PERAN PENDIDIK DI ERA DIGITAL
MAKALAH
Sebagai Tugas Akhir Kelas XII dan Syarat Mengikuti Munaqosyah
NAILA ZAHRANI SUNARSO
XII IPA 1
PONDOK PESANTREN TERPADU AL-MULTAZAM
KUNINGAN JAWA BARAT
2023
LEMBAR PENGESAHAN
PERAN PENDIDIK DI ERA DIGITAL
MAKALAH
Sebagai Tugas Akhir Kelas XII dan Syarat Mengikuti Munaqosyah
NAILA ZAHRANI SUNARSO
XII IPA 1
Kuningan, 1 November 2023
Diketahui Oleh:
Kepala SMAIT Al-Multazam, Pembimbing,
Nina Herlina [Link]. Wiwi Widuri, [Link].
Disahkan, Diketahui,
Mudir Ma’had Al-Multazam, Sekretaris Pondok Al-Multazam,
KH. Badhrudin, Lc. Devi Imron Rosyadi, [Link].
i
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum, Wr. Wb.
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberi nikmat dan karunianya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan tepat waktu. Tak lupa saya
mengucapkan terima kasih kepada Bu Wiwi Widuri, [Link]. selaku pembimbing
makalah saya, yang selalu memberi arahan dan dorongan, serta telah meluangkan
waktu, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan baik.
Makalah disusun untuk memenuhi syarat mengikuti sidang munaqosyah. Selain
itu, makalah ini bertujuan menambah wawasan tentang professional seorang guru
dalam menghadapi era digital, tidak hanya mendidik pembelajaran di kelas, tetapi
juga membentuk kreatifitas peserta didik menjadi sumber daya yang kritis dan
kreatif dalam menghadapi revolusi globalisasi. Saya menyadari makalah ini masih
jauh dari kata sempurna, maka saya mengharapkan kritik dan saran yang
membangun kesempurnaan makalah ini. Semoga dapat bermanfaat bagi setiap
orang yang membaca, terutama bagi guru dan peserta didik Pondok Pesantren
Terpadu Al-Multazam yang telah menggunakan Ipad sebagai media untuk belajar
dan mengajar.
Wassalamualaikum, Wr. wb.
kuningan, 1 November 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Perumusan Masalah 2
C. Tujuan 2
D. Manfaat 3
BAB II PEMBAHASAN 4
A. Gambaran Pendidikan di Era Digital 4
1. Pengertian Peran Pendidik 4
2. Digitalisasi Pendidikan 5
3. Pendidik di Era Digital 7
B. Peran Pendidik di Era Digital 8
BAB III PENUTUP 20
A. Kesimpulan 20
B. Saran 21
DAFTAR PUSTAKA 22
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS 24
iii
DAFTAR DIAGRAM
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di zaman revolusi modern abad 21, pendidikan sudah menggunakan
berbagai alat digital untuk memenuhi kebutuhan, salah satunya dengan
Ipad. Para pendidik dituntut untuk bisa mengintegrasikan teknologi
canggih ke berbagai aspek pembelajaran1. Di zaman ini memudahkan para
peserta didik untuk mendapatkan informasi yang melimpah dengan cepat
dan mudah dalam kondisi apapun, sehingga para peserta didik dapat
berkembang secara pesat. Kondisi inilah yang menjadi peran utama bagi
pendidik dalam menyampaikan pendidikan yang merupakan tantangan
untuk mengikuti sesuai zamannya.
Tuntutan lainnya adalah pendidik harus bisa menyelesaikan
masalah-masalah teknologi yang membutuhkan penyelesaian tingkat
tinggi2. Seperti permasalahan globalisasi, akulturasi budaya, perekonomian
serta isu-isu politik dalam maupun luar negeri. Hal inilah yang akan
membuat peserta didik tidak akan buta akan dunia dan
informasi-informasinya.
Adanya kesenjangan belajar mengajar dapat diatasi dengan sistem
pembelajaran yang lebih berinovasi, sehingga proses belajar juga akan
terasa menyenangkan, kesenangan belajar akan membuat peserta didik
lebih mudah dalam menyerap ilmu yang tersampaikan. Agar hal tersebut
terlaksana harus ada mutu pendidik yang baik, sehingga akan
menghasilkan peserta didik yang baik pula. Hal tersebut dapat tercapai
apabila kualitas pendidik memiliki akselarasi dan kreativitas yang mampu
meningkatkan skill peserta didik. Pendidik harus memantaskan diri dalam
memiliki kemampuan mengikuti kemahiran yang dimiliki peserta didik,
sehingga lancar dalam beradaptasi dengan teknologi dan dapat mendesain
media pembelajaran yang menarik, seperti website quiz, link media, video
visual, dan masih banyak lagi3. Oleh karena itu, dibutuhkan kompetensi
pendidik yang kekinian, sehingga mampu menghasilkan kualitas peserta
didik yang unggul sesuai zamannya.
1
Ak MF, dkk, Pembelajaran Digital, (Penerbit Widina: 2021), p.1.
2
Ibid.
3
Ibid., p.2.
1
Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ajarilah anak-anakmu sesuai
dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada
zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan
kalian diciptakan untuk zaman kalian.” Oleh karena itu, ilmu itu bersifat
dinamis dan tidak tetap, keberadaannya menyesuaikan zamannya. Dengan
mengikuti zaman di era digital, dapat memudahkan dalam pelaksanaan
belajar mengajar dimanapun dan kapanpun. Tidak harus dilakukan dengan
bentuk interaksi nyata atau offline, akan tetapi bisa dilaksanakan dengan
melalui interaksi online, seperti via zoom, google meet, dan google
classroom.
Oleh karena itu, talenta digital diperlukan untuk mendukung percepatan
transformasi digital khususnya bagi guru, dan tenaga pendidik. Akan
tetapi, menurut Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud) Gatot Suhartowo menyebut saat ini dari total
guru yang ada di Indonesia, baru 40% yang melek dengan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK)4. Selebihnya, 60% guru masih gagap
dengan kemajuan di era digital ini5. Dengan demikian penulis mengambil
pembahasan tentang peran seorang pendidik terhadap peserta didik di era
revolusi digital 4.0.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, penulis
mengidentifikasi satu hal yang dapat menjadi rumusan masalah, yaitu
bagaimana peran pendidik di era digital?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan permasalahan yang telah teruraikan, dengan ini
kepenulisan bertujuan untuk mengetahui peran pendidik di era digital.
D. Manfaat
4
Digitalent, Gap Pengetahuan Teknologi Digital Antar Guru dan Murid, (2023),
[Link]
urid-176#
5
Ibid.
2
Berdasarkan perumusan masalah dan tujuan, kepenulisan ini memiliki
beberapa manfaat bagi instansi, lembaga ataupun perorangan, yaitu:
1. Lembaga Pendidikan (Sekolah)
Memberikan gambaran betapa pentingnya mencari guru yang
profesional, yang dapat mengikuti perkembangan zaman di era digital,
dan mempunyai kemampuan digital yang lebih dari peserta didik yang
kekinian. Sehingga peserta didik dapat mendapat bimbingan yang baik
dan dapat berkembang sesuai zaman modern seperti sekarang. Serta
menghimbau agar sekolah-sekolah melakukan digitalisasi pendidikan
yaitu dengan memperbaharui metode belajar mengajar dengan
berbagai macam alat digital, sehingga tidak akan tertinggal zaman.
2. Pendidik (Guru)
Memberi informasi, terkait pentingnya skill digital yang harus dimiliki
oleh pendidik untuk kepentingan belajar dan mengajar di era digital.
Pendidik tidak hanya mampu membuat media pembelajaran yang
menarik, mereka dituntut untuk menguasai internet untuk materi
pembelajaran serta menggunakan media sosial dalam belajar mengajar.
Oleh karena itu, pendidik harus kekinian dan mengikuti teknologi
sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan berjalan dengan efektif dan
efesien.
3. Peserta Didik
Peserta didik dituntut untuk mengikuti digitalisasi pendidikan,
sehingga tidak akan buta dengan teknologi-teknologi canggih di zaman
sekarang. Serta memberi penjelasan pentingnya mengikuti aturan
pendidik di zaman modern, agar peserta didik dapat mendapatkan ilmu
yang bermanfaat serta pembelajaran juga berjalan dengan baik. Dan
peserta didik tidak akan terjerumus dengan hal-hal negatif dan
mengikuti hal yang tidak benar.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Gambaran Pendidikan di Era Digital
1. Pengertian Peran Pendidik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) peran adalah suatu yang
jadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama dalam
terjadinya suatu hal peristiwa. Peran mencerminkan posisi seseorang
dalam sistem sosial, dengan hak dan kewajiban, kekuasaan dan
tanggung jawab yang menyertainya6. Peran dipengaruhi oleh keadaan
sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil7.
Peran menurut terminology adalah seperangkat tingkah yang diharapkan
dimiliki oleh yang berkedudukan dimasyarakat. Dalam bahasa Inggris
peran disebut “role” yang definisinya adalah “person’s task or duty in
undertaking”. Artinya “tugas atau kewajiban seseorang dalam suatu
usaha atau pekerjaan”. Dapat disimpulkan bahwa peran merupakan
kewajiban seseorang dalam memenuhi tugas sesuai dengan
kedudukannya atau pekerjaannya.
Kemudian definisi pendidik sendiri adalah orang yang dapat memberikan
respon positif bagi peserta didik dalam proses belajar mengajar8.
Pendidik merupakan tenaga professional yang mempunyai tugas utama
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,
serta mengevaluasi peserta didik.
Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab dalam proses belajar
mengajar, memiliki ruang untuk dikondisikan dan diarahkan, yaitu
ruang kelas tempat ia berinteraksi9. Dalam UU Sistem Pendidikan
Nasional No. 20 tahun 2003 “Pendidik merupakan tenaga profesional,
merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil
6
Lidya Agustina, Pengaruh Konflik Peran, Ketidakjelasan Peran, dan Kelebihan Peran
terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Auditor, Akuntansi, (2009), p.42.
7
Bayu Azwary, Peran Paramedis Dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Masyarakat di Puskesmas Pembantu Kampung Kasai Kecamatan Pulau Derawan
Kabupaten Berau, ejournal Ilmu Pemerintahan, (2013), p.387.
8
Akmal Hawi, Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Rajawali Pers, 2013),
hal. 9.
9
Fatchul Mu’in, Pendidikan Karakter (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), hal. 340.
4
pembelajaran, melakukan pembimbingan, pelatihan, dan melakukan
penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.”
Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, Pasal 10 ayat
(1) “Pendidik harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat
kompetensi bersifat holistik dan merupakan suatu kesatuan yang
menjadi ciri Guru profesional.”
Sehingga, peran pendidik adalah tugas dan kewajiban yang harus
dilaksanakan oleh tenaga profesional dalam membimbing peserta didik
untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendidik memiliki peranan yang
sangat penting, dalam menentukan kualitas dan kuantitas
pembelajaran. Oleh sebab itu, pendidik harus memiliki perencanaan
secara efesien, untuk menciptakan suasana pembelajaran yang efektif
dan kondusif.
2. Digitalisasi Pendidikan
Digitalisasi berasal dari Bahasa Inggris Digitizing, yang merupakan
sebuah terminologi untuk menjelaskan proses alih media dari
berbentuk cetak, audio maupun video menjadi bentuk digital. Saat
ini, kita sedang menuju era Society 5.010, dimana era tersebut
merupakan bentuk ke 5 dari perkembangan industri yang akan
memudahkan kehidupan manusia untuk berinteraksi dan bertransisi
ke era digital. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital
sangat membantu dalam segala aspek kehidupan, terutama
pendidikan. Digitalisasi pendidikan merupakan program trobosan
baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi sebagai salah satu media yang mempercepat proses
pembelajaran. Banyak sektor pendidikan dengan pendayagunaan
teknologi yaitu11:
1. E-learning
10
Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Digitalisasi Pendidikan Mendorong Peningkatan
Daya Saing,
[Link]
tan-daya-saing diakses pada tanggal 18 Januari 2024.
11
Jagoan Hosting, 7 Contoh Digitalisasi Pendidikan Untuk Kemudahan Sekolah Anda!,
(2021),
[Link]
ekolah-anda/
5
Platform ini digunakan oleh pendidik untuk mengunggah
materi tanpa harus membagikan satu per satu. Pendidik
juga bisa memberikan nilai secara digital, sehingga tidak
perlu mencetak banyak kertas.
2. Ujian Online
Kemudahan ujian online untuk menghitung nilai yang
didapat peserta didik dengan cepat, serta langsung masuk
ke database pendidik yang bersangkutan menjadi daya tarik
efesiensi pekerjaan tenaga pendidikan.
3. Perpustakaan Digital
Belum semua lembaga pendidikan sudah menerapkan
perpustakaan pendidikan. Tetapi hal ini sudah diterapkan
oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia diikuti oleh
beberapa institusi pendidikan perguruan tinggi dan sekolah
menengah atas.
4. Sistem Administrasi
Banyak wali peserta didik tidak menyukai administrasi
yang bertele-tele, dengan kecanggihan digital sudah
menawarkan kepraktisan dalam membantu administrasi
dengan mudah.
5. Layanan Multimedia Coference
Layanan ini sangat membantu di era pandemi kemarin,
yaitu saat sekolah jarak jauh.
Dengan demikian, pendidik serta lembaga pendidikan harus
memiliki kesadaran untuk mendorong terciptanya kemajuan
pendidikan di era digital. Pendidik diharapkan membiasakan untuk
melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif dengan fasilitas
dan sarana yang berbasis digital. Upaya tersebut dapat
mengoptimalkan sarana dan prasarana yang sudah tersedia di era
revolusi sekarang.
Pendidik yang melek teknologi dapat mengintegrasikan alat dan
aplikasi digital dalam proses pembelajaran, sehingga membuatnya
6
lebih menarik dan interaktif bagi para peserta didik12. Sehingga,
pendidik dituntut untuk menguasai teknologi agar dapat
mendampingi peserta didik untuk memanfaatkan berbagai
teknologi yang ada, guna mendorong peserta didik untuk
memanfaatkan kemudahan internet dalam memperluas wawasan13.
3. Pendidik di Era Digital
Kemendikbud pernah melakukan pemetaan kompetensi pendidik
terhadap pemanfaatan teknologi kepada 28.000 pendidik14.
Pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan sistem yang
diterapkan United Nations Educational, Scientific and Cultural
Organization (UNESCO)15. Tercatat dari pemetaan pada 28.000
guru tersebut, hanya 46% di antaranya yang lulus menguasai
teknologi level dasar, masih di bawah 50%, dan itu diakui oleh
Plt16. Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Gogot Suharwoto17. Oleh sebab itu, dapat
disimpulkan bawa kendala utama pada kompetensi pendidik
menguasai teknologi, masih di bawah 50%18.
Kendala tersebut menjadi salah satu penghambat peran pendidik
yaitu sebagai fasilitator pembelajaran di era digital. Tidak hanya
itu, pendidik juga berperan sebagai motivator, salah satunya dalam
mengidentifikasi bakat dan minat siswa, dan memberikan tugas
yang menggugah kreativitas. Dan yang paling penting, pendidik
merupakan pendamping teknologi yang berperan dalam
pembelajaran.
Pendidik membimbing peserta didik dalam menggunakan
teknologi dengan bijak dan produktif. Pendidik sebagai
pendamping teknologi mengajarkan keterampilan digital seperti
penggunaan perangkat lunak produktivitas, pengeditan gambar,
12
Kompasiana, Mengapa Guru Harus Melek Teknologi: Menyongsong Era Pendidikan
Digital, (2023), [Link]
13
SMA NEGERI 1 BERINGIN, Peningkatan Kemampuan IT Bagi Guru,
[Link]
14
[Link], Tiga Penyebab Guru Masih Gaptek, (2020),
[Link]
h-gaptek
15
Ibid.
16
Ibid.
17
Ibid.
18
Ibid.
7
atau pengolahan data19. Pendidik juga memberi contoh bagaimana
menggunakan media sosial secara etis dan bertanggung jawab.
Sehingga, pembelajaran akan berjalan kondusif apabila pendidik
sudah menguasai teknologi, serta memenuhi kompetensi
kurikulum.
B. Peran Pendidik di Era Digital
Di era digitalisasi pendidikan, peran pendidik adalah peran seseorang yang
bertanggung jawab mendidik orang lain di era yang serba canggih, dengan
berbagai tantangan yang harus dihadapi. Tentunya dengan berbagai
dorongan yang harus disanggupi oleh pendidik, sehingga kompetensi
keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Oleh
karena itu, pendidik yang berkualitas akan menghasilkan juga peserta
didik yang berkualitas. Apabila, ketersediaan pendidik yang memenuhi
kompetensi digital masih di angka minimal, maka pembelajaran yang
tercipta tidak akan kondusif dan efektif. Akibatnya, pengawasan pendidik
terhadap program-program yang telah diterapkan di era digital juga akan
melemah. Dengan demikian penulis melakukan survey
permasalahan-permasalahan pembelajaran di era digital yang berkaitan
dengan peran pendidik. Survey dilaksanakan di Pondok Pesantren Terpadu
Al-Multazam Kuningan, yang telah menggunakan iPad sebagai media
pembelajaran.
Lembaga membuat tim khusus untuk para pendidik yaitu tim smart class,
yang bertujuan untuk mengoptimalkan peran mereka sebagai pendidik di
era digital seperti sekarang. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian
lapangan dengan memberi kuesioner kepada para pendidik dan peserta
didik dari Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam. Sebagai pemimpin,
pendidik diharapkan mampu menggerakkan peserta didik untuk
mewujudkan perilaku menuju tujuan bersama. Pendidik yang profesional
akan melaksanakan perannya dengan bijaksana, salah satu peran yang
harus dihadapi adalah dampak negatif dari pendidikan digital. Berdasarkan
kuesioner yang telah dibagikan penulis untuk para pendidik Pondok
Pesantren Terpadu Al-Multazam, berikut dampak negatif penggunaan Ipad
sebagai media pembelajaran:
1. Peserta didik cenderung tidak peka lingkungan belajar, mereka
serius dengan dunia digitalnya dan kurang fokus terhadap
pembelajaran.
19
Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa, Peran Guru dalam Pembelajaran di Era Digital,
(2023), [Link]
8
Belajar mengajar merupakan tujuan utama yang ada di sekolah,
peserta didik diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran dengan
semestinya. Adapun penggunaan alat digital yang membantu
mempercepat proses pembelajaran. Namun apabila, dengan adanya
alat digital peserta didik justru menjadi tidak peka dengan
lingkungan belajar dan kurang fokus terhadap pembelajaran, sama
aja artinya alat digital tidak ada gunanya sebagai alat bantu belajar.
Hal tersebut menjadi penghambat sukses nya kompetensi belajar
mengajar yang baik.
2. Peserta didik tidak mendengarkan penjelasan pendidik, karena
fokus bermain iPad.
Tidak mendengarkan pendidik sama artinya dengan menolak ilmu.
Hal tersebut sudah selayaknya menjadi salah satu sebab terjadinya
krisis moral para pemuda Generasi Z. Krisis moral adalah ketika
seseorang mulai kehilangan karakter baik mereka, budipekerti yang
mulai luntur, serta mulai berkembangnya tabiat atau watak yang
buruk yang dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan
sehari-hari. Hal tersebut terjadi seiring berkembangnya teknologi,
banyak pengaruh dari gadget, terutama media sosial yang
berdampak pada moral peserta didik.
3. Peserta didik menyalahgunakan iPad untuk menonton film, K-pop,
bermain games.
Krisis sosial budaya kian memanas dikalangan peserta didik.
Ditandai dengan masuknya budaya Korea dan Amerika yang ke
Indonesia melalui media sosial, seperti K-pop, K-drama, dan Film
Hollywood. Banyak peserta didik yang tertarik dengan hal tersebut,
sehingga banyak pemuda zaman sekarang meniru budaya mereka,
mulai dari cara berpakaian, membeli produksi luar negeri serta
mengikuti budaya-budaya mereka yang masih tabu di negara kita.
Selain itu, banyak remaja yang mendapat tontonan yang tidak
sesuai dengan umurnya, tontonan yang tidak dapat dibatasi dan
dapat ditonton kapan saja karena layanan internet yang tidak
terbatas, akibatnya banyak terjadi kasus asusila anak remaja.
Maraknya cyberbullying, yaitu perundungan di dunia maya dengan
komentar-komentar jahat yang biasa dilakukan anak remaja,
sehingga menimbulkan perselisihan, mulai dari tawuran pelajar,
kurangnya rasa toleransi sesama, serta dapat menimbulkan
penyakit mental seperti depresi, gangguan beradaptasi, dan
9
kecemasan berlebih. Hal tersebut dapat menganggu kehidupan
generasi penerus bangsa, terutama dalam bidang pendidikan dan
keagamaan.
4. Peserta didik lebih suka bermain media sosial dibanding
mengeksplor ilmu.
Sosial media merupakan sarana untuk bergaul, menambah teman,
relasi serta koneksi secara online. Banyak peserta didik yang
tergiur untuk memainkannya, karena dengan menggunakan media
sosial peserta didik dapat dengan mudah berkomunikasi dengan
jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung. Apalagi bagi
peserta didik pondok yang tidak diizinkan untuk membawa
handphone tanpa adanya izin yang syar’i, sehingga susah untuk
menghubungi keluarga dengan cepat. Sehingga banyak sekali para
peserta didik pondok yang menggunakan iPad sebagai media untuk
menghubungi keluarga. Media sosial juga tempat untuk
memperoleh informasi, isu hangat, serta trend-trend yang menarik
bagi kalangan remaja. Sehingga banyak remaja yang menggunakan
media sosial sebagai acuan gaya hidup atau lifestyle. Akibatnya,
generasi penerus bangsa yang seharusnya mengeksplor ilmu
sebagai bekal di masa depan, justru ketergantungan terhadap media
sosial.
5. Peserta didik tidak menyelesaikan tugas sesuai waktu yang telah
ditentukan.
Karena ketergantungan menggunakan fitur-fitur yang ada dalam
iPad, banyak peserta didik yang lupa dengan tugas-tugas yang
harus dikumpulkan sesuai tenggat waktu yang telah diberikan oleh
pendidik. Waktu terbuang sia-sia karena sudah terbiasa
menunda-nunda tugas peserta didik menjadi tidak terkendali.
Selain itu, tidak menyelesaikan tugas juga menyebabkan
kurangnya pemahaman dan prestasi akademik, menurunnya
efesiensi belajar dan mengurangi fokus dan konsentrasi.
6. Peserta didik belum bisa mengatur penggunaan iPad dengan baik.
IPad memang terbukti mempunyai pemanfaatan yang banyak bagi
proses pembelajaran. Akan tetapi, apabila iPad tidak digunakan
sesuai tempatnya, maka peserta didik dapat terjerumus ke dalam
hal berbau negatif. Mulai dari hal yang paling kecil seperti lupa
akan waktu, menjadi lalai karena terlalu asik bermain iPad tanpa
10
mengingat kewajibannya sebagai peserta didik. Sehingga tujuan
awal iPad sebagai media pembelajaran yang dapat mempercepat
dan mempermudah pembelajaran tidak sesuai dengan realitanya.
Peran pendidik juga didukung dengan adanya dampak positif yang timbul
dengan menggunakan iPad sebagai alat belajar. Kreativitas dan inovasi
semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Berikut dampak positif
penggunaan iPad sebagai alat belajar di Pondok Pesantren Terpadu
Al-Multazam:
1. Peserta didik lebih mudah mencari sumber untuk belajar.
Kelibihan yang diberikan alat digital untuk mengakses internet
sepuasnya menjadi ladang informasi bagi peserta didik untuk
menggali sumber belajar sebanyak-banyaknya. Tidak hanya dari
buku, para peserta didik dapat mengakses informasi melalui
E-book di internet. E-book merupakan buku digital atau versi
elektronik dari buku. Sehingga tidak ada batasan bagi para peserta
didik untuk mencari informasi apabila sumber buku di
perpustakaan tidak lengkap.
2. Peserta didik lebih mudah mengembangkan bakatnya melalui fitur
digital.
Fitur yang tersedia di aplikasi digital menopang bakat-bakat
peserta didik untuk lebih berinovasi, sehingga menghasilkan
banyak sekali karya yang patut untuk diapresiasi. Hal tersebut
sangat efektif untuk meningkatkan motivasi peserta didik untuk
terus berkarya, sehingga dapat membawa nama diri sendiri serta
sekolah. Bukan hanya dalam bidang akademik saja, peserta didik
dapat berkreasi dengan alat digital untuk menuangkan seni mereka.
Tidak lupa, kualitas generasi sekarang yang terus meningkat,
menghasilkan inovasi-inovasi baru yang berkembang hingga
dikenal mancanegara.
3. Peserta didik lebih mudah untuk mengumpulkan tugas dan ujian.
Setelah era pandemi Covid-19 dengan pembelajaran jarak jauh atau
online, teknologi didorong untuk terus perkembang pesat, banyak
media pembelajaran online yang terus bermunculan. Seperti media
untuk mengumpulkan tugas seperti google classroom, web untuk
ujian seperti google form, dan masih banyak web serta aplikasi
belajar mengajar yang asik.
11
4. Peserta didik menjadi lebih kreatif dan inovatif.
Menavigasi tantangan merupakan topik yang hangat di era digital
saat ini. Dalam hal ini, teknologi memiliki dampak yang sangat
berguna untuk mendorong kualitas pengalaman belajar mengajar
bagi pendidik dan peserta didik. Tentunya, banyak tantangan yang
harus dihadapi secara saksama, seperti kurangnya keterampilan
teknologi. Dalam konteks permasalahan tersebut, para pendidik
dan peserta didik, didorong untuk berinovasi dan memiliki
kreativitas yang tinggi, sehingga bisa memanfaatkan platform
pembelajaran online, aplikasi-aplikasi, serta perangkat lunak yang
inovatif. Dalam menghadapi tantangan tersebut perlu
kebijaksanaan agar tidak mudah terseret arus negatif globalisasi.
5. Peserta didik melek teknologi.
Kemajuan luar biasa dalam teknologi telah mengubah cara orang
berkomunikasi, berinteraksi, bekerja, dan belajar. Salah satu yang
berdampak besar yaitu dalam bidang pendidikan, dengan
menggunakan platform teknologi seperti iPad, komputer, serta
laptop, bisa meningkatkan mutu pembelajaran, sehingga para
peserta didik melek dengan dunia digital. Apalagi bagi peserta
didik di dalam pondok yang tidak diperkenankan untuk membawa
handphone, sehingga tidak menutup kemungkinan para peserta
didik tertinggal isu-isu terkini, tertutup dengan informasi dunia
serta, serta tidak bisa mengikuti kecanggihan digital. Oleh karena
itu iPad sangat berfungsi untuk para peserta didik agar dapat
mengeksplor informasi terkini dengan luas di internet. Melek
digital penting untuk mengembangkan keterampilan teknologi,
memahami cara mengakses informasi online, dan belajar tanggung
jawab sosial saat berinteraksi di media sosial.
Adapun solusi dalam mengatasi dampak negatif penggunaan iPad, sebagai
upaya pendidik memaksimalkan proses pembelajaran sebagai berikut:
1. Menegur dan memberikan hukuman bagi yang melanggar.
Ketika peserta didik melanggaran aturan, maka para pendidik
berhak untuk menegakkan kedisiplinan. Memberi hukuman kepada
peserta didik yang melanggar aturan, akan membuat mereka jera
dan tidak akan mengulangi kesalahan lagi, sehingga tidak
menimbulkan banyak dampak negatif. Dalam konteks tersebut
12
peran guru sangat berpengaruh dalam upaya pembentukan karakter
yang baik bagi peserta didik di era digital seperti sekarang.
2. Melakukan pemantauan penggunaan iPad peserta didik.
Mengawasi penggunaan iPad peserta didik merupakan salah satu
kebijakan yang pantas untuk diterapkan. Upaya pemantauan
bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan alat belajar, yang
seharusnya sebagai pelengkap proses pembelajaran, justru menjadi
penghambat tercapainya kompetensi pembelajaran.
3. Membatasi aplikasi yang tidak berkenan terhadap proses
pembelajaran.
Membatasi aplikasi yang ada di alat belajar sama saja seperti
memblokir dan menghilangkan aplikasi tersebut dalam iPad,
sehinga peserta didik tidak dapat mengakses penggunaan aplikasi
yang tersebut. Tentunya aplikasi yang dibatasi adalah aplikasi yang
menghambat proses pembelajaran, yang dapat merusak moral serta
tidak sesuai dengan ajaran agama.
Tidak hanya upaya dalam menanggulangi dampak negatif. Cara mendidik
pun sangatlah berpengaruh dalam keberhasilan peserta didik, berikut
merupakan cara mendidik dari sebagian pendidik Pondok Pesantren
Terpadu Al-Multazam:
1. Memberi kepercayaan dalam menggunakan iPad.
Artinya pendidik sudah percaya sepenuhnya bahwa peserta didik
dapat memanfaatkan alat belajar dengan baik dan benar, tanpa
perlu diawasi secara terus-menerus. Apalagi peserta didik generasi
Z yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam
menuangkan bakat serta seninya ke dalam sebuah fitur digital.
2. Memberi kebebasan eksplor untuk peserta didik
Adanya kebebasan eksplor yang didukung dengan layanan internet
tidak terbatas, merupakan sebuah kelebihan adanya digitalisasi
pendidikan. Sehingga peserta didik dapat mengekspresikan dirinya
dalam dunia digital. Oleh karena itu diharapkan peserta didik dapat
menciptakan inovasi baru.
3. Memberi aturan dan komitmen di awal pembelajaran
13
Komitmen merupakan perjanjian yang berisi aturan-aturan yang
harus dilaksanakan oleh peserta didik. Komitmen di awal
pembelajaran merupakan upaya agar proses pembelajaran
terlaksana dengan baik tanpa adanya hambatan yang menganggu.
Sehingga peran pendidik dapat berjalan dengan lancar.
4. Memberi media belajar yang asik dan kreatif
Pembelajaran yang asik dan kreatif akan membangun suasana
pembelajaran yang kondusif. Peserta didik dapat mengikuti
tahapan pembelajaran dengan suasana senang, enjoy dan tidak
terpaksa, sehingga ilmunya pun akan terserap dengan sempurna.
5. Memberi apresiasi kepada peserta didik yang berkreasi
Apresiasi dapat berupa hadiah, maupun sanjungan. Semangat
peserta didik akan bertambah apabila diberi apresiasi setelah
berkreasi. Peserta didik akan lebih semangat dalam menciptakan
ide-ide baru di era digital.
Pendidikan di era digital merupakan sebuah usaha yang dilakukan para
pendidik dalam mewujudkan suasana pembelajaran berbasis teknologi
yang diterapkan kepada peserta didik. Oleh karena itu, tidak hanya dari
sudut pandang para pendidik yang dinilai terhadap kesuksesan suatu
pembelajaran, akan tetapi pandangan peserta didik terhadap peran guru
dalam membimbing pembelajaran menggunakan iPad sebagai alat belajar
juga penting terhadap kesuksesan tercapainya kompetensi. Berikut
merupakan pandangan peserta didik Pondok Pesantren Terpadu
Al-Multazam terhadap peran pendidik selama menggunakan alat belajar
berbasis iPad:
Diagram II. 1 Persentase Survei Peran Guru di Era Digital
14
Kuesioner dibagikan kepada peserta didik jenjang SMP dan SMA.
Diagram II. 2 Persentase Survei Peran Guru di Era Digital
Diagram tersebut menunjukan bahwa 72% peran pendidik dalam
pembelajaran menggunakan iPad, sangat membantu. Dan sisanya, 28%
kurang membantu, yang artinya peran pendidik belum maksimal dalam
belajar mengajar menggunakan iPad. Pendidik yang kurang maksimal
dalam pembelajaran digital, disebabkan karena kurangnya kreativitas dan
inovasi dalam membuat media pembelajaran yang tidak membosankan
bagi peserta didik. Akibatnya peserta didik kurang maksimal dalam
menerima ilmu yang disampaikan. Selain itu, ada sebagian pendidik yang
belum menguasai penggunaan iPad sebagai media pembelajaran, sehingga
kurang maksimal dalam memanfaatkan alat belajar.
15
Diagram II. 3 Persentase Survei Peran Guru di Era Digital
Diagram tersebut menunjukan bahwa 48% pendidik memberikan upaya
untuk menjadikan peserta didik yang kreatif dan inovatif. Lalu, 44%
pendidik membantu memperluas pengetahuan tentang teknologi digital.
Dan sisanya 8% tidak ada yang didapatkan dari pendidik, disebabkan
karena pendidik belum menguasai iPad, sehingga tidak maksimal dalam
meningkatkan skill peserta didiknya.
Ketika teknologi telah mendisrupsi berbagai sektor kehidupan, peran
pendidik di era digital mengalami transformasi signifikan. Pendidik kini
memiliki berbagai peran untuk membimbing siswa lebih bijak dalam
menghadapi laju perkembangan teknologi. Peran pendidik dalam
pembelajaran di era digital ini antara lain20:
1. Fasilitator Pembelajaran
Pendidik sebagai fasilitator pembelajaran di era digital memiliki
peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif.
Untuk memfasilitasi diskusi, kerja kelompok, dan kolaborasi,
pendidik dapat memanfaatkan berbagai platform pembelajaran,
seperti Google Classroom.
2. Pendidik
20
Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa, Peran Guru Dalam Pembelajaran di Era Digital,
(2023), [Link]
16
Pendidik merupakan seseorang yang bertanggung jawab
menyampaikan materi secara jelas dan mendalam. Pendidik dapat
memanfaatkan berbagai macam media digital untuk menciptakan
media yang kreatif dan tidak membosankan. Sehingga peran
pendidik di era digital terpenuhi dan berjalan lancar.
3. Pemimpin Kelas
Pendidik di era digital juga bertindak sebagai pemimpin kelas yang
perlu memastikan kedisiplinan dan etika belajar di lingkungan
sekolah. Pendidik dapat menciptakan aturan kelas yang jelas dan
mengingatkan peserta didik tentang norma perilaku yang
diharapkan selama sesi pembelajaran.
4. Pendamping dan Motivator
Pendidik tidak hanya mendidik, tetapi juga mendampingi peserta
didik dalam perjalanan belajar mereka. Peserta didik sebaiknya
memberikan dukungan emosional dan akademis kepada peserta
didik yang membutuhkan, mengidentifikasi bakat dan minat
peserta didik, dan memberikan tugas yang menggugah kreativitas.
5. Evaluator
Pendidik sebagai evaluator menggunakan berbagai metode
penilaian untuk mengukur kemajuan peserta didik secara objektif
dan memberikan umpan balik yang bermanfaat. Pendidik
merancang tugas proyek yang menguji pemahaman peserta didik
tentang konsep-konsep pelajaran dan kemampuan mereka dalam
menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata.
6. Pendamping Teknologi
Pendidik membimbing peserta didik dalam menggunakan
teknologi dengan bijak dan produktif. Pendidik sebagai
pendamping teknologi mengajarkan keterampilan digital seperti
penggunaan perangkat lunak produktivitas, pengeditan gambar,
atau pengolahan data.
7. Kolaborator
Pendidik sebaiknya berkolaborasi dengan sesama pendidik, orang
tua, dan pakar pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran
peserta didik. Pendidik sebagai kolaborator dapat mengadakan
17
pertemuan dengan pendidik lain untuk berbagi pengalaman dan
strategi pengajaran terbaik.
Menurut jurnal pembelajaran digital penerbit widina, untuk memenuhi
capaian kompetensi pendidikan di era digital, pendidik harus mempunyai 5
hal penting21:
1. Educational Competence
Merupakan kompetensi mendidik dengan memberikan
pembelajaran melalui media internet sebagai basic skill di era
digital. Komptensi ini juga berguna agar para pendidik menyiapkan
pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi melalui media
jaringan cyber teknologi. Sehingga dapat meningkatkan
kompetensi lulusan.
2. Competence for Technological Commercialize
Merupakan kompetensi yang mendorong siswa tentang
kewirausahaan atas hasil karya seni inovasi peserta didik. Sehingga
peserta didik dapat memanfaatkan bakatnya untuk menghasilkan
uang.
3. Competence in Globalization
Merupakan kompetensi yang harus diterapkan pendidik untuk
mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi globalisasi.
Peserta didik diharapkan mampu menghadapi perubahan zaman
dengan baik, tidak mudah terjerumus hal negatif, serta mampu
menghadapi berbagai masalah di lingkungan sekitarnya.
4. Competence in Future Strategies
Merupakan kompetensi yang bertujuan mengatur kemampuan
strategi peserta didik, agar mampu menyesuaikan perubahan zaman
yang cepat di masa depan.
5. Conselor Competence
Kompetensi ini pendidik diharuskan menjadi konselor yang dapat
menjadi pendamping yang bisa menerima keluh kesah para peserta
didik.
21
Ak MF, dkk, op. cit. P.7.
18
Proses pembelajaran akan berjalan sempurna apabila 5 hal tersebut
terpenuhi oleh pendidik, sehingga peran pendidik bisa dikatakan
maksimal. Oleh karena itu, akan menghasilkan para peserta didik yang
kuat menghadapi era digital, mandiri, mampu berkarya, dan bermanfaat
bagi orang lain.
19
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan data dan fakta yang telah dipaparkan, maka penulis mendapat
kesimpulan sebagai berikut:
1. Digitalisasi pendidikan sangat membantu mempercepat proses
pembelajaran.
2. Dengan perkembangan teknologi pendidikan, pendidik harus
memiliki skill teknologi yang dapat memenuhi sistem
pembelajaran digital.
3. Pendidik memiliki peran yang penting dalam membimbing peserta
didik di era pembelajaran digital.
4. Apabila peran pendidik terpenuhi, maka kompetensi yang
terbentuk dalam peserta didik adalah Information Media and
Technology skills, Learning and Innovastion Skills, Life and Career
Skils, Collaborative Pairs, dan Penguasaan keterampilan digital.
Sesuai hasil survey penggunaan iPad di Pondok Pesantren Al-Multazam:
1. Peran pendidik dalam proses pembelajaran menggunakan iPad,
72% sangat membantu peserta didik, 28% kurang membantu
peserta didik. Dikarenakan kurangnya kreativitas dan inovasi
dalam membuat media pembelajaran yang tidak membosankan
bagi peserta didik. Akibatnya peserta didik kurang maksimal dalam
menerima ilmu yang disampaikan. Selain itu, ada sebagian
pendidik yang belum menguasai penggunaan iPad sebagai media
pembelajaran, sehingga kurang maksimal dalam memanfaatkan
alat belajar.
2. Yang didapatkan peserta didik dari pendidik, 48% meningkatkan
kreativitas dan inovasi peserta didik, 44% menambah pengetahuan
digital peserta didik, dan 8% tidak ada yang didapatkan dari
pendidik, disebabkan karena pendidik belum menguasai iPad,
sehingga tidak maksimal dalam meningkatkan skill peserta
didiknya.
20
Solusi dari hasil survey di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam
sebagai berikut:
1. Pendidik yang belum menguasai penggunaan iPad sebagai media
pembelajaran, sebaiknya diberi pelatihan dari ahli yang terkait.
2. Pendidik yang kurang kreatif dalam memberi pembelajaran,
sebaiknya membuat media pembelajaran yang lebih menarik,
seperti membuat quiz, audio visual, serta video bergambar.
Sehingga peserta didik tidak bosan mengikuti pembelajaran.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan beberapa hal
berikut ini
1. Pendidik
a. Pendidik lebih memahami karakter peserta didik.
b. Pendidik diharapkan memanfaatkan sistem pembelajaran
digital.
c. Pendidik harus meningkatkan kemampuan intrapersonal.
d. Pendidik hendaknya membuat media pembelajaran yang
menarik.
e. Membuat kolaborasi antara pendidik dengan peserta didik.
2. Lembaga Pendidikan
a. Lembaga pendidikan hendaknya menyeleksi pendidik
dengan baik dan benar, sehingga sekolah mendapatkan
kualitas pendidik terbaik.
b. Lembaga pendidikan hendaknya menerapkan pembelajaran
berbasis digital, agar tidak tertinggal zaman.
c. Lembaga pendidikan hendaknya membuat program
pelatihan teknologi digital untuk para pendidik.
3. Peserta Didik
a. Peserta didik harus memanfaatkan media belajar sebagai
sarana yang membantu pembelajaran dengan sebaik
mungkin.
21
b. Peserta didik diharapkan aktif dalam pembelajaran di kelas
maupun di luar kelas.
c. Peserta didik hendaknya lebih kreatif dalam memanfaatkan
alat belajar.
d. Peserta didik diharapkan memanfaatkan waktu luang untuk
menyalurkan bakat.
DAFTAR PUSTAKA
Zebua, F. (2023). Analisis Tantangan dan Peluang Guru di Era Digital. Diakses
pada tanggal 18 Januari 2024, dari
[Link]
Oktifa, N. (2022). Kompetensi Guru yang Wajib Dimiliki di Era Digital Abad 21.
Diakses pada tanggal 18 Januari 2024, dari
[Link]
a-digital
Ansyari, M. (2023). Guru Harus Melek Literasi Digital: Menghadapi Era
Teknologi Informasi. Diakses pada tanggal 18 Januari 2024, dari
[Link]
rus-melek-literasi-digital-menghadapi-era-teknologi-informasi
Arfandi, K. (2021). Guru Sebagai Model dan Teladan Dalam Meningkatkan
Moralitas Siswa. Diakses pada tanggal 18 Januari 2024, dari
[Link]
ext=Guru%20yang%20menjadi%20model%20dan,keefektifan%20peserta%20did
ik%20dalam%20kegiatan
Mira dkk. (2023). Revolusi Pendidikan di Era Society 5.0
22
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
Nama : Naila Zahrani Sunarso
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir : Tegal, 11 September 2006
Alamat : Jln. Perintis Kemerdekaan Gg. 18 No. 10,
Tegal Timur
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Nomor Handphone : +6281327350725
Gmail : zahraninailaa@[Link]
Pendidikan
1. SD Ihsaniyah 1 Pusaka Tegal (2012-2018)
2. SMPN 2 Tegal (2018-2021)
3. SMAIT Al-Multazam Kuningan (2021-2024)
23
Organisasi
1. Anggota Teknik Kepramukaan Dewan Ambalan (2022-2023)
2. Anggota Departemen Pendidikan Forum Osis Kuningan (2022-2024)
Prestasi
1. Juara 2 TIKI MAPSI tingkat Kecamatan
2. Juara 1 Cerdas Cermat Qur’an (CCQ) tingkat Kota
3. Medali perunggu OMMI Matematika
Demikian daftar riwayat hidup saya buat dengan sebenar-benarnya dan dapat
dipertanggungjawabkan.
kuningan, 25 Desember 2023
Penulis
24
25