OPTIMALISASI INFORMASI KEBENCANAAN
BERBASIS DIGITAL PADA BPBD
KABUPATEN ACEH TENGGARA
NAZMI DESKY, SKM, MAP.
No. Peserta/NDH 16
PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KAJIAN HUKUM ADMINISTRASI
NEGARA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
(PUSLSTBANG KHAN LAN RI)
2022
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur hanya menjadi milik Allah
Optimalisasi Informasi Kebencanaan SWT. Hanya atas limpahan karunia-Nya Penulis
Berbasis Digital Pada BPBD Kabupaten sebagai Project Leader pada Pendidikan
Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan
Aceh Tenggara XVII Tahun 2022 dapat menyelesaikan tugas akhir
Proyek Perubahan yang berjudul Optimalisasi
Informasi Kebencanaan Berbasis Digital pada
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara untuk jangka
Mhd. Ridwan, SE,[Link] pendek ini dapat diselesaikan tepat waktu.
Sekretaris Daerah Kab. Aceh Tenggara Dengan terselesaikannya laporan ini, penulis
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah memberikan bantuan, dukungan dan fasilitasi
dalam penyusunan Laporan Implementasi Proyek
Nazmi Desky, SKM, MAP. Perubahan ini khususnya kepada:
Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian
No. Peserta/NDH 16 Hukum Administrasi Negara Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia (PUSLATBANG KHAN
LAN RI) Bapak Ir. Faizal Adriansyah, [Link], yang
memfasilitasi penyelenggaraan PKN Tingkat II; Bapak
Ir. Abdul Halim, [Link] Drs. H. Raidin Pinim, [Link] dan Bapak Bukhari yang
telah memberi kesempatan penulis untuk mengikuti
PKN Tingkat II, dan sejak tanggal 2 Oktober 2022
sudah purna tugas sebagai Kepala Daerah Kabupaten
Sekretariat & Bidang-Bidang Pada Aceh Tenggara; Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tenggara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bapak Drs. Syakir, [Link]; Bapak Mhd. Ridwan, SE,
Kabupaten Aceh Tenggara [Link], Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
Selaku Mentor yang telah banyak memberikan
dukungan dan arahan; Bapak Ir. Abdul Halim, [Link].
selaku Coach yang telah memberikan ide-ide kreatif,
bimbingan dan arahan dalam penulisan dan Tim
Staf Pelaksana Pada Badan Efektif yang dibentuk untuk mendukung proyek
Penanggulangan Bencana Daerah perubahan.
Kabupaten Aceh Tenggara Penulis menyadari Laporan Implementasi Proyek
Perubahan ini belum sempurna dan masih terdapat
kekurangan, oleh karena itu masukan dan saran untuk
Badan Penanggulangan Bencana Daerah penyempurnaan kami harapkan.
Kabupaten Aceh Tenggara Semoga Implementasi Proyek Perubahan ini
memberikan manfaat bagi Pemerintah Kabupaten
Aceh Tenggara dan khususnya Aparatur Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh
November 2022 Tenggara.
Pendahuluan
Latar Belakang (Burning Platform);
Tujuan & Manfaat Untuk Organisasi
Adaftif;
Output (Keluaran) dan Outcome
(Hasil/Manfaat);
Pelaksanaan
Rencana Proyek Proyek Perubahan
Capaian Tahapan Perubahan;
Perubahan Kepemimpinan Strategis;
Tahapan Perubahan Rencana Implementasi Strategi Marketing
Strategis/Mailstone; (Ketepatan Stakeholder Utama dan
Rencana Strategi Marketing; Strategi Komunikasi;
Rencana Strategi Pengembangan
Kompetensi Dalam Proyek
Perubahan;
Identifikasi Potensi, Kendala dan
Penutup
Solusinya; Kesimpulan
Tata Kelola Proyek Perubahan; Saran
Faktor Kunci Keberhasilan;
Gambaran Daerah
Gambaran Umum Daerah
Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 mengolah dan menyajikan data
Tahun 2007 tentang Penanggulangan kebencanaan tersebut Sehingga lebih
Bencana menyebutkan defenisi bencana praktis, lebih lengkap, lebih cepat dan
adalah peristiwa atau serangkaian mudah untuk disajikan sehingga petugas
peristiwa yang mengancam dan dan masyarakat lebih cepat dan lebih
mengganggu kehidupan dan penghidupan mudah menerima informasi kebencaan,
masyarakat yang disebabkan baik dari Oleh karena itu diperlukan Teknologi
faktor alam dan/atau faktor non alam Informasi seperti media sosisal (Facebook,
maupun faktor manusia sehingga Instagram, WhatsApp, Twitter dan
mengakibatkan timbulnya korban jiwa YouTube) dan media online lainnya seperti
manusia, kerusakan lingkungan, kerugian Website serta Aplikasi yang berbasis
harta benda dan dampak pisikologis. Android.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Adapun manfaat yang diperoleh dari
(BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara di Implementasi Proyek Perubahan adalah
bentuk berdasarkan Qanun Kabupaten Terintegrasinya data kebencanaan dengan
Aceh Tenggara Nomor 11 Tahun 2016 data penyaluran logistik, Memudahkan
tentang Pembentukan Susunan Perangkat untuk mendapatkan jenis dan lokasi
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dan kejadian Bencana, Membuat sosialisasi
dipertegas dengan Peraturan Bupati Aceh dan Peringatan dini melalui media sosial
Tenggara Nomor 26 Tahun 2017 tentang dan Website, Melakukan kajian cepat,
Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas sistem dan manajemen informasi sudah
dan Fungsi serta Tata Kerja Badan terkoordinir dan terintegrasi berbasis digital
Penanggulangan Bencana Daerah dan memudahkan koordinasi dengan
Kabupaten Aceh Tenggara. Stakeholder untuk menetapkan status
Berdasarkan hasil penentuan peringkat isu bencana, serta laporan kejadian bencana
yang diperoleh dengan menggunakan dapat terdokumentasi dengan baik.
metode Analisis ASTRID maka isu tentang Ada 8 (delapan) Milestone jangka pendek
“belum tersedianya data informasi yang dilaksanakan dalam Implementasi
kebencanaan yang lengkap, cepat dan Proyek Perubahan, dimulai dari
terintegrasi” adalah isu yang paling aktual, membentuk Tim Efektif, Membuat MoU
paling relevan dan yang paling dengan Kominfo, Merancang media
memungkinkan untuk dapat diselesaikan, informasi kebencanaan, membuat SK
apabila tidak cepat diatasi oleh Pemerintah Bupati tentang pembentukan Tim
Kabupaten Aceh Tenggara melalui BPBD Pengelola Sistem Informasi Penang-
Kabupaten Aceh Tenggara maka akan gulangan Bencana, melaksanakan
menimbulkan permasalahan data korban Publikasi dan sosialisasi sistem informasi
bencana yang tidak akurat, perencanaan kebencanaan berbasis digital, Menyusun
mitigasi bencana kurang baik dan Rencana kerja dan Anggaran (RKA),
pengurangan resiko bencana kurang Mengoptimalkan website untuk Informasi
Efektif dan Efisien, Informasi kebencanaan Kebencanaan serta melakukan Evaluasi
sangat dibutuhkan dalam hal kegiatan dan Pelaporan, Selain Menyusun Milestone
penanggulangan bencana, saat ini jangka pendek, kami juga Menyusun
informasi kebencanaan tersebut masih Milestone jangka menengah dan Milestone
manual, kurang lengkap dan lambat dalam jangka Panjang yang tercantum didalam
menyajikan data. Untuk itu diperlukan Implementasi Proyek Perubahan ini.
teknologi digital dalam mengumpulkan,
PENDAHULUAN
Berdasarkan Undang-undang Nomor Era digital adalah suatu era yang mana
24 Tahun 2007 tentang Penang- setiap halnya bisa dilakukan dengan
gulangan Bencana menyebutkan mudah dan tanpa ada batasan. Di era
defenisi bencana adalah peristiwa atau modernisasi ini manusia dapat
serangkaian peristiwa yang mendapatkan informasi dengan mudah
mengancam dan mengganggu melalui teknologi informasi digital.
kehidupan dan penghidupan Informasi kebencanaan sangat
masyarakat yang disebabkan baik dari dibutuhkan dalam hal kegiatan
faktor alam dan/atau faktor non alam penanggulangan bencana, saat ini
maupun faktor manusia sehingga informasi kebencanaan tersebut masih
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manual, kurang lengkap dan lambat
manusia, kerusakan lingkungan, dalam menyajikan data. Untuk itu
kerugian harta benda dan dampak diperlukan teknologi digital dalam
pisikologis. mengumpulkan, mengolah dan
menyajikan data kebencanaan tersebut
Sistem informasi kebencanaan Sehingga lebih praktis, lebih lengkap,
merupakan sebuah sistem paduan lebih cepat dan mudah untuk disajikan,
antara prosedur, sumberdaya manusia, Oleh karena itu diperlukan Teknologi
data dan teknologi informasi yang Informasi seperti media sosisal
diorganisasikan untuk mengumpulkan, Facebook, Instagram, WhatsApp,
memproses, menyimpan, dan YouTube, dan Media Online lainnya
menganalisis informasi kebencanaan seperti Website serta aplikasi yang
yang ditujukan untuk mendukung berbasis Android.
proses penanggulangan bencana, baik
pada tahap pra bencana, saat
terjadinya bencana (tanggap darurat)
maupun pasca bencana.
Latar Belakang
Badan Penanggulangan Bencana
Jenis-jenis bencana menurut Undang- Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh
undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Tenggara di bentuk berdasarkan Qanun
penanggulangan bencana yaitu : Kabupaten Aceh Tenggara Nomor 11
1. Bencana alam adalah bencana Tahun 2016 tentang Pembentukan
peristiwa atau serangkaian peristiwa Susunan Perangkat Daerah Kabupaten
yang disebabkan oleh alam antara Aceh Tenggara dan Peraturan Bupati
lain gempa bumi, banjir, kekeringan, Aceh Tenggara Nomor 26 Tahun 2017
angin puting beliung, tanah longsor tentang Kedudukan Susunan
dan lain lain; Organisasi, Tugas dan Fungsi serta
2. Bencana non alam adalah bencana Tata Kerja Badan Penanggulangan
yang diakibatkan oleh peristiwa atau Bencana Daerah Kabupaten Aceh
serangkaian peristiwa non alam Tenggara.
antara lain wabah penyakit seperti
Pandemi Covid-19, Penyakit Mulut
dan Kuku (PMK);
3. Bencana sosial adalah bencana
yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh manusia yang
meliputi konflik sosial, kelompok dan
komunitas masyarakat
Media Informasi Kebencanaan ini, diharapkan pihak-pihak yang
memiliki peranan penting dalam
Media sosial seperti Instagram, Twitter, pengembangannya dan dapat
Facebook, WhatsApp, Youtube, membantu memberikan informasi akan
termasuk Website dan Aplikasi berbasis terjadinya bencana.
Android merupakan sarana yang saat
ini banyak diminati oleh masyarakat Pentingnya dilakukan perubahan dalam
untuk mencari informasi. Namun tidak hal pengelolaan data informasi
semua masyarakat di Aceh Tenggara kebencanaan meliputi penyajian
tertarik dan sadar akan pentingnya informasi lokasi, kejadian bencana,
informasi kebencanaan, seperti di jenis bencana, jumlah penduduk,
wilayah Aceh Tenggara yang potensi jumlah korban jiwa dan detail korban
bencana alamnya cukup besar. Beralih bencana kepada masyarakat disajikan
ke sistem peringatan dini bencana alam secara digitalisasi dan terintegrasi
di Indonesia, saat ini peringatan dini sehingga laporan masyarakat saat
bencana alam di Aceh Tenggara masih terjadi bencana, penyajian informasi
kurang Optimal. Sistem informasi kebencaaan hingga, informasi
kebencanaan di Indonesia khususnya penyaluran logistik tercatat secara
di wilayah Aceh Tenggara masih perlu digitalisasi.
dibenahi lebih lanjut. Di era digitalisasi
Akibat Jika Masalah Tidak
Diselesaikan
Data informasi kebencanaan tidak Manfaat
lengkap dan tidak terpadu; Perencanaan penanggulangan
Tidak dapat melakukan pendataan bencana berbasis data dan
secara baik dan cepat; kajian; Memudahkan untuk
Informasi kebencanaan yang melakukan pendataan korban
diterima oleh masyarakat tidak bencana;
akurat; Memudahkan masyarakat dalam
Perencanaan penanggulangan menerima informasi bencana;
bencana tidak terintegrasi dengan Mitigasi bencana dapat dilakukan
sistem. dengan baik dan tepat sasaran.
Kondisi Yang Diharapkan Solusi
Tersedianya aplikasi pendataan Membangun Tim Efektif dengan
berbasis digital; stakeholder terkait;
Tersedianya sistem peringatan dini Menyusun [Link] kebijakan
bencana berbasis digital; daerah;
Adanya informasi kebencanaan Membangun system yang berbasis
melalui media sosial, Website dan digital;
aplikasi Android; Melakukan pendekatan kepada
Adanya peningkatan kapasitas SDM pimpinan untuk mendukung terhadap
dibidang digital. aksi perubahan.
Target
Jangka Pendek: Tim Efektif dan 2. Pedoman Penggunaan Aplikasi
stakeholder terkait sudah paham Sistem Informasi Kebencanaan
maksud aksi perubahan yang akan (SIK);
dilaksanakan serta Penyelesaian
Regulasi; 3. Qanun Kabupaten Aceh Tenggara
Jangka Menengah: Terbangunnya No 11 tahun 2016 tentang
sistem yang berbasis digital; Pembentukan Susunan Perangkat
Jangka Panjang: Beroperasi secara Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
berkesinambungan dan dapat dan Peraturan Bupati Aceh
digunakan. Tenggara No. 26 Tahun 2017
tentang Kedudukan susunan
Referensi Organisasi Badan Penanggulangan
Ada beberapa acuan yang mendasari Bencana Daerah Kabupaten Aceh
kegiatan Mengoptimalisasi Informasi Tenggara.
Kebencanaan Berbasis Digital pada
Badan Penanggulangan Bencana 4. Website BNPB Tentang informasi
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara Kebencanaan di seluruh wilayah
dapat terlaksana yaitu : Indonesia.
1. Adanya dukungan yang kuat dari
pimpinan daerah Kabupaten Aceh
Tenggara dukungan secara moril
dan materil terhadap kegiatan yang
direncanakan dalam Rancangan
Proyek Perubahan ini.
Tujuan dan Manfaat Untuk
Organsasi Adaptif
Tujuan
Tujuan yang dihasilkan dari rancangan
proyek perubahan Optimalisasi
Informasi Kebencanaan Berbasis 3. Tersedianya Informasi Kebencanaan
Digital pada BPBD Kabupaten Aceh yang mudah di Akses baik melalui
Tenggara adalah: Media Sosial maupun Website resmi
BPBD Kab. Aceh Tenggara bagi
1. Terselenggaranya Tugas Pokok dan Permerintah Kabupaten Aceh
Fungsi BPBD Kab. Aceh Tenggara Tenggara, Stakeholder, dan
sebagaimana tertuang dalam Masyarakat;
Peraturan Bupati Aceh Tenggara
Nomor 26 tahun 2017 tentang 4. Tersedianya Petunjuk Teknis atau
Kedudukan, susunan Organisasi, Petunjuk Pelaksanaan tentang tata
Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja cara pendataan, publikasi,
Badan Penanggulangan Bencana pengendalian dan pemanfaatan
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara; informasi kebencanaan.
2. Terlaksananya Tugas BPBD 5. Tersedianya aplikasi kebencanaan
Kabupaten Aceh Tenggara dalam berbasis android untuk mendukung
menyediakan Informasi aktivitas kebencanaan yang efektif
Kebencanaan secara digital; dan efisien
Manfaat Memudahkan mendapatkan data
lokasi kejadian Bencana;
a. Bagi Peserta Mendapatkan informasi tentang jenis
Adapun Manfaat bagi peserta selaku bencana dan mudah untuk
Kepala Pelaksana BPBD Kab. Aceh melakukan koordinasi dengan dinas
Tenggara dalam pelaksanaan proyek terkait;
perubahan Optimalisasi Informasi Memudahkan pemerintah daerah
Kebencanaan Berbasis Digital pada untuk menetapkan status keadaan
BPBD Kab. Aceh Tenggara, adalah bencana baik tingkat daerah, tingkat
memudahkan peserta dalam provinsi maupun tingkat nasional dan
melaksanakan tugas pokok dan fungsi upaya-upaya apa yang harus
khususnya dalam hal penanggulangan dilakukan untuk meminimalir dampak
bencana dikarenakan sistem dan bencana serta prinsip Pengurangan
manajemen informasi sudah Risiko Bencana;
terkoordinir dan terintegrasi berbasis Pemerintah daerah juga bisa
digital. membuat sosialisasi melalui media
sosial, televisi dan radio untuk
b. Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh mengurangi angka risiko bencana.
Tenggara
Secara umum manfaat dari
terlaksananya Program Optimalisasi
Informasi Kebencanaan Berbasis
Digital bagi Pemerintah Kabupaten
Aceh Tengggara, adalah :
c. Bagi Stakeholder Memudahkan melakukan kajian
cepat dalam melakukan penanganan
Stakeholder yang memanfaatkan bencana;
Program Optimalisasi Informasi Terintegrasinya data kebencanaan
Kebencanaan Berbasis Digital seperti dengan data penyaluran logistik
beberapa Organisasi Perangkat Daerah kepada masyarakat yang terdampak
(OPD), Instansi Vertikal, TNI, Polri, bencana;
PMI, BASARNAS, LSM dan lembaga Membuat dokumentasi pasca
lainnya tentu berharap ada manfaat kejadian bencana;
yang diperoleh dari terlaksananya Memudahkan masyarakat dalam
proyek perubahan tersebut, yaitu: mengakses aplikasi emergency
respons terkait kebencanaan di
Memudahkan stakeholder dalam Kabupaten Aceh Tenggara;
memperoleh dan mempublikasikan
data yang bersumber dari akun
media sosial dan website resmi
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara;
Output (Keluaran) dan Outcome 2. Outcome (Hasil/Manfaat)
(Hasil/Manfaat) Adapun Outcome yang dihasilkan
dalam Rancangan Proyek Perubahan
1. Output (Keluaran) Optimalisasi Informasi Kebencanaan
Output yang dihasilkan dalam Berbasis Digital Pada BPBD Kabupaten
Rancangan Proyek Perubahan Aceh Tenggara Tahun 2022 ini adalah:
Optimalisasi Informasi Kebencanaan Berjalannya Tim Proyek Perubahan;
Berbasis Digital pada BPBD Kabupaten Tersebar luasnya Informasi
Aceh Tenggara Tahun 2022 ini adalah: Kebencanaan pada akun resmi
Terbentuknya Tim Proyek BPBD Kabupaten Aceh Tenggara
Perubahan; baik di Media Sosial maupun
Tersedianya Informasi Kebencanaan Website dan bisa diakses oleh
di akun resmi BPBD Kabupaten Aceh Pemerintah Kabupaten Aceh
Tenggara baik di Media Sosial Tenggara, Stakeholder dan
maupun Website. masyarakat luas.
Ditetapkannya regulasi berupa Surat Regulasi yang dikeluarkan berupa
Keputusan Bupati Aceh Tenggara Surat Keputusan Bupati Aceh
tentang Pembentukan Tim Tenggara tentang Pembentukan Tim
Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaa Sistem Informasi
Penanggulangan Bencana. Peanggulangan Bencana menjadi
Tersedianya aplikasi emergency landasan bagi BPBD Kabupaten
respons terkait kebencanaan di Aceh Tenggara, Stakeholder dan
Kabupaten Aceh Tenggara. masyarakat dalam memperoleh
informasi kebencanaan serta tata
cara pendataan, publikasi,
pengendalian dan pemanfaatan
informasi kebencanaan.
Pemimpin perubahan memiliki 4. Pembentukan Tim Pengelola Sistem
kemampuan mempengaruhi atau Informasi ( Waktu kegiatan diminggu
menggerakan staf dan pemangku ke IV) dengan rencana output
kepentingan (stakeholders) untuk keluaran yaitu Pembuatan SK
terlibat dan mendukung upaya Bupati Tentang Pembentukan Tim
pemerintah. Pencapaian Pelaksanaan Pengelola Sistem Informasi
Proyek Perubahan Jangka Pendek Berbasis Digital.
yaitu: 5. Publikasi Informasi melalui Media
1. Membangun tim Proyek perubahan Sosial dan Website ( Waktu
(Waktu kegiatan diminggu ke I ); kegiatan diminggu ke V) dengan
dengan rencana output keluaran rencana output keluaran yaitu
yaitu Koordinasi dengan mentor; Publikasi dan sosialisasi sistem
Pembentukan Tim Efektif; Distribusi informasi kebencanaan berbasis
tugas anggota; dan Penerbitan SK digital.
Tim Efektip 6. Menyusun Rencana dan Anggaran (
2. Rapat Koordinasi antara BPBD Waktu kegiatan diminggu ke VI)
dengan lintas sektor (Waktu dengan rencana output keluaran
kegiatan diminggu ke II ) dengan yaitu Menyusun Renja Lampiran
rencana output keluaran yaitu RKPD Tahun 2023.
Melaksanakan rapat koordinasi 7. Mengoptimalkan website BPBD
dengan lintas sektor; Membuat draf untuk Informasi Kebencanaan
kesepakatan antara BPBD dengan (Waktu kegiatan diminggu ke VII)
lintas sektor dan Penandatangan dengan rencana output keluaran
kesepakatan dengan lintas sektor. yaitu Kerjasama dengan Kominfo;
3. Merancang media Informasi Memperbaharui Informasi
Kebencanaan (Waktu Kegiatan kebencanaan di Website.
diminggu ke III ) dengan rencana 8. Evaluasi dan Pelaporan (Waktu
output keluaran yaitu Pembuatan kegiatan diminggu ke VII), dengan
akun media sosial untuk informasi rencana output keluaran yaitu rapat
kebencanaan, Pembuatan jadwal Evaluasi Rapat Implementasi
talkshow live streaming tentang Capaian Proyek Perubahan.
Informasi Kebencanaan.
Analisis Ligkungan Strategis
Metode Analisis Lingkungan Strategis
dengan menggunakan Analisis SWOT Rumusan Strategi yang dilakukan:
yaitu: Memanfaatkan peralatan dan
1. Peluang (Opportunity) kendaraan sebagai penunjang dalam
Adanya dukungan dari pemerintah Mitigasi, Pencegahan dan Penanganan
daerah dan pusat serta dukungan dari Tanggap Darurat Bencana.
relawan dan lembaga terkait dan
mengoptimalkan pemanfaatan media Melakukan pelatihan dan peningkatan
sosial, Website dan Aplikasi. kapasitas TRC, Damkar dan
Pusdalops.
2. Ancaman (Threat)
Adanya Interpensi oleh APH, Interpensi Memanfaatkan dukungan dari
LSM dan Wartawan, Kebijakan dari pemerintah pusat, daerah dan relawan
pemerintah yang sering berubah-ubah, untuk melakukan kolaborasi dan
Jaringan internet sering terkendala dan peningkatan SDM di bidang Digitalisasi.
tidak bisa digunakan.
3. Kekuatan (Strength)
Kuantitas SDM yang cukup seperti
TRC, Damkar, Pusdalops, Analis
Kebencanaan dan lain-lain dan
tersedianya sarana dan prasarana yang
memadai.
4. Kelemahan (Weakness)
Kurangnya data Kebencanaan,
Kurangnya Koordinasi dan Kolaborasi
stakeholder, Belum adanya regulasi
dan Rendahnya SDM di bidang Digital.
RENCANA PROYEK 4. Pembuatan SK Bupati Tentang
PERUBAHAN Sistem Informasi Berbasis Digital;
5. Publikasi dan sosialisasi sistem
Tahapan Perubahan Rencana informasi kebencanaan berbasis
Strategi/ Milestone digital;
6. Menyusun Rencana dan Anggaran
Rencana Tahapan Jangka Pendek peningkatan kapasitas SDM dan
1. Membangun Tim Proyek Perubahan pembuatan aplikasi berbasis
dengan rincian kegiatan yaitu Android;
melakukan Koordinasi dengan 7. Mengoptimalkan website BPBD
mentor, Pembentukan Tim Efektif, untuk Informasi Kebencanaan;
Distribusi tugas anggota dan 8. Evaluasi dan Pelaporan;
Penerbitan SK Tim Kerja.
2. Membuat kesepakatan antara BPBD
dengan lintas sektor dengan rincian
kegiatan yaitu Melaksanakan rapat
koordinasi dengan lintas sektor,
Membuat draf kesepakatan antara
BPBD dengan lintas sektor,
Penandatangan kesepakatan
dengan lintas sektor;
3. Merancang media Informasi
Kebencanaan dengan rincian
kegiatan yaitu Pembuatan media
online, media sosial tentang
informasi kebencanaan dan
Pembuatan jadwal talkshow live
streaming tentang Informasi
Kebencanaan;
Rencana Tahapan Jangka Menengah
(Januari s.d Desember 2023)
1. Koordinasi dengan stakeholder
eksternal Tentang Sistem Informasi Rencana Tahapan Jangka Panjang
Kebencanaan Berbasis Digital; (Tahun 2024 s.d Tahun 2025)
2. Pembuatan Aplikasi Sistem
Informasi Kebencanaan Berbasis 1. Penyempurnaan Sistem Informasi
Android; Kebencanaan berbasis digital;
3. Pelatihan Peningkatan Kapasitas 2. Penyempurnaan Aplikasi Sistem
SDM pengelolaan informasi; Informasi Kebencanaan Berbasis
4. Pelatihan kapasitas TRC, DAMKAR Android;
dan PUSDALOPS; 3. Pengurangan Indeks Resiko
5. Penguatan Kapasitas Tim Bencana (IRB);
JITUPASNA dan Mitigasi Bencana 4. Penyusunan Rencana Kontijensi
Kabupaten; Bencana Alam, Bencana Non Alam
6. Pembentukan Forum PRB dan Bencana Sosial;
Kabupaten Aceh Tenggara; 5. Penyampaian Sistem Informasi
7. Penyusunan Dokumen Kajian Kebencanaan Berbasis Digital ke
Resiko Bencana (KRB); Pemerintahan Kute dan masyarakat;
8. Penyusunan Dokumen Rencana 6. Perencanaan Penanggulangan
Penanggulangan Bencana (RPB); Bencana Berbasis Data.
9. Evaluasi dan Pelaporan.
Rencana Strategi Marketing
Identifikasi Stakeholder
Dalam membangun Tim Efektif sebagai
upaya untuk mensukseskan
Rancangan Proyek Perubahan yang
diajukan harus diawali dengan Stakeholer External
pengidentifikasian stakeholder yang Stakeholder eksternal yang dilibatkan
terlibat didalamnya sebagai berikut: dalam proyek perubahan ini adalah
Stakeholer Internal Bupati Aceh Tenggara dan Wakil Bupati
Stakeholder internal yang diberdayakan Aceh Tenggara berperan sebagai
dalam proyek perubahan ini adalah Pembina serta memberi petunjuk juga
Sekretaris BPBD, Para Kepala Bidang arahan, BNPB, BPBA, BMKG,
BPBD, Kasubbag Umum, Analis BAPPEDA, BPKD, Dinas Sosial, Dinas
Kebencanaan, dan Analis Kebakaran Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas
berperan mengolah data serta Pangan, Kominfo dan Basarnas
memberikan arahan. Dari Non ASN berperan sebagai tim koordinasi.
yang dilibatkan antara lain Pusdalops Kecamatan, Pengulu Kute, Tagana,
PB, Admin Website dan Admin Media karang taruna, RAPI, Forum PRB
Sosial yang berperan menginput data. (Pengurangan Resiko Bencana),
Kemudian Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Programer, LSM/Pers dan PMI
Pemadam Kebakaran Berperan berperan sebagai Tim pendukung/Mitra
mengumpulkan data. serta Pelaksana
Pemetaan Stakeholder
Melakukan pemetaan terhadap
stakeholder merupakan langkah yang
sangat penting bagi sebuah organisasi
publik karena akan memberikan
inspirasi tentang bagaimana suatu
organisasi harus bekerja bersama
dengan stakeholder dengan berbagai
tingkat kepentingan dan pengaruh yang
berbeda. Dengan melakukan pemetaan
terhadap stakeholder, sebuah
organisasi dapat memetakan dengan Analisis Stakeholder
jelas tentang posisi stakeholder Setelah dilakukan pengidentifikasian
terhadap program yang akan maka Langkah selanjutnya adalah
dirancang/dijalankan oleh organisasi menganalisis stakeholder berdasarkan
tersebut. Adapun pemetaan stakeholder pengaruh dan kepentingannya
dilakukan melalui pengklasifikasian sebagaimana gambar dibawah ini:
sebagai berikut:
Rencana Strategi Pengembangan menginput data, mengolah data dan
Kompetensi Dalam Proyek menyajikan data serta pengembangan
Perubahan informasi kebencanaan yang lebih
mudah di akses oleh masyarakat.
Pemetaan sikap pengembangan
kompetensi dalam proyek perubahan Identifikasi Potensi, Kendala dan
yaitu Project Leader memahami dan Solusinya
mampu mengidentifikasi kendala dalam Sebagaimana dijelaskan di atas, dalam
pembuatan sistem informasi keben- penyusunan Proyek Perubahan ini
canaan berbasis digital. Penulis melakukan berbagai
Rencana Pengembangan Kompetensi pengukuran dan identifikasi atas
selama peserta Diklat PKN II yaitu berbagai hal yang akan dihadapi pada
pengembangan sistem Informasi tahap implementasi. Mempertim-
kebencanaan yang selama ini masih bangkan berbagai aspek hingga
manual menjadi sistem berbasis digital, menyusun rencana strategis yang
dan mampu menciptakan organisasi dapat dipilih. Dengan harapan Proyek
pembelajaran di instansi yang dipimpin. Perubahan dapat berjalan
sebagaimana perencanaan yang
Rencana pengembangan kompetensi disusun.
untuk tim dan organisasi kerja dan
rencana pengkaderan yaitu
peningkatan kapasitas SDM dibidang
Teknologi informasi dan mampu
menggunakan teknologi dalam
Potensi
Solusi
masalah
• Kurang lengkapnya • Menyediakan secara akurat
informasi data bencana setiap data bencana yang
yang diperoleh; terjadi dan membuat
• Masih rendahnya SDM dokumentasi kebencanaan;
petugas di lapangan • Melakukan pelatihan dan
dalam hal penyelamatan peningkatan kapasitas TRC,
dan mengumpulkan data Damkar dan Pusat
kebencanaan; Pengendali Operasi
• Rendahnya keterlibatan (Pusdalops)
para pihak dalam hal • Melakukan pertemuan dan
penanggulangan koordinasi stakeholder
bencana; internal dan stakeholder
• Sarana prasarana eksternal;
kebencanaan belum • Memfasilitasi sarana
optimal dan sudah tidak prasarana dan peralatan
memadai untuk memudahkan setiap
petugas lapangan dalam
melaksanakan kegiatan
penangguangan bencana;
Tata Kelola Proyek Perubahan sebagaimana dijelaskan pada bab
sebelumnya.
Untuk melaksanakan proyek perubahan
dilakukan berbagai kegiatan yang 1. Mentor
mendukung sehingga proyek Mentor Proyek Perubahan adalah
perubahan yang dilakukan sesuai atasan langsung Project Leader, yaitu
kebutuhan organisasi dan pro- Mhd. Ridwan, SE, [Link] Sekretaris
perubahan. Sebagaimana diketahui Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
bahwa Pusat Pelatihan dan sebagai pembimbing langsung Project
Pengembangan Kajian Hukum Leader (Peserta PKN) dan pendukung
Administrasi Negara (Puslatbang berjalannya proyek perubahan. Adapun
KHAN) Lembaga Administrasi Negara tugas Mentor sebagai berikut:
Republik Indonesia (LAN-RI) pada saat a. Memberi persetujuan pelaksanaan
ini mengenalkan pembelajaran berbasis proyek perubahan;
e-Learning dan Daring (tatap muka), b. Menjadi sumber inspirasi bagi
pembelajaran menekankan peserta peserta PKN dalam penerapan
mampu berinovasi dan melakukan rancangan proyek perubahan;
perubahan. Dengan metode ini c. Memberi masukan untuk
pelaksanaan proyek perubahan mempermudah penerapan
memungkinkan proses membangun rancangan proyek perubahan;
strategi komunikasi yang efektif untuk d. Memonitoring perkembangan
mendukung perubahan yang pelaksanaan Laboratorium
dilaksanakan. Kepemimpinan;
Berdasarkan hal tersebut di atas maka e. Melakukan intervensi bila peserta
kegiatan proyek perubahan mengalami permasalahan dalam
Optimalisasi Informasi Kebencanaan melaksanakan kegiatan-kegiatan
Berbasis Digital Pada Badan selama tahap Latihan
Penanggulangan Bencana Daerah Kepemimpinan;
Kabupaten Aceh Tenggara
dilaksanakan sebagai implementasi dari
tujuan dan lingkup proyek perubahan
2. Project Leader 3. Coach
Project Leader (Peserta PKN) adalah Coach adalah Ir. Abdul Halim, [Link].
Nazmi Desky, SKM.M,AP. Kepala yang membantu Project Leader
Pelaksana Badan Penanggulangan (Peserta PKN) dalam menyusun Proyek
Bencana Daerah Kabupaten Aceh Perubahan. Dalam menjalankan
Tenggara dengan tugas utama tugasnya, Coach/ Pembimbing
menerapkan rancangan perubahan membimbing peserta PKN yang
yang telah dibuat. Mengacu pada menjadi tanggungjawabnya secara
rancangan perubahan, tugas peserta jarak jauh menggunakan Teknologi
PKN sebagai berikut: Informasi. Dalam pelaksanaan proyek
a. Menerapkan milestones/roadmap perubahan, Coach/Pembimbing
sesuai dengan rancangan proyek melakukan tugas sebagai berikut:
perubahan; a. Melakukan monitoring peserta
b. Berkonsultasi dengan coach/ dalam mengkomunikasikan
pembimbing tentang penerapan pelaksanaan kegiatan proyek
rancangan proyek perubahan; perubahannya kepada atasan
c. Berkonsultasi dengan mentor/ langsungnya, bawahannya dan
atasan langsung tentang penerapan stakeholder lainnya selama tahap
rancangan perubahan; Laboratorium Kepemimpinan;
d. Mengajukan dukungan kepada b. Melakukan komunikasi dengan
atasan langsung untuk mendukung mentor/atasan langsung peserta
penerapan Proyek Perubahan; mengenai progress pelaksanaan
e. Mempengaruhi para stakeholder rancangan proyek perubahan;
untuk mendukung penerapan c. Melakukan intervensi bila peserta
proyek perubahan; mengalami permasalahan dalam
f. Mempengaruhi dan mengendalikan melaksanakan kegiatan-kegiatan
bawahan untuk menerapkan proyek selama tahap Laboratorium
perubahan; Kepemimpinan.
g. Menyusun laporan implementasi
Proyek Perubahan.
Faktor Kunci Keberhasilan 360/238/BPBD-MoU/ IX/2022, tang-
Keberhasilan proyek perubahan ini gal 22 September 2022;
ditentukan oleh dukungan seluruh 3) Tersedianya Media Sosial
stakeholders yang terkait untuk Facebook, Instagram, Whatsapp,
implementasi proyek perubahan Twitter dan Youtube sebagai sarana
Optimalisasi Informasi Kebencanaan media informasi kebencanaan;
Berbasis Digital Pada Badan 4) Ditetapkannya SK Bupati Aceh
Penanggulangan Bencana Daerah Tenggara Nomor: 360/223/2022,
Kabupaten Aceh Tenggara, sehingga tentang Pembentukan Tim
sangat mempengaruhi kelancaran Pengelola Sistem Informasi
tahapan pelaksanaan proyek Penanggulangan Bencana
perubahan. Pemerintah Kabupaten Aceh
Tenggara;
Kriteria Keberhasilan 5) Terimplementasinya aplikasi-aplikasi
1) Ditetapkannya Keputusan Kepala media sosial (Facebook, Instagram,
Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh WhatsApp, Twitter, YouTube dan
Tenggara Nomor: Peg.800/142.1/ Website resmi BPBD Kabupaten
SK-TEPB/VIII/2022 tentang Aceh Tenggara;
Pembentukan Tim Efektif Proyek 6) Tersedianya program kerja prioritas
Perubahan Optimalisasi Informasi Proyek Perubahan pada Peraturan
Kebencanaan Berbasis Digital Pada Bupati Aceh Tenggara Nomor 14
Badan Penanggulangan Bencana Tahun 2022 tentang Rencana Kerja
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara; Pemerintah Kabupaten Aceh
2) Terjalinnya hubungan kerjasama Tenggara Tahun 2023;
MoU (Memorandum of 7) Terkelolanya Website BPBD
Understanding) antara Badan Kabupaten Aceh Tenggara dan
Penanggulangan Bencana Daerah berita informasi kebencanaan
Kabupaten Aceh Tenggara dengan terbaru;
Dinas Komunikasi dan Informatika 8) Evaluasi dan Pelaporan
Kabupaten Aceh Tenggara Nomor:
GAMBARAN DAERAH Sebelah Barat Berbatasan dengan
Kabupaten Aceh Selatan dan Kota
Kabupaten Aceh Tenggara merupakan Subulussalam, Provinsi Aceh.
salah satu kabupaten di Provinsi Aceh
yang dikelilingi hutan Taman Nasional Kabupaten Aceh Tenggara terdiri dari
Gunung Leuser dan Bukit Barisan 16 (enam belas) Kecamatan, 385 (Tiga
dengan ketinggian 25-1.000 mdpl. Ratus Delapan Puluh Lima) Desa dan
Ibukota Kabupaten Aceh Tenggara 51 (Lima Puluh Satu) Kemukiman.
adalah Kota Kutacane. Secara Dilihat dari aspek topografi, Kabupaten
Astronomis Kabupaten Aceh Tenggara Aceh Tenggara memiliki bentuk wilayah
terletak pada 3o55’23”-4o16’37” Lintang yang beragam, mulai dari lembah/datar
Utara dan 96o43’23”-98 10’32” Bujur (kemiringan 0-3%), sampai bergunung
Timur. Selanjutnya menurut letak (kemiringan di atas 40%). Adapun
geografis, batas wilayah Kabupaten gambaran umum topografi Kabupaten
Aceh Tenggara adalah sebagai berikut: Aceh Tenggara.
Sebelah Utara Berbatasan dengan Sedangkan ketinggian wilayah
Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh Kabupaten Aceh Tenggara dapat
dan Kabupaten Langkat, Provinsi diklasifikasikan pada beberapa kelas,
Sumatera Utara; antara 0 s/d 100 meter diatas
Sebelah Selatan Berbatasan dengan permukaan laut (dpl) hingga > 1.600
Kota Subulussalam dan Kabupaten meter dpl. Berdasarkan kelas
Aceh Selatan, Provinsi Aceh serta ketinggian tersebut terlihat didominasi
Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera oleh ketinggian 800 s/d 1.600 meter
Utara; dpl atau sebesar 35,54% dari total luas
Sebelah Timur Berbatasan dengan wilayah keseluruhan kabupaten Aceh
Kabupaten Langkat dan Karo, Provinsi Tenggara
Sumatera Utara;
Total luas wilayah sungai di Kabupaten Pada tahun 2021, kepadatan penduduk
Aceh Tenggara 424.203,50 Ha dengan Kabupaten Aceh Tenggara sebesar
wilayah terluas adalah Wilayah Sungai 52,83 jiwa per km². Kecamatan
(WS) Strategis Nasional Alas-Singkil Babussalam memiliki kepadatan
dengan luas 327.829,24 Ha yang terdiri penduduk tertinggi yaitu mencapai
dari Daerah Aliran Sungai (DAS) 3.164.14 jiwa per km² dan kecamatan
Singkil. Sedangkan WS Lintas dengan kepadatan penduduk terendah
Kabupaten Baru-Kluet yang terdiri dari yaitu Kecamatan Babul Rahmah
empat DAS memiliki DAS terluas DAS sebesar 10.94 jiwa per km². Kecamatan
Kluet dengan luas 91.017,91 Ha dan Babussalam memiliki kepadatan
DAS terkecil adalah DAS Trumon penduduk tertinggi dikarenakan
dengan luas 1.110,01 Ha. memiliki sarana dan prasarana wilayah
serta akses yang lebih lengkap
Jumlah penduduk berdasarkan data dibandingkan kecamatan lainnnya.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sedangkan Kecamatan Darul Hasanah
Sipil Kabupaten Aceh Tenggara Tahun memiliki kepadatan penduduk terendah
2021 berjumlah 224,119 jiwa yang dikarenakan sebagian besar wilayah
terdiri dari 112.455 jiwa laki-laki dan kecamatan merupakan wilayah Taman
111.664 jiwa perempuan. Dilihat dari Nasional Gunung Leuser.
distribusi penduduk berdasarkan
kecamatan, Kecamatan Babussalam
memiliki jumlah penduduk paling
banyak yaitu 29.996 jiwa dan
Kecamatan Tanoh Alas memiliki jumlah
penduduk paling sedikit yaitu 4.898
jiwa.
PELAKSANAAN PROYEK BPBD dengan lintas sektor dan
PERUBAHAN Penandatangan kesepakatan
dengan lintas sektor.
Capaian Tahapan Perubahan 3. Merancang media Informasi
Pelaksanaan Proyek Perubahan Kebencanaan dengan output
Optimalisasi Informasi Kebencanaan keluaran yaitu Pembuatan akun
Berbasis Digital Pada Badan media sosial untuk informasi
Penanggulangan Bencana Daerah kebencanaan, Pembuatan jadwal
Kabupaten Aceh Tenggara talkshow live streaming tentang
dilaksanakan sebagaimana jadwal yang Informasi Kebencanaan.
telah direncanakan pada Milestone 4. Pembentukan Tim Pengelola Sistem
Jangka Pendek. Khususnya kegiatan Informasi dengan output keluaran
yang telah diagendakan untuk yaitu Pembuatan SK Bupati Tentang
dilaksanakan sejak September hingga Pembentukan Tim Pengelola Sistem
akhir Oktober 2022. Hal ini dilakukan Informasi Berbasis Digital.
seiring dengan pertimbangan visibilitas 5. Publikasi Informasi melalui Media
pelaksanaan kegiatan dan Pendidikan Sosial dan Website dengan output
Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat keluaran yaitu Publikasi dan
II Angkatan XVII Tahun 2022. Sebagai sosialisasi sistem informasi
langkah optimalisasi, pelaksanaan kebencanaan berbasis digital.
beberapa kegiatan dilakukan dalam 6. Menyusun Rencana dan Anggaran
waktu yang bersamaan. Adapun dengan output keluaran yaitu
realisasi pencapaian pelaksanaan Menyusun Renja Lampiran RKPD
Proyek Perubahan Jangka Pendek Tahun 2023.
dijabarkan sebagai berikut: 7. Mengoptimalkan website BPBD
1. Membangun tim Proyek perubahan untuk Informasi Kebencanaan
dengan rencana output keluaran dengan output keluaran yaitu
yaitu Koordinasi dengan mentor; Kerjasama dengan Kominfo;
Pembentukan Tim Efektif; Distribusi Memperbaharui Informasi
tugas anggota; dan Penerbitan SK kebencanaan di Website.
Tim Efektip 8. Evaluasi dan Pelaporan dengan
2. Rapat Koordinasi antara BPBD output keluaran yaitu Laporan Akhir
dengan lintas sektor dengan output Implementasi Proyek Perubahan.
keluaran yaitu Melaksanakan rapat
koordinasi dengan lintas sektor;
Membuat draf kesepakatan antara
Kepemimpinan Strategis jangka pendek, jangka menengah, dan
Tugas Pemimpin adalah memimpin jangka panjang. Dengan tetap
atau mengelola sumber daya untuk mempertimbangkan ketersediaan waktu
mencapai tujuan organisasi atau dan visibilitas pelaksanaan kegiatan
kondisi atau kinerja organisasi yang yang direncanakan. Namun pada
lebih baik. Seorang Pemimpin harus Laporan Implementasi Proyek
dapat mengubah kondisi semula Perubahan Optimalisasi Informasi
menjadi kondisi yang lebih baik, lebih Kebencanaan Berbasis Digital Pada
menyenangkan, kinerja lebih atau Badan Penanggulangan Bencana
terbaik (better or best performance) dan Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
sebagainya seperti karakter pemimpin dibatasi hanya pada Tahapan Kegiatan
yang disebutkan dibawah ini: Jangka Pendek yang diselenggarakan
1. Mampu membangun sinergi antar sejak bulan September hingga Oktober
unit organisasi & stakeholders; 2022.
2. Mampu menjadi motor penggerak Pada tanggal 21 Oktober 2022
perubahan strategis di instansinya; bertempat di ruang Rapat Badan
3. Memiliki karakter mengelola yang Penanggulangan Bencana Daerah
terbuka, mengelola keberagaman, Kabupaten Aceh Tenggara, dilakukan
mencapai hasil yang maksimal paparan implementasi Sistem Informasi
dilingkungan kerjanya dan dari beberapa media informasi, baik
berdampak luas; Media Sosial BPBD Aceh Tenggara
4. Pemimpin perubahan memiliki maupun Website resmi BPBD Aceh
tujuan jelas yang ingin di capai; Tenggara yang telah dibuat. Dari hasil
5. Pemimpin perubahan memiliki cara pembuatan akun yang telah dilakukan
untuk melakukan perubahan, pada tahap Login (masuk) dan publikasi
dengan kata lain paham dan tahu informasi penanggulangan bencana
apa yang harus dilakukan untuk maka dapat dijelaskan beberapa akun
mengubah dari keadaan biasa saja media informasi dan website resmi
menjadi keadaan yang lebih baik; BPBD Kabupaten Aceh Tenggara yang
ada telah berfungsi dan sesuai dengan
Implementasi Strategi Marketing kebutuhan.
Implementasi strategi marketing melalui Facebook (FB), Whatsapp (WA),
pendampingan proyek perubahan Instagram (IG), Channel Youtube,
diselenggarakan dengan melaksanakan Twitter dan Website
rangkaian kegiatan yang telah
direncanakan pada rencana kegiatan
PENUTUP 2. Terbentuknya tim pengelola Sistem
Informasi kebencanaan sehingga
Kesimpulan pengelolaan informasi kebencanaan
lebih tertata dan lebih baik lagi;
Sejak dimulainya pelaksanaan proyek 3. Tersedianya media sosialisasi,
perubahan ini diharapakan dapat Himbauan dan Peringatan dini
memberikan hasil yang positif sesuai Cuaca Ekstreem yang berbasis
dengan tujuan dan manfaat proyek Digital sehingga lebih mudah
perubahan dimana informasi diterima oleh masyarakat;
kebencanaan akan diperoleh dengan 4. Tersedianya Aplikasi Android untuk
cepat dan akurat serta kegiatan melakukan pendataan dan
penanggulangan bencana seperti Emergency respons terkait
kesiapsiagaan, penanganan darurat kebencanaan di Kabupaten Aceh
bencana, dan penanganan Tenggara;
pascabencana dapat dilaksanakan
dengan baik, ada beberapa kesimpulan
yang diperoleh dari proyek perubahan
yaitu sebagai berikut :
1. Tersedianya sistem informasi
kebencanaan yang berbasis digital
baik melalui media sosial, Website
maupun Aplikasi sehingga
masyarakat lebih mudah dan lebih
cepat dalam mengakses informasi
kebencanaan serta mendorong
stakeholder untuk bersinergi
menjadikan media informasi
tersebut sebagai sarana berbagi
informasi tentang kebencanaan;
Saran
Dari pelaksanaan proyek perubahan ini 3. Perlu dilakukan sosialisasi kepada
dapat direkomendasikan beberapa hal masyarakat tentang sistem
sebagai berikut : informasi Kebencanaan berbasis
1. Perlunya komitmen pimpinan dan digital sehingga masyarakat dapat
seluruh staf BPBD Kabupaten Aceh melaporkan informasi kejadian
Tenggara untuk menerapkan dan bencana secara cepat dan akurat;
melaksanakan Proyek Perubahan; 4. Akan melakukan monitoring dan
2. Perlu adanya dukungan kebijakan evaluasi pada setiap tahun agar
dan anggaran untuk keberlanjutan Proyek Perubahan lebih baik dan
dan pengembangan proyek lebih sempurna;
perubahan ini;
PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KAJIAN HUKUM ADMINISTRASI
NEGARA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
(PUSLSTBANG KHAN LAN RI)
2022