0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Penerapan Arsitektur Islam di MAN 2 Surakarta

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas identifikasi penerapan konsep arsitektur Islam pada bangunan kuno MAN 2 Surakarta. 2. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik bangunan telah menerapkan konsep arsitektur Islam namun beberapa nilai Islam bel

Diunggah oleh

xidpiba.hafidzmhdk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Penerapan Arsitektur Islam di MAN 2 Surakarta

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas identifikasi penerapan konsep arsitektur Islam pada bangunan kuno MAN 2 Surakarta. 2. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik bangunan telah menerapkan konsep arsitektur Islam namun beberapa nilai Islam bel

Diunggah oleh

xidpiba.hafidzmhdk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISSN: 1411-8912

[Link]

IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR ISLAM BERDASARKAN


ASPEK FISIK DAN NILAI PADA BANGUNAN KUNO MAN 2 SURAKARTA
Sinta Wulandari
ABSTRAK
Program Studi Arsitektur
Universitas Muhammadiyah Surakarta Bangunan kuno MAN 2 Surakarta atau bangunan Nongtjik adalah
d300180167@[Link] bangunan dengan langgam arsitektur Indisch yang merupakan bangunan
cagar budaya berdasarkan sertifikat cagar budaya No. 646 / 4 .191.
Widyastuti Nurjayanti Kompleks bangunan digunakan untuk sarana pendidikan yang
Program Studi Arsitektur menjunjung nilai Islam, maka pada bangunan juga menerapkan konsep
Universitas Muhammadiyah Surakarta arsitektur Islam. Konsep arsitektur Islam yaitu konsep perencanaan dan
wn276@[Link] perancangan bangunan dengan menggunakan pendekatan Islami yang
sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits. Konsep arsitektur Islam ini dapat
diterapkan pada fasad, ornamen, dan konsep hijab pada bangunan.
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur
Islam berdasarkan aspek fisik dan nilai sserta kendala pengaruh langgam
arsitektur Indisch terhadap penerapan konsep arsitektur Islam pada
bangunan kuno MAN 2 Surakarta. Metode penelitian menggunakan
metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan menganalisis,
menggambarkan, mencatat, dan mengintepretasikan makna objek yang
diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bangunan kuno MAN
2 Surakarta fasad, ornamentasi, pola tata ruang masjid sudah sesuai
dengan konsep arsitektur Islam berdasarkan aspek fisik. Namun ada
beberapa konsep arsitektur Islam berdasarkan aspek nilai yang belum
diterapkan diantaranya yaitu bangunan boros energi, tidak adanya
aksesibilitas untuk difabel, dan ruang wudhu yang terbuka sehingga tidak
ada privasinya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dasar
pertimbangan pengaplikasian konsep arsitektur Islam pada bangunan
MAN 2 Surakarta.
KEYWORDS:
Arsitektur Islam; Bangunan Kuno; Bangunan Nongtjik; Arsitektur Indisch

PENDAHULUAN Tinggi (MIT) bubar, dan bangunan tersebut


Bangunan bersejarah adalah bangunan yang diserahkan ke Pendidikan Guru Agama Negeri
sudah berusia 50 tahun atau lebih yang berfungsi (PGAN) sebagai bangunan masjid dan gedung
untuk tempat berkumpul, mengadakan pertemuan, sekolah.
dan melaksanakan kegiatan yang bersifat publik. Bangunan Kuno MAN 2 Surakarta terdaftar
Salah satu bangunan bersejarah yang ada di sebagai cagar budaya berdasarkan sertifikat cagar
Surakarta yaitu bangunan kuno MAN 2 Surakarta. budaya No. 646 / 4 .191. Kompleks bangunan MAN 2
Dahulu kompleks bangunan kuno MAN 2 Surakarta merupakan bangunan kuno yang
Surakarta adalah milik saudagar dari Banjarmasin menggunakan langgam arsitektur Indisch. Ciri khas
Kalimantan Selatan dan dikenal dengan nama dari bangunan tersebut yaitu struktur bangunan
bangunan Nongtjik lalu kemudian bangunan tidak menggunakan material semen pada
tersebut dibeli pemerintah melalui Departemen kontruksinya, serta banyak menggunakan ornamen
Agama dan digunakan sebagai sarana belajar kaca warna warni di seluruh bangunan.
Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN). Pada tahun Kompleks bangunan kuno MAN 2 Surakarta
1950, Mahkamah Islam Tinggi (MIT) menggunakan digunakan sebagai sarana pendidikan yang
bangunan yang berada di tengah kompleks sebagai menjunjung tinggi nilai Islam, sehingga pada
kantor berdampingan dengan kelas Pendidikan Guru bangunan juga menerapkan konsep arsitektur Islam
Agama Negeri (PGAN). Tahun 1973 Mahkamah Islam baik dari segi fisik maupun nilai. Namun pada realita

SIAR III 2022 : SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 76


Sinta Wulandari, Widyastuti Nurjayanti

di lapangan masih terdapat beberapa hal yang belum proses pembangunan tidak merusak alam, serta
sesuai dengan konsep arsitektur Islam. menggunakan warna- warna alam.
Penelitian ini dilakukan untuk Dari aspek nilai, arsitektur islam adalah
mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur islam konsep filosofis yang mendasari perencanaan dan
pada aspek fisik dan nilai bangunan kuno MAN 2 perancangan bangunan berdasarkan nilai-nilai Islam.
Surakarta serta mengidentifikasi kendala apa saja Konsep arsitektur isalam merujuk pada Quraniyah
yang terjadi dari pengaruh arsitektur indisch dan Kauniyah sehingga arsitek harus mampu
terhadap penerapan konsep arsitektur islam pada memenuhi The Law of God dan The Law of Nature
bangunan kuno MAN 2 Surakarta. (Utaberta, 2008). Adapun nilai-nilai Islam menurut
Edrees, Munichy B.,2012 yaitu :
KAJIAN PUSTAKA 1. Fungsi
Konsep Arsitektur Islam Karya arsitektur birsifat fungsional yaitu dapat
Arsitektur islam adalah asitektur yang dimanfaatkan secara maksimal untuk
berlandaskan pada Al Qur’an dan Hadits. Penerapan menghindari kemubadziran.
nilai Islam dalam perancangan bangunan tidak hanya 2. Bentuk
diwujudkan melalui aspek fisik seperti langgam Bangunan mempunyai tampilan bentuk yang
arsitektur dan bentuk fasad bangunan saja, tetapi bagus namun tetap funsional dan efisien dan
juga terdapat semangat moral dan nilai keislaman tidak berlebih-lebihan.
yang terdapat dalam bangunan (Nurjayanti, 2019). 3. Teknik
Perkembangan arsitektur Islam dari abad VII Bangunan mempunyai struktur kontruksi yang
sampai abad XV meliputi perkembangan struktur, kokoh dan kuat sehingga tidak
seni dekorasi, ragam hias, dan tipologi bangunan. membahayakan penghuni bangunan.
Daerah perkembangannya pun juga luas seperti 4. Keselamatan dan Kenyamanan
Eropa, Afrika, hingga Asia Tenggara. Karena Karya arsitektur mampu menjamin
perkembangannya yang luas maka perkembangan keselamatan dan kenyamanan penghuninya.
setiap daerah tentunya berbeda dengan daerah lain 5. Menyatu dengan Alam
disebabkan faktor budaya, tradisi, kondisi geogafis, Karya arsitektur mampu menyatu dengan
dan kondisi alam masing-masing daerah berbeda. lingkungan dimana karya arsitektur tersebut
Arsitektur merupakan bagian dari budaya sehingga didirikan.
selalu berkembang seiring dengan berkembangnya
peradaban manusia. Islam yang turut membentuk METODE PENELITIAN
peradapan manusia juga memiliki budaya Penelitian menggunakan metode deskriptif
berarsitektur. Budaya berarsitektur dalam Islam kualitatif, dilakukan dengan menganalisis,
dimulai dengan dibangunnya Ka’bah oleh Nabi Adan menggambarkan, mencatat dan mengintepretasikan
as sebagai pusat beribadah umat manusia kepada makna-makna dalam suatu objek. Penellitian
Allah SWT (Sound, 2002: 1). dilakukan dengan observasi langsung ke obyek yang
Dari hal diatas maka dapat disimpulkan bahwa diteliti serta wawancara pihak terkait obyek
berdasarkan aspek fisik arsitektur Islam adalah cara penelitian. Selain itu kajian literatur baik dari
membangun yang islami sebagaimana ditentukan internet maupun dari buku juga dilakukan guna
oleh hukum syariah, tanpa batasan terhadap tempat untuk mengumpulkan data-data terkait obyek
dan fungsi bangunan, namun lebih kepada karakter penelitian.
Islaminya dalam hubungannya dengan desain Tahap pengumpulan data yang dilakukan,
bentuk dan dekorasi. Definisi ini adalah suatu definisi tahap pertama observasi yaitu terjun langsung ke
yang meliputi semua jenis bangunan, bukan hanya lapangan untuk mencatat dan mengamati objek
monumen ataupun bangunan religius (Sound, 2002). penelitian sehingga memperoleh data yang actual
Kaidah arsitektur Islam diantaranya yaitu tidak dan factual. Tahap kedua studi pustaka yaitu
menggunakan ornamen makhluk hidup melainkan pengumpulan data terkait melalui literatur baik dari
menggunakan ornamen yang dapat mengingatkan internet, buku ataupun majalah sebagai bahan
kepada Allah SWT, desain arsitektur tidak bertujuan pendukung dalam pengumpulan data yang
untuk pamer, penataan ruang digunakan untuk diperlukan dalam penelitian. Tahap ketiga yaitu
menjaga privasi penghuni ruang, toilet tidak wawancara dengan pihak terkait.
membelakangi dan menghadap arah kiblat,
bangunan tidak menganggu orang sekitar, dalam
SIAR III 2022 : SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 77
Identifikasi Penerapan Konsep Arsitektur Islam Berdasarkan Aspek Fisik dan Nilai pada Bangunan Kuno MAN 2 Surakarta

HASIL DAN PEMBAHASAN 470,721 m2 dan untuk gedung D memiliki luas


Kota Surakarta adalah kota di Provinsi Jawa 332,143 m2.
Tengah Indonesia. Di Kota Surakarta terdapat
banyak lembaga pendidikan salah satunya yaitu
MAN 2 Surakarta. Lokasi MAN 2 Surakarta berada di
Jl. Slamet Riyadi Solo, sebelah utara Stadion R.
Maladi Sriwedari. Bangunan MAN 2 Surakarta
sebagai kompleks bangunan kuno memiliki luas
4.000m2 dan denah bangunan menyerupai huruf
“U”.

Gambar 2. Site Eksisting MAN 2 Surakarta


(Sumber: Sinta Wulandari, 2021)

Konsep arsitektur Islam sangat penting


diterapkan pada sarana dan prasarana pendidikan
guna menunjang proses belajar mengajar di sekolah.
Sarana dan prasarana pendidikan dengan konsep
arsitektur Islam inilah yang nantinya akan
Gambar 1. Lokasi MAN 2 Surakarta
(Sumber: Google Maps) menjadikan lembaga pendidikan memiliki kekhasan
atau identitas sendiri yang tidak bertentangan
Bangunan kuno MAN 2 Surakarta
dengan standar yang telah ditentukan dalam
menggunakan langgam arsitektur Indisch. Arsitektur
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indisch merupakan gaya arsitektur Kolonial yang
Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar
berkembang pada abad ke 18 dan 19 sebelum
Sarana Dan Prasarana Untuk SD/MI, SMP/MTS, DAN
terjadinya westernisasi pada kota-kota di Indonesia
SMA/MA.
di awal abad ke 20. Gaya arsitektur Kolonial atau
arsitektur Indisch terdiri dari 4 elemen yaitu denah,
tampak, bahan bangunan, dan sistem kontruksi
(Hadinoto, 2010)
Ciri-ciri umum gaya arsitektur indisch atau
arsitektur kolonial yaitu tidak bertingkat, atap
perisai, berkesan monumental, halamannya luas,
massa bangunan terdiri atas bangunan pokok/ induk
dan bangunan penunjang yang dihubungkan oleh
Gambar 3. Masjid MAN 2 Surakarta
serambi atau gerbang, denah simetris, serambi muka
(Sumber: Google, MAN 2 Surakarta, 2021)
dan belakang terbuka dilengkapi dengan pilar yang
tinggi bergaya Yunani, antar serambi dihubungkan
dengan koridor tengah, dan menggunakan lisplank
batu dengan motif klasik pada atap.
Menurut UU No 11 Tahun 2010 Cagar Budaya
adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa
benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya,
Struktur Cagar Budaya, situs cagar budaya, kawasan
cagar Budaya di darat maupun di air yang perlu di Gambar 4. Gedung D MAN 2 Surakarta
lestarikan keberadaannya karena memiliki sejarah, (Sumber: Google, MAN 2 Surakarta, 2021)
ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan
kebudayaan melalui proses penataan. Dari kedua gambar di atas jika dilihat sekilas
Bangunan kuno MAN 2 Surakarta yang arsitektur Indische terlihat lebih menonjol daripada
merupakan cagar budaya terdiri dari 2 gedung. arsitektur Islam, namun jika dilihat lebih dekat dan
Gedung yang pertama yaitu Masjid dan gedung detail akan terlihat juga penerapan konsep arsitektur
kedua yaitu gedung D yang terletak di sebelah barat Islam pada kedua bangunan tersebut. Konsep
masjid. Untuk bangunan masjid memiliki luas arsitektur Islam pada bangunan dapat diterapkan
78 | SIAR III 2022 : SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR
Sinta Wulandari, Widyastuti Nurjayanti

dalam banyak hal seperti fasad bangunan, ornamen,


bentuk bangunan, pola hubungan ruang, konsep
hijab, dsb.

Gambar 5. Kubah Masjid Gambar 9. Ornamen Pada Interior Kubah


(Sumber: Sinta Wulandari, 2021) (Sumber: Sinta Wulandari, 2021)
Kubah yaitu elemen arsitektur berupa atap
yang melengkung berbentuk setengah lingkaran Penggunaan ornamentasi suatu bangunan
yang biasanya terdapat di bagian paling tinggi dari merupakan suatu hal yang penting karena ornamen
suatu bangunan. Masjid biasanya memang identik disini dapat memberikan keindahan agar bangunan
dengan kubah. Penggunaan kubah disini merupakan tersebut tidak monoton dan terlihat kosong. Dari
salah satu penerapan arsitektur Islam. Selain itu gambar 6 dan 7 ornamen yang digunakan
kubah juga menjadi simbol akan kebesaran Islam. menggunakan Kaligrafi dengan tujuan agar
pengguna bangunan selalu ingat akan Allah SWT,
sedangkan pada gambar 8 dan 9 menggunakan
ornamentasi bukan kaligrafi tetapi dan bukan juga
ornamentasi yang berbentuk makhluk hidup.

Gambar 6. Ornamen Kaligrafi Pada Dinding


(Sumber: Sinta Wulandari, 2021)

Gambar 10. Tanaman di Teras Gedung


(Sumber: Sinta Wulandari, 2021)

Lahan MAN 2 Surakarta begitu luas, ditambah


Gambar 7. Ornamen Kaligrafi Pada Pintu lagi lahan depan sekolah dibangun 2 bangunan
(Sumber: Sinta Wulandari, 2021) gedung yang membuat lahan hijau semakin
berkurang. Menanggapi hal tersebut maka di teras
bangunan banyak terdapat tanaman yang
menambah keindahan juga merupakan penerapan
konsep arsitektur Islam sebagaimana [Link]
bahwa sesungguhnya Allah SWT itu indah dan
mencintai keindahan. Selain itu penerapan konsep
arsitektur juga diterapkan pada letak penempatan
WC yang tidak menghadap maupun membelakangi
kiblat.
Gambar 8. Ornamen Pada Jendela
(Sumber: Sinta Wulandari, 2021)
SIAR III 2022 : SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 79
Identifikasi Penerapan Konsep Arsitektur Islam Berdasarkan Aspek Fisik dan Nilai pada Bangunan Kuno MAN 2 Surakarta

Gambar 13. Aksesibilitas Masjid MAN 2 Surakarta


(Sumber: Sinta Wulandari, 2021)
Gambar 11. Interior Masjid
(Sumber: Sinta Wulandari, 2021)

Pada gambar diatas dapat merupakan gambar


dari masjid MAN 2 Surakarta. Bentuk kolom yang
merupakan bentuk dari arsitektur Indisch ini
membuatnya menjadi indah dan unik. Penerapan
arsitektur Islam disini dapat dilihat dengan adanya
pembatas untuk shaft laki-laki dan shaft perempuan.
Penerapan konsep arsitektur Islam pada bangunan
kuno MAN 2 Surakarta sampai saat ini belum Gambar 14. Aksesibilitas Gedung D MAN 2 Surakarta
maksimal. Masih ada beberapa hal yang penting (Sumber: Sinta Wulandari, 2021)
sekali untuk diterapkan konsep arsitektur Islam tapi Aksesibilitas pada 2 bangunan kuno hanya
belum terlaksanakan. berupa tangga dan tidak terdapat ramp untuk akses
difabel. Hal ini tentu akan menjadi kendala jika ada
orang difabel yang hendak ke gedung tersebut.
Penerapan konsep arsitektur Islam dengan membuat
ramp untuk difabel sangat diperlukan agar bangunan
dapat dijangkau dan diakses oleh semua kalangan
serta bangunan menjadi Rahmatan lil ‘Alamin.

Gambar 12. Selasar Antar Gedung


(Sumber: Sinta Wulandari, 2021)
Gambar 15. Tempat Wudhu Perempuan
Penggunaan atap pada selasar antar gedung (Sumber: Sinta Wulandari, 2021)
ini berfungsi agar ruang dibawahnya tidak terkena
panas ataupun hujan sehingga tidak menganggu
aktivitas penghuni sekolah ketika akan ke masjid
karena disini posisi masjid berada di tengah-tengah.
Namun dari hal tersebut justru membuat ruang pada
bangunan menjadi gelap. Selain itu banyaknya
penggunaan kolom pada bangunan juga membuat
ruangan didalamnya menjadi tambah gelap sehingga
membuat bangunan boros energi karena harus
menghidupkan lampu. Hal ini tentunya tidak sesuai Gambar 16. Tempat Wudhu Laki-laki
(Sumber: Sinta Wulandari, 2021)
dengan konsep arsitektur Islam.

80 | SIAR III 2022 : SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR


Sinta Wulandari, Widyastuti Nurjayanti

Pada gambar 14 dan 15 merupakan tempat DAFTAR PUSTAKA


wudhu yang ada di MAN 2 Surakarta. Penerapan Edrees, M. B. (2010). Konsep Arsitektur Islami
arsitektur Islam yaitu konsep hijab belum Sebagai Solusi Dalam Perancangan Arsitektur.
diterapkan. Pada tempat wudhu perempuan hanya Journal Of Islamic Architecture.
ditutupi dengan papan saja padahal tempat tersebut Hadinoto. (2010). Arsitektur dan Kota-kota di Jawa
dari lantai atas gedung samping masjid dapat terlihat pada Masa Kolonial . Yogyakarta: GrahaIlmu.
jelas jika ada yang berwudhu di situ. Begitu juga MAN 2 Surakarta. (2009, December 7). Diambil
dengan tempat wudhu laki-laki sama sekali tidak ada kembali dari SEJARAH MA NEGERI 2
pembatas. Kurangnya privasi dari tempat wudhu SURAKARTA : Melongok bekas Gedung
tersebut tentunya membuat tidak nyaman pengguna Mahkamah Islam Tinggi Solo:
masjid terutama perempuan. Alhasil jika ingin [Link]
berwudhu harus berwudhu di kamar mandi. Nurjayanti, W. (2019). Konsep Arsitektur Islam.
Surakarta: Muhammadiyah University Press.
KESIMPULAN Sound, R. (2002). An Introduction to Islamic
Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, Architecture. Manchester: FSTC Limited.
terkait dengan identifikasi konsep arsitektur Islam Utaberta, N. (2008). Arsitektur Islam, pemikiran,
bangunan kuno MAN 2 Surakarta sebagai bangunan Diskusi dan pencarian bentuk. Yogyakarta:
cagar budaya penerapan konsep arsitektur Islam Gadjah Mada University Press.
belum maksimal. Adapun penerapan konsep Undang-undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar
arsitektur Islam berdasarkan aspek fisik pada Budaya
bangunan MAN 2 Surakarta diantaranya yaitu [Link]
penggunaan kubah pada bangunan masjid, am
menggunakan ornamen kaligrafi, geometris, serta [Link]
floral, adanya sekat atau pembatas antara shaft laki- [Link]
laki dan shaft perempuan pada ruang sholat masjid, w/593
serta penanaman beberapa tanaman pada teras
bangunan.
Kendala dari pengaruh arsitektur Indisch
terhadap penerapan konsep arsitektur Islam pada
bangunan kuno MAN 2 Surakarta lebih mengaacu
pada aspek nilai bangunan karena dapat menganggu
kenyamanan pengguna bangunan. Kendala tersebut
diantaranya yaitu penggunaan atap pada sisi kanan
kiri dan belakang masjid serta banyaknya
penggunaan kolom membuat bangunan menjadi
gelap sehingga perlu menyalakan lampu terus
menerus yang berakibat menjadi boros dan tidak
ramah lingkungan. Aksesibilitas kedua gedung hanya
menggunakan tangga dan tidak ada ramp sehingga
menjadi kendala untuk difabel dalam mengakses
kedua gedung tersebut. Tidak adanya konsep hijab
pada tempat wudhu perempuan maupun tempat
wudhu laki-laki menyebabkan pengguna ruang tidak
memiliki privasi sehingga bisa menyebabkan aurat
dari lawan jenis terlihat oleh seseorang yang bukan
muhrimnya sehingga hal tersebut menjadi tidak
nyaman.

SIAR III 2022 : SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 81

Anda mungkin juga menyukai