Nama : Asy Syifa Anwari Zahra
NIM : 2010713045
Kelas : KM-1B
TUGAS KEWIRAUSAHAAN
(Gagasan/Ide Usaha Pemula yang Bertahan Lama dengan Modal Murah)
Penjaringan Gagasan Usaha
PROBLEM GAGASAN USAHA
Diperlukann pemasaran secara online tetapi
masih banyak pebisnis yang belum Bisnis Digital Advertising
menguasai pembuatan iklan digital.
Pentingnya peningkatan branding dan trust
kepada masyarakat untuk mensukseskan Bisnis Web Design
suatu bisnis secara online.
Makanan sebagai kebutuhan primer setiap
Bisnis Kuliner Kekinian
manusia seringkali menimbulkan kejenuhan
(Dessert Box)
apabila tidak terdapat inovasi.
Sifat konsumtif masyarakat seringkali
Bisnis Thrift Shop
menimbulkan penimbunan pakaian yang
(Jual-Beli Produk Fashion Bekas)
tidak terpakai.
Rangking dan Bobot
BOBOT MASING-MASING USAHA
NO PERTIMBANGAN Kuliner
Digital Web Thrift
Kekinian
Advertising Design Shop
(Dessert Box)
Pengetahuan dan
1 3 3 3 4
Keterampilan
2 Akses 3 3 4 4
3 Peralatan 3 3 3 3
4 Tenaga Kerja 4 4 3 3
5 Finansial 4 4 3 4
TOTAL BOBOT
MASING-MASING 17 17 16 18
GAGASAN USAHA
PRIORITAS 18
Ket. Bobot :
1 = Tidak Mendukung 4 = Mendukung
2 = Kurang Mendukung 5 = Sangat Mendukung
3 = Cukup Mendukung
Gagasan/Ide Usaha
Berdasarkan penjaringan gagasan usaha tersebut, skor tertinggi dari berbagai alternatif
gagasan usaha saya terdapat pada gagasan usaha Bisnis Thrift Shop. Alasan saya memilih
bisnis thrift shop adalah karena masyarakat Indonesia terkenal dengan sifat konsumtifnya, hal
ini menarik minat saya untuk berbisnis Thrift Shop (Jual-Beli Produk Fashion Bekas).
Berangkat dari keresahan saya pribadi terhadap masalah yang berada disekitar saya, salah
satunya adalah menumpuknya pakaian di lemari saya dan hampir sebagian dari pakaian
tersebut sudah tidak lagi saya gunakan. Hal ini membuat saya berpikir untuk menjual pakaian
yang sudah tidak terpakai tapi masih layak digunakan. Berkembang dari ide tersebut saya
berpikir untuk mencari pemasuk pakaian bekas pakai yang masih layak digunakan dengan
mencari supplier seperti keluarga, teman dekat, dan relasi saya.
Bisnis thrift shop tersebut akan saya lakukan secara online dengan memanfaatkan
platform digital seperti Instagram dan Twitter serta tak lupa juga untuk melakukan penjualan
di e-commerce seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Hal ini saya lakukan atas
pertimbangan kondisi pada saat ini dimana sedang terjadi pandemi sehingga akan lebih
efektif dan efisien jika bisnis yang saya jalani berbasis online. Kemudian juga bisnis online
pada saat ini tengah digandrungi oleh masyarakat karena sistemnya yang mudah dan tidak
banyak memakan waktu serta tenaga.
Metode SWOT
Pada bisnis thrift shop ini saya melakukan pencarian gagasan usaha melalui metode
SWOT. Adapun analisis SWOT terhadap bisnis thrift shop yang saya jalani adalah sebagai
berikut :
1. Strengths :
a. Tidak memerlukan modal awal.
b. Memberikan harga yang miring dengan kualitas yang relatif baik.
c. Pembelian yang mudah karena secara online.
d. Kemampuan dalam menggunakan teknologi seperti penggunaan platform editing dan
membuat digital advertising sehingga memperkuat pemasaran produk secara online.
2. Weakness ;
a. Kurang memiliki jaringan supplier produk pakaian bekas pakai yang akan dijual.
b. Sulitnya mencari pakaian yang masih dalam kondisi baik dan layak diperjual-belikan
kembali.
c. Karena menjual pakaian bekas pakai, umumnya setiap jenis pakaian yang dijual hanya
ada satu.
3. Opportunities :
a. Mahalnya harga produk fashion dalam kondisi baru sehingga meningkatkan minat
banyak konsumen untuk berbelanja thrift shop.
b. Tren pasar akhir-akhir ini yang kembali mengangkat fashion tahun 80-an dan 90-an
sehingga banyak konsumen yang tertarik untuk mencari baju dengan style jaman
dahulu dan bisa didapatkan melalui thrift shop.
c. Maraknya penggunaan media sosial pada saat ini membuat banyak orang berlomba-
lomba untuk menarik perhatian dengan memposting diri menggunakan fashion yang
unik. Pakaian yang unik dan langka bisa didapatkan melalui thrift shop.
4. Threats :
a. Masih banyak konsumen yang berminat untuk membeli pakaian dalam kondisi baru
karena alasan tertentu.
b. Banyaknya pesaing karena bisnis thrift shop saat ini sedang tren.
c. Adanya pesaing yang sudah memulai bisnis thrift shop sejak lama dan sudah memiliki
supplier lebih banyak sehingga sudah lebih dikenal dan memiliki banyak pemasukan
produk.
d. Penjualan yang dilakukan secara online membuat followers pada platform yang
digunakan sangat berpengaruh terhadap pemasaran sehingga apabila memiliki
followers lebih sedikit dibanding pesaing lain, akan kalah dalam hal pemasaran.
Intervensi Terkait Metode SWOT
Setelah menganalisis gagasan bisnis thrift shop saya menggunakan metode SWOT,
selanjutnya saya menyiapkan intervensi terkait permasalahan yang muncul dalam analisis
tersebut.
1. Kurang memiliki supplier produk pakaian bekas pakai yang akan dijual (Weakness).
Intervensi ;
Saya akan mencari supplier lebih luas lagi, bila sebelumnya saya hanya memiliki supplier
orang sekitar yang saya kenal maka saya akan mencoba mencari diluar lingkungan
terdekat saya dan menjalin kerja sama dalam hal pemasukan produk pakaian bekas pakai
dengan menandatangani perjanjian pembagian komisi dengan supplier tersebut terkait
pemasukan produk.
2. Sulitnya mencari pakaian yang masih dalam kondisi baik dan layak diperjual-belikan
kembali (Weakness).
Intervensi :
Mencari supplier yang terpercaya dan menjalin kerja sama agar kedepannya bisa terus
mendapat produk pakaian bekas pakai yang masih dalam kondisi baik dan juga dengan
cara menjaga kerapihan dan kebersihan produk yang akan dijual seperti melakukan
pencucian di laundry dan melakukan pengecekan kecacatan terhadap setiap produk yang
akan dijual agar tidak mengecewakan konsumen.
3. Karena menjual pakaian bekas pakai, umumnya setiap jenis pakaian yang dijual hanya ada
satu (Weakness).
Intervensi :
Menjadikan hal tersebut sebagai strategi pemasaran dengan melakukan sistem jual beli
“siapa cepat, dia dapat” sehingga nantinya para konsumen akan berlomba-lomba untuk
menjadi yang tercepat dalam mendapatkan produk tersebut sehingga akan meningkatkan
grafik pembelian karena para konsumen tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir
berkali-kali ketika ingin membeli.
4. Masih banyak orang yang berminat untuk membeli pakaian dalam kondisi baru karena
alasan tertentu (Threats).
Intervensi :
Memastikan setiap produk yang dijual dalam keadaan baik, meminimalisir kecacatan pada
produk, dan menjaga kebersihan serta kerapihan produk sehingga produk pakaian bekas
pakai tersebut dapat terlihat seperti dalam kondisi baru.
5. Banyaknya pesaing karena bisnis thrift shop saat ini sedang tren (Threats).
Intervensi :
Menjual produk pakaian bekas yang unik dan langka dengan harga yang sebisa mungkin
lebih murah dibanding pesaing lain agar meningkatkan minat pembeli.
6. Adanya pesaing yang sudah memulai bisnis thrift shop sejak lama dan sudah memiliki
supplier lebih banyak sehingga sudah lebih dikenal dan memiliki banyak pemasukan
produk (Threats).
Intervensi :
Menjalin kerja sama dengan banyak supplier dan memberikan hal yang beda dengan
bisnis thrift shop lain seperti dalam hal pengemasan yang dibuat semenarik mungkin dan
sesuai dengan tren saat ini.
7. Penjualan yang dilakukan secara online membuat followers pada platform yang digunakan
sangat berpengaruh terhadap pemasaran sehingga apabila memiliki followers lebih sedikit
dibanding pesaing lain, akan kalah dalam hal pemasaran (Threats).
Intervensi :
Melakukan penawaran diskon untuk followers dan diskon share di media sosial dimana
nantinya para konsumen yang ingin mendapat diskon harus follow dan share di media
sosial masing-masing agar mampu meningkatkan jumlah followers dari platform yang
saya gunakan.