0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan81 halaman

Evaluasi Sistem Akuntansi Go-Jek

Skripsi ini membahas evaluasi penerapan sistem informasi akuntansi siklus pendapatan dan pengendalian internal pada PT Gojek Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasilnya menunjukkan sistem informasi akuntansi siklus pendapatan PT Gojek sudah memadai namun ditemukan kekurangan pada proses cash collection. Sedangkan untuk pengendalian internal ditemukan kekurangan pada proses order processing oleh mitra pen

Diunggah oleh

sintiabowman23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan81 halaman

Evaluasi Sistem Akuntansi Go-Jek

Skripsi ini membahas evaluasi penerapan sistem informasi akuntansi siklus pendapatan dan pengendalian internal pada PT Gojek Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasilnya menunjukkan sistem informasi akuntansi siklus pendapatan PT Gojek sudah memadai namun ditemukan kekurangan pada proses cash collection. Sedangkan untuk pengendalian internal ditemukan kekurangan pada proses order processing oleh mitra pen

Diunggah oleh

sintiabowman23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS

PENDAPATAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA PT. GO-JEK


INDONESIA

Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :
Adinda Rizky Amalia
NIM 1411000096

INSTITUTE KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA


(ASIAN BANKING AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
2020
EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL
PADA PT. GO-JEK INDONESIA

Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :
ADINDA RIZKY AMALIA
NIM 1411000096

INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA


(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
JAKARTA
2020

i
INSTITUTE KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI

PERSETUJUAN
Skripsi yang berjudul
Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Siklus Pendapatan dan Pengendalian
Internal Pada PT. Go-Jek Indonesia

Oleh

Nama : Adinda Rizky Amalia

NIM : 1411000096

Program Studi : S1 Akuntansi

Telah disetujui untuk diujikan

Jakarta, 12 Maret 2020


Mengetahui,

Ketua Program Studi S-1 Akuntansi Dosen Pembimbing Skripsi,

Ridarmelli, S.E., Ak., [Link]., CA. Drs. M. Sabarudin Napitupulu, Ak., MM

ii
INSTITUTE KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE DAN INFORMATIC INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI

PENGESAHAN
Skripsi yang berjudul

Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Siklus Pendapatan dan Pengendalian


Internal Pada PT. Go-Jek Indonesia

Telah dipertahankan dihadapan Sidang Tim Penguji Skripsi


Pada
Hari :
Tanggal :
Waktu :
Oleh
Nama : Adinda Rizky Amalia
NIM : 1411000096
Program Studi : S1 Akuntansi
DAN YANG BERSANGKUTAN DINYATAKAN LULUS
Tim Penguji Skripsi
Ketua Sidang : ( )

Anggota : ( )
Mengetahui,
Ketua Program Studi S-1 Akuntansi,

Ridarmelli, S.E., Ak., [Link]., CA.

iii
INSTITUTE KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE DAN INFORMATIC INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI

PERNYATAAN

Seluruh isi dan materi skripsi ini menjadi tanggung jawab penyusun sepenuhnya.

Jakarta, 12 Maret 2020

Penyusun,

Adinda Rizky Amalia

1411000096

iv
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama : Adinda Rizky Amalia

NIM : 1411000096

Program Studi : S1 Akuntansi

Judul Skripsi : Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Siklus Pendapatan


dan Pengendalian Internal Pada PT. Go-Jek Indonesia

Menyatakan bahwa hasil penulisan Skripsi yang telah saya buat ini
merupakan hasil karya sendiri dan benar keasliannya. Apabila ternyata di kemudian
hari penulisan skripsi saya ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap
karya orang lain, maka saya bersedia mempertanggung jawabkan sekaligus
menerima sanksi berdasarkan aturan tata tertib di ABFII Institute Perbanas.

Demikian penyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada unsur
paksaaan.

Jakarta, 12 Maret 2020

Penulis

Adinda Rizky Amalia

1411000096

v
EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS
PENDAPATAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA PT GO-JEK
INDONESIA

Adinda Rizky Amalia

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi penerapan


sistem informasi akuntansi siklus pendapatan dan pengendalian internal pada PT
Go-Jek Indonesia dalam mengembangkan alat transportasi secara online. Metode
analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan PT Gojek
di PT Gojek sudah memadai bahkan telah memiliki kelebihan bahwa
apikasinya telah mengintegrasikan dan mampu mengkonsolidasikan seluruh
operasionalnya yaitu: Sales order entry, shipping, billing and cash collection.
Sedangkan untuk pengendalian internal dengan pendekatan COSO. Hasil
penelitian yang diperoleh dalam penelitian sistem informasi akuntansi siklus
pendapatan dari segi manajamen PT. Gojek Indonesia adalah terdeteksi adanya
bentuk kekurangan yang terjadi, yaitu pada prosedur cash collection banyaknya
bukti transaksi yang harus di verifikasi yang berkaitan dengan kas sehingga dept
keuangan mengalami pengerjaan yang memakan waktu lama. Sedangkan
penelitian dilihat dari mitra pengemudi PT. Gojek Indonesia adalah terdeteksi
adanya bentuk kekurangan yang terjadi, yaitu pada prosedur order processing di
mana mitra gojek melakukan kecurangan dalam menggunakan kendaraan yang
tidak sesuai dengan profil aplikasi yang tidak ada persetujuan dari pelanggan,
mitra gojek tidak mengetahui arah titik penjemputan dan tujuan secara pasti dan
tidak siapnya mitra gojek dalam menangani pembayaran pelanggan
menggunakan uang tunai. Sedangkan pada prosedur lainnya secara keseluruhan
memadai. Sistem pengendalian Internal PT. Gojek yang sudah cukup baik dengan
beberapa perbaikannya serta tindaklanjutnya dalam mengatasi dan mencegah
kecurangan dan penyimpangan yang terjadi di kantor dan lapangan.

Kata Kunci : Sistem Informasi Akuntansi, Siklus Pendapatan, Sistem


Pengendalian Internal COSO, PT Go-Jek Indonesia

vi
THE EVALUATION OF THE APPLICATION OF THE INCOME CYCLE
ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM AND INTERNAL CONTROLS
IN PT. GO-JEK INDONESIA

Adinda Rizky Amalia

ABSTRACT

In the course of developing national transportation tools online, the


research objective is to know and evaluate the implementation of the revenue and
internal control systems for this study. The data analysis method used is a
qualitative analysis in which the case study approach is calculated. GUT's target
stock accounting accountant-led information system has the advantage that its
function can integrate and integrate all of its operations: financial limits, shaming
and cache and crashpir. For internal control of the COSO approach. The results
of Indonesia's Revenue Budget Accounting System study should be financial
manager by securing the form of defects that occurred in the Total Income
Information System study obtained from a management perspective, i.e. total work
evidence that financial soundness should be demonstrated. It took quite a long
time. On the other hand, findings on drivers detect what forms of deficiencies
occur, a procedure of cheating in using vehicles that do not match the profile of
subscribers' unauthorized targets. Destination and objective are clear, and the
work partner is not prepared to handle the customer's payment. This applies
entirely to other procedures. The international stock trading system also has
sufficient improvements, including a number of improvements, and prevents fraud
and confusion in offices and sites.

Key Words : Information System Accounting, Revenue Cycle, Internal Control


System COSO, PT Go-Jek Indonesia

vii
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa

yang telah memberi pencerahan, rahmat, karunia dan kekuatan untuk

menyelesaikan skripsi yang berjudul “Evaluasi Penerapan Sistem Informasi

Akuntansi Siklus Pendapatan dan Pengendalian Internal Pada PT. Gojek

Indonesia”, Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi

untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi di Institut Perbanas Jakarta.

Pada kesempatan ini, ingin disampaikan bahwa penulis ingin berterima

kasih kepada orangtua tercinta, Moch. Heryadi dan Mimik Indriati yang selalu

memberikan doa, support, arahan, dan saran yang selalu diberikan sampai saat ini

akhirnya penulis bisa menyelesaikan studi ini.

Penulis menyadari bahwa banyak dukungan dari saudara, teman-teman

dan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis juga ingin mengucapkan terimakasih

yang tulus kepada:

1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan atas izin-Nya.

2. Drs. M. Sabarudin Napitupulu, Ak., MM. yang bersedia meluangkan

waktu untuk membagi ilmu dan mengajarkan beberapa metode tentang

penulisan skripsi yang selalu siap menjadi pembimbing yang baik.

3. Ridarmelli S.E,. Ak., [Link]., CA. Selaku Ketua Kaprodi S1 Akuntansi,

yang juga mengarahkan untuk memfokuskan judul penulis yang lebih

baik.

x
4. Keluarga Besar yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan untuk

kesuksesan penulis.

5. Dahniar Septiani, selaku teman dekat di dalam suka dan duka yang selalu

menjadi pendengar yang baik, memotivasi, dan mensupport penulis dalam

segala hal sampai pada akhirnya sampai ke titik ini.

6. Seluruh dosen pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis khususnya Jurusan

Akuntansi ABFI Perbanas Institute yang telah memberikan pengetahuan

kepada penulis selama mengikuti kuliah di ABFI Perbanas Institute.

7. Seluruh Staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perbanas Institute Jakarta yang

telah membantu dalam berbagai kegiatan akademik.

8. Untuk sahabat tercinta dan teman seperjuanganku Ega Nuryani, Ketrin

Nirmala, Fitriyani Rahmawati, yang selalu membantu penulis dalam

mengarahkan cara pembuatan dan mengajari olah data skripsi.

9. Untuk teman-teman Arisan Jaran Goyangku Ranie Ridhianie, Sri

Suharyati, Ardiana Dwi, Nola Radhiah, Gita Diniyah, Allisya Pajarwati

yang sudah memberi semangat setiap minggunya untuk pembuatan skripsi

ini.

10. Untuk teman Blinkeu Dahniar Septiani, Jelita Pratiwi, dan Irma

Widiastuty yang sudah mendukung dan menghibur dikala senang ataupun

susah, terimakasih kalian sudah sangat baik di hidup saya.

11. Untuk sahabat Bidadari Surga Khilda Khoerunnisa, Ris Aulia, Rizka

Rachmawati, Astrid Risanti, Rani Okta, Herni Dyah, Ega Nuryani, Rina

Rahmawati, Cikal Megananda, dan Mega yang sudah menemani dari awal

xi
kuliah dan mengisi hari-hari perkuliahan saya sampai saat ini. Terimakasih

karena kalian telah hadir dan memberikan warna di hidup saya.

12. Untuk wanita-wanita hebat Kim Jisoo, Kim Jennie, Park Chaeyoung,

Lalisa Manoban yang sudah memberi semangat dikala saat saya merasa

sedih menjadi semangat kembali.

13. Untuk laki-laki tampan Suho, Chanyeol, Kyungsoo, Baekhyun, Xiumin,

Chen, Lay, Kai, dan Sehun yang sudah menghilangkan stress saat lelah

melanda dan memberikan semangat dalam mengerjakan skripsi ini.

Terimakasih karena kalian telah hadir dan memberikan warna dalam hidup

saya.

14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-satu yang memberikan

bantuan dari awal hingga akhir, terimakasih banyak.

Penulis sangat menyadari bahwa banyak kekurangan dalam skripsi ini yang

dikarenakan terbatasnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu,

dengan segenap kerendahan hati penulis mengharapkan adanya kritik dan saran

yang membangun dari semua pihak agar skripsi ini dapat menjadi referensi

sebagai penelitian selanjutnya.

Jakarta, 12 Maret 2020

Penulis,

Adinda Rizky Amalia

xii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i

LEMBAR PERSETUJUAN............................................................................. ii

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. iii

HALAMANPERNYATAAN .......................................................................... iv

LEMBAR PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ............................................. v

ABSTRAK ....................................................................................................... vi

ABSTRACT ..................................................................................................... ix

KATA PENGANTAR ..................................................................................... x

DAFTAR ISI .................................................................................................... xiii

DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvii

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xviii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang Penelitian ....................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 6
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................... 7
1.4 Manfaat Penelitian .................................................................................. 7

BAB II KAJIAN TEORITIS ............................................................................ 9

2.1 Sistem Informasi Akuntansi ....................................................................... 9


2.1.1 Pengertian Sistem............................................................................. 9

xiii
2.1.2 Pengertin Informasi .......................................................................... 12
2.1.3 Pengertian Akuntansi ....................................................................... 14
2.1.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA)................................. 14
2.1.6 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) ................................... 15
2.2.6 Komponen dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi .................... 16
2.2 Siklus Proses Transaksi Sistem Informasi Akuntansi ................................ 16
2.3 Siklus Pendapatan Sistem Informasi Akuntansi ........................................ 17
2.3.1 Prosedur Dalam Siklus Pendapatan ................................................. 18
[Link] Entri Pesanan Penjualan (Sales Order Entry) .......................... 18
[Link] Pengiriman (Shipping) ............................................................. 19
[Link] Penagihan Ke Para Pelanggan (Billing) ................................... 20
[Link] Penerimaan Pembayaran Kas (Cash Collections) .................... 21
2.4 Pengendalian Internal ................................................................................ 21
2.4.1 Pengertian Pengendalian Internal..................................................... 21
2.4.2 Tujuan Pengendalian Internal .......................................................... 22
2.4.3 Komponen Pengendalian Internal .................................................... 23
2.5 Template Acuan untuk Bab IV dan Bab V ................................................ 25
2.6 Penelitian Terdahulu ................................................................................. 26
2.7 KerangkaPemikiran ................................................................................... 28

BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 29

3.1 Jenis Penelitian.......................................................................................... 29


3.2 Jenis dan Sumber Data .............................................................................. 30
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................... 30
3.4 Metode dan Teknik Pengumpulan Data .................................................... 31
3.4.1 Wawancara ....................................................................................... 31
3.4.2 Observasi .......................................................................................... 32
3.4.3 Dokumentasi .................................................................................... 32
3.5 Metode Analisis Data ................................................................................ 33
3.6 Perbaikan atau Peningkatan ...................................................................... 33

xiv
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN .................................................... 34

4.1 Deskripsi Objek Penelitian PT Go-Jek Indonesia ...................................... 34


4.1.1 Layanan yang Ditawarkan PT Go-Jek Indonesia ............................. 36
4.2 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi pada PT Go-JekIndonesia ........... 39
4.2.1 Flowchart Penerapan Sistem Informasi Akuntansi pada
Aplikasi PT Go-Jek ......................................................................... 39
4.2.2 Uraian Prosedur Flowchart Sistem Informasi Akuntansi
Aplikasi PT Go-Jek ......................................................................... 40
4.3 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada PT
Go-Jek Indonesia ...................................................................................... 42
4.3.1 Flowchart Penerapan SIA Siklus Pendapatan PT Go-Jek .............. 42
4.3.2 Uraian Prosedur Penerapan SIA Siklus Pendapatan PT Go-Jek ...... 42
4.4 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi siklus

Pendapatan pada PT Go-Jek ..................................................................... 45

4.4.1 Analisis dan Pembahasana Sistem Enty Pesanan pengantaran


pelanggan pada PT Go-Jek .............................................................. 45
4.4.2 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi siklus
Pendapatan Sistem Pengantaran pada PT Go-Jek .......................... 46
4.4.3 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi siklus
Pendapatan Sistem Penagihan ke Para Pelanggan (Billing)
pada PT GoJek ................................................................................. 46
4.4.4 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi siklus
Pendapatan Sistem Penerimaan Kas (Cash Collections) pada
PT Go-Jek ........................................................................................ 47
4.5 Analisis dan Pembahasan Penerapan Pengendalian Internal SIA Siklus

Pendapatan pada PT Go-Jek ..................................................................... 48

xv
4.5.1 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Lingkungan
Pengendalian .................................................................................... 49
4.5.2 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Penilaian
Resiko .............................................................................................. 50
4.5.3 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Informasi
dan Komunikasi ............................................................................... 50
4.5.4 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Pengawasan ........... 50
4.5.5 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Aktivitas
Pengendalian .................................................................................... 51

BAB IV KESIMPULAN, KETERBATASAN, REKOMENDASI ................ 53

5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 53


5.1.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada PT Go-Jek
Indonesia .......................................................................................... 54
[Link] Pemesanan Pengantaran (Sales Order Entry) ...................... 54
[Link] Penganaran Pelanggan ......................................................... 55
[Link] Penagihan (Billing) .............................................................. 55
[Link] Penerimaan Kas (Cash Collections) .................................... 56
5.1.2 Pengendalian Internal pada PT Gojek .............................................. 56
[Link] Lingkungan pengendalian ................................................... 56
[Link] Penilaian Risiko ................................................................... 57
[Link] Informasi dan Komunikasi .................................................. 57
[Link] Pegawasan ........................................................................... 58
[Link] Aktivitas Pegendalian .......................................................... 58
5.2 Keterbatasan Masalah ................................................................................ 59
5.3 Rekomendasi……………………………………………………………... 60
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 61
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

xvi
DAFTAR TABEL

2.1 Tabel Simbol Umum Flowchart ................................................................ 10

2.2 Tabel Template Acuan untuk Bab IV dan Bab V ...................................... 25

2.3 Tabel Penelitian Terdahulu ........................................................................ 26

xvii
DAFTAR GAMBAR

1.1 Gambar Jumlah Startup di Indonesia ........................................................ 2

2.2 Gambar Siklus Pemprosesan Penjualan .................................................... 18

2.4 Gambar Kerangka Berpikir ....................................................................... 28

4.1 Gambar Struktur Organisasi PT Go-Jek ................................................... 36

4.2 Gambar Tampilan Aplikasi Go-Jek .......................................................... 38

4.3 Gambar Flowchart Penerapan Sistem Informasi Akutansi

PT Go-Jek ................................................................................................. 39

4.4 Gambar Flowchart Sistem Pendapatan PT Go-Jek ................................... 42

xviii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi dan juga internet di era globalisasi ini sangat

tinggi dan semakin luas. Dengan adanya teknologi yang terhubung secara online tanpa ada

batas waktu dan tempat, sehingga keduanya banyak diterapkan dalam bisnis di perusahaan

dalam berbagai bidang. Pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan bisnis

dengan transaksi terkomputerisasi menggunakan internet, jaringan, dan teknologi digital

lain. (C. Laudon dan P. Laudon, 2005).

Romney (2013: 84) mengemukakan bahwa, kekuatan di balik dorongan globalisasi

adalah teknologi. Enabler yang telah mengubah cara kita berkomunikasi, mengangkut

barang dan jasa, dan berpergian. Teknologi telah memberikan harapan bagi masyarakat

yang terisolasi dan masyarakat yang menengah kebawah.

Pada saat ini perkembangan teknologi di Indonesia telah menciptakan revolusi

industri. Pemerintah telah membina dan mendanai startup agar Indonesia tidak kalah

dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Sejak 2015 pembinaan sudah dilakukan mulai dari

54 startup. Kini jumlahnya sudah mencapai 1.307 startup. Hal tersebut dapat diilihat pada

gambar dibawah ini :

1
2

Gambar 1.1 Jumlah Startup di Indonesia

1200

1000 956

800
661
600

400
302

200
15 52
0
2014 2015 2016 2017 2018

Sumber : Kompas (2019)

Pada gambar diatas pertumbuhan yang sangat signifikan dalam 5 tahun terakhir

dimana pada tahun 2014 jumlah startup hanya 14 perusahaan, kemudian tumbuh menjadi

52 perusahaan di tahun 2015. Pada tahun 2016 jumlah perusahaan startup menjadi 302

perusahaan dan meningkat menjadi 661 perusahaan pada 2017 dan pada 2018 meingkat

menjadi 956 perusahaan. Perusahaan startup terbesar di Indonesia adalah :

1. GOJEK - Nilai valuasi USD 9,5 M

2. Tokopedia - Nilai Valuasi USD 7 M

3. Traveloka – Nilai valuasi USD 4,1 M

4. Buka Lapak – Nilai valuasi USD 1 M

Perkembangan teknologi yang pesat, turut mengubah model bisnis. Kemunculan

perusahaan startup ialah contoh nyata, kemunculan perusahaan tersebut juga mendorong

kegiatan transaksi keuangan yang menggunakan Sistem Informasi Akuntasi yang berbasis

Financial Technology.
3

Sistem Informasi Akuntansi sangat berperan penting bagi Perusahaan karena

menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Menurut Hall

(2017:10) Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan

transaksi non-keuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi

keuangan. Sistem Informasi Akuntansi mendukung operasi bisnis harian melalui berbagai

dokumen serta pesan untuk para pengguna di seluruh perusahaan, Sistem Informasi

Akuntansi juga menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, arus kas,

pengembalian pajak, serta berbagai laporan lainnya yang disyaratkan oleh hukum dan yang

menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta

informasi yang dibutuhkan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan

pertanggungjawaban.

Sistem Informasi Akuntansi sangat berperan penting bagi Perusahaan karena

menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Menurut Hall

(2017:10) Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan

transaksi non-keuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi

keuangan. Sistem Informasi Akuntansi mendukung operasi bisnis harian melalui berbagai

dokumen serta pesan untuk para pengguna di seluruh perusahaan, Sistem Informasi

Akuntansi juga menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, arus kas,

pengembalian pajak, serta berbagai laporan lainnya yang disyaratkan oleh hukum dan yang

menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta

informasi yang dibutuhkan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan

pertanggungjawaban.

Siklus Pendapatan (revenue cycle) merupakan salah satu siklus dalam Sistem

Informasi Akuntansi diantara Siklus Pengeluaran (expediture cycle) dan Siklus Konversi

(convertion cycle). Dalam siklus pendapatan terdapat dua sistem yaitu sistem penjualan dan
4

penerimaan kas yang menjelaskan bagaimana prosedur dalam melakukan transaksi

penjualan dan penerimaan kas pada perusahaan (Hall, 2012).

Go-Jek merupakan salah satu perusahaan startup yang menggunakan Financial

Technology didalam transaksinya. Go-Jek Indonesia berdiri pada tahun 2011, didirikan

oleh Nadiem Makarim, ini adalah Start Up transportasi online yang telah berkembang 900

kali lipat dalam 18 bulan pertamanya (Technasia, 2007) dan terus berkembang sampai saat

ini. Go-Jek adalah perusahaan transportasi yang melayani angkutan manusia, barang,

maupun makanan melalui jasa ojek motor dan angkutan transportasi mobil Go-Car.

Pemesanan jasa ini dapat dilakukan dengan mengunduh aplikasi Go-Jek di smartphone IOS

atau Android. Aplikasi Go-Jek memiliki location based yang mencarikan driver dengan

posisinya yang paling dekat dengan pemesan.

Kemunculan Go-Jek menjadikan industri keuangan meningkat, sekaligus

mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Go-Jek memiliki inovasi untuk mendorong

perubahan dibidang transportasi informal agar dapat beroperasi secara profesional.

Pendapatan yang diperoleh Go-Jek adalah 80% untuk driver dan 20% untuk perusahaan,

dengan pembagian seperti itu, kedua pihak saling diuntungkan.

Pada tahun 2015, internet berkembang dengan pesat di Indonesia, di dukung oleh

perkembangan teknologi smartphone. Kemudian dengan cepat Go-Jek menangkap

peluang dalam perkembangan ini. Lalu Go-Jek melalukan perubahan pada platform-nya

menjadi digital, sejak itu Go-Jek memperbesar pasarnya dengan signifikan, karena

konsumen bisa dengan mudahnya mengakses Go-Jek menggunakan smartphone.

Semakin majunya perkembangan Go-Jek yang dihasilkan dari kontribusi

penghasilan mitra pengemudi Go-Jek dapat mencapai Rp 8,2 Triliun dan mitra UMKM Rp

1,7 Triliun per tahun. Pada bulan Oktober-Desember 2017 terdapat 3.315 mitra pengemudi,

806 mitra UMKM, setra 3.465 konsumen, (Dimas, 2018). Rata-rata penghasilan yang
5

didapatkan oleh mitra pengemudi Go-Jek per bulan mencapai Rp 3 Juta, dan mitra UMKM

mencapai Rp 2,8 Juta.

Dengan majunya perkembangan Go-Jek di Indonesia harus diimbangi dengan

pengendalian internal pada sistem informasi yang digunakan. Pengendalian internal adalah

proses yang dilaksanakan dalam sebuah organisasi untuk memperoleh tingkat keyakinan

yang memadai dalam perlindungan aset, menjaga pencatatan secara akurat dan wajar,

menyediakan informasi yang handal, menyusun laporan sesuai dengan standar yang

ditetapkan, mendukung efisiensi operasi, medorong kepatuhan terhadap kebijakan, dan

mematuhi hukum yang berlaku. Alat atau kerangka kerja yang digunakan dalam

pengendalian internal adalah integrated framework yang dikeluarkan oleh COSO

(committee of sponsoring organization of the treadway commission, dan ERM (enterprse

risk management) yang juga diterbitkan oleh COSO (IAI, 2015). Dari kerangka tersebut,

satu dengan yang lainnya memiliki indikator yang berbeda walaupun dalam beberapa aspek

ada unsur kesamaan. Diharapkan penelitian ini dapat menggabungkan ketika kerangka

kerja, mengevaluasi dan menggabungkan komponen untuk menghasilkan kerangka

pengendalian internal yang saling melengkapi dan handal. Untuk mempertahankan system

informasi yang baik, diperlukan pengendalian internal yang komprehensif (Laudon, 2014).

Untuk mengetahui apakah Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan dan

Pengendalian Internal pada Go-Jek sudah diterapkan dengan baik atau tidak, maka perlu

dilakukan penelitian dengan menganalisis penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus

Pendapatan melalui prosedur penerimaan kas serta Pengendalian Internal tersebut.

Penelitian ini diharapkan berguna bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan,

terutama mengenai penyusunan dan penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus

Pendapatan sistem penerimaan kas dan pengendalian internal agar dapat meminimalisasi

dan mengantisipasi terjadinya kecurangan (fraud) yang menyebabkan penerimaan


6

pendapatan Go-Jek menurun dan menglami kerugian.

Peneliti menggunakan penelitian terdahulu sebagai acuan awal untuk

mengkonfirmasi originalitas dari penelitian yang memang belum pernah dilakukan

1. Rosenblat dan Stark (2016) meneliti tentang Algorithmic Labor and

Information Asymmetries: A Case Study of Uber’s Drivers.

2. Yulita. (2018) meneliti Analisis Pengendalian Internal Dalam Mengatasi

Kecurangan Orderan pada Transportasi Berbasis Online ( Studi Kasus Gojek

Jambi).

3. Abidin dan Alfiandri meneliti tentang Internal Control Implementation in The

Revenue Cycle – A Case Study an Online Transportation Company.

Dari latar belakang diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang

dituangkan dalam skripsi yang berjudul “EVALUASI PENERAPAN SISTEM

INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGENDALIAN

INTERNAL PADA PT GO-JEK INDONESIA”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka penulis melakukan

penulisan rumusan masalah yaitu:

1. Bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi pada siklus pendapatan PT.

Go-Jek.

2. Bagaimana penerapan pola pengendalian internal yang terintegrasi dengan

sistem informasi akuntansi pada PT. Go-Jek.


7

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan yang telah dijabarkan diatas, maka tujuan dari penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui penerapan sistem berbasis integritas komputer pada siklus

SIA pendapatan PT. Go-Jek.

2. Untuk mengetahui apakah penerapan Pengendalian Internal Sistem Informasi

Akuntansi Siklus Pendapatan pada PT. Go-Jek sudah sesuai dengan kerangka

kerja COSO.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat baik secara

langsung maupun tidak langsung bagi pihak-pihak terkait, diantaranya sebagai berikut:

1. Bagi perusahaan

Dengan mengadakan evaluasi siklus pendapatan dapat menjadikan pedoman

untuk mendukung pendapatan dan pengendalian internal yang lebih baik

kedepannya.

2. Bagi pihak lain (para akademisi dan peniliti) yang concern dalam bidang

akuntansi khususnya sistem informasi akuntansi. Penelitian ini dapat

digunakan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian-penelitian

selanjutnya. Sehingga bermanfaat bagi kemajuan dan pengembangan keilmuan

serta praktiknya di masa yang akan datang.


BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Sistem Informasi Akuntansi

2.1.1 Pengertian Sistem

Pengertian Sistem Menurut Romney (2012:26) sistem adalah suatu kumpulan dari

dua atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut O’Brien (2005: 29) mengemukakan bahwa sistem adalah sekelompok komponen

yang saling berhubungan, berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima

input serta menghasilkan output dalam proses informasi yang teratur.

Menurut Hall (2012: 5) sistem merupakan kumpulan atau kelompok yang terdiri

dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan atau subsistem-

subsistem untuk mencapai tujuan yang sama. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa

sistem merupakan komponen-komponen yang saling terkait, yang bekerja sama untuk

mencapai suatu tujuan dengan menerima masukan dan menghasilkan keluaran dalam suatu

proses transformasi yang tersusun secara teratur. Sistem memiliki tiga komponen atau

fungsi dasar yang berinteraksi, yaitu:

1. Input

2. Proses

3. Output

Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kumpulan dari dua atau lebih

komponen yang saling berhubungan, berkerjasama untuk mencapai tujuan dengan

menerima input serta menghasilkan output dalam proses informasi.

9
10

Tabel 2.1
Simbol Umum Flowchart

SIMBOL NAMA PENJELASAN

Simbol Input atau Output

Dokumen atau file elektronik atau


Dokumen atau file
kertas.

2
Digambarkan dengan beberapa
Dokumen atau file dokumen atau file, kemudian
1 beserta tembusannya diberikan penomoran pada sisi
kanan atas dokumen.

Informasi-informasi yang dapat


Output elektronik ditampilkan di dalam terminal,
monitor atau layar.

Alat input dan output Menunjukkan alat yang digunakan


elektronik untuk keduanya.

Alat yang digunakan untuk


Entri data elektronik memasukkan data ke dalam
komputer, monitor, ataupun layar.

Simbol Pemrosesan

Pemrosesan Pemrosesan yang dilakukan


computer secara terkomputerisasi.

Pemrosesan yang dilakukan


Operasi manual
secara manual.

Simbol Penyimpanan

Data yang disimpan secara


Database
elektronik di dalam database.
11

Data yang disimpan di dalam pita


magnetis, pita magnetis
Pita magnetis
merupakan media backup data
yang populer.

N Dokumen disimpan berdasarkan


Arsip dokumen
“N” = nomor, “A” = abjad, dan
sementara
“D” = date atau tanggal.

Jurnal atau buku Catatan akuntansi berupa jurnal


besar atau buku besar.

Simbol Arus dan Lain-Lain

Arus dokumen atau Menunjukkan arah dokumen atau


pemrosesan pemrosesan.

Transmisi data dari satu lokasi


Hubungan
geografis ke lokasi geografis
komunikasi
lainnya.

Konektor Menghubungkan arus pemrosesan


dalam-halaman pada halaman yang sama.

Menghubungkan arus pemrosesan


Konektor
pada halaman yang berbeda, atau
luar-halaman
berada di luar halaman.

Simbol mulai atau berakhinya


Terminal prosedur maupun sistem di dalam
flowchart.

Menentukan keputusan yang akan


Keputusan
dibuat

Catatan tambahan untuk


Anotasi atau catatan menambahkan komentar
tambahan deskriptif atau catatan penjelas
sebagai klarifikasi
Sumber: (Romney & Steinbart, 2014: 67)
12

2.1.2 Pengertian Informasi

Menurut Hall (2013: 10) informasi sering diartikan sebagai data yang diolah

dimana informasi tersebut ditentukan oleh efeknya terhadap pengguna, bukan dari bentuk

fisiknya.

Menurut Gelinas dan Dull (2012: 18) informasi didefinisikan sebagai data yang

disajikan dalam bentuk yang membantu dalam aktivitas pengambilan keputusan. Informasi

tersebut mempunyai nilai kepada pengambil keputusan karena mengurangi ketidakpastian

dan meningkatkan pengetahuan akan area tertentu yang menjadi perhatian.

. Karakteristik informasi yang berguna menurut Hall (2013: 12) adalah relevance,

timeliness, accuracy, completeness dan summarization. Penjelasan dari karakteristik

informasi tersebut adalah sebagai berikut :

a. Relevance (Relevan)

b. Timeliness (Tepat Waktu)

c. Accuracy (Akurat)

d. Completeness (Kelengkapan)

e. Summarization (Keringkasan)

Informasi harus dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Manajer pada

tingkat yang lebih rendah umumnya memerlukan informasi yang rinci sedangkan pada

tingkat manajemen puncak cenderung memerlukan informasi yang ringkas.

Menurut Hall pada buku yang diterjemahkan oleh Jusuf (2013: 14) Informasi

menyebabkan pemakai melakukan suatu tindakan yang dapat ia lakukan atau tidak

dilakukan. Informasi ditentukan oleh efeknya pada pemakai, bukan oleh bentuk fisiknya.

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data

item. Data sebegai input perlu diolah oleh suatu sistem pengolahan data agar dapat menjadi

output, yaitu informasi yang lebih berguna bagi pemakainya (user).


13

Data uraian tersebut dapat dikatakan bahwa:

a. Informasi adalah data yang diolah sebagai bentuk yang lebih berguna, lebih

bermanfaat dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

b. Data menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) dan kesatuan nyata. Dalam

representasinya, data ini dinyatakan dengan simbol-simbol, gambar-gamber, kata-

kata, angka-angka, atau huruf-huruf yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi,

atau situasi tertentu.

c. Informasi digunakan untuk pengambilan keputusan. Bagi manajemen suatu

organisasi, informasi berguna untuk membantu dalam pengambilan keputusan

yang menentukan keberhasilan atau kesuksesan organisasi pada masa yang akan

datang.

Kualitas informasi sangat ditentukan oleh peranannya dalam memberikan

pengetahuan kepada pada penggunanya untuk mengambil suatu keputusan. Menurut

Weber (1999:897) kualitas informasi dihasilkan oleh sistem informasi memiliki dampak

pada persepsi user terhadap kegunaan dan kemudahan sistem informasi tersebut. Beberapa

atribut dari kualitas informasi antara lain :

1. Keaslian atau Kebenaran

2. Ketelitian, ketepatan, dan kecermatan

3. Kelengkapan

4. Keunikan

5. Ketepatan waktu

6. Berhubunga atau keterkaitan

7. Dapat dipercaya

8. Ketelitian

9. Keringkasan yang padat serta memberikan keterangan


14

Jadi dapat dikatakan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah sehingga

memiliki arti bagi pengguna, dan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam

pengambilan keputusan.

2.1.3 Pengertian Akuntansi

Menurut American Accounting Association yang di terjemahkan oleh Soemarso

S.R (2009: 3) akuntansi adalah proses mendefinisikan, mengatur dan melaporkan informasi

ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi

mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Pengertian Akuntasi Menurut Bahri (2016: 2) adalah seni pencatatan,

penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan atas suatu transaksi dengan cara sedemikian

rupa, sistematis dari segi isi, dan berdasarkan standar yang diakui umum.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah proses

(mengidentifikasi, mengklasifikasi, membuat ikhtisar, mencatat, melaporkan ) pada entitas

berupa data keuangan menjadi informasi keuangan yang digunakan untuk pengambilan

keputusan oleh pemakainya.

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Menurut Hall (2013: 8) sistem informasi akuntansi adalah subsistem dari proses

keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung mempengaruhi pengolahan

transaksi keuangan. Selain itu, menurut Gelinas dan Dull (2012: 16) sistem informasi

akuntansi adalah spesialisasi subsistem dari sistem informasi untuk mengumpulkan,

memproses, dan melaporkan informasi yang berhubungan dengan aspek keuangan dari

kejadian bisnis.

Dalam hubungan dengan SIA, Hall (2008) memberikan pernyataan tentang

transaksi yaitu transaksi dibagi menjadi dua kelas menjadi transaksi keuangan dan transaksi

non keuangan.
15

Sistem informasi akutansi keuangan terdiri dari tiga subsistem utama, yaitu:

1. Sistem pemrosesan transaksi

2. Buku besar/sistem pelaporan keuangan

3. Manajemen sistem pelaporan

Kesimpulannya bahwa sistem informasi yang baik harus memiliki prinsip-prinsip

kesesuaian desain sistem dengan tujuan sistem informasi dan perusahaan. Tujuannya untuk

menghasilkan informasi akuntansi dan keuangan yang berguna bagi pihak internal dan

ekternal untuk pengambilan keputusan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sehingga menurut penulis pengertian sistem informasi akuntansi (SIA) adalah

sebuah sistem berbasis komputer yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan

memproses data atas transaksi akuntansi rutin. Pada prinsipnya SIA mempunyai peranan

penting dalam sebuah perusahaan. SIA memberikan bantuan dalam proses pengambilan

keputusan.

2.1.5 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Menurut Hall (2013: 18) ada tiga tujuan utama bagi sistem informasi akuntansi,

yaitu

1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen, pengurusan merujuk ke

tanggung jawab manajemen untuk mengatur dumber daya perusahaan secara

benar. Sistem akuntansi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber

daya ke para pemakai informasi melalui laporan keuangan yang dibutuhkan.

2. Untuk mengambil keputusan manajemen. Sistem akuntansi ini akan

memberikan informasi kepada para manajer yang mereka perlukan untuk

melakukan tanggung jawab dalam dalam pengambilan keputusan tersebut.


16

3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem

informasi menyediakan informasi bagi personil opersi untuk membantu

mereka melakukan tugas mereka setiap hari secara efisien dan efektif.

Penyusunan sistem informasi akuntansi yang baik dan sangat penting bagi

perusahaan untuk membatu mencapai tujuannya, maka untuk mencapai tujuan tersebut

dibutuhkan berbagai pencapaian yang harus diterapkan dan yang akan disesuaikan pada

struktur organisasi, dan kondisi lingkungan perusahaan.

2.1.6 Komponen dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Romney dan Steinbart (2012: 30) berpendapat bahwa SIA terdiri dari enam

komponen, yaitu:

a. People, mengoperasikan sistem dan menampilkan berbagai fungsi.

b. Procedures and instructions, baik manual maupun otomatis termasuk dalam

kegiatan pengumpulan, pemrosesan dan penyimpanan data tentang kegiatan

organisasi.

c. Data, tentang organisasi dan proses bisnis organisasi.

d. Software, berkaitan dengan sistem yang digunakan untuk memproses data

organisasi.

e. Information technology infrastructure, termasuk komputer, perangkat

peripheral, dan peralatan jaringan komunikasi yang digunakan untuk

mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mentransformasikan data dan

informasi.

f. Internal control and security measure, menjaga keamanan data dalam SIA.

2.2 Siklus Proses Transaksi Sistem Informasi Akuntansi

Terdapat beberapa siklus pada sistem informasi akuntansi, salah satunya adalah

siklus proses transaksi. Menurut Romney dan Steinbart (2012: 28) siklus pemrosesan
17

transaksi pada perusahaan dapat dibagi dalam lima subsistem yakni:

1. Siklus Pendapatan (Revenue cycle)

Di nama barang dan jasa dijual untuk mendapatkan uang tunai atau janji untuk

menerima uang tunai di masa depan.

2. Siklus Pengeluaran (Expenditure cycle)

Di mana perusahaan membeli persediaan untuk dijual kembali atau bahan baku

untuk digunakan dalam memproduksi barang sebagai pertukaran uang tunai atau

janji untuk membayar uang tunai dimasa depan.

3. Human resource/Payroll cycle

Di mana karyawan dipekerjakan, dilatih, diberi kompensasi, dievaluasi, di

promosikan, dan diberhentikan

4. Production cycle

Di mana bahan baku ditransformasikan menjadi barang jadi

5. Financing cycle

Di mana perusahaan menjual sahamnya kepada investor dan meminjam uang,

kemudian investor akan dibayar dengan dividen dan bunga yang dibayar atas

pinjamannya tersebut.

2.3 Siklus Pendapatan Sistem Informasi Akuntansi

Romney dan Steinbart (2012: 359) mengatakan bahwa siklus pendapatan adalah

serangkaian kegiatan usaha dan operasi pengolah informasi yang terkait dengan

penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan dan mengumpulkan uang tunai dalam

pembayaran bagi orang-orang penjualan.

Bodnar dan Hopwood (2004: 7) mengatakan bahwa siklus pendapatan merupakan

peristiwa yang terkait dengan distribusi barang dan jasa ke entitas lain dan pegumpulan

pembayara terkait.
18

Tujuan utama siklus pendapatan adalah untuk menyediakan produk yang tepat di

tempat yang tepat pada waktu yang tepat dengan harga yang tepat.

2.3.1 Prosedur dalam Siklus Pendapatan

Romney (2012: 350) melalui gambar 2.2 menjelaskan prosedur dan dokumen-

dokumen yang biasanya digunakan pada sistem pesanan penjualan yang dilakukan dan

urutan aktivitas penjualan yang dipengaruhi oleh proses penjualan, sebagai berikut:

Gambar 2.2

Siklus Pemprosesan Penjualan

Sumber : Level 0 Data Flow Diagram: Revenue Cycle dari Romney and Steinbar. 12th

Edition.

[Link] Entri pesanan penjualan (Sales order entry)

Menurut Romney dan Steinbart (2006 : 7) siklus pendapatan dimulai dengan

penerimaan pesanan dari para pelanggan. Departemen bagian pesanan penjualan, yang

bertanggung jawab pada wakil direktur utama bagian pemasaran melakukan proses entri
19

pesanan penjualan. Gambar 2.2. menunjukkan bahwa proses entri pesanan penjualan

mencakup tiga tahap : mengambil pesanan dari pelanggan, memeriksa dan menyetujui

kredit pelanggan, serta memeriksa ketersediaan persediaan. Gambar 2.2. juga memasukkan

kegiatan penting terkait yang mungkin ditangani oleh bagian pesanan penjualan ataupun

oleh departemen terpisah untuk pelayanan pelanggan (yang umumnya juga bertanggung

jawab pada wakil direktur utama bagian pemasaran), yang menjawab permintaan

pelanggan.

[Link] Pengiriman (Shipping)

Aktivitas dasar kedua menurut Romney dan Steinbart (2005 : 15) adalah

memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkannya sesuai yang diinginkan

tersebut. Proses ini terdiri dari dua tahap :

1. Mengambil dan mengepak pesanan, dan

2. Mengirim pesanan tersebut.

Departemen penjualan mengirim salinan surat pengeluaran barang (stock release

disebut juga tiket pengambilan) dari pesanan penjualan ke bagian gudang. Dokumen ini

mengidentifikasi barang persediaan yang harus dicari dan diambil dari gudang. Setelah

mengambil barang, petugas menulis inisial pada salinan surat pengeluaran barang untuk

mengindikasikan bahwa pesanan sudah lengkap dengan benar. Setiap barang yang habis

dicatat pada salinan surat pengeluaran barang. Satu salinan dari surat pengeluaran barang

dikirim bersama barang yang dipesan ke bagian pengiriman, dan salinan yang lainnya

disimpan di gudang sebagai catatan transaksi. Petugas kemudian menyesuaikan record

barang untuk menunjukkan penurunan persediaan.

Ketika menerima barang dari gudang, petugas pengiriman mencocokkan barang

dengan dokumen pengeluaran barang, slip pengepakan, dan dokumen pengiriman untuk

memverifikasi kebenaran pesanan. Petugas pengiriman mengepak barang, menempelkan


20

slip pengepakan ke kotak barang, melengkapi dokumen pengiriman, dan mempersiapkan

bill of lading. Petugas pengiriman menyerahkan barang, slip pengepakan, dan dua salinan

bill of lading ke perusahaan pengiriman.

Departemen bagian penggudangan dan pengiriman aktivitas ini. Kedua fungsi

tersebut mencakup penyimpanan persediaan dan akhirnya mempertanggungjawabkannya

pada wakil direktur utama bagian produksi.

[Link] Penagihan ke Para Pelanggan (Billing)

Aktivitas dasar yang ketiga dalam siklus pendapatan menurut Romney dan

Steinbart (2005:19) adalah penagihan ke para pelanggan dan memelihara data piutang

usaha. Penagihan yang akurat dan tepat waktu atas barang dagangan yang dikirimkan

adalah hal yang penting. Menurut Romney dan Steinbart (2005:19) aktivitas penagihan

hanyalah aktivitas pemrosesan informasi yang mengemas ulang serta meringkas informasi

dari entri pesanan penjualan dan aktivitas pengirirman.

Aktivitas ini membutuhkan informasi dari departemen pengiriman yang

mengidentifikasi barang dan jumlah yang dikirim, serta informasi mengenai harga dan

syarat khusus penjualan lainnya dari departemen penjualan. Dokumen dasar yang dibuat

dalam proses penagihan adalah faktur penjualan yang memberitahukan pelanggan

mengenai jumlah yang harus dibayar dan kemana harus mengirimkan pembayaran.

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang terintegrasi juga memberikan peluang

untuk menyatukan proses penagihan dengan fungsi penjualan dan pemasaran, dengan

memanfaatkan data pembelian seorang pelanggan sebelumnya untuk mengirim informasi

mengenai produk dan jasa terkait bersama dengan laporan bulanan.


21

[Link] Penerimaan Pembayaran Kas (Cash Collections)

Menurut Romney dan Steinbart (2005:25) langkah terakhir dalam siklus

pendapatan adalah penagihan kas. Dimana bagian keuangan menangani kiriman uang

pelanggan dan menyimpannya di bank serta melaporkan ke bagian bendahara bahwa

pelanggan telah mengirimkan uangnya.

2.4 Pengendalian Internal

2.4.1 Pengertian Pengendalian Internal

Committee on Auditing Procedure American Institute of Carified Public

Accountant (AICPA) mengemukakan, bahwa pengendalian internal mencakup rencana

organisasi dan semua metode serta tindakan yang telah digunakan dalam perusahaan untuk

mengamankan aktivitasnya, mengecek kecermatan dan keandalan data akuntansi,

memajukan efisiensi operasi, dan mendorong ketaatan pada kebijakan yang telah

ditetapkan.

Menurut Mulyadi (2010: 163) sistem pengendalian intern meliputi struktur

organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan

organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan

mendorong dipatuhinya kebijakan manajamen.

Sehingga pengertian pengendalian internal penurut penulis adalah sistem kontrol

dan pemeriksaan oleh berbagai tingkat manajemen yang dirancang untuk memastikan

bahwa semua operasi bisnis dilakukan secara efisian dan efektif dan semua ketentuan

(peraturan) hukum/ undang-undang serta kebijakan manajemen telah dipatuhi atau

dijalankan sebagaimana mestinya oleh seluruh karyawan perusahaan.


22

2.4.2 Tujuan Pengendalian Internal

Menurut Arens (2008: 316), tujuan pengendalian intern adalah :

1. Keandalan Laporan Keuangan.

Manajemen memiliki tanggung jawab hukum maupun profesional untuk meyakinkan

bahwa informasi disajikan dengan wajar sesuai dengan ketentuan dalam pelaporan

seperti General Accepted Accounting Prinsiple (GAAP).

2. Efesiensi dan efektivitas kegiatan operasi.

Pengendalian dalam suatu perusahaan akan mendorong penggunaan sumber daya

perusahaan secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran yang dituju

perusahaan.

3. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan.

Perusahaan publik, perusahaan non publik, maupun organisasi nirlaba diharuskan untuk

mematuhi beragam ketentuan hukum dan peraturan.

Jadi, tujuan utama dirancangnya pengendalian intern dari segi pandang manajemen

adalah untuk dapat diperolehnya data yang dapat dipercaya, dipatuhinya kebijakan

akuntansi, dan pengamanan aset perusahaan. Namun pada umumnya tujuan pengendalian

intern tersebut merupakan tujuan ideal yang harus dicapai setiap perusahaan, tercapai atau

tidaknya tujuan tersebut tergantung pada kelengkapan unsur-unsur pengendalian intern

yang dilaksanakan oleh perusahaan serta hubungan yang saling menangani diantara unsur-

unsur tersebut.
23

2.4.3 Komponen Pengendalian Internal

Menurut Committe of Supporting Organization of The Treadway Commission

(COSO) memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian internal yang saling terkait

berikut ini:

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Lingkungan pengendalian adalah fondasi dari struktur pengendalian internal.

Komponen ini memiliki pengaruh terhadap tiga sasaran pengendalian internal dan aktivitas

perusahaan secara keseluruhan. Lingkungan pengendalian mencerminkan keseluruhan

sikap, kepedulian, dan tindakan dari dewan direksi, manajemen, dan pihak lainnya

mengenai pentingnya pengendalian internal di perusahaan. Komponen-komponen dari

lingkungan pengendalian yang harus diterapkan oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

a. Intengritas dan nilai etis

b. Komitmen untuk kompetensi

c. Board of directors dan komita audit

d. Filosofi manajemen dan gaya operasi

e. Struktur organisasi

f. Tugas wewenang dan tanggung jawab; dan

g. Kebijakan dalam praktek sumber daya manusia

2. Menentukan Resiko (Risk Assement)

Komponen ini telah terjadi menjadi bagian dari aktivitas audit internal yang terus

berkembang. Penentuan resiko mencakup penentuan resiko di semua aspek organisasi dan

penentuan kekuatan organisai melalui evaluasi resiko. COSO juga menambahkan

pertimbangan tujuan di semua bidang operasi untuk memastikan bahwa semua bagian

organisasi bekerja secara harmonis.


24

Penilaian resiko COSO menjadi tanggung jawab dari manajemen kerangka

pengendalian internal COSO menyarankan melihat resiko dari tiga sudut pandang:

a. Resiko perusahaan dari faktor eksternal. Contoh sikap resiko eksternal untuk

perusahaan adalah perkembangan teknologi, perubahan ekpektaksi konsumen,

regulasi atau aturan yang baru

b. Resiko perusahaan dari faktor internal. Audit internal sering memberikan

perhatian terhadap resiko dari faktor internal ketika melakukan peninjauan.

Contohnya adalah gangguan pada sistem informasi perusahaan yang dapat

mengganggu operasi perusahaan. Kualitas dari karyawan dapat pula

mempengaruhi kesadaran terhadap pengendalian di perusahaan.

c. Resiko pada tingkat aktivitas yang spesifik. Resiko tidak hanya berada ditingkat

perusahaan secara luas tetapi juga terdapat pula di unit bisnis yang signifikan.

Resiko pada tingkatan aktivitas yang spesifik berkontribusi terhadap resiko

perusahaan secara keseluruhan.

3. Aktivitas pengendalian (Control Activities)

Komponen ini mencakup aktivitas-aktivitas yang dulunya dikaitkan dengan

konsep kontrol internal. Aktifitas-aktifitas ini meliputi persetujuan, tanggung jawab, dan

wewenang, pemisahan tugas, pendokumentasian, rekonsiliasi, karyawan yang kompeten

dan jujur, pemeriksaan internal dan audit internal. Aktivitas-aktivitas ini harus dievaluasi

risikonya untuk organisasi secara keseluruhan.

4. Informasi dan komunikasi (information and communication)

Informasi ini merupakan bagian penting dari proses manajemen. Manajemen tidak

dapat berfungsi tanpa informasi. Komunikasi informasi tentang operasi kontrol internal

memberikan substansi yang dapat digunakan manajemen dan mengevaluasi efektivitas

kontrol dan untuk mengelola operasinya.


25

5. Pengawasan ( Monitoring )

Pengawasan merupakan evaluasi rasional yang dinamis atas informasi yang

diberikan pada komunikasi informasi untuk tujuan manajemen kontrol.

2.5 Template Acuan untuk Bab IV dan Bab V

Sehingga dari seluruh pengertian Siklus Informasi Akuntansi dan Siklus

Pendapatan di atas, maka menulis membuat template sebagai acuan untuk digunakan pada

Analisa dan Pembahasan di Bab IV, serta Kesimpulan dan Saran pada Bab V, sebagai

berikut:

Tabel 2.2 Template Acuan untuk Bab IV dan Bab V

Sistem Informasi Akuntansi


No. SIA Siklus:
I SIA - Siklus Pendapatan Aktivitas menerima pesanan pelanggan sampai
menerima pembayaran atas pemberian jasa layanan
transportasi secara online
I.1 Pemesanan Pengantaran Menerima pesanan pelanggan, mengambil pesanan
(Sales Order Entry) pelanggan
I.2 Pengantaran Pelanggan Konfirmasi pesanan pelanggan dan Mengirim atau
mengantar Pelanggan
Sistem Penerimaan Kas
1.3 Billing Penagihan dan pembaruan piutang pembayaran
1.4 Cash collections Mengumpulkan dan memproses pembayaran dari
pelanggan.
II Pengendalian Internal -
COSO
II.1 Lingkungan Pengendalian 1. Menetapkan struktur, otoritas, dan tanggung
jawab.
2. Menunjukkan komitmen terhadap kompetensi
3. Menegakkan akuntabilitas

II.2 Penilaian Risiko 1. Menentukan tujuan yang sesuai


2. Identifikasi dan analisis risiko
3. Menilai risiko penipuan

II.3 Informasi & Komunikasi 1. Menggunakan informasi yang relevan


2. Berkomunikasi secara internal
3. Berkomunikasi secara eksternal
26

II.4 Pengawasan, Monitoring & 1. Melakukan evaluasi yang sedang berlangsung


Follow Up dan / atau terpisah
2. Mengevaluasi dan mengkomunikasikan
kekurangan yang terjadi
3. Melakukan pengawasan di lapangan

II.5 Kegiatan Pengendalian 1. Memilih dan mengembangkan kontrol


kegiatan
2. Melakukan pemisahan tanggung jawab dan
kontrol secara umum
3. Disebarkan melalui kebijakan dan prosedur

2.6 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu sangat penting sebagai salah satu acuan peneliti dalam

melakukan penelitian sehingga dapat digunakan dalam mengkaji penelitian yang

dilakukan. Dari penelitian terdahulu, penulis tidak menemukan penelitian dengan judul

yang sama seperti judul penelitian. Peneliti mengangkat beberapa penelitian sebagai

referensi dan bahan kajian pada penelitian. Berikut adalah penelitian terdahulu berupa

jurnal dan karya ilmiah yang terkait dengan penelitian yang dilakukan:

Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian


1. Alfiandri & Abidin Internal Control Studi ini menemukan bahwa ada
Implementation in The implementasi pengendalian
Revenue Cycle – A Case internal dalam siklus pendapatan
Study an Online di perusahaan. Studi ini
Transportation Company menggunakan kerangka kerja
COSO sebagai alat pengukuran
untuk mengontrol siklus
pendapatan.
27

2. Yulita Analisis Pengendalian Hasil penelitian ini menunjukan


Internal Dalam Mengatasi bahwa order fiktif meraup omzet
Kecurangan Orderan pada besar karena jika tidak melakukan
Transportasi Berbasis order fiktif maka pendapatan
Online (Studi Kasus driver sedikit/berkurang.
Gojek Jambi)
3. Rosenblat & Stark Algorithmic Labor and Menemukan bahwa Uber memang
Information Asymmetries: meningkatkan kontrol tidak
A Case Study of Uber’s langsung yang signifikan atas cara
Drivers pengemudi melakukan
pekerjaannya. Kesimpulan kami
ada dua: Pertama, informasi dan
asimetri daya yang dihasilkan oleh
aplikasi Uber sangat mendasar
bagi kemampuannya untuk
menyusun kontrol atas pekerjanya;
kedua, permintaan retorika dari
teknologi digital dan algoritma
digunakan untuk menyusun
hubungan perusahaan yang
asimetris dengan tenaga kerja,
yang mendukung yang pertama.
Studi kami tentang pengalaman
pengemudi Uber menunjukkan
perlunya perhatian yang lebih
besar terhadap peran
disintermediasi platform dalam
membentuk hubungan kekuasaan
dan komunikasi antara pengusaha
dan pekerja
28

2.7 Kerangka Berpikir

Uma Sekaran dalam bukunya Business Research, 1992 dalam (Sugiyono, 2010)

mengemukakan bahwa, kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana

teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang

penting.

Berdasarkan tinjauan landasan teori dan penelitian terdahulu, maka dapat disusun

suatu kerangka pemikiran dalam penelitian ini yang menjelaskan penerapan Financial

Technology terhadap pencatatan siklus pendapatan pada PT Go-Jek dan penerapan Internal

Control berdasarkan COSO seperti yang disajikan dalam gambar berikut ini:

Gambar 2.4 Kerangka Berpikir

Sistem Informasi Akuntansi PT


GO-Jek

SIA Siklus Pendapatan


1. Prosedur Entry Pesanan Pengendalian Internal
Penjualan 1. Lingkungan Pengendalian
2. Penilaian Risiko
2. Prosedur Pengantaran
3. Aktivitas Pengendalian
pelanggan
3. Prosedur Penagihan 4. Informasi dan Komunikasi
4. Prosedur Penerimaan Kas 5. Pemantauan

Kesimpulan & Saran untuk perbaikan dan peningkatan


sistem serta pengendalian Internal PT Go-Jek
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan explanatory research dengan pendekatan

kualitatif. Metode studi yang digunakan banyak melibatkan catatan tertulis, proses

dokumentasi, dan evaluasi atas suatu kejadian yang dapat dicapai melalui

observasi dan invterview dengan tatap muka secara langsung pada objek studi.

Dalam melakukan interview, penulis tidak hanya melakukannya terhadap satu

pihak saja, namun juga kepada pihak-pihak lain terkait mini research questions.

Dalam penelitian ini, selain menggunakan metode interview dengan tatap

muka secara langsung, penulis juga menggunakan metode lain yaitu observasi

dengan cara berpartisipasi secara langsung untuk lebih memastikan lagi kebenaran

dari data yang telah diperoleh penulis.

Penulis menetapkan parameter-parameter tertentu dalam pengumpulan

data agar memperoleh data yang konsisten dan dapat diandalkan untuk menjawab

mini research questions. Kriteria yang ditentukan untuk menjelaskan prosedur

siklus pendapatan PT Go-Jek harus sama untuk setiap narasumber, serta harus

sesuai dengan hasil observasi penulis. Kriteria yang digunakan untuk

mengevaluasi dan memperbaiki sistem informasi akuntansi pada siklus

pendapatan pada PT Go-Jek adalah dengan mengetahui apa saja permasalahan

dalam pengendalian internal yang terjadi untuk menjawab permasalahan tersebut.

29
30

3.2 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu

data yang disajikan secara deskriptif atau dalam bentuk uraian pada PT Go-Jek.

Temuan kualitatif diarahkan untuk menghasilkan perbaikan- perbaikan mutu kerja

dan pada dasarnya pula bermanfaat untuk kepentingan akademis (Indrawan dan

Yaniawati, 2014:68).

Penelitian ini penulis menggunakan dua jenis sumber data yaitu:

1. Data primer yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu data primer

yang didapatkan dari pihak PT Go-Jek sebagai objek penelitian, yang

didapatkan melalui wawancara dan pengamatan secara langsung.

2. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang dapat

dijadikan sumber informasi yang diperoleh melalui berbagai referensi

yang berhubungan dengan penelitian ini dengan mengumpulkan bahan-

bahan pustaka yang penting untuk menunjang latar belakang dan landasan

teoritis penelitian. Data tersebut dapat berupa kerangka kerja atau

workflow.

3.3 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini mengambil data pada PT Go-Jek. yang berlokasi di Pasaraya

Blok M Gedung B Lt 6, Melawai, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Waktu

penelitian dimulai dari Juni sampai dengan Juli 2019.


31

3.4 Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menurut Sugiyono (2016:

401 adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun penjelasan

masing-masing metode tersebut sebagai berikut:

3.4.1 Wawancara

Menurut Yusuf (2014: 372) wawancara merupakan salah satu teknik yang

dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Secara sederhana dapat

dikatakan bahwa wawancara (interview) adalah suatu kejadian atau suatu proses

interaksi antara pewawancara (interviewer) dan sumber informasi atau orang yang

diwawancarai (interviewee) melalui komunikasi langsung.

Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara untuk mengetahui

informasi mengenai proses pendapatan yang diterima pada PT Go-Jek.

Wawancara dilakukan untuk mengetahui apakah dari workflow atau kerangka

kerja yang telah disusun oleh Bagian Keuangan sudah dijalankan sesuai dengan

standar operasional yang ada terkait dengan pendapatan.

Wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan bertatap langsung (face

to face) dengan karyawan yang bersangkutan yaitu dengan ibu Aristiwidya

Bramantika selaku senior vice president of people and culture Go-Jek dan Nila

Marita Supervisor of Finance and Accounting. Penulis membuat panduan

wawancara agar wawancara yang dilakukan fokus pada objek yang diteliti, dan

penulis menggunakan telepon seluler pribadinya untuk merekam dan merekap

hasil wawancara yang dilakukan.


32

3.4.2 Observasi

Dalam penelitian ini fungsi pengamat ialah non-participant observer di

mana pengamat (atau penulis) tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok,

atau dapat juga dikatakan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang

diamatinya.

Kunci keberhasilan obserasi sebagai teknik pengumpulan data sangat

banyak ditentukan pengamat sendiri, sebab pengamat melihat, mendengar,

mencium, atau mendengarkan suatu objek penelitian dan kemudian dia

menyimpulkan dari apa yang diamati itu.

3.4.3 Dokumentasi

Menurut Sedarmayanti dalam Mahmud (2011: 183), dokumen adalah

catatan tertulis yang isinya berupa pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang

atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa, dan berguna bagi

sumber data, bukti, informasi kealamiahan yang sukar diperoleh, sukar ditemukan

dan membuka kesempatan untuk lebih memperluas pengetahuan terhadap sesuatu

yang diselidiki.

Dokumentasi dalam penelitian ini adalah formulir perekrutan pengemudi

ojek, struktur organisasi, job description, foto kegiatan staf manajamen dan foto

staf lapangan (driver).


33

3.5 Metode Analisis Data

Fossey (2002: 728) mengemukakan batasan tentang analisis data dalam

penelitian kualitatif sebagai berikut: “Qualitative analysis is a process of

reviewing, synthesizing and interpreting data to describe and explain the

phenomena or social worlds being studied.”

Sehingga metode analisis data dalam penelitian ini adalah dengan mereviu,

memeriksa, menerangkan fenomena sosial yang diteliti serta membandingkannya

dengan teori pada bab II.

1. Penulis menganalisis Sistem Informasi Akuntansi pada PT Go-Jek

Indonesia, menerangkan bagaimana penerapan siklus pendapatan

khususnya prosedur penjualan dan penerimaan kas PT Go-Jek Indonesia

lalu membandingkannya dengan Teori pada bab II untuk melihat

perbedaan apakah positif atau negatif serta dampak yang ditimbulkan jika

penerapannya tetap dipertahankan.

2. Penulis menganalisis penerapan Pengendalian Internal pada PT Go-Jek

berdasarkan framework COSO yang terdiri dari lingkungan pengendalian,

penilaian risiko, Informasi dan Komunikasi, Pengawasan, Monitoring dan

Follow Up, serta Kegiatan Pengendalian.

3.6 Perbaikan atau Peningkatan

Dalam penelitian ini, penulis mengevaluasi bagaimana penerapan siklus

pendapatan PT Go-Jek khususnya pada penjualan dan penerimaan kas guna

mendapatkan hasil untuk memberikan perbaikan dan peningkatan pada pencatatan

dan pelaporan keuangan yang berada pada PT Go-Jek.


BAB IV

TEMUAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian PT Go-Jek Indonesia

Gojek merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani

angkutan melalui jasa ojek. Perusaahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta

oleh Nadiem Makarim, warga negara Indonesia lulusan Master of Business

Administration dari Harvard Business School. Ide mendirikan Gojek muncul dari

pengalaman pribadi Nadiem Makarim menggunakan transportasi ojek hampir

setiap hari ke tempat kerjanya untuk menembus kemacetan di Jakarta.

Pada tanggal 13 Oktober 2010, Gojek resmi berdiri dengan 20 orang

pengemudi. Saat itu, Gojek masih mengandalkan call center untuk

menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek. Lokasi Head Office Gojek

berada di lokasi yang strategi, tepatnya di Pasaraya Blok M Gedung B Lt. 6, Jalan

Iskandarsyah II No. 7, Melawai, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah

Khusus Ibukota Jakarta.

Pada tertengahan 2014, berkat popularitas Uber kala itu, Nadiem Makarim

mulai mendapatkan tawaran investasi. Pada tanggal 7 Januari 2015, Gojek

akhirnya meluncurkan aplikasi berbasis Android dan iOS untuk menggantikan

sistem pemesanan menggunakan call center.

Hingga Maret 2018 ini, Go-Jek telah bermitra dengan lebih dari 250.000

driver ojek yang telah tersebar di 50 kota di seluruh Indonesia, di antaranya Bali,

Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Bandung, Banjarmasin, Banyuwangi,

34
35

Batam, Belitung, Bukit tinggi, Cilacap, Cirebon, Garut, Gresik,Jakarta, Jambi,

Jember, Karawang, Kediri, Madiun, Madura, Magelang, Makassar, Malang,

Manado, Mataram, Medan, Mojokerto, Padang, Palembang, Pasuruan,

Pekalongan, Pekanbaru, Pematang Siantar, Pontianak, Probolinggo, Purwakarta,

Purwokerto, Salatiga, Samarinda, Semarang, Serang, Sidoarjo, Solo,

Sukabumi,Sumedang, Surabaya, Tasikmalaya, Tegal, dan Yogyakarta. Aplikasi

Go-Jek telah diunduh lebih dari 11.000.000 kali di Play Store di sistem Android

dan App Store di perangkat iOS.

Visi dan Misi PT Go-Jek Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Visi

Membantu memperbaiki struktur transportasi di Indonesia. Memberikan

kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari,

seperti pengiriman dokumen, belanja harian dengan menggunakan

layanan fasilitas kurir serta turut mensejahterakan kehidupan tukang ojek

di Indonesia ke depannya.

2. Misi

1. Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur

transportasi yang baik dengan menggunakan kemajuan teknologi.

2. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada

pelanggan.

3. Membuka lapangan kerja selebar-lebarnya bagi masyarakat Indonesia.

4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan


36

sosial.

5. Menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak yang terkait dengan

usaha ojek online.

Informasi mengenai struktur organisasi yang dimiliki PT Go-Jek

merupakan hal yang penting untuk diungkapkan. Hal itu dikarenakan struktur

organisasi dapat digunakan untuk mengidentifikasikan beberapa hal penting

yang ada di sebuah organisasi. Berikut ini adalah gambaran tugas dan tanggung

jawab di dalam struktur organisasi PT Go-Jek Indonesia:

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT Go-Jek

Sumber: [Link], tahun 2016

4.1.1 Layanan yang Ditawarkan PT Go-Jek Indonesia

Gojek memulai perjalanannya pada tahun 2010 dengan layanan pertama

yaitu pemesanan ojek melalui call-center.

Pada tahun 2015, Gojek berkembang pesat setelah meluncurkan sebuah

aplikasi dengan tiga layanan, yaitu:

1. Go Ride

2. GoSend

3. GoMart.
37

Sejak saat itu, laju Gojek semakin cepat dan terus beranjak hingga menjadi

grup teknologi terkemuka yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara.

Sampai saat ini aplikasi Go-Jek telah menyediakan 17 macam layanan

jasa, Go-Jek di sudah menerapkan semua layanan sesuai aplikasi, yaitu:

1. Go-Ride

2. Go-Car

3. Go-Food

4. Go-Mart

5. Go-Send

6. Go-Box

7. Go-Tix

8. Go-Med

9. Go-Massage

10. Go-Clean

11. Go-Glam

12. Go-Auto

13. Go-Busway

14. Go-Pulsa

15. Go-Bills

16. Go-Points

17. Go-Pay
38

Gambar 4.2 Tampilan Aplikasi Go-Jek

Sumber:Aplikasi Go-Jek
39

4.2 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi pada PT Go-Jek Indonesia

4.2.1 Flowchart Penerapan Sistem Informasi Akuntansi pada Aplikasi PT

Go-Jek

Menu Aplikasi
Go-Jek

Klik layanan yang


ingin digunakan

Input alamat Database


penjemputan
dan tujuan

Pembayaran Cash/Gopay

Order

Notifikasi
Dari Driver

Cancel Input
Alasan

Driver datang

Tutup
Gambar 4.3 Flowchart Penerapan Sistem Informasi Akutansi PT Go-Jek
40

4.2.2 Uraian Prosedur Flowchart Sistem Informasi Akuntansi Aplikasi PT

Go-Jek

Prosedur sistem Informasi Akuntansi pada Aplikasi PT Gojek dapat diuraikan

dalam penjelasan berikut ini:

a. Login Aplikasi Go-Jek

Pada tahap ini pengguna dapat menggunakan jasa yang ada di dalam

aplikasi go-jek. Pengguna dapat menggunakan jasa go-ride atau go-car untuk jasa

pengantaran ke tempat tujuan pengguna. Setelah mendapatkan mitra go-jek, pada

aplikasi memberikan tarif atau nominal pembayaran yang harus di berikan kepada

mitra gojek.

b. Proses Pemesanan

Pada tahap ini selanjutnya akan muncul tampilan Menu yang berisikan

beberapa pemilihan layanan yang dapat dipesan. Lalu isikan alamat penjemputan

dan alamat tujuannya yang kemudian akan tersimpan dalam database.

c. Pembayaran

Selanjutnya masuk ke opsi pembayaran, Go-Pay dapat dilakukan jika

saldo mencukupi, jika tidak maka pembayaran dilakukan secara Cash, lalu dengan

menekan Order pemesanan akan diproses, jika tidak maka akan kembali ke layar

Menu.

d. Notifikasi dari Driver

Notifikasi dari driver akan diterima jika order dilakukan. Selanjutnya akan

ada pilihan untuk cancel pesanan, jika tekan Cancel maka pengguna dapat

menginputkan alasan pembatalan pemesanan dan bisa menutup aplikasi, jika tidak
41

melakukan pembatalan pesanan maka pesanan diteruskan hingga driver tiba di

tempat penjemputan, dan pengguna dapat menutup aplikasi.

e. Hasil pembayaran

Pada tahap ini mitra gojek memiliki hak dalam mendapatkan penghasilan

dari hasil memberikan jasa pengantaran konsumen setiap hari nya. Pemesanan

yang dilakukan oleh konsumen terhadap mitra dari Go-Jek akan masuk ke dalam

sistem cash disbursement-account payable tergantung kepada jenis pembagian

untung yang telah disepakati oleh pihak Go-Jek dan mitra yang bersangkutan.

Pembagian keuntungan yang telah masuk ke dalam perjanjian kedua belah pihak

akan termasuk ke dalam sistem general ledger Go-Jek. Pembagian upah terbagi

menjadi 80% yang diberikan kepada driver dan 20% yang masuk ke dalam

keuntungan perusahaan. Upah yang merupakan hak driver dapat diperoleh secara

harian atau bulanan tergantung kepada keinginan.


42

4.3 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada PT Go-

Jek Indonesia

4.3.1 Flowchart Penerapan SIA Siklus Pendapatan PT Go-Jek

Pemesanan di IT
Aplikasi

Form General
Pemesanan Billing
Ledger

Pengantaran Profit
Cash
Sharing
Collections

20% 80% Mitra


Management Driver

Laporan Keuangan PT Revenue


Go-Jek

Gambar 4.4 Flowchart Sistem Pendapatan PT Go-Jek


Sumber: Hasil Wawancara Juni sampai dengan Juli 2019.

4.3.2 Uraian Prosedur Penerapan SIA Siklus Pendapatan PT Go-Jek

Adapun urutan aktivitas prosedur penerapan Sistem informasi Akuntansi

siklus pendapatan yang dipengaruhi oleh pemberian jasa transportasi online,

sebagai berikut:

1. Prosedur Pemesanan Jasa Layanan Gojek (sales order Entry)


43

Fasilitas yang memungkinkan untuk konsumen melakukan pemesanan jasa

transportasi online melalui aplikasi Go-Jek, pada saat konsumen melakukan

pemesanan didalam aplikasi Go-Jek, pelanggan dapat memilih jasa transportasi

online apa yang ingin digunakan seperti go-ride, go-car dan dll. Selanjutnya

setelah konsumen melakukan pemilihan alat transportasi yang digunakan akan

diarahkan memilih titik penjemputan dan titik tujuan yang hendak diantarkan,

setelah itu akan muncul tarif atas tujuan tersebut, lalu pada aplikasi gojek akan

mengkonfirmasi dengan mengarahkan metode pembayaran yang akan dilakukan

oleh pelanggan apakah akan menggunakan uang tunai atau sistem gopay.

2. Pengantaran dan konfirmasi jasa layanan Gojek (barang atau pelanggan)

Setelah melakukan entri pemesanan pada aplikasi akan ada notifikasi dari

aplikasi Go-Jek bahwa konsumen mendapatakan driver yang akan mengantarkan

konsumen ke tempat tujuan dengan aplikasi menginformasikan nama pengendara,

type kendaraan dan plat nomor yang digunakan. Jika pengendara tersebut berbeda

dalam hal kendaraan atau plat nomor, pengendara akan mengkonfirmasi kepada

pelanggan dengan menggunakan fitur chat kepada pelanggan dalam hal

memberitahu bahwa adanya perbedaan dalam type kendaraan atau plat nomor,

jika pelanggan merasa tidak nyaman maka pelanggan dapat melakukan konfirmasi

pembatalan yang ada pada aplikasi gojek atau jika pelanggan tidak keberatan akan

mengkonfirmasi balik melalui fitur chat serta selain itu pengendara juga akan

menanyakan titik pasnya lokasi pelanggan untuk memastikan titik penjemputan

sesuai dengan aplikasi. Setelah pengendara datang pada titik penjemputan

pelanggan, pada aplikasi pengendara akan melakukan konfirmasi kembali dalam


44

aplikasi gojek nya untuk melanjutkan instruksi selanjutnya yaitu pick up

pelanggan yang nantinya akan menjadi invoice jasa layanan gojek, selanjutnya

akan diteruskan ke database kantor pusat dan disalurkan ke bagian keuangan

untuk dilakukan pencatatan atas transaksi tersebut.

3. Penagihan (Billing)

Setelah pengendara gojek melakukan penjemputan dan akan melakukan

pengantaran pada aplikasi pengendara akan memberikan informasi kepada bagian

keuangan untuk melakukan penagihan atas transaksi tersebut apakah secara tunai

atau gopay, jika secara tunai akan memberikan konfirmasi tarif yang harus

dibayarkan dan jika menggunakan gopay maka akan secara otomatis akan

dilakukan pemotongan dana yang ada di saldo gopay.

4. Penerimaan Pembayaran kas (Cash Collections)

Setelah adanya proses pengantaran selesai dari aplikasi gojek akan

dilanjutkan ke sistem database PT Go-Jek, yang mana akan di lakukan

penerimaan kas atas transaksi yang telah dilakukan oleh driver gojek pada

aplikasinya, dimana jika pelanggan melakukan pembayaran secara tunai maka

penerimaan kas yang diterima oleh PT Go-Jek adalah deposit dari masing-masing

driver sesuai dengan perjanjiaan yaitu 20% akan dipotong dari dana deposit

pengendara, sedangkan jika melakukan secara non tunai atau Gopay maka akan

secara otomatis memotong tarif yang akan diterima oleh driver.


45

5. Pelaporan Keuangan PT Go-Jek

Kemudian setelah proses penerimaan kas diterima bagian keuangan

sebagai piutang dan pendapatan perusahaan, lalu melakukan pencatatan secara

laporan harian, bulanan dan tahunan untuk dijadikan sebuah laporan kepada

manajemen atas pencapaian driver dalam memberikan pendapatan perusahaan.

4.4 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi siklus

Pendapatan pada PT Go-Jek

4.4.1 Analisis dan Pembahasana Sistem Enty Pesanan pengantaran

pelanggan pada PT Go-Jek

Peneliti menemukan pengendara mitra gojek dengan kendaraan bernomor

lain namun tidak diberitahukan sebelumnya oleh pengendara yang bersangkutan

kepada pelanggan, bahkan bisa juga dengan nomor polisi yang sama tapi oleh

pengendara yang lain, karena sekalipun sudah diberikan photo dan nama dan

nomor polisi kendaraannya, namun tidak jarang pelanggan tidak mempunyai

pilihan lain pada saat pengendara dan kendaraannya sudah tiba. Sehingga kalau

ada perbedaan atau situasi yang tidak memungkinkan dapat diterima oleh

pelanggan dapat melakukan konfirmasi pembatalan atau complain melalui

aplikasi atas mitra gojek yang melanggar kepada perusahaan.

Kesimpulan, yang diterapkan oleh GoJek untuk Order Processing lebih

baik dari yang terdapat di teori, hal ini disebabkan karena aplikasi online yang

difasilitasi oleh Gojek yang dapat secara realtime memenuhi prinsip akuntabilitas
46

(akurat, lengkap, andal / otentik dan tepat waktu) yang diterima sama oleh semua

pihak terkait yaitu pelanggan, pelaksana dan Gojek itu sendiri.

4.4.2 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi siklus

Pendapatan Sistem Pengantaran pada PT Go-Jek

Peneliti menemukan perbedaan pada teori dan pada PT Go-Jek, dimana

jika di perusahaan manufaktur para driver sudah mengetaui tempat yang akan

dikirimkan tetapi di PT Gojek para driver tidak mengetahui arah perjalanan yang

menjadi titik penjemputan dan tujuan pelanggan secara detail letak dan posisi

berada, meskipun ada aplikasi maps atau petunjuk yang diberikan oleh aplikasi.

Hal ini sebaiknya diyakinkan untuk setiap pelanggan sebaiknya memberikan

arahan kepada driver untuk menunjukan jalan ketujuan secara efisien.

Kesimpulan, yang diterapkan oleh GoJek untuk Shipping harus

ditingkatkan kembali sehingga sesuai dengan teori, hal ini disebabkan karena

aplikasi online yang difasilitasi oleh Gojek yang dapat secara realtime tidak dapat

memenuhi prinsip akuntabilitas (akurat, lengkap, andal / otentik dan tepat waktu)

yang diterima sama oleh semua pihak terkait yaitu pelanggan, pelaksana dan

Gojek itu sendiri.

4.4.3 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi siklus

Pendapatan Sistem Penagihan ke Para Pelanggan (Billing) pada PT

Go-Jek

Peneliti menemukan perbedaan pada teori dengan PT Go-Jek, dimana pada

saat mitra gojek sudah sampai tujuan pelanggan, saat sistem pembayaran

pelanggan menggunakan uang tunai (cash) tidak adanya uang kembalian dari para
47

mitra gojek,sehingga dapat menghambat pelanggan dan juga mitra gojek untuk

melakukan aktifitas lainnya, meskipun adanya pembayaran alternatif seperti

menggunakan gopay tetapi hal itu tidak memberikan secara penuh kemudahan

dalam sistem pembayaran dikarenakan tidak semua pelanggan memiliki saldo

gopay atau saldo yang cukup. Dalam hal ini seharusnya pelanggan dapat

mempersiapkan terlebih dahulu uang pas saat sudah mengetahui tarif

perjalanannya atau dapat mengisi gopay serta para mitra gojek dapat menyiapkan

uang kembalian sebagai feedback jika pelanggan menggunakan pembayaran tidak

dengan uang pas dan juga untuk setiap pelanggan sebaiknya memberikan

konfirmasi terlebih dahulu bahwa saat ingin menaiki gojek apakah ada

kembaliannya atau mengkonfirmasi bahwa uang yang akan dibayarkan

nominalnya tidak pas dengan tarif yang ada, sehingga driver dapat melakukan

penukaran atau konfirmasi ke pelanggan bahwa uang yang dimiliki nya tidak

dapat mengembalikan uang pelanggan.

Kesimpulan, yang diterapkan oleh GoJek untuk Billing harus ditingkatkan

kembali sehingga sesuai dengan teori atau dapat lebih baik, hal ini disebabkan

karena aplikasi online yang difasilitasi oleh Gojek yang dapat secara realtime

tidak dapat memenuhi prinsip akuntabilitas (akurat, lengkap, andal/otentik).

4.4.4 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi siklus

Pendapatan Sistem Penerimaan Kas (Cash Collections) pada PT Go-

Jek

Peneliti menemukan perbedaan pada teori dengan PT Go-Jek, dimana

bagian akuntansi dan finance mengalami kesulitan dalam memverifikasi bukti-


48

bukti transaksi yang berkaitan dengan kas dikarenakan banyaknya bukti yang

diterima sehingga dapat memakan waktu yang lama dalam membuat buku besar

dan jurnal penerimaan kas, meskipun sudah terintegrasi dengan sistem informasi

berbasis teknologi komputer masih memiliki kesulitan yang mengharuskan

bagian accounting dan finance menambah waktu dalam membuktikan

transaksinya. Hal ini sebaiknya bagian accounting dan finance dapat membuat

kelompok atau mengklasifikasi bukti untuk berdasarkan jangka waktu dan target

yang akan dikerjakan sehingga memiliki pengerjaan dan waktu yang dipakai

seefisien mungkin.

Kesimpulan, yang diterapkan oleh GoJek untuk Cash Collections harus

ditingkatkan kembali sehingga sesuai dengan teori atau dapat lebih baik, hal ini

disebabkan karena aplikasi online yang difasilitasi oleh Gojek yang dapat secara

realtime tidak dapat memenuhi prinsip akuntabilitas (akurat, lengkap,

andal/otentik).

4.5 Analisis dan Pembahasan Penerapan Pengendalian Internal SIA

Siklus Pendapatan pada PT Go-Jek

Pada Sub bab ini peneliti menganalisis penerapan pengendalian internal di

PT Go-Jek Indonesia menurut COSO Internal Control Framework yang dibagi ke

dalam lima prosedur sebagai berikut:


49

4.5.1 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Lingkungan

Pengendalian

Peneliti menemukan adanya kesalahan driver yang tidak semua mitra

gojek menerapkan komitmen dan integritas yang terkandung dalam visi misi PT

Gojek yang dimana mitra driver gojek memiliki sikap yang kuran sopan, tidak

ramah, dan taat lalu lintas di jalanan. Sehingga dapat mengganggu kenyamana

pelanggan dalam menggunakan jasa transportasi online. Hal ini seharusnya

manajemen memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada para mitra driver

gojek untuk selalu menanamkan citra baik PT Go-Jek dimata pelanggan. Selain

itu pada struktur organisasi telah menggambarkan adanya pemisahan wewenang

dan tanggung jawab masing-masing bagian. Struktur organisasi yang diterapkan

pada PT Go-Jek adalah struktur organisasi garis atau lini dengan aliran wewenang

dari atas ke bawah dan aliran tanggung jawab dari bawah ke atas.

Pertanggungjawaban hirarkis ini menunjukkan proses pertanggungjawaban

kinerja secara berjenjang mulai dari karyawan yang ada di masing-masing bagian

bertanggung jawab kepada kepala bagian kepala bagian bertanggung jawab

kepada manajer dan manajer bertanggung jawab kepada direktur. Dan perusahaan

juga akan melakukan rotasi terhadap beberapa karyawan yang telah lama

menduduki suatu bagian tertentu untuk mengetahui apakah telah terjadi

kecurangan yang dilakukan oleh karyawan tersebut. Sedangkan karyawan yang

baru bekerja akan diberikan pelatihan. Perusahaan juga melakukan supervisi

terhadap karyawannya dalam setiap kegiatan operasional perusahaan. Supervisi

dilakukan oleh kepala bagian terhadap staf.


50

4.5.2 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Penilaian Resiko

Peneliti menemukan adanya kesalahan yang disengaja. Hal ini terbukti dari

ditemukannya beberapa kesalahan yang dilakukan oleh karyawan mitra gojek

(driver). Menurut hasil wawancara, kesalahan tersebut biasanya terjadi pada

bagian pengemudi. Yaitu, driver dengan menggunakan kendaraan bernomor lain

atau dengan pengemudi berbeda yang tidak sesuai dengan aplikasi, sehingga ada

pengecekan langsung dari pelanggan dan melaporkan hal tersebut ke otorisasi

pimpinan.

4.5.3 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Informasi dan

Komunikasi

Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk komunikasi yang

dilakukan perusahaan, telah terbentuk dengan baik. Hasil wawancara

mendapatkan kesimpulan bahwa, perusahaan sudah memilki manual prosedur,

manual kebijakan, dan buku besar. Ketiganya telah didokumentasikan dengan

baik.

4.5.4 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Pengawasan

Pengawasan merupakan evaluasi rasional yang dinamis atas informasi

yang diberikan pada komunikasi informasi untuk tujuan manajemen control.

Aktivitas pengawasan dalam siklus pendapatan pada PT. Go-Jek dilakukan oleh

kepala bagian. Kepala bagian bertugas untuk mengawasi kinerja bawahannya agar

kebijakan, prosedur dan dokumen yang terkait dengan siklus pendapatan berjalan

sesuai dengan yang telah ditetapkan perusahaan.


51

Pada setiap prosedur dan dokumen yang terkait dengan siklus pendapatan,

peran pengawasan oleh kepala bagian dinilai masih sangat lemah. Hal ini dapat

terlihat dari otorisasi terkait pada prosedur siklus pendapatan. Kelemahan tersebut

antara lain otorisasi tersebut tidak dilakukan oleh semua kepala bagian yang

terkait dengan siklus penjualan dan pada bagian tertentu yang melakukan otorisasi

tidak diketahui siapa yang melaksanakan. Selain itu tidak adanya komite audit

yang membantu mengawasi kinerja perusahaan dalam rangka melakukan

pengevaluasian secara periodik untuk menilai pengendalian internal perusahaan

pada setiap proses kegiatan operasional perusahaan dan melaporkan kelemahan

kepada manajemen dan dewan direksi dengan memberikan rekomendasi untuk

perbaikan yang seharusnya dilakukan.

4.5.5 Analisis dan Pembahasan Penerapan Prosedur Aktivitas

Pengendalian

Komponen ini mencakup aktivitas-aktivitas yang dulunya dikaitkan

dengan konsep kontrol internal. Aktifitas-aktifitas ini meliputi persetujuan,

tanggung jawab, dan wewenang, pemisahan tugas, pendokumentasian,

rekonsiliasi, karyawan yang kompeten dan jujur, pemeriksaan internal dan audit

internal. Aktivitas-aktivitas ini harus dievaluasi risikonya untuk organisasi secara

keseluruhan.

Peneliti menemukan adanya beberapa aktivitas pengendalian yang memiliki

kelemahan yaitu:
52

1. Catatan Akuntansi

a. Hampir semua dokumen yang terkait dengan penjualan pada aplikasi

gojek tidak dicetak pre numbered. Hal ini dapat menimbulkan adanya

penjualan fiktif yang dibuat oleh karyawan sebagai bentuk tindakan

curang.

b. Tidak diketahui secara jelas bagaimana bentuk laporan penerimaan kas

harian dan kartu piutang yang dibuat oleh perusahaan

2. Verifikasi Independen

Tingkat verifikasi yang terdapat di perusahaan cukup tinggi. Walaupun

data diolah menggunakan software khusus akuntansi, pihak manajemen

tetap melakukan verifikasi setiap periode tertentu dengan mengkaji

formulir input serta laporan manajemen yang dihasilkan selama kegiatan

operasional berlangsung. Sebagai contoh, dalam memverifikasi akun kas,

kepala bagian keuangan, kepala bagian akuntansi, manajer pada kedua

bagian tersebut serta direktur melakukan pemeriksaan terhadap dokumen

yang berkaitan dengan akun kas, mencocokkannya dengan saldo kas dan

uang yang ada untuk meyakini kebenaran laporan yang telah disajikan.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis sistem informasi akuntansi siklus pendapatan

dan pengendalian internal pada PT Gojek Indonesia dengan melihat template

dibawah ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

Sistem Informasi Akuntansi


No. SIA Siklus:
I SIA - Siklus Pendapatan Aktivitas menerima pesanan pelanggan sampai
menerima pembayaran atas pemberian jasa
layanan transportasi secara online
Prosedur:
I .1 Pemesanan Pengantaran Menerima pesanan pelanggan, mengambil
(Sales Order Entry) pesanan pelanggan
I.2 Pengantaran Pelanggan Konfirmasi pesanan pelanggan dan Mengirim
atau mengantar Pelanggan
Sistem Penerimaan Kas
1.3 Penagihan (Billing) Penagihan dan pembaruan piutang pembayaran
1.4 Penerimaan kas (Cash Mengumpulkan dan memproses pembayaran
collections) dari pelanggan.
II Pengendalian Internal -
COSO
II.1 Lingkungan Pengendalian 1. Menetapkan struktur, otoritas, dan
tanggung jawab.
2. Menunjukkan komitmen terhadap
kompetensi
3. Menegakkan akuntabilitas

II.2 Penilaian Risiko 1. Menentukan tujuan yang sesuai


2. Identifikasi dan analisis risiko
3. Menilai risiko penipuan
II.3 Informasi & Komunikasi 1. Menggunakan informasi yang relevan
2. Berkomunikasi secara internal
3. Berkomunikasi secara eksternal

53
54

II.4 Pengawasan, Monitoring & 1. Melakukan evaluasi yang sedang


Follow Up berlangsung dan / atau terpisah
2. Mengevaluasi dan mengkomunikasikan
kekurangan yang terjadi
3. Melakukan pengawasan di lapangan

II.5 Kegiatan Pengendalian 1. Memilih dan mengembangkan kontrol


kegiatan
2. Melakukan pemisahan tanggung jawab dan
kontrol secara umum
3. Disebarkan melalui kebijakan dan prosedur

5.1.1 Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan pada PT Go-Jek

Indonesia

[Link] Pemesanan Pengantaran (Sales Order Entry)

Dalam penerapan prosedur ini, peneliti menemukan kelemahan dimana

mitra gojek dengan kendaraan bernomor lain namun tidak diberitahukan

sebelumnya oleh pengendara yang bersangkutan kepada pelanggan, bahkan bisa

juga dengan nomor polisi yang sama tapi oleh pengendara yang lain, karena

sekalipun sudah diberikan photo dan nama dan nomor polisi kendaraannya,

namun tidak jarang pelanggan tidak mempunyai pilihan lain pada saat pengendara

dan kendaraannya sudah tiba. Sedangkan kelebihan dari PT Go-Jek sendiri sudah

memiliki sales order entry dengan aplikasi yang berbasis sistem teknologi yang

memberikan dampak efisien bagi bagian keuangan khususnya finance dalam

mencatat pendapatan yang diterima yang diakui sebagai piutang dan tidak perlu

lagi harus membuat surat invoice atas penjualan jasa tersebut yang dijelaskan oleh

teori yang ada.


55

[Link] Pengantaran Pelanggan

Dalam penerapannya, peneliti menemukan kelemahan yaitu tidak

mengetahui arah perjalanan yang menjadi titik penjemputan dan tujuan pelanggan

secara detail letak dan posisi berada, meskipun ada aplikasi maps atau petunjuk

yang diberikan oleh aplikasi.

Sedangkan kelebihan PT Go-Jek sudah terintegrasi dengan google maps

dalam aplikasinya secara teori PT Go-Jek sudah melakukan inovasi yang

memudahkan pengemudi ojek dalam menemukan alamat yang tidak diketahuinya

sehingga memberikan efektifitas penjemputan dan pengantaran.

[Link] Penagihan (Billing)

Dalam penerapannya, Peneliti menemukan kelemahan yaitu dimana pada

saat mitra gojek sudah sampai tujuan pelanggan, saat sistem pembayaran

pelanggan menggunakan uang tunai (cash) tidak adanya uang kembalian dari para

mitra gojek,sehingga dapat menghambat pelanggan dan juga mitra gojek untuk

melakukan aktifitas lainnya, meskipun adanya pembayaran alternatif seperti

menggunakan gopay tetapi hal itu tidak memberikan secara penuh kemudahan

dalam sistem pembayaran dikarenakan tidak semua pelanggan memiliki saldo

gopay atau saldo yang cukup.

Sedangkan kelebihan PT Gojek secara teori dan penerapannya sudah

memiliki keunggulan dimana pembayaran yang dilakukan oleh pengguna dapat

dilakukan dengan sistem gopay, sehingga tidak perlu lagi menggunakan uang

tunai dalam bertransaksinya dan tidak perlu lagi penagihan pelanggan.


56

[Link] Penerimaan kas (Cash collections)

Dalam penerapannya, peneliti mendapatkan kelemahan dari PT. Go-Jek

dimana bagian akuntansi dan finance mengalami kesulitan dalam memverifikasi

bukti-bukti transaksi yang berkaitan dengan kas dikarenakan banyaknya bukti

yang diterima sehingga dapat memakan waktu yang lama dalam membuat buku

besar dan jurnal penerimaan kas, meskipun sudah terintegrasi dengan sistem

informasi berbasis teknologi komputer masih memiliki kesulitan yang

mengharuskan bagian accounting dan finance menambah waktu dalam

membuktikan transaksinya.

Sedangkan kelebihan PT Go-Jek dari Teori yang sudah ada ialah sudah

terintegrasinya informasi yang masuk atas jasa pesanan pengantaran dari

pengemudi ojek ke bagian keuangan untuk dapat di akui sebagai pendapatan,

sehingga tidak perlu lagi bagian keuangan menagih ke pengemudi ojek untuk

mendapatkan informasi atas transaksinya.

5.1.2 Pengendalian Internal pada PT Gojek

Penerapan pengendalian internal pada PT Gojek Indonesia sesuai dengan

kriteria dan karakteristik COSO dengan lima komponen dasar yaitu Lingkungan

Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan

Komunikasi dan Monitoring, adapun kompenn tersebut yaitu:

[Link] Lingkungan pengendalian

Dalam penerapannya, peneliti mendapatkan kelemahan dari pengendalian

internal pada PT Go-Jek bahwa masih ada mitra go-jek yaitu driver tidak
57

menerapkan komitmen dan integritas yang baik yaitu tidak menjalankannya visi

misi dan prinsip yang diberikan oleh PT Go-Jek seperti sikap yang dilakukan oleh

pengemudi tidak ramah dan tidak memenuhi aturan lalu lintas. Secara teori PT

Go-jek sudah mencerminkan penggunaan teori yang ada dalam keseluruhan

penggunaan peraturan dan kebijakan-kebijakan yang sesuai dalam pengendalian

internal perusahaan.

Sedangkan kelebihan yang dimiliki oleh PT Go-Jek adalah memberikan

layanan jasa transportasi online dalam upaya memberikan pendapatan lebih

kepada masyarakat.

[Link] Penilaian Risiko

Dalam penerapannya, peneliti menemukan kelemahan pada PT Go-Jek bahwa

driver menggunakan kendaraan bernomor lain atau dengan pengemudi berbeda

yang tidak sesuai dengan aplikasi, sehingga ada pengecekan langsung dari

pelanggan dan melaporkan hal tersebut ke otorisasi pimpinan.

Sedangkan kelebihan PT Go-Jek memberikan solusi alternatif dalam hal

transportasi yang inovatif untuk tinggal memesan orderan pada aplikasi gojek dan

siap untuk di antarkan.

[Link] Informasi dan komunikasi

Dalam penerapannya, hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk

komunikasi yang dilakukan perusahaan, telah terbentuk dengan baik. Menurut

hasil wawancara, perusahaan memilki manual prosedur, manual kebijakan, dan

buku besar. Ketiganya juga telah didokumentasikan dengan baik.


58

[Link] Pengawasan

Dalam penerapannya, peneliti menemukan kelemahan pada PT Gojek

bahwa pada setiap prosedur dan dokumen yang terkait dengan siklus pendapatan,

peran pengawasan oleh kepala bagian dinilai masih sangat lemah. Hal ini dapat

terlihat dari otorisasi terkait pada prosedur siklus pendapatan. Kelemahan tersebut

antara lain otorisasi tersebut tidak dilakukan oleh semua kepala bagian yang

terkait dengan siklus penjualan dan pada bagian tertentu yang melakukan otorisasi

tidak diketahui siapa yang melaksanakan. Selain itu tidak adanya komite audit

yang membantu mengawasi kinerja perusahaan dalam rangka melakukan

pengevaluasian secara periodik untuk menilai pengendalian internal perusahaan

Sedangkan kelebihan dari PT Gojek menurut peneliti bahwa PT Gojek

sudah menerapkan evaluasi mengenai kekurangan yang terjadi pada aplikasi gojek

dan hal yang menarik pelanggan dalam menggunakan aplikasi gojek.

[Link] Aktivitas pengendalian

Dalam penerapannya, peneliti menemukan kelemahan pada PT Go-Jek

dimana hampir semua dokumen yang terkait dengan penjualan pada aplikasi gojek

tidak dicetak pre numbered.

Sedangkan kelebihan PT Go-Jek yaitu tingkat verifikasi yang terdapat di

perusahaan cukup tinggi dimana pihak manajemen tetap melakukan verifikasi

setiap periode tertentu dengan mengkaji formulir input serta laporan manajemen

yang dihasilkan selama kegiatan operasional berlangsung.


59

5.2 Keterbatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, maka

peneliti

membatasi masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Observasi mengenai analisis Sistem Informasi Akuntansi Siklus

Pendapatan dilaksanakan di PT. Go-Jek di kantor pusat yang terletak di

Jakarta Selatan dikarenakan peneliti melakukan pengamatan dan meneliti

selama tiga minggu (15 Juli – 2 Agustus 2019) dengan melakukan sesi

tanya jawab kepada Ibu Aristiwidya Bramantika, Senior Vice President of

People and Culture Go-Jek dan Ika Nurdianti manager Finance Go-Jek

pada bagian manajemen serta Gugat Purwanto, perwakilan mitra Go-Jek.

Sehingga data atau informasinya akuntable dan akurat.

2. Keterbatasan waktu penyelesaian observasi.

5.3 Rekomendasi

Setelah melakukan analisis Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan

dan Pengendalian Internal pada PT Gojek, penelitian ini dapat memberikan saran

agar dapat bermanfaat bagi perusahaan Start up, yaitu:

1. Mengingat PT Gojek memiliki Dept. IT yang baik maka menulis

mendorong agar Start up yang sedang berkembang dapat segera memiliki

sistem aplikasi untuk mendukung pemrosesan jasa transportasi yang


60

simpel dan efektif secara komputerisasi dari tahapan order processing

hingga tahapan cash collection.

2. Kunjungan staf kantor kepada mitra gojek yang tidak sesuai dengan

prosedur yang lalai dalam melakukan pekerjaannya dan melakukan

kecurangan dilapangan.
DAFTAR PUSTAKA

Alfiandri, A. 2018. Internal Control Implementation in The Revenue Cycle – A


Case Study an Online Transportation Company. E-Jurnal Swiss Jerman
University. 10(1), 1-8.
[Link]
Arens, A. A., Elder., & Beasley. 2008. Auditing dan Jasa Assurance. Pendekatan
Terintegrasi Jilid 1. Edisi 12. Jakarta: Erlangga.
Azhar, Susanto. 2008. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Gramedia.
Bahri, S. 2016. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta.
Bodnar, G. H., & William S. H. 2004. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi 9. New
Jersey: Prentice Hall International Inc.
Gelinas, et al. 2012. Accounting Information Systems. South-Western Cengage.
Learning. Gordon. LA.
Hall, J. A. 2013. Accounting Information System. Mason, OH, USA: Rob Dewey.
Indrawan, R & Yaniawati R. P. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, dan Campuran untuk Manajemen. Bandung: PT Refika
Aditama.
Laudon, K. C., & Jane P. L. 2000. Management Information System 6th Edition.
New Jersey: Prentice Hall.
Laudon, K. C., & Jane P. L. 2014. Management Information Systems: Managing
The Digital Firm, 13 th. Ed, Person Education Limited, New York.
Mulyadi. 2010. Sistem Akuntansi, Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.

61
62

Muri, Y. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian


gabungan. Jakarta: Prenadarmedia Group.
Nanang, F. 2007. Ekonomi & Pembiayaan Pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya. Vol. 78 No.1, 979-692.
Romney, M. B., & P. J. Steinbart. 2012. Accounting Information Systems, Edisi 9,
Buku Dua, Jakarta: Salemba Empat.
Romney, M. B., & P. J. Steinbart. 2017. Accounting Information Systems. Global
Edition. seventeen Edition. Pearson Education Limited, England.
Rosenblat, S. 2016. Algorithmic Labor and Information Asymmetries: A Case
Study of Uber’s Drivers. Int. J. Communication 10. 2016, 1932-8036.
Sedarmayanti. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi
dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. (cetakan Kelima).
Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
S R, Soemarso. 2009. Akuntansi Suatu Pengantar. Buku 1. Jakarta: Salemba
Empat.
Weber, R. 2011. Information systems control and audit. 2nd Edition. Prentice.
Hall Inc. New Jersey.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

a. Indentitas Mahasiswa

Nim : 1411000096

Nama : Adinda Rizky Amalia

Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta, 7 Agustus 1996

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Perempuan

Status Perkawinan : Belum Menikah

Jenjang : Strata Satu (S-1)

Program Studi : Akuntansi

Alamat Rumah : Perum Bojong Depok Baru Blok NE.6 RT 01/09

Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Alamat Kantor : -

Nomor Telepon / HP : 087881281486

Email : [Link]@[Link]

b. Pendididkan Formal

Jenjang Tahun
Nama Institusi Tempat
Pendidikan Masuk Keluar
SDN 06 Bojong Bojong
Sekolah Dasar 2002 2008
Gede Gede
SMP Al-Azhar
Sekolah Menengah
Syifa Budi Cibinong 2008 2011
Pertama
Cibinong
Sekolah Menengah SMA Plus
Bogor 2011 2014
Atas YPHB Bogor
Perbanas
Perguruan Tinggi Jakarta 2014 2020
Institute

c. Pengalaman berorganisasi

Tahun
Nama Organisasi Posisi
Masuk Keluar
- - - -

Demikian daftar riwayat hidup ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, Maret 2020

(Adinda Rizky Amalia)


LAMPIRAN 1

Gambar 2.2

Siklus Pemprosesan Penjualan

Sumber : Level 0 Data Flow Diagram: Revenue Cycle dari Romney and Steinbar. 12th Edition.

Anda mungkin juga menyukai