PAPER INTERNET OF THINGS
Peran IoT dalam Mengontrol Kualitas Vaksin Covid-19
Selama Distribusi di Indonesia
Dosen Pengampu: Bapak Romadhon, [Link]., [Link].
Disusun Oleh:
Ramjani Yaumi Safitri
26060121130027
THP A
Departemen Teknologi Hasil Perikanan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Diponegoro
Semarang
2021
Pendahuluan
Internet pada awal perkenalannya hanya digunakan sebagai jaringan yang
menghubungkan manusia dan informasi. Awalnya internet digunakan hanya untuk
menjalin komunikasi dan mencari informasi yang penting. Dewasa kini, internet
berkembang jauh dari konsep awalnya. Internet of Things (IoT) merupakan
perkembangan dari internet dimana benda yang terkoneksi dengan internet dapat
diidentifikasi dan terhubung melalui jaringan internet. Keberadaan Internet of Things
(IoT) sangat perpengaruh pada kehidupan manusia kini. Tidak ada manusia yang
pada zaman ini tidak mengenal teknologi bernama internet ini. Oleh karena itu,
internet memberi dampak yang sangat besar baik positif maupun negatif. Hal tersebut
dikarenakan sebagaimana teknologi berkembang pada umumnya, dimana IoT dalam
kehidupan sehari-hari dapat mempermudah segala pekerjaan. Sebagai contoh IoT
dalam perdagangan yaitu e-commerce yang dapat membantu UKMKM sehingga
membangun pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Adapun IoT juga memiliki
dampak negatif, dimana muncul beberapa kasus yang berhubungan dengan IoT
sebagai contoh, TV Samsung yang dapat mendengar pembicaraan penontonnya,
monitor bayi yang dapat di-hack, dan keamanan webcam yang buruk membuat video
pribadi dapat diakses oleh umum. Kasus-kasus tersebut memberi dampak pada
kepercayaan yang menurun dan keamanan privasi dapat bocor sehingga bisa
disalahgunakan (Meutia, 2017).
Internet of Things telah menjadi bagian dari kegiatan yang tidak terlepas dari
kita sekarang. Selama masa pandemi, internet telah menyelamatkan kehidupan.
Transformasi besarnya dapat diambil contoh pada keterlibatan peningkatan perangkat
komputer, penggunaan robot, drone, pembelanjaan online, serta konsultasi kesehatan
hanya dengan bertemu via virtual. Wabah covid-19 juga telah mengakibatkan
penangguhan pada proses pembelajaran yang semua harus serba virtual (Komalasari,
2020). Teknologi Internet of Things juga dimanfaatkan dalam bidang industri farmasi
meliputi obat-obatan dan vaksin. IoT diperlukan bukan sekadar untuk memastikan
kualitas vaksin tetap terjaga melalui sensor IoT selama di ruang produksi,
penyimpanan, dan saat pengiriman (Sasono, 2020).
Isi
Internet of Things (IoT) adalah istilah yang diperkenalkan oleh Kevin Ashton
dalam presentasinya yang diadakan di Procter & Gamble pada tahun 1999. Sejak itu,
istilah IoT telah digunakan oleh banyak pihak, tetapi masih belum ada definisi yang
seragam tentang Internet of Things. Ide pertama Ashton, IoT, merupakan evolusi dari
jaringan internet yang memungkinkan objek atau objek sehari-hari untuk terhubung
dan mengirim serta menerima data. Internet of Things adalah konsep pengembangan
untuk teknologi informasi dan komunikasi yang terkait dengan ubiquitous
communication, pervasive computing, dan ambient intelligence. Ubiquitous
communication berarti bahwa benda dan benda dapat berkomunikasi kapan saja, di
mana saja. Pervasive computing di sisi lain, berarti bahwa objek sehari-hari memiliki
kemampuan komputasi, dan lingkungan di sekitar kita dapat berupa komputer. Objek-
objek ini harus dapat diidentifikasi dan diidentifikasi agar dapat dikenali dan
terhubung ke Internet. Ambient intelligence adalah kemampuan objek untuk merekam
perubahan yang terjadi di lingkungan fisik dan secara aktif mengintervensi proses
tersebut. Objek dengan fitur ini disebut "smart object" atau kecerdasan buatan
(Meutia, 2017).
Internet of Things (IoT) dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti
kesehatan. Kesehatan merupakan aspek krusial dalama kehidupan sehari-hari. Oleh
karena itu, ada banyak cara mencegah keterjangkitan suatu penyakit dalam tubuh.
Salah satunya adalah pencegahan dengan menggunakan vaksin. Vaksin merupakan
suatu antigen yang terbuat dari mikroorganisme yang telah dilemahkan atau
dimatikan yang berguna untuk merangsang timbulnya kekebalan tubuh sehingga
sangat penting bagi manusia (Hersyaputra et al., 2021). Selama masa pandemi covid-
19, vaksin menjadi kebutuhan bagi seluruh umat manusia. Hal tersebut dikarenakan
wabah virus covid-19 yang menyebar dengan cepat sehingga diperlukan proses
distribusi yang cepat pula agar tidak banyak masyarakat yang terjangkit penyakit
tersebut. Oleh karena itu, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan maka
diperlukan proses distribusi yang cepat tapi juga efektif agar kualitas vaksin covid-19
tetap terjaga. Adapun vaksin harus selalu menjaga stabilitas suhu 2-8 derajat sampai
ke tempat tujuan. Oleh karena itu, pemanfaatkan IoT merupakan solusi paling efektif
dalam proses ditribusi vaksin dan penjagaan kualitasnya (Fundrika, 2021).
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Indonesia dengan memanfaatkan
Internet on Things (IoT) dalam distibusi vaksin, dilakukan melalui kolaborasi yang
dilakukan oleh Telkom dengan memanfaatkan Insulated Vaccine Carrier (IVC) milik
Technoplast dalam bentuk boks vaksin. Boks tersebut merupakan inovasi yang
dipergunakan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 hingga dapat tetap terjaga
kualitasnya serta mengukur resiko pengiriman vaksin saat proses distribusi ke seluruh
pelosok negeri. Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dengan IVC memungkinkan
transmisi data yang akurat sekaligus merekam pergerakan suhu secara sistematis
selama distribusi. Data ini memastikan parameter kualitas vaksin tetap baik sesuai
regulasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Dengan adanya boks vaksin ini,
diharapkan pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dapat merasa aman dengan
vaksin yang digunakan karena kualitasnya terjaga sekaligus antisipasi penyebaran
wabah covid-19 dapat segera diminimalisir.
Kesimpulan
Pemanfataan internet of things dalam distribusi vaksin sangat berguna untuk
mencegah penyebaran yang lebih meluas. Tindakan ini dinili efektif dan efisien
karena control kualitas suhu penyimpanan vaksin dapat dilakukan setiap saat dengan
memanfaatkan IoT. Produk pemanfaatan IoT tersebut adalah boks vaksin yang
memanfaatkan IoT dan Insulated Vaccine Carrier. Adanya boks vaksin ini telah
dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dalam proses distribusi dan pengontrolan suhu
penyimpanan vaksin. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan
teknologi IoT dapat berperan dalam proses produksi vaksin meliputi proses distribusi
dan kontrol kualitas vaksin.
Daftar Pustaka
Fundrika, B. A. (2021). Canggih! Kini Ada Boks Vaksin Berteknologi IoT, Seperti
Apa?. Diakses pada 26 Mei 2022, dari
[Link] vaksin-
berteknologi-iot-seperti-apa
Hersyaputra, M. S., Ripanti, E. F., & Muhardi, H. Smart Inventory System untuk
Distribusi Vaksin dengan Metode Economic Order Quantity. JEPIN (Jurnal
Edukasi dan Penelitian Informatika), 7(3), 456-466.
Komalasari, R. (2020). Manfaat Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Masa
Pandemi Covid 19. Tematik: Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi (e
Journal), 7(1), 38-50.
Meutia, E. D., Teknik, F., & Syiah, U. (2017). Dampak Sosial Internet of Things. In
Seminar Nasional dan Expo Teknik Elektro (pp. 102-106).
Sasono, S. H. W. (2020). Iot Smart Health Untuk Monitoring Dan Kontrol Suhu Dan
Kelembaban Ruang Penyimpan Obat Berbasis Android Di Rumah Sakit
Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta. ReTII, 54-62.