0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Triage

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Triage

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
Triase ‘Tujuan Belajar © Menyctahui konsep triage, © Mengetahui macam-macam sistem trige, ‘© Mampu melakukan triage baik di unit gawat darurat maupun pada situasi bencana. Pendahuluan Proses triase ini pertama kali dijelaskan oleh Baron Dominique Jean-Larrey pada abad ke 18. (Goransson, 2005). Berasal dari kata “trier” yang diambil dari bahasa Perancis yang, berarti memilahimenyortir. Triase didefinisikan sebagai proses pemilihan dan prioritisasi pasion yang akan dirawat berdasarkan penyakit, cedera, keparahan, prognosis, dan sumber daya yang tersedia, Konsep triase digunakan di medan perang, unit gawat darurat, dan kondisi beneana atau. yang menyebabkan banyak korban, Triase dapat dilakukan baik pada pasien trauma maupun pasien medis. Triase pada pasien trauma lebih mudah dilakukan jika dibandingkan dengan pasien medis ([Link], 2011). Sistem Triase Ada beberapa sistem triase yang terkenal, diantaranya Australian Triage Scale, Manchester Triage Scale, Canadian Triage and Acuity Scale, Patient Acuity Category Scale (acs |, dan Emergency Severity Index (ESI). Sistem-sistem ini mengkategorikan pasien dalam level-level yang, berbeda, Jumlah level pasien dalam sistem-sistem tersebut beragam, dari 2 level hingga 5 level, Beberapa bukti menunjukkan bahwa sistem triase 5 level-lah yang lebih cfektif dibandingkan sistem triase 3 level. Emergency Severity Index Sistem triase yang banyak digunakan saat ini adalah ESI, yang mengeunakan 5 (lima) level dalam memprioritaskan pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat, ESI tidak ‘menggunakan ekspektasi interval waktu untuk mengevaluasi_perawatan, Keuntungan penggunaan ESI adalah mengidentifikasi dengan cepat pasien yang membutuhkan perawatan segera, dengan fokus memberikan respon cepat setelah penentuan level dan penekajian. Dalam aplikasi algoritma, terdapat 4 (empat) kunci utama pada BSI triase, yaitu 1. Apakah pasien memerlukan intervensi penyelamatan kehidupan dengan segera? 2. Apakah pasien ini dapat menungeu ? 3. Berapa banyak sumber daya yang akan pasien butuhkan ? 4, Bagaimana kondisi vital sign pasien ? Berdasarkan pada pertanyaan tersebut, kemudian pasien akan dirujuk berdasarkan level ESI triase yang telah ada dari level 1-5. Sctelah tertuju pada masing-masing level, pasien akan. segera dirujuk ke ruangan merah/kuning/hijau untuk mendapatkan intervensi sesuai dengan level yang telah ditentukan LEVEL 1 = Ancaman Nyawa ESI LEVEL 2 = Gawat Darurat Berat ESI LEVEL 3 = Gawat Darurat Sedang ESI LEVEL 4 = Gawat Darurat Ringan ESI LEVEL 5= Tidak Gawat Darurat istem Klasifikasi Triase Emergency Saverity Index (ESI) SIevel 1: Kondisi Hemodinamik tidak stabil dengan penyulit ABC dan membutuhkan tindakan segera untuk menyelamatkan nyawa. ESI level 2: Risiko tinggi untuk terjadinya kehilangan nyawa, dan kerusakan organ secara permanen dan/ hemodinamik tidak stabil tanpa penyulit ABC. ESI level 3 jamik stabil, membutubkan pemanfuatan sumber daya min atau lebih selama evaluas ESI level 4 SI level 5: Hemodinamik stabil tanpa membutuhkan pemanfaatan sumber daya, ‘Keterangan A. Intervensi segera yang dibutubkan untuk menyelamatkan nyawa Ventilasi tekanan positif dengan BVM (Bag Valve Mask), intubesi, CPAP, defibrilasi, cardioversi, extemal pacing, —dekompresi_jarum, pericardiosintesis,akses intraosseous, resusitasi cairan, kontrol perdarahan, obat-obatan seperti: D40, atropine, dopamin, dobutamin, naloxone, dl 4. Pasion dengan prioritas untuk perawatan dan membutubkan observasi intensif di lop. 1b. Nyeri yang berat / distress ditemtukan dengan observasi Klinis dan/atau derajat nyeri yang lebih besar atau sama dengan 7 dari skala nyeri antara 0-10. ©. Sumber Daya Hitung jumich sumber daya yang dibutuhkan, bukan pemeriksaan seeara individu atau X-rays contol: Darah lengkap, elektrolit, atau pemeriksaan hoagulasi darah merupakan satu sumber pemerikssan; daruh lengkap dan X-rays baru merupakan dua sumber daya. Sumber daya Bukan Sumber daya Laboratorium (darah, urine) ‘Anamnesa dan pemeriksaan fisik EKG, X-Rays (termasuk pelvis) CT~ MRI—USG ~ Angiografi Pemeriksaan status lokalis Cairan Intra Vena (hidrasi) Saline atau plug intravena, IM atau pengobatan| Pengobatan peroral gan nebul Imunisasi tetanus Pemberian re: ep Konsultasi Spesialis Telepon ke dokter jaga Prosedur sederhana = Perawatan luka yang sederhana (repair kebocoran, pemasangan (pembebatan, pengecekan kembali) kateter) kruk, splint, sling Prosedur komplek = 2 (Prosedur sedasi analgesik) ‘Triase Pada Kondisi Bencana/Korban Massal Triase di IGD berbeda dengan pada kondisi bencana. Pada kondisi bencana, karena keterbatasan sumber daya, pasien untuk bertah: ng hanya memiliki sedikit harapan hidup, tidak diresusitasi. Prinsipnya adalah menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin, ‘Ada beberapa sistem triase yang digunakan pada kondisi beneana, diantaranya + SALD (Sort, Assess, Life saving interventions, Treatmentitransport), + START (Simple Triage and Rapid Treatment) Triuse sistem START menilai pasien berdasarkan parameter jalan nafas, perafasen, serta sirkulasi, Dinilai apekah jalan nafas terbuka, dan apakah setelah jalan nafusnya dibuka dapat Gilihat adanya perubahan. Selain itu dinilai juga laju pernafasan, waktu pengisian kapiler (capillary refil time), Kedua sistem ini mengelompokkan pasien ke dalam 4 kategori, yaitu 1. Immediate : (merah) — kelompok yang paling membutubkan intervensi segera agar dapat bertahan hidup Delayed : (kuning) — kelompok yang tidak membutuhkan intervensi segera untuk menyelamatkan nyawanya, namun belum dapat cisingkirkan ada/tidaknya masalah yang potensial mengancam nyawa 3. Minimal : (hijau) — kelompok yang tidak membutuhkan intervensi selama situasi yang, ‘mengakibatkan banyak korban jiwa untuk mencegah kesakitan, kecacatan, atau penderitaan 4. Expectant :(hitam) — sekarat, tidak dapat diselamatkan START Triage | vom ED fw Over 30/min | Cop refill Cap refll Position Airway >2sec <2sec. Control i ves Bleeding failuretofolow Can follow simple commands simple commands = co SALT Mass Casualty Triage a Kau Step 1-Sort: |_- «| Wave /Purposeful Movement Global Sorting [-—_ Seas. ~~ J sti obvious Life Threat] { ess it Step 2~ Assess: Individual Assessment o YS. stinimat EF Dead Expectant Triage Tag S | PRIORITY 1 el 3 Daftar Pustaka Bolk, J. E. Mencl, F, Rijswijek, B. T. F. V, Simons, M. P, Vaught, A. B. V (2007). Validation of The Emergency Severity Index (ESD in Self Referred patients in a European Emergency department. Emerg Med J. 24: 170— 174. Christ M, Grossmann F, Winter D. Binggiser R, Platz E. Modern Triase Emergency 1, DisehArateblint (internet). 2010 Dee. Farokhnia, N.n and Gorranson, K. E 2011).Swedish Emergeney Department Triase and Intervention for Improved Patient Flowsi: a national update. Seandinayian Journal ma, Resucitation and Emergency Medicine. 19 Gilboy, N, Tanabe, P., Travers, D., Rosenau, A.M. (2011), Emergency Severity Index (ESI) A trie Tool jor Emergency department Care Version 4. AHRQ Publication swig. American College of Emergency Physicians. Advanced Disaster Life Support Course Manual 3.0, American College of Emergency Physicians. Basie Disaster Life Support Course Mamuall 30. Mace, SM., Mayer, TA. (2008) Triage. Jn Baren, IM., » Pediatric Emergency Medicine Elsevier Ine. 2008, Tintinalli, JE., (2011). Emergency Medicine A Comprehensive Snudy Guide, 7th ed. [Link]

Anda mungkin juga menyukai