HUKUM FARADAY
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
Kelompok 3
Kelas: XII IPA 1
[Link] Azzahra
[Link] Listia A
[Link] Permata Sari
[Link] Ramadhani
5. Juanda
[Link]
Guru Pembimbing: Syarifah Nur Hikmah, [Link]
SMA SANDIKA SUKAJADI
TAHUN AJARAN 2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala
rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya
juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari berbagai pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, maka saya yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Sukajadi, Januari 2024
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................................
Daftar Isi............................................................................................................
Bab I Pendahuluan.............................................................................................
A. Latar Belakang..............................................................................................
B. Rumusan Masalah.........................................................................................
C. Tujuan Makalah............................................................................................
Bab II Pembahasan.............................................................................................
A. Sejarah Hukum Faraday...............................................................................
B. Aplikasi Hukum Faraday Pada Kehidupan Sehari-Hari...........................
Contoh Soal Hukum Faraday...........................................................................
Bab III Penutup...................................................................................................
A. Kesimpulan.....................................................................................................
B. Saran................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Listrik dalam era industri merupakan keperluan yang sangat vital. Dengan
adanya transformator keperluan listrik pada tegangan yang sesuai dapat
terpenuhi. Dahulu untuk membawa listrik diperlukan kuda. Kuda akan
membawa pembangkit listrik untuk penerangan lapangan ski. Seandainya
transformator belum ditemukan, berapa ekor kuda yang diperlukan untuk
penerangan sebuah kota. Fenomena pemindahan listrik akan kamu dibahas
dalam induksi elektromagnetik. Jika ada pembangkit listrik dekat
rumahmu, coba diperhatikan. Pembangkit listrik biasanya terletak jauh
dari permukiman penduduk. Untuk membawa energy listrik, atau lebih
dikenal transmisi daya listrik, diperlukan kabel yang sangat panjang.
Kabel yang demikian dapat menurunkan tegangan. Karena itu diperlukan
alat yang dapat menaikkan kembali tegangan sesuai keperluan. Dan kamu
pasti melihat tabung berwarna biru yang dipasang pada tiang listrik. Alat
tersebut adalah transformator yang berfungsi untuk menaikkan dan
menurunkan tegangan.
B. Rumusan Masalah
1. Sejarah di temukannya hukum faraday.
2. Aplikasinya pada kehidupan sehari-hari.
C. Tujuan Makalah
[Link] mengetahui sejarah ditemukannya hukum faraday.
[Link] mengetahui aplikasi hukum faraday di kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
[Link] Hukum Faraday
Pada awal tahun 1830-an, seorang ahli kimia Inggris yang bernama Michael
Faraday menemukan bahwa larutan tertentu dapat segera mengalirkan arus listrik.
Ia menamakan larutan tersebut dengan elektrolit dan aliran listrik yang melalui
larutan elektrolit disebut elektrolisis. Selanjutnya Michael Faraday melakukan
percobaan untuk meneliti hubungan antara besarnya arus yang mengalir dalam
suatu elektrolisis dengan jumlah zat yang bereaksi. Untuk menggambarkannya
diambil elektrolisis larutan perak nitrat (AgNO3). Pada katode akan terjadi reaksi
reduksi seperti berikut.
Ag (aq)+eAg(s)
Dari reaksi di atas dapat dikatakan bahwa untuk menghasilkan 1 mol logam Ag,
diperlukan 1 mol elektron.
Jumlah listrik yang dialirkan ke dalam sel elektrolisis untuk mendapatkan 1 mol
elektron dinamakan 1 Faraday. Berdasarkan percobaan diperoleh bahwa 1 mol
elektron mengandung muatan listrik sebesar 96.500 Coulomb.
1 mol elektron = 1 Faraday = 96.500 Coulomb
Sebagai hasil dari percobaannya pada tahun 1832 Faraday mengemukakan dua
hukum yang penting tentang hubungan antara arus listrik dengan jumlah zat yang
terbentuk pada elektrode.
[Link] Faraday I
“Massa dari zat yang diendapkan atau dibebaskan pada elektrode sebanding
dengan muatan listrik yang melewati suatu zat elektrolit.”
Secara matematis ditulis:
G ≈ Q atau G ≈ it
Keterangan:
G = massa yang dihasilkan pada elektrolisis (gram)
I = arus listrik (ampere)
T = waktu (detik)
Q = muatan listrik dalam sel (Coulomb)
[Link] Faraday II
“Jika sejumlah muatan listrik yang sama dilewatkan pada beberapa zat
elektrolit yang berbeda, massa yang dibebaskan atau diendapkan sebanding
dengan massa ekuivalennya (e).”
Massa ekuivalen sendiri adalah perbandingan antara massa atom atau massa
molekul relatif suatu unsur atau senyawa dibagi dengan jumlah elektron yang
diterima atau dilepaskan oleh setiap mol unsur atau senyawa tersebut.
Rumus:
Keterangan:
ME = massa ekivalen
X = jumlah elektron yang diterima atau dilepaskan
Jika rumus hukum Faraday 1 dan 2 ini digabungkan, maka akan diperoleh
rumus baru, yaitu:
G = k . i . t . ME
Keterangan:
K = tetapan/faktor pembanding
Faraday menemukan bahwa harga faktor pembanding ini adalah 1/96.500,
sehingga rumus di atas dapat dituliskan sebagai berikut.
G = massa yang dihasilkan pada elektrolisis (gram)
Ar = massa atom relatif
Asal Bilangan Faraday 96.500: 1 mol elektron mengandung 6,02 x 1023
elektron 1 muatan elektron jika dikonversi ke coulomb = 1.6022 x 10-19
Coulomb Jadi 1 mole elektron = 6,02 x 1023 x 1.6022 x 10-1996.494
colulomb ~ 96.500 coulomb
• 96.500 coulomb kemudian kita kenal dengan nama 1 F atau 1 Faraday
c. Hukum Induksi Faraday
Hubungan perubahan fluks magnetik dengan gaya gerak listrik yang
ditemukan oleh Faraday kemudian dirumuskan dalam persamaan matematis
oleh Maxwell sebagai berikut:
Ε = -N ΔΦ/Δt
Keterangan:
Ε: gaya gerak listrik
N: jumlah lilitan kumparan
ΔΦ: perubahan fluks magnetik Δt: perubahan waktu
B. Aplikasi Hukum Faraday Pada Kehidupan Sehari-Hari
a. Generator
Generator adalah suatu alat yang digunakan untuk mengubah energi
mekanik menjadi energi listrik. Generator ada dua jenis yaitu generator arus
searah (DC) atau dinamo dan generator arus bolak-balik (AC) atau alternator.
Generator AC Generator DC
Generator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik sesuai dengan
hukum faraday, yaitu dengan memutar suatu kumparan dalam medan magnet
sehingga timbul GGL induksi seperti yang sudah saya jelaskan di awal. Perbedaan
antara generator AC dan DC terletak pada bagian komponen yang berhubungan
dengan ujung kumparan yang berputar. Dinamo (generator DC) menggunakan
sebuah cincin belah (komutator), sedangkan alternator (generator AC)
menggunakan dua buah cincin slip.
b. Transformator
Transformator atau trafo merupakan alat untuk mengubah (memperbesar atau
memperkecil) tegangan AC berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.
Prinsip kerja trafo memindahkan energi listrik secara induksi melalui kumparan
primer ke kumparan sekunder. Trafo ada dua jenis, yaitu trafo step- up dan step-
down. Trafo step-up berfungsi untuk menaikkan tegangan AC sumber, jumlah
lilitan kumparan sekunder lebih banyak dibandingkan jumlah lilitan primer. Trafo
step-down berfungsi untuk menurunkan tegangan AC sumber, jumlah lilitan
sekundernya lebih sedikit. Trafo menimbulkan GGL pada kumparan sekunder
karena medan magnet yang berubah-ubah akibat aliran arus listrik bolak- balik
pada kumparan primer yang berakibat berubah-ubah pula medan magnet yang
timbul pada kumparan primer. Dikarenakan kumparan primer dan sekunder
dililitkan pada bahan feromagnetik maka pada kumparan sekunder juga dilingkupi
medan magnetik yang berubah-ubah. Akibatnya (berdasarkan hukum Faraday)
pada ujung-ujung kumparan sekunder timbul ggl induksi. Dalam hal ini besi lunak
di dalam transformator berfungsi Sebagai
medium yang dapat mengumpulkan garis-garis gaya magnetik agar tidak
menyebar keluar dari kumparan primer maupun sekunder. Tetapi dikarenakan
bahan tersebut juga sebagai penghantar maka padanya juga timbul ggl secara
mikroskopik yang menjadi panas dan merupakan faktor yang merugikan
dikarenakan membuang energi listrik dalam bentuk panas.
c. Induktor
Induktor merupakan kumparan yang memiliki banyak lilitan kawat. Induktor
memiliki induktansi diri. induktansi diri adalah gejala kelistrikan yang
menyebabkan perubahan arus listrik pada kumparan dapat membangkitkan GGL
induksi pada kumparan itu sendiri.
Induktor dapat menyimpan energi listrik, karena menurut hukum bio-savart pada
saat induktor terdapat arus listrik maka dalam induktor tersebut timbul medan
magnet, ketika arus listrik dalam konduktor menjadi nol, maka medan magnet pun
hilang. Medan magnet yang semula ada menjadi tidak ada atau berubah inilah
yang dapat menimbulkan ggl induksi diri menurut faraday. Artinya induktor
masih mengalir arus listrik atau mampu menyimpan energi listrik sebesar ggl
induksi diri tersebut.
Contoh Soal
Sebuah kumparan dengan 50 lilitan, fluks magnetiknya meningkat dari 2,50 x
10³Wb menjadi 250\times10^{-2} dalam waktu 0,40 s. Hitung ggl induksi rata-
rata dalam kumparan.
Jawab;
Jumah lilitan N=50 ; fluks awal φ1=2,50 x10-³Wb; fluks akhir φ2=1,25x10-²Wb;
selang waktu ∆t=0,40 s. Dalam kasus ini, ggl induksi ɛ ditimbulkan oleh laju
perubahan fluks yang konstan, sehingga ɛ dihitung dengan.
ɛ= Δφ/∆t
= - Ν(Φ2 – Φ₁)/∆t
ɛ=-50(1,25x10-²Wb –2,5x10³Wb)/0,40 s
= -1,25 Volt
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
[Link] awal tahun 1830-an, seorang ahli kimia Inggris yang bernama Michael
Faraday menemukan bahwa larutan tertentu dapat segera mengalirkan arus listrik.
Ia menamakan larutan tersebut dengan elektrolit dan aliran listrik yang melalui
larutan elektrolit disebut elektrolisis.
2. Hukum Faraday I 'Massa dari zat yang diendapkan atau dibebaskan pada
elektrode sebanding dengan muatan listrik yang melewati suatu zat elektrolit."
[Link] Faraday II "Jika sejumlah muatan listrik yang sama dilewatkan pada
beberapa zat elektrolit yang berbeda, massa yang dibebaskan atau diendapkan
sebanding dengan massa ekuivalennya (e)."
[Link] hukum Faraday dalam kehidupan sehari-hari adalah generator,
transformator, dan induktor.
B. Saran
Dari penelitian yang sudah dilakukan, yaitu menyusun Makalah Hukum
Faraday. Saran untuk ke depannya yaitu agar lebih memahami tentang Hukum
Faraday dan kalian dapat mempelajarinya dari buku ataupun internet.