0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan3 halaman

Prosedur Code Blue di Puskesmas Bahagia

1. Code Blue Team adalah tim darurat medis yang terdiri dari dokter dan perawat terlatih untuk memberikan resusitasi cepat bagi pasien yang mengalami henti jantung dan napas di Puskesmas Bahagia. 2. Dokumen ini menjelaskan prosedur aktivasi dan respon tim Code Blue untuk keadaan darurat kardiovaskuler. 3. Tindakan pertolongan pertama dilakukan oleh tenaga medis pertama yang menemukan pasien, kemudian meminta bantuan dan men

Diunggah oleh

iqbalsnowfall8707
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan3 halaman

Prosedur Code Blue di Puskesmas Bahagia

1. Code Blue Team adalah tim darurat medis yang terdiri dari dokter dan perawat terlatih untuk memberikan resusitasi cepat bagi pasien yang mengalami henti jantung dan napas di Puskesmas Bahagia. 2. Dokumen ini menjelaskan prosedur aktivasi dan respon tim Code Blue untuk keadaan darurat kardiovaskuler. 3. Tindakan pertolongan pertama dilakukan oleh tenaga medis pertama yang menemukan pasien, kemudian meminta bantuan dan men

Diunggah oleh

iqbalsnowfall8707
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PELAKSANAAN CODE BLUE

No. Dokumen :

759/SOP-KMP/PKM-BHG/2023

SOP No. Revisi :00

Tanggal Terbit : 25 November 2023

Halaman : 1/3

UPTD
PUSKESMAS dr. James Manik, M.H
NIP.197111052010011003
BAHAGIA

Code Blue Team adalah suatu tim yang terdiri dari dokter dan

paramedis yang dibentuk sebagai tim terlatih untuk memberikan

1. Pengertian resusitasi dan stabilisasi yang cepat bagi korban yang mengalami

kondisi darurat cardio-respiratory arrest atau henti napas dan

jantung yang berada dalam kawasan UPTD Puskesmas Bahagia.

Sebagai acuan dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan henti


2. Tujuan
napas dan jantung di UPTD Puskesmas Bahagia.

Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Bahagia Nomor : SK- 113/


3. Kebijakan
PKM-BHG/VIII/2022 tentang Managemen Fasilitas dan Keamanan

4. Referensi Panduan pelaksanaan pelayanan tim code blue

5. Prosedur/
Langkah- 1. Alat dan bahan:

langkah 2. Tensimeter Digital


3. Stetoskop
4. Saturasi Oksigen
5. Ambubag Dewasa/Anak
6. Infus set
7. Obat-obatan emergensi : Epinefrin ampul
8. Langkah –langkah:
9. Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam kondisi cardiac
respiratory arrest maka petugas medis atau first responder yang
menemukan pertama kali berperan dalam tahap pertolongan, yaitu:
10. Segera melakukan penilaian dini kesadaran korban.
11. Pastikan lingkungan penderita aman untuk dilakukan pertolongan.
12. Lakukan cek respon penderita dengan memanggil nama atau
menepuk bahu
13. Meminta bantuan pertolongan petugas medis lain atau petugas yang
ditemui di lokasi untuk mengaktifkan code blue.
14. Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai dengan tim code
blue datang.
15. RJP dilakukan dengan kompresi dada 30:2 dengan kecepatan 100-
120 kali/menit sebanyak 5 siklus.
16. Petugas yang lain segera melapor kepada operator di bagian
informasi untuk segera melapor kepada Kepala Puskesmas untuk
mengaktifkan code blue dengan prosedur sebagai berikut:
17. Perkenalkan diri
18. Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code blue.
19. Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest
dengan lengkap dan jelas, yaitu: nama lokasi atau ruangan.
20. Setelah Kepala Puskesmas mengaktifkan code blue, operator
menggunakan alat pengeras suara mengatakan code blue dengan
prosedur sebagai berikut:

• “Code Blue, Code Blue, Code Blue


(satu/dua/tiga/empat), nama lokasi atau ruangan…..”.
21. Setelah tim code blue menerima informasi tentang aktivasi code
blue, mereka segera menghentikan tugasnya masing-masing,
mengambil tas emergency kit/resusitasi kit dan menuju
lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest. Waktu respon dari
aktivasi code blue sampai dengan kedatangan tim code blue di
lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah 5 menit.
22. Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah lokasi yang
padat manusia (public area) maka petugas keamanan (security)
segera menuju lokasi terjadinya untuk mengamankan lokasi
tersebut sehingga tim code blue dapat melaksanakan tugasnya
dengan aman dan sesuai prosedur.
23. Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan diputuskannya
bahwa resusitasi dihentikan oleh ketua tim code blue.
24. Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut pasca resusitasi,
yaitu:
25. Jika resusitasi berhasil maka dilakukan recovery position dan
dilakukan edukasi kepada keluarga pasien untuk dirujukan ke
fasilitas Kesehatan tingkat lanjut.
26. Resusitasi dihentikan apabila didapatkan adanya tanda tanda :
• ROSC (Return of Spontaneous Circulation)
• Kelelahan pada petugas yang melakukan pertolongan
• DNR ( Do Not Resuscitate)
27. Tim code blue mendokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
pada lembar catatan terintegrasi dan menandatanganinya.

Lapor kepada
Ditemukan Dilakukan
operator untuk
pasien cardiac RJP
aktifkan code
arrest
blue

Tim Code Blue Code blue


Operator
6. Bagan Alir datang diaktifkan
melaporkan
kepada Kepala
Puskesmas
Melanjutkan RJP Evaluasi
pasien

7. Unit terkait Semua unit pelayanan

Tanggal
8. Rekaman No. Yang dirubah Isi Perubahan
Perubahan
historis
perubahan

Anda mungkin juga menyukai