Mari Mengenal
Istilah Mitos
OLEH : KELOMPOK 5
Dosen Pengampu :
Tantra Diwa Larasati, S.T., M.T.
Anggota
Kelompok
1 Nina Apriana 2314016032
2 Kurniawan 2314016039
3 Fatkhia Derawan Putri 2314016047
4 Muhammad Qusairi Hamzah 2314016050
5 Amilaturro isiyyah 2314016051
6 Nailah Khalishah Putri 2314016057
Apa itu Mitos ?
Mitos adalah pengetahuan lain yang merupakan kombinasi
antara pengakuan-pengakuan dan kepercayaan. Mitos
dibuat untuk melengkapi rasa keingin tahuan masyarakat,
karena pada saat itu rasa atau penalaran belum terbentuk,
yang bekerja hanya daya khayal, intuisi atau imajinasi.
Mitos merupakan pengetahuan yang tidak obyektif
melainkan subyektif. Sebuah Mitos dapat diterima oleh
masyarakat karena pada waktu itu keterbatasan
penginderaan dan penalaran serta rasa ingin tahu yang perlu
segera dipenuhi.
Menurut Webster Dictionary, mitos adalah sebuah cerita
yang dipercaya sebagai sebuah hasil dari imajinasi dan
kebenaranya tidak dapat dibuktikan. Mitos menjadi sebuah
cerita yang dipercaya oleh hanya beberapa orang tanpa
menyeluruh dan mejadi keyakinan banyak orang
Mitos Menurut Ahli
lahir pada tanggal 8 Juli 1920 di negeri Belanda. Belajar Hukum dan Filsafat di Leiden.
tahun 1948 mencapai gelar Doktor Filsafat. tahun 1948 - 1950 menjabat wakil ketua
hubungan internasional pada Kementrian Pendidikan Belanda. Tahun 1950 - 1953
Lektor filsafat pada Universitas Negri di Utrecht, 1953 - 1960 Guru Besar Filsafat pada
Universitas Groningen, dan sejak tahun 1960 di Leiden. Selain itu sejak tahun 1963
Guru Besar Luar biasa dalam Ilmu Epistimologi pada Universitas Kristen di Amsterdam
(VU). Pernah memberikan kuliah tamu di Oxford, Munchen, Wina, Roma,
Johannseburg, New Delhi, Tokyo, Manila, Princeton dan California. Beberapa kali
memimpin penataran dosen filsafat se Indonesia di Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
Cornelis Anthonie van Peursen
Menurut Van peursen dalam (Aly, 2003) mitos adalah cerita yang ada dimasyarakat yang dianggap memberikan
pedoman atau arahan tertentu. Adapun cerita-cerita tersebut menggambarkan sebuah peristiwa kebaikan atau
keburukan, pada kehidupan dan kematian.
Dipandang dari perspektif
keadaan yang ada
mitos biasanya dikaitkan oleh hal atau kejadian yang berbau mistis dimana
manusia merasa dirinya dikelilingi oleh kekuatan ghoib pada kehidupan
sekitarnya. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia mempunyai makna sebagai
suatu cerita mengenai asal-usul alam semesta, manusia, suatu wilayah atau
bangsa.
Mitos Menurut
Pandangan Islam
mitos adalah cerita-cerita bohong tentang suatu hal
seperti asal usul tempat, alam, manusia dan
sebagainya yang mengandung arti mendalam dan
diungkapkan dengan cara gaib. Sedangkan definisi
khurafat adalah ajaran atau keyakinan yang tidak
mempunyai landasan kebenaran, disebut pula takhayu
Walaupun bersifat takhayul atau
tak nyata ternyata mitos memiliki
fungsi tersendiri loh, terutama
dalam kehidupan sosial budaya
masyarakat
FUNGSI MITOS DALAM KEHIDUPAN
SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT
untuk mengembangkan simbol simbol yang penuh
1 makna serta menjelaskan fenomena lingkungan yang
PENDUKUNGNYA
mereka hadapi
sebagai pegangan bagi masyarakat pendukungnya
2 untuk membina kesetiakawanan sosial di antara
para anggota agar ia dapat saling
membedakanantara komunitas yang satu dan yang
lain
sebagai sarana pendidikan yang paling efektif
3 terutama untuk mengukuhkan dan menanamkan
nilai-nilai budaya,norma-norma sosial dan keyakinan
tertentu. Pada umumnya mitos-mitos dikembangkan
untuk menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai
budaya, pemikiranmaupun pengetahuan tertentu,
yang berfungsi untuk merangsang perkembangan
kreativitas dalam berpikir.
Contoh Mitos di Kalangan Masyarakat
Tertimpa cicak tandanya akan mendapat
sial. Sial disini maksudnya dari tertimpa
cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial
kalau sedang enak-enak duduk tiba-tiba
tertimpa cicak.
Jangan bersiul pada malam hari
dikarenakan dapat mengundang makhluk
ghaib. Maksud dari sini adalah supaya
tidak mengganggu orang-orang yang
sedang beristirahat.
Contoh Mitos di Kalangan Masyarakat
Meletakkan sesaji di bibir pantai atau biasa
disebut juga sebagai larung sesaji, maksud
dari sini seperti bersedekah ada juga yang
mengasumsi adanya penunggu pantai yang
apabila kalau tidak ada sebuah ritual tersebut
maka akan ada sebuah musibah. Dari sini
berbagai asumsi masyarakat bermunculan.
Penutup
Demikianlah informasi yang dapat kelompok kami
sampaikan mengenai Mitos yang hidup dan
berkembang dalam kehidupan dan budaya
masyarakat, walaupun Mitos merupakan sebuah
fenomena yang belum terbukti kebenaranya, tetapi
sebagai masyarakat Indonesia yang beragam
sudah menjadi tugas kita untuk saling menghormati
antar sesama, terutama tradisi adat dan budaya
Terimakasih
Yeorobunn