Rencana Bisnis RSU An-Nisaa' 2019
Rencana Bisnis RSU An-Nisaa' 2019
Bisnis dan Anggaran (RBA) serta Pelaksanaan Pola Tata Kelola RSU An-Nisaa, maka RSU
An-Nisaa’ wajib menyusun RBA tahun anggaran [Link] Dokumen RBA RSU An-Nisaa’
memuat Rencana Kerja dan Kegiatan seluruh unit kerja yang terintegrasi dan saling terkait
secara konseptual RBA disusun melalui proses bottom up dan top down, di mana proses
penyusunan RBA RSU An-Nisaa’ dimulai dari usulan masing-masing unit (instalasi). Dengan
pembiayaan rumah sakit untuk membantu fungsi pengelolaan keuangan dan non keuangan
secara lebih efisien dan dapat dipergunakan sebagai alat kontrol untuk menilai indikator
kinerja keuangan, indicator kinerja pelayanan, indicator kinerja mutu pelayanan dan manfaat
bagi masyarakat dengan harapan kinerja RSU An-Nisaa’ dalam tahun 2019 akan lebih
Demikian Rencana Bisnis dan Anggaran tahun 2019 ini dibuat untuk dapat dipakai
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan rumah sakit dan semoga apa yang telah
Rumah Sakit Umum An-Nisaa’ adalah Rumah Sakit swasta milik PT An-Nisaa’
Husada dan saat ini merupakan salah satu rumah sakit kelas D/Pratama yang sedang dalam
proses peningkatan kelas menjadi rumah sakit kelas C/Madya yang berlokasi di Jl.
Berdasarkan analisa data sampai dengan tahun 2018, segmen pasar, terbanyak
yang dilayani adalah pasien umum, diikuti dengan pasien BPJS serta pasien asuransi lain.
Sedangkan berdasarkan lokasi asal pengunjung, pengunjung berasal dari Blitar wilayah
Berdasarkan analisis yang dilakukan kinerja non keuangan tahun 2018 sebesar
_______ %, sedangkan kinerja keuangan dari segi pendapatan sebesar _______% dan dari
Beberapa prestasi yang diperoleh RSU An-Nisaa’ sampai dengan tahun 2018
adalah:
2. K3
RBA RSU An-Nisaa’ merupakan pen jabaran program peningkatan mutu pelayanan
kesehatan RSU An-Nisaa’ dengan plafon angaran sebesar _______, dengan satu kegiatan
Subsidi belanja bersumber dari PT An-Nisaa’ Husada tahun 2019, guna mendukung
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi RSU An-Nisaa’ yaitu berupa belanja tidak langsung/gaji
Tata Kelola RSU An-Nisaa’ pasal___ ayat____ tentang nilai ambang batas , memperhatikan
ketersediaan dana RS dari capaian target pendapatan maka dalam RBA tahun anggaran
2019 RSU An-Nisaa’ menetapkan ambang batas sebesar 10% dari target pendapatan yaitu
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ...............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum ..................................................................................
B. Maksud dan Tujuan ...............................................................................
C. Produk Layanan .....................................................................................
D. Susunan Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas .............................
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................
B. Saran .....................................................................................................
C. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan ............................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum
RSU An-Nisaa’ merupakan rumah sakit swasta milik PT An-Nisaa’ Husada kelas
D/Pratama yang sedang dalam proses peningkatan menuju rumah sakit kelas C/Madya yang
Rawat Jalan, Rawat Inap, Gawat Darurat serta pelayanan Penunjang Diagnostik dengan
1. Maksud
Maksud disusunnya dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran RSU An-Nisaa’ Tahun
2019 adalah sebagai acuan dan pedoman seluruh jajaran pejabat pengelola dalam
2. Tujuan
a. Rencana Bisnis dan Anggaran merupakan penjabaran dari Rencana Strategis tahun
2019-2023, berupa program dan kegiatan, anggaran, target dan capaiannya, serta
prognosa pendapatan
C. Produk Layanan
kepada masyarakat dengan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Produk
7. Pelayanan Radiologi;
8. Pelayanan Laboratorium;
Pejabat pengeloa terdiri dari Direktur, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Sub
Bagian, dan Kepala Seksi dibantu oleh kepala-kepala instalasi serta Satuan
Pengawas Internal
BAB II
secara optimal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, sehingga banyak yang telah
dicapai rumah sakit, namun demikian masih ada permasalahan, hambatan dan kendala
dalam merealisasikan visi, misi, dan strategi. Faktor-faktor internal dan eksternal yang
1. Faktor Internal
2. Faktor Eksternal
B. Perbandingan antara Asumsi RBA Tahun 2018 dengan Realisasi Serta Dampak
Terhadap Pencapaian Kinerja Tahun 2018
Indonesia sebagai negara berkembang yang masih bergantung pada negara maju
seperti Amerika Serikat secara ekonomi dan politik sangat dipengaruhi oleh negara
[Link] bebas yang menjadi jargon negara-negara di dunia sebagai upaya
penguasaan negara maju terhadap negara berkembang dan negara miskin menyebabkan
adanya lalu lintas perdagangan yang tanpa [Link] ini berpengaruh terhadap pola pikir,
perilaku, dan budaya masyarakat yang berakibat pada perubahan pola penyakit secara
[Link] penyakit menular seperti HIV/AIDS dan penyakit seksual lainnya
merupakan salah satu akses dari kebijakan negara tanpa batas menuju perdagangan
[Link] yang sangat berpengaruh adalah industrialisasi negara-negara maju dan
berkembang yang memanfaatkan teknologi tidak ramah lingkungan sehingga menyebabkan
kerusakan lingkungan terutama menyebabkan polusi tanah air dan [Link] yang
kurang menguntungkan ditunjang dengan perilaku hidup dan pola makan yang tidak sehat
juga memicu menyebabkan pola penyakit mengalami [Link] keganasan dan
degeneratif masih menjadi masalah dan cenderung meningkat seperti penyakit jantung,
ginjal, dan saluran kemih sedangkan keganasan seperti kanker payudara, kanker serviks,
dan kanker prostat.
Meningkatnya taraf hidup masyarakat berpengaruh pula terhadap tuntutan
pelayanan kesehatan yang prima dan [Link] bukan satu-satunya pertimbangan
pelayanan kesehatan namun yang diutamakan adalah kepuasan atas pelayanan provider
dan fasilitas pelayanan yang nyaman dan [Link] fenomena tersebut maka
pengembangan layanan privat menjadi peluang yang sangat menjanjikan bagi RSU An-
Nisaa’.
Asumsi lain yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:
1. Prioritas dan konsistensi kebijakan pemerintah
2. Tingkat kemiskinan 9,5%
3. Tahun 2019 adanya pilihan presiden dan pilihan legislatif
Tim ekonomi inti akan terus fokus pada penguatan pondasi dan memagari berbagai
resiko politik dengan memperbarui regulasi
4. Asumsi makro. Tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, kurs dollar, dan harga minyak
5. Asumsi mikro
a. Kebijakan akuntansi sesuai SAK yang berlaku
b. Perubahan tarif berdasarkan Unit Cost
6. Pelaksanaan BPJS yang sering berubah sangat menyulitkan dan memberatkan
rumah sakit terutama rumah sakit kelas D.
1. Asumsi Makro
2 Pertumbuhan Ekonomi 5% 5%
2. Asumsi Mikro
3 Penerimaan SDM
1. Rawat Inap
4 Rencana Pengembangan Produk
2. Gawat Darurat
C. Pencapaian kinerja Tahun 2018
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja yang paling baik
adalah pada instalasi rawat jalan dengan tingkat pencapaian sebesar __________ dari
a. Realisasi Pendapatan
Satua Target Realisasi Jan- Prognosi %
No Unit Pelayanan
n 2018 Nov 2018 s 2019 Pencapaian
[Link]
1 Jasa Layanan Rp.
7
b. Realisasi Biaya
%
Realisasi Jan- Prognosis
No Komponen Biaya Target 2018 Pencapaia
Nov 2018 2018
n
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai [Link] Jadi satu
2 Biaya bahan (HPP) [Link]
3 Biaya jasa pelayanan (JM) [Link]
4 Biaya pemeliharaan 139.214.600
5 Biaya barang dan jasa
6 Biaya depresiasi 291.991.942
7 Biaya pelayanan lainnya 68.548.500
8 Biaya Fooding 672.842.800
9
Biaya umum dan
B
Administrasi
1 Biaya pegawai
2 Biaya administrasi kantor 65.920.400
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa
5 Biaya promosi 544.760.206
6 Biaya depresiasi
7 Biaya umum dan
administrasi lainnya
8 Beban RS (retur,
195.238.980
akreditasi)
9 Beban ART 89.634.702
10 Beban pendidikan dan
76.533.253
pengembangan SDM
11 Beban perjalanan dinas 15.519.688
12 Beban pajak 147.530.729
13 Beban listrik 96.953.482
14 Beban telepon, fax 15.461.483
15 Beban air PDAM 829.959
16 Beban PT (Gajin PT) 105.907.013
II Biaya Non Operasional
1 Termasuk
Biaya bunga
biaya lain2
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan asset
tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional
lainnya
III Biaya Investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan dan mesin
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)
c. Realisasi Investasi
%
Realisasi Jan- Prognosis
No Uraian Target 2018 Pencapaia
Nov 2018 2018
n
1 Sumber dari PT. AH
Gedung/bangunan [Link]
Peralatan medis 244.783.375
Lain-lain 47.914.000
2 Sumber dari Pendapatan
Fungsional
Gedung/bangunan
Peralatan dan mesin
Lain-lain
Jumlah investasi
3. Laporan Keuangan
a. Neraca
Prognosa per
No URAIAN 2017 31 Desember 2018 %
2018
I ASET
A Aset Lancar
1 Kas
2 Piutang
3 Persediaan
B Investasi Jangka
Panjang
C Aset Tetap
1 Tanah
2 Gedung dan bangunan
3 Peralatan dan mesin
4 Jalan, irigasi, dan
jaringan
5 Aset tetap lainnya
6 Konstruksi dalam
pengerjaan
Jumlah Aset Tetap
Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku Aset
Tetap
D Aset Lain-lain
1 Aset tak berwujud
2 Konstruksi dalam
pengerjaan
3 Aset lainnya
Jumlah Aset Lain-
lain
Jumlah Aset
(A+B+C+D)
II KEWAJIBAN
A Kewajiban Jangka
Pendek
1 Utang usaha
2 Utang pajak
3 Utang jangka pendek
lainnya
Jumlah kewajiban
jangka pendek
B Kewajiban jangka
panjang
1 Utang jangka panjang
yang jatuh tempo
>1tahun
Jumlah kewajiban
jangka panjang
Jumlah Kewajiban
(A+B)
III EKUITAS
1 Ekuitas awal
2 Surplus (Defisit) LO
3 Dampak Kumulatif
Perubahan
Jumlah Kewajiban
dan Ekuitas (I+II)
b. Laporan Operasional
No Uraian Realisasi Jan-Jun 2018 Prognosis 2018
Pendapatan Fungsional
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai
2 Biaya bahan
3 Biaya jasa pelayanan
4 Biaya pemeliharaan
5 Biaya barang dan jasa
6 Biaya depresiasi
7 Biaya pelayanan lainnya
B Biaya Umum dan Administrasi
1 Biaya pegawai
2 Biaya administrasi kantor
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa
5 Biaya promosi
6 Biaya depresiasi
Biaya umum dan administrasi
7
lainnya
II Biaya Non Operasional
1 Biaya bunga
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan aset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
III Biaya investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan medis
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)
Surplus Periode Berjalan
1. Faktor Internal
a. Kondisi Pelayanan
1) Kekuatan
b) Pilihan pelayanan kelas yang bervariasi mulai dari kelas 3 sampai dengan
BPJS
2) Kelemahan
b. Kondisi Keuangan
1) Kekuatan
2) Kelemahan
2) Kelemahan
b) Masih banyaknya dokter spesialis mitra yang berasal dari rumah sakit lain
pegawai kontrak
1) Kekuatan
2) Kelemahan
c) Sarana dan prasarana ruang poliklinik, ruang IGD, ruang Rawat Inap dan
2. Faktor Eksternal
a. Peluang
b) UU tentang BPJS
b. Ancaman
1. Aspek Makro
No Indikator Ekonomi Asumsi TA 2019
1 Tingkat Inflasi
2 Pertumbuhan Ekonomi
3 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
4 Tingkat Suku Bunga BI
5 Pertumbuhan Pasar Jasa Kesehatan
2. Aspek Mikro
No Uraian Asumsi TA 2019
1 Gaji Karyawan
2 Dana dari PT An-Nisaa’ Husada
3 Penerimaan SDM
4 Rencana Pengembangan Produk
1. Anggaran Pendapatan
No Sumber Pendapatan Satuan Prognosis 2018 Anggaran 2019
1 Jasa Layanan Rp.
2 Hibah Rp.
3 Kerjasama Rp.
4 PT. An-Nisaa’ Rp.
5 Lain-lain yang sah Rp.
Jumlah Rp.
2. Anggaran Biaya
No Komponen Biaya Anggaran 2019
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai
2 Biaya bahan
3 Biaya jasa pelayanan
4 Biaya pemeliharaan
5 Biaya barang dan jasa
6 Biaya depresiasi dan amortisasi
7 Biaya pelayanan lainnya
B Biaya Umum dan Administrasi
1 Biaya pegawai
2 Biaya administrasi kantor
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa
5 Biaya promosi
6 Biaya depresiasi dan amortisasi
7 Biaya umum dan administrasi lainnya
II Biaya Non Operasional
1 Biaya bunga
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan aset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
III Biaya investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan dan mesin
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)
Uraia
No Prognosis2018 Anggaran2019
n
Tidakadatransaksipendanaan
A. BiayaPelayanan
1. Biayapegawai
2. Biayabahan
3. Biayajasapelayanan
4. Biayapemeliharaan
5. Biayabarangdanjasa
6. Biayadepresiasidan amortisasi
7. Biayapelayananlainnya
B. BiayaUmumdanAdministrasi
1. Biayapegawai
2. Biayaadministrasikantor
3. Biayapemeliharaan
4. Biayabarangdanjasa
5. Biayapromosi
6. Biayadepresiasidan amortisasi
7. Biayaumumdanadm. lainnya
[Link]
1. Biayabunga
2. Biayaadministrasibank
3. Kerugianpelepasanasettetap
4. Kerugianpenurunannilai
5. Biayanonoperasionallainnya
[Link]
1. GedungdaBangunan
3. Lain-Lain
I. BiayaOperasional
A. BiayaPelayanan
1. Biayapegawai
2. Biayabahan
3. Biayajasapelayanan
4. Biayapemeliharaan
5. Biayabarangdanjasa
6. Biayadepresiasidan amortisasi
7. Biayapelayananlainnya
B. BiayaUmumdanAdministrasi
1. Biayapegawai
2. Biayaadministrasi kantor
3. Biayapemeliharaan
4. Biayabarangdanjasa
5. Biayapromosi
6. Biayadepresiasidan amortisasi
7. Biayaumumdan
administrasi lainnya
[Link]
1. Biayabunga
2. Biayaadministrasibank
RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN 2019
RSU AN-NISAA’
BIAYA TOTAL
BIAYA OPERASIONAL
BIAYA PELAYANAN
Biaya Pegawai
Gaji dan tunjangan pegawai
Biaya Bahan
Biaya obat
Biaya bahan habis pakai
Biaya bahan laboratorium
Biaya bahan sanitasi
Biaya makan pasien
Biaya bahan gas dapur
Biaya makan karyawan
Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan kalibrasi
Biaya pemeliharaan alat kedokteran
Biaya Lain-lain
Biaya pemeriksaan penunjang di luar rumah sakit
Biaya pengendalian binatang pengganggu
Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan peralatan dan mesin
Biaya pemeliharaan gedung kantor
Biaya pemeliharaan jalan, irigasi, dan jaringan
Biaya pemeliharaan kendaraan
Biaya pemeliharaan aset tetap lainnya
Biaya pemeliharaan aset lainnya
Biaya Promosi
Biaya publikasi
Biaya Lain-Lain
Blitar,……………….
Besarnya ambang batas realisasi belanja dalam RBA ditetapkan pada saat
penyusunan RBA sebesar 10%. Dengan demikian besarnya ambang batas untuk
Blitar.
PROGNOSA NERACA 2019
PROGNOSA PROGNOSA
KODE URAIAN NAIK/(TURUN) %
31 DES 2019 31 DES 2018
ASET
Aset Lancar
Kas
Piutang pelayanan
Dikurangi penyisihan kerugian
piutang pelayanan
Persediaan
Jumlah Aset Lancar
Aset Tetap
Tanah
Peralatan dan mesin
Gedung dan bangunan
Jalan, irigasi, dan jaringan
Aset tetap lainnya
Akumulasi penyusutan
Jumlah Aset Tetap
Aset Lainnya
Aset tidak berwujud
Amortisasi aset tak berwujud
Aset lain-lain
Kas Jamkesmas yang belum
digunakan
Jumlah Aset Lainnya
JUMLAH ASET
EKUITAS
Ekuitas
Ekuitas awal
Surplus/(Defisit) tahun lalu
Surplus/(Defisit) tahun
berjalan
JUMLAH EKUITAS
Asumsi dasar akuntansi yang diterapkan pada sistem akuntansi RSU An-Nisaa’ Blitar
adalah :
a. Kelangsungan Usaha
Laporan keuangan disusun atas dasar asumsi RSU An-Nisaa’ Blitar terus
Laporan keuangan pada prinsipnya disusun atas dasar akrual, yaitu mengakui
transaksi pada saat kejadian bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau
dibayar dan dicatat dalam periode bersangkutan. Hal ini memberikan informasi
kepada pembaca laporan keuangan tidak hanya transaksi masa lalu yang
Desember.
Indonesia (IAPI).
5. RSU An-Nisaa’ dapat mengalihkan dan/atau menghapus aset tetap dengan/melalui
Laporan keuangan pokok RSU An-Nisaa’ Blitar meliputi Neraca, Laporan Operasional,
a. Neraca
Neraca adalah suatu laporan yang menyajikan informasi mengenai posisi harta,
utang, dan ekuitas dana yang dimiliki RSU An-Nisaa’ Blitar pada saat atau
tanggal tertentu.
Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai aliran kas
masuk, aliran kas keluar selama periode tertentu, serta saldo kas pada awal dan
akhir periode tertentu. Laporan Arus Kas RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar
c. Laporan Operasional
pendapatan dan beban serta surplus atau defisit rumah sakit atas dasar akrual
5.3.1 PENDAHULUAN
keuangan Rumah Sakit sebagai wujud pertanggungjawan dan akuntabilitas RSU An-
Nisaa’ Blitar dalam melaksanakan pengelolaan keuangan. Kinerja keuangan
tercermin dalam posisi keuangan, operasional keuangan, yang bermanfaat bagi para
informasi tentang aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan biaya. Laporan keuangan
RS terdiri dari:
a. Neraca
c. Laporan Operasional
Basis Akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan RSU An-Nisaa’ Blitar adalah
basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiaban, ekuitas (Neraca) pendapatan dan
a. Pengakuan
1. Pengakuan Aset
Aset diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diharapkan
akan diperoleh oleh RSU An-Nisaa’ dan mempunyai nilai yang dapat
Kas diakui dan dicatat pada saat diterima atau dikeluarkan Bendahara
Piutang diakui dan dicatat pada saat pengajuan klaim kepada BPJS, dan
Asuransi lain, sedangkan pada akhir tahun piutang diakui atas hasil
Persediaan diakui pada saat barang diterima dan dicatat dalam akun
biaya pada saat tahun berjalan, akan tetapi pada akhir tahun diakui dan
saat barang diterima. Saldo persediaan yang ada pada saat penyusunan
Aset tetap diakui dan dicatat pada saat aset tersebut diterima dan hak
Peralatan & Mesin, Gedung & Bangunan, Jalan, Irigasi, dan Jaringan
Aset tidak berwujud diakui dan dicatat apabila RSU An-Nisaa’ akan
memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut dan biaya
2. Pengakuan Kewajiban
ketiga.
3. Pengakuan Ekuitas
4. Pengakuan Pendapatan
Pendapatan menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya hak atas
pendapatan tersebut.
Asuransi lain berasal dari pendapatan usaha dari jasa layanan dan
Penerimaan.
2. Pendapatan dari dari BPJS dan Asuransi lain diakui pada saat klaim
Pendapatan BPJS diakui pada saat klaim telah selesai diverifikasi dan
diverifikasi..
5. Pengakuan Biaya
Belanja menurut basis kas diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari
Bendahara Pengeluaran.
Biaya menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya kewajiban atau
fungsional diakui dan dicatat pada saat pengeluaran kas dari Bendahara
Pengeluaran.
b. Pengukuran
menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam
mata uang rupiah. Pengukuran setiap pos dalam laporan keuangan sebagai
berikut:
1. Pengukuran Aset
dengan pembelian.
2. Pengukuran Kewajiban
Kewajiban jangka pendek diukur sebesar nilai nominal mata uang rupiah
yang harus dibayar kembali. Kewajiban jangka pendek berkurang pada saat
3. Pengukuran Ekuitas
4. Pengukuran Pendapatan
5. Pengukuran Biaya
Biaya diukur menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas
Tujuan utama Neraca adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan RSU
[Link] Aset
Aset adalah sumber daya yang dimiliki dan atau dikuasai sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan
diperoleh. Aset diklasifikasikan menjadi aset lancar, aset tetap, dan aset lainnya.
Aset lancar terdiri dari Kas, Piutang Pelayanan, dan Persediaan, dengan penjelasan
sebagai berikut:
31/12/2019 31/12/2018
Kas adalah uang tunai atau saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat
31/12/2019 31/12/2018
Piutang Pelayanan merupakan klaim atau hak yang dimiliki RSU An-Nisaa’ yang
diperoleh dari pelayanan terhadap pasien yang pada tanggal neraca belum diterima
secara kas. Saldo piutang pelayanan RSU An-Nisaa’per 31 Desember 2019 dan 31
31/12/2019 31/12/2018
3. PERSEDIAAN Rp Rp
An-Nisaa’ yang akan habis pakai atau terjual namun saat tanggal neraca disusun
Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu
31/12/2019 31/12/2018
Aset Lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar dan
aset tetap.
[Link] Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesainnya
dibayar/diselesaikan atau jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang setelah
tanggal neraca. Kewajiban Jangka Pendek terdiri dari Utang Usaha, Biaya yang Masih
31/12/2019 31/12/2018
Utang Usaha RSU An-Nisaa’adalah kewajiban rumah sakit kepada pihak luar yang
timbul karena kegiatan operasional RSU An-Nisaa’. Saldo Utang Usaha RSU An-
Nisaa’ per 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2019, dengan rincian sebagai
berikut :
31/12/2019 31/12/2018
Biaya yang masih harus dibayar adalah biaya yang telah terjadi pada waktu tertentu
namun masih belum dibayarkan meliputi beban Jasa Pelayanan bulan layanan akhir
tahun 2019.
31/12/2019 31/12/2018
tersebut kepada pihak ketiga. Saldo pendapatan diterima dimuka RSU An-Nisaa’
per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, dengan rincian sebagai berikut :
31/12/2019 31/12/2018
__________________________
[Link] Ekuitas
Adalah jumlah kekayaan bersih yang merupakan selisih antara jumlah aset dengan
jumlah kewajiban.
31/12/2019 31/12/2018
1. EKUITAS Rp Rp.
Saldo ekuitas RSU An-Nisaa’per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, terdiri
dari :
4. Koreksi Utang Jasa Pelayanan Rp _____ dan Uang Makan Desember 2018
Rp ____________
mengenai sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh
Rumah Sakit.
[Link] Pendapatan
Adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas RSU An-
Pendapatan terdiri dari pendapatan usaha dari jasa layanan, pendapatan dari usaha
2018 adalah :
31/12/2019 31/12/2018
31/12/2019 31/12/2018
Jumlah ini merupakan akun yang memuat pendapatan diluar operasional utama RSU
Jumlah Rp.
PENYESUAIAN KONTRAKTUAL
SUBSIDI DARI PT
[Link] Biaya
Biaya adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam
bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang
31/12/2019 31/12/2018
Jumlah ini merupakan biaya operasional RSU An-Nisaa’per 31 Desember 2018, yang
BEBAN OPERASIONAL
Beban Pelayanan
Beban Gaji Pegawai
Beban gaji pegawai
Beban Bahan
Beban persediaan bahan obat-obatan
Beban persediaan alkes habis pakai
Beban persediaan bahan kimia
Beban bahan makanan dan logistic
Beban bahan/alkes pakai habis dari pihak III
Beban Jasa Pelayanan
Beban jasa pelayanan
Beban Pemeliharaan
Beban jasa sertifikasi dan kalibrasi
Beban pemeliharaan alat kedokteran/kesehatan
Beban Barang dan Jasa
Beban cetak
Beban sewa alat kedokteran/kesehatan
Beban baju petugas dan baju keperawatan
Beban perlengkapan tidur keperawatan
Beban perlengkapan non medis keperawatan
Beban bahan-bahan pembersih laundry RS
Beban bahan habis penunjang medis keperawatan
Beban peralatan habis pakai penunjang medis
Beban perlengkapan medis keperawatan
Beban Pelayanan Lainnya
Beban Bintek Akreditasi
Beban Administrasi Kantor
Beban jasa telepon
Beban jasa air
Beban jasa listrik
Beban jasa kawat, faksimili, internet
Beban paket/pengiriman
Beban persediaan alat tulis kantor
Beban persediaan perangko materai dan benda pos lainnya
Beban penggandaan
Beban konsumsi rapat
Beban konsumsi tamu
Beban perjalanan dinas
Beban pakaian dinas pegawai
Beban jasa transaksi keuangan
Beban rekruitmen pegawai
Beban retribusi RS
Beban Pemeliharaan
Beban jasa servis kendaraan
Beban penggantian suku cadang
Beban pemeliharaan mebeulair
Beban pemeliharaan gedung
Beban pemeliharaan AC
Beban pemeliharaan jaringan air
Beban pemeliharaan komputer
Beban pemeliharaan alat-alat komunikasi
Beban jasa kerja pemeliharaan IPAL
Beban bahan/bibit tanaman
Belanja kelengkapan pemeliharaan mesin pompa air
Beban pemeliharaan jaringan Gas LPG
Beban Barang dan Jasa
Beban jasa kebersihan dan pemeliharaan taman
Beban jasa pemeriksaan penangkal petir
Beban jasa pemeliharaan gedung
Beban pajak kendaraan bermotor
Beban jasa kerja RS
Beban penyusunan Masterplan bangunan RS
Beban jasa keamanan
Beban bahan pelumas (oli mesin, minyak rem)
Beban alat listrik dan elektronik (lampu pijar, battery)
Beban pengadaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih
Beban bahan bakar minyak/gas
Beban pengisian tabung pemadam kebakaran
Beban pengisian tabung gas
Beban perlengkapan ringan komputer (FD, mouse, keyboard,dll)
Beban perlengkapan video, sound sistem dan alat studio
Beban surat kabar/majalah
Beban barang pengadaan bendera, umbul-umbul, tiang bendera
Beban barang pengadaan peralatan ringan dan perlengkapan
kesehatan
Beban Promosi
Beban dokumentasi
Beban promosi atau publikasi
TOTAL BEBAN OPERASIONAL
[Link] Surplus/(Defisit)
Surplus/(Defisit) adalah selisih antara realisasi pendapatan dan realisasi beban pada
31/12/2018 31/12/2019
1. Surplus/(Defisit) Rp Rp
Tujuan utama Laporan Arus Kas adalah menyediakan informasi mengenai sumber,
penggunaan, perubahan kas selama periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal
pendanaan. Informasi dalam Laporan Arus Kas dapat digunakan oleh pengguna
Arus Kas dari Aktivitas Operasi menyajikan arus kas masuk dan keluar dari aktivitas
Adalah arus kas masuk ke rekening RS yang berasal dari pendapatan fungsional,
layanan dan pendapatan usaha lainnya diluar operasional utama RSU An-Nisaa’
yang masuk rekening RS, tidak termasuk piutang yang belum terbayar. Arus Kas
Adalah arus kas keluar dari rekening RS untuk belanja operasional dan penyetoran
pajak oleh Bendahara Pengeluaran RSU An-Nisaa’. Arus Kas Keluar dari aktivitas
31/12/2019 31/12/2018
BAB V
PENUTUP
1. Kesimpulan
Kinerja RSU An-Nisaa’ tahun 2018 cukup baik ditandai dengan pendapatan
yang melebihi pagu anggaran dan tercapainya efisiensi dan mutu pelayanan sesuai
__________________ terdiri dari pendapatan jasa layanan dan subsidi dari PT An-
Nisaa’ sebesar Rp. _______. Realisasi pendapatan jasa layanan tahun 2018 sebesar
batas untuk belanja operasionalnya. Selain itu, pada awal tahun 2018 terdapat saldo
dibelanjakan untuk gaji pegawai dan uang lebur dalam bentuk program dan kegiatan
terhadap peningkatan jumlah kunjungan rumah sakit. Rencana bisnis anggaran tahun
2019 merupakan penerapan rencana bisnis rumah sakit yang pertama kali sehingga
pagu anggaran RSU An-Nisaa’ yang sumber dananya dari subsidi PT An-Nisaa’
Husada dan pendapatan fungsional rumah sakit dirinci dalam program dan kegiatan,
output dan jenis belanja. Rencana kinerja pelayanan dan keuangan tahun 2019
tetap stabil juga disebut asumsi makro, sedangkan asumsi mikro adanya peninjauan
bahwa rumah sakit kelas D sebagai tempat rujukan tingkat pertama hal ini akan
Agar RBA ini dapat berjalan dengan baik perlu adanya komitmen dan
partisipasi seluruh karyawan RSU An-Nisaa’ serta dukungan dan perhatian dari PT
atau direvisi. Saran dan kritik diharapkan untuk penyempurnaan rencana bisnis
anggaran ini sehingga RBA ini dapat dicapai sesuai dengan target.
2. Saran
didasarkan pada analisa perkiraan pagu per output (per jenis layanan) dan perkiraan
biaya per [Link] keperluan penyusunan RBA pada tahun berikutnya agar
Bila RSU An-Nisaa’ sudah menyusun perhitungan unit cost, data tersebut dapat
Blitar, …………………………
Mengetahui/Menetapakan
……………………………. …………………………
Hj. Sri Muntamah dr. Devvy Megawati