0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
418 tayangan102 halaman

Pengembangan Proses KMMS di Plant Division

Clean your machines before you do your scheduled maintenance! Have a schedule to clean your machines regularly.

Diunggah oleh

mrakhmatillahs
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
418 tayangan102 halaman

Pengembangan Proses KMMS di Plant Division

Clean your machines before you do your scheduled maintenance! Have a schedule to clean your machines regularly.

Diunggah oleh

mrakhmatillahs
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

‘It’s Our Time Now To Advanced..!


KMMS
• Adalah sistem manajemen maintenance yang perlu dikembangkan di Plant
DIVISION untuk menjamin tercapainya efektivitas dan efisiensi terbaik dalam
pelaksanaan maintenance dan di masa depan diharapkan menjadi sebuah
Guidance bagi setiap karyawan baru maupun yang akan mutasi ke Department
Plant
• Dengan mengimplementasikan KMMS diharapkan secara korporat bisa
didapatkan standard general working process for all jobsite untuk mencapai
maintenance excelence dalam memenuhi target produksi.
• KMMS akan terus dikembangkan mengikuti trend bisnis yang dijalankan
perusahaan, sehingga perlu dibentuk “pasukan khusus yang Fleksible dan
Independent” di KPP yaitu “Tim Audit KMMS”, yang secara khusus menangani
System dan Plant Bisnis Proses di seluruh distrik KPP nantinya dengan
kemampuan melihat seluruh aspek dan melakukan audit sistem di department
terkait ke seluruh jobsite pada waktu periode tertentu
element KMMS
PMMS KMMS
Element 1. Maintenance Planning Element 1. Maintenance planning
Element 2. Maintenance Execution Element 2. Ellipse plant management
Element 3. Backlog Management Element 3. Maintenance execution
Element 4. Work Order Management Element 4. Backlog management
Element 5. Parts Requirement Element 5. Parts management
Element 6. Failure Analysis Element 6. Technical analysis
Element 7. Performance Measurement Element 7. Plant performance measurement
Element 8. Maintenance Improvement Element 8. Maintenance improvement
Element 9. Man Power Management Element 9. Manpower management
Element 10. Maintenance Development Element 10. Equipment management
Element 11. Equipment Management Element 11. Infrastructure
Element 12. Infrastructure Element 12. Budget & cost control
Element 13. Budgeting & Controlling Element 13. Technical information
Element 14. Equipment Maintenance Contract
Element 15. Technical Information
1. Visi Plant Division :
– To be the best provider of product support with high availability, best performance
& the lowest possible reliable cost.

2. Plant Strategy :
• Develop & Implementation Maintenance Process → Excellent Quality
Maintenance
• Develop Manpower Competencies → Pemahaman terhadap Proses/Prosedur
yang berlaku di dalam KMMS
• Continous Improvement & Innovation

3. Plant Division Policy, yang senantiasa menekankan untuk “Improve Maintenance


Process Quality”, “Strengthen the fundamentals of Maintenance process &
Maintenance Quality”

4. Internalisasi KMMS yang dilakukan dengan mengarah kepada proses development


PIC Pelaksana proses maintenance, agar senantiasa memahami dan melaksanakan
posedur di dalam KMMS, sangat penting dalam hal menjaga “Sustainable of
Quality”
NEW KMMS BUSINESS PROCESS
MAINTENANCE FONDATION
Maintenance
Vision

High Availability, Best Performance,


with Lowest Possible Reliable Cost

Predicting failure
Maintenance
Processes

Preventing failure
Correcting failure

F O W A ; GREASE & FILTERS


Good Cleaning of Machines
Good Maintenance Management
EXELLENCE MAINTENANCE PROCESSES

Cleaning of
Machines
Pit Stop-Field
Daily Inspection

Component
Overhaul Maintenance
Processes
Periodical
Service

Midlife
Service
Program :
PPM, PPU, PAP
Preventive Maintenance

CLEANING OF MACHINES

Kebersihan mesin adalah dasar bagi repair & maintenance quality.

 Menghindari keausan, kerusakan akibat kotoran, lumpur,


debu, dan kontaminasi bahan yang mudah terbakar.
 Meningkatkan ketelitian dan ketajaman dalam proses inspeksi
 Meningkatkan kenyamanan dalam melaksanakan pekerjaan
maintenance
 Meningkatkan kenyamanan operasi

Clean your machines before you do


your scheduled maintenance !
Have a schedule to clean your
machines !
MAINTENANCE CHART
10 Hrs (Daily)
PERIODIC INSPECTION
50 Hrs ( Weekly )
PERIODIC
MAINTENANCE
Predictive PERIODIC SERVICE Initial service
Maintenance
250 Hrs
PPM, P2U, PAP, PPB
500 Hrs
CONDISION
PREVENTIVE 1000 Hrs
BASE MIDLIFE SCHEDULE
MAINTENANCE
MAINTENANCE
2000 Hrs
COUNTER MEASURE
& FACTORY 4000 Hrs
MODIFICATION

MAINTENANCE GENERAL REPAIR &


JOB COMPO OVERHAUL
RECONDITION
SCHEDULE
MACHINE GENERAL
RECONDITION
REPAIR &
CORRECTIVE ADJUSTMENT
MAINTENANCE
( Unscheduled ) BREAK DOWN
MAINTENANCE
Element 3
Maintenance Execution
Maintenance Execution
Dalam mengimplementasikan Maintenance Planning Plant Division melakukan
berbagai aktivitas pemeliharaan yang sifatnya “Preventive” dan “Predictive”
dengan tujuan mencegah timbulnya kerusakan yang terjadi dan memperpanjang
umur component, meliputi Periodic Inspection, Periodic Service (PS), Program
Analisa Pelumas (PAP), Program Pemeriksaan Mesin (PPM), Program
Pemeriksaan Undercarriage (PPU), Program Pemeriksaan Attachment (PPA),
Midlife Overhaul, Component Overhaul, serta didukung proses Fabrikasi, dan
Component Exchange (Comex).

Proses Repair diperlukan apabila memerlukan perbaikan dikarenakan


alat yang terlanjur rusak (breakdown unschedule).
Dalam melakukan pemeliharaan harus juga memperhatikan Safety,
Health, & Environment dan pelaksanaannya sesuai dengan Pama Safety
management System (PSMS).
Maintenance Execution
❖ Element 2.1 Preventive Maintenance
✓ Elemen 2.1.1 Periodical Service
✓ Elemen 2.1.2 Pit Stop – Field Daily Inspection
✓ Elemen 2.1.3 Program Analisa Pelumas (PAP)
✓ Elemen 2.1.4 Program Pemeriksaan Mesin (PPM)
✓ Elemen 2.1.5 Program Pemeriksaan Undercarriage (PPU)
✓ Elemen 2.1.6 Program Pemeriksaan Attachment (PPA)
✓ Elemen 2.1.7 Midlife Overhaul
✓ Elemen 2.1.8 Overhaul
❖ Element 2.2 Unscheduled Breakdown
❖ Element 2.3 Component Exchange
❖ Element 2.4 Fabrikasi
Maintenance Execution
Dalam Preventive Maintenance,
dikenal pula program Schedule
Pencucian Equipment (Schedule
Washing) yang mana definisinya
adalah sebagai berikut :

Schedule pencucian equipment


adalah suatu program pencucian
terhadap equipment yang sudah
dijadwalkan.

Schedule pencucian equipment ada 3 macam:


1. Pencucian equipment sebelum & sesudah aktivitas maintenance
2. Schedule washing yang dilakukan saat equipment beroperasi, biasanya untuk
equipment track type, excavator, dozer dan termasuk drilling
3. Pencucian unit yang dilakukan secara harian, setelah equipment dioperasikan,
contohnya : pencucian Lubcar, Fuel Truck setelah selesai melaksanakan aktivitasnya.
Maintenance Execution
Kebersihan mesin adalah dasar bagi repair & maintenance
quality.

 Menghindari kerusakan akibat kotoran,


Pencucian sebelum PM
lumpur, debu, dan kontaminasi bahan
mudah terbakar.
 Meningkatkan ketajaman inspeksi
 Meningkatkan kenyamanan kerja maintenance
 Meningkatkan kenyamanan operasi

Bersihkan equipment kita sebelum


pelaksanaan maintenance !
Buatlah jadwal pencucian untuk
equipment kita !
Kebijakan-kebijakan dalam prosedur pelaksanaan Program Pencucian Equipment :

1. Program pencucian equipment dilakukan sebelum dan setelah dilakukannya program


preventive maintenance.
2. Untuk equipment Track Type, terdapat tambahan untuk program pencucian equipment
yang dischedule-kan dan dilakukan pada saat equipment status stand by. Plant Planner
berkoordinasi dengan Track Type GL, membuat schedule pelaksanaan program pencucian
equipment track type secara bulanan dan harus disetujui oleh Dept. Terkait (Production
Dept & Engineering Dept.).
3. PIC yang melakukan program pencucian equipment wajib mengetahui critical areas dalam
pelaksanaan pencucian equipment untuk menghindari terjadinya insiden, diantaranya :
a. grill & fin radiator
b. air cleaner area ( pre cleaner )
c. electrical parts ( lampu, connector, area battery, dll )
d. kaca & spion
4. Plant Track Type Group Leader wajib bertanggung jawab terhadap kualitas daripada
program pencucian equipment, khususnya undercarriage.
5. Untuk Support Equipment (Fuel Truck, Lubcar, Tower Lamp), pencucian dilakukan setiap
hari, dan di bawah pengawasan / koordinasi Group Leader.
Maintenance Execution
P2H
PROGRAM PEMERIKSAAN HARIAN
Pre Use Check oleh Operator
Menjamin bahwa mesin benar-benar siap operasi
Mengetahui ketidaknormalan mesin lebih dini
Mengetahui opini pemakai tentang kondisi mesin

Cek panel
cabin Cek oil level

Inspect kondisi
Cek udara umum
bertekanan Gunakan segala sumber untuk
Cek water memperoleh informasi kondisi
coolant equipment kita !
Cek kebocoran
Libatkan operator dalam
Cek ban / Cek brake
maintenance
undercarriage
Maintenance Execution
Element 2.1. Preventive Maintenance
Definisi
adalah salah satu program perawatan equipment yang dilakukan
secara berkala (sesuai HM) dengan melakukan penggantian oli,
coolant, filter, pengukuran performance, pengukuran tingkat
keausan komponent, inspeksi, serta pelaksanaan minor repair
dan adjustment untuk kerusakan yang langsung ditemukan
maupun yang telah direncanakan (backlog), yang ditujukan
untuk mempertahankan performance unit sesuai standar.

Ruang Lingkup
SOP ini digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan
Program Preventive Maintenance meliputi aktivitas PS,
PAP, PPM, PPA serta PPU. Mulai dari adanya
perencanaan maintenance, aktivitas maintenance yang
dilakukan sampai laporan akhir pelaksanaan maintenance.
Adapun ruang lingkupnya meliputi Plant Department,
Production Department, Logistic Department dan
Engineering Department.
Periodic Service
Definisi
Adalah salah satu program perawatan equipment yang dilakukan secara berkala (sesuai
HM)
dengan melakukan penggantian oli, coolant, filter, inspeksi, serta pelaksanaan minor repair
dan adjustment untuk kondisi abnormal (tidak sesuai standar) yang langsung ditemukan
maupun yang telah direncanakan, yang ditujukan untuk mempertahankan performance
unit sesuai standar. Periodic Service bagi equipment yang memiliki ukuran HM untuk
operating statistiknya dilakukan setiap HM kelipatan 250 jam, dan dibagi dalam 5 program
yaitu:
PS-1 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 250 jam.
PS-2 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 500 jam (250 jam setelah PS-1).
PS-3 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 750 jam (250 jam setelah PS-2).
PS-4 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 1000 jam (PS 4 – Ganjil )
PS-4 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 2000 jam ( PS 4 – Genap )
Kebijakan-kebijakan dalam Program Periodic Service :
• Setiap equipment yang sudah mencapai Hour Meter (HM) untuk program maintenance harus dipersiapkan oleh
Production Dept. dan Plant Dept bertanggung jawab atas kebersihan equipment sebelum menjalani periodic service,
sehingga program maintenance dapat segera dilaksanakan tepat sesuai jadwal. Koordinasi pengiriman equipment
untuk periodic service antara Production Dept dan Plant Dept. dilakukan melalui komunikasi radio antara Group Leader
Plant dengan Group Leader Production.
• Untuk Proses Periodic Service, harus diawali dengan adanya aktivitas Receiving & Inspection dengan menggunakan
form QA1.
• Equipment wajib dilakukan pencucian sebelum dan sesudah dilakukannya aktivitas periodic service.
• Pada saat pelaksanaan PS, minimal harus ada 2 mekanik yang sudah mempunyai kompetensi Preventive Maintenance.
• Equipment dinyatakan Ready For Use (RFU) dari proses PS oleh Plant setelah proses final check menyatakan bahwa
equipment siap dioperasikan. Final check untuk aktivitas PS yang dilakukan di lapangan adalah Group Leader atau
mekanik yang ditunjuk oleh GL berdasarkan kompetensi tertinggi, sedangkan untuk aktivitas PS di workshop, final
check wajib dilakukan oleh Group Leader. Waktu RFU adalah waktu saat CCR menerima laporan equipment RFU dari
Plant. Final check dilakukan dengan menggunakan form QA7 sebagai guidance-nya.
• Check sheet PS wajib digunakan sebagai guidance dalam pelaksanaan PS & harus selalu dilakukan up dating setiap satu
aktivitas selesai dilakukan, untuk menghindari adanya aktivitas yang terlewatkan.
• Pada saat PS, wajib ada GL yang melakukan supervisi dan monitoring serta bertanggung jawab atas kualitas
pelaksanaan PS serta semua dokumentasi yang terdapat di dalamnya.
Element 2.1.1. Periodic Service
Hal yang perlu diperhatikan dalam Periodic Service :

➢ Penggunaan standard formulir dan terdokumentasi dengan baik.


➢ Standard formulir diisi selama periodic service masih berjalan.
➢ Semua deviasi hasil inspeksi dicatat, dievaluasi dan ditindaklanjuti.
➢ Group Leader melaksanakan supervisi, monitoring control terhadap
pelaksanaan Periodic Service.
➢ Final check dilaksanakan sebelum equipment dinyatakan RFU.
➢ Kondisi equipment bersih setelah dilakukan Periodic Service.
➢ Kelengkapan data pengecheckan masing-masing item dalam dokumen PS
sebelum equipment dinyatakan RFU.
➢ Redo PS direview, dievaluasi / analisa dan ditindaklanjuti jika terjadi
penyimpangan.
Periodic Service

ia n
is
eng
e P t PS
d ee
eto Sh
M e ck
Ch
Form QA1 – QA7
untuk semua model equipment

Untuk QA1 dilakukan


sebelum equipment dicuci.

Sedangkan QA7
digunakan setelah semua
aktivitas maintenance
selesai & equipment sudah
dicuci.
Contoh JOBCARD PS
Job Card PS
Adalah : suatu lembar instruksi kerja yang dibuat
oleh Planner dengan menggunakan system Ellipse,
sesuai dengan aktivitas yang harus dikerjakan (Work
Order).

Dalam Job card memuat informasi ;


• WO Number & description (equipment no, WO
description, maintenance type, dll)
• Safety instruction
• Completion Instruction
• Validasi PIC terkait (Plant planner, Plant GL, &
Production GL) & bukti commissioning equipment
RFU dari aktivitas PS
• Actual lead time (hours)
• Backlog Information (WO backlog yang belum
disclosed di system Ellipse)

Untuk pengisian & tanda tangan pada jobcard


adalah sebagai berikut :
• Authorized by : ditandatangani oleh Plant Planner
• Completed by : ditandatangani oleh Plant Group
Leader
• Signature of Foreman : ditandatangani oleh
Foreman prod, sebagai bukti commissioning unit
RFU dari proses maintenance
• Actual hours : diisi wakttu yang digunakan untuk
pelaksanaan PS saja (lead time PS)
Periodic Service
2. Cover check sheet PS
Adalah suatu check sheet yang digunakan
mencatat rangkuman aktivitas maupun leadtime dalam
pelaksanaan PS, yang harus diisi oleh mekanik
maupun GL.

Pada cover check sheet PS ini, memuat data-data :


a. Data pelaksanaan PS : No WO, HM aktual,
tanggal, lead time & total man power.
b. Data lead time semua aktivitas PS, mulai dari
penarikan equipment untuk aktivitas PS sampai
equipment RFU.
c. Jumlah botol sample PAP, yang disesuaikan
antara type PS & standard oil serta jumlah botol
sample-nya.
d. Total down time & manhour PS →untuk
mengetahui effektivitas jam kerja.
e. Kolom final check yang harus dilakukan
sebelum equipment dinyatakan RFU.
Penambahan Item pada
lembar pertama ( cover ) Masing – masing EGI
check sheet
Periodic Service
Diisi oleh Mekanik, sesuai
dengan job card PS.
Metode Pengisian COVER check sheet PS

Diisi oleh Mekanik,


sesuai dengan lead
time masing-masing
activitas.

Diisi oleh Mekanik,


dengan
menyesuaikan
standard jumlah botol
oil sample & type PS
yang dilakukan.

Diisi oleh Group Leader

Final check dilakukan oleh Group


Leader atau mekanik dengan
kompetensi tertinggi, sebagai yang
bertanggung jawab terhadap kualitas
PS

Wajib diisi & divalidasi oleh GL


Periodic Service

Apabila ada activity yang


tertulis “TEST”, maka
masukkan angka hasilnya,
3. Check Sheet PS sebelum & setelah PS
Adalah form yang berisikan informasi mengenai standard
aktivitas yang harus dilakukan dalam pelaksanaan aktivitas
periodic service. Check sheet PS ini sifatnya wajib digunakan
sebagai guidance oleh mekanik dan GL dalam pelaksanaan PS.
Check sheet PS ini dibedakan untuk masing-masing EGI, dengan “Critical Item” →Wajib
tujuan supaya lebih akurat terhadap kritical points yang harus dilakukan Re-Check oleh
dicheck, serta mempermudah monitoring dalam aktivitas GL atau mekanik dengan
improvement di equipment / EGI yang bersangkutan. competency paling tinggi
Untuk kategori small equipment (Non big digger), check sheet PS
dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Check sheet A, B dan C, dengan
aktivitas yang berbeda. Sedangkan untuk kategori big digger, check
sheet PS bisa dibagi menjadi 4 sampai 5 check sheet, disesuaikan
dengan jumlah man power yang dibutuhkan dalam pelaksanaan PS
& banyak-sedikitnya aktivitas PS yang dilakukan.

Di dalam check sheet PS ini, memuat informasi ;

a. Equipment No
b. PS Type ( disesuaikan dengan HM saat PS )‫‏‬
c. Tanggal & HM actual saat PS
d. Item-item aktivitas yang harus dilakukan mekanik
e. Item-item kritis yang harus dilakukan re-check oleh GL ( dengan
ditandai adanya kotak hitam garis tebal )‫‏‬
f. Nama mekanik pelaksana PS
g. Validasi GL terhadap semua aktivitas PS yang telah dilaksanakan
h. Petunjuk metode pengisian check sheet yang tepat.

Petunjuk / metode pengisian check sheet


Check Sheet C. HD465
Check Sheet A. HD465

Khusus Komatsu HD465

Form PS dibuat berdasarkan EGI, bukan similiarity.


Alasan :
1. Perbedaan system yang ada antar EGI
2. Supaya lebih mudah dalam melakukan monitoring terhadap improvements suatu EGI
( contoh : extend suatu komponen).
3. Bila terjadi revisi/improvements, maka tidak akan terlalu berpengaruh terhadap check sheet EGI yang lain.

Note :
Item yang perlu direposisi sudah
dilakukan Reposisi Item ke Check Sheet
yang seharusnya.
4. Lampiran temuan deviasi saat PS ( Inspection report & Backlog Form )‫‏‬
Adalah suatu form yang digunakan untuk mencatat temuan maupun deviasi pada saat melaksanakan inspeksi program
periodik Service, dari temuan terhadap kondisi yang tidak standard. Inspection Report ini berisikan problem yang diketemukan,
dilengkapi dengan part number, untuk bisa dianalisa, apakah langsung bisa dilakukan action ataukah untuk dilakukan backlog
(dituliskan dalam kolom ”status”).

Adapun Backlog : suatu pekerjaan perbaikan yang tertunda, yang bisa dikarenakan :
a. Perlunya persiapan spare parts.
b. Kerusakan masih berupa gejala, & bisa diprediksikan untuk eksekusinya, dan
c. Equipment masih dapat beroperasi dengan aman & normal.
Eksekusi terhadap backlog dilakukan pada saat PS, maupun diluar aktivitas PS (standby), dengan syarat : tidak mengganggu jam
operasional alat/jam produksi, serta harus ada konfirmasi H-1 (proses planning untuk backlog) yang dituangkan dalam daily
coordination (meeting antara Plant, Production, Engineering & Logistic Dept).

Diisi oleh Mekanik & Diisi oleh GL &


diketahui oleh GL untuk didiskusikan dengan
follow up-nya. Planner
Additional Check Sheet
→Check sheet tambahan yang digunakan bersamaan dalam aktivitas program
periodic service
a. Check sheet Electrical System b. Check sheet AC Diisi oleh
mekanik / PIC
yang
kompeten

Diisi oleh
mekanik yang
kompeten

Divalidasi
oleh GL

Divalidasi
oleh GL
Diisi oleh mekanik &
dikonsultasikan dengan GL,
untuk follow up-nya, untuk
disummary-kan di form inspection
reports
Diisi oleh mekanik & dikonsultasikan
dengan GL, untuk follow up-nya, untuk
disummary-kan di form inspection
reports
Periodic Service
Alir Proses Periodic Service

31
Program Periodic Inspection

Definisi
Adalah suatu aktivitas pemeriksaan & perawatan equipment kritis lain dari
equipment. yang dilakukan secara periodic sesuai schedule yang telah
disepakati antara Departemen Plant, Tyre Dept, Logistic Departemen,
Departemen Produksi dan Departemen Engineering. seperti penambahan
fuel, pemeriksaan keausan undercarriage, pengecekan kondisi component
& bagian bagian

Program Periodic Inspection dibedakan menjadi 2, yaitu :


1. Program Periodic Inspection Wheel Type
Adalah suatu aktivitas pemeriksaan & perawatan equipment, yang dalam hal ini
dikenakan untuk Equipment Wheel type yang dilakukan secara periodic sesuai schedule
yang telah disepakati antara Departemen Plant, Tyre Dept, Logistic Departemen,
Departemen Produksi dan Departemen Engineering. seperti penambahan fuel,
pemeriksaan keausan undercarriage, pengecekan kondisi component & bagian bagian
kritis lain dari equipment.

Program Periodic Inspection untuk Wheel Type disebut juga dengan Program Pitstop.

32
Model Pitstop yang ada di PAMA
1. Workshop khusus Pitstop
Site : Adro PSPN, Indo Seikambing

INDO - SKB PSPN

2. Mobile Pitstop → Dengan menggunakan Mobile Pitstop A40D yang sudah dimodifikasi
Site : Indo Mainworkshop, KIDE

INDO - MW KIDE

33
3. Fuel & Lub skidding
Site : ABKL, BAYA, KCMB, KPCS, MTBU, Adro WARA,

KPCS KCMB ABKL

WARA MTBU
BAYA

34
Aktivitas Pitstop yang ada di PAMA

TERINTEGRASI :

– PLANT Activities
– LOGISTIC (Refueling)
– TYRE

35
Contoh aktivitas Pitstop

MENYIAPKAN AREA MEMANDU OPERATOR MENYIAPKAN CHECK LIST SESUAI MEMASANG LOCK OUT DAN
PITSTOP DI TEMPAT AMAN MEMARKIR, MENAIKKAN VESSEL DENGAN UNIT YANG MASUK DANGER TAG
DAN RATA & CEK LAMPU

PENGECEKAN UNIT BAGIAN ATAS PENGECEKAN UNIT BAGIAN GREASING MEMASANG LOCK PIN DAN
DAN MENERIMA INFORMASI DARI BAWAH GANJAL RODA
OPERATOR

REFUELING MELAKUKAN MINOR REPAIR MELEPAS LOCK PIN, GANJAL & MELENGKAPI CHECK LIST
DANGER TAG
36
Program Periodic Inspection
2. Program Periodic Inspection Track Type
Adalah suatu aktivitas pemeriksaan & perawatan equipment, yang dalam hal ini
dikenakan untuk Equipment Track type ( Excavator, Dozer dan Drilling ) yang
dilakukan secara periodic sesuai schedule yang telah disepakati antara
Departemen Plant, Logistic Departemen, Departemen Produksi dan
Departemen Engineering. seperti penambahan fuel, pemeriksaan keausan
undercarriage, pengecekan kondisi component & bagian bagian kritis lain dari
equipment.

Program Periodic Inspection untuk Track Type disebut juga dengan Program Daily
Check.

37
Plant dept. Head
TARGET
ACHIEVEMENT

e
Planner dul a
y
che nn
t S naa
a a
Bu laks
Pe
Gb. Check sheet
program periodic Mekanik Gb. Schedule Pitstop
inspection

GL & mekanik
CHECK SHEET WAJIB
SEBAGAI GUIDANCE Analisa deviasi yang terjadi &
PELAKSANAAN lakukan follow up-nya
( Backlog Management )‫‏‬
Integrasi Predictive maintenance
kedalam Daily Inspection demi
mencapai umur alat yang lebih Gb. Form Backlog
panjang, Performance dan
menurunkan Unschedule Break Down
serta meningkatkan PA. Dapatkan dari sumber sumber informasi tentang kondisi alat
libatkan pengguna alat dalam Program perawatan

38
Contoh Check Sheet yang digunakan sebagai Guidance dalam
pelaksanaan Program periodic Inspection ( Pitstop / daily check ),
yang mana dalam check sheet tersebut sudah dibedakan minimal 2
area, yaitu : Area pengecheckan bawah & area pengecheckan atas

X
x X
x X
x

Untuk memonitor
penambahan fluid (oil,
coolant, grease / air
tambah battery)

39
Program Periodic Inspection

Kebijakan
• Standard waktu pelaksanaan Pit Stop – Field Daily Inspection adalah + 15
menit, bila melebihi batas toleransi, maka equipment dalam status
Unschedule Breakdown.
• Standing work order dibuat per equipment dimana digunakan untuk
mencatat pemakaian sparepart, consumable pada equipment tersebut dan
juga mencatat history pekerjaan mekanik.
Standing work order berlaku selama 1 bulan, dibuat pada awal bulan
dan ditutup pada akhir bulan.
• Monitoring terhadap achievement Program Periodic Inspection wajib dibuat
laporannya, direview pada weekly Plant KPI meeting serta dibuatkan
PICA dan dilakukan follow up bila terjadi penyimpangan terhadap target
yang sudah ditetapkan.
• Equipment-equipment yang melaksanakan aktivitas pit stop untuk Dump
Truck harus dalam kondisi kosongan.
• Group Leader bertanggung jawab atas pengendalian kualitas pekerjaan
selama proses Pit Stop – Field Daily Inspection.

40
Program Periodic Inspection

Alir Proses Program Periodic Inspection

Unit beroperasi Adanya jadwal inspeksi Membuat Work Order

Melakukan aktivitas Pitstop (secara pararel) :


Refueling Check tyre pressure
Pemeriksaan kondisi equipment
Greasing minor repair ≤15 min

Ada temuan Tidak


kerusakan baru ?
Ya Backlog Management
Ya Bisa ditunda?

Tidak Melaksanakan perbaikan


Tidak
Unschedule breakdown Ya Lebih dari
standard Membuat laporan
waktu?

RFU

41
Program Analisa Pelumas (PAP)
Definisi
Adalah salah satu program perawatan predictive maintenance melalui analisa
kondisi pelumas yang dilakukan secara berkala (sesuai HM) dan follow up
perbaikannya. Program ini ditujukan untuk memonitor kondisi equipment dan
mendeteksi gejala kerusakan secara dini.
Pengambilan sampel oli dalam Program Analisa Pelumas dilakukan secara
berkala dengan mengikuti jadwal Periodic Service. Standar sampel oli yang
harus diambil disesuaikan dengan tipe periodic service yang dilaksanakan.

Ruang Lingkup
SOP ini digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan Program Analisa
Pelumas (PAP) sejak dipersiapkannya botol sampel, pengambilan
sampel, pengujian sampel, penjadwalan follow up, pelaksanaan follow
up, sampai dengan kompilasi dan analisa data performance PAP.
Adapun ruang lingkupnya meliputi Plant Department, Logistics
Department, Production Department, dan Laboratorium.

42
Program Analisa Pelumas (PAP)
Kebijakan
• Setiap equipment harus diambil sampel oli PAP-nya saat menjalani program
periodic service sesuai periode pengambilan sampel.
• Sampel oli PAP dapat diambil diluar jadwal periodic service jika memang
diperlukan segera untuk menganalisa kondisi oli pelumas.
• Pengambilan sampel oli PAP untuk komponen yang memiliki program extend
oil-life tetap dilaksanakan sesuai dengan standar interval pengambilan sampel
oli PAP.
• Pengambilan sampel dilakukan dengan kondisi sebagai berikut :
- Komponen masih dalam kondisi panas. Belum terjadi pengendapan oli.
- Tool, botol, dan cara pengambilan sampel harus dijaga kebersihannya dari
kontaminasi.
- Kartu sampel diisi dengan lengkap sesuai permintaan isian.
• Group Leader bertanggung jawab atas pengendalian kualitas proses
pengambilan sample PAP.
• Analisa laboratorium tidak diperkenankan dilakukan lebih dari 5 hari sejak
sampel diambil. Hasil analisa yang lebih dari 5 hari dinyatakan tidak berlaku.
Untuk job site yang mengalami kesulitan transportasi, standar diberlakukan 7
hari.
• Pengiriman sampel PAP dari saat pengambilan sampel sampai ke
43 Logistics maksimal 1 hari.
Program Analisa Pelumas (PAP)
Kebijakan
• Setiap hasil analisa pelumas yang menunjukkan hasil status tidak normal
(attention, urgent, warning) harus ditindaklanjuti dengan proses perbaikan.
• Hasil analisa laboratorium setiap equipment/komponen harus dikompilasi
oleh Planner.

44
Metode pengisian label PAP :
1. Nama Jobsite : Tuliskan nama job site dimana PAP dilakukan
2. Model Unit : Tuliskan model unit yang dilakukan PAP
3. Code No. Unit : Tuliskan code no. equipmentnya
4. Product Buatan : Tuliskan nama factory pembuatnya
5. Komponent : Tuliskan nama komponen yang diambil sample PAP-nya
6. Serial No Komponen : Tuliskan Serial No. komponennya, yang ada pada
(khusus Engine/TM) komponen name plate atau data dari Planner
7. Merk & SAE Pelumas : Tuliskan merk & SAE pelumas yang digunakan
8. Service Meter since New
(umur unit) : Tuliskan pencapaian HM komponen,kalau sudah pernah
overhaul, cara penghitungannya adalah HM sekarang
dikurangi dengan HM saat dilakukannya overhaul
component tersebut
9. Service Meter since Oil
Change (Umur Oil) : Tuliskan umur oil, yang diperoleh dengan mengurangi HM
saat dilakukannya PAP sekarang dengan HM saat PAP
sebelumnya
10. Tanggal pegambilan
Sample : Tuliskan tanggal saat dilakukannya pengambilan sample
11. Nama Petugas : Tuliskan nama PIC yang melakukan pengambilan sample
PAP
12. NRP : Tuliskan NRP yang melakukan pengambilan sample PAP

45
Preventive Maintenance

WEAR METAL VISCOSITAS

Iron : Apa yg menyebabkan Viscosity berubah ?


Sumber keausan : Piston ring, cylinder, gear,
block, head, cam, roller bearing, race. Viscosity naik :
- Oil teroksidasi
Chrome : - Foaming / Pump Cavitation
Various plating, Piston ring, some shaft gears. - Emulsi dengan air
- Jelaga atau kontaminasi padat
Molybdenum :
Ring plating, alloy (also oil additive, off shelf
Viscosity turun :
supplement)
- Fuel or kontaminasi terlarut
Aluminum : - Refrigerant
Piston, bushing, thrust, block, blower, cooler - Salah pengisian atau penambahan oil
cores
IR ON ( F e)
80

60
Ppm

40

20

0
4931 9984 9757 10250 0 0 0 0
Ho ur M et er
Program Analisa Pelumas (PAP)

Formulir Report Follow up PAP (Program


Analisa Pelumas) ini digunakan sebagai
laporan pelaksanaan follow up hasil analisa
PAP.

Action KOWA
Kerusakan yang di dapat / terjadi :
Diisi dengan kerusakan yang ditemukan
dari indikasi hasil analisa PAP.
Apa penyebabnya :
Tidak perlu diisi, telah di isi oleh Lab.
Diisi dengan analisa penyebab kerusakan
Action / tindakan yang dilakukan :
Diisi dengan tindakan yang telah
dilakukan untuk mengatasi kerusakan
Isilah dengan Prepared :
jelas/details & Diisi dengan nama PIC follow up
tindakan perbaikan
tepat !!!
Date :
Diisi dengan tanggal pelaksanaan
perbaikan
HM :
Grafik : Diisi dengan HM equipment saat
Otomatis, sesuai dengan data di atas. pelaksanaan perbaikan
47
Program Analisa Pelumas (PAP)

Alir Proses Program Analisa Pelumas

Adanya kebutuhan Isi kartu sampel Pengiriman


Membuat work Mengambil Pengujian sampel Report sampel
pengambilan dan ikat pada sampel ke
order samplel PAP PAP PAP
sampel botol laboratorium

Membuat report Yes Yes


Melaksanakan Segera difollow Sampel tidak
bulanan
follow up PAP up ? normal ?
performance PAP

No No

Backlog
Management

48
Program Pemeriksaan Mesin (PPM)

Definisi
Adalah salah satu program perawatan equipment
yang dilakukan secara berkala (sesuai HM)
dengan melakukan pengukuran dan diagnostik
serta pelaksanaan minor repair dan adjustment
untuk kondisi abnormal(tidak sesuai standar) yang
sifatnya mendesak, yang ditujukan untuk
mempertahankan performance unit sesuai dengan
standar.

Ruang Lingkup
SOP ini digunakan sebagai acuan dalam
pelaksanaan Program Pemeriksaan Mesin (PPM)
sejak dibuatnya Daily Plan, pemeriksaan mesin,
pembuatan laporan, sampai dengan pengisian tabel
achievement PPM.
Adapun ruang lingkupnya meliputi Plant Department
dan Production Department.
49
Program Pemeriksaan Mesin (PPM)
Kebijakan
• PPM dilaksanakan setiap interval 1000 jam operasi dan dilaksanakan
bersamaan waktunya dengan schedule periodic service.
• PPM dapat dilakukan diluar interval 1000 jam jika memang diperlukan
segera untuk melakukan tes kondisi equipment.
• Apabila PIC pelaksanaan PPM berhalangan maka PIC dapat digantikan
oleh mechanic yang berkompeten.
• Equipment dinyatakan Ready For Use (RFU) dari proses PPM oleh Plant
setelah proses final check menyatakan bahwa equipment siap
dioperasikan. Waktu RFU adalah waktu saat CCR menerima laporan
equipment RFU dari Plant.
• Apabila equipment tidak segera dioperasikan setelah dinyatakan RFU oleh
Plant maka equipment dinyatakan dalam status stand by.
• Melakukan kalibrasi diagnostic tools sekali dalam satu tahun, atau
sesuai jenis measurement tools dan spesifikasinya.
• Group Leader bertanggung jawab atas pengendalian kualitas pekerjaan
selama proses Program Pemeriksaan Mesin.

50
Contoh : FORM PPM

Tuliskan hasil angka


yang diperoleh saat
dilakukan
pengukuran

Tuliskan aktivitas yang


dilakukan bila hasil pada
kolom actual diluar standard
yang ada

Tuliskan hasil angka yang


diperoleh setelah dilakukan
perlakuan terhadap deviasi
yang terjadi

Tuliskan no WR bila
dilakukan proses order parts

Tuliskan tanggal dibuatnya


WR bila dilakukan proses
order parts

Tuliskan status yang


dikenakan untuk aktivitas
pada komponen tersebut
(close / open).

51
Plant System Development 2009

Contoh Trend PPM :


TREND ENGINE CONDITION AFTER PM CLINIC CHECK Notes;[Link].HD785-3(DT615&DT616)
Trend RPM at High Idle for C/N DT790 E/N :13901-LBRB
Trend [Link] C/N DT790 E/N :13901-LBRB

Machine Model : WA8003 Code No : WL509 HM Del Date


2450
Engine Model : SA12V140-1 E/[Link] : 0 4-May-06 2400
1400

1200
PERIODE PELAKSANAAN PM CLINIC (3 Bulanan) 2350
ENGINE PERFORMANCE 1000

Date Insp 04-Mei-06 03-Jul-06 12-Sep-06 14-Nop-06 10-Jan-07 09-Okt-08 09-Okt-08 2300 800

Life Time 3282 4254 5275 6281 7297 15228 15228 0 0 0 2250 600
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
04-Mei-06 03-Jul-06 12-Sep-06 14-Nop-06 10-Jan-07 09-Okt-08 09-Okt-08
Item Condition Unit SMR 3282 4254 5275 6281 7297 15228 15228 SMR 3282 4254 5275 6281 7297 15228 15228

Min 2170 2170 2170 2170 2170 2170 2170 2170 2170 2170 Min 950 950 950 950 950 950 950 950 950 950

E Min 2170 2170 2170 2170 2170 2170 2170 2170 2170 2170
Act 2180 2198 2260 2118 2195 2141 2141 [Link] 800 800 806 650 950 800 850
s Engine Speed High Side Act 2180 2198 2260 2118 2195 2141 2141 2270 2270 2270 2270 2270 2270 2270 2270 2270 2270 [Link] 800 800 806 650 950 800 850
n Max
p
g Max 2270 2270 2270 2270 2270 2270 2270 2270 2270 2270
e Rpm
i Min 1560 1560 1560 1560 1560 1560 1560 1560 1560 1560
e Rated Speed (at Trend RPM atStall for C/N DT790 E/N :13901-LBRB Trend Blow by for C/N DT790 E/N :13901-LBRB
n Electric Governor Act 2047 2029 1994,8 2005 2010 2010 2033
d [Link] stall)
e
Max 1760 1760 1760 1760 1760 1760 1760 1760 1760 1760
2000 650
550
Min 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
450
1800
At low idling Kg/Cm2 Act 2,2 2,8 2,2 1,8 2,2 2,5 2,5 350
250
150
Persmb 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 1600
Oil Pressure 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 50
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Min 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
SMR 3282 4254 5275 6281 7297 15228 15228 SMR 3282 4254 5275 6281 7297 15228 15228

At rated output Kg/Cm2 Act 4,6 4 4,4 4,2 4,6 4,4 4,4 Min 1560 1560 1560 1560 1560 1560 1560 1560 1560 1560 Max 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300

2047 2029 1994,8 2005 2010 2010 2033 Act 150 90 100 25 40 0 5
Act
Max 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
Persmb 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
Max 1760 1760 1760 1760 1760 1760 1760 1760 1760 1760
Max 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300
Blow by
At rated output mmH2O Act 150 90 100 25 40 5 kpa 5
Pressure Trend Oil Press. at High Idle for C/N DT790 E/N :13901-LBRB
Persmb 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 Trend Oil Press. at Lowh Idle for C/N DT790 E/N :13901-LBRB

Min 950 950 950 950 950 950 950 950 950 950 7
Boost 4
At rated output mmHg [Link] 800 800 806 650 950 800 850
Pressure 3 5
[Link] 800 800 806 650 950 800 850
2
Max 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300 3

Intake 1
At rated output mmH2O Act
resistance 0
1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Permisb. 762 762 762 762 762 762 762 762 762 762 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
SMR 3282 4254 5275 6281 7297 15228 15228
SMR 3282 4254 5275 6281 7297 15228 15228
Max 700 700 700 700 700 700 700 700 700 700 Min 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
º C ( [Link] Min Act 4,6 4 4,4 4,2 4,6 4,4 4,4
[Link] 568 685 519,9 500 670 392 392
Act 2,2 2,8 2,2 1,8 2,2 2,5 2,5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
Exhaut Temp. At rated output [Link] RH and LH Max

bank are ± 30 ºC ) [Link] 556 685 519,9 485 670 392 392 Persmb 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7

Persmb 650 650 650 650 650 650 650 650 650 650

Min 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 Trend [Link]. for C/N DT790 E/N :13901-LBRB


Whole speed range
Oil temp. Act
(inside oil pan) 750

MAx 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 700

TEAM ENGINE IMPROVEMENT-Jan-2003 650

Bila Engine life + 1900-an dimana performance -nya sudah menurun drastis terutama Engine stall speed , 600

Oil pressure,Blow by dan Boost pressure maka lakukanlah segera hal-hal berikut ini; 550

[Link] tera ulang tools yang dipakai saat Ppm sebelumnya,atau pakai tools lain untuk Re-check performance saat ini. 500

sebelum memutuskan bahwa kondisi Engine itu memang sudah menurun. 450

1-a. Lakukan Check dan Adjustment Engine Valve Clearence. 400


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
[Link] hasilnya masih sama,agar dilakukan langkah berikut ini: SMR 3282 4254 5275 6281 7297 15228 15228
[Link] Nozzle ->sampai memenuhi [Link] std. Max 700 700 700 700 700 700 700 700 700 700

2-b. Check performace FIP / ganti FIP . [Link] 568 685 519,9 500 670 392 392

2-c. Check kondisi turbocharger (Putaran,Impeler end play) Hasil trend yang dibuat [Link]
Persmb
556
650
685
650
519,9
650
485
650
670
650
392
650
392
650 650 650 650

2-d. Ganti oil pump muncul rekomendasi


52
Program Pemeriksaan Mesin (PPM)

Alir Proses Program Pemeriksaan Mesin

Membuat work
Melakukan Memeriksa hasil No
Adanya jadwal order dan Menyiapkan tools Sesuai Bisa
diagnostik dan diagnostik
PPM menyiapkan PPM standard ? disesuaikan ?
pengukuran terhadap standard
standard formulir
Form PPM
Form PPM Form PPM Yes No
Yes

Membuat report No No
Membuat laporan Melakukan Butuh
bulanan Bisa ditunda ?
PPM adjustment sparepart ?
performance PPM

Yes

Backlog
Proses WR / PR
Management

53
Program Pemeriksaan Undercarriage (PPU)

Definisi
Adalah salah satu program perawatan equipment yang dilakukan secara
berkala (sesuai HM) dengan melakukan pengukuran terhadap komponen
undercarriage untuk mengetahui tingkat keausan komponen sehingga waktu
penggantian/rebuild komponen dapat direncanakan.

Kebijakan
• Interval PPU untuk dozer dilakukan setiap 500 jam operasi. Interval
PPU untuk excavator, shovel, dan drilling dilaksanakan setiap 1000
jam operasi.
• Apabila PIC pelaksanaan PPU berhalangan maka PIC dapat digantikan
oleh mechanic yang berkompeten.
• Equipment dinyatakan Ready For Use (RFU) dari proses PPU oleh Plant
setelah proses final check menyatakan bahwa equipment siap
dioperasikan. Waktu RFU adalah waktu saat CCR menerima laporan
equipment RFU dari Plant.

54
Program Pemeriksaan Undercarriage (PPU)

Kebijakan
• Apabila equipment tidak segera dioperasikan setelah dinyatakan RFU oleh
Plant maka equipment dinyatakan dalam status stand by.
• Group Leader bertanggung jawab atas pengendalian kualitas pekerjaan
selama proses Program Pemeriksaan Undercarriage.

Contoh hasil PPU yang dituliskan


ke dalam form PPU →

55
Program Pemeriksaan Undercarriage (PPU)

UNDERCARRIAGE
WEAR MEASUREMENT

D375A-5
D375A-5 DZ359
DZ333
Tipe Unit : D375A-5
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA No Unit : DZ333
Serial Number : 19999
SITE :

A. Link Pitch
LH side

Date 13-Jan 21-Des 31-Jan 27-Mar 18-Mei 22-Jun 17-Jul 13-Jan 25-Mar 24-Apr 25-Mei 29-Jun 7-Agust 31-Jan 27-Mar 18-Mei 22-Jun 17-Jul

HM 4260 12812 13323 13908 14392 14690 14912 4260 4520 4954 5431 5862 6450 13323 13908 14392 14690 14912

HM Install 0 6255 6255 13650 13650 13650 13650 0 0 0 6255 13650 13650 13650 13650

NO Std New Limit Life Time 4260 6557 7068 258 742 1040 1262 0 0 0 4260 4520 4954 5431 5862 6450 7068 258 742 1040 1262 0 0

1 1121,2 1133,2

Data hasil PPU dikumpulkan 2


REMAKS
Worn % 69% 77% 82% 2% 15% 19% 27% 73% 23% 32% 40% 46% 51% 90% 2% 15% 21% 32%

Track Elongation LH Track Elongation RH

kemudian dibuatkan grafik trend- 100%


80%
60%
77% 82% 100%
80%
60% 32% 40% 46% 51%
90%

32%

Length

Length
27% 23% 21%
40% 15% 19% 40% 15%
20% 2% 20% 2%

nya, 0%
-20%
4260 12812 13323 13908 14392

Hour Meter
14690 14912
0%
-20%
4260 4520 4954 5431 5862 6450 13323

Hour Meter
13908 14392 14690 14912

LH side RH Side

seperti pada gambar di samping →


No Date 13-Jan 21-Des 31-Jan 27-Mar 18-Mei 22-Jun 17-Jul 13-Jan 25-Mar 24-Apr 25-Mei 29-Jun 7-Agust 31-Jan 27-Mar 18-Mei 22-Jun 17-Jul

Std New Limits HM 4260 12812 13323 13908 14392 14690 14912 4260 4520 4954 5431 5862 6450 13323 13908 14392 14690 14912

HM Install 0 6255 6255 13650 13650 13650 13650 0 0 0 6255 13650 13650 13650 13650 0

Life Time 4260 6557 7068 258 742 1040 1262 0 0 0 4260 4520 4954 5431 5862 6450 7068 258 742 1040 1262 0 0 0

1 56 43
2 Worn % 48% 72% 79% 3% 7% 16% 25% 46% 3% 11% 19% 23% 33% 81% 4% 8% 13% 28%

Link Height LH Link Height RH

100% 79% 100% 81%


72%
80% 80%

Length

Length
60% 60% 33%
25% 23% 28%
40% 16% 40% 19% 13%
7% 11% 4% 8%
20% 3% 20% 3%
0% 0%
4260 12812 13323 13908 14392 14690 14912 4260 4520 4954 5431 5862 6450 13323 13908 14392 14690 14912

HM Meter HM Meter

LH Side RH Side
200% 200%
0% Date 13-Jan 21-Des 31-Jan 27-Mar 18-Mei 22-Jun 17-Jul 13-Jan 25-Mar
0% 24-Apr 25-Mei 29-Jun 7-Agust 31-Jan 27-Mar 18-Mei 22-Jun 17-Jul
1 1
No Std New Limits HM 4260 12812 13323 13908 14392 14690 14912 4260 4520 4954 5431 5862 6450 13323 13908 14392 14690 14912

HM Install 0 6255 6255 13650 13650 13650 13650 0 0 0 6255 13650 13650 13650 13650 0

Life Time 4260 6557 7068 258 742 1040 1262 0 0 0 4260 4520 4954 5431 5862 6450 7068 258 742 1040 1262 0 0 0

1,0 75,0 50,0


2 Worn % 90% 105% 116% 8% 19% 26% 29% 98% 14% 25% 35% 43% 68% 119% 9% 16% 27% 28%

Grouser Shoe LH Grouser Shoe RH

Dibuatkan rekomendasi 119%


140% 116% 140%
120% 105%
120%
100% 100%
68%
Length

Length
80% 80%
60% 60% 43%
29% 35% 27% 28%
40% 19% 26% 40% 25%
14% 16%

dari Trend PPU yang


8% 9%
20% 20%
0% 0%
4260 12812 13323 13908 14392 14690 14912 4260 4520 4954 5431 5862 6450 13323 13908 14392 14690 14912

HM Meter HM Meter

diperoleh No Std New Limits Date


HM

HM Install
13-Jan

4260

0
21-Des

12812

6255
31-Jan 27-Mar
13323

6255
13908

13650
LH Side
18-Mei

14392

13650
22-Jun

14690

13650
17-Jul

14912

13650 0
13-Jan

4260

0
25-Mar

4520

0
24-Apr

4954
25-Mei

5431
29-Jun 7-Agust
5862 6450
RH Side
31-Jan 27-Mar
13323

6255
13908

13650
18-Mei

14392

13650
22-Jun

14690

13650
17-Jul

14912

13650 0

➔ Prepare for follow up action


Life Time 4260 6557 7068 258 742 1040 1262 0 0 0 4260 4520 4954 5431 5862 6450 7068 258 742 1040 1262 0 0 0

1 67,6 57,6

2 Worn % 130% 77% 123% 10% 39% 54% 61% 130% 10% 26% 42% 58% 75% 134% 11% 33% 50% 60%

Carrier Roller LH 1 Carrier Roller RH 1


123% 134%
150% 150%
77% 75%

Lenght
100% 61% 100%
Lenght

54% 58% 50% 60%


39% 42% 33%
26%

56
50% 10% 50% 10% 11%
0% 0%
4260 12812 13323 13908 14392 14690 14912 4260 4520 4954 5431 5862 6450 13323 13908 14392 14690 14912

HM Meter HM Meter
Program Pemeriksaan Undercarriage (PPU)

Alir Proses Program Pemeriksaan Undercarriage

Membuat work
Adanya jadwal order dan Menyiapkan tools Melakukan Memeriksa hasil Melebihi batas Yes Perlu segera No Backlog
PPU menyiapkan PPU pengukuran pengukuran standard ? diganti ? Management
standard formulir
Form PPU
Form PPU Form PPU
No Yes

Membuat report
Membuat report Melakukan
bulanan Proses WR / PR
PPU pergantian
performance PPU

57
Program Pemeriksaan Attachment (PPA)

Definisi
Adalah salah satu program perawatan equipment yang dilakukan secara
berkala (sesuai HM) yang di-integrasikan dengan Program Periodik Service (
PS ) dengan interval setiap 250 HM dengan melakukan visual check,
pengukuran sesuai check list dan diagnostik serta pelaksanaan minor repair,
reinforcement dan adjustment terhadap attachment, untuk kondisi abnormal
(tidak sesuai standar) yang sifatnya mendesak serta pembuatan Schedule
Backlog, yang ditujukan untuk mempertahankan performance unit sesuai
dengan standar.

58
Program Pemeriksaan Attachment (PPA)

Kebijakan
• Program Perawatan Attachment dilaksanakan bersama-sama dengan
pelaksanaan program Periodic Service sehingga tidak memerlukan waktu
khusus untuk pelaksanaan PPA.
• Pelaksanaan PPA dilakukan oleh senior Welder yang telah berpengalaman
dalam melaksanakan tugas perawatan bucket dan work attachment lainnya.
• Apabila PIC pelaksana PPA berhalangan maka PIC dapat digantikan oleh
mechanic yang berkompeten dan mengetahui tentang proses Perawatan
Attachment.
• Plant site bertanggung jawab untuk melakukan kalibrasi diagnostic tools &
Equipment yang dipergunakan untuk pelaksanaan Program
Perawatan Attachment dan Rekondisi bucket/working attachment
lainnya, dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun atau sesuai
rekomendasi pembuat peralatan tersebut yang tercantum pada buku petunjuk
pemakaian alat atau lainnya.
• Group Leader bertanggung jawab atas pengendalian kualitas pekerjaan
selama proses Program Pemeriksaan Mesin.

59
Program Pemeriksaan Attachment (PPA)
Form No. : PLD/F-,,,

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA Eq. Number


MINING CONTRACTOR
Bucket Number

Inspection Period

EXCAVATOR BUCKET Date of Inspection

BODY - BUSHING - TEETH WEAR Hour meter

Check sheet PPA ( Bucket ). Periodical Inspection


CONDITION
Inspector

NO DESCRIPTION REMARK
STANDARD ACTUAL MARK

PPA harus dengan pengukuran,


1 BUCKET TOOTH Check :Lost,crack, wear & damage
2 LOCK, BUCKET TOOTH

G 3 TOOTH ADAPTER

sehingga pengisian check sheet E


T
4
5
6
TOPLOK
BASE EDGE
WING SHROUD

tidak hanya tanda V atau X saja, 7 HEEL SHROUD

A. Bucket Skin

8 INNER WEAR PLATES


Check :Lost,crack, wear & damage

namun dengan mencantumkan 9


10
BUCKET SKIN
OUTER WEAR PLATES
B. Right Section

angkanya. B
O
11
12
INNER WEAR PLATES
OUTER WEAR PLATES

D 13 SIDE PLATE

Y 14 SIDE CUTTER
C. Left Section
15 INNER WEAR PLATES
16 OUTER WEAR PLATES
17 SIDE PLATE
18 SIDE CUTTER

D. Bracket Structure Check :Lost,crack, wear & damage

B 19 PLATE, BRACKET MOUNTING

R 20 TOP BOX

Buat Trend PPA A


C
K
E. Bracket
21 FLANGE & BUSHING LINK BRACKET

E 22 FLANGE & BUSHING ARM BRACKET

➔ Proses Review & Analisa hasil F. Bucket Mounting Pin Check :Leaks, loose, scratch & damage
23 PIN, BUCKET
24 PIN COVER & SEAL
L 25 BOLT & WASHER
I
G. Bucket Link
N
K 26 FLANGE LINK TO BUCKET CYLINDER
, 27 BUSHING LINK TO BUCKET CYLINDER
28 FLANGE LINK TO BUCKET ROD
P
I 29 BUSHING LINK TO BUCKET ROD
N H. Bucket Cyl Pin
,
30 PIN, LINK TO BUCKET CYL

Buat L
O
C
31
32
PIN COVER & SEAL
BOLT & WASHER
I. Bucket Link Pin

Rekomendasi
K
33 PIN, LINK TO BUCKET
34 PIN COVER & SEAL
35 BOLT & WASHER

60 ➔ Prepare tools, parts & schedule repair Acknowledge by Group Leader & Signature

Note : Mark the shape on the check sheet below --> V = Good, X = Bad, X = Corrective Action has been taken Revisi : 0
Dilakukan dengan pengukuran

Dilakukan dengan visual check

61
Program Pemeriksaan Attachment (PPA)

Alir Proses Program Pemeriksaan Attachment

Membuat work
Yes No
Adanya jadwal order dan Menyiapkan tools Melakukan Memeriksa hasil Melebihi batas Perlu segera Backlog
PPU menyiapkan PPA pengukuran pengukuran standard ? diganti ? Management
standard formulir
Form PPA
Form PPA Form PPA
No Yes

Membuat report
Membuat report Melakukan
bulanan Proses WR / PR
PPA pergantian
performance PPA

Plant System Development 2009

62
Midlife Overhaul

Definisi
Midlife overhaul adalah suatu Rebuild / replacement berkala atas komponen kecil /
asesoris dengan dasar setengah standar umur komponen besar / engine (6000 operating
hrs/tergantung dari hystory Komponen) atau, berdasarkan Daily Inspection dan
Maintenance Base On Condition yang mana tujuan utamanya adalah mencegah
terjadinya kerusakan pada equipment akibat penurunan normal performance komponen
kecil (minor component).
Minor component yang dilakukan aktivitas midlife adalah sebagai berikut :
• Alternator
• Starting motor
• Nozzle
• Compressor
• Turbocharge Midlife Alternator
• Water Pump
Midlife Starting Midlife Compressor
Motor
Midlife
Turbocharge
Midlife nozzle

Midlife Water pump

63
Overhaul
Definisi
Overhaul adalah proses pemeliharaan berjangka (Periodical Maintenance) untuk
meremajakan kondisi komponen yang mengalami penurunan unjuk kerja dalam kurun
waktu tertentu yang sudah dijadwalkan sesuai dengan standard yang
direkomendasikan oleh pabrik atau standard yang dibuat oleh management
Perusahaan.

Dalam program overhaul, dikenal beberapa istilah :


•Master Plan Overhaul adalah rencana komponen Overhaul dalam satu tahun kedepan
berdasarkan standar umur komponen dan Service Meter Reading (Service Meter
Reading) yang di susun pada akhir bulan Oktober tahun berjalan.
•Overhaul bulan berjalan (N0) adalah overhaul yang terjadi pada bulan berjalan.
•Fix Schedule Overhaul untuk satu bulan kedepan (N1) adalah overhaul yang
direncanakan jatuh tempo pada satu bulan kedepan.
•Tentative schedule overhaul dua bulan (N2) dan tiga bulan (N3) adalah overhaul yang
direncanakan jatuh tempo pada dua dan tiga bulan kedepan.
•Component Stock Item adalah component yang statusnya inventory asset yang
disediakan untuk mendukung pelaksanaan program component exchange.

64
Preventive Maintenance
Overhaul
Overhaul adalah proses pemeliharaan berkala (Periodical Maintenance) untuk meremajakan kondisi komponen
yang mengalami penurunan unjuk kerja dalam kurun waktu tertentu yang sudah dijadwalkan sesuai standard
yang direkomendasikan oleh pabrik atau standard yang dibuat oleh management Perusahaan

Dalam program overhaul, dikenal beberapa istilah :


a) Master Plan Overhaul adalah rencana komponen overhaul dalam satu tahun kedepan berdasarkan standard
umur komponen dan Service Meter Reading yang disusun pada akhir bulan Oktober tahun berjalan.
b) Overhaul bulan berjalan (N0) adalah overhaul yang terjadi pada bulan berjalan.
c) Fix Schedule Overhaul dua bulan (N1) dan tiga bulan (N2) adalah overhaul yang direncanakan jatuh tempo
pada dua dan tiga bulan kedepan.
d) Component Stock Item adalah component yang statusnya inventory asset yang disediakan untuk
mendukung pelaksanaan program compoenent exchange.

Beberapa dokumen yang wajib ada pada saat pelaksanaan aktivitas overhaul, yaitu :
1. QA (Quality Assurance), dimana ada 7 macam QA, yaitu :
a) QA1 : Receiving
b) QA2 : Disassembling
c) QA3 : Perfomance Test
d) QA4 : Assembling
e) QA5 : Measurement
f) QA6 : Cleaning
g) QA7 : Final check
2. JSS (Job Schedule Sheet)
3. Check sheet, Job card, LWO, LKM, Daily aktivities Report
4. Data pendukung yang lain, seperti SOP, Shop Manual, dll.
Lengkapai data awal equipment :
1. Machine : model, sn, code unit.
2. Engine : s/n, HM

Dokumen Overhaul
Beberapa dokumen yang
wajib ada pada saat
pelaksanaan aktivitas
overhaul, yaitu : Tuliskan
tanggal,
serta shift
1. QA (Quality Assurance ) berapa Tuliskan semua aktivitas atau pengerjaan
aktivitas overhaul yang dilakukan.
2. JSS (Job Schedule Sheet) tersebut
dilakukan
3. Check Sheet, Job card, LWO,
LKM, Daily Activities Reports Tuliskan duration time (waktu start & finish )
dari masing-masing aktivitas atau pengerjaan
overhaul yang dilakukan.
4. Data pendukung yang lain,
seperti SOP, Shop Manual, Tuliskan PIC / mekanik
dll. yang terlibat dalam
pelaksanaan masing-
masing aktivitas overhaul,
supaya mempermudah
melakukan klarifikasi
pekerjaan / final checkn
nantinya.

66
FINISH

Perbedaan tersebut dinamakan delay → harus dituliskan


sejajar di kolom remark, penyebab delay yang terjadi.

Untuk garis hitam, merupakan target lead time pengerjaan yang harus
dicapai. → Perlu perencanaan yang baik & koordinasi antara Plant &
logistic.
Untuk garis hitam harus sudah dibuat sebelum program overhaul
dilaksanakan
Sedangkan garis merah, adalah hasil actual yang sudah dilakukan. →
progress harian overhaul / R&I.
Untuk garis merah dilakukan up date per pergantian shift mekanik.

START

Daftar man power


yang di plan
untuk aktivitas
Ovh / R&I. Plant System Development 2009
67
Overhaul

Alir Proses Overhaul

Adanya No
Penerimaan Disassembly dan Cleaning parts Proses Parts masih
component Proses WR / PR
component pengukuran dan storage pemeriksaan parts bisa dipakai
overhaul

Form QA1 Form QA5


Yes

Finishing & Assembly


Performance test Proses assembly
repainting preparation

Form QA3 Form QA4

68
Unscheduled Breakdown
Definisi
Adalah kerusakan yang tidak terencana pada saat equipment sedang atau akan
beroperasi

Ruang Lingkup
SOP ini digunakan sebagai pedoman dalam menangani equipment yang
mengalami unschedule breakdown, dimulai dari adanya informasi equipment
mengalami unschedule breakdown, proses pembuatan work order oleh CCR,
pemeriksaan kerusakan equipment, permintaan material, proses perbaikan
kerusakan, , proses final check, proses ground test equipment yang telah
selesai direpair, pencatatan historical trouble equipment yang mengalami
unschedule breakdown ke dalam work order, pengisian lembar kerja mekanik
oleh mekanik sampai dengan equipment diinformasikan sudah Ready For Use.

Kebijakan
• Unit yang break down unschedule di lapangan yang dan mengganggu aktivitas
operasi (Produksi) dan berada dalam kondisi dan lokasi yang tidak aman semaksimal
mungkin diusahakan untuk ditarik ke tempat yang aman.

69
Unscheduled Breakdown
Kebijakan
• Kriteria unit break down yang harus ditarik ke workshop adalah:
a. Posisi unit yang break down mengganggu aktivitas operasi (produksi).
b. Untuk proses perbaikan (repair) membutuhkan fasilitas /tools yang
spesifik dan atau waktu perbaikan yang cukup lama.
• Unit yang break down di lapangan (Pit), merupakan prioritas pertama
yang harus segera dilakukan proses perbaikan (repair).
• Breakdown unscheduled mulai berlaku setelah laporan diterima oleh petugas
CCR dan
harus dibuatkan work ordernya dan diinformasikan ke Plant saat informasi
diterima
oleh petugas CCR.
• Work order yang telah terlanjur dibuat oleh CCR tetapi setelah dicek oleh
mekanik ternyata equipment tidak mengalami kerusakan hal ini disebabkan
karena ketidaktahuan operator terhadap system equipment maka work order
tersebut bisa didelete atau dimodify oleh CCR dengan persetujuan pihak
plant dan produksi operator atau GL produksi, dan Monitor Control Section.
• Permintaan material request harus mengacu pada nomor work order
yang sesuai.
• Group Leader bertanggung jawab atas pengendalian kualitas pekerjaan
selama proses perbaikan Unscheduled Breakdown.
70
Unscheduled Breakdown

Alir Proses Unschedule Breakdown

Adanya Menerima informasi Yes No


Informasi Membuat work Bisa dikerjakan
unscheduled breakdown dan B/D di field ?
breakdown order menentukan mekanik di field ?
breakdown

No Yes

No Sparepart Melakukan No Butuh Tarik unit ke posisi


Analisa kerusakan
tersisa ? perbaikan sparepart ? aman

Yes Yes

Proses Return
Proses WR / PR MOL
Requisition

Ground test Buat Report RFU

71
Component Exchange
Definisi
Adalah suatu program yang melaksanakan tukar komponen antara komponen
yang telah disiapkan sebelumnya dengan komponen yang ada di unit.

Ruang Lingkup
SOP ini digunakan untuk proses pelaksanaan program Component Exchange
(terutama untuk Schedule Overhaul), yaitu dimulai dari permintaan komponen
untuk program Component Exchange sampai dengan selesainya proses
perbaikan (overhaul) komponen bekas (core component) - nya. Adapun ruang
lingkupnya untuk di Head Office adalah Plant Administration Dept.,
Procurement Dept., Logistic Dept., dan Accounting Dept., serta di job site
(distrik) meliputi Comex Dept., Plant Dept. dan Logistic Dept.

72
Component Exchange
Kebijakan
• Component Exchange section sekaligus PIC Asset Comex bertanggung
jawab terhadap keberadaan, pengendalian dan pergerakan comex yang ada
di seluruh distrik.
• PIC Asset Comex bertanggung jawab terhadap pengadaan comex, baik
melalui pembelian baru, bekas, atau melalui pemanfaatan komponen bekas
eks Disposal Equipment.
• Overhaul Comex harus dilakukan di Comex Department, atau dapat
dilakukan di workshop lain, tetapi dikendalikan oleh Comex Dept.. Dalam
kondisi tertentu Comex Dept. juga dapat melakukan overhaul komponen di
luar kategori Comex.
• Biaya overhaul komponen yang terdiri dari spare parts, fabrikasi, dan
consummable goods dibebankan kepada pemakai komponen, sedangkan
biaya di luar itu yang berupa jasa overhaul (man power cost) dibebankan
kepada Comex Dept.

73
Component Exchange

1) Internal Exchange Process


Proses pertukaran component antara Site dengan Comex.

2) External Exchange Process (PTA)


Proses pertukaran component antara site dengan supplier (PTA) dan
pelaksanaannya dikontrol oleh Comex Section.
Pelaksanaan PTA ini dilakukan karena tidak adanya stock Comex.

3) Normal Overhaul By Comex Shop


Proses pelaksanaan overhaul component yang dilakukan oleh Comex
Shop dan setelah ready for use (RFU) akan menjadi stock inventory
Comex.

4) Normal Overhaul By Supplier


Proses pelaksanaan overhaul component yang dilakukan oleh Supplier
dan setelah ready for use (RFU) akan menjadi stock inventory Comex.

74
Fabrikasi

Definisi
Adalah suatu proses pembuatan, perbaikan atau rekondisi komponen ataupun
equipment yang membutuhkan pengerjaan pemotongan, pengelasan dan
permesinan.

Ruang Lingkup
SOP ini digunakan untuk mengatur mekanisme pelaksanaan fabrikasi equipment,
dimulai dari adanya permintaan fabrikasi, membuat formulir permintaan fabrikasi,
proses fabrikasi, hingga proses fabrikasi selesai dan diserahkan ke mekanik
kembali.
Adapaun ruang lingkupnya meliputi Plant Department dan Logistic Department.

Kebijakan
• Setiap komponen atau item yang akan difabrikasi, harus dianalisa dahulu
sebelumnya apakah memang masih layak untuk dilakukan fabrikasi.
• Komponen atau item yang akan difabrikasi harus ditempatkan pada lokasi yang telah
ditentukan sebelum dikirim ke workshop fabrikasi ataupun supplier.

75
Fabrikasi
Kebijakan
• Komponen atau item yang telah selesai difabrikasi, harus diperiksa
kembali oleh mekanik ataupun group leader untuk memastikan apakah
hasil fabrikasi sesuai dengan permintaan yang tertera pada Form
Permintaan Fabrikasi.
• Group Leader bertanggung jawab atas pengendalian kualitas pekerjaan
selama proses Fabrikasi.

Form permintaan Fabrikasi →

76
Cara pengisian Form Permintaan Fabrikasi adalah sebagai berikut :

Model : Model equipment


yang bersangkutan
Code : code number
Number equipment yang
bersangkutan
Work : jenis pekerjaannya
Date : tanggal
No : no urut
Uraian : uraian pekerjaan
yang diinginkan
Qty : jumlah produk yang
diharapkan
Remarks : keterangan / data
pendukung
Gambar : diisi gambar sesuai
dengan pekerjaan
yang diharapkan
Completed : diisi oleh pihak
estimation fabrikasi → estimasi
lead time (day) atau
estimasi tanggal
selesainya pekerjaan
fabrikasi (date).
tanda tangan : Kolom tanda tangan
dari pihak-pihak
terkait.

77
Fabrikasi

Alir Proses Fabrikasi

Membuat form Yes


Adanya kebutuhan Membuat work Butuh material
permintaan Internal ?
fabrikasi order ?
fabrikasi
Form FR
Form FR 2
Form FR 1
No
No

Yes Melakukan
Menerima Sesuai
fabrikasi sesuai Membuat PR Membuat WR / PR
komponen permintaan ?
permintaan

78
Element 7
Performance Measurement

Definisi

Adalah pengukuran terhadap performance baik ketepatan dalam pembuatan


planning (Maintenance Planning Accuracy), pencapaian Performance Availability
(PA) equipment, Performance Reliability (MTBF) maupun performance dari para
mekaniknya (MTTR) serta KPI.
.
1. Achievement program maintenance

Yaitu : Prosentase yang menunjukkan perbandingan antara program maintenance yang


dilakukan sesuai schedule dengan rencana schedule yang telah ditetapkan.

Program maintenance yang dimaksud diantaranya adalah :


✓Program PS
✓Program PAP
✓Program PPM
✓Program PPU
✓Program PPA (PPB)
✓Midlife
✓Overhaul

Rumus Achievement program maintenance :

Jml Prog Maintenance yg terlaksana


X 100 % = ......%
Jml Prog Maintenance yg ditetapkan
PROGRAM MAINTENANCE

PS ( Periodic Service )
Yaitu : Program perawatan equipment yang dilakukan berkala sesuai HM

PAP ( Program Analisa Pelumas )


Yaitu : Program perawatan predictive maintenance melalui analisa kondisi pelumas yang dilakukan secara berkala

PPM ( Program Pemeriksaan Mesin )


Yaitu : Program perawatan dengan melakukan pengukuran dan diagnostik serta pelaksanaan minor repair dan adjustment

PPU ( Program Pemeriksaan Undercarriage )


Yaitu : Program perawatan dengan melakukan pengukuran terhadap komponen undercarriage untuk mengetahui tingkat
keausan komponen

PPA ( Program Pemeriksaan Attachment )


Yaitu : Program perawatan equipment dengan melakukan visual check, pelaksanaan minor repair terhadap attachment.

MIDLIFE
Yaitu : Suatu Rebuild/replacement berkala atas komponen kecil/accessories dengan dasar setengah standar umur komponen
engine.

OVERHAUL
Yaitu : Proses pemeliharaan berjangka untuk meremajakan kondisi komponen yang mengalami penurunan performance kerja
dalam kurun waktu tertentu
Exercise :

Pada Awal bulan November 2013 Workshop BRE menjadwalkan maintenance


untuk unit HD 465 sebanyak 62 kali. Pada akhir November 2013 ternyata hanya
48 unit yang masuk workshop untuk dimaintenance. Berapa achievement
program maintenance bulan November 2013 di workshop BRE ?
2. PA (Physical Availability)

Yaitu : Angka yang menunjukkan seberapa besar


prosentase tingkat kesiapan alat untuk operasi

Rumus :

ƩMOHH – ( R & M Time)


PA = X 100 % = ......%
ƩMOHH
Exercise :

Dari tanggal 1-12 November 2013, Unit DT 2513 jam kerjanya tercapai 135 jam,
mengalami 4 x BS dengan total waktu 15 jam dan mengalami 2 x BUS dengan total
waktu 18 jam. Hitunglah berapa PA untuk unit DT 2513 tersebut ?
3. MTBF (Mean Time Between Failure)

Tingkat kepercayaan terhadap alat dalam memenuhi tujuan yang


diharapkan, yg dihitung dari berapa jam rata-rata alat tidak terjadi
kerusakan/tidak timbul WO Unschedule, dengan mengacu kerusakan
pada suatu komponen

RUMUS :

Ʃ Total Jam Operasi (WH)


MTBF = = ...... Jam
Ʃ Total Frekuensi Breakdown Unschedule
Exercise :

Dari tanggal 1-10 November 2013, Unit EX 2007 jam kerjanya tercapai 147 jam,
mengalami 2 x BUS dengan total waktu 11 jam dan telah melaksanakan 3 x
service dengan total waktu 12 jam. Bila diketahui MOHH 240 jam. Hitunglah
berapa MTBF untuk unit EX 2007 tersebut ?
4. MTTR (Mean Time To Repair)

Menunjukkan lama waktu rata-rata penanganan repair yang tidak terjadwal


terhadap suatu alat

RUMUS :

Ʃ Total Waktu Unschedule Breakdown


MTTR = = ......Jam
Ʃ Total Frekuensi Unschedule Breakdown
Exercise :
Dari tanggal 1-10 November 2013, Unit DT 2747 jam kerjanya tercapai 159 jam,
mengalami 2 x BUS dengan total waktu 19 jam dan telah melaksanakan 3 x
service dengan total waktu 12 jam. Bila diketahui MOHH 240 jam. Hitunglah
berapa MA untuk unit DT 2747 tersebut ?
5. Achievement Redo PS

Presentase yg menunjukkan perbandingan pelaksanaan service equipment yang


gagal (diulang) dengan pelaksanaan seluruh service equipment

ReDo PS : kerusakan yg tidak terencana yg terjadi dalam waktu maksimal 3 hari (72
jam) setelah unit RFU dari program Periodic Service

RUMUS REDO PS :

Ʃ REDO Service
X 100 % = ......%
Ʃ Service yang dilaksanakan
Exercise :

Dari tanggal 1-10 November 2013, Unit DT 2747 jam kerjanya tercapai 159 jam,
melaksanakan 2 x BS dengan total waktu 10 jam dan mengalami 2 x BUS
dengan total waktu 6 jam. Detail untuk aktivitas unit seperti tabel di bawah.
Bila diketahui MOHH 240 jam. Hitunglah berapa REDO PS untuk unit DT 2747
tersebut ?

Day B/D Sch B/D USC


1 4
2
3
4 3
5
6
7
8
9
10 6 3
6. MA (Machine Availability )

Yaitu Presentase perbandingan unit operasi dengan lamanya breakdown

RUMUS :

Ʃ Total Jam Operasi (WH)


MA = X 100% = %
Ʃ Total Jam Operasi (WH) + R & M Time
7. MTBS (Mean Time Between Shutdown)

Tingkat Kepercayaan terhadap alat dalam memenuhi Tujuan yang


diharapkan, yang dihitung dari jam rata2 alat tidak dilakukan aktivitas
maintenance, baik schedule maupun unschedule

RUMUS :

Ʃ Jam Operasi
MTBS = = ..... Jam
Frekuensi BS + frekuensi BUS
8. Respon Time

Waktu rata-rata mekanik sampai di lokasi equipment, untuk memperbaiki


equipment yang dilaporkan mengalami kerusakan, dihitung mulai diterimanya
informasi breakdown dari CCR s.d tiba di lokasi

RUMUS :

Ʃ (Jam sampai lokasi – jam terima informasi)


= ...... Jam
Ʃ informasi yang diterima
9. Aging WO Closing

Yaitu : Angka yang menunjukkan prosentase pencapaian WO yang


ditutup sesuai kriteria. Perhitungan WO yang ditutup berdasarkan
waktu dimana pekerjaan selesai.

RUMUS :

Ʃ Jumlah WO yang sudah ditutup


X 100 % = ......%
Ʃ Jumlah WO yang dibuat dan aktivitas sudah RFU
10. Mechanic Effective Working Hours

Prosentase yg menunjukkan perbandingan antara jumlah kerja efektif


mekanik dengan jumlah jam yg tersedia

RUMUS :

Ʃ Total jam Kerja Efektif Mekanik


= ..... Jam/Hari
Ʃ Hari Kerja Mekanik Yang Tersedia
11. Achievement Backlog

Angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah WO Backlog


yang terlaksana dengan WO Backlog direncanakan

RUMUS :

Ʃ WO Backlog yang Tereksekusi


X 100% = ..... %
Ʃ WO Backlog Yang Direncanakan
12. R & M Cost

Angka yang menunjukkan total biaya R & M yg dikeluarkan per jam, per EGI

RUMUS :

Ʃ Total Biaya Repair & Maintenance


= ..... $/Jam/EGI
Ʃ Total Working Hour
13. Oil Consumption

Angka yang menunjukkan jumlah pemakaian oli dalam liter selama 1 jam
operasi dari suatu equipment berdasarkan EGI-nya

RUMUS :

Ʃ Jumlah Pemakaian Oli


= ..... Liter/Jam/EGI
Ʃ Total Working Hour
14. % COR ( Cost Of Revenue )

Persentase besarnya R & M Cost actual dibandingkan dengan revenue

RUMUS :

Ʃ R & M Cost Actual


X 100% = ..... %
Ʃ Revenue
15. % COB ( Cost Of Budget )

Persentase besarnya R & M Cost actual dengan R & M Cost Budget

RUMUS :

Ʃ R & M Cost Actual


X 100% = ..... %
Ʃ R & M Cost Budget
16. % Breakdown Unschedule (duration)

Angka yg menunjukkan perbandingan antara besarnya jumlah jam breakdown


equipment yang tidak terjadwal dengan jumlah total jam breakdown
equipment

RUMUS :

Ʃ Jam Non Schedule Maintenance


X 100% = ..... %
Ʃ Total Jam Maintenance
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai