PENGEMBANGAN BOOKLET INSEKTA SEBAGAI MEDIA
PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN
MINAT BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 12 SEMARANG
SKRIPSI
Disusun Guna Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Biologi
Disusun oleh:
INDAH KUSUMA TARI
NIM : 1503086038
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019
i
PERNYATAAN KEASLIAN
Nama : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Jurusan: Pendidikan Biologi
Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:
Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan Minat Belajar
Siswa di SMA Negeri 12 Semarang
Secara keseluruhan adalah hasil dari penelitian/karya saya
sendiri, kecuali bagian tertentu yang dirujuk sumbernya.
ii
KEMENTERIAN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jl. Prof. Dr. Hamka (Kampus II) Ngaliyan Semarang
Telp. 024-7601295 Fax. 7615387
PENGESAHAN
Naskah skripsi ini dengan:
Judul : Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 12
Semarang
Nama : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Jurusan : Pendidikan Biologi
Telah diujikan dalam sidang munaqosyah oleh dewan penguji
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang dan dapat
diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana dalam
Ilmu Pendidikan.
Semarang, 23 Juli 2019
DEWAN PENGUJI
iii
NOTA DINAS
Semarang, 01 Juli 2019
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
Di Semarang
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dengan ini diberitahukan bahwa, saya telah
melakukan bimbingan, arahan dan koreksi naskah skripsi
dengan:
Judul : Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 12
Semarang
Nama : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Jurusan : Pendidikan Biologi
Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut
sudah dapat diajukan kepada Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo untuk diajukan dalam Sidang Munaqosyah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
iv
Nota Dinas
Semarang, 08 Juli 2019
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
Di Semarang
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dengan ini diberitahukan bahwa, saya telah
melakukan bimbingan, arahan dan koreksi naskah skripsi
dengan:
Judul : Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 12
Semarang
Nama : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Jurusan : Pendidikan Biologi
Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut
sudah dapat diajukan kepada Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo untuk diajukan dalam Sidang Munaqosyah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
v
ABSTRAK
Judul : Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 12
Semarang
Penulis : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Media adalah manusia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Sebagian
besar siswa di SMA Negeri 12 Semarang mengatakan bahwa
media yang digunakan di kelas masih berupa buku, LKS, PPT
atapun media yang kurang menarik untuk proses
pembelajaran. Hal inilah yang menjadikan dasar peneliti
untuk membuat media pembelajaran berupa booklet. Latar
belakang permasalahan tersebut menjadikan peneliti
merumuskan masalah yang dapat diambil diantaranya
bagaimana desain pengembangan booklet insekta, apakah
booklet insekta layak digunakan sebagai media pembelajaran
biologi dan apakah booklet insekta sebagai media
pembelajaran biologi dapat meningkatkan minat belajar
siswa kelas X di SMA Negeri 12 Semarang. Tujuan penelitian
adalah untuk mengembangkan booklet insekta sebagai media
pembelajaran biologi, untuk menguji kelayakan booklet
insekta sebagai media pembelajaran biologi, serta untuk
mengetahui tingkat minat belajar siswa kelas X menggunakan
booklet insekta sebagai media pembelajaran biologi di SMA
Negeri 12 Semarang. Penelitian ini menggunakan bentuk
pengembangan Reseach and Development (R&D) dengan
model pengembangan 4-D Thiagarajan, yaitu Define, Design,
Development dan Disseminate. Booklet ini didesain
menggunakan aplikasi Corel Draw X7 dalam pembuatan
layout. Booklet ini berisi materi insekta yang didalamnya
menjelaskan tentang ciri-ciri insekta, klasifikasi insekta,
metamorfosis insekta, fisiologi insekta, dan peranan insekta
dalam kehidupan manusia. Hasil penelitian yang telah
vi
dilakukan diantaranya sebagai berikut; hasil validasi ahli
materi sebesar 92,6% dengan kategori sangat baik, validasi
ahli media sebesar 94,4% dengan kategori sangat baik, guru
sebesar 77% dengan kategori baik, hasil uji coba kelas kecil
oleh siswa sebesar 93,3% dengan kategori sangat baik, hasil
uji keterbacaan media sebesar 89,26% dengan kategori
sangat baik. Hasil angket untuk mengetahui minat belajar
siswa sebesar 87,88% dengan kategori sangat baik. Sehingga
hasil tersebut menunjukkan bahwa media yang
dikembangkan layak dan mampu untuk meningkatkan minat
belajar siswa dalam mata pelajaran biologi.
Kata Kunci: Media pembelajaran, Booklet, Materi Insekta, dan
Minat belajar
vii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat
dan hidayah-Nya serta tidak lupa pula penulis panjatkan
shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang kita
nanti-nantikan syafaatnya di dunia dan akhirat kelak.
Skripsi berjudul "Pengembangan Booklet Insekta
Sebagai Media Pembelajaran Biologi Untuk
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di SMA Negeri 12
Semarang" ini disusun guna memenuhi sebagian syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan program studi
Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN
Walisongo Semarang.
Penulis dalam skripsi ini mendapat dukungan baik
moril maupun materiil dari berbagai pihak. Maka dalam
kesempatan ini dengan kerendahan hati dan rasa hormat
penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Prof. Dr. H. Imam Taufiq, [Link] selaku Rektor UIN
Walisongo Semarang.
2. Bapak Komari dan Ibu Suparmi Selaku orang tua
penulis, yang telah senantiasa memberikan doa,
semangat, dukungan moril maupun materiil yang
sangat luar biasa, sehingga penulis dapat
menyelesaikan kuliah serta skripsi ini dengan lancar.
3. Dr. Ruswan, M.A selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Walisongo.
4. Dr. Lianah, [Link], selaku pembimbing I dan Saifullah
Hidayat, [Link], [Link], selaku pembimbing II yang telah
membimbing dengan sabar dalam mengarahkan serta
memberi masukan yang berharga dalam penyusunan
skripsi.
viii
5. Siti Mukhlishoh S, [Link], selaku Kepala Jurusan
Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Walisongo
6. Segenap dosen, pegawai dan seluruh civitas akademia
di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas
Islam Negeri Walisongo Semarang khususnya dosen
jurusan Pendidikan Biologi.
7. Bapak Muhammad Izzatul Faqih, [Link] dan Ibu Mirtaati
Naima, [Link]., [Link] selaku validator media dan ahli dalam
penilaian media pembelajaran booklet insekta.
8. Kepala SMA Negeri 12 Semarang yang telah
memberikan izin penelitian
9. Ibu Sri Nuryani [Link] selaku guru pengampu kelas X di
SMA Negeri 12 Semarang yang telah membantu dalam
menyelesaikan penelitian serta segenap staf dan siswa-
siswi yang dengan senang hati menjadi responden.
10. Adik-adikku tersayang Ema Kurniasari dan Triana Putri
Lestari yang telah senantiasa memberikan suport dan
semangat.
11. Keluarga besar PB 2015 B yang selalu menjadi
penyemangat dan tempat saling curhat selama
perkuliahan dan penyusunan skripsi.
12. M. Rifli Atfa yang selalu memberikan semangat dan
menjadi tempat untuk konsultasi.
13. Teman-teman KADAL (Kos K-25) yang selalu
menyemangati dan menghibur dikala jenuh.
14. Teman-teman KKN MIT-7 Kelurahan Gunungpati yang
selalu memberikan semangat dan juga menghibur
dikala jenuh
15. Diyana Septiningrum, Sri Damayanti dan Uli Nur Safitri
yang selalu menjadi tempat berbagi cerita dan
membantu dalam penelitian
ix
16. Innayatur Rohmah yang selalu memberikan semangat
dan tempat berbagi cerita saat di kos
17. Sahabat-sahabat yang tidak dapat disebutkan satu
persatu yang telah memberikan motivasi, tempat
konsultasi, serta memberikan arahan-arahan.
18. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu
yang telah banyak membantu dalam penyelesaian
skripsi ini.
Kepada semua pihak, penulis tidak dapat memberikan
apa-apa hanya untaian terimakasih sebesar besarnya yang
dapat penulis sampaikan. Semoga Allah SWT membalas
semua kebaikan dan selalu melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kita semua.
Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam
penyusunan skripsi ini sehingga jauh dari kesempurnaan.
Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan pembaca umumnya. Amiin.
Semarang, 10 Juli 2019
Penulis,
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................. i
PERNYATAAN KEASLIAN .................................................. ii
PENGESAHAN ........................................................................ iii
NOTA PEMBIMBING ............................................................ iv
ABSTRAK ................................................................................ vi
KATA PENGANTAR .............................................................. vii
DAFTAR ISI ............................................................................ xi
DAFTAR TABEL .................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ................................................................ xiv
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................. 1
B. Rumusan Masalah ...................................................... 7
C. Tujuan Penelitian ........................................................ 7
D. Manfaat Penelitian ..................................................... 8
D. Spesifikasi Produk ..................................................... 9
E. Asumsi Pengembangan ............................................ 11
BAB II : LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Teori ............................................................ 13
1. Media Pembelajaran ...................................... 13
2. Booklet ................................................................ 23
3. Insekta ................................................................. 34
4. Minat Belajar .................................................... 59
B. Kajian Pustaka ............................................................. 69
xi
C. Kerangka Berfikir ....................................................... 73
BAB III: METODE PENELITIAN
A. Model Pengembangan .............................................. 76
B. Prosedur Pengembangan ........................................ 77
C. Subjek Penelitian ........................................................ 85
D. Teknik Pengumpulan Data ..................................... 86
E. Teknik Analisis data .................................................. 100
BAB IV: DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
A. Deskripsi prototipe Produk .................................... 104
B. Hasil Uji Lapangan ..................................................... 128
1. Hasil Uji Lapangan Terbatas ...................... 129
2. Hasil Uji Lapangan Luas ................................. 131
C. Analisis Data ................................................................. 134
D. Prototipe Hasil Pengembangan ............................ 144
BAB V: PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................... 150
B. Saran ................................................................................ 152
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Kompetensi dasar dan Indikator ........................ 82
Tabel 3.2 Kisi-kisi Wawancara Guru ..................................... 87
Tabel 3.3 Kisi-kisi Analisis Kinerja dan Kebutuhan Siswa 89
Tabel 3.4 Kisi-kisi Rubrik Penilaian Ahli Materi .............. 90
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Rubrik Penilaian Ahli Media ............... 93
Tabel 3.6 Kisi-kisi Rubrik Penilaian Guru ........................... 96
Tabel 3.7 Kisi-kisi Penilaian Siswa ......................................... 99
Tabel 3.8 Kisi-kisi Keterbacaan Media ................................. 100
Tabel 3.9 Kisi-kisi Minat Belajar ............................................. 101
Tabel 3.8 Range Presentase dan Kriteria Kualitatif ........ 103
Tabel 4.1 Kompetensi dasar dan Indikator ........................ 109
Tabel 4.2 Hasil Uji Validasi Ahli Materi ................................ 119
Tabel 4.3 Hasil Uji Validasi Ahli Media ................................. 123
Tabel 4.4 Hasil Uji Validasi Guru ............................................ 127
Tabel 4.5 Hasil Uji Penilaian Siswa ........................................ 129
Tabel 4.6 Hasil Uji Keterbacaan Siswa ................................. 131
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Morfologi umum serangga ............................... 36
Gambar 2.2 Bentuk umum antena serangga ...................... 36
Gambar 2.3 Tipe Alat Mulut Serangga .................................. 37
Gambar 2.4 Thoraks (dada) ...................................................... 37
Gambar 2.5 Bagan klasifikasi serangga ............................... 39
Gambar 2.6 Rayap tanah ............................................................ 40
Gambar 2.7 Belalang kayu ......................................................... 41
Gambar 2.8 Capung kerbau ...................................................... 42
Gambar 2.9 Kutu busuk .............................................................. 43
Gambar 2.10 Kutu kepala .......................................................... 44
Gambar 2.11 Undur-undur ....................................................... 45
Gambar 2.12 Ulat tanduk tembakau dan Kupu natal ...... 46
Gambar 2.13 Lalat rumah dan Nyamuk malaria .............. 47
Gambar 2.14 Kumbang beras ................................................... 48
Gambar 2.15 Semut Gula ............................................................ 49
Gambar 2.16 Daur hidup serangga hemimetabola .......... 51
Gambar 2.17 Daur hidup serangga holometabola ........... 52
Gambar 2.18 Sistem pernafasan insekta ............................. 53
Gambar 2.19 Sistem pencernaan insekta ............................ 54
Gambar 2.20 Sistem reproduksi insekta betina ............... 56
Gambar 2.20 Sistem reproduksi insekta jantan ............... 56
Gambar 2.21 Sistem sirkulasi insekta .................................. 57
Gambar 2.22 Kerangka berfikir .............................................. 75
xiv
Gambar 3.1 Model pengembangan 4-D ................................ 77
Gambar 4.1 Interface media ...................................................... 112
Gambar 4.2 Rancangan awal cover ........................................ 113
Gambar 4.3 Rancangan awal perumusan tujuan ............. 114
Gambar 4.4 Rancangan awal salam penulis ....................... 115
Gambar 4.5 Rancangan awal daftar isi ................................. 115
Gambar 4.6 Rancangan awal lembar uraian materi ....... 116
Gambar 4.7 Rancangan awal evaluasi singkat .................. 117
Gambar 4.8 Revisi bagian salam penulis ............................. 121
Gambar 4.9 Revisi salah ketik pada fisiologi insekta ..... 121
Gambar 4.9 Revisi nama ilmiah dan gambar ..................... 122
Gambar 4.10 Revisi halaman .................................................... 125
Gambar 4.11 Revisi penggunaan Bahasa Indonesia ....... 125
Gambar 4.11 Revisi keterangan gambar diperjelas ........ 126
Gambar 4.12 Revisi spasi antar kalimat .............................. 126
Gambar 4.13 Grafik penilaian ahli dan guru ...................... 140
Gambar 4.14 Grafik kelayakan, Keterbacaan, Minat ...... 144
Gambar 4.15 Rancangan akhir cover .................................... 146
Gambar 4.16 Rancangan akhir indikator dan tujuan ..... 146
Gambar 4.17 Rancangan akhir salam penulis ................... 147
Gambar 4.18 Rancangan akhir daftar isi ............................. 147
Gambar 4.19 Rancangan akhir materi pengantar ........... 148
Gambar 4.20 Rancangan akhir materi .................................. 148
Gambar 4.21 Rancangan akhir evaluasi singkat .............. 149
Gambar 4.22 Rancangan riwayat penulis ........................... 149
xv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa, dan negara. Dalam konteks kehidupan
bernegara, pendidikan berdasarkan Pancasila dan
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia
tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama,
kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap tuntutan
perubahan zaman (Triwiyanto, 2014: 133).
Guru dituntut untuk kreatif mencari serta
mengumpulkan sumber dalam membuat bahan ajar
yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Namun
dalam hal ini, terkadang guru belum mampu untuk
membuat bahan ajar maupun media pembelajaran
sendiri yang cocok untuk diterapkan pada siswa,
karena keberhasilan belajar itu sendiri sangat
bergantung pada penggunaan media pembelajaran
1
2
atau sumber belajar yang dipilih. Media pembelajaran
dan sumber belajar yang sesuai bila dapat memenuhi
tujuan pembelajaran, yaitu memotivasi, menarik
perhatian, dan menstimulasi siswa melalui materi
pembelajaran.
Proses pembelajaran yang monoton karena
kurangnya kreativitas guru terjadi di sekolah baik
jenjang SMP maupun SMA. Mata Pelajaran biologi
pada jenjang SMA materi insekta di kelas kurang
efektif, dikarenakan materi tersebut terdiri dari
klasifikasi, morfologi, serta peranan dalam
lingkungan. Jenis insekta yang sangat beragam serta
istilah-istilah yang sulit, mengakibatkan siswa
terkendala dalam memahami materi, sehingga dalam
penelitian ini digunakan insekta booklet untuk
memudahkan siswa dalam memahami materi. Adapun
materi insekta tersebut telah dijelaskan dalam Al-
Qur'an Q.S An-Nuur: 45 yang berbunyi:
3
45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan
dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang
berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan
dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan
dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang
dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu (Al-Qur'an, 1989).
Keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan
oleh dua komponen utama yaitu metode mengajar
dan media pembelajaran. Kedua komponen ini saling
berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Penggunaan dan
pemilihan salah satu metode mengajar tertentu
mempunyai konsekuensi pada penggunaan jenis
media pembelajaran yang sesuai. Fungsi media dalam
proses belajar mengajar yaitu untuk meningkatkan
rangsangan peserta didik dalam kegiatan minat
belajar (Ali, 2009: 12).
Media adalah manusia, materi, atau kejadian
yang membangun kondisi yang membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau
sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan
lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih
khusus, pengertian media dalam proses belajar
mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis,
photografis, atau elektronis untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual
4
atau verbal. Pilihan media yang akan dikembangkan
oleh peneliti adalah media cetak berupa booklet
(Arsyad, 2003: 3).
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan
pada pelaksanaan pembelajaran diketahui bahwa
materi pelajaran yang cukup sulit bagi siswa adalah
materi virus, insekta, sel, jaringan sel, metabolism,
struktur kimia sel, difusi osmosis dengan KKM yang
telah ditetapkan pada setiap mata pelajaran adalah
75. Sehingga menjadi suatu tantangan tersendiri
karena materi yang cukup sulit diterima oleh siswa
dan dengan waktu yang cukup singkat harus dapat
menyampaikan dan memahamkan siswa mengenai
materi tersebut. Siswa lebih menyukai menggunakan
media papan tulis, video dan gambar serta metode
ceramah ketika pelajaran dibandingkan menggunakan
PPT tanpa digambarkan kembali oleh guru dipapan
tulis. Adapun kendala dalam menjalankan kurikulum
2013 yaitu keterbatasan waktu karena membutuhkan
apersepsi dan siswa yang kurang memahami materi
sehingga kegiatan pembelajaran tidak berlangsung
secara efektif dan efisien (Sri Nuryani, wawancara 24
April 2018).
Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa kelas
X MIPA 5 mengatakan bahwa mereka lebih aktif ketika
5
media yang di gunakan berbentuk video ataupun
gambar yang berwarna sehingga efektif untuk
meningkatkan minat siswa dalam mengikuti
pembelajaran di kelas. Dari hal tersebut
menunjukkan bahwa dalam pembelajaran aspek
penting yang dibutuhkan dalam melaksanakan proses
pembelajaran di kelas antara lain penggunaan metode
yang tepat dengan materi, media yang mendukung
metode dan keterampilan guru dalam menyesuaikan
suasana kelas. Selain penggunaan metode yang tepat,
pembelajaran dikelas tidak lepas dengan adanya
media yang membantu memudahkan guru dalam
menyampaikan ilmu pada peserta didik. Media
pembelajaran pada sekolah formal umumnya
menggunakan media cetak yang monoton baik dalam
segi penulisan dan bentuk soal penilaiannya.
Sedikitnya gambar, tampilan monoton dan banyaknya
memuat tulisan pada buku membuat siswa jenuh dan
dirasa kurang efektif untuk mengembangkan
pembelajaran yang menyenangkan di kelas (Ezratama,
Karola dan Aninda, wawancara 27 April 2018).
Media belajar yang menarik diharapkan dapat
meningkatkan kualitas pendidikan, minat, serta hasil
belajar siswa sehingga dapat meningkatkan kualitas
pendidikan di Indonesia. Kita ketahui bahwa dalam
6
proses pembelajaran buku sangat berperan besar
sebagai sumber informasi, tetapi saat ini siswa juga
memiliki kecendrungan kurangnya minat untuk
membaca buku bila buku tersebut tebal dan kurang
menarik terlihat. Sebab itu, perlu adanya usaha untuk
menjadikan buku sebagai sesuatu yang menarik
sehingga akan memberikan sugesti kepada siswa
untuk tertarik memiliki buku dan membacanya,
seperti booklet insekta ini.
Minat belajar perlu mendapatkan perhatian
khusus karena minat belajar merupakan salah satu
faktor penunjang keberhasilan proses belajar. Di
samping itu, minat yang timbul dari kebutuhan siswa
merupakan faktor yang sangat penting bagi siswa
dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan atau usaha-
usahanya. Anak akan belajar dengan baik apabila
mempunyai minat belajar yang besar. Jika memiliki
keinginan untuk belajar yang tinggi, anak akan cepat
mengingat dan mengerti apa yang pelajarinya
(Pratiwi, 2015).
Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti
tertarik untuk mengkaji judul "Pengembangan
Booklet Insekta Sebagai Media Pembelajaran
Biologi Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Di SMA Negeri 12 Semarang".
7
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Bagaimana desain pengembangan booklet
insekta sebagai media pembelajaran biologi
untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas X
di SMA Negeri 12 Semarang?
2. Apakah booklet insekta layak digunakan sebagai
media pembelajaran biologi untuk
meningkatkan minat belajar siswa kelas X di
SMA Negeri 12 Semarang?
3. Apakah booklet insekta sebagai media
pembelajaran biologi dapat meningkatkan
minat belajar siswa kelas X di SMA Negeri 12
Semarang?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah
untuk:
1. Untuk mengembangkan booklet insekta sebagai
media pembelajaran biologi untuk
meningkatkan minat belajar siswa kelas X di
SMA Negeri 12 Semarang.
2. Untuk menguji kelayakan booklet insekta
sebagai media pembelajaran biologi untuk
8
meningkatkan minat belajar siswa kelas X di
SMA Negeri 12 Semarang.
3. Untuk mengetahui tingkat minat belajar siswa
kelas X menggunakan booklet insekta sebagai
media pembelajaran biologi di SMA Negeri 12
Semarang.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat.
Manfaat yang dapat diperoleh adalah:
1. Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan menambah
bidang khasanah ilmu pengetahuan khususnya
dalam bidang pendidikan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Bagi peneliti hasil penelitan diharapkan
mampu membangkitkan motivasi dalam
mengetahui dan mendalami cara dan langkah
penelitian yang profesional baik perpustakaan
maupun lapangan, serta memperoleh ilmu
pengetahuan yang baru. Manfaat lain yang
diperoleh peneliti adalah meningkatkan
menganalisa penggunaan media pembelajaran
yang kreatif dan inovatif.
9
b. Bagi Sekolah
Sebagai bahan pertimbangan bagi
sekolah untuk mengambil kebijakan yang
berkaitan tentang media pembelajaran bagi
siswa yang dapat mendukung proses
pembelajaran di sekolah.
c. Bagi Guru
Penelitian ini dapat memberikan
informasi media biologi berbasis booklet dan
memberikan informasi media alternatif untuk
penyelenggaraan pembelajaran aktif dalam
pengembangan dan peningkatan mutu
pendidikan.
d. Bagi Siswa
Meningkatkan semangat belajar dan
meningkatkan tingkat pemahaman siswa serta
minat dalam belajar terhadap materi yang
disampaikan.
E. Spesifikasi Produk
Produk yang dikembangkan akan memuat
materi insekta yang dilengkapi dengan gambar dan
info penting. Produk media booklet insekta memiliki
spesifikasi sebagai berikut:
10
1. Produk yang dikembangkan akan memuat sub
materi insekta yang dilengkapi dengan gambar
dan info penting (Did you know)
2. Booklet insekta dilengkapi dengan gambar asli
(sampling) contoh spesies dari masing-masing
ordo insekta, pembagian metamorfosis insekta,
serta ciri-ciri insekta secara morfologi yang jelas
dan menarik, sehingga dapat meningkatkan minat
belajar siswa
3. Susunan dari produk media booklet insekta
diantaranya:
a. Halaman judul
Halaman paling depan dari buku, dapat
disebut cover. Halaman cover akan dilengkapi
dengan judul materi dan gambar yang menarik
sehingga menghilangkan kesan buku
membosankan guna menarik perhatian siswa.
b. Kata pengantar (Salam Penulis)
Halaman kata pengantar akan diisi
dengan pesan dan uraian singkat dari penulis,
dilengkapi juga dengan tujuan yang ingin
dicapai dalam pembelajaran materi insekta.
c. Isi
Halaman isi berisi materi dan gambar-
gambar yang telah didesain oleh penulis.
11
Halaman ini akan dilengkapi juga dengan
ilmu-ilmu tambahan tentang insekta sebagai
materi pengayaan bagi siswa dengan tujuan
menambah pengetahuan siswa serta dapat
meningkatkan minat belajar siswa
d. Biodata penulis
Halaman biodata penulis akan
dilengkapi dengan foto penulis dilengkapi
dengan pesan-pesan singkat.
4. Produk dicetak dengan jenis kertas CTS pada
bagian isi dan Ivory 190 gram pada bagian cover
dengan ukuran A5 berwarna.
F. Asumsi Pengembangan
a. Bentuk Pengembangan
Bentuk pengembangan yang dilakukan
merupakan bentuk pengembangan 4-D. Model ini
dikembangkan oleh S. Thagarajan, Dorothy S.
Semmel, dan Melvyn I. Semmel yang melalui
beberapa tahapan pengembangan, diantaranya
Define, Design, Develop dan Disseminate atau
diadaptasi menjadi 4-P yaitu pendefinisian,
perancangan, pengembangan dan penyebaran
(Paidi, 2012: 88).
12
Tahapan Disseminate atau penyebaran ini
tidak dilakukan oleh peneliti, karena peneliti
hanya akan melakukan pengembangan hingga
tahap pengujian lapangan guna mengetahui
kelayakan penggunaan produk.
b. Validasi
Validasi produk akan mencakup pada tiga
hal yaitu validasi bagian materi, bagian media dan
guru sebagai pengajar. Validasi materi akan
dilakukan oleh dosen yang ahli dalam materi
insekta, validasi media akan dilakukan oleh dosen
yang ahli dalam bidang pembuatan media ajar
dan validasi yang akan dilakukan oleh guru.
c. Uji Kelas
Uji kelas yang akan dilakukan dengan
menggunakan uji skala kecil terbatas sebanyak 10
siswa untuk mengetahui kelayakan produk. Uji
kelas besar sebanyak 25 siswa dengan
penggunaan media dalam pembelajaran guna
mengukur keterbacaan media dan kelayakan oleh
siswa.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Teori
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dalam bahasa Latin
yang berarti Medius yang secara harfiah berarti
‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’. Dalam
bahasa Arab, media adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan. Media apabila dipahami secara
garis besar adalah manusia, materi, atau
kejadian yang membangun kondisi yang
membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau sikap.
Pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan
sekolah merupakan media. Secara lebih khusus,
pengertian media dalam proses belajar
mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat
grafis, photografis, atau elektronis untuk
menangkap, memproses, menyusun kembali
informasi visual atau verbal. Melihat dari
pengertian media yang telah diungkapkan hal
13
14
apapun yang mengantarkan atau menjadi
perantara dalam penyampaian materi
pembelajaran masuk dalam kategori media
pembelajaran (Arsyad, 2013: 3).
Seiring perkembangannya media dalam
kegiatan belajar mengajar, sering pula
pemakaian kata media pembelajaran digantikan
dengan istilah seperti bahan pembelajaran,
komunikasi pandang-dengar, alat peraga
pandang, dan alat peraga media penjelas
(Kustandi dan Sutjipto, 2011). Defenisi alat
peraga adalah media alat bantu pembelajaran
dan segala macam benda yang digunakan untuk
memperagakan materi pelajaran. Dengan
demikian, alat peraga lebih khusus dari media
dan teknologi pembelajaran karena berfungsi
hanya untuk memperagakan materi pelajaran
yang bersifat abstrak (Arsyad, 2013: 9).
Berdasarkan beberapa sumber tentang
media, ditemukan ciri-ciri umum tentang media
pendidikan :
1) Media pendidikan memiliki pengertian fisik
berupa hardware (perangkat keras)
15
sehingga benda tersebut dapat dilihat,
diraba atau didengar oleh pancaindera
2) Media pendidikan memiliki pengertian
nonfisik yang dinamakan software
(perangkat lunak) yang merupakan
kandungan pesan yang terdapat dalam
perangkat keras untuk disampaikan
3) Penekanan media pendidikan terdapat
dalam visual dan audio
4) Media pendidikan merupakan alat bantu
yang digunakan dalam proses belajar
mengajar baik dalam kelas ataupun di luar
kelas
5) Media pembelajaran digunakan sebagai alat
komunikasi dan alat interaksi antara guru
dan siswa
6) Media pendidikan dapat digunakan secara
masal atau perorangan
7) Sikap, perbuatan, organisasi, strategi dan
manajemen yang berhubungan dengan
penerapan suatu ilmu (Arsyad, 2013: 6).
b. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Media pembelajaran banyak sekali jenis
dan macamnya. Beberapa media yang paling
16
akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan
adalah media cetak (buku) dan papan tulis.
Selain itu, banyak juga sekolah yang telah
memanfaatkan jenis media lain seperti gambar,
model, overhead projektor (OHP) dan obyek
obyek nyata. Sedangkan media lain seperti kaset
audio, video, VCD, slide (film bingkai), serta
program pembelajaran komputer masih jarang
digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak
asing lagi bagi sebagian besar guru.
Menurut Hamdani (2011) media dapat di
kelompokkan menjadi 3 jenis yaitu:
1) Media Visual
Media visual adalah media yang hanya
dapat dilihat dengan menggunakan indra
pengelihatan. Jenis media inilah yang sering
digunakan oleh para guru untuk membantu
menyampaikan isi materi pelajaran. Media
visual terdiri atas media yang tidak
dapatkan diproyeksikan (non projected
visual) dan media yang dapat
diproyeksikan (project visual). Media grafis
tergolong jenis media visual yang
menyalurkan pesan lewat simbol-simbol
visual.
17
2) Media Audio
Media audio adalah media yang
mengandung pesan dalam bentuk auditif
(hanya dapat di dengar) yang dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian,
dan kemampuan para siswa untuk
mempelajari bahan ajar. Program kaset
suara dan program radio adalah bentuk
media audio. Penggunaan media audio
dalam pembelajaran pada umumnya untuk
menyampaiakn materi pelajaran tentang
mendengarkan
3) Media audio visual
Sesuai dengan namanya media ini
merupakan kombinasi audio dan visual
atau biasa di sebut media pandang-dengar.
Audio visual akan menjadikan penjayajian
bahan ajar kepada siswa semakin lengkap
dan optimal. Selain itu, media ini dalam
batas-batas tertentu dapat juga
menggantikan peran guru. Sebab, penyajian
materi bisa diganti oleh media dan guru
bisa beralih menjadi fasilitator belajar,
yaitu memberikan kemudahan bagi para
siswa untuk belajar (Batubara, 2017).
18
Selanjutnya, Sanjaya (2010) mengemukakan
bahwa media pembelajaran dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi,
yaitu:
1) Dilihat dari sifatnya, media dapat di bagi
kedalam:
a) Media auditif, yaitu media yang hanya
dapat dio dengar saja, atau media yang
hanya memiliki unsur suara, seperti
radio dan rekaman suara
b) Media visual, yaitu media yang hanya
dapat dilihat saja, tidak mengandung
unsur suara. Yang termasuk kedalam
media ini adalah film slide, foto,
transparansi, lukisan, gambar dan
berbagai bentuk bahan yang di cetak
seperti media grafis
c) Media audiovisual, yaitu jenis media
yang selain mengandung unsur suara
juga mengandung unsur gambar yang
bisa dilihat, misalnya rekaman video,
berbagai ukuran film, slide suara dan
sebagainya.
2) Dilihat dari kemampuan jangkauannya,
media dapat di bagi kedalam:
19
a) Media yang memiliki daya liput yang
luas dan serentak seperti radio dan
televisi
b) Media yang memliki daya liput yang
terbatas oleh ruang dan waktu, seperti
film slide, film, video, dan lain
sebagainya.
3) Dilihat dari teknik atau cara pemakaiannya,
media dapat di bagi kedalam:
a) Media yang di proyeksikan seperti film
slide, film strip, transparansi dan lain
sebagainya
b) Media yang tidak di proyeksikan
seperti gamabar, foto, lukisan, radio,
dan lain sebagainya (Batubara, 2017).
c. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Media pembelajaran yang digunakan
dalam proses pembelajaran akan memiliki
fungsi sebagai penghubung komunikasi yang
terjadi antara guru dan murid. Penggunaan
macam-macam media oleh guru bila dibungkus
dengan metode yang tepat akan membantu
siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Levie dan lents (1982) dalam buku Cecep
20
Kustandi (2011) mengemukakan 4 fungsi media
pembelajaran yaitu:
1) Fungsi atensi media visual merupakan inti,
yaitu menarik dan mengarahkan perhatian
siswa untuk berkonsentrasi kepada isi
pelajaran yang berkaitan dengan makna
visual yang ditampilkan atau menyertai
teks materi pelajaran
2) Fungsi afektif media visual dapat terlihat
dari tingkat kenikmatan siswa ketika
belajar atau membaca teks yang bergambar
3) Fungsi kognitif media visual terlihat dari
temuan-temuan penelitian yang
mengungkapkan bahwa lambang visual
atau gambar memperlancar pencapaian
tujuan untuk memahami dan mengingat
informasi atau pesan yang terkandung
dalam gambar
4) Fungsi kompensatoris media pembelajaran
terlihat dari hasil penelitian bahwa media
visual yang memberikan konteks untuk
memahami teks membantu siswa yang
lemah dalam membaca untuk
mengorganisasi informasi dalam teks dan
mengingatnya kembali
21
Tujuan media pembelajaran dirancang
untuk memberikan gambar yang realistis dan
pengalaman pengganti untuk mencapai
pengalaman kurikulum. Media dianggap sebagai
fasilitator yang paling efisien dalam mengatur
pendidikan. Media ini bukanlah pengganti bagi
guru. Namun, pemanfaatannya sebagai
panggilan untuk pendekatan imajinatif oleh
guru yang perlu terus siaga dalam memenuhi
ide-ide dan teknik, sehingga membuat pelajaran
yang disajikan dengan media pembelajaran
terlihat berbeda dan dapat mencapai hasil yang
efektif.
Adapun manfaat dari penggunaan media
pembelajaran sebagai bagian integral
pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama
pembelajaran langsung sebagai berikut:
1) Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku
2) Pembelajaran bisa lebih menarik
3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif
dengan diterapkannya teori belajar dan
prinsip-prinsip psikologis yang diterima
dalam hal partisipasi siswa, umpan balik,
dan penguatan
22
4) Lama waktu pembelajaran yang diperlukan
dapat dipersingkat karena kebanyakan
media hanya memerlukan waktu singkat
untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi
pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak
dan kemungkinannya dapat diserap oleh
siswa
5) Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan
bilamana integrasi kata dan gambar sebagai
media pembelajaran dapat
mengkomunikasikan elemen-elemen
pengetahuan dengan cara yang
terorganisasi dengan baik, spesifik, dan
jelas
6) Pembelajaran dapat diberikan kapan dan
dimanapun atau diperlukan terutama jika
media pembelajaran dirancang untuk
penggunaan secara individu
7) Peran guru dapat berubah ke arah yang
lebih positif, beban guru untuk penjelasan
yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran
dapat dikurangi (Arsyad, 2013: 25-27).
23
2. Booklet
a. Pengertian Booklet
Booklet termasuk salah satu jenis media
grafis yaitu media gambar atau foto. Booklet
adalah buku berukuran kecil (setengah kuarto)
dan tipis, tidak lebih dari 30 lembar bolak balik
yang berisi tentang tulisan dan gambar-gambar.
Istilah booklet berasal dari buku dan leaflet
artinya media booklet merupakan perpaduan
antara leaflet dan buku dengan format (ukuran)
yang kecil seperti leaflet. Struktur isi booklet
menyerupai buku (pendahuluan, isi, penutup),
hanya saja cara penyajian isinya jauh lebih
singkat dari pada buku (Simamora, 2009: 71).
Booklet adalah cetakan dengan tampilan
istimewa berbentuk buku. Booklet dapat dipakai
untuk menunjukkan contoh-contoh karya cipta
yang berhubungan dengan produk. Pembuatan
isi booklet sebenarnya tidak berbeda dengan
pembuatan media lainya. Hal yang perlu
diperhatikan dalam membuat booklet adalah
bagaimana kita menyusun materi semenarik
[Link] seorang melihat sekilas
kedalam booklet, biasanya yang menjadi
24
perhatian pertama adalah pada sisi tampilan
terlebih dahulu (Simamora, 2009: 70).
Booklet sebagai alat bantu atau media,
sarana, dan sumber daya pendukungnya untuk
menyampaikan pesan harus menyesuaikan
dengan isi materi yang akan disampaikan.
Informasi dalam booklet ditulis dalam bahasa
yang ringkas, dan dimaksudkan mudah
dipahami dalam waktu singkat. Booklet juga
bertujuan untuk menarik perhatian dan dicetak
dalam kertas yang kualitasnya baik
(Andreansyah, 2015: 21).
Pengembangan booklet adalah kebutuhan
untuk menyediakan referensi (bahan bacaan)
bagi kelompok masyarakat yang memiliki
keterbatasan akses terhadap buku sumber
karena keterbatasan mereka. Dengan adanya
booklet, masyarakat ini dapat memperoleh
pengetahuan seperti membaca buku, dengan
waktu membaca yang singkat dan dalam
keadaan apapun (Simamora, 2009: 71).
b. Kelebihan dan Keterbatasan Booklet
Menurut Kemp dan Close (1985) terdapat
dua kelebihan booklet dibandingkan dengan
media lain yaitu dapat dipelajari setiap saat,
25
karena di desain mirip dengan buku dan dapat
memuat informasi relatif lebih banyak
dibandingkan dengan poster. Beberapa
kelebihan media cetak seperti booklet sebagai
berikut :
1) Siswa dapat belajar dan maju sesuai dengan
kecepatan masing-masing
2) Siswa dapat mengikuti urutan pikiran
secara logis
3) Perpaduan teks dan gambar dalam halaman
cetak menambah daya tarik, serta dapat
memperlancar pemahaman informasi yang
disajikan dalam dua format verbal dan
visual
4) Dapat didistribusikan dengan mudah
Booklet sebagai media cetak memiliki
keterbatasan. Keterbatasan dalam media cetak
yaitu :
1) Perlu waktu yang lama untuk mencetak
tergantung dari pesan yang akan
disampaikan dan alat yang digunakan
untuk mencetak
2) Sulit menampilkan gerak di halaman
26
3) Pesan atau informasi yang terlalu banyak
dan panjang akan mengurangi niat untuk
membaca media tersebut
4) Perlu perawatan yang baik agar media
tersebut tidak rusak dan hilang (Arsyad,
2013: 40-42).
Dari pernyataan di atas dapat ditarik
kesimpulan sebagai media cetak, booklet
memiliki kelebihan dapat dibuat dengan mudah
dan biaya yang relatif murah serta lebih tahan
lama dibandingkan dengan media audio dan
visual serta juga audio visual. Booklet biasanya
digunakan untuk tujuan peningkatan
pengetahuan, karena booklet memberikan
informasi yang lebih spesifik. Keterbatasan
booklet sebagai media cetak perlu waktu yang
lama untuk mencetak tergantung dari dari
pesan dan alat, relatif mahal untuk mencetak
gambar atau foto, sulit menampilkan gerak di
halaman, dapat mengurangi minat pembaca jika
terlalu banyak dan panjang dan perlunya
perawatan yang intensif.
c. Unsur-unsur Booklet
Unsur-unsur atau bagian-bagian pokok yang
secara fisik terdapat dalam buku yaitu :
27
1) Kulit (cover) dan isi buku. Kulit buku
terbuat dari kertas yang lebih tebal dari
kertas isi buku, fungsi dari kulit buku
adalah melindungi isi buku. Kulit buku
terdiri atas kulit depan atau kulit muka.
Agar lebih menarik kulit buku didesain
dengan pemberian ilustrasi yang sesuai
dengan isi buku dan menggunakan nama
mata pelajaran
2) Bagian depan (premlimunaries) memuat
halaman judul, halaman kosong, halaman
judul utama, halaman daftar isi dan kata
pengantar, setiap nomor halaman dalam
bagian depan buku teks menggunakan
angka Romawi kecil
3) Bagian teks memuat bahan pelajaran yang
akan disampaikan kepada siswa, terdiri
atas judul bab, dan sub judul, setiap bagian
dan bab baru dibuat pada halaman
berikutnya dan diberi nomor halaman yang
diawali dengan angka 1
4) Bagian belakang buku terdiri atas daftar
pustaka, glosarium dan indeks, tetapi
penggunaan glosarium dan indeks dalam
buku hanya jika buku tersebut banyak
28
menggunakan istilah atau frase yang
mempunyai arti khusus dan sering
digunakan dalam buku tersebut (Sitepu,
2012: 160).
d. Prinsip Desain pada Booklet
Ada 6 elemen yang harus diperhatikan
pada saat merancang teks berbasis cetakan.
Enam elemen tersebut adalah konsistensi,
format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf dan
penggunaan spasi.
1) Konsistensi
Format dan jarak spasi harus konsisten,
jika antara baris terlalu dekat akan
membuat tulisan terlihat tidak jelas pada
jarak tertentu. Format dan jarak yang
konsisten akan membuat booklet terlihat
lebih rapi dan baik.
2) Format
Format tampilan dalam booklet
menggunakan tampilan satu kolom karena
paragraph yang digunakan panjang. Setiap
isi materi yang berbeda dipisahkan dan
diberi label agar memudahkan untuk dibaca
dan dipahami oleh peserta didik.
29
3) Organisasi
Booklet disusun secara sistematis dan
dipisahkan dengan menggunakan kotak-
kotak agar peserta didik mudah untuk
membaca dan memahami informasi yang
ada di booklet menggambar sub materi dari
insekta.
4) Daya tarik
Booklet menggambar sub materi dari
insekta didesain dengan menarik seperti
menambahkan gambar yang berhubungan
dengan isi materi, sehingga memotivasi
peserta didik untuk terus membaca.
5) Ukuran huruf
Huruf yang digunakan dalam booklet
yaitu arial dengan ukuran 11. Menghindari
penggunaan huruf kapital pada seluruh
teks, huruf kapital hanya digunakan sesuai
dengan kebutuhan.
6) Ruang (spasi) kosong
Booklet menggambar sub materi dari
insekta diberi spasi kosong yang tidak
berisi teks atau gambar, hal ini bertujuan
memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk beristirahat pada titik tertentu.
30
Spasi kosong dapat berbentuk ruangan
sekitar judul, batas tepi (margin), spasi
antar kolom, permulaan paragraf, dan
antara spasi atau antara paragraf. Untuk
meningkatkan tampilan dan keterbacaan
dapat menyesuaikan spasi antar baris dan
menambahkan spasi antar paragraf
(Arsyad, 2013: 85).
Terdapat 4 aspek yang berkaitan dengan
materi atau isi, penyajian materi atau isi, kaidah
bahasa atau ilustrasi yang akan digunakan, dan
aspek grafika suatu booklet yang layak
digunakan di sekolah, diantaranya yaitu:
1) Aspek isi materi pada booklet
Materi atau isi booklet harus sesuai
dengan tujuan pendidikan yang dijadikan
dasar dalam penulisan booklet karena
materi diharapkan dapat membantu
pencapaian tujuan pendidikan, mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni (IPTEKS), mengembangkan
kemampuan bernalar, materi booklet dapat
mendorong pembacanya untuk dapat
bernalar atau berpikir. Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam booklet, yaitu :
31
a) Relevansi, booklet yang baik memuat
materi yang relevan dengan tuntunan
kurikulum yang berlaku, relevan
dengan kompetensi yang harus dimiliki
oleh lulusan tingkat pendidikan
tertentu. Selain itu relevan dengan
tingkat perkembangan dan
karakteristik siswa yang akan
menggunakan booklet tersebut.
b) Adekuasi atau kecukupan. Kecukupan
mengandung arti bahwa booklet
tersebut memuat materi yang
menandai dalam rangka mencapai
kompetensi yang diharapkan.
c) Keakuratan, mengandung arti bahwa
isi materi yang disajikan dalam booklet
benar-benar secara keilmuan,
mutakhir, bermanfaat bagi kehidupan,
dan pengemasan materi sesuai dengan
hakikat pengetahuan.
d) Proporsionalitas, berarti uraian materi
booklet memenuhi keseimbangan
kelengkapan, kedalaman, dan
keseimbangan antara materi pokok
dengan materi pendukung.
32
2) Apek penyajian
Booklet yang baik meyajikan bahan
secara lengkap, sitematis, berdasarkan
pertimbangan urutan waktu, ruang,
maupun jarak yang disajikan secara teratur,
sehingga dapat mengarahkan kerangka
berpikir (mind frame) pembaca melalui
penyajian materi yang logis dan sistematis.
Penyajian booklet mudah dipahami dan
familiar dengan pembaca, penyajian materi
dapat menimbulkan suasana
menyenangkan, penyajian materi dapat
juga dilengkapi dengan ilustrasi untuk
merangsang pengembangan kreativitas.
3) Aspek bahasa dan keterbacaan
Keterpahaman bahasa atau ilustrasi
meningkatkan keterpahaman pembaca
terhadap bahasa dan ilustrasi, penulis
harus menggunakan bahasa dan ilustrasi
yang sesuai dengan perkembangan kognisi
pembaca, menggunakan ilustrasi yang jelas
dan dilengkapi dengan keterangan.
Ketepatan penggunaan bahasa seperti
menggunakan ejaan, kata dan istilah
dengan benar dan tepat, kalimat dengan
33
baik dan benar, paragraf yang harmonis
dan kompak.
4) Aspek grafika
Grafika merupakan bagian dari booklet
yang berkenaan dengan fisik booklet
seperti: ukuran booklet , jenis kertas,
cetakan, ukuran huruf, warna dan ilustrasi.
Ketepatan penggunaan gambar, foto atau
ilustrasi sesuai dengan ukuran dan bentuk,
warna gambar yang sesuai dan fungsional.
Semua komponen tersebut membuat siswa
akan menyenangi booklet yang dikemas
dengan baik dan akhirnya juga menikmati
untuk membaca booklet tersebut (Muslich,
2010: 24-25).
e. Karakteristik Booklet
Booklet menggambar sub materi dari
insekta ini digolongkan sebagai buku
pengayaan. Buku pengayaan merupakan buku
bacaan atau buku kepustakaan, ditujukan
sebagai memperkaya wawasan, pengalaman,
dan pengetahuan bagi pembacannya. Setiap
jenis buku pengayaan dikaji berdasarkan materi
atau isi yang terkandung dalam buku pengayaan
tersebut. Buku pengayaan diklasifikasikan ke
34
dalam 3 kelompok, yaitu buku pengayaan
keterampilan, buku pengayaan pengetahuan
dan buku pengayaan kepribadian. Karakteristik
booklet antara lain:
1) Materi dapat bersifat kenyataan atau
rekaan
2) Pengembangan materi tidak terkait
langsung dengan kurikulum atau kerangka
dasarnya
3) Materi disajikan secara popular atau teknik
yang inovatif
4) Penyajian materi dapat berbentuk
deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi,
puisi, dialog dan penyajian gambar
5) Penggunaan media bahasa atau gambar
dilakukan secara inovatif dan kreatif
(Muslich, 2007: 25).
3. Insekta
Insekta masuk kedalam klasifikasi makhluk
hidup yang termasuk dalam pembelajaran materi
biologi kelas X pada Kompetensi Dasar (KD) 3.8
“menerapkan prinsip klasifikasi untuk
menggolongkan hewan kedalam filum
berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi
35
serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan”
dan 4.8 “menyajikan data tentang perbandingan
kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan
dan perannya pada berbagai aspek kehidupan
dalam bentuk laporan tertulis”. Agar dapat
mencapai kompetensi dasar tersebut, maka dapat
menggunakan hasil penelitian ini sebagai sebuah
media pembelajaran.
Insekta merupakan spesies hewan yang
jumlahnya paling dominan diantara spesies hewan
lainnya dalam filum Arthropoda. Serangga adalah
hewan berkonstruksi khusus yang memiliki rangka
di luar tubuh, serangga bernafas melalui lubang
kecil pada dinding tubuh dan memiliki organ
sensori di bagian sungut bahkan ada beberapa jenis
serangga memiliki organ sensor pada bagian kaki
dan pada bagian perut (Hadi, 2009: 1).
a. Ciri-ciri Kelas Insekta
1) Sebagian anggotanya hidup di darat dan
sebagian kecil saja yang hidup di air
2) Ukuran tubuhnya bervariasi, ada yang
bersifat mikroskopis sampai ada yang
beberapa sentimeter panjangnya
3) Tubuhnya terdiri atas caput (kepala),
thoraks (dada), dan abdomen (perut)
36
Gambar 2.1 Morfologi umum serangga
(Nugroho, 2019).
4) Pada kepalanya terdapat:
a) Sepasang mata faset (mata majemuk)
tetapi ada yang bermata tunggal
b) Sepasang antena sebagai alat peraba
Gambar 2.2 Bentuk umum antena
serangga (Hadi, 2009).
c) Empat pasang alat mulut dan
mempunyai empat bentuk mulut, yaitu:
alat mulut menggigit pada semut, alat
mulut menggigit dan menjilat pada
lebah, alat mulut mengisap pada kupu-
kupu, alat mulut menusuk dan
mengisap pada nyamuk
37
Gambar 2.3 Tipe Alat Mulut Serangga
(Yatmono, 2016).
5) Thoraks (dada) terbagi atas 3 segmen,
yaitu:
a) Prothoraks (bagian depan), terdapat
sepasang kaki jalan dan kadang-kadang
ada sepasang sayap
b) Mesothoraks (bagian tengah), terdapat
sepasang kaki jalan dan kadang-kadang
ada sepasang sayap
c) Metathoraks (bagian belakang),
terdapat sepasang kaki jalan
Gambar 2.4 Thoraks (dada)
(Rebanas, 2017).
6) Pada abdomennya biasanya terdapat 6-11
segmen, dan satu ataupun dua sayap
38
7) Alat pencenaan makanannya terdiri atas
mulut, kerongkongan, lambung depan,
lambung otot, lambung kelenjar, usus, usus
akhir, dan anus. Penghancuran makanan
terjadi dalam lambung otot
8) Pada serangga betina terdapat ovipositor
yang berguna untuk menyimpan telur
9) Pada segmen pertama dari abomennya
memiliki membran hympanum untuk
mendengar
10) Hewan ini tidak mempunyai zat warna
merah, tetapi ada sel darah dan pembuluh
darah.
11) Sistem saraf tangga tali
b. Klasifikasi Insekta
Serangga termasuk dalam filum
arthropoda yang berasal dari bahasa yunani
arthro yang artinya ruas dan poda berarti kaki,
jadi arthropoda adalah kelompok hewan yang
mempunyai ciri utama kaki beruas-ruas (Hadi,
2009).
39
Adapun bagan dari klasifikasi serangga
sebagai berikut:
Gambar 2.5 Bagan klasifikasi serangga (Hadi, 2009).
1) Ordo Archyptera atau Isoptera
Archyptera merupakan serangga
berukuran kecil, bertubuh lunak dan
biasanya berwarna coklat pucat. Antena
pendek dan berbentuk seperti benang atau
40
seperti rangkaian manik. Serangga dewasa
ada yang bersayap dan ada yang tidak
bersayap. Jika bersayap, maka jumlahnya
dua pasang, bentuk memanjang, ukuran
serta bentuk sayap depan dan belakang
sama. Alat mulut mengigit mengunyah,
mata majemuk ada atau tidak ada (Jumar,
2000). Contohnya Reticulitermis flavipes
(rayap atau anai-anai), dapat dilihat pada
gambar sebagai berikut:
Gambar 2.6 Captotermes
curvignathus (Rayap tanah)
(Indah, 2019).
2) Ordo Orthoptera
Ordo Orthoptera mempunyai 2
pasang sayap lurus, sayap depan tebal, tipe
mulut penggigit, mengalami metamorfosis
tidak sempurna. kebanyakan dari mereka
adalah pemakan tumbuh-tumbuhan, dan
beberapa dari serangga ini adalah hama-
41
hama penting pada tanaman budidaya
(Donald, 1992: 264). Contohnya Valanga
nigricirnis (belalang kayu), dapat dilihat
pada gambar sebagai berikut:
Gambar 2.7 Valanga nigricirnis
(Belalang kayu) (Indah, 2019).
3) Ordo Odonata
Odonata merupakan serangga dengan
tubuh panjang dan ramping, sayap
memanjang bervena banyak serta
membraneus. Antena pendek seperti bulu
yang keras. Saat istirahat sayap dikatupkan
di atas tubuh atau biasanya dibentangkan
bersama-sama di atas tubuh (Jumar, 2000:
137). Contoh dari kelompok serangga ini
adalah Orthetrum sabina (Capung kerbau),
dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
42
Gambar 2.8 Orthetrum sabina
(Capung kerbau) (Indah, 2019).
4) Ordo Hemiptera
Hemiptera merupakan serangga
bertubuh pipih, ukuran dari sangat kecil
sampai besar. Jika bersayap, maka pangkal
sayap depan menebal dan bagian ujungnya
membraneus dan dinamakan Hemielitra.
Sebagian besar serangga dari ordo ini
bertindak sebagai hama tanaman, beberapa
sebagai predator dan vektor penyakit.
Contoh dari kelompok serangga ini adalah
Leptocorixa acuta (walang sangit), Podops
vermiculata (kumbang coklat), Cimex
lectularius (kutu busuk), Lethoverus sp
(kepinding air) (Jumar, 2000). Berikut
gambar dari Cimex lectularius (kutu busuk).
43
Gambar 2.9 Cimex lectularius (Kutu
busuk) (Kusumaningrum, 2016).
5) Ordo Homoptera
Serangga ini ada yang bersayap dan
ada yang ditidak bersayap. Jika bersayap
jumlahnya dua pasang. Sayap depan lebih
besar dan panjang dari pada sayap
belakang. Antena serangga golongan ini
bervariasi, kadang-kadang seperti benang
atau pendek kaku seperti rambut. Alat
mulut menusuk-menghisap. Contoh
serangga dalam kelompok ini adalah
Dundubia manifera (tonggeret), Nephotetix
apicalis (wereng hijau), Pediculushumanus
capitis (kutu kepala), Aphid sp (kutu daun)
(Jumar, 2000). Berikut gambar dari
Pediculushumanus capitis (kutu kepala).
44
Gambar 2.10 Pediculushumanus capitis
(Kutu kepala) (Martinko, 2016).
6) Ordo Neuroptera
Serangga ini memiliki ukuran tubuh
sangat kecil sampai besar dan
bermetamorfosis sempurna. Antena
umumnya panjang, alat mulut pada larva
penghisap dan pada dewasa mengigit.
Sayap dua pasang, seperti selaput, sayap
depan dan belakang hampir sama dalam
bentuk dan susunan venanya. Larva
serangga ini mempunyai rahang yang
berkembang baik, digunakan untuk
menangkap mangsa (Jumar, 2000). Contoh
dalam ordo ini adalah Myrmeleon
frontalis (undur-undur), dapat dilihat pada
gambar sebagi berikut:
45
Gambar 2.11 Myrmeleon frontalis (Undur-
undur) (Pallardy, 2019).
7) Ordo Lepidoptera
Serangga ini memiliki dua pasang
sayap, sayap belakang biasanya sedikit kecil
dari pada sayap depan. Sayap di tutupi oleh
bulu-bulu atau sisik. Imago dari ordo ini di
sebut kupu-kupu (jika aktif pada siang hari)
atau ngengat (jika aktif malam hari) (Jumar,
2000). Contoh serangga kelompok ini
adalah Mandula sexta (ulat tanduk
tembakau) dan Papilio demodocus (kupu-
kupu natal), dapat dilihat pada gambar
sebagai berikut:
46
(a) (b)
Gambar 2.12 (a) Mandula sexta (Ulat tanduk
tembakau), (b) Papilio demodocus (Kupu-
kupu natal) (Indah, 2019).
8) Ordo Diptera
Serangga ini memiliki ukuran tubuh
dari kecil sampai sedang. Sayap satu pasang
dan membraneus. Sayap belakang berfungsi
untuk menjaga keseimbangan pada saat
terbang. Tubuh relatif lebih lunak, antena
pendek, mata majemuk besar dan
metamorfosis sempurna. Beberapa spesies
dari ordo ini ada yang menjadi hama
tanaman, sebagai penghisap darah manusia
atau binatang, vektor penyakit bagi
manusia, penyerbuk bunga, predator atau
parasit dari tanaman (Hadi, 2009). Contoh
pada kelompok ini adalah Musca
domestica (lalat rumah) dan Anopheles
maculipennis (nyamuk malaria), dapat
dilihat pada gambar sebagai berikut:
47
(a) (b)
Gambar 2.13 (a) Musca domestica (Lalat
rumah) (Indah, 2019), (b) Anopheles
maculipennis (Nyamuk malaria) (Setiaputri,
2018).
9) Ordo Coleoptera
Serangga ini memiliki sayap depan
yang keras, tebal dan tanpa vena. Sayap
depan ini berfungsi sebagai pelindung
sayap belakang dan dinamakan elitra. Sayap
belakang membraneus dan terlipat di
bawah sayap depan pada serangga ini
istirahat. Sayap belakang ini umunya lebih
panjang dari sayap depan dan digunakan
untuk terbang. Contoh serangga dalam
kelompok ini adalah Orytec rhynoceros
(kumbang kelapa) menyerang pucuk
kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-
lain, Dystisticus marginalis (kumbang buas
air), serta Sitophilus oryzae (kumbang
beras) (Jumar, 2000). Berikut gambar dari
Sitophilus oryzae (kumbang beras).
48
Gambar 2.14 Sitophilus oryzae
(Kumbang beras) (Liputan6, 2011).
10) Ordo Hymenoptera
Ciri-ciri ordo Hymenoptera adalah
ukuran tubuh serangga ini sangat kecil
sampai besar. Sayap dua pasang, seperti
selaput dan umumnya banyak vena, sayap
depan lebih besar dari pada sayap
belakang, bertipe mulut menggigit.
Beberapa spesies sebagai predator, parasit
serangga, membantu penyerbukan, dan
penghasil madu atau lilin lebah. Contoh dari
serangga ordo Hymenoptera diantaranya
adalah Apis mellifera (lebah madu),
Xylocopa (kumbang pengisap madu) dan
Formicidae sp (semut) (Jumar, 2000: 165).
Berikut gambar dari Semut Gula (Formica
yessensis).
49
Gambar 2.15 Formica yessensis
(Semut Gula) (Indah, 2019).
c. Metamorfosis Insekta
Metamorfosis adalah proses perubahan
bentuk dan struktur yang terjadi pada hewan,
mulai dari embrio sampai menjadi dewasa,
Metamorfosis serangga dapat dibedakan
menjadi 4 tipe yaitu: tidak bermetamorfosis
(ametabola), metamorfosis bertahap
(paurometabola), metamorfosis tidak sempurna
(hemimetabola), dan metamorfosis sempurna
(holometabola) (Jumar, 2000).
Tipe ametabola serangga pradewasa
memiliki bentuk luar serupa dengan serangga
dewasa kecuali ukuran dan kematangan alat
kelaminnya, tipe serangga ini terdapat pada
serangga primitif yaitu dari anggota sub kelas
Apterygota yakni dari ordo protura, diplura,
50
colembolla, dan thysanura. Tipe
paurometabola bentuk umum serangga
pradewasa menyerupai serangga dewasa, tetapi
terjadi perubahan bentuk secara bertahap
seperti terbentuknya bakal sayap dan embelan
alat kelamin pada instar yang lebih tua serta
pertambahan ukuran, tipe serangga ini adalah
dari golongan ordo orthoptera, isoptera,
thysanoptera, hemiptera, homoptera, anoplura,
neuroptera, dan dermaptera.
Tipe hemimetabola adalah serangga
yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Dalam daur hidupnya, serangga yang
bermetamorfosis tidak sempurna mengalami
tahapan perkembangan sebagai berikut (Jumar,
2000).
1) Telur
2) Nimfa, ialah serangga muda yang
mempunyai sifat dan bentuk sama dengan
dewasanya. Dalam fase ini serangga muda
mengalami pergantian kulit berulang kali.
Sayap serta alat perkembangbiakannya
belum berkembang
3) Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai
dengan telah berkembangnya semua
51
organ tubuh dengan baik, termasuk alat
perkembangbiakan serta sayap. Pada tipe
ini perbedaan serangga dewasa dan
pradewasa lebih nyata dibandingkan
dengan paurometabola, contohnya pada
belalang dan capung. Berikut merupakan
gambar dari metamorfosis tidak
sempurna dari belalang.
Gambar 2.16 Daur hidup serangga
hemimetabola (Pandu, 2016).
Perubahan struktur tubuh pada
serangga ini sangat besar dari berbagai stadium.
Serangga ini dianggap orang sebagai serangga
yang maju perkembangannya dalam sejarah
evolusi serangga. Kelompok serangga ini disebut
juga holometabola. Contohnya adalah lalat dan
nyamuk (ordo nematocera), kupu-kupu dan
52
ngengat (ordo lepidoptera), pinjal (ordo
siphonaptera), kumbang (ordo coleoptera),
semut, lebah, dan tawon (ordo hymenoptera)
(Hadi, 2007). Berikut merupakan gambar
metamorfosis sempurna dari kupu-kupu.
Gambar 2.17 Daur hidup serangga
holometabola (Mjrphotography, 2018).
d. Fisiologi Insekta
1) Sistem Respirasi (Pernafasan)
Pertukaran oksigen dan
karbondioksida dilakukan melalui trakea.
Udara masuk ke trakea melalui bagian yang
terletak pada permukaan tubuh yang
disebut spirakel berfungi sebagai penyaring
debu dan benda asing. Setelah itu udara
melewati pipa kecil yang disebut trakeola
yang terhubung dengan membran sel.
Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam sel
tubuh melalui trakeola, sedangkan
53
karbondioksida akan berdifusi keluar.
Setelah melewati trakeola, karbondioksida
akan dikeluarkan ke lingkungan melewati
trakea.
Gambar 2.18 Sistem pernafasan
insekta (Nafiun, 2012).
2) Sistem Pencernaan
Bentuk saluran pencernaan
dipengaruhi oleh cara makan dan juga
makanan serangga, sehingga hal ini akan
menyebabkan adanya perbedaanperbedaan
(penyesuaian) diantara bentuk pencernaan
insekta. Pada banyak insekta bagian-bagian
utama terbagi menjadi bagian lain dengan
berbagai fungsi yaitu faring, esofagus, krop
dan proventrikulus pada saluran
pencernaan bagian depan, ventrikulus pada
54
bagian pencernaan tengah, dan pirolus,
illeum serta rektum pada pencernaan
bagian belakang. Adapun saluran
pencernaan pada serangga dibagi menjadi 3
bagian utama yaitu:
a) Saluran pencernaan depan (Stomodeum)
b) Saluran pencernaan tengah (Mesenteron)
c) Saluran Pencernaan belakang
(Proktodeum)
Saluran pencernaan tersebut berasal
dari turunan yang berbeda, saluran
pencernaan depan dan belakang berasal
dari jaringan ektodermal dan saluran
pencernaan tengah berasal dari jaringan
endodermal (Batubara, 2002).
Gambar 2.19 Sistem pencernaan
insekta (Sugeng, 2014).
55
3) Sistem Reproduksi
Reproduksi insekta terdiri dari
reproduksi seksual dan aseksual.
Reproduksi seksual terdiri dari ovipar
(terjadi proses pembentukan telur,
fertilisasi dan peletakan telur), ovovivipar
(telur dibentuk dan difertilisasi, tetapi tetap
berada dalam tubuh unduk betina.
Teedapat kuning telur yang cukup untuk
perkembangan embrio, larva akan keluar
setelah telur diletakkan, contohnya pada
ordo Lepidoptera, ordo Coleoptera, dan
ordo Thysanoptera), vivipar (embrio
berkembang di dalam tubuh induk betina,
dilahirkan dalam bentuk nimpha atau
larva).
Sedangkan reproduksi aseksual terdiri
dari parteogenesis (serangga betina yang
mampu menghasilkan keturunan tanpa
melibatkan pejantan atau adanya
fertilisasi), paedogenesis (reproduksi yang
dilakukan oleh serangga yang belum
dewasa (larva) secara aseksual, dimana
reproduksi ini terjadi karena adanya proses
56
neotoni yaitu kematangan seksual pada
stadium pra dewasa) (Ariesta, 2014).
Gambar 2.20 Sistem reproduksi insekta
betina (Hadi, 2009).
Gambar 2.20 Sistem reproduksi insekta
jantan (Hadi, 2009).
4) Sistem sirkulasi
Serangga memiliki suatu sistem
sirkulasi terbuka, hemolimfa yang keluar
57
dari jantung akan dialirkan ke seluruh
tubuh dengan bantuan aorta. Hemolimfa
yang dialirkan ini akan masuk ke dalam
rongga tubuh. Hemolimfa yang ada dalam
rongga tubuh akan dikembalikan lagi
menuju jantung dengan perantara ostia
(Agina, 2017).
Gambar 2.21 Sistem sirkulasi insekta
(Agina, 2017).
e. Peranan Insekta dalam Kehidupan Manusia
Insekta banyak memberikan manfaat
bagi kehidupan manusia, baik itu secara
langsung maupun tidak langsung. Namun, selain
menguntungkan insekta juga merugikan bagi
manusia. Adapun peranan insekta dalam
kehidupan manusia secara garis besar dibagi
menjadi 2, yakni menguntungkan (berguna) dan
merugikan (merusak).
58
1) Peranan insekta yang menguntungkan
(berguna) antara lain:
a) Serangga sebagai penyerbuk tanaman
b) Serangga sebagai penghasil produk
(seperti: madu, lilin, sutra, dan lain-
lain)
c) Serangga bersifat entomofagus
(predator dan parasitoid)
d) Serangga pemakan bahan organik
e) Serangga pemakan gulma
2) Peranan insekta yang merugikan (merusak)
antara lain:
a) Serangga perusak tanaman di
lapangan, baik buah, daun, ranting,
cabang, batang, akar maupun bunga
b) Serangga perusak produk dalam
simpanan (hama gudang)
c) Serangga sebagai vektor penyakit bagi
tanaman, hewan maupun manusia
Dari sekian banyak jenis serangga
yang ada di alam, sekitar 50 pemakan tanaman
(fitofagus) dan selebihnya pemakan serangga
lain (entomofagus), pemakan binatang lain dan
sisa-sisa tanaman (Jumar, 2000).
59
4. Minat Belajar
a. Pengertian
Minat adalah perhatian yang mengandung
unsur-unsur perasaan. Minat juga dapat
diartikan sebagai kecenderungan yang tetap
untuk memperhatikan dan mengenang
beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati
seseorang, diperhatikan terus-menerus yang
disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda
dengan perhatian, karena perhatian sifatnya
sementara dan belum tentu diikuti dengan
perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti
dengan perasaan senang dan memperoleh
kepuasan. Secara sederhana minat berarti
kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau
keinginan yang tinggi terhadap sesuatu
(Sardiman , 2008).
Minat besar pengaruhnya terhadap belajar,
karena bila bahan pelajaran yang dipelajari
tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak
akan belajar dengan sebaik-baiknya. Karena
tidak ada daya tarik baginya, ia enggan belajar.
Dia tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran
itu. Bahan pelajaran yang menarik minat lebih
60
mudah dipelajari dan disimpan, karena minat
menambah kegiatan belajar (Daryanto, 2009:
53).
Dari pernyataan diatas, dapat disimpulkan
bahwa seseorang yang berminat terhadap suatu
aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu
secara konsisten dengan rasa senang
dikarenakan hal tersebut datang dari dalam diri
seseorang yang didasarkan rasa suka dan tidak
adanya paksaan dari pihak luar. Dengan kata
lain, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa
keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa
ada yang memaksa.
Minat merupakan perasaan yang didapat
karena berhubungan dengan sesuatu. Minat
terhadap sesuatu itu dipelajari dan dapat
mempengaruhi belajar selanjutnya serta
mempengaruhi penerimaan minat-minat baru.
Jadi, minat terhadap sesuatu merupakan hasil
belajar dan cenderung mendukung aktivitas
belajar berikutnya. Oleh karena itu minat besar
pengaruhnya terhadap aktivitas belajar
(Djamarah, 2008: 133).
Anak didik yang memiliki minat pada suatu
pelajaran akan belajar dengan sungguh-
61
sungguh, karena ada rasa ketertarikan serta
tidak ada paksaan. Sehingga dalam proses
pembelajaran siswa akan senang dan menikmati
pembelajaran itu. Pembelajaran akan lebih
efektif dan efisien. Minat merupakan alat
motivasi yang utama yang dapat
membangkitkan kegairahan belajar anak didik
dalam rentangan waktu tertentu.
Dari beberapa definisi minat menurut para
ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa minat
adalah kecenderungan siswa untuk
memusatkan rasa lebih suka dan rasa
ketertarikan terhadap suatu objek atau dalam
suatu situasi tertentu yakni belajar.
b. Jenis-jenis Minat
Banyak ahli yang mengemukakan mengenai
jenis-jenis minat. Diantaranya Carl safran
mengklasifikasikan minat menjadi 4 jenis yaitu:
1) Expressed interest, minat yang
diekspresikan melalui verbal yang
menunjukkan apakah seseorang itu
menyukai dan tidak menyukai suatu objek
atau aktivitas.
62
2) Manifest interest, minat yang disimpulkan
dari keikutsertaan individu pada suatu
kegiatan tertentu.
3) Tested interest, minat yang disimpulkan
dari tes pengetahuan atau keterampilan
dalam suatu kegiatan.
4) Inventoried interest, minat yang
diungkapkan melalui inventori minat atau
daftar aktivitas dan kegiatan yang sama
dengan pernyataan (Sukardi, 2003).
Sedangkan menurut Moh. Surya (2004)
mengenai jenis minat dapat dikelompokkan
menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut:
1) Minat volunter adalah minat yang timbul
dari dalam diri siswa tanpa ada pengaruh
luar.
2) Minat involunter adalah minat yang timbul
dari dalam diri siswa dengan pengaruh
situasi yang diciptakan oleh guru.
3) Minat nonvolunter adalah minat yang
ditimbulkan dari dalam diri siswa secara
dipaksa atau dihapuskan.
Dari beberapa jenis minat yang telah di
kemukakan, penulis dapat mengambil
kesimpulan bahwa minat siswa berbeda-beda.
63
Minat siswa ada yang datang dari diri siswa
sendiri, guru ataupun paksaan dari luar. Minat
siswa juga bisa timbul karena adanya suatu
kegiatan. (Surya, 2004).
c. Faktor-faktor Minat
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
minat adalah sebagai berikut:
1) Faktor-faktor yang bersumber pada siswa
itu sendiri.
a) Tidak mempunya tujuan yang jelas.
Jika tujuan belajar sudah jelas, maka
siswa cenderung menaruh minat
terhadap belajar sebab belajar akan
merupakan suatu kebutuhan dan
cenderung menaruh minat terhadap
belajar. Dengan demikian besar
kecilnya minat siswa dalam belajar
tergantung pada tujuan belajar yang
jelas dari siswa.
b) Bermanfaat atau tidaknya sesuatu yang
dipelajari bagi individu siswa. Apabila
pelajaran kurang dirasakan
bermanfaat bagi perkembangan
dirinya, siswa cenderung untuk
menghindar.
64
c) Kesehatan yang sering mengganggu.
Kesehatan ini sangat berpengaruh
dalam belajar, seperti sering sakit,
kurang vitamin atau kelainan jasmani
misalnya pada mata, kelenjar-kelenjar.
Hal ini akan mempengaruhi atau
mempersulit siswa belajar atau
menjalankan tugas-tugasnya dikelas.
d) Adanya masalah atau kesukaran
kejiwaan. Masalah atau kesukaran
kejiwaaan ini misalnya adanya
gangguan emosional, rasa tidak senang,
gangguan-gangguan dalam proses
berfikir semuanya akan mempengaruhi
minat belajar siswa.
2) Faktor-faktor yang bersumber dari
lingkungan sekolah
a) Cara menyampaikan pelajaran. Dalam
proses belajar mengajar, penyampaian
pelajaran oleh guru sangat
menentukan minat belajar siswa.
Apabila guru menguasai materi tetapi
ia kurang pandai dalam menerapkan
berbagai metode belajar yang kurang
65
tepat hal ini akan mengurangi minat
belajar siswa.
b) Adanya konflik pribadi antara guru
dengan siswa. Adanya konflik pribadi
antara guru dengan siswa ini akan
mengurangi minat pada mata
pelajaran, tetapi dengan adanya konflik
tersebut menyebabkan minat siswa
berkurang lebih jauh lagi kemungkinan
bisa hilang.
c) Suasana lingkungan sekolah. Suasana
lingkungan sekolah sangat
berpengaruh terhadap minat belajar
siswa. Suasana lingkungan disini
termasuk iklim di sekolah, iklim
belajar, suasana, tempat dan fasilitas
yang semuanya menimbulkan
seseorang betah dan tertuju
perhatiannya kepada kegiatan belajar
mengajar.
3) Faktor-faktor yang bersumber dari
lingkungan keluarga dan masyarakat.
a) Masalah Broken Home. Masalah-
masalah yang terjadi dari pihak orang
66
dan keluarga akan mempengaruhi
minat belajar siswa.
b) Perhatian utama siswa dicurahkan
kepada kegiatan-kegiatan diluar
sekolah. Pada saat ini di luar sekolah
banyak hal-hal yang dapat menarik
minat siswa yang dapat mengurang
minat siswa terhadap belajar seperti
kegiatan olah raga atau bekerja (Surya,
2004).
d. Indikator Minat Belajar
Indikator minat belajar merupakan sesuatu
yang dapat memberikan petunjuk atau
keterangan bahwa seseorang memiliki minat
untuk belajar. Indikator digunakan sebagai alat
pemantau yang memberi petunjuk ke arah
minat. Terdapat beberapa indikator siswa yang
memiliki minat belajar yang tinggi melalui
proses belajar di rumah maupun di sekolah.
Berikut ini adalah pemaparan indikator minat
siswa dalam belajar:
1) Rasa Suka atau Perasaan Senang
Setiap melakukan aktivitas, individu
selalu diliputi oleh suatu perasaan, baik itu
perasaan senang maupun perasaan tidak
67
senang. Perasaan umumnya berkaitan
dengan fungsi mengenal. Artinya, perasaan
dapat timbul karena adanya aktivitas
seperti mengamati, menganggap,
mengingat-ingat, atau memikirkan sesuatu.
Apabila seorang siswa mengadakan
penilaian positif yang agak spontan melalui
perasaannya tentang pengalaman
belajarnya di sekolah, maka akan timbul
rasa senang. Akan tetapi bila penilaiannya
negatif, akan timbul rasa tidak senang.
Adanya perasaan suka atau senang akan
menimbulkan minat, yang diperkuat
dengan sikap yang positif.
2) Rasa Tertarik untuk Belajar
Kaitannya dengan minat adalah rasa
tertarik merupakan titik awal individu
menaruh minat. Siswa yang menaruh minat
terhadap belajar terlebih dahulu merasa
tertarik dengan aktivitas belajar.
3) Kesadaran (Keinginan) Belajar Tanpa
Disuruh
Siswa yang mempunyai minat belajar
akan selalu berusaha belajar dengan baik.
Siswa mempunyai rasa keingintahuan yang
68
tinggi dan mempunyai kesadaran belajar
tanpa ada yang menyuruh maupun
memaksa.
4) Partisipasi dalam Belajar
Siswa yang mempunyai minat belajar
akan melibatkan diri dalam aktivitas-
aktivitas yang berkaitan dengan hal yang
diminatinya. Partisipasi siswa dalam belajar
dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa
selama mengikuti proses belajar mengajar,
misalnya siswa rajin mengemukakan
pendapat dan bertanya.
5) Perhatian yang Besar dalam Belajar
Menurut Wasty Soemanto (2006: 79)
perhatian adalah pemusatan tenaga atau
kekuatan jiwa tertentu kepada suatu objek,
atau pendayagunaan kesadaran untuk
menyertai suatu aktivitas. Siswa yang
memiliki minat belajar akan memberikan
perhatian yang besar terhadap subyek atau
mata pelajaran yang diminatinya. Besarnya
perhatian siswa terhadap belajar dapat
dilihat dari kesediaan siswa yang
menghabiskan banyak waktu dan tenaga
untuk mempelajari atau menggeluti mata
69
pelajaran yang diminatinya tersebut
(Wulandari, 2015).
B. Kajian Pustaka
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh
Listya Septiwiharti tahun 2015 Jurusan Sejarah
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang
tentang Pengembangan Bahan Ajar Berbentuk Booklet
Sejarah Indonesia Pada Materi Pertempuran Lima Hari
Di Semarang Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas XI
IPS SMA Negeri 1 Semarang Tahun Ajaran 2014/2015
dengan hasil penelitian menunjukkan 80% dari 20
peserta didik. Hal ini berpengaruh positif terhadap
minat belajar sejarah peserta didik. Selain itu, dilihat
dari point yang menjelaskan bahwa penggunaan
booklet dalam pembelajaran dapat merangsang
keingintahuan peserta didik bahkan minat belajar
sejarah peserta didik ditunjukkan dalam angket guru
yang menunjukkan 75%. Persentase tersebut
termasuk dalam kriteria baik, sehingga secara
keseluruhan penggunaan booklet ini dalam
pembelajaran dapat menarik minat dan perhatian
peserta didik dalam belajar.
Kedua, penelitian yang dilakukan oleh
Zamzam Fauziyah tahun 2017 Jurusan Pendidikan
70
Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin
Makassar tentang Pengembangan Media Pembelajaran
Berbasis Booklet Pada Mata Pelajaran Biologi Untuk
Siswa Kelas XI MIA I Madrah Aliyah Alauddin Pao-Pao
Dan MAN 1 Makassar dengan hasil penelitian pada
sekolah MA Madani Alauddin Pao-Pao hasil rata-rata
diperoleh sebesar 3,6 sedangkan pada sekolah MAN 1
Makassar diperoleh hasil rata-rata sebesar 3,1.
Berdasarkan kedua penilaian tersebut diperoleh
kategori baik, sehingga tingkat keefektifan media
pembelajaran berbasis booklet masuk dalam kategori
efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh
Purwanto tahun 2014 Program Studi Pendidikan
Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tentang Upaya
Peningkatan Minat Belajar Siswa Melalui Media Visual
pada Pembelajaran Fiqih Kelas VII Di Mts Wahid
Hasyim Yogyakarta dengan hasil aspek rasa
ketertarikan siswa pada siklus I memperoleh 77%
dengan kategori baik, kemudian pada siklus II juga
mengalami peningkatan menjadi 77,17% dengan
kategori baik, dan pada siklus III memperoleh 78,17%
dengan kategori baik.
71
Keempat, penelitian yang dilakukan oleh
Kurnia Ratna dewi Pralisaputri, Heribertus
Soegiyanto, dan Chatarina Muryani dalam Jurnal
GeoEc, ISSN: 2460-0768, Vol. 2, No. 2 (Juli 2016) Hal.
147-154 tentang Pengembangan Media Booklet
Berbasis Sets pada Materi Pokok Mitigasi dan Adaptasi
Bencana Alam untuk Kelas X SMA (Eksperimen Pada
Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Ajaran
2014/2015) dengan hasil penelitian bahwa media
booklet berbasis SETS terbukti efektif dalam
meningkatkan hasil belajar siswa dengan hasil pre test
dan post test pada kelas eksperimen lebih tinggi
dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak
menggunakan media booklet berbasis SETS (Science,
Environment, Technology, and Society).
Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Avisha
Puspita, Arif Didik Kurniawan, dan Hanum Mukti
Rahayu dalam Jurnal Bioeducation, Vol. 4, No. 1,
Februari 2017 tentang Pengembangan Media
Pembelajaran Booklet pada Materi Sistem Imun
terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA N 8
Pontianak dengan hasil penelitian yaitu diperoleh
rata-rata persentase kevalidan dan kepraktisan
sebesar 89,3% dengan kategori sangat valid dan
sangat praktis. Pada uji efektifitas menunjukkan
72
terdapat peningkatan dalam hasil belajar siswa
dengan rata-rata nilai gain sebesar 0,51 dengan
kategori sedang.
Keenam, penelitian yang dilakukan oleh
Triatmanto dan Hewi Murdaningsih dalam Prosiding
Seminar Nasional Penelitian Pendidikan dan
Penerapan MIPA Fakultas MIPA Universitas Negeri
Yogyakarta, 16 Mei 2009 tentang Efektivitas
Pembelajaran Ciri-ciri Insekta Menggunakan Spesimen
Awetan dalam Resin dengan hasil media awetan
spesimen dalam resin membantu pembelajaran ciri-ciri
insekta menjadi lebih menyenangkan, menarik,
memberi motivasi, dan membantu dalam pembentukan
konsep siswa. Penggunaan media ini juga
meningkatkan hasil belajar siswa dengan memenuhi
kriteria ketuntasan minimal yang ditargetkan.
Persamaan penelitian yang dilakukan oleh
peneliti dalam kajian pustaka adalah peneliti
mengembangkan media pembelajaran pada materi
insekta berupa booklet yang bertujuan untuk
meningkatkan minat belajar siswa. Perbedaan yang
digunakan oleh peneliti dalam kajian pustaka adalah
isi booklet yang dilengkapi dengan contoh setiap ordo
yang menggunakan foto sampling di sekitar
lingkungan sekolah serta terdapat morfologi dari ciri-
73
ciri insekta itu sendiri dan juga terdapat info
tambahan atau berupa pengayaan (Did You Know)
untuk menambah wawasan siswa yang tidak diajarkan
disekolahan.
C. Kerangka Berfikir
Menurut hasil observasi singkat yang
dilakukan peneliti materi biologi menurut para siswa
adalah materi yang sukar untuk dipelajari dan identik
dengan materi hafalan. Salah satu materi yang
mendapat nilai kurang baik saat peneliti melakukan
observasi adalah sub materi insekta. Pembelajaran
yang berlangsung di SMA N 12 Semarang telah
menggunakan pembelajaran K-13, media yang
digunakan masih berupa buku LKS dan buku paket,
penggunaan media power point yang dirasa guru
cukup efektif dan menyenangkan masih kurang
menarik minat siswa dan memahamkan siswa karena
media yang digunakan hanya dapat dilihat secara
visual. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha
mengembangkan bahan ajar yang bervariasi dan
menarik agar pembelajaran sejarah lebih menarik,
memberikan pengetahuan yang lebih luas terhadap
siswa, dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
74
Hal ini sesuai dengan kompetensi yang harus
dimiliki oleh guru yaitu kompetensi pedagogik.
Kompetensi inti yang wajib dimiliki oleh seorang guru
adalah mengembangkan materi pembelajaran yang
diampu secara kreatif. Sehingga guru dituntut mampu
menyusun bahan ajar yang inovatif bisa berwujud
bahan ajar cetak sesuai dengan kurikulum,
perkembangan kebutuhan peserta didik, maupun
perkembangan teknologi informasi. Maka peneliti
mengembangkan bahan ajar berupa booklet.
75
Berdasarkan pemaparan diatas, kerangka
berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan
sebagai berikut.
Gambar 2.22 Kerangka Berfikir
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Model Pengembangan
Metode penelitian dan pengembangan
(Research and Development) menurut Sugiyono (2015:
407) adalah metode penelitian dimana hasil akhir dari
penelitian tersebut berupa produk tertentu dan
menguji kelayakan produk, hingga pada tahap
keefektifan sebuah produk tersebut. Namun, untuk
penelitian yang akan dilakukan ini hanya sampai pada
tahap uji kelayakan produk. Penelitian pengembangan
suatu produk dipandang membutuhkan waktu yang
lama atau bersifat longitudinal (bertahap).
Penelitian yang akan dilakukan akan
dihasilkan produk berupa buku kecil (booklet) yang
menarik sehingga dapat meningkatkan minat belajar
siswa. Model pengembangan yang cocok dalam
mengembangkan perangkat pembelajaran yaitu
dengan menggunakan model pengembangan 4-D.
Sivasailam Thiagarajan, Dotothy S. Semmel, dan
Melvyn I. Semmel menjelaskan mengenai tahapan
pengembangan 4-D yaitu Define, Design, Develop dan
Disseminate atau di adaptasi menjadi 4-P yaitu
76
77
pendifinisian, perancangan, pengembangan, dan
penyebaran (Trianto, 2010: 189).
Gambar 3.1 Model Pengembangan 4-D (Thiagarajan,
Semmel & Semmel, 1994).
B. Prosedur Pengembangan
1. Studi Pendahuluan
a. Tahap Define (Pendefinisian)
Tahap define (pendefinisian) memiliki
tujuan untuk menetapkan dan mendefinisikan
78
syarat-syarat yang dibutuhkan dalam
pembelajaran, tahapan ini mencakup dalam lima
langkah antara lain:
1) Analisis Ujung Depan
Bertujuan untuk memunculkan dan
menetapkan masalah dasar yang dihadapi
dalam pembelajaran. Analisis ujung depan
perlu mempertimbangkan adanya beberapa
alternatif pengembangan perangkat
pembelajaran, teori belajar, tantangan dan
tuntutan masa depan. Masalah dasar yang
dihadapi dalam pembelajaran yaitu dalam
sub materi insekta dimana siswa sukar
untuk mengelompokkan setiap ordo dari
kelas insekta tersebut.
2) Analisis Peserta Didik
Analisis ini merupakan telaah
karakteristik siswa yang sesuai dengan
pengembangan perangkat pembelajaran.
Karakteristik yang ditelaah meliputi
kemampuan akademik (pengetahuan),
perkembangan kognitif, serta keterampilan
individu atau sosial yang berkaitan dengan
pembelajaran, format dan media yang akan
digunakan. Telaah ini nantinya akan
79
dikembangkan untuk dapat mencapai
tujuan pembelajaran. Karakteristik dalam
analisis peserta didik didapatkan bahwa
siswa justru lebih tertarik dan antusias
dengan penggunaan media yang memiliki
banyak warna dan gambar, hal ini yang
menjadikan dasar pembuatan media
pembelajaran berupa booklet insekta.
3) Analisis Tugas
Analisis tugas merupakan kumpulan
prosedur untuk menentukan isi dalam
satuan pembelajaran. Analisis tugas
digunakan untuk merinci secara garis besar
tentang satuan materi yang digunakan.
Penugasan yang diberikan guru sering
menggunakan tugas terstruktur terutama
dalam pengelompokan suatu makhluk
hidup khususnya materi insekta serta
nama-nama ilmiah yang sukar untuk
dihafalkan oleh siswa, oleh karena itu
analisis ini menjadi salah satu
pertimbangan peneliti mengembangkan
media pembelajaran yang dapat
mendukung pengerjaan tugas siswa.
80
4) Analisis Konsep
Dilakukan dengan mengidentifikasi
konsep-konsep utama yang akan diajarkan,
menyusunnya secara sistematis, dan
merinci konsep yang relevan. Analisis
konsep digunakan untuk mengidentifikasi
fakta, konsep, prinsip dan anturan yang
dibutuhkan dalam pengajaran. Mendukung
analisis konsep, analisis-analisis yang perlu
dilakukan pertama analisis standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang
bertujuan untuk menentukan jumlah dan
jenis bahan ajar kedua analisis sumber
belajar, untuk menyimpulkan dan
mengidentifikasi sumber-sumber yang
mendukung bahan ajar. Kompetensi dasar
(KD) yang digunakan oleh peneliti adalah
3.9 Mengelompokkan hewan ke dalam
filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga
tubuh simetri tubuh, dan reproduksi.
5) Perumusan Tujuan Pembelajaran
Perumusan tujuan pembelajaran
merupakan perilaku yang diharapkan
setelah belajar dengan kerja operasional.
Hal ini bertujuan untuk menentukan
81
perilaku objek penelitian (Endang, 2011:
179-181). Perumusan tujuan belajar yang
hendak dicapai dalam media ini disesuaikan
dengan indikator pencapaian kompetensi
yang telah disusun.
b. Tahap Design (Perancangan)
1) Desain Buku
Perancangan produk akan
menggunakan acuan studi pendahuluan
yang telah dilakukan oleh peneliti. Tahapan
design atau perancangan buku akan
mempunyai ciri khusus yaitu menggambar
sub materi dari insekta yang didesain
dengan menarik menggunakan applikasi
Corel Draw seperti menambahkan gambar
yang berhubungan dengan isi materi,
sehingga memotivasi peserta didik untuk
terus membaca.
2) Materi
Materi akan disesuaikan dengan
kurikulum yang berlaku, selain itu akan
ditambahkan materi-materi sesuai dengan
saran yang relevan dari responden sebagai
hasil dari studi pendahuluan yang
dilakukan (Endang, 2011: 181). Materi yang
82
akan di gunakan yaitu insekta yang
terdapat pada kelas X semester genap.
Sumber materi yang digunakan berasal dari
buku Jumar yang berjudul Entomologi
Pertanian, adapun dari Mochamad Hadi, Udi
Tarwotjo, dan Rully Rahadian yang berjudul
Biologi Insekta Entomologi, serta beberapa
sumber jurnal dan internet yang relevan.
Berikut Kompetensi dasar dan indikator
yang akan dicapai pada booklet
(Permendikbud, 2016).
Tabel 3.1 Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
Kompetensi
3.9. Mengelompokkan 3.9.1. Siswa dapat
hewan ke dalam mengelompokkan
filum berdasarkan Arthropoda berdasarkan
lapisan tubuh, ciri-cirinya yang
rongga tubuh ditemukan
simetri tubuh, dan
reproduksi 3.9.2. Siswa dapat menjelaskan
klasifikasi insekta
3.9.3. Siswa dapat menjelaskan
apa itu insekta
3.9.4. Siswa dapat
menjabarkan ciri-ciri
insekta
3.9.5. Siswa dapat mengetahui
berbagai ordo dalam
83
kelas insekta
3.9.6. Siswa dapat
menjabarkan ciri-ciri
dari masing-masing ordo
3.9.7. Siswa dapat mengenal
spesies-spesies dari
berbagai ordo
3.9.8. Siswa dapat menganalisa
peranan insekta dalam
kehidupan manusia
2. Pengembangan Prototipe
Tahap Development (Pengembangan)
a. Expert apprasial, merupakan teknik untuk
memvalidasi atau menilai kelayakan produk
booklet insekta, kegiatan validasi pada tahap
ini dilakukan oleh ahli dalam bidangnya yaitu
ahli materi dalam bidang animalia khususnya
insekta, ahli media, dan penilaian yang
dilakukan oleh guru serta siswa. Saran yang
diberikan oleh ahli tersebut akan digunakan
untuk memperbaiki produk yang sedang
dikembangkan.
b. Developmental testing, merupakan kegiatan uji
coba produk booklet insekta yaitu pada subjek
yang sebenarnya. Data yang akan didapat pada
tes ini adalah saran, respon dan komentar dari
84
subjek, hasil yang didapat akan digunakan
untuk memperbaiki produk. Produk yang telah
diperbaiki akan diujikan kembali hingga
mendapatkan hasil yang diharapkan (Endang,
2011: 182).
3. Uji Lapangan
Penelitian dan pengembangan membutuhkan
adanya evaluasi yang akan mendukung adanya
perkembangan produk untuk menjadi lebih baik,
dalam hal ini digunakan evaluasi formatif. Evaluasi
formatif menurut berbagi sumber merupakan
evaluasi yang digunakan untuk menentukan
apakah suatu yang diuji tersebut butuh
ditingkatkan atau direvisi agar produk tersebut
lebih efektif dan efisien. Evaluasi formatif terdiri
atas tiga langkah, yaitu:
a. One to one trying out (uji coba perorangan), uji
ini dilakukan pada perorangan 1-3 siswa kelas
X MIPA SMA Negeri 12 Semarang untuk
mendapatkan masukan awal tentang produk
yang dikembangkan. Saran yang diterima akan
digunakan untuk revisi produk.
b. Small group tryout (Uji coba kelompok kecil),
uji ni dilakukan kepada subjek langsung
namun dalam lingkup kelompok yang masih
85
kecil. Uji ini akan dilakukan pada 10 orang
subjek yaitu siswa kelas X MIPA SMA Negeri
12 Semarang guna mendapatkan masukan dan
saran untuk perkembangan produk
selanjutnya.
c. Field tryout (Uji coba lapangan), dilakukan
pada kelompok besar yang terdiri dari 15-30
subjek uji yang dilakukan oleh peneliti akan
dimulai dengan uji perorangan yang
melibatkan penilaian dari ahli materi biologi,
ahli media pembelajaran dan guru. Tahapan
selanjutnya peneliti akan melakukan uji
kelayakan penggunaan produk dalam kelas X
MIPA SMA Negeri 12 Semarang (Anggraeni,
2017).
4. Tahap Desseminate (Penyebaran)
Tahapan ini merupakan kegiatan penyebaran
produk booklet insekta untuk menguji tingkat
minat belajar siswa, uji ini menggunakan angket
yang diberikan kepada siswa .
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMA
Negeri 12 Semarang kelas X MIPA. Pengujian
dilakukan dalam bentuk skala kecil terbatas yang akan
diberikan angket penilaian kelayakan bagi 10 siswa
86
dan pengujian skala besar dengan penggunaan media
dalam pembelajaran dikelas, pengujian skala besar
akan meliputi penilaian tingkat minat belajar siswa
dan keterbacaan media yang dilakukan melalui angket
dengan melibatkan 25 siswa uji coba.
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi
Observasi merupakan proses yang
kompleks, proses ini tersusun dari berbagai
proses biologi dan psikologis. Dua diantaranya
terpenting adalah proses-proses pengamatan dan
ingatan (Sugiyono, 2015: 203).
Observasi yang dilakukan pada penelitian
ini adalah dengan menggunakan observasi
langsung, mengamati keadaan siswa ketika dalam
pembelajaran materi Arthropoda tepatnya pada
sub materi insekta. Observasi dilakukan saat mata
kuliah MPP (Metodologi Penelitian Pendidikan)
tepatnya tanggal 24 April 2018 di SMA Negeri 12
semarang.
2. Wawancara
Teknik wawancara dilakukan dengan tidak
terstruktur, yaitu wawancara yang bebas dimana
penelitian tidak menggunakan pedoman
wawancara yang telah tersusun secara sistematis
87
dan lengkap untuk pengumpulan datanya.
Pedoman yang digunakan hanya berupa garis-
garis besar permasalahan yang akan ditanyakan
(Sugiono,2015: 197).
Wawancara dilakukan dengan beberapa
pihak antara lain guru dan siswa. Guru
diwawancarai mengenai media dan metode
pengajaran yang dilakukan di kelas, sedangkan
siswa dimintai pendapatnya mengenai
pengajaran yang diterapkan guru dalam kelas.
Wawancara dilakukan saat melakukan observasi
pada tanggal 27 April 2018 di SMA Negeri 12
Semarang.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Wawancara Guru
Kisi-kisi dan Tujuan Pertanyaan
Mengetahui sumber 1. Sumber belajar apa saja
belajar yang yang Bapak/Ibu gunakan
digunakan di kelas? (jawaban boleh
lebih dari satu)
o Buku Teks Pelajaran
o LKS
o Bahan Ajar
2. Pernahkah Bapak/Ibu
membuat atau
menggunakan booklet
sebagai media
pembelajaran insekta?
Mengetahui kualitas Menurut Bapak/Ibu, apakah
konteks sumber sumber belajar yang
belajar yang digunakan telah mampu
digunakan memberikan wawasan dan
88
dapat menarik minat belajar
siswa?
Meminta tanggapan Menurut Bapak/Ibu,
guru tentang kriteria bagaimanakah kriteria
sumber belajar yang sumber belajar yang baik?
baik
Meminta tanggapan Menurut Bapak/Ibu, pada
guru mengenai sub bagian manakah kesukaran
materi insekta yang sering dijumpai oleh
siswa?
Meminta tanggapan Menurut Bapak/Ibu, pada
guru mengenai bagian pengembangan media
penting yang booklet insekta, selain
ditonjolkan dalam dilengkapi dengan gambar
pembuatan media morfologi serta contoh dari
setiap ordo, apakah yang
perlu ditambahkan untuk
menambah wawasan bagi
siswa?
3. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan sebagai
pengumpul data saat peneliti melakukan kegiatan
pengumpulan data dan selama melakukan
kegiatan penelitian. Data yang akan dikumpulkan
berupa foto kegiatan penelitian dan data siswa
serta guru pada SMA Negeri 12 Semarang.
4. Kuisioner (Angket)
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan
data yang dilakukan dengan cara memberikan
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk dijawabnya. Tipe dan
bentuk pernyataan yang digunakan adalah
89
tertutup, yaitu pertanyaan yang mengharapkan
jawaban singkat atau mengharapkan responden
untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari
setiap pertanyaan yang tersedia (Sugiono,2015:
197).
Tabel 3.3 Kisi-kisi Analisis Kinerja dan Kebutuhan Siswa
Kisi-kisi dan Tujuan Pertanyaan
Mengetahui Pelajaran1. Pelajaran apa yang anda
yang disukai sukai?
Mengetahui pendapat 2. Bagaimana pelaksanaan
tentang pelajaran pembelajaran biologi di kelas
biologi anda?
Mengetahui kesulitan3. Pada sub materi insekta,
pada sub materi menurut anda bagian apa
insekta yang sukar untuk dipahami?
Mengetahui 4. Pernahkah guru
penggunaan media di menggunakan media
dalam kelas pembelajaran yang menarik
minat belajar anda di kelas?
5. Media seperti apa saja yang
sering digunakan oleh guru di
kelas?
Mengetahui pendapat 6. Bagaimanakah kriteria media
siswa tentang media yang menarik menurut anda?
yang menyenangkan (Boleh memilih lebih dari
satu)
o Memiliki banyak gambar
o Memiliki banyak warna
sehingga menarik minat
belajar
o Memuat banyak tulisan
o Memuat sedikit tulisan
namun memahamkan
o Terdapat pengetahuan
baru di luar materi yang
diajarkan
90
o Evaluasi bentuk soal
berupa pilihan ganda
o Evaluasi bentuk soal
berupa essay
o Lain-lain
Tabel 3.4 Kisi-kisi Rubrik Penilaian Ahli Materi
NO Aspek Indikator Deskripsi
Penelitian Penilaian
1 Kejelasan Topik yang
topik yang diangkat dalam
diangkat media sesuai
dalam media dengan
Kompetensi Dasar
(KD)
2 Kesesuaian Materi yang
dengan terkandung sesuai
kurikulum dengan K-13 yang
yang berlaku berlaku
3 Kesesuaian Konsep/teori yang
materi disajikan tidak
dengan menimbulkan
konsep banyak tafsir dan
sesuai dengan
Komponen definisi yang
Kelayakan berlaku dalam
Isi bidang biologi
secara benar
(akurat)
4 Kelengkapan Materi yang
materi terkandung
telah sesuai
dengan
Kompetensi
Inti (KI) 3 dan
Kompetensi
Dasar (KD) nya
Materi sesuai
dengan tujuan
91
pembelajaran
5 Kedalaman Mencakup
materi pengenalan
konsep dan
interaksinya
sesuai dengan KI 3
6 Penggunaan Penggunaan
bahasa bahasa sesuai
dengan EYD,
Bahasa Indonesia
dan Bahasa Latin
yang mudah
dipahami
7 Ketepatan Penggunaan tata
tata bahasa bahasa sesuai
dengan istilah-
istilah dalam
biologi
8 Komponen Ketepatan Penulisan ejaan-
Kebahasaan ejaan ejaan sesuai
dengan EYD,
Bahasa Indonesia
dan Bahasa Latin
9 Konsistensi Penggunaan istilah
penggunaan dalam materi tidak
istilah berubah-ubah
10 Konsistensi Penggunaan
penggunaan lambang dalam
lambang materi tidak
berubah-ubah
11 Ketepatan Penulisan nama
penulisan asing sesuai
nama dengan Bahasa
ilmiah/asing Inggris dan Bahasa
Latin dengan
menggunakan
garis miring
12 Kesesuaian Penggunaan
gambar gambar sesuai
dengan dengan materi dan
92
materi konsep
13 Identitas Pemberian
gambar identitas gambar
sesuai dengan
fakta
14 Materi Materi pengantar
pengantar sesuai dengan
konsep
15 Penambahan Penambahan
informasi informasi baru
baru (Did You sesuai dengan
Pendukung Know) konsep dan dapat
Penyajian menambah
Materi wawasan
16 Kata Terdapat
pengantar gambaran
mengenai materi
yang terkandung
dalam media, serta
meningkatkan
rasa penasaran
dan menambah
minat dalam
belajar
17 Daftar isi Memuat judul, sub
judul dan halaman
yang tepat dengan
materi
18 Daftar Menggunakan
pustaka sumber-sumber
buku yang relevan
19 Halaman Halaman yang
buku terdapat dalam
buku tidak
menimbulkan
kerancuan dalam
materi isi
Tabel instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran
(BNSP, 2014) dengan adanya modifikasi.
93
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Rubrik Penilaian Ahli Media
NO Aspek Indikator Deskripsi
Penilaian Penilaian
1 Ukuran Ukuran media A5
media sesuai telah sesuai jika
digunakan digunakan dalam
dalam pembelajaran
Ukuran pembelajaran
2 Booklet Kesesuaian Ukuran madia
Insekta ukuran yang digunakan
dengan proporsional
materi yang dengan materi
terkandung yang tercantum
dalam madia dalam media
3 Menampilkan Judul buku
pusat menampilkan
pandangan pusat pandang
(center point) tepat pada bagian
yang baik tengah buku
4 Komposisi Komposisi dan
dan ukuran ukuran judul,
unsur tata ilustrasi, logo dll
letak seimbang dan
Desain seirama
Bagian (proporsional)
5 Kulit/ Warna judul Penggunaan
Sampul warna judul buku
Buku kontras dengan
warna latar
belakang jelas dan
nyaman untuk
dilihat
6 Penggunaan Tidak terlalu
jenis huruf banyak
menggunakan
variasi huruf,
variasi huruf
dalam media tidak
mengganggu
94
pandangan
7 Penempatan Sistematika dalam
unsur tata setiap penyajian
letak runtut dan taat
konsisten berdasarkan pola
berdasarkan yang digunakan,
pola memiliki
pendahuluan, isi
dan penutup
berupa evaluasi
8 Pemberian Pemberian bagan
bagan dalam pada bagian isi
materi isi memudahkan
dalam
pemahaman
konsep dan
penggunaan media
9 Pemisahan Jarak antar
antar paragraf dan sub
paragraf jelas materi dalam
media jelas dan
tidak
menimbulkan
kerancuan
10 Penempatan Penempatan sub
sub judul dan judul materi dan
angka angka halaman
halaman tidak mengganggu
pandangan dan
menyulitkan
penggunaan media
11 Kualitas Media memiliki
gambar kualitas gambar
yang baik dan
jelas, penggunaan
warna gambar
tidak mencolok
dan nyaman
dilihat
12 Penempatan Penempatan
95
gambar gambar tidak
mengganggu,
penempatan tepat
Desain Isi pada center point
Booklet dan ukuran
Insekta gambar
proporsional
dengan ukuran
boklet
13 Penggunaan Penggunaan
variasi huruf variasi huruf tidak
(bold, italic, berlebihan
underline,
small dll)
14 Lebar Lebar susunan
susunan teks teks normal,
penggunaan lebar
susunan teks
konsisten dan
sesuai dengan
ukuran booklet
15 Spasi antar Spasi antar baris
baris berukuran 1,15-
1,5 dan konsisten
penggunaannya
16 Penggunaan Penggunaan
komposisi variasi warna
warna pada huruf dan baris
materi isi pada media
memiliki variasi
warna yang
menarik, kontrak
dan jelas serta
kombinasi warna
yang nyaman
dilihat
17 Tampilan Penggunaan jenis
media huruf, gambar, dan
keseluruhan warna dalam
media menarik
96
untuk digunakan
sehingga dapat
menambah minat
belajar
18 Halaman Penempatan
buku halaman tepat dan
jelas, penggunaan
warna halaman
tidak
menyebabkan
kerancuan dalam
penggunaan media
Tabel instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran
(BNSP, 2014) dengan adanya modifikasi.
Tabel 3.6 Kisi-kisi Rubrik Penilaian Guru
NO Aspek Indikator Deskripsi
Penilaian Penilaian
1 Kejelasan Topik yang
topik diangkat dalam
media sesuai
dengan
Kompetensi Dasar
(KD)
2 Materi isi Materi sesuai
dengan
Kompetensi Inti
(KI) dan
Kompetensi dasar
(KD)/kurikulum
yang berlaku
3 Kedalaman Mencakup
materi pengenalan
konsep dan
interaksinya
sesuai dengan KI 3
4 Relevansi Kelengkapan Materi yang
Materi materi terkandung
97
telah sesuai
dengan
Kompetensi Isi
(KI) 3 dan
Kompetensi
Dasar (KD) nya
Materi sesuai
dengan tujuan
pembelajaran
5 Materi sesuai Konsep/teori yang
dengan disajikan tidak
konsep menimbulkan
biologi yang banyak tafsir dan
berlaku sesuai dengan
definisi yang
berlaku dalam
bidang biologi
secara benar
(akurat)
6 Gambar pada Gambar yang
media disajikan sesuai
dengan
konsep/teori dan
tidak
menimbulkan
kerancuan dalam
penggunaan media
7 Penataan Media memiliki
media konsep penataan
yang menarik
minat belajar,
memudahkan
dalam penggunaan
dan tidak
menimbulkan
kerancuan
8 Media Tampilan media
memiliki meliputi (warna,
Konsep tampilan gambar dan teks)
Media (warna, menarik minat
98
gambar, dan siswa, memiliki
teks) yang komposisi warna
menarik yang proporsional
minat belajar dan memudahkan
dalam penggunaan
9 Media Media secara
mampu keseluruhan
menambah mampu
pemahaman memahamkan
siswa siswa tentang
konsep yang ada
menambah
wawasan ilmu
siswa tentang hal
yang belum
diketahui
10 Media tidak Media secara
membosanka keseluruhan tidak
n membosankan
dalam penggunaan
dan media dapat
dikatakan sebagai
media yang
menarik minat
untuk digunakan
11 Tampilan Tampilan media
media yang dipadukan
warna dan gambar
dapat menarik
minat siswa dalam
belajar,
penggunaan
pertanyaan
pengayaan di awal
media dapat
manimbulkan rasa
ingin tau siswa
12 Penyajian Penyajian materi
Penyajian materi pada dalam media
media runtut dan teratur,
99
tidak rancu dan
menimbulkan
kebingungan
terhadap
penggunaan media
13 Kemudahan Secara
penggunaan keseluruhan
media mudah
digunakan dalam
pembelajaran
Tabel instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran
(BNSP, 2014) dengan adanya modifikasi.
Tabel 3.7 Kisi-kisi Penilaian Siswa
NO Aspek Penilaian Indikator Penilaian
1 Tampilan Media Media menarik untuk
dipelajari
2 Gambar setiap spesies
dalam media menarik bagi
saya dan menambah minat
saya dalam belajar biologi
3 Materi yang disajikan
menggunakan bahasa yang
sederhana dan tidak
Penyajian Media membingungkan
4 Materi yang tersaji dalam
media jelas
5 Penambahan wawasan
(Did you know) dapat
menambah wawasan dan
minat belajar saya
6 Penggunaan sedikit bacaan
tidak membuat saya jenuh
100
Tabel 3.8 Kisi-kisi Keterbacaan Media
NO Aspek Indikator Penilaian
Penilaian
1 Tampilan media menarik untuk
Tampilan digunakan
2 Media Media pembelajaran dapat
meningkatkan minat belajar saya
3 Penambahan wawasan (Did you
know) dapat menambah
wawasan dan tidak membuat
kerancuan
4 Penggunaan sedikit bacaan
efektif dan mudah difahami
5 Materi yang tersajikan dalam
Penyajian media jelas dan tidak panjang
Media lebar sehingga memudahkan saya
dalam memahami materi
6 Gambar asli contoh spesies tiap
ordo dalam media dapat
memudahkan saya dalam
membayangkan bentuk nyatanya
7 Kesesuaian Media pembelajaran sesuai
Media dengan dengan materi ajar
Materi Ajar
101
Tabel 3.9 Kisi-kisi Minat Belajar
NO Aspek Indikator Penilaian
Penilaian
1 Pembelajaran biologi menarik
bagi saya
2 Perasaan Guru biologi dapat membuat
Senang suasana belajar biologi menjadi
menyenangkan
3 Rasa ingin tahu saya saat
mengikuti pembelajaran biologi
4 Penambahan Did you know dapat
Ketertarikan menambah minat belajar saya
5 Gambar asli contoh spesies tiap
ordo dalam media dapat menarik
minat belajar saya
6 Tugas/PR pelajaran biologi selalu
selalu dikerjakan di rumah
7 Keterlibatan Saat pembelajaran biologi aktif
Siswa dalam berdiskusi dan tanya
jawab
E. Teknik Analisis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif
diperoleh dari saran ahli materi dan ahli media yang
digunakan dalam revisi produk. Data kuantitatif di
dapat dari hasil penilaian yang dilakukan oleh ahli
media, ahli materi, guru dan siswa. Data kuantitatif
skor penilaian dari para ahli dianalisis menggunakan
rating scale.
102
Terdapat 5 skala yang akan digunakan yaitu :
(1) Skor 5 sangat baik.
(2) Skor 4 baik.
(3) Skor 3 cukup baik.
(4) Skor 2 kurang baik.
(5) Skor 1 tidak baik.
Data kuantitatif kelayakan dianalisis
menggunakan skala likert yang akan dideskripsikan
secara kualitatif. Terdapat 5 skala yang akan
digunakan, yaitu :
(1) Skor 5 sangat setuju (SS)
(2) Skor 4 setuju (S)
(3) Skor 3 ragu-ragu (RG)
(4) Skor 2 tidak setuju (TS)
(5) Skor 1 sangat tidak setuju (STS)
Penghitungan jumlah skor tiap variabel
pertanyaan dengan menggunakan presentase dengan
rumus :
Presentase skor maksimal 100% dan presentase
skor minimal 0%. Range merupakan skor maksimal
dikurangi skor minimal yang nilainya 100% lebar
interval (100% dibagi 5 skala) diperoleh 20%.
Berdasarkan perhitungan range presentase dan
103
kriteria kualitatifnya dapat dilihat dibawah ini
(Sugiyono 2015).
Tabel 3.8 Range Presentase dan Kriteria Kualitatif
Presentase Kategori
81%<skor<100% Sangat Baik
61%<skor<80% Baik
41%<skor<60% Cukup Baik
21%<skor<40% Kurang Baik
0%<skor<20% Tidak
BAB IV
DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
A. Deskripsi Prototipe Produk
Penelitian ini menghasilkan produk berupa
media pembelajaran Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Sub Materi Insekta Kelas X
Semester 2 yang dapat digunakan sebagai alternatif
media pembelajaran untuk peserta didik Sekolah
Menengah Atas kelas X. Pendeskripsian mengenai
prototipe produk oleh peneliti, berangkat dari model
pengembangan perangkat pembelajaran 4-D (Define,
Design, Development and Dissemination) (Thiagarajan,
Semmel & Semmel, 1994).
1. Studi Pendahuluan/Tahap Define (Pendefinisian)
a. Analisis Ujung Depan
Analisis ujung depan bertujuan untuk
memunculkan dan menetapkan masalah dasar
yang dihadapi dalam pembelajaran insekta.
Identifikasi masalah dilakukan metode analisis
kebutuhan siswa dengan melakukan wawancara
terstruktur terhadap guru biologi kelas X yaitu
Ibu Sri Nuryani [Link], pada tanggal 24 April
2018.
104
105
Berdasarkan hasil wawancara yang
didapat bahwa media pembelajaran yang
digunakan oleh guru merupakan media yang
umum yaitu berupa buku teks, LKS dan
terkadang juga menggunakan PPT. Media
pembelajaran yang digunakan oleh guru juga
dirasa kurang mampu memahamkan siswa
khususnya pada klasifikasi pembagian ordo
pada kelas insekta. Berawal dari analisis
kebutuhan siswa mengenai media
pembelajaran, siswa lebih tertarik pada media
yang tampilan warnanya lebih mencolok serta
adanya gambar asli yang sering di temui di
lingkungan sekitar untuk menarik minat belajar
siswa dan memudahkan dalam pemahaman.
Menyikapi permasalahan tersebut maka
dibutuhkan adanya media pendukung bagi guru
dan siswa dalam pembelajaran dengan kriteria
media mudah difahami, menyenangkan dan
menimbulkan rasa ingin tahu siswa. Peneliti
kemudian mengembangkan media berupa
booklet insekta. Hasil pengembangan booklet
insekta diharapkan mampu meningkatkan
pemahaman siswa, menimbulkan susasana
106
kelas yang menyenangkan dan meningkatkan
minat belajar siswa.
b. Analisis Peserta Didik
Analisis peserta didik merupakan
telaah karakteristik siswa yang sesuai dengan
pengembangan perangkat pembelajaran.
Metode yang digunakan berupa angket analisis
kinerja dan kebutuhan peserta didik kelas X
MIPA SMA Negeri 12 Semarang dengan jumlah
38 siswa.
Berdasarkan hasil analisis kinerja dan
kebutuhan peserta didik, 52% dari total siswa
menyukai pelajaran biologi, pelaksanaan
pembelajaran biologi oleh guru dapat dikatakan
cukup menyenangkan dengan presentase
sebesar 48%. Penggunaan media yang
menyenangkan bagi siswa pernah dilakukan
oleh guru namun jarang diterapkan dalam kelas.
Kesulitan siswa dalam materi insekta
paling banyak terdapat pada bagian tata nama
serta menghafal nama ilmiah dari setiap spesies
di dalam ordo insekta dengan presentase 52%
dan klasifikasi insekta dengan presentase 19%
sedangkan pada fisiologi insekta mendapatkan
presentase 29%. Kriteria media yang menarik
107
menurut para siswa yang paling utama adalah
memuat sedikit tulisan namun memahamkan
hal ini terbukti dengan hasil presentase yang
didapat sebesar 76%, kemudian terdapat
pengetahuan baru di luar materi yang diajarkan
dengan presentase 71%, memiliki banyak warna
sehingga menarik minat belajar sebesar 57%,
media memiliki banyak gambar dengan
presentase 48%, evaluasi bentuk soal berupa
pilihan ganda mendapatkan presentase sebesar
38% sedangkan untuk evaluasi bentuk soal
berupa essay mendapatkan presentase sebesar
33%.
Hasil yang didapatkan dalam analisis
peserta didik, siswa justru lebih tertarik dan
antusias dengan media yang memiliki kriteria
sedikit tulisan namun memahamkan, kemudian
terdapat pengetahuan baru di luar materi yang
diajarkan bentuk soal, berwarna dan memiliki
gambar sehingga menarik minat belajar, dan
bentuk soal berupa pilihan ganda. Hasil ini
menjadi dasar peneliti mengembangakan media
dengan kriteria yang dominan diminati oleh
siswa.
108
c. Analisis Tugas
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan
siswa oleh guru, penugasan yang diberikan guru
sering menggunakan tugas terstruktur terutama
dalam pengelompokkan suatu makhluk hidup
khususnya materi insekta serta nama-nama
ilmiah yang sukar untuk dihafalkan oleh siswa.
Kelemahan dalam pemberian tugas ini adalah
klasifikasi atau pengelompokan suatu makhluk
hidup serta nama-nama ilmiah yang beredar di
internet dapat membingungkan siswa, karena
banyak sekali sumber yang kurang jelas dan
tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaran
datanya.
Hasil analisis yang didapatkan menjadi
salah satu pertimbangan peneliti dalam
mengembangkan media yang dapat mendukung
pengerjaan tugas siswa, media yang
dikembangkan juga harus memuat dari sumber
yang valid atau jelas, sehingga materi yang
tertuang dalam media tidak membingungkan
siswa, khususnya dalam pengerjaan pengayaan
yang diberikan oleh guru.
109
d. Analisis Konsep
Analisis konsep dilakukan dengan
mengidentifikasi konsep-konsep utama yang
akan diajarkan, menyusunnya secara sistematis,
dan merinci konsep yang relevan. Analisis
konsep digunakan untuk mengidentifikasi fakta,
konsep, prinsip dan aturan yang dibutuhkan
dalam pengajaran. Konsep yang diajarkan oleh
guru di SMA N 12 Semarang menggunakan
silabus k-13. Kompetensi Dasar (KD) dan
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang
akan digunakan dalam penyusunan media
diambil hanya pada bagian khusus materi
insekta oleh peneliti, dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 4.1 Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
Kompetensi
3.9. Mengelompokkan 3.9.1. Siswa dapat
hewan ke dalam mengelompokkan
filum berdasarkan Arthropoda berdasarkan
lapisan tubuh, ciri-cirinya yang
rongga tubuh ditemukan
simetri tubuh, dan
reproduksi 3.9.2. Siswa dapat menjelaskan
klasifikasi insekta
3.9.3. Siswa dapat menjelaskan
110
apa itu insekta
3.9.4. Siswa dapat menjabarkan
ciri-ciri insekta
3.9.5. Siswa dapat mengetahui
berbagai ordo dalam kelas
insekta
3.9.6. Siswa dapat menjabarkan
ciri-ciri dari masing-
masing ordo
3.9.7. Siswa dapat mengenal
spesies-spesies dari
berbagai ordo
3.9.8. Siswa dapat menganalisa
peranan insekta dalam
kehidupan manusia
e. Perumusan Tujuan Belajar
Perumusan tujuan belajar yang ingin
dicapai dalam media disesuaikan dengan
indikator yang telah disusun. Tujuan belajar
yang ingin dicapai dalam pembelajaran
menggunakan media yang dikembangkan
berupa booklet insekta adalah tercapainya
semua indikator yang telah disusun
diantaranya:
1) Siswa dapat mengelompokkan arthropoda
berdasarkan ciri-cirinya yang ditemukan
2) Siswa dapat menjelaskan klasifikasi insekta
111
3) Siswa dapat menjelaskan apa itu insekta
4) Siswa dapat menjabarkan ciri-ciri insekta
5) Siswa dapat mengetahui berbagai ordo
dalam kelas insekta
6) Siswa dapat menjabarkan ciri-ciri dari
masing-masing ordo
7) Siswa dapat mengenal spesies-spesies dari
berbagai ordo
8) Siswa dapat menganalisa peranan insekta
dalam kehidupan manusia
2. Tahap Design (Perancangan)
a. Pemilihan Media
Peneliti menggunakan aplikasi Corel Draw
X7 dalam pembuatan design booklet serta dalam
pembuatan layout. Pemilihan digunakan sebagai
pengembangan media booklet insekta dengan
menyesuaikan kapasitas dan kemampuan
peneliti, namun dalam pembuatan layout
dibantu oleh ahli. Berikut merupakan gambar
interface pada media:
112
Gambar 4.1 Interface media
b. Pemilihan Format
Pemilihan format dipilih untuk
memudahkan siswa dalam mempelajari materi
insekta. Format media yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1) Halaman Judul
2) Tim Penyusun
3) KD, Indikator dan Tujuan
4) Salam Penulis
5) Daftar Isi
6) Materi Pengantar
7) Isi Materi Insekta
8) Evaluasi
9) Daftar Pustaka
10) Riwayat Hidup
113
c. Rancangan awal desain isi
Pembuatan isi media ajar oleh peneliti
menggunakan Corel Draw 4 dengan membentuk
media berupa booklet. Rancangan awal desain
media booklet insekta sebagai berikut:
1) Rancangan Awal Cover
Cover judul berisi materi pelajaran,
identitas penulis, serta identitas media dapat
digunakan untuk jenjang sekolah menengah
keatas, rancangan awal cover oleh peneliti
sebagai berikut:
Gambar 4.2 Rancangan awal cover
2) Rancangan Awal Perumusan Tujuan
Pembelajaran
Tujuan dirumuskan untuk membentuk
tingkah laku siswa yang diharapkan setelah
114
selesai mempelajari materi dengan
menggunakan media ajar. Rancangan awal
perumusan tujuan dalam media sebagai
berikut:
Gambar 4.3 Rancangan awal perumusan tujuan
3) Rancangan Awal Salam Penulis (Pengantar)
Salam penulis (pengantar) berisi
penjelasan mengenai media ajar yang akan
dibuat serta terdapat ajakan yang dapat
menarik atau mengajak siswa untuk belajar
mengenai materi insekta. Rancangan awal
penulisan salam penulis sebagai berikut:
115
Gambar 4.4 Rancangan awal salam penulis
4) Rancangan Awal Daftar Isi
Rincian isi disertai halaman pada tiap sub
bab.
Gambar 4.5 Rancangan awal daftar isi
116
5) Rancangan Awal Lembar Uraian Materi
Lembar uraian materi berisikan materi
secara rinci menyangkut materi insekta.
Rancangan awal lembar materi sebagai
berikut:
Gambar 4.6 Rancangan awal lembar uraian
materi
6) Rancangan Awal Lembar Evaluasi Singkat
Lembar evaluasi singkat merupakan
lembar soal atau pertanyaan berupa essay
untuk mengevaluasi hasil belajar siswa
dalam materi insekta. Rancangan awal
lembar evaluasi singkat sebagai berikut:
117
Gambar 4.7 Rancangan awal evaluasi singkat
3. Tahap Development (Pengembangan)
Tahap pengembangan bertujuan untuk
menghasilkan bentuk akhir produk pengembangan
setelah dilakukannya revisi berdasarkan masukan
ahli dan data hasil uji coba dengan melalui
beberapa langkah.
a. Uji Validasi Ahli Materi, Ahli Media, dan Guru
Uji validasi bertujuan untuk mengetahui
kelayakan dan kualitas media ajar yang
dikembangkan. Media ajar diuji oleh ahli dari
segi materi dan desain rancangan media. Ahli
materi menganalisis aspek konten untuk menilai
kebenaran konsep dan keterpaduan konsep
118
yang dituangkan dalam media sebagai media
ajar, ahli materi yang melakukan validasi dalam
media ini adalah Ibu Mirtaati Naima, [Link]., [Link]
selaku dosen Biologi Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Walisongo Semarang. Ahli media
menganalisis aspek desain dan perancangan
tampilan dalam produk, ahli media yang
melakukan validasi dalam produk ini adalah
Bapak Muhammad Izzatul Faqih, [Link] selaku
dosen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN
Walisongo Semarang. Media ajar diuji oleh guru
tentang konsep yang dituangkan kedalam
materi sudah sesuai dengan pembelajaran yang
telah diajarkan, serta kelayakan materi yang
digunakan didalam media yang telah
dikembangkan. Guru yang melakukan validasi
dalam produk ini adalah Ibu Sri Nuryani [Link]
selaku Guru Mata Pelajaran Biologi kelas X di
SMA negeri 12 Semarang.
b. Uji Coba Pengembangan
1) Hasil Uji Validasi Ahli Materi Insekta
Hasil validasi oleh ahli materi menilai
tentang kebenaran konsep yang dituangkan
kedalam materi serta kelayakan materi yang
digunakan didalam media yang akan dinilai.
119
Hasil uji validasi oleh ahli materi dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2 Hasil Uji Validasi Ahli Materi
NO Aspek Indikator Skor
Penelitian Penilaian
1 Kejelasan topik yang 5
diangkat dalam
media
2 Komponen Kesesuaian dengan 5
Kelayakan kurikulum yang
Isi berlaku
3 Kesesuaian materi 5
dengan konsep
4 Kelengkapan materi 5
5 Kedalaman materi 4
6 Penggunaan bahasa 4
7 Ketepatan tata 4
bahasa
8 Ketepatan ejaan 4
9 Komponen Konsistensi 5
Kebahasaan penggunaan istilah
10 Konsistensi 5
penggunaan
lambang
11 Ketepatan penulisan 4
nama ilmiah/asing
12 Kesesuaian gambar 5
dengan materi
13 Identitas gambar 5
14 Materi pengantar 5
15 Penambahan 5
Pendukung informasi baru (Did
Penyajian You Know)
16 Materi Kata pengantar 5
17 Daftar isi 4
18 Daftar pustaka 5
120
19 Halaman buku 4
Jumlah Poin 5x12 60
4x7 28
Total 88
Presentasi 92,6%
Berdasarkan hasil validasi oleh ahli
materi menunjukkan presentase kelayakan
materi sebesar 92,6% berada pada ketegori
sangat layak (sangat baik), selanjutnya
dilakukan revisi sesuai saran dan masukan
ahli materi.
Adapun revisi yang pertama
disarankan oleh ahli materi adalah untuk
lembar salam penulis pada kata yang non-
formal sebaiknya dibedakan, sehingga tidak
membuat kerancuan karena kata tersebut
merupakan sebuah ajakan agar menarik
minat siswa untuk belajar. Hasil revisi dapat
dilihat pada gambar berikut ini:
121
Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 4.8 Revisi bagian salam penulis
Revisi yang ke-2 adanya salah ketik
pada beberapa kata dalam materi fisiologi
insekta. Hasil revisi dapat dilihat pada
gambar berikut ini:
Sebelum Revisi Sesudah Revisi
Gambar 4.9 Revisi bagian salah ketik pada
fisiologi insekta
122
Revisi selanjutnya pada penamaan
nama asing atau nama ilmiah agar
disesuaikan dengan tata nama bahasa inggris
atau bahasa ilmiah, serta penambahan
gambar contoh ordo untuk disesuaikan
dengan kolom did you know agar siswa lebih
mudah dalam pemahamannya. Hasil revisi
dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 4.9 Revisi penamaan nama asing dan
penambahan gambar
2) Hasil Uji Validasi Ahli Media
Media pembelajaran diuji pada ahli
media untuk mengetahui hasil desain dari
rancangan yang telah dikembangkan. Hasil
validasi oleh ahli media dapat dilihat pada
tabel berikut:
123
Tabel 4.3 Hasil Uji Validasi Ahli Media
NO Aspek Indikator Penilaian Skor
Penilaian
1 Ukuran media sesuai 5
digunakan dalam
Ukuran pembelajaran
2 Booklet Kesesuaian ukuran 5
Insekta dengan materi yang
terkandung dalam
madia
3 Menampilkan pusat 5
pandangan (center
Desain point) yang baik
4 Bagian Komposisi dan 5
Kulit/ ukuran unsur tata
Sampul letak
5 Buku Warna judul 5
6 Penggunaan jenis 5
huruf
7 Penempatan unsur 5
tata letak konsisten
berdasarkan pola
8 Pemberian bagan 5
dalam materi isi
9 Pemisahan antar 4
paragraf jelas
10 Penempatan sub 5
judul dan angka
halaman
11 Kualitas gambar 5
12 Penempatan gambar 5
13 Desain Isi Penggunaan variasi 4
Booklet huruf (bold, italic,
Insekta underline, small dll)
14 Lebar susunan teks 5
15 Spasi antar baris 4
16 Penggunaan 5
komposisi warna
pada materi isi
124
17 Tampilan media 5
keseluruhan
18 Halaman buku 3
5x4 70
Jumlah Poin 4x3 12
3x1 3
Total 85
Presentase 94,4%
Berdasarkan hasil validasi oleh ahli
media menunjukkan presentase kelayakan
media sebesar 94,4% berada pada ketegori
sangat layak (sangat baik), selanjutnya
dilakukan revisi sesuai saran dan masukan
oleh ahli media.
Adapun revisi yang pertama
disarankan oleh ahli media adalah pada
bagian halaman booklet yang terlalu kecil
untuk diperbesar agar tidak rancu dan
mudah untuk dilihat. Hasil revisi dapat
dilihat pada gambar berikut ini:
125
Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 4.10 Revisi halaman
Revisi yang ke-2 tentang keterangan
gambar yang kurang jelas, serta penggunaan
bahasa disarankan untuk menggunakan
Bahasa Indonesia. Hasil revisi dapat dilihat
pada gambar berikut ini:
Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 4.11 Revisi penggunaan bahasa
126
Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 4.11 Revisi keterangan gambar
Revisi selanjutnya pada spasi antar
kalimat yang terlalu renggang, sehingga
disarankan untuk lebih konsisten dalam
penggunaan spasi antar kalimat. Hasil revisi
dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 4.12 Revisi spasi antar kalimat
127
3) Hasil Uji Validasi Guru
Media pembelajaran diuji oleh guru
tentang konsep yang dituangkan kedalam
materi sudah sesuai dengan pembelajaran
yang telah diajarkan, serta kelayakan materi
yang digunakan didalam media yang telah
dikembangkan. Hasil validasi oleh guru dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Hasil Uji Validasi Guru
NO Aspek Indikator Penilaian Skor
Penilaian
1 Kejelasan topik 4
2 Materi isi 4
3 Relevansi Kedalaman materi 4
4 Materi Kelengkapan materi 4
5 Materi sesuai dengan 4
konsep biologi yang
berlaku
6 Gambar pada media 4
7 Penataan media 3
8 Media memiliki 3
tampilan (warna,
gambar, dan teks)
Konsep yang menarik minat
media belajar
9 Media mampu 4
menambah
pemahaman siswa
10 Media tidak 4
membosankan
11 Tampilan media 4
12 Penyajian materi 4
Penyajian pada media
13 Kemudahan 4
128
penggunaan
Jumlah Poin 4x11 44
3x2 6
Total 50
Presentase 77%
Berdasarkan hasil validasi oleh guru
menunjukkan presentase kelayakan media
sebesar 77% berada pada ketegori layak
(baik). Untuk validasi oleh guru tetap
menunjukkan adanya kekurangan dalam
media, namun hal ini tidak dilakukan revisi,
karena yang disarankan oleh guru berupa
penambahan gambar pada spesies dan hal
tersebut dapat ditoleransi pada saat
pembelajaran di dalam kelas guru bisa
langsung memberikan gambaran nyata
kepada siswa.
B. Hasil Uji Lapangan
Produk yang telah diujikan dan telah direvisi
selanjutnya akan diuji keterbacaan media oleh siswa
yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk
sehingga nantinya dapat digunakan dalam proses
belajar mengajar di dalam kelas.
129
1. Hasil Uji Lapangan Terbatas
Uji penilaian untuk siswa menggunakan
rubrik penilaian siswa untuk mengetahui
kelayakan media yang telah direvisi sebelum
digunakan dalam uji selanjutnya, dalam uji ini
peneliti menggunakan 10 orang siswa dalam
menentukan kelayakan produk. Hasil uji penilaian
siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.5 Hasil Uji Penilaian Siswa
NO Aspek Indikator Skor Persent
Penilaian Penilaian ase
1 Tampilan Media menarik 46 92%
Media untuk dipelajari
2 Gambar setiap 46 92%
spesies dalam
media menarik
bagi saya dan
menambah
minat saya
dalam belajar
biologi
3 Materi yang 45 90%
disajikan
menggunakan
bahasa yang
sederhana dan
tidak
membingungkan
4 Penyajian Materi yang 46 92%
Media tersaji dalam
media jelas
5 Penambahan 48 96%
wawasan (Did
you know) dapat
130
menambah
wawasan dan
minat belajar
saya
6 Penggunaan 49 96%
sedikit bacaan
tidak membuat
saya jenuh
Jumlah 280 93,3%
Hasil uji penilaian siswa menunjukan media
mendapatkan presentasi 93,3% dengan kategori
sangat layak atau sangat baik. Hasil uji ini
menunjukkan media sangat layak digunakan
dalam pembelajaran dikelas. Materi yang mudah
dipahami dan penggunaan bacaan yang
sederhana, penambahan wawasan (Did you
know) sehingga dapat menarik minat belajar
siswa, serta gambar setiap spesies yang
menggunakan gambar nyata dilingkungan sekitar
siswa memudahkan siswa dalam membayangkan
betuk aslinya. Adapun masukan yang didapatkan
dari uji kelayakan siswa adalah keterangan
gambar yang sedikit kurang jelas.
2. Hasil Uji Lapangan Lebih Luas
Uji keterbacaan siswa dilakukan untuk
mengetahui kelayakan produk yang
dikembangkan serta untuk mengetahi tingkat
131
minat belajar siswa, dalam uji ini peneliti
menggunakan 25 orang siswa dalam menentukan
kelayakan produk. Hasil uji keterbacaan siswa
serta minat belajar siswa dapat dilihat dalam
tabel berikut ini:
Tabel 4.6 Hasil Uji Keterbacaan Siswa
NO Aspek Indikator Skor Persent
Penilaian Penilaian ase
1 Tampilan media 118 94,4%
menarik untuk
digunakan
2 Tampilan Media 108 86,4%
Media pembelajaran
dapat
meningkatkan
minat belajar
saya
3 Penambahan 117 93,6%
wawasan (Did
you know) dapat
menambah
wawasan dan
tidak membuat
kerancuan
4 Penggunaan 116 92,8%
sedikit bacaan
efektif dan
mudah difahami
5 Materi yang 104 83,2%
tersajikan dalam
media jelas dan
Penyajian tidak panjang
Media lebar sehingga
memudahkan
saya dalam
memahami
132
materi
6 Gambar asli 112 89,6%
contoh spesies
tiap ordo dalam
media dapat
memudahkan
saya dalam
membayangkan
bentuk nyatanya
7 Kesesuaian Media 106 84,8%
Media pembelajaran
dengan sesuai dengan
Materi Ajar materi ajar
Jumlah 781 89,26%
Hasil angket keterbacaan untuk siswa
menunjukkan perolehan presentasi 89,26%
dengan kategori sangat layak atau sangat baik.
Hasil yang didapatkan dapat dikatakan media
yang dikembangkan mudah digunakan dalam
pembelajaran di kelas.
Tabel 4.7 Hasil Angket Minat Belajar
NO Aspek Indikator Skor Persent
Penilaian Penilaian ase
1 Pembelajaran 109 87,2%
biologi
Perasaan menarik bagi
Senang saya
2 Guru biologi 113 90,4%
dapat
membuat
suasana belajar
biologi menjadi
menyenangkan
3 Rasa ingin tahu 104 83,2%
133
saya saat
mengikuti
Ketertarikan pembelajaran
biologi
4 Penambahan 108 86,4%
Did you know
dapat
menambah
minat belajar
saya
5 Gambar asli 116 92,8%
contoh spesies
tiap ordo
dalam media
dapat menarik
minat belajar
saya
6 Tugas/PR 102 81,6%
pelajaran
Keterlibatan biologi selalu
Siswa selalu
dikerjakan di
rumah
7 Saat 117 93,6%
pembelajaran
biologi aktif
dalam
berdiskusi dan
tanya jawab
Jumlah 769 87,88%
Hasil angket untuk mengetahui minat
belajar siswa dalam pelajaran biologi
menunjukkan perolehan presentasi 87,88%
dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa media yang dikembangkan
134
mampu untuk meningkatkan minat belajar siswa
dalam mata pelajaran biologi.
C. Analisis Data
Jenis data pada penelitian pengembangan
adalah data kuantitatif dan data kualitatif, dimana
data kuantitatif didapatkan dari skor angket penilaian
ahli, guru dan siswa. Data kualitatif didapat dari
tanggapan ahli media, ahli materi, guru serta
tanggapan siswa terhadap media yang dikembangkan.
1. Tahap Define (Pendefinisian)
Hasil dari analisis kebutuhan siswa mengenai
media ajar yaitu siswa membutuhkan media yang
didalamnya menjelaskan tentang pengelompokkan
suatu makhluk hidup khususnya materi insekta
serta nama-nama ilmiah yang sukar untuk
dihafalkan oleh siswa, sehingga nantinya
memudahkan siswa dalam memahami materi ajar
dan menyenangkan dalam penggunaannya.
Penyusunan karakteristik media juga disesuaikan
dengan cara melakukan analisis peserta didik, ini
dilakukan guna mengetahui minat dan karakter
peserta didik mengenai media ajar. Analisis peserta
didik menunjukkan siswa lebih tertarik dan
antusias dengan media yang memuat sedikit
tulisan namun memahamkan, kemudian terdapat
135
pengetahuan baru di luar materi yang diajarkan,
serta memiliki banyak warna memiliki banyak
gambar terutama gambar nyata yang berada
disekitar lingkungan siswa.
Penugasan yang diberikan guru sering
menggunakan tugas terstruktur terutama dalam
pengelompokkan suatu makhluk hidup khususnya
materi insekta serta nama-nama ilmiah yang sukar
untuk dihafalkan oleh siswa. Kelemahan dalam
pemberian tugas ini adalah klasifikasi atau
pengelompokan suatu makhluk hidup serta nama-
nama ilmiah yang beredar di internet dapat
membingungkan siswa, karena banyak sekali
sumber yang kurang jelas dan tidak dapat
dipertanggungjawabkan kebenaran datanya.
Penyusunan media oleh peneliti juga
menganalisis penggunaan konsep untuk
menuangkan materi dalam media, dalam hal ini
peneliti menggunakan Indikator Pencapaian
Kompetensi (IPK) yang merupakan perincian
konsep yang disesuaikan dengan Kompetensi
Dasar (KD) yang telah diatur. Berhubungan dengan
perumusan Indikator dirumuskan juga Tujuan
Pembelajaran yang hendak dicapai dalam
pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai
136
disesuaikan dengan indikator yang telah
dirumuskan dalam analisis konsep.
Kesimpulan yang dapat diambil dari tahapan
define yang telah dilakukan adalah media yang
dikembangkan merupakan media yang memuat
sedikit tulisan namun memahamkan, kemudian
terdapat pengetahuan baru di luar materi yang
diajarkan, serta memiliki banyak warna memiliki
banyak gambar terutama gambar nyata yang
berada disekitar lingkungan siswa, serta memiliki
konsep dan sumber yang jelas.
2. Tahap Design (Perancangan)
Tahap design media dilakukan beberapa
tahapan. Tahapan pertama adalah pemilihan
media, dilakukan dengan pemilihan aplikasi yang
digunakan, dalam pembuatan media digunakan
aplikasi Corel Draw X7 dalam pembuatan design
booklet serta dalam pembuatan layout dengan
bantuan ahli. Tahapan kedua merupakan pemilihan
format, dalam tahap ini dipilih format buku mulai
dari halaman judul, KD, indikator dan tujuan, salam
penulis, daftar isi, materi, evaluasi singkat, daftar
pustaka dan riwayat penulis. Pemilihan format
dilakukan agar memudahkan dalam penggunaan
media dalam pembelajaran. Tahap ketiga adalah
137
rancangan isi, tahap ini merupakan tahapan
penataan materi inti dalam media.
3. Tahap Development (Pengembangan)
Tahap development merupakan tahap
pengembangan media secara lebih lanjut, pada
tahap ini media akan melalui uji valiadasi oleh para
ahli (ahli materi dan ahli media dan guru kelas) dan
uji lapangan oleh siswa.
Uji validasi yang pertama adalah ahli materi,
dalam tahapan uji ahli materi akan menilai
kesesuaian konsep dalam materi, penilaian akan
dilakukan dengan menggunakan angket penilaian
pada Tabel 3.4. Hasil penilaian yang didapatkan
dari ahli materi tercantum dalam Tabel 4.2,
menunjukkan presentase kelayakan materi sebesar
92,6% berada pada ketegori sangat layak (sangat
baik), selanjutnya dilakukan revisi sesuai saran dan
masukan ahli materi. Adapun masukan yang
didapat dari ahli materi diantaranya untuk lembar
salam penulis pada kata yang non-formal
sebaiknya dibedakan, sehingga tidak membuat
kerancuan karena kata tersebut merupakan sebuah
ajakan agar menarik minat siswa untuk belajar,
kemudian adanya salah ketik pada beberapa kata
dalam materi fisiologi insekta, dan juga pada
138
penamaan nama asing atau nama ilmiah agar
disesuaikan dengan tata nama bahasa inggris atau
bahasa ilmiah, serta penambahan gambar contoh
ordo untuk disesuaikan dengan kolom did you
know agar siswa lebih mudah dalam
pemahamannya.
Tahapan validasi selanjutnya oleh ahli media,
dalam tahapan uji validasi ahli media akan menilai
dan memberikan saran tentang tampilan media
yang dikembangkan. Penilaian oleh ahli media
menggunakan angket penilaian pada Tabel 3.5,
Hasil penilaian oleh ahli media tercantum dalam
Tabel 4.3 menunjukkan presentase kelayakan
media sebesar 94,4% berada pada ketegori sangat
layak (sangat baik), selanjutnya dilakukan revisi
sesuai saran dan masukan oleh ahli media. Adapun
masukan dari ahli media diantaranya pada spasi
antar kalimat yang terlalu renggang, sehingga
disarankan untuk lebih konsisten dalam
penggunaan spasi antar kalimat, kemudian untuk
keterangan gambar yang kurang jelas, serta
penggunaan bahasa disarankan untuk
menggunakan Bahasa Indonesia, dan selanjutnya
pada bagian halaman booklet yang terlalu kecil
139
untuk diperbesar agar tidak rancu dan mudah
untuk dilihat.
Validasi selanjutnya merupakan validasi oleh
guru. Validasi ini dilakukan dengan pengisian
angket penilaian dan masukan guru mengenai
media. Angket penilaian guru dapat dilihat dalam
Tabel 3.6, sedangkan hasil penilaian dapat dilihat
pada tabel 4.4 yang menunjukkan presentase
kelayakan media sebesar 77% berada pada
ketegori layak (baik). Untuk validasi oleh guru
tetap menunjukkan adanya kekurangan dalam
media, namun hal ini tidak dilakukan revisi, karena
yang disarankan oleh guru berupa penambahan
gambar pada spesies dan hal tersebut dapat
ditoleransi pada saat pembelajaran di dalam kelas
guru bisa langsung memberikan gambaran nyata
kepada siswa. Hasil penilaian kelayakan oleh ahli
dan guru dapat dilihat pada grafik berikut ini:
140
Gambar 4.13 Grafik Penilaian Ahli dan Guru
Tahap development selanjutnya merupakan
uji lapangan, penelitian dilakukan uji lapangan
terbatas/kelas kecil dan uji lapangan luas/kelas
besar. Uji lapangan terbatas dilakukan dengan
pemberian angket penilaian kepada 10 siswa
tentang media, uji lapangan kecil bertujuan untuk
mengetahui kelayakan media dari sudut pandang
penilaian siswa, penilaian dilakukan dengan
memberikan media pada siswa untuk dilihat dan
dinilai kelayakannya. Uji lapangan terbatas
menggunakan angket penilaian yang dapat dilihat
pada Tabel 3.7, dengan hasil penilaian pada Tabel
4.4. Hasil penilaian uji lapangan terbatas media
mendapatkan presentasi 93,3% dengan kategori
sangat layak (sangat baik). Hasil uji ini
menunjukkan media sangat layak digunakan dalam
pembelajaran dikelas. Sebanyak 92% siswa tertarik
141
dengan media yang dikembangkan, hal ini
merupakan respon yang baik dari siswa untuk
perkembangan selanjutnya. Adanya gambar pada
tiap spesies sehingga menarik minat siswa dalam
belajar mendapat persentase sebesar 92%. Materi
yang disajikan menggunakan bahasa yang
sederhana dan tidak membingungkan siswa
mendapatkan nilai persentase sebesar 90%, serta
materi yang tersaji jelas mendapatkan persentase
92%. Adanya penambahan wawasan (did you
know) yang diharapkan untuk menarik minat
belajar siswa mendapatkan nilai persentase
sebesar 96%. Penggunaan sedikit bacaan yang
tidak membuat siswa menjadi jenuh dalam belajar
mendapat nilai 96%. Adapun masukan yang
didapatkan dari uji kelayakan siswa adalah
keterangan gambar yang sedikit kurang jelas.
Tahapan uji skala luas/besar adalah uji
keterbacaan media setelah digunakan dalam
pembelajaran kelas, dalam uji ini peneliti
memberikan angket yang akan diisi oleh siswa uji
coba terkait keterbacaan media yang telah
digunakan. Hasil keterbacaan media sebesar
89,26% dapat dilihat pada Tabel 4.6, dengan
kategori sangat layak atau sangat baik. Hasil yang
142
didapatkan dapat dikatakan media yang
dikembangkan mudah digunakan dalam
pembelajaran di kelas. Tampilan media menarik
untuk digunakan mendapatkan nilai persentase
sebesar 94,4%. Penggunaan media dalam
pembelajaran berhasil meningkatkan minat belajar
siswa pada materi insekta dengan presentase
sebesar 86,4%. Penambahan wawasan (did you
know) sehingga menambah pengetahuan siswa
memperoleh hasil sebesar 93,6%. Penggunaan
sedikit bacaan sehingga efektif dan mudah
dipahami mendapatkan persentase sebesar 92,8%,
serta pada materi yang tersaji jelas dan tidak
panjang lebar mendapatkan respon sebesar 83,2%.
Adanya gambar asli contoh tiap spesies dapat
menarik minat belajar siswa mendapatkan nilai
sebesar 89,6%. Media pembelajaran sesuai dengan
materi ajar mendapatkan respon siswa sebesar
84,8% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut
menunjukkan keberhasilan penggunaan media
dalam meningkatkan ketertarikan siswa dalam
materi insekta, meningkatkan minat belajar siswa
dan kemudahan dalam memahami pembelajaran.
Hasil angket untuk minat belajar sebesar
87,88% dapat dilihat pada Tabel 4.7, dengan
143
kategori sangat baik. Hasil yang didapatkan dapat
dikatakan media yang dikembangkan dapat
meningkatkan minat belajar siswa dalam mata
pelajaran biologi. Pembelajaran biologi menarik
bagi siswa mendapatkan nilai 87,2%. Guru biologi
dapat membuat suasana belajar biologi menjadi
menyenangkan memperoleh hasil 90,4%. Rasa
ingin tahu saat mengikuti pembelajaran biologi
mendapatkan skor hasil sebesar 83,2%.
Penambahan Did you know dapat menambah minat
belajar siswa sebesar 86,4%. Gambar asli contoh
spesies tiap ordo dalam media dapat menarik
minat belajar siswa memperoleh hasil sebesar
92,8%. Tugas/PR pelajaran biologi selalu selalu
dikerjakan di rumah memperoleh skor 81,6%. Saat
pembelajaran biologi aktif dalam berdiskusi dan
tanya jawab mendapatkan skor sebesar 93,6%.
Hasil tersebut menunjukkan keberhasilan
penggunaan media dalam meningkatkan minat
belajar siswa dalam mata pelajaran biologi.
Hasil penilaian kelayakan media dan
keterbacaan media oleh siswa serta tingkat minat
belajar siswa dapat dilihat pada grafik berikut ini:
144
Gambar 4.14 Grafik Penilaian Kelayakan dan
Keterbacaan Media serta Minat Belajar
D. Prototipe Hasil Pengembangan
Media pembelajaran yang dihasilkan dalam
penelitian pengembangan ini adalah media booklet
insekta, media didesain dengan menggunakan model
4-D (pengembangan model Thiagarajan) yang telah
dimodifikasi dengan tahapan Define, Design, dan
Develop. Media didesain dengan menggunakan
aplikasi Corel Draw X7. Komponen yang terdapat
dalam modul adalah sebagai berikut:
1. Halaman Judul
2. Tim Penyusun
3. KD, Indikator dan Tujuan
4. Salam Penulis
5. Daftar Isi
145
6. Materi Pengantar
7. Isi Materi Insekta
8. Evaluasi Singkat
9. Daftar Pustaka
10. Riwayat Hidup
Tahap pengembangan media ini telah diujikan
oleh ahli materi, ahli media dan guru. Hasil uji ahli
materi memperoleh presentase 92,6% yang masuk
dalam kategori sangat layak. Hasil uji ahli media
memperoleh presentase 94,4% yang masuk dalam
kategori sangat layak. Hasil uji guru memperoleh
presentase 77% yang masuk dalam kategori layak.
Tahap selanjutnya adalah uji coba skala kecil dengan
uji kelayakan media oleh siswa, selajutnya akan
dilaksanakan uji skala besar berupa uji keterbacaan
media.
Hasil penilaian oleh para ahli, guru dan siswa
menghasilkan prototipe produk akhir setelah
dilakukannya revisi dari saran-saran yang diberikan.
Hasil akhir produk dapat dilihat dalam gambar
berikut:
146
Gambar 4.15 Rancangan akhir cover
Gambar 4.16 Rancangan akhir
indikator dan tujuan
147
Gambar 4.17 Rancangan akhir
salam penulis
Gambar 4.18 Rancangan akhir
daftar isi
148
Gambar 4.19 Rancangan akhir
materi pengantar
Gambar 4.20 Rancangan akhir materi
149
Gambar 4.21 Rancangan akhir
evaluasi singkat
Gambar 4.22 Rancangan
riwayat penulis
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan
media pembelajaran booklet insekta dapat disimpulkan
bahwa:
1. Desain pengembangan media pembelajaran booklet
insekta menggunakan model pengembangan 4-D,
yang terdiri dari 4 tahap diantaranya Define meliputi
analisis ujung depan, analisi konsep, dan analisis
tujuan belajar. Tahap Design meliputi pemilihan
media, pemilihan format dan rancangan awal
produk. Tahap Develop meliputi penilaian validasi
ahli meliputi ahli materi, ahli media dan guru serta
uji lapangan kepada siswa. Tahap Disseminate
dilakukan dengan penyebaran media booklet insekta
untuk mengetahui tingkat minat belajar siswa
melalui angket. Booklet ini didesain menggunakan
aplikasi Corel Draw X7 dalam pembuatan layout.
Adapun format media yang digunakan yaitu
Halaman judul, Tim penyusun, KD, Indikator dan
Tujuan, Salam penulis, Daftar isi, Materi pengantar,
Isi materi insekta, Evaluasi, Daftar pustaka, serta
Riwayat hidup. Booklet ini berisi materi insekta yang
150
151
didalamnya menjelaskan tentang ciri-ciri insekta,
klasifikasi insekta yang di dalamnya memuat gambar
contoh spesies dari masing-masing ordo,
metamorfosis insekta, fisiologi insekta, dan peranan
insekta dalam kehidupan manusia.
2. Booklet insekta sebagai media pembelajaran Biologi
Kelas X Semester Genap layak digunakan untuk
meningkatkan minat belajar siswa dalam proses
pembelajaran. Kelayakan diperoleh dari hasil uji
validasi ahli materi sebesar 92,6% dengan kategori
sangat baik atau sangat layak, hasil uji validasi ahli
media sebesar 94,4% dengan kategori sangat baik
atau sangat layak, hasil uji guru sebesar 77% dengan
kategori baik atau layak, hasil uji coba kelas kecil
tentang penilaian kelayakan oleh siswa sebesar
93,3% dengan kategori sangat baik atau sangat
layak, hasil uji keterbacaan media selama
penggunaan sebesar 89,26% dengan kategori sangat
baik atau sangat layak.
3. Media pembelajaran berbentuk Booklet insekta
untuk mata pelajaran Biologi Kelas X Semester
Genap ini mampu untuk meningkatkan minat
belajar siswa dalam mata pelajaran biologi. Hal
tersebut didapatkan dari hasil angket siswa
152
yang menunjukkan perolehan presentasi skor
sebesar 87,88% dengan kategori sangat baik.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian,
menunjukkan bahwa pengembangan media
pembelajaran berbentuk booklet terdapat
kelebihannya yaitu dapat memberikan pengaruh
positif terhadap minat belajar siswa. Ini berarti
pengembangan media pembelajaran berbentuk
booklet sangat mungkin untuk digunakan dilapangan
dalam jangka waktu panjang dan disesuaikan dengan
standar kompetensi dan kurikulum. Kemudian desain
dibuat dengan menarik yang didalamnya terdapat
contoh setiap spesies yang sering dijumpai di
lingkungan sekitar siswa, sehingga membuat siswa
mudah dalam memahami materi dan tidak membuat
siswa menjadi bosan.
Namun, disamping itu peneliti memberikan
saran yang dapat dijadikan sebagai rekomendasi
diantaranya:
1. Media yang telah dikembangkan masih memiliki
banyak kekurangan dari segi kelengkapan
materi, gambar, referensi dan soal evaluasi.
153
2. Pada bagian gambar contoh spesies sebaiknya
ditambah lagi agar mempermudah siswa dalam
pemahaman materi, sehingga perlu adanya
penyempurnaan.
3. Pada penilaian tidak hanya sampai pada
kelayakan dan keterbacaan media saja, namun
untuk kedepannya bisa diuji hingga tahap
keefektifan media.
DAFTAR PUSTAKA
Agina. 2017. Peredaran Darah Pada Serangga Beserta
Gambarnya.
[Link]
ewan/peredarandarah-pada-serangga/amp. Diakses
pada tanggal 08 April 2019
Ali, Muhammad. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran
Interaktif Mata Kuliah Medan Elektromagnetik. Jurnal
Edukasi, Vol. 5, No. 1, Maret. Yogyakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta
Al-Qur'an dan Terjemahannya. 1989. Departemen Agama RI.
Semarang: Toha Putera
Andreansyah. 2015. Pengembangan Booklet sebagai Media
Pembelajaran Geografi pada Materi Dinamika Litosfer
dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan di Muka Bumi
Kelas X di SMA Negeri 12 Semarang Tahun 2015.
Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial,
Universitas Negeri Semarang
Anggraeni, Fima Diah Rovvy. 2017. Pengembangan Buku
Bergambar Bertekstur Dilengkapi Dengan Teka Teki
Silang Sebagai Media Pembelajaran Biologi Sub Materi
Jaringan Epitel Kelas XI Semester I Di SMA Negeri 7
Semarang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi,
Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo
Semarang
Ariesta, Ririn Kurniati. 2014. Inventarisasi Jenis-jenis Serangga
Pada Bunga Kelapa Sawit Di Perkebunan Kelapa Sawit
PT Agri Andalas (PERSERO) Pasar Ngalam Kecamatan
Air Periukan Kabupaten Seluma Dan Implementasinya
Pada Pembelajaran Biologi SMAN 3 Seluma Kelas X.B.
Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Bengkulu
Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran (Cet XIII). Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada
Batubara, Ridwanti. 2012. Fisiologi Serangga Hutan (Sistem
Pencernaan Serangga). Digital library. Fakultas
Pertania, Program Ilmu Kehutanan, Universitas
Sumatera Utara
BNSP. 2014. Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran Biologi
Tahun 2014. Tersedia [Link]. Diakses
pada tanggal 18 Maret 2019
Daryanto. 2009. Panduan Proses Pembelajaran Kreatif &
Inovatif. Jakarta: AV Publisher
Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta:
Rineka Cipta
Donald J. Borror, Charles A. Triplehorn, Norman F. Johnson.
1992. Pengenalan Pelajaran Serangga (Penerjemah
Soetiyono Partosoedjono). Yogyakarta: UGM Press
Endang, Mulyatiningsih. 2011. Pengembangan Model
Pembelajaran. [Link]
Hadi, Mochamad., Udi Tarwotjo, dan Rully Rahadian. 2009.
Biologi Insekta Entomologi. Yogyakarta: Graha Ilmu
Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Jakarta: Rineka Cipta
Kustandi, Cecep., Sutjipto, Bambang. 2011. Media
Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia
Indonesia
Kusumaningrum, Febrianti Diah. 2016. 7 Rahasia yang Harus
Kamu Tahu Tentang Si Kecil Kutu Busuk.
[Link]
/sehat/7-rahasia-yang-harus-kamu-tahu-tentang-si-
[Link]. Diakses pada tanggal 12 Maret
2019
Liputan6. 2011. Serangga Perusak Ditemukan di Kantong
Beras.
[Link]
a-perusak-ditemukan-di-kantong-beras#. Diakses
pada tanggal 14 maret 2019
Martinko, Katherine. 2016. Why Head Lice Are More Stubborn
Than Ever.
[Link]
m/health/amp/why-head-lice-are-more-stubborn-
[Link]. Diakses pada tanggal 14 Maret 2019
Mjrphotography. 2018. Complete perfect Metamorphosis In
Butterflies.
[Link]
ography/complete-perfect-metamorphosis-in-
butterflies. Diakses pada tanggal 08 April 2019
Muslich, Masnur. 2007. KTSP Dasar Pemahaman dan
Pengembangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Nafiun. 2012. Sistem Pernafasan pada Serangga. http:
//[Link]/2012/12/sistem-pernafasan-
[Link]?m=1. Diakses pada tanggal 08
April 2019
Nugroho, Adi. 2019. Ciri Morfologi Serangga.
httttps;//[Link]/ciri-morfologi
serangga/. Diakses pada tanggal 04 Mei 2019
Paidi. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Biologi. Yogyakarta:
UNY Press
Pallardy, Richard. 2019. Antlion Insect.
[Link] Diakses
pada tanggal 08 April 2019
Pandu, Ken. 2016. 5 Contoh Hewan yang Mengalami
Metamorfosis Tidak Sempurna.
[Link]
yang-mengalami-metamorfosis-tidak-
[Link]?m=1. Diakses pada tanggal 14 Mei
2019
Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi
Inti dan Kompetensi Dasar pada pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah
Pratiwi, Noor Komari. 2015. Pengaruh Tingkat Pendidikan,
Perhatian Orang Tua, dan Minat Belajar Siswa
Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMK
Kesehatan Di Kota Tangerang, Jurnal Pujangga Volume
1, Nomor 2, Desember. Jakarta: Universitas
Indraprasta PGRI
Rebanas. 2017. Pamacca Morfologi Kupu Gambar Bagiannya.
httttps;//[Link]/gambar/images/pamacca-
morfologi-kupugambar-bagiannya. Diakses pada
ttangal 04 Mei 2019
Ristawati. 2017. Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap
Motivasi Belajar Siswa Kelas X Program Keahlian
Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Sinjai.
Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri
Makasar
Sadiman, Arief., dkk. 2002. Media Pendidikan Pengertian
Pengembangan dan Pemanfaatannya (Edisi 1, Cet V).
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sardiman. 2008. Interaksi dan motivasi Belajar Mengajar.
Jakarta: Raja Grafindo Persada
Setiaputri, Karinta Ariani. 2018. 8 Cara Mencegah Penularan
Malaria yang Terbukti Efekttif.
httttps://[Link]/amp/s/[Link]/hi
dupsehat/tips-sehat/cara-penting-mencegah-
malaria/amp/. Diakses pada tanggal 04 Mei 2019
Simamora, Roymond S. 2009. Buku Ajar Pendidikan dalam
Keperawatan. Jakarta: EGC
Sitepu. 2012. Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Sugeng. 2014. Pencernaan Pada serangga.
[Link]
[Link]?m=1. Diakses pada
tanggal 08 April 2019
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian dan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D cetakan ke 21. Bandung: Alfabeta
Sukardi. 2003. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah.
Bandung: Usaha Nasional
Surya, M. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran.
Bandung: Pustaka Bani Quraisy
Tari, Indah Kusuma. 2019. Foto sampling
Thiagarajan, Sivasailam, dkk. 1974. Instructional
Development for Training Teachers of Exceptional
Children. Washinton DC: National Center for
Improvement Educational System
Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-
Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Triwiyanto, Teguh. 2014. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara
Wulandari, Danik Ratri. 2015. Hubungan antara Lingkungan
Belajar dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar
Pengantar Administrasi Perkantoran Siswa Kelas X
Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK
Negeri 1 Bantul. Skripsi. Program Studi Pendidikan
Administrasi Perkantoran, Jurusan Pendidikan
Administrasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri
Yogyakarta
Yatmono, Abdullah. 2016. Tipe Mulut Serangga dan
Contohnya. [Link]/2016/11/tipe-mulut-
[Link]?m=1. Diakses pada
tanggal 04 Januari 2019
Lampiran 1
Hasil Angket Analisis Kinerja dan kebutuhan Peserta Didik
Pertanyaan Jawaban
1. Pelajaran yang Biologi 52%
sukai
Sangat 7%
2. Pelaksanaan menyenangkan
pembelajaran Menyenangkan 40 %
biologi di kelas Cukup 48 %
menyenangkan
Tidak 5%
menyenangkan
3. Pada sub materi Nama ilmiah 52 %
insecta, bagian Klasifikasi 19 %
yang sukar untuk Fisiologi 29 %
dipahami
4. Penggunaan Pernah, namun jarang
media diterapkan.
pembelajaran
yang menarik
minat belajar
5. Media yang sering Media yang sering
digunakan di digunakan LKS dan PPT
kelas
Banyak gambar 48 %
Banyak warna 57 %
Banyak tulisan 0%
Sedikit tulisan 76 %
Pengetahuan baru 71 %
6. Kriteria media di luar materi
yang menarik
Evaluasi soal 38 %
berupa pilihan
ganda
Evaluasi soal 33 %
berupa essay
Lampiran 2
Surat untuk Validator Ahli
Lampiran 3
Hasil Angket Penilaian Ahli Materi
Lampiran 4
Hasil Angket Penilaian Ahli Media
Lampiran 5
Hasil Angket Penilaian Guru
Lampiran 6
Daftar Nama Responden Kelas X MIPA I
NO NAMA L/P Agama
1 Elisa Putri Anjani P Islam
2 Fita Aninda D.P. P Islam
3 Athoriq Alfa H. L Islam
4 Della Agus Trianingrum P Islam
5 Yodha Bhakti W. L Islam
6 Azahra Fatma R. P Islam
7 Mutiara Chodhori P Islam
8 Fadhilah Azzah H. P Islam
9 Rifa Mutia Azaa R. P Islam
10 Hanifa Abdiah R. P Islam
11 Aulia Hasna P Islam
12 Cania Imanni P Islam
13 Nauril A.D. P Islam
14 Syaefullah L Islam
15 Galih Kurnia S. L Islam
16 Marhadhika L Islam
17 M. Raffi Putra Yoga L Islam
18 Luthfiana Tresnaningsih P Islam
19 Rahayuningsih P Islam
20 Vicky Bramasta K. L Islam
21 Renanda Riki A. L Islam
22 Aknes Seyioning P Islam
23 Joan Rafif P. L Islam
24 Bunga Lilisabrina P. P Islam
25 Fedia Febriana P Islam
Lampiran 6
Hasil Angket Penilaian Siswa (Skala Terbatas)
Perolehan Skor
No Na Nx
1 2 3 4 5 6
1 4 5 4 4 5 5 27 30
2 5 4 4 4 5 5 27 30
3 5 5 4 5 4 5 28 30
4 5 5 5 5 5 5 30 30
5 5 4 5 5 5 5 29 30
6 4 5 5 5 5 5 29 30
7 4 4 4 4 5 4 25 30
8 5 5 5 5 5 5 30 30
9 5 5 5 5 5 5 30 30
10 4 4 4 4 4 5 25 30
Jumlah 46 46 45 46 48 49 280 300
Lampiran 7
Hasil Angket Uji Keterbacaan Media (Skala Lebih Luas)
Perolehan Skor
No Na Nx
1 2 3 4 5 6 7
1 5 5 5 5 4 5 4 33 35
2 5 5 5 5 4 4 4 32 35
3 5 5 4 4 4 5 5 32 35
4 5 5 5 5 5 5 5 35 35
5 5 4 5 5 5 4 3 31 35
6 5 5 5 4 5 5 4 33 35
7 5 4 4 4 4 4 4 29 35
8 5 5 4 5 5 5 5 34 35
9 5 5 5 5 5 5 5 35 35
10 4 3 4 5 4 3 5 30 35
11 5 4 5 4 5 5 4 32 35
12 4 4 5 5 4 5 5 32 35
13 5 4 5 4 5 5 5 33 35
14 5 4 4 5 5 4 4 31 35
15 5 4 5 4 4 5 4 31 35
16 5 4 5 5 4 4 4 31 35
17 5 4 5 5 3 4 4 30 35
18 4 4 4 4 4 5 4 29 35
19 4 4 4 4 3 4 4 27 35
20 5 4 5 4 3 4 4 29 35
21 5 5 5 5 3 4 3 30 35
22 4 4 5 5 4 5 5 32 35
23 4 5 5 5 4 5 4 32 35
24 5 4 5 5 4 4 4 31 35
25 4 4 4 5 4 4 4 29 35
Jumlah 118 108 117 116 104 112 106 783 875
Lampiran 8
Hasil Angket Penilaian Minat Belajar
Perolehan Skor
No Na Nx
1 2 3 4 5 6 7
1 5 4 4 5 5 4 4 31 35
2 4 5 5 4 4 5 5 32 35
3 5 4 5 5 4 3 4 30 35
4 4 5 4 5 5 4 5 32 35
5 5 4 3 5 3 5 5 30 35
6 5 5 5 4 5 3 5 32 35
7 4 4 4 3 5 5 4 29 35
8 5 5 4 5 5 4 5 33 35
9 5 4 3 5 5 5 5 32 35
10 4 5 5 4 4 3 5 30 35
11 5 4 4 5 5 4 5 32 35
12 4 5 4 4 4 4 5 30 35
13 5 5 5 4 5 3 5 32 35
14 4 5 4 5 5 4 5 32 35
15 4 4 5 5 4 4 4 30 35
16 4 5 4 4 5 5 5 32 35
17 5 4 4 4 4 5 5 31 35
18 4 4 4 4 5 4 4 29 35
19 4 4 4 4 5 4 5 30 35
20 3 5 4 4 5 3 4 28 35
21 5 5 4 4 5 5 4 32 35
22 4 5 4 4 5 3 5 30 35
23 3 5 4 4 4 4 4 28 35
24 5 4 4 4 5 5 5 32 35
25 4 4 4 4 5 4 5 30 35
Jumlah 109 113 104 108 116 102 117 769 875
Lampiran 9
Surat Permohonan Izin Riset
Lampiran 10
Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian
Lampiran 11
Surat Izin Penelitian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Lampiran 12
Foto Penelitian Penilaian Produk Insecta-Booklet
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. IDENTITAS DIRI
1. Nama Lengkap : Indah Kusuma Tari
2. Tempat & Tgl. Lahir : Nganjuk, 13 Desember 1996
3. Alamat Rumah : Dsn. Klonggean, Ds. Siwalan,
Kec. Sawahan, Kab. Nganjuk
4. Email : kusumatariindah@[Link]
5. Hp : 081363209883
B. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. Pendidikan Formal
a. TK Dharma Wanita Siwalan
b. SD Negeri Siwalan 1
c. Mts Negeri Berbek
d. MA Negeri 2 Nganjuk
2. Pendidikan Non-Formal
Madrasah Diniyah Darunnajah
Semarang, 10 Juli 2019
PENGEMBANGAN BOOKLET INSEKTA SEBAGAI MEDIA
PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN
MINAT BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 12 SEMARANG
SKRIPSI
Disusun Guna Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Biologi
Disusun oleh:
INDAH KUSUMA TARI
NIM : 1503086038
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019
i
PERNYATAAN KEASLIAN
Nama : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Jurusan: Pendidikan Biologi
Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:
Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan Minat Belajar
Siswa di SMA Negeri 12 Semarang
Secara keseluruhan adalah hasil dari penelitian/karya saya
sendiri, kecuali bagian tertentu yang dirujuk sumbernya.
ii
KEMENTERIAN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jl. Prof. Dr. Hamka (Kampus II) Ngaliyan Semarang
Telp. 024-7601295 Fax. 7615387
PENGESAHAN
Naskah skripsi ini dengan:
Judul : Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 12
Semarang
Nama : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Jurusan : Pendidikan Biologi
Telah diujikan dalam sidang munaqosyah oleh dewan penguji
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang dan dapat
diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana dalam
Ilmu Pendidikan.
Semarang, 23 Juli 2019
DEWAN PENGUJI
iii
NOTA DINAS
Semarang, 01 Juli 2019
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
Di Semarang
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dengan ini diberitahukan bahwa, saya telah
melakukan bimbingan, arahan dan koreksi naskah skripsi
dengan:
Judul : Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 12
Semarang
Nama : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Jurusan : Pendidikan Biologi
Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut
sudah dapat diajukan kepada Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo untuk diajukan dalam Sidang Munaqosyah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
iv
Nota Dinas
Semarang, 08 Juli 2019
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
Di Semarang
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dengan ini diberitahukan bahwa, saya telah
melakukan bimbingan, arahan dan koreksi naskah skripsi
dengan:
Judul : Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 12
Semarang
Nama : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Jurusan : Pendidikan Biologi
Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut
sudah dapat diajukan kepada Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo untuk diajukan dalam Sidang Munaqosyah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
v
ABSTRAK
Judul : Pengembangan Booklet Insekta sebagai Media
Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 12
Semarang
Penulis : Indah Kusuma Tari
NIM : 1503086038
Media adalah manusia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Sebagian
besar siswa di SMA Negeri 12 Semarang mengatakan bahwa
media yang digunakan di kelas masih berupa buku, LKS, PPT
atapun media yang kurang menarik untuk proses
pembelajaran. Hal inilah yang menjadikan dasar peneliti
untuk membuat media pembelajaran berupa booklet. Latar
belakang permasalahan tersebut menjadikan peneliti
merumuskan masalah yang dapat diambil diantaranya
bagaimana desain pengembangan booklet insekta, apakah
booklet insekta layak digunakan sebagai media pembelajaran
biologi dan apakah booklet insekta sebagai media
pembelajaran biologi dapat meningkatkan minat belajar
siswa kelas X di SMA Negeri 12 Semarang. Tujuan penelitian
adalah untuk mengembangkan booklet insekta sebagai media
pembelajaran biologi, untuk menguji kelayakan booklet
insekta sebagai media pembelajaran biologi, serta untuk
mengetahui tingkat minat belajar siswa kelas X menggunakan
booklet insekta sebagai media pembelajaran biologi di SMA
Negeri 12 Semarang. Penelitian ini menggunakan bentuk
pengembangan Reseach and Development (R&D) dengan
model pengembangan 4-D Thiagarajan, yaitu Define, Design,
Development dan Disseminate. Booklet ini didesain
menggunakan aplikasi Corel Draw X7 dalam pembuatan
layout. Booklet ini berisi materi insekta yang didalamnya
menjelaskan tentang ciri-ciri insekta, klasifikasi insekta,
metamorfosis insekta, fisiologi insekta, dan peranan insekta
dalam kehidupan manusia. Hasil penelitian yang telah
vi
dilakukan diantaranya sebagai berikut; hasil validasi ahli
materi sebesar 92,6% dengan kategori sangat baik, validasi
ahli media sebesar 94,4% dengan kategori sangat baik, guru
sebesar 77% dengan kategori baik, hasil uji coba kelas kecil
oleh siswa sebesar 93,3% dengan kategori sangat baik, hasil
uji keterbacaan media sebesar 89,26% dengan kategori
sangat baik. Hasil angket untuk mengetahui minat belajar
siswa sebesar 87,88% dengan kategori sangat baik. Sehingga
hasil tersebut menunjukkan bahwa media yang
dikembangkan layak dan mampu untuk meningkatkan minat
belajar siswa dalam mata pelajaran biologi.
Kata Kunci: Media pembelajaran, Booklet, Materi Insekta, dan
Minat belajar
vii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat
dan hidayah-Nya serta tidak lupa pula penulis panjatkan
shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang kita
nanti-nantikan syafaatnya di dunia dan akhirat kelak.
Skripsi berjudul "Pengembangan Booklet Insekta
Sebagai Media Pembelajaran Biologi Untuk
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di SMA Negeri 12
Semarang" ini disusun guna memenuhi sebagian syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan program studi
Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN
Walisongo Semarang.
Penulis dalam skripsi ini mendapat dukungan baik
moril maupun materiil dari berbagai pihak. Maka dalam
kesempatan ini dengan kerendahan hati dan rasa hormat
penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Prof. Dr. H. Imam Taufiq, [Link] selaku Rektor UIN
Walisongo Semarang.
2. Bapak Komari dan Ibu Suparmi Selaku orang tua
penulis, yang telah senantiasa memberikan doa,
semangat, dukungan moril maupun materiil yang
sangat luar biasa, sehingga penulis dapat
menyelesaikan kuliah serta skripsi ini dengan lancar.
3. Dr. Ruswan, M.A selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Walisongo.
4. Dr. Lianah, [Link], selaku pembimbing I dan Saifullah
Hidayat, [Link], [Link], selaku pembimbing II yang telah
membimbing dengan sabar dalam mengarahkan serta
memberi masukan yang berharga dalam penyusunan
skripsi.
viii
5. Siti Mukhlishoh S, [Link], selaku Kepala Jurusan
Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Walisongo
6. Segenap dosen, pegawai dan seluruh civitas akademia
di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas
Islam Negeri Walisongo Semarang khususnya dosen
jurusan Pendidikan Biologi.
7. Bapak Muhammad Izzatul Faqih, [Link] dan Ibu Mirtaati
Naima, [Link]., [Link] selaku validator media dan ahli dalam
penilaian media pembelajaran booklet insekta.
8. Kepala SMA Negeri 12 Semarang yang telah
memberikan izin penelitian
9. Ibu Sri Nuryani [Link] selaku guru pengampu kelas X di
SMA Negeri 12 Semarang yang telah membantu dalam
menyelesaikan penelitian serta segenap staf dan siswa-
siswi yang dengan senang hati menjadi responden.
10. Adik-adikku tersayang Ema Kurniasari dan Triana Putri
Lestari yang telah senantiasa memberikan suport dan
semangat.
11. Keluarga besar PB 2015 B yang selalu menjadi
penyemangat dan tempat saling curhat selama
perkuliahan dan penyusunan skripsi.
12. M. Rifli Atfa yang selalu memberikan semangat dan
menjadi tempat untuk konsultasi.
13. Teman-teman KADAL (Kos K-25) yang selalu
menyemangati dan menghibur dikala jenuh.
14. Teman-teman KKN MIT-7 Kelurahan Gunungpati yang
selalu memberikan semangat dan juga menghibur
dikala jenuh
15. Diyana Septiningrum, Sri Damayanti dan Uli Nur Safitri
yang selalu menjadi tempat berbagi cerita dan
membantu dalam penelitian
ix
16. Innayatur Rohmah yang selalu memberikan semangat
dan tempat berbagi cerita saat di kos
17. Sahabat-sahabat yang tidak dapat disebutkan satu
persatu yang telah memberikan motivasi, tempat
konsultasi, serta memberikan arahan-arahan.
18. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu
yang telah banyak membantu dalam penyelesaian
skripsi ini.
Kepada semua pihak, penulis tidak dapat memberikan
apa-apa hanya untaian terimakasih sebesar besarnya yang
dapat penulis sampaikan. Semoga Allah SWT membalas
semua kebaikan dan selalu melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kita semua.
Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam
penyusunan skripsi ini sehingga jauh dari kesempurnaan.
Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan pembaca umumnya. Amiin.
Semarang, 10 Juli 2019
Penulis,
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................. i
PERNYATAAN KEASLIAN .................................................. ii
PENGESAHAN ........................................................................ iii
NOTA PEMBIMBING ............................................................ iv
ABSTRAK ................................................................................ vi
KATA PENGANTAR .............................................................. vii
DAFTAR ISI ............................................................................ xi
DAFTAR TABEL .................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ................................................................ xiv
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................. 1
B. Rumusan Masalah ...................................................... 7
C. Tujuan Penelitian ........................................................ 7
D. Manfaat Penelitian ..................................................... 8
D. Spesifikasi Produk ..................................................... 9
E. Asumsi Pengembangan ............................................ 11
BAB II : LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Teori ............................................................ 13
1. Media Pembelajaran ...................................... 13
2. Booklet ................................................................ 23
3. Insekta ................................................................. 34
4. Minat Belajar .................................................... 59
B. Kajian Pustaka ............................................................. 69
xi
C. Kerangka Berfikir ....................................................... 73
BAB III: METODE PENELITIAN
A. Model Pengembangan .............................................. 76
B. Prosedur Pengembangan ........................................ 77
C. Subjek Penelitian ........................................................ 85
D. Teknik Pengumpulan Data ..................................... 86
E. Teknik Analisis data .................................................. 100
BAB IV: DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
A. Deskripsi prototipe Produk .................................... 104
B. Hasil Uji Lapangan ..................................................... 128
1. Hasil Uji Lapangan Terbatas ...................... 129
2. Hasil Uji Lapangan Luas ................................. 131
C. Analisis Data ................................................................. 134
D. Prototipe Hasil Pengembangan ............................ 144
BAB V: PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................... 150
B. Saran ................................................................................ 152
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Kompetensi dasar dan Indikator ........................ 82
Tabel 3.2 Kisi-kisi Wawancara Guru ..................................... 87
Tabel 3.3 Kisi-kisi Analisis Kinerja dan Kebutuhan Siswa 89
Tabel 3.4 Kisi-kisi Rubrik Penilaian Ahli Materi .............. 90
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Rubrik Penilaian Ahli Media ............... 93
Tabel 3.6 Kisi-kisi Rubrik Penilaian Guru ........................... 96
Tabel 3.7 Kisi-kisi Penilaian Siswa ......................................... 99
Tabel 3.8 Kisi-kisi Keterbacaan Media ................................. 100
Tabel 3.9 Kisi-kisi Minat Belajar ............................................. 101
Tabel 3.8 Range Presentase dan Kriteria Kualitatif ........ 103
Tabel 4.1 Kompetensi dasar dan Indikator ........................ 109
Tabel 4.2 Hasil Uji Validasi Ahli Materi ................................ 119
Tabel 4.3 Hasil Uji Validasi Ahli Media ................................. 123
Tabel 4.4 Hasil Uji Validasi Guru ............................................ 127
Tabel 4.5 Hasil Uji Penilaian Siswa ........................................ 129
Tabel 4.6 Hasil Uji Keterbacaan Siswa ................................. 131
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Morfologi umum serangga ............................... 36
Gambar 2.2 Bentuk umum antena serangga ...................... 36
Gambar 2.3 Tipe Alat Mulut Serangga .................................. 37
Gambar 2.4 Thoraks (dada) ...................................................... 37
Gambar 2.5 Bagan klasifikasi serangga ............................... 39
Gambar 2.6 Rayap tanah ............................................................ 40
Gambar 2.7 Belalang kayu ......................................................... 41
Gambar 2.8 Capung kerbau ...................................................... 42
Gambar 2.9 Kutu busuk .............................................................. 43
Gambar 2.10 Kutu kepala .......................................................... 44
Gambar 2.11 Undur-undur ....................................................... 45
Gambar 2.12 Ulat tanduk tembakau dan Kupu natal ...... 46
Gambar 2.13 Lalat rumah dan Nyamuk malaria .............. 47
Gambar 2.14 Kumbang beras ................................................... 48
Gambar 2.15 Semut Gula ............................................................ 49
Gambar 2.16 Daur hidup serangga hemimetabola .......... 51
Gambar 2.17 Daur hidup serangga holometabola ........... 52
Gambar 2.18 Sistem pernafasan insekta ............................. 53
Gambar 2.19 Sistem pencernaan insekta ............................ 54
Gambar 2.20 Sistem reproduksi insekta betina ............... 56
Gambar 2.20 Sistem reproduksi insekta jantan ............... 56
Gambar 2.21 Sistem sirkulasi insekta .................................. 57
Gambar 2.22 Kerangka berfikir .............................................. 75
xiv
Gambar 3.1 Model pengembangan 4-D ................................ 77
Gambar 4.1 Interface media ...................................................... 112
Gambar 4.2 Rancangan awal cover ........................................ 113
Gambar 4.3 Rancangan awal perumusan tujuan ............. 114
Gambar 4.4 Rancangan awal salam penulis ....................... 115
Gambar 4.5 Rancangan awal daftar isi ................................. 115
Gambar 4.6 Rancangan awal lembar uraian materi ....... 116
Gambar 4.7 Rancangan awal evaluasi singkat .................. 117
Gambar 4.8 Revisi bagian salam penulis ............................. 121
Gambar 4.9 Revisi salah ketik pada fisiologi insekta ..... 121
Gambar 4.9 Revisi nama ilmiah dan gambar ..................... 122
Gambar 4.10 Revisi halaman .................................................... 125
Gambar 4.11 Revisi penggunaan Bahasa Indonesia ....... 125
Gambar 4.11 Revisi keterangan gambar diperjelas ........ 126
Gambar 4.12 Revisi spasi antar kalimat .............................. 126
Gambar 4.13 Grafik penilaian ahli dan guru ...................... 140
Gambar 4.14 Grafik kelayakan, Keterbacaan, Minat ...... 144
Gambar 4.15 Rancangan akhir cover .................................... 146
Gambar 4.16 Rancangan akhir indikator dan tujuan ..... 146
Gambar 4.17 Rancangan akhir salam penulis ................... 147
Gambar 4.18 Rancangan akhir daftar isi ............................. 147
Gambar 4.19 Rancangan akhir materi pengantar ........... 148
Gambar 4.20 Rancangan akhir materi .................................. 148
Gambar 4.21 Rancangan akhir evaluasi singkat .............. 149
Gambar 4.22 Rancangan riwayat penulis ........................... 149
xv