0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan18 halaman

Panduan Lengkap tentang PLC

Makalah ini membahas tentang Programmable Logic Controller (PLC) yang merupakan sistem elektronik digital yang dirancang untuk mengendalikan mesin dengan melakukan fungsi logika, penghitungan, penguncian, dan operasi waktu. PLC memiliki keunggulan seperti fleksibilitas, perubahan implementasi yang mudah, harga yang rendah, serta jumlah kontak yang banyak dibandingkan sistem konvensional."

Diunggah oleh

ananda jheza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan18 halaman

Panduan Lengkap tentang PLC

Makalah ini membahas tentang Programmable Logic Controller (PLC) yang merupakan sistem elektronik digital yang dirancang untuk mengendalikan mesin dengan melakukan fungsi logika, penghitungan, penguncian, dan operasi waktu. PLC memiliki keunggulan seperti fleksibilitas, perubahan implementasi yang mudah, harga yang rendah, serta jumlah kontak yang banyak dibandingkan sistem konvensional."

Diunggah oleh

ananda jheza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

(PLC)

MAKALAH INI DISUSUN OLEH :


MUHAMMAD ADIB HIDAYAT ([Link].15)

KELAS LT-2A

DOSEN PEMBIMBING :
ADI WASONO, [Link]., [Link].

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG


KATA PENGANTAR
Puji syukur diucapkan kehadirat Allah Swt. atas segala rahmat-Nya sehingga makalah
ini dapat tersusun sampai selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran
maupun materi.

Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa
pembaca praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 17 February 2024

Muhammad Adib Hidayat


DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................................4
1.1. Latar Belakang....................................................................................................................4
1.2. Tujuan..................................................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................................6
2.1. Sistem pada PLC..................................................................................................................6
Sebagian besar PLC dapat melakukan operasi sebagai berikut :............................................6
Kehandalan dalam PLC (Programmable Logic Controller), meliputi :..................................6
Hal-hal yang dapat dikerjakan oleh PLC, antara lain :...........................................................7
2.2. Pengertian............................................................................................................................8
 Bagian-bagian PLC..............................................................................................................9
2.3. Dasar-Dasar Pemrograman PLC.....................................................................................12
2.4. Cara Kerja Program PLC.................................................................................................12
2.5. PRINSIP KERJA PLC......................................................................................................13
2.6. KOMPONEN PENYUSUN PLC......................................................................................14
2.7. PRINSIP KERJA...............................................................................................................16
BAB III PENUTUP DAN SARAN..................................................................................................18
3.1. KESIMPULAN..................................................................................................................18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PLC pada awalnya sebagai alat elektronik untuk mengganti panel relay. Pada saat itu
PLC hanya bekerja untuk kondisi ON-OFF untuk pengendalian motor, solenoid, dan actuator.
Alat ini mampu mengambil keputusan yang lebih baik dibandingkan relay biasa. PLC
pertama-tama banyak digunakan pada bagian otomotif. Sebelum adanya PLC, sudah banyak
peralatan kontrol sequence, ketika relay muncul panel kontrol dengan relay menjadi kontrol
sequence yang utama. Ketika transistor muncul, solidstate relay yang diterapkan seperti untuk
kontrol dengan kecepatan tinggi.
Pada tahun 1978, penemuan chip mikroprosessor menaikkan kemampuan komputer
untuk segala jenis sistem otomatisasi dengan harga yang terjangkau. Robotika, peralatan
otomatis dan komputer dari berbagai tipe, termasuk PLC berkembang dengan pesat. Program
PLC makin mudah untuk dimengerti oleh banyak orang.
Pada awal tahun 1980 PLC makin banyak digunakan. Beberapa perusahaan elektronik
dan komputer membuat PLC dalam volume yang besar. Meskipun industri peralatan mesin
CNC telah digunakan beberapa waktu yang lalu, PLC tetap digunakan. PLC juga digunakan
untuk sistem otomatisasi building dan juga security control system. Sekarang sistem kontrol
sudah meluas hingga keseluruh pabrik dan sistem kontrol total dikombinasikan dengan
kontrol feedback, pemrosesan data, dan sistem monitor terpusat. Saat ini PLC sudah menjadi
alat yang cerdas, yang merupakan kebutuhan utama di industri modern. PLC modern juga
sebagai alat yang dapat mengakuasi data dan menyimpannya.
1.2. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian PLC

2. Mahasiswa dapat memahami bagian-bagian PLC

3. Mahasiswa dapat mengetahui beberapa jenis PLC

4. Mahasiswa dapat mengerti cara kerja PLC


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sistem pada PLC
PLC sebenarnya adalah suatu sistem elektronika digital yang dirancang agar dapat
mengendalikan mesin dengan proses mengimplementasikan fungsi nalar kendalisekuensial,
operasi pewaktuan (timing), pencacahan (counting), dan aritmatika. PLC tidak lain adalah
komputer digital sehingga mempunyai processor,unit memori, unit kontrol, dan unit I/O, PLC
berbeda dengan komputer dalam beberapa hal, yaitu :

 PLC dirancang untuk berada di lingkungan industri yang mungkinbanyak debu,


panas,guncangan, dan sebagainya.
 PLC harus dapat dioperasikan serta dirawat dengan mudah oleh teknisi pabrik.
 PLC sebagian besar tidak dilengkapi dengan monitor, tetapi dilengkapi dengan
peripheral portyang berfungsi untuk memasukkan program sekaligus memonitor data
atau program.
Sebagian besar PLC dapat melakukan operasi sebagai berikut :
 Relay Logic
 Penguncian (Locking )
 Pencacahan (Counting)
 Penambahan
 Pengurangan
 Pewaktuan (Timing)
 Kendali PID
 Operasi BCD
 Manipulasi Data
 Pembandingan
 Pergeseran

Kehandalan dalam PLC (Programmable Logic Controller), meliputi :


1. Flexibility
Pada awalnya, setiap mesin produksi yang dikendalikan secara elektronik
memerlukan masing-masing kendali, misalnya 12 mesin memerlukan 12 kontroler.
Sekarang dengan menggunakansatu model dari PLC dapat mengendalikan salah satu
dari 12 mesin tersebut. Tiap mesindikendalikan dengan masing-masing program
sendiri.
2. Perubahan implementasi dan koreksi error
Dengan menggunakan tipe relay yang terhubung pada panel, perubahan
program akanmemerlukan waktu untuk menghubungkan kembali panel dan peralatan.
Sedangkan denganmenggunakan PLC untuk melakukan perubahan program, tidak
memerlukan waktu yang lamayaitu dengan cara merubahnya pada sebuah software.
3. Harga yang rendah
PLC lebih sederhana dalam bentuk, ukuran dan peralatan lain yang
mendukungnya, sehinggaharga dapat dijangkau. Saat ini dapat dibeli PLC berikut
timer, counter, dan input analog dalamsatu kemasan CPU. PLC mudah di dapat dan
kini sudah banyak beredar di pasaran denganbermacam-macam merk dan tipe.
4. Jumlah kontak yang banyak
PLC memiliki jumlah kontak yang banyak untuk tiap koil yang tersedia. Misal
panel yangmenghubungkan relay mempunyai 5 kontak dan semua digunakan
sementara pada perubahandesain diperlukan 4 kontak lagi yang berarti diperlukan
penambahan satu buah relay lagi. Iniberarti diperlukan waktu untuk melakukan
instalasinya. Dengan menggunakan PLC,hanya diperlukan pengetikan untuk membuat
4 buah kontak lagi.
5. Keamanan
Program PLC tidak dapat diubah oleh sembarang orang dan dapat dibuatkan
[Link] panel relay biasa memungkinkan terjadinya perubahan yang
sulit untuk dideteksi.
6. Memudahkan perubahan dengan pemrograman ulang
PLC dapat dengan cepat diprogram ulang, hal ini memungkinkan untuk
mencampur prosesproduksi, sementara produksi lainnya sedang berjalan.

Keunggulan PLC dibanding Sistem Konvensional, antara lain :


1. Pada Progammable Logic Controller :
 Pengawatan lebih sedikit.
 Perawatan relatif mudah.
 Pelacakan sistem lebih sedarhana.
 Konsumsi daya relatif rendah.
 Dokumentasi gambar lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti.
Modifikasi sistem lebih sederhana dan cepat.
2. Pada Sistem Konvensional Kontrol Panel:
 Pengawatan lebih kompleks.
 Perawatan membutuhkan waktu yang lama.
 Pelacakan kesalahan membutuhkan waktu yang lama.
 Konsumsi daya yang relatif tinggi.
 Dokumentasi gambar lebih banyak.
 Modifikasi sistem membutuhkan waktu yang lama.
Hal-hal yang dapat dikerjakan oleh PLC, antara lain :
A. Sebagai kontrol urutan mempunyai fungsi :
1. Pengganti relay kontrol logika konvensional.
2. Pewaktu/pencacah (Timer /Counter).
3. Pengganti pengontrol PCB card.
4. Mesin kontrol (auto / semi auto/manual).
B. Sebagai kontrol yang canggih mempunyai fungsi:
1. Operasi aritmatika.
2. Penanganan informasi.
3. Kontrol analog (suhu, tekanan, dan lain-lain).
4. PID (Proporsional-Integral-Diferensial).
5. Kontrol motor servo.
6. Kontrol motor stepper.
C. Sebagai kontrol pengawasan mempunyai fungsi:
1. Proses monitor dan alarm.
2. Monitor dan diagnosa kesalahan.
3. Antarmuka dengan komputer (RS-23C/ RS-422).
4. Antarmuka printer / ASCII.
5. Jaringan kerja otomatisasi pabrik.
6. Local Area Network.
7. Wibe Area Network.
8. FMS (Flexible Manufacturing System), CIM (Computer Integrated Manufacturing ),
FA (Factory Automation).

2.2. Pengertian
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah
digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat
kesulitan yang beraneka ragam. Definisi PLC menurut Capiel (1982) adalah sistem elektronik
yang beroperasi secara digital dan di desain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana
sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal
instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan,
perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui
modul-modul I/O digital maupun analog. Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai
berikut:
 Programmable
Menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah
dibuat, yang dengan mudah diubah – ubah fungsi atau kegunaannya.
 Logic
Menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU),
yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi,
mengurangi, negasi, AND,OR, dan lain sebagainya
 Controller
Menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga
menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relaysequensial dalam suatu
sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan
oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara
khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat
dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai
dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.

 Bagian-bagian PLC
1. Central Processing Unit (CPU)
CPU merupakan pengatur utama, merupakan otak PLC. Mikrokontroler
ATMEL merupakan mikrokontroler 8 bit, tidak jauh berbeda dengan PLC yang dapat
dikatakan sebagai mikrokontroler16 atau 32 bit. CPU ini berfungsi untuk melakukan
komunikasi dengan PC, interkoneksi pada setiap bagian PLC, mengeksekusi program,
serta mengatur input output sistem.
2. Bagian Modul Input dan Output
Input merupakan bagian yang menerima sinyal elektrik dari sensor atau
komponen lain dan sinyal itu dialirkan ke PLC untuk diproses. Ada banyak jenis
modul input yang dapat dipilih dan jenisnya tergantung dari input yang akan
digunakan. Jika input adalah limit switches dan pushbutton dapat dipilih input DC.
Modul input analog adalah input khusus yang menggunakan ADC (Analog to Digital
Conversion) dimana digunakan untuk input yang berupa variable seperti temperatur,
kecepatan, tekanan dan posisi.
Output adalah bagian PLC yang menyalurkan sinyal elektrik hasil pemrosesan
PLC ke peralatan output. Besaran informasi atau sinyal elektrik itu dinyatakan dengan
tegangan listrik antara 5–15 volt DC dengan informasi diluar sistem tegangan yang
bervariasi antara 24–240 volt DC maupun AC. Konversi output biasanya mempunyai
6-32 output point dalam sebuah single module. Konversi output analog adalah tipe
khusus dari modul output yang menggunakan DAC (Digital to Analog Conversion).
Modul output analog dapat mengambil nilai dalam 12 bit dan mengubahnya ke- dalam
signal analog. Biasanya signal ini 0-10 volt DC atau 4-20mA.
3. Programmer (PM)
Pemrograman dilakukan melalui keyboard sehingga alat ini dinamakan
Programmer. Dengan adanya monitor maka dapat dilihat apa yang diketik atau proses
yang sedang dijalankan oleh PLC. Bentuk PM ini ada yang besar seperti PC, ada juga
yang berukuran kecil yaitu handeld programmer dengan jendela tampilan yang
kecil,dan ada juga yang berbentuk [Link] dihubungkan dengan CPU melalui
kabel. Setelah CPU selesai diprogram maka PM tidak dipergunakan lagi untuk operasi
proses PLC sehingga bagian ini hanya dibutuhkan satu buah untuk banyak CPU.
4. Power Supply
Catu daya (Power Supply) digunakan untuk memberikan tegangan pada PLC.
Tegangan masukan pada PLC biasanya sekitar 24V DC atau 220V AC. Pada PLC
yang besar, catu daya biasanya diletakkan terpisah. Catu daya digunakan untuk
memberikan daya secara langsung ke input maupun output, yang berarti input dan
output murni merupakan saklar. Jadi pengguna harus menyediakan sendiri catu daya
untuk input dan output PLC. Dengan cara demikian maka PLC itu tidak akan rusak.
5. Perintah-Perintah dalam PLC
A. LOAD (LD) dan LOAD NOT (LD NOT)
Kondisi pertama yang mengawali sembarang blok logika di dalam diagram
tangga berkaitan dengan LOAD (LD) atau LD NOT (LD NOT). Masing-masing
instruksi ini membutuhkan satu baris kode mnemonik. Contoh untuk instruksi ini
ditunjukkan pada Gambar.

Hanya instruksi LOAD atau LD NOT saja yang ada di garis instruksi (instruction
line), maka kondisi eksekusi untuk instruksi yang di sebelah kanannya adalah ON
jika kondisi-nya ON. Untuk contoh diagram tangga tersebut, instruksi LD (yaitu
untuk normal terbuka), kondisi eksekusi akan ON jika IR000.00 juga ON,
sebaliknya untuk instruksi LD NOT (yaitu untuk normal tertutup), kondisi
eksekusi akan ON jika IR000.00 dalam kondisi OFF.
B. OR
Kita dapat membuat suatu fungsi logika yang sederhana untuk mengendalikan
suatu lampu menggunakan beberapa saklar. Jika digunakan notasi standar biner
untuk lampu dan saklar(0 untuk OFF dan 1 untuk ON), maka ladder diagram
berikut mempresentasikan suatu rankaian OR. Lampu akan menyala jika saklar A
atau saklar B dikontakkan.

C. AND
Kita juga dapat membuat ladder diagram untuk mempresentasikan suatu
rangkaian AND sebagai berikut.
D. NOT
Logika untuk NOT dipresentasikan menggunakan normally-closed contact
seperti gambar dibawah, lampu menyala saat saklar A tidak ditekan.

E. OR NOT dan AND NOT


Jika kita menggabungkan rangkaian OR atau AND dan NOT maka akan
diperoleh suatu rangkaian OR NOT dan AND NOT. Sebagai berikut :

Pada gambar A lampu hanya akan menyala jika saklar A dan saklar B tidak
ditekan. Jika salah satu saklar saja ditekan, maka lampu akan padam. Dengan
prinsip yang sama, kita dapat membuat rangkaian AND NOT seperti gambar B.
Beberapa kesimpulan yang perlu diperhatikan :
 Saklar yang disusun paralel ekivalen dengan rangkaian OR
 Saklar yang disusun seri ekivalen dengan rangkaian AND
 Saklar Normally-closed ekivalen dengan rangkaian NOT
F. OUT
Sebuah instruksi yang digunakan untuk mengakhiri sebuah baris (anak tangga)
dan tanda pengalamatan output. Logikanya seperti contact NO relay.
G. OUT NOT
Sebuah instruksi yang digunakan untuk mengakhiri sebuah baris (anak tangga)
dan tanda pengalamatan output. Logikanya seperti contact NC relay.
H. AND LOAD
Instruksi yang dipergunakan untuk menghubungkan rangkaian awal dengan
perintah LOAD yang dipasang secara seri.
I. OR LOAD
Instruksi yang dipergunakan untuk menghubungkan rangkaian awal dengan
perintah LOAD yang dipasang secara paralel.

J. KEEP
Instruksi ini berfungsi untuk mempertahankan kondisi output untuk tetap ON
walaupun input sudah OFF. Logikanya input diumpankan ke input SET untuk
mematikannya dihubungkan ke input RESET.

2.3. Dasar-Dasar Pemrograman PLC


Sebelum mulai membuat program PLC, perlu dibuat dulu daftar peralatan
input dan output (input/output list) yang digunakan pada sistem. Hal ini penting
supaya perancang bisa menghitung jumlah input dan output yang perlu dipenuhi
PLC. Hal ini juga membantu pemrograman nantinya, karena pengalamatan juga
berkaitan dengan status input-output dalam sistem.
Kemudian barulah dibuat program PLC sesuai dengan flowchart yang
sebelumnya dibuat. Program ini bisa disimulasikan terlebih dahulu di PLC, karena
PLC memiliki lampu-lampu built in sehingga statusnya bisa dilihat langsung di
body dari PLC. Untuk mengaktifkan input bisa dengan melakukan force pada
input PLC tersebut.
Setelah program sudah valid, barulah perancang menghubungkan peralatan
input/output sebenarnya pada sistem. Jika sudah tidak ada masalah dengan
rangkaian-rangkaian pendukung maka sistem yang dikendalikan oleh PLC sudah
siap dijalankan.

2.4. Cara Kerja Program PLC


PLC mempunyai fungsi internal seperti timer, counter dan shift register. PLC
beroperasi dengan cara memeriksa input dari sebuah proses guna mengetahui
statusnya kemudian sinyal input ini diproses berdasarkan instruksi logika yang
telah diprogram dalam memori. Dan sebagai hasilnya adalah berupa sinyal output.
Sinyal output inilah yang dipakai untuk mengendalikan peralatan atau mesin.
Antarmuka (interface) yang terpasang di PLC memungkinkan PLC dihubungkan
secara langsung ke actuator atau transducer tanpa memerlukan relay. Struktur
PLC dapat dibagi ke dalam empat komponen utama :
1. Antarmuka (interface) input
2. Antarmuka (interface) output
3. Prosessing Unit (CPU – Central Prosessing Unit)
4. Unit Memori
Arus informasinya dalam PLC akan mengikuti jalur yang sederhana
seperti dibawah ini :
1. CPU akan membaca “ unit memori ”
2. Memeriksa status “ antarmuka input “
3. Memperbaharui status “ CPU “
4. Memperbaharui status “ antarmuka output “

2.5. PRINSIP KERJA PLC


PLC merupakan peralatan elektronik yang dibangun dari mikroprosesor untuk
memonitor keadaan dariperalatan input untuk kemudian di analisa sesuai dengan
kebutuhan perencana (programmer) untuk mengontrol keadaan output. Sinyal input
diberikan kedalam input card.

Ada 2 jenis input card, yaitu ;


A. Analog Input Card
B. Digital Input Card
Setiap input mempunyai alamat tertentu sehingga untuk mendeteksinya mikroprosesor
memanggil berdasarkan alamatnya. Banyaknya input yang dapat diproses tergantung
jenis PLC- nya. Sinyal output dikluarkan PLC sesuai dengan program yang dibuat oleh
pemakai berdasarkan analisa keadan input.
Ada 2 jenis output card, yaitu ;
A. Analog Output Card
B. Digital Output Card
Setiap ouputcard mempunyai alamat tertentu dan diproses oleh mikroprosesor
menurut alamatnya. Banyaknya output tergantung jenis PLC-nya. Pada PLC juga
dipersiapkan internalinput dan output untuk proses dalam PLC sesuai dengan kebutuhan
program. Dimana internalinput dan output ini hanya sebagai flag dalam proses. Di dalam
PLC juga dipersiapkan timer yang dapat dibuat dalam konfigurasi on delai, off delai, on
timer, off timer dan lain- lain sesuai dengan programnya. Untuk memproses timer
tersebut, PLC memanggil berdasarkan alamatnya.
Untuk melaksanakan sebagai kontrol system, PLC ini didukung oleh perangkat lunak
yang merupakan bagian penting dari PLC. Program PLC biasanyaterdiri dari 2 jenis yaitu
ladder diagram dan instruksi dasar diagram, setiap PLC mempunyai perbedaan dalam
penulisan program.

2.6. KOMPONEN PENYUSUN PLC


Pada umumnya, teradapat 5 (lima) komponen utama yang menyusun suatu PLC.
Semua komponen tersebut harus ada untuk dapat menjalankan suatu PLC secara normal.

Komponen-komponen utama dari suatu PLC, sebagai berikut:


A. UNIT CPU (CENTRAL PROCESSING UNIT)
CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengopersian dalam
PLC, melaksanakan program yang disimpan didalam memori. Selain itu CPU juga
memproses dan menghitung waktu memonitor waktu pelaksanaan perangkat lunak
dan menterjemahkan program perantara yang berisi logika dan waktu yang
dibutuhkan untuk komunikasi data dengan [Link] merupakan bagian
yang berfungsi sebagai otak bagi sistem. CPU berisi mikroprosesor yang
menginterpretasikan sinyal-sinyal input dan melaksanakan tindakan-tindakan
pengontrolan sesuai dengan program yang telah tersimpan , lalu
mengkomunikasikan keputusan-keputusan yang diambilnya sebagai sinyal kontrol
ke output interface. Scan dari program umumnya memakan waktu 70 ms , tetapi
halitu tergantung dari panjang pendeknya program serta tingkat kerumitannya.
B. UNIT MEMORI
Memori didalam PLC digunakan untuk menyimpan data dan program. Secara
fisik, memori ini berupa chip dan untuk pengaman dipasang baterai back-up pada
PLC. Unit memori ini sendiri dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu:
 Volatile Memory, adalah suatu memori yang apabila sumber tegangannya
dilepas makadata yang tersimpan akan hilang . Karena itu memori jenis ini
bukanlah media penyimpanan permanen. Ada beberapa jenis memori volatil
yaitu RAM (Random Access Memory), SRAM (Static RAM)dan DRAM
(Dynamics RAM).
 Non-Volatile Memory, merupakan kebalikan Volatile Memory yaitu suatu
memori yang meski sumber tegangan dilepas data yang tersimpan tidak akan
[Link] satu jenis memori ini adalah ROM (Read Only Memory). Memori
jenis ini hanya dapat dibaca saja dan tidak dapat di tambah ataupun dirubah.
Isi dari ROM berasal dari pabrik pembuatnya yang berupa sistem operasi dan
terdiri dari program-program pokok yang diperlukan oleh sistem PLC.
Memori yang terdapat dalam PLC berfungsi untuk menyimpan program dan
memberikan lokasi-lokasi dimana hasil-hasil perhitungan dapat disimpan
didalamnya. PLC menggunakan peralatan memory semi konduktor seperti RAM
(Random Acces Memory), ROM (Read Only Memory), dan PROM
(Programmable Read Only Memory).
C. UNIT POWER SUPPLY
Unit power supply atau unit catu daya diperlukan untuk mengkonversi
tegangan masukan AC (220Volt ~ 50Hz) atau DC (24Volt) sumber menjadi
tegangan rendah DC 5 Volt yang dibutuhkan oleh prosesor dan rangkaian-
rangkaian dalaminput/output interface. Kegagalan dalam pemenuhan tegangan
oleh power supply dapat menyebabkan kegagalan operasi PLC. Untuk itu
diperlukan adanya baterai cadangan dengan tujuan agar pada saat
voltage=dropping, data yang ada pada memori tidak hilang.

D. UNIT PROGRAMMER
Komponen programmer merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi
dengan PLC. Programmer mempunyai beberapa fungsi yaitu :
 RUN, untuk mengendalikan suatu proses saat program dalam keadaan aktif.
 OFF, untuk mematikan PLC sehingga program dibuat tidak dapat dijalankan.
 MONITOR, untuk mengetahui keadaan suatu proses yang terjadi dalam PLC.
 PROGRAM, menyatakan suatu keadaan dimana programmer/monitor
digunakan untuk membuat suatu program.

E. UNIT INPUT/OUTPUT
Unit Input/output menyediakan antarmuka yang menghubungkan sistem
dengan dunia luar, memungkinkan dibuatnya sambungan-sambungan/koneksi
antara perangkat-perangkat input, semisal sensor, dengan perangkat output,
semisal motor dan selenoida, melalui kanal-kanal input/output. Demikian pula,
melalui unit input/output, program-program dimasukkan dari panel program.
Setiap titik input/output memiliki sebuah alamat unik yang dapat digunakan oleh
CPU.

2.7. PRINSIP KERJA


Pada dasarnya untuk membuat program ladder diagram adalah dengan
menghubungkan busbar sisi kiri ke busbar sisi kanan sesuai dengan kondisi dan
instruksi yang diinginkan untuk dikerjakan oleh unit PLC dalam menjalankan
perintah ke mesin yang dikontrolnya.
Jalur operasi kerja itu bisa dibagi dalam 2 bagian, yaitu:
[Link] Kiri = merupakan sisi pengkondisian, dimana biasanya terdiri dari
rangkaian simbol kontak NO dan/atau NC, baik yang berasal dari switch input
langsung ataupun dari switch internal relay hasil operasi perintah kerja dalam
program yang bersangkutan.
[Link] Kanan = merupakan sisi perintah kerja, dimana biasanya berupa simbol
relay dan bisa dipasang sebagai output langsung ataupun berupa internal relay,
timer, counter dan operasi-operasi lainnya.
Jadi bilamana kondisi-kondisi yang ada di sisi kiri bisa dalam keadaan
terhubung semua, maka arus listrik kutub (+) dari busbar kiri akan mengalir dan
menghidupkan operasi kerja di sisi kanan yang menempel dengan listrik kutub (-)
di busbar kanan.
Contoh program ladder diagram :

Gambar Program Ledder Diagram


Kondisi awal/normal: Kontak I 0001 terputus, kontak O 4001 terputus, kontak T
001 terhubung, relay output O 4001 tidak bekerja, internal timer T 001 tidak bekerja.
Saat Push Button I 0001 ditekan: Kontak I 0001 terhubung, kontak T 001 masih
terhubung, karena internal timer T 001 di setting ON setelah 10 detik, maka arus
listrik akan mengalir menghidupkan relay output O 4001 dan internal timer T 001.
Saat Push Button I 0001 dilepaskan kembali:
Kontak I 0001 terputus, kontak relay output O 4001 terhubung, karena relay
output O 4001 bekerja, kontak T 001 masih terhubung, sehingga arus tetap mengalir
menghidupkan relay output O 4001 dan internal timer T 001. Kondisi kontak relay
output O 4001 ini disebut Self Holding Contact.
Saat 10 detik setelah relay output O 4001 dan internal timer T 001 bekerja:
Kontak T 001 terputus karena internal timer T 001 dalam kondisi ON setelah waktu
tunda 10 detik sesuai dengan setting, dan hal ini memutuskan arus listrik yang
mengalir ke relay output O 4001 dan internal timer T 001, sehingga keduanya segera
OFF lagi. Dan kondisi kembali ke kondisi awal di atas.
Bila dilihat hanya untuk satu baris ladder diagram di atas, akan terlihat
sederhana bagi orang yang mengerti skema diagram rangkaian listrik, tetapi justru
disinilah kehebatan dibalik kesederhanaan program ladder diagram. Kontak poin I
0001, O 4001 dan T 001 itu bisa digunakan dimana saja pada program lanjutan dari
ladder diagram di atas. Dan bila program ini diteruskan ke bawah sesuai dengan
kebutuhan program mesin yang bersangkutan, maka program ini akan terlihat sebagai
anak tangga yang terus turun ke bawah.
Untuk kebutuhan perancang desain rangkaian listrik, penggunaan PLC dengan
ladder diagramnya ini sangat membantu mengurangi keruwetan rangkaian listrik
dalam panel kontrol, sehingga menjadi ringkas dan kompak. Juga sangat fleksibel saat
perancang melakukan modifikasi ataupun upgrade sistem dari rangkaian listrik mesin
yang dirancangnya tersebut.
Sementara untuk kebutuhan maintenance dan trouble shooting, penggunaan
PLC ini jelas menjadi bantuan mata sang trouble shooter untuk melihat kegagalan apa
yang terjadi dengan dengan proses kerja mesin yang sedang diperbaiki.
BAB III
PENUTUP DAN SARAN
3.1. KESIMPULAN
A. PLC merupakan computer elektronik yang berfungsi untuk menyusun program
secara digital dan mudah untuk digunakan.
B. Dengan PLC daya yang digunakan menjadi lebih rendah dibanding dengan
system control konvensional
C. Biaya penggunan kabel menjadi berkurang, sehingga lebih ekonomis
D. Dapat meminimalkan komponen yang dipergunakan
E. Dapat merubah system control dengan mudah dan dapat dipantau melalui
computer

Anda mungkin juga menyukai