0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Prosedur Penanganan Diare di Puskesmas

Dokumen ini membahas tentang penatalaksanaan diare untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat diare. Terdapat beberapa jenis diare seperti diare akut, kronik, disentri, dan tersangka kolera yang ditandai dengan gejala khas. Prosedur penanganannya meliputi pemberian cairan oral secara bertahap, pemberian makanan, dan pemberian infus cairan untuk kasus dehidrasi berat.

Diunggah oleh

Emy Suryati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Prosedur Penanganan Diare di Puskesmas

Dokumen ini membahas tentang penatalaksanaan diare untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat diare. Terdapat beberapa jenis diare seperti diare akut, kronik, disentri, dan tersangka kolera yang ditandai dengan gejala khas. Prosedur penanganannya meliputi pemberian cairan oral secara bertahap, pemberian makanan, dan pemberian infus cairan untuk kasus dehidrasi berat.

Diunggah oleh

Emy Suryati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIARE

[Link] : SOP/ /12/PKM-


S AB/ /2023
O [Link] :
P Tanggal terbit :
Halaman : 1/2
Puskesmas Perawatan Purwanto, SKM
Air Bintunan NIP : 197603041995021001
1. Pengertian a. Diare Akut adalah buang air besar yang frekuensinya lebih sering dari
biasanya(pada umumnya 3 kali atau lebih) perhari dengan konsisten cair
dan berlangsung kurang dari 7 hari
● Dewasa : BAB (defekasi) dengan tinja lembek atau setengah cair
dengan frekuensi lebih dari 3 kali sehari atau dapat berbentuk cair saja
● Anak : BAB yang frekuensinya lebih sering dari biasanya(pada
umumnya 3 kali atau lebih perhari dengan konsisten cair dan
berlangsung kurang dari 7 hari
● Neonatus yang mendapat ASI : BAB dengan frekuensi lebih
sering(biasanya 5-6 kali perhari) dengan konsisten cair.
b. Diare Kronik/Diare persisten adalah apabila diare berlangsung 2 minggu
atau lebih bila sudah terbukti di sebabkan oleh infeksi
c. Disentri/Diare berdarah adalah diare dengan darah disertai atau tidak
disertai dengan lender dalam tinja, dapat juga disertai dengan adanya
tenesmus
d. Tersangka Kolera adalah penderita berumur lebih dari 5 tahun menjadi
dehidrasi berat karena diare akut cair secara tiba-tiba(biasanya disertai
muntah dan mual) tinjanya cair seperti air cucian beras tanpa rasa sakit
perut atau mulas
e. Etiologi virus, bakteri, infestasi parasite, alergi, imunodefisiensi,
malabsobsi, keracunan makanan dan sebab lainnya
2. Tujuan Sebagai penatalaksanaan tentang diare untuk menurunkan angka kesakitan
dan kematian karena diare
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Perawatan Air Bintunan Nomor : SK/ /12/PKM-
AB/ /2023 tentang Pelayanan klinis.
4. Referensi a. Buku Pedoman Pengendalian Penyakit Diare oleh Kementerian
Kesehatan RI Direktorat Jenderal PP & PL Tahun 2010

5. Prosedur a. Pada penderita diare tanpa dehidrasi :


1. Berikan cairan ( air tajin, larutan gula garam, oralit ) sebanyak yang
diinginkan hingga diare stop, sebagai petunjuk berikan setiap habis
BAB
● Anak < 1 thn : 50 – 100 ml
● Anak 1 – 4 thn : 100-200 ml
● Anak > 5 thn : 200-300 ml
● Dewasa : 300-400 ml
2. Meneruskan pemberian makanan atau ASI bagi bayi
b. Pada penderita diare dengan dehidrasi ringan – sedang :
1. Oralit diberikan 75 ml/kg BB dalam 3 jam, jangan dengan botol
2. Jika anak muntah (karena pemberian cairan terlalu cepat), tunggu 5-10
menit lalu ulangi lagi, dengan pemberian lebih lambat (satu sendok
setiap 2-3 menit)
c. Pada penderita diare dengan dehidrasi berat :
1. Diberikan Ringer Laktat 100 ml yang terbagi dalam beberapa waktu
2. Setiap 1-2 jam pasien diperiksa ulang, jika hidrasi tidak membaik
tetesan dipercepat. Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (pasien lebih tua)
pasien kembali diperiksa.
6. Diagram Alir -

7. Hal-hal yang perlu


diperhatikan
8. Unit terkait a. Dokter
b. Perawat
c. Bidan
d. Kesling
9. Dokumen terkait
10. Rekaman historis No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
perubahan

Anda mungkin juga menyukai