Perencanaan Manajemen Konstruksi Rusunawa
Perencanaan Manajemen Konstruksi Rusunawa
1)
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat
E-mail: ikball4321@[Link]
2)
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak
E-mail: reghianggara60@[Link]
3)
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak
E-mail: in_dahrosa@[Link]
4)
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak
E-mail: Helyanto@[Link]
ABSTRAK
Pertumbuhan penduduk yang memiliki penghasilan menengah ke bawah baik itu penduduk sekitar maupun
penduduk yang berasal dari luar daerah yang mencari kesempatan kerja meningkat, sehingga antara ketersediaan
tempat tinggal dan kenyataan penghasilan penduduk yang tidak sesuai berimbas dan mengakibatkan kurangnya
ketersediaan rumah formal yang terjangkau. Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal untuk penduduk yang
memiliki penghasilan menengah ke bawah tersebut, maka pemerintah telah berupaya dengan program perumahan,
salah satu upayanya dengan program pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Metode penyelesaian masalah yang digunakan dalam pembahasan perencanaan manajemen konstruksi ini berupa
sistem manajemen biaya, waktu, sumber daya manusia, keselamatan kesehatan kerja konstruksi dan mutu, pada
pekerjaan pembangunan Rusunawa.
Berdasarkan dari hasil analisa metode yang dilakukan, didapatkan biaya yang diperlukan dalam penyelesaian
pekerjaan pada proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa 5 Lantai di Jalan Tanjungpura Kota
Pontianak sebesar Rp. [Link]. Pada perencanaan waktu, diperlukan waktu selama 115 minggu untuk
menyelesaikan pekerjaan proyek. Selanjutnya dalam perencanaan sumber daya manusia diperlukan 450 jumlah
pekerja untuk pelaksaanan proyek yang lebih optimal. Untuk perencanaan penggunaan kelengkapan K3
konstruksi, hal-hal yang direncanakan berupa perencanaan penggunaan APD dan APK yang sesuai dengan jenis
pekerjaan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor: 05/PRT/M/2014. Untuk perencanaan mutu
berupa daftar tabel spesifikasi mutu dan perencanaan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat berdasarkan Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum nomor: 04/PRT/M/2009.
Kata Kunci: rusunawa, perencanaan manajemen, konstruksi
ABSTRACT
The growth of the population with lower-middle incomes, both local residents and residents from outside the
region who are looking for job opportunities, increases, so that between the availability of housing and the fact
that the income of the population does not match the impact and results in the lack of availability of affordable
formal houses. To meet the housing needs for residents who have lower-middle income, the government has made
efforts with housing programs, one of which is the construction of simple rental flats (Rusunawa).
The problem-solving method used in the discussion of construction management planning is in the form of a cost
management system, at, human resources, construction work safety and quality, in Rusunawa construction work.
Based on the results of the analysis of the methods carried out, it was found that the costs needed to complete the
work on the construction of 5-story Simple Rental Flats on Jalan Tanjungpura, Pontianak City, amounted to Rp.
54,801,530,000. In planning time, it took 115 weeks to complete the project work. In human resource planning,
450 workers are needed for a more optimal project implementation. For planning the use of construction K3
equipment, the things that are planned are in the form of planning the use of PPE and APK in accordance with
the type of work based on the Regulation of the Minister of Public Works number: 05/PRT/M/2014. For quality
1
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
planning in the form of a list of quality specification tables and planning Work Plans and Requirements based on
the Regulation of the Minister of Public Works number: 04/PRT/M/2009
Keywords: simple rental flats, management planning, construction
pelaksanaan pembangunan Rusunawa ini
PENDAHULUAN
karena memiliki fungsi dan peranan yang
Berdasarkan UU no. 20 tahun 2011 sangat penting.
Rumah susun adalah bangunan gedung Adapun sasaran utama dari manajemen
bertingkat yang dibangun dalam lingkungan konstruksi untuk pembangunan Rumah Susun
yang terbagi dalam bagian-bagian yang Sederhana Sewa ini adalah untuk mengelola
distrukturkan secara fungsional, baik dalam fungsi dari manajemen dengan efektif dan
arah vertikal maupun horizontal dan merupakan efisien sehingga didapatkan hasil yang optimal.
satuan-satuan yang masing-masing dapat Untuk mencapai manajemen konstruksi yang
dimiliki secara terpisah, terutama untuk tempat optimal maka direncanakan manajemen biaya,
hunian. Sedangkan rumah susun sederhana manajemen waktu, manajamen sumber daya
sewa atau biasa disebut Rusunawa adalah manusia, manajemen K3 konstruksi, dan
bangunan gedung bertingkat yang dibangun manajemen mutu dimana aspek tersebut
dalam suatu lingkungan tempat hunian dan semuanya saling berkaitan.
disewakan kepada warga atau keluarga dengan Berdasarkan dari latar belakang tersebut
bayar sewa perbulan. maka kami tertarik untuk membahas masalah
Pertumbuhan penduduk yang memiliki yang berjudul “Perencanaan Manajemen
penghasilan menengah ke bawah baik itu Konstruksi Pada Rumah Susun Sederhana
penduduk sekitar atau lokal maupun penduduk Sewa 5 Lantai di Jalan Tanjungpura Kota
yang berasal dari luar daerah yang mencari Pontianak.”
kesempatan kerja, sehingga antara ketersediaan Berdasarkan latar belakang yang telah
tempat tinggal dan kenyataan penghasilan dibahas di atas maka timbul pertanyaan yang
penduduk yang tidak sesuai berimbas dan dijadikan rumusan masalah yaitu bagaimana
mengakibatkan adanya pembangunan rumah- merencanakan manajemen konstruksi, yakni
rumah informal di daerah pinggih atau lahan menghitung anggaran biaya, membuat time
kosong akibat kurangnya ketersediaan rumah schedule, menghitung kebutuhan sumber daya
formal yang terjangkau. Rumah-rumah manusia, metode pelaksanaan, dan penggunaan
informal yang dibangun secara ilegal sebagian kelengkapan K3 (Keselamatan Kesehatan
besar diantaranya tidak layak huni. Sebagai Kerja) pada pembangunan Rumah Susun
contoh pemukiman dipinggiran Sungai Kapuas, Sederhana Sewa di Jalan Tanjungpura Kota
Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak, Kalimantan Barat.
Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Adapun batasan masalah yang dibahas yaitu
Kalimantan Barat. biaya menghitung RAB (Rencana Anggaran
Untuk memenuhi kebutuhan tempat Biaya), membuat time schedule dan jaringan
tinggal untuk penduduk yang memiliki taraf kerja dengan metode CPM (Critical Path
penghasilan menengah ke bawah tersebut, Method) menggunakan software Ms. Project,
maka pemerintah telah berupaya dengan sumber daya manusia (SDM) menghitung
berbagai program perumahan, salah satu kebutuhan tenaga kerja dan durasi, perencanaan
upayanya dengan program pengadaan tempat Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
tinggal berdasarkan kemampuan keuangan menentukan APD dan APK yang sesuai dengan
penduduk yang memiliki penghasilan pekerjaan, mutu seperti membuat Tabel Analisa
menengah ke bawah yaitu program mutu dan RKS (Rencana Kerja dan Syarat).
pembangunan rumah susun sederhana sewa Adapun tujuan umumnya yaitu dapat
(Rusunawa). Dengan adanya pembangunan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB),
Rusunawa ini diharapkan nantinya dapat dapat membuat time schedule dan jaringan
meningkatkan taraf kehidupan yang lebih kerja dengan metode CPM (Critical Path
layak. Method), Dapat menghitung kebutuhan tenaga
Berdasarkan SKKNI 2007 tentang Ahli kerja dan durasi, dapat merencanakan
Manajemen Konstruksi (Ahli Muda), penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dan
pentingnya perencanaan manajemen dalam
2
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
APK (Alat Pelindung Kerja) yang sesuai pertama sampai pada kegiatan terakhir pada
dengan pekerjaan, dapat membuat RKS proyek.
(Rencana Kerja dan Syarat) dan tabel analisa Sumber Daya Manusia bertujuan untuk
mutu memastikan kesesuaian antara tenaga kerja dan
pekerjaan maupun dari segi jumlah (kuantitas)
LANDASAN TEORI
maupun dari segi mutu (kualitas) yang
Menurut Husen (2010) manajemen diperlukan.
adalah ilmu pengetahuan tentang memimpin Menurut Husen (2010) Keselamatan
organisasi yang terdiri dari kegiatan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor yang
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sangat penting dalam pencapaian sasaran tujuan
dan pengendalian dari sumber daya yang proyek. Hasil yang maksimal dalam kinerja
terbatas untuk mencapai tujuan dan sasaran biaya, mutu dan waktu tidak ada artinya bila
yang efektif dan efisien. Manajemen memiliki tingkat keselamatan kerja terabaikan.
tujuan untuk mendapatkan cara atau metode Indikatornya dapat berupa tingkat kecelakaan
yang paling baik supaya sumber daya yang kerja yang tinggi, seperti banyak tenaga kerja
terbatas dapat memperoleh hasil yang yang meninggal, cacat permanen, cacat
memuaskan dalam hal ketepatan, kecepatan, sementara serta instalasi proyek yang rusak.
penghematan dan keselamatan kerja. Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan
Menurut Rani (2016) manajemen Kerja (K3) adalah suaru struktur komposisi
konstruksi adalah usaha yang dilakukan dengan yang kompleks dengan personel, sumber daya,
proses manajemen yaitu perencanaan, program beserta kebijakan dan prosedurnya
pelaksanaan dan pengendalian terhadap setiap terintegrasi dalam wadah organisasi
kegiatan proyek dari awal sampai kegiatan perusahaan.
akhir proyek dengan memanfaatkan sumber- Menurut Husen (2010) jaminan mutu
sumber daya secara efektif dan efisien untuk (quality assurance) bisa diperoleh dengan
mendapatkan hasil yang memuaskan sesuai melakukan proses berdasarkan kriteria material
sasaran yang diinginkan. atau kerja yang telah ditetapkan hingga didapat
Menurut Lasari dan Sumarman (2018) standar produk akhir, bisa juga dengan
pengertian dari Rencana Anggaran Biaya melakukan suatu proses prosedur kerja yang
(RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya berbentuk sistem mutu hingga didapat standar
yang diperlukan untuk biaya bahan dan upah, sistem mutu terhadap produk akhir.
serta biaya-biaya lainnya yang memiliki Pengendalian mutu (quality control) memiliki
hubungan dengan pelaksanaan pembangunan tujuan untuk menjamin mutu material atau
suatu proyek. Anggaran biaya pembangunan kerja yang diperoleh sesuai dengan sasaran dan
gedung yang sama dapat berbeda-beda tujuan yang ditetapkan.
tergantung daerah, disebabkan dari perbedaan
METODE PENELITIAN
harga bahan dan upah tenaga kerja di masing
masing daerah. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini,
Menurut Soeharto (1999) waktu proyek penulis melakukan beberapa langkah-langkah
merupakan salah satu bagian dari proyek yang dan mengolah data dalam perencanaan
sangat penting di dalam manajemen proyek. manajemen konstruksi pada rumah susun
Kegagalan dalam mengelola waktu proyek sederhana sewa 5 lantai di jalan tanjungpura
dapat mengakibatkan penyelesaian proyek kota pontianak. Adapun metode pengumpulan
tidak tepat waktu. data yang digunakan yaitu:
Menurut Soeharto (1999) critical path 1. Data Primer
method (CPM) dikenal dengan adanya jalur Data primer adalah data yang didapatkan
kritis yaitu jalur yang mempunyai rangkaian secara langsung dari sumber aslinya. Data
komponen-komponen kegiatan dengan jumlah primer yang dikumpulkan sebagai berikut:
waktu pekerjaan terlama dan menunjukkan a. Gambaran lokasi perencanaan
kurun waktu penyelesaian proyek yang paling b. Hasil observasi lapangan berupa informasi
cepat. Jadi, jalur kritis terdiri dari beberapa disekitar lokasi perencanaan
rangkaian kegiatan kritis, dari kegiatan yang
3
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
4
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
3. Rekapitulasi rencana anggaran biaya pada 2. Membuat barchart dan kurva S dengan
pekerjaan pembangunan Rusunawa 5 lantai menggunakan software Ms. Project dengan
di jalan Tanjungpura Kota Pontianak, memasukkan data-data yang telah dianalisa,
sebagai berikut: didapatkan hasil barchart dan kurva S
Tabel 3. Rekapitulasi RAB sebagai berikut:
Gambar 2. Barchart
5
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
6
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
Tabel 6. Format Tabel Rencana Tenaga Kerja Tiap Tabel 9. APD Yang Digunakan Pada Pekerjaan
Jenis Keahlian Per Jenis Pekerjaan Pondasi
7
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
Tabel 12. APD Yang Digunakan Pada Tabel 15. APK Yang Digunakan Pada
Pekerjaan Penyelesaian Pekerjaan Lantai 1
8
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
9
ISSN: 2775-0655
Vol. 2, No. 2, Juni 2022
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil
[2] Azwaruddin, 2008, Pengertian Manejemen [14] Siyoto Sandu dan Ali Sodik, 2015, Dasar
Konstruksi Konstruksi, Pendidikan Teknik Metodologi Penelitian, Literasi Media
Sipil, [Link], Bandung. Publishing, Yogyakarta.
[3] Dewi Cahyaning Permata, Anton Esfianto dan [15] Soeharto Imam, 1999, Manajemen Proyek
Salma Alwi, Perhitungan Rencana Anggaran Dari Konseptual sampai Operasional,
Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Pada Erlangga, Jakarta.
Pembangunan Geudng Serbaguna Di Jalan
Bung Tomo Samarinda Kalimantan Timur, [16] Terry George R., 1959, Principles of
Jurnal Inersia, 8:1, (2016), 57-66. Management, Sukarna, Jakarta.
[4] Husen Abrar, 2010, Manajemen Proyek, [17] Widiasanti Irika dan Lenggogeni, 2013,
[Link] Offset, Yogyakarta. Manajemen Konstruksi, [Link]
Rosdakarya, Bandung.
[5] Ibrahim Bachtiar, 2012, Rencana dan Estimate
Real of Cost, Bumi Aksara, Jakarta.
10