BAB II
PROFIL OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
2.1 Profil Ombudsman Republik Indonesia
Ombudsman Republik Indonesia adalah lembaga negara yang mempunyai kewenangan
mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan
pemerintahan. Ombudsman bertugas mengawasi pelayanan publik dalam negara dan pemerintahan
serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Hukum Milik
Negara (BHMN) serta badan swasta atau perorangan yang diberi tugas untuk menyelenggarakan
pelayanan publik.
Ombudsman Republik Indonesia
Alamat : Jl. HR. Rasuna Said Kav. C-19 Kuningan, Jakarta Selatan 12920.
Telefon : (021) 2251 3737
Email : humas@[Link]
Fax : (021) 52960907-08
Website : [Link]
2.1.1 Sejarah Ombudsman Republik Indonesia
Ombudsman Republik Indonesia berdiri sebagai respons terhadap tuntutan era reformasi
untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Pada saat itu, pemerintah melakukan sejumlah perubahan untuk mengakomodasi aspirasi
masyarakat dengan pembentukan lembaga pengawasan Penyelenggaraan Negara melalui Keputusan
Presiden Nomor 44 Tahun 2000 pada tanggal 10 Maret 2000. Penguatan kedudukan Ombudsman RI
semakin kuat dengan diperkenalkannya Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman
Republik Indonesia. Melalui undang-undang ini, Komisi Ombudsman Nasional berubah nama menjadi
Ombudsman RI. Selanjutnya, disahkan juga Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik. Undang-undang ini bertujuan untuk menciptakan kebaikan, menjamin keadilan,
ketertiban, dan menerapkan good governance dan clean governance dalam kehidupan
bermasyarakat.
Ombudsman Republik Indonesia, yang juga dikenal sebagai Ombudsman, merupakan
lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik,
baik yang dilakukan oleh lembaga negara dan pemerintahan, termasuk Badan Usaha Milik Negara,
Badan Usaha Milik Daerah, Badan Hukum Milik Negara, serta badan swasta atau individu yang diberi
tugas untuk menyelenggarakan pelayanan publik tertentu dengan sumber dana sebagian atau
seluruhnya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran pendapatan
dan belanja daerah (Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2008 tentang
Ombudsman Republik Indonesia). Ombudsman adalah lembaga negara yang mandiri dan tidak
memiliki keterkaitan organik dengan lembaga negara dan instansi pemerintahan lainnya. Dalam
menjalankan tugas dan wewenangnya, Ombudsman beroperasi secara independen tanpa campur
tangan dari kekuatan lain (Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2008
tentang Ombudsman Republik Indonesia).
2.1.2 Visi dan Misi Ombudsman Republik Indonesia
A. Visi Ombudsman RI
Ombudsman Republik Indonesia memiliki visi sebagai berikut:
● Mewujudkan Profesionalisme Fungsi Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
● Mewujudkan Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Terhadap Hasil Pengawasan
Ombudsman.
● Mewujudkan Pelayanan Publik yang Inklusif Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
B. Misi Ombudsman RI
Ombudsman Republik Indonesia memiliki sebuah misi dalam melaksanakan tugasnya adalah
menjadi Lembaga Pengawas yang Efektif, Dapat dipercaya oleh masyarakat Indonesia , dan
Berkeadilan guna Mewujudkan Pelayanan Publik yang Berkualitas untuk Masyarakat Indonesia.
2.1.3 Tugas dan Wewenang Ombudsman Republik Indonesia
Ombudsman RI memegang prinsip-prinsip sebagai dasar dalam melaksanakan tugas dan
wewenangnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37
Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia sebagai berikut:
1. Kepatutan.
2. Keadilan.
3. Non-diskriminasi.
4. Tidak memihak.
5. Akuntabilitas.
6. Keseimbangan.
7. Keterbukaan.
8. Kerahasiaan.
2.2 Struktur Ombudsman Republik Indonesia
Gambar 2.1 Susunan Bagan Organisasi Ombudsman Republik Indonesia
2.3 Unit Kerja Ombudsman Republik Indonesia
Terdapat beberapa divisi kerja dalam ruang lingkup Ombudsman Republik Indonesia sebagai
berikut:
1. Divisi Penyelidikan: Divisi ini bertugas melakukan penyelidikan terhadap pengaduan yang
diterima oleh Ombudsman. Mereka melakukan pengumpulan informasi, wawancara, dan
analisis untuk menilai apakah terdapat indikasi pelanggaran administrasi dalam pelayanan
publik. Termasuk Divisi Keasistenan Utama III.
2. Divisi Mediasi: Divisi ini bertanggung jawab untuk melakukan mediasi antara pihak yang
mengadu dan pihak yang dikeluhkan. Tujuan dari mediasi ini adalah mencari solusi yang
dapat diterima oleh kedua belah pihak tanpa melalui proses penyelesaian yang lebih panjang.
3. Divisi Penyelesaian Sengketa: Divisi ini terlibat dalam penyelesaian sengketa yang tidak dapat
diselesaikan melalui mediasi. Mereka melakukan analisis mendalam terhadap kasus-kasus
yang kompleks dan memberikan rekomendasi atau saran penyelesaian kepada Ombudsman.
4. Divisi Sosialisasi dan Humas: Divisi ini bertugas untuk meningkatkan pemahaman masyarakat
mengenai peran dan fungsi Ombudsman. Mereka melakukan kegiatan sosialisasi,
penyuluhan, dan publikasi agar masyarakat lebih mengenal hak-hak mereka terkait
pelayanan publik dan cara mengadu ke Ombudsman.
5. Divisi Hukum: Divisi ini memiliki peran penting dalam memberikan pendapat hukum kepada
Ombudsman terkait kasus-kasus yang sedang ditangani. Mereka juga terlibat dalam
penelitian hukum dan pengembangan kebijakan terkait pelayanan publik.
6. Divisi Pengaduan dan Penerimaan: Divisi ini bertugas menerima pengaduan dari masyarakat
dan melakukan penanganan awal terhadap pengaduan tersebut. Mereka melakukan verifikasi
data, melakukan pendataan, dan memberikan panduan kepada pengadu mengenai proses
pengaduan.
7. Divisi Administrasi dan Keuangan: Divisi ini bertanggung jawab atas administrasi umum dan
pengelolaan keuangan Ombudsman. Mereka mengkoordinasikan kegiatan administrasi,
pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, dan logistik.
2.4 Kegiatan Ombudsman Republik Indonesia
Ombudsman Republik Indonesia Menerima pengaduan masyarakat terkait adanya tindakan
maladministrasi yang dilakukan lembaga atau instansi pemerintahan yang menyimpang dari
penyelenggaraan pelayanan publik, Ombudsman RI aktif berpartisipasi dalam Southeast Asian
Ombudsman Forum (SEAOF) dengan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan. Berikut merupakan
program kerja yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia:
1. Pengaduan Masyarakat
Salah satu kegiatan utama Ombudsman RI adalah menerima dan menangani pengaduan
masyarakat terkait pelayanan publik. Ombudsman RI menyediakan saluran pengaduan yang
mudah diakses oleh masyarakat agar mereka dapat melaporkan keluhan mereka terkait
pelayanan yang tidak memuaskan. Ombudsman RI kemudian melakukan penyelidikan
terhadap pengaduan tersebut dan memberikan rekomendasi kepada instansi terkait untuk
memperbaiki pelayanan tersebut.
2. Penyelidikan dan Evaluasi
Ombudsman RI melakukan penyelidikan dan evaluasi terhadap instansi pemerintah untuk
memastikan bahwa pelayanan publik yang diberikan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Mereka melakukan kunjungan lapangan, memeriksa dokumen, dan melakukan wawancara
dengan pihak terkait. Hasil penyelidikan dan evaluasi tersebut akan digunakan untuk
memberikan rekomendasi perbaikan kepada instansi terkait.
3. Advokasi dan Edukasi
Ombudsman RI juga melakukan kegiatan advokasi dan edukasi untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang hak-hak mereka dalam menerima pelayanan publik yang
bermutu. Mereka menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan kampanye sosial guna
memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang pentingnya pelayanan
publik yang baik dan bagaimana cara melaporkan keluhan jika terjadi ketidakpuasan.
Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan, Ombudsman RI memiliki dampak yang signifikan terhadap
pelayanan publik yang bermutu. Berikut adalah beberapa dampaknya:
1. Perbaikan Pelayanan
Rekomendasi yang diberikan oleh Ombudsman RI kepada instansi pemerintah mengarah
pada perbaikan pelayanan publik. Instansi pemerintah akan merespon rekomendasi tersebut
dengan mengimplementasikan perbaikan yang diperlukan. Hal ini berdampak pada
peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
2. Akuntabilitas
Kehadiran Ombudsman RI mendorong instansi pemerintah untuk bertanggung jawab atas
pelayanan publik yang diberikan. Instansi pemerintah akan lebih berhati-hati dalam
menjalankan tugas mereka dan memastikan bahwa mereka mematuhi standar pelayanan
yang ditetapkan. Hal ini berkontribusi pada peningkatan akuntabilitas di sektor pelayanan
publik.
3. Peningkatan Kepuasan Masyarakat
Dengan adanya Ombudsman RI yang siap menangani pengaduan masyarakat, masyarakat
merasa lebih dihargai dan didengar. Ketika masalah mereka ditangani dengan cepat dan adil,
kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pelayanan publik meningkat. Ini
berdampak pada peningkatan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang mereka
terima.