0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan66 halaman

Sistem Informasi Akuntansi BUMN Perikanan

Dokumen tersebut merangkum skripsi yang membahas penerapan sistem informasi akuntansi siklus pendapatan dan pengendalian internal pada BUMN Perikanan di Jakarta. Ringkasan menunjukkan bahwa sistem informasi penjualan dan penerimaan kas telah sesuai dengan teori, namun sistem informasi pengiriman barang masih memiliki kelemahan. Pengendalian internal juga masih perlu pengembangan lebih lanjut terutama dalam aktivitas pengendalian aplik

Diunggah oleh

sintiabowman23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan66 halaman

Sistem Informasi Akuntansi BUMN Perikanan

Dokumen tersebut merangkum skripsi yang membahas penerapan sistem informasi akuntansi siklus pendapatan dan pengendalian internal pada BUMN Perikanan di Jakarta. Ringkasan menunjukkan bahwa sistem informasi penjualan dan penerimaan kas telah sesuai dengan teori, namun sistem informasi pengiriman barang masih memiliki kelemahan. Pengendalian internal juga masih perlu pengembangan lebih lanjut terutama dalam aktivitas pengendalian aplik

Diunggah oleh

sintiabowman23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS

PENDAPATAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN


PERIKANAN DI JAKARTA

OLEH
EKA FADMA PUSPITA
NIM 1711070054

INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA


(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
2020
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN
PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN PERIKANAN DI JAKARTA

Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :
EKA FADMA PUSPITA
NIM 1711070054

INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA (ASIAN


BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
2020

i
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI AKUNTANSI

PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul

PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN


PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN PERIKANAN DI JAKARTA

Oleh

Nama : Eka Fadma Puspita


NIM : 1711070054
Program Studi : S1 Akuntansi

Telah disetujui untuk diujikan

Jakarta, 27 Juli 2020


Mengetahui,
Ketua Program Studi Akuntansi Dosen Pembimbing Skripsi,

(Ridarmelli, S.E.,Ak.,[Link].,[Link]) (Drs. M. Sabarudin Napitupulu, Ak.,M.M)

ii
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul

PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN


PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN PERIKANAN DI JAKARTA

Telah dipertahankan di hadapan Sidang Tim Penguji Skripsi pada:

Hari : Senin
Tanggal : 27 Juli 2020
Waktu : 13.30 – selesai

Oleh

Nama : Eka Fadma Puspita


NIM : 1711070054

YANG BERSANGKUTAN DINYATAKAN LULUS


Tim Penguji Skripsi

Ketua Sidang : Drs. M. Sabarudin Napitupulu, Ak.,M.M


Anggota : Laela Lanjarsih, S.E., M.M

Mengetahui,
Ketua Program Studi S1 Akuntansi

(Ridarmelli, S.E.,Ak.,[Link].,[Link])

iii
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

PERNYATAAN

Seluruh isi dan materi skripsi ini menjadi tanggung jawab penyusun sepenuhnya.

Jakarta, 27 Juli 2020

Penulis,

Eka Fadma Puspita


NIM 1711070054

iv
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Yang bertandatangan di bawah ini ;

Nama : Eka Fadma Puspita

NIM : 1711070054

Program Studi : S1 Akuntansi

Judul Skripsi : Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan dan

Pengendalian Internal pada BUMN Perikanan di Jakarta

Menyatakan bahwa hasil penelitian skripsi yang telah saya buat ini merupakan hasil

karya sendiri dan benar keasliannya. Apabila ternyata dikemudian hari penelitian skripsi ini

merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia

mempertanggung-jawabkan sekaligus menerima sanksi berdasarkan aturan tata tertib di

Perbanas Institute.

Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada unsur
paksaan.

Jakarta, 27 Juli 2020

Penulis,

Eka Fadma Puspita


NIM 1711070054

v
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN
PENGENDALIAN INTERNAL PADA BUMN PERIKANAN DI JAKARTA

Eka Fadma Puspita

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem informasi akuntansi


siklus pendapatan dan pengendalian internal COSO pada BUMN Perikanan di Jakarta.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif pendekatan desktriptif. Penelitian
dilakukan pada BUMN Perikanan di Jakarta karena peneliti adalah karyawan pada
perusahaan ini, periode penelitian Januari-Mei 2020. Hasil dari penelitian menunjukkan
bahwa, sistem informasi akuntansi siklus pendapatan sistem penjualan (prosedur entri
pesanan penjualan dan pengiriman) ditemukan kelemahan pada prosedur pengiriman
yaitu kartu gudang dan kartu persediaan tidak memadai karena tidak terupdate secara
online (tidak akuntabel) meskipun sistem ERP telah digunakan. Sistem ERP terbatas pada
general ledger untuk menunjang pembuatan laporan keuangan tidak mendukung
terintegrasinya seluruh fungsi (marketing, operational, dan business supporting). Namun
ditemukan kelebihan pada sistem penjualannya yaitu adanya perjanjian kerjasama
(kontrak penjualan), syarat pembayaran dengan downpayment dan FOB Shipping Point.
Hasil penelitian sistem penerimaan kas (prosedur penagihan dan penerimaan kas)
ditemukan kesamaan penerapan dengan teori sehingga memadai. Pada pengendalian
internal dengan pendekatan COSO (Lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas
pengendalian, informasi & komunikasi, dan aktivitas pemantauan) terdapat belum
memadai dalam hal aktivitas pengendalian pada pengendalian aplikasi. Namun ditemukan
kelebihan dalam pengendalian resiko yaitu adanya kontrak kerjasama dalam penjualan.
Oleh karena itu, disarankan bagi yang belum memadai minimal menyesuaikan dengan
teori yang ada, dan bagi yang sudah sama dengan teori minimal dipertahankan bahkan
terus ditingkatkan (update dan upgrade).

Kata Kunci : Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan,
Sistem Penjualan, Sistem Penerimaan Kas, dan Pengendalian Internal-
COSO

vi
APPLICATION OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEMS FOR REVENUE
CYCLES AND INTERNAL CONTROL AT THE BUMN IN JAKARTA

Eka Fadma Puspita

ABSTRACT

This study to evaluate the application of revenue cycle accounting information


systems and internal control of COSO in BUMN fisheries in Jakarta. The method used is a
descriptive qualitative method. The study was conducted at a BUMN fisheries company in
Jakarta because researchers were employees of this company, the study period was from
January to May 2020. The results of the study showed that, the accounting information
system for the sales cycle income system (sales order entry and shipping procedures) found
weaknesses in the shipping procedure, namely warehouse cards and inventory cards, were
inadequate because they were not updated online (not accountable) even though the ERP
system had been used. The ERP system is limited to general ledger to support the
preparation of financial statements does not support the integration of all functions
(marketing, operational, and business supporting). But found advantages in the sales
system that is a cooperation agreement (sales contract), payment terms with down payment
and FOB Shipping Point. The results of the research system of cash receipts (billing
procedures and cash receipts) found similarity in application with the theory so that it is
adequate. In internal control with the COSO approach (control environment, risk
assessment, control activities, information & communication, and monitoring activities)
there is not enough in terms of control activities in application control. However, there is
an advantage in controlling risk, namely the existence of a contract of cooperation in sales.
Therefore, it is recommended for those who have not adequately adjusted to the existing
minimum theory, and for those who are the same as the minimal theory is maintained and
even continues to be improved (update and upgrade).

Keywords: Accounting Information System, Revenue Cycle Accounting Information


System, Sales System, Cash Receipt System, and Internal Control -COSO

vii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat

dan kuasa-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Penerapan

Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan dan Pengendalian Internal pada BUMN

Perikanan di Jakarta.

Berkat bantuan, bimbingan, dukungan, serta doa dari berbagai pihak sehingga

penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Melalui lembar pengantar ini, perkenankan

penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M. Ec selaku rektor ABFI Perbanas

2. Ibu Ridarmelli., S.E.,Ak.,[Link].,CA selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi ABFI

Perbanas Jakarta

3. Bapak Drs. M. Sabarudin Napitupulu, Ak.,M.M selaku Dosen Pembimbing yang

dengan sabar memberikan tuntunan, arahan, dan bimbingan yang sangat membantu

penulis selama penyusunan karya tulis ini

4. Orang tua penulis, yang dengan sabar dan ikhlas dalam mencurahkan kasih sayang,

dukungan, perhatian, serta doa

5. Seluruh dosen pengajar dan staff ABFI Perbanas tanpa terkecuali yang telah

memberikan pengajaran, arahan dan support mulai dari awal hinggal akhir masa

perkuliahan

6. Para Pimpinan dan rekan-rekan kantor yang telah memberikan bimbingan, masukan,

dan support dalam penyusunan karya tulis ini

viii
7. Teman-teman Akuntansi kelas karyawan kampus Bekasi tahun 2017, atas

kebersamaan, semangat, serta dukungan mulai dari awal hinggal akhir masa

perkuliahan

8. Para sahabat yang senantiasa memberikan dukungan, semangat, dan kebersamaan

yang indah selama ini

Akhir kata, penulis ingin meminta maaf apabila ada kesalahan dalam perbuatan

maupun tutur kata yang dilakukan selama menempuh pendidikan di ABFI Perbanas baik

disengaja maupun tidak disengaja. Penulis sadar bahwa penelitian ini jauh dari sempurna,

namun penulis berharap bahwa penelitian ini dapat menambah pengetahun mengenai

kinerja perbankan di Indonesia. Terima kasih dan salam sejahtera.

Dengan segala kerendahan hati, penulis juga masih mengharapkan kritik dan saran

yang membangun demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi

ini dapat memberikan manfaat bagi sebuah pihak.

Jakarta, 27 Juli 2020

Eka Fadma Puspita

ix
DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ................................................................... v


ABSTRAK ............................................................................................................................ vi
ABSTRACT ......................................................................................................................... vii
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... x
BAB I ..................................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 3
1.3 Tujuan penelitian ..................................................................................................... 4
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................................... 4
BAB II .................................................................................................................................... 6
2.1 Pengertian Sistem .................................................................................................... 6
2.2 Pengertian Informasi ................................................................................................ 6
2.3 Pengertian Akuntansi ............................................................................................... 8
2.4 Pengetian Sistem Informasi Akuntansi .................................................................... 9
2.5 Sistem Informasi Akuntansi Siklus ....................................................................... 10
2.6 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan .................................................... 12
2.7 Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan ................ 18
2.8 Penelitian Terdahulu .............................................................................................. 22
2.9 Kerangka Pemikiran .............................................................................................. 23
BAB III ................................................................................................................................. 24
3.1 Jenis Penelitian ...................................................................................................... 24
3.2 Sumber Data .......................................................................................................... 24
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................................ 25
3.4 Teknik Pengumpulan dan Analisis Data................................................................ 25
BAB IV................................................................................................................................. 29
4.1 Deskripsi Objek Penelitian .................................................................................... 29
4.1.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan ................................................................ 29
4.1.2 Visi dan Misi BUMN Perikanan di Jakarta .................................................... 30
4.1.3 Budaya Perusahaan......................................................................................... 31

x
4.1.4 Struktur Organisasi ......................................................................................... 32
4.2 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada BUMN Perikanan
di Jakarta ........................................................................................................................... 37
4.2.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penjualan ................ 38
4.2.2 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penerimaan Kas ......... 40
4.3 Analisa dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan pada BUMN
Perikanan di Jakarta .......................................................................................................... 41
4.3.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penjualan ................ 41
4.3.2 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penerimaan Kas ...... 43
4.4 Analisa dan Pembahasan Pengendalian Internal (COSO) Sistem Informasi
Akuntansi Pendapatan pada BUMN Perikanan di Jakarta ............................................... 44
4.4.1 Lingkungan Pengendalian .............................................................................. 44
4.4.2 Penilaian Risiko .............................................................................................. 44
4.4.3 Aktivitas Pengendalian ................................................................................... 45
4.4.4 Informasi dan Komunikasi ............................................................................. 45
4.4.5 Aktivitas Pemantauan atau Pengawasan ........................................................ 46
BAB V .................................................................................................................................. 47
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 47
5. 2 Rekomendasi......................................................................................................... 48
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 50
DAFTAR RIWAYAT HIDUP………………………………………………………..…...56

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Diagram Konteks SIA Siklus…………………………………………….......10


Gambar 2.2 Diagram Arus Data Tingkat 0 Siklus Pendapatan……………………….......13

Gambar 2.3 Diagram Arus Data Tingkat 1: Entri Pesanan Penjualan………………........14

Gambar 2.4 Diagram Arus Data Tingkat 1 : Pengiriman………………….................…...16

Gambar 2.5 Diagram Arus Data Tingkat 1: Proses Penagihan…………………….….….17

Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran Penelitian……………………………………………...23

xi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Perushaan…………………………………………..32

Gambar 4.3 Flowchart Sistem Penjualan Kredit……………………………………...38

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Daftar Sumber Informasi Wawancara……………………………………..26

xii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut Friedman (2006) “Globalization is the interweaving of markets,

technology, information systems and telecommunications systems in a way that is

shrinking the world from a size medium to a size small, and enabling each of us to

reach around the world farther, faster, deeper, and cheaper than ever before”.

Menurut Porter (1999: 3) “Strategy is about competitive position about

differentiating yourself in the eyes of the customer, about adding value through a

mix of activities different from those used by competitors”.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pada era

globalisasi dibutuhkan strategi yang berbeda dari pesaing untuk menjangkau

dunia lebih cepat, jauh, dan murah. Keunggulan bersaing yang berkelanjutan

(Sustainable Competitive Advantage) yang tidak mudah ditiru oleh pesaing

membuat suatu perusahaan dapat mempertahankan posisinya sebagai penguasa

pasar di era globalisasi. Pada penelitian Titalessy, P. Bethania (2018) yang

berjudul “The Impact Of Globalisation On Economic Growth In Asia-Pacific”

disimpulkan bahwa globalisasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap

pertumbuhan ekonomi pada wilayah Asia-Pasifik.

Globalisasi akan menjadi berkah bagi perusahaan yang siap menerima

perubahan dan perkembangan serta akan menjadi musibah bagi perusahaan yang

tidak siap mengimbangi setiap perubahan yang terjadi. Pada keadaan globalisasi

1
2

bisnis yang berkembang pesat, perusahaan tidak punya pilihan lain selain terus

mengembangkan kemampuan mereka dan mempertajam daya saing mereka.

Untuk mencapai tujuan ini, semakin banyak organisasi yang beralih ke sistem

Enterprise Resource Planning (ERP). Sistem ERP menggunakan berbagai jenis

kemampuan pemrosesan informasi dan menempatkan data yang dikumpulkan ke

dalam satu basis data. Dengan demikian, sistem ERP sering dianggap sebagai

elemen penting dalam infrastruktur organisasi untuk meningkatkan visibilitas dan

meningkatkan produktivitas dalam bidang produksi, pemasaran dan strategi

perusahaan yang cepat, dan tepat. Maka sistem informasi akuntansi dan

pengendalian internal yang memadai harus dimiliki perusahaan dalam mengelola

aktivitas bisnisnya supaya informasi yang dihasilkan relevan, tepat waktu, akurat,

lengkap, dan ringkas.

Perusahaan ini merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

yang bergerak dibidang perikanan dibawah naungan Kementrian Kelautan dan

Perikanan. Berdasarkan kegiatan usahanya, bisnis perikanan dibagi menjadi 5

kegiatan yaitu penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan

pemasaran ikan. Adapun produk-produk kelautan (gurita, cumi, cakalang, baby

tuna, dan tuna) sangat bergantung kepada beberapa Negara sebagai penentu

market internasional. Kegiatan penjualan menjadi sangat penting dalam mencapai

tujuan perusahaan, sehingga dibutuhkan sistem informasi akuntansi dan

pengendalian internal yang memadai untuk mengendalikannya.

Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Gabby dan Sifrid yang

berjudul Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT Deho


3

Canning Company Bitung dengan hasil penelitian Sistem akuntansi penjualan

yang diterapkan masih manual dan implementasi sistem akuntansi penjualan

menggunakan konversi langsung mengakibatkan otomatisasi pada laporan terkait

dan pencetakan laporan. Penelitian terdahulu lainnya dilakukan oleh Gerald, dkk

yang berjudul Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penjualan Kredit

pada PT Sinar Pure Foods International. Hasil penelitiannya yaitu unsur sistem

pengendalian internal penjualan kredit memadai.

Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu yaitu pembahasan pada

penelitian terdahulu Gabby dan Sifrid hanya membahas sistem penjualan

sedangkan penelitian ini membahas siklus pendapatan yang terdiri dari sistem

penjualan dan penerimaan kas serta pencatatan yang digunakan masih manual,

sedangkan pada perusahaan penelitian sudah menggunakan ERP (Enterprise

Resource Planning) tahap awal (general ledger) sehingga hanya digunakan untuk

pelaporan. Pada penelitian Gerald dkk penelitian hanya dilakukan kepada

pengendalian internal saja, pada penelitian ini terdiri dari SIA Siklus Pendapatan

dan Sistem Pengendalian Internal. Berdasarkan latar belakang diatas dan peneliti

merupakan karyawan pada perusahaan tersebut, maka peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi

Siklus Pendapatan dan Pengendalian Internal pada BUMN Perikanan di

Jakarta”.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah :
4

1. Bagaimana penerapan Sistem Informasi Akuntansi siklus pendapatan pada

Perusahaan BUMN Perikanan di Jakarta?

2. Bagaimana pengendalian internal Sistem Informasi Akuntansi siklus

pendapatan pada Perusahaan BUMN Perikanan di Jakarta?

1.3 Tujuan penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus

Pendapatan pada Perusahaan BUMN Perikanan di Jakarta

2. Untuk mengetahui pengendalian internal Sistem Informasi Akuntansi siklus

pendapatan pada Perusahaan BUMN Perikanan di Jakarta

1.4 Manfaat Penelitian


Dalam penelitian ini diharapkan memberikan manfaat yaitu :

1. Bagi manajemen puncak dan implementor, khususnya bagi para Project

Manager, penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang manfaat

yang dapat diambil oleh perusahaan dalam memperoleh pendapatan yang

menggunakan sistem terintegrasi dan memberikan keyakinan kepada

perusahaan untuk meningkatkan implementasi fitur-fitur pengendalian yang

disediakan oleh sistem yang ada.

2. Bagi manajemen puncak BUMN yang belum atau ingin

mengimplementasikan sistem, penelitian ini dapat memberikan informasi

mengenai dampak implementasi sistem informasi akuntansi siklus


5

pendapatan dengan aplikasi sistem terhadap efektivitas pengendalian

internal di perusahaan.

3. Bagi kalangan akademisi dan pihak-pihak yang tertarik untuk melakukan

penelitian sejenis, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian teoritis

dan referensi untuk penelitian selanjutnya. Serta diharapkan menambah

wawasan bagi penelitian dan akademisi tentang siklus pendapatan dan

implementasinya dalam perusahaan dagang.


BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Sistem

Menurut Romney & Steinbart (2015: 3) Sistem adalah serangkaian dua

atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk mencapai tujuan,

terdiri dari subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar.

Menurut Azhar Susanto (2017: 22), sistem adalah kumpulan/group dari

subsistem/bagian/komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling

berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai

satu tujuan tertentu.

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem

adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan

untuk mencapai tujuan yang sama, dirancang untuk mencapai suatu tujuan

tertentu.

2.2 Pengertian Informasi

Menurut Azhar Susanto (2017: 38), informasi adalah hasil pengolahan data

yang memberikan arti dan manfaat.

Romney dan Steinbart (2015: 4) “Information is data that have been

organized and processed to provide meaning to a user”, artinya informasi adalah

data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki

6
7

proses pengambilan keputusan. Romney dan Steinbart mengungkapkan ada tujuh

karakteristik informasi itu berguna atau tidak. Terdapat tujuh karakteristik suatu

informasi dikatakan bermanfaat, meliputi:

a. Relevan artinya informasi dinilai relevan apabila dapat mengurangi

ketidakpastian, meningkatkan kemampuan pengambil keputusan untuk

memprediksi atau harapan.

b. Reliabel artinya informasi dinilai akurat apabila informasi tersebut terbebas

dari kesalahan atau bias, serta mewakili aktivitas secara tepat.

c. Lengkap artinya informasi dinilai lengkap apabila tidak mengabaikan aspek

penting dari aktivitas yang sedang diukur.

d. Tepat waktu artinya informasi dinilai tepat waktu apabila informasi tersebut

dihasilkan tepat pada saat dibutuhkan.

e. Dapat dimengerti artinya informasi apabila disajikan dalam bentuk yang

dapat digunakan oleh pemakainya.

f. Dapat diverifikasi artinya apabila dua orang yang memiliki pengetahuan yang

sama secara terpisah menghasilkan informasi yang sama, maka berarti

informasi tersebut dinilai dapat diverifikasi.

g. Dapat diakses artinya informasi harus dapat diakses pada saat dibutuhkan dan

dalam bentuk yang dapat digunakan oleh pengguna.

Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah

hasil pengelolaan data yang telah diproses, diorganisasi, dan telah memiliki

kegunaan sehingga memiliki arti, relevan, akurat, lengkap, tepat waktu,


8

dimengerti, dapat di verifikasi, dapat diakses, dan bermanfaat bagi proses

pengambilan keputusan. Semakin banyak dan semakin berkualitas informasi yang

tersedia, maka pengambilan keputusan menjadi semakin baik.

2.3 Pengertian Akuntansi

Menurut Kieso, et al. (2016: 2), “Accounting consist of the three basic

activities —it identifies, records, and communicates the economft events of an

organization to interest users. A company identifies the economic events relevant

to its business and then records those events in order to provide a history of

financial activities. Recording consists of keeping a systematic, chronological

diary of events, measured in dollar and cents. Finally, communicates the collected

information to interest user by means accounting reports are called financial

statement”. Artinya Akuntansi terdiri dari tiga kegiatan dasar — mengidentifikasi,

mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomi suatu organisasi kepada

pengguna yang tertarik. Sebuah perusahaan mengidentifikasi peristiwa ekonomi

yang relevan dengan bisnisnya dan kemudian mencatat peristiwa itu untuk

memberikan sejarah kegiatan keuangan. Rekaman terdiri dari menyimpan catatan

harian peristiwa sistematis, kronologis, diukur dalam dolar dan sen. Akhirnya,

mengkomunikasikan informasi yang dikumpulkan kepada pengguna yang

berminat dengan cara laporan akuntansi disebut laporan keuangan ”.

Menurut Romney dan Steinbart (2015: 11) Akuntansi adalah proses

identifikasi, pengumpulan, dan penyimpanan data serta proses pengembangan,

pengukuran, dan komunikasi informasi.


9

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah suatu

proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, membuat ikhtisar, mencatat, dan

membuat laporan atas transaksi/kejadian berupa data keuangan menjadi sebuah

informasi keuangan yang digunakan oleh pihak manajemen untuk bahan

pengambilan keputusan.

2.4 Pengetian Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Azhar Susanto (2017: 80), Sistem Informasi Akuntansi dapat

didefinisikan sebagai kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem/komponen baik

fisik dan non fisik yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain

secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah

keuangan menjadi informasi keuangan.

Menurut Romney dan Steinbart (2015: 11), Sistem Informasi Akuntansi

adalah suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan mengolah

data untuk menghasilkan informasi bagi pengambil keputusan. Ada enam

komponen dari SIA yaitu sebagai berikut:

1. Orang yang menggunakan sistem

2. Prosedur dan instruksi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses,

dan menyimpan data

3. Data mengenai organisasi dan aktivitas bisnisnya

4. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data

5. Infrastruktur teknologi informasi, meliputi komputer, perangkat periferal,

dan perangkat jaringan komunikasi yang digunakan dalam SIA


10

6. Pengendalian internal dan pengukuran keamanan yang menyimpan data

SIA.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi

Akuntansi (SIA) merupakan subsistem dari sistem informasi dan teknologi yang

digunakan untuk membantu mengelola dan mengendalikan data keuangan yang

telah dikumpulkan dan diproses dalam prosedur formal menjadi sebuah informasi

yang didistribusikan kepada pengguna informasi.

2.5 Sistem Informasi Akuntansi Siklus

Menurut Romney dan Steinbart (2015: 27) Siklus pemrosesan transaksi

pada sistem adalah suatu rangkaian aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam

melakukan bisnisnya, mulai dari proses pembelian, produksi, hingga penjualan

barang dan jasa.

Gambar 2.1 Diagram Konteks SIA Siklus


11

Menurut Romney dan Steinbart (2015: 7-9) Siklus transaksi pada

perusahaan dapat dibagi kedalam 5 subsistem, yaitu :

1. Siklus pendapatan (revenue cycle), serangkaian aktivitas bisnis dan operasi

pemrosesan informasi terkait yang terus-menerus dengan menyediakan

barang dan jasa kepada pelanggan dan menerima kas sebagai pembayaran

atas penjualan tersebut. Siklus pendapatan menjalankan empat aktivitas

dasar diantaranya:

a. Entri pesanan penjualan,

b. Pengiriman,

c. Penagihan piutang, dan

d. Penerimaan kas.

2. Siklus pengeluaran (expenditure cycle), serangkaian aktivitas bisnis dan

operasi pemrosesan informasi terkait yang terus-menerus berhubungan

dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Siklus pengeluaran

menjalankan empat aktivitas dasar diantaranya:

a. Memesan bahan baku, perlengkapan, dan jasa

b. Menerima bahan baku, perlengkapan, dan jasa

c. Menyetujui faktur pemasok

d. Pengeluaran kas

3. Siklus produksi atau konversi (production or conversion cycle), aktivitas

yang terkait dengan penggunaan tenagakerja, bahan baku, dan peralatan

untuk menghasilkan barang jadi yang siap untuk dijual. Siklus produksi

menjalankan empat aktivitas dasar diantaranya:


12

a. Desain produk

b. Perencanaan dan penjadwalan

c. Operasi produksi

d. Akuntansi biaya

4. Siklus sumber daya manusia/penggajian (human resources/payroll cycle),

aktivitas yang terkait dengan mempekerjakan, melatih, memberi

kompensasi, mengevaluasi, mempromosikan, dan memberhentikan

karyawan. Siklus penggajian menjalankan empat aktivitas dasar

diantaranya:

a. Memperbaharui data induk penggajian

b. Validasi waktu kerja dan data kehadiran

c. Menyiapkan penggajian

d. Mengeluarkan penggajian

e. Pembayaran pajak gaji dan pengurangan lainnya

5. Siklus pembiayaan (financing cycle) siklus pengeluaran adalah rangkaian

kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan

dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.

2.6 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan

Menurut Romney dan Steinbart (2015: 414-415) dalam bukunya yang

berjudul Accounting Information System, yang diterjemahkan oleh Kikin Sakinah

Nur Safira dan Novita Puspasari, sebuah organisasi menjalankan dasar pada siklus

pendapatan diantaranya pada Gambar 2.2:


13

1. Sistem Penjualan

a. Prosedur Entri pesanan penjualan

b. Prosedur Pengiriman

2. Sistem Penerimaan Kas

a. Prosedur Penagihan

b. Prosedur Penerimaan kas

Gambar 2.2 Diagram Arus Data Tingkat 0 Siklus Pendapatan

Berdasarkan DFD pada Gambar 2.2, prosedur yang membentuk siklus

pendapatan dapat dideskripsikan dalam langkah-langkah berikut :

1. Prosedur Entri Pesanan Penjualan

Siklus pendapatan dimulai dengan penerimaan pesanan dari pelanggan.

Departemen bagian pesanan penjualan, yang bertanggung jawab pada wakil


14

direktur utama bagian pemasaran, melakukan proses entri pesanan penjualan.

(Gambar 2.3).

Gambar 2.3 Diagram Arus Data Tingkat 1: Entri Pesanan Penjualan

Prosedur entri pesanan penjualan terdiri atas 3 langkah diantaranya:

a. Mengambil Pesanan Pelanggan

Dokumen pesanan penjualan (Sales order) dapat diterima dalam berbagai

cara seperti di toko, melalui surat, melalui telepon, melalui website, atau

melalui tenaga penjualan di lapangan.

b. Persetujuan Kredit

Penjualan secara kredit harus disetujui sebelum diproses. Untuk pelanggan

yang sudah ada file infuknya, staf penjualan mengecek batasan kredit dan

laporan umur piutang pelanggan untuk memastikan saldo rekening

pelanggan tidak melampaui batas kreditnya. Untuk pelanggan baru,

manajer kredit yang akan menentukan kebijakan kredit dan menyetujui


15

perpanjangan kredit pelanggan baru serta peningkatan batasan kredit bagi

pelanggan yang sudah ada. Dokumen terkait dalam persetujuan kredit

adalah laporan umur piutang.

c. Memeriksa Ketersediaan Persediaan

Langkah berikutnya adalah menetapkan apakah tersedia cukup persediaan

untuk memenuhi pesanan tersebut, dokumen persediaan menunjukkan

informasi yang tersedia untuk staf penjualan. Jika persediaan cukup untuk

memenuhi pesanan pelanggan, sistem kemudian akan menghasilkan kartu

pengambilan (packing ticket) yang mencantumkan barang dan kuantitas

dari tiap-tiap barang yang dipesan.

d. Menjawab Permintaan Pelanggan

Bagian penjualan mengkonfirmasi kepada pelanggan atas permintaan

pelanggan. Penggunaan sistem manajemen hubungan pelanggan (customer

relationship management system) digunakan untuk mendukung pelayanan

pada pelanggan.

2. Prosedur Pengiriman

Prosedur dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah mengisi pesanan

pelanggan dan mengirimkan barang yang diminta.


16

Gambar 2.4 Diagram Arus Data Tingkat 1 : Pengiriman

Prosedur pengiriman terdiri atas 2 langkah (Gambar 2.4):

a. Memilih dan Mengepak Pesanan

Pekerja gudang mencatat kuantitas setiap barang yang benar-benar dipilih

ke dalam kartu pengambilan dan memasukkan data kedalam sistem.

b. Mengirimkan Pesanan

Setelah dikeluarkan dari gudang, barang dikirimkan ke pelanggan.

Departemen pengiriman membandingkan perhitungan fisik persediaan

dengan kuantitas yang ada dalam kartu pengambilan dan dengan kuantitas

yang ada pada pesanan penjualan. Selanjutnya, petugas pengiriman

menghitung barang yang dikirim dari gudang, nomor pesanan penjualan,

nomor barang, dan kuantitas dimasukkan menggunakan terminal online.

Proses ini memperbarui kolom kuantitas dalam file induk persediaan dan

menghasilkan dokumen slip pengepakan serta berbagai salinan dari bill of

lading.
17

3. Prosedur Penagihan dan Piutang Usaha

Prosedur dasar ketiga dalam siklus pendapatan melibatkan penagihan para

pelanggan (Gambar 2.5)

Gambar 2.5 Diagram Arus Data Tingkat 1: Proses Penagihan

Pada Gambar 2.5 menunjukkan bahwa prosedur ini melibatkan dua tugas

terpisah, tetapi terkait erat yaitu menagihkan faktur dan memperbarui piutang,

yang dijalankan oleh dua unit terpisah dalam departemen akuntansi.

a. Penagihan Faktur

Bagian penagihan membuat faktur penjualan, yang memuat informsai

mengenai jumlah yang harus dibayar dan kemana harus mengirimkan

pembayaran. Sebuah sistem ERP terintegrasi menyediakan peluang untuk

menggabungkan proses penagihan dengan fungsi penjualan dan pemasaran

dengan menggunakan data mengenai sejarah pembelian pelanggan masa

lalu.

b. Pemeliharaan Piutang
18

Fungsi bagian piutang menggunakan informasi dalam faktur penjualan

untuk mendebit rekening pelanggan dan berikutnya mengkredit rekening

tersebut jika pembayaran diterima dan menerbitkan dokumen daftar

pengiriman uang pelanggan untuk dikirimkan ke departemen buku besar

dan pelaporan.

4. Prosedur Penerimaan Kas

Prosedur terakhir dalam siklus pendapatan adalah penerimaan dan proses

pembayaran dari pelanggan. Kasir, orang yang melaporkan pada bendahara

menangani kiriman uang pelanggan dan menyetorkannya ke bank. Nota

pengiriman uang tersebut kemudian dikirimkan ke bagian piutang digunakan

mengurangi saldo akun pelanggan.

2.7 Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan

Pengendalian internal menurut COSO (2013), "Internal control is a

process, affected by an entity's board of directors, management, and other

personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement

of objectives relating to operations, reporting, and compliance”. Komponen

pengendalian internal menurut COSO :

1. Lingkungan Pengendalian (Control Invironment)

Berdasarkan rumusan COSO, bahwa lingkungan pengendalian didefinisikan

sebagai seperangkat standar, proses, dan struktur yang memberikan dasar untuk
19

melaksanakan pengendalian internal di seluruh organisasi. Terdapat tujuh faktor

lingkungan pengendalian diantaranya:

a) Integritas dan nilai etis.

Manajemen perlu menetapkan standar etis dan perilaku yang

dikomunikasikan kepada karyawan dan diperkuat dengan praktik.

b) Komitmen terhadap kompetensi.

Manajemen harus menspesifikasikan tingkat kompetensi untuk pekerjaan

tertentu dan menjabarkan kompetensi kedalam tingkat pengetahuan dan

keterampilan yang dibutuhkan.

c) Dewan komisaris dan partisipasi panitia audit.

Adalah orang-orang terpercaya dan secara aktif mengawasi akuntansi

entitas, kebijakan, dan prosedur pelaporan.

d) Filosofi manajemen dan gaya operasi.

Menetapkan, mempertahankan, dan memonitor pengendalian internal

suatu entitas merupakan tanggungjawab manajemen. Filosofi manajemen

dan gaya operasi dapat secara signifikan mempengaruhi mutu

pengendalian internal.

e) Struktur organisasi.

Mendefinisikan bagaimana wewenang dan tanggungjawab didelegasikan

dan dimonitor.

f) Pemberian wewenang dan tanggungjawab.


20

Mencakup kebijakan yang berkaitan dengan praktik bisnis yang dapat

diterima, pengetahuan dan pengalaman personil, dan sumber daya yang

diberikan untuk melaksanakan kewajiban.

g) Kebijakan dan praktik sumber daya manusia.

Entitas harus memiliki kebijakan personil yang baik untuk penerimaan,

pelatihan, evaluasi, konseling, promosi, kompensasi, dan tindakan

perbaikan.

2. Penilaian Resiko (Risk Assessment)

Menurut COSO, penilaian risiko melibatkan proses yang dinamis dan

interaktif untuk mengidentifikasi dan menilai risiko terhadap pencapaian tujuan.

Risiko itu sendiri dipahami sebagai suatu kemungkinan bahwa suatu peristiwa

akan terjadi dan mempengaruhi pencapaian tujuan entitas, dan risiko terhadap

pencapaian seluruh tujuan dari entitas ini dianggap relatif terhadap toleransi risiko

yang ditetapkan.

3. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Menurut COSO, aktivitas pengendalian adalah tindakan-tindakan yang

ditetapkan melalui kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang membantu

memastikan bahwa arahan manajemen untuk mengurangi risiko terhadap

pencapaian tujuan dilakukan. Aktivitas pengendalian dilakukan pada semua

tingkat entitas, pada berbagai tahap dalam proses bisnis, dan atas lingkungan

teknologi. Aktivitas pengendalian yang relevan terhadap audit mencakup :


21

a) Penelaahan kinerja.

Sistem akuntansi yang baik harus mempunyai pengendalian secara

independen memeriksa kinerja individu atau proses dalam sistem.

b) Pengolahan informasi.

Terdapat dua kategori luas dari aktivitas pengendalian sistem informasi,

yaitu pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Pengendalian umum

berkaitan dengan pengolahan informasi secara keseluruhan meliputi

pengendalian terhadap operasi pusat data, akuisisi, pemeliharaan perangkat

lunak sistem, pengembangan dan pemeliharaan sistem. Pengendalian

aplikasi berlaku pada pengolahan aplikasi individual dan membantu untuk

meyakinkan kelengkapan dan akurasi pengolahan akurasi, otorisasi, dan

validitas.

c) Pengendalian fisik. Meliputi pengamanan yang memadai, seperti fasilitas,

otorisasi untuk akses ke program komputer dan arsip data, dan perhitungan

aktiva berkala, seperti persediaan dan perbandingan dengan catatan

pengendalian.

d) Pemisahan fungsi. Entitas penting untuk memisahkan otorisasi transaksi,

pencatatan, dan penyimpanan aktiva yang berkaitan.

4. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

COSO menjelaskan bahwa informasi sangat penting bagi setiap entitas

untuk melaksanakan tanggung jawab pengendalian internal guna mendukung

pencapaian tujuan-tujuannya. Informasi yang diperlukan manajemen adalah

informasi yang relevan dan berkualitas baik yang berasal dari sumber internal
22

maupun eksternal dan informasi yang digunakan untuk mendukung fungsi

komponen-komponen lain pengendalian internal. Keakuratan dan ketepatan

informasi dibutuhkan guna mengambil suatu keputusan.

5. Aktivitas Pemantauan (Monitoring Activities)

Aktivitas pemantauan menurut COSO merupakan kegiatan evaluasi dengan

beberapa bentuk apakah yang sifatnya berkelanjutan, terpisah maupun kombinasi

keduanya yang digunakan untuk memastikan apakah masing-masing dari kelima

komponen pengendalian internal mempengaruhi fungsi-fungsi dalam setiap

komponen, ada dan berfunsi.

2.8 Penelitian Terdahulu

Penelitian menggunakan penelitian-penelitian terdahulu sebagai data

pendukung penelitian yang relevan dengan permasalahan yang sedang dibahas.

Penelitian Parrangan, G. Angelina dan Pangemanan, S yang berjudul Penerapan

Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT Deho Canning Company Bitung

dengan hasil penelitian sistem akuntansi penjualan yang diterapkan masih manual

dan implementasi sistem akuntansi penjualan menggunakan konversi langsung

mengakibatkan otomatisasi pada laporan terkait dan pencetakan laporan.

Penelitian terdahulu lainnya yaitu dilakukan oleh Lumempouw, G. dkk

yang berjudul Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penjualan Kredit

Pada PT Sinar Pure Food International dengan hasil penelitian sistem

pengendalian intern penjualan kredit pada PT. Sinar Pure Foods International
23

yang meliputi struktur organisasi, siistem otorisasi dan prosedur pencatatan, serta

karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya, telah sesuai dengan

Standar Operasional Prosedur yang ditetapkan perusahaan dan tidak menyimpang

dari teori yang terdapat dalam ilmu akuntansi.

2.9 Kerangka Pemikiran

Sistem Informasi Akuntansi Siklus


Pendapatan dan Pengendalian Internal
pada BUMN Perikanan di Jakarta

1. SIA Siklus Pendapatan Sistem Pegendalian Internal


Penjualan (COSO)
a. Prosedur input pesanan penjualan 1. Lingkungan Pengendalian
b. Prosedur Pengiriman 2. Penilaian Resiko
3. Informasi & Komunikasi
2. SIA Siklus Pendapatan Sistem
4. Pengawasan
Penerimaan Kas
5. Kegiatan Pengendalian
a. Prosedur Penagihan
b. Prosedur Penerimaan kas

Membandigkan teori dengan penerapan

Kesimpulan dan Rekomendasi

Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran Penelitian


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Menurut Sugiyono (2013: 15) metode penelitian kualitatif adalah metode

penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk

meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen)

dimana penelitian adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber

data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan

triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif dan hasil

penelitian kualitatif lebih menekankan arti daripada generalisasi.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam

melakukan penelitian dibutuhkan data yang relevan untuk mencapai tujuan yang

diinginkan dan dapat tercapai sesuai dengan kegunaan tertentu. Metode penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan

desktriptif.

3.2 Sumber Data

Pada sebuah penelitian, penelitian di tuntut untuk meguasai teknik

pengumpulan data, sehingga dapat menghasilkan data yang relevan dengan

penelitian. Pada penelitian ini penelitian menggunakan jenis data kualitatif dari

sumber primer dan sumber sekunder.

24
25

1. Data Primer

Sumber primer adalah sumber daya yang secara langsung memberikan data

kepada pengumpul data (Sugiyono, 2013: 225). Sumber primer ini berupa catatan

hasil wawancara yang diperoleh melalui wawancara yang penelitian lakukan.

2. Data Sekunder

Sumber sekunder adalah sumber data yang tidak memberikan informasi

secara langsung kepada pengumpul data. Sumber data sekunder ini dapat berupa

hasil pengolahan lebih lanjut dari data primer yang disajikan dalam bentuk lain

atau dari orang lain (Sugiyono, 2013: 225). Data ini digunakan untuk mendukung

informasi dari data primer yang diperoleh baik dari wawancara, maupun dari

observasi langsung ke lapangan.

3.3 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada BUMN Perikanan di Jakarta, adapun alasan

memilih lokasi penelitian tersebut karena penelitian merupakan karyawan pada

kantor tersebut selama 2 tahun di bidang Akuntansi sejak Maret 2018, dan waktu

pengamatan dilakukan penelitian pada bulan Januari – Mei 2020 yang berlokasi di

Jakarta.

3.4 Teknik Pengumpulan dan Analisis Data

Berikut ini beberapa teknik pengumpulan dan analisis data:


26

1. Observasi

Observasi dilakukan untuk mendekatkan penelitian ke orang-orang yang

ditelitinya dan ke situasi atau lingkungan mereka yang sebenarnya. Menurut

Hadi dan Sugiyono (2013: 145) mengemukakan bahwa, observasi

merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari

berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting

adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Pada observasi penelitian

melakukan mengajukan pertanyaan ke pegawai yang berhubungan

mengenai Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada

BUMN Perikanan di Jakarta.

2. Wawancara

Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2013: 231), wawancara merupakan

pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab,

sehingga dapat dikontribusikan makna dalam suatu topik tertentu. Dalam

hal ini, penelitian melakukan wawancara kepada fungsi terkait dalam

pelaksanaan siklus pendapatan (Tabel 3.1).

No Divisi Jabatan Topik


1 Divisi Penjualan Kepala Divisi Kebijakan

persetujuan order

dari pembeli,

kebijakan

persetujuan

kredit.
27

2 Divisi Pengolahan Hasil Kepala Divisi Proses kegiatan

Perikanan pemenuhan

permintaan divisi

sales, pengiriman

barang ke

pelanggan

4 Divisi Keuangan Manajer Prosedur

Pembendaharaan pengeluaran kas,

penerimaan kas,

downpayment

dan jaminan lain

dari pelanggan.

7 Divisi Pengembangan Kepala Divisi SPO Perusahaan

Usaha

8 Satuan Pengawas Internal Kepala Divisi Kegiatan

pengawasan dan

evaluasi atas

pengendalian

internal

Tabel 3.1 Daftar Sumber Informasi Wawancara


28

3. Dokumentasi

Menurut Sugiyono (2013: 240), dokumen merupakan catatan peristiwa yang

sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, karya, dan lain-

lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode

observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Penelitian melakukan

analisa dari dokumen perusahaan yang terkait dengan siklus pendapatan dan

standar operasional perusahaan.

4. Analisa dan Penanganan Langsung di Objek Penelitian

Sebuah metode dimana penelitian mengamati dan ikut serta secara langsung

dalam penanganan objek penelitian. Penelitian merupakan staff akuntansi

pada BUMN Perikanan di Jakarta.

5. Triangulasi

Merupakan gabungan dari ketiga hal tersebut, hal ini disebabkan penelitian

merupakan pegawai sejak Maret 2018.


BAB IV

TEMUAN DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.1.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan

Perusahaan BUMN Perikanan didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah

(PP) Nomor 2 Tahun 1990 yang terbit tanggal 20 Januari 1990. Lalu, diatur

kembali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2000. Tahun 2013 terbit

PP Nomor 9 yang antara lain mencantumkan perubahan nama perusahaan.

Berdasarkan PP Nomor 9/2013 itu, perusahaan memiliki tugas dan

tanggungjawab mengelola, menyelenggarakan, pengusahaan, dan pelayanan

barang jasa dan pengembangan system bisnis perikanan kepada pengguna jasa

pelabuhan perikanan yaitu nelayan pada khususnya dan masyarakat

perikanan pada umumnya serta memupuk keuntungan. Pengusahaan dan

pelayanan tersebut dilaksanakan pada 6 pelabuhan perikanan yaitu :

1. Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta di Jakarta,

2. Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan di Belawan;

3. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan di Pekalongan;

4. Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong di Brondong;

5. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat di Pemangkat,

6. Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi di Prigi.

29
30

Setelah 29 tahun beroperasi, perusahaan terus berkembang menjadi salah

satu perusahaan perikanan terkemuka dengan fokus pada 3 lini usaha yaitu :

1. Jasa pelabuhan (sewa lahan dan bangunan; tambat labuh; jasa docking dan

perbaikan kapal; sewa cold storage; produksi es; penjuala BBM, air bersih

dan perbekalan kapal lainnya)

2. Budidaya (ikan dan udang, termasuk produksi pakan ikan dan udang)

3. Perdagangan dan pengolahan ikan dan hasil laut, baik untuk konsumsi

dalam negeri maupun ekspor.

Dalam kegiatan pencatatannya, perusahaan menggunakan sistem ERP

Merah Putih yang bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia. Proses penerapan

ERP dimulai pada bulan Maret 2018 sampai dengan sekarang, namun progresnya

hanya penggunaan general ledger dan pelaporan keuangan, sampai dengan saat

ini hanya pemeliharaan sistem dan belum mengintegrasikan seluruh kegiatan

operasional perusahaan.

4.1.2 Visi dan Misi BUMN Perikanan di Jakarta

Setiap perusahaan memiliki visi dan misi dalam menjalankan kegiatannya,

adapun visi dan misi BUMN Perikanan di Jakarta adalah sebagai berikut :

a. Visi

Menjadi perusahaan perikanan yang tangguh, terpercaya, dan penggerak

pertumbuhan ekonomi.

b. Misi
31

1. Berperan aktif dalam pembangunan perekonomian nasional di sektor

perikanan dan kelautan.

2. Menyediakan fasilitas barang dan jasa guna mendukung pelayanan prima.

3. Mengembangkan sistem bisnis perikanan.

4. Memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional.

5. Mengelola perusahaan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance

(GCG).

4.1.3 Budaya Perusahaan

Perum Perikanan Indonesia memiliki budaya perusahaan dalam

menjalankan kegiatannya yaitu:

1. Integritas : selalu mejaga kesesuaian antara pikiran, ucapan, dan perbuatan.

2. Semangat : Selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan setiap

pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan

3. Kebersamaan : saling menghargai, saling percaya dengan membangun

sinergi dan menjunjung tinggi kebersamaan.

4. Profesional : melaksanakan tugas sesuai keahlian, komitmen,

tanggungjawab, dan dapat diandalkan untuk memberikan hasil yang

terbaik untuk perusahaan.

5. Visioner : memiliki pandangan yang jauh kedepan untuk menyelesaikan

masalah dan antisipasinya dan membuat ide baru serta melakukan

perbaikan terus-menerus
32

4.1.4 Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Perushaan

Uraian Struktur Organisasi Kantor Pusat :

A. Direktur Utama

Mengkoordinasikan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional. Direktur

utama mempunyai tugas menyelenggarakan penetapan kebijakan,

pembinaan, pengelolaan, dan pengendalian perusahaan.

Direktur utama membawahi :

1) Satuan Pengawas Intern

Satuan Pengawas Intern dipimpin oleh Kepala Satuan Pengawas Intern yang

mempunyai tugas melaksanakan pengawasan pengelolaan umum dan usaha

perusahaan, menilai pengendalian pengurusan dan pelaksanaannya pada


33

Perusahaan, serta memberikan saran perbaikan dan menyampaikan laporan

hasil pengawasan.

Kepala Satuan Intern membawahi :

a) Pengawas Senior Umum,

b) Pengawas Senior Usaha

2) Sekretaris Perusahaan

Sekretaris perusahaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan

pengendalian pelaksanaan kegiatan administrasi dan tata kelola, komunikasi

dan sistem informasi, serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

(PKBL).

Sekretaris perusahaan membawahi :

a) Departemen Administrasi dan Tata Kelola,

b) Departemen Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)

c) Departemen Humas

B. Direktur Keuangan

Direktur kauangan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan

pembinaan, pengelolaan, dan pengendalian keuangan, SDM & Umum,

Pengelolaan Aset, IT dan Hukum.

Direktur umum membawahi :

1) Kepala Divisi Keuangan


34

Kepala Divisi Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan,

pengendalian, dan pengembangan pengelolaan keuangan perusahaan.

Kepala Divisi Keuangan membawahi :

a) Departemen Pembendaharaan dan Pembiayaan

b) Departemen Akuntansi

c) Departemen Perpajakan

2) Kepala Divisi SDM & Umum

Kepala Divisi SDM dan Umum mempunyai tugas melaksanakan kegiatan

pembinaan, pengendalian dan pengembangan pengelolaan SDM perusahaan

dan pengendalian kegiatan umum.

Kepala Divisi SDM & Umum membawahi :

a) Departemen Administrasi SDM

b) Departemen Pengembangan SDM dan Organisasi

c) Departemen Umum

3) Kepala Divisi Pengelolaan Aset

Kepala Divisi Pengelolaan Aset mempunyai tugas melaksanakan

pembinaan, pemantauan, dan pengendalian terhadap aset perusahaan dan

pengelolaan aset.

Kepala Divisi Pengelolaan Aset membawahi :

a) Departemen Electrical dan Mechanical

b) Departemen Bangunan dan Tata Ruang

c) Departemen Adminisrasi Aset

4) Desk Unit Layanan Pengadaan (ULP)


35

Manajer Unit Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan

menyiapkan perencanaan dan pelaksanaan serta pengadministrasian

kegiatan pengadaan barang dan/jasa perusahaan.

C. Direktur Operasional

Direktur operasional mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan,

pengelolaan, dan pengendalian di bidang usaha pelabuhan perikanan,

perdagangan, pendangkapan dan pengolahan ikan, budidaya perikanan, dan

pengembangan operasional perusahaan.

Direktur Operasional membawahi :

1) Kepala Divisi Pengembangan Usaha

Kepala Divisi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melaksanakan

pengelolaan dan pengendalian perencanaan dan pengembangan usaha

perusahaan.

Kepala Divisi Pengembangan Usaha membawahi :

a) Departemen Resiko Pengembangan Usaha

b) Departemen Analisa Pengembangan Strategi Usaha

c) Departemen R/D dan Portofolio

2) Kepala Divisi Pelabuhan Perikanan

Kepala Divisi Pelabuhan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan

pembinaan, pengendalian, dan pengembangan pengelolaan usaha pelabuhan

perikanan.

Kepala Divisi Pelabuhan Perikanan membawahi :

a) Departemen Operasional
36

b) Departemen Administrasi

c) Departemen Pasar Ikan Modern (PIM)

3) Kepala Divisi Pengelolaan Hasil Perikanan

Kepala Divisi Pengelolaan Hasil Perikanan mempunyai tugas melaksanakan

pembinaan, pengendalian, dan pengembangan atas pengadaan, penangkapan

serta pengelolan ikan pada kantor cabang dan/atau unit usaha perusahaan.

Kepala Divisi Pengelolaan Hasil Perikanan membawahi :

a) Departemen Pengadaan

b) Departemen Penangkapan

c) Departemen Pengelolaan

4) Divisi Sales

Kepala Divisi Sales mempunyai tugas melaksanakan pembinaan,

pengendalian dan pengembangan atas perdagangan ikan pada kantor cabang

dan/unit usaha perusahaan.

Kepala Divisi Sales membawahi :

a) Departemen Korporasi

b) Departemen Retail

5) Kepala Divisi Akuakultur dan Pakan

Kepala Divisi Akuakultur dan Pakan mempunyai tugas melaksanakan

pembinaan, pengendalian, dan pengembangan pengelolaan usaha budidaya

perikanan pada kantor cabang dan/unit usaha perusahaan.

Kepala Divisi Akuakultur dan Pakan membawahi :

a) Departemen Akuakultur
37

b) Departemen Produksi Pakan.

6) Cabang Kelas A, B, dan C

Kepala cabang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengendalian

dan pengembangan kegiatan operasional pada kantor cabang dan/unit

perusahaan.

4.2 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada

BUMN Perikanan di Jakarta

Pada penerapan sistem informasi akuntansi pendapatan pada BUMN

Perikanan terbagi menjadi penjualan korporasi dan retail, mayoritas kegiatan

penjualan dilakukan oleh korporasi (company to company) dan sebelum dilakukan

transaksi penjualan korporasi terdapat penandatanganan perjanjian dalam bentuk

sales contract atau Perjanjian Kerjasama (PKS) yang terikat periode transaksinya

dan syarat tertentu transaksi jual-beli seperti pembayaran downpayment, sistem

penjualan dapat dilihat dengan prosedur-prosedur sebagai berikut:


38

Gambar 4.3 Flowchart Sistem Penjualan Kredit

4.2.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penjualan

[Link] Prosedur Entri Pesanan Penjualan

1. Pelanggan mengirimkan permintaan kebutuhan ikan berupa Purchase

Order (PO) yang dilengkapi dengan nomor telepon, alamat

perusahaan/perorangan, harga ikan dan batas waktu pelunasan pembayaran

ikan

2. Kepala Divisi Sales menerima PO dan menugaskan Manajer Korporasi

dan Manajer Retail untuk menindaklanjuti permintaan ikan tersebut

3. Manajer Korporasi dan Manajer Retail menerima PO dan melakukan

negoisasi harga ikan dengan pelanggan, kesepakatan harga akan

ditindaklanjuti dengan pengecekan spesifikasi dan kualitas ikan


39

4. Pelanggan melakukan pengecekan spesifikasi dan kualitas ikan yang

meliputi jenis ikan, size, grade, dan volume ikan

5. Bagi pelanggan baru, bagian penjualan melakukan analisis kemampuan

pelanggan dalam membayar dan Staf administrasi menyiapkan draft

perjanjian kerjasama atas transaksi jual-beli yang akan dilakukan dengan

pelanggan yang memuat informasi transaksi salah satunya teknis

pembayaran secara kredit. Untuk pelanggan lama, staf administrasi

mengecek atas saldo piutang pelanggan dengan dokumen laporan umur

piutang.

[Link] Prosedur Pengiriman

1. Staf operasional melakukan pengambilan barang digudang sesuai dengan

PO yang dikirimkan pelanggan dan mengecek kualitas ikan dalam keadaan

baik.

2. Staf operasional melakukan perhitungan dan pengepakan atas barang yang

diambil dari gudang dengan kuantitas pada pesanan penjualan. Atas

perhitungan tersebut dicatat dalam nota timbang (tally), surat jalan, dan

bill of lading.

3. Pengiriman ikan ke pelanggan oleh bagian operasional dan staf pemasaran

menerima laporan ikan sudah dikirim


40

4.2.2 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penerimaan

Kas

[Link] Prosedur Penagihan

1. Staf administrasi dan keuangan menerbitkan invoice penjualan ikan sesuai

spesifikasi ikan yang dipenuhi oleh bagian operasional dengan

mencantumkan batas waktu pelunasan pembayaran ikan berdasarkan nota

timbang barang keluar dari gudang

2. Staf administrasi dan keuangan menyiapkan berkas-berkas penagihan

piutang pelanggan dan membuat surat penagihan piutang usaha

3. Kepala Divisi Sales memeriksa kelengkapan dokumen penagihan piutang

usaha dan menugaskan staf administrasi dan keuangan untuk mengirimkan

surat penagihan piutang usaha kepada pelanggan

4. Staf administrasi dan keuangan mengirimkan surat penagihan piutang

usaha kepada pelanggan

[Link] Prosedur Penerimaan Kas

1. Kasir menerima jaminan pembayaran (cek, bilyet giro, SKBDN, LC) atau

DP sebanyak 20% dari nilai invoice sebelum ikan dikirim ke pelanggan.

Pembayaran DP dilakukan dengan transfer online bank.

2. Pelanggan melakukan pelunasan atas pembelian ikan sampai batas waktu

yang di tentukan (maksimal 30 hari setelah invoice terbit) dengan

membayar kekurangan nilai invoice dengan transfer online bank


41

3. Pembayaran yang menggunakan jaminan, kasir melakukan pencairan

jaminan ke bank. Nota pengirima uang tersebut dikirimkan ke bagian

piutang untuk mengurangi saldo pelanggan.

4. Staf administrasi dan keuangan menerima pelunasan ikan, jika pelanggan

terlambat melakukan pembayaran/pelunasan pada waktu yang telah

ditentukan maka diberikan sanksi berupa surat teguran 1 sampai 3 kali

(jangka waktu selama 1 minggu/teguran). Surat teguran dikonsepkan oleh

staff administrasi dan di tandatangani oleh Kepala Divisi. Pelanggan yang

melebihi dari batas teguran masuk dalam daftar hitam (Blacklist) yang

akan dievaluasi dalam transaksi berikutnya, apabila dalam evaluasi

tersebut pelanggan dinyatakan layak maka transaksi dapat dilakukan

kembali.

4.3 Analisa dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan

pada BUMN Perikanan di Jakarta

4.3.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penjualan

[Link] Prosedur Entri Pesanan Penjualan

Siklus pendapatan dimulai dengan penerimaan pesanan dari pelanggan.

Pada perusahaan, kegiatan penjualan dibagi kedalam 2 kategori yaitu retail dan

korporasi. Penerimaan pesanan melalui purchase order yang dikirimkan oleh

pelanggan. Purchase order yang diterima memuat informasi nama pelanggan,

alamat pelanggan, jenis ikan, size, harga, kuantitas, dan syarat penjualan. Dalam
42

teori, persetujuan kredit perlu diperhatikan dalam pemberian kredit yaitu batasan

kredit dan laporan umur piutang. Pada perusahaan penjualan dilakukan

berdasarkan perjanjian Kerjasama, penjualan kredit di sebutkan dalam kontrak

penjualan jika penjualan lokal maka downpayment diterima minimal 20%, dan

penjualan ekspor pelanggan menjaminkan LC at sight. Pada teori, dalam

mengecek ketersediaan digudang maka pencatatan persediaan digudang harus

akurat dengan kondisi terakhir, penerapannya pada perusahaan pencatatan belum

akurat dengan kondisi terakhir persediaan. Hal ini terjadi karena manajemen

gudang yang masih belum terintegrasi dengan sistem secara online. Kegiatan entri

pesanan penjualan yang belum terintegrasi dengan sistem akan berdampak pada

kecepatan dan keakuratan data pelanggan serta persediaan barang di gudang.

Selain itu, kegiatan penerbitan dokumen pendukung menjadi tidak realtime.

[Link] Prosedur Pengiriman

Langkah selanjutnya adalah pengiriman barang ke pelanggan. Pada teori

kegiatan pengiriman diawali dengan menginput dan mengepak pesanan, kegiatan

dilakukan dengan memberikan kartu pengambilan barang kepada petugas gudang

dan petugas gudang mencatat setiap kuantitas jenis barang yang diambil serta

membandingkan jumlah barang yang keluar dengan dokumen pengambilan

barang menggunakan terminal online. Pada perusahaan, proses menginput

pesanan dilakukan secara manual tidak menggunakan sistem online serta

pengambilan barang ke gudang tidak menggunakan kartu pengambilan gudang

secara baku (hasil wawancara Kepala Divisi Pengolahan Hasil Perikanan).


43

Aktivitas membandingkan perhitungan fisik dengan dokumen tidak diupdate

secara realtime. Pencatatan belum akurat dengan kondisi terakhir persediaan. Hal

ini terjadi karena manajemen gudang yang masih belum terintegrasi dengan

sistem secara online. Sehingga file induk persediaan pada sistem tidak otomatis

terbaharui. Dokumen pendukung yang melekat pada barang setiap pengiriman

kepada customer diantaranya, surat jalan, nota timbang, packing list, dan bill of

lading.

4.3.2 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan Sistem Penerimaan

Kas

[Link] Prosedur Penagihan

Setelah pesanan dikirimkan ke pelanggan, maka langkah selanjutnya

adalah penagihan. Pada teori penagihan faktur dilakukan dengan meringkas

informasi dari entri penjualan dan aktivitas pengiriman dengan dokumen yang

digunakan adalah invoice penjualan. Pemeliharan piutang menggunakan informasi

dalam faktur penjualan dengan mengkredit rekening pelanggan jika telah

dilakukan pembayaran. Aktivitas mengkredit rekening piutang pelanggan

berdasarkan bukti transfer dari pelanggan dan invoice penjualan.

[Link] Prosedur Penerimaan Kas

Langkah terakhir dalam siklus pendapatan adalah penerimaan kas, pada

teori penerimaan dan proses pembayaran dari pelanggan dilakukan oleh kasir,
44

yang dilaporkan kepada bendahara menangani kiriman uang pelanggan dan

menyetorkannya ke bank. Sistem ERP harus dikonfigurasikan untuk

mensyaratkan seluruh transaksi penerimaan kas diproses melalui sebuah daftar

rekening bank yang disetujui. Aktivitas penerimaan dan proses pembayaran dari

pelanggan dilakukan secara non tunai (transfer via bank). Bukti pengiriman

(transfer), jaminan cek, dan bilyet giro dari pelanggan diserahkan kepada kasir.

Daftar nomor rekening telah dikonfigurasi dalam sistem ERP dan informasinya

telah dimuat dalam invoice penjualan.

4.4 Analisa dan Pembahasan Pengendalian Internal (COSO) Sistem

Informasi Akuntansi Pendapatan pada BUMN Perikanan di Jakarta

4.4.1 Lingkungan Pengendalian

Penerapan pengendalian internal lingkungan pengendalian di BUMN

Perikanan, perusahaan memiliki struktur organisasi, visi, misi, budaya perusahaan

dan code of conduct, pendelegasian tugas dan tanggungjawab pekerjaan

berdasarkan kompetensi karyawan sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan

yang dimiliki, laporan (keuangan dan manajemen) serta kebijakan yang

mempengaruhi perusahaan dievaluasi dalam periode tertentu bersama Dewan

Pengawas, Direksi, Kepala Divisi, dan SPI.

4.4.2 Penilaian Risiko

Pada teori penetapan tujuan, terintegrasi dengan penjualan, produksi,

pemasaran, keuangan dan aktivitas lainnya sehingga organisasi beroperasi secara


45

harmonis. Penerapan pada perusahaan yaitu adanya survey kepuasan pelanggan

dan kegiatan penjualan yang dilakukan menggunakan kontrak penjualan

(perjanjian kerjasama).

4.4.3 Aktivitas Pengendalian

Pada teori sistem yang baik harus ada pengendalian secara independen,

pengendalian informasi (umum dan aplikasi), pengendalian terhadap perhitungn

fisik dengan file dalam sistem yang terintegrasi, serta pemisahan fungsi. Sistem

ERP yang ada pada perusahaan belum mampu mengintegrasikan seluruh kegiatan

perusahaan baik fungsi penjualan, operasional, produksi, pemasaran serta

keuangan. Penerapan ERP dimulai Maret 2018 samai dengan saat ini masih tahap

awal yaitu hanya menyediakan general ledger serta pelaporan keuangan, kegiatan

pencatatan lainnya yang mendukung operasional perusahaan seperti persediaan,

pengelolaan gudang, dan lainnya belum tersedia sehingga pencatatan masih

dilakukan secara manual. Hal ini mengakibatkan, data fisik persediaan dengan file

pada sistem tidak akurat, informasi yang dihasilkan menjadi tidak tepat waktu.

4.4.4 Informasi dan Komunikasi

Penerapan pengendalian internal informasi dan komunikasi pada

perusahaan telah dilakukan dengan baik dan sistematis. Informasi dari dalam dan

luar perusahaan diumumkan melalui edaran dan terarsip secara online dalam

aplikasi eoffice. Kegiatan koordinasi dan evaluasi rutin dilakukan oleh pihak
46

manajemen, sehingga informasi dan komunikasi yang bersumber dari internal dan

eksternal yang ada dapat mendukung fungsi pengendalian internal lainnya

4.4.5 Aktivitas Pemantauan atau Pengawasan

Penerapan pengendalian internal aktivitas pemantauan pada perusahaan

telah dilakukan dengan baik. Adanya evaluasi rutin yang diadakan oleh direksi

dan SPI sehingga dengan kebijakan yang ada dapat diambil keputusan apakah

dilanjutkan atau diubah demi mencapai tujuan perusahaan baik jangka pendek dan

jangka panjang.
BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Kesimpulan

1. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Sistem Pendapatan terdiri atas

sistem penjualan dan sistem penerimaan kas. Pada Prosedur Pengiriman

barang ditemukan ketidaksesuaian dengan teori yaitu tidak adanya

dokumen pengambilan barang dari gudang yang baku. Pada aktivitas

pengiriman, perhitungan fisik dengan kuantitas yang tertera dalam

dokumen tidak terintegrasi secara online kedalam sistem sehingga

pembuatan dokumen masih manual dan data tidak terupdate secara

realtime meskipun sistem ERP telah digunakan. Sistem ERP terbatas pada

general ledger untuk menunjang pembuatan laporan keuangan tidak

mendukung terintegrasinya seluruh fungsi (marketing, operational, dan

business supporting). Prosedur entri pesanan penjualan, prosedur

penagihan, dan prosedur penerimaan kas telah dilakukan sesuai dengan

teori sehingga memadai. Terdapat kelebihan pada sistem penjualannya

yaitu adanya perjanjian Kerjasama (kontrak penjualan), syarat pembayaran

dengan downpayment dan FOB Shipping Point.

2. Penerapan Pengendalian Internal – COSO yang terdiri dari lima

komponen, pada komponen aktivitas pengendalian terdapat

ketidaksesuaian dengan teori yang ada yaitu Sistem ERP yang ada pada

47
48

perusahaan belum mampu mengintegrasikan seluruh kegiatan perusahaan

diantaranya fungsi penjualan, operasional, produksi, pemasaran serta

keuangan sehingga pencatatan seperti persediaan, pengelolaan gudang, dan

lainnya masih dilakukan secara manual. Hal ini mengakibatkan data fisik

persediaan dengan file pada sistem tidak akurat, informasi yang dihasilkan

menjadi tidak tepat waktu. Sehingga aktivitas pengendalian yang ada

belum memadai. Penerapan lingkungan pengendalian, penerapan informasi

dan komunikasi, serta penerapan aktivitas pemantauan telah sesuai dengan

teori yang ada sehingga memadai. Penerapan penilaian resiko pada

perusahaan menjadi kelebihan dalam perusahaan yaitu pengendalian

penjualan korporasi yang menggunakan kontrak penjualan (sales contract)

antara perusahaan penjual dan perusahaan pembeli dan penjualan yang

dilakukan mengsyaratkan downpayment atau jaminan dari pembeli.

5. 2 Rekomendasi

1. Perusahaan perlu memaksimalkan kegunaan sistem ERP dalam menunjang

aktivitas perusahaan yang kompleks minimal sama dengan teori yang ada

agar seluruh fungsi perusahaan (marketing, operational, dan business

supporting) dapat terintegrasi dan terkonsolidasi (6 Cabang dengan kantor

pusat) dengan tepat, cepat, dan realtime. Informasi yang dihasilkan dapat

memenuhi kriteria relevan, reliabel, lengkap, tepat waktu, mudah

dimengerti, dapat diverifikasi serta mudah diakses serta dapat digunakan

oleh manajemen dalam mengambil keputusan dan meminimalisir resiko


49

kecurangan yang dapat merugikan perusahaan. Karena dengan kegiatan

perusahaan yang kompleks (tersebar 6 cabang di Indonesia) dan luasnya

jangkauan kegiatan jual-beli (ekspor) sangat beresiko terjadi kecurangan

atau kelalaian user jika semua transaksi operasional dicatat manual. Dalam

penjualan kredit, perusahaan harus membuatkan batasan kredit pelanggan

(plafond).

2. Untuk meningkatkan pelayanan, sebaiknya perusahaan melakukan update

dan upgrade Cash Management System dalam melakukan pengelolaan

keuangannya. CMS memungkinkan perusahaan melakukan transaksi

harian secara mudah, cepat, dan tepat waktu.

3. Hal-hal yang telah sesuai dengan teori diharapkan dapat dipertahankan

serta aplikasi yang ada diupdate dan upgrade menyeseuaikan kebutuhan

yang semakin kompleks.


DAFTAR PUSTAKA

Friedman, Thomas L. (2003). The World Is Flat: A Brief History of the Twenty-
first Century, (3th ed). United State of America : Picador

Ferran, Carlos., & Ricardo Salim (2008). Enterprise Resource Planning for
Global Economies: Managerial Issues and Challenges. United States of
America: Scopus

Titalessy, P. Bethania. (2018). The Impact Of Globalisation On Economic Growth


In Asia-Pacific. Diperoleh dari [Link]
content/uploads/2018/07/9_APCAR_2018_BRR763_Bus_Journal_APJAB
SSv4i2_79-[Link]

Hwang, Woosang. (2011). The Drivers Of Erp Implementation And Its Impact On
Organizational Capabilities And Performance And Customer Value.
Diperoleh dari [Link]
=toledo1310159208&disposition=inline

Romney, M. B., & Paul John Steinbart. (2015). Accounting Information System
(13th Ed). New Jersey: Person Education. Diterjemahkan: Kikin Sakinah
dan Novita Puspasari (Jakarta: Salemba Empat)

Hall, James A. (2013). Introduction to Accounting Information Systems, (8th ed).


Florence, United States of America : Cengage Learning Inc

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D (2011). Intermediate Accounting,


(IFRS ed). United States of America : Wiley

Angelina, Gabby Parrangan., dan Sifrid S. Pangemanan. (2017). Penerapan


Sistem Informasi Akuntansi Penjualan pada PT Deho Canning Company
Bitung. Diperoleh dari [Link]/media/publications/ 72020-ID-
[Link]

Lumempouw, Gerald., Ventje Ilat, dan Anneke Wangkar. (2015). Evaluasi Sistem
Pengendalian Intern Terhadap Penjualan Kredit Pada PT Sinar Pure

50
51

Foods International. Manado. Universitas Sam Ratulangi Manado


(dipublikasikan).

Simamora, Lusiana. (2018). Evaluasi Sistem Akuntansi dan Pengendalian Internal


Aktiva Tetap Terkomputerisasi pada PT Matahari Kahuripan Indonesia
(Makin Group). Jakarta. Perbanas Institute (dipublikasikan).
52

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Mahasiswa
NIM : 1711070054
Nama : Eka Fadma Puspita
Tempat, Tanggal Lahir : Tangerang, 12 Mei 1995
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Belum Menikah
Jenjang : Strata 1
Program Studi : Ekonomi Akuntansi
Alamat Rumah : Asrama Yonkav 9/SDK, RT 01 RW 03
Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan
Nomor HP : 0878 0821 4004
Email : ekafadma12@[Link]

B. Pendidikan Formal
Tahun Nama Institusi Jurusan
2001 - 2006 SDN Pondok Jagung 2 -
2007 – 2009 SMPN 1 Tangerang Selatan -
2010 - 2013 SMAN 7 Kota Tangerang IPA
2014 - 2016 Institut Pertanian Bogor DIII Akuntansi
2018 – 2020 Perbanas Institute S1 Akuntansi

C. Pengalaman Organisasi
Tahun Jabatan Institusi
2012 Ketua 2 OSIS SMAN 7 Kota Tangerang
2013 Ketua Umum Forum OSIS SMA/sederajat se-
Kota Tangerang
2014 Bendahara Departemen BEM Diploma IPB
2015 Ketua Pelaksana Pekan Seni Budaya Diploma IPB
2020 Ketua Millenials BUMN
53

Anda mungkin juga menyukai