengger terdiri dari :
a) janin
Selama janin dan plasenta berada dalam rahim belum tentu
pertumbuhannya normal adanya kelainan genetic dan kebiasaan ibu yang
buruk dapat menjadikan pertumbuhannta tidak normal antara lain :
1) Kelainan bentuk dan besar janin anensefalus ,hidrosefalus, janin
makrosomia.
2) Kelainan pada letak kepala: presentasi puncak ,presentasi
muka ,presentasi dahi dan kelelainan oksiput
58
3) Selain letak janin : letak sungsang ,letak lintang ,letak mengelak
presentasi rangkap (kepala tengan,kepala kaki,kepala tali pusat)
4) Kepala janin (bayi) merupakan bagian penting dalam proses persalinan
dan memiliki ciri bentuk kepala oval sehingga setelah bagian besar
lahir maka bagian lainnya lebih mudah lahir
5) Persendian kepala kogel ,sehingga dapat digerrakan kesegala arah dan
kemungkinan memberikan putaran paksi dalam
6) Letak persendian kepala sedikit kebelakang ,sehingga kepala
melakukan fleksi untuk putaran paksi dalam.
b. Plasenta
Plasenta berbentuk bundar atau oval ,ukuran diameter 15- 20 cm tebal 2-3
cm ,berat 500-600 gram. Plasenta biasanya terlepas dalam 4-5 menit
setelah anak lahir,.
c. Ketuban
Saat usia kehamilan mulai memasuki 25 minggu ,rata-rata air ketuban
didalam rahim 239 ml , yang kemuadian meningkat menjadi 984 ml pada
usia kehamilan 33 minggu.
6. Pengisian Partograf
Partograph didefinisikan sebagai alat untuk memantau kemajuan
persalinan dan membantu petugas kesehatan dalam menentukan keputusan
dalam [Link] umum, partograph juga dapat didefinisikan
59
sebagai catatan grafik mengenai kemajuan persalinan untuk memantau
keadaan ibu dan janin, untuk menentukan adanya persalinan abnormal
yang menjadi petunjuk untuk tindakan bedah kebidanan dan menemukan
disproporsi kepala panggul (CPD) jauh sebelum persalinan menjadi
[Link] dipakai untuk memantau suatu kemajuan persalinan
dan membantu petugas kesehatan untuk mengambil keputusan dalam
penatalaksanaan partograph dimulai pada pembukaan 4cm fase aktif.
Partograph sebaiknya dibuat untuk setiap ibu yang bersalin, tanpa
menghiraukan apakah persalinan itu normal atau dengan komplikasi
(Febrianti dan Aslina 2021)
2.1.3 Asuhan Bayi Baru Lahir
1. Definisi Bayi Baru Lahir
Bayi Baru Lahir adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan 37-42
minggu dengan berat lahir normal antara 2500-4000 gram
(Sondakh,2013 ) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam
presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia
kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu, dengan berat
badan 2500-4000 gram, nilai Apgar > 7 dan tanpa cacat bawaan.(Rukiyah
dan Yulianti,2016)
2. Kriteria Bayi Baru Lahir
Menurut Sondakh,2013 Bayi baru lahir dikatakan normal jika termasuk
dalam kriteria sebagai berikut :
60
a. berat badan lahir bayi antara 2500-4000 gram
b. panjang badan bayi 48-50 cm
c. lingkar dada bayi 32-42 cm
d. lingkar kepala bayi 33-35 cm
e. bunyi jantung dalam menit pertama kurang lebih 180 kali permenit ,
kemudian turum sampai 140- 120 kali permenit pada saat bayi
berumur 30 menit
f. pernapasan cepat pada menit –menit pertama kira-kira 80 kali
permenit disertai pernapasan cuping hidung ,retraksi suprasternal dan
interkostal ,serta rintihan hanya berlangsung 10-15 menit.
g. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup
terbentuk dan dilapisi verniks kaseosa.
h. Rambut lanugo telah hilang rambut kepala tumbuh baik
i. Kuku telah agak panjang dan lemas
j. Genitalia : testis sudah turun (pada bayi laki-laki) dan labia mayora
telah menutupi labia minora (pada bayi perempuan)
k. Reflek isap. ,menelan dan moro telah terbentuk
l. Eliminasi, urin dan mekomenium normalnya keluar pada 24 jam
pertama, mekonium memiliki karateristik hitam kehijauan dan
lengket.
3. Adapatasi bayi baru lahir terhadap kehidupan diluar rahim
a. Perubahan sistem pernapasan
61
Sistem pernapaan merupakan sistem yang paling tertantang
ketika mengalami perubahan dari fase intrauterus meuju ekstrauterus.
Bayi baru lahir harus mulai segera mulai bernapas. (Mutmainah & dkk
2017)
b. Perubahan Sirkulasi
Aliran darah dari plasenta berhenti, sistem sirkulasi bayi baru lahir
akan mandiri ,tertutup dan bertekanan tinggi. Oksigen dari napas pertama
ini menyebabkan otot-otot vaskular berelaksasi dan terbuka. (Mutmainah
& dkk 2017).
c. Termoregulasi
Pada saat bayi meninggalkan lingkungan rahim ibu yang bersuhu
37˚[Link] bayi masuk kedalam lingkungan. Suhu ruangan persalinan
25˚C sangat berbeda dengan suhu didalam rahim .bayi baru lahir dapat
kehilangan panas melalui empat mekanisme(Mutmainah & dkk 2017)
yaitu :
a) Koveksi adalah kehialangan panas tubuh yang terpapar udara sekitar yang
lebih dingin. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan didalam ruangan yang
dingin akan cepat mengalami kehilangan panas.
b) Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan
didekat benda-benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu
62
tubuh bayi. Bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda-
benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi
c) Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara
tubuh bayi dengan permukaan yang dingin ,meja ,tempat tidur atau
timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan
menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apalgi bayi
diletakkan diatas benda-benda tersebut
d) Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas ,kehilangan panas
dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada peprmukaan tubuh
oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir ,tubuh bayi tidak
dikeringkan. Kehilangan panas juga terjadi karena bayi terlalu cepat
dimandikan dan tubuhnya tidak segera dikeringkan dan diselimut
(Mutmainah & dkk 2017)
d. Glukosa
Sebelum dilahirkan kadar darah janin berkisar 60 – 70% dari kadar
darah ibu. Dalam persiapan untuk kehidupan luar rahim seorang janin
yang sehat mencadangkan glukosa sebagai glikogen terutama didalam hati
sebagian penyimpangan glikogen berlangsung pada trisemester III.
4. Perawatan Segera Setelah Bayi Baru Lahir
Menurut (Heryani,2019:25-41)
a. Penilaian Awal atau Segera Setelah Lahir
1) Apakah kehamilan cukup bulan ?
2) Apakah air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium ?
63
3) Apakah bayi menangis atau bernafas / tidak megap-megap?
4) Apakah tonus otot bayi baik / bayi bergerak aktif ?
b. Pemotongan dan Perawatan Tali Pusat
1) Memotong dan Mengikat Tali Pusat
a) Klem, potong dan ikat tali pusat dua menit pasca bayi lahir.
Penyuntikan oksitosin pada ibu dilakukan sebelum tali pusat
dipotong.
b) Lakukan penjepitan ke-1 tali pusat dengan kem logam DTT 3
cm dari dinding perut (pangkal pusat) bayi. Dari titik jepitan,
tekan tali pusat de ngan dua Jari kemudian dorong isi tali pusat
ke arah ibu (agar darah tidak terpancar pada saat dilakukan
pemotongan tali pusat). Lakukan penjepitan ke-2 dengan jarak
2 cm dari tempat lipatan ke-1 ke arah ibu
c) Pegang tali pusat di antara kedua lem tersebut, satu tangan
menjadi landasan tali pusat sambil melindungi bayi tangan
yang lain memotong tali pusat diantara kedua klem tersebut
dengan menggunakan gunting DTT atau steril
d) Ikat tali pusat dengan benang DTT atau steril pada satu sisi
kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan
mengikatnya dengan simpul kunci pada sisi lainnya
e) Lepaskan klem logam penjepit tali pusat dan masukkan ke
dalam larutan klorin 0,5% Letakkan bayi tengkurap di dada ibu
untuk upaya Inisiasi Menyusu Dini.
64
f) Periksa tali pusat setiap 15 menit, apabila masih terjadi
perdarahan lakukan pengikatan ulang yang lebih ketat. Jangan
membungkus tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan
cairan atau bahan apapun ke tali pusat.
2) Nasehat untuk Merawat tali Pusat
a) Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan tall
pusat.
b) Jangan membungkus puntung tal pusat atau mengoleskan
cairan atau ba han apapun ke puntung tali pusat. Nasehatkan
hal ini juga kepada ibu dan kekuarganya.
c) Berikan nasihat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan
bayi :
(1) Lipat popok di bawah puntung tali pusat
(2) Luka tali pusat harus dijaga tetap kering dan bersih, sampai
sisa tali pusat mengering dan terlepas sendiri.
(3) Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan (hati-hati) dengan
air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama
dengan menggunakan kain bersih.
(4) Perhatikan tanda-tanda infeksi tali pusat : kemerahan pada
kulit sekitar tali pusat, tampak nanah atau berbau. Jika
terdapat tanda infeksi, nasi- hati ibu untuk membawa
bayinya ke fasilitas kesehatan.
c. IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
65
Inisiasi menyusu dini (IMD) dalam istilah asing sering disebut early
inisiation adalah memberi kesempatan pada bayi baru lahir untuk
menyusu sendiri pada ibu dalam satu jam pertama kelahirannya
(Heryani, 2019 : 30). Ketika bayi sehat diletakkan di atas perut atau
dada ibu segera setelah lahir dan terjadi kontak kulit (skin to skin
contact) merupakan pertunjukan yang menakjubkan, bayi akan
bereaksi oleh karena rangsangan sentuhan ibu, dia akan bergerak di
atas perut ibu dan menjangkau payudara.
5. Reflek pada bayi baru lahir
Reflek pada bayi baru lahir Menurut Lusiana, dkk 2019 adalah :
a) Reflek moro Bayi akan mengembangkan tangan lebar dan melebarkan
jari, lalu membalikkan dengan tangan yang cepat seakan-akan
memeluk seseorang. Diperoleh dengan memukul permukaan yang rata
dimana dekat bayi dibaringkan dengan posisi telentang
b) reflek rooting Timbul karena stimulasi taktil pipi dan daerah mulut.
Bayi akan memutar kepala seakan mencari putting susu. Refleks ini
menghilang pada usia 7 bulan.
c) Reflek sucking Timbul bersamaan dengan reflek rooting untuk
mengisap putting susu dan menelan ASI
d) Reflek batuk dan bersin untuk melindungi bayi dan obsmuksi
pernafasan.
66
e) Reflek graps Timbul jika ibu jari diletakkan pada telapak tangan bayi,
lalu bayi akan menutup telapak tangannya atau ketika telapak kaki
digores dekat ujung jari kaki, jari kaki menekuk.
f) Reflek walking dan stapping,reflek ini timbul jika bayi dalam posisi
berdiri akan ada gerakan spontan kaki melangkah ke depan walaupun
bayi tersebut belum bisa berjalan. Menghilang pada usia 4 bulan.
g) Reflek tonic neck Reflek ini timbul jika bayi mengangkat leher dan
menoleh kekanan atau kiri jika diposisikan tengkurap. Reflek ini bisa
diamati saat bayi berusia 3-4 bulan.
h) Reflek Babinsky Muncul ketika ada rangsangan pada telapak kaki, ibu
jari akan bergerak keatas dan jari-jari lainnya membuka, menghilang
pada usia 1 tahun.
i) Reflek membengkokkan badan (Reflek Galant) Ketika bayi tengkurap,
gerakan bayi pada punggung menyebabkan pelvis membengkok ke
samping. Berkurang pada usia 2-3 bulan.
j) Reflek Bauer/merangkak Pada bayi aterm dengan posisi tengkurap.
BBL akan melakukan gerakan merangkak dengan menggunakan
lengan dan tungkai. Menghilang pada usia 6 minggu.
6. Penilaian APGAR
Menurut penilaian keadaan umum bayi dimulai 1 menit setelah
lahir dengan manggunakan nilai [Link] berikutnya dilakukan
pada menit kelima dan kesepuluh. Penilaian ini perlu untuk mengetahui
apakah bayi menderita asfiksia atau tidak.
67
Tabel 2.5 Penilaian Apgar Skor
Aspek Pengamatan SKOR 0 SKOR 1 SKOR 2
Bayi Baru Lahir
Appearance / warna Pucat Badan merah dan Seluruh tubuh
kulit ekstermitas biru kemerah-merahan
Pukse / denyut nadi Tidak ada Kurang dari 100 Lebih dari 100
Grimace/ respons Tidak ada Sedikit gerakan Betuk/bersin
reflex mimik (grimace)
Activity/ tonus otot Tidak ada Ekstermitas Gerakan aktif
dalam sedikit
fleksi
Respiratory/pernapas Tidak ada Lemah/tidak Baik/menangis
an teratur
Sumber : (Mutmaimah dkk 2017)
7. Kunjungan Neonatal
a. Pengertian Kunjungan Neonatal
Kunjungan neonatal adalah kontak neonatal dengan tenaga
kesehatan minimal dua kali untuk mendapat pelayanan dan
pemeriksaan kesehatan neonatal, baik di dalam maupun diluar gedung
puskesmas, termasuk bidan desa, polindes dan kunjungan rumah.
Bentuk pelayanan tersebut meliputi pelayanan kesehatan neonatal
dasar ( tindakan resusitasi, pencegahan hipotermi, pemberian ASI dini
dan eksklusif, pencegahan infeksi berupa perawatan mata, tali pusat,
kulit dan pemberian imunisasi) pemberian vitamin k dan penyuluhan
neonatal di rumah dengan menggunakan buku KIA ( Elisabeth, 2015).
b. Standar Kunjungan Neonatus
Kategori Kunjungan Neonatus adalah :
1. Kunjungan Neonatus Ke Satu (KN 1)
68
Kunjungan neonatus ke satu adalah kunjungan neonatus pertama
kali yaitu pada hari pertama sampai ke dua (sejak 6 jam sampai 48
jam).Asuhan pada bayi usia 6-48 jam (KN 1) (Mutmainnah, dkk.
2017) yaitu sebagai berikut :
a. Mempertahankan Suhu Tubuh Bayi
Hindari memandikan bayi hingga sedikitnya enam jam dan hanya
setelah itu jika tidak terjadi masalah medis dan jika suhunya 36,5°C,
bungkus bayi dengan kain yang kering dan hangat kepala bayi
tertutup.
b. Pemeriksaan Fisik Bayi
a) Gunakan tempat tidur yang hangat untuk melakukan pemeriksaan
b) Cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan
c) Telinga : periksa apakah ada pengeluaran dari telinga
d) Mata : tanda- tanda infeksi
e) Hidung dan mulut : periksa adanya sumbing, refleks hisap, dilihat
pada saat menyusui.
f) Leher : pembengkakan
g) Dada : bentuk, bunyi nafas dan bunyi jantung
h) Bahu lengan dan tangan : gerakan normal, jumlah jari
i) Sistem saraf : adanya reflek moro
j) Perut : bentuk, penonjolan sekitar tali pusat
k) Kelamin laki- laki : testis berada dalam skrotum, penis berlubang
l) Kelamin perempuan : vagina berlubang, uretra berlubang, labia minor
69
dan labia mayor
m) Tungkai dan kaki : gerakan normal, jumlah jari
n) Punggung dan anus : pembengkakan atau cekungan, anus berlubang
o) Kulit : verniks, warna, bercak hitam, tanda lahir
p) Konseling : jaga kehangatan, pemberian ASI, perawatan tali pusat,
agar ibu mengawasi tanda-tanda bahaya
q) Memberikan imunisasi Hb 0
2. Kunjungan Neonatus Yang Kedua (KN 2)
Kunjungan neonatus yang kedua (KN 2) adalah kunjungan
neonatus yang kedua kali yaitu pada hari ke 3 sampai hari ke 7 setelah
kelahiran. Menurut (Mutmainnah, dkk. 2017) Asuhan pada bayi usia 3-
7 hari (KN 2) antara lain :
a. Menjaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering
b. Menjaga kebersihan bayi
c. tanda bahaya seperti kemungkinan infeksi bakteri
d. Ikterus, diare, berat badan rendah dan masalah pemberian ASI
e. Memberikan ASI bayi harus disusukan minimal 10-15 kali dalam
24 jam dalam 2 minggu pasca persalinan
f. Menjaga suhu tubuh bayi
g. Konseling terhadap ibu dan keluarga untuk memberikan ASI
eksklusif, pencegahan hipotermi dan melaksanakan perawatan bayi
baru lahir di rumah dengan menggunakan buku KIA.
h. Penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan
70
3. Kunjungan Neonatus Yang Ketiga (KN 3)
Kunjungan neonatus yang ketiga (KN 3) adalah kunjungan neonatus
yang ketiga kali yaitu pada hari ke 8 sampai hari ke 28. Menurut
(Mutmainnah, dkk. 2017) Asuhan neonatus 8-28 hari (KN 3) yaitu
sebagai berikut :
a. Mencegah infeksi
b. Hindarkan bayi baru lahir kontak dengan orang sakit
c. Mengajarkan ibu menyusui sesering mungkin
d. Memberikan ASI saja selama 6 bulan
e. Menjaga kehangatan tubuh bayi
2.1.3 Asuhan Masa Nifas
1. Definisi Masa Nifas
Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah keluarnya
plasenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan
secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari
(Walyani,2020).
2. Tahapan Masa Nifas
Tahapan masa nifas adalah (Rukiyah dan Yulianti 2018 ) :
a) Puerperium dini, yaitu pemulihan dimana ibu telah diperbolehkan
berdiri dan berjalan –jalan
b) Puerperium intermedial yaitu pemulihan menyeluruh alat-alat genital
yang lamanya 6-8 minggu
71
c) Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan
sehat terutama bila selama hamil atau bersalin memiliki komplikasi
3. Perubahan yang terjadi pada masa nifas
a. Perubahan Sistem Reproduksi
1) Uterus
Uterus adalah organ yang mengalami banyak perubahan
besar. Pada masa pasca persalinan uterus mengalami involusi.
Involusi atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana
uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan berat sekitar 60
gram. Uterus hamil (diluar berat bayi, plasenta, cairan dll)
memiliki berat sekitar 1000 gram. Setelah 6 minggu
pascapersalinan, beratnya akan berkurang hingga mendekati
ukuran sebelum hamil yaitu sekitar 50-100 gram. Segera setelah
melahirkan, fundus uterine akan teraba setinggi umbilikus. Setelah
itu, mengecilnya uterus terutama terjadi pada 2 minggu pertama
pascapersalinan, dimana pada saat itu uterus akan masuk ke dalam
rongga pelvis. Pada beberapa minggu setelah itu, uterus perlahan-
lahan akan kembali ke ukurannya sebelum hamil,
a) Lochea yang awal keluar dikenal sebagai lochea rubra (2 hari
pasca persalinan). Lochea rubra akan segera berubah warna dari
merah menjadi merah kuning berisi darah dan lendir,
b) Lochea sanguinolenta (3 -7 hari), dan akan berubah menjadii
berwarna kuning, tidak berdarah lagi,
72
c) lochea serosa ( 7 -14 hari ) Setelah beberapa minggu,
pengeluaran ini akan makin berkurang dan warnanya berubah
menjadi putih
d) Lochea alba, terjadi setelah 2 minggu Pasca persalinan Periode
pengeluaran lokhia bervariasi, tetapi rata-rata akan berhenti
setelah 5 minggu. Seringkali, seorang ibu mengalami
peningkatan jumlah perdarahan pasca persalinan pada hari ke-
7-14.
2) Vulva dan Vagina
Pada sekitar minggu ketiga, vagina mengecil dan timbul rugae
kembali. Vagina yang semula sangat teregang akan kembali
secara bertahap seperti ukuran sebelum hamil pada minggu ke 6-8
setelah melahirkan. Rugae akan terlihat kembali pada minggu ke 3
atau ke 4.
3) Perineum
Jalan lahir mengalami penekanan serta peregangan yang sangat
besar selama proses melahirkan bayi, sehingga menyebabkan
mengendurnya organ ini bahkan robekan yang memerlukan
penjahitan, namun akan pulih setelah 2-3 minggu.
b. Perubahan Payudara
Proses produksi air susu sendiri membutuhkan suatu mekanisme
kompleks. Pengeluaran yang reguler dari air susu (pengosongan
air susu) akan memicu sekresi prolaktin.
73
c. Perubahan Sistem Perkemihan
Terjadi diuresis yang sangat banyak dalam hari-hari pertama
puerperium. Pelebaran (dilatasi) dari pelvis renalis dan ureter akan
kembali ke kondisi normal pada minggu ke dua sampai minggu ke
8 pasca persalinan.(Kemenkes,2019)
d. Perubahan Sistem Hormonal
Terdapat perubahan hormon pada saat hamil, bersalin dan nifas,
dimana hormon- hormon yang berperan tersebut antara lain
(Kemenkes 2019):
1) Hormon Plasenta
Pengeluaran plasenta menyebabkan penurunan hormon yang
diproduksi plasenta. Hormon plasenta akan menurun dengan cepat
pasca persalinan.
2) Hormon Pituitary Hormon pituitary
Yaitu hormon prolaktin, FSH dan LH. Hormon prolaktin darah
meningkat dengan cepat, dan pada wanita yang tidak menyusui
akan menurun dalam waktu 2 minggu.
3) Hormon Hipotalamik pituitary ovarium
Hormon ini akan mempengaruhi lamanya mendapatkan menstruasi
pada wanita menyusui maupun tidak menyusui. Pada wanita
menyusui, 16% wanita akan mendapatkan menstruasi pada 6
minggu pasca persalinan, dan 45% wanita setelah 12 minggu pasca
persalinan. (Kemenkes,2019).
74
4) Hormon Oksitosin
Hormon oksitosin disekresikan dari kelenjar otak bagian belakang,
bekerja terhadap otot uterus dan jaringan [Link] kala
tiga persalinan, hormon oksitosin berperan dalam pelepasan
plasenta dan mempertahankan kontraksi.
5) Hormon estrogen dan progesterone
Volume darah normal selama kehamilan akan meningkat. Hormon
estrogen yang tinggi memperbesar hormon antidiuretik yang dapat
meningkatkan (Kemenkes,2019)
4. Perubahan Psikologis Masa Nifas
Fase-fase yang akan dialami oleh ibu pada masa nifas menurut
(Walyani dan Purwoastuti, 2020 : 77) yaitu sebagai berikut :
1) Fase taking in
Fase taking in yaitu periode ketergantungan, berlangsung dari hari
pertama sampai hari kedua melahirkan titik pada fase ini Ibu
sedang berfokus terutama pada dirinya sendiri.
2) Fase Taking Hold
Fase Taking Hold adalah periode yang berlangsung antara 3
sampai 10 hari setelah melahirkan. Pada fase ini ibu timbul rasa
khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya
dalam merawat bayi.
3) Fase Letting Go
75
Fase Letting Go adalah periode menerima tanggung jawab akan
peran barunya. Fase ini berlangsung 10 hari setelah melahirkan.
Terjadi peningkatan akan perawatan diri dan bayinya. Ibu sudah
mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya.
5. Kebutuhan Dasar Ibu Nifas
Kebutuhan dasar ibu nifas adalah(Rukiyah dan Yulianti 2018) :
a. Nutrisi dan cairan
1) mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari,
2) Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein mineral
dan vitamin yang cukup
3) Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari
4) Pil zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya
selama40 hari pasca bersalin
5) Minum kapsul vitamin A kepada bayinya melalui ASI nya(200.000
unit) agar bisa memberikan vitamin A kapada bayi melalui ASI.
b. Ambulasi
Ibu yang melahirkan mungkin enggan banyak gerak karena merasa
letih da sakit, Namun ibu harus dibantu turun dari tempat tidur dalam
24 jam pertama setelah kelahiran pervaginam. Ambulasi dini sangat
penting dalam mencegah terjadinya trombosis vena.
c. Eliminasi
Diuresis yang nyata akan terjadi pada satu atau dua hari pertama
setelah melahirkan dan kadang-kadang ibu mengalami kesulitan untuk
76
mengosongkan kandung kemihnya karena rasa sakit ,memar atau
gangguan pada tonus otot.
d. Kebersihan diri/perineum
Pada ibu nifas dianjurkan untuk kebersihan seluruh tubuh.
Mengajarkan pada ibu bagaimana membersikan daerah kelamin
dengan sabun dan air dengan cara membersikan daerah vulva terlebih
dahuludari depan kebelakang anus.
e. Istirahat
Istirahat pada ibu selama masa nifas beristirahat cukup untuk
mencegah kelelahan yang [Link] ibu untuk kembali ke
kegiatan –kegiatan rumah tangga biasa perlahan-lahan serta untuk tidur
siang atau beristirahat selagi bayi tidur.
f. Seksual
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah
merah [Link] ibu tidak merasakan ketidaknyamanan , aman untuk
memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap.
g. Keluarga berencana
Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnnya 2 tahun
sebelum ibu hamil kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri
kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya
h. Latihan/ Senam nifas
Beberapa latihan yang dapat ibu lakukan dengan mudah antara lain:
1) Dengan tidur terlentang dengan lengan disamping
77
2) Menarik otot perut selagi menarik nafas
3) Tahan nafas kedalam dan angkat dagu kedada tahan sampai 5
4) Rileks dan ulangi 10 kali.
6. Deteksi Dini Komplikasi Masa Nifas
Berikut ini adalah beberapa tanda bahaya dalam masa nifas yang
dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mendeteksi secara dini
komplikasi yang mungkin terjadi menurut (Sutanto, 2019 : 155)
a. Demam, Muntah, Rasa Sakit Waktu Berkemih
b. Perdarahan Vagina Yang Luar Biasa
c. Lochea Berbau Busuk Dan Disertai Dengan Nyeri Abdomen Atau
Punggung
d. Puting Susu Lecet
e. Bendungan ASI
f. Kehilangan Nafsu Makan Dalam Waktu Yang Lama
g. Merasa Sangat Sedih Atau Tidak Mampu Mengasuh Sendiri
e. Kunjungan Nifas
Kunjungan nifas dilakukan paling sedikit 4 kali. Hal ini dilakukan
untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir untuk encegah terjadinya
masalah.
a. Kunjungan pertama dilakukan 6-48 jam setelah persalinan, tujuannya:
1) Mencegah pendarahan waktu nifas karena atonia uteri
2) Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahn,rujuk bila
pendarahn berlanjut
78
3) Memberi konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bila
terjadi pendarahan banyak
4) Pemberian ASI awal
5) Melakukan hubungan antara ibu dan bayi
6) Menjaga bayi agar tetap sehat dengan cara mencegah terjadinya
hipotermi
b. Kunjungan kedua 3-7 hari setelah persalinan, tujuannya:
1) Memastikan involusi uteri berjalan normal, uterus
berkontraksi,fundus uteri dibawah umbilicus,tidak ada pendarahan
dan tidak berbau
2) Menilai adanya tanda-tanda demam,infeksi atau pendarahan
abnormal
3) Memastikan ibu menyusui bayinya dengan baik dan tidak
menunjukan tanda-tanda penyakit
4) Memastikan ibu menyusui bayinya dengan baik dan tidak
menunjukan tanda-tanda penyakit
5) Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi ,tali
pusat,menjaga bayi supaya tetap hangat dan merawat bayi sehari-
hari
c. Kunjungan ketiga 8-28 hari setelah persalinan
1. Memastikan uteri berjalan normal, uterus berkontraksi,fundus
uteri dibawah umbilicus,tidak ada pendarahan dan tidak berbau
79
2. Menilai adanya tanda-tanda demam,infeksi,atau pendarahan
abnormal
3. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan,cairan dan istirahat
4. Memastikan ibu menyusui bayinya dengan baik dan tidak
menunjukan tanda-tanda infeksi
5. Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi
supaya tetap hangat dan merawat bayi
d. Kunjungan ke empat 29-42 hari setelah persalinan
1 Menanyakan pada ibu tentang penyakit-penyakit yang ibu dan
bayi alami
2 Memberikan konseling KB secara dini
2.1. Manajemen Kebidanan
2.2.1 Manajemen Varney Langkah I-VII
Proses manajemen kebidanaan menjelaskan bahwa manajemen
merupakan proses pemecahan masalah dengan pengorganisasian,pemikiran
dan tindakan-tindakan yang logis dan menguntungkan baik bagi klien
maupun bagi tenaga kesehatan. Dengan demikian roses manajemen harus
mengikuti urutan yang logis dan memberikan pengertian yang menyatukan
pengetahuan, hasil temuan dan penilaian yang terpisah-pisah menjadi satu
kesatuan yang berfokus pada manajemen klien (Matahari dkk 2018).
Proses manajemen kebidanan terdiri dari tujuh langkah yang berurutan dan
setiap langkah disempurnakan secara periodik. Langkah-langkah tersebut :
1. Langkah 1 Pengumpulan Data Dasar
80
Mengumpulkan semua informasi yang akurat dari semua sumber
yang berkaitan dengan kondisi klien. Pada langkah ini dilakukan
pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk
mengevaluasi keadaan klien secara lengkap, yaitu : Identitas pasien,
Riwatyat kesehatan, Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan, Meninjau
data laboratorium
2. Langkah 2 Interpretasi Data
Identifikasi yang benar terhadap diagnosis/masalah dan kebutuhan
klien berdasarkan interpretasi data yang benar atas dasar data-data yang
telah dikumpulkan. Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan
sehingga ditemukan masalah/diagnosis yang ditegakkan oleh profesi
(bida) dalam lingkup praktik kebidanan dan memenuhi standar
nomenklatur (tata nama) diagnosis kebidanan.
3. Langkah 3 Mengidentifikasi Diagnosis/Masalah potensial
Mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain berdasarkan
rangkaian masalah dan diagnosis yang telah diidentifikasi. Langkah ini
membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan, bidan
dapat bersiap-siap bila diagnosis/masalah potensial benar-bbenar terjadi
4. Langkah 4 Mengidentifikasi dan Menetapkan Kebutuhan Yang
memerlukan penaganan segera
81
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan/dokter untuk
dikonsultasikan/ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan lainnya
sesuai dengann kondisi klien. Data baru bisa dikumpulkan dan dievaluasi
kemungkinan bisa terjadi kegawatdaruratan dimana bidan haru bertindak
segera untuk kepentingan kesehatan keselamatan jiwa ibu dan anak.
5. Langkah 5 Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh
Melakukan perencanaan menyeluruh yang merupakan kelanjutan
dari manajemen terhadap diagnosis/masalah yang telah
diidentifikasi/diantisipasi. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya
meliputi apa yang sudah teridentifikasi dari kondisi pasien/masalah yang
berkaitan tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita
tersebut, apakah dibutuhkan penyuluhan,konseling,dan apakah merujuk
klien atau masalah yang lain.
6. Langkah 6 Melaksanakan Perencanaan
Rencana asuhan yang menyeluruh dilakukan secara efisie dan
aman. Pada saat bidan berkolaborasi dengan dokter untuk menangani klien
yang mangalami komplikasi ,maka bertanggung jawab terhadap
terlaksananya rencana asuhan yang menyeluruh tersebut. Manajemn yang
efisiensi akan menyikat waktu dan biaya serta mutu dari klien
7. Langkah 7 Evaluasi
82
Melakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan
meliputi pemenuhan kebutuhan sesuai dengan kebutuhan sebagaimana
yang telah teridentifikasi didalam masalah dan diagnosis.
Pendokumentasian Manajemen Kebidanan Dengan Metode SOAP
(Asih,2016)
2.2.2 Manajemen SOAP
Pengkajian merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan
kebidanan sesuai dengan kebutuhan individu. Oleh karena itu, pengkajian
harus akurat, lengkap sesuai dengan kenyataan , kebenaran data sangat
penting dalam merumuskan suatu diagnosa kebidanan dan memberikan
pelayanan kebidanan sesuai dengan respon individu sebagaimana yang
telah ditentukan sesuai standar dalam praktik kebidanan dalam
merumuskan suatu diagnosa kebidanan dan memberikan pelayanan
kebidanan sesuai dengan respons individu sebagaimana yang telah
ditentukan sesuai standar dalam praktik kebidanan (Asih,2016).
S (Subjective) : Pernyataan atau keluhan pasien
Data subjektif merupakan data yang berhubungan/masalah dari
sudut pandang pasien. Ekspresi pasien mengani kekhawatiran dan
keluhan yang dicatat sebagai kutipan langsung atau ringkasan yang
akan berhubungan langsung dengan diagnosis.
O (Objective): Data hasil observasi
83
Data objektif merupakan pendokumentasian hasil observasi
yang jujur, hasil pemeriksaan fisik pasien,pemeriksaan laboratorium
/pemeriksaan diagsnotik lain. Catatan medik dan informasi dari
keluarga atau orang lain dapat dimasukan dalam data objektif ini.
A (Assessment) : Diagnosa Kebidanan
Assesment merupakan pendokumentasian hasil analisis dan
interpretasi (kesimpulan) dari data subjektif dan [Link]
keadaan pasien yang setiap yang setiap saat bisa mengalami perubahan
dan akan ditemukan informasi baru dalam data objektif maupun
subjektif, maka proses pengkajian data akan menjadi sangat dinamis
P (Planning) : Apa yang dilakukan terhadap masalah
Planning adalah membuat rencana asuhan saat ini daan akan
datang untuk mengusahakan tercapainya kondisi pasien yang sebaik
mungkin atau menjaga/mempertahankan kesehatan kesejahteraanya.
Standar nomenklatur diagnosis kebidanan adalah :
2) Diakui dan telah disahkan oleh profesi
3) Berhubungan langsung dengan praktis kebidanan
4) Memiliki ciri kas kebidanan
5) Didukung oleh clinical judgenmant dalam praktik kebidanan
6) Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen kebidana
84
2.3. Manajemen Asuhan Kebidanan
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN
Pada Ny “......”umur ..... Tahun G..P..A... Hamil (28-40 Minggu)
DI PMB “...”
Hari/tanggal pengkajian :diisi sesuai dengan hari, tanggal, bulan dan tahun
pengkajian
Jam pengkajian : diisi sesuai dengan waktu pengkajian
Tempatpengkajian : diisi sesuai dengan tempat pengkajian
Pengkaji : diisi sesuai dengan nama pengkaji di kartu
identitas
I. PENGKAJIAN
A. DataSubjektif
1. Identitas
Nama ibu : diisi sesuai dengan nama pasien di kartu identitas
Umur : diisi sesuai dengan umur pasien yang dihitung
sejak tanggal lahir hingga tanggal pengkajian
Agama : diisi sesuai dengan agama yang diyakini
Suku : diisi sesuai dengan adat istiadat pasien
Alamat : diisisesuai dengan alamat tempat tinggal pasien
Pendidikan : diisi sesuai dengan Pendidikan terakhir pasien
Pekerjaan : diisi sesuai dengan pekerjaan pasien
85
b. Alasan datang
- Ibu mengatakan ingin memeriksakan kahamilannya
- Ibu mengatakan usia kehamilananya (28-40 minggu)
c. Keluhan utama
Ibu mengatakan mengeluh Bengkak pada kaki/kesulitan tidur/nyeri
punggung/ keputihan/Braxton hiks/ Kostipasi/ Sering BAK`
d. Riwayat kesehatan
1) Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak/sedang menderita penyakit menular (TBC,
PMS, HIV/AIDS, Hepatitis), menurun (Asma, Diabetes, Jantung,
Hipertensi) dan penyakit menahun (Ginjal dan Jantung).
2) Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak/pernah menderita penyakit menular (TBC,
PMS, HIV/AIDS, Hepatitis), menurun (Asma, Diabetes,Hipertensi)
dan penyakit menahun (Ginjal dan Jantung).
3) Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan didalam keluarga tidak/sedang atau tidak/pernah
menderita penyakit menular (TBC, PMS, HIV/AIDS, Hepatitis),
menurun (Asma, Diabetes, Jantung, Hipertensi) dan penyakit
menahun (Ginjal dan Jantung).
86
e. Riwayat Obstetri
1) Riwayat Menstruasi
Menarche : diisi sesuai dengan usia pertama haid normalnya
pada usia 12-15 tahun
Lamanya : diisi sesuai dengan hari pertama haid hingga haid
selesai, normalnya adalah 5-7 hari
Siklus : diisi sesuai dengan hari pertama haid hingga hari
pertama haid di bulan berikutnya, normalnya 28-30
hari
Masalah : diisi sesuai dengan ada/tidak ada keluhan selama
haid.
2) Riwayat Perkawinan
Menikah ke : diisi sesuai dengan pernikahan pasien yang
keberapa
Lama pernikahan : diisi sesuai dengan lamanya pernikahan yang
dihitung sejak hari pernikahan hingga hari
pengkjian, dihitung dalam tahun
Status pernikahan : diisi sesuai dengan status pernikahan pasienya itu
sudah menikah atau belum menikah, jika sudah
menikah apakah pernikahan sah atau tidak
3) Riwayat kontrasepsi
Jenis kontrasepsi : Suntik, Pil, IUD, Implan, dll
Lama pemakaian : Diisi sesuai dengan lama pemakaian
87
Alasan berhenti :ada/tidak
4) Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu
N Hamil Persalinan BBL Nifas
o
Ke AN UK Tahu Tem Jenis Penolo JK BB PB Lak Masa
C n pat ng tasi lah
1. 1/2/3 4× 37- ........ PMB Sponta Bidan/ L/P 2,5- 48- Ya/ Ada/t
40 .. /RS/ n/SC dokter 4 53 tida idak
mg Klini kg cm k
k
5) Riwayat kehamilan sekarang
Hamil anak ke : Diisi sesuai dengan jumlah anak pasien
Usia kehamilan : Diisi sesuai dengan umur kehamilan dalam
minggu yang dihitung dari hari pertama haid
terakhir
HPHT : Diisi sesuai dengan hari pertama haid terakhir
pasien
TP : Diisi sesuai dengan Tafsiran Persalinan
TM 1
ANC : 1×
Keluhan : ada /tidak
Lab : Hb/HIV/Hep.B/Sifilis
TM 2
ANC : 1×
Keluhan : ada/ tidak
Fe & Kalk : .... butir
88
Lab : Hb/HIV/Hep.B/Sifilis
TM III
ANC : 2×
Keluhan :kram bengkak pada kaki dan nyeri punggung
Imunisasi : 1-5 kali
Fe & Kalk : …. Butir
Lab : Hb/HIV/Hep.B/Sifilis
f. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
1) Pola nutrisi
a. Makan
Frekuensi : 3 kali sehari
Porsi : 1-2 porsi
Menu : nasi, sayur, lauk, buah
Pantangan : Ada/Tidak
Masalah : Ada/Tidak
b. Minum
Frekuensi : 8-12 gelas sehari
Jenis : air putih/….
Masalah : Ada/tidak
2) Pola eliminasi
a. BAB
Frekuensi : 1-2 kali sehari
Warna : kuning/coklat
89
Konsistensi : lembek/keras
Bau : Khas Feses
Keluhan : Ada/Tidak
b. BAK
Frekuensi : 5-7 kali sehari
Warna : kuning jernih
Bau : khas amoniak
Keluhan : Ada/Tidak
3) Istirahat tidur
Siang : 1-2 jam
Malam : 6-8 jam
Masalah : Ada/Tidak
4) Pola personal hygiene
Mandi : 2 kali sehari
Ganti baju : 2 kali sehari
Keramas : 2-3 kali seminggu
Gosok gigi : 2 kali sehari
Ganti pakaian dalam : 3 kali sehari
5) Pola aktivitas
Jenis aktivitas : rutinitas ibu rumah tangga
Masalah : Ada/Tidak
6) Hubungan seksual
Frekuensi : …. Kali seminggu
90
Masalah : Ada/Tidak
g. Keadaan psikologi
1) Hubungan suami istri : baik/tidak
2) Hubungan istri dengan keluarga : baik/tidak
3) Hubungan istri dengan tetangga : baik/tidak
4) Kecemasan terhadap kehamilan dan persalinan : ada/tidak
B. Data Objektif
a. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik/lemah
Kesadaran : composmentis/apatis/samnolen
Tanda-tanda vital
Tekanan darah : S :100-130/ D : 60-90 mmHg
Respirasi : 16-24 kali/menit
Temperature : 36,5ºC -37,5ºC
Nadi : 60-100 kali/menit
b. Pemeriksaan Antopometri
Tinggi badan : < 145 cm (Walyani,2020)
Berat badan sebelum hamil : …. Kg
Berat badan selama hamil : Penambahan BB selama hamil
9- 12kg
Kesan panggul : Gynekoid/android
Distantia spinarum : 24-26 cm
91
Distantia cristarum : 28-30 cm
Conjugata eksterna : 18-20 cm
Lingkar panggul : 80-90 cm
LILA : 23,5-33 cm
c. Pemeriksaan fisik
1) Kepala
Bentuk : Simetris/tidak
Keadaan : Bersih/tidak
Warna rambut : Hitam/kekuningan/….
Distribusi rambut : Merata/tidak
Kerontokan : Ada/tidak
Benjolan :Ada/tidak
Nyeri tekan : Ada/tidak
2) Muka
Keadaan : Pucat/tidak
Cloasma gravidarum : Ada/tidak
Oedema :Ada/tidak
Nyeri tekan :Ada/tidak
3) Mata
Bentuk : Simetris/tidak
Kebersihan : Bersih/tidak
Konjungtiva : Anemis/an-anemis
92
Sclera : Ikterik/an-ikterik
Kelainan : Ada/tidak
4) Hidung
Bentuk : Simetris/tidak
Kebersihan : Bersih/tidak
Pengeluaran :Ada/tidak
Polip : Ada/tidak
5) Telinga
Bentuk : Simetris/tidak
Kebersihan : Bersih/tidak
Serumen : Ada/tidak
Pengeluaran :Ada/tidak
6) Mulut
Mukosa : Lembab/kering
Bibir : Dehidrasi/tidak
Lidah : Bersih/tidak
Gigi : Lengkap/tidak
Caries : Ada/tidak
Stomatitis : Ada/tidak
Kelainan : Ada/tidak
7) Leher
Pembesaran kelenjar Tyroid : Ada/tidak
Pembesaran kelenjar Limfe :Ada/tidak
93
Pembesaran vena jugularis : Ada/tidak
8) Dada
Bentuk : Simetris/tidak
Kebersihan : Bersih/tidak
Retraksi dinding dada : Ada/tidak
Nyeri tekan : Ada/tidak
Kelainan : Ada/tidak (wheezing, ronchi)
9) Payudara
Bentuk : Simetris/tidak
Corpus : Membesar/tidak
Areola mamae : Hiperpigmentasi/tidak
Papilla mamae : Menonjol/tidak
Benjolan :Ada/tidak
Nyeri tekan : Ada/tidak
Pengeluaran : Ada/tidak
10) Abdomen
a) Inspeksi
Pembesaran : Sesuai umur kehamilan/tidak
Bekas operasi :Ada/tidak
Striae gravida :Ada/tidak
Linea nigra :Ada/tidak
b) Palpasi
Leopold I : TFU sesuai usia kehamilan
94
28 minggu : 3 jari diatas pusat
32 minggu : pertengahan pusat-px
36 minggu : 3 jari dibawah px
40 minggu : pertengahan pusat-px
(Febrianti 2021)
Pada fundus teraba bagian bulat,
lunak, dan tidak ada lentingan.
Leopold II :Disebelah kanan/kiri perut ibu
teraba keras, memanjang dari atas ke
bawah. Sebelah kanan/kiri ibu teraba
bagian-bagian kecil janin.
Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba
bagian bulat, keras, dan ada
lentingan. Bagian terbawah janin
belum/sudah masuk PAP
Leopold IV : Seberapa jauh kepala janin sudah
masuk PAP (Konvergen/Divergen)
Perlimaan :0-5/5
c) Auskultasi
Punctum max : 1-2 jari dibawah pusat ibu sebelah kanan/kiri
DJJ : (+)/ (-)
Irama : Teratur/tidak
Frekuensi : 120-160 kali/menit
95
Intensits : Kuat/lemah
d) Tafsiran Berat Janin (TBJ)
TBJ belum PAP = (TFU - 12) ×155
TBJ masuk PAP = (TFU - 11) × 155(Mizawati,2016)
11) Genetalia
Pengeluaran : Ada/tidak
Varises : Ada/tidak
Oedema : Ada/tidak
Anus : Hemoroid/tidak
12) Ektremitas atas dan bawah
Atas
Bentuk : Simetrisi/tidak
Kebersihan : Bersih/tidak
Warna kuku : Merah muda/pucat/kebiruan
Oedema : Ada/tidak
Tonus otot : kuat/lemah
Kelainan :Ada/tidak
Bawah
Bentuk : Simetrisi/tidak
Kebersihan : Bersih/tidak
Warna kuku : Merah muda/pucat/kebiruan
Oedema : Ada/tidak
Tonus otot : kuat/lemah
96
Kelainan :Ada/tidak
Varises :Ada/tidak
Reflex patella : (+)/ (-)
d. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan panggul luar (pada primigravida)
Distansia spinarum : ± 24-26 cm
Distansia cristarum : ± 28-30 cm
Conjungata eksterna : ± 18 cm
Lingkar panggul : 80-95 cm (Walyani,2020)
b. Golongan darah : A/B/O/AB
c. Hb : ≥11 gr%
d. Glukosa urine :(+)/ (-)
e. Protein urine : (+)/ (-)
II. INTERPRETASI DATA
1. Diagnosa
Ny “….” Umur …. Tahun G…P…A… umur kehamilan 28-40
minggu, janin tunggal hidup, intrauterine, presentasi kepala, keadaan
ibu dan janin baik, hamil trimester III fisiologis.
2. Data Subjektif:
a. Ibu mengatakan Ingin memeriksakan kehamilannya
b. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ke …. dan belum pernah
keguguran
c. Ibu mengatakan HPHT tanggal….
97
d. Ibu mengatakan usia kehamilannya 7-9 bulan
e. Ibu mengatakan mengeluh kesulitan tidur,kram pada kaki,sering
BAK/bengkak pada kaki/sembelit/nyeri punggung.
3. Data Objektif
a. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik/lemah
Kesadaran : composmentis/apatis/samnolen
Tanda-tanda vital
Tekanan darah : S :100-130/ D : 60-90 mmHg
Respirasi : 16-24 kali/menit
Temperature : 36,5ºC -37,5ºC
Nadi : 60-100 kali/menit
Tinggi badan : ≥150 cm
Berat badan sebelum hamil : …. Kg
Berat badan selama hamil : penambahan BB (11-12 kg)
LILA : 23,5 – 33 cm
b. Pemeriksaan fisik
1) Palpasi
Leopold I : TFU sesuai usia kehamilan
28 minggu : 3 jari diatas pusat
32 minggu : pertengahan pusat-px
36 minggu : 3 jari dibawah px
98
40 minggu : pertengahan pusat-px
(Febrianti 20201)
Pada fundus teraba bagian bulat,
lunak, dan tidak ada lentingan.
Leopold II :Disebelah kanan/kiri perut ibu
teraba keras, memanjang dari atas ke
bawah. Sebelah kanan/kiri ibu teraba
bagian-bagian kecil janin.
Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba
bagian bulat, keras, dan ada
lentingan. Bagian terbawah janin
belum/sudah masuk PAP
Leopold IV : Seberapa jauh kepala janin sudah
masuk PAP (Konvergen/Divergen)
Perlimaan :0-5/5
2) Auskultasi
Punctum max : 1-2 jari dibawah pusat ibu sebelah kanan/kiri
DJJ : (+)/ (-)
Irama : Teratur/tidak
Frekuensi : 120-160 kali/menit
Intensits : Kuat/lemah
3) Tafsiran Berat Janin (TBJ)
TBJ belum PAP = (TFU - 12) ×155
99
TBJ masuk PAP = (TFU - 11) × 155 (Mizawati,2016)
c. Pemeriksaan penunjang
1) Pemeriksaan panggul luar (pada primigravida)
Distansia spinarum : ± 24-26 cm
Distansia cristarum : ± 28-30 cm
Conjungata eksterna : ± 18 cm
Lingkar panggul : 80-95 cm (Walyani,2020)
2) Golongan darah : A/B/O/AB
3) Hb : ≥11 gr%
4) Glukosa urine :(+)/ (-)
5) Protein urine : (+)/ (-)
4. Masalah
a. Bengkak pada kaki
b. Kesulitan tidur
c. Nyeri punggung
d. Keputihan
e. Nafas pendek
f. Varises
g. Sering BAK
h. Konstipasi
5. Kebutuhan
a. Lakukan Informed Consent.
b. Informasikan hasil pemeriksaan.
100
c. Kebutuhan istirahat tidur.
d. Melakukan senam hamil
e. Pendidikan kesehatan tentang personal hygiene.
f. Pendidikan kesehatan tentang ketidaknyamanan pada ibu trimester
III.
g. Beritahu ibu tentang tanda-tanda bahaya pada ibu hamil Trimester
III.
h. Beritahu pada keluarga tentang dukungan dalam mempersiapkan
persalinan.
i. Berikan dukungan psikologi kepada ibu.
j. Berikan informasi tentang persiapan persalinan.
k. Beritahu ibu untuk sering mengikuti senam hamil
l. Beritahu ibu jadwal kunjungan ulang pada ibu
III. MASALAH POTENSIAL
Ada/ tidak ada
IV. TINDAKAN SEGERA
Ada/Tidak ada
V. INTERVENSI
No. Tujuan/Kriteria Intervensi Rasionalisasi
Dx Tujuan: 1. Lakukan Informed 1. Informed consent
Kehamilan TM III Consent dilakukan agar ibu dan
berlangsung normal keluarga mengetahui dan
sampai aterm dan menyetujui tindakan
tidak ada komplikasi. yang akan dilakukan
Kriteria:
1. Keadaan umum 2. Menjelaskan kepada 2. Dengan menjelaskan
ibu baik ibu hasil hasil pemeriksaan pada
2. Kesadaran : ibu dapat mengetahui
101
composmentis pemeriksaan kehamilan ibu dalam
3. TTV keadaan normal atau
TD : tidak..
Sistol: 100-130 3. Dengan memenuhi
Diastol: 60-90 Kebutuhan nutrisi dan
mmHg 3. Anjurkan ibu cairan diharapkan dapat
N : 60-100 kali/ memenuhi menjadi bekal energi
menit kebutuhan nutrisi yang cukup sebagai
RR : 16-24 dan cairan. cadangan energi untuk
kali/menit persalinan dan berguna
T : 36,5ºC - untuk pertumbuhan dan
37,5ºC perkembangan janin.
4. Ibu tidur malam 4. Dengan menganjurkan
± 8 jam dan ibu menjaga pola
tidur/istirahat 4. Anjurkan ibu tidur istirahat dan tidur
siang ± 1 jam. di malam hari dan diharapkan dapat
5. Ibu istirahat atau tidur mendukung kesehatan
mengkonsumsi disiang hari. bagi ibu dan janinnya
Fe 90 butir dan 5. Senam hamil mampu
kalsium selama melenturkan otot,
kehamilan. memberikan
5. Anjurkan ibu
6. Tinggi Fundus kesegaran,meningkatkan
melakukan senam
Uteri (TFU) self-esterm dan self-
hamil atau latihan
sesuai dengan image,mengurangi
fisik ringan.
usia kehamilan. kejang kaki/kram serta
7. Denyut jantung memperbaiki sirkulasi
janin darah dan mengurangi
Frekuensi: 120- pembengkakan (devi
160 x/m 2019)
Intensitas: kuat
Irama: teratur 6. Dengan ibu Menjaga
8. Gerak janin kebersihan diri dapat
normal rata-rata memberi rasa nyaman
3-4×/jam 6. Anjurkan ibu pada ibu dan personal
9. Kadar Hb ≥11 menjaga kebersihan hyigiene yang buruk
gr% dirinya (personal dapat berdampak
10. Protein dan hygiene). terhadap kesehatan ibu
glukosa urine (-) dan janin (Devi,2019)
11. DJJ :120-
160×/menit
12. Presentasi kepala 7. Dengan menjelaskan
tanda-tanda bahaya pada
TM III diharapkan ibu
7. Jelaskan tanda-tanda dapat mengerti dan
bahaya TM III pada segara melakukan
ibu: pemeriksaan ke fasilitas
a. Perdarahan kesehatan terdekat
pervaginam apabila terdapat tanda
b. Sakit kepala bahaya pada ibu
hebat
102
c. Penglihatan
kabur
d. Bengkak
diwajah dan
jari-jari tangan
e. Gerakan janin
tidak terasa
f. Nyeri perut
yang hebat
8. Berikan penkes pada 8. Dengan membuat
ibu untuk rencana dan
mempersiapkan mempersiapkan
persalinan. persalinan diharapkan
a. Membuat proses persalinan nanti
rencana bisa berjalan dengan
persalinan lancar.
b. Pengambilan
keputusan jika
terjadi
kegawatdarurata
n.
c. Transportasi
d. Pola menabung
e. Peralatan untuk
persalinan
seperti
kelengkapan ibu
dan bayi.
9. Berikan dukungan
psikologi pada ibu 9. Dengan memberikan
dan libatkan dukungan diharapkan
keluarga dalam ibu tidak cemas dengan
memberikan kehamilannya dan tetap
dukungan pada ibu. tenang menghadapi
kehamilannya.
10. Anjurkan ibujadwal
kunjungan ulang 10. Dengan membuat jadwal
pada ibu. kunjungan ulang pada
ibu diharapkan ibu dapat
memeriksakan
kehamilannya tepat
waktu dan segera
konsultasi jika terdapat
masalah.
M1 Tujuan: 1. Anjurkan ibu untuk 1. kondisi ini dapat
Kesulitan tidur ibu untuk melakukan meningkatkan kualitas
teratasi . tehnik relaksasi tidur dan menghindari
Kriteria: progesi dan lakukan gangguan tidur
1. Ibu dapat posisi relaksasi
103
mengatur pola dengan cara tidur
istirahat menyamping
2. Ibu dapat tidur dengan 1 bantal
malam hari dikepala dan 1
dengan baik bantal lagi untuk
3. Ibu memenuhi menyangga kaki
kebutuhan cairan yang berada diatas
sebanyak 10 dan agak ditekuk
gelas/hari (Yuliani,2017)
2. Anjurkan ibu untuk 2. Dengan melakukan
melakukan prenatal prenatal yoga, akan
yoga menyebabkan aliran
darah lebih lancar,
eritrosit yang membawa
oksigen ke dalam darah
menuju otak semakin
lancar sehingga tubuh
lebih segar, lebih tenang,
rasa pegal di daerah
pinggang juga menurun,
sehingga memudahkan
ibu untuk beristirahat dan
mengalami tidur yang
nyenyak (Ismiyati&
Faru,2020)
3. Dengan menjaga
3. Anjurkan ibu untuk kelembapan area
menjaga personal genetalia diharapkan ibu
hygiene dengan cara terhindar dari infeksi dan
menjaga ibu merasa nyaman
kelembapan area
genetalia.
M2 Tujuan: 1. Anjurkan ibu untuk 1. Memperbaiki sikap tubuh
Oedema patologi memperbaiki sikap dapat memaksimalkan
pada ibu tidak tubuh, terutama sirkulasi darah dalam
terjadi. pada saat duduk dan tubuh.
Kriteria: tidur.
1. Tidak terjadi 2. Hindari 2. Dengan menghindari
pembengkakan mengenakan pakaian ketat dan berdiri
patologi ditangan pakaian ketat dan lama karena dapat
dan muka ibu. berdiri lama. mengganggu aliran balik
vena, sesering mungkin
merubah
posisi.(Yuliani.,2017)
3. Lakukan 3. Olaraga ringan dan
latihanolaraga berjalan secara tertur
ringan dan berjalan dapat mengurangi
secara teratur. bengkak pada kaki ibu.
104
4. Anjurkan ibu untuk 4. Dengan melakukan pijat
melakukan pijat kaki dapat mengurangi
kaki dilakukan edema yang fisiologis
dengan cara pada kehamilan yaitu
posisikan kaki ibu dengan cara memberikan
lebih tinggi dari tekanan pada daerah yang
posisi kepala atau mengalami edema. terapi
dengan posisi semi- pijat kaki pada batas
fowler, selanjutnya bawah ibu hamil,
baluri kaki ibu diperkirakan akan terjadi
dengan olive oil, pergerakan cairan di
baby oil atau daerah yang
minyak zaitun, bengkak.(Anisah 2021)
kemudian pijat kaki
ibu dalam waktu
10-20 menit setiap
hari selama 5 hari,
M3 Tujuan: 1. Ajarkan ibu untuk 1. Dengan melaukan
Nyeri punggung melakukan Warm Backrub gosok punggung
berkurang compress dan untuk membantu
backrub mempercepat proses
Kriteria: pemulihan nyeri
1. Sakit punggung punggung pada ibu hamil
ibu berkurang dengan menggunakan
Ibu merasa sentuhan tangan pada
nyaman punggung ibu hamil
secara perlahan dan
lembut untuk
menimbulkan efek
relaksasi dan warm
compress pelunakan
jaringan fibrosa, otot
tubuh menjadi lebih
rileks, rasa nyeri menjadi
turun bahkan hilang,
bahkan aliran darah ibu
hamil menjadi lancer
(Ridawati dan Fajarsari
2020)
2. Dengan mengajarkan ibu
2. Ajarkan ibu
memilih BH yang tepat
memilih BH yang
diharapkan mengurangi
tepat yaitu yang
regangan pada punggung
mempunyai
sehingga kondusif untuk
penopang atau
postur yang baik dan
kubah, pengait dan
membantu mengurangi
tali.
sakit punggung.
105
M4 Tujuan : Keputihan 1. Anjurkan ibu untuk 1. Jika tidak segera di ganti
pada ibu berkurang mengganti pakaian maka keadaan genetalia
dalam ketika akan semakin lembab
Kriteria : keputihan sudah di danmempercepat/
rasa banyak memperbesar tumbuhnya
1. Ibu merasa jamur/bakteri
nyaman dan
kebersihan ibu 2. Anjurkan ibu untuk 2. Dengan menjaga
terjaga tetap menjaga personal hyigiene
personal hyigiene kebersihan ibu dapat
terjaga
M5 Tujuan : Agar 1. Jelaskan kepada ibu 1. Dengan diberikan
gangguan nafas penyebab rasa sesak penjelasan diharapkan
pendek dapat teratasi nafas yang di alami ibu dapat beradaptasi
Kriteria : ibu disebabkan dengan perubahan yang
karena uterus terjadi
1. RR : 16-24 x/mnt mengalami
2. DJJ : 120-160 pembesaran
x/mnt sehingga dapat
3. Gerakan janin menimbulkan sulit
minimal 10 bernafas
kali/24 jam
4. ibu merasa tidak 2. Ajarkan ibu untuk
terganggu melakukan Deep 2. Dilakukan dengan cara
mengenai Breathing exercise, melakukan inspirasi
pernafasan Deep breathing secara dalam melewati
5. ibu nyaman exercise hidung dengan demikin
dengan akan membuat gerakan
kehamilannnya kebawah dari diafragma
6. 3. ibu mengikuti dan ekspansi pada perut
anjuran yang ke luar disertakan
diberikan oleh dengan pernapasan yang
bidan pelan melewati mulut
sehingga dapat
membantu dalam
menurunkan laju
pernapasan dan
mengoptimalkan
pertukaran gas darah
(Rahmawati, dkk 2021)
M6 Tujuan: Tujuan : 1. Jelaskan kepada ibu 1. Dengan diberikan
penyebab varises penjelasan diharapkan ibu
Varises berkurang yaitu kongesti vena dapat beradaptasi dengan
dalam vena bagian
106
Kriteria : bawah yang perubahan yang terjadi
meningkat sejalan
KU : Baik dengan kehamilan
karena tekanan dari
- TTV : uterus yang hamil,
TD : sistole 100- kerapuhan jaringan
120 mmHg elastis yang
diakibatkan oleh
Diastole 70-80 estrogen,
mmHg kecenderungan
bawaan keluarga,
P : 60-100 disebabkan faktor
kali/menit usia, dan lama
berdiri
RR: 16-24 2. menganjurkan ibu 2. pemakaian sepatu hak
kali/menit untuk tidak tinggi memiliki risiko
menggunakan kesehatan yang tinggi,
T : 36,5-37,5 OC
sepatu hak tinggi dan menyebabkan
- ibu merasa nyaman terdapat tekanan mekanis
dan percaya diri yang cukup besar pada
kaki, pergelangan kaki
serta memicu gangguan
kesehatan yang berarti
mempengaruhi
produktifitas kerja
M7 Tujuan : sering BAK 1. Jelaskan kepada ibu 1. Dengan memberikan
teratasi penyebab sering penjelasan diharapkan
BAK yaitu adanya ibu dapat beradaptasi
Kriteria : peningkatan berat dengan perubahan yang
fundus uteri terjadi
- KU : Baik menyebabkan
- TTV : itsmus melunak
sehingga posisi
TD : sistole 100- uterus menjadi
120 mmHg antefleksi dan
menekan kandung
Diastole 70-80 kemih
mmHgP : 60-100
kali/menit 2. Anjurkan ibu untuk 2. Dengan mengurangi
mengurangi asupan asupan cairan sebelum
RR: 16-24 cairan sebelum tidur tidur sering BAK pada
kali/menit malam ibu tidak terjadi
3. Dengan melakukan
T : 36,5-37,5 OC senam kegel salah satu
3. Anjurkan ibu untuk
- ibu merasa nyaman melakukan senam terapi non farmakologi
kegel yang dapat menguatkan
- ibu dapat tidur otot panggul, membantu
dengan baik mengendalikan keluarnya
urin saat berhubungan
107
- Tidak terjadi ISK intim, dapat
meningkatkan kepuasan
saat berhubungan intim
karena meningkatkan
daya cengkram vagina,
meningkatkan kepekaan
terhadap rangsangan
seksual, mencegah
“ngompol kecil” yang
timbul saat batuk atau
tertawa, dan melancarkan
proses kelahiran tanpa
harus merobek jalan lahir
serta mempercepat
penyembuhan pasca
persalinan Ziya dan
damiyanti 2021)
M8 Tujuan: 1. Anjurkan ibu untuk 1) Dengan olahraga ringan
Sembelit atau melakukan olahraga dapat merangsang kerja
konstipasi pada ibu ringan. peristaltik pada otot-otot
dapat teratasi yang lemah sehingga
Kriteria: memfasilitasi pergerakan
1. Ibu merasa hymen sepanjang kolon
nyaman
2. Ibu dapat BAB 2. Meningkatkan 2) Kebutuhan cairan pada
teratur setiap hari kebutuhan asupan usus halus dan usus
(minimal 1×/hari) cairan minimal 8- besar terpenuhi sehingga
3. Konsistensi BAB 10 gelas sehari. menghasilkan fases yang
ibu tidak keras berkonsistensi lembek
4. Ibu mengikuti 3. Anjurkan ibu untuk 3) Komsumsi pepaya
anjuran dari mengonsumsi buah sesudah makan, dapat
bidan. pepaya dan minum meningkatkan sistem
air hangat dipagi pencernaan Buah
hari pepaya merupakan
salah satu sumber
makanan yang kaya
akan serat makanan,
sehingga dapat
mencegah terjadinya
konstipasi dan
menolong untuk
mengabsorbi zat gizi
makanan dan minum air
hangat dipagi hari
108
merangsang gerakan
peristaltis menjadi
lebih cepat dan
partikel-partikel yang
terdapat dalam usus
dipecahkan,
menciptakan konsistensi
encer sisa pencernaan
(Soputri dkk 2020)
VI. IMPLEMENTASI
Sesuai dengan Intervensi
VII. EVALUASI
Sesuai dengan implementasi.
109
KONSEP ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN FISIOLOGI
PADA NY “...” G... P...A... INPARTU KALA I FASE AKTIF
Hari/tanggal pengkajian :diisi sesuai dengan hari, tanggal, bulan dan tahun
pengkajian
Jam pengkajian : diisi sesuai dengan waktu pengkajian
Tempatpengkajian : diisi sesuai dengan tempat pengkajian
Pengkaji : diisi sesuai dengan nama pengkaji di kartu
identitas
I. PENGKAJIAN
A. Data Subjektif
1. Identitas
Nama ibu : diisi sesuai dengan nama pasien di kartu identitas
Umur : diisi sesuai dengan umur pasien yang dihitung
sejak tanggal lahir hingga tanggal pengkajian
Agama : diisi sesuai dengan agama yang diyakini
Suku : diisi sesuai dengan adat istiadat pasien
Alamat : diisisesuai dengan alamat tempat tinggal pasien
Pendidikan : diisi sesuai dengan Pendidikan terakhir pasien
Pekerjaan : diisi sesuai dengan pekerjaan pasien
110
2. Keluhan utama
Ibu mengatakan sudah merasa mules-mules dari perut bagian
bawah kepinggang sejak jam … dan ada pengeluaran berupa lendir
bercampur darah dsn sir-air keluar berbau amis, ibu merasa cemas
dan gelisah dengan kondisinya tersebut.
3. Riwayat Obstetri
a. Riwayat Menstruasi
Menarche : diisi sesuai dengan usia pertama haid normalnya
pada usia 12-15 tahun
Lamanya : diisi sesuai dengan hari pertama haid hingga haid
selesai, normalnya adalah 5-7 hari
Siklus : diisi sesuai dengan hari pertama haid hingga hari
pertama haid di bulan berikutnya, normalnya 28-30
hari
Masalah : diisi sesuai dengan ada/tidak ada keluhan selama
haid.
b. Riwayat kontrasepsi
Jenis kontrasepsi : Suntik, Pil, IUD, Implan, dll
Lama pemakaian : Diisi sesuai tanggal waktu pemakaian
Alasan berhenti : ada/tidak
111
c. Riwayat kehamilan, persalian dan nifas yang lalu
Ham
Persalinan Nifas Bayi
il
Thn
No
lahir
Penolo Tem Peny Hidup/
Jenis Penyulit JK BB TB
ng pat ulit Mati
1 .....
d. Riwayat KB
a. Jenis Kontrasepsi : pil/suntik/IUD/implant/alamiah
b. Lama Pemakaian : ….bulan/tahun
c. Masalah : ada / tidak
e. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit ginekologi (kista,
hamil anggur, tumor rahim), penyakit sistematik (jantung,
hipertensi, diabetes militus, TBC, ginjal), penyakit menular dan
lain-lain
b. Riwayat Penyakit Terdahulu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit ginekologi (kista,
hamil anggur, tumor rahim), penyakit sistematik (jantung,
hipertensi, diabetes militus, TBC, ginjal), penyakit menular dan
lain-lain.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
112
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita
penyakit ginekologi (kista, hamil anggur, tumor rahim), penyakit
sistematik (jantung, hipertensi, diabetes mellitus, TBC, ginjal),
penyakit menular dan lain-lain.
f. Pola Kebiasaan sehari hari
a. Nutrisi
Sebelum 24 jam persalinan :
Ibu mengatakan biasa makan 2-3 kali/hari dengan sayur dan lauk
pauk yang bervariasi, minum air putih 7-8 gelas/hari,, jus ,susu
dan tidak ada makanan yang dipantang
Saat hamil :
Ibu mengatakan biasa makan 2-3 kali/hari dengan sayur dan lauk
pauk yang bervariasi , minum air putih 7-8 gelas/hari , jus, susu
dan tidak ada makanan yang dipantang
b. Eliminasi
Sebelum 24 persalinan :
Ibu mengatakan BAB 1 kali/hari ,konsistensi lunak, warna
kuning , BAK <5 kali/hari, warna jernih dan tidak ada keluhan
Saat hamil :
Ibu mengatakan BAB 1 kali/hari ,konsistensi lunak,warna
kuning, BAK >5 kali/hari warna jernih tidak ada keluhan
c. Personal Hygiene
Sebelum 24 jam persalinan :
113
Ibu mengatakan biasa mandi 2 kali/hari ,keramas 2-3 kali/minggu
dan sikat gigi teratur 2 kali/hari, mengganti pakaian tiap hari,
membersikan kemaluan setiap kali selesai BAK dan BAB
Saat hamil :
Ibu mengatakan biasa mandi 2 kali/ hari, keramas 2-3 kali/hari
minggu dan sikat gigi teratur 2 kali/hari ,mengganti pakaian tiap
hari, membersikan kemalaun setiap kali selesai BAK dan BAB
dan perawatan payudara saaat mandi
d. Istirahat tidur
Sebelum 24 jam persalinan :
Ibu mengatakan tidur malam 7-8 jam/ hari tidur siang 1 jam
Saat hamil :
Ibu mengatakan tidur malam 7-8 jam/hari tidur siang 1 jam
Ibu mengatakan …. Kali melakukan hubungan seksual dalam
satu minggu, ada masalah, tidak saat berhubungan
e. Pola hubungan seksual
Sebelum 24 jam persalinan
Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual 2 kali/ minggu,
tidak ada keluhan dan masalah
Saat hamil :
Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual 1 kali/minggu atau
tidak sama sekali karena takut menganggu kehamilannya
114
g. Riwayat Psikosial, Spiritual, Ekonomi
Ibu sangat merespon dengan kehamilannya dan sudah direncanakan,
keluarga sangat mendukung kehamilannya, hubungan ibu dan suami
baik, Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah [Link] dan
keluarga taat beribadah. Suami kerja sebagai ……. Rencana
persalinan di tolong oleh bidan dan kelahiran sangat di tunggu oleh
suami dan keluarga
h. Riwayat Perkawinan
Menikah ke : diisi sesuai dengan pernikahan pasien yang
keberapa
Lama pernikahan : diisi sesuai dengan lamanya pernikahan yang
dihitung sejak hari pernikahan hingga hari
pengkjian, dihitung dalam tahun
Status pernikahan : diisi sesuai dengan status pernikahan pasienya itu
sudah menikah atau belum menikah, jika sudah
menikah apakah pernikahan sah atau tidak
B. Data objektif
1. Pemeriksaan Umum
K/U : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tanda-tanda vital : Tekanan darah : 90/60-130/90
Suhu tubuh : 36,5-37,5 0C
Denyut nadi : 80-100 x/menit
115
Pernapasan : 16-24 x/menit
Antropometri : Tinggi badan :>145 cm
BB sekarang : (disarankan menaikan 11,5-16kg)
BB sebelum hamil : 18,5-24,9kg/m2
LILA : ≥23,5 cm
2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala
Distribusi rambut : Merata/tidak
Kebersihan : Baik/cukup
Kerontokan : Ada/tidak
b. Muka
Keadaan : Pucat/tidak
Oedema : Ada/tidak
c. Mata
Konjungtiva : Anemis/an-anemis
Sclera : Ikterik/an-ikterik
d. Hidung
Bentuk : Simetris/tidak
Kebersihan : Bersih/tidak
Pengeluaran :Ada/tidak
Polip : Ada/tidak
e. Telinga
Bentuk : Simetris/tidak
116
Kebersihan : Bersih/tidak
Serumen : Ada/tidak
Pengeluaran :Ada/tidak
f. Mulut dan gigi
Kebersihan : Baik/cukup
Mukosa Bibir : Lembab/kering
Stomatitis : Ada/tidak
Caries gigi : Ada/tidak
Gusi : Pucat/tidak
g. Leher
Pembengkakkan kelenjar tyroid : Ada/tidak
Pembengkakkan kelenjar lymfe : Ada/tidak
Pembesaran vena jugularis : Ada/tidak
h. Payudara
Keadaan : Bersih/kotor
Putting susu : Verted/inverted
Aerola : Hyperpigmentasi/tidak
Pengeluaran : (+) / (-)
Massa : Ada/tidak
i. Abdomen
Luka bekas operasi : Ada/tidak
Striae albican : Ada/tidak
Linea alba : Ada/tidak
117
- Palpasi
Leopold I : TFU pertengahan pusat simfisis-setinggi pusat
(29cm). pada bagian fundus teraba agak bulat, lunak dan tidak
ada lentingan
Leopold II: Dibagian kanan/kiri perut ibu teraba tahanan
dari atas kebawah dan di bagian sebaliknya teraba bagian-
bagian kecil janin.
Leopold III : Dibagian bawah perut ibu teraba bulat, keras, dan
ada lentingan, serta bagian terbawah tersebut tidak dapat
digoyangkan lagi.
Leopold IV : Divergen/konvergen 4/5-0/5
- Auskultasi
DJJ
Frekuensi : 120-160 x/menit
Irama : Teratur/tidak
Intensitas : Kuat/lemah
- Kontraksi/His Fase aktif
Frekuensi : 2-4 x/ 10 menit
Konsistensi : 60- 90 detik
Tafsiran Berat Janin = (TFU-11 x 155 gram)
j. Genetalia
Kebersihan : Baik/Cukup
118
Pengeluaran : Blood slim/ Cairan ketuban, warna jernih
bau amis
Vulva/ vagina : Membuka/ Tidak
Pemeriksaan dalam
Pembukaan : 4-10 cm
Ketuban : (+)/(-)
Presentasi : Kepala
Penurunan : Hodge I- IV
Petunjuk : Ubun-ubun kiri depan
k. Ekstremitas atas dan bawah
Oedema : Ada/tidak
Warna kuku : Sianosis/tidak
Varises : Ada/tidak
3. Pemeriksaan Penunjang
HB : ..... gr/al
Golongan darah : A/B/O/…
Protein urine : +/-
Glukosa Urine : +/-
Usg :......
4. Pemeriksaan Panggul luar (pada primigravida)
Distansia spinarum : ± 24-26 cm
Distansia cristarum : ± 28-30 cm
Conjungata eksterna : ± 18 cm
119
Lingkar panggul : 80-95 cm (Walyani,2020)
II. INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa
Ny … umur … tahun G … P … A … umur kehamilan (UK)
37-42 minggu, janin tunggal hidup, intrauteri, presentasi kepala,
keadaan jalan lahir baik, KU janin dan ibu baik, inpartu kala 1 fase
aktif
Dasar:
a. Data subjektif
- Ibu mengatakan ini kehamilan ke …
- Ibu mengatakan nyeri perut dari pinggang menjalar ke perut sejak
jam …
- Ibu mengatakan sudah keluar lendir bencampur darah sejak jam …
- Ibu mengatakan belum ada keluar air-air
b. Data objektif
Leopold I : TFU pertengahan pusat simfisis-setinggi pusat
(29cm) , dibagian fundus ibu teraba agak
bulat, lunak dan tidak ada lentingan
Leopold II : Dibagian kanan/kiri perut ibu teraba tahanan
memanjang dari atas kebawah dan di bagian
sebaliknya teraba bagian-bagian kecil janin.
120
Leopold III : Dibagian bawah perut ibu teraba bulat, keras,
dan ada lentingan, serta bagian terbawah
tersebut tidak dapat digoyangkan lagi.
Leopold IV : Divergen/konvergen 4/5-0/5
Auskultasi
DJJ : (+)/(-)
Frekuensi : 120-160 x/menit
Irama : Teratur/tidak
Intensitas : Kuat/lemah
Kontraksi/His
Fase aktif : 2-4 x/10 menit selama 60-90 detik
Tafsiran Berat Janin = (TFU-11 x 155 gram)
Pemeriksaan dalam
a) Konsistensi Portio : Lunak/kaku, tipis/tebal
b) Posisi : Ante/retro
c) Penipisan : 10-100%
d) Pembukaan
Fase aktif : 4-10 cm
e) Ketuban : (+)/(-)
f) Presentasi : Kepala
g) Penurunan : Hodge I -IV
h) Petunjuk : Ubun –Ubun kiri depan
121
B. Masalah
1. Rasa cemas menghadapi persalinan
2. Nyeri persalinan
3. Kelelahan
C. Kebutuhan
1. Informasikan hasil pemeriksaan
2. Support mental dari keluarga dan bidan
3. Hadirkan pendamping
4. Pemenuhan kebutuhan Nutrisi
5. Pemenuhan Kebutuhan cairan
6. Pemenuhan kebutuhan Istirahat
7. Mobilisasi
8. Manajemen pengurangan rasa nyeri persalinan
9. Pemantauan kemajuan persalinan dengan partograf
10. Persiapan Alat
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
1. Kala I memanjang
IV. TINDAKAN SEGERA
1. Observasi TTV dan DJJ
122
V. INTERVENSI
Inpartu kala I persalinan
NO TUJUAN/KRITERIA Intervensi Rasionalisasi
DX Tujuan: 1. Lakukan 1. Dengan
Informedconsent melakukan
Kala I informed consent
berlangsung diharapkan ibu
dan keluarga
normal menyetujui
tindakan yang
Kriteria: akan dilakukan
1. Keadaan umum :baik 2. Dengan
2. Jelaskan pada ibu menjelaskan hasil
2. Kesadaran :Composmentis dan keluarga pemeriksaan
3. .TTV dalam batas normal tentang hasil diharapkan pasien
pemeriksaan ibu dan keluarga
TD : 90/60 – 130/90 mmHg dan janin mengerti dengan
kondisi kesehatan
T : 36,5-37,5 0C
ibu dan bayi
N : 80-100 x/menit RR : 16-24
x/menit
3. Dengan menjaga
4. fase aktif 3 x/10 menit lama
3. Hak privasi ibu privasi ibu
30-40 detik DJJ 120-160
dalam persalinan, diharapkan ibu
x/menit
antara lain dengan dapat merasa
5. Ibu merasa tenang dan lebih menggunakan nyaman dan
bersemangat penutup atau tirai, berkonsentrasi
tidak selama persalinan
6. Nutrisi ibu terpenuhi menghadirkan
orang lain tanpa
7. Kandung kemih ibu tidak
sepengatahuan
penuh
dan seizing ibu
8. Kebutuhan istirahat ibu
terpenuhi
4. Hadirkan
9. Kebutuhan mobilisasi ibu
pendamping 4. Dengan adanya
terpenuhi
persalinan pendamping
10. Ibu mengerti tekhnik persalinan
mengedan yang baik diharapkan rasa
nyaman dan aman
123
11. Patograf tidak melewati garis ibu akan
waspada mengahadapi
persalinan
12. Cairan ibu terpenuhi
5. Dengan
5. Berikan support memberikan
mental pada ibu support mental
baik dari keluarga ibu lebih
maupun bidan bersemangat
menghadapi
persalinan
6. Anjurkan
keluarga untuk
memberikan 6. Makanan yang
makan pada ibu cukup selama
di sela kontraksi persalinan akan
menambah
energy saat ibu
menhadapi
persalinan.(rukiya
h, dkk 2014)
7. Anjurkan
keluarga untuk 7. Cairan yang
memberikan cukup selama
minum kepada persalinan akan
ibu disela mencegah
kontraksi dehidrasi pada
ibu (Rukiyah,dkk
2014)
8. Anjurkan ibu
8. Kandung kemih
untuk
harus
mengosongkan
dikosongkan
kandung kemih.
setiap 2 jam.
Kandung kemih
dan rectum yang
penuh akan
menghambat
penurunan bagian
terbawah janin.
124
9. Anjurkan ibu 9. Dengan
untuk beristirahat menganjurkan ibu
disela kontraksi beristirahat
diharapkan ibu
tidak kelelahan
10. Anjurkan ibu 10. Diharapkan
untuk mobilisasi dengan posisi
dengan memilih yang nyaman
posisi yang dapat membantu
nyaman seperti proses
miring kiri, penurunan
berjalan- kepala janin
jalan,jongkok, sehingga
merangkak dan persalinan dapat
setengah duduk berjalan lebih
cepat
11. Ajarkan ibu 11. Hal ini
dimaksudkan
teknik mengedan
yang benar untuk
mengantisipasi
dengan cara
agar ibu tidak
minta ibu untuk
kelelahan dan
meneran bila ada
dorongan yang menghindari
kuat dan resiko asfiksia
spontan, jangan ( kekurangan
meminta ibu oksigen pada
untuk meneran janin) karena
terus menerus suplay oksigen
atau tidak boleh melalui plasenta
berkurang.
meneran sambil
menahan nafas.
12. Siapkan alat dan 12. Persiapan alat
bahan dan bahan
persalinan. persalinan
memudahkan
petugas dalam
memberikan
asuhan.
125
13. Pantauan
persalinan kala I
menggunakan 13. Partograf
partograf membantu
penolong
persalinan untuk
mencatat
kemajuan
persalinan,
kondisi ibu dan
janin
M1 Tujuan : kecemasan ibu teratasi 1. Hadirkan 1. Dengan
pendamping menghadirkan
Kriteria: untuk pendamping
[Link] memberikan diharapkan dapat
dukungan pada memberikan
umum ibu ibu kenyamanan
bagi
baik ibu,pendamping
ibu saat
[Link] dalam batas normal
persalinan
TD : 90/60 – 130/90 mmHg adalah orang
yang peduli pada
T : 36,5-37,5 0C ibu yang paling
penting adalah
N : 80-100 x/menit
orang yang
RR : 16-24 x/menit diinginkan ibu
untuk
1. Ibu terlihat tenang dan tidak mendapinginya
panik elama
persalinan.
2. Ibu dapat mengontrol
(rukiyah,dkk
dirinya dan kooperatif pada
2016)
persalinannya 2. Berikan
support mental 2. Diharapkan agar
dari keluarga ibu dapat jadi
dan bidan semangat dn ibu
mersa bahwa iya
sanggup
menghadapi
persalinan.
3. Berikan
3. Dengan
informasi
diberikan
126
mengenai proses informasi
dan kemajuan tentang
persalinan kemajuan
persalinannya
ibu dapat
mengetahui
keadaannya saat
ini sehingga
dapat
mengurangi rasa
cemas ibu
4. Dengan
4. Beri penjelasan
mengetahui
tentang fisiologi
fisiologis kala I
kala I bahwa
maka ibu akan
a. Terjadi tenang
pembukaan menghadapi
1-10 cm. persalinannya
dan bisa
b. Untuk ibu beradaptasi
yang dengan
pertama perubahan yang
berlangsung terjadi.
kurang lebih
12 jam.
c. Tekanan
darah, suhu,
pernafasan,
dan nadi
akan sedikit
meningkat.
d. Kontraksi
uterus akan
semakin
kuat dan
sering.
M2 Tujuan: 1. Beri penjelesan 1. massage
tentang tehnik endhorpin
Nyeri persalinan pengurangan diberikan
Kriteria: rasa nyeri seperti selama
massage kontraksi.
127
1. Keadaan umum ibu baik endorphin Massage
endhorpin dapat
2. TTV dalam batas normal menimbulkan
TD : 90/60 – 130/90 mmHg pengaruh
fisiologis
T : 36,5-37,5 0C N : 80- terhadap tubuh
100x/menit RR : 16-24 (Khasanah dan
x/menit sulityawati
2020)
3. Raut wajah ibu tidak merintis 2. Anjarkan ibu 2. diharapkan agar
untuk relaksasi
nyeri ibu
4. Skala nyeri berkurang pernafasan
berkurang dan
dengan cara
ibu mersa
meminta ibu
nyaman.
menarik nafas
panjang (melalui
hidung), tahan
nafas sebentar
kemudian
dilepaskan
dengan cara
meniup (melalui
mulut) sewaktu
ada his
3. dengan
3. Anjurkan melakukan
keluarga untuk masage
melakukan massage
massage effleurage pada
effleurage abdomen
menstimulasi
serabut taktil
dikulit sehingga
sinyal nyeri
dapat dihambat.
Stimulasi kulit
dengan
effleurage ini
menghasilkan
pesan yang
dikirim lewat
serabut A-δ,
serabut yang
menghantarkan
nyeri cepat,
128
yang
mengakibatkan
gerbang
tertutup
sehingga
korteks serebri
tidak menerima
sinyal nyeri dan
intensitas nyeri
berubah teknik
massage
effleurage
efektif dalam
mengontrol
nyeri sehingga
kedua pasien
dapat
beradaptasi
dengan nyeri
melahirkan.
(Amin, dkk
2012)
MP Tujuan : Kelelahan ibu teratasi 1. Anjurkan ibu 1. Untuk
untuk mendapatkan rasa
Kriteria : beristirahat nyaman pada ibu
tidur disela
saat tidur
1. keadaan umum ibu dan kontraksi
bayi baik dan Berikan
posisi yang
2. Ibu dapat istirahat disela nyaman
kontraksi. seperti
3. Ibu dapatmelakukan miring.
relaksasi 2. Latihan 2. Relaksasi nafas
relaksasinafas dalam adalah
dalam pernafasan
abdomen dengan
frekuensi lambat
atau
perlahan,
berirama, dan
nyaman yang
dilakukan dengan
memejamkan
mata. Relaksasi
129
merupakan teknik
pengendoran atau
pelepasan
ketegangan,
teknik relaksasi
nafas dalam
selain dapat
menurunkan
intensitas nyeri
dan kecemasan
serta kelelahan
pada ibu, teknik
relaksasi nafas
dalam juga dapat
meningkatkan
ventilasi paru dan
meningkatkan
oksigen darah
( widiyanto,dkk
2021)
MP Tujuan : Tidak 1. Pantauan 1. Partograf
persalinan kala membantu
terjadi kala I I menggunakan penolong
memanjang partograf persalinan untuk
mencatat kemajuan
Kriteria : persalinan, kondisi
ibu dan janin,
1. Lama kala I :Primipara : 12 asuhann yang
jam diberikan, sehingga
dapat di dentifikasi
Multipara : 8 jam
adanya penyulit,
Fase laten < 8 jam (pembukaan dan membuat
0-3 cm) keputusan klinik
yang sesuai dan
Fase aktif < 6 jam (pembukaan 4- tepat
10 cm) waktu(Febrianti
dan Aslina 2021)
2. Anjurkan ibu 2. Diharapkan
untuk mengatur dengan posisi
posisi yang yang nyaman
nyaman seperti dapat
miring kiri, membantu
130
berjalan-jalan, proses
jongkok, penurunan
merangkak dan kepala janin
setengah duduk sehingga
persalinan
dapat berjalan
lebih cepat
3. Anjurkan ibu 3. Kelurga dapat
untuk makan memberikan
dan minum minum segar
disela-sela (jus,buah,sup)
kontraksi selama proses
persalinan
(Walyani dan
Purwoastuti
2020)
VI. IMPLEMENTASI
Implementasi sesuai intervensi
VII. EVALUASI
Evaluasi sesuai Implementasi
II. INTERPRETASI DATA INPARTU KALA II
1. Diagnosa
Ny “...” umur ... tahun, G...P...A...hamil 37-42 minggu,
intrauterin, janin tinggal hidup, presentasi belakang kepala, keadaan
ibu dan janin baik,keadaan jalan lahir baik,inpartu kala II
Data subjektif:
a. Ibu mengatakan namanya Ny…..
b. Ibu mengatakan umurnya….. tahun
c. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ke ….dan belum pernah
keguguran
131
d. Ibu mengatakan usia kehamilannya ±9 bulan
e. Ibu mengatakan HPHT tanggal….
f. Ibu mengatakan nyeri didaerah pinggang keperut bagian bawah
semakin sering
g. Ibu mengatakan keluar lendir semakin banyak
h. Ibu mengatakan seperti ingin buang air besar (BAB) dan
mengedan.
2. Data Objektif
Kesadaran : Composmentis
TTV : Dalam batas normal
TD : 90/69-130/90 mmHg
T : 36,5-37,5 C
N : 80-100x/menit
RR : 16-24x/menit
PD : Porsio tidak teraba, pembukaan lengkap, ketuban (+),
preskep penurunan H-III (+), penunjuk UUK depan
Auskultasi : DJJ ( 120-160x/menit)
Anus dan vulva membuka
Perineum menojol
Lendir bercampur darah semakin banyak dari jalan lahir
Ketuban (+)
3. Masalah
1. Rasa nyeri
132
2. Cemas
4. Kebutuhan
1. Persiapan persalinan
2. Pembukaan lengkap 10 cm (observasi DJJ dan Keadaan Umum
Ibu)
3. Pemenuhan kebutuhan nutrisi
4. Pemenuhan Kebutuhan cairan
5. Kebutuhan Istirahat pada ibu
6. Hadirkan pendamping persalinan
7. Posisi persalinan
8. Pertolongan persalinan secara APN
9. Pemantauan tanda bahaya persalinan kala II
10. Pemantauaan Kontraksi
III. MASALAH POTENSIAL
a. Kala II Lama
b. Robekan perineum
IV. TINDAKAN SEGERA
a. Pimpin persalinan
b. Atur posisi mengedan
c. Pencegahan robekan jalan lahir
d. Episiotomi bila diperlukan
V. INTERVENSI
NO Tujuan Kriteria Intervensi Rasionalisasi
133
DX Tujuan: Kala II 1. Informasikan kepada 1. Dengan
berlangsung normal ibu dan keluarga menginformasikan
dan tidak lebih dari 2 bahwa pembukaan pembukaan sudah
jam sudah lengkap lengkap ibu lebih
bersemangat untuk
Primi <2 Jam mengedan.
Multi <1 jam 2. Hadirkan pendamping 2. Hasil perjalanan yang
baik ternyata erat
selalu selama proses
persalinan dan hubungannya dengan
kelahiran bayinya. dukungan dari keluarga
Kriteria: yang mendampingi ibu
selama proses
1. Keadaan umum
persalinan
ibu baik
(Rukiah,2014)
2. Kesadaran :
composmentis
3. Memberikan dukungan
3. TTV dalam batas
dapat membuat ibu
normal
merasa lebih semangat
TD : 90/60 - dalam menghadapi
130/90 mmHg proses persalinan
3. Berikan dukungan
T : 36,5-37,5 0C emosional 4. Dengan memberikan
ibu makan diharpkan
N : 80-100
agar energi ibu
x/menit
bertambah selama
RR : 16-24 peroses persalinan dan
x/menit 4. Anjurkan keluarga kelahiran bayi
untuk memberikan ibu
4. DJJ detik DJJ nutrisi
120-160 x/menit,
5. Dengan memberikan
irama
ibu minum diharapkan
teratus ,intensitas
ibu tidak dehidrasi, ibu
kuat
bersalin mudah sekali
5. Adanya dorongan
mengalami dehidrasi
untuk mengedan
5. Anjurkan keluarga selama proses
6. Vulva telah
untuk memberikan persalinan dan
membuka
minum kepada ibu kelahiran bayi
7. Dalam waktu < 2
(Rukiah,2014)
jam bayi lahir
6. Posisi yang nyaman
Bugar
dan tenang akan
8. Mobilisasi
membantu
9. HIS
meringankan
134
kenyamanan pasien
dalam menghadapi
prose persalinan
6. Bantu ibu memilih 7. Diharapkan partus set
posisi yang nyaman. lengkap dan tersusun
secara ergonomis
sehingga dapat
memperlancar proses
persalinan
8. Dengan memimpin
persalinan secara APN :
a. Melindungi
perineum
7. Pastikan alat partus set
danmengendalikan
lengkap
keluarnya kepala
bayi secara
bertahadap dan hati-
hati dapat
mengurangi
tegangan berlebihan
pada vagina dan
perineum
8. Pimpin persalinan
sesuai APN
a. Saat kepala bayi
membuka vulva 5-
6 cm,letakkan kain
bersih dan kering
yang dilipat 1/3
nya dibawah
bokong ibu dan
siapkan kain
handuk bersih
diatas perut ibu.
Lindungi perineum
dengan 1 tangan
135
dilapis kain steril b. Diharapkan dapat
dan tangan yang membersihkan
lain beralaskan lendir dan darah dari
kassa dikepala mulut dan hidung
bayi sambil bayi
melakukan
tekanan lembut c. Diharapkan dengan
pada kepala bayi mengecek lilitan tali
pusat dapat
b. Usap muka bayi mendeteki apakah
dengan kain atau perlu dilakukan
kassa bersih pemotongan atau
pelonggaran tali
pusat
d. .Putaran paksi
c. Periksa lilitan tali luardapat
pusat. menyesuaikan
kedudukan kepala
dengan
punggung/menghila
ngkan torsi pada
leher yang terjadi
karena putaran paksi
dalam
e. Diharapkan dapat
membantu
mempercepat
kelahiran bahu bayi
d. Tunggu kepala
melakukan putaran
paksi luar secara
spontan.
136
e. Letakkan tangan
pada sisi kiri dan
kanan kepala bayi
(secara biparietal),
gerakkan kepala
ke arah bawah dan f. Dengan
lateral tubuh bayi penyelusuran pada
hingga bahu depan bagian tangan
melewati simfisis hingga mata kaki
dan gerakkan diharapkan tidak
kepala ke atas dan terjadi tangan
lateral tubuh bayi menjungkit ketika
sehingga bahu dan bahu telah lahir
seluruh dada dapat
dilahirkan
f. Susuri dari bagian
tangan hingga
memegang mata
kaki
g. Lakukan penilaian
secara cepat pada
bayi dan segera g. Penilaian secara
mengeringkan cepat pada bayi
tubuh bayi dapat mengetahui
kemudian adanya penyulit
membungkus bayi penyulit pada bayi.
dengan kain
kecuali bagian
pusat dan dada.
h. Lakukan palpasi
abdomen.
h. Untuk mengetahui
atau tidaknya janin
kedua.
i. Jepit, potong dan
bungkus tali pusat i. Melakukan
dengan kassa steril perawatan tali pusat
dapat mencegah
j. Ganti kain bayi
terjadinya infeksi
dengan kain yang
pada tali pusat
kering dan
meletakkan bayi di j. Sentuhan dan isapan
atas perut ibu atau
137
melakukan Inisiasi pada payudara ibu
Menyusui Dini mendorong
(IMD) minimal 1 terbentuknya
jam. oksitosin yang
berdampak pada
kontraksi pada
uterus sehingga
membantu
mempercepat
lahirnya plasenta
9. Pemantauan tanda
bahaya persalinan 9. diharapkan agar tanda
kala II. bahaya pada kala II
tidak terjadi
M1 Tujuan : Rasa nyeri 1. Ajarkan keluarga 1. Massage punggung
ibu berkurang untuk melakukan merupakan salah satu
massase punggung keadaan yang mampu
Kriteria : merangsang tubuh
1. keadaan umum untuk mengeluarkan
ibu baik\ opoid endogen
2. kesadaran sehingga terbentuknya
sistem penekanan nyeri
composmethis
yang alhirnya akan
3. nyeri punggung
ibu berkurang menyebabkan
penurunan intensitas
nyeri ( Indirie
Lutfiana,dkk,2019)
2. Ajari ibu tehnik nafas 2. Tehnik nafas dalam
dalam untuk saat kontraksi
mengurangi nyeri menggunakan
pernafasan dada
melalui hidung yang
akan mengalirkan
oksigen ke darah
kemudian dialirkan
keseluruh tubuh
sehingga dapat
mengeluarkan hormon
endorphin yang
merupakan penghilang
138
rasa sakit yang alami
didalam tubuh (Rina
Wijayanti,2020).
M2 Tujuan : 1. Hadirkan 1. Pendamping persalinan
pendamping menemani ibu pada
Rasa cemas ibu persalinan seperti saat proses persalinan
berkurang suami dan keluarga memberikan rasa
1. keadaan umum ketenangan , penguat
ibu baik psikis pada ibu saat
kontraksi uterus\
2. kesadaran 2. Memberikan support
composmethis dan dukungan kepada 2. Dengan memberikan
3. ibu merasa ibu dukungan support dan
tenang mental diharapakan ibu
4. merasa di pedulikan
dan kecemasan pada
ibu dapat teratasi
karena dukungan
support mental dari
suami ataupun bidan
dapat mencegah
terjadinya depresi saat
atau setelah persalinan
MP Tujuan : 1. Atur posisi mengedan 1. Diharapkan dapat
ibu seperti seperti membantu proses
Kala II lama tidak miring kiri, berdiri, penurunan kepala janin
terjadi jongkok, merangkak sehingga persalinan
Kriteria : dan setengah duduk dapat berjalan lebih
cepat
1. Bayi lahir segera
2. Keadaan umum 2. Berikan support mental 2. Dengan memberikan
pada ibu baik dari support mental ibu lebih
ibu baik bersemangat
keluarga maupun bidan
menghadapi persalinan
3. TTV dalam batas
normal 3. Anjurkan ibu untuk
meneran sesuai 3. Hal ini dimaksudkan
TD : 110/80- dorongan alamiah untuk mengantisipasi
120/80 mmHG selama agar ibu tidak kelelahan
kontraksi ,jangan dan menghindari resiko
N : 80- anjurkan ibu untuk asfiksia ( kekurangan
100x/menit P : menahan nafas pada oksigen pada janin)
16-24 x/menit saat meneran , karena suplay oksigen
anjurkan ibu untuk melalui plasenta
139
S : 36,5-37,5 C berhenti meneran berkurang.
dikala-kala kontraksi
4. Bayi lahir (Rukiyah, dkk 2014)
spontan,
menangisi kuat, 4. jika persalinan > 2 jam
tonus otot baik, pada primigrapida 4. Rujukan dalam kondisi
warnah kulit dan > 1 jam optimal dan tepat waktu
kemerahan multigrapida segera ke fasilitas rujukan
rujuk dengan sarana lebih
lengkap, diharapkan
masalah/penyulit
VI. IMPLEMENTASI
Implementasi sesuai evaluasi
VII. EVALUASI
Evaluasi sesuai dengan Implementasi
II. INTERPRESTASI DATA INPARTU KALA III
A. Diagnosa
Ny “…” usia… tahun,P… A… inpartu kala III
1. Data Subyektif
Ibu mengatakan :
a. Senang anaknya sudah lahir
b. Bayi menangis kuat
c. Perut terasa mules lagi
d. Terasa pengeluaran darah dari vagina
2. Data Obyektif
140
a. Bayi lahir spontan, bugar, pukul …. WIB, JK : laki-
laki/perempuan, BB:….gram, LK/LD:….cm
b. Ada semburan darah
c. Tali pusat memanjang
d. Kesadaran : Composmentis
e. TTV : dalam batas normal
f. Uterus gloubular
g. Blass kosong
h. Kontraksi uterus baik
B. Masalah
1. Ibu kelelahan
2. Penjahitan perineum ( apabila terdapat robekan perenium yang
menyebabkan perdarahan)
C. Kebutuhan
a. Manajemen Aktif Kala III
b. Pemberian support oleh keluraga dan bidan
c. Pemenuhan Nutrisi
d. Pemenuhan cairan
III. Identifikasi Diagnosa / Masalah Potensial
Retensio plasenta
IV. TINDAKAN SEGERA
Lahirkan segera plasenta dengan manajemen aktif kala III
V. INTERVENSI
141
Manajemen Aktif Kala III
NO Tujuan Kriteria Intervensi Rasionalisasi
DX Tujuan : 1. Lahirkan plasenta 1. Dengan melakukan
dengan manajemen aktif manajemen aktif kala
Kala III berlangsung kala III, yaitu : III diharapkan
normal plasenta lahir spontan
dan lengkap dan
Kriteria : mecegah terjadinya
retensio plasenta
3. TTV dalam a. Lakukan penyuntikan
batas normal oksitosin 10 IU IM a. Dengan pemberian
pada paha 1/3 bagian oksitosin diharapkan
TD : 110/80- atas bagian luar dapat merangsang
120/80 mmHG sebelum 2 menit fundus uteri untuk
berkontraksi dengan
N : 80- kuat dan efektif
100x/menit P : sehingga dapat
16-24 x/menit membantu pelepasan
plasenta dan
S : 36,5-37,5 C mengurangi
kehilangan darah
4. Plasenta lahir
lengkap sebelum b. Lakukan peregangan b. Dengan melakukan
30 menit tali pusat terkendali PTT diharapkan
5. Pendarahan dengan cara dekatkan dapat memastikan
<500cc klem 5-10 cm depan apakah plasenta telah
[Link] uterus vulva, satu tangan lepas atau belum
baik meregangkan tali pusat
dan tangan satu lagi
diatas perut Ibu secara
dorso kramal setelah
ada his baru melakukan
PTT
c. Jika plasenta telah c. Dapat melahirkan
keluar divulva pegang plasenta dan selaput
dengan hati-hati.
dengan kedua tangan
dan putar plasenta
searah jarum jam
d. Lakukan pengecekan d. Untuk melakukan
plasenta (selaput dan plasenta lepas dan
kotiledon) plasenta tidak ada bagian
lahir lengkap dengan selaput plasenta yang
142
berat kurang lebih 500 tertinggal
gram
2. Lakukan masase uterus 2. Diharapkan dengan
dan ajarkan keluarga masasse uterus dapat
untuk masase membantu uterus
berkontraksi sehingga
resiko perdarahan
3. Cek perdarahan dan dapat diminimalisir
laserasi jalan lahir. 3. Dapat mengetahui
jumlah perdarahan
serta jika ada laserasi
jalan lahir
M1 Tujuan : Kelelahan 1. Berikan support 1. Dengan memberikan
ibu dapat teratasi mental kepada ibu support dan mental
kepada ibu, ibu dapat
Kriteria : merasakan lebih
(1) Keadaan umum nyaman
ibu baik 2. Anjurkan keluarga 2. Ibu harus diberikan
(2) TTV dalam untuk memberikan asupan nutrisi dan
batas normal cairan setelah
makanan dan minuman
kepada ibu persalinan karena ibu
TD : 110/80- telah banyak
120/80 mmHG mengeluarkan tenaga
selama kelahiran bayi
N : 80-
100x/menit P :
16-24 x/menit
S : 36,5-37,5 C
M1 Tujuan: 1 Persiapan alat 1. Dengan
Robekan perineum mempersiapkan alat
tertutupKriteria: diharapkan dapat
1. Keadaan bekerja tanpa
umum : baik gangguan dengan
2. Kesadaran : mendekatkan alat
composmentis secara agronomis.
3. TTV 2 Lakukan penjahitan 2. Perbaikan laserasi
TD : perineum perineum dilakukan
Sistol : 100- untuk memastikan
130 mmhg bahwa jaringan telah
Diastol : 60- berada kembali pada
90 mmhg posisi yang
143
N : 60-90 x/m benar, menghentikan
RR : 16-24 perdarahan
x/m mengurangi ruangan
T : 36,5ºc- tidak berguna tempat
37,5ºc terjadinyaperdarahan,
4. Perdarahan ≤ mencegah terjadinya
500 cc infeksi
5. Penjahitan
perineum
Tujuan : 1. Lakukan manajemen 1. Tujuan Manajemen
Aktif Kala III dengan Aktif Kala III
Retensio plasenta tidak tehknik yang benar adalah
terjadi yaitu menyuntikan mngupayakan
Kriteria: oksitosin lakukan kontraksi adekuat
peregangan tali pusat dari uterus dan
Plasenta lahir lengkap terkendali dan mempersingkat
masase uterus waktu Kla II
sebelum 30 menit
mengurangii jumlah
pendarahan,
menurunkan angka
kejadian retensio
plasenta
( Rukiyah,dkk 2014)
2. Berikan suntikan 2. Dengan disuntikan
oksitosin yang kedua oksitosin yang
apabila plasenta tidak kedua dapat
lahir 15 menit setalah membantu
pemberian oksitosin merangsang
pertama pelepasan plasenta
3. Dengan dilakukan
3. Apabila plasenta
manual
belum lahir 30 menit
plasentadiharapkan
bayi lahir segera
plasenta dapat
lakukan persiapan
segera lahir dan
untuk melakukan
dapat mengurangi
manual plasenta
resiko perdarahan
VI. IMPLEMENTASI
Implementasi sesuai dengan evaluasi
VII. EVALUASI
Evaluasi sesuai dengan implementasi
144
II. INTERPRESTASI DATA INPARTU KALA IV
A. Diagnosa
Ny “…” usia… tahun, P…A…, inpartu kala IV
1. Data Subyektif
Ibu mengatakan :
a. Senang ari-arinya sudah lepas
b. Perutnya masih terasa keras dan mules
c. Darah masih keluar sedikit
2. Data Obyektif
a. Plasenta dan selaput janin lahir spontan lengkap pukul … WIB
b. TFU … jari dibawah pusat/sepusat
c. Perdarahan ±… cc
d. TTV dalam batas normal
TD : 110/80- 120/80 mmHG
N : 80-100x/menit P : 16-24 x/menit
S : 36,5-37,5 C
e. Kontraksi uterus Baik
B. Masalah
1. Ibu merasah lelah
2. Nyeri Laserasi
C. Kebutuhan
1. Pemantauan kala IV
2. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan
3. Pemenuhan kebutuhan istirahat
4. Mobilisasi
5. Lanjutkan IMD
6. Tanda Bahaya Kala IV
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
145
Pendarahan pervaginam
IV. TINDAKAN SEGERA
Pemantauan Kala IV
V. INTERVENSI
Kala IV persalinan
NO Tujuan dan Kriteria Intervensi Rasionalisasi
DX Tujuan: 1. Observasi kontraksi 1. Diharapkan dapat
uterus dan perdarahan mengetahui sedini
Kala IV berlangsung pervaginam setiap 15 mungkin bila ada
normal selama 2 jam menit di 1 jam pertama komplikasi atau
Kriteria : dan setiap 30 menit di 1 masalah yang
jam kedua membutuhkan
1. Tanda-tanda vital pemantauan lebih
dalam batas intensif
normal 2. Pastikan uterus 2. Pemantauan kontraksi
berkontraksi dengan baik uterus dilakukan secara
TD : 110/80-
130/90 mmHg simultan. Jika uterus
lembek maka ibu dapat
N : 80-100 mengalami pendarahan
x/menit P : 18- untuk mempertahan
24x/menit kontraksi uterus dapat
melakukan rangsangan
S : 36,5-37,5 C
taktil (Rukiah,2014)
2. TFU 2-3 jari 3. Evaluasi laserasi jalan
3. Dengan mengevaluasi
dibawah pusat lahir.
laserasi jalan lahir
3. Kontraksi uterus dapat mengetahui
baik derajat laserasi jalan
lahir dan diperlukan
4. Konsistensi keras penjahitan atau tidak
5. Kandung kemih 4. Diharapkan keluarga
kosong 4. Ajarkan ibu dan keluarga
dapat membantu untuk
cara melakukan masase
merangsang kontraksi
6. Jumlah uterus dan menilai
dan mendeteksi jika
perdarahan < 500 kontraksi
uterus tidak
cc
berkontraksi dengan
baik
5. Evaluasi kehilangan darah
5. Dengan mengevaluasi
kehilangan darah dapat
146
mengetahui banyaknya
darah yang keluar >
500 cc atau tidak
6. Pastikan kandung kemih
kosong dan anjurkan ibu
untuk berkemih secara 6. Dengan mengosongkan
spontan kandung
kemih ,kandung kemih
yang penuh dapat
mendorong uterus
keatas dan
menghalangi kontraksi
uterus (Rukiah dkk
2014)
7. Bersihkan ibu dengan
menggunakan air DTT
7. Diharapkan dapat
mencegah kebersihan
dan mencegah
terjadinya infeksi pada
ibu
8. Lakukan dekontaminasi 8. Dengan melakukan
dan tempat tidur dengan dekontaminasi alat
larutan klorin 0,5%. diharapkan alat yang
terkontaminasi
terhindar dari bakteri
dan tetap bersih
9. Dengan dilakukan
pemantauan tanda
9. Pemantauan Tanda bahaya bahaya kala IV
kala IV seperti : diharapkan agar tanda
bahaya Kala IV tidak
a. Demam. terjadi
b. Perdarahan aktif.
c. Bekuan darah banyak.
d. Bau busuk dari vagina.
e. Pusing.
147
f. Lemas luar biasa.
g. Kesulitan dalam
menyusui.
h. Nyeri panggul atau
abdomen yang lebih
dari kram uterus biasa.
10. Lakukan pemantauan 10. Dengan melengkapi
patograf
partograf diharapkan
dapat mengetahui
apakah terjadi
komplikasi selama
persalinan dan nifas 2
jam pertama
M1 Tujuan: 1. Tetap hadirkan 1. Dengan adanya
pendamping pendamping ibu
Kelelahan ibu dapat merasa lebih nyaman
teratasi.
2. Ibu harus diberikan
Kriteria: 2. Anjurkan suami atau asupan nutrisi setelah
keluarga untuk persalinan, karena ibu
1. Ibu sudah tidak memberikan ibu minum
merasakan nyeri telah banyak
dan makan. mengeluarkan tenaga
2. Ibu sudah mau selama kelahiran bayi
makan dan
minum 3. Anjurkan ibu untuk 3. Dengan ibu beristirahat
beristirahat dapat mengatasi
3. Ibu beristirahat kelelahan ibu
M2 Tujuan : 1. Lakukan pemeriksaan 1. Dengan melakukan
TTV dan pastikan TTV pemantauan TTV dapat
Nyeri laserasi jalan dalam batas normal mengetahui adanya
lahir dapat berkurang tanda-tanda syok,
Kriteria : dehidrasi dan infeksi
pada ibu
2. Cek laserasi jalan lahir
3 KU ibu baik
2. Dengan mengetahui
4 TTV dalam batas derajat laserasi maka
normal dapat mengetahui
tindakan yang akan
TD : 90/60 - dilakukan
130/90 mmHg
3. Lakukan penjahitan pada 3. Dengan dilakukan
T : 36,537,5 0C laserasi penjahitan diharapkan
148
N : 80- tidak terjadi perdarahan
100x/menit
4. Berikan konseling pada 4. Diharapkan tidak
RR : 16- ibu untuk merawat luka terjadi infeksi pada
24x/menit jahitan perineum :Menjaga luka jahitan perineum
daerah lukajahitan dengan dan mempercepat
cara mengganti pakaian proses penyembuhan
dalam jika lembab , luka
pastikan daerah genetalia
ibu tetap kering dan
bersih iangatlah selalu
membersikannya dari arah
depan kebelakang untuk
mencegah penyebaran
kuman dari anus kedalam
vagina(Rukiah 2018)
5. Anjurkan ibu untuk
5. Diharapkan dengan me
relaksasi pernafasan
dengan cara meminta ibu narik nafas dalam ibu
untuk menarik nafas dapat menjadi tenang dak
panjang (melalui hidung), stabil
tahan nafas sebentar
kemudian dilepaskan
dengan cara menium
(melalui mulut) sewaktu
ada his
VI. IMPLEMENTASI
Implementasi sesuai Intervensi
VII. EVALUASI
Evluasi sesuai Implementasi
149
ASUHAN KEBIDANAN
PADA [Link].... UMUR 0-6 JAM DENGAN BAYI BARU LAHIR
FISIOLOGIS DI PMB “D”
Hari/Tanggal Pengkaji : diisi berdasarkan hari dan tanggal pengkajian
Jam Pengkaji : diisi berdasarkan jam saat pengkajian (WIB)
Tempat Pengkaji : diisi berdasarkan tempat dilakukan pengkajian
Pengkaji : diisi berdasarkan nama pengkaji
I. PENGKAJIAN
A. Data Subjektif
1. Identitas
a. Bayi
Nama Bayi : diisi sesuai dengan kartu identitas orangtua
Umur : diisi berdasarkan tahun sejak lahir
Tanggal Lahir : Diisi sesuai dengan tanggal lahir bayi
Jam Lahir : diisi pada saat bayi lahir
b. Orang Tua
Nama : diisi sesuai dengan kartu identitas
Umur : untk menentukan umur pasien dari tanggal
lahir
Agama : Agama diisisesuai dengan kartu identitas
Suku : suku diisi sesuai dengan kartu identitas
150
Pendidikan : pendidikan terakhir sesuai dengan kartu
identitas
Pekerjaan : diisi sesuai dengan kartu identitas
Alamat : diisi sesuai dengan kartu identitas
2. Anamnesa
a. Keluhan utama
Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya yang ke ... jenis
kelamin laki-laki/perempuan pada tanggal ... pukul ... WIB, saat
lahir langsung menagis kuat.
b. Riwayat kesehatan
1) Riwayat kesehatan maternal
Ibu tidak atau sedang mengalami penyakit jantung, DM,
Asma, HIV/AIDS, TBC, penyakit ginjal, hepatitis, hipertensi,
Shypilis atau riwayat abortus.
2) Riwayat kehamilan
a) Trimester 1
Antenatal care : Minimal 1 kaliPemeriksaan ANC
morning sicknees / seringBAK
Keluhan :
diisi sesuai dengan masalah yang
Masalah :
dialami sekarang (seperti mual
muntah,demam,sakit kepala)
jenis obat yang dikonsumsi
151
Obat-obatan :
NR / +
Data penunjang
NR / +
Hepatitis B :
NR / +
HIV : A,B,AB,O
Sypilis : >11 gr%
Gol Darah :
HB :
b) Trimester 2
Antenatal care : Minimal 1 kaliPemeriksaan ANC
Keluhan : diisi berdasarkan keluhan yang dialami
Masalah : diisi sesuai dengan masalah yang
dialami sekarang
jenis obat yang dikonsumsi
Obat-obatan :
Data penunjang
-/+
Protein urine :
-/+
Glukosa urine :
c) Trimester 3
152
Antenatal care : Minimal 2 kali pemeriksaan ANC
Keluhan : diisi berdasarkan keluhan yang dialami
Masalah :diisi sesuai dengan masalah yang dialami
sekarang
Obat-obatan : jenis obat yang dikonsumsi
Data penunjang
HB : >11 gr%
3) Riwayat prenatal
HPHT : dihitung dari hari pertama haid terakhir
Status TT : buku catatan imunisasi TT (1-5 kali)
BB sebelum hamil : .... Kg
BB sesudah hamil : ....Kg
4) Riwayat intranatal
Usia kehamilan : dihitung berdasarkan HPHT
Tanggal lahir : diisi berdasarkan tanggal kelahiran
Tempat : PMB / puskesmas / rumah sakit
Penolong : bidan / dokter
Jenis persalinan : normal / seksio cesaria
Lama persalinan
a) Kala 1
Fase laten : 0-3 cm
Frekuensi : ± 8 jam
Fase aktif : 4-10
153
Frekuensi : 6 jam
DJJ : 120-160x/menit
Masalah :
Ibu : (tidak ada preeklamsi, eklamsi,
KPD,mekonium, CPD)
Bayi : (tidak ada gawat janin (DJJ : <120
>160 x/m)
Tindakan : (tidak dilakukan induksi persalinan,
obat-obatan selama persalinan)
b) Kala 2
Frekuensi : 1-2 jam
Masalah : (tidak ada kala 2 lama)
Tindakan : (tidak dilakukan induksi persalinan)
Ketuban pecah : diisi saat terjadinya ketuban pecah
Penyulit : diisi sesuai penyulit yang terjadi
3. Riwayat Post Natal
Bugar : Menilai kebugaran bayi denganpedoman
warna kulit, denyutjantung, refleks, tonus
otot danpernafasan.
Usaha nafas : tanpa bantuan / dengan bantuan
Kebutuhan resusitasi : iya / tidak
154
B. Data Objektif
1. Penilaian kebugaran
a. Apakah bayi cukup bulan ?
b. Apakah air ketuban jernih ?
c. Menangis kuat dan bernafas tidak megap-megap?
d. Tonus otot kuat
e. Warna kulit kemerahan
2. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : baik / lemah
Kesadaran : composmentis / apatis
Tanda- tanda vital : Nadi : 120-160x/menit
Pernapasan : 40-60x/menit
S : 36,5-37,5
II. INTERPRETASI DATA
A. Diagnosis
[Link] .... umur 0-6 jam dengan bayi baru lahir normal
Data Dasar
1. Data Subjektif
Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya yang ke ... pukul ... WIB
saat lahir langsung menangis spontan/tidak
2. Data Objektif
a. Penilaian kebugaran
155
1) Apakah bayi menangis kuat atau bernafas tidak megap-
megap?
2) Apakah tonus otot bayi baik atau bayi bergerak aktif?
3) Warna kulit kemerahan
b. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : baik / lemah
Kesadaran : composmentis / apatis
Tanda- tanda vital : Nadi : 120-160x/menit
Pernapasan : 40-60x/menit
S : 36,5-37,5
B. Masalah
Termoregulasi
C. Kebutuhan
1. Penilaian kebugaran pada bayi setelah bayi lahir
2. Nilai APGAR score 1, 5, 10 ,15 menit pertama
3. Lakukan inisiasi menyusu dini
4. Beri suntikan vitamin K1 1 mg intramuscular, di paha kiri
anterolateral setelah inisiasi menyusu dini Pemantauan tanda bahaya
pada bayi baru lahir
5. Beri salep mata antibiotika pada kedua mata.
6. Beri imunisasi Hepatitis B 0,5 ml intramuscular, di paha kanan
anterolateral, kira-kira 1 - 2 jam setelah pasca kelahiran
7. Lakukan bounding
156
8. Pemantauan tanda bahaya pada bayi baru lahir
III. MASALAH POTENSIAL
1. Hipotermi
2. Hipoglikemia
3. Pendarahan tali pusat
IV. KEBUTUHAN SEGERA
1. Jaga kehangatan bayi
2. Bebaskan jalan napas
3. Segera ganti kain yang basah dengan kain yang kering
4. Klem, potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun minimal 2
menit setelah kelahhiran
5. Lakukan IMD
V. INTERVENSI
No Tujuan/Kriteria Intervensi Rasional
Dx Tujuan : 1. Penilaian kebugaran 1. Dengan menilai
Bayi dapat bernafas pada bayi , bayi kebugaran
spontan dan bayi menangis kuat warna Pada bayi untuk
tetap hangat. kemerahan, tonus otot
manguku tingkat
kuat
Kriteria : kebugaran pada bayi
1. Jalan nafas baik 2. Jaga kehangatan bayi, 2. Dengan membungkus
dan bersih. bungkus bayi kecuali bayi kecuali muka dan
a. Nafas spontan muka dan dada. dada dapat mencegah
40-60 x/menit terjadinya kehilangan
b. Bayi menangis panas tubuh bayi bayi.
c. Warna kulit: 3. Bebaskan jalan nafas
3. Membebaskan jalan
kemerahan a. Dengan
d. Tonus otot memiringkan bayi napas pada bayi dengan
kuat dan menggunakan memiringkan bayi
2. Bayi telah kasa lendir yang tersisa
terbungkus b. Isap lendir dari dapat keluar sehingga
a. Suhu: 36,5- mulut dan hidung bayi dapat bernapas
37,50C (jika diperlukan). dengan baik tanpa
b. Warna kulit:
157
kemerahan 4. Keringkan tubuh bayi penyulit.
c. Ekstremita: mulai dari muka,
hangat kepala dan bagian
3. Apgar score tubuh lainnya kecuali
1 menit pertama bagian tangan, tanpa 4. Dengan mengeringkan
(8-10) membersihkan verniks. tubuh bayi, bisa
5 menit pertama Segera ganti handuk mencegah terjadinya
(8-10) basah dengan handuk kehilangan panas
10 Menit pertama atau kain yang kering.
dengan cara :
(8-10)
15 menit pertama a. Konduksi:
(8-10) kehilangan panas
dari objek hangat
4. IMD Berhasil dalam kontak
langsung dengan
5. Lakukan penjepitan objek yang lebih
tali pusat 3 menit dingin.
pasca bayi lahir. b. Radiasi :
Lakukan penjepitan kehilangan panas
ke-2 dengan jarak 2 melalui radiasi
cm dari penjepitan ke- yaitu pemindahan
1 ke arah ibu potong panas antara 2
dengan gunting steril objek yang
dan ikat tali pusat mempunyai suhu
sampai pulsasi tali berbeda.
pusat berhenti c. Konveksi :
Setelah itu ikat (klem) konveksi terjadi
dengan benang DTT saat panas hilang
atau steril pada satu dari tubuh bayi ke
sisi kemudian udara di sekitar
melingkarkan kembali yang sedang
benang tersebut dan bergerak.
mengikatnya dengan d. Evaporasi : jalan
simpul kunci pada sisi utama bayi
lainya(Naomy, 2020) kehilangan panas
jika saat lahir tubuh
6. Lakukan penilaian bayi tidak segera
APGAR pada, 1 menit, dikeringkan dapat
5 menit, 10 menit dan terjadi kehilangan
15 menit setelah bayi panas tubuh bayi
lahir (Sondankh 2013) sendiri.(Mutmaima
h dkk 2017)
7. Lakukan kontak kulit 5. Penundaan penjepitan
ibu dengan kulit bayi, tali pusat dapat berefek
158
IMDkurang lebih satu pada nilai
jam dengan cara hematologibayi baru
letakkan bayi [Link] dari
tengkurap didada ibu, penundaan penjepitan
sehingga bayi tali pusat yaitu
menempel di dada ibu mencegah
dan kepala bayi harus anemia,hematokritdan
berada di antara mengurangi terjadinya
payudara ibu tapi pendarah post partum.
posisi kepala bayi (Astuti dkk 2018 )
lebih rendah dari
puting. Selimuti ibu
dan bayi dengan kain
hangat dan pasang topi
dikepala bayi (Naomy,
2020)
6. Dengan melakukan
penilaian APGAR yaitu
untuk menentukan
status kesehatan bayi
yang dilakukan pada 24
jam setelah bayi lahir.
8. Beri suntikan vitamin
K mg intramuscular, di
paha kiri anterolateral 7. Dengan melakukan
setelah inisiasi IMD pada BBL dapat
menyusu dini. membantu stabilisasi
pernapasan, IMD dapat
mempercepat
pengeluaran ASI.
Selain itu, manfaat
IMD bagi ibu dapat
mengoptimalkan
pengeluaran hormon
oksitosin, prolaktin dan
secara psikologis dapat
menguatan ikatan batin
ibu dan bayi.
159
Penggunaan selimut
dapat melindungi ibu
dan bayi dalam
mencegah bayi
9. Beri salep mata kehilangan panas
antibiotika pada kedua karena evaporasi,
mata. konveksi, konduksi dan
radiasi
8. Dengan diberikan
suntikan vit K pada
bayi diharapkan untuk
10. Beri imunisasi mencegah terjadinya
Hepatitis B 0,5 ml perdarahan di berbagai
intramuscular, di paha organ tubuh seperti
otak, lambung, dan
kanan anterolateral,
usus. danmembantu
kira-kira 1 - 2 jam proses pembekuan
setelah pemberian darah pada bayi baru
vitamin K1. lahir.
11. Lakukan bounding
attacmenth kepada ibu 9. Untuk mencegah
dan bayi penyakit mata karena
klamidia (penyakit
menular seksual)
10. Pemberian imunisasi
Hepatitis B ini untuk
mencegah infeksi
Hepatitis B diberikan
pada usia 0
12. Pemantauan tanda
bahaya pada bayi baru 11. Dilakukan agar
lahir peningkatan hubungan
a. Bayi tampak kasih sayang dengan
lemah, sulit keterikatan batin antara
menghisap. orang tua dan bayi, hal
b. Kesulitan bernafas. ini proses dimana
c. Nafas cepat atau sebagai hasil dari suatu
interaksi terus menerus
lambat.
antara bayi dan orang
d. Letargi. tua yang bersifat saling
e. Warna abnormal mencintai.
(pada kulit dan 12. Dengan memantau
bibir tampak biru tanda bahaya pada bayi
dan sclera tampak baru lahir maka dapat
kuning atau mencegah terjadinya
160
pucat ). komplikasi lainnya dan
[Link] tubuh dapat segera di tangani
mengalami secara cepat
hipotermi (suhu :<
36°C) atau
mengalami febris
(suhu > 37,5°C).
g. Tali pusat tampak
merah, bengkak,
keluar cairan
berbau busuk dan
berdarah.
h. Mata bengkak dan
mengeluarkan
cairan.
i. Bayi tidak
berkemih dalam
waktu 24 jam
pertama.
j. Bayi tidak defekasi
dalam waktu 48
jam pertama
M1 Tujuan : 1. Lakukan upaya agar 1. Agar bayi tidak
Bayi baru lahir tidak bayi tetap hangat. kehilangan panas dan
megalami kehilangan berdaptasi dengan
panas
lingkungan ektrauterine
Kriterian : 2. Dengan menjaga suhu
2. Menjaga suhu tubuh
1. Suhu 36,5-37,5 bayi agar tetap normal tubuh bayi diharapkan
o suhu tubuh bayi tetap
C dengan memperhatikan
2. Kulit : tidak dalam keadan normal
mekanisme kehilangan
pucat, warna dan dapat mencegah
kemarah- panas
terjadinya kehilangan
merahan.
panas
3. Ekstremitas :
hangat a. Dengan
a. Konduksi: kehilangan
menghindari
panas dari objek
hangat dalam kontak terjadinya kontak
langsung dengan objek langsung kulit bayi
yang lebih dingin. dengan benda
dengan yang
bersuhu
b. Jangan biarkan bayi
yang baru lahir
b. Radiasi : kehilangan didalam ruang yang
panas melalui radiasi ber AC tanpa di
161
terjadi ketika panas berikan pemanas,
dipancarkan dari bayi bayi baru lahir di
baru lahir keluar dari biarkan dalam
tubuhnya keadaan telanjang,
kelingkungan yang bayi baru lahir
lebih dingin ditidurkan dekat
(pemiindahan panas dengan tembo
antara 2 objek yang
mempunyai suhu c. Hindarkan
berbeda). penempatan bayi
c. Konveksi : konveksi baru lahir dekat
terjadi saat panas jendela atau
hilang dari tubuh bayi membiarkan bayi
ke udara di sekitar baru lahir di
yang sedang bergerak ruangan yang
(jumlah panas yang terpasang kipas
hilang bergantung angin
pada kecepatan) d. Jangan dimandikan
bayi terlalu cepat,
tubuh yang tidak
segera dikeringkan
d. Evaporasi : jalan
utama bayi kehilangan dan diselimuti.
(Lusiana dkk 2019)
panas jika saat lahir
tubuh bayi tidak
segera dikeringkan
dapat terjadi
kehilangan panas
tubuh bayi sendiri.
(Mutmaimah 2017)
MP Tujuan : 1. Jaga kehangatan bayi 1. Dapat mencegah
1 Hipotermi tidak terjadinya kehilangan
terjadi panas pada bayi karen
Kriterian :
aevavorasi, rdiasi dan
1. Suhu 36,5-37,5
o
C konveksi
2. Kulit : tidak 2. Jangan segera 2. Dengan menunda
pucat, warna mandikan bayi baru memandikan bayi
kemarah- lahir sebelum 6 jam segera setelah lahir
merahan. atau 24 jam dapat mencegah
3. Ekstremitas : terjadinya kehilangan
hangat
panas tubuh bayi bayi
karena evaporasi
3. Letakan bayi di 3. Dengan meletakkan
ruangan yang hangat bayi diruangan hangat
162
dapat menghindari
bayi dari ruangan
yang hangat
4. Ganti kain atau popok
4. Dengan mengganti
yang basah dengan
popok atau kain yang pakaian atau popok
bersih bersih yang basah salah satu
upaya untuk
mencegah kehilangan
5. Selimuti tubuh bayi panas di karenakan
dan bagian kepala bayi konduksi.
5. Bagian kepala
memiliki luas
permukaan yang
relatif luas dan bayi
akan dengan cepat
kehilangan panas
maka dari itu dengan
menyelimuti bayi
dapat mencegah
terjadinya kehilangan
panas pada bayi.
MP Tujuan : 1. Pemberian Air Susu 1. Dengan memberikan
2 Ibu sedini mungkin ASI sedini mungkin
Tidak terjadi (IMD) diharapkan dapat segera
hipoglikemi menggantikan kadar
glukosa yang hilang
pada bayi
Kriteria : 2. Koreksi penurunan 2. Dengan mengkoreksi
gula darah dengan cara maka dapat mencegah
1. Kadar glukosa a. Melalui pemberian penurunan gula darah
normal pada air susu ibu (bayi dalam waktu yang cepat
bayi > 45 mg/dl baru lahir yang 1-2 jam pada setiap
2. ASI adekuat sehat harus bayi baru lahir.
didorong untuk
menyusu ASI
secepat mungkin
setelah lahir).
b. Melalui
penggunaan
cadangan glikogen
(glikogenesis).
c. Melalui
pembentukan
163
glukosa dari
sumber lain,
terutama lemak
(glukoneogenesis)
VI. IMPLEMENTASI
Tindakan dilakukan sesuai intervensi dan sesuai dengan kebutuhan pasien
VII. EVALUASI
Mengevaluasu tindakan yang telah dilakukan
164
KONSEP ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS FISIOLOGIS
PADA NY...P...S. POST PARTUM 6-48 JAM
Hari/tanggal pengkajian :diisi sesuai dengan hari, tanggal, bulan dan tahun
pengkajian
Jam pengkajian : diisi sesuai dengan waktu pengkajian
Tempatpengkajian : diisi sesuai dengan tempat pengkajian
Pengkaji : diisi sesuai dengan nama pengkaji di kartu
identitas
I. PENGKAJIAN
A. DataSubjektif
1. Identitas
Nama ibu : diisi sesuai dengan nama pasien di kartu identitas
Umur : diisi sesuai dengan umur pasien yang dihitung
sejak tanggal lahir hingga tanggal pengkajian
Agama : diisi sesuai dengan agama yang diyakini
Suku : diisi sesuai dengan adat istiadat pasien
Alamat : diisisesuai dengan alamat tempat tinggal pasien
Pendidikan : diisi sesuai dengan Pendidikan terakhir pasien
Pekerjaan : diisi sesuai dengan pekerjaan pasien
2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan telah melahirkan anak ke- …. .....Jam
yang lalu secara normal, sekarang mengeluh perut bagian bawah
165
masih mules dan ASI terasa sakit, keluar darah berwarna merah
kehitaman/kecoklatan/ putih dari kemaluan dan sudah bisa BAK..
jam yang lalu
3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak/sedang menderita penyakit menular seperti
TBC, hepatitis,HIV/AIDS maupun penyakit keturunan seperti jantung,
asma, dan diabetes
b. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak/pernah menderita penyakit menular seperti TBC,
hepatitis, HIV/AIDS maupun penyakit keturunan seperti jantung,
asma, dan diabetes
c. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan didalam keluarga tidak/ada dan tidak/sedang yang
menderita penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS maupun penyakit
keturunan seperti jantung, asma, dan diabetes
4. Riwayat Menstruasi
Menarche : diisi sesuai dengan usia pertama haid normalnya
pada usia 12-15 tahun
Lamanya : diisi sesuai dengan hari pertama haid hingga haid
selesai, normalnya adalah 5-7 hari
166
Siklus : diisi sesuai dengan hari pertama haid hingga hari
pertama haid di bulan berikutnya, normalnya 28-30
hari
Masalah : diisi sesuai dengan ada/tidak ada keluhan selama
5. Riwayat Perkawinan
Menikah ke : diisi sesuai dengan pernikahan pasien yang
keberapa
Lama pernikahan : diisi sesuai dengan lamanya pernikahan yang
dihitung sejak hari pernikahan hingga hari
pengkajian, dihitung dalam tahun
Status pernikahan : diisi sesuai dengan status pernikahan pasienya itu
sudah menikah atau belum menikah, jika sudah
menikah apakah pernikahan sah atau tidak
6. Riwayat kontrasepsi
Jenis kontrasepsi : Suntik, Pil, IUD, Implan, dll
Lama pemakaian : ….......tahun/bulan
Alasan berhenti :ada/tidak
7. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas, dan Anak yang Lalu
No Kehamilan Persalinan Bayi Ket
Thn UK A Tg Tm Penolong Jenis Peny JK/B BB
NC l pt ulit B
Ini …. .... … ….. Dokter/ Spont Ada/ Lk/pr ...g -
Mg x .. bidan an/ tidak r
SC
167
8. Riwayat Kehamilan Sekarang
Kehamilan ke : ….
HPHT : Tanggal...... bulan.... tahun....
TP : Tanggal Penaksiran
Periksa hamil :
Trimester I : ........x
Keluhan : ada /tidak ada
Trimester II : …...
Keluhan :ada/ tidak ada
Trimester III : …..x
Keluhan : ada/tidak ada
9. Riwayat Persalinan Sekarang
Tanggal Persalinan : hari... tanggal.... tahun....
Jam Persalinan : …… WIB
Jenis Persalinan : spontan Pervaginam/ SC
Penolong : Bidan/dokter /dukun
Penyulit : Ada/Tidak ada
BBL
Jenis Kelamin : Laki-laki /Perempuan
BB : 2.500-4.000 gram
PB : 48-50 Cm
10. Pola Kebiasaan sehari hari
a. Nutrisi
Makan dan minum 24 jam terakhir :
Ibu mengatakan biasa makan 2-3 kali/hari dengan sayur dan lauk pauk
yang bervariasi, minum air putih 7-8 gelas/hari,, jus ,susu dan tidak ada
makanan yang dipantang
168
b. Eliminasi
BAB dan BAK 24 jam terakhir :
Ibu mengatakan BAB 1 kali/hari ,konsistensi lunak, warna kuning , BAK
<5 kali/hari, warna jernih dan tidak ada keluhan
Saat hamil :
Ibu mengatakan BAB 1 kali/hari ,konsistensi lunak,warna kuning,
BAK >5 kali/hari warna jernih tidak ada keluhan
c. Personal Hygiene
Mandi 24 jam terakhir :
Ibu mengatakan biasa mandi 2 kali/hari ,keramas 2-3 kali/minggu
dan sikat gigi teratur 2 kali/hari, mengganti pakaian tiap hari,
membersikan kemaluan setiap kali selesai BAK dan BAB
d. Istirahat tidur
Istirahat tidur 24 jam terakhir:
Ibu mengatakan tidur malam 7-8 jam/ hari tidur siang 1 jam
e. Pola hubungan seksual
Sebelum 24 jam persalinan
Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual 2 kali/ minggu, tidak
ada keluhan dan masalah
f. Deteksi dini post partum blues & Depresi Post Partum:
a) Apakah ibu menginginkan kehadiran bayinya sekarang:
iya/tidak
b) Apakah ibu sudah terbiasa merawat bayinya: iya/tidak
169
c) Apakah ibu merasakan kesedihan karena kurangnya
kebebasan semenjak ada bayinya : iya/tidak
d) Apakah ibu sulit untuk berinteraksi sosial semenjak kelahiran
bayinya: iya/tidak
e) Apakah kemandirian ibu berkurang setelah mempunyai bayi :
iya/tidak
g. Keadaan Psikososial Spritual
Hubungan suami istri : harmonis/ tidak
Hubungan istri dengan keluarga : baik/kurang
Kelahiran yang diharapkan : ya/tidak
Keyakinan terhadap agama : baik/kurang
B. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala
Distribusi rambut : Merata/tidak
Kebersihan : Baik/cukup
Kerontokan : Ada/tidak
b. Muka
Keadaan : Pucat/tidak
Oedema : Ada/tidak
c. Mata
Konjungtiva : Anemis/an-anemis
Sclera : Ikterik/an-ikterik
Masalah : Ada / Tidak ada
d. Hidung
Kebersihan : Bersih/cukup/kuran
Pengeluaran : Ada/ Tidak ada
Kelainan : Ada / Tidak ada
170
e. Mulut
Mukosa bibir : Kering / Lembab
Gusi : Ada Pembengkakan / Tidak
Gigi : Ada Caries / Tidak
Kebersihan : Bersih / Tidak
f. Telinga
Pendengaran : Baik / Tidak Baik
Pengeluaran : Ada / Tidak ada
Kelainan : Ada / Tidak ada
g. Leher
Pembesaran kelenjar thyroid : Ada / Tidak ada
Pembesaran kelenjar parotis : Ada / Tidak ada
Pembesaran vena jugularis : Ada / Tidak ada
h. Payudara
Puting susu : datar/menonjol
Areola mammae :Hiperpigmentasi
Lesi : Ada / Tidak ada
Benjolan abnormal : Ada / Tidak a
Pengeluaran : ASI (+/-)
Nyeri tekan : Ada / Tidak ada
i. Abdomen
Bekas luka operasi : ada/tidak
Linea : alba/nigra
171
Striae : albicans/liviade
TFU : sesuai hari nifas
Kontraksi uterus :keras/baik
Massa/benjolan abnormal : ada/tidak ada
Diastasis recti : 2/5
Kandung kemih : kosong
j. Genitalia
Keadaan vulva : hematoma/Tidak ada
Keadaan perineum : ada jahitan/ tidak ada
Kebersihan : bersih/cukup/kurang
Pengeluaran lochea :Rubra/sanguilenta/...
Bau : khas lochea
Tanda infeksi : Ada/Tidak
Jumlah pengeluaran darah : ..........cc
k. CVA : (-)/(+)
l. Ekstremitas
Atas
Warna kuku : pucat/tidak pucat
Oedema : ada/tidak ada
Bawah
Warna kuku : pucat/tidak pucat
Oedema : ada/tidak ada
Varises : ada/tidak ada
172
Tanda Homan : (+)/(-)
II. INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa
Ny “….. ” umur …. tahunP..A ..nifas 6 jam-48 jam Fisiologi
Data subjektif:
- Telah melahirkan anak ke …
- Sekarang mengeluh perut bagian masih teras mules, keluar darah berwarna
merah kehitaman dari kemaluan Dan ASI keluar sedikit
Data objektif:
Keadaan Umum : Baik/lemah
Kesadaran : composmenthis
Tanda-Tanda Vital
TD : (systole 90-120mmHg,
Diastole 60-80mmHg)
Suhu : 36,5˚- 37 ˚ C
Nadi : 60-80 x/menit
Pernafasan : 20-24 x/menit
1. Payudara
Putting susu : menonjol/datar
Areola mammae : hiperpigmentasi
Massa/benjolan : ada/tidak ada
Lesi : ada/tidak ada
173
Pengeluaran : ASI (+/-)
Nyeri tekan : ada/tidak ada
2. Abdomen
Bekas luka operasi : ada/tidak
Linea : alba/nigra
Striae : albicans/liviade
TFU : sesuai hari nifas
Kontraksi uterus :keras/baik
Massa/benjolan abnormal : ada/tidak ada
Diastasi recti : 2/5
Kandung kemih : kosong
3. Genetalia
Keadaan vulva : hematoma/Tidak ada
Keadaan perineum : ada jahitan/ tidak ada
Kebersihan : bersih/cukup/kurang
Pengeluaran lochea : rubra
Bau : khas lochea
Tanda infeksi : Kolor/dolor/rubor
Jumlah pengeluaran darah :....cc
ii. Masalah
1. Nyeri luka perineum
2. ASI belum keluar
174
3. Kebutuhan
a) Observasi TTV, TFU, kontraksi, jumlah pengeluaran darah
b) Eliminasi
c) Bounding Attachment
d) Pemberian ASI Eklusif
e) Perawatan payudara
f) Ajarkan teknik menyusui yang benar
g) Nutrisi dan Cairan
h) Pemberain Tablet Vitamin A (200.000 IU) sebanyak 2 kali yaitu pada
1 jam setelah melahirkan dan 24 jam setelah melahirkan
i) Mobilisasi
j) Personal hygiene
k) Support mental
l) Istirahat dan tidur
III. ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
1) Perdarahan post partum
IV. TINDAKAN SEGERA
Ada / Tidak Ada
175
V. Intervensi
No Tujuan/Kriteria Intervensi Rasionalisasi
DX Tujuan : 1. Lakukan informed 1. Dengan melakukan
Masa nifas ibu consent pada ibu informed consentdiharapkan
berjalan normal dan keluarga untuk ibu dan keluarga
tindakan yang akan mengetahui dan menyetujui
Kriteria : dilakukan tindakan yang akan
- keadaan umum dilakukan
ibu baik 2. observasi tanda- 2. Dengan mengobservasi
- TTV tanda vital meliputi tanda-tanda vital maka dapat
TD: tekanan darah, nadi, diketahui kondisi kesehatan
(systole 90- pernafasan dan suhu ibu, apabila terjadi
120mmHg 3. Observasi 3. kontraksi Uterus akan
Diastole 60- perdarahan, mengurangi suplai darah ke
80mmHg) kontraksi uterus, iterus. Proses ini akan
N: 60-80x/m TFU ,lochea dan membantu mengurangi
P: 20-24x/m jahitan perineum bekas luka tempat
S: 36,5˚- 37 ˚ C implantasi plasenta serta
Kontraksi mengurangi perdarahan dan
uterus: Keras pengukuran TFU berguna
Kandung untuk mengetahui
Kemih:Kosong penurunan fundus setelah
Ibu dapat BAK melahirkan sehingga
dalam 3-4 jam kembali sediakala.
Ibu dapat 4. beritahu keluarga 4. dengan melakukan Masase
melakukan cara mencegah uterus dapat menstimulasi
mobilisasi dini uterus berkontrakasi dengan
perdarahan pada
TFU: masa nifas dengan baik,dan pengeluaran lochea
6 jam: 1 jari melakukan masase menjadi lancar dan
dibawah pusat uterus meningkatkan involusi
48 jam: 2 jari 5. beritahu ibu untuk 5. diharapakan Dengan segera
dibawah pusat tidak menahan berkemih maka tidak terjadi
Lochea: kemih dan segera gangguan kontraksi uterus
6 jam: Rubra berkemih 3-4 jam yang dapat diakibatkan oleh
48 am: adanya retensio urin.
pasca persalinan
Rubra 6. Laukan pemberian 6. Dengan melakukan
pemberian ASI awal maka
ASI awal
dapat meningkatkan
hubungan ibu &bayi serta
dapat memenuhi nutrisi
pada bayi
7. Ajarkan ibu teknik 7. Diharapkan agar ibu dapat
menyusui yang menyusui bayinya dengan
benar dengan cara
176
putting susu dan benar dan menghindari
aerola masuk terjadinya permasalahan
kedalam mulut bayi laktasi
dan posisi bayi
sejajar dengan perut
ibu
8. Dengan ibu banyak makan-
8. Anjurkan ibu untuk
makanan yang bergizi maka
mengkonsumsi kebutuhan nutrisi ibu akan
makanan yang tercukupi salah satu
bergizi dan tinggi manfaatnya adalah
kalori protein mempercepat pengembalian
alat-alat kandungan sebelum
hamil untuk meningkatkan
produksi ASI, mencegah
anemia, dan aktifitas
metobalisme tubuh.
9. Anjurkan ibu untuk
9. diharapkan agar kebutuhan
minum sedikitnya 3
cairan ibu terpenuhi
liter sehari
10. Anjurkan ibu untuk
10. Dengan mengajarkan ibu
tetap menjaga luka
merawat luka perineum
perineumnya
supaya tidak terjadi infeski
dengan memakai
pada luka perineum.
pakaian yang kering
dan tidak lembab
11. dengan melakukan
11. Anjurkan ibu untuk
mobilisasi agar Mencegah
melakukan
infeksi puerperium,
mobilisasi dini
melancarkan pengeluaran
seperti miring kekiri
lochea, mempercepat
dan kekanan, duduk
involusi alat kandungan,
serta berjalan
melancarkan fungsi gastroin
kekamar mandi
testinal, melancarkan funsi
perkemihan, meningkatkan
kelancaran peredaran darah
sehingga mempercepat
pengeluaran ASI
M1 Tujuan: 1. ajarkan pada ibu 1. perawatan perineum
Nyeri luka tentang perawatan mencegah terjadinya infeksi
perineum luka perineum perineum pada ibu yaitu dengan
Teratasi cara selalu menganti pembalut 2-
Kiteria : 3 kali sehari, mengganti celana
177
[Link] tidak apabila basa dan kotor dan selalu
merasa nyeri mencuci tangan setelah
berlebihan memegang daerah genetalia
[Link] luka dengan sabun dan air
perineum bersih mengalir ,semprotkan atau cuci
[Link] tidak dengan betadine bagian
merasa khawatir perineum dari arah depan
untuk BAK dan kebelakang dan keringkan
BAB menggunakan waslap atau
handuk kering
2. ajarkan ibu untuk
mengurangi nyeri 2. melakukan kompresan air
luka perineum dingin dapat memberikan rasa
dengan cara hangat yang bertujuan untuk
melakukan kompres memberikan rasa hangat yang
air dingin pada luka bertujuan untuk memberikan
perineum ibu rasa nyaman mengatasi nyeri
atau mengurangi pencegahan
spasme otot kompres hangat
memberikan fisiologis bagi
tubuh ibu.
178
M2 Tujuan: [Link] pijatan 1) Dengan dilakukan pijat
kecemasan pada onsitosin pada ibu oksitosin maka oksitosin
ASI teratasi untuk memperlancar akan memicu sel-sel
produksi ASI pada ibu myopitel yang mengelili
Kriteria: alveoli dan duktus untuk
berkontraksi sehingga
1. Pengeluaran mengalirkan ASI dari alveoli
ASI (+) (pabrik susu) ke duktus
2. Ibu tenang menuju sinus dan puting
dalam susu sehingga terjadi
menyusui pengeluaran ASI dan
3. Frekuensi produksi ASI meningkat.
dalam (Saputri,2019 dkk :71)
menyusui 2 2. Konseling dan
jam sekali ajarkan ibu teknik 2) Agar ibu dapat menyusui
menyusui yang baik bayinya dengan teknik
dan benar menyusui yang baik dan
benar sehingga tidak ada
masalah dalam proses laktasi
dan agar kebutuhan ASI bayi
dapat terpenuhi dengan baik
[Link] ibu untuk 3) Dengan melakukan
perawatan payudara mampu
melakukan perawatan
payudara meperlancar produksi ASI
serta mengurangi terjadinya
Bendungan ASI
(Auliya&supriaten 2021)
VI. IMPLEMENTASI
Sesuai Intervensi
VII. EVALUASI
Sesuai Implementasi
179
ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS
PADA [Link].... UMUR 6-48 JAM DENGAN BAYI BARU LAHIR
FISOLOGIS DI PMB “D”
II. INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa
By. Ny .... umur ..... jam jenis kelamin laki-laki/perempuan dengan bayi
baru lahir normal
B. Data Dasar
Data Subjektif
1. Ibu mengatakan bayinya dalam keadaaan sehat
2. Ibu mengatakan anaknya tidak rewel dan tidur dengan nyenyak
3. Ibu mengatakan anaknya bergerak aktif.
4. Ibu mengatakan tidak terdapat masalah BAB dan BAK pada anaknya
5. Ibu mengatakan anaknya BAB baru 1 kali dan mekonium berwarna
hitam kehijauan,lengket seperti aspal
6. Ibu mengatakan anaknya belum BAK
7. Ibu mengatakan tali pusat bayinya belum lepas.
8. Ibu mengatakan anaknya menyusu dengan kuat
Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : baik / lemah
Kesadaran : composmentis / apatis
180
2. Tanda-tanda vital :
Frekuensi jantung : 120-160 x/menit
RR : 40-60x/menit
T : 36,5 – 37,5 oC
Antropometri
BB : 2500-4000 gr (Sondakh,2013)
PB : 48 - 52 cm
LD : 30 - 38 cm
LK : 33 – 35 cm
3. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala
Caput succedaneum : ada / tidak ada
Chepal haematoma : ada / tidak ada
Kebersihan : bersih / kotor
Kelainan : ada / tidak ada
b. Muka
Bentuk : simetris / tidak
Warna muka : pucat/ tidak
Kelainan : ada / tidak ada
c. Mata
Conjungtiva : anemis / an anemis
Sklera : ikterik / an ikterik
Strabismus : ada / tidak ada
181
Kelainan : ada / tidak ada
d. Telinga
Bentuk : simetris / tidak
Lubang telinga ka/ki : +/+ atau -/-
Kebersihan : bersih / kotor
Kelainan : ada / tidak ada
e. Hidung
Bentuk : simetris / tidak
Pernapasan cuping hidung : ada / tidak ada
Kelainan : ada / tidak ada
f. Mulu
Mukosa bibir : kering / lembab
Labioskizis : ada / tidak ada
Palatoskizis : ada / tidak ada
Kelainan : ada / tidak ada
Reflek rooting :+/-
Reflek sucking :+/-
g. Leher
Pembesaran kelenjar parotis : ada / tidak ada
Reflek tonick neck :+/-
h. Dada
Bentuk : simetris / tidak
Retraksi : ada / tidak ada
182
Bunyi pernapasan : normal / tidak normal
Kelainan : ada / tidak ada
i. Abdomen
Bentuk : simetris / tidak
Distensi : ada / tidak ada
Tali pusat : ada / tidak ada
Tanda-tanda infeksi : ada / tidak ada
Kelainan : ada / tidak ada
j. Genetalia
Jenis kelamin laki-laki
Lubang uretra : ada / tidak
Hipospidia dan epispadia : ada / tidak
Testis : turun/belum
Jenis kelamin perempuan
Labia mayora dan minora : menutup/belum
Lubang uretra : ada/ tidak
Lubang vagina : ada / tidak
Pengeluaran : ada/ tidak
k. Anus
Atresia ani : ada / tidak
Mekonium : ada / tidak
l. Ekstremitas Atas
Bentuk : simetris / tidak
183
Kelengkapan : lengkap / tidak
Sindaktili/polidaktili : ada / tidak ada
Kelaianan : ada / tidak ada
Reflek morro :+/-
m. Ekstremitas Bawah
Tungkai : simetris / tidak
Kelengkapan : lengkap / tidak
Sindaktili/polidaktili : ada / tidak ada
Kelaianan : ada / tidak ada
Reflek babynski :+/-
n. Kulit
Warna kulit : pucat / tidak
Ikterus : ada / tidak ada
o. Punggung
Spina bifida : ada / tidak ada
C. Masalah
1. Tali pusat belum kering
2. Pemenuhan nutrisi
D. Kebutuhan
1. Informed consent
2. Informasikan hasil dari pemeriksaan
3. Personal hygiene
184
a. Memandikan bayi
b. Perawatan tali pusat
c. Menganti pakaian atau popok
4. Asuhan BBL
a. Menjaga kehangatan tubuh bayi
b. Memandikan setelah 6-24 jam
c. Bounding attachment
5. Pemenuhan nutrisi
a. Penkes menyusui
b. Menyusui on demand
c. ASI eksklusif
6. Penkes tanda-tanda bahya BBL
III. MASALAH POTENSIAL
Infeksi pada tali pusat
IV. KEBUTUHAN SEGERA
Pencegahan infeksi pada tali pusat
V. INTERVENSI
No Tujuan / Intervensi Rasionalisasi
Kriteria
DX Tujuan : 1. Lakukan Informed 1. Informed consent bertujuan
consent untuk meminta persetujuan
BBL umur 6- Pada kelurga bayi kepada keluarga klien untuk
48 jam berjalan dilakukan suatu tindakan
normal dan 2. Informasikan hasil 2. Dengan memberi tahu hasil
Nutrisi dari pemeriksaan pemeriksaan kepada ibu
terpenuhi ataupun keluarga diharapkan
dengan baik ibu ataupun keluarga
mengetahui kondisi bayinya
saat ini.
185
3. Memandikan bayi 3. memandikan bayi merupakan
setelah 6 jam sampai salah satu cara menjaga
Kreteria : 24 jam pasca kelahir personal hygiene agar bayi
tidak mudah terserang kuman
a. KU : baik
penyakit, memberikan rasa
b. TTV
dalam 4. Lakukan Perawatan nyaman dan menjaga serta
batas tali pusat dengan merawat integritas kulit
(Rukiah,2016)
normal menggunakan ASI
N : 120-
160
x/menit 4. Pemberian kolostrum
RR : 40-60 terbukti
x/menit mempercepatpelepasan tali
pusat. Pemberian ASI
S : 36,5-
37,5 0C kolostrum merupakan
metode baru untuk
c. Bayi
menyusu mempercepat pelepasan tali
pusat. Cara perawatan tali
dengan
pusat dengan mengoleskan
kuat
d. Tidak ASI
kolostrum,kemudianmengapl
terjadi bayi
kuning ikasikan untuk memperoleh
e. Reflek pelepasan tali pusat yang
lebih cepat, selain untuk
hisap,mene 5. Menganti pakaian
lan, dan mencegah infeksi yang dapat
atau popok bayi
rooting (+) terjadi selama perawatan tali
f. Tali pusat pusat. (hasil penelitian jurnal
kering dan Kandari dan Wardani 2020)
bersih lalu
6. Menjaga suhu tubuh 5. Dengan mengganti pakaian
lepas.
bayi agar tetap normal dan popok dapat menjaga
g. BAB
dengan kenyamanan bayi dan
normal (1-
memperhatikan memantau output bayi pada
2 x/hari)
mekanisme bayi
h. BAK
kehilangan panas : 6. Dengan menjaga suhu tubuh
normal (2-
a) Koveksi adalah bayi maka bayi dapat
3 x/hari
kehialangan mencegah terjadinya
panas tubuh yang kehilangan panas dan suhu
terpapar udara tubuh menjadi normal dan
sekitar yang lebih tidak megalami hipotermi
dingin.
b) Radiasi adalah
kehilangan panas
yang terjadi
186
karena bayi
ditempatkan
didekat benda-
benda yang
mempunyai suhu
tubuh lebih
rendah dari suhu
tubuh bayi.
c) Konduksi adalah
kehilangan panas
tubuh melalui
kontak langsung
antara tubuh bayi
dengan
permukaan yang
dingin ,meja ,tem
pat tidur atau
timbangan yang
temperaturnya
lebih rendah dari
tubuh bayi akan
menyerap panas
tubuh bayi
d) Evaporasi adalah
jalan utama bayi
kehilangan
panas ,kehilangan
panas dapat
terjadi karena
penguapan cairan
ketuban pada
peprmukaan
tubuh oleh panas
tubuh bayi sendiri
karena setelah
lahir ,tubuh bayi
tidak dikeringkan.
(Mutmaimah & 7. Dengan dilakukannya
dkk, 2017) bounding attachment untuk
7. Lakukan bounding membantu tumbuh kembang
attachment pada bayi fisik,emosi dan intelektual
baru lahir seorang anak dari awal
kehidupan hingga dewasa
187
(Rukiyah,2014)
8. Dengan memberikan penkes
8. Penkes tentang diharapkan ibumengetahui
menyusui kepada ibu Banyak sekali keuntungan
yang diperoleh dari ASI.
Tidak saja dalam keuntungan
pertumbuhan dan
perkembangan bayi, tapi juga
hubungan kasih sayang
antara ibu dan bayi
9. Dengan memberikan ASI
9. Anjurkan ibu untuk
sesering mungkin sesuai
menyusui secara on
keinginan bayi (On demand)
demand
atau sesuai keinginan ibu
(jika payudara penuh) atau
sesuai kebutuhan bayi setiap
2-3 jam (paling sedikit setiap
4 jam) kebuhutuhan nutrisi
bayi terpenuhui dengan
baik.(Rukiah,2016)
10. Berikan ASI saja (ASI
10. Anjurkan ibu untuk eksklusif) sampai bayi
menyusui secara berumur 6 bulan. Selanjutnya
esklusif pemberian ASI diberi kan
hingga anak berusia 2 tahun,
dengan penambahan
makanan lunak atau padat
yang disebut MPASI.
11. Diharapkan ibu
11. Penkes tanda-tanda memperhatikan tanda-tanda
bahaya pada Bayi bahaya seperti berikut :
baru lahir a. Pernapasan sulit atau
lebih dari 60 x permenit.
b. Terlalu hangat ( > 38°C)
atau terlalu dingin (<
36°C).
c. Kulit bayi kering
(terutama 24 jam
pertama), biru, pucat atau
memar.
d. Hisapan saat menyusu
lemah, rewel, sering
muntah, mengatuk
berlebihan.
188
e. Tali pusat merah,
bengkak, ke luar cairan,
berbau busuk, berdarah.
f. Tanda-tanda infeksi
seperti suhu tubuh
meningkat, merah,
bengkak, bau busuk,
keluar cairan, pernapasan
sulit.
g. Tidak BAB dalam 3 hari,
tidak BAK dalam 24
jam, tinja lembek/encer,
sering ber warna hijau
tua, ada lendir atau
darah.
h. Menggigil, rewel, lemas,
mengantuk, kejang, tidak
bisa tenang,
MP Tujuan : 1. Ajarkan ibu untuk 1. Dengan mengajarkan ibu, ibu
merawat tali pusat menjadi paham dan cara
Tali pusat dan menggantikan merawat tali pusat bayi.
kering dan kasa tali pusat jika
bersih dan bayi lembab atau terkena
menyusu air kencing bayi.
dengan kuat 2. Anjurkan ibu untuk
serta mencegah 2. Dengan memberikan PASI
Memberikan ASI
infeksi pada kolostrum mempercepat
kolostrum sebagai pelepasan tali pusat. Cara
tali pusat upaya mempercepat perawatan tali pusat dengan
Kriteria : pelepasan tali pusat
mengoleskan ASI
kolostrum,[Link]
likasikan untuk memperoleh
a. Tali pusat pelepasan tali pusat yang
bersih lebih cepat, selain untuk
b. Tidak ada mencegah infeksi yang dapat
nanah atau terjadi selama perawatan tali
berbau pusat. (hasil penelitian jurnal
pada tali Kandari dan Wardani 2020)
pusat 3. Perhatikan Tanda 3. Agar ibu dapat memberikan
c. Lepas <7 infeksi pada perawatan yang maksimal
talipusat bayi baru pada bayi sehingga nayi
hari
lahir ditandai dengan dapat tubuh dengan baik dan
tali pusat bayi sehat, tidak terinfeksi melalui
bernanah,berbau, tali pusatnya (damanik dkk
189
berwarna merah, 2019 Jurnal Keperwatan
panas,bengkak dan Priority)
terdapat area lembut
di sekitar dasar tali
pusat seukuran
uang logam seratus
rupiah.
VI. IMPLEMENTASI
Disesuaikan dengan intervensi
VII. EVALUASI
Disesuaikan dengan hasil implementasi
190
BAB III
TINJAUAN KASUS
1. Asuhan Kebidanan Kehamilan TM III
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN
Pada Ny “S”umur 31 Tahun G4 P3 A0 Hamil 36 Minggu
DI PMB “D”
Hari/tanggal pengkajian : 03 Maret 2022
Jam pengkajian : 14.00 WIB
Tempatpengkajian : PMB Dewi Aprita Sartely [Link], SKM
Pengkaji : Sera despa indah
A. DataSubjektif
1. Identitas
Nama ibu : Ny “S”
Umur : 31 Tahun
Agama : Islam
Suku : Rejang
Alamat : Air Meles
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Pedagang
Nama Suami : Tn “S”
Umur : 36 Tahun
Agama : Islam
191
Suku : Rejang
Alamat : Air Meles
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Wiraswasta
2. Alasan datang
- Ibu mengatakan ingin memeriksakan kahamilannya
- Ibu mengatakan usia kehamilananya 36 minggu
3. Keluhan utama
Ibu mengatakan mengeluh nyeri punggung bagian bawah`
4. Riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular (TBC,
PMS, HIV/AIDS, Hepatitis), menurun (Asma, Diabetes, Jantung,
Hipertensi) dan penyakit menahun (Ginjal dan Jantung).
b. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular (TBC,
PMS, HIV/AIDS, Hepatitis), menurun (Asma, Diabetes,Hipertensi)
dan penyakit menahun (Ginjal dan Jantung).
c. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan didalam keluarga tidak sedang menderita penyakit
menular (TBC, PMS, HIV/AIDS, Hepatitis), menurun (Asma,
Diabetes, Jantung, Hipertensi) dan penyakit menahun (Ginjal dan
Jantung).
192
5. Riwayat Obstetri
a. Riwayat Menstruasi : Menarche 12 tahun, lamanya 5-6 hari, siklus
28 hari tidak ada keluhan selama haid tidak ada masalah
b. Riwayat Perkawinan : Menikah ke 1, lama pernikahan 14 Tahun
status pernikahan sah
c. Riwayat kontrasepsi : Jenis kontrasepsi suntik 3 bulan, Lama
pemakaian 3 tahun
d. Riwayat kehamilan sekarang : Ibu mengatakan hamil anak ke 4 usia
kehamilan 36 Minggu, HPHT 25 Juni 2021, Tafrisan persalinan 2
April 2022
6. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Pola nutrisi
a. Makan : Ibu mengatakan makan 3 kali sehari dengan 2-3
porsi menu nasi, sayur, lauk, buah, tidak ada
pantangan dan tidak ada masalah
b. Minum : Ibu mengatakan makan 10 gelas sehari jenis air
putih/susu/the, tidak ada masalah
b. Pola eliminasi
a. BAB : ibu mengatakan BAK 1-2 kali sehari , warna kekuningan
konsistensi lembek dan bau khas feses dan tidak ada
keluhan
b. BAK : Ibu mengatakan BAK 5-7 kali sehari ,warna
kuning bau khas amoniak dan tidak ada keluhan
193
c. Istirahat tidur : ibu mengatakn tidur siang 1-2 jam dan tidur 6-8
jam dan tidak ada masalah
d. personal hygiene : ibu mengatakan mandi 2x/hari, ganti baju2x/hari,
keramas 2-3x/hari, gosok gigi 2x/hari, ganti
pakaian dalam 3x/hari
e. Pola aktivitas : ibu mengatakan aktifitas sehari rutinitas ibu
rumah tangga
f. Hubungan seksual : ibu mengatakn hubungan seksual 1 kali
seminggu dan tidak ada masalah
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Respirasi : 22 kali/menit
Temperature : 36,8ºC
Nadi : 82 kali/menit
2. Pemeriksaan Antopometri
Tinggi badan : 152 cm
Berat badan sebelum hamil : 65 Kg
Berat badan selama hamil : 74 kg
LILA : 30 cm
194
3. Pemeriksaan fisik
a. Kepala : Keadaan simetris, tidak ada kerontokan pada
rambut, distribusi rambut merata, warna rambut
hitam, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan.
b. Muka : Muka tidak pucat, tidak terdapat odema, dan tidak
ada nyeri tekan.
c. Mata : Simetris, konjungtiva an-anemis, sclera an-ikterik,
tidak ada odema dan gangguan pengelihatan
d. Hidung : Simetris, tidak ada pengeluaran, tidak ada polip, dan
tidak ada nyeri tekan.
e. Telinga : Simetris, tidak ada pengeluaran, respon
pendengaran baik, dan tidak ada masalah.
f. Mulut : Bibir tidak pucat, mukosa lembab, lidah bersih,
tidak ada scorbut, tidak ada karies gigi, dan tidak
stomatis.
g. Leher : Tidak ada Pembengkakan Kelenjar Tiroid, tidak ada
Pembengkakan Kelenjar Limfe, dan tidak ada
Pembengkakan Vena Jugularis
h. Dada/ Bentuk simetris, bersih, papila mamme menonjol,
payudara : tidak ada nyeri tekan,tidak ada benjolan tidak ada
195
massa, tidak terdapat pengeluaran.
i. Abdomen Terdapat linea, tidak terdapat striae gravidarum,
tidak ada bekas luka operasi, dan tidak ada benjolan.
UK 36 minggu, TFU 3 jari di bawah Proc
Leopold 1 :
xyphoideus, 29 cm di atas simpisis. Dan terdapat
bagian bulat, lunak, dan tidak melenting ( bokong).
Sisi kanan perut ibu teraba bagian kecil-kecil dari
Leopold II :
janin dan sisi kiri perut ibu teraba tahanan
memanjang dari atas ke bawah (punggung) janin.
Terdapat bagian bulat, keras , melenting (kepala
janin), dan sudah masuk Pintu Atas Panggul (PAP).
Leopodl III:
Divergen(4/5).
Leopold IV:
Auskultasi : DJJ (+), frekuensi 152 x/menit, intensitas kuat,
iramanya teratur.
j. Genetalia : Bersih, tidak ada varises, tidak ada odema, tidak ada
pengeluaran, dan tidak ada masalah.
k. Ekstremitas:
Atas : Bentuk simetris, bersih, tidak ada odema, warna
kuku tidak pucat, pergerakan (+).
Bawah :
Bentuk simetris, bersih, tidak ada odema, tidak ada
196
varises, warna kuku tidak pucat, pergerakan aktif,
reflek patella (+).
4. Pemeriksaan penunjang
(pemeriksaan dilakukan dipuskemas pada tanggal 1 maret 2022)
f. Golongan darah : B
g. Hb : 11 gr%
h. Glukosa urine : (-)
i. Protein urine : (-)
j. HIV/AIDS : (-)
k. Hepatitis : (-)
C. ANALISA
Ny “S ” Umur 31 Tahun G4 P3 A0 umur kehamilan 36 minggu, janin
tunggal hidup, intrauterine, presentasi kepala, keadaan ibu dan janin
baik, hamil trimester III fisiologis.
D. PENATALAKSANAAN
Kamis 3 maret 2022/ pukul 14.00 WIB
1. Melakukan Informed Consent
Respon : Ibu mengerti dan menyetujui tindakan yang akan dilakukan
2. Melakukan pemeriksaaan dan menjelaskan kepada ibu hasil pemeriksaan
yaitu
TD :120/80 mmHg
197
RR : 22 x/m
S : 36,8ºC
Nadi : 82 kali/menit
Respon : Ibu mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
Pukul 14.05 WIB
3. Menganjurkan ibu memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan seperti makan
sayuran yyang seperti bayam,buncis,kangkung , kacang-kacangan, makan
daging merah dan tetap minum tablet Fe secara teratur karena dengan
Nutrisi dan cairan terpenuhi dapat menjadi bekal energi yang cukup
sebagai cadangan energi untuk persalinan dan berguna untuk pertumbuhan
dan perkembangan janin.
Respon : ibu mengerti dan mau mengikuti anjuran dari bidan dan
selama ini ibu makan
Pukul 14.08 WIB
4. Menganjurkan ibu tidur di malam hari dan istirahat atau tidur disiang hari
agar menjaga pola istirahat dan tidur diharapkan dapat
Respon : ibu telah menjaga pola istirahat tidurnya selama ini ibu
tidur siang selam 1 -2 jam
Pukul 14.10 WIB
5. Menganjurkan ibu menjaga kebersihan dirinya (personal hygiene)
Respon : ibu mengerti dan akan mengikuti anjuran dari bidan
Pukul 14. 13 WIB
198
6. Menjelaskan tanda-tanda bahaya TM III pada ibu: Perdarahan pervaginam,
sakit kepala hebat, penglihatan kabur, bengkak diwajah dan jari-jari
tangan, gerakan janin tidak terasa, nyeri perut yang hebat
Respon : ibu mampu mengulangi penjelasan yang diberikan dan
akan segera kefasilitas kesehatan terdekat apabila terdapat
tanda bahaya pada ibu
Pukul 14.16 WIB
7. Memberikan penkes pada ibu untuk persiapkan persalinan, membuat
rencana persalinan
Pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan,Transportasi, pola
menabung, Peralatan untuk persalinan seperti kelengkapan ibu dan bayi.
Respon : ibu sudah mempersiapkan untuk persalinan semua
keperluan sudah persalinan semua keperluan persalinan
sudah dimasukkan dalam tas dengan anjuran dari bidan
Pukul 14.20 WIB
8. Memberikan dukungan psikologi pada ibu dan libatkan keluarga dalam
memberikan dukungan pada ibu agar ibu tidak cemas dengan
kehamilannya dan tetap tenang menghadapi kehamilannya.
Respon : ibu telah diberikan dukungan oleh keluarga dan bidan
Pukul 14. 25 WIB
9. Mengajarkan ibu melakukan salah satu geraan yoga untuk mengurangi
nyeri punggung yaitu cow pose-cat pose gerakan ini memberikan efek
mengembangkan fleksibilitas ditulang belakang gerakan
199
inimengencangkan dan meregangkan otot perut yaitu musculus rectus
abdominis dan musculus obliqus external dimana pada pose ini ibu
menarik badan kedalam dan keluar dengan dimbangi pernapasan
Respon : ibu mengerti dan setelah dilakukan tindakan ibu merasa
nyaman dan ibu dapat mengikuti gerakan yoga yang
diajarkan dan akan mengulang kembali tindakkan saat
dirumah
Pukul 14. 45 WIB
10. Menganjurkan ibu untuk mengurangi nyeri punggung dengan cara
kompres air hangat dan gosok punggung , gosok punggung dilakukan
dengan memijat dari bawah punggung keatas dengan mempertahankan
kontak punggung tanpa memberi tekanan saat menarik tangan kembali
dilakukan selam 3-5 menit cara ini bisa dilakukan sendiri dirumah serta
dengan cara kompres air hangat menggunakan kain dan dengan
menggunakan suhu hangat lokal yang bisa menyebabkan efek fisilologis
Respon : ibu mengerti dan setelah akan melakukan anjuran dari bidan
dirumah
Pukul 14.50 WIB
11. Menganjurkan ihu untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu lagi atau
bila ada
Respon : ibu mengerti dan mengikuti anjuran untuk memeriksakan
kehamilannya tepat waktu dan segera konsultasi jika
terdapat masalah
200
ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN FISIOLOGI
PADA NY “S” G4 P3 A0 USIA KEHAMILAN 38 MINGGU
INPARTU KALA I FASE AKTIF
Hari/tanggal pengkajian : Jum’at 25 Maret 2022
Jam pengkajian : 05.50 WIB
Tempatpengkajian : PMB Dewi Aprita Sartely [Link]. Keb, SKM
Pengkaji : Sera despa indah
A. Data Subjektif
1. Keluhan utama
Ibu mengatakan sudah merasa mules-mules dari perut bagian
bawah kepinggang sejak jam 22.30 WIB dan ada pengeluaran berupa
lendir bercampur darah dan air-air keluar berbau amis, ibu merasa
cemas dan gelisah dengan kondisinya tersebut
2. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Pola nutrisi 24 jam terakhir
1) Makan : ibu mengatakan makan 3 kali sehari, 1-2 porsi
jenis nasi, sayur, lauk, buah Tidak ada pantangan dan tidak
ada masalah
2) Minum : ibu mengatakan minum 10 gelas sehari, jenis air
putih dan tidak ada masalah
b. Pola eliminasi 24 jam terakhir
201
1) BAB : ibu mengatakan sudah BAB 2 kali sehari Pagi dan
sore warna kuning konsistensi lembek bau khas Feses dan
tidak ada keluhan
2) BAK : ibu mengatakan sudah BAK 5 kali Hari ini, warna
kuning jernih, bau khas amoniak serta tidak ada keluhan
c. Istirahat tidur 24 jam terakhir
Ibu mengatakan tidur siang 1 jam
d. Pola personal hygiene 24 jam terakhir
Ibu mengatakan mandi 2x sehari pagi dan sore ,ganti baju 2
kali serta sudah gosok gigi 2 kali dan Ganti pakaian dalam
sudah 3 kali
B. Data objektif
1. Pemeriksaan Umum
K/U : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 110/70 mmhg
Suhu tubuh : 36,8 C
Denyut nadi : 82 x/menit
Pernapasan : 22 x/menit
Antropometri : Tinggi badan : 152 cm
BB sekarang : 75 kg
BB sebelum hamil : 65 kg
202
LILA : 30 cm
2. Pemeriksaan Fisik
1). Kepala : Bentuk simetris, keadaan Bersih, warna rambut
Hitam, distribusi rambut merata, kerontokan
Tidak ada, benjolan tidak ada, nyeri tekan tidak
ada.
2). Muka : Keadaan tidak pucat, tidak ada oedema, tidak ada
nyeri tekan.
3). Mata : Bentuk Simetris, Kebersihan, Bersih, Konjungtiva
An-anemis, Sclera An-ikterik, Kelainan Tidak ada.
4). Hidung : Bentuk simetris, bersih, pengeluaran tidak ada, polip
tidak ada, tidak ada nyeri tekan.
5). Telinga : Bentuk simetris, kebersihan bersih, serume tidak
ada, Pengeluaran tidak ada
6). Mulut : Mukosa bibir lembab, lidah bersih, caries gigi tidak
ada, stomatitis tidak ada, kelainan tidak ada.
7). Leher : Pembesaran kelenjar tyroid tidak ada, pembesaran
kelenjar limfe tidak ada, pembesaran vena jugularis
tidak ada.
8). Dada : Bentuk simetris, kebersihan bersih, putting menonjol
areola hyperpigmentasi, colostrum ada, nyeri tekan
tidak ada, benjolan Tidak ada.
203
9). Abdomen : Terdapat linea, tidak terdapat striae gravidarum,
tidak ada bekas luka operasi, dan tidak ada
benjolan.
a. Palpasi
Leopold I : TFU pertengahan pusat simfisis-setinggi pusat (30
cm). pada bagian fundus teraba agak bulat, lunak
dan tidak ada lentingan
Leopold II: Dibagian kanan perut ibu teraba tahanan dari atas
kebawah dan di bagian sebaliknya teraba bagian-
bagian kecil janin.
Leopold III : Dibagian bawah perut ibu teraba bulat, keras, dan
ada lentingan, serta bagian terbawah tersebut tidak
dapat digoyangkan lagi.
Leopold IV : Divergen 3/5
b. Auskultasi : DJJ (+), frekuensi 137 x/menit , irama teratur,
Intensitas kuat ,Kontraksi/His Fase aktif ,frekuensi 3x / 10 menit
65 detik
10) Genetalia : Bersih, tidak ada varises,tidak ada
oedema,terdapat pengeluaran cairan lendirbercampur darah,
porsio lunak,pembukaan 6 cm, presentasi kepala, penunjuk
UUK (Kiri depan), Ketuban (+), hodge III+ dan tidak ada
masalah
204
11) Ekstremitas atas dan bawah
a) Atas : Simetri, Bersih, tidak pucat, tidak ada oedema,
pergerakan (+)
b) Simetris, bersih,tidak ada oedema,tidak ada varises,
warna kuku tidak pucat ,pergerakan aktif, reflek
patella (+)
3. Pemeriksaan Penunjang
HB : 11 gr/al (Diperiksa pada tanggal 1 maret 2022)
Golongan darah :B
Protein urine : (-)
Glukosa Urine : (-)
Hepatitis : (-)
HIV/AIDS : (-)
C. ASSASMENT
- Diagnosa
Ny S umur 31 tahun G4 P 3 A 39 umur kehamilan (UK) 39
minggu, janin tunggal hidup, intrauteri, presentasi kepala, keadaan
jalan lahir baik, KU janin dan ibu baik, inpartu kala 1 fase aktif
D. PENATALAKSANAAN
Jumat 25 Maret 2022/Pukul 03.00 WIB
1. Melakukan Informed consent
205
Respon : Ibu dan keluarga mengerti dan menyetujui tindakan yang
akan dilakukan
Pukul 03.01 WIB
2. Menjelaskan pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yaitu
TD :110/70 mmHg
N : 82 x/menit
S : 36,8C
RR : 22x/menit
Respon : Ibu dan keluarga mengerti dan mengetahui hasil pemeriksaan
yang dilakukan
Pukul 03.10 WIB
3. Melakukan pemeriksaan dan memberitahu hasil pemeriksaan ibu dan
janin yaitu
DJJ Frekuensi : 137 x/menit, irama teratur, intensitas kuat,
his Fase aktif : Frekuensi 3x / 10 menit ,konsistensi 65 detik
Pemeriksaan dalam : pembukaan 6cm, ketuban (+) , presentasi Kepala
Respon : Ibu mengerti dan mengetahui tentang keadaan ibu dan janin saat
ini
206
Pukul 03.15
4. Menjaga Hak privasi ibu dalam persalinan, antara lain dengan
menggunakan penutup atau tirai, tidak menghadirkan orang lain tanpa
sepengatahuan dan seizing ibu
Respon :ibu merasa aman dan nyaman karena privasi ibu terjaga
Pukul 03.18
5. Menghadirkan pendamping persalinan
Respon : Persalinan ibu telah didampingi oleh suami dan keluarga
Pukul 03.19
6. Memberikan support mental pada ibu baik dari keluarga maupun bidan
Respon : Support mental ibu sudah diberikan dan ibu merasa semangat
untuk menghadapi persalinan dengan dukungan yang diberikan
oleh keluarga dan bidan
Pukul 03.25
7. Menganjurkan keluarga untuk memberikan makan dan minum pada ibu di
sela kontraksi makanan yang cukup selama persalinan akan menambah
energy saat ibu menghadapi persalinan dan mencegah dehidrasi pada ibu
Respon :keluarga sudah memberikan makanan seperti roti dan sudah
memberikan minum air putih disela kontraksi ibu
207
Pukul 03.38
8. Mengajarkan ibu untuk relaksasi pernafasan dengan cara meminta ibu
menarik nafas panjang (melalui hidung), tahan nafas sebentar kemudian
dilepaskan dengan cara meniup (melalui mulut) sewaktu ada his
Respon : ibu mengerti dan sudah melakukan relaksasi pernafasan disela
kontraksi ibu
Pukul 03.45
9. Mengajarkan keluarga untuk melakukan massage effleurage Dengan cara
posisi ibu miring kekiri kemudian massage dilakukan dengan cara
menggunakan ujung jari yang lembut dan ringan melakukan usapan
ringan dan tanpa tekanan kuat tetapi usahakan ujung jari tidak lepas dari
permukaan kulit dilakukan ketika ibu merasakan kontraksi
Respon : Keluarga mengerti dak segera melakukan massage efflurage
ketika ibu sedang mersakan kontraksi
Pukul 04.00 WIB
10. Menganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih karena Kandung
kemih harus dikosongkan setiap 2 jam. Kandung kemih dan rectum yang
penuh akan menghambat penurunan bagian terbawah janin
Respon : ibu mengerti dengan anjuran yang diberikan bidan dan sudah ibu
BAK
208
Pukul 04.05 WIB
11. Menganjurkan ibu untuk beristirahat disela kontraksi
Respon : ibu mengerti dan akan beristirahat disela kontraksi
Pukul 04.10 WIB
12. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dengan memilih posisi yang nyaman
seperti miring kiri ,berjalan-jalan jongkok merangkak dan setengah duduk
Respon :ibu mengerti dan sudah memilih posisi yang nyaman dengan
miring kiri
Pukul 04.15 WIB
13. Ajarkan ibu teknik mengedan yang benar dengan cara minta ibu untuk
meneran bila ada dorongan yang kuat dan spontan, jangan meminta ibu
untuk meneran terus menerus atau tidak boleh meneran sambil menahan
nafas
Respon : ibu mengerti dan akan mengikuti anjuran dari bidan
Pukul : 04.25 WIB
14. Menyiapkan alat dan bahan persalinan.
Respon : alat dan bahan segera disiapkan
Pukul: 04.30 WIB
15. Memantau persalinan Kala I Menggunakan patograf untuk kemajuan
persalinan
Respon : Patograf sudah dipantau
209
KALA II PERSALINAN
1. Data Subjektif
a. Ibu mengatakan nyeri didaerah pinggang keperut bagian bawah
semakin sering
b. Ibu mengatakan keluar lendir semakin banyak
c. Ibu mengatakan seperti ingin buang air besar (BAB) dan mengedan.
2. Data Objektif
Kesadaran : Composmentis
TTV : Dalam batas normal
TD : 110/80 mmHg
T : 36,8 C
N : 84 x/menit
RR : 20 x/menit
PD : Porsio tidak teraba, pembukaan lengkap, ketuban (+),
preskep penurunan H-III (+), penunjuk UUK depan
Auskultasi : DJJ ( 147 x/menit)
Anus dan vulva membuka
Perineum menojol
Lendir bercampur darah semakin banyak dari jalan lahir ,ketuban (+)
3. ANALISA
Ny “S” umur 31 tahun, G4 P3 A0 hamil 39 minggu, intrauterin, janin
tinggal hidup, presentasi belakang kepala, keadaan ibu dan janin
baik,keadaan jalan lahir baik,inpartu kala II
210
4. PENATALAKSANAAN INPARTU KALA 2
Jumat 25 Maret 2022/Pukul 05.00 WIB
a. Menginformasikan kepada ibu dan keluarga bahwa pembukaan sudah
lengkap
Respon : Ibu dan keluarga sudah mengetahui bahwa pembukaan sudah
lengkap
Pukul 05.33 WIB
b. Menghadirkan pendamping selalu selama proses persalinan dan kelahiran
bayinya.
Respon : Suami dan keluarga selalu mendampingi ibu disaat waktu
bersalin
Pukul 05.35 WIB
c. Memberikan dukungan emosional agar ibu merasa semangat dan tidak
cemas menghadapi persalinan
Respon :Dukungan emosional ibu telah diberikan dan ibu merasa
nyaman dan tidak terlalu cemas dengan persalinannya
Pukul 05.38 WIB
d. Menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu nutrisi dan cairan ,karena
nutrisi yang cukup dapat menambah energy ibu dan kebutuhan cairan ibu
terpenuhi sehingga ibu tidak dehidrasi dalam menghadapi proses
persalinan
211
Respon : Keluarga mengerti dan ibu sudah diberikan makanan seperti roti
dan minum air putih disela kontraksi ibu
Pukul 05.42 WIB
e. Mengajarkan keluarga untuk melakukan massage punggung pada ibu
karena Massage punggung merupakan salah satu keadaan yang mampu
merangsang tubuh untuk mengeluarkan opoid endogen sehingga
terbentuknya sistem penekanan nyeri yang alhirnya akan menyebabkan
penurunan intensitas nyeri
Respon :Keluarga mengerti dan segera melakukan massge punggung
pada ibu disela kontaksi dan setelah dilakukan massage ibu
mengatakan sedikit nyaman (skala nyeri 6)
f. Membantu ibu memilih posisi yang nyaman karena Posisi yang nyaman
dan tenang akan membantu meringankan kenyamanan pasien dalam
menghadapi proses persalinan
Respon : ibu telah memilih posisi yang nyaman yaitu posisi litotomi
g. Memastikan alat partus set lengkap
Respon : Alat partus set sudah lengkap
h. Pimpin persalinan sesuai APN
1. Saat kepala bayi membuka vulva 5-6 cm,letakkan kain bersih dan kering
yang dilipat 1/3 nya dibawah bokong ibu dan siapkan kain handuk bersih
212
diatas perut ibu. Lindungi perineum dengan 1 tangan dilapis kain steril
dan tangan yang lain beralaskan kassa dikepala bayi sambil melakukan
tekanan lembut pada kepala bayi
Respon :Handuk bersih telah diletakkan diperut ibu serta kain bersih
sudah diletakkan dibawah bokog ibu, perineum telah dilindungi
dengan 1 tangan dilapisi kain steril dan kepala bayi lahir spontan
2. Usap muka bayi dengan kain atau kassa bersih
Respon : Muka bayi telah dibersikan dan lendir diwajah bayi hilang
3. Periksa lilitan tali pusat.
Respon : tidak ada lilitan tali pusat
4. Tunggu kepala melakukan putaran paksi luar secara spontan
Respon : kepala telah melakukan putaran paksi luar secara spontan
5. Letakkan tangan pada sisi kiri dan kanan kepala bayi (secara biparietal)
gerakkan kepala ke arah bawah dan lateral tubuh bayi hingga bahu depan
melewati simfisis dan gerakkan kepala ke atas dan lateral tubuh bayi
sehingga bahu dan seluruh dada dapat dilahirkan
Respon : pegangan bipariental telah dilakukan dan bahu bayi telah lahir
spontan
6. Susuri dari bagian tangan hingga memegang mata kaki
Respon : Bayi lahir spontan pukul 05.50 WIB
7. Lakukan penilaian secara cepat pada bayi dan segera mengeringkan tubuh
bayi kemudian membungkus bayi dengan kain kecuali bagian pusat dan
dada.
213
Respon :Tubuh bayi merah, menangis kuat gerakkan aktif tubuh bayi
telah dikeringkan menggunakn kain kecuali pusat dan dada
8. Lakukan palpasi abdomen.
Respon : Palpasi abdomen telah dilakukan
9. Jepit, potong dan bungkus tali pusat dengan kassa steril
Respon :tali pusat telah dipotong dan dijepit kemudian dibungkus dengan
menggunakan Kassa steril
10. Ganti kain bayi dengan kain yang kering dan meletakkan bayi di atas
perut ibu atau melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Respon : Kain telah diganti dengan kain kering dan IMD telah dilakukan
i. Pemantauan tanda bahaya persalinan Kala II
Respon : Pemantaun tanda bahaya persalinan kala II telah dilakukan
KALA III PERSALINAN
1. Data Subjektif
Ibu mengatakan :
e. Senang anaknya sudah lahir
f. Bayi menangis kuat
g. Perut terasa mules lagi
h. Terasa pengeluaran darah dari vagina
2. Data Objektif
i. Kesadaran : Composmentis
j. TTV : dalam batas normal
214
k. Kontraksi uterus baik
3. ANALISA/ ASSASMENT
Ny “S” usia 31 tahun,P4 A0 inpartu kala III
4. PENATALAKSANAAN INPARTU KALA III
Jumat 25 Maret 2022/ Pukul 05.00 WIB
a. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa bayinya lahir sehat dan
keadaan normal
Respon : Ibu mengerti dan rasa cemas sedikit berkurang
b. Menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum air putih
Respon : Ibu meminum air putih ± ½ gelas
c. Melakukan palpasi abdomen untuk mengetahui apakah adanya janin
kedua
Respon : Ibu hamil tunggal dan tidak ada janin kedua. TFU 1 jari
diatas pusat
d. Mengecek kandung kemih
Respon : Kandung kemih kosong
Pukul 05.51 WIB
e. Menyutikan Oksitosin 10 unit secara intra muskuler pada bagian
luar paha kanan 1/3 atas
Respon : Oksitosin telah disuntikkan 10 unit secara intra muscular
padabagian luar paha kanan 1/3 atas
Pukul 05.55 WIB
f. Melakukan peregangan tali pusat terkendali dengan cara dekatkan
215
klem 5-10 cm depan vulva, satu tangan meregangkan tali pusat dan
tangan satu lagi diatas perut Ibu secara dorso kramal setelah ada his
baru melakukan PTT
Respon : Plasenta telah lahir setelah 10 menit bayi lahir
Pukul 05.57 WIB
g. Jika plasenta telah keluar divulva pegang dengan kedua tangan dan
putar plasenta searah jarum jam
Respon : Plasenta telah lahir setelah 10 menit bayi lahir
h. Melakukan pengecekan plasenta (selaput dan kotiledon) plasenta lahir
lengkap dengan berat kurang lebih 500 gram
Respon :Pengecekan telah dilakukan plasenta lahir lengkap kotiledon
dan selaput ketubannya
i. Melakukan masase uterus dan ajarkan keluarga untuk masase
Respon : Keluarga mengerti dan Uterus teraba keras
Pukul 05.59 WIB
j. Mengecek perdarahan dan laserasi jalan lahir.
Respon : Perdarahan ± 200 cc dan tidak terdapat laserasi jalan lahir
KALA IV PERSALINAN
1. Data Subyektif
Ibu mengatakan :
d. Senang ari-arinya sudah lepas
e. Perutnya masih terasa keras dan mules
f. Darah masih keluar sedikit
216
2. Data Obyektif
f. Plasenta dan selaput janin lahir spontan lengkap pukul 05.56 WIB
g. TFU 2 jari dibawah pusat/sepusat
h. Perdarahan ± 200 cc
i. TTV dalam batas normal
TD : 110/70 mmHg
N : 83 x/menit P : 21 x/menit
S : 37 C
j. Kontraksi uterus Baik
3. ANALISA / ASSASMENT
Ny “S” usia 31 tahun, P4 A0, inpartu kala IV Fisiologis
4. PENATALAKSANAAN INPARTU KALA IV
Jumat 25 Maret 2022/Pukul 05.59 WIB
a. Mengobservasi TTV, TFU, kontraksi dan perdarahan tiap 15 menit
pada 1 jam pertama dan tiap 30 menit pada 1 jam kedua
Pukul : 06.00 WIB
Respon : Kontraksi uterus baik, tidak ada perdarahan pervaginam
yang berlebihan, perdarahan ± 200 cc TTV (TD 110/70
mmHg, Nadi 83 x/m, Respirasi 21 x/m, Suhu 37 ºC, TFU
2 jari dibawah pusat dan kandung kemih kosong.
217
Pukul 06.03 WIB
b. Menganjurkan suami dan keluarga Tetap pendamping ibu
Respon : Suami dan keluarga ibu tetap mendampingi ibu
Pukul 06.05 WIB
c. Mengajarkan keluarga untuk memeriksa uterus yang memiliki
kontraksi baik dan mengajarkan masase uterus apabila kontraksi uterus
tidak baik.
Respon : Keluarga mengerti dan akan melakukan massase uterus
apabila kontraksi uterus tidak baik
d. Menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu makan berupa nasi
dengansayur sup dan minum dengan air putih
Respon : Ibu makan dengan porsi ½ piring dan minum ± 1 gelas
Pukul 06.12 WIB
e. Menjaga personal hygiene ibu dengan memersihkan ibu dari sisa air
ketuban, lendir dan darah dan menggantikan pakaiannya dengan
pakaian bersih/ kering,membersihkan tempat tidur dengan larutan
klorin
Respon : Ibu telah dibersikan dan Ibu merasa nyaman setelah
dibersihkandari kotoran maupunsisa darah
Pukul 06.18 WIB
f. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Respon : Mencuci tangan telah dilakukan
Pukul 06.20 WIB
218
g. Melakukan pemantauan kala IV (1 jam pertama setiap 15 menit dan 1
jam kedua setiap 30 menit Observasi kontraksi uterus dan perdarahan
pervaginam setiap 15 menit di 1 jam pertama dan setiap 30 menit di 1
jam kedua), Tekanan darah, Nadi, TFU, Kontraksi uterus, Kandung
kemih, Perdarahan
Respon : Pemantauan KALA IV adalah observasi yang telampir
pada patograf
Pukul 06.25 WIB
h. Mendeteksi dini tanda bahaya kala IV seperti kontraksi, perdarahan,
dan tinggi fundus uteri
Respon : Tidak terdapat tanda bahaya Kala IV pada ibu
Pukul 06.30 WIB
i. Melanjutkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan cara meletakkan
bayi diatas perut ibu dengan posisi telungkup kepala bayi menghadap
kearah payudara ibu
Respon : IMD dilanjutkan selama ± 1 jam.
j. Melengkapi patograf
Respon :Patograf terlampir
219
ASUHAN KEBIDANAN
PADA BY Ny “ S” UMUR 0-6 JAM DENGAN BAYI BARU LAHIR
FISIOLOGIS DI PMB “D”
Hari/Tanggal Pengkaji : 25 Maret 2022
Jam Pengkaji : 05.50 WIB
Tempat Pengkaji : PMB Dewi Aprita Sartely A,[Link] , SKM
Pengkaji : Sera Despa Indah
A. Data Subjektif
1. Identitas
a. Bayi
Nama Bayi : By Ny “S”
Umur : 0 Jam
Tanggal Lahir : 25 Maret 2022
Jam Lahir : 05.00 WIB
2. Anamnesa
Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya yang ke 4 jenis kelamin
laki-laki pada tanggal 25 Maret 2022 pukul 05.50 WIB, saat lahir
langsung menagis kuat.
220
B. Data Objektif
1. Penilaian kebugaran : Bayi cukup bulan ,Air ketuban jernih, Menangis
kuat dan bernafas tidak megap-megap, Tonus otot kuat, Warna kulit
kemerahan
2. Pemeriksaan Umum : Keadaan umum baik, Kesadaran composmentis
C. ANALISA /ASSASMENT
[Link] S umur 0-6 jam dengan bayi baru lahir normal
D. PENATALAKSANAAN
Jum’at 25 Maret 2022/ Pukul 05.50 WIB
1. Penilaian kebugaran pada bayi , bayi menangis kuat warna kemerahan,
tonus otot kuat
Respon : Bayi menangis kuat dan tidak megap-megap
2. Menjaga kehangatan bayi, bungkus bayi kecuali muka dan dada untuk
mencegah terjadinya kehingan panas pada bayi
Respon : Bayi telah dibungkus
3. Membebaskan jalan nafas dengan memiringkan bayi dan
menggunakan kasa hisap lendir dari mulut dan hidung (jika
diperlukan)
Respon : Jalan nafas telah dibebaskan dan bayi dimiringkan
4. Keringkan tubuh bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh
lainnya kecuali bagian tangan, tanpa membersihkan verniks. Segera
ganti handuk basah dengan handuk atau kain yang kering.
Respon : bayi telah dikeringkan
221
5. melakukan penjepitan tali pusat 3 menit pasca bayi lahir. Lakukan
penjepitan ke-2 dengan jarak 2 cm dari penjepitan ke-1 ke arah ibu
potong dengan gunting steril dan ikat tali pusat sampai pulsasi tali
pusat berhenti, Setelah itu ikat (klem) dengan benang DTT atau steril
pada satu sisi kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan
mengikatnya dengan simpul kunci pada sisi lainya
Respon : Tali pusat sudah dipotong dan telah dijepit dengan
menggunakan penjepit tali pusat
6. Melakukan penilaian APGAR pada, 1 menit, 5 menit, 10 menit dan 15
menit setelah bayi lahir
Respon : Tali pusat telah dibungkus dengan menggunakan kassa
kering
7. Melakukan kontak kulit ibu dengan kulit bayi, IMD kurang lebih satu
jam dengan cara letakkan bayi tengkurap didada ibu, sehingga bayi
menempel di dada ibu dan kepala bayi harus berada di antara payudara
ibu tapi posisi kepala bayi lebih rendah dari puting. Selimuti ibu dan
bayi dengan kain hangat dan pasang topi dikepala bayi
Respon : IMD telah dilakukan
8. Memberikan suntikan vitamin K mg intramuscular, di paha kiri
anterolateral setelah inisiasi menyusu [Link] mencegah terjadinya
pendarahan di berbagai organ tubuh seperti otak, lambung dan usus
dan membantu proses pembekuan darah pada bayi baru lahir
Respon : Vit K telah disuntikkan pada paha kiri bayi secara IM
222
9. Memberi salep mata antibiotika pada kedua mata untuk mencegah
penyakit mata karena klamida (penyakit menular seksual)
Respon : salep mata telah diberikan pada bayi
10. Memberi imunisasi Hepatitis B 0,5 ml intramuscular, di paha kanan
anterolateral, kira-kira 1 - 2 jam setelah pemberian vitamin K1.
Respon : HB 0 telah disuntikkan pada paha kanan bayi
11. Melakukan bounding attacmenth kepada ibu dan bayi
Respon : Bounding attacmenth telah dilakukan dengan ibu memelu
erat bayinya
12. Pemantauan tanda bahaya pada bayi baru lahir, Bayi tampak lemah,
sulit menghisap, Kesulitan bernafas, Nafas cepat atau lambat., Letargi,
Warna abnormal (pada kulit dan bibir tampak biru dan sclera tampak
kuning atau pucat ), Suhu tubuh mengalami hipotermi (suhu :< 36°C)
atau mengalami febris (suhu > 37,5°C), Tali pusat tampak merah,
bengkak, keluar cairan berbau busuk dan berdarah, Mata bengkak dan
mengeluarkan cairan, Bayi tidak berkemih dalam waktu 24 jam
pertama, Bayi tidak defekasi dalam waktu 48 jam pertama
Respon : Tidak terdapat tanda bahaya pada BBL
223
ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS
PADA [Link] S UMUR 6-48 JAM DENGAN BAYI BARU LAHIR
FISOLOGIS DI PMB “D”
Hari/Tanggal Pengkaji : 25 Maret 2022
Jam Pengkaji : 11.50 WIB
Tempat Pengkaji : PMB Dewi Aprita Sartely A,[Link] , SKM
Pengkaji : Sera Despa Indah
A. Data Subjektif
1. Identitas
a. Bayi
Nama Bayi : By Ny “S”
Umur : 6 Jam
Tanggal Lahir : 25 Maret 2022
Jam Lahir : 05.50 WIB
2. Anamnesa
a. Ibu mengatakan telah melahirkan bayinya 6 jam yang lalu
b. Ibu mengatakan bayinya dalam keadaaan sehat
c. Ibu mengatakan anaknya bergerak aktif.
d. Ibu mengatakan bayinya sudah BAK dan BAB 1 kali
e. Ibu mengatakan anaknya menyusu dengan kuat
224
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
2. Tanda-tanda vital :
Frekuensi jantung : 127 x/menit
RR : 42 x/meit
T : 36,7 oC
Antropometri
BB : 3400 gr
PB : 49 cm
LD : 34 cm
LK : 33 cm
3. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : bersih, tidak ada caput succedaneum dan Chepal
haematoma
tidak ada kelainan
b. Muka : simetris, tidak pucat, tidak ada kelainan
c. Mata : an anemis, an ikterik, tidak ada strabismus tidak ada
kelainan
d. Telinga : simetris, bersih ,Lubang telinga ka/ki (+/+), tidak ada
kelainan
225
e. Hidung : simetris, tidak ada pernapasan cuping hidung,tidak ada
kelainan
f. Mulut : Mukosa bibir lembab, tidak ada Labioskizis, tidak ada
palatoskizis, tidak ada kelainan,reflek rooting( +) reflek sucking
(+)
g. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar parotis, reflek tonick neck
(+)
h. Dada : simetris, tidak ada retraksi, bunyi pernapasan normal tidak
ada kelainan
i. Abdomen : tali pusat masih basah dan tidak terdapat tanda-tanda
infeksi, tidak ada kelainan
j. Genetalia : jenis kelamin laki-laki, Lubang uretra ada, tidak ada
Hipospidia dan epispadia,testis turun.
k. Anus : ada
l. Ekstremitas Atas: simetris, jari lengkap, tidak ada
sindaktili/polidaktili, tidak ada kelainan reflek morro (+)
m. Ekstremitas Bawah : simetris, jari lengkap , tidak ada sindaktili
dan polidaktili, dan tidak terdapat kelainan reflek babynski ( +)
n. Kulit : tidak pucat, tidak ada icterus
o. Punggung : tidak ada spina bifida
226
C. ANALISA/ ASSASMENT
By. Ny S umur 6 jam jenis kelamin laki-laki dengan bayi baru lahir
normal
D. PENATALAKSANAAN
Hari/tanggal/bulan PENATALAKSANAAN
/tahun/jam
Jum’at 1. Melakukan Informed consent
Pada kelurga bayi
12.00 WIB Respon:
Keluarga mengerti dan menyetujui dengan dilakukan
tindakan
2. Menginformasikan hasil pemeriksaan yang dilakukan
Respon :
Keluarga mengetahui dengan hasil pemeriksaan yang
dilakukan
3. Memandikan bayi setelah 6 jam sampai 24 jam pasca
kelahiran bayi
Respon :
Bayi bersih dan tampak nyaman setelah dimandikan
4. Melakukan Perawatan tali pusat dengan menggunakan
Topikal ASI
Respon :
Perawatan tali pusat telah dilakukan dengan menggunakan
topikal ASI
5. Mengajarkan ibu untuk merawat tali pusat dan
menggantikan kasa tali pusat jika lembab atau terkena air
kencing bayi.
Respon :
Ibu mengerti dan akan merawat tali pusat bayinya dan akan
segera menggantikan kasa jika lembab dan terkena air
kencing
6. Menganjurkan ibu untuk memperhatikan Tanda infeksi
pada tali pusat bayi baru lahir ditandai dengan tali
pusat bayi bernanah, berbau, berwarna merah, panas,
bengkak dan terdapat area lembut di sekitar dasar tali
pusat seukuran uang logam seratus rupiah
Respon :
Ibu mengeti dan akan terus memperhatikan tali pusat
bayinya jika terdapat tanda-tanda infeksi dan akan
227
kefasilitas kesehatan jika terdapat tanda-tanda bahaya
7. Menjaga suhu bayi agar tetap normal dengan
memperhatikan mekanisme kehilangan panas dengan cara
membedong bayi dengan kain bersih dan kering serta
meletakkan bayi ditempat yang hangat.
Respon :
bayi tidak kedinginan
8. Melakukan Penkes tentang menyusui kepada ibu karena
banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari ASI. Tidak
saja dalam keuntungan pertumbuhan dan perkembangan
bayi, tapi juga hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi
Respon :
Ibu mengerti manfaat menyusui dan akan menyusui bayinya
9. Menganjurkan ibu untuk menyusui secara on demand
karena memberikan ASI sesering mungkin sesuai keinginan
bayi (On demand) atau sesuai keinginan ibu (jika payudara
penuh) atau sesuai kebutuhan bayi setiap 2-3 jam (paling
sedikit setiap 4 jam) kebuhutuhan nutrisi bayi terpenuhui
dengan baik.
Respon :
Ibu mengerti dan akan menyusui bayinya sesering mungkin
10. Menganjurkan ibu untuk menyusui secara esklusif dengan
memberikan ASI saja (ASI eksklusif) sampai bayi berumur
6 bulan. Selanjutnya pemberian ASI diberi kan hingga anak
berusia 2 tahun, dengan penambahan makanan lunak atau
padat yang disebut MPASI.
Respon :
Ibu mengerti dan akan menyusui bayinya secara ekslusif
sampai bayi berumur 6 bulan
11. Penkes tanda-tanda bahaya pada Bayi baru lahir, tanda-
tanda bahaya seperti berikut :
- Pernapasan sulit atau lebih dari 60 x permenit.
- Terlalu hangat ( > 38°C) atau terlalu dingin (< 36°C).
- Kulit bayi kering (terutama 24 jam pertama), biru, pucat
atau memar.
- Hisapan saat menyusu lemah, rewel, sering muntah,
mengatuk berlebihan.
- Tali pusat merah, bengkak, ke luar cairan, berbau busuk,
berdarah.
- Tanda-tanda infeksi seperti suhu tubuh meningkat, merah,
bengkak, bau busuk, keluar cairan, pernapasan sulit.
- Tidak BAB dalam 3 hari, tidak BAK dalam 24 jam, tinja
lembek/encer, sering ber warna hijau tua, ada lendir atau
darah.
- Menggigil, rewel, lemas, mengantuk, kejang, tidak bisa
228
tenang, menangis terus-menerus.
Respon :
Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada bayi baru
lahir dan jika terjadi ibu akan segera kefasilitas kesehatan.
CATATAN PERKEMBANGAN KN-2
Kunjungan Neonatus 3-7 Hari
Hari/ CATATAN PERKEMBANGAN Paraf
tanggal/bulan
/tahun/jam
Senin , 27 S :
Maret 2022
a. Ibu mengatakan tali pusat bayinya belum kering
08.00 WIB b. Ibu mengatakan bayi menyusu dengan kuat
O:
Frekuensi jantung : 131 x/menit
RR : 44 x/meit
T : 36,5 oC
Pemeriksaan Fisik :
a. Dada : simetris, tidak ada retraksi, bunyi pernapasan
normal tidak ada kelainan
b. Abdomen : tali pusat sudah sedikit kering dan tidak
terdapat tanda-tanda infeksi, tidak ada kelainan
c. Kulit : Tidak pucat dan tidak terdapat tanda-tanda
ikterus
A:
By Ny S Umur 3 hari Fisiologis
P:
a. Mengobservasi keadaan umum dan tanda-tanda vital
pada bayi
Respon :
TTV dalam batas normal dan keadaan umum bayi
baik
b. Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI pada
bayi tanpa tambahan makanan lainnya dan
memperhatikan saat bayi menyusu apakah benar atau
tidak
229
Respon :
Ibu mengerti dan tetap akan memberikan ASI ekslusif
pada bayinya sampai bayi berusia 6 bulan
c. Merawat tali pusat bayi dan membungkus
menggunakan kassa dengan topikal ASI
Respon :
Tali pusat bersih, belum kering dan tidak ada tanda-
tanda infeksi
d. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga tali pusat
bayinya ganti kassa apabila basah dan lembab
Respon :
ibu mengerti dengan anjuran yang diberikan dan akan
segera menggantikan kassa bayinya jika lembab dan
basah
e. Menganjurkan ibu untuk menjemur bayinya pada pagi
hari dibawah jam 9 minimal 15 menit
Respon :
Ibu mengerti dan selalu menjemur bayinya dipagi hari
dibawah jam 9
f. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kehangatan
pada bayi dan tempat tidur
Respon :
ibu mengerti dan selalu menjaga kehangatan bayinya
dengan menggunakan bedong dan selimut dan
menidurkan anaknya dikasur yang kering
g. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan
bayinya dengan mengganti popok bayi bila basah
karna BAK dan BAB
Respon :
ibu mengerti dan selalu mejaga kebersihann bayinya
jika bayinya BAK/BAB
CATATAN PERKEMBANGAN KE 2
Kunjungan Neonatus hari ke-4
Hari/ tanggal/ CATATAN PERKEMBANGAN Paraf
bulan/tahun/jam
Sabtu 28 Maret S:
2022
- Ibu mengatakan tali pusat bayinya sudah lepas
- Ibu mengatakan bayi menyusu dengan kuat
O:
Frekuensi jantung : 132 x/menit
230
RR : 40 x/meit
T : 36,6 oC
Pemeriksaan Fisik :
1. Dada : simetris, tidak ada retraksi, bunyi pernapasan
normal tidak ada kelainan
2. Abdomen : tali pusat telah lepas dan tidak terdapat tanda-
tanda infeksi
3. Kulit : Tidak pucat dan tidak terdapat tanda-tanda ikterus
A:
By Ny S Umur 4 hari Fisiologis
P:
1. Mengobservasi keadaan umum dan tanda-tanda vital pada
bayi
Respon :
TTV dalam batas normal dan keadaan umum bayi baik
2. Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI pada bayi
tanpa tambahan makanan lainnya dan memperhatikan saat
bayi menyusu apakah benar atau tidak
Respon :
Ibu mengerti dan tetap akan memberikan ASI ekslusif pada
bayinya sampai bayi berusia 6 bulan
3. Menganjurkan ibu untuk menjemur bayinya pada pagi hari
dibawah jam 9 minimal 15 menit
Respon :
Ibu mengerti dan selalu menjemur bayinya dipagi hari
dibawah jam 9
4. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kehangatan pada
bayi dan tempat tidur
Respon :
ibu mengerti dan selalu menjaga kehangatan bayinya
dengan menggunakan bedong dan selimut dan menidurkan
anaknya dikasur yang kering
5. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan bayinya
dengan mengganti popok bayi bila basah karna BAK dan
BAB
Respon :
Ibu mengerti dan selalu mejaga kebersihann bayinya jika
bayinya BAK/BAB
231
CATATAN PERKEMBANGAN KE 3
KUNJUNGAN NEONATUS 3 ( 8-28 HARI )
Hari/tanggal/ CATATAN PERKEMBANGAN Paraf
bulan/tahun/jam
Senin , S:
28 Maret 2022 - Ibu mengatakan bayinya menyusu adekuat
- Bayi dalam keadaan sehat dan tidak rewel
08.00 WIB
O:
Frekuensi jantung : 129 x/menit
RR : 46
x/meit
T : 36,6 oC
A:
- By Ny S Umur 10 hari Fisiologis
P:
1. Mengobservasi keadaan umum dan tanda-tanda
vital pada bayi
Respon : TTV dalam batas normal dan keadaan
umum bayi baik
2. Tetap mengingatkan ibu mengani pemberian ASI
saja selama 6 bulan dan menjaga kebersihan, serta
selalu menjaga kehangatan bayi
Respon :Ibu mengerti dengan anjuran dari bidan
dan akan tetap menyusui bayinya secara ekslusif
sampai usia bayi 6 bulan
3. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya
sesering mungkin
Respon : Ibu mengerti dan selalu menyusui
bayinya
4. Menganjurkan ibu untuk menghindari bayi baru
lahir kontak dengan orang sakit
Respon : ibu mengerti dan akan selalu menjaga
kesehatan bayinya
232
5. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga
kehangatan bayinya dengan memakai bedong dan
selimut
Respon : ibu mengerti dan selalu tetap menjaga
kehangatan bayinya seperti sebelumnya
233
ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS FISIOLOGIS
PADA Ny “S” P4 A3 POST PARTUM 6-48 JAM
Hari/tanggal pengkajian : 26 Maret 2022
Jam pengkajian : 11.50 WIB
Tempatpengkajian : PMB Dewi Aprita Sartely
Pengkaji : Sera Despa Indah
A. DataSubjektif
1. Keluhan Utama
Ibu mengatakan telah melahirkan anak ke 4 .Jam 05.50 WIB yang
lalu secara normal, sekarang mengeluh perut bagian bawah masih mules
dan keluar darah berwarna merah kehitaman dari kemaluan dan sudah bisa
BAK 2 jam yang lalu
2. Pola Kebiasaan sehari hari
a. Nutrisi 6 jam pasca persalinan
Makan dan minum : ibu mengatakan sudah makan 1x dengan sayur
bening dan lauk ayam , minum 3 gelas minum air putih 2 gelas dan
the hangat 1 gelas.
b. Eliminasi 6 jam pasca persalinan
BAB dan BAK:
Ibu mengatakan sudah BAK 2 kali dan Belum BAB
c. Personal Hygiene 6 jam pasca persalinan
234
Ibu mengatakan tubuhnya sudah dilap dengan waslap dan air hangat
d. Istirahat tidur 6 jam pasca persalinan
Ibu mengatakan sudah tidur malam 2 jam
e. Deteksi dini post partum blues & Depresi Post Partum:
a) Apakah ibu menginginkan kehadiran bayinya sekarang: iya
b) Apakah ibu sudah terbiasa merawat bayinya: iya
c) Apakah ibu merasakan kesedihan karena kurangnya kebebasan
semenjak ada bayinya : tidak
d) Apakah ibu sulit untuk berinteraksi sosial semenjak kelahiran
bayinya: iya
e) Apakah kemandirian ibu berkurang setelah mempunyai bayi :
tidak
f. Keadaan Psikososial Spritual : Ibu mengatakan hubungan suami istri
baik
B. Data objektif
1. Pemeriksaan Umum
K/U : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 110/70 mmhg
Suhu tubuh : 36,8 C
Denyut nadi : 82 x/menit
235
Pernapasan : 22 x/menit
Antropometri : Tinggi badan : 152 cm
BB sekarang : 75 kg
2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : Simetris, Bersih, Distribusi rambut merata, tidak ada
kerontokan dan benjolan serta tidak ada nyeri tekan
b. Muka : Tidak Pucat, tidak ada cloasma dan oedema serta tidak
ada nyeri tekan
c. Mata : Simetris, bersih , konjungtiva an-anemis , sclera an
ikterik, tidak ada kelainan
d. Hidung : Simetris, bersih, tidak ada pengeluaran dan polip
e. Telinga : simetris, bersih, tidak ada serumen, tidak ada pengeluaran
f. Mulut : Lembab, Lidah Bersih ,tidak ada Caries dan stomatitis
serta tidak terdapat kelainan.
g. Leher : Tidak ada Pembesaran kelenjar Tyroid , kelenjar
Limfe dan vena jugularis
h. Dada : Simetris, Bersih, tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada
nyeri tekan dan kelainan
i. Payudara : Simetris, Hiperpigmentasi, Menonjol, tidak ada
benjolan dan nyeri tekan, terdapat pengeluaran berupa ASI
j. Abdomen : tidak ada bekas luka operasi , tidak ada linea TFU
sesuai hari nifas, kontraksi uterus baik , benjolan abnormal tidak
ada , diastasi recti 2cm, kandung kemih kosong
236
k. Genetalia : Keadaan vulva baik , tidak terdapat luka jahitan, bersih
pengeluaran lochea rubra dan bau khas lovhea jumlah pengeluaran
200cc
l. Ekstremitas atas dan bawah
1) Atas :Simetris, Bersih, tidak pucat ,tidak ada oedema, tonus oto
kuat,
Kelainan tidak ada
2) Bawah : Simetris, bersih , tidak pucat, tidak ada oedema, tonus
otot
kuat dan tidak ada kelainan dan varises, reflex patella (+), tanda
human (-)
C. ANALISA/ ASSASMENT
1. Diagnosa
Ny “S. ” umur 31 tahun P4 A0 ..nifas 6 jam Fisiologi
D. PENATALAKSANAAN
Haritanggal/bulan PENATALAKSANAAN
/tahun/jam
Jum’at 1. Melakukan informed consent pada ibu dan keluarga untuk
25 Maret 2022 tindakan yang akan dilakukan
11.50 WIB Respon : Ibu mengerti dan menyetujui dengan tindakan yang
akan dilakukan
2. Mengobservasi tanda-tanda vital meliputi tekanan darah,
nadi, pernafasan dan suhu yaitu :
TD : 110/70 mmHg
N : 83x/menit
S : 37,2 C
RR : 22x/menit
Respon : TTV telah diobservasi dan ibu telah mengetahui
hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
237
3. Mengobservasi perdarahan, kontraksi uterus, TFU ,lochea
dan jahitan perineum, yaitu :
Pendarahan : 200cc
Kontraksi uterus : baik
Lochea : rubra
Respon : Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan yang
dilakukan
4. Mengajarkan keluarga cara mengecek fundus berkontraksi
atau tidak dengan cara melakukan masase uterus fundus ibu
Respon : Keluarga mengerti dan dapat melakukan massage
uterus dengan benar
5. Memberitahu ibu untuk tidak menahan kemih dan segera
berkemih 3-4 jam pasca persalinan
Respon : ibu mengerti dan tidak akan menahan untuk
berkemih
6. Melakukan pemberian ASI awal
Respon : Pemberian ASI telah diberikan dan bayi mulai
mencari puting
7. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makan-makanan
yang bergizi dan tinggi kalori serta protein
Respon : ibu mengerti dan bersedia untuk makan-makanan
yang bergizi dan tinggi kalori serta protein
8. Menganjurkan ibu untuk minum 8-10 gelas perhari
Respon : ibu mengerti dan akan minum 8-10 gelas perhari
9. Menganjurkan ibu untuk melakukan mobilisasi dini seperti
berjalan sedikit demi sedikit dengan melakukan mobilisasi
dapat mencegah infeksi puerperium, melancarkan
pengeluaran lochea, mempercepat involusi alat kandungan,
melancarkan fungsi gastrointestinal, melancarkan funsi
perkemihan, meningkatkan kelancaran peredaran darah
sehingga mempercepat pengeluaran ASI
Respon : ibu mengerti dan telah melakukan mobilisasi dini
dengan miring kekiri/kanan secara pelan-pelan, dan perlahan
menggerakkan tubuhnya
10. Melakukan pijat oksitosin pada ibu untuk meperlancar
pengeluaran ASI pada ibu
Respon : Pijat oksitosin telah dilakukan dan ibu merasa
lebih nyaman
11. Konseling pada ibu tentang tehnik menyusui yang baik
dan benar agar ibu dapat menyusui bayinya dengan baik
dan benar
Respon : Konseling telah diberikan ibu mengerti dapat
melakukan tehnik menyusui sesuai yang diajarkan bidan
238
dengan benar
12. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga personal hyigine
nya dengan memakai pembalut dan mengantinya jika
terasa lembab
Respon: Ibu mengerti dan mau mengikuti anjuran dari
bidan
CATATAN PERKEMBANGAN KF 2
KUNJUNGAN II (3-7 Hari)
Hari Catatan Perkembangan Paraf
/Tanggal/bulan
/tahun/jam
Senin , 28 Maret S :
2022 pukul: 08.00
WIB - Ibu mengatakan ASI sudah keluar banyak
- Ibu mengatakan bayi menysu dengan kuat
O : Tekanan Darah : 120/80 mmH
Pernapasan : 84x/menit
Respirasi : 22x/menit
Suhu :36,8 C
Pemeriksaan fisik
- Abdomen
Kandung kemih : kosong
TFU : Pertengahan pusat sympisis
- Genetalia
Lochea : Sanguilenta
Pengeluaran : 50cc
A:
Ny S Umur 31 Tahun P4 A3 Dengan Nifas 3 hari
P:
1. Mengoberservasi tanda-tanda vital, TFU
Kandunga kemih dan pendarahan pervaginam
pada ibu dan memberitahu hasil pemeriksaan
239
Respon :
TTV dalam batas normal dan ibu mengetahui
hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
2. Menganjarkan ibu untuk melakukan senam nifas
dipagi hari dengan melakukan senam dapat
memulihkan kondisi otot-otot diarea perut
danpanggul, meningkatkan energi dan stamina
serta meningkatkan kadar hormon endorfin dan
mengurangi stress
Respon :
Ibu mengerti dan dengan sedikit-sedikit gerakan
senam yang diajarkan dan akan melakukannya
kembali
3. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayi setiap 2
jam sekali
Respon :
ibu mengerti dan mau mengkitu anjuran yang
diberikan
4. Menganjurkan ibu agar istirahat dan tidur yang
cukup untuk mencegah kelelahan yang
berlebihan
Respon :
Ibu mengerti dan sudah beristirahat yang cukup
5. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga
payudara tetap bersih dan kering, terutama
puting susu,serta menganjurkan ibu untuk
memakai bra yang menyokong payudara
Respon :
Ibu mengerti dan sudah menjaga payudara nya
dengan besih serta telah memamkai bra
penyokong payudara
6. Menganjurkan ibu untuk makan-makanan yang
menandung protein seperti ikan ,telur dan sayur-
sayuran hijau
Respon :
ibu mengerti dan sudah makan-makanan yang
bergizi
7. menganjurkan ibu untuk tetap menjaga
personal hyigiene nya
Respon :
ibu mengerti dan sudah menjaga personal
hyigiene nya dengan menganti pakaian dalam
jika kotor dan terasa lembab
8. Intervensi dilanjutkan pada kunjungan
berikutnya
240
CATATAN PERKEMBANGAN KF-3
Kunjungan KF 3 ( 8-28 Hari )
Hari/tanggal/bulan/ CATATAN PERKEMBANGAN Paraf
tahun/jam
Rabu, 6 April 2022 S:
- Ibu mengatakan bayi menyusu dengan kuat
- Ibu mengatakan waktu istirahat sudah cukup dan
baik
- Ibu mengatakan tidak ada penyulit apapun
- Ibu mengatakan sudah mampu merawat bayinya
sendiri
O:
Tanda-tanda vital
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Pernapasan : 84x/menit
Respirasi : 22x/menit
Suhu :36,8 C
Pemeriksaan fisik
- Payudara
Puting susu : Menonjol
Pengeluaran : Ada
- Abdomen
Kandung kemih : kosong
Genetalia
Kebersihan : Bersih
Lochea : Alba
A:
Ny S umur 31 Tahun P4 A3 nifas 14 hari
P:
a. Mengobservasi Tanda-tanda vital , TFU,
Kandung kemih serta memberitahu hasil
pemeriksaan pada ibu
Respon :
241
TTV dalam batas normal dan ibu telah
mengetahui hasil pemeriksaan yang telah
dilakukan
b. Tetap menganjurkan ibu untuk makan-makanan
yang bergizi mengandung protei dan buah-
buahan serta minum 8-10 gelas perhari
Respon :
ibu mengerti dan sudah makan-makanan bergizi
yang mengandung protein serta minum sudah 8-
10 gelas sehari
c. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga
kebutuhan istirahat tidur
Respon :
ibu mengerti dan sudah istirahat dengan cukup
d. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga
payudara tetap bersih dan kering terutama pada
puting susu serta menganjurkan ibu untuk
memakai bra yang menyokong payudara
Respon :
ibu mengerti dan selalu memakai bra
penyokong payudara serta tetap menjaga
kebersihan payudara ibu
e. Menganjurkaan ibu untuk tetap menyusui
bayinya setiap 2 jam sekali
Respon :
ibu mengerti dan sudah menyusui bayi setiap 2
jam sekali
CATATAN PERKEMBANGAN KF 4
Hari/tanggal/bulan/ CATATAN PERKEMBANGAN Paraf
tahun/jam
Rabu, 27 April 2022 S:
- Ibu mengatakan bayi menyusu dengan kuat
- Ibu mengatakan tidak ada penyulit yang ia alami
beberapa minggu yang lalu
O:
Tanda-tanda vital
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Pernapasan : 80x/menit
Respirasi : 21x/menit
242
Suhu :36,5 C
Pemeriksaan fisik
- Abdomen
Kandung kemih : kosong
TFU : Tidak teraba
Genetalia
Kebersihan : Bersih
Lochea : Alba
A:
Ny S umur 31 Tahun P4 A3 nifas 34 hari
P:
a. Mengobservasi Tanda-tanda vital , TFU,
Kandung kemih serta memberitahu hasil
pemeriksaan pada ibu
Respon : TTV dalam batas normal dan ibu telah
mengetahui hasil pemeriksaan yang telah
dilakukan
b. Menilai apakah ada tanda-tanda infeksi seperti
demam tinggi atau lebih yang terjadi selama 2
hari berturut-turut
Respon : tidak ada tanda-tanda infeksi pada ibu
suhu tubuh ibu normal
c. Menganjurkan ibu dan suami untuk memakai
alat kontrasepsi dan menjelaskan
kelebihan ,kekurangan dan efek sampingnya
Respon : ibu mengerti dengan a juran dari bidan
dan sudah memilih kontrasepsi sesuai kemauan
ibu
d. Memberitahu ibu bahwa aman untuk memulai
hubungan suami istri
Respon : ibu mengerti
e. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga payudara
tetap bersih dan kering terutama pada puting
susu serta menganjurkan ibu untuk memakai bra
yang menyokong payudara
Respon : ibu mengerti dan selalu memakai bra
penyokong payudara serta tetap menjaga
kebersihan payudara ibu
f. Menganjurkaan ibu untuk tetap menyusui
bayinya setiap 2 jam sekali
Respon : ibu mengerti dan sudah menyusui bayi
setiap 2 jam sekali
243
BAB IV
PEMBAHASAN
Asuhan kebidanan yang telah penulis lakukan dari tanggal 3 Maret 2022
terhadap Ny “S” Dengan kehamilan, persalinan, nifas, BBL, Neonatus fisiologis
akan dibahas dalam BAB ini apakah terdapat kesenjangan atau tidak antara teori
dan kasus dalam “ Asuhan kebidanan komprehensif pada ny “S” umur 31 tahun
Fisiologis” Penulis akan menguraikan pembahasan berdasarkan data Subjektif,
Objektif, Analisa, dan Penatalaksanan
1. Asuhan Kebidanan Kehamilan
Pada pengkajian yang dilakukan pada Ny “S” umur 31 Tahun
G4P3A0 Usia kehamilan TM III, yang dikaji pertama kali pada tanggal 03
Maret 2022 ditemukan masalah ibu bahwa ibu mengalami nyeri punggung.
Berdasarkan kasus pada Ny “S” asuhan yang diberikan sesuai
dengan diagnosa, masalah, kebutuhan serta konsep teori yang ada, masalah
nyeri punggung bagian bawah pada ibu hamil trisemester III Menurut
Yuliani, dkk 2017 yaitu tentang ketidaknyaman ibu hamil trisemester III
yang terjadi pada nyeri punggung bagian bawah dikarena pada ibu hamil
trisemester III berat uterus yang semakin membesar akan menyebabkan
punggung lordosis sehingga terjadi lengkungan punggung yang
menyebabkan peregangan otot punggung dan menimbulkan rasa nyeri.
Asuhan yang diberikan sesuai dengan perencanaan maka diberikan
asuhan untuk mengatasi nyeri punggung bagian bawah yaitu sesuai dengan
244
teori Adnyani 2021, dengan melakukan salah satu gerakan yoga cow pose-
cat pose dimana pada pose ini ibu hamil menarik badan kedalam dan
keluar dan diimbangi dengan pernapasan. Kemudian menganjurkan ibu
untuk massage punggung dan kompres air hangat selama 2-3 menit,
Setelah dilakukan Asuhan Pada tanggal 3 maret 2022 pukul 14.00 WIB
Ibu mengatakan setelah dilakukan gerakan yoga cow pose-cat pose ibu
merasakan sedikit nyaman sebelum dilakukan intervensi dengan skala
nyeri 6 sesudah dilakukan intervensi skala nyeri menjadi 5.
Asuhan pada kunjungan kedua II pada tanggal 6 maret 2022 ibu
mengatakan nyeri punggung masih terasa sedikit, Ibu mengatakan sudah
kompres air hangat dan masage punggung dan mengulangi tehnik gerakan
yoga cow pose-cat pose, Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan
pemeriksaan KU baik, kesadaran composmethis, TTV dalam batas
normal, Asuhan yang diberikan adalah adalah menganjurkan ibu untuk
tetap kompres air hangat dan masage punggung jika nyeri masih terasa,
penkes untuk memilih BH yang tepat, penkes tentang personal hyigiene,
kemudian penkes mengani makan-makanan bergizi. Setelah dilakukan
asuhan ibu mengerti dan akan mengikuti semua Anjuran yang diberikan
petugas dengan skala nyeri turun menjadi 3 (nyeri ringan)
Asuhan pada kunjungan ke III pada tanggal 9 Maret 2022 Ibu
mengatakan nyeri punggung berkurang, setelah dilakukan pemeriksaan
didapatkan pemeriksaan KU baik, kesadaran composmethis, TTV dalam
batas normal, Asuhan yang diberikan adalah adalah tetap menganjurkan
245
ibu untuk masaage punggung dan kompres air hangat jika nyeri pungung
masih terasa, penkes mengenai makan-makanan bergizi, penkes untuk
tetap menjagapola istirahat dan tidur, tetap menganjurkan ibu untuk
menjaga personal hyigine, setelah dilakukan Asuhan ibu mengerti dan
sudah megikuti semua anjuran dari bidan dan skala nyeri turun menjadi 2
(nyeri sedang )
Asuhan pada kunjungan IV Pada tanggal 11 Maret 2022 ibu
mengatakan tidak merasakan nyeri punggung lagi dan sudah mengikuti
semua anjuran yang diberikan oleh bidan, setelah dilakukan pemeriksaan
didapatkan KU ibu baik kesadaran composmethis TTV dalam batas
normal. Dan penkes pada ibu mengenai persiapan persalinan serta tanda-
tanda bahaya dan intervensi dihentikan masalah pada ibu teratasi
Asuhan pada Ny “S” telah dilaksanakan sesuai dengan teori yang
ada, tetapi pada asuhan massage punggung dan compress air hangat pada
saat kunjungan hanya menganjurkan ibu untuk melakukan asuhan tersebut
dikarenakan pada saat dilakukan kunjungan ibu sedang berada ditempat
dia berjualan dan asuhan yang diberikan berjalan dengan baik sehingga
masalah ibu dapat teratasi
Berdasarkan pengkajian yang dilakukan tidak ada kesenjangan
antara teori dan kasus hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan.
2. Asuhan kebidanan persalinan
Berdasarkan pengkajian yang di lakukan pada tanggal 25 Maret
2022 pada Ny “S” umur 31 tahun G4P3A0 ibu datang pada pukul 05.50
246
WIB dengan pembukaan 6 cm, ibu mengatakan usia kehamilannya 39
minggu dan ibu merasa mules-mules dari perut bagian bawah kepinggang
sejak pukul 22.00 WIB pada tanggal 14 maret 2022 dan ada pengeluaran
cairan lendir bercampur darah. Hal ini sesuai dengan teori ilmiah
Persalinan adalah rangkaian peristiwa keluarnya bayi yang sudah cukup
berada dalam rahim ibunya, dengan disusul oleh keluarnya plasenta dan
selaput janin dari tubuh ibu. Dalam ilmu kebidanan, ada berbagai jenis
persalinan, di antaranya adalah persalinan spontan, persalinan buatan, dan
persalinan anjuran ( Fitriana dan Nurwiandani, 2021).
Penatalaksanaan asuhan kebidananan pada Ny “S” kala I
Persalinan didapatkan ketidaknyaman ibu merasakan nyeri persalinan
berdasarkan kasus kala 1 asuhan untuk pengurangan rasa nyeri sesuai
dengan teori Amin, dkk, 2019 untuk mengatasi nyeri persalinan ini
adalah dengan melakukan massage efflurage yaitu dengan cara
mengunakan ujung jari yang ditekan lembut dengan ringan membantu
relaksasi menurunkan nyeri melalui peningkatan aliran darah sehingga
memberikan perasaan nyaman dan saat dilakukan nyeri ibu berkurang ,
Asuhan diberikan pada pukul 04.10 WIB dilakukan pemeriksaan dalam
Kembali dan didapatkan pembukaan 7 cm dan kontraksi ibu semakin
kuat, TTV dalam batas normal, KU ibu baik, kesadaran composmethis
observasi tanda-tanda vital, memantau kemajuan persalinan menggunakan
patograf, melakukan masage efflurge sesuai dengan teori, menganjurkan
ibu makan, menganjurkan ibu untuk minum, menghadirkan ibu dan suami
247
pasien sebagai pendamping persalinan, menjaga personal hygiene,
menganjurkan ibu melakukan mobilisasi dan atur posisi, menganjurkan
ibu untuk istirahat disela kontraksi, memberikan dukungan psikologi dari
suami, keluarga, dan tenaga kesehatan, mempersiapkan alat persalinan
Setelah dilakukan Asuhan ibu merasa sedikit nyaman sebelum
dilakukan massage efflurage skala nyeri pada ibu yaitu 8 dan turun
menjadi 7 dan ibu merasakan semangat karena dukungan dari bidan dan
keluarga. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan yang diberikan pada Kala II didapatkan bahwa pembukaan
lengkap pada jam 05.33 WIB pada kala II yaitu didapatkan masalah ibu
merasakan nyeri persalinan maka dilakukan massage punggung utuk
mengurangi nyeri persalinan kala II sesuai dengan teori , Hal ini di
sebutkan oleh Fitriana dan Nurwiandani 2022, kontraksi uterus pada
persalinan dapat menimbulkan rasa nyeri, merupakan satu-satunya
kontraksi normal muskulus yang di kendalikan oleh syaraf intrinsic, tidak
di sadari tidak di dapat di atur oleh ibu bersalin
Kebutuhan Kala II pada Ny “S” yaitu persiapan persalinan,
observasi DJJ dan keadaan umum ibu, pemenuhan kebutuhan nutrisi,
hadirkan pendamping persalinan, melakukan manssage punggung jika
kontraksi ibu masih terasa, lihat adanya tanda persalinan kala dua, pastikan
kelengkapan alat pertolongan persalinan, lakukan pemeriksaan dalam dan
pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban sudah pecah
248
celupkan tangan kanan yang bersarung tangan kedalam larutan klorin
0.5%, membuka tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam
larutan klorin 0,5%, periksa denyut jantung janin setelah kontraksi uterus
selesai. pastikan DJJ dalam batas normal (120-160 x/menit), beri tahu ibu
pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. meminta ibu untuk
meneran saat ada his, bila ia sudah merasa ingin meneran, minta bantuan
keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran (Rukiyah,dkk 2019)
pada saat ada his, bantu ibu dalam posisi setelah duduk dan pastikan ia
merasa nyaman, lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan
yang kuat untuk meneran, bantu ibu dalam posisi yang nyaman, menolong
persalinan, pemantauan tanda bahaya persalinan kala II
Setelah dilakukan asuhan pengurangan rasa nyeri pada ibu kala II
ibu merasa sedikit nyaman dan setelah bayi lahir ibu merasa senang
dengan kelahiran bayinya bayi lahir spontan pada pukul 05.50
WIB ,menangis kuat, TTV ibu dalam batas normal KU ibu baik dan
kesadaran composmethis. Berdasarkan pengkajian tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus.
Kala III berlangsung selama 6 menit, ini sesuai dengan konsep
teori pada kala III masalah yang di temukan yaitu ibu merasa cemas.
Perubahan psikisnya biasa terjadi pada ibu kala III persalinan bisa berupa
kecemasan dan ketakutan (Sulis dian, Dkk 2019) Asuhan dan kebutuhan
yang diberikan pada Ny “S” adalah dengan teori menganjurkan keluarga
untuk membri dukungan dan tetap hadir dalam proses persalina, kemudian
249
menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu, pemenuhan kebutuhan
nutrisi,pemberian support oleh keluarga dan bidan lakukan manajemen
aktif kala III, pemantauan dengan patograf.
Setelah dilakukan Asuhan untuk mengurangi rasa cemas pada ibu
ibu merasa nyaman dan semangat dengan proses persalinannya dan
plasenta sudah lahir lengkap pada pukul 05.56 WIB, Berdasarkan
pengkajian tidak terdapat kesenjangan antara teori dak kasus.
Asuhan yang diberikan dikala IV sesuai dengan masalah ibu yaitu
lelah sesuai dengan konsep teori Fitrianan dan Nurwiandani 2021 Lelah
yang di rasakan oleh ibu di sebabkan karena nyeri persalinan yang
menyebabkan ibu kurang beristirahat. Asuhan yang di berikan pada ibu
kala III di berikan sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang terjadi pada
ibu. Kebutuhan ibu bersalin Kala IV yaitu cek laserasi jalan lahir,
mengajarkan keluarga untuk massase uterus, evaluasi kehilangan darah,
bersihkan ibu menggunakan air DTT, Lakukan pemantauan Kala IV
deteksi dini tanda bahaya kala IV, IMD, personal hygiene, lengkapi
Partograf. Setelah dilakukan Asuhan tidak terdapat kesenjangan antara
teori dan kasus.
3. Asuhan kebidanan pada BBL
Berdasarkan pengkajian yang telah di lakukan pada By. Ny “S”
dengan BBL normal 0-6 jam diagnosa, masalah dan kebutuhan kebidanan
yang dapat di tegakkan pada By Ny “S” yaitu diagnosa By. Ny “S” dengan
bayi baru lahir normal 0-6 jam fisiologis. Kebutuhan yang di berikan pada
250
BBL yaitu dengan menjaga kehangatan tubuh bayi,
membersihkan/membebaskan jalan nafas, segera ganti kain yang basah
dengan kain yang kering dan melakukan IMD.
Asuhan yang diberikan pada By. Ny “S” penatalaksanaan dapat
di lakukan dengan baik, planning di lakukan sesuai dengan konsep teori
yang di buat dan di sesuaikan dengan keadaan kondisi bayi yaitu dengan
menjaga kehangatan tubuh bayi dan melakukan IMD dengan cara kontak
kulit bayi dengan kulit ibu, Melakukan bounding pada ibu dan bayi dengan
cara ibu memeluk bayinya respon ibu baik dan ibu senang, kemudian
melakukan perawatan tali pusat pada bayi dengan membungkus tali pusat
dengan kassa yang kering,kemudian pemantauan tanda bahaya pada bayi
baru lahir.
Setelah dilakukan intervensi tidak terdapat kelainan pada bayi dan
bayi dalam keadaan normal dan sehat, tali pusat masih terbungkus dengan
kassa kering dan belum langsung diberikan topical ASI
4. Asuhan Kebidanan Neonatus
Asuhan Kunjungan Neonatus 6 jam pada By ny “S” sesuai
ditemukan tidak terdapat masalah pada bayi . Penatalaksananan pada bayi
umur 6 jam sesuai dengan kebutuhan yang di berikan pada bayi Ny “S”
yaitu dengan menjaga kehangatan bayi, melakukan pemeriksaan
fisik,memandikan bayi setelah 6 jam sampai 24 jam pasca lahir, merawat
ibu untuk merawat tali pusat dan menggantikan kasa jika lembab dan
terkena air kencing, melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan
251
topikal ASI, Menjaga suhu bayi agar tetap hangat, penkes tentang
menyusui ,penkes tentang menysui secara on demand, penkes tanda-tanda
bahay bayi baru lahir.
Asuhan yang di berikan untuk perawatan tali pusat yaitu dengan
melakukan konseling perawatan tali pusat pada ibu dimana ibu dapat
mengganti kain kasa jika basah dan memberikan topikal ASI pada tali
pusat bayi, pada saat dimandikan pada pukul 15.30 WIB dengan
mengganti kassa menggunakan topical ASI, pada pemeriksaan fisik tidak
terdapat kelainan pada fisik bayi . Berdasarkan pengakajian tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan Kunjungan Neonatus hari ke 3 Asuhan yang di berikan
pada bayi Ny”S” sesuai dengan konsep teori dan berdasarkan masalah dan
kebutuhan bayi , penatalaksanaan yang diberikan pada bayi umur 3 hari
adalah mengobservasi KU,TTV,dan kesadaran, menganjurkan ibu tetap
memberikan ASI pada bayi tanpa tambahan makanan, merawat tali pusat
bayi dan membungkus menggunakan kassa dengan topikal ASI,
menganjurkan ibu untuk tetap menjaga pagi hari dibawah jam 9 minimal
15 menit, penkes tetap menjaga kehangatan bayi, dan penkes untuk tetap
menjaga kebersihan bayinya
Setelah diberikan Asuhan dengan menggunakan Topikal ASI tali
pusat lepas pada hari ke-4 sehingga Asuhan sesuai dengan teori dan tidak
ada kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan kunjungan Neonatus III pada hari ke 10. Rencana asuhan
252
yang di berikan pada [Link] “S” berdasarkan pengkajian yang telah di
lakukan yakni mengobservasi TTV bayi dalam batas normal, menjaga
kehangatan tubuh bayi agar tidak terjadi hipotermi, menganjurkan ibu
untuk menyusi bayinya secara ekslusif yakni hanya ASI saja selama usia
bayi sampai 6 bulan serta menysui bayinya sesering mungkin,
Menganjurkan ibu untuk menghindari bayi kontak dengan orang yang
sakit juga menganjurkan ibu untuk segera mengimunisasikan bayinya.
Dari asuhan yang di berikan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik
yang di lakukan
5. Asuhan kebidanan masa Nifas
Pada 6 jam nifas ditemukan masalah pada ibu yaitu perut ibu terasa
mules dan Asi keluar sedikit , Menurut Saputri (2020) Mules yang
dirasakan ibu adalah hal yang normal karena adanya kontraksi uterus,
sedangan menurut Nurjanah (2020) adapun pengeluaran lochea pada nifas
6 jam adalah lochea rubra yang bewarna merah tua, berdasarkan
pengkajian yang dilakukan data subjektif dapat diperoleh karna semua
karena ibu dan keluarga kooperatif dan mendukung pengkajian yang
dilakukan dan Menurut penelitian Handayani, dkk (2020) ASI sedikit
dikarenakan oleh perawatan payudara yang tidak dilakukan oleh ibu,
perawatan payudara memiliki rangsangan puting susu pada yang efeknya
seperti hisapan bayi sehingga memicu pengeluaran ASI Kebutuhan ibu
pada 6 jam masa nifas fisiologis berupa pencegahan pendarahan masa
nifas oleh karena atonia uteri, mendeteksi dan perawatan lain penyebab
253
lain pendarahan serta melakukan rujukan bila pendarahan berlanjut,
melakukan pijat oksitosin pada ibu unutk memperlancar pengeluaran ASI
kemudain memberi konseling pada ibu tentang tehnik menyusui yang baik
dan benar.
Setelah dilakukan Asuhan dengan pijat oksitosin ibu merasa
nyaman dengan tindakan yang dilakukan dan Berdasarkan pengkajian
yang dilakukan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan kunjungan pada KF II 3 Hari berdasarkan kasus ibu
mengatakan tidak ada masalah dan kebutuhan ibu nifas KF 2 yang
diberikan adalah Mengajarkan ibu sedikit-sedikit gerakan senam nifas
dipagi hari dan ibu akan mengulanginya kembali , menganjurkan ibu
memnyusui bayinya setiap 2 jam sekali, menganjurkan ibu agar istirahat
dan tidur yang cukup, menganjurkan ibu untuk tetap menjaga payudara
tetap bersih terutama putting susu, menagnjurkan ibu untuk makan-
makanan yang mengandung protein dan menganjurkan ibu untuk tetap
menjaga personal hyigiene nya, setelah dilakukan asuhan ibu mengerti dan
akan mengikuti semua anjuran dari bidan dan berdasarkan kasus tidak
terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan Kunjungan pada KF III dihari ke 14, ibu mengatakan tidak
ada masalah dan ibu sudah istirahat dengan cukup dan baik serta tidak ada
penyilit apapun , kebiutuhan ibu KF 3 adalah Menganjurkan ibu untuk
makan-makanan yang berigizi, Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga
kebutuhan istirahat dan tidr, dan tetap menganjurkan ibu untuk menyusui
254
bayinya sesering mungkin dan memberikan ASI saja kepada bayi sampai
bayi berumur 6 bulan. Setelah dilakukan asuhan ibu mengerti dan
mengikuti semua anjuran yang diberikan dan berdasarkan kasus tidak
terdapat kesenjangan teori dan kasus pada masa nifas ibu karena ibu
kooperatif.
6. Keterbatasan penelitian.
Berdasarkan proses penelitian ini ada beberapa keterbatasan yang
dialami oleh peneliti dan dapat menjadi beberapa faktor yang agar dapat
diperhatikan oleh peneliti-peneliti yang akan datang dalam
menyempurnakan penelitiannya karena penelitian ini sendiri tentu
memiliki kekurangan yang perlu terus diperbaiki dalam penelitian
kedepannya.
a. Jumlah responden yang dikaji hanya 1 orang, tentunya masih sangat
kurang untuk menggambarkan keadaan ibu hamil TM III, bersalin
BBL, dan nifas fisiologis dikarenakan keadaan dan kebutuhan ibu
bersalinsatu dengan yang lain akan berbeda
b. Keterbatasan subjek dalam penelitian yang hanya 1 orang sehingga
hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan pada kelompok subjek
dengan jumlah yang besar.
c. Keterbatasan penelitian dalam melakukan penelitian sehingga banyak
kekurangan yang harus di perbaiki untuk penelitian selanjutnya.
255
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Penatalaksanaan asuhan kebidanan persalinan pada Ny. S
dilakukan pada tanggal 03 Maret- 16 April 2022. Penatalaksanaan asuhan
kebidanan secara komprehensif menggunakan langkah SOAP , maka
penulis menyimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.
S umur 31 tahun. Pada hal ini penulis menarik kesimpulan sebagai berikut
1. Dari pengkajian data yang dilakukan, penulis sudah mampu
memperoleh data subjektif & Objektif (anamnesis) secara
[Link] pasien kooperatif
2. Mampu menentukan diagnosa ibu hamil,bersalin, bbl, nifas dan
neonatus pada Ny. S umur 31 tahun G4P3A0 yang di tegakkan
berdasarkan data atau informasi subjektif maupun objektif yang
dikumpulkan atau disimpulkan.
3. Masalah potensial tidak terjadi pada Ny. S umur 31 tahun G4P3A0
4. Tujuan Asuhan evidanbased pada Ny. S dilakukan dengan baik
5. Rencana tindakan asuhan yang diberikan sudah efektif berdasarkan
masalah dan kebutuhan pada Ny. S umur 31 tahun G4P3A0
6. Penulis dapat melakukan evaluasi dari hasil pemeriksaan pada asuhan
kebidanan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, bbl,nifas dan
256
neonatus
2. Saran
a. Bagi Lahan Praktek
Diharapkan bagi lahan praktek untuk meningkatkan pelaksanaan
asuhan kebidanan komprehensif dan tetap memperhatikan
psikologis ibu saat memberikan asuhan.
b. Bagi Akademik
Pihak akademik diharapkan dapat mempertahankan dan
meningkatkan pembelajaran asuhan kebidanan komprehensif bagi
mahasiswa dengan memberikan teori, melakukan tutorial, ujian
praktik serta pelaksanaan praktik dilahan praktik sehingga
mahasiswa mendapat keterampilan dalam melakukan perawatan
pada ibu hamil, bersalin, bbl. Nifas dan neonatus dengan baik.
c. Bagi mahasiswa
Diharapkan mahasiswa mampu dalam melakukan asuhan
kebidanan komprehensif sesuai dengan teori dan dapat
memperbaharui informasi tentang asuhan kebidanan terbaru pada
neonatus normal sehingga asuhan kebidanan yang diberikan lebih
baik lagi.
d. Bagi pasien
Diharapkan pasien lebih dapat kooperatif dalam mengikuti asuhan
yang diberikan dan tidak takut untuk periksa ke tenaga kesehatan.
257
RIWAYAT HIDUP
Nama : Sera Despa Indah
Tempat dan Tanggal Lahir : Bukit Batu, 08 Agustus 2001
Agama : Islam
Alamat : Desa Tanjung Sanai II, Kec. [Link]
Riwayat Pendidikan :
1. SDN 11 Padang Ulak Tanding
2. SMPN 01 Padang Ulak Tanding
3. SMAN 05 Lubuk Linggau
258
PERNYATAAN
Yang bertanda tangandi bawah ini :
Nama : Sera Despa Indah
NIM :P00340219036
Judul Proposal LTA :Asuhan Kebidanan Pada Ny”S” Masa Kehamilan
Trimester lll,Persalinan,Nifas,neonatus,Dan
Keluarga Berencana
Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa LTA ini adalah betul-betul
dari hasil karya saya dan bukan hasil penjiblakan dari hasil karya orang
[Link] pernyataan ini dan apabila kelak di kemudian hari terbukti dalam
penelitian ada unsur penjiblakan, maka saya bersedia mempertanggung
jawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Curup,....................2022
Yang Menyatakan
Sera Despa Indah
NIM P00340219036
259
PERNYATAAN INFORMED CONCENT
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Sera Despa Indah
NIM : P00340219-036
Mahasiswa : Tingkat III Prodi DII Kebidanan Curup Poltekkes Kemenkes
Bengkulu.
Akan melaksanakan penelitian dalam bentuk studi kasus dengan judul “Asuhan
Kebidanan Komprehensif pada Ny”K” di PMB”S” Wilayah Kerja Puskesmas talang
rimbo lama Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2022” yang akan dilaksanakan oleh tim
peneliti, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan dengan
metode SOAP.
Partisipasi responden dalam penelitian ini adalah sukarela tanpa paksaan, anda
berhak menolak keiikutsertaan dan mengundurkan diri dari penelitian ini, meskipun
anda sudah berkesediaan dalam penelitian ini. Lama penelitian ini dilakukan selama
kehamilan TM III sampai 40 hari setelah melahirkan.
Prosedur penelitian ini adalah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada
masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan neonatus. Pada kehamilan
melakukan pemeriksaan fisik pada kehamilaan TM III dan memberikan evidance based
sesuai dengan keluhan ibu yakni nyeri punggung dengan melakukan komres hangat,
memberikan asuhan pada ibu bersalin yakni massase punggung, bayi baru lahir dan
260
neonatus dengan perawatan tali pusat dengan topikal ASI, masa nifas dengan
menggunakan daun sirih untuk mempercepat proses penyembuhan luka perineum serta
tidak adanya risiko dalam penelitian ini, kerahasiaan data yang diberikan hanya
digunakan dalam laporan studi kasus ini, jika anda memiliki pertanyaan atau apapun
yang terkait dalam prosedur penelitian hubungi Bella Lestari ([Link] +62317292334),
jika anda bersedia untuk berpartisipasi maka anda akan mendapatkan satu salinan dari
lembar informasi dan kesediaan anda.
Tanda tangan pada lembar ini menunjukkan kesediaan anda untuk menjadi responden
dalam penelitian ini.
Responden
Jumat, 04 Maret 2022
Yang menyampaikan informasi
(Ny.S)
Yang bertanda tangan dibawah ini
(Sera Despa Indah)
Nama : Ny.S
Umur : 31 Tahun
Alamat : Air Meles
261
262
263
264
DOKUMENTASI KEHAMILAN
DOKUMENTASI PERSALINAN
265
DOKUMENTASI BAYI BARU LAHIR
266
DOKUMENTASI NEONATUS
DOKUMENTASI NIFAS
267
268