290
Melya Sari, Estin Yuliastuti, Yuli Widyastuti, Dwi Handoyo
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Sectio Caesarea dengan
Anestesi Spinal
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Sectio
Caesarea dengan Anestesi Spinal
(The Effect of Lavender Aromatherapy on Anxiety in Preoperative Caesarean Section Patients with
Spinal Anesthesia)
Melya Sari1, Estin Yuliastuti2*, Yuli Widyastuti3, Dwi Handoyo4
1,2,3,4
Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta
*Email: [Link]@[Link]
Abstract
Anxiety in preoperative caesarean section patients is usually caused by worries about themselves and their
baby's condition. Lavender aromatherapy is a complementary therapy and non-pharmacological technique to
reduce anxiety. The aim of this study was to determine the effect of lavender aromatherapy on anxiety in
preoperative caesarean section patients with spinal anesthesia. This study was a quantitative study that used
experimental methods with a one-group pretest-posttest design. The sampling technique in this study was
purposive sampling with a sample of 22 respondents. The instrument used was APAIS (The Amsterdam
Preoperative Anxiety and Information Scale). Data analysis was performed using the Wilcoxon statistical test.
This study obtained a result of a p-value=0.000 (<α 0.05). This means that lavender aromatherapy has an
effect on reducing anxiety levels in preoperative caesarean section patients. Lavender oil has a relaxing effect
on nerves and muscles tension.
Keywords: Anxiety; Lavender Aromatherapy; Preoperative Caesarean Section
Abstrak
Kecemasan pada pasien pra-operasi sectio caesarea biasanya diakibatkan oleh adanya rasa khawatir tentang
dirinya maupun keadaan bayinya. Aromaterapi lavender merupakan salah satu terapi komplementer dan teknik
non-farmakologi untuk mengurangi kecemasan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh
aromaterapi lavender terhadap kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan anestesi spinal.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode eksperimen dengan desain
rancangan one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive
sampling dengan sampel berjumlah 22 responden. Instrumen yang digunakan berupa APAIS (The Amsterdam
Preoperative Anxiety and Information Scale). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon. Hasil dari
penelitian ini didapatkan nilai p 0,000 < α 0,05. Hal ini berarti aromaterapi lavender berpengaruh terhadap
penurunan tingkat kecemasan pada pasien pra-operasi sectio caesarea. Minyak lavender dapat memberikan
efek relaksasi bagi saraf dan otot-otot yang tegang.
Kata Kunci: Aromaterapi Lavender; Kecemasan; Pra-operasi Sectio Caesarea
LATAR BELAKANG Angka persalinan di dunia dengan metode
Proses pengeluaran hasil konsepsi secara SC mengalami peningkatan. World Health
alamiah oleh ibu hamil berupa janin dan plasenta Organization (WHO) tahun 2021
yang berusia cukup bulan kisaran 37-42 minggu mengungkapkan bahwa peningkatan tersebut
disebut persalinan. Proses ini terdiri atas dua melebihi batas yang direkomendasikan yaitu
metode yakni persalinan spontan atau sekitar 10%-15%. Angka persalinan SC tertinggi
pervaginam dan persalinan dengan pembedahan/ diduduki oleh Amerika Latin dan kawasan
operasi Sectio Caesarea (SC) (Cunningham, Karibia sebesar 40,5%, kemudian Eropa sebesar
2018). 25%, wilayah Asia sebesar 19,2% dan Afrika
sebesar 7,3%. Data Riskesdas tahun 2018
Jurnal Kesehatan, vol 12, no.2, Edisi Desember 2023, pISSN: 2301-783X, eISSN: 2721-8007
291
Melya Sari, Estin Yuliastuti, Yuli Widyastuti, Dwi Handoyo
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Sectio Caesarea dengan
Anestesi Spinal
menunjukkan bahwa tingkat persalinan SC di maupun janinnya baik secara fisik dan psikis.
Indonesia sebanyak 17,6%. Adapun rasio SC Keadaan tersebut dapat terjadi karena kecemasan
tertinggi ditempati oleh Provinsi Bali sebanyak berpengaruh ke hipotalamus kemudian mampu
30,2% dan rasio SC terendah ditempati oleh menstimulus kelenjar endokrin yang bertugas
Provinsi Papua sebanyak 6,7%. Pada Provinsi untuk melakukan regulasi dari kelenjar hipofisis.
Jawa Tengah, rasio SC sebesar 17,1%. Apabila Sehubungan dengan adanya mekanisme tersebut,
dibandingkan dengan tahun 2013, data statistik maka produksi hormon akan meningkat. Adapun
SC di Jawa Tengah sebesar 10%. Hal ini mayoritas respons tubuh yang muncul di
mengindikasikan bahwa ada peningkatan dari antaranya peningkatan denyut nadi dan frekuensi
tahun 2013 ke 2018. napas, jantung berdebar, keringat berlebih, serta
Pada metode persalinan SC, anestesi menimbulkan vasokonstriksi yang dapat
regional merupakan teknik yang biasa dipakai. mengganggu aliran darah ke rahim ibu, sehingga
Salah satu jenis dari teknik ini antara lain blok janin tidak menerima oksigen secara adekuat
paraservikal, blok kaudal, blok epidural, dan blok (Octavia et al., 2022).
subarakhnoid (anestesi spinal). Anestesi spinal Tindakan non-farmakologi sebagai upaya
dilakukan dengan cara injeksi obat anestesi lokal tatalaksana dari kecemasan yaitu pemberian
ke dalam ruang subarakhnoid yang mana cara aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi atau
tersebut efektif untuk prosedur bedah pada pengobatan komplementer untuk mengurangi
bagian anggota gerak inferior dan abdomen kecemasan dengan memakai bebauan berupa
bagian bawah (Mendonça et al., 2021). Pada essensial oil aromaterapi, salah satunya ialah
pembedahan dengan anestesi spinal, hipotensi minyak lavender. Minyak tersebut sangat cocok
merupakan salah satu efek samping yang sering dipakai sebagai penenang bagi orang dengan
terjadi yaitu kurang lebih sebanyak 40% pada kecemasan dan stimulan bagi orang dengan
kasus non-obstetri dan 80% pada kasus obstetri depresi. Hal tersebut diakibatkan oleh efek
(Terkawi et al., 2015). Adapun pasien yang akan relaksasi pada otot dan saraf yang tegang sebagai
menjalani operasi dapat memberikan respons efek karminatif beserta stimulan (Suprijati,
baik fisiologis maupun psikologis. 2014). Mayoritas kandungan dari minyak
Respons psikologis yang dapat dialami oleh lavender mencakup linalool dan linalool asetat
pasien yang akan dilakukan tindakan operasi yakni sejumlah kisaran 30-60% dari total berat
ialah kecemasan. Tanda dan gejala kecemasan minyak dibandingkan dengan minyak yang lain,
ketika pasien akan menjalani operasi bisa tampak di mana linalool merupakan kandungan aktif
dari respons tubuhnya. Respons tersebut meliputi utama untuk relaksasi (Nuraini, 2014).
perasaaan khawatir, gelisah, sulit berkonsentrasi, Beberapa hasil laporan penelitian
jantung berdebar, tegang, adanya peningkatan menyebutkan bahwa dengan pemberian
seperti tekanan darah dan frekuensi napas. Selain aromaterapi secara inhalasi mampu membuat
itu, kadang-kadang pasien menjadi sering tingkat kecemasan yang dialami oleh seseorang
melamun (Herdman & Kamitsuru, 2014). Pasien menurun. Berdasarkan penelitian Prastiwi et al.
yang dilaporkan mengalami kecemasan saat (2017) menunjukkan adanya perbedaan rerata
menjelang dilakukan pembedahan berkisar 80% dari kecemasan sebelum dan setelah dilakukan
(Lai & Loh, 2015). Hal tersebut dapat terjadi juga pemberian aromaterapi lavender dengan p-value
pada ibu menjelang pembedahan SC karena = 0,000. Ini sejalan dengan penelitian oleh
adanya rasa khawatir terkait dengan dirinya Arwani et al. (2013) yang memperlihatkan
sendiri dan kondisi bayinya. Faktor lain yang bahwa mayoritas subyek sebelum diberikan
berperan dalam memengaruhi hal tersebut aromaterapi lavender mengalami kecemasan
mencakup faktor pengetahuan, pendidikan, dan berat sejumlah 40.0% dan sesudah pemberian
ekonomi (Smeltzer & Bare, 2013). aromaterapi mayoritas subyek mengalami
Ibu hamil dengan kecemasan yang apabila kecemasan sedang sejumlah 42,5% dengan p-
tidak diatasi bisa berdampak kepada dirinya value = 0,000. Dengan demikian, pemberian
Jurnal Kesehatan, vol 12, no.2, Edisi Desember 2023, pISSN: 2301-783X, eISSN: 2721-8007
292
Melya Sari, Estin Yuliastuti, Yuli Widyastuti, Dwi Handoyo
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Sectio Caesarea dengan
Anestesi Spinal
aromaterapi lavender berpengaruh dalam Adapun hasil uji reliabilitas instrumen APAIS
menurunkan kecemasan pada pasien pra-operasi. versi Indonesia menyebutkan untuk aspek
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini kecemasan (butir pernyataan 1, 2, 4, dan 5)
bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh didapatkan hasil nilai Cronbach’s = 0,825
aromaterapi lavender terhadap kecemasan pada sedangkan untuk aspek kebutuhan informasi
pasien pra-operasi SC dengan anestesi spinal. (butir pernyataan 3 dan 6) didapatkan hasil nilai
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai Cronbach’s = 0,863. Berdasarkan hasil
salah satu dasar pemberian intervensi untuk tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen
mengatasi kecemasan sebelum pembedahan. APAIS valid dan reliabel. Analisis data dari
penelitian ini dilakukan dengan uji statistik
METODE Wilcoxon. Penelitian ini telah lolos uji kelaikan
Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan etik dengan nomor 159/LPPM/[Link]
desain rancangan one-group pretest-posttest. /III/2023.
Penelitian ini dilakukan pada Bulan April – Mei
2023. Purposive sampling merupakan teknik HASIL
pengambilan sampel yang digunakan dengan
besar sampel berjumlah 22 responden yang Tabel 1
sesuai dengan kriteria inklusi maupun eksklusi. Distribusi frekuensi karakteristik
Adapun kriteria inklusinya meliputi pasien pra- responden (n=22)
operasi SC yang mengalami kecemasan ringan Karakteristik (n) %
sampai dengan kecemasan berat, berusia 20-35 Usia
tahun, bersedia menjadi responden, kooperatif, 20-25 tahun 10 45,5
26-30 tahun 7 31,8
jenis anestesi spinal, pasien rawat inap, tidak 31-35 tahun 5 22,7
mengalami gangguan pernapasan (hidung Total 22 100
tersumbat/ pilek) dan penciuman (anosmia). Tingkat Pendidikan
Kriteria eksklusinya mencakup pasien yang tidak SMP
sadar, menjalani operasi cyto, sedang 9 40,9
SMA 7 31,8
mendapatkan obat-obatan anticemas, dan alergi
S1 6 27,3
atau tidak terganggu terhadap aromaterapi Total 22 100
lavender. Pengalaman
Variabel yang diteliti adalah aromaterapi Operasi
lavender (variabel independen) dan tingkat Belum Pernah 12 54,5
kecemasan (variabel dependen). Aromaterapi Pernah 10 45,5
Total 22 100
lavender diberikan pada waktu 2-3 jam sebelum
SC menggunakan minyak esensial sebanyak 3-5 Sumber : data primer (2023)
tetes di atas kassa kemudian langsung dihirup Berdasar
terus menerus selama 20 menit. Tingkat Tabel 1 diketahui bahwa mayoritas
kecemasan diukur dengan menggunakan responden berusia 20-25 tahun sejumlah 10
instrumen berupa kuesioner bernama APAIS responden (45,5%), berpendidikan SMP yaitu
(The Amsterdam Preoperative Anxiety and sebanyak 9 responden (40,9%), dan belum
Information Scale). Uji validitas dan reliabilitas pernah operasi sebanyak 12 responden (54,5%).
instrumen APAIS versi Indonesia telah
dilakukan oleh Perdana et al. (2020). Hasil uji
validitas isi berdasar diskusi panel pakar Tabel 2
melaporkan bahwa item pertanyaan dari Distribusi tingkat kecemasan responden
instrumen APAIS versi Indonesia sesuai dan sebelum dan sesudah intervensi (n=22)
mewakili seluruh komponen yang dipandang
sebagai konsep dari kecemasan pra-operasi.
Jurnal Kesehatan, vol 12, no.2, Edisi Desember 2023, pISSN: 2301-783X, eISSN: 2721-8007
293
Melya Sari, Estin Yuliastuti, Yuli Widyastuti, Dwi Handoyo
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Sectio Caesarea dengan
Anestesi Spinal
Tingkat Sebelum Intervensi Sesudah Intervensi dengan usia yang belum matang. Usia dewasa
Kecemasan (n) % (n) % merupakan usia yang matang. Tingkat
Ringan 4 18,2 11 50,0
kecemasan pada usia ini lebih rendah daripada
Sedang 10 45,5 10 45,5
Berat 8 36,4 1 4,5 usia remaja. Ini membuktikan bahwa
Total 22 100 22 100 kemampuan koping dalam mengatasi kecemasan
Sumber : data primer (2023) dimiliki oleh individu dengan usia yang matang.
Karakteristik responden berdasarkan tingkat
Berdasar Tabel 2 diketahui bahwa jumlah pendidikan dalam penelitian ini dilaporkan
responden sebelum intervensi yang mengalami bahwa sebagian besar responden berpendidikan
kecemasan berat sebanyak 8 responden (36,4%) SMP. Tingkat pendidikan berkaitan dengan
sedangkan jumlah responden sesudah intervensi pengetahuan/ informasi dan wawasan dari
yang mengalami kecemasan berat sebanyak 1 individu. Semakin tinggi tingkat pendidikan,
responden (4,5%). seharusnya semakin banyak pula pengetahuan/
informasi dan wawasan yang didapat.
Tabel 3 Kecemasan cenderung lebih banyak dialami oleh
Pengaruh aromaterapi lavender terhadap pasien berkebutuhan informasi tinggi daripada
kecemasan responden (n=22) pasien dengan kebutuhan informasi rendah
Tingkat Kecemasan (n) p-value
(Perdana et al., 2020).
Kecemasan menurun 14 Mayoritas responden dalam penelitian ini
Kecemasan meningkat 0 0,000 belum pernah memiliki pengalaman operasi
Kecemasan menetap 8 sebelumnya. Sesuai dengan penelitian
Total 22 100 sebelumnya oleh Enawati et al. (2022)
Sumber : data primer (2023) menyatakan bahwa mayoritas responden
berpendidikan SMA yakni sebesar 14 orang
Berdasar Tabel 3 diketahui bahwa tingkat (45,2%). Perdana et al. (2020) menyebutkan
kecemasan pada pasien pra-operasi SC sebelum bahwa kecemasan cenderung lebih banyak
dan sesudah pemberian tindakan aromaterapi dialami oleh pasien yang belum pernah memiliki
lavender mengalami penurunan kecemasan riwayat operasi sebelumnya. Ini karena pasien
dengan jumlah 14 responden dan kecemasan tersebut ada kemungkinan mempunyai gambaran
yang menetap 8 responden. Adapun hasil uji tentang pembedahan yang lebih sedikit
statistik dengan Wilcoxon Rank Test diperoleh p- dibandingkan dengan yang sudah
value = 0,000 (<0,05) yang artinya pemberian berpengalaman. Hal tersebut juga ada
aromaterapi lavender berpengaruh dalam hubungannya dengan kebutuhan informasi
penurunan tingkat kecemasan pada pasien pra- pasien.
operasi SC dengan anestesi spinal. Kecemasan berat dialami sebanyak 8
responden sebelum diberikan aromaterapi
PEMBAHASAN lavender dan hanya menyisakan 1 responden
Hasil analisis data penelitian menunjukkan sesudah diberikan aromaterapi lavender. Pada
bahwa mayoritas responden berusia 20-25 tahun. penelitian Erni (2016) didapatkan hasil bahwa
Vellyana et al. (2017) menyimpulkan bahwa usia sesudah diberikan aromaterapi lavender terdapat
mempengaruhi kecemasan pra-operasi. perubahan tingkat kecemasan dari berat menjadi
Kemampuan mekanisme koping seseorang ringan pada mayoritas responden yang mencapai
dipengaruhi oleh maturitas/ kematangan sejumlah 77,8%. Kecemasan tersebut dapat
individu. Hal tersebut berkaitan dengan berkurang karena adanya berbagai reaksi baik
mekanisme koping seseorang dalam menghadapi emosi, fisik, seksual, kreativitas, dan memori
kecemasan. Individu dengan usia yang matang pusat yang berada dalam sistem limbik otak
akan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih sebagai pengatur fungsional tubuh. Ketegangan
baik terhadap kecemasan daripada individu dalam menghadapi operasi bisa menimbulkan
Jurnal Kesehatan, vol 12, no.2, Edisi Desember 2023, pISSN: 2301-783X, eISSN: 2721-8007
294
Melya Sari, Estin Yuliastuti, Yuli Widyastuti, Dwi Handoyo
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Sectio Caesarea dengan
Anestesi Spinal
kecemasan. Ketika ketegangan ini berkelanjutan, lavender bisa merangsang sistem parasimpatik.
maka dapat memantik munculnya perubahan Selain itu, linalyl acetate mempunyai pengaruh
fisik maupun psikis, yang mana ini akan narkotik dan linalool memiliki peran sebagai
berpengaruh kepada kondisi sebelum ataupun sedatif (Ali et al., 2015).
pasca tindakan pembedahan. Minyak lavender memiliki kandungan
Pemberian aromaterapi lavender terbukti linalool yang merupakan salah satu aromaterapi
berefek dalam penurunan tingkat kecemasan dengan kebanyakan metode pemakaian secara
pada ibu menjelang operasi SC dengan anestesi inhalasi (dihirup). Pada penelitian ini minyak
spinal. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini lavender diteteskan sebanyak lima tetes di atas
menggambarkan bahwa tingkat kecemasan kassa lalu dihirup oleh pasien. Mekanisme
sebelum diberikan intervensi mayoritas ada di pemakaian aromaterapi secara inhalasi diawali
tingkat kecemasan sedang sebanyak 10 dengan masuknya aromaterapi dari luar ke dalam
responden, lalu setelah dilakukan intervensi tubuh, kemudian melalui paru-paru yang
tingkat kecemasan sedang menetap di 10 diteruskan ke pembuluh darah melewati alveoli.
responden. Meskipun tingkat kecemasan ibu Mekanisme ini mudah menstimulus saraf
pada hasil penelitian ini diketahui secara olfaktori saat bernapas dan tidak mengganggu
kategorik menetap pada tingkat kecemasan proses pernapasan ketika mencium bebauan yang
sedang baik sebelum maupun sesudah intervensi, berbeda dari essensial oil. Aromaterapi yang
tetapi jika diidentifikasi secara numerik terdapat terhirup akan berpengaruh pada fisik maupun
penurunan kecemasan sebelum dan sesudah psikis. Jika aromaterapi diberikan secara
intervensi dari 18 turun menjadi 14. Ini dapat langsung dengan metode inhalasi, maka
dikatakan bahwa dengan adanya intervensi pengaruh positif dari aromaterapi akan lebih
diberikan aromaterapi lavender berpengaruh dirasakan untuk mengurangi kecemasan. Hal
terhadap penurunan tingkat kecemasan tersebut dikarenakan hidung sebagai indra
responden. Hasil tersebut sejalan dengan riset penciuman memiliki kontak secara langsung
oleh Dila et al. (2017) yang mengungkapkan dengan komponen-komponen otak yang
bahwa kecemasan pada kelompok intervensi berperan untuk menstimulus terciptanya efek
sebelum diberikan aromaterapi lavender yang dimunculkan oleh aromaterapi (Muchtaridi,
sebagian besar berada pada tingkat sedang. 2015).
Pembedahan/ operasi ialah suatu bentuk Penelitian yang dilakukan oleh Setyawan &
tatalaksana medis guna mendiagnosis atau Oktavianto (2020) menyebutkan bahwa
pengobatan penyakit, luka, kelainan bentuk aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan
tubuh secara invasif. Tindakan ini dapat melukai kecemasan karena mempunyai sifat calming,
jaringan yang mengakibatkan munculnya menstimulus tidur, anxyolitic dan efek psikis
perubahan fisiologis tubuh dan berefek kepada lainnya. Linalyl acetate dan linalool sebagai
organ tubuh lainnya. Rasa ketakutan, kecemasan, kandungan utama dari bunga lavender
dan stress dapat timbul sebagai akibat dari memberikan efek anxyolitic. Efek relaksasi
prosedur ini karena bisa membuat nyeri bahkan ditimbulkan oleh linalool melewati saraf
mengancam tubuh dan jiwa (Rismawan et al., olfaktori. Menurut Ningsih (2015), aromaterapi
2019). lavender berpengaruh positif dikarenakan oleh
Lavender (Lavandula officinalis) termasuk aroma harum dan segar akan menstimulasi
ke dalam famili Lamiaceae, di mana tanaman ini reseptor dan sensori yang berujung memberikan
sering dimanfaatkan sebagai aromaterapi. efek ke organ lain, sehingga mampu berpengaruh
Kadungan Lavender terdiri atas camphor, kuat terhadap emosi dan bereaksi terhadap
terpinen-4-ol, linalool, linalyl acetate, beta- kecemasan.
ocimene dan 1, 8-cineole. Riset tentang manfaat Manfaat aromaterapi yaitu mampu
aromaterapi lavender melaporkan bahwa linalool meningkatkan kondisi fisik dan psikis. Selain itu,
dan linalyl acetate yang terkandung pada aromaterapi juga bisa memberikan pengaruh
Jurnal Kesehatan, vol 12, no.2, Edisi Desember 2023, pISSN: 2301-783X, eISSN: 2721-8007
295
Melya Sari, Estin Yuliastuti, Yuli Widyastuti, Dwi Handoyo
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Sectio Caesarea dengan
Anestesi Spinal
relaksasi bagi otot dan saraf yang tegang. Dengan Tindakan Pembedahan. Jurnal
Relaksasi adalah salah satu upaya Media Kesehatan, 9(1), 13-22.
penatalaksanaan cemas atau stres melalui Cunningham, F. G. (2018). Obstetri Williams
pengenduran saraf dan otot. Secara umum, (23th ed.). Jakarta: EGC.
relaksasi dapat menjadi salah satu upaya
peningkatan kesehatan dengan melancarkan Dila, R. D., Putra, F., & Arifin, F. R. (2017).
proses metabolisme tubuh, mengurangi tingkat Pengaruh aromaterapi lavender terhadap
agresivitas dan perilaku maladaptif sebagai penurunan kecemasan ibu pre operasi
dampak stres, meningkatkan keyakinan dan sectio caesarea di rumah sakit
harga diri, mematangkan pola pikir, bersalin. Caring Nursing Journal, 1(2),
memudahkan dalam kontrol diri, menurunkan 51-56.
stres secara menyeluruh, serta meningkatkan Herdman, T. H. & Kamitsuru, S. (2014). NANDA
kesejahteraan. Penurunan tingkat kecemasan International Nursing Diagnoses:
pada ibu menjelang operasi SC ditimbulkan oleh Definitions & Classification 2015-2017.
respons relaksasi tersebut, yang kemudian dapat Oxford: Wiley Blackwell.
melancarkan dan memudahkan proses persalinan
(Salsabilla, 2020). Kemenkes RI. (2018). Hasil Utama Riskesdas
2018. Jakarta: Badan Penelitian dan
KESIMPULAN Pengembangan Kesehatan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan Lai, L. L., & Loh, P. S. (2015). Validation of the
bahwa pemberian aromaterapi lavender Malay version of the Amsterdam
berpengaruh terhadap penurunan tingkat Preoperative Anxiety and Information
kecemasan pada pasien pra-operasi SC dengan Scale (APAIS). The Medical journal of
anestesi spinal. Oleh karena itu, harapannya Malaysia, 70(4), 243-248.
perawat lebih aware terhadap kondisi psikologis
pasien pra-operasi karena perawat memiliki Mendonça, F. T., Crepaldi Junior, L. C.,
peran penting dalam mengatasi kecemasan Gersanti, R. C., & de Araújo, K. C.
pasien, salah satunya dengan menggunakan non- (2021). Effect of ondansetron on spinal
farmakoterapi aromaterapi lavender agar pasien anesthesia-induced hypotension in non-
mendapatkan hasil tindakan yang optimal. obstetric surgeries: a randomised, double-
blind and placebo-controlled
DAFTAR PUSTAKA trial. Brazilian Journal of
Ali, B., Al-Wabel, N. A., Shams, S., Ahamad, A., Anesthesiology, 71, 233-240.
Khan, S. A., & Anwar, F. (2015). Essential Muchtaridi, M. (2015). Aromaterapi.
oils used in aromatherapy: A systemic Yogyakarta: Graha Ilmu.
review. Asian Pacific Journal of Tropical
Ningsih, S. (2015). Pengaruh Pemberian
Biomedicine, 5(8), 601-611.
Aromaterapi Lavender terhadap
Arwani, Sriningsih, I., & Hartono, R. (2013). Penurunan Kecemasan Ibu Primigravida
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Trimester III dalam Persiapan
terhadap tingkat kecemasan pasien Menghadapi Persalinan di Wilayah Kerja
sebelum operasi dengan anestesi spinal di Puskesmas Ulumahum Kecamatan
RS Tugu Semarang. Jurnal Keperawatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu
Jiwa, 1(2), 129-134. Selatan Tahun 2015. Universitas Sari
Buston, E. (2016). Efektifitas Musik Dan Mutiara Indonesia.
Relaksasi Aromaterapi Lavender Dalam Nuraini. (2014). Aneka Manfaat Bunga untuk
Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasien Kesehatan. Yogyakarta: GayaMedia.
Jurnal Kesehatan, vol 12, no.2, Edisi Desember 2023, pISSN: 2301-783X, eISSN: 2721-8007
296
Melya Sari, Estin Yuliastuti, Yuli Widyastuti, Dwi Handoyo
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Sectio Caesarea dengan
Anestesi Spinal
Octavia, L., Jamiatun, J., Ifadah, E., & Terkawi, A. S., Tiouririne, M., Mehta, S. H.,
Abdurrochim, A. (2022). Efektivitas Hackworth, J. M., Tsang, S., & Durieux,
Dzikir Dalam Mengurangi Tingkat M. E. (2015). Ondansetron does not
Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio attenuate hemodynamic changes in
Caesarea di Ruang Instalasi Bedah patients undergoing elective cesarean
Sentral RSUD Pasar Rebo. Jurnal Bidang delivery using subarachnoid anesthesia: a
Ilmu Kesehatan, 12(3), 270-280. double-blind, placebo-controlled,
randomized trial. Regional Anesthesia &
Perdana, A., Firdaus, M. F., & Kapuangan, C. K.
Pain Medicine, 40(4), 344-348.
(2016). Uji Validasi Konstruksi dan
Reliabilitas Instrumen the Amsterdam Vellyana, D., Lestari, A., & Rahmawati, A.
preoperative anxiety and information (2017). Faktor-faktor yang berhubungan
scale (APAIS) Versi Indonesia. Majalah dengan tingkat kecemasan pada pasien
Anestesi & Critical Care, 33, 279-86. preoperative di RS Mitra Husada
Pringsewu. Jurnal Kesehatan, 8(1), 108-
Prastiwi, A., Sri, H., & Tri, P. (2017). Pengaruh
Pemberian Aromaterapi Lavender 113.
terhadap Kecemasan pada Pasien Pre WHO. (2021). WHO statement on caesarean
Operasi dengan General Anestesi di RS section rates. Available from
PKU Muhammadiyah Yogyakarta. [Link]
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. WHO-RHR-15.02
Rismawan, W., Rizal, F. M., & Kurnia, A.
(2019). Tingkat kecemasan pasien pre-
operasi di RSUD dr. Soekardjo Kota
Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Bakti
Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu
Keperawatan, Analis Kesehatan dan
Farmasi, 19(1), 65-70.
Salsabilla, A. R. (2020). Aromaterapi Lavender
sebagai Penurun Tingkat Kecemasan
Persalinan. Jurnal Ilmiah Kesehatan
Sandi Husada, 9(2), 761-766.
Setyawan, A., & Oktavianto, E. (2020).
Efektifitas aromaterapi lavender terhadap
tingkat kecemasan menghadapi OSCE
pada mahasiswa keperawatan. Jurnal
Berkala Kesehatan, 6(1), 9-13.
Smeltzer, S. C. & Bare, B. G. (2013). Buku Ajar
Keperawatan Medikal-Bedah Brunner &
Suddarth (8th ed.). Jakarta: EGC.
Suprijati. (2014). Efektivitas Pemberian
Aromaterapi untuk Menurunkan
Kecemasan Ibu Hamil Trimester III
dalam Persiapan Menghadapi Persalinan
di Bidan Praktek Mandiri Suprijati Desa
bagi Kecamatan/ Kabupaten Madiun.
Jurnal Delima Harapan, 2(1), 58-65.
Jurnal Kesehatan, vol 12, no.2, Edisi Desember 2023, pISSN: 2301-783X, eISSN: 2721-8007