0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan8 halaman

Identifikasi Risiko Kesehatan Puskesmas

Dokumen tersebut memberikan identifikasi risiko yang ada di Puskesmas Karawaci Baru dalam 4 aspek, yaitu fisik, kimia, biologi, dan ergonomi serta potensi kecelakaan kerja dan psikososial. Beberapa risiko utama yang diidentifikasi antara lain pencahayaan kurang, suhu dan kelembaban yang tidak sesuai, bahan kimia, virus dan bakteri, serta faktor ergonomi seperti posisi kerja yang tidak sesuai.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan8 halaman

Identifikasi Risiko Kesehatan Puskesmas

Dokumen tersebut memberikan identifikasi risiko yang ada di Puskesmas Karawaci Baru dalam 4 aspek, yaitu fisik, kimia, biologi, dan ergonomi serta potensi kecelakaan kerja dan psikososial. Beberapa risiko utama yang diidentifikasi antara lain pencahayaan kurang, suhu dan kelembaban yang tidak sesuai, bahan kimia, virus dan bakteri, serta faktor ergonomi seperti posisi kerja yang tidak sesuai.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IDENTIFIKASI RISIKO

PUSKESMAS KARAWACI BARU


Identifikasi Risiko
No Ruang
Fisik Kimia
1. Pencahayaan kurang 1. Debu yang terdapat di
ruang pendaftaran

2. Radiasi Sinar Komputer 2. Bahan yang digunakan


untuk membersihkan
ruangan
3. Meja pendaftaran

1 Pendaftaran

1. Suhu dan kelembaban 1. Bahan larutan antiseptik


maupun desinfektan
2. Pencahayaan kurang 2. Debu
3. Radiasi sinar komputer 3. Serbuk obat dan bahan
lainnya saat meracik obat
2 Apotek / Farmasi

1. Pencahayaan kurang 1. Debu

2. Suhu/kelembaban udara 2. Bahan desinfektan


yang kurang nyaman
3. Radiasi sinar komputer 3. Bahan antiseptik
Ruang Pelayanan
3
Infeksi/Non Infeksi 4. Microphone yang tidak
berfungsi dengan baik untuk
memanggil pasien
1. Pencahayaan

1. Silikat
2. Getaran
2. Chlorethil
3. Kebisingan 3. Klorin
4. Lampu halogen
4. Aerosol
Ruang Pelayanan
4 Kesehatan Gigi dan
Mulut

1. Cairan deinfektan dan


1. Suhu dan kelembaban antiseptik

2. Pencahayaan kurang
5 Ruang KIA/KB/Imunisasi
3. Radiasi alat

1. Suhu, kelembaban 1. Debu

2. Pencahayaan kurang 2. Cairan desinfeksi


6 Ruang Konseling/KIE
3. Tergores alat peraga 3. Radiasi sinar laptop

1. Suhu dan kelembaban 1. Debu

2. Pencahayaan kurang 2. Cairan deinfektan dan


antiseptik

7 Ruang UGD
3. Benda tajam dari alat 3. Obat-obatan dan cairan
hecting, jarum dll infus
1. Benda tajam dari alat 1. Debu
suntik atau partus set

2. Pencahayaan kurang 2. Cairan desinfektan dan


antiseptik
8 Ruang PONED

1. Pencahayaan kurang 1. Klorin

2. Suhu panas dari alat 2. Debu


sterilisasi
3. Suhu panas dari alat
9 Ruang Sterilisasi perekat plastik steril

4. Getaran dan gelombang


elektromagnetik dari alat
sterilitator

1. Suhu dan kelembaban 1. Reagen

2. Pencahayaan kurang 2. Cairan desinfeksi dan


antiseptik
3. Getaran 3. Media/kultur
10 Laboratorium
4. Aerosol

1. Pencahayaan 1. Bahan kimia pengharum


ruangan

2. Suhu dan kelembaban 2. Debu


Ruang Pimpinan / Ruang
11
Administrasi / Aula
3. Radiasi layar komputer

1. Suhu dan kelembaban 1. Debu

2. Minyak panas
12 Dapur
12 Dapur

1. Kelembaban 1. Bahan kimia pembersih toli


13 Toilet
2. Pencahayaan 2. Cairan desinfektan

Kepala Puskesmas UPT


Puskesmas Karawaci
Baru

dr, Dece Feriyeni


NIP. 197712072006042021
IDENTIFIKASI RISIKO
PUSKESMAS KARAWACI BARU
Identifikasi Risiko Potensi Kecelakaan
Biologi Ergonomi Psikososial Kerja
1. Virus, bakteri, dan jamur 1. Duduk terlalu lama > 2 1. Jumlah kunjungan pasien 1. Tersayat kertas
yang berasal dari udara dan jam tanpa bergerak yang tinggi
pasien
2. Ruang kerja sempit, tidak 2. Pengaturan shift kerja 2. Tersandung atau
sesuai standar tersangkut kabel

3. Posisi kerja tidak natural 3. Beban kerja berlebih 3. Terpentok meja


kerja pendaftaran
4. Penempatan alat kerja 4. Hubungan petugas 4. Gangguan
yang tidak ergonomis dengan pasien pernapasan
5. Hubungan dengan rekan 5. Terpapar penyakit
kerja infeksi yang berasal
dari pasien

6. Gangguan otot,
tulang, dan rangka
7. Kelelahan dan
tingkat stres yang
tinggi menghadapi
pasien

1. Jamur, virus, vektor 1. Angkat angkut kardus 1. Kerja monoton 1. Terjatuh,


obat atau alat kesehatan tersandung
2. Posisi kerja tidak natural 2. Beban kerja berlebih 2. Mata lelah
3. Gerakan berulang 3. Hubungan dengan pasien 3. Iritasi/gangguan
(repetitif) saat menunggu dan ambil saluran pernapasan
obat
4. Keterbatasan ruang kerja 4. Hubungan dengan rekan 4. Gangguan otot,
kerja tulang, dan rangka
5. Kelelahan dan
stres kerja
1. Posisi monoton > 2 jam 1. Shift kerja 1. Tertusuk jarum
1. Virus, bakteri, dan jamur
serta vektor pembawa
penyakit
2. Tata letak ruang 2. Pekerjaan monoton 2. Mata lelah

3. Kursi yang tidak 3. Hubungan petugas 3. Terpapar penyakit


ergonomis dengan pasien infeksi
4. Hubungan antara rekan 4. Gangguan
kerja dan pimpinan pernafasan bagi
pekerja
5. Gangguan otot,
tulang, dan rangka
6. Kelelahan dan
stres
1. Shift kerja 1. Tertusuk jarum
1. Virus, bakteri, jamur, 1. Posisi tidak natural (tidak
vektor pembawa penyakit ergonomis)
2. Menggenggam, gerakan 2. Jam kerja panjang 2. Jari tergigit pasien
2. Percikan berulang dalam waktu lama
3. Berdiri lama 3. Pekerjaan monoton 3. Tertendang
4. Hubungan dengan pasien 4. Terpapar penyakit
infeksi
5. Hubungan antara rekan 5. Mata lelah
kerja dan pimpinan
6. Tersembur pasien
7. Gangguan
penurunan
pendengaran
sementara atau
permanen

8. Terpentok lemari
dindind
1. Percikan darah dan cairan 1. Posisi tidak natural (tidak 1. Tertusuk jarum
tubuh (duh tubuh) ergonomis) 1. Shift kerja
2. Tersayat alat
2. Virus HIV, Hep B 2. Beban manual 2. Jam kerja panjang tajam
3. Terpeleset dan
3. Bakteri dan jamur 3. Pekerjaan monoton Tersandung
4. Gangguan otot,
4. Hubungan dengn pasien tulang dan rangka
5. Hubungan dengan rekan
kerja dan pimpinan
1. Bakteri, virus, jamur dan 1. Posisi monoton > 2 jam 1. Stres 1. Terpeleset,
vektor tersandung, terjatuh
2. Tata letak ruang 2. Hubungan dengan pasien 2. Gangguan otot,
tulang, dan rangka
3. Work station tidak 3. Hubungan antara rekan
ergonomis kerja dan pimpinan
1. Postur tubuh yang tidak 1. Jumlah kunjungan pasien 1. Tertusuk jarum
ergonomis saat melakukan yang tinggi
1. Bakteri, virus, jamur dan tindakan
vektor
2. Keterbatasan ruang kerja 2. Shift kerja 2. Tersayat alat
2. Percikan darah, muntaha, tajam
dan/atau cairan tubuh
pasien
3. Penempatan peralatan 3. Beban kerja berlebih 3. Tertular penyakit
kerja kurang ergonomis infeksi
4. Hubungan antara rekan 4. Gangguan otot.
4. Shift kerja kerja dan pimpinan Tulang, dan rangka
5. Hubungan dengan pasien 5. Kelelahan dan
stres kerja
1. Postur tubuh yang tidak 1. Tertusuk jarum
ergonomis saat melakukan
1. Bakteri, virus, jamur, dan tindakan 1. Jumlah kunjungan pasien
vektor yang tinggi
2. Percikan darah, ketuban, 2. Keterbatasan ruang kerja 2. Shift kerja 2. Tersayat alat
dan cairan tubuh pasien tajam
3. Penempatan peralatan 3. Beban kerja berlebih 3. Tertular penyakit
kerja kurang ergonomis infeksi
4. Hubungan antara rekan 4. Gangguan otot.
kerja dan pimpinan Tulang, dan rangka
5. Hubungan dengan pasien 5. Kelelahan dan
stres kerja
1. Virus, bakteri, jamur, dan 1. Berdiri lama atau jongkok 1. Hubungan antara rekan 1, Tersetrum
vektor lama kerja dan pimpinan
2. Angkat-angkat barang 2. Luka bakar
yang berat
3. Ruangan ysng sempit 3. Iritasi kulit akibat
bahan kimia
pembersih alat
4. Tertusuk benda
tajam

5. Terpeleset
1. Bakteri, virus, jamur, 1. Posisi tidak natural (tidak 1. Beban kerja 1. Tertusuk jarum
parasit ergonomis)
2. Posisi statis 2. Hubungan dengan pasien 2. Tergores benda
2. Limbah infeksius tajam
3. Ledakkan bahan
3. Percikan darah atau cairan tubuh pasien 3. Hubungan antara rekan kerkimia/kebakaran
4. Kontaminasi 4. Jumlah pasien yang 4. Tumpahan bahan
banyak kimia atau spesimen
5. Kelelahan dan stres akibat 5. Gangguan otot,
kekurangan petugas tulang, dan rangka
1. Tungau 1. Duduk terlalu lama > 2 1. Stres 1. Gangguan
jam tanpa bergerak penglihatan

2. Legionella pada AC 2. Work station tidak 2. Beban kerja berlebih 2. Gangguan


memadai pernapasan
3. Posisi kerja tidak natural 3. Job desc tidak jelas 3. Gangguan otot,
tulang, dan rangka
4. Penempatan alat kerja 4. Hubungan dengan rekan 4. Kelelahan dan
yang tidak ergonomis kerja dan pimpinan stress kerja
1. Bakteri, virus, 1. Anglat angkut manual 1. Hubungan interpersonal 1. Terpeleset,
vektor/binatang pembawa tersandung, terjatuh
penyakit
2. Postur janggal 2. Ledakan tabung
gas
3. Luka bakar
cipratan minyak
panas
1. Bakteri ([Link]) 1. Terpeleset,
tersandung, terjatuh
2. Parasit
3. Virus

Mengetahui

Koordinator K3 MFK

dr. Puti Lenggogeni

Anda mungkin juga menyukai