TUAGAS MAKALAH SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
GURU PENGAJAR : ERLIS [Link]
TUGAS MANDIRI
NURIL HUDA
SEMESTER ENAM KELAS DUA BELAS TAHUN AJARAN
2024 MAS KEJURUAN AL FALAH
1
Kata pengantar
Puji syukur atas kehadirat allah [Link] nikmat dan karunianya sehinga saya dapat
menyelesaikan tugas makalah
Saya harap bahwa inforasi yang telah saya sampaikan ini dapat memberikan pelajaran yang
mudah di pahami oleh [Link] ini berisi sejarah yang mungkin nantinya akan
lebih mudah dipahai
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….1
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………2
BAB 1……………………………………………………………………………………………3
PERKEMBANGAN DI AFRIKA……………………………………………………………..3
PERKEMBANGAN DI AMERIKA…………………………………………………………..4
PERKEMBANGAN DI EROPA……………………………………………………………....5
PERKEMBANGAN DI AUSTRALIA………………………………………………………..7
3
BAB 1
PEMBAHASAN
1. PERKEMBANGAN DI AFRIKA
Masuknya Islam di Benua Afrika dimulai sejak masa Rasulullah Saw. Diambil dari buku Pasti Bisa PAI
dan Budi Pekerti untuk SMA/MA Kelas XII, Tim Ganesha Operation (2018:120), berikut ini ulasan
tentang sejarah perkembangan Islam di Benua Afrika.
Pada masa pemerintahan Umar bin Khaththab, wilayah kekuasaan Islam sampai ke benua Afrika.
Perluasan wilayah sekaligus penyebaran agama Islam di Afrika semakin berkembang pesat di masa Bani
Umayyah.
Dakwah lslam terus berkembang di daratan Afrika. Para mubalig terus menyampaikan agama yang
dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. ke berbagai negara di Afrika.
Beberapa negara Afrika yang menerima dakwah Islam, antara lain sebagai berikut.
1. Mesir
Mesir adalah negara Afrika pertama yang menerima Islam. Bahkan, berawal dari Mesir inilah kemudian
lslam berkembang hingga ke seluruh negara di Afrika Utara. Perkembangan Islam di Mesir cukup maju
dan pesat. Salah satu bukti kemajuannya adalah berdirinya 8 universitas Islam.
Salah satunya merupakan universitas yang cukup terkenal di dunia, yaitu Universitas Al-Azhar. Dari
universitas ini, muncul tokoh-tokoh Islam dunia yang cukup dihormati.
2. Nigeria
4
Perkembangan Islam di Nigeria terbilang cukup pesat. Lebih dari 75% penduduknya memeluk agama
Islam. Perkembangan Islam di Nigeria juga ditandai dengan berdirinya banyak organisasi Islam, di
antaranya, Sufi, Izala, Gerakan Maitatsine, dan Supreme Council for Islamic Affair (SCIA).
3. Sudan
Agama Islam masuk ke Sudan pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Penyebaran Islam di
Sudan dilakukan dengan cara pengajaran ilmu tasawuf dan ajaran tarek.
Pemerintah Sudan juga sangat peduli dengan perkembangan agama Islam. Selain sekolah untuk umum,
pemerintah juga membangun Kulliyatul Mua'allimin, yaitu sebuah sekolah yang diperuntukkan bagi para
guru.
4. Afrika Selatan
Agama Islam berkembang di Afrika Selatan berkas jasa seorang ulama dari Kerajaan Gowa bernama
Syekh Yusuf. Ia datang ke Afrika Selatan sebagai tahanan penjajah Belanda yang membuangnya ke Cape
Town, Afrika Selatan.
Keberadaan Syekh Yusuf ternyata menjadi jalan Islam diterima di Afrika Selatan, dan berkembang
hingga saat ini. Masyarakat muslim Afrika Selatan memberi penghargaan kepada Syekh Yusuf sebagai
muslim pertama yang menyebarkan agama Islam di Afrika Selatan
2. PERKEMBANGAN DI AMERIKA
Muslim pertama di Amerika adalah budak Sejak abad ke-16, telah tercatat adanya orang-orang Islam
yang bermukim di Amerika Serikat. Sejarawan mencatat bahwa Islam masuk ke Amerika Serikat melalui
Kawasan Arizona di Amerika bagian utara dan New Meksiko. Pada awal 1520-an, banyak budak yang
dikirim ke Amerika untuk dipekerjakan di berbagai lahan pertanian. Sejarawan memperkirakan, ada
sekitar 40.000 orang Islam dikirim ke Amerika Serikat sebagai budak. Sedangkan jumlah keseluruhannya
di Benua Amerika mencapai 3 juta orang Muslim. Alvar Nunez Cabeza de Vaca, Estevanico, dan
Azamor, diperkirakan sebagai orang Islam pertama yang memasuki wilayah Amerika Serikat. Estevanico
adalah orang Berber dari Afrika Utara yang pergi ke Arizona dan New Meksiko sebagai budak Kerajaan
Spanyol. Sedangkan Azamor dan Nunez adalah budak dari Spanyol, yang merupakan sisa-sisa pengaruh
Islam yang pernah berkuasa di Spanyol. Namun, dalam perkembangannya, banyak budak Muslim di AS
memilih untuk berpindah agama karena pengaruh lingkungan.
Gelombang imigrasi pertama Imigran Muslim yang datang dalam skala besar ke Amerika Serikat berasal
dari Suriah, Yordania, Palestina, dan wilayah Timur Tengah lainnya. Para imigran Muslim tersebut
diduga sampai di Amerika Serikat pada sekitar 1875 hingga 1912. Masjid pertama di Amerika dibangun
di Chicago pada 1893, yang diperkirakan didirikan sebagai replika Masjid Sultan Qayt Bey di Kairo.
Sedangkan masjid kedua di Amerika baru dibangun pada 1921 di Highland Park, Michigan. Kemudian,
setelah Perang Dunia I berakhir dan runtuhnya Turki Ottoman pada abad ke-20, terjadi imigrasi Muslim
besar-besaran dari Timur TengahFenomena itu juga dipengaruhi oleh kolonialisme bangsa Barat di
wilayah Timur Tengah.
5
3. PERKEMBANGN DI EROPA
Berdasarkan data sejarah, Islam memasuki benua Eropa melalui empat periode, yaitu: Periode
kekhalifahan Islam di Spanyol (Andalusia) selama ± 8 abad dan pemerintahan umat Islam di beberapa
pulau, di antaranya: Perancis Selatan, Sicilia, dan Italia Selatan. Kekhalifahan Islam di Spanyol berakhir
pada tahun 1492.
Adanya penyebaran tentara Mongol pada abad ke-13. Di antara penguasa Mongol yakni Dinasti Khan
yang beragama Islam. Kekuasaannya berpusat di Sungai Volga sebelah utara Laut Kaspia dan Laut
Tengah. Ia meninggalkan penduduk muslim di sekitar sungai Volga hingga Kaukasus dan Krimea, yang
terdiri dari orang Tartar, kemudian mereka menyebar ke berbagai wilayah kekaisaran Rusia. Mereka
menjadi penduduk Finlandia, wilayah Polandia, dan Ukraina.
Periode ekspansi kekhalifahan Turki Usmani sekitar abad ke-14 dan ke-15 ke wilayah Balkan dan
Eropa Tengah. Bahkan di Albania umat Islam merupakan penduduk mayoritas. Periode kaum imigran
Muslim memasuki benua Eropa setelah perang dunia ke-2, terutama ke negara-negara industri, seperti:
Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Belgia.
A. Perkembangan Islam di Belanda
Agama Islam di negara Belanda berkembang berkat perjuangan Abdul Wahid Van Bommel. Di sana
berdiri organisasi Islam seperti Federatie Organisaties Muslim Nederland yang diketuai oleh Abdul
Wahid. Organisai tersebut kemudian diubah menjadi Islamitische Informatie Cendrum. Melalui
organisasi tersebut beliau berjuang menuntut hak agar dapat menunaikan shalat wajib lima waktu
termasuk shalat Jum’at.
Berdasarkan data statistik Central Burea de Statistick 1994, jumlah umat Islam Belanda mencapai 3,7%
dari total penduduk 15.341.553 jiwa. Umat Islam di Belanda umumnya imigran yang bersal dari Turki,
Maroko, Suriname, Pakistan, Mesir, Tunisia, dan Indonesia, selain warga negara asli Belanda. Pada tahun
1990, di seluruh Belanda jumlah masjid mencapai 300 buah, di antaranya Masjid Mubarak yang didirikan
di kalangan Ahmadiyah, Masjid Maluku, dan Masjid An-Nur di Balk. Masjid lain yang terkenal adalah
Masjid Al-Hikma di Heesurjkpein, Deen Haag.
B. Perkembangan Islam di Inggris
Penyebaran Islam di Inggris terjadi berkat jasa Mozambores. Mozambores merupakan dokter Istana Raja
Henry I. Pada tahun 1951, penduduk muslim di negara itu diperkirakan baru mencapai 23.000 jiwa.
Sepuluh tahun belakangan, populasi penduduk muslim di Inggris menjadi 82.000, dan pada tahun 1971
sudah mencapai 369.000 jiwa. Saat ini, jumlah penduduk muslim di Inggris sekitar 2 juta jiwa. Pendapat
lain dikemukakan oleh M. Ali Kettani, bahwa pada tahun 1971 ada sekitar setengah juta muslim di
Inggris, atau 1,8 % dari jumlah penduduk. Angka ini pada tahun 1982 naik menjadi 1.250.000 muslim
(2,2 % dari penduduk).
Pemukiman kaum muslim di Inggris umumnya terkonsentrasi di kota besar. Di London, penduduk
muslim merupakan komunitas kosmopolitan yang terdiri dari macam-macam latar belakang kebudayaan.
Hampir separuh dari jumlah keseluruhan kaum muslim di Inggris tinggal di London dan wilayah
6
sekitarnya. Sekitar dua pertiga sisanya bermukim di West Midlands, Yorkshire, Glasgow, dan wilayah-
wilayah di sekitar Manchester.
Di Inggris pada akhir 1960 hanya tercatat sembilan masjid sebagai tempat ibadah, dan hanya bertambah
empat masjid lagi selama lima tahun berikutnya. Tetapi pada 1966, terdapat loncatan sehingga jumlah
masjid terus bertambah delapan buah tiap tahunnya. Secara kuantitatif, jumlah masjid di wilayah Inggris
ada sekitar 100 masjid di daerah London Raya, 50 di Lancashire, 40 di Yorkshire, dan 30 di Midlands,
ada 3 masjid di Skotlandia, dan 2 di Wales, serta 1 buah di Belfast. Tentunya, saat ini terus mengalami
peningkatan jumlah seiring semakin berkembangnya Islam di Inggris pada saat ini di Inggris banyak
berdiri berbagai organisasi keislaman seperti:
The Islamic Council of Europe (Majelis Islam Eropa), sebagai pengawas kebudayaan Eropa.
The Union of Moslem Organization (Persatuan Organisasi Islam Inggris ).
The Association for British Moslem (Perhimpunan Muslim Inggris).
Islamic Foundation dan Moslem’s Institute, keduanya bergerak dalam bidang penelitian. Anggota-
anggotanya terdiri atas orang-orang Inggris dan imigran.
Salah satu bukti berkembangnya Islam di Inggris adalah adanya masjid di pusat kota London. Yaitu
Masjid Agung (Central Mosque) Regents Park yang mampu menampung jamaah hingga 4.000 orang.
Perancang Masjid tersebut adalah Fredrik Gobberd and Patners. Masjid itu juga dilengkapi dengan
perpustakaan sebagai pusat kegiatan sisoal dan administrasi.
C. Perkembangan Islam di Perancis
Islam adalah satu dari beragam agama di Perancis. Meskipun sejak dahulu Muslim sudah ada di Perancis,
baik Perancis daratan maupun wilayah kependudukannya di luar Eropa, imigrasi massal Muslim ke
Perancis pada abad 20 dan 21 telah membuat negara ini menjadi salah satu negara dengan komunitas
muslim terbesar di Eropa. Di Prancis, Islam berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 M.
Bahkan, pada tahun 1922, telah berdiri sebuah masjid yang sangat megah bernama Masjid Raya Yusuf di
ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini, lebih dari 1000 masjid berdiri di seantero Prancis.
Di negara ini, Islam berkembang melalui para imigran dari negeri Maghribi, seperti Aljazair, Libya,
Maroko, Mauritania, dan lainnya. Sekitar tahun 1960-an, ribuan buruh Arab berimigrasi (hijrah) secara
besar-besaran ke daratan Eropa, terutama di Prancis. Saat ini, jumlah penganut agama Islam di Prancis
mencapai tujuh juta jiwa.
Dengan jumlah tersebut, Prancis menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa. Menyusul
kemudian negara Jerman sekitar empat juta jiwa dan Inggris sekitar tiga juta jiwa. Peran buruh migran
asal Afrika dan sebagian Asia itu membuat agama Islam berkembang dengan pesat. Para buruh ini
mendirikan komunitas atau organisasi untuk mengembangkan Islam. Secara perlahan, penduduk Prancis
pun makin banyak yang memeluk Islam.
7
Karena pengaruhnya yang demikian pesat itu, Pemerintah Prancis sempat melarang buruh migran
melakukan penyebaran agama, khususnya Islam. Pemerintah Prancis khawatir organisasi agama Islam
yang dilakukan para buruh tersebut akan membuat pengkotak-kotakan masyarakat dalam beberapa
kelompok etnik, sehingga dapat menimbulkan disintegrasi dan dapat memecah belah kelompok
masyarakat. Tak hanya itu, pintu keimigrasian bagi buruh-buruh yang beragama Islam pun makin
dipersempit, bahkan ditutup. Meski demikian, masyarakat Arab yang ingin berpindah ke Prancis tetap
meningkat. Pintu ke arah sana semakin terbuka.
D. Perkembangan Islam di Jerman
Keberadaaan orang-orang Islam pertama sekali di Jerman tidak terlepas dari masuknya bangsa Turki ke
wilayah tersebut di akhir abad ke 17, yang merupakan respons perlawanan terhadap kolonialisme Barat.
Mereka menetap dan berketurunan di wilayah tersebut. Ketika bangkitnya industri-industri di Eropa,
banyak warga Muslim dari Turki dan Timur Tengah melakukan migrasi untuk mencari pekerjaan ke
Eropa termasuk Jerman. Tahun 1961, 1963, dan 1965 orang-orang keturunan Turki, Maroko, dan Tunisia
direkrut sebagai pekerja di Jerman atas persetujuan antara pemerintah Jerman dengan negara-negara
bersangkutan.
Belakangan warga Muslim dari Libanon, Palestina, Afganistan, Aljazair, Iran, Iran dan Bosnia juga
datang ke Jerman mengungsi karena negara mereka dilanda perang. Karena merupakan negara maju,
Jerman juga menjadi target bisnis dan pendidikan. Banyak para profesional, pebisnis, pekerja dan
mahasiswa Muslim dari India, Pakistan, dan Asia Tenggara datang dan sebagian menetap di sana.
Jumlah penduduk Muslim di Jerman saat ini berkisar 3,7 juta jiwa. Mayoritas adalah keturunan Turki
dengan jumlah lebih dari 2 juta orang. Pada tahun 1999, komposisi negeri asal kaum Muslim di negeri ini
adalah sebagai berikut: Turki 2.053.564, Bosnia 167.690, Iran 116.446, Marokko 81.450, Afghanistan
71.955, Libanon 54.063, Pakistan 36.924, Tunisia 26.396, Syiria 19.055, Aljazair 17.705, Irak 16.745,
Mesir 13.455, Yordania 12.249, Albania 10.528, Indonesia 9.470, Somalia 8.248, Banglades 7.156,
Sudan 4.615, Malaysia 3.084, Senegal, 2.509, Gambia 2.371, Libya 1.898, Kirgistan 1.662, Azerbaijan
1.399, Guinea 1.287, Usbekistan 1.249, Yaman 1.083.
4. PERKEMBANGAN ISLAM DI AUSTRALIA
Perkembangan Islam di Australia telah menjadi penting dalam berbagai sektor, termasuk dalam
pemerintahan. Islam adalah salah satu agama yang paling cepat berkembang di Australia, dan Muslim
merupakan bagian integral yang penting sebagai mosaik kekayaan masyarakat Australia. Sejak masa lalu,
Islam telah memiliki sejarah yang panjang dan bervariasi, yang diperkirakan sudah hadir sebelum
pemukiman Eropa. Beberapa pengunjung awal Australia adalah Muslim dari Indonesia timur, yang
membangun hubungan dengan daratan Australia sejak abad ke-16 dan ke-17. Pengunjung Muslim awal,
seperti pedagang Makassar, tiba di pesisir utara Australia Barat, Australia Utara, dan Queensland,
berdagang dengan Penduduk Asli dan mencari teripang yang mereka jual sebagai makanan di pasar Cina3
. Pada abad ke-18 dan ke-19, para penunggang unta dari Pakistan dan Afghanistan datang ke Australia
untuk bekerja di proyek pembangunan jalur kereta yang tengah dikerjakan pemerintah Inggris. Mereka
datang cukup lama di daratan Australia, sehingga sedikit banyak mereka juga membawa pengaruh
spiritual2
8
. Saat ini, jumlah penganut Islam di Australia meningkat, dengan jumlah masyarakat Australia yang
mengidentifikasikan dirinya sebagai Muslim tumbuh 160 persen sejak 1991, mencapai 2,6% dari total
populasi Australia5
. Masjid pertama di Australia didirikan pada masa itu, dan sejak itu, masjid dan sekolah Islam telah
berkembang secara pesat2