100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
193 tayangan19 halaman

Metode Grouting pada Pondasi Bendungan

Dokumen ini membahas metode kerja grouting pada pondasi bendungan. Grouting digunakan untuk memperbaiki tanah dan mengisi retakan. Ada dua jenis grouting yaitu tirai untuk membentuk lapisan kedap dan selimut untuk memperbaiki permukaan tanah. Dokumen ini juga menjelaskan alat, material, dan tahapan kerja grouting.

Diunggah oleh

Fitriadi Ismail
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
193 tayangan19 halaman

Metode Grouting pada Pondasi Bendungan

Dokumen ini membahas metode kerja grouting pada pondasi bendungan. Grouting digunakan untuk memperbaiki tanah dan mengisi retakan. Ada dua jenis grouting yaitu tirai untuk membentuk lapisan kedap dan selimut untuk memperbaiki permukaan tanah. Dokumen ini juga menjelaskan alat, material, dan tahapan kerja grouting.

Diunggah oleh

Fitriadi Ismail
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR


BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI CIMANUK-CISANGGARUNG
SNVT PEMBANGUNAN BENDUNGAN CIMANUK - CISANGGARUNG

METODE KERJA
GROUTING
PADA
PONDASI BENDUNGAN

PROYEK BENDUNGAN KUNINGAN


NO. WIKA-BKN-CM-03

Kuningan, 21 Agustus 2016

WIKA - BRANTAS, KSO


PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN
KUNINGAN, JAWA BARAT
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN
I. UMUM
Grouting merupakan suatu metode atau teknik yang dilakukan untuk
memperbaiki keadaan bawah tanah dengan cara memasukkan bahan yang
masih dalam keadaan cair, dengan cara tekanan, sehingga bahan tersebut
akan mengisi semua retakan-retakan dan lubang-lubang yang ada di bawah
permukaan tanah, kemudian setelah beberapa saat bahan tersebut akan
mengeras, dan menjadi satu kesatuan dengan tanah yang ada sehingga
kestabilan suatu permukaan tanah akan tetap terjaga.
Grouting juga dapat diartikan sebagai metode penyuntikan bahan semi
kental (slurry material) ke dalam tanah atau batuan melalui lubang bor, dengan
tujuan menutup diskontruksi terbuka, rongga-rongga dan lubang-lubang pada
lapisan yang dituju untuk meningkatkan kekuatan tanah.
Pada proyek bendungan kuningan terdapat dua jenis grouting yaitu yang
pertama adalah grouting tirai (curtain grouting) dan grouting selimut (blanket
grouting)
1. Grouting Tirai (Curtain Grouting)
Sesuai dengan namanya sebagai konstruksi penyekat atau tabir, berfungsi
sebagai penghalang (cut-off atau barrier) dari rembesan air dalam pondasi
bendungan yang cenderung membesar atau bocor. Tujuan utama dari grouting
ini adalah membentuk lapisan vertikal kedap di bawah permukaan, disamping
juga untuk menambah kekuatan pondasi bendungan. Grouting tirai adalah
suatu sistem pelaksanaan grouting di bawah suatu bendungan sepanjang axis
bendungan itu sendiri dengan kedalaman tertentu.
Dengan grouting tirai ini diharapkan dapat memotong aliran air tanah dari
upstream ke downstream atau setidaknya dapat memperpanjang jalannya
airtanah sampai batas tertentu sesuai dengan rencana. Grouting tirai menjadi
masalah pokok dalam menentukan besarnya angka koefisien permeabilitas (K)
pada pembuatan bendungan. Jadi dapat disimpulkan bahwa grouting tirai
merupakan masalah sangat penting dalam pembuatan bendungan.
2. Grouting Selimut (Blanket Grouting)
Blanket grouting dilaksanakan bersamaan atau sebelum grouting tirai, hal
ini tergantung dari keadaan geologi setempat. Tujuan dari blanket grouting

1
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN

adalah untuk memperbaiki lapisan permukaan tanah atau batuan pondasi yang
langsung berhubungan dengan inti (core). Disamping itu untuk melindungi
grouting tirai yang langsung berhubungan dengan seepage water.
Biasanya line dari blanket grouting dilebarkan di sebelah luar sebelah
grouting tirai. Pada pembuatan lubangnya juga lebih dangkal daripada grouting
tirai dan biasanya blanket grouting hanya dilaksanakan di sepanjang river bed
saja atau tergantung dari jenis batuan, apabila batuannya bersifat porous, maka
blanket grouting dilaksanakan di sepanjang axis bendungan. Mengenai cara
pelaksanaan grouting sama dengan pelaksanaan grouting tirai. Dengan kata
lain blanket grouting berguna untuk mengefektifkan grouting tirai.

Denah Grouting

Potonangan Memanjang

2
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN

II. PEMBAHASAN METODE KERJA


1. Alat-alat yang digunakan
Nama Alat Jmlh Gambar

Colloidal Mixer 2 Set

Kompresor Udara
1 Unit
(Airman PDS1855)

Agitator Mixer 2 Unit

Grouting Pump
2 Unit
(Koken MG10)

Grouting Pump
2 Unit
(Koken MG15)

3
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN

Water Pump
3 Unit
(Sunchin-sc-120)

Rotary Drilling Machine 3 Unit

Rubber Packer
Head Packer, Foot Packer, Set
Outer Packer, Liner Packer.

Mata Bor Set

Pipe
Set
(Body Pipe, Barrel Pipe, dll)

4
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN

Pressure Stabilizer Set

Water flow Meter Unit

Pressure Gauge Unit

Bypass
(Pressure Stabilizer Bypass,
Unit
Grout Pump Bypass, Packer
Bypass)

Selang
(Selang Oil Hose 100Psi, Unit
150Psi; Selang Air)
Generator Set Unit

5
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN
2. Fasilitas Bantu Untuk Menunjang Pelaksanaan

a) Mixing Plant/Grout Plant


Grout plant merupakan tempat pencampuran material grouting. Kelengkapan
peralatan: colloidal mixer, water tank/reservoir, grout pump, panel power
supply, dan tempat material semen.
b) Power Supply
Power supply diambil dari PLN dan generator set untuk keperluan drilling
machine, water pump, colloidal mixer, agitator mixer, grouting pump, dan
keperluan penerangan.
c) Water Supply
Air diambil dari sungai atau sumber air yang memenuhi kualitas yang
diperlukan untuk campuran material grouting dan pelaksanaan grouting.
d) Platform/Andang
Platform/andang digunakan untuk tempat dudukan drilling machine dan
mixing plant.

3. Material

Matrial yang digunakan dalam pekerjaan grouting diversion tunnel Proyek


Bendungan Kuningan adalah semen, pasir, dan air sebagai bahan pencampur.
a) Semen
Untuk material utama grouting digunakan semen OPC tipe 1, sesuai dengan
spesifikasi yang telah ditentukan.
b) Pasir
Pasir dimasukkan dalam komposisi campuran bila menginginkan campuran
kental atau mortar. Pasir yang digunakan adalah pasir lolos saringan No.200.
c) Air
Untuk campuran material grouting dan untuk drilling diambil dari air sungai
atau sumber air yang memenuhi persyaratan teknis.
Perbandingan campuran grouting untuk injeksi awal berdasarkan pada nilai
Lugeon (Lugeon Value) yang bervariasi tergantung pada kondisi tanah/batuan
yang ada atau berdasarkan tingkat keretakan batuan (material dan
perbandingan pencampuran akan dibahan mendetail di metode pelaksanaan).

6
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN
4. Alur Kerja (Flowchart)

Alur Kerja dapat dilihat pada flowchart berikut ini.

Mulai

Persiapan Lahan:
1. Penyiapan lahan sesuai gambar kerja
2. Pengukuran dan penentuan titik ring dan
hole oleh team survey

tidak
Cek

ya

Pelaksanaan pekerjaan drilling holes per


stage. (sesuai kedalaman stage yang
telah ditetapkan)

Cek kedalaman

tidak
Setuju

Stage selanjutnya

Uji Kelulusan Air (WPT)

Persiapan campuran bubur semen

Grouting per stage

Stage Terakhir -> Plugging

ya

Selesai

7
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN
a. Drilling Curtain dan Blanket.
Pekerjaan drilling untuk lubang dikerjakan setelah lubang pilot selesai dites
secara keseluruhan, sebelum lubang primer, sekunder, dan tersier dikerjakan.
Sedangkan untuk check hole, drilling dilakukan setelah seluruh lubang selesai
dites. Penentuan posisi dan kedalaman check hole tergantung dari hasil water
pressure test dan grouting.
Kedalaman drilling untuk Grouting ini terdiiri dari stage 1 = 0 - 5 m, stage 2 =
5 - 10 m, stage 3 = 10 - 15 m , dan stage 4= 15 - 20 m, dan seterusnya sesuai
design dengan Methode Down stage Pengambilan contoh batuan dilakukan
pada lubang pilot dan check hole dengan menggunakan NMLC berdiameter 76
mm.
b. Water Pressure Test (WPT)
Water pressure test (WPT) dilakukan pada setiap lubang untuk mengetahui
nilai permeabilitas atau kelulusan air yang dinyatakan dengan satuan lugeon
(Lu). Metode WPT yang digunakan adalah down stage yaitu dari atas ke bawah
dengan kedalaman stage 1 = 0 - 5 m, stage 2 = 5 – 10 m, stage 3 = 10 – 15 m
dan stage 4 = 15 – 20 m dan seterusnya sesuai design.

Uji nilai Lugeon Dan Permeabilitas

Pelaksanaan Lugeon Test dilakukan dengan pemompaan air kedalam


lubang bor pada panjang stage 5 m dengan tekanan standar 10 bar atau 150
psi (10,5 kg/cm2). Dalam praktek tekanan standar 10 kg/cm2 adalah terlalu
tinggi untuk pekerjaan grouting secara rutin dan penurunan tekanan perlu
dilakukan, sehingga rumus Lugeon dimodifikasi menjadi :

Rumus Lugeon =
10 * Q
Lu =
P*L

Di mana:
Lu = Lugeon Value
Q = Debit air ( Liter/menit )
P = Total Pressure ( kg/cm2 )
L = Panjang Lubang yang di test ( m )

8
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN

Rumus Koefisien =

Q
K= Ln ( L/r )
2*П*L*H

Dimana:
Q = Debit air ( Cm3/detik )
L = Panjang Lubang yang di test ( Cm )
r = Diameter Lubang ( Cm )
H = Total pressure ( Ton/Cm3)
Sketsa Gambar Metode Pelaksanaan Lugeon Test dan Permeability Test.

G
Pump

H1
Ground Surface

H2

GWL

D = Deprth (m) H2 ' ( Non GWL)

KETERANGAN :
H1 = tinggi pressure gauge dari muka tanah (cm)
H2 = tekanan statik (cm)
H2 ' = tekanan statik Non GWL (cm)

Pada lubang pilot dan check hole WPT dilakukan secara bertahap (multi
test), dimulai dari tekanan rendah kemudian ke tekanan tinggi dan kembali lagi
ke tekanan rendah, sedangkan untuk lubang yang lainnya menggunakan single
test. Tekanan yang digunakan untuk setiap stage dapat dilihat pada table 1 dan
[Link] .

9
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN

Tabel.1. Tekanan yang di gunakan untuk Multi pressure Test.

Multi Pressure test untuk Pilot Hole dan Check Hole


(kg/cm2)
Stage Depth Elv
Po1 Po2 Po3 Po4 Po5
(10min) (10min) (10min) (10min) (10min)
1 5 0.4 0.6 1 0.6 0.4
2 5 0.8 1.2 2 1.2 0.8
3 5 1.2 1.8 3 1.8 1.2
4 5 1.6 2.4 4 2.4 1.6

Tabel. 2. Tekanan yang di gunakan untuk Single Test.

Single test Untuk lubang Primary,


secondary and Tertiary
Stage Depth Elv Po ( kg/cm2 )
10min
1 5 1
2 5 2
3 5 3
4 5 4

5. Metode Pelaksanaan

Down-Stage Grouting

Metode down stage digunakan untuk seluruh lubang grouting, Langkah


grouting menggunakan metode split spacing, dimana pekerjaan grouting dimulai
dari lubang pilot, primer, sekunder, dan tersier. Lubang primer belum bisa dikerjakan
sebelum lubang pilot selesai dikerjakan dan lubang sekunder belum bisa dikerjakan
sebelum lubang primer selesai dikerjakan serta lubang tersier belum bisa dikerjakan
sebelum lubang sekunder selesai dikerjakan.

10
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN

Up-Stage Grouting

Terdiri dari proses dimana lubang bor dibor sampai kedalaman penuh dan
digrouting secara seri yang dimulai dari stage yang paling bawah dan dilaksanakan
berurutan sampai stage yang paling atas.

(1) Material Grouting


 Material semen berasal dari semen gresik, indocement atau produk yang lain
yang setara dengan tipe I semen Portland.
 Air berasal dari Sungai , dimana air yang digunakan bebas dari kandungan
minyak, larutan asam, garam, sisa-sisa tumbuhan, dan material asing lainnya.
(2) Perbandingan Campuran Material Grouting
Perbandingan campuran material grouting dibagi berdasarkan perbandingan
rasio berat antara semen (C) : air (W). Perbandingan campuran yang digunakan
dimulai dari campuran yang encer ke campuran yang kental yaitu mulai dari C:W =
1:6 sampai 1:0.6 Untuk mengisi rekahan yang besar, digunakan mortar apabila
grouting telah mencapai lebih dari 3000 liter.
Perbandingan campuran grouting yang digunakan saat dimulai grouting
tergantung pada nilai lugeon (Lu) setelah WPT dilakukan. Perbandingan antara nilai
lugeon (Lu) dan campuran grouting dapat dilihat pada table 3.1.

Tabel. 3. Perbandingan antara nilai lugeon (Lu) dan campuran grouting.

Porsi campuran saat mulai


Hasil WPT
grouting C:W

Lu < 3.0 Tanpa Grouting

3.0 ≤ Lu ≤ 5.0 1:6

5.0 ≤ Lu ≤ 20 1:4

Lu > 20 1:3

11
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN
(3) Pergantian Campuran Grouting
Perbandingan campuran semen grouting akan mengalami pergantian
campuran dari campuran yang encer ke campuran yang kental apabila telah
mencapai 600 liter/stage dan tekanan tidak dapat bertambah ke tekanan yang
diharuskan. Pergantian dilakukan dengan urutan campuran semen grouting C:W =
1:6 → 1:4→ 1:3 → 1:2 → 1:1 → 1:0.5 → mortar. Pergantian campuran semen
grouting selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel. 4. Pergantian campuran semen grouting.

Campuran Semen Jumlah campuran semen yang masuk Berganti ke


(C:W) (Liter/Stage) (C:W)

1:6 300 1:4

1:4 300 1:3

1:3 600 1:2

1:2 600 1:1

1:1 600 1 : 0.5

1 : 0.5 600 Mortar

12
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN

Flowchar
Flow Pelaksanaan
Chart Work Grouting
of Consolidation Grouting
Protection Seepage

Start

Lu < 3 5< Lu < 20 Lu > 20


Drill and Water test

C:W=1:6

P = SP

( Yes ) ( Yes )
Q < 300 lt
( No )

C:W=1:4

P = SP

( Yes ) ( Yes )
Q < 300 lt
( No )

C:W=1:3

P = SP

( Yes ) ( Yes )
Q < 600 lt Notes
( No )
C:W = Water Cement ratio
C:W=1:2 P = Actual Pressure / Pressure use
SP = Specification Pressure
Q = Total in flow lt/min/m
P = SP

( Yes ) ( Yes )
Q < 600 lt
( No )

C:W=1:1

P = SP

( Yes ) ( Yes )
Q < 600 lt
( No )

C : W = 1 : 0.6

P = SP

( Yes ) ( Yes )
Q < 600 lt
Continued to grout after
( No )

Mortar C:W:S = 1:1:0.5 Valve to be closed


Cummulative injected 10,000 lt

( No )

Flow rate injection to be


hold 0.2 lt/min/m
P = SP Filled hole by C : W Wait 4 hours until grout
1 : 0.5 setting then

P = SP to be hold 10 min with


circulation condition Closed hole by mortar

( Yes )
Grout again Moved hole

13
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN
Sketsa Gambar Metode Pekerjaan Grouting

Flow Meter

III. PEMBAHASAN UJI MATERIAL GROTING.

Untuk menjaga kualitas pekerjaan grouting, bubur semen yang di injeksikan ke


dalam pondasi diadakan pengujian di laboratorium untuk acuan pelaksanaan
grouting di lapangan .

Adapun macam pengujian tersebut adalah :


1) Marsh Cone Test ( Uji Viscositas )
2) Bleeding Test (Uji Pengendapan )
3) Specific Gravity Test ( Uji berat spesifik )

1) Marsh Cone Test (Uji Viscositas)


a) Maksud dan Tujuan
Marsh Cone adalah alat untuk mengetahui kekentalan cairan bubur semen yang
akan di injeksikan ke dalam pondasi.
Peran daripada kekentalan ini untuk mengendalikan kekuatan yang dimiliki bubur
semen dan masuknya cairan dalam pori–pori batuan.
Apabila kekentalan tipis berarti penetrasi bubur semen dapat masuk kedalam
pori-pori yang kecil.
14
METODE KERJA
GROUTING PADA PONDASI BENDUNGAN
WIKA - BRANTAS, KSO PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUNINGAN
b) Peralatan yang di gunakan pengujian.
- Marsh Cone
- Tabung (gelas ukur 1000 cc)
- Stop watch (pencatat waktu)

2) Bleeding Test (Uji Pengendapan)


a) Maksud dan Tujuan
Untuk mengetahui volume air yang muncul diatas endapan cairan bubur semen
setelah beberapa saat di mana butir-butir semen mengendap ke bawah sebelum
mengalami Setting (mengeras).
Apabila semen yang digunakan kualitasnya tidak sama dengan mixdesign ,
dalam perbandingan campuran yang sama , angka bleedingnya akan berlainan.

b) Peralatan yang di gunakan pengujian.


- Tabung pengukur ( gelas ukur 1000 cc)
- Stop Watch ( pencatat waktu)

3) Spesific Gravity Test (Uji berat spesifik).


a) Maksud dan Tujuan
Untuk mengetahui berat jenis (specific gravity) bubur semen, karena sangat erat
hubungannya dengan kandungan air, kuat tekan dan angka penyusutan dari bubur
semen tersebut. Jadi dengan mengetahui angka berat jenis bubur semen , maka
kualitas bubur semen dapat diketahui apakah sesuai dengan design.
b) Peralatan yang di gunakan pengujian
- Mud Balance.
IV. Rekaman / Laporan Harian Pelaksanaan Grouting.
Adapun contoh laporan harian untuk pekerjaan Drilling , pengujian permeability
test dan pekerjaan grouting setelah pekerjaan masing – masing tersebut selesai di
kerjakan seperti ter lampir :

15
DRILLING REPORT

Location : Date : Sheet :


Drilling Time Drilling Length Core Water Water
Stage Size of Bit Drilling
Block No. Hole No. From To Net From To Net Recovery Suplay Leakage Remark
No. Machine
(h:m) (h:m) (min) (m) (m) (m) (%) (lt/min) (lt/min) (dia)

Total Drilling Common


supervisor Foreman Technician Others
Labour

LABOUR
Today m

Previous m

TOTAL m

Disejutui Oleh,
Prepared by, Di Periksa
CheckedOleh,
by, Di Siapkan
Approved Oleh,
by,
[Link]
HUTAMA KARYA Kuningan KONSULTAN
CONSULTAN [Link] KARYA DAM
SNVT FOR JATIGEDE Persero Tbk.
PROJECT

------------------------------------------ ----------------------------------------- -----------------------------------------


SHEET
HOLE NO
STAGE FROM m
TO m

WATER TEST REPORT

PROJECT : ANGLE FROM VERTICAL : deg.


LOCATION : DIAMETER OF HOLE (d) : mm
2
FEATURE : HEIGHT OF PRESSURE : kg/cm
AREA DESIGNATION : GAUGE from SURFACE : m
GROUND ELEVATION : - m.s.l CONCRETE THICKNESS : m
DEPTH OF GWL : - meter TESTED BY :
DATE : SUPERVISED BY :
TIME : CALCULATED BY :

WATER INJECTED INTO HOLE IN TESTING PERIOD (READ FROM WATER METERS IN LITERS)

ELAPSED PRESSURE
TIME P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
min (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm )
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Q
( l / min )
Q
(l/min/m)
Q
(cm3/sec)

NO PRESSURE DISCHARGE (Q) LUGEON k


P0 (gauge) H1 H2 H3 P total VALUE REMARKS
2 2 2 2 2 3
(kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) (kg/cm ) kg/cm l/min/m (cm /sec) (LU) (cm/sec)
1 P= P0 + C (H1 + H2 - H3)
2 (kgf/cm2)
3 Po= Gauge pressure
4 C= Constant (0.1 kgf/cm2)
5 H1= Diff. head (gauge to
6 surface + concrete)
7 H2= Diff. head (Surface to
8 GWL or to center of test
9 section)
10 H3 = Head loss
11
AVERAGE

Q G W
K  x LN L/r
10 x Q
Lu 
2 x (3.14) x LH P xL pump

Graph Of H1
Total pressure Vs Lugeon ( Lu )
Ground Surface
Increase Poins
10
9 Decrease points Concrete
Total Pressure (kg/cm2)

8
7
H2
6 GWL
5 H 2 ( none GWL )
D (depth)
4
3
2
L
1
0
0 0.1 0.2 0.3 d
Q l/min/m
Di Siapkan Oleh,
Approved by,
Prepared
Disejutuiby,
Oleh, Di Periksa
Checked Oleh,
by,
[Link] KARYA Persero Tbk.
PT. HUTAMA KARYA CONSULTAN SNVT FOR JATIGEDE DAM PROJECT
SNVT Bendungan Kuningan KONSULTAN

_________________ __________________ __________________


GROUTING REPORT
Location : Date : Sheet :
Grouting Time Total Injection Total Injection
Stage Depth Pressure MiX Preparation Injection Waste Preparation Injection Waste
Hole No. Start Finish Duration Batch Remark
No. (m) Kg/cm² Volume Volume Volume Volume Volume Volume
(h:m) (h:m) (min) C:W (lt) (lt) (lt) (kg) (kg) (kg)

Total Injection Carry Out Grouting Time


Lugeon ( Lu ) : Preparation Volume Injection Volume Waste Volume Preparation Injection Waste Preparation Grouting
(lt) (lt) (lt) (kg) (kg) (kg) (h:m) (h:m) (h:m)
Today
Yesterday

Disejutui Oleh,
Prepared by, Diperiksa Oleh,
Checked by, Disiapkan
ApprovedOleh,
by,
SNVTPT. HUTAMA KARYA
Bendungan Kuningan CONSULTAN
KONSULTAN SNVT FOR JATIGEDE
[Link] DAM PROJECT
KARYA Persero Tbk.

…………………………………………………….. …………………………………………………….. ……………………………………………………..

Anda mungkin juga menyukai