0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan44 halaman

Rencana Bisnis RSU An-Nisaa' 2019

Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Umum An-Nisaa' Blitar tahun 2019 merangkum rencana kerja dan anggaran untuk meningkatkan kinerja rumah sakit. Target utama adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendapatan rumah sakit. Anggaran yang diusulkan sebesar [nilai anggaran] untuk mendukung program pelayanan kesehatan dan sumber daya manusia kesehatan.

Diunggah oleh

yanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan44 halaman

Rencana Bisnis RSU An-Nisaa' 2019

Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Umum An-Nisaa' Blitar tahun 2019 merangkum rencana kerja dan anggaran untuk meningkatkan kinerja rumah sakit. Target utama adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendapatan rumah sakit. Anggaran yang diusulkan sebesar [nilai anggaran] untuk mendukung program pelayanan kesehatan dan sumber daya manusia kesehatan.

Diunggah oleh

yanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN

RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’ BLITAR


TAHUN 2019

PT. AN-NISAA’ HUSADA


RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’
Jl. Suparyono Timur Nomor 1, Bajang
Kec. Talun – Kab. Blitar
KATA PENGANTAR

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No:92/PMK.05/2011 tentang Rencana

Bisnis dan Anggaran (RBA) serta Pelaksanaan Pola Tata Kelola RSU An-Nisaa, maka RSU

An-Nisaa’ wajib menyusun RBA tahun anggaran [Link] Dokumen RBA RSU An-Nisaa’

memuat Rencana Kerja dan Kegiatan seluruh unit kerja yang terintegrasi dan saling terkait

secara konseptual RBA disusun melalui proses bottom up dan top down, di mana proses

penyusunan RBA RSU An-Nisaa’ dimulai dari usulan masing-masing unit (instalasi). Dengan

mempertimbangkan berbagai asumsi-asumsi baik makro (produktivitas) maupun mikro

(volume pelayanan, pengembangan pelayanan baru dan tarif).

Pada hakekatnya dokmumen RBA merupakan peta rencana kerja dalam

pembiayaan rumah sakit untuk membantu fungsi pengelolaan keuangan dan non keuangan

secara lebih efisien dan dapat dipergunakan sebagai alat kontrol untuk menilai indikator

kinerja keuangan, indicator kinerja pelayanan, indicator kinerja mutu pelayanan dan manfaat

bagi masyarakat dengan harapan kinerja RSU An-Nisaa’ dalam tahun 2019 akan lebih

meningkat dari tahun sebelumnya baik segi kualitas maupun kuantitas.

Demikian Rencana Bisnis dan Anggaran tahun 2019 ini dibuat untuk dapat dipakai

sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan rumah sakit dan semoga apa yang telah

ditetapkan dapat tercapai.

Blitar, Desember 2018


Direktur
RSU An-Nisaa’ Blitar

dr. Devvy Megawati


NIP
RINGKASAN EKSEKUTIF

Rumah Sakit Umum An-Nisaa’ adalah Rumah Sakit swasta milik PT An-Nisaa’

Husada dan saat ini merupakan salah satu rumah sakit kelas D/Pratama yang sedang dalam

proses peningkatan kelas menjadi rumah sakit kelas C/Madya yang berlokasi di Jl.

Suparyono Timur No. 1 Talun Kabupaten Blitar.

Berdasarkan analisa data sampai dengan tahun 2018, segmen pasar, terbanyak

yang dilayani adalah pasien umum, diikuti dengan pasien BPJS serta pasien asuransi lain.

Sedangkan berdasarkan lokasi asal pengunjung, pengunjung berasal dari Blitar wilayah

timur selalu mendominasi dalam 10 besar kecamatan asal pasien.

Berdasarkan analisis yang dilakukan kinerja non keuangan tahun 2018 sebesar

_______ %, sedangkan kinerja keuangan dari segi pendapatan sebesar _______% dan dari

segi biaya ________%.

Beberapa prestasi yang diperoleh RSU An-Nisaa’ sampai dengan tahun 2018

adalah:

1. Telah lulus akreditasi tingkat dasar

2. K3

RBA RSU An-Nisaa’ merupakan pen jabaran program peningkatan mutu pelayanan

kesehatan RSU An-Nisaa’ dengan plafon angaran sebesar _______, dengan satu kegiatan

yaitu kegiatan pelayanan dan pendukung pelayanan

Subsidi belanja bersumber dari PT An-Nisaa’ Husada tahun 2019, guna mendukung

pelaksanaan tugas pokok dan fungsi RSU An-Nisaa’ yaitu berupa belanja tidak langsung/gaji

sebesar Rp__________, program pelayanan administrasi perkantoran sebesar Rp______,

program pelayanan kesehatan Rp_________, Program sumber daya manusia kesehatan

sebesar Rp________, dan Program Promosi dan Pemberdayaan sebesar Rp___________

Berpedoman pada peraturan PT An-Nisaa’ Husada Nomor_______ tentang Pola

Tata Kelola RSU An-Nisaa’ pasal___ ayat____ tentang nilai ambang batas , memperhatikan

kebutuhan operasional RSU An-Nisaa’ yang meningkat dengan mempertimbangkan

ketersediaan dana RS dari capaian target pendapatan maka dalam RBA tahun anggaran

2019 RSU An-Nisaa’ menetapkan ambang batas sebesar 10% dari target pendapatan yaitu

Rp_________ yaitu Rp____________

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ...............................................................................................

KATA PENGANTAR .......................................................................................................

RINGKASAN EKSEKUTIF .............................................................................................

DAFTAR ISI ....................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum ..................................................................................
B. Maksud dan Tujuan ...............................................................................
C. Produk Layanan .....................................................................................
D. Susunan Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas .............................

BAB II KINERJA RUMAH SAKIT TAHUN 2018


A. Kondisi Lingkungan yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja .............
B. Perbandingan antara Asumsi RBA Tahun 2018 dengan Prognosis
Serta Dampak Terhadap Pencapaian Kinerja Tahun 2018 ...................
C. Pencapaian Kinerja Tahun 2018 ............................................................

BAB III RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN TAHUN 2019


A. Kondisi Lingkungan yang Diprediksi akan Mempengaruhi
Pencapaian Kinerja ................................................................................
B. Asumsi yang Digunakan ........................................................................
C. Sasaran, Indikator, Target Kinerja dan kegiatan Berdasarkan Unit
Layanan .................................................................................................
D. Program Kerja dan Kegiatan ..................................................................
E. Anggaran Rumah Sakit Tahun 2019 .....................................................

BAB IV PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019


A. Proyeksi Neraca tahun 2019 ..................................................................
B. Proyeksi Laporan Operasional 2019 .....................................................
C. Proyeksi Laporan Arus Kas 2019 ..........................................................

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................
B. Saran .....................................................................................................
C. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan ............................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum

RSU An-Nisaa’ merupakan rumah sakit swasta milik PT An-Nisaa’ Husada kelas

D/Pratama yang sedang dalam proses peningkatan menuju rumah sakit kelas C/Madya yang

berlokasi di Jl. Suparyono Timur No. 1 Talun Kabupaten Blitar.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan RSU An-Nisaa’ menyediakan pelayanan

Rawat Jalan, Rawat Inap, Gawat Darurat serta pelayanan Penunjang Diagnostik dengan

kapasitas tempat tidur pasien 50 (lima puluh).

B. Maksud dan Tujuan

1. Maksud

Maksud disusunnya dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran RSU An-Nisaa’ Tahun

2019 adalah sebagai acuan dan pedoman seluruh jajaran pejabat pengelola dalam

menjalankan praktik bisnis rumah sakit yang baik dan sehat.

2. Tujuan

Tujuan disusunnya dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran sebagai berikut:

a. Rencana Bisnis dan Anggaran merupakan penjabaran dari Rencana Strategis tahun

2019-2023, berupa program dan kegiatan, anggaran, target dan capaiannya, serta

prognosa pendapatan

b. Menyikapi tuntutan masyarakat dan perkembangan pesaing, RSU An-Nisaa’ dituntut

untuk memanfaatkan peluang dengan mengembangkan layanan unggulan dengan

pemantapan peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan.

c. Sebagai dasar evaluasi kinerja RSU An-Nisaa’ tahun 2019.

C. Produk Layanan

Rumah Sakit Umum An-Nisaa’ menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan

kepada masyarakat dengan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Produk

layanan yang tersedia di RSU An-Nisaa’ yaitu:

1. Pelayanan Gawat Darurat;

2. Pelayanan Rawat Jalan;

3. Pelayanan Rawat Inap;

4. Pelayanan Bedah Sentral;

5. Pelayanan Persalinan, KIA KB, dan Perinatologi;


6. Pelayanan Perawatan Intensif;

7. Pelayanan Radiologi;

8. Pelayanan Laboratorium;

9. Pelayanan Rehabilitasi Medik;

10. Pelayanan Farmasi;

11. Pelayanan Gizi;

12. Pelayanan Ambulance;

13. Pelayanan Laundry;

D. Susunan Pejabat pengelola dan Dewan Pengawas

1. Susunan pejabat Pengelola

Pejabat pengeloa terdiri dari Direktur, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Sub

Bagian, dan Kepala Seksi dibantu oleh kepala-kepala instalasi serta Satuan

Pengawas Internal

2. Susunan Dewan Pengawas

Dewan pengawas terdiri dari :

1. Ketua merangkap anggota Bidang Pelayanan

2. Bidang Administrasi Manajemen

3. Bidang Keuangan, dan

4. Sekretaris Dewan Pengawas

BAB II

KINERJA RUMAH SAKIT TAHUN 2018

A. Kondisi Lingkungan yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja


Dalam usaha pencapaian visi, misi, dan strategi rumah sakit telah diupayakan

secara optimal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, sehingga banyak yang telah

dicapai rumah sakit, namun demikian masih ada permasalahan, hambatan dan kendala

dalam merealisasikan visi, misi, dan strategi. Faktor-faktor internal dan eksternal yang

mempengaruhi kinerja rumah sakit.

1. Faktor Internal

Tabel Faktor Internal


FAKTOR KEKUATAN KELEMAHAN
 Memiliki tenaga dokter spesialis  Kurangnya komitmen dan loyalitas pegawai
yang handal dan tenaga terhadap rumah sakit
professional lainnya yang  Terbatasnya jumlah dan jenis tenaga
berpengalaman. kesehatan
SDM/
 Telah terakreditasinya rumah  Belum optimalnya pendayagunaan SDM
ORGANISASI
sakit  Belum optimalnya kemampuan manajerial
 Telah diterapkannya K3 di kepala instalasi.
rumah sakit secara  Masih lemahnya sistem reward dan
komprehensif punishment
 Belum optimalnya SIMRS.
 Adanya upaya peningkatan  Kurang optimalnya utilisasi alat medis dan
kelas rumah sakit penunjang medis
 Adanya pengembangan  Kurang konsistennya kepastian waktu
program pelayanan spesialis pelayanan
 Adanya pelayanan paviliun  Kurang optimalnya manajemen
yang nyaman pemeliharaan sarana dan prasarana
 Lokasi rumah sakit yang peralatan medis
PROSES BISNIS strategis  Kurang optimalnya manajemen
 Memiliki sarana dan prasarana operasional pelayanan dan pendukung
yang dapat dikembangkan  Kurang optimalnya pelaksanaan SOP
secara maksimal secara konsisten
 Memiliki gedung pertemuan  Tersedianya pelayanan penunjang medis
yang sangat representative yang belum sesuai standar untuk
 Tersedianya SOP di seluruh mendukung pelayanan spesialis.
unit kerja rumah sakit
 Adanya insentif yang cukup  Belum sesuainya penerapan sistem
memadai remunerasi
 Sedang berkembangnya  Masih adanya sikap reaktif yang tidak
learning organisasi di proporsional
KEPUASAN
lingkungan rumah sakit
PELANGGAN
 Adanya kemauan untuk
berubah
 Adanya kepedulian terhadap
pelanggan
 Tersedianya anggaran yang  Tarif belum didasarkan pada Unit Cost
cukup dari pendapatan  Belum adanya konsistensi biaya
fungsional dan PT An-Nisaa’ pelayanan
KEUANGAN Husada  Kurang optimalnya sistem informasi
manajemen keuangan
 Belum sesuainya penerapan sistem
remunerasi

2. Faktor Eksternal

Tabel Faktor Eksternal


FAKTOR PELUANG ANCAMAN
SDM/ORGANISASI  Adanya dukungan dari PT An-Nisaa’  Rumah sakit tidak memiliki
Husada terhadap pengembangan kewenangan territorial
rumah sakit  Munculnya rumah sakit – rumah
 Lingkungan geografi dan demografi sakit setara sebagai competitor
yang strategis  Banyaknya pihak ketiga yang
 Adanya pengembangan kerja sama mengontrol pelayanan /
di bidang pendidikan dan pelayanan manajemen secara tidak
di rumah sakit proporsional
 Meningkatnya kesadaran hukum
masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan.
 RSU An-Nisaa’ terletak di wilayah  Pelaksanaan peraturan
timur Kab. Blitar jauh dari pesaing perundang-undangan yang kurang
setara tetapi dekat dengan rumah fleksibel pada pelayanan rumah
sakit kelas B pendidikan yang dapat sakit
dimanfaatkan sebagai tempat  Banyaknya rumah sakit pesaing
rujukan. yang memiliki keunggulan
PROSES BISNIS  Tersedianya jaminan asuransi bagi pelayanan.
masyarakat.  Adanya ancaman tuntutan oleh
 Semakin bertambahnya pihak ketiga konsumen terhadap pelayanan
yang menjalin kerjasama untuk kesehatan
penjaminan pelayanan.  Tingginya tuntutan masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan
yang prima
 Citra positif rumah sakit umum An-  Adanya praktik-praktik bisnis yang
Nisaa’ sebagai rumah sakit swasta di kurang sehat terutama masalah
kawasan timur Kab. Blitar tarif layanan
 Tingginya kesadaran masyarakat  Tingginya jumlah pasien dengan
KEPUASAN terhadap kesehatan jaminan asuransi kesehatan dan
PELANGGAN  Minat masyarakat terhadap rendahnya nilai klaim dari tarif
EKSTERNAL pelayanan paviliun tinggi umum
 Animo masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan oleh dokter
spesialis meningkat.
 Tingginya tingkat kepuasan
pelanggan
 Telah diterapkannya sistem  Kurang memadainya nilai klaim
KEUANGAN akuntansi keuangan di RSU An- asuransi kesehatan
Nisaa’ dengan mantab  Tidak adanya kepastian biaya
pelayanan.

B. Perbandingan antara Asumsi RBA Tahun 2018 dengan Realisasi Serta Dampak
Terhadap Pencapaian Kinerja Tahun 2018

Indonesia sebagai negara berkembang yang masih bergantung pada negara maju
seperti Amerika Serikat secara ekonomi dan politik sangat dipengaruhi oleh negara
[Link] bebas yang menjadi jargon negara-negara di dunia sebagai upaya
penguasaan negara maju terhadap negara berkembang dan negara miskin menyebabkan
adanya lalu lintas perdagangan yang tanpa [Link] ini berpengaruh terhadap pola pikir,
perilaku, dan budaya masyarakat yang berakibat pada perubahan pola penyakit secara
[Link] penyakit menular seperti HIV/AIDS dan penyakit seksual lainnya
merupakan salah satu akses dari kebijakan negara tanpa batas menuju perdagangan
[Link] yang sangat berpengaruh adalah industrialisasi negara-negara maju dan
berkembang yang memanfaatkan teknologi tidak ramah lingkungan sehingga menyebabkan
kerusakan lingkungan terutama menyebabkan polusi tanah air dan [Link] yang
kurang menguntungkan ditunjang dengan perilaku hidup dan pola makan yang tidak sehat
juga memicu menyebabkan pola penyakit mengalami [Link] keganasan dan
degeneratif masih menjadi masalah dan cenderung meningkat seperti penyakit jantung,
ginjal, dan saluran kemih sedangkan keganasan seperti kanker payudara, kanker serviks,
dan kanker prostat.
Meningkatnya taraf hidup masyarakat berpengaruh pula terhadap tuntutan
pelayanan kesehatan yang prima dan [Link] bukan satu-satunya pertimbangan
pelayanan kesehatan namun yang diutamakan adalah kepuasan atas pelayanan provider
dan fasilitas pelayanan yang nyaman dan [Link] fenomena tersebut maka
pengembangan layanan privat menjadi peluang yang sangat menjanjikan bagi RSU An-
Nisaa’.
Asumsi lain yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:
1. Prioritas dan konsistensi kebijakan pemerintah
2. Tingkat kemiskinan 9,5%
3. Tahun 2019 adanya pilihan presiden dan pilihan legislatif
Tim ekonomi inti akan terus fokus pada penguatan pondasi dan memagari berbagai
resiko politik dengan memperbarui regulasi
4. Asumsi makro. Tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, kurs dollar, dan harga minyak
5. Asumsi mikro
a. Kebijakan akuntansi sesuai SAK yang berlaku
b. Perubahan tarif berdasarkan Unit Cost
6. Pelaksanaan BPJS yang sering berubah sangat menyulitkan dan memberatkan
rumah sakit terutama rumah sakit kelas D.

1. Asumsi Makro

Tabel Asumsi Makro


Prognosis
No Parameter Asumsi
Tahun 2018
1 Tingkat Inflasi 3,5% 3,5%

2 Pertumbuhan Ekonomi 5% 5%

3 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Rp 14.700 Rp 14.700

4 Tingkat Suku Bunga BI 6,75% 6,75%

5 Pertumbuhan Pasar Jasa Kesehatan

2. Asumsi Mikro

Tabel Asumsi Mikro


Prognosis
No Parameter Asumsi
Tahun 2019
1 Gaji Karyawan Rp. [Link]

2 Dana dari PT An-Nisaa’ Husada Rp. [Link]

3 Penerimaan SDM
1. Rawat Inap
4 Rencana Pengembangan Produk
2. Gawat Darurat
C. Pencapaian kinerja Tahun 2018

1. Kinerja Non Keuangan Berdasarkan Unit Layanan

Tabel Kinerja Non Keuangan Berdasarkan Unit Layanan


Realisasi
Target Prognosis %
No Unit Pelayanan Satuan Jan-Nov
2018 2019 Pencapaian
2018
Jumlah pasien rawat 1037 5428
1 Orang
jalan
2 Jumlah pasien IGD Orang 622 2234
Jumlah pasien rawat 552 2592
3 Orang
inap
Jumlah

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja yang paling baik

adalah pada instalasi rawat jalan dengan tingkat pencapaian sebesar __________ dari

target yang telah ditetapkan.

2. Kinerja keuangan Berdasarkan Unit Layanan

a. Realisasi Pendapatan
Satua Target Realisasi Jan- Prognosi %
No Unit Pelayanan
n 2018 Nov 2018 s 2019 Pencapaian
[Link]
1 Jasa Layanan Rp.
7

2 Kerjasama Rp. 27.988.500


Hibah PT An-Nisaa’ -
3 Rp.
H
4 Lain-lain yang sah Rp. 98.072.180
[Link]
Jumlah
7

b. Realisasi Biaya
%
Realisasi Jan- Prognosis
No Komponen Biaya Target 2018 Pencapaia
Nov 2018 2018
n
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai [Link] Jadi satu
2 Biaya bahan (HPP) [Link]
3 Biaya jasa pelayanan (JM) [Link]
4 Biaya pemeliharaan 139.214.600
5 Biaya barang dan jasa
6 Biaya depresiasi 291.991.942
7 Biaya pelayanan lainnya 68.548.500
8 Biaya Fooding 672.842.800
9
Biaya umum dan
B
Administrasi
1 Biaya pegawai
2 Biaya administrasi kantor 65.920.400
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa
5 Biaya promosi 544.760.206
6 Biaya depresiasi
7 Biaya umum dan
administrasi lainnya
8 Beban RS (retur,
195.238.980
akreditasi)
9 Beban ART 89.634.702
10 Beban pendidikan dan
76.533.253
pengembangan SDM
11 Beban perjalanan dinas 15.519.688
12 Beban pajak 147.530.729
13 Beban listrik 96.953.482
14 Beban telepon, fax 15.461.483
15 Beban air PDAM 829.959
16 Beban PT (Gajin PT) 105.907.013
II Biaya Non Operasional
1 Termasuk
Biaya bunga
biaya lain2
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan asset
tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional
lainnya
III Biaya Investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan dan mesin
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)

c. Realisasi Investasi
%
Realisasi Jan- Prognosis
No Uraian Target 2018 Pencapaia
Nov 2018 2018
n
1 Sumber dari PT. AH
Gedung/bangunan [Link]
Peralatan medis 244.783.375
Lain-lain 47.914.000
2 Sumber dari Pendapatan
Fungsional
Gedung/bangunan
Peralatan dan mesin
Lain-lain
Jumlah investasi

3. Laporan Keuangan

a. Neraca
Prognosa per
No URAIAN 2017 31 Desember 2018 %
2018
I ASET
A Aset Lancar
1 Kas
2 Piutang
3 Persediaan
B Investasi Jangka
Panjang
C Aset Tetap
1 Tanah
2 Gedung dan bangunan
3 Peralatan dan mesin
4 Jalan, irigasi, dan
jaringan
5 Aset tetap lainnya
6 Konstruksi dalam
pengerjaan
Jumlah Aset Tetap
Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku Aset
Tetap
D Aset Lain-lain
1 Aset tak berwujud
2 Konstruksi dalam
pengerjaan
3 Aset lainnya
Jumlah Aset Lain-
lain
Jumlah Aset
(A+B+C+D)
II KEWAJIBAN
A Kewajiban Jangka
Pendek
1 Utang usaha
2 Utang pajak
3 Utang jangka pendek
lainnya
Jumlah kewajiban
jangka pendek
B Kewajiban jangka
panjang
1 Utang jangka panjang
yang jatuh tempo
>1tahun
Jumlah kewajiban
jangka panjang
Jumlah Kewajiban
(A+B)
III EKUITAS
1 Ekuitas awal
2 Surplus (Defisit) LO
3 Dampak Kumulatif
Perubahan
Jumlah Kewajiban
dan Ekuitas (I+II)

b. Laporan Operasional
No Uraian Realisasi Jan-Jun 2018 Prognosis 2018
Pendapatan Fungsional
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai
2 Biaya bahan
3 Biaya jasa pelayanan
4 Biaya pemeliharaan
5 Biaya barang dan jasa
6 Biaya depresiasi
7 Biaya pelayanan lainnya
B Biaya Umum dan Administrasi
1 Biaya pegawai
2 Biaya administrasi kantor
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa
5 Biaya promosi
6 Biaya depresiasi
Biaya umum dan administrasi
7
lainnya
II Biaya Non Operasional
1 Biaya bunga
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan aset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
III Biaya investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan medis
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)
Surplus Periode Berjalan

c. Laporan Arus Kas


No URAIAN Prognosis 2018
I Arus Kas dari Aktivitas Operasional
A. Pendapatan dari Layanan
B. Pengeluaran Operasional
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasional
II Arus Kas dari Aktivitas Investasi
A. Perolehan Aset tetap
B. Hasil Penjualan Aset Tetap
C. Hasil Penjualan Aset Lain-lain
Arus Kas Bersih yang digunakan untuk
Aktivitas Investasi
III Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
A. Tambahan Ekuitas
B. Penerimaan Hibah/Piutang
C. Penerimaan APBD/APBN
D. Perolehan Pinjaman
E. Pembayaran Pinjaman
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
Kenaikan Bersih Kas
Kas dan Setara Kas Awal
Jumlah Saldo Kas
BAB III

RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN TAHUN 2019

A. Kondisi Lingkungan yang Diprediksi akan Mempengaruhi Pencapaian Kinerja

1. Faktor Internal

a. Kondisi Pelayanan

1) Kekuatan

a) Pengembangan jenis pelayanan dengan dibukanya poli mata, poli gigi

b) Pilihan pelayanan kelas yang bervariasi mulai dari kelas 3 sampai dengan

kelas 1 dan VIP serta VVIP

c) Kerjasama dengan asuransi dalam pelayanan baik BPJS maupun Non

BPJS

d) Sudah terakreditasi dan telah diterapkan K3 dengan komprehensif

2) Kelemahan

a) Ketersediaan dokter spesialis belum sesuai standar

b) Mutu pelayanan perlu ditingkatkan

c) Kurang konsistennya kepastian waktu pelayanan

d) Belum optimalnya pelayanan penunjang medis untuk mendukung

pelayanan dokter spesialis.

b. Kondisi Keuangan

1) Kekuatan

a) Adanya fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran

b) Adanya efisiensi dalam pengelolaan anggaran

c) Adanya subsidi dari PT An-Nisaa’ Husada

2) Kelemahan

a) Biaya per unit belum bias diketahui dengan pasti

b) Penetapan tarif belum sepenuhnya berdasarkan unit cost

c) Belum optimalnya SIMRS bidang keuangan

c. Kondisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia


1) Kekuatan

a) Jumlah tenaga kesehatan dan non kesehatan semakin bertambah

b) Adanya upaya peningkatan kelas rumah sakit

c) Telah disusunnya pola tata kelola rumah sakit

d) Adanya kemauan untuk berubah dari seluruh pegawai

2) Kelemahan

a) Belum memiliki dokter spesialis patologi klinik dan spesialis radiologi

b) Masih banyaknya dokter spesialis mitra yang berasal dari rumah sakit lain

c) Jumlah pegawai tetap relative lebih kecil dibandingkan dengan jumlah

pegawai kontrak

d) Belum optimalnya pendayagunaan pegawai

d. Kondisi Sarana dan Prasarana

1) Kekuatan

a) Lokasi rumah sakit cukup strategis berada di jalan provinsi antara

Kabupaten Blitar dan kabupaten Malang

b) Tersedianya lahan untuk pengembangan pelayanan

c) Tersedianya peralatan kedokteran canggih

2) Kelemahan

a) Pemanfaatan peralatan kesehatan yang belum maksimal

b) Manajemen pengelolaan pemeliharaan alat dan sarana belum optimal

c) Sarana dan prasarana ruang poliklinik, ruang IGD, ruang Rawat Inap dan

perkantoran perlu pengembangan.

2. Faktor Eksternal

a. Peluang

1) Peraturan perundang-undangan terkait:

a) UU No 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

b) UU tentang BPJS

c) Permenkes No 1 Tahun 2012 tentang Sistem Rujukan

2) Permintaan pelayanan perawatan di ruang VIP/VVIP meningkat

3) Tersedianya jaminan pelayanan kesehatan masyarakat oleh BPJS maupun

asuransi non BPJS

b. Ancaman

1) Institusi pelayanan kesehatan yang produk layanannya semakin variatif


2) Pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan dari rumah sakit pesaing

3) Semakin maraknya tuntutan hukum di bidang pelayanan kesehatan

4) Rumah sakit pemerintah lebih cepat perkembangan pelayanannya dibanding

rumah sakit swasta

B. Asumsi yang Digunakan

1. Aspek Makro
No Indikator Ekonomi Asumsi TA 2019
1 Tingkat Inflasi
2 Pertumbuhan Ekonomi
3 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
4 Tingkat Suku Bunga BI
5 Pertumbuhan Pasar Jasa Kesehatan

2. Aspek Mikro
No Uraian Asumsi TA 2019
1 Gaji Karyawan
2 Dana dari PT An-Nisaa’ Husada
3 Penerimaan SDM
4 Rencana Pengembangan Produk

C. Sasaran, Indikator, Target Kinerja dan Kegiatan Berdasarkan Unit Layanan


No Unit Sasaran Indikator Target Kegiatan
Layanan
Kemampuan Waktu tanggap Pelatihan dan
1 IGD penyelamatan pemeriksaan dokter 6 menit penambahan dokter
jiwa (respon time) yang terlatih
Penegakan
Meningkatnya Waktu tunggu di kedisiplinan dan
2 Rawat Jalan 30 menit
mutu pelayanan rawat jalan pelatihan tenaga
medis
Penambahan dokter
Meningkatnya Pelayanan oleh spesialis dan alat
3 Rawat Inap 100%
mutu pelayanan dokter spesialis medis yang
memadai
Pelatihan dokter
Meningkatkan
Bedah Waktu tunggu spesialis bedah dan
4 ketepatan waktu 2 hari
Sentral operasi elektif penambahan tenaga
operasi
dokter anestesi
- Perdarahan
1%
Persalinan, Meningkatkan Kejadian kematian - Pre-
Pelatihan tenaga
5 KIA KB, dan keselamatan ibu karena eklampsia
medis kebidanan
Perinatologi pasien persalinan 10%
- Sespsis
0,5%
Kemampuan
Pelatihan tenaga
menangani BBLR - 80%
medis kebidanan
1500gr-2500gr
Rata-rata pasien Pelatihan tenaga
kembali ke medis dan
Perawatan Meningkatnya
6 perawatan intensif 3% pemenuhan
Intensif mutu pelayanan
dengan kasus yang peralatan medis
sama <72 jam yang memenuhi
Pemenuhan
Waktu tunggu hasil
Meningkatnya peralatan medis dan
7 Radiologi pelayanan foto 1 jam
mutu pelayanan penambahan dokter
thorax
spesialis radiologi
8 Laboratorium Meningkatkan Tidak ada 90% Pelatihan tenaga
penegakan kesalahan laboratorium dan
pemberian hasil
pemenuhan
diagnosa pemeriksaan
peralatan medis
laboratorium
Kejadian Drop Out
pasien terhadap
Meningkatnya Pelatihan tenaga
9 Rehab Medik pelayanan rehab 30%
mutu pelayanan medis
medic yang
direncanakan
Waktu tunggu Pelatihan tenaga
Meningkatnya pelayanan farmasi dan
10 Farmasi
mutu pelayanan a. Obat jadi 15 menit ketepatan
b. Racikan 40 menit pengadaan obat
Jumlah konsultasi
Meningkatnya Pelatihan tenaga ahli
11 Gizi gizi rawat inap yang 95%
mutu pelayanan gizi
terlayani
Kelengkapan
Pelatihan tenaga
Meningkatkan pengisian rekam
Rekam rekam medik dan
12 keakuratan data medic 24 jam 90%
Medik pengembangan
rekam medis setelah selesai
SIRS
pelayanan
Kecepatan
memberikan Penyediaan sarana
Meningkatnya
13 Ambulance pelayanan 15 menit dan tenaga medis
mutu pelayanan
ambulance/kereta maupun non medis
jenazah di RS
Pelatihan tenaga
Tidak adanya
Meningkatnya laundry dan
14 Laundry kejadian linen yang 90%
mutu pelayanan pengadaan alat yang
hilang
memadai

D. Program Kerja dan Kegiatan

E. Anggaran Rumah Sakit Tahun 2019

1. Anggaran Pendapatan
No Sumber Pendapatan Satuan Prognosis 2018 Anggaran 2019
1 Jasa Layanan Rp.
2 Hibah Rp.
3 Kerjasama Rp.
4 PT. An-Nisaa’ Rp.
5 Lain-lain yang sah Rp.
Jumlah Rp.

2. Anggaran Biaya
No Komponen Biaya Anggaran 2019
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai
2 Biaya bahan
3 Biaya jasa pelayanan
4 Biaya pemeliharaan
5 Biaya barang dan jasa
6 Biaya depresiasi dan amortisasi
7 Biaya pelayanan lainnya
B Biaya Umum dan Administrasi
1 Biaya pegawai
2 Biaya administrasi kantor
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa
5 Biaya promosi
6 Biaya depresiasi dan amortisasi
7 Biaya umum dan administrasi lainnya
II Biaya Non Operasional
1 Biaya bunga
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan aset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
III Biaya investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan dan mesin
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)

3. Perkiraan Penerimaan dan Pengeluaran Investasi

a. Penerimaan Investasi (Unit Layanan)

Tidak ada pelepasan dan pencairan investasi

b. Pengeluaran Investasi (Unit Layanan)

Uraia
No Prognosis2018 Anggaran2019
n

4. Perkiraan Penerimaan dan Pengeluaran Pendanaan

Tidakadatransaksipendanaan

5. Anggaran RSU An-Nisaa’

a. Berdasarkan Sumber Dana Tahun 2019


Pendapatan Subsidi PT An- Pendapatan
KomponenBiaya Jumlah
Fungsional RS Nisaa’ Husada Lain-lain
I. BiayaOperasional

A. BiayaPelayanan

1. Biayapegawai

2. Biayabahan

3. Biayajasapelayanan

4. Biayapemeliharaan

5. Biayabarangdanjasa

6. Biayadepresiasidan amortisasi

7. Biayapelayananlainnya

B. BiayaUmumdanAdministrasi

1. Biayapegawai
2. Biayaadministrasikantor

3. Biayapemeliharaan

4. Biayabarangdanjasa

5. Biayapromosi

6. Biayadepresiasidan amortisasi

7. Biayaumumdanadm. lainnya

[Link]

1. Biayabunga

2. Biayaadministrasibank

3. Kerugianpelepasanasettetap

4. Kerugianpenurunannilai

5. Biayanonoperasionallainnya

[Link]
1. GedungdaBangunan

2. Peralatan dan Mesin

3. Lain-Lain

Jumlah Biaya (I+II+III)

b. Berdasarkan Jenis Belanja Tahun Anggaran 2019

BiayaPegaw BiayaBarang BelanjaModa


KomponenBiaya Jumlah
ai danJasa l

I. BiayaOperasional

A. BiayaPelayanan

1. Biayapegawai

2. Biayabahan

3. Biayajasapelayanan

4. Biayapemeliharaan

5. Biayabarangdanjasa

6. Biayadepresiasidan amortisasi

7. Biayapelayananlainnya

B. BiayaUmumdanAdministrasi

1. Biayapegawai

2. Biayaadministrasi kantor

3. Biayapemeliharaan

4. Biayabarangdanjasa

5. Biayapromosi

6. Biayadepresiasidan amortisasi
7. Biayaumumdan
administrasi lainnya

[Link]

1. Biayabunga

2. Biayaadministrasibank
RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN 2019

RSU AN-NISAA’

BIAYA TOTAL
BIAYA OPERASIONAL

BIAYA PELAYANAN
Biaya Pegawai
Gaji dan tunjangan pegawai

Biaya Bahan
Biaya obat
Biaya bahan habis pakai
Biaya bahan laboratorium
Biaya bahan sanitasi
Biaya makan pasien
Biaya bahan gas dapur
Biaya makan karyawan

Biaya Jasa Pelayanan

Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan kalibrasi
Biaya pemeliharaan alat kedokteran

Biaya Barang dan Jasa


Biaya perlengkapan ruang pasien
Biaya linen
Biaya cetakan medis

Biaya Lain-lain
Biaya pemeriksaan penunjang di luar rumah sakit
Biaya pengendalian binatang pengganggu

BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI


Biaya Pegawai
Gaji dan tunjangan pegawai
Biaya lembur

Biaya Administrasi dan Umum


Biaya benda Pos
Biaya ATK
Biaya cetak
Biaya seragam
Biaya konsumsi rapat
Biaya konsumsi tamu
Biaya dokumentasi
Biaya perjalanan dinas
Biaya pengadaan/copy

Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan peralatan dan mesin
Biaya pemeliharaan gedung kantor
Biaya pemeliharaan jalan, irigasi, dan jaringan
Biaya pemeliharaan kendaraan
Biaya pemeliharaan aset tetap lainnya
Biaya pemeliharaan aset lainnya

Biaya Barang dan Jasa


Biaya bahan dan alat instalasi air
Biaya bahan pembersih dan alat kebersihan
Biaya bahan bakar/pelumas
Biaya pengisian tabung pemadam kebakaran
Biaya bahan persediaan alat listrik/elektronik
Biaya jasa konsultan
Biaya langganan listrik/air/telepon/internet
Biaya langganan surat kabar
Biaya bahan peralatan kantor dan rumah tangga
Biaya bahan dan bibit tanaman
Biaya bahan kimia
Biaya sampah medis dan non medis
Biaya jasa sosial
Biaya jasa kebersihan kantor
Biaya pendidikan dan pelatihan
Biaya sewa perlengkapan dan peralatan kantor
Biaya premi asuransi
Biaya outbound karyawan
Biaya perlengkapan dan pemeriksaan sanitasi
Biaya laundry

Biaya Promosi
Biaya publikasi

Biaya Lain-Lain

BIAYA NON OPERASIONAL


Biaya Pajak Bunga
Biaya pajak bunga

Biaya Administrasi Bank


Biaya administrasi bank

BIAYA PENGELUARAN INVESTASI


Tanah
Tanah
Gedung dan Bangunan
Gedung dan bangunan
Peralatan dan Mesin
Peralatan dan mesin
Pengadaan Peralatan Kantor
Jalan, Irigasi, dan jaringan
Jalan, Irigasi, dan jaringan
Aset Tetap Lainnya
Aset Tetap Lainnya
Aset lainnya
Aset lainnya

Rencana penarikan per triwulan

Blitar,……………….

dr. Devvy Megawati


Direktur

Rekapitulasi: Belanja Pegawai Rp


Belanja Barang dan Jasa Rp
Belanja Modal Rp
Jumlah Rp
BAB IV

PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019

A. Ambang Batas Rencana Bisnis dan Anggaran TA 2019

Besarnya ambang batas realisasi belanja dalam RBA ditetapkan pada saat

penyusunan RBA sebesar 10%. Dengan demikian besarnya ambang batas untuk

tahun 2019 adalah sebagai berikut :

- Target Belanja tahun 2019 Rp

- Ambang Batas 10% dari Belanja Rp

- Batas Penggunaan langsung Rp

Belanja sebesar Rp. _________tersebut dapat langsung digunakan untuk membiayai

pengeluaran yangmelebihi anggarannya tanpa harus mendapatkan ijin dari Walikota

Blitar.
PROGNOSA NERACA 2019

PROGNOSA PROGNOSA
KODE URAIAN NAIK/(TURUN) %
31 DES 2019 31 DES 2018
ASET
Aset Lancar
Kas
Piutang pelayanan
Dikurangi penyisihan kerugian
piutang pelayanan
Persediaan
Jumlah Aset Lancar

Aset Tetap
Tanah
Peralatan dan mesin
Gedung dan bangunan
Jalan, irigasi, dan jaringan
Aset tetap lainnya
Akumulasi penyusutan
Jumlah Aset Tetap

Aset Lainnya
Aset tidak berwujud
Amortisasi aset tak berwujud
Aset lain-lain
Kas Jamkesmas yang belum
digunakan
Jumlah Aset Lainnya

JUMLAH ASET

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


KEWAJIBAN
Kewajiban Jangka Pendek
Utang usaha
Biaya yang masih harus
dibayar
Pendapatan diterima dimuka
Utang jangka pendek lainnya
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek
JUMLAH KEWAJIBAN

EKUITAS
Ekuitas
Ekuitas awal
Surplus/(Defisit) tahun lalu
Surplus/(Defisit) tahun
berjalan
JUMLAH EKUITAS

JUMLAH KEWAJIBAN DAN


EKUITAS
PROGNOSA LAPORAN OPERASIONAL
TAHUN ANGGARAN BERAKHIR PADA TGL 31 DESEMBER 2019
PROGNOSA PROGNOSA
KODE URAIAN NAIK/(TURUN) %
31 DES 2019 31 DES 2018
PENDAPATAN
Pendapatan Usaha dari Jasa
Layanan (Pendapatan
Fungsional)
Instalasi rawat jalan
Ambulance
Diklat
IGD
IKS Pihak III
Instalasi Farmasi
Instalasi Patologi Klinik
Instalasi Radiologi
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Forensik
Paviliun
Instalasi Rehab Medik
Instalasi Rekam Medis
Instalasi Bedah Sentral
Instalasi Gizi
Instalasi Perawatan Intensif
(HCU)
BPJS
Asuransi lain
Pendapatan Hibah
Subsidi dari PT AH
Pendapatan Sah Lainnya
Hasil pemanfaatan kekayaan
Bunga Bank
Pendapatan kerjasama
JUMLAH PENDAPATAN
BEBAN
BEBAN OPERASIONAL
Beban Layanan
Beban Pegawai
Beban bahan
Beban jasa pelayanan
Beban pemeliharaan
Beban barang dan jasa
Beban layanan lainnya
Jumlah Beban Layanan
Beban Umum dan Administrasi
Beban pegawai
Beban administrasi
perkantoran
Beban pemeliharaan
Beban barang dan jasa
Beban penyisihan kerugian
piutang pelayanan
Beban promosi
Beban umum dan administrasi
lainnya
Beban penyusutan
Beban amortisasi
Jumlah Beban Umum dan
Administrasi
JUMLAH BEBAN OPERASIONAL
SURPLUS/(DEFISIT) TAHUN
BERJALAN BERSIH
KEBIJAKAN UMUM AKUNTANSI

5.2.1 Asumsi Dasar Akuntansi

Asumsi dasar akuntansi yang diterapkan pada sistem akuntansi RSU An-Nisaa’ Blitar

adalah :

a. Kelangsungan Usaha

Laporan keuangan disusun atas dasar asumsi RSU An-Nisaa’ Blitar terus

melakukan usahanya secara berkesinambungan tanpa maksud untuk dibubarkan

atau mengurangi secara material skala usahanya.

b. Dasar Akuntansi Akrual

Laporan keuangan pada prinsipnya disusun atas dasar akrual, yaitu mengakui

transaksi pada saat kejadian bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau

dibayar dan dicatat dalam periode bersangkutan. Hal ini memberikan informasi

kepada pembaca laporan keuangan tidak hanya transaksi masa lalu yang

melibatkan penerimaan kas dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban

pembayaran kas dimasa mendatang serta sumber daya yang merepresentasikan

kas yang akan diterima dimasa yang akan datang.

5.2.2 Periodesasi pelaporan

Periode pelaporan keuangan adalah untuk masa 1 Januari sampai dengan 31

Desember.

5.2.4 Ciri Dasar Akuntansi

Ciri dasar penerapan akuntansi keuangan RSU An-Nisaa’:

1. Dalam rangka pengelolaan kas RSU An-Nisaa’, dapat langsung menggunakan

pendapatannya tanpa menyetorkan terlebih dahulu ke kas PT An-Nisaa’ Husada

dengan ambang batas sebesar Rp 5.000.000

2. RSU An-Nisaa’diperbolehkan memberikan piutang sehubungan dengan

penyerahan barang, jasa dan/atau transaksi lainnya yang berhubungan langsung

atau tidak langsung dengan kegiatan rumah sakit.

3. RSU An-Nisaa’ dapat memiliki utang sehubungan dengan kegiatan operasional

dan/atau perikatan peminjaman dengan pihak lain.

4. Akuntansi dan Laporan Keuangan RSU An-Nisaa’ diselenggarakan sesuai dengan

Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik

Indonesia (IAPI).
5. RSU An-Nisaa’ dapat mengalihkan dan/atau menghapus aset tetap dengan/melalui

persetujuan PT An-Nisaa’ Husada.

5.2.5 Laporan Keuangan Pokok

Laporan keuangan pokok RSU An-Nisaa’ Blitar meliputi Neraca, Laporan Operasional,

dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Penjelasan masing-masing laporan keuangan pokok tersebut adalah sebagai berikut :

a. Neraca

Neraca adalah suatu laporan yang menyajikan informasi mengenai posisi harta,

utang, dan ekuitas dana yang dimiliki RSU An-Nisaa’ Blitar pada saat atau

tanggal tertentu.

b. Laporan Arus Kas (LAK)

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai aliran kas

masuk, aliran kas keluar selama periode tertentu, serta saldo kas pada awal dan

akhir periode tertentu. Laporan Arus Kas RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

disajikan dengan menggunakan metode langsung dan tidak langsung.

c. Laporan Operasional

Laporan Operasional adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai

pendapatan dan beban serta surplus atau defisit rumah sakit atas dasar akrual

selama suatu periode tertentu.

d. Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)

Catatan atas laporan keuangan bertujuan untuk menginformasikan

pengungkapan yang diperlukan atas laporan keuangan.

Untuk pemenuhan kewajiban pelaporan RSU AN-Nisaa’ sebagai Unit Pelayanan

Kesehatan dari PT An-Nisaa’ Husada wajib menyusun dan menyerahkan laporan

realisasi anggaran sesuai standar akuntansi kepada PT An-Nisaa’ Husada.

5.3 PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN KEUANGAN

5.3.1 PENDAHULUAN

[Link] Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan

Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah menunjukkan gambaran kinerja

keuangan Rumah Sakit sebagai wujud pertanggungjawan dan akuntabilitas RSU An-
Nisaa’ Blitar dalam melaksanakan pengelolaan keuangan. Kinerja keuangan

tercermin dalam posisi keuangan, operasional keuangan, yang bermanfaat bagi para

pengguna laporan keuangan. Laporan keuangan RSU An-Nisaa’ Blitar menyajikan

informasi tentang aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan biaya. Laporan keuangan

RS terdiri dari:

a. Neraca

b. Laporan Arus Kas

c. Laporan Operasional

d. Catatan atas Laporan Keuangan

e. Laporan Realisasi Anggaran

f. Laporan Perubahan Ekuitas

5.3.2 KEBIJAKAN AKUNTANSI TERTENTU

[Link] Basis Akuntansi

Basis Akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan RSU An-Nisaa’ Blitar adalah

basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiaban, ekuitas (Neraca) pendapatan dan

biaya (Laporan Operasional) sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Sedangkan

untuk Laporan Realisasi Anggaran tetap menggunakan basis akuntansi Standar

Akuntansi Keuangan (SAK).

[Link] Pengakuan dan Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan

a. Pengakuan

1. Pengakuan Aset

 Aset diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diharapkan

akan diperoleh oleh RSU An-Nisaa’ dan mempunyai nilai yang dapat

diukur dengan andal. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset

Tetap dan Aset Lainnya

 Aset Lancar RSU An-Nisaa’meliputi kas, piutang usaha, dan persediaan

 Kas diakui dan dicatat pada saat diterima atau dikeluarkan Bendahara

 Piutang diakui dan dicatat pada saat pengajuan klaim kepada BPJS, dan

Asuransi lain, sedangkan pada akhir tahun piutang diakui atas hasil

inventarisasi bukti klaim, meskipun klaim belum selesai diverifikasi. Selisih


antara pengajuan klaim dan hasil verifikasi BPJS, dan Asuransi lain diakui

sebagai penyesuaian kontraktual dalam Laporan operasional.

 Persediaan diakui pada saat barang diterima dan dicatat dalam akun

biaya pada saat tahun berjalan, akan tetapi pada akhir tahun diakui dan

dicatat berdasarkan hasil perhitungan fisik (stock opname). Metode

pencatatan yang dianut adalah Physical Inventory Method, yaitu

pembelian/penerimaan barang tidak dicatat ke dalam persediaan, akan

tetapi dibukukan langsung sebagai biaya sesuai harga perolehan/pada

saat barang diterima. Saldo persediaan yang ada pada saat penyusunan

neraca akhir tahun adalah dihitung berdasarkan perhitungan fisik (stock

opname) dan ditetapkan nilainya. Nilai persediaan akhir ini sekaligus

digunakan sebagai koreksi pengurang (kredit) terhadap pos biaya dan

pada awal tahun berikutnya nilai persediaan tersebut dibukukan kembali

(reversing entry) menjadi biaya.

 Aset tetap diakui dan dicatat pada saat aset tersebut diterima dan hak

kepemilikannya berpindah. Aset Tetap RSU An-Nisaa’meliputi Tanah,

Peralatan & Mesin, Gedung & Bangunan, Jalan, Irigasi, dan Jaringan

serta Aset Tetap Lainnya.

 Aset tidak berwujud diakui dan dicatat apabila RSU An-Nisaa’ akan

memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut dan biaya

perolehannya dapat diukur secara andal.

2. Pengakuan Kewajiban

Kewajiban diakui apabila besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber

daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk

menyelesaikan kewajiban masa kini dan jumlah yang harus diselesaikan

dapat diukur dengan andal. Kewajiban RSU An-Nisaa’meliputi Utang Kepada

Pihak Ketiga dan pendapatan diterima dimuka.

 Utang Kepada Pihak Ketiga diakui pada saat RSU An-Nisaa’menerima

jasa/hak atas barang/jasa, tetapi RSU An-Nisaa’belum membayar atas

barang/jasa yang diterima.


 Pendapatan diterima dimuka diakui pada saat diterimanya kas dari pihak

ketiga dan RSU An-Nisaa’belum memberikan jasa tersebut kepada pihak

ketiga.

3. Pengakuan Ekuitas

Ekuitas diakui pada saat ditetapkannya nilai kekayaan RSU An-Nisaa’.

4. Pengakuan Pendapatan

 Pendapatan menurut basis kas diakui pada saat diterima Bendahara

Penerimaan dan sudah disetor ke bank.

 Pendapatan menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya hak atas

pendapatan tersebut.

 Sistem penerimaan atas Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan adalah

tunai dan [Link] berasal dari Ikatan Kerjasama (IKS) BPJSdan

Asuransi lain berasal dari pendapatan usaha dari jasa layanan dan

pendapatan usaha lainRSU An-Nisaa’.

 Pengakuan pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha

lainnya dalam Laporan Operasional sebagai berikut:

1. Pendapatan tunai diakui pada saat kas diterima oleh Bendahara

Penerimaan.

2. Pendapatan dari dari BPJS dan Asuransi lain diakui pada saat klaim

diajukan sedangkan pada akhir tahun piutang diakui atas hasil

inventarisasi bukti klaim, meskipun klaim belum selesai verifikasi.

Pendapatan BPJS diakui pada saat klaim telah selesai diverifikasi dan

direalisasikan sedangkan pada akhir tahun piutang diakui atas hasil

inventarisasi bukti klaim, meskipun klaim belum diajukan dan

diverifikasi..

5. Pengakuan Biaya

 Belanja menurut basis kas diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari

Bendahara Pengeluaran.

 Biaya menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya kewajiban atau

pada saat diperoleh manfaat.


 Biaya yang timbul dari pengeluaran yang bersumber dari PT An-Nisaa’

Husada diakui dan dicatat pada saat pengeluaran belanja

pertanggungjawabkan untuk belanja modal.

 Biaya yang timbul dari pengeluaran yang bersumber dari pendapatan

fungsional diakui dan dicatat pada saat pengeluaran kas dari Bendahara

Pengeluaran.

 Pada awal tahun, dilakukan penyesuaian pembebanan biaya atas sisa

persediaan awal tahun.

 Pada akhir tahun, dilakukan penyesuaian pembebanan biaya atas sisa

persediaan akhir tahun.

 Pada awal tahun, dilakukan penyesuaian pembebanan biaya atas saldo

biaya yang masih harus dibayar pada awal tahun.

 Pada akhir tahun, dilakukan penyesuaian pembebanan biaya atas saldo

biaya yang masih harus dibayar pada akhir tahun.

 Koreksi atas pengeluaran biaya (penerimaan kembali biaya) yang terjadi

pada periode berjalan dicatat sebagai pengurangan biaya. Apabila

diterima pada periode akuntansi berikutnya dicatat sebagai penambah

Surplus & Defisit tahun lalu.

b. Pengukuran

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan

memasukkan setiap pos dalam Laporan Keuangan. Pengukuran setiap pos

dalam laporan keuangan menggunakan nilai perolehan historis. Pengukuran pos-

pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang

menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam

mata uang rupiah. Pengukuran setiap pos dalam laporan keuangan sebagai

berikut:

1. Pengukuran Aset

 Kas diukur sebesar nilai nominal pada saat diterima/dikeluarkan dan

dinyatakan dalam nilai rupiah.

 Piutang diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan (net realizable

value) setelah memperhitungkan nilai penyisihan piutang tak tertagih atau

penyisihan kerugian piutang pelayanan. Penyisihan piutang tak tertagih


atau penyisihan kerugian piutang pelayanan adalah piutang-piutang yang

mempunyai kemungkinan tak tertagih.

 Penyisihan kerugian piutang pelayanan dibentuk berdasarkan daftar umur

piutang (aging schedule) sebagai berikut:

Di atas 1 bulan s/d 3 bulan : 30%

Di atas 3 bulan s/d 6 bulan : 50%

Di atas 6 bulan s/d 12 bulan : 75%

Di atas 12 bulan : 100%

 Persediaan diukur berdasarkan metode First in First Out (FIFO/Masuk

Pertama Keluar Pertama) yaitu harga pembelian terakhir jika diperoleh

dengan pembelian.

 Aktiva Tetap diukur sebesar nilai historis atau harga perolehan.

2. Pengukuran Kewajiban

Kewajiban jangka pendek diukur sebesar nilai nominal mata uang rupiah

yang harus dibayar kembali. Kewajiban jangka pendek berkurang pada saat

pembayaran/penyelesaian oleh RSU An-Nisaa’.

3. Pengukuran Ekuitas

Ekuitas diukur menggunakan nilai nominal mata uang rupiah.

4. Pengukuran Pendapatan

Pendapatan diukur menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai

sekarang kas yang diterima dan atau akan diterima.

5. Pengukuran Biaya

Biaya diukur menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas

yang dikeluarkan dan atau akan dikeluarkan.

5.3.3 PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA

Tujuan utama Neraca adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan RSU

An-Nisaa’ meliputi aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.

[Link] Aset
Aset adalah sumber daya yang dimiliki dan atau dikuasai sebagai akibat dari

peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan

diperoleh. Aset diklasifikasikan menjadi aset lancar, aset tetap, dan aset lainnya.

[Link].1 Aset Lancar

Aset lancar terdiri dari Kas, Piutang Pelayanan, dan Persediaan, dengan penjelasan

sebagai berikut:

31/12/2019 31/12/2018

1. KAS Rp. Rp.

Kas adalah uang tunai atau saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat

digunakan untuk membiayai kegiatan RSU An-Nisaa’.

31/12/2019 31/12/2018

2. PIUTANG PELAYANAN Rp. Rp.

Piutang Pelayanan merupakan klaim atau hak yang dimiliki RSU An-Nisaa’ yang

diperoleh dari pelayanan terhadap pasien yang pada tanggal neraca belum diterima

secara kas. Saldo piutang pelayanan RSU An-Nisaa’per 31 Desember 2019 dan 31

Desember 2018, dengan rincian sebagai berikut :

NO PIUTANG PELAYANAN 31/12/2019 31/12/2018


1 BPJS
2 Asuransi Lain
3 IKS Pihak III
4 Piutang pasien umum
JUMLAH PIUTANG BRUTO
5 Penyisihan kerugian piutang
pelayanan
JUMLAH PIUTANG NETTO

31/12/2019 31/12/2018

3. PERSEDIAAN Rp Rp

Persediaan adalah barang berwujud untuk mendukung kegiatan operasional RSU

An-Nisaa’ yang akan habis pakai atau terjual namun saat tanggal neraca disusun

masih belum habis pakai atau terjual.

[Link].2 Aset Tetap

Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu

periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan RSU An-Nisaa’.

31/12/2019 31/12/2018

1. ASET TETAP Rp. Rp.


Saldo Aset Tetap RSU An-Nisaa’per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018,

dengan rincian sebagai berikut :

NO ASET TETAP 31/12/2019 31/12/2018


1 Tanah
2 Peralatan dan Mesin
3 Gedung dan Bangunan
4 Jalan, Irigasi, dan Jaringan
5 Aset Tetap Lainnya
6 Akumulasi Penyusutan
JUMLAH ASET TETAP

[Link].3 Aset Lainnya

Aset Lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar dan

aset tetap.

NO ASET LAINNYA 31/12/2019 31/12/2018


1 Aset tidak berwujud
2 Amortisasi aset tidak berwujud
JUMLAH ASET LAINNYA

[Link] Kewajiban

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesainnya

mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi di masa datang.

[Link].1 Kewajiban Jangka Pendek

Kewajiban Jangka Pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan

dibayar/diselesaikan atau jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang setelah

tanggal neraca. Kewajiban Jangka Pendek terdiri dari Utang Usaha, Biaya yang Masih

Harus Dibayar dan Pendapatan Diterima Dimuka.

31/12/2019 31/12/2018

1. UTANG USAHA Rp. Rp.

Utang Usaha RSU An-Nisaa’adalah kewajiban rumah sakit kepada pihak luar yang

timbul karena kegiatan operasional RSU An-Nisaa’. Saldo Utang Usaha RSU An-

Nisaa’ per 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2019, dengan rincian sebagai

berikut :

NO UTANG USAHA 31/12/2018 31/12/2019


1 Utang belanja obat-obatan
2 Utang belanja alkes pakai habis
3 Utang belanja bahan kimia
4 Utang belanja makanan dan minuman
pasien
5 Utang belanja bahan habis pakai pihak
III
JUMLAH UTANG USAHA

31/12/2019 31/12/2018

BIAYA YANG MASIH HARUS


2. Rp. Rp.
DIBAYAR

Biaya yang masih harus dibayar adalah biaya yang telah terjadi pada waktu tertentu

namun masih belum dibayarkan meliputi beban Jasa Pelayanan bulan layanan akhir

tahun 2019.

31/12/2019 31/12/2018

3. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA Rp. Rp.

Pendapatan diterima di muka adalah penerimaan pendapatan dari pihak ketiga

sebagai pembayaran jasa tertentu tetapi RSU An-Nisaa’belum memberikan jasa

tersebut kepada pihak ketiga. Saldo pendapatan diterima dimuka RSU An-Nisaa’

per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, dengan rincian sebagai berikut :

NO PENDAPATAN DARI 31/12/2019 31/12/2018


1 Sewa tempat ATM…….
JUMLAH PENDAPATAN DITERIMA
DIMUKA

31/12/2019 31/12/2018

4. UTANG JANGKA PENDEK LAINNYA Rp. - Rp. -

Utang Jangka Pendek Lainnya terjadi di tahun 2015 saja, meliputi

__________________________

[Link] Ekuitas

Adalah jumlah kekayaan bersih yang merupakan selisih antara jumlah aset dengan

jumlah kewajiban.
31/12/2019 31/12/2018

1. EKUITAS Rp Rp.

Saldo ekuitas RSU An-Nisaa’per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, terdiri

dari :

NO EKUITAS 31/12/2019 31/12/2018


1 Ekuitas awal
2 Surplus/(Defisit) tahun lalu
3 Surplus/(deficit) tahun berjalan
JUMLAH EKUITAS

Surplus (Defisit) Tahun Lalu termasuk :

1. Koreksi kurang pengakuan beban listrik Desember 2018 sebesar Rp ____

1. Koreksi kelebihan pengakuan beban telepon sebesar Rp ______

3. Koreksi Pendapatan BPJS Rp ______ , IKS PihakIII Rp ________

4. Koreksi Utang Jasa Pelayanan Rp _____ dan Uang Makan Desember 2018

Rp ____________

5. Dampak Komulatif Perubahan Kebijakan Aset Tetap Rp _______

6. Dampak Komulatif Perubahan Kebijakan Akumulasi Penyusutan Rp ________

7. Koreksi Penyusutan sampai dengan 2018 Rp ______

8. Dampak Komulatif Perubahan Kebijakan Akuntansi Amortisasi Rp _______

5.3.4 PENJELASAN POS-POS LAPORAN OPERASIONAL

Tujuan utama Laporan Operasional adalah menyajikan operasi RSU An-Nisaa’

mengenai sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh

Rumah Sakit.

[Link] Pendapatan

Adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas RSU An-

Nisaa’ selama satu periode yang mengakibatkan penambahan ekuitas bersih.

Pendapatan terdiri dari pendapatan usaha dari jasa layanan, pendapatan dari usaha

lainnya, subsidi dari PT An-Nisaa’ Husada dan penyesuaian kontraktual.

Penyesuaian kontraktual adalah penyesuaian lebih/kurang yang terjadi karena

perbedaan pendapatan jasa layanan RSU An-Nisaa’dengan realisasi penerimaan


kas. Jumlah Pendapatan RSU An-Nisaa’per 31 Desember 2019 dan 31 Desember

2018 adalah :

31/12/2019 31/12/2018

Pendapatan Usaha dari Jasa Rp


1. Rp
Layanan

Rincian dari pendapatan tersebut adalah :

NO PENDAPATAN 31/12/2019 31/12/2018


1 Instalasi rawat jalan
2 Ambulance
3 Diklat
4 IGD
5 IKS Pihak III
6 Instalasi Farmasi
7 Instalasi Patologi Klinik
8 Instalasi Radiologi
9 Instalasi Rawat Inap
10 Oksigen
11 Paviliun
12 Instalasi Rehab Medik
13 Instalasi Rekam Medis
14 Instalasi Bedah Sentral
15 Pasien Umum yang membayar secara
angsuran
16 Instalasi Gizi
17 Instalasi Perawatan Intensif (HCU)
18 BPJS
JUMLAH PENDAPATAN

31/12/2019 31/12/2018

2. Pendapatan dari Usaha Lainnya Rp Rp.

Jumlah ini merupakan akun yang memuat pendapatan diluar operasional utama RSU

An-Nisaa’sebagai pelayan kesehatan masyarakat, yang terdiri dari:

a. Sewa Gedung / Lahan Rp.

b. Instalasi Penyehatan Lingkungan Rp.

c. Lain-lain Pendapatan Sah Rp.

Jumlah Rp.

PENYESUAIAN KONTRAKTUAL

SUBSIDI DARI PT

[Link] Biaya
Biaya adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam

bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang

mengakibatkan penurunan ekuitas bersih.

31/12/2019 31/12/2018

1. Biaya Operasional Rp. Rp.

Jumlah ini merupakan biaya operasional RSU An-Nisaa’per 31 Desember 2018, yang

terdiri dari : _________

BEBAN OPERASIONAL
Beban Pelayanan
Beban Gaji Pegawai
Beban gaji pegawai
Beban Bahan
Beban persediaan bahan obat-obatan
Beban persediaan alkes habis pakai
Beban persediaan bahan kimia
Beban bahan makanan dan logistic
Beban bahan/alkes pakai habis dari pihak III
Beban Jasa Pelayanan
Beban jasa pelayanan
Beban Pemeliharaan
Beban jasa sertifikasi dan kalibrasi
Beban pemeliharaan alat kedokteran/kesehatan
Beban Barang dan Jasa
Beban cetak
Beban sewa alat kedokteran/kesehatan
Beban baju petugas dan baju keperawatan
Beban perlengkapan tidur keperawatan
Beban perlengkapan non medis keperawatan
Beban bahan-bahan pembersih laundry RS
Beban bahan habis penunjang medis keperawatan
Beban peralatan habis pakai penunjang medis
Beban perlengkapan medis keperawatan
Beban Pelayanan Lainnya
Beban Bintek Akreditasi
Beban Administrasi Kantor
Beban jasa telepon
Beban jasa air
Beban jasa listrik
Beban jasa kawat, faksimili, internet
Beban paket/pengiriman
Beban persediaan alat tulis kantor
Beban persediaan perangko materai dan benda pos lainnya
Beban penggandaan
Beban konsumsi rapat
Beban konsumsi tamu
Beban perjalanan dinas
Beban pakaian dinas pegawai
Beban jasa transaksi keuangan
Beban rekruitmen pegawai
Beban retribusi RS
Beban Pemeliharaan
Beban jasa servis kendaraan
Beban penggantian suku cadang
Beban pemeliharaan mebeulair
Beban pemeliharaan gedung
Beban pemeliharaan AC
Beban pemeliharaan jaringan air
Beban pemeliharaan komputer
Beban pemeliharaan alat-alat komunikasi
Beban jasa kerja pemeliharaan IPAL
Beban bahan/bibit tanaman
Belanja kelengkapan pemeliharaan mesin pompa air
Beban pemeliharaan jaringan Gas LPG
Beban Barang dan Jasa
Beban jasa kebersihan dan pemeliharaan taman
Beban jasa pemeriksaan penangkal petir
Beban jasa pemeliharaan gedung
Beban pajak kendaraan bermotor
Beban jasa kerja RS
Beban penyusunan Masterplan bangunan RS
Beban jasa keamanan
Beban bahan pelumas (oli mesin, minyak rem)
Beban alat listrik dan elektronik (lampu pijar, battery)
Beban pengadaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih
Beban bahan bakar minyak/gas
Beban pengisian tabung pemadam kebakaran
Beban pengisian tabung gas
Beban perlengkapan ringan komputer (FD, mouse, keyboard,dll)
Beban perlengkapan video, sound sistem dan alat studio
Beban surat kabar/majalah
Beban barang pengadaan bendera, umbul-umbul, tiang bendera
Beban barang pengadaan peralatan ringan dan perlengkapan
kesehatan
Beban Promosi
Beban dokumentasi
Beban promosi atau publikasi
TOTAL BEBAN OPERASIONAL

[Link] Surplus/(Defisit)

Surplus/(Defisit) adalah selisih antara realisasi pendapatan dan realisasi beban pada

satu tahun anggaran.

31/12/2018 31/12/2019

1. Surplus/(Defisit) Rp Rp

5.3.5 PENJELASAN POS-POS LAPORAN ARUS KAS

Tujuan utama Laporan Arus Kas adalah menyediakan informasi mengenai sumber,

penggunaan, perubahan kas selama periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal

pelaporan. Arus Kas dikelompokkan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan

pendanaan. Informasi dalam Laporan Arus Kas dapat digunakan oleh pengguna

laporan keuangan untuk menilai kemampuan RS dalam menghasilkan kas, sumber

dan penggunaan dana RS.

Laporan Arus Kas (metode langsung) terdiri dari 2 bagian :


31/12/2019 31/12/2018

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Rp.


1. Rp.
Operasi

Arus Kas dari Aktivitas Operasi menyajikan arus kas masuk dan keluar dari aktivitas

operasi RSU An-Nisaa’, yang terdiri dari :

a. Arus Kas Masuk

Adalah arus kas masuk ke rekening RS yang berasal dari pendapatan fungsional,

subsidi PT An-Nisaa’ Husada, dan potongan pajak yang dipungut Bendahara

Pengeluaran RSU An-Nisaa’. Pendapatan fungsional adalah pendapatan usaha jasa

layanan dan pendapatan usaha lainnya diluar operasional utama RSU An-Nisaa’

yang masuk rekening RS, tidak termasuk piutang yang belum terbayar. Arus Kas

Masuk per 31 Desember 2018 sebesar Rp ________ terdiri dari :

NO URAIAN TARGET 2018


PENDAPATAN USAHA DARI JASA LAYANAN
1 Poli Umum
2 Poli Kandungan
3 Poli Bedah Umum
4 Poli Bedah Orthopedi
5 Poli Anak
6 Poli Interna
7 Poli Paru
8 Poli Mata
9 Poli Gigi
10 Instalasi Rawat Inap
11 Instalasi Gizi
12 Instalasi Perawatan Intensif (HCU)
13 Instalasi Bedah Sentral
14 Instalasi Farmasi
15 Instalasi Patologi Klinik
16 Instalasi Radiologi
17 Ambulance
18 Instalasi Gawat Darurat
19 Instalasi Rehab Medik
20 Instalasi Rekam Medis
PENDAPATAN PT AN-NISAA’ HUSADA

PENDAPATAN USAHA/SAH LAINNYA


1 Pendapatan yang Sah Lainnya
TOTAL PENDAPATAN

a. Arus Kas Keluar

Adalah arus kas keluar dari rekening RS untuk belanja operasional dan penyetoran

pajak oleh Bendahara Pengeluaran RSU An-Nisaa’. Arus Kas Keluar dari aktivitas

operasi per 31 Desember 2018adalah Rp. ________yang terdiri dari :


BEBAN OPERASIONAL
Beban Pelayanan
Beban Gaji Pegawai
Beban gaji pegawai
Beban Bahan
Beban persediaan bahan obat-obatan
Beban persediaan alkes habis pakai
Beban persediaan bahan kimia
Beban bahan makanan dan logistik
Beban bahan/alkes pakai habis dari pihak III
Beban Jasa Pelayanan
Beban jasa pelayanan
Beban Pemeliharaan
Beban jasa sertifikasi dan kalibrasi
Beban pemeliharaan alat kedokteran/kesehatan
Beban Barang dan Jasa
Beban cetak
Beban sewa alat kedokteran/kesehatan
Beban baju petugas dan baju keperawatan
Beban perlengkapan tidur keperawatan
Beban perlengkapan non medis keperawatan
Beban bahan-bahan pembersih laundry RS
Beban bahan habis penunjang medis keperawatan
Beban peralatan habis pakai penunjang medis
Beban perlengkapan medis keperawatan
Beban Pelayanan Lainnya
Beban Bintek Akreditasi
Beban Administrasi Kantor
Beban jasa telepon
Beban jasa air
Beban jasa listrik
Beban jasa kawat, faksimili, internet
Beban paket/pengiriman
Beban persediaan alat tulis kantor
Beban persediaan perangko materai dan benda pos lainnya
Beban penggandaan
Beban konsumsi rapat
Beban konsumsi tamu
Beban perjalanan dinas
Beban pakaian dinas pegawai
Beban jasa transaksi keuangan
Beban rekruitmen pegawai
Beban Pemeliharaan
Beban jasa servis kendaraan
Beban penggantian suku cadang
Beban pemeliharaan mebeulair
Beban pemeliharaan gedung
Beban pemeliharaan AC
Beban pemeliharaan jaringan air
Beban pemeliharaan komputer
Beban pemeliharaan alat-alat komunikasi
Beban jasa kerja pemeliharaan IPAL
Beban bahan/bibit tanaman
Belanja kelengkapan pemeliharaan mesin pompa air
Beban pemeliharaan jaringan Gas LPG
Beban Barang dan Jasa
Beban jasa kebersihan dan pemeliharaan taman
Beban jasa pemeriksaan penangkal petir
Beban jasa pemeliharaan gedung
Beban pajak kendaraan bermotor
Beban jasa kerja RS
Beban penyusunan Masterplan bangunan RS
Beban jasa keamanan
Beban bahan pelumas (oli mesin, minyak rem)
Beban alat listrik dan elektronik (lampu pijar, battery)
Beban pengadaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih
Beban bahan bakar minyak/gas
Beban pengisian tabung pemadam kebakaran
Beban pengisian tabung gas
Beban perlengkapan ringan komputer (FD, mouse, keyboard,dll)
Beban perlengkapan video, sound sistem dan alat studio
Beban surat kabar/majalah
Beban barang pengadaan bendera, umbul-umbul, tiang bendera
Beban barang pengadaan peralatan ringan dan perlengkapan
kesehatan
Beban Promosi
Beban dokumentasi
Beban promosi atau publikasi
TOTAL BEBAN OPERASIONAL

31/12/2019 31/12/2018

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Rp.


2. Rp.
Investasi

BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan

Kinerja RSU An-Nisaa’ tahun 2018 cukup baik ditandai dengan pendapatan

yang melebihi pagu anggaran dan tercapainya efisiensi dan mutu pelayanan sesuai

standar [Link] RSU An-Nisaa’ tahun 2018 sebesar Rp.

__________________ terdiri dari pendapatan jasa layanan dan subsidi dari PT An-

Nisaa’ sebesar Rp. _______. Realisasi pendapatan jasa layanan tahun 2018 sebesar

______________ melebihi pagu anggaran sebesar __________ (___%) dari

anggaran yang direncanakan. akibatnya RSU An-Nisaa memanfaatkan ambang

batas untuk belanja operasionalnya. Selain itu, pada awal tahun 2018 terdapat saldo

kas sebesar ____________________. Pendapatan tersebut dan saldo kas telah

dibelanjakan untuk gaji pegawai dan uang lebur dalam bentuk program dan kegiatan

terpenuhinya sarana dan prasarana rumah sakit, kebutuhan administrasi

perkantoran, sehingga komitmen pegawai meningkat maka akan berdampak

terhadap peningkatan jumlah kunjungan rumah sakit. Rencana bisnis anggaran tahun

2019 merupakan penerapan rencana bisnis rumah sakit yang pertama kali sehingga

pagu anggaran RSU An-Nisaa’ yang sumber dananya dari subsidi PT An-Nisaa’

Husada dan pendapatan fungsional rumah sakit dirinci dalam program dan kegiatan,
output dan jenis belanja. Rencana kinerja pelayanan dan keuangan tahun 2019

diasumsikan perekonomian Indonesia stabil walaupun tahun 2019 bertepatan dengan

dilaksanakannya pemilihan umum serentak. Diasumsikan perekonomian Indonesia

tetap stabil juga disebut asumsi makro, sedangkan asumsi mikro adanya peninjauan

tarif, peninjauan layanan, penambahan jumlah tempat tidur, adanya pengembangan

pembangunan gedung sebagai persiapan peningkatan kelas C dan adanya kebijakan

bahwa rumah sakit kelas D sebagai tempat rujukan tingkat pertama hal ini akan

berpengaruh terhadap jumlah kunjungan dan berbanding lurus dengan peningkatan

pendapatan rumah sakit.

Agar RBA ini dapat berjalan dengan baik perlu adanya komitmen dan

partisipasi seluruh karyawan RSU An-Nisaa’ serta dukungan dan perhatian dari PT

An-Nisaa’ [Link] dalam pelaksanaannya terdapat peraturan / ketentuan

yang mengharuskan perubahan maka rencana bisnis anggaran akan disesuaikan

atau direvisi. Saran dan kritik diharapkan untuk penyempurnaan rencana bisnis

anggaran ini sehingga RBA ini dapat dicapai sesuai dengan target.

2. Saran

Dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja RSU An-Nisaa’ belum

didasarkan pada analisa perkiraan pagu per output (per jenis layanan) dan perkiraan

biaya per [Link] keperluan penyusunan RBA pada tahun berikutnya agar

menambahkan analisa perkiraan pendapatan maupun biaya per jenis layanannya.

Bila RSU An-Nisaa’ sudah menyusun perhitungan unit cost, data tersebut dapat

digunakan sebagai acuan penyusunan RBA rumah sakit.

Blitar, …………………………

Mengetahui/Menetapakan

Direktur Utama Direktur RS


PT. An-Nisaa’ Husada

……………………………. …………………………
Hj. Sri Muntamah dr. Devvy Megawati

Anda mungkin juga menyukai