LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNIKASI DATA
JOBSHEET 04
INSTALASI JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL MODE BSS INFRASTRUKTUR
Disusun oleh :
Nama : Laras
NIM : [Link].13
Kelas : TE – 2A
PROGRAM STUDI [Link]. TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2023
JOBSHEET 04
INSTALASI JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL MODE BSS INFRASTRUKTUR
A. Tujuan
Setelah menyelesaikan percobaan ini, mahasiswa dapat:
a. menjelaskan konfigurasi jaringan komputer nirkabel mode BSS Infrastruktur
b. mengkonfigurasi jaringan komputer nirkabel mode BSS Infrastruktur
B. Teori Pendahuluan
Arsitektur jaringan komputer nirkabel secara umum dibedakan menjadi 2 macam (Hidayat,
2009), yaitu:
a. Satuan Layanan Dasar (Basic Service Set, BSS), yang terdiri dari:
1) Independent Basic Service Set (IBSS), disebut juga mode Ad Hoc, dan
2) BSS Infrastruktur.
b. Satuan Layanan Lanjutan (Extended Service Set, ESS), disebut juga mode ESS.
Suatu BSS merupakan satuan semua station yang dapat saling berkomunikasi melalui
identifikasi (ID) yang sama, yang disebut BSSID. Arsitektur IBSS merupakan jaringan ad hoc,
yang pada jaringan tersebut tidak terdapat Access Point (AP) dan tidak dapat berkomunikasi
dengan BSS lain, sedangkan pada arsitektur BSS Infrastruktur dapat dilakukan komunikasi
dengan BSS lain melalui AP. Umumnya, arsitektur IBSS disebut sebagai Mode Ad Hoc
sedangkan BSS Infrastruktur disebut sebagai Mode BSS Infrastruktur.
Implementasi mode BSS Infrastruktur bergantung pada sebuah AP yang bertindak sebagai
server logika untuk kanal ataupun sel tunggal WLAN. Komunikasi antar simpul A dan simpul
B mengalir dari simpul A ke AP, dan kemudian dari AP ke simpul B. Konfigurasi umum mode
BSS Infrastruktur ditunjukkan pada Gambar 2.1.
C. Alat dan Bahan
a. Dua unit Station (PC atau Laptop)
b. Dua unit WLAN Adapter (bagi PC)
c. Satu unit Access Point (AP)
d. Kabel UTP dengan konfigurasi straight-through panjang 1 – 2 meter.
D. Gambar kerja
Konfigurasi praktek jaringan komputer nirkabel mode BSS Infrastruktur dengan dua PC dan
satu AP diperlihatkan pada Gambar 2.2, sedangkan jaringan komputer nirkabel mode BSS
Infrastruktur dengan dua Laptop dan satu AP diperlihatkan pada Gambar 2.3.
E. Langkah Kerja dan Dokumentasi
No Penjelasan Gambar
1 Sambungkan AP pada PC 1 >
Lihat merk dan type AP tersebut
> Buka browser dan ketikkan IP
dari AP tersebut > Muncul
tampilan seperti pada gambar di
samping > Masukkan username
dan password
No Penjelasan Gambar
2 Pilih menu Network >
Konfigurasikan IP address dan
IP address range pada router >
Pilih G-Only pada menu B/G
Mode > Beri nama SSID > Pilih
channel sesuai nama kelompok
> Matikan security
3 Buka Control Panel > Network
and Internet > Network and
Sharing Center > Change
Adapter Settings > Klik kanan
pada wi-fi, pilih properties >
Masukkan IP sesuai range yang
disetting pada router.
IP PC 1 : ([Link])
4 Buka Control Panel > Network
and Internet > Network and
Sharing Center > Change
Adapter Settings > Klik kanan
pada wi-fi, pilih properties >
Masukkan IP sesuai range yang
disetting pada router.
IP PC 2 : ([Link])
5 Buka Command Prompt untuk
melakukan uji keterhubungan
PC 1 dengan PC 2 > Ketik Ping
dan tuliskan IP address PC 2
yang dituju.
‘Ping [Link]’
No Penjelasan Gambar
6 Buka Command Prompt untuk
melakukan uji keterhubungan
PC 1 dengan PC 2 > Ketik Ping
dan tuliskan IP address PC 1
yang dituju
‘Ping [Link]’
7 Kirim file dari PC 1 ke PC 2
8 File diterima oleh PC 2
F. Lembar Kerja
1. Konfigurasi Access Point
Tipe = WRT54GL Username = admin
Nama AP = Acces Point Password = disable
Nama SSID = BSS_AP 6 IP Address = [Link]
Mode = G-Only Subnet Mask = [Link]
Channel = 6 – 2.43 GHz MAC Address = B4 : 75 : 0E : BA : 51 : E2
Speed = 54,1 Mbps
2. Konfigurasi TCP/IP PC1
Wireless Adapter = Qualcom Atheros Adapter Speed = 54,1 Mbps
IP Address = [Link] SSID = BSS AP_6
Subnet Mask = [Link] Channel = 6 – 2.437 GHz
Physical Address = 84-3G-C8-E9-2C-A4
3. Konfigurasi TCP/IP PC2
Wireless Adapter = Realtek 8822CE Speed = 54,1 Mbps
IP Address = [Link] SSID = BSS AP_6
Subnet Mask = [Link] Channel = 6 – 2.437 GHz
Physical Address = 80-C5-F2-D4-4F-03
4. Pengujian koneksi PC1 dengan AP = ‘Mohon Maaf Tangkapan Layar Terlewatkan’
5. Pengujian koneksi PC2 dengan AP = ‘Mohon Maaf Tangkapan Layar Terlewatkan’
6. Pengujian koneksi PC1 dengan PC2 = ....................
G. Tugas
1. Buat satu jaringan BSS dengan 4 PC dan nama SSID tugasBSS_(nomor AP). Lakukan uji
koneksi keseluruhan PC dalam jaringan!
2. Lakukan transfer file antar PC dengan ukuran file > 5 MB, dengan ketentuan sebagai
berikut:
- File dari PC1 ditransfer ke PC2, file dari PC3 ditransfer ke PC4. Transfer secara
bersama-sama pada seluruh PC.
- Hitung kecepatan transfer file pada tiap PC dalam KBps dan Kbps!
No Penjelasan Gambar
1 Lakukan pengiriman data ke
PC 4 dengan pengiriman dari
PC 3
2 Detail Jaringan pada PC 4
bahwa tersambung dengan PC
3
No Penjelasan Gambar
3 Kecepatan Pengiriman data
dari PC 3 ke PC 4 yaitu sebesar
386 Kbps
4 Kecepatan pengiriman data
dari PC 2 ke PC 3 yaitu sebesar
587,927 Kbps
5 Bukti data yang dikirim dari
PC 3 sudah diterima
6 Detail Jaringan pada PC 4
terhubung dengan PC 3
H. Pertanyaan
1. Apakah perbedaan Access Point dengan Broadband Router Access Point?
Access Point (AP):
- Fungsi Utama: Menyediakan akses nirkabel ke jaringan kabel.
- Konfigurasi: Bekerja pada lapisan fisik dan datalink.
- Penyediaan IP: Tidak memiliki kemampuan routing atau alokasi IP.
Broadband Router Access Point:
- Fungsi Utama: Kombinasi router dan Access Point, menyediakan akses nirkabel dan
mengelola lalu lintas data antara jaringan lokal dan internet.
- Konfigurasi: Bekerja pada lapisan fisik, datalink, dan jaringan.
- Penyediaan IP: Memiliki kemampuan routing, NAT, dan dapat mengelola alamat IP
untuk perangkat di jaringan lokal.
2. Mode BSS Infrastruktur dapat digunakan pada frekuensi dan kecepatan berapa saja?
802.11a:
Frekuensi: 5 GHz.
Kecepatan: Maksimal 54 Mbps.
802.11b:
Frekuensi: 2.4 GHz.
Kecepatan: Maksimal 11 Mbps.
802.11g:
Frekuensi: 2.4 GHz.
Kecepatan: Maksimal 54 Mbps.
802.11n:
Frekuensi: 2.4 GHz dan/atau 5 GHz.
Kecepatan: Maksimal dapat melebihi 100 Mbps, bahkan hingga beberapa ratus Mbps,
tergantung pada konfigurasi dan jumlah saluran.
802.11ac:
Frekuensi: Umumnya pada 5 GHz.
Kecepatan: Dapat menyediakan kecepatan beberapa ratus Mbps hingga beberapa Gbps,
tergantung pada konfigurasi dan jumlah saluran.
802.11ax (Wi-Fi 6):
Frekuensi: Umumnya pada 2.4 GHz dan/atau 5 GHz.
Kecepatan: Dapat menyediakan kecepatan yang lebih tinggi dan efisiensi spektrum
yang lebih baik daripada standar sebelumnya.