PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS
PENDAPATAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN
PERIKANAN DI JAKARTA
OLEH
EKA FADMA PUSPITA
NIM 1711070054
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
2020
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN
PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN PERIKANAN DI JAKARTA
Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh :
EKA FADMA PUSPITA
NIM 1711070054
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA (ASIAN
BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
2020
i
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
PERSETUJUAN
Skripsi yang berjudul
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN
PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN PERIKANAN DI JAKARTA
Oleh
Nama : Eka Fadma Puspita
NIM : 1711070054
Program Studi : S1 Akuntansi
Telah disetujui untuk diujikan
Jakarta, 27 Juli 2020
Mengetahui,
Ketua Program Studi Akuntansi Dosen Pembimbing Skripsi,
(Ridarmelli, S.E.,Ak.,[Link].,[Link]) (Drs. M. Sabarudin Napitupulu, Ak.,M.M)
ii
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
PENGESAHAN
Skripsi yang berjudul
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN
PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN PERIKANAN DI JAKARTA
Telah dipertahankan di hadapan Sidang Tim Penguji Skripsi pada:
Hari : Senin
Tanggal : 27 Juli 2020
Waktu : 13.30 – selesai
Oleh
Nama : Eka Fadma Puspita
NIM : 1711070054
YANG BERSANGKUTAN DINYATAKAN LULUS
Tim Penguji Skripsi
Ketua Sidang : Drs. M. Sabarudin Napitupulu, Ak.,M.M
Anggota : Laela Lanjarsih, S.E., M.M
Mengetahui,
Ketua Program Studi S1 Akuntansi
(Ridarmelli, S.E.,Ak.,[Link].,[Link])
iii
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
PERNYATAAN
Seluruh isi dan materi skripsi ini menjadi tanggung jawab penyusun sepenuhnya.
Jakarta, 27 Juli 2020
Penulis,
Eka Fadma Puspita
NIM 1711070054
iv
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT
Yang bertandatangan di bawah ini ;
Nama : Eka Fadma Puspita
NIM : 1711070054
Program Studi : S1 Akuntansi
Judul Skripsi : Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan dan
Pengendalian Internal pada BUMN Perikanan di Jakarta
Menyatakan bahwa hasil penelitian skripsi yang telah saya buat ini merupakan hasil
karya sendiri dan benar keasliannya. Apabila ternyata dikemudian hari penelitian skripsi ini
merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia
mempertanggung-jawabkan sekaligus menerima sanksi berdasarkan aturan tata tertib di
Perbanas Institute.
Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada unsur
paksaan.
Jakarta, 27 Juli 2020
Penulis,
Eka Fadma Puspita
NIM 1711070054
v
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN
PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN PERIKANAN DI JAKARTA
Eka Fadma Puspita
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem informasi akuntansi
siklus pendapatan dan pengendalian internal COSO pada BUMN Perikanan di Jakarta.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif pendekatan desktriptif. Penelitian
dilakukan pada BUMN Perikanan di Jakarta karena peneliti adalah karyawan pada
perusahaan ini, periode penelitian Januari-Mei 2020. Hasil dari penelitian menunjukkan
bahwa, sistem informasi akuntansi siklus pendapatan sistem penjualan (prosedur entri
pesanan penjualan dan pengiriman) ditemukan kelemahan pada prosedur pengiriman
yaitu kartu gudang dan kartu persediaan tidak memadai karena tidak terupdate secara
online (tidak akuntabel) meskipun sistem ERP telah digunakan. Sistem ERP terbatas pada
general ledger untuk menunjang pembuatan laporan keuangan tidak mendukung
terintegrasinya seluruh fungsi (marketing, operational, dan business supporting). Namun
ditemukan kelebihan pada sistem penjualannya yaitu adanya perjanjian kerjasama
(kontrak penjualan), syarat pembayaran dengan downpayment dan FOB Shipping Point.
Hasil penelitian sistem penerimaan kas (prosedur penagihan dan penerimaan kas)
ditemukan kesamaan penerapan dengan teori sehingga memadai. Pada pengendalian
internal dengan pendekatan COSO (Lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas
pengendalian, informasi & komunikasi, dan aktivitas pemantauan) terdapat belum
memadai dalam hal aktivitas pengendalian pada pengendalian aplikasi. Namun ditemukan
kelebihan dalam pengendalian resiko yaitu adanya kontrak kerjasama dalam penjualan.
Oleh karena itu, disarankan bagi yang belum memadai minimal menyesuaikan dengan
teori yang ada, dan bagi yang sudah sama dengan teori minimal dipertahankan bahkan
terus ditingkatkan (update dan upgrade).
Kata Kunci : Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan,
Sistem Penjualan, Sistem Penerimaan Kas, dan Pengendalian Internal-
COSO
vi
APPLICATION OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEMS FOR REVENUE
CYCLES AND INTERNAL CONTROL AT THE BUMN IN JAKARTA
Eka Fadma Puspita
ABSTRACT
This study to evaluate the application of revenue cycle accounting information
systems and internal control of COSO in BUMN fisheries in Jakarta. The method used is a
descriptive qualitative method. The study was conducted at a BUMN fisheries company in
Jakarta because researchers were employees of this company, the study period was from
January to May 2020. The results of the study showed that, the accounting information
system for the sales cycle income system (sales order entry and shipping procedures) found
weaknesses in the shipping procedure, namely warehouse cards and inventory cards, were
inadequate because they were not updated online (not accountable) even though the ERP
system had been used. The ERP system is limited to general ledger to support the
preparation of financial statements does not support the integration of all functions
(marketing, operational, and business supporting). But found advantages in the sales
system that is a cooperation agreement (sales contract), payment terms with down payment
and FOB Shipping Point. The results of the research system of cash receipts (billing
procedures and cash receipts) found similarity in application with the theory so that it is
adequate. In internal control with the COSO approach (control environment, risk
assessment, control activities, information & communication, and monitoring activities)
there is not enough in terms of control activities in application control. However, there is
an advantage in controlling risk, namely the existence of a contract of cooperation in sales.
Therefore, it is recommended for those who have not adequately adjusted to the existing
minimum theory, and for those who are the same as the minimal theory is maintained and
even continues to be improved (update and upgrade).
Keywords: Accounting Information System, Revenue Cycle Accounting Information
System, Sales System, Cash Receipt System, and Internal Control -COSO
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat
dan kuasa-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Penerapan
Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan dan Pengendalian Internal pada BUMN
Perikanan di Jakarta.
Berkat bantuan, bimbingan, dukungan, serta doa dari berbagai pihak sehingga
penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Melalui lembar pengantar ini, perkenankan
penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M. Ec selaku rektor ABFI Perbanas
2. Ibu Ridarmelli., S.E.,Ak.,[Link].,CA selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi ABFI
Perbanas Jakarta
3. Bapak Drs. M. Sabarudin Napitupulu, Ak.,M.M selaku Dosen Pembimbing yang
dengan sabar memberikan tuntunan, arahan, dan bimbingan yang sangat membantu
penulis selama penyusunan karya tulis ini
4. Orang tua penulis, yang dengan sabar dan ikhlas dalam mencurahkan kasih sayang,
dukungan, perhatian, serta doa
5. Seluruh dosen pengajar dan staff ABFI Perbanas tanpa terkecuali yang telah
memberikan pengajaran, arahan dan support mulai dari awal hinggal akhir masa
perkuliahan
6. Para Pimpinan dan rekan-rekan kantor yang telah memberikan bimbingan, masukan,
dan support dalam penyusunan karya tulis ini
viii
7. Teman-teman Akuntansi kelas karyawan kampus Bekasi tahun 2017, atas
kebersamaan, semangat, serta dukungan mulai dari awal hinggal akhir masa
perkuliahan
8. Para sahabat yang senantiasa memberikan dukungan, semangat, dan kebersamaan
yang indah selama ini
Akhir kata, penulis ingin meminta maaf apabila ada kesalahan dalam perbuatan
maupun tutur kata yang dilakukan selama menempuh pendidikan di ABFI Perbanas baik
disengaja maupun tidak disengaja. Penulis sadar bahwa penelitian ini jauh dari sempurna,
namun penulis berharap bahwa penelitian ini dapat menambah pengetahun mengenai
kinerja perbankan di Indonesia. Terima kasih dan salam sejahtera.
Dengan segala kerendahan hati, penulis juga masih mengharapkan kritik dan saran
yang membangun demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi
ini dapat memberikan manfaat bagi sebuah pihak.
Jakarta, 27 Juli 2020
Eka Fadma Puspita
ix
DAFTAR ISI
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ................................................................... v
ABSTRAK ............................................................................................................................ vi
ABSTRACT ......................................................................................................................... vii
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... x
BAB I ..................................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 3
1.3 Tujuan penelitian ..................................................................................................... 4
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................................... 4
BAB II .................................................................................................................................... 6
2.1 Pengertian Sistem .................................................................................................... 6
2.2 Pengertian Informasi ................................................................................................ 6
2.3 Pengertian Akuntansi ............................................................................................... 8
2.4 Pengetian Sistem Informasi Akuntansi .................................................................... 9
2.5 Sistem Informasi Akuntansi Siklus ....................................................................... 10
2.6 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan .................................................... 12
2.7 Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan ................ 18
2.8 Penelitian Terdahulu .............................................................................................. 22
2.9 Kerangka Pemikiran .............................................................................................. 23
BAB III ................................................................................................................................. 24
3.1 Jenis Penelitian ...................................................................................................... 24
3.2 Sumber Data .......................................................................................................... 24
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................................ 25
3.4 Teknik Pengumpulan dan Analisis Data................................................................ 25
BAB IV................................................................................................................................. 29
4.1 Deskripsi Objek Penelitian .................................................................................... 29
4.1.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan ................................................................ 29
4.1.2 Visi dan Misi BUMN Perikanan di Jakarta .................................................... 30
4.1.3 Budaya Perusahaan......................................................................................... 31
x
4.1.4 Struktur Organisasi ......................................................................................... 32
4.2 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada BUMN Perikanan
di Jakarta ........................................................................................................................... 37
4.2.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penjualan ................ 38
4.2.2 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penerimaan Kas ......... 40
4.3 Analisa dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan pada BUMN
Perikanan di Jakarta .......................................................................................................... 41
4.3.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penjualan ................ 41
4.3.2 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penerimaan Kas ...... 43
4.4 Analisa dan Pembahasan Pengendalian Internal (COSO) Sistem Informasi
Akuntansi Pendapatan pada BUMN Perikanan di Jakarta ............................................... 44
4.4.1 Lingkungan Pengendalian .............................................................................. 44
4.4.2 Penilaian Risiko .............................................................................................. 44
4.4.3 Aktivitas Pengendalian ................................................................................... 45
4.4.4 Informasi dan Komunikasi ............................................................................. 45
4.4.5 Aktivitas Pemantauan atau Pengawasan ........................................................ 46
BAB V .................................................................................................................................. 47
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 47
5. 2 Rekomendasi......................................................................................................... 48
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 50
DAFTAR RIWAYAT HIDUP………………………………………………………..…...56
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Diagram Konteks SIA Siklus…………………………………………….......10
Gambar 2.2 Diagram Arus Data Tingkat 0 Siklus Pendapatan……………………….......13
Gambar 2.3 Diagram Arus Data Tingkat 1: Entri Pesanan Penjualan………………........14
Gambar 2.4 Diagram Arus Data Tingkat 1 : Pengiriman………………….................…...16
Gambar 2.5 Diagram Arus Data Tingkat 1: Proses Penagihan…………………….….….17
Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran Penelitian……………………………………………...23
xi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Perushaan…………………………………………..32
Gambar 4.3 Flowchart Sistem Penjualan Kredit……………………………………...38
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Daftar Sumber Informasi Wawancara……………………………………..26
xii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Friedman (2006) “Globalization is the interweaving of markets,
technology, information systems and telecommunications systems in a way that is
shrinking the world from a size medium to a size small, and enabling each of us to
reach around the world farther, faster, deeper, and cheaper than ever before”.
Menurut Porter (1999: 3) “Strategy is about competitive position about
differentiating yourself in the eyes of the customer, about adding value through a
mix of activities different from those used by competitors”.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pada era
globalisasi dibutuhkan strategi yang berbeda dari pesaing untuk menjangkau
dunia lebih cepat, jauh, dan murah. Keunggulan bersaing yang berkelanjutan
(Sustainable Competitive Advantage) yang tidak mudah ditiru oleh pesaing
membuat suatu perusahaan dapat mempertahankan posisinya sebagai penguasa
pasar di era globalisasi. Pada penelitian Titalessy, P. Bethania (2018) yang
berjudul “The Impact Of Globalisation On Economic Growth In Asia-Pacific”
disimpulkan bahwa globalisasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi pada wilayah Asia-Pasifik.
Globalisasi akan menjadi berkah bagi perusahaan yang siap menerima
perubahan dan perkembangan serta akan menjadi musibah bagi perusahaan yang
tidak siap mengimbangi setiap perubahan yang terjadi. Pada keadaan globalisasi
1
2
bisnis yang berkembang pesat, perusahaan tidak punya pilihan lain selain terus
mengembangkan kemampuan mereka dan mempertajam daya saing mereka.
Untuk mencapai tujuan ini, semakin banyak organisasi yang beralih ke sistem
Enterprise Resource Planning (ERP). Sistem ERP menggunakan berbagai jenis
kemampuan pemrosesan informasi dan menempatkan data yang dikumpulkan ke
dalam satu basis data. Dengan demikian, sistem ERP sering dianggap sebagai
elemen penting dalam infrastruktur organisasi untuk meningkatkan visibilitas dan
meningkatkan produktivitas dalam bidang produksi, pemasaran dan strategi
perusahaan yang cepat, dan tepat. Maka sistem informasi akuntansi dan
pengendalian internal yang memadai harus dimiliki perusahaan dalam mengelola
aktivitas bisnisnya supaya informasi yang dihasilkan relevan, tepat waktu, akurat,
lengkap, dan ringkas.
Perusahaan ini merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
yang bergerak dibidang perikanan dibawah naungan Kementrian Kelautan dan
Perikanan. Berdasarkan kegiatan usahanya, bisnis perikanan dibagi menjadi 5
kegiatan yaitu penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan
pemasaran ikan. Adapun produk-produk kelautan (gurita, cumi, cakalang, baby
tuna, dan tuna) sangat bergantung kepada beberapa Negara sebagai penentu
market internasional. Kegiatan penjualan menjadi sangat penting dalam mencapai
tujuan perusahaan, sehingga dibutuhkan sistem informasi akuntansi dan
pengendalian internal yang memadai untuk mengendalikannya.
Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Gabby dan Sifrid yang
berjudul Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT Deho
3
Canning Company Bitung dengan hasil penelitian Sistem akuntansi penjualan
yang diterapkan masih manual dan implementasi sistem akuntansi penjualan
menggunakan konversi langsung mengakibatkan otomatisasi pada laporan terkait
dan pencetakan laporan. Penelitian terdahulu lainnya dilakukan oleh Gerald, dkk
yang berjudul Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penjualan Kredit
pada PT Sinar Pure Foods International. Hasil penelitiannya yaitu unsur sistem
pengendalian internal penjualan kredit memadai.
Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu yaitu pembahasan pada
penelitian terdahulu Gabby dan Sifrid hanya membahas sistem penjualan
sedangkan penelitian ini membahas siklus pendapatan yang terdiri dari sistem
penjualan dan penerimaan kas serta pencatatan yang digunakan masih manual,
sedangkan pada perusahaan penelitian sudah menggunakan ERP (Enterprise
Resource Planning) tahap awal (general ledger) sehingga hanya digunakan untuk
pelaporan. Pada penelitian Gerald dkk penelitian hanya dilakukan kepada
pengendalian internal saja, pada penelitian ini terdiri dari SIA Siklus Pendapatan
dan Sistem Pengendalian Internal. Berdasarkan latar belakang diatas dan peneliti
merupakan karyawan pada perusahaan tersebut, maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi
Siklus Pendapatan dan Pengendalian Internal pada BUMN Perikanan di
Jakarta”.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah :
4
1. Bagaimana penerapan Sistem Informasi Akuntansi siklus pendapatan pada
Perusahaan BUMN Perikanan di Jakarta?
2. Bagaimana pengendalian internal Sistem Informasi Akuntansi siklus
pendapatan pada Perusahaan BUMN Perikanan di Jakarta?
1.3 Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus
Pendapatan pada Perusahaan BUMN Perikanan di Jakarta
2. Untuk mengetahui pengendalian internal Sistem Informasi Akuntansi siklus
pendapatan pada Perusahaan BUMN Perikanan di Jakarta
1.4 Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini diharapkan memberikan manfaat yaitu :
1. Bagi manajemen puncak dan implementor, khususnya bagi para Project
Manager, penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang manfaat
yang dapat diambil oleh perusahaan dalam memperoleh pendapatan yang
menggunakan sistem terintegrasi dan memberikan keyakinan kepada
perusahaan untuk meningkatkan implementasi fitur-fitur pengendalian yang
disediakan oleh sistem yang ada.
2. Bagi manajemen puncak BUMN yang belum atau ingin
mengimplementasikan sistem, penelitian ini dapat memberikan informasi
mengenai dampak implementasi sistem informasi akuntansi siklus
5
pendapatan dengan aplikasi sistem terhadap efektivitas pengendalian
internal di perusahaan.
3. Bagi kalangan akademisi dan pihak-pihak yang tertarik untuk melakukan
penelitian sejenis, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian teoritis
dan referensi untuk penelitian selanjutnya. Serta diharapkan menambah
wawasan bagi penelitian dan akademisi tentang siklus pendapatan dan
implementasinya dalam perusahaan dagang.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Sistem
Menurut Romney & Steinbart (2015: 3) Sistem adalah serangkaian dua
atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk mencapai tujuan,
terdiri dari subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar.
Menurut Azhar Susanto (2017: 22), sistem adalah kumpulan/group dari
subsistem/bagian/komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling
berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai
satu tujuan tertentu.
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem
adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan
untuk mencapai tujuan yang sama, dirancang untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
2.2 Pengertian Informasi
Menurut Azhar Susanto (2017: 38), informasi adalah hasil pengolahan data
yang memberikan arti dan manfaat.
Romney dan Steinbart (2015: 4) “Information is data that have been
organized and processed to provide meaning to a user”, artinya informasi adalah
data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki
6
7
proses pengambilan keputusan. Romney dan Steinbart mengungkapkan ada tujuh
karakteristik informasi itu berguna atau tidak. Terdapat tujuh karakteristik suatu
informasi dikatakan bermanfaat, meliputi:
a. Relevan artinya informasi dinilai relevan apabila dapat mengurangi
ketidakpastian, meningkatkan kemampuan pengambil keputusan untuk
memprediksi atau harapan.
b. Reliabel artinya informasi dinilai akurat apabila informasi tersebut terbebas
dari kesalahan atau bias, serta mewakili aktivitas secara tepat.
c. Lengkap artinya informasi dinilai lengkap apabila tidak mengabaikan aspek
penting dari aktivitas yang sedang diukur.
d. Tepat waktu artinya informasi dinilai tepat waktu apabila informasi tersebut
dihasilkan tepat pada saat dibutuhkan.
e. Dapat dimengerti artinya informasi apabila disajikan dalam bentuk yang
dapat digunakan oleh pemakainya.
f. Dapat diverifikasi artinya apabila dua orang yang memiliki pengetahuan yang
sama secara terpisah menghasilkan informasi yang sama, maka berarti
informasi tersebut dinilai dapat diverifikasi.
g. Dapat diakses artinya informasi harus dapat diakses pada saat dibutuhkan dan
dalam bentuk yang dapat digunakan oleh pengguna.
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah
hasil pengelolaan data yang telah diproses, diorganisasi, dan telah memiliki
kegunaan sehingga memiliki arti, relevan, akurat, lengkap, tepat waktu,
8
dimengerti, dapat di verifikasi, dapat diakses, dan bermanfaat bagi proses
pengambilan keputusan. Semakin banyak dan semakin berkualitas informasi yang
tersedia, maka pengambilan keputusan menjadi semakin baik.
2.3 Pengertian Akuntansi
Menurut Kieso, et al. (2016: 2), “Accounting consist of the three basic
activities —it identifies, records, and communicates the economft events of an
organization to interest users. A company identifies the economic events relevant
to its business and then records those events in order to provide a history of
financial activities. Recording consists of keeping a systematic, chronological
diary of events, measured in dollar and cents. Finally, communicates the collected
information to interest user by means accounting reports are called financial
statement”. Artinya Akuntansi terdiri dari tiga kegiatan dasar — mengidentifikasi,
mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomi suatu organisasi kepada
pengguna yang tertarik. Sebuah perusahaan mengidentifikasi peristiwa ekonomi
yang relevan dengan bisnisnya dan kemudian mencatat peristiwa itu untuk
memberikan sejarah kegiatan keuangan. Rekaman terdiri dari menyimpan catatan
harian peristiwa sistematis, kronologis, diukur dalam dolar dan sen. Akhirnya,
mengkomunikasikan informasi yang dikumpulkan kepada pengguna yang
berminat dengan cara laporan akuntansi disebut laporan keuangan ”.
Menurut Romney dan Steinbart (2015: 11) Akuntansi adalah proses
identifikasi, pengumpulan, dan penyimpanan data serta proses pengembangan,
pengukuran, dan komunikasi informasi.
9
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah suatu
proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, membuat ikhtisar, mencatat, dan
membuat laporan atas transaksi/kejadian berupa data keuangan menjadi sebuah
informasi keuangan yang digunakan oleh pihak manajemen untuk bahan
pengambilan keputusan.
2.4 Pengetian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Azhar Susanto (2017: 80), Sistem Informasi Akuntansi dapat
didefinisikan sebagai kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem/komponen baik
fisik dan non fisik yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain
secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah
keuangan menjadi informasi keuangan.
Menurut Romney dan Steinbart (2015: 11), Sistem Informasi Akuntansi
adalah suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan mengolah
data untuk menghasilkan informasi bagi pengambil keputusan. Ada enam
komponen dari SIA yaitu sebagai berikut:
1. Orang yang menggunakan sistem
2. Prosedur dan instruksi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses,
dan menyimpan data
3. Data mengenai organisasi dan aktivitas bisnisnya
4. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data
5. Infrastruktur teknologi informasi, meliputi komputer, perangkat periferal,
dan perangkat jaringan komunikasi yang digunakan dalam SIA
10
6. Pengendalian internal dan pengukuran keamanan yang menyimpan data
SIA.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) merupakan subsistem dari sistem informasi dan teknologi yang
digunakan untuk membantu mengelola dan mengendalikan data keuangan yang
telah dikumpulkan dan diproses dalam prosedur formal menjadi sebuah informasi
yang didistribusikan kepada pengguna informasi.
2.5 Sistem Informasi Akuntansi Siklus
Menurut Romney dan Steinbart (2015: 27) Siklus pemrosesan transaksi
pada sistem adalah suatu rangkaian aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam
melakukan bisnisnya, mulai dari proses pembelian, produksi, hingga penjualan
barang dan jasa.
Gambar 2.1 Diagram Konteks SIA Siklus
11
Menurut Romney dan Steinbart (2015: 7-9) Siklus transaksi pada
perusahaan dapat dibagi kedalam 5 subsistem, yaitu :
1. Siklus pendapatan (revenue cycle), serangkaian aktivitas bisnis dan operasi
pemrosesan informasi terkait yang terus-menerus dengan menyediakan
barang dan jasa kepada pelanggan dan menerima kas sebagai pembayaran
atas penjualan tersebut. Siklus pendapatan menjalankan empat aktivitas
dasar diantaranya:
a. Entri pesanan penjualan,
b. Pengiriman,
c. Penagihan piutang, dan
d. Penerimaan kas.
2. Siklus pengeluaran (expenditure cycle), serangkaian aktivitas bisnis dan
operasi pemrosesan informasi terkait yang terus-menerus berhubungan
dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Siklus pengeluaran
menjalankan empat aktivitas dasar diantaranya:
a. Memesan bahan baku, perlengkapan, dan jasa
b. Menerima bahan baku, perlengkapan, dan jasa
c. Menyetujui faktur pemasok
d. Pengeluaran kas
3. Siklus produksi atau konversi (production or conversion cycle), aktivitas
yang terkait dengan penggunaan tenagakerja, bahan baku, dan peralatan
untuk menghasilkan barang jadi yang siap untuk dijual. Siklus produksi
menjalankan empat aktivitas dasar diantaranya:
12
a. Desain produk
b. Perencanaan dan penjadwalan
c. Operasi produksi
d. Akuntansi biaya
4. Siklus sumber daya manusia/penggajian (human resources/payroll cycle),
aktivitas yang terkait dengan mempekerjakan, melatih, memberi
kompensasi, mengevaluasi, mempromosikan, dan memberhentikan
karyawan. Siklus penggajian menjalankan empat aktivitas dasar
diantaranya:
a. Memperbaharui data induk penggajian
b. Validasi waktu kerja dan data kehadiran
c. Menyiapkan penggajian
d. Mengeluarkan penggajian
e. Pembayaran pajak gaji dan pengurangan lainnya
5. Siklus pembiayaan (financing cycle) siklus pengeluaran adalah rangkaian
kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan
dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
2.6 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan
Menurut Romney dan Steinbart (2015: 414-415) dalam bukunya yang
berjudul Accounting Information System, yang diterjemahkan oleh Kikin Sakinah
Nur Safira dan Novita Puspasari, sebuah organisasi menjalankan dasar pada siklus
pendapatan diantaranya pada Gambar 2.2:
13
1. Sistem Penjualan
a. Prosedur Entri pesanan penjualan
b. Prosedur Pengiriman
2. Sistem Penerimaan Kas
a. Prosedur Penagihan
b. Prosedur Penerimaan kas
Gambar 2.2 Diagram Arus Data Tingkat 0 Siklus Pendapatan
Berdasarkan DFD pada Gambar 2.2, prosedur yang membentuk siklus
pendapatan dapat dideskripsikan dalam langkah-langkah berikut :
1. Prosedur Entri Pesanan Penjualan
Siklus pendapatan dimulai dengan penerimaan pesanan dari pelanggan.
Departemen bagian pesanan penjualan, yang bertanggung jawab pada wakil
14
direktur utama bagian pemasaran, melakukan proses entri pesanan penjualan.
(Gambar 2.3).
Gambar 2.3 Diagram Arus Data Tingkat 1: Entri Pesanan Penjualan
Prosedur entri pesanan penjualan terdiri atas 3 langkah diantaranya:
a. Mengambil Pesanan Pelanggan
Dokumen pesanan penjualan (Sales order) dapat diterima dalam berbagai
cara seperti di toko, melalui surat, melalui telepon, melalui website, atau
melalui tenaga penjualan di lapangan.
b. Persetujuan Kredit
Penjualan secara kredit harus disetujui sebelum diproses. Untuk pelanggan
yang sudah ada file infuknya, staf penjualan mengecek batasan kredit dan
laporan umur piutang pelanggan untuk memastikan saldo rekening
pelanggan tidak melampaui batas kreditnya. Untuk pelanggan baru,
manajer kredit yang akan menentukan kebijakan kredit dan menyetujui
15
perpanjangan kredit pelanggan baru serta peningkatan batasan kredit bagi
pelanggan yang sudah ada. Dokumen terkait dalam persetujuan kredit
adalah laporan umur piutang.
c. Memeriksa Ketersediaan Persediaan
Langkah berikutnya adalah menetapkan apakah tersedia cukup persediaan
untuk memenuhi pesanan tersebut, dokumen persediaan menunjukkan
informasi yang tersedia untuk staf penjualan. Jika persediaan cukup untuk
memenuhi pesanan pelanggan, sistem kemudian akan menghasilkan kartu
pengambilan (packing ticket) yang mencantumkan barang dan kuantitas
dari tiap-tiap barang yang dipesan.
d. Menjawab Permintaan Pelanggan
Bagian penjualan mengkonfirmasi kepada pelanggan atas permintaan
pelanggan. Penggunaan sistem manajemen hubungan pelanggan (customer
relationship management system) digunakan untuk mendukung pelayanan
pada pelanggan.
2. Prosedur Pengiriman
Prosedur dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah mengisi pesanan
pelanggan dan mengirimkan barang yang diminta.
16
Gambar 2.4 Diagram Arus Data Tingkat 1 : Pengiriman
Prosedur pengiriman terdiri atas 2 langkah (Gambar 2.4):
a. Memilih dan Mengepak Pesanan
Pekerja gudang mencatat kuantitas setiap barang yang benar-benar dipilih
ke dalam kartu pengambilan dan memasukkan data kedalam sistem.
b. Mengirimkan Pesanan
Setelah dikeluarkan dari gudang, barang dikirimkan ke pelanggan.
Departemen pengiriman membandingkan perhitungan fisik persediaan
dengan kuantitas yang ada dalam kartu pengambilan dan dengan kuantitas
yang ada pada pesanan penjualan. Selanjutnya, petugas pengiriman
menghitung barang yang dikirim dari gudang, nomor pesanan penjualan,
nomor barang, dan kuantitas dimasukkan menggunakan terminal online.
Proses ini memperbarui kolom kuantitas dalam file induk persediaan dan
menghasilkan dokumen slip pengepakan serta berbagai salinan dari bill of
lading.
17
3. Prosedur Penagihan dan Piutang Usaha
Prosedur dasar ketiga dalam siklus pendapatan melibatkan penagihan para
pelanggan (Gambar 2.5)
Gambar 2.5 Diagram Arus Data Tingkat 1: Proses Penagihan
Pada Gambar 2.5 menunjukkan bahwa prosedur ini melibatkan dua tugas
terpisah, tetapi terkait erat yaitu menagihkan faktur dan memperbarui piutang,
yang dijalankan oleh dua unit terpisah dalam departemen akuntansi.
a. Penagihan Faktur
Bagian penagihan membuat faktur penjualan, yang memuat informsai
mengenai jumlah yang harus dibayar dan kemana harus mengirimkan
pembayaran. Sebuah sistem ERP terintegrasi menyediakan peluang untuk
menggabungkan proses penagihan dengan fungsi penjualan dan pemasaran
dengan menggunakan data mengenai sejarah pembelian pelanggan masa
lalu.
b. Pemeliharaan Piutang
18
Fungsi bagian piutang menggunakan informasi dalam faktur penjualan
untuk mendebit rekening pelanggan dan berikutnya mengkredit rekening
tersebut jika pembayaran diterima dan menerbitkan dokumen daftar
pengiriman uang pelanggan untuk dikirimkan ke departemen buku besar
dan pelaporan.
4. Prosedur Penerimaan Kas
Prosedur terakhir dalam siklus pendapatan adalah penerimaan dan proses
pembayaran dari pelanggan. Kasir, orang yang melaporkan pada bendahara
menangani kiriman uang pelanggan dan menyetorkannya ke bank. Nota
pengiriman uang tersebut kemudian dikirimkan ke bagian piutang digunakan
mengurangi saldo akun pelanggan.
2.7 Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan
Pengendalian internal menurut COSO (2013), "Internal control is a
process, affected by an entity's board of directors, management, and other
personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement
of objectives relating to operations, reporting, and compliance”. Komponen
pengendalian internal menurut COSO :
1. Lingkungan Pengendalian (Control Invironment)
Berdasarkan rumusan COSO, bahwa lingkungan pengendalian didefinisikan
sebagai seperangkat standar, proses, dan struktur yang memberikan dasar untuk
19
melaksanakan pengendalian internal di seluruh organisasi. Terdapat tujuh faktor
lingkungan pengendalian diantaranya:
a) Integritas dan nilai etis.
Manajemen perlu menetapkan standar etis dan perilaku yang
dikomunikasikan kepada karyawan dan diperkuat dengan praktik.
b) Komitmen terhadap kompetensi.
Manajemen harus menspesifikasikan tingkat kompetensi untuk pekerjaan
tertentu dan menjabarkan kompetensi kedalam tingkat pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan.
c) Dewan komisaris dan partisipasi panitia audit.
Adalah orang-orang terpercaya dan secara aktif mengawasi akuntansi
entitas, kebijakan, dan prosedur pelaporan.
d) Filosofi manajemen dan gaya operasi.
Menetapkan, mempertahankan, dan memonitor pengendalian internal
suatu entitas merupakan tanggungjawab manajemen. Filosofi manajemen
dan gaya operasi dapat secara signifikan mempengaruhi mutu
pengendalian internal.
e) Struktur organisasi.
Mendefinisikan bagaimana wewenang dan tanggungjawab didelegasikan
dan dimonitor.
f) Pemberian wewenang dan tanggungjawab.
20
Mencakup kebijakan yang berkaitan dengan praktik bisnis yang dapat
diterima, pengetahuan dan pengalaman personil, dan sumber daya yang
diberikan untuk melaksanakan kewajiban.
g) Kebijakan dan praktik sumber daya manusia.
Entitas harus memiliki kebijakan personil yang baik untuk penerimaan,
pelatihan, evaluasi, konseling, promosi, kompensasi, dan tindakan
perbaikan.
2. Penilaian Resiko (Risk Assessment)
Menurut COSO, penilaian risiko melibatkan proses yang dinamis dan
interaktif untuk mengidentifikasi dan menilai risiko terhadap pencapaian tujuan.
Risiko itu sendiri dipahami sebagai suatu kemungkinan bahwa suatu peristiwa
akan terjadi dan mempengaruhi pencapaian tujuan entitas, dan risiko terhadap
pencapaian seluruh tujuan dari entitas ini dianggap relatif terhadap toleransi risiko
yang ditetapkan.
3. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
Menurut COSO, aktivitas pengendalian adalah tindakan-tindakan yang
ditetapkan melalui kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang membantu
memastikan bahwa arahan manajemen untuk mengurangi risiko terhadap
pencapaian tujuan dilakukan. Aktivitas pengendalian dilakukan pada semua
tingkat entitas, pada berbagai tahap dalam proses bisnis, dan atas lingkungan
teknologi. Aktivitas pengendalian yang relevan terhadap audit mencakup :
21
a) Penelaahan kinerja.
Sistem akuntansi yang baik harus mempunyai pengendalian secara
independen memeriksa kinerja individu atau proses dalam sistem.
b) Pengolahan informasi.
Terdapat dua kategori luas dari aktivitas pengendalian sistem informasi,
yaitu pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Pengendalian umum
berkaitan dengan pengolahan informasi secara keseluruhan meliputi
pengendalian terhadap operasi pusat data, akuisisi, pemeliharaan perangkat
lunak sistem, pengembangan dan pemeliharaan sistem. Pengendalian
aplikasi berlaku pada pengolahan aplikasi individual dan membantu untuk
meyakinkan kelengkapan dan akurasi pengolahan akurasi, otorisasi, dan
validitas.
c) Pengendalian fisik. Meliputi pengamanan yang memadai, seperti fasilitas,
otorisasi untuk akses ke program komputer dan arsip data, dan perhitungan
aktiva berkala, seperti persediaan dan perbandingan dengan catatan
pengendalian.
d) Pemisahan fungsi. Entitas penting untuk memisahkan otorisasi transaksi,
pencatatan, dan penyimpanan aktiva yang berkaitan.
4. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
COSO menjelaskan bahwa informasi sangat penting bagi setiap entitas
untuk melaksanakan tanggung jawab pengendalian internal guna mendukung
pencapaian tujuan-tujuannya. Informasi yang diperlukan manajemen adalah
informasi yang relevan dan berkualitas baik yang berasal dari sumber internal
22
maupun eksternal dan informasi yang digunakan untuk mendukung fungsi
komponen-komponen lain pengendalian internal. Keakuratan dan ketepatan
informasi dibutuhkan guna mengambil suatu keputusan.
5. Aktivitas Pemantauan (Monitoring Activities)
Aktivitas pemantauan menurut COSO merupakan kegiatan evaluasi dengan
beberapa bentuk apakah yang sifatnya berkelanjutan, terpisah maupun kombinasi
keduanya yang digunakan untuk memastikan apakah masing-masing dari kelima
komponen pengendalian internal mempengaruhi fungsi-fungsi dalam setiap
komponen, ada dan berfunsi.
2.8 Penelitian Terdahulu
Penelitian menggunakan penelitian-penelitian terdahulu sebagai data
pendukung penelitian yang relevan dengan permasalahan yang sedang dibahas.
Penelitian Parrangan, G. Angelina dan Pangemanan, S yang berjudul Penerapan
Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT Deho Canning Company Bitung
dengan hasil penelitian sistem akuntansi penjualan yang diterapkan masih manual
dan implementasi sistem akuntansi penjualan menggunakan konversi langsung
mengakibatkan otomatisasi pada laporan terkait dan pencetakan laporan.
Penelitian terdahulu lainnya yaitu dilakukan oleh Lumempouw, G. dkk
yang berjudul Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penjualan Kredit
Pada PT Sinar Pure Food International dengan hasil penelitian sistem
pengendalian intern penjualan kredit pada PT. Sinar Pure Foods International
23
yang meliputi struktur organisasi, siistem otorisasi dan prosedur pencatatan, serta
karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya, telah sesuai dengan
Standar Operasional Prosedur yang ditetapkan perusahaan dan tidak menyimpang
dari teori yang terdapat dalam ilmu akuntansi.
2.9 Kerangka Pemikiran
Sistem Informasi Akuntansi Siklus
Pendapatan dan Pengendalian Internal
pada BUMN Perikanan di Jakarta
1. SIA Siklus Pendapatan Sistem Pegendalian Internal
Penjualan (COSO)
a. Prosedur input pesanan penjualan 1. Lingkungan Pengendalian
b. Prosedur Pengiriman 2. Penilaian Resiko
3. Informasi & Komunikasi
2. SIA Siklus Pendapatan Sistem
4. Pengawasan
Penerimaan Kas
5. Kegiatan Pengendalian
a. Prosedur Penagihan
b. Prosedur Penerimaan kas
Membandigkan teori dengan penerapan
Kesimpulan dan Rekomendasi
Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran Penelitian
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Menurut Sugiyono (2013: 15) metode penelitian kualitatif adalah metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk
meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen)
dimana penelitian adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber
data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan
triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif dan hasil
penelitian kualitatif lebih menekankan arti daripada generalisasi.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam
melakukan penelitian dibutuhkan data yang relevan untuk mencapai tujuan yang
diinginkan dan dapat tercapai sesuai dengan kegunaan tertentu. Metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan
desktriptif.
3.2 Sumber Data
Pada sebuah penelitian, penelitian di tuntut untuk meguasai teknik
pengumpulan data, sehingga dapat menghasilkan data yang relevan dengan
penelitian. Pada penelitian ini penelitian menggunakan jenis data kualitatif dari
sumber primer dan sumber sekunder.
24
25
1. Data Primer
Sumber primer adalah sumber daya yang secara langsung memberikan data
kepada pengumpul data (Sugiyono, 2013: 225). Sumber primer ini berupa catatan
hasil wawancara yang diperoleh melalui wawancara yang penelitian lakukan.
2. Data Sekunder
Sumber sekunder adalah sumber data yang tidak memberikan informasi
secara langsung kepada pengumpul data. Sumber data sekunder ini dapat berupa
hasil pengolahan lebih lanjut dari data primer yang disajikan dalam bentuk lain
atau dari orang lain (Sugiyono, 2013: 225). Data ini digunakan untuk mendukung
informasi dari data primer yang diperoleh baik dari wawancara, maupun dari
observasi langsung ke lapangan.
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada BUMN Perikanan di Jakarta, adapun alasan
memilih lokasi penelitian tersebut karena penelitian merupakan karyawan pada
kantor tersebut selama 2 tahun di bidang Akuntansi sejak Maret 2018, dan waktu
pengamatan dilakukan penelitian pada bulan Januari – Mei 2020 yang berlokasi di
Jakarta.
3.4 Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
Berikut ini beberapa teknik pengumpulan dan analisis data:
26
1. Observasi
Observasi dilakukan untuk mendekatkan penelitian ke orang-orang yang
ditelitinya dan ke situasi atau lingkungan mereka yang sebenarnya. Menurut
Hadi dan Sugiyono (2013: 145) mengemukakan bahwa, observasi
merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari
berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting
adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Pada observasi penelitian
melakukan mengajukan pertanyaan ke pegawai yang berhubungan
mengenai Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada
BUMN Perikanan di Jakarta.
2. Wawancara
Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2013: 231), wawancara merupakan
pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab,
sehingga dapat dikontribusikan makna dalam suatu topik tertentu. Dalam
hal ini, penelitian melakukan wawancara kepada fungsi terkait dalam
pelaksanaan siklus pendapatan (Tabel 3.1).
No Divisi Jabatan Topik
1 Divisi Penjualan Kepala Divisi Kebijakan
persetujuan order
dari pembeli,
kebijakan
persetujuan
kredit.
27
2 Divisi Pengolahan Hasil Kepala Divisi Proses kegiatan
Perikanan pemenuhan
permintaan divisi
sales, pengiriman
barang ke
pelanggan
4 Divisi Keuangan Manajer Prosedur
Pembendaharaan pengeluaran kas,
penerimaan kas,
downpayment
dan jaminan lain
dari pelanggan.
7 Divisi Pengembangan Kepala Divisi SPO Perusahaan
Usaha
8 Satuan Pengawas Internal Kepala Divisi Kegiatan
pengawasan dan
evaluasi atas
pengendalian
internal
Tabel 3.1 Daftar Sumber Informasi Wawancara
28
3. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2013: 240), dokumen merupakan catatan peristiwa yang
sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, karya, dan lain-
lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode
observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Penelitian melakukan
analisa dari dokumen perusahaan yang terkait dengan siklus pendapatan dan
standar operasional perusahaan.
4. Analisa dan Penanganan Langsung di Objek Penelitian
Sebuah metode dimana penelitian mengamati dan ikut serta secara langsung
dalam penanganan objek penelitian. Penelitian merupakan staff akuntansi
pada BUMN Perikanan di Jakarta.
5. Triangulasi
Merupakan gabungan dari ketiga hal tersebut, hal ini disebabkan penelitian
merupakan pegawai sejak Maret 2018.
BAB IV
TEMUAN DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1 Deskripsi Objek Penelitian
4.1.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan
Perusahaan BUMN Perikanan didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah
(PP) Nomor 2 Tahun 1990 yang terbit tanggal 20 Januari 1990. Lalu, diatur
kembali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2000. Tahun 2013 terbit
PP Nomor 9 yang antara lain mencantumkan perubahan nama perusahaan.
Berdasarkan PP Nomor 9/2013 itu, perusahaan memiliki tugas dan
tanggungjawab mengelola, menyelenggarakan, pengusahaan, dan pelayanan
barang jasa dan pengembangan system bisnis perikanan kepada pengguna jasa
pelabuhan perikanan yaitu nelayan pada khususnya dan masyarakat
perikanan pada umumnya serta memupuk keuntungan. Pengusahaan dan
pelayanan tersebut dilaksanakan pada 6 pelabuhan perikanan yaitu :
1. Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta di Jakarta,
2. Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan di Belawan;
3. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan di Pekalongan;
4. Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong di Brondong;
5. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat di Pemangkat,
6. Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi di Prigi.
29
30
Setelah 29 tahun beroperasi, perusahaan terus berkembang menjadi salah
satu perusahaan perikanan terkemuka dengan fokus pada 3 lini usaha yaitu :
1. Jasa pelabuhan (sewa lahan dan bangunan; tambat labuh; jasa docking dan
perbaikan kapal; sewa cold storage; produksi es; penjuala BBM, air bersih
dan perbekalan kapal lainnya)
2. Budidaya (ikan dan udang, termasuk produksi pakan ikan dan udang)
3. Perdagangan dan pengolahan ikan dan hasil laut, baik untuk konsumsi
dalam negeri maupun ekspor.
Dalam kegiatan pencatatannya, perusahaan menggunakan sistem ERP
Merah Putih yang bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia. Proses penerapan
ERP dimulai pada bulan Maret 2018 sampai dengan sekarang, namun progresnya
hanya penggunaan general ledger dan pelaporan keuangan, sampai dengan saat
ini hanya pemeliharaan sistem dan belum mengintegrasikan seluruh kegiatan
operasional perusahaan.
4.1.2 Visi dan Misi BUMN Perikanan di Jakarta
Setiap perusahaan memiliki visi dan misi dalam menjalankan kegiatannya,
adapun visi dan misi BUMN Perikanan di Jakarta adalah sebagai berikut :
a. Visi
Menjadi perusahaan perikanan yang tangguh, terpercaya, dan penggerak
pertumbuhan ekonomi.
b. Misi
31
1. Berperan aktif dalam pembangunan perekonomian nasional di sektor
perikanan dan kelautan.
2. Menyediakan fasilitas barang dan jasa guna mendukung pelayanan prima.
3. Mengembangkan sistem bisnis perikanan.
4. Memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional.
5. Mengelola perusahaan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance
(GCG).
4.1.3 Budaya Perusahaan
Perum Perikanan Indonesia memiliki budaya perusahaan dalam
menjalankan kegiatannya yaitu:
1. Integritas : selalu mejaga kesesuaian antara pikiran, ucapan, dan perbuatan.
2. Semangat : Selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan setiap
pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan
3. Kebersamaan : saling menghargai, saling percaya dengan membangun
sinergi dan menjunjung tinggi kebersamaan.
4. Profesional : melaksanakan tugas sesuai keahlian, komitmen,
tanggungjawab, dan dapat diandalkan untuk memberikan hasil yang
terbaik untuk perusahaan.
5. Visioner : memiliki pandangan yang jauh kedepan untuk menyelesaikan
masalah dan antisipasinya dan membuat ide baru serta melakukan
perbaikan terus-menerus
32
4.1.4 Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Perushaan
Uraian Struktur Organisasi Kantor Pusat :
A. Direktur Utama
Mengkoordinasikan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional. Direktur
utama mempunyai tugas menyelenggarakan penetapan kebijakan,
pembinaan, pengelolaan, dan pengendalian perusahaan.
Direktur utama membawahi :
1) Satuan Pengawas Intern
Satuan Pengawas Intern dipimpin oleh Kepala Satuan Pengawas Intern yang
mempunyai tugas melaksanakan pengawasan pengelolaan umum dan usaha
perusahaan, menilai pengendalian pengurusan dan pelaksanaannya pada
33
Perusahaan, serta memberikan saran perbaikan dan menyampaikan laporan
hasil pengawasan.
Kepala Satuan Intern membawahi :
a) Pengawas Senior Umum,
b) Pengawas Senior Usaha
2) Sekretaris Perusahaan
Sekretaris perusahaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan
pengendalian pelaksanaan kegiatan administrasi dan tata kelola, komunikasi
dan sistem informasi, serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL).
Sekretaris perusahaan membawahi :
a) Departemen Administrasi dan Tata Kelola,
b) Departemen Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
c) Departemen Humas
B. Direktur Keuangan
Direktur kauangan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan
pembinaan, pengelolaan, dan pengendalian keuangan, SDM & Umum,
Pengelolaan Aset, IT dan Hukum.
Direktur umum membawahi :
1) Kepala Divisi Keuangan
34
Kepala Divisi Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan,
pengendalian, dan pengembangan pengelolaan keuangan perusahaan.
Kepala Divisi Keuangan membawahi :
a) Departemen Pembendaharaan dan Pembiayaan
b) Departemen Akuntansi
c) Departemen Perpajakan
2) Kepala Divisi SDM & Umum
Kepala Divisi SDM dan Umum mempunyai tugas melaksanakan kegiatan
pembinaan, pengendalian dan pengembangan pengelolaan SDM perusahaan
dan pengendalian kegiatan umum.
Kepala Divisi SDM & Umum membawahi :
a) Departemen Administrasi SDM
b) Departemen Pengembangan SDM dan Organisasi
c) Departemen Umum
3) Kepala Divisi Pengelolaan Aset
Kepala Divisi Pengelolaan Aset mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan, pemantauan, dan pengendalian terhadap aset perusahaan dan
pengelolaan aset.
Kepala Divisi Pengelolaan Aset membawahi :
a) Departemen Electrical dan Mechanical
b) Departemen Bangunan dan Tata Ruang
c) Departemen Adminisrasi Aset
4) Desk Unit Layanan Pengadaan (ULP)
35
Manajer Unit Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan
menyiapkan perencanaan dan pelaksanaan serta pengadministrasian
kegiatan pengadaan barang dan/jasa perusahaan.
C. Direktur Operasional
Direktur operasional mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan,
pengelolaan, dan pengendalian di bidang usaha pelabuhan perikanan,
perdagangan, pendangkapan dan pengolahan ikan, budidaya perikanan, dan
pengembangan operasional perusahaan.
Direktur Operasional membawahi :
1) Kepala Divisi Pengembangan Usaha
Kepala Divisi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melaksanakan
pengelolaan dan pengendalian perencanaan dan pengembangan usaha
perusahaan.
Kepala Divisi Pengembangan Usaha membawahi :
a) Departemen Resiko Pengembangan Usaha
b) Departemen Analisa Pengembangan Strategi Usaha
c) Departemen R/D dan Portofolio
2) Kepala Divisi Pelabuhan Perikanan
Kepala Divisi Pelabuhan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan, pengendalian, dan pengembangan pengelolaan usaha pelabuhan
perikanan.
Kepala Divisi Pelabuhan Perikanan membawahi :
a) Departemen Operasional
36
b) Departemen Administrasi
c) Departemen Pasar Ikan Modern (PIM)
3) Kepala Divisi Pengelolaan Hasil Perikanan
Kepala Divisi Pengelolaan Hasil Perikanan mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan, pengendalian, dan pengembangan atas pengadaan, penangkapan
serta pengelolan ikan pada kantor cabang dan/atau unit usaha perusahaan.
Kepala Divisi Pengelolaan Hasil Perikanan membawahi :
a) Departemen Pengadaan
b) Departemen Penangkapan
c) Departemen Pengelolaan
4) Divisi Sales
Kepala Divisi Sales mempunyai tugas melaksanakan pembinaan,
pengendalian dan pengembangan atas perdagangan ikan pada kantor cabang
dan/unit usaha perusahaan.
Kepala Divisi Sales membawahi :
a) Departemen Korporasi
b) Departemen Retail
5) Kepala Divisi Akuakultur dan Pakan
Kepala Divisi Akuakultur dan Pakan mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan, pengendalian, dan pengembangan pengelolaan usaha budidaya
perikanan pada kantor cabang dan/unit usaha perusahaan.
Kepala Divisi Akuakultur dan Pakan membawahi :
a) Departemen Akuakultur
37
b) Departemen Produksi Pakan.
6) Cabang Kelas A, B, dan C
Kepala cabang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengendalian
dan pengembangan kegiatan operasional pada kantor cabang dan/unit
perusahaan.
4.2 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada
BUMN Perikanan di Jakarta
Pada penerapan sistem informasi akuntansi pendapatan pada BUMN
Perikanan terbagi menjadi penjualan korporasi dan retail, mayoritas kegiatan
penjualan dilakukan oleh korporasi (company to company) dan sebelum dilakukan
transaksi penjualan korporasi terdapat penandatanganan perjanjian dalam bentuk
sales contract atau Perjanjian Kerjasama (PKS) yang terikat periode transaksinya
dan syarat tertentu transaksi jual-beli seperti pembayaran downpayment, sistem
penjualan dapat dilihat dengan prosedur-prosedur sebagai berikut:
38
Gambar 4.3 Flowchart Sistem Penjualan Kredit
4.2.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penjualan
[Link] Prosedur Entri Pesanan Penjualan
1. Pelanggan mengirimkan permintaan kebutuhan ikan berupa Purchase
Order (PO) yang dilengkapi dengan nomor telepon, alamat
perusahaan/perorangan, harga ikan dan batas waktu pelunasan pembayaran
ikan
2. Kepala Divisi Sales menerima PO dan menugaskan Manajer Korporasi
dan Manajer Retail untuk menindaklanjuti permintaan ikan tersebut
3. Manajer Korporasi dan Manajer Retail menerima PO dan melakukan
negoisasi harga ikan dengan pelanggan, kesepakatan harga akan
ditindaklanjuti dengan pengecekan spesifikasi dan kualitas ikan
39
4. Pelanggan melakukan pengecekan spesifikasi dan kualitas ikan yang
meliputi jenis ikan, size, grade, dan volume ikan
5. Bagi pelanggan baru, bagian penjualan melakukan analisis kemampuan
pelanggan dalam membayar dan Staf administrasi menyiapkan draft
perjanjian kerjasama atas transaksi jual-beli yang akan dilakukan dengan
pelanggan yang memuat informasi transaksi salah satunya teknis
pembayaran secara kredit. Untuk pelanggan lama, staf administrasi
mengecek atas saldo piutang pelanggan dengan dokumen laporan umur
piutang.
[Link] Prosedur Pengiriman
1. Staf operasional melakukan pengambilan barang digudang sesuai dengan
PO yang dikirimkan pelanggan dan mengecek kualitas ikan dalam keadaan
baik.
2. Staf operasional melakukan perhitungan dan pengepakan atas barang yang
diambil dari gudang dengan kuantitas pada pesanan penjualan. Atas
perhitungan tersebut dicatat dalam nota timbang (tally), surat jalan, dan
bill of lading.
3. Pengiriman ikan ke pelanggan oleh bagian operasional dan staf pemasaran
menerima laporan ikan sudah dikirim
40
4.2.2 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penerimaan
Kas
[Link] Prosedur Penagihan
1. Staf administrasi dan keuangan menerbitkan invoice penjualan ikan sesuai
spesifikasi ikan yang dipenuhi oleh bagian operasional dengan
mencantumkan batas waktu pelunasan pembayaran ikan berdasarkan nota
timbang barang keluar dari gudang
2. Staf administrasi dan keuangan menyiapkan berkas-berkas penagihan
piutang pelanggan dan membuat surat penagihan piutang usaha
3. Kepala Divisi Sales memeriksa kelengkapan dokumen penagihan piutang
usaha dan menugaskan staf administrasi dan keuangan untuk mengirimkan
surat penagihan piutang usaha kepada pelanggan
4. Staf administrasi dan keuangan mengirimkan surat penagihan piutang
usaha kepada pelanggan
[Link] Prosedur Penerimaan Kas
1. Kasir menerima jaminan pembayaran (cek, bilyet giro, SKBDN, LC) atau
DP sebanyak 20% dari nilai invoice sebelum ikan dikirim ke pelanggan.
Pembayaran DP dilakukan dengan transfer online bank.
2. Pelanggan melakukan pelunasan atas pembelian ikan sampai batas waktu
yang di tentukan (maksimal 30 hari setelah invoice terbit) dengan
membayar kekurangan nilai invoice dengan transfer online bank
41
3. Pembayaran yang menggunakan jaminan, kasir melakukan pencairan
jaminan ke bank. Nota pengirima uang tersebut dikirimkan ke bagian
piutang untuk mengurangi saldo pelanggan.
4. Staf administrasi dan keuangan menerima pelunasan ikan, jika pelanggan
terlambat melakukan pembayaran/pelunasan pada waktu yang telah
ditentukan maka diberikan sanksi berupa surat teguran 1 sampai 3 kali
(jangka waktu selama 1 minggu/teguran). Surat teguran dikonsepkan oleh
staff administrasi dan di tandatangani oleh Kepala Divisi. Pelanggan yang
melebihi dari batas teguran masuk dalam daftar hitam (Blacklist) yang
akan dievaluasi dalam transaksi berikutnya, apabila dalam evaluasi
tersebut pelanggan dinyatakan layak maka transaksi dapat dilakukan
kembali.
4.3 Analisa dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan
pada BUMN Perikanan di Jakarta
4.3.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penjualan
[Link] Prosedur Entri Pesanan Penjualan
Siklus pendapatan dimulai dengan penerimaan pesanan dari pelanggan.
Pada perusahaan, kegiatan penjualan dibagi kedalam 2 kategori yaitu retail dan
korporasi. Penerimaan pesanan melalui purchase order yang dikirimkan oleh
pelanggan. Purchase order yang diterima memuat informasi nama pelanggan,
alamat pelanggan, jenis ikan, size, harga, kuantitas, dan syarat penjualan. Dalam
42
teori, persetujuan kredit perlu diperhatikan dalam pemberian kredit yaitu batasan
kredit dan laporan umur piutang. Pada perusahaan penjualan dilakukan
berdasarkan perjanjian Kerjasama, penjualan kredit di sebutkan dalam kontrak
penjualan jika penjualan lokal maka downpayment diterima minimal 20%, dan
penjualan ekspor pelanggan menjaminkan LC at sight. Pada teori, dalam
mengecek ketersediaan digudang maka pencatatan persediaan digudang harus
akurat dengan kondisi terakhir, penerapannya pada perusahaan pencatatan belum
akurat dengan kondisi terakhir persediaan. Hal ini terjadi karena manajemen
gudang yang masih belum terintegrasi dengan sistem secara online. Kegiatan entri
pesanan penjualan yang belum terintegrasi dengan sistem akan berdampak pada
kecepatan dan keakuratan data pelanggan serta persediaan barang di gudang.
Selain itu, kegiatan penerbitan dokumen pendukung menjadi tidak realtime.
[Link] Prosedur Pengiriman
Langkah selanjutnya adalah pengiriman barang ke pelanggan. Pada teori
kegiatan pengiriman diawali dengan menginput dan mengepak pesanan, kegiatan
dilakukan dengan memberikan kartu pengambilan barang kepada petugas gudang
dan petugas gudang mencatat setiap kuantitas jenis barang yang diambil serta
membandingkan jumlah barang yang keluar dengan dokumen pengambilan
barang menggunakan terminal online. Pada perusahaan, proses menginput
pesanan dilakukan secara manual tidak menggunakan sistem online serta
pengambilan barang ke gudang tidak menggunakan kartu pengambilan gudang
secara baku (hasil wawancara Kepala Divisi Pengolahan Hasil Perikanan).
43
Aktivitas membandingkan perhitungan fisik dengan dokumen tidak diupdate
secara realtime. Pencatatan belum akurat dengan kondisi terakhir persediaan. Hal
ini terjadi karena manajemen gudang yang masih belum terintegrasi dengan
sistem secara online. Sehingga file induk persediaan pada sistem tidak otomatis
terbaharui. Dokumen pendukung yang melekat pada barang setiap pengiriman
kepada customer diantaranya, surat jalan, nota timbang, packing list, dan bill of
lading.
4.3.2 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penerimaan
Kas
[Link] Prosedur Penagihan
Setelah pesanan dikirimkan ke pelanggan, maka langkah selanjutnya
adalah penagihan. Pada teori penagihan faktur dilakukan dengan meringkas
informasi dari entri penjualan dan aktivitas pengiriman dengan dokumen yang
digunakan adalah invoice penjualan. Pemeliharan piutang menggunakan informasi
dalam faktur penjualan dengan mengkredit rekening pelanggan jika telah
dilakukan pembayaran. Aktivitas mengkredit rekening piutang pelanggan
berdasarkan bukti transfer dari pelanggan dan invoice penjualan.
[Link] Prosedur Penerimaan Kas
Langkah terakhir dalam siklus pendapatan adalah penerimaan kas, pada
teori penerimaan dan proses pembayaran dari pelanggan dilakukan oleh kasir,
44
yang dilaporkan kepada bendahara menangani kiriman uang pelanggan dan
menyetorkannya ke bank. Sistem ERP harus dikonfigurasikan untuk
mensyaratkan seluruh transaksi penerimaan kas diproses melalui sebuah daftar
rekening bank yang disetujui. Aktivitas penerimaan dan proses pembayaran dari
pelanggan dilakukan secara non tunai (transfer via bank). Bukti pengiriman
(transfer), jaminan cek, dan bilyet giro dari pelanggan diserahkan kepada kasir.
Daftar nomor rekening telah dikonfigurasi dalam sistem ERP dan informasinya
telah dimuat dalam invoice penjualan.
4.4 Analisa dan Pembahasan Pengendalian Internal (COSO) Sistem
Informasi Akuntansi Pendapatan pada BUMN Perikanan di Jakarta
4.4.1 Lingkungan Pengendalian
Penerapan pengendalian internal lingkungan pengendalian di BUMN
Perikanan, perusahaan memiliki struktur organisasi, visi, misi, budaya perusahaan
dan code of conduct, pendelegasian tugas dan tanggungjawab pekerjaan
berdasarkan kompetensi karyawan sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan
yang dimiliki, laporan (keuangan dan manajemen) serta kebijakan yang
mempengaruhi perusahaan dievaluasi dalam periode tertentu bersama Dewan
Pengawas, Direksi, Kepala Divisi, dan SPI.
4.4.2 Penilaian Risiko
Pada teori penetapan tujuan, terintegrasi dengan penjualan, produksi,
pemasaran, keuangan dan aktivitas lainnya sehingga organisasi beroperasi secara
45
harmonis. Penerapan pada perusahaan yaitu adanya survey kepuasan pelanggan
dan kegiatan penjualan yang dilakukan menggunakan kontrak penjualan
(perjanjian kerjasama).
4.4.3 Aktivitas Pengendalian
Pada teori sistem yang baik harus ada pengendalian secara independen,
pengendalian informasi (umum dan aplikasi), pengendalian terhadap perhitungn
fisik dengan file dalam sistem yang terintegrasi, serta pemisahan fungsi. Sistem
ERP yang ada pada perusahaan belum mampu mengintegrasikan seluruh kegiatan
perusahaan baik fungsi penjualan, operasional, produksi, pemasaran serta
keuangan. Penerapan ERP dimulai Maret 2018 samai dengan saat ini masih tahap
awal yaitu hanya menyediakan general ledger serta pelaporan keuangan, kegiatan
pencatatan lainnya yang mendukung operasional perusahaan seperti persediaan,
pengelolaan gudang, dan lainnya belum tersedia sehingga pencatatan masih
dilakukan secara manual. Hal ini mengakibatkan, data fisik persediaan dengan file
pada sistem tidak akurat, informasi yang dihasilkan menjadi tidak tepat waktu.
4.4.4 Informasi dan Komunikasi
Penerapan pengendalian internal informasi dan komunikasi pada
perusahaan telah dilakukan dengan baik dan sistematis. Informasi dari dalam dan
luar perusahaan diumumkan melalui edaran dan terarsip secara online dalam
aplikasi eoffice. Kegiatan koordinasi dan evaluasi rutin dilakukan oleh pihak
46
manajemen, sehingga informasi dan komunikasi yang bersumber dari internal dan
eksternal yang ada dapat mendukung fungsi pengendalian internal lainnya
4.4.5 Aktivitas Pemantauan atau Pengawasan
Penerapan pengendalian internal aktivitas pemantauan pada perusahaan
telah dilakukan dengan baik. Adanya evaluasi rutin yang diadakan oleh direksi
dan SPI sehingga dengan kebijakan yang ada dapat diambil keputusan apakah
dilanjutkan atau diubah demi mencapai tujuan perusahaan baik jangka pendek dan
jangka panjang.
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
5.1 Kesimpulan
1. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Sistem Pendapatan terdiri atas
sistem penjualan dan sistem penerimaan kas. Pada Prosedur Pengiriman
barang ditemukan ketidaksesuaian dengan teori yaitu tidak adanya
dokumen pengambilan barang dari gudang yang baku. Pada aktivitas
pengiriman, perhitungan fisik dengan kuantitas yang tertera dalam
dokumen tidak terintegrasi secara online kedalam sistem sehingga
pembuatan dokumen masih manual dan data tidak terupdate secara
realtime meskipun sistem ERP telah digunakan. Sistem ERP terbatas pada
general ledger untuk menunjang pembuatan laporan keuangan tidak
mendukung terintegrasinya seluruh fungsi (marketing, operational, dan
business supporting). Prosedur entri pesanan penjualan, prosedur
penagihan, dan prosedur penerimaan kas telah dilakukan sesuai dengan
teori sehingga memadai. Terdapat kelebihan pada sistem penjualannya
yaitu adanya perjanjian Kerjasama (kontrak penjualan), syarat pembayaran
dengan downpayment dan FOB Shipping Point.
2. Penerapan Pengendalian Internal – COSO yang terdiri dari lima
komponen, pada komponen aktivitas pengendalian terdapat
ketidaksesuaian dengan teori yang ada yaitu Sistem ERP yang ada pada
47
48
perusahaan belum mampu mengintegrasikan seluruh kegiatan perusahaan
diantaranya fungsi penjualan, operasional, produksi, pemasaran serta
keuangan sehingga pencatatan seperti persediaan, pengelolaan gudang, dan
lainnya masih dilakukan secara manual. Hal ini mengakibatkan data fisik
persediaan dengan file pada sistem tidak akurat, informasi yang dihasilkan
menjadi tidak tepat waktu. Sehingga aktivitas pengendalian yang ada
belum memadai. Penerapan lingkungan pengendalian, penerapan informasi
dan komunikasi, serta penerapan aktivitas pemantauan telah sesuai dengan
teori yang ada sehingga memadai. Penerapan penilaian resiko pada
perusahaan menjadi kelebihan dalam perusahaan yaitu pengendalian
penjualan korporasi yang menggunakan kontrak penjualan (sales contract)
antara perusahaan penjual dan perusahaan pembeli dan penjualan yang
dilakukan mengsyaratkan downpayment atau jaminan dari pembeli.
5. 2 Rekomendasi
1. Perusahaan perlu memaksimalkan kegunaan sistem ERP dalam menunjang
aktivitas perusahaan yang kompleks minimal sama dengan teori yang ada
agar seluruh fungsi perusahaan (marketing, operational, dan business
supporting) dapat terintegrasi dan terkonsolidasi (6 Cabang dengan kantor
pusat) dengan tepat, cepat, dan realtime. Informasi yang dihasilkan dapat
memenuhi kriteria relevan, reliabel, lengkap, tepat waktu, mudah
dimengerti, dapat diverifikasi serta mudah diakses serta dapat digunakan
oleh manajemen dalam mengambil keputusan dan meminimalisir resiko
49
kecurangan yang dapat merugikan perusahaan. Karena dengan kegiatan
perusahaan yang kompleks (tersebar 6 cabang di Indonesia) dan luasnya
jangkauan kegiatan jual-beli (ekspor) sangat beresiko terjadi kecurangan
atau kelalaian user jika semua transaksi operasional dicatat manual. Dalam
penjualan kredit, perusahaan harus membuatkan batasan kredit pelanggan
(plafond).
2. Untuk meningkatkan pelayanan, sebaiknya perusahaan melakukan update
dan upgrade Cash Management System dalam melakukan pengelolaan
keuangannya. CMS memungkinkan perusahaan melakukan transaksi
harian secara mudah, cepat, dan tepat waktu.
3. Hal-hal yang telah sesuai dengan teori diharapkan dapat dipertahankan
serta aplikasi yang ada diupdate dan upgrade menyeseuaikan kebutuhan
yang semakin kompleks.
DAFTAR PUSTAKA
Friedman, Thomas L. (2003). The World Is Flat: A Brief History of the Twenty-
first Century, (3th ed). United State of America : Picador
Ferran, Carlos., & Ricardo Salim (2008). Enterprise Resource Planning for
Global Economies: Managerial Issues and Challenges. United States of
America: Scopus
Titalessy, P. Bethania. (2018). The Impact Of Globalisation On Economic Growth
In Asia-Pacific. Diperoleh dari [Link]
content/uploads/2018/07/9_APCAR_2018_BRR763_Bus_Journal_APJAB
SSv4i2_79-[Link]
Hwang, Woosang. (2011). The Drivers Of Erp Implementation And Its Impact On
Organizational Capabilities And Performance And Customer Value.
Diperoleh dari [Link]
=toledo1310159208&disposition=inline
Romney, M. B., & Paul John Steinbart. (2015). Accounting Information System
(13th Ed). New Jersey: Person Education. Diterjemahkan: Kikin Sakinah
dan Novita Puspasari (Jakarta: Salemba Empat)
Hall, James A. (2013). Introduction to Accounting Information Systems, (8th ed).
Florence, United States of America : Cengage Learning Inc
Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D (2011). Intermediate Accounting,
(IFRS ed). United States of America : Wiley
Angelina, Gabby Parrangan., dan Sifrid S. Pangemanan. (2017). Penerapan
Sistem Informasi Akuntansi Penjualan pada PT Deho Canning Company
Bitung. Diperoleh dari [Link]/media/publications/ 72020-ID-
[Link]
Lumempouw, Gerald., Ventje Ilat, dan Anneke Wangkar. (2015). Evaluasi Sistem
Pengendalian Intern Terhadap Penjualan Kredit Pada PT Sinar Pure
50
51
Foods International. Manado. Universitas Sam Ratulangi Manado
(dipublikasikan).
Simamora, Lusiana. (2018). Evaluasi Sistem Akuntansi dan Pengendalian Internal
Aktiva Tetap Terkomputerisasi pada PT Matahari Kahuripan Indonesia
(Makin Group). Jakarta. Perbanas Institute (dipublikasikan).
52
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Identitas Mahasiswa
NIM : 1711070054
Nama : Eka Fadma Puspita
Tempat, Tanggal Lahir : Tangerang, 12 Mei 1995
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Belum Menikah
Jenjang : Strata 1
Program Studi : Ekonomi Akuntansi
Alamat Rumah : Asrama Yonkav 9/SDK, RT 01 RW 03
Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan
Nomor HP : 0878 0821 4004
Email : ekafadma12@[Link]
B. Pendidikan Formal
Tahun Nama Institusi Jurusan
2001 - 2006 SDN Pondok Jagung 2 -
2007 – 2009 SMPN 1 Tangerang Selatan -
2010 - 2013 SMAN 7 Kota Tangerang IPA
2014 - 2016 Institut Pertanian Bogor DIII Akuntansi
2018 – 2020 Perbanas Institute S1 Akuntansi
C. Pengalaman Organisasi
Tahun Jabatan Institusi
2012 Ketua 2 OSIS SMAN 7 Kota Tangerang
2013 Ketua Umum Forum OSIS SMA/sederajat se-
Kota Tangerang
2014 Bendahara Departemen BEM Diploma IPB
2015 Ketua Pelaksana Pekan Seni Budaya Diploma IPB
2020 Ketua Millenials BUMN
53