BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
2.1 Tinjauan Pustaka
Sebagai dasar pengetahuan, penelitian ini mengambil beberapa hasil dari penelitian
terdahulu yang relevan berdasarkan pokok bahasan tentang topik penelitian yang diambil.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Johny Chandra, Santy Sipahutar, dan Oloan
Sihombing pada tahun 2019. Penentuan Pemberian Bonus Karyawan Pada Perusahaan
Dengan Menggunakan Metode Topsis. Penelitian ini bertujuan agar pembagian bonus
karyawan dapat sesuai dengan kinerja pegawai. Karena sering terjadi ketidak sesuaian antara
kinerja karyawan dan hasil bonus yang di diapat karyawan. Techinique for Order Preference
by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Dengan menggunakan metode ini akan membantu
proses perhitungan dalam pengambilan keputusan terhadap alternatif berdasarkan jarak
terhadap solusi ideal positif dan jarak terhadap solusi ideal negatif dengan mengambil
kedekatan relatif terhadap solusi ideal positif. (Johny Chandra, Santy Sipahutar, dan Oloan
Sihombing, 2019).
Penelitian yang dipublikasi di jurnal nasional oleh M. Subchan Mauludin dan Suali
2019. Dengan judul Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan
Menggunakan Metode Topsis di PT. Karya Mitra Nugraha. Penelitian ini menghasilkan
sebuah sistem pedukung keputusan berbasis website dengan menggunakan metode
Techinique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penggunaan
metode ini dapat mencegah ketidak tepatan dalam menentukan kinerja karyawan yang
dipengaruhi faktor Subjektifitas. (M. Subchan Mauludin dan Suali, 2019).
Penelitian yang dipublikasi di jurnal nasional oleh Aria Bagus Susilo tahun 2020.
Tentang Sistem Prediksi Mahasiswa Berpotensi Menerima Beasiswa Menggunakan Metode
Topsis Dan Algoritma Fuzzy Logic. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan solusi
yang obyektif, cepat dan tepat sasaran guna memprediksi atau meyeleksi penerima beasiswa
bagi mahasiswa pada Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum. Penelitian ini menghasilkan
sistem pendukung keputusan menggunakan metode TOPSIS berbasis web dan dalam proses
pembuatan aplikasi menggunakan Fuzzy Logic untuk menentukan bobot pada setiap atribut
dan sistem ini menggunakan database dan MySQL sebagai tempat penyimpanan data. (Aria
Bagus Susilo, 2020).
Tabel 2.1 Perbedaan Penelitian
Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian
Topik
Pertama Kedua Ketiga Sekarang
Judul Penentuan Sistem Sistem Optimalisasi
Penelitian Pemberian Pendukung Prediksi Pemilihan Calon
Bonus Keputusan Mahasiswa Penerima
Karyawan Penilaian Berpotensi Bantuan PIP
Pada Kinerja Menerima dengan
Perusahaan Karyawan Beasiswa Menggunakan
Dengan Menggunakan Mengguna Metode TOPSIS
Menggunakan Metode kan Studi Kasus : SD
Metode Topsis Di Pt. Metode Negeri Plemahan
Topsis Karya Mitra Topsis Dan 2 Kec. Sumobito
Nugraha Algoritma
Fuzzy
Logic
Tahun 2019 2019 2020 2024
Metode Techinique Techinique for Techinique Techinique for
for Order Order for Order Order
Preference by Preference by Preference Preference by
Similarity to Similarity to by Similarity to
Ideal Solution Ideal Solution Similarity Ideal Solution
(TOPSIS) (TOPSIS) to Ideal (TOPSIS)
Solution
(TOPSIS)
dan Fuzzy
Logic
Output Aplikasi Penelitian ini Penelitian Penelitian ini
Penelitian Pemberian menghasilkan ini menghasilkan
Bonus sebuah sistem menghasilk sebuah sistem
Karyawan pedukung an sebuah pedukung
Pada keputusan sistem keputusan
Perusahaan berbasis pedukung berbasis website
berbasis website keputusan menggunakan
Dekstop berbasis metode TOPSIS
website
Hasil Hasil Hasil Hasil Hasil penelitian
Penelitian penelitian ini penelitian ini penelitian berupa sistem
berupa sistem berupa sistem ini berupa pengoptimalisasi
pemberian penilaian sistem bantuan PIP
bonus kinerja pendukung berbasis website
berbasis karyawan keputusan dengan
dekstop dengan berbasis menggunakan
dengan metode sistem dekstop metode
metode sistem pendukung dengan Techinique for
pendukung keputusan metode Order Preference
keputusan yaitu yaitu by Similarity to
yaitu Techinique for Techinique Ideal Solution
Techinique Order for Order (TOPSIS), serta
for Order Preference by Preference dalam proses
Preference by Similarity to by pembuatan
Similarity to Ideal Solution Similarity sistem ini
Ideal Solution (TOPSIS) to Ideal memanfaatkan
(TOPSIS) Solution bahasa
(TOPSIS) pemrograman
dan PHP (Hypertext
menggunak Preprocessor)
an Fuzzy dengan
Logic menggunakan
dalam visual studio
menentuka code serta
n bobot MySQL sebagai
kriteria databasenya.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, ada perbedaan penelitian yang akan dilakukan
yakni penentuan topik penelitian pada penelitian ini adalah pengoptimalisasian sasaran
bantuan Program indonesia Pintar (PIP) dan studi kasus yang peneliti pilih adalah lembaga
pendidikan Sekolah Dasar yang terlibat dalam Program Indonesia Pintar (PIP). Dari hasil
pemaparan tersebut maka peneliti mengimplementasikan metode TOPSIS untuk menentukan siswa
yang mendapatakn bantuan PIP berbasis web.
2.2 Dasar Teori
2.2.1. Optimalisasi
Secara umum, pengertian optimalisasi adalah sebuah proses menemukan
praktik terbaik yang dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal dan ideal dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada sebaik mungkin. Secara sederhana arti
optimalisasi adalah serangkaian proses untuk mengoptimalkan apa yang sudah ada.
Tidak hanya dalam dunia bisnis, optimalisasi juga sering digunakan dalam bidang
lainnya, salah satunya adalah pendidikan.
Menurut Depdikbid (1995, h. 628) Optimalisasi berasal dari kata optimal
berarti terbaik, tertinggi, sedangkan optimalisasi berarti suatu proses meninggikan atau
meningkatkan ketercapaian dari tujuan yang diharapkan sesuai dengan kriteria yang
telah ditetapkan. Optimalisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah tertinggi,
paling baik, sempurna, terbaik, paling mengutamakan. Mengoptimalkan berarti
menjadikan semupurna, menjadikan paling tinggi, menjadikan maksimal, Optimalisasi
berarti pengoptimalan. Optimalisasi adalah proses pencarian solusi yang terbaik, tidak
selalu keuntungan yang paling tinggi yang bisa dicapai jika tujuan pengoptimalan
adalah memaksimumkan keuntungan atau tidak selalu biaya yang paling kecil yang
bisa ditekan jika tujuan pengoptimalan adalah meminimumkan biaya.
2.2.2. PIP
Menurut Website resmi Program Indoensia Pintar ([Link]), PIP
merupakan bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari
pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang
mampu untuk membiayai pendidikan.
PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu
yang merupakan prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat
pendidikan menengah, baik melalui jalur formal SD sampai SMA/SMK dan jalur non
formal paket A sampai paket C dan pendidikan khusus. Melalui program ini pemerintah
berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan
dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga
diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya
langsung maupun tidak langsung.
Ada beberapa kriteria yang bisa mendapatkan bantuan PIP yaitu : Peserta Didik
pemegang KIP, Peserta Didik dari keluarga kurang mampu dengan pertimbangan
khusus seperti:
Peserta Didik dari keluarga kurang mampu dengan pertimbangan khusus seperti:
Peserta Didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan
Peserta Didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera
Peserta Didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti
asuhan
Peserta Didik yang terkena dampak bencana alam
Peserta Didik yang tidak bersekolah (drop out) yang diharapkan kembali bersekolah
Peserta Didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang
mengalami pemutusan hubungan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana,
berada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 (tiga) saudara yang
tinggal serumah
Peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya
2.2.3. TOPSIS
Techinique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)
bertujuan untuk menentukan solusi ideal positif dan solusi ideal negatif. Solusi ideal
positif memaksimalkan kriteria manfaat dan meminimalkan kriteria biaya, sedangkan
solusi ideal negatif memaksimalkan kriteria biaya dan meminimalkan kriteria manfaat.
Topsis didasarkan pada konsep dimana alternatif terpilih yang terbaik bukan hanya
memiliki jarak terpendek dari solusi ideal psotif, akan tetapi juga memiliki jarak
terpanjang dari solusi ideal negatif (Perdana, 2020)
Metode TOPSIS memiliki beberapa tahapan-tahapan sebagai berikut:
a. Membuat matrix keputusan yang ternomalisasi
b. Membuat matriks keputusan yang ternomalisasi menjadi pembobotan
c. Menentukan matrix solusi ideal positif dan matrix ideal negatif.
d. Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matrix solusi ideal positif dan
matriks ideal negatif
e. Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif TOPSIS membutuhkan rating
kinerja setiap alternatif Ai pada setiap kinerja Cj yang ternomalisasi, yaitu :
r xij
ij=
√∑
m
2
x ij
i=1
I = 1,2, ... m; dan j=1,2,..n
Dimana :
rij = matriks ternomalisasi [i][i].
xij = matriks keputusan [i][i].
Solusi ideal positif A+ dan solusi ideal negatif A- dapat ditentukan berdasarkan rating
bobot ternomalisasi (yij) sebagai :
y ij=W r i ij
Dengan i = 1,2,...m; dan j=1,2,...n.
+¿=¿¿
A
−¿=¿¿
A
Dimana :
yij adalah matriks ternomalisasi terbobot.
+¿¿
y j adalah :
- Max y ij , jika j adalah atribut keuntungan (benefit)
- Min y ij , jika j adalah atribut biaya (cost)
−¿ ¿
yj Adalah :
- Min y ij , jika j adalah atribut keuntungan (benefit)
- Max Y, jika j adalah atribut biaya (cost)
Jarak alternatif Ai dengan solusi ideal positif dirumuskan sebagai :
√∑
n
+¿= ¿¿ ¿¿¿
Di j=1
√∑
n
−¿= ¿ ¿¿¿ ¿
Di j=1
Menentukan nilai (Vi) preferensi untuk setiap alternatif :
−¿
Di
Vi= +¿ ¿
D−¿+D
i
¿
¿ i