0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan5 halaman

Profil Risiko Puskesmas Gandasuli 2023

Profil resiko Puskesmas Gandasuli tahun 2023 memberikan ringkasan 19 risiko kesehatan dan pelayanan kesehatan di puskesmas beserta penyebab, dampak, kemungkinan terjadinya, dan tingkat prioritasnya. Risiko tertinggi adalah tertular COVID-19 dan penyakit menular lain dari pasien atau jarum suntik bekas. Risiko lain adalah kesalahan melayani pasien yang dapat menyebabkan cidera atau penularan penyakit. Dipri

Diunggah oleh

Marlisa Ismail
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan5 halaman

Profil Risiko Puskesmas Gandasuli 2023

Profil resiko Puskesmas Gandasuli tahun 2023 memberikan ringkasan 19 risiko kesehatan dan pelayanan kesehatan di puskesmas beserta penyebab, dampak, kemungkinan terjadinya, dan tingkat prioritasnya. Risiko tertinggi adalah tertular COVID-19 dan penyakit menular lain dari pasien atau jarum suntik bekas. Risiko lain adalah kesalahan melayani pasien yang dapat menyebabkan cidera atau penularan penyakit. Dipri

Diunggah oleh

Marlisa Ismail
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN HALMAHERA SELATAN

KECAMATAN BACAN SELATAN


UPTD PUSKESMAS GANDASULI
Jl. Khaerun Tuwokona Kode Pos 97791 (081341144194)
email : puskesmasgandasuli2019@[Link]

PROFIL RESIKO PUSKESMAS GANDASULI TAHUN 2023

KATEGORI
NO PERNYATAAN RISIKO AKAR MASALAH DAMPAK PROBABILITAS CONTROLLAHELITY SCORING RANGKING
RISIKO
Mencari no RM di nomor index yang ada
1 RENDAH Pasien tidak tau pentingnya KIB Minor Kadang Terjadi 12 5
dikomputer
Pasien lupa membawa KIB
(Kartu Identitas Berobat) Dokter atau petugas tidak Mengembalikan DRM kepada petugas
2 RENDAH Minor Kadang Terjadi 12 5
mengisi DRM secara lengkap yang mengisi untuk dapat dilengkapi
Data Rekam Medis Hilang / Tidak melakukan pencarian Petugas melakukan pencarian ulang terkait
3 RENDAH Moderat / Sedang Jarang Terjadi 11 2
Tidak Ditemukan ulang double check data rekam medis

Melakukan perbaikan jaringan atau


Pelayanan lama tidak efektif Adanya gangguan jaringan
4 RENDAH Tidak Signifikan Kadang Terjadi pemeliharaan jaringan kepada petugas 1 5
(pelayanan Pcare) internet
sarana prasarana

Pasien ISPA atau dengan


penyakit menular ruang
pemisahan penetapan pasien dari loket
5 Moderat Tetular dengan pasien pemeriksaan jadi satu dengan Moderat Jarang Terjadi 12 4
pendaftaran
pasien dengan penyakit tidak
menular

Tulisan pemberi pelayanan


Minor Jarang Terjadi Tulisan pemberi pelayanan diperjelas 8 4
tidak jelas
6 RENDAH Penulisan yang tidak jelas
Tulisan pemberi pelayanan
Minor Jarang Terjadi Tulisan pemberi pelayanan diperjelas 8 4
tidak terbaca
7 Moderat TERTULAR COVID 19 TERTULAR DARI PASIEN Minor Mungkin Terjadi Terpapar Penyakit 12 6
TERTUSUK JARUM BEKAS
Moderat TERTUSUK JARUM Minor Mungkin Terjadi Terpapar Penyakit 12 6
DARI PASIEN
8
PASIEN TIDAK BERHATI
Moderat PASIEN TERJATUH Minor Mungkin Terjadi Cidera 12 6
HATI
Pengisian data Obyektif tidak
9 Moderat Saling mengingatkan Minor Mungkin Terjadi Saling mengingatkan 12 6
lengkap
Kesalahan tindakan Pendampingan waktu
10 Moderat Minor Mungkin Terjadi Pendampingan waktu melakukan tindakan 12 6
menimbulkan perlukaan melakukan tindakan

Koordinasi antar petugas untuk


Penulisan umur pasien tidak Sangat Jarang Koordinasi antar petugas untuk
11 RENDAH menuliskan identitas pasien Minor 4 6
jelas Terjadi menuliskan identitas pasien dengan jelas
dengan jelas

Kesalahan menuliskan resep Membaca ulang resep yang


12 Moderat Minor Mungkin Terjadi 8 6
dan dosis obat akan diberikan kepada pasien
Terpapar Penyakit

Moderat TERTULAR COVID 19 APD SESUAI PMK, SELECTIVE KASUS Minor Mungkin Terjadi 8 6
Terpapar Penyakit
13
TERTUSUK JARUM BEKAS
Moderat SESUAI SOP, LEBIH FOKUS Minor Jarang Terjadi Cidera 8 6
DARI PASIEN

PASIEN TIDAK BERHATI EDUKASI PASIEN AGAR


14 Moderat Minor Jarang Terjadi Saling mengingatkan 8 6
HATI TETAP KOOPERATIVE

Persamaan persepsi cara


Pengisian data Obyektif tidak
15 Moderat memeriksa pasien/perubahan Minor Mungkin Terjadi Pendampingan waktu melakukan tindakan 12 6
lengkap
SOP

Kesalahan tindakan Mengadakan pertemuan Bidan Koordinasi antar petugas untuk


16 Moderat Minor Mungkin Terjadi 12 6
menimbulkan perlukaan untuk resfreshing SOP menuliskan identitas pasien dengan jelas
Berkomunikasi dengan pasien
dengan menanyakan secara Sangat Jarang Membaca ulang resep yang akan diberikan
17 RENDAH Penulisan umur pasien tidak jela Minor 4 6
langsung identitas pasien nama, Terjadi kepada pasien
tanggal lahir, serta alamat
Kesalahan menuliskan resep
18 Moderat Berkoordinasi antar petugas Minor Mungkin Terjadi kurang teliti 12 6
dan dosis obat
TERTUSUK JARUM BEKAS
SESUAI SOP, LEBIH FOKUS 8
DARI PASIEN
19 RENDAH Tidak teliti dalam tindakan Minor Jarang Terjadi 6
PASIEN TIDAK BERHATI EDUKASI PASIEN AGAR TETAP
8
HATI KOOPERATIVE
TIDAK DISUCTION, APD
KURANG SESUAI Kadang Terjadi APD SESUAI STANDAR 12 6
20 SEDANG APD kurang sesuai DROPLETSTANDAR
DAN AEROSOL Moderat
KETIKA MELAKUKAN Jarang Terjadi PENGGUNAAN APD YANG SESUAI 12 6
TINDAKAN
tidak sesuai SOP Pendampingan waktu melakukan tindakan 4 6
Pengisian data Obyektif tidak
21 RENDAH Tidak Signifikan Jarang Terjadi
lengkap
Pengisian data Obyektif tidak
21 RENDAH Tidak Signifikan Jarang Terjadi
lengkap Koordinasi antar petugas untuk
Petugas terburu - buru 4 6
menuliskan identitas pasien dengan jelas

Kesalahan menuliskan resep Membaca ulang resep yang akan diberikan


22 RENDAH kurang teliti Tidak Signifikan Jarang Terjadi 4 6
dan dosis obat kepada pasien
[Link] tidak berhati - hati Petugas laboratorium lebih berhati - hati
saat menggunakan jarum saat saat menggunakan jarum suntik saat akan 12 2
akan sampling melakukan tindakan kepada pasien
23 Moderat Petugas Tertusuk Jarum Moderat Jarang Terjadi
b. Antrian pasien yang banyak Lebih fokus dan lebih teliti dalam setiap
mengakibatkan petugas menjadi tindakan yang akan [Link] 12 2
terburu - buru sesuai SOP
a. Petugas laboratorium tidak a. Dilakukan validasi ulang di unit
meneliti lagi identitas pasien laboratorium untuk pengecekan kembali
Moderat Kadang Terjadi 12 2
pada lembar hasil saat akan identitas pasien antara form permintaan
Kesalahan Identitas pasien diserahkan ke unit dan lembar hasil laboratorium
24 Moderat
pada lembar hasil laboratorium
b. Petugas lebih teliti sebelum
b. Petugas laboratorium terburu
Moderat Kadang Terjadi menyerahkan hasil ke masing masing unit 12 2
- buru
dan diusahakan jangan terburu - buru
a. Pencarian pembuluh vena
yang susah terutama pada
pasien bayi atau anak - anak. Meyakinkan terlebih dahulu vena mana
Kegagalan sampling darah b. Kurangnya keyakinan
25 Moderat Moderat Kadang Terjadi yang akan disampling apakah sudah sesuai 12 2
vena pada pasien laboratorium petugas laborat saat akan dan tepat atau belum.
melakukan penusukan pada
bagian vena yang akan
disampling
Prosedur pemakaian dan
Menerapkan prosedur yang benar sesuai
26 Moderat Infeksi Nosokomial / Covid-19 pelepasan APD yang tidak Moderat Jarang Terjadi 12 2
SOP dari pemakaian hingga melepas APD
benar
Petugas perujuk salah Konfirmasi dan koordinasi dengan
Kesalahan permintaan jenis
27 Sedang mencentang jenis pemeriksaan Moderat Sering Terjadi petugas perujuk terhadap pemeriksaan 11 2
pemeriksaan laboratorium
laboratorium yang diminta laborat yang akan diminta
a. Salah penulisan identitas [Link] RM pasien untuk mengetahui
12 1
Salah identifikasi pasien yang pasien oleh penulis resep identitas lengkap pasien
28 Moderat Moderat Mungkin Terjadi
akan diberikan obat b. Pasien dengan nama yang b. Menghubungi bidan desa setempat
12 1
sama sesuai alamat pasien
Identitas pasien yang tidak
Identitas pasien yang tidak lengkap,
29 Sedang Obat tertukar lengkap, penulisan resep yang Moderat Mungkin Terjadi 8 1
penulisan resep yang kurang jelas
kurang jelas
Kurangnya kejelasan tentang
pemberian informasi obat Kurangnya kejelasan tentang pemberian
30 RENDAH Salah cara penggunaan obat kepada pasien, Signa (aturan Minor Jarang Terjadi informasi obat kepada pasien, Signa 6 1
pakai) kurang lengkap dalam (aturan pakai) kurang lengkap dalam resep
resep
Salah pemberian dosis oleh
31 Sedang Salah pemberian dosis obat Moderat Jarang Terjadi Salah pemberian dosis oleh penulis resep 18 1
penulis resep

Kesalahan pembacaan resep Penulisan singkatan dalam Penulisan singkatan dalam resep yang
32 Sedang karena penulisan yang tidak resep yang tidak baku, tulisan Moderat Sering Terjadi tidak baku, tulisan dalam resep tidak 12 1
jelas dalam resep tidak terbaca terbaca
a. Mencuci tangan sebelum dan sesudah
33 Rendah Infeksi Ruangan alat yg terkontaminasi Moderat Jarang Terjadi 8 4
melakukan tindakan
b. Melakukan sterilisasi alkes 8 4

c. Membuang BHP ketempatnya 8 4


Disebabkan karena KTD yaitu Memantau denyut jantung janin dengan
34 Sanagat Rendah Aspeksia Tidak SIgnifikan Jarang Terjadi 2 4
Ketuban pecah dini anc terpadu
Mengecek dan melakukan manual
4 4
plasenta
Hb < 8 gr %, sisa plasenta. Melakukan kBI dengan benar 4 4
35 Moderat Perdarahan post partum Minor Kadang Terjadi
antonia uteri,rupture uteri
Melakukan Pemasangan spkulum sim
4 4
utuk memastikan perdarahan

Menyediakan dan mengontrol


Kekurangan alat dan obat -
36 Rendah Keterlambatan Penanganan Minor Jarang Terjadi ketersediaan alat atau obat di unit gawat 6 3
obatan
darurat
a. Terkena cairan infeksius 4 3
37 Moderat Terpapar cairan tubuh pasien b. Petugas tergesa- g esa saat Minor Kadang Terjadi Menggunakan APD sesuai SOP
4 3
akan menerima pasien
Penggunaan APD sesuai SOP APD,
Petugas tertusuk jarum bekas berhati - hati dalam memberikan tindakan.
38 Rendah Pasien tidak kooperatif Minor Jarang Terjadi 6 3
suntik Serta mendapatkan imunisasi Hepatitis B
dan TD.

Mengetahui, 18 Januari 2023


Kepala UPTD Puskesmas Gandasuli

Nurlaila [Link], [Link]


NIP. 19670605 199003 2 008

Common questions

Didukung oleh AI

Incorrect patient identity registration can occur due to lack of coordination among healthcare personnel when documenting patient details, leading to mistakes in identity documentation such as incorrect name or date of birth. This can result in serious implications like wrong patient treatment, incorrect dosing of medication, and administrative errors . To mitigate this risk, it is crucial to have thorough checks and verifications of patient identity against available records, which can be reinforced through training sessions and implementing standard operating procedures that mandate confirmations before treatment .

Inadequate communication regarding medication instructions can significantly compromise patient safety. The Puskesmas Gandasuli report highlights that insufficient information about drug usage, such as unclear dosage instructions or incomplete Signa (usage instructions), can lead to medication errors, including incorrect dosing or missed doses. This situation not only endangers patient health but also challenges medication adherence . Ensuring clear, comprehensive, and repeatable communication processes regarding medication administration is necessary to safeguard against such risks, which may include strategies like verbal reinforcement, written instructions, and validation of patient understanding .

Effective communication and patient education play a critical role in mitigating healthcare risks related to patient cooperation. At Puskesmas Gandasuli, instances of non-cooperative behavior by patients, such as improper engagement during treatment or misunderstanding of procedures, can lead to increased procedural risks or exposure to infection. By improving communication between healthcare providers and patients, including educating patients on the importance of their active involvement and cooperation, many of these risks can be minimized . Health campaigns and direct consultations are recommended strategies to improve patient participation and awareness .

Maintaining SOPs for infection control is crucial in healthcare facilities to mitigate the risks associated with nosocomial infections. As illustrated by the Puskesmas Gandasuli report, non-adherence to SOPs can lead to increased incidences of infection transmission within the facility. Proper SOPs ensure consistent use of personal protective equipment (PPE), correct handling and disposal of medical waste, and standard hygiene practices, which are essential to prevent infections such as COVID-19 among patients and healthcare workers . Therefore, continuous monitoring, training, and adherence to SOPs are vital components for effective infection control .

Thorough documentation plays a pivotal role in the risk management process of healthcare facilities by providing reliable records that support transparency and accountability in patient care. As highlighted by the Puskesmas Gandasuli report, comprehensive documentation ensures that all aspects of patient interaction, medication, and treatment are accurately recorded, which is crucial for continuity of care, legal compliance, and clinical auditing . It assists in identifying trends in procedural errors or patient outcomes, informing targeted interventions and training to mitigate identified risks, ultimately enhancing patient safety and operational efficiency .

In the Puskesmas Gandasuli report, operational risks are categorized by likelihood and impact, affecting how healthcare facilities prioritize risk management measures. Risks with higher severity and probability, such as nosocomial infections or transmission of communicable diseases like COVID-19, receive more immediate attention due to their significant health implications . Resources are allocated based on a risk assessment matrix that evaluates both the probability of occurrence and potential impacts, with higher risk scores demanding urgent interventions and control measures, potentially involving staff training, better PPE compliance, or process improvements .

Regular coordination meetings are an effective means of preventing procedural errors and enhancing patient care in healthcare settings. These meetings allow for shared learning and reinforcement of standards among healthcare providers, enabling facilities like Puskesmas Gandasuli to align on best practices and address specific operational challenges collaboratively . Such forums promote open communication, allowing for immediate feedback and real-time problem solving, thus minimizing errors in hospital procedures and improving patient outcomes . The engagement of staff in regular reviews of practices ensures that critical standards are upheld and continuously improved upon.

Separating examination areas for infectious and non-infectious diseases is a strategic risk management approach in healthcare settings. At facilities like Puskesmas Gandasuli, this separation minimizes the risk of cross-contamination between patients, effectively controlling the spread of infections within the facility . It allows for more specialized care, with dedicated resources and staff trained to handle infectious cases, ultimately improving overall patient safety and care quality . Such infrastructural modifications are fundamental in maintaining a safe healthcare environment for both patients and healthcare workers.

To reduce procedural errors involving medical instruments, as identified in Puskesmas Gandasuli's risk assessment, several strategies can be implemented. These include comprehensive training for healthcare providers on correct instrument handling and sterilization procedures to prevent infections. Implementing a strict check-out and check-in system for medical instruments can further ensure accountability and proper usage oversight . Additionally, error reduction can be addressed by fostering a culture of safety that encourages reporting and analysis of near-misses, which helps identify areas for improvement and accountability .

The use of digital healthcare records offers substantial opportunities by enhancing the accessibility and accuracy of patient data handling, enabling quick information retrieval, and facilitating efficient audio-visual documentation of patient history. However, the Puskesmas Gandasuli report also indicates challenges such as potential data loss or access issues when digital systems fail due to technical or network problems . Overcoming these challenges necessitates robust network infrastructure, regular system backups, and effective data security protocols to safeguard against data breaches and ensure consistent reliability .

Anda mungkin juga menyukai