Dampak Perubahan Desain Separator Lift
Dampak Perubahan Desain Separator Lift
Alip Prajoko
Edison Hatoguan manurung
Akhmad Dofir
Fakultas Teknik Universitas Mpu Tantular Prodi Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Pancasila
email: [Link]@[Link]
edisonmanurung28@[Link]
[Link]@[Link]
Intisari
Perubahan dalam proyek konstruksi merupakan hal yang sering terjadi dikarenakan
sifat dari proyek konstruksi yang unik, dinamis, dan kompleks. Perubahan yang terjadi pada
proyek konstruksi semestinya dilakukan pada tahapan perencanaan, namun pada prakteknya
umumnya banyak terjadi pada tahap konstruksi, baik dari segi desain maupun metoda
pelaksanaan sehingga mempengaruhi biaya konstruksi secara langsung maupun tidak
langsung. Penelitian ini mengambil contoh studi kasus pembangunan Gedung di pusat kota
Jakarta dimana adanya perubahan desain separator lift, semula menggunakan struktur beton
bertulang dirubah menjadi structure baja konvensional, terjadi bukan pada tahap perencanaan
melainkan pada tahap konstruksi, dikarenakan proses perencanan yang singkat dan dikejar
waktu sehingga penyesuaian dilakukan di tahap konstruksi.
Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perubahan terhadap
biaya konstruksi. Dikarenakan perubahan terjadi pada elemen yang bersinggungan dengan
elemen lainnya, sehingga dampaknya akan menyebar ke beberapa elemen lainnya. Prosedur
yang dilakukan adalah berupa mengidentifikasi elemen mana saja yang berdampak terhadap
perubahan, serta menganalisis perubahannya, dan menghitung perubahan biaya konstruksi.
Hasil dari identifikasi dari adanya perubahan desain separator lift mengakibatkan
beberapa elemen ikut terdampak, seperti intermediate beam, lifting beam, dan door lift
hanger support. Dari hasil analisa terhadap item-item pekerjaan terdampak menyebabkan
kenaikan biaya penyelesaian konstuksi sebesar 143% lebih besar dari pada biaya konstruksi
kontrak awal yang memperhitungkan alokasi biaya-biaya seperti desain perubahan, metode
kerja penunjang perubahan, serta material dan utilitas penunjang pekerjaan perubahan.
Kata Kunci : Pekerjaan Perubahan, Perubahan Separator Lift, Tambahan Biaya Konstruksi.
Abstract
Variation in construction projects are things that often occur due to the unique,
dynamic, and complex nature of construction projects. Variation that occur in construction
projects should be carried out at the planning stage, but in practice generally many occur at
the construction stage, both in terms of design and implementation methods so that they
affect construction costs directly or indirectly. This research takes the example of a case
study of building construction in downtown Jakarta where a variation in the design of the
1
separator lift, originally using a concrete reinforcement was changed to a steel structure,
occurred not at the planning stage but at the construction stage, due to the short planning
process and time lapse so that adjustments carried out at the construction stage.
The final objective of this study is to determine the impact of variation on
construction costs. Because variation occur in elements that intersect with other elements, so
the impact will spread to several other elements. The procedure carried out is in the form of
identifying which elements have an impact on variation, as well as analyzing the variation,
and calculating variation in construction costs.
The results of the identification of variation to the separator lift design resulted in
several elements being affected, such as intermediate beams, lifting beams, and door lift
hanger support. From the results of the analysis of the affected work items, it causes an
increase in construction completion costs by 143% greater than the initial contract
construction cost which takes into account the allocation of costs such as design changes,
work methods to support variation works, as well as materials and utilities to support
variation works.
2
element yang berkaitan sehingga 2. Menentukan dampak terhadap
berdampak menambah biaya konstruksi. perubahan desain separator lift pada
Pengelola manajemen konstruksi perlu tahap konstruksi.
melakukan identifikasi dan analisa dari 3. Menentukan selisih perubahan biaya
perubahan tersebut yang berdampak konstruksi yang terjadi akibat dari
terhadap biaya konstruksi untuk perubahan desain separator lift.
mendapatkan referensi dalam
mengambil keputusan persetujuan
perubahan kepada pemilik proyek. 1.4. Batasan Masalah
Ruang lingkup pembahasan dalam
1.2. Perumusan Masalah penelitian ini dapat diuraikan sebagai
berikut:
Permasalahan yang akan dibahas
dalam penelitian ini adalah sebagai 1. Studi kasus pada penelitian ini
berikut: adalah Pembangunan Gedung di
Jl. M.H. Thamrin, Jakarta.
1. Apa saja penyebab terjadinya
perubahan desain separator lift 2. Penelitian ini membahas
pada tahap konstruksi? perubahan biaya konstruksi yang
terjadi akibat dari perubahan
2. Apa saja dampak terhadap desain separator lift.
perubahan desain separator lift
pada tahap konstruksi? 3. Penelitian dilakukan pada tahap
konstruksi.
3. Berapa banyak selisih perubahan
biaya konstruksi yang terjadi 4. Data-data mengenai anggaran
akibat dari perubahan desain biaya konstruksi dan gambar
separator lift? konstruksi berdasarkan data
aktual lapangan.
5. Pada penelitian ini tidak dibahas
1.3. Tujuan lebih lanjut mengenai
Tujuan umum dari penyusunan manajemen waktu dan risiko.
penelitian ini adalah dapat memberikan
gambaran mengenai dampak dari
perubahan desain separator lift yang 1.5. Manfaat
terjadi pada tahap konstruksi dilihat dari Penelitian ini diharapkan bermanfaat
segi biaya konstruksi yang akan terjadi terutama bagi para pengguna jasa, para
dalam Proyek Pembangunan Gedung di penyedia jasa, serta pihak-pihak yang
Jl. M.H. Thamrin, Jakarta. Dengan terkait langsung dengan pengelolaan
demikian dapat membantu pihak proyek konstruksi, antara lain:
manajemen mengidentifikasi perubahan
biaya yang dapat terjadi akibat adanya 1. Bagi pengelola manajemen
perubahan desain separator lift pada konstruksi dari pihak pengguna
tahan konstruksi. Dalam penelitian ini jasa maupun penyedia jasa pada
secara terperinci yang harus dicapai proyek pembangunan Gedung,
sebagai berikut: penelitian ini memberi informasi
secara detail dan menyeluruh
1. Menentukan penyebab terjadinya mengenai dampak yang terjadi
perubahan desain separator lift pada akibat dari perubahan desain
tahap konstruksi. separator lift yang dilakukan
3
pada tahap konstruksi, sehingga Pihak-pihak yang terlibat dalam
dapat mengidentifikasi biaya proyek konstruksi secara garis besar
perubahan yang terjadi. antara lain pengguna jasa, penyedia jasa,
dan jasa konsultan. Masing-masing
2. Bagi penulis, dalam penelitian ini
pihak mempunyai kapasitas pekerjaan
dapat menambah literatur dan
dalam mencapai keberhasilan suatu
wawasan, ketajaman berfikir,
proyek konstruksi. Pengguna jasa
kritis terdapat permasalahan yang
merupakan pemilik proyek konstruksi
ada dan cara pemecahan suatu
yang bertugas menyediakan pembiayaan
masalah.
untuk menutup seluruh biaya konstruksi,
3. Bagi peneliti atau praktisi lain meskipun memiliki kapasitas dalam
pada umumnya, penelitian ini pembiayaan namun diperlukan pihak
dapat dijadikan sebagai bahan yang dapat secara langsung melakukan
informasi atau literatur yang bisa pekerjaan konstruksi. Penyedia jasa
dijadikan bahan perbandingan yang melakukan pekerjaan konstruksi
dalam penelitian lanjutan secara langsung, meskipun demikian
mengenai judul mapun tema dalam melakukan pekerjaannya tidak
yang sama. berdiri sendiri melainkan ada pihak
sebagai pengawas yang menjaga mutu
sehingga hasil akhir sesuai harapan
2. TINJAUAN PUSTAKA pemilik proyek. Sedangkan konsultan
Proyek adalah kegiatan sementara sebagai pihak mediator yang
yang dilakukan untuk menciptakan suatu menyatukan antara penyedia jasa dan
produk atau jasa yang unik. Proyek pengguna jasa. Konsultan membantu
merupakan gabungan dari berbagai penyedia jasa dari awal tahap
sumber daya berupa manusia, material perencanaan, pada saat konstruksi
dan alat untuk melaksanakan berlangsung, sampai dengan proyek
serangkaian kegiatan yang dihimpun selesai dan beralih ke masa operasional.
dalam suatu wadah organisasi sementara Dalam pelaksanaannya pengerjaan
guna mewujudkan gagasan yang timbul proyek konstruksi sering kali dibagi
karena naluri manusia untuk menjadi beberapa paket pekerjaan
berkembang dengan batasan biaya, sehingga membuat proyek konstruksi
waktu dan mutu yang telah ditentukan. semakin kompleks dan dinamis. Batasan
Sebuah proyek adalah usaha sementara yang harus dipenuhi dalam proses
yang dilakukan untuk membuat produk, konstruksi antara lain: biaya konstruksi,
layanan, dan hasil yang unik (PMBOK, mutu pekerjaan, dan waktu penyelesaian
2013). Proyek bersifat sementara konstruksi. Biaya konstruksi
menunjukkan bahwa proyek memiliki dianggarkan pada tahap perencanaan
kepastian waktu awal dan akhir. sebagai acuan batas atas untuk
Berakhirnya sebuah proyek ketika menyelesaikan proyek konstruksi. Mutu
proyek tersebut selesai, atau ketika pekerjaan dan waktu penyelesaian
proyek tersebut diberhentikan karena pekerjaan konstruksi sesuai dengan yang
tujuannya tidak tercapai, atau ketika sudah direncanakan dan disepakati
tidak ada lagi kebutuhan proyek antara pengguna jasa dan penyedia jasa.
tersebut. Sebuah proyek juga dapat Perubahan dapat terjadi salah satunya
dihentikan jika pemilik proyek (owner) dikarenakan akibat dari kondisi lapangan
ingin mengakhiri proyek. yang tidak dapat dihindari dalam
penyelesaian pekerjaan secara
keseluruhan. Dengan adanya perubahan
4
berdampak adanya pekerjaan tambah konstruksi. Pada saat tahap perencanaan,
kurang. Perubahan berbasis kontrak direncanakan bentuk, dimensi, dan
pekerjaan, dan setiap perubahan harus spesifikasi bangunan dan menghasilkan
disepakati kedua belah pihak antara berapa biaya bangunannya. Sedangkan
pengguna jasa dan penyedia jasa. pada tahap konstruksi diperhitungkan
Perubahan dilakukan sesuai dengan biaya konstruksinya, kondisi dilapangan,
instruksi pihak konsultan kepada pihak dan identifikasi perubahan-perubahan
penyedia jasa pada item pekerjaan yang bisa terjadi. Secara umum dalam
tertentu yang berhubungan dengan perhitungan biaya konstruksi terdapat
kualitas dan kuantitas pekerjaan, beberapa element, antara lain: biaya
diantaranya dengan cara menambah dan material, biaya peralatan dan utility, dan
mengurangi bahkan menghilangkan biaya tenaga kerja. Perhitungan biaya
pekerjaan dengan acuan dokumen konstruksi dapat dilakukan dengan cara
kontrak, mengubah spesifikasi untuk antara lain: dengan analisa setiap
merubah kualitas maupun kuantitas jenis elementnya seperti perhitungan material,
pekerjaan, dan mengubah urutan peralatan, dan tenaga kerja, yang
pekerjaan atau waktu pelaksanaan diperhitungankan koefisien besar
pekerjaan. Penambahan atau pengaruh pekerjaan dan harga setiap
pengurangan waktu dan biaya konstruksi elementnya. Dalam beberapa item
dari adanya perubahan dimanfaatkan pekerjaan yang tidak memungkinkan
oleh penyedia jasa dan ditanggung oleh melakukan analisa perhitungan, maka
pengguna jasa. Dalam memperhitungkan dapat diambil pengalaman yang
penambahan atau pengurangan biaya sebelumnya yang serupa dan
konstruksi dari adanya perubahan, tidak ditambahkan faktor tempat, waktu, dan
lepas dari syarat dan ketetuan yang kondisi lingkungan. Bagi para penyedia
sudah diatur dalam kesepatakan kontrak jasa setidaknya memerlukan informasi
awal antara pengguna jasa dan penyedia dari pihak ketiga (supplier dan subcont)
jasa. Khususnya dalam mengambil mengenai beberapa element perhitungan
acuan harga satuan pekerjaan, bilamana biaya konstruksi, dan juga untuk
ada pengulangan item pekerjaan yang beberapa item pekerjaan khusus.
terdapat dalam kontrak, maka harga Sehingga dapat disebut perhitungan
satuan pekerjaan perubahan diambil dari biaya konstruksi bersifat kompleks, dan
harga satuan pekerjaan dalam dokumen memiliki resiko penambahan meskipun
kontrak. Namun bilamana terdapat item sudah diperhitungkan pada tahap
pekerjaan baru yang tidak ada dalam perencanaan.
dokumen kontrak, maka diambil dari Proyek bangunan Gedung bertingkat
harga pasar dengan melampirkan analisa memiliki resiko yang besar dikarenakan
atau bukti pembayaran ke pihak ketiga dimensinya yang besar dan terdiri dari
dan ditambah persentasi profit and banyak element dan item pekerjaan
attendance yang besarnya juga sudah sehingga semakin kompleks yang
diatur dalam dokumen kontrak. beresiko terjadinya perubahan.
Biaya dalam proyek konstruksi Pembangunan konstruksi proyek
memiliki unsur dan faktor yang perlu bangunan gedun perlu melakukan survei
dipertimbangkan dalam kegiatan yang lebih teliti, selain untuk
pengendalian agar biaya yang digunakan keberhasilan proyek dari segi kualitas,
tidak terpakai sia-sia sehingga juga sebagai faktor keamanan dan
menyebankan overbudget. Perhitungan keselamatan pekerjaan. Perubahan
biaya konstruksi dipengaruhi pada saat terjadi apabila terjadi penyimpangan
tahap perencanaan hingga tahap antara yang sudah disepakati dalam
5
dokumen kontrak dengan kondisi aktual penyusunan proses kegiatan penelitian.
pekerjaan, baik beruba bentuk, dimensi, Dalam hal perubahan desain separator
maupun spesifikasi. Sub-bangunan lift menyebabkan 3 item pekerjaan yang
dalam bangunan Gedung tinggi berdampak antara lain:
digunakan sebagai alat transportasi dan 1. Balok Separator dan Kolom
mobilisasi berupa tangga, elevator, Separator
travelator, dan lift. Sub-bangunan
tersebut merupakan bangunan penunjang 2. Intermediate Beam dan Lifting
bangunan utama agar fungsi dan system Beam
bangunan utama tercapai, serta juga 3. Door Lift Hanger Support
sebagai syarat dan ketentuan
keselamatan pengguna bangunan Ketiga item pekerjaan perubahan
Gedung tinggi. Dalam penulisan ini diatas terjadi karena adanya perubahan
dibahas sub-bangunan lift, yang terdiri didapat dari identifikasi di lapangan
dari beberapa item pekerjaan separator dilakukan oleh pihak konsultan
lift yang terdiri dari balok separator dan konstruksi dan penyedia jasa dan
kolom separator, intermediate beam, disetujui oleh pihak pengguna jasa.
lifting beam, dan door lift hanger Pihak konsultan konstruksi
support. Separator lift adalah konstruksi mengeluarkan instruksi untuk merubah
penunjang untuk pemasangan lift, dan ketiga item pekerjaan perubahan sebagai
merupakan struktur dalam bangunan persetujuan adanya perubahan, diberikan
yang fungsinya sebagai ruangan untuk kepada penyedia jasa sebagai pihak yang
pergerakan rumah lift. mengeksekusi. Pihak penyedia jasa
harus melakukan pekerjaan perubahan
tersebut meskipun dampak lebih lanjut
3. METODOLOGI mengenai pekerjaan perubahan secara
langsung seperti penambahan tenaga
3.1. Tahapan Persiapan kerja, waktu, dan biaya pekerjaan
Adapun tahapan persiapan kegiatan penyelesaian belum ada keputusan
penelitian adalah sebagai berikut: persetujuan. Dilakukan guna untuk
meminimalis dampak dampak yang
a) Pengumpulan data proyek berupa
data biaya perubahan separator lebih besar, khususnya waktu
penyelesaian konstruksi.
lift proyek Pembangunan
Gedung di Jl. M.H. Thamrin,
Jakarta. 4.2. Identifikasi Biaya Perubahan
b) Pengumpulan dan pemahaman Dengan dikeluarkan instruksi
materi penelitian melalui pekerjaan perubahan dari pihak
referensi berupa buku, bahan konsultan konstruksi, maka dinyatakan
kuliah, jurnal ilmiah, dan artikel pihak penyedia jasa wajib melakukan
terkait dengan penelitian. pekerjaan perubahan meskipun biaya
perubahan belum disetujui. Dalam hal
menghitung biaya perubahan dilakukan
4. ANALISIS
oleh 3 pihak, antara lain pengajuan biaya
4.1. Identifikasi Item Pekerjaan / Work perubahan dari pihak penyedia jasa,
Task penilaian biaya perubahan dari pihak
Uraian pekerjaan merupakan langkah konsultan, dan persetujuan dari pihak
awal yang harus ditentukan karena pengguna jasa. Meskipun terdapat 3 item
merupakan komponen utama pekerjaan perubahan, masing-masing
6
mengalami tahapan yang sama. Dari 3 3 item pekerjaan perubahan, didapat
tahapan yang sudah dikerjakan terdahap hasil sebagai berikut:
7
5.1. Kesimpulan saat konstruksi berlangsung
sehingga tidak berakibat adanya
Penulis dapat mengambil beberapa
pekerjaan perubahan yang beresiko
kesimpulan setelah menganalisis data
menambah biaya penyelesaian
penelitian, antara lain:
konstruksi.
1. Perubahan desain separator lift
2. Dalam hal penerapan pekerjaan
dilakukan dengan merubah struktur
perubahan pada tahap konstruksi
beton bertulang menjadi struktur
agar lebih cermat dalam
baja konvensional dilakukan pada
mengidentifikasi item-item
tahap konstruksi adalah untuk
pekerjaan yang berdampak
memangkas durasi perencanaan
sehingga tidak beresiko menambah
dengan harapan mempercepat
biaya penyelesaian konstruksi.
proyek penyelesaian secara
keseluruhan. 3. Mengadakan penelitian lebih lanjut
mengenai dampak perubahan
2. Dengan adanya perubahan desain
desain separator lift pada tahap
separator lift pada tahap konstruksi
konstruksi terhadap waktu
berdampak merubah 3 item
penyelesaian konstruksi, dan
pekerjaan yang berkaitan, antara
metode kerja dalam kaitannya
lain: separator beam dan separator
dengan keamanan dan keselamatan
column, intermediate beam dan
tenaga kerja dari pihak penyedia
lifting beam, dan door lift hanger
jasa.
support.
3. Pekerjaan perubahan yang
dilakukan akibat adanya perubahan DAFTAR PUSTAKA
desain separator lift mengakibatkan Project Management Institute. 2013. A
adanya penambahan biaya Guide to the Project Management
penyelesaian konstruksi sebesar Body of Knowledge (PMBOK@
143% lebih besar dari pada biaya Guide) Fifth Edition.
konstruksi kontrak awal.
Andreas, Azaria dan Aztari, Vikha
Nindya Putri dan Dofir, Akhmad.
5.2. Saran
2018. Analisis Produktivitas
Dari hasil penelitian mengenai Pekerjaan Dengan Menggunakan
pengaruh perubahan desain separator lift Pemodelan Webcyclone Pada
pada tahap konstruksi terhadap biaya Pekerjaan Pemasangan Balok
konstruksi, penulis dapat memberikan Separator Lift, Jakarta Selatan.
saran guna kemajuan teknologi
manajemen konstruksi khususnya dalam F, Alvian Stefanus. 2018. Penyebab Dan
hal perencanaan untuk meminimalisir Dampak Pekerjaan Tambah Kurang
adanya perubahan, antara lain: Pada Proyek Konstruksi Gedung
1. Bagi para pihak konsultan dan (Studi Kasus Pada Pembangunan
pengguna jasa dalam hal Gedung Kantor St. Albertus Di
melakukan perencanaan lebih detail Perumahan Kota Harapan Indah
agar tidak adanya perselisihan pada Bekasi), Yogyakarta.