PRAANGGAPAN, IMPLIKATUR, DAN ENTAILMEN
A. Subpokok Bahasan
1. Pengertian Praanggapan (Presuposisi)
2. Pengertian Implikatur
3. Pengertian Entailmen
B. Sasaran Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat menjelaskan
pengertian presuposisi, Implikatur, dan Entailmen.
C. Uraian Materi
1. Praanggapan (Preposisi)
Praanggapan (presuposisi) berasal dari kata to pre-suppose, yang
dalam bahasa Inggris berarti to suppose beforehand (menduga
sebelumnya), dalam arti sebelum pembicara atau penulis mengujarkan
sesuatu ia sudah memiliki dugaan sebelumnya tentang kawan bicara atau
hal yang dibicarakan.
Ada beberapa definisi praanggapan menurut para ahli, yaitu
sebagai berikut:
a. Menurut George Yule (2014:43) menyatakan bahwa praanggapan
atau presupposisi adalah sesuatu yang diasumsikan oleh
penutur sebagai kejadian sebelum menghasilkan suatu tuturan.
Yang memiliki presuposisi adalah penutur bukan kalimat.
b. Menurut Louise Cummings (1999: 42) menyatakan bahwa
praanggapan adalah asumsi-asumsi atau inferensi-inferensi yang
tersirat dalam ungkapan-ungkapan linguistik tertentu.
c. Menurut Nababan (1987:46), memberikan pengertian
praanggapan sebagai dasar atau penyimpulan dasar mengenai
konteks dan situasi berbahasa (menggunakan bahasa) yang
membuat bentuk bahasa (kalimat atau ungkapan) mempunyai
makna bagi pendengar atau
penerima bahasa itu dan sebaliknya, membantu pembicara
menentukan bentuk-bentuk bahasa yang dapat dipakainya untuk
mengungkapkan makna atau pesan yang dimaksud.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan, bahwasanya
peraanggapan adalah kesimpulan atau asumsi awal penutur sebelum
melakukan tuturan bahwa apa yang akan disampaikan juga dipahami oleh
mitra tutur.
Contoh:
a : “Aku sudah membeli bukunya Pak Udin kemarin”
b : “Dapat potongan 30 persen kan?”
Contoh percakapan di atas menunjukkan bahwa sebelum bertutur
(a) memiliki praanggapan bahwa B mengetahui maksudnya yaitu terdapat
sebuah buku yang ditulis oleh Pak Pranowo.
Dari pemaparan di atas peraanggapan sendiri memiliki cirri-
ciri, cirri-ciri praanggapan Menurut Yule (2006:45), sebagai berikut:
Ciri praanggapan yang mendasar adalah sifat keajegan di bawah
penyangkalan Hal ini memiliki maksud bahwa praanggapan (presuposisi)
suatu pernyataan akan tetap ajeg (tetap benar) walaupun kalimat itu
dijadikan kalimat negatif atau dinegasikan. Sebagai contoh perhatikan
beberapa kalimat berikut :
a: “Gitar Budi itu baru”. b:
“Gitar Budi tidak baru”.
Contoh di atas menunjukkan bahwa kalimat (b) merupakan bentuk
negatif dari kaliamt (a). Praanggapan dalam kalimat (a) adalah Budi
mempunyai gitar. Dalam kalimat (b), ternyata praanggapan itu tidak
berubah meski kalimat (b) mengandung penyangkalan tehadap kalimat
(a),
yaitu memiliki praanggapan yang sama bahwa Budi mempunyai
gitar.
Jenis-jenis Praanggapan
Jenis-jenis praanggapan Menurut Yule (2014:46)
mengklasifikasikan praanggapan ke dalam 6 jenis praanggapan, yaitu
presuposisi eksistensial,
presuposisi faktif, presuposisi non-faktif, presuposisi leksikal, presuposisi
struktural, dan presuposisi konterfaktual.
a. Presuposisi Esistensial
Presuposisi (praanggapan) eksistensial adalah preaanggapan yang
menunjukkan eksistensi/ keberadaan/ jati diri referen yang diungkapkan
dengan kata yang definit.
1) Orang itu berjalan
2) Ada orang berjalan
b. Presuposisi Faktif
Presuposisi (praanggapan) faktif adalah praanggapan di mana
informasi yang dipraanggapkan mengikuti kata kerja dapat dianggap
sebagai suatu kenyataan.
a. Dia tidak menyadari bahwa ia sakit
b. Dia sakit
c. Presuposisi Leksikal
Presuposisi (praanggapan) leksikal dipahami sebagai bentuk
praanggapan di mana makna yang dinyatakan secara konvensional
ditafsirkan dengan praanggapan bahwa suatu makna lain (yang tidak
dinyatakan) dipahami.
1) Dia berhenti merokok
2) Dulu dia biasa merokok
d. Presuposisi Non-faktif
Presuposisi (praanggapan) non-faktif adalah suatu
praanggapan yang diasumsikan tidak benar.
1) Saya membayangkan berada di Hawai
2) Saya tidak berada di Hawai
e. Presuposisi Struktural
Presuposisi (praanggapan) struktural mengacu pada sturktur
kalimat-kalimat tertentu telah dianalisis sebagai praanggapan secara tetap
dan konvensional bahwa bagian struktur itu sudah diasumsikan
kebenarannya. Hal ini tampak dalam kalimat tanya, secara konvensional
diinterpretasikan dengan kata tanya (kapan dan di mana) seudah
diketahui sebagai masalah.
1) Kapan dia pergi?
2) Dia pergi
f. Presuposisi konterfaktual
Presuposisi (praanggapan) konterfaktual berarti bahwa yang di
praanggapkan tidak hanya tidak benar, tetapi juga merupakan kebalikan
(lawan) dari benar atau bertolak belakang dengan kenyataan.
1) Seandainya
2) Andai saja
2. Implikatur
Implikatur mengacu kepada jenis “kesepakatan bersama”antara
penutur dan lawan tuturnya, kesepakatan dalam pemahaman, bahwa
yang dibicarakan harus saling berhubungan. Hubungan atau keterkaitan
itu sendiri tidak terdapat pada masing-masing ujaran. Artinya, makna
keterkaitan itu tidak diungkapkan secara harafiah pada ujaran itu.
Didalam implikatur, hubungan antara tuturan yang sesungguhnya dengan
maksud tertentu yang tidak dituturkan bersifat tidak mutlak.
Menurut Brown dan Yule (1983:1). Makna tersirat (implied
meaning) atau implikatur adalah makna atau pesan yang tersirat dalam
ungkapan lisan atau wacana tulis. Kata lain implikatur adalah ungkapan
secara tidak langsung yakni makna ungkapan tidak tercermin dalam kosa
kata secara literal. Dalam pemakaian bahasa terdapat implikatur yang
disebut implikatur
konvensional, yaitu implikatur yang ditentukan oleh ‘arti konvensional
kata- kata yang dipakai’.
Jenis Implikatur
Ada dua jenis implikatur dalam pragmatic, yaitu sebagai berikut:
a. Implikatur konvensional
Implikatur konvensional adalah implikatur yang diperoleh langsung
dari makna kata, bukan dari prinsip percakapan. Tuturan berikut ini
mengandung implikatur konvensional.
Contoh:
1) Lia orang Tegal, karena itu kalau bicara ceplas-ceplos.
2) Poltak orang Batak, jadi raut mukanya terkesan
galak. b. Implikatur nonkonvensional
atau implikatur percakapan adalah implikasi pragmatik yang tersirat
di dalam suatu percakapan. Di dalam komunikasi, tuturan selalu
menyajikan suatu fungsi pragmatik dan di dalam tuturan percakapan
itulahterimplikasi suatu maksud atau tersirat fungsi pragmatik lain yang
dinamakan implikatur percakapan.
Contoh:
Seorang kakak mengatakan pada adiknya yang sedang menangis:
“Bapak datang. Jangan menangis lagi!”
Pernyataan tersebut bukan berarti seorang bapak yang datang dari
suatu tempat, tapi kebiasaan Si Bapak yang marah jika melihat anaknya
menangis, sehingga kakak menyuruh adiknya untuk tidak menangis lagi.
A: “Jam berapa ini?”
B: “tenang saja, gerbang sekolah ditutup sepuluh menit lagi”
3. Entailmen
Entailmen dalam hubungan antara tuturan dengan maksudnya
bersifat mutlak atau menjadi keharusan. Entailmen adalah sesuatu yang
secara logis ada atau mengikuti apa yang ditegaskan di dalam
[Link] memilki entailmen adalah kalimat, bukan penutur.
Beberapa contoh entailmen untuk kalimat-kalimat dalam contoh (1)dan (2).
(1) Marimar menangkap 2 ekor ayamnya yang lepas
(=p) (2) Sesuatu mengejar 2 ekor ayam yang lepas (=q)
a. (Marimar melakukan sesuatu terhadap 2 ekor ayamnya yanglepas)
(=r)
b. (Marimar mengejar 2 ekor ayam) (=s)
c. (Terjadi sesuatu) (=t)
Dalam menyajikan hubungan antara entailmen (1) dan (2a.) sebagaip | |
- q, secara sederhana kita sudah menandakan suatu akibat yang [Link]
kita mengatakan bahwa dalam tuturan kalimat (1), penutur seharusnya
mengakui terhadap kebenaran sejumlah besar entailmen bagian belakang
(hanya sebagain saja yang disajikan dalam [2 a – c ]. Akantetapi dalam
kesempatan apa saja dari tuturan (2), penutur akan menunjukan bagaimana
entailmen- entailmen ini harus disusun.
Daftar Pustaka
[1] Sam, B., Iye, R., Ohoibor, M., Umanailo, M. C. B., Rusdi, M., Rahman, A. B. D., &
Hajar, I. (2019). Female Feminism in the Customary Island of Buru. Int. J. Sci.
Technol. Res,
8(8), 1877-1880.
[2] Susiati, S., Iye, R., & Suherman, L. O. A. (2019). Hot Potatoes Multimedia
Applications
in Evaluation of Indonesian Learning In SMP Students in Buru District. ELS Journal on
Interdisciplinary Studies in Humanities, 2(4), 556-570.
[3] Susiati, S., Iye, R., & Suherman, L. O. A. (2019). Hot Potatoes Multimedia
Applications in Evaluation of Indonesian Learning In SMP Students in Buru District.
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 2(4), 556-570.\
[4] Iye, R., & Susiati, S. (2018). NILAI EDUKATIF DALAM NOVEL SEBAIT CINTA DI
BAWAH LANGIT KAIRO KARYA MAHMUD JAUHARI ALI (Educative Values in
Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo by Mahmud Jauhari Ali). Sirok Bastra, 6(2), 185-
191.
[5] Susiati, S. (2018). Homonim bahasa kepulauan tukang besi dialek kaledupa di
kabupaten wakatobi [the homonymon of tukang besi island languange in kaledupa
dialect at wakatobi regency]. Totobuang, 6(1), 109.
[6] Susiati, S. (2020). The Concept Of Togetherness In The Films" Aisyah Biarkan
Kami
Bersaudara" By Herwin Novianto.
[7] Nurhayati, N., & Said, I. (2019). Emosi Verbal Suku Bajo Sampela. Sosial Budaya,
16(2),
114-126.
[8] Susiati, S., & Iye, R. (2018). Kajian Geografi Bahasa dan Dialek di Sulawesi
Tenggara:
Analisis Dialektometri. Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 6(2),
137-
151.
[9] Susiati, S. The Concept Of Togetherness In The Films" Aisyah Biarkan Kami
Bersaudara" By Herwin Novianto.
[10] Iye, R., Susiati, S., & Karim, K. (2020). Citra Perempuan dalam Iklan
Sabun
Shinzui. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 6(1), 1-7.
[11] Susiati, S. (2020). The Concept Of Togetherness In The Films" Aisyah Biarkan
Kami Bersaudara" By Herwin Novianto.
[12] Susiati, S. (2020). Eksistensi Manusia Dalam Film" Aisyah Biarkan
Kami
Bersaudara" Karya Herwin Novianto.
[13] Iye, R. (2018). Tuturan dalam Prosesi Lamaran Pernikahan di Tomia Kabupaten
Wakatobi. Jurnal Totobuang, 6(2).
[14] Susiati, S. Konsep Pertentangan Dalam Film" Aisyah Biarkan Kami Bersaudara"
Karya Herwin Novianto.
[15] Wael, A., Setiaji, A. B., Pannyiwi, R., Lapandewa, L., Asshagab, S. M. N.,
Jouhari,
B., ... & Umanailo, B. (2019). „Bupolo‟ Motion Reading. Int. J. Sci. Technol. Res, 8(9),
2154-2158.
[16] Susiati, S. (2020). Konsep Kebersamaan Dalam Film" Aisyah Biarkan
Kami
Bersaudara" Karya Herwin Novianto.
[17] Wael, A., Setiaji, A. B., Pannyiwi, R., Lapandewa, L., Asshagab, S. M. N.,
Jouhari,
B., ... & Umanailo, B. “Bupolo” Motion Reading.
[18] Iye, R. H. (2019). NILAI-NILAI MORAL DALAM TOKOH UTAMA PADA
NOVEL SATIN MERAH KARYA BRAHMANTO ANINDITO DAN RIE YANTI.
TELAGA BAHASA,(7), 2, 195-206.
[19] Iye, R. Jl Prof Dr HAR Basalamah No, and Namlea-Kab Buru.". TUTURAN
DALAM PROSESI LAMARAN PERNIKAHAN DI TOMIA KABUPATEN
WAKATOBI." Kontemporer. Bandung: PT Remaja.
[20] Iye, R., Tenriawali, A. Y., Susiati, A., & Buton, D. (2020). Makna dan Fungsi
Emosi Mahasiswa Kota Baubau dalam Ranah Demonstrasi: The Meaning And
Emotional Function Of Students Of Baubau City In The Demonstration Plan. Uniqbu
Journal of Social Sciences, 1(1), 25-37.
[21] Referen, B. Konsep teori de Saussure ini dikembangkan lagi oleh Richard dan
Ogdent (dalam Chaer, 1994: 287) Dalam sebuah bagan makna berupa segi tiga yang
menghubungkan tiga komponen makna, yaitu bentuk, konsep, dan referen. Bagannya
adalah sebagai berikut.
[22] Masiri, R., Iye, R., Harziko, H., Malik, S., & Karim, K. (2020). ERROR
ANALYSIS IN STUDENTS’CLASSROOM DISCUSSION AT MTS LKMD
WAEMOLI:(Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Diskusi Siswa Kelas VIII MTS
LKMD Waemoli). Uniqbu Journal of Social Sciences, 1(2), 56-62.
[23] Susiati, S. (2020). Semantik: Teori Semantik, Relasi Makna, Marked, Dan
Unmarked.
[24] Iye, R., Tenriawali, A. Y., Susiati, A., & Buton, D. (2020). Makna dan Fungsi
Emosi Mahasiswa Kota Baubau dalam Ranah Demonstrasi: The Meaning And
Emotional Function Of Students Of Baubau City In The Demonstration Plan. Uniqbu
Journal of Social Sciences, 1(1), 25-37.
[25] Susiati, S., Masniati, A., & Iye, R. (2021). Kearifan Lokal Dalam Perilaku Sosial
Remaja Di Desa Waimiting Kabupaten Buru. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah
Universitas
Muhammadiyah Buton, 7(1), 8-23.
[26] Iye, R., Tenriawali, A. Y., Susiati, A., & Buton, D. (2020). Makna dan Fungsi
Emosi Mahasiswa Kota Baubau dalam Ranah Demonstrasi: The Meaning And
Emotional Function Of Students Of Baubau City In The Demonstration Plan. Uniqbu
Journal of Social Sciences, 1(1), 25-37.
[27] BAUBAU, T. O. FOLLOW THE EVENTS IN THE INDONESIAN
LANGUAGE EXPRESSIVE SAID TRANSACTION IN THE TRADITIONAL
MARKET.
[28] Iye, R. (2018). Tuturan emosi mahasiswa kota baubau dalam ranah demonstrasi.
[29] Susiati, S., Masniati, A., & Iye, R. (2021). Kearifan Lokal Dalam Perilaku
Sosial
Remaja Di Desa Waimiting Kabupaten Buru. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah
Universitas
Muhammadiyah Buton, 7(1), 8-23.
[30] Susiati, S. Fenomena Tuturan Emosi Verbal Bahasa Indonesia Suku Bajo
Sampela. [31] Iye, Risman, A. Yusdianti Tenriawali, Azwan Susiati, and
Darwis Buton. "MAKNA DAN FUNGSI EMOSI MAHASISWA KOTA BAUBAU
DALAM RANAH DEMONSTRASI: THE MEANING AND EMOTIONAL FUNCTION
OF STUDENTS
OF BAUBAU CITY IN THE DEMONSTRATION PLAN." Uniqbu Journal of
Social
Sciences 1, no. 1 (2020): 25-37.
[32] Harziko, H., Said, I. M., & Darwis, K. (2018). FOLLOW THE EVENTS IN THE
INDONESIAN LANGUAGE EXPRESSIVE SAID TRANSACTION IN THE
TRADITIONAL MARKET TOWN OF BAUBAU. JURNAL ILMU BUDAYA, 6(1).
[33] Susiati, S., Tenriawali, A. Y., Nursin, N., Nacikit, J., & Mukadar, S. (2020).
NILAI
EDUKASI DALAM NOVEL PARTIKEL KARYA DEWI LESTARI:(The Value
of
Education in Particle Novels by Dewi Lestari). Uniqbu Journal of Social Sciences,
1(3),
176-183.
[34] Yusnan, M., Kamasiah, R. I., Karim, H., & Bugis, R. (2020). Alih Kode dan
Campur Kode pada Novel Badai Matahari Andalusia Karya Hary El-parsia: Transfer
Code And Mix Code In Novels Badai Matahari Andalusia Karya Hary El-parsia. Uniqbu
Journal of Social Sciences, 1(1), 1-12.
[35] Yusnan, M., Kamasiah, R. I., Karim, H., & Bugis, R. (2020). ALIH KODE DAN
CAMPUR KODE PADA NOVEL BADAI MATAHARI ANDALUSIA KARYA HARY
EL-PARSIA: Transfer code and mix code in Novels Badai Matahari Andalusia Karya
Hary El-Parsia. Uniqbu Journal of Social Sciences, 1(1), 1-12.
[36] Iye, R. WRITING SKILLS IN SMP USWATUN HASANAH. BURU DISTRICT.
[37] Karim, A. B., & Yusnan, M. Aspek Spiritual Dalam Novel Tuhan Izinkan Aku
Menjadi Pelacur Karya Muhidin M Dahlan: Spiritual Aspects in the Lovely of God Let
Me Become a Property of Muhidin M Dahlan. Uniqbu Journal of Social Sciences, 1(1),
61-71.
[38] Bin-Tahir, S. Z., Suriaman, A., Hanapi, H., Iye, R., & Umanailo, M. C. B. (2020).
Development of Buru Local Language Conversation Material Based on the
Communicative-Interactive Approach for Elementary School Students. Solid State
Technology, 63(2s).
[39] Iye, R. WRITING SKILLS IN SMP USWATUN HASANAH. BURU DISTRICT.
[40] Susiati, S., Tenriawali, A. Y., Nursin, N., Nacikit, J., & Mukadar, S. (2020).
NILAI EDUKASI DALAM NOVEL PARTIKEL KARYA DEWI LESTARI:(The
Value of Education in Particle Novels by Dewi Lestari). Uniqbu Journal of Social
Sciences, 1(3),
176-183.
[41] Karim, A. B., & Yusnan, M. (2020). Aspek Spiritual Dalam Novel Tuhan
Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M Dahlan: Spiritual Aspects in the
Lovely of God Let Me Become a Property of Muhidin M Dahlan. Uniqbu Journal of
Social Sciences, 1(1),
61-71.
[42] Andini, K. NILAI BUDAYA SUKU BAJO SAMPELA DALAM FILM THE
MIRROR NEVER LIES KARYA KAMILA ANDINI.
[43] Umanailo, M. C. B., Hentihu, I., Umanailo, R., Nawawi, M., Pulhehe, S.,
Ohoibor, M., ... & MANGESA, R. (2018). Comprehension To Village.
[44] Andini, K. NILAI BUDAYA SUKU BAJO SAMPELA DALAM FILM THE
MIRROR NEVER LIES KARYA KAMILA ANDINI.
[45] Umanailo, M., Hentihu, I., Umanailo, R., Nawawi, M., Pulhehe, S., Ohoibor, M.,
... & Musa, M. N. D. (2017). Comprehension To Village (No. yuavq). Center for
Open
Science.
[46] Susiati, S. (2020). Nilai Budaya Suku Bajo Sampela Dalam Film The Mirror
Never
Lies Karya Kamila
Andini.
[47] Susiati, S., & Iye, R. (2018). Kajian Geografi Bahasa dan Dialek di Sulawesi
Tenggara: Analisis Dialektometri. Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan
Kesastraan.
6 (2), 137-151.
[48] Rabadia, E. S. O., & Hanapi, H. STUDENTS’WRITING SKILL THROUGH
CLUSTERING TECHNIQUE.
[49] Sam, B., Iye, R., Ohoibor, M., & Umanailo, M. CB, Rusdi, M., Rahman, ABD,
& Hajar, I.(2019). Female Feminism in the Customary island of Buru, 1877-1880.
[50] Lafamane, F. (2020). Perkembangan Teori Sastra (suatu Pengantar).
[51] Bin Tahir, S. Z., Iye, R., Tenriawali, A. Y., Karim, Z. Z. Z., & Umanailo, M. C. B.
(2020, March). Cia-cia vocational inventoryization in Buru district. In Proceedings of
the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management
(No. 0, pp. 2509-2518).
[52] Nurlatu, J., Bugis, R. K., Karim, K., Azwan, A., & Iye, R. (2020). Penggunaan
Dieksis Sopan Santun Mahasiswa Universitas Iqra Buru. Jurnal Ilmiah FONEMA:
Jurnal
Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 154-
164.
[53] Susiati, S. PERWUJUDAN SIMILE OLEH MERARI SIREGAR DALAM
NOVEL AZAB DAN SENGSARA.
[54] Susiati, S. Dialektometri Segitiga: Hubungan Kekerabatan Bahasa Di Sulawesi
Tenggara (Bahasa Wakatobi, Bahasa Cia-Cia, Bahasa Pancana, Bahasa Kioko,
Bahasa
Tolaki).
[55] Lafamane, F. (2020). Perkembangan Teori Sastra (suatu Pengantar).
[56] Susiati, S., & Mufidati, E. (2020). An Indonesian National English Textbook for
Secondary Level: Is It Qualified Enough?. Jurnal VARIDIKA, 32(1), 118-
124.
[57] Yulismayanti, H., Iye, R., & Susiati, S. Z. B. T. (2020). VARIATIVE METHOD
IN IMPROVING STUDENT LEARNING MOTIVATION IN PANDEMIC COVID-19
SITUATIONS. Journal of Critical Reviews, 7(5), 1584-
1595.
[58] Susiati, S. Dialektometri Segitiga: Hubungan Kekerabatan Bahasa Di Sulawesi
Tenggara (Bahasa Wakatobi, Bahasa Cia-Cia, Bahasa Pancana, Bahasa Kioko,
Bahasa
Tolaki).
[59] Yulismayanti, H., Iye, R., & Susiati, S. Z. B. T. (2020). VARIATIVE METHOD
IN IMPROVING STUDENT LEARNING MOTIVATION IN PANDEMIC COVID-19
SITUATIONS. Journal of Critical Reviews, 7(5), 1584-
1595.
[60] Lafamane, Felta. "KAJIAN STILISTIKA (Komponen Kajian Stilistika)." (2020).
[61] Susiati, Susiati. "Makian Bahasa Wakatobi Dialek Kaledupa." (2020).
[62] Bassalamah, J. P. D. H. (2020). MAKIAN BAHASA WAKATOBI DIALEK
KALEDUPA.
[63] Susiati, S. risman iye. 2020.“. Dialektometri Segitiga: Hubungan
Kekerabatan
Bahasa Di Sulawesi Tenggara (bahasa Wakatobi, Bahasa Cia-cia, Bahasa Pancana,
Bahasa
Kioko, Bahasa Tolaki).” OSF Preprints. July,
21.
[64] Yulismayanti, Y., Harziko, H., & Irmawati, A. Kemampuan Menemukan Nilai
Edukatif Dalam Cerpen Juru Masak Karya Damhuri Muhammad Siswa Kelas X SMA
Negeri 12 Buru:(the Avility to Find Educative Values in Story of Master Teacher Work
of Damhuri Muhammad at SMP 12 Buru). Uniqbu Journal of Social Sciences, 1(2), 35-
48.
[65] Yulismayanti, Y., Harziko, H., & Irmawati, A. (2020). Kemampuan Menemukan
Nilai Edukatif Dalam Cerpen Juru Masak Karya Damhuri Muhammad Siswa Kelas X
SMA Negeri 12 Buru:(the Avility to Find Educative Values in Story of Master Teacher
Work of Damhuri Muhammad at SMP 12 Buru). Uniqbu Journal of Social Sciences,
1(2),
35-48.
[66] Susiati, S. (2020). Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah.
[67] UNIQBU, P. (2019). TUTURAN EMOSI MAHASISWA KOTA BAU BAU.
[68] Susiati, Y. T. Risman Iye. A. Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia Suku Bajo
Sampela: Balai Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2018. Kongres Bahasa
Indonesia
(No. 12, pp. 1-6). Report.\
[69] Tenriawali, A. Y., Azwan, R. B., Taufik, M., Harziko, R. I., & Bin-Tahir, S. Z.
Politeness of Language Use amongst Millennial Generation in Namlea
City.
[70] Umanailo, M. C. B. (2021). Politeness of Language Use amongst Millennial
Generation in Namlea
City.
[71] Nurlatu, J., Bugis, R. K., & Iye, R. Penggunaan Dieksis Sopan Santun Mahasiswa
Universitas Iqra Buru.
[72] Hanapi, H. Gaya Bahasa pada Novel Piano dalam Kotak Kaca Karya Agnes
Jessica.
Uniqbu Journal of Social Sciences, 1(1),
344007.
[73] Susiati, S., Masniati, A., & Iye, R. (2021). Kearifan Lokal Dalam Perilaku
Sosial Remaja Di Desa Waimiting Kabupaten Buru. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah
Universitas Muhammadiyah Buton, 7(1), 8-23.
[74] iye, r. (2021, October 2). KAJIAN GEOGRAFI BAHASA DAN DIALEK DI
SULAWESI TENGGARA: ANALISIS DIALEKTOMETRI LANGUAGES OF
GEOGRAPHICAL LANGUAGES AND DIALECT IN SOUTHEAST SULAWESI:
ANALYSIS OF DIALECTOMETRY. [Link]
[75] Handayani, N., Bugis, R., & Hanapi, H. BLENDED LEARNING APPROACH IN
IMPROVING STUDENTS’SPEAKING SKILL.
[76] Iye, R., Hanapi, H., Harziko, H., & Susiati, S. (2021). LANGUAGE STYLE IN
NOVEL PIANO IN A GLASS BOX BY AGNES JESSICA:(Gaya Bahasa pada
Novel
Piano dalam Kotak Kaca Karya Agnes Jessica). Uniqbu Journal of Social Sciences,
2(1),
87-94.