0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan14 halaman

Implementasi Bimbingan Konseling SMPN 2

Bab ini menjelaskan temuan penelitian yang dilakukan di SMPN 2 Larangan Pamekasan. Bentuk implementasi bimbingan dan konseling di sekolah tersebut meliputi memberikan nasihat, arahan, dan silaturahmi kepada siswa yang memiliki masalah. Kegiatan solat duha dan kepramukaan juga digunakan untuk membimbing siswa. Implementasinya melibatkan wali kelas dan siswa diajak berkonsultasi dengan guru BK.

Diunggah oleh

Azamiy Azamiy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan14 halaman

Implementasi Bimbingan Konseling SMPN 2

Bab ini menjelaskan temuan penelitian yang dilakukan di SMPN 2 Larangan Pamekasan. Bentuk implementasi bimbingan dan konseling di sekolah tersebut meliputi memberikan nasihat, arahan, dan silaturahmi kepada siswa yang memiliki masalah. Kegiatan solat duha dan kepramukaan juga digunakan untuk membimbing siswa. Implementasinya melibatkan wali kelas dan siswa diajak berkonsultasi dengan guru BK.

Diunggah oleh

Azamiy Azamiy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Plagiarism Checker X Originality Report

Similarity Found: 8%

Date: Selasa, Januari 24, 2023


Statistics: 339 words Plagiarized / 4074 Total words
Remarks: Low Plagiarism Detected - Your Document needs Optional Improvement.
-------------------------------------------------------------------------------------------

BAB IV PAPARAN DATA, TEMUAN PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN Pada bab ini
peneliti akan mencoba untuk menguraikan paparan data, temuan peneliti, dan
pembahasan di lapangan selama melakukan penelitian serta pembahasan hasil
penelitian agar menemukan subtansi dasar dari temuan tersebut. Pada bab ini juga
peneliti memang meneliti di lingkungan SMPN 2 Larangan Pamekasan, akan tetapi lebih
terfokuskan pada guru bimbingan konseling, kepala Sekolah, dan tiga siswanya, yang di
ambil sebagai sampel dalam penelitiannya. Dikarenakan dari hasil observasi maka
peneliti memfokuskan area penelitiannya di daerah SMP N 2 Larangan Pamekasan.

Paparan Data Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dengan metode
wawancara, observasi, dan dokumentasi, maka dapat dipaparkan beberapa data yang
telah diperoleh peneliti diantaranya sebagai berikut: Bentuk Implementasi Bimbingan
Dan Konseling Di SMPN 2 Larangan Pamekasan Adanya bimbingan dan konseling
dalam sebuah lembaga merupakan hal yang wajib ada bagi setiap lembaga di
karenakan tugas dan fungsi dari adanya bimbingan dan konseling di sebuah lembaga
adalah untuk menetralkan problematika yang terjadi pada siswa dan siswinya, supaya
dengan adanya bimbingan dan konseling ini siswa dan siswi mampu untuk menata
kembali kepribadiannya serta menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Bimbingan dan konseling ini memiliki peran yang sangat urgen bagi siswa dan siswi di
SMP N 2 Larangan Pamekasan dalam menanamkan nilai-nilai positif pada siswa dan
siswinya seperti nilai sopan santun, iman dan taqwa serta tentang belajar. Sehingga
bentuk implementasi bimbingan dan konseling yang ada di SMP N 2 Larangan
Pamekasan ini adalah seperti apa yang di jelaskan oleh informan ibu Syarifah dalam
wawancaranya sebagai berikut; “Eemm…dalam hal ini yang pertama tentu keimanan dan
ketakwaan lalu bagaimana cara mengelola emosi juga sopan santun dan juga tentang
belajar dan karirnya”._

Sehingga dari sini bisa kita fahami bahwasanya peran bimbingan dan konseling itu
adalah sangat penting sehingga para siswa dan siswi yang bermasalah atau yang
memiliki masalah baik di dalam belajarnya maupun di keluarganya dapat di atasi dan
terselesaikan secara dewasa. Jadi pada lembaga ini, proses atau bentuk
implementasinya adalah ketika para siswa dan siswinya yang bermasalah disitu pihak
guru BK melakukan tindakan yaitu dengan memanggil siswa-siswi yang bermasalah ke
kantornya untuk di berikan arahan dan nasihat supaya tidak melakukan kesalahan
seperti itu lagi.

Dari sini peneliti mengunggkapkan bahwasanya bentuk implementasi dari Bimbingan


dan Konseling ini adalah dengan memberikan nasihat serta arahan kepada
siswa-siswinya yang memiliki masalah baik di sekolah maupun masalah yang ada di
keluarganya yang terkadang membuat mentalitas siswa-siswi menjadi down, maka
peran dari BK ini adalah seperti itu, sehingga setelah di berikan nasihat dan wejangan si
anak menjadi lebih baik, seperti apa yang di katakana oleh ibu Syarifah selaku guru BK
di SMPN 2 Larangan Pamekasan yang penulis wawancarai; "Biasanya anak-anak itu lebih
pada misalkan ada problem misalnya dengan teman atau dengan perkembangan
dirinya itu mereka mendatangi guru-guru BKnya untuk meminta bantuan atau sekedar
konsultasi saja.”_ Adapun bentuk bimbingan lainnya juga terdapat dalam kegiatan solat
duha berjamaah dan kultum singkat setiap pagi jum’at. Hal ini dilakukan untuk
menanamkan nilai ketakwaan dan kerohanian para siswa dalam mencerminkan diri
sebagai hamba Allah SWT.

Maka sebagai hamba Allah yang lemah, maka para siswa akan disadarkan dengan
rohani yang mereka dapatkan sepatutnya sampai kepada tuhannya untuk
menyampaikan setiap masalah dan mendapatkan solusi darinya. Dengan adanya
rutinitas solat duha berjamaah ini juga tak terlepas dari bentuk dasar bimbingan pihak
sekolah dan guru. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Syamsul Arifin
selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Larangan; “Yaa kalau ditanya bentuknya, mungkin ada
beberapa program yang diadakan pihak sekolah dan guru BK, misalnya dalam bentuk
ketakwaan mereka dalam kegiatan solat duha berjamaah setiap pagi jumat.

Tentu hal ini juga mendukung mentalitas dan kerohanian mereka kepada Allah SWT
sebagai sang pemilik solusi dari setiap masalah, bener toh? Tentu program ataupun
kegiatan seperti ini juga bisa kami katakan bentuk bimbingan pihak guru dan sekolah
dalam memberikan wejangan kepada mereka” Sebagai guru sekaligus orang tua siswa
disekolah, orang tua kandung juga mendapat peran dalam keberlangsungan mental dan
psikologi seorang anak. Hal ini juga dilakukan oleh guru BK di Sekolah SMPN 2
Larangan. Guru BK biasanya akan melibatkan orang tua wali dengan cara
menyempatkan diri dengan berkunjung atau sekedar silaturrahmi ke rumah siswa,
dengan alasan guru tersebut tahu persis dengan latar belakang siswanya, baik secara
mental maupun kepribadiannya.

Karena kepribadian bisa saja terjadi dengan lingkungan yang dihadapi baik di sekolah
maupun di rumah dan lingkungan lainnya. Sehingga hal ini memudahkan guru BK untuk
lebih selektif dalam memberikan bimbingan kepada mereka. Hal ini sebagaimana yang
disampaikan oleh Ibu Syarifah sebagai Guru BK SMPN 2 Larangan dalam wawancaranya;
“Biasanya anak-anak itu lebih pada misalkan ada problem misalnya dengan teman atau
dengan perkembangan dirinya itu mereka mendatangi guru-guru BKnya untuk meminta
bantuan atau sekedar konsultasi saja.

Dan kalau untuk bentuk bimbingan ya, eumm ya kita biasanya adakan dengan cara
silaturrahmi ke wali atau orang tua siswa, artinya kita juga bekerjasama dengan orang
tua wali, dengan begitu kita juga lebih bisa mengetahui latar belakang siswa langsung
dari orang terdekatnya.”_ Selain itu, Ibu Syarifah dalam wawancaranya mengatakan
bahwa kegiatan kepramukaan juga sebagai bentuk upaya bimbingan sekolah dalam
melatih mental dan kepercayaan diri siswa untuk menghadapi masalah mereka sendiri.
Hal ini sesuai dengan dasar dan tujuan kepramukaan dalam membentuk keterampilan
para siswa menjadi pemimpin dalam setiap regunya, dimana sebagai seorang pemimpin
diharapkan mampu menyelesaikan setiap masalah yang di hadapi baik oleh dirinya
sendiri ataupun anggotanya.

Sebagaimana dari hasil wawancaranya; “Oh iya,,satu lagi, ibu kan orang pramuka ya,
pembina pramuka juga, nah dalam kegiatan kepramukaan ibu juga biasanya
memberikan materi bimbingan kepada para siswa, karna siswa disini juga wajib pramuka
kcuali kelas tiga semester genap baru gak ikut, jadi dalam kepramukaan bimbingan
yang kami berikan juga tentang mental dan kepercayaan diri masing kepada siswa, baik
dalam menghadapi masalah, tanding, ataupun semisalnya, begitu”._ Implementasi
Bimbingan Dan Konseling Di SMPN 2 Larangan Pamekasan Adapun dalam
implementasinya, pelaksanaan bimbingan dan konseling yang dilakukan pihak sekolah
di SMPN 2 Larangan, para siswa yang ingin atau akan mendapatkan bimbingan dari
pihak guru BK pada mulanya akan di arahkan dengan melalui tahapan dengan adanya
arahan dari wali kelas yang merekomendasikannya sebelum mendapatkan bimbingan
dari guru BK langsung.

Dengan ini siswa dapat mengetahui posisi dan arah yang akan dihadapi selanjutnya
sesuai dengan problem yang akan diselesaikan. Hal ini sesuai dengan apa yang
disampaikan oleh Bapak Syamsul Arifin selaku guru BK kedua SMPN 2 Larangan yang
penulis wawancarai; “Eemm… kalo itu berupa pelanggaran tidak langsung keruang BK
tapi biasanya melalui bagian wali kelas, kesiswaan dulu lalu di rekom ke guru BK, tidak
pas langsung anak-anak masuk keruangan BK”._

Selain itu, dalam wawancara yang lainnya pihak sekolah juga menyampaikan bahwa
dalam upaya mengoptimalkan bimbingan dan konseling perlu adanya semangat dan
tanggung jawab lebih, baik dari pihak guru maupun siswa dengan memberikan
bimbingan lebih dan secara continue baik kepada mereka para siswa yang bermasalah
ataupun yang tidak bermasalah. Sehingga dengan adanya bimbingan seperti ini para
siswa menjadi lebih peka terhadap masalah mereka sendiri untuk mereka selesaikan
bersama. Berikut wawancara oleh Bapak Syamsul Arifin; ”Lebih banyak lagi memberikan
bimbingan ke pada anak, guru BK itu bukan polisi sekolah yang di mana selalu
menuntut siswa tapi lebih pada untuk membimbing mereka untuk apa eemm..

untuk perkembangan dirinya sehingga mereka biasa menyelesaikan, eemm… ke guru


BK”._ Dalam hal ini dapat kita fahami bahwasanya betapa penting dan harusnya sebuah
bimbingan kepada para siswa dan siswi di sekolah, karena melihat dari keurgensiannya
yang begitu sangat berperan bagi pertumbuhan kedewasaan anak (Afektif,
Psikomotorik, Kognitif). Dalam menjalani sebuah pendidikan tidak terlepas yang
namanya masalah, dan masalah itu nanti seolah olah akan menjadi sebuah ujian bagi
diri seorang anak untuk lebih meningkatkan kedewasaannya, karena pepatah yang
mengatakan “semakin banyak masalah yang kamu hadapi maka kamu akan semakin
dewasa” dari pernyataan ini memiliki maksud tersendiri yaitu artinya adalah ketika kita
memiliki sebuah problematika dalam hidup umumnya dan dalam sekolah khususnya
maka disitu kita di tuntut untuk bagaimana cara menghadapi masalah itu dengan
bijaksana.

Sehingga pada intinya adalah setiap masalah yang kita hadapi terutama pada siswa
siswi yang masih sekolah itu perlu adanya pembinaan diri sehingga kita dapat
mengontrol emosional dan dapat terbimbing dengan baik supaya mereka mampu
tumbuh menjadi pribadi yang dewasa dan baik. Pada umumnya setiap masalah yang
dihadapi oleh setiap orang berbeda-beda. Begitupun dengan para siswa yang masih
lazim dengan kepolosannya (dalam tahap menengah) akan menerima masalahnya
sendiri. Masalah yang sering terjadi saat ini adalah dengan adanya tindakan bullying
baik yang terjadi di lingkungan masyarakat ataupun lingkungan sekolah.

Tentu hal ini membuat risih bagi orang tua dan juga pihak lainnya, maka dengan hal ini
perlu adanya yang bertanggung jawab dan membina masalah ini. Dengan adanya hal
ini, pihak sekolah SMPN 2 Larangan dalam wawawancaranya untuk memberikan
bimbingan dan konseling kepada mereka dalam kasus bullying dengan cara
memanfaatkan kerjasama orang tua, kerabat dan teman yang paling mereka anggap
penting untuk menjaga, megarahkan dan membimbing mereka para korban bullying.
Sehingga dengan cara kerjasama antar pihak ini diharapkan membantu mereka dalam
mengontrol psikologi dan mental mereka.

Berikut hasil wawancara lanjut peneliti dengan guru BK SMPN 2 Larangan; “Kasus
bullying sih, karena yang paling bermasalah terhadap rasisnya anak-anak zaman
sekarang adalah kasus bullying, tidak ada rasa kepedulian dan humanis mereka
terhadap hal yang menurut anggapan mereka setiap melihat teman-teman mereka
memiliki kekurangan, sehingga dengan hal ini, kami biasanya melakukan apa ya
namanya, seperti konsultasi begitu dengan pihak kelluarga dan juga teman-temannya”._
Selain itu, pihak sekolah SMPN 2 Larangan dalam mengimplementasikan juga
mengupayakan membangun hubungan harmonis setiap komponen yang ada, baik dari
guru, siswa, BK, staf atau karyawan, bahkan juga hubungan ini sampai pada satpam
sekolah.

Dengan berlangsungnya setiap proses pembelajaran, hubungan harmonis yang


diupayakan pihak sekolah diharapkan semua pihak terbuka akan setiap keberadaan
mereka masing-masing, baik secara individu ataupun kelompok. Karena hubungan
harmonis memberikan rasa ketenangan dari setiap pribadi ataupun secara umum,
sehingga setiap orang dapat menyampaikan dan menguraikan masalah ataupun
keterbatasan yang mereka hadapi, misalnya siswa menyampaikan masalahnya karena
hutangnya yang sudah menumpuk di kantin.

Siswa yang terlambat karena jauhnya perjalanan yang harus ditempuh sehingga satpam
dapat memberikannya masuk gerbang, dan juga masalah pribadi siswa yang ingin
menyampaikan masalahnya dengan guru yang paling mengerti dan mendengarkan
siswanya. Sebagaimana wawancara peneliti dengan Syamsul Arifin selaku kepala sekolah
SMPN 2 LArangan sebagai berikut; “Dan yang paling penting itu sebenarnya ya,, ya
bagaimana kita baik guru ataupun pihak sekolah dan juga lainnya dapat menjaga
hubungan harmonis seperti, baik guru dengan guru, siswa dengan guru, siswa dengan
staf/karyawan misalnya dan lain-lain”._

Jadi adapun proses implementasi nilai bimbingan dan konseling pada siswa dan siswi
SMPN 2 Larangan Pamekasan adalah ketika para jajaran staf sekolah dan guru BK
mengadakan sebuah perkumpulan yang dimana perkumpulan itu berisi tentang
wejangan, nasihat dan arahan kepada siswa dan siswi baik yang memiliki masalah atau
yang tidak memiliki masalah, yaitu dengan maksud supaya peran dan fungsi sebagai
guru BK dalam mengimplementasikan bimbingan dan konseling sesuai dengan apa
yang menjadi visi misi dari sekolah itu, yang tentunya memnginginkan para siswa dan
siswinya memiliki etika dan moral yang tinggi supaya menjadi generasi yang hebat nanti
kedepannya.

Temuan Penelitian Pada lembaga SMPN 2 Larangan Pamekasan ini merupakan lembaga
pendidikan yang menjunjung nilai nilai keislaman yang tinggi sekalipun kita sama sama
mengetahui bahwasanya lembaga ini tidak memiliki lebel pesantren. Namun yang
membuat peneliti tertarik disini adalah ketika ada siswa dan siswinya memiliki masalah
dalam sekolahnya seperti sering bolos, tidak masuk dan bertengkar atau dalam
keluarganya ataupun dalam sosialnya, maka disitu peran guru BK beserta para jajaran
guru yang lainnya ikut dalam mengatasi persoalan itu dengan cara bermusyawarah
terlebih dahulu dan mencari solusi untuk siswa atau siswi yang bermasalah.

Pada sikap guru BK yang penulis paparkan di atas maka disitu ada nilai syura’ yang di
terapkan yaitu lebih mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan sebuah
masalah. Para siswa dan siswi SMPN 2 Larangan tidak pernah lepas dari kontroling guru
BK, karena mereka setiap harinya selalu di bombing dan di arahkan sembari
mengajarkan bagaimana cara bersikap dan bertuturkata dengan baik kepada orang
yang seumuran bahkan sampai kepada yang lebih tua.

Sehingga model pendidikan yang ada di SMPN 2 Larangan ini adalah sekalipun tidak
berbasis pondok pesantren namun nilai-nilai religious yang di tanamkan melalui
implementasi guru BK kepada siswa dan siswinya selalu berjalan setiap harinya. Adapun
model pendidikan yang di terapkan pada SMPN 2 Larangan ini adalah seperti halayak
sekolah lain namun yang bikin menariknya disini adalah guru BK yang senantiasa
membimbing serta mengayomi para siswa dan siswinya baik di dalam kelas maupun di
luar kelas.

Maka dari itu berdasarkan paparan data di atas peneliti akan mencoba untuk
memaparkan temuan peneliti tentang Implementasi Bimbingan Dan Konseling di SMPN
2 Larangan pamekasan; Bentuk Implementasi Bimbingan Dan Konseling Di SMPN 2
Larangan Pamekasan Nasihat atau Wejangan Pada hal ini guru BK memiliki peran dan
fungsi dalam memberikan nasihat atau wejangan terhadap para siswa dan siswinya
tanpa haru membeda bedakan satu dengan yang lainnya yaitu dengan maksud supaya
siswa dan siswinya terarahkan dan selalu dalam koridor pengawasan guru BKnya. Serta
membantu para siswa dan siswinya dalam mengembangkan potensi, baik dari segi
emosional, intelegensi, moral spiritual, maupun sosial.

Jadi jika di pandang dari hal ini peran guru BK sangatlah erta dengan pendidikan
karakter yang menjadi sebab langsung atau tidak langsungnya capaian hasil belajar para
siswanya. Perkembangan Akademis Pengembangan keberaksaraan akademik
merupakan sebuah bentuk implementasi guru BK dalam membimbing dan membina
pembelajaran yang menggunakan kegiatan membaca, berbicara di depan public, dan
menulis dengan menggunakan penalaran dengan menggunakan berbagai macam teks.
Dalam hal ini penulis merasa kagum akan peran guru BK yang ada di SMPN 2 Larangan
pamekasan.

Mengatasi segala bentuk Problematika siswanya Upaya yang di lakukan oleh guru Bk
dalam mengatasi problem siswa siswinya adalah dengan cara melakukan bimbingan
konseling terhadap siswanya secara rutin dengan langkah yang pertama berkomunikasi
dengan siswanya, serta menjadi pendengar yang baik, dan memperlakukan siswanya
dengan baik, memanimalisir kontak fisik, serta yang terakhir memberikan motivasi dan
arahan akibat dari perilakunya yang mungkin terlalu agresif. Bimbingan Klasikal Dalam
hal ini bimbingan klasikal di lakukan oleh guru BK unuk siswa dan siswinya secara
terjadwal untuk memberikan pelayanan bimbingan dengan cara kontak langsung
dengan siswa siswinya.

Adapun faedah dari adanya bimbingan klasikal ini adalah supaya peserta didik terhindar
dari pelanggaran terhadap tata tertib sekolahnya. Implementasi Bimbingan Dan
Konseling Di SMPN 2 Larangan Pamekasan Implementasi bimbingan dan konseling
yang di lakukan di sekolah SMPN 2 Larangn Pamekasan di orientasikan kepada upaya
memfasilitasi perkembangan potensi siswa siswinya sebagai konseli dalam mencapai
tugas tugas perkembangannya yang meliputi aspek belajar, pribadi, sosial, dan karir.

Aspek Belajar Peran yang dilakukan oleh guru BK untuk menanggulangi kerumitan atau
problem siswa siswinya, yaitu dengan cara menyampaikan perhatian kepada siswa yang
mengalami kesulitan misalkan dalam hal belajar, yaitu menggunakan media
pembelajaran, memberikan tugas dan latihan agar siswa mau belajar secara ,mandiri
serta mengarahkan siswa dalam belajar berkelompok Aspek Pribadi Peran guru BK
dalam menanganinya adalah dengan cara yang pertama menyelidiki permasalahan
siswa tersebut, melakukan pemanggilan, menjadi mediator antar siswa dan memberikan
pengarahan tentang dampak negative dan kerugian akibat perilaku agresifnya tersebut.

Aspek Sosial Adapun dalam aspek sosial siswa ini guru BK memiliki tips langkah-langkah
dalam mengatasi permasalahan siswanya; yaitu yang pertama dengan berkomunikasi
dengan siswanya, menjadi pendengar yang setia dan baik, membuat ruangan BK terasa
nyaman, memperlakukan siswanya dengan baik serta memanimalisir kontak fisik,
menasihati tanpa menggurui, dan menjadi fasilitator. Aspek Karir Peran guru terutama
guru BK SMPN 2 Larangan Pamekasan sangatlah penting dalam mengupayakan
pemahaman siswa akan pentingnya pemahaman karir yang lebih baik, yang dimana
sesuai dengan tujuan guru secara umum bahwasanya adalah membantu siswa dalam
mengembangkan potensi dan kemampuan yang di miliki oleh siswa.

Jadi empat peran di atas dapat efektif jika guru BK didukung oleh mekanisme structural
di suatu sekolah, karena tanpa adanya konsep saling membangun maka jangan harap
bisa berjalan sesuai harapan pendidikan karena kerja tim merupakan kunci dari
keberhasilan dari suatu lembaga. PEMBAHASAN Dalam pembahasan kali ini peneliti
akan menguraikan serta serta akan memaparkan beberapa hasil kajian teori, paparan
data, dan temuan penelitian yang pernah di temukan. Maka dari itu tema-temanya akan
di bahas secara mutawattir. Berikut di bawah ini pembahasan yang dapat penulis
sampaikan: Bentuk Implementasi Bimbingan Dan Konseling Di SMP N 2 Larangan
Pamekasan Berbicara tentang bimbingan dan konseling mungkin kita sudah tidak asling
lagi mendengarnya karena sejauh ini keberadaan BK dalam setiap lembaga sekolah itu
harus ada, di karenakan melihat dari peran dan fungsi dari BK itu sendiri adalah sangat
penting bagi sekolah dan siswa siswi dalam membantu peningkatan potensi dan bakat
peserta didik.

Dalam setiap lembaga sekolah setiap guru memiliki peran masing masing di antaranya
seperti ada yang menjadi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pekerta tata usaha,
operator, guru BK, guru IPS, dan lain lain. Dari sekian banyak peran guru yang penulis
sebutkan di atas, di sini penulis memfokuskan penelitian kepada BK ( Bimbingan dan
Konseling). Pada lembaga SMPN 2 Larangan Pamekasan, staf guru BK yang aktif hanya
beberapa orang saja, namun keberlangsungan segala bentuk kegiatan BK berjalan
dengan lancer, yang dimana hal itu menjadi bentuk adanya implementasi bimbingan
dan konseling yang terjadi pada lembaga sekolah SMPN 2 Larangan.

Adapun disini peneliti menemukan beberapa bentuk implementasi bimbingan dan


konseling yang termuat dalam empat aspek diantara aspek-aspek yang di maksud
adalah sebagai berikut; yang pertama ada aspek pribadi, aspek belajar, aspek sosial, dan
aspek karir. Empat aspek ini yang peneliti temukan di lokasi setelah melakukan
beberapa kali observasi. Namun sebelum peneliti menjelaskan empat aspek yang di
atas, peneliti akan mencoba mengupas dan membahas sedikit terkait tentang
keberadaan awal dari adanya bimbingan konseling di lembaga SMPN 2 Larangan
pamekasan.

Seperti apa yang di katakana oleh ibu Syarifah selaku guru BK di SMPN 2 Larangan
dalam sebuah wawancaranya; “Selain dari kurikulum itu juga harus ada dan di butuhkan
anak apa lagi mau masuk remajanya untuk belajarnya dan juga untuk mengetahui jati
dirinya untuk mewujudkan segala potensi mereka untuk segera di bantu”._ Dari
pernyataan informan di atas dapat penulis simpulkan bahwasanya adanya BK dalam
sebuah lembaga sekolah merupakan sebuah keharusan, karena hal itu sangatlah
penting bagi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan serta bagi peserta didik dalam
meningkatkan kualitas dan potensi diri. Dan keberadaan BK dalam sebuah Lembaga
menentukan tingkat keberhasilan dari proses pendidikan juga karena peran BK
sangatlah urgen.

Adapun sistem pendidikan yang berlaku di SMPN 2 Larangan ini adalah masih
menggunakan kurikulum K-13 yang dimana siswa dan siswinya di tuntut untuk lebih
aktif dalam belajar dan bersosial. Maka bagian BK memanfaatkan peluang ini dengan
cara mengadakan beberapa kegiatan yang dimana dengan adanya kegiatan itu akan
menjadi sebuah bentuk implementasi dari bimbingan konseling itu sendiri, di antaranya
seperti memberikan fatwah, bimbingan, arahan serta pengayoman terhadap siswa
siswinya.

Adapun bentuk implementasi bimbingan konseling yang sering di lakukan oleh guru BK
adalah memberikan pengayoman yang baik serta memberikan motivasi untuk siswa
untuk lebih giat lagi dalam belajar dan merancang bagaimana karir kedepannya. Guru
BK juga sering masuk ke kelas para siswa siswinya yang lagi kosong gurunya guna untuk
menanggulangi kekacauan ketika tidak ada gurunya yang masuk kelas. Di antara peran
guru BK dalam mengimplementasikan bimbingan konseling adalah seperti apa yang
peneliti sebutkan di atas yaitu dari aspek pribadi, yang dimana ketika seorang siswa
memiliki masalah pribadi maka disitu peran guru BK dalam menanggulangi masalahnya
yaitu dengan cara memberikan motivasi dan semangat serta solusi yang terbaik bagi
siswanya, da nada juga dari segi aspek sosial, disini aspek sosialnya biasanya siswa
mengalami problemnya.

Sehingga dapat di pahami bahwa bentuk implementasi dari bimbingan konseling adalah
seperti memberikan nasihat, motivasi serta arahan dan solusi bagi siswa dan siswinya
yang mengalami problem dalam sekolahnya. Implementasi Bimbingan Dan Konseling Di
SMPN 2 Larangan Pamekasan. Implementasi bimbingan dan konseling di sekolah SMPN
2 Larangan Pamekasan diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan
potensi peserta didik sebagai konseling dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya
yang memiliki aspek pribadu, sosial, belajar serta karir. Sehingga implementasi
bimbingan konseling pada sisiwa dan siswi di SMPN 2 Larangan menjadi suatu
keharusan yang di lakukan oleh guru BK.

Mengapa bimbingan konseling sangat perlu dilakukan? Karena pelayanan bimbingan


dan konseling lebih bersifat proaktif, prevatif, dan pengembangan, maka idealnya setiap
kelas mendapatkan kesempatan khusus untuk jam-jam pelayanan, sehingga secara
sistematis peserta didik terlayani untuk mendapatkan bantuan dalam memperlancar
aktualisasi pencapaian tugas. Sesuatu yang di sebut sebagai program merupakan
rangkaian kegiatan yang terencana lengkap dengan rangkaian tujuan beserta jenis-jenis
kegiatan, seperti kegiatan program tahunan, semesteran, bulanan dan mingguan serta
langkah langkah yang harus di lakukan oleh Guru BK dalam mengatasi prmasalahgan
siswanya. Melakukan bimbingan atau arahan tidak mesti di lakukan oleh guru
bimbingan dan konseling saja, namun juga di lakukan oleh wali kelas, staf Guru,
wakakesiswaan serta teman sebaya.

Seperti halnya yang di lakukan oleh Guru BK dan para staf Guru yang lain di SMPN 2
Larangan Pamekasan, ini yang dimana salah satu siswanya berkelahi dengan teman
sebayanya, guru-guru tersebut membimbing, mengarahkan, memberikan teguran, dan
peringatan kepada mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di waktu yang
lain, baik itu di sekolah maupun di luar sekolah. Jika mereka mengulangi kesalahan yang
sama lagi maka gurupun akan memberikan sangsi sesuai dengan kesalahan yang di
lakukannya. Sangsi tersebut bisa berupa memanggil orang tua, di skors, ataupun
dikeluarkan dari sekolah.(Observasi, dan pengamatan, 16 Desember 2022).

Kegiatan bimbingan dan konseling di sebut pelayanan apabila kegiatan tersebut


dilakukan melaluikontak langsung dengan siswa siswinya. Berbagai jenis pelayanan yang
di lakukan guru BK sebagai wujud nyata implementasi bimbingan dan konseling
terhadap siswa di SMPN 2 Larangan Pamekasan. Berikut ini penulis memaparkan
beberapa layanan dan implementasi bimbingan konseling di SMPN 2 Larangan
Pamekasan: Layanan informasi Layanan informasi ini adalah layanan yang membantu
peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial belajar, karir atau
jabatan pendidikan lanjutan. _ layanan informasi di berikan kepada seluruh siswa dan
siswi di SMPN 2 Larangan Pamekasan. Adapun informasi yang di berikan oleh guru BK
ini berupa informasi tentang seputar pendidikan.

Hal ini di lakukan dengan maksud tujuan supaya siswa dan siswinya memiliki pandangan
untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus dari SMPN 2 Larangan ini, supaya tidak ada
penyesalan yang terasa bagi siswa dan siswi SMPN 2 Larangan. Layanan Penempatan
dan Penyaluran Penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang membantu
peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas,
kelompok belajar, jurusan, program latihan, dan program ekstrakulikuler. Layanan
penempatan dan penyaluran oleh guru BK di SMPN 2 Larangan Pamekasan. Guru bisa
menentukan siswa dan siswinya di tempatkan dan di posisikan sesuai dengan potensi
yang mereka miliki.

Layanan Bimbingan Belajar Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk upaya
implementasi bimbingan dan konseling oleh guru BK dan hal ini merupakan
implementasi bimbingan konseling yang sangat penting bagi peserta didik di sekolah.
Sebuah kegagalan yang di lakukan oleh para peserta didik tidak semerta merta
bersumber dari intelegensi semata, namun terkadang dari bagaimana seorang guru
dalam membimbing dan mengarahkan siswa siswinya dalam hal belajar, sehingga bisa
tercapai tujuan dari pendidikan itu sendiri._

Dalam menangani sebuah problem yang di lakukan oleh para siswa maka yang
berkewajiban dalam membina dan memberikan motivasi bagi siswa dan siswi tidak
hanya guru BK saja melainkan juga wali kelas, staf guru yang lain tentu dengan maksud
untuk membantu menjalankan tugas tugas sebagai seorang pendidik. BAB V PENUTUP
Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian dan pembahasan di atas maka peneliti dapat
menarik kesimpulan sebagai berikut: Implementasi Bimbingan dan Konseling di sekolah
SMP N2 Larangan masih berjalan dalam proses penyempurnaan, karena kita selaku
manusia memang tidak sempurna apalagi dalam melakukan sesuatu namun sejauh ini
apa yang di lakukan oleh para guru khususnya guru BK di SMPN 2 Larangan sudah
sangat bagus hanya saja perlu penyempurnaan saja sehingga bisa tercapai apa yang
ditargetkan.

Adapun hal ini terjadi tidak menjadi kekecewaan besar namun hal ini pun terjadi dapat
kita ambil pelajaran sebagai generasi muda kedepannya untuk menciptakan bimbingan
dan konseling kedepannya lebih baik dan efektif lagi. Proses implementasi program
bimbingan dan konseling tentunya memiliki kendala. Adapun kendala yang menjadi
penghambat berjalannya proses implementasi bimbingan dan konseling adalah
kurangnya personil guru BK, minimnya anggaran dana serta masih minimnya
pemahaman siswa dan siswi terkait dengan bimbingan dan konseling yang ada di
lembaga sekolah SMPN 2 Larangan ini.

Adapun bentuk usaha dan upaya yang di lakukan oleh guru bimbingan konseling dan
kepala sekolah dalam mengatasi kendala proses implementasi bimbingan dan konseling
adalah dengan melakukan pendekatan terhadap siswa siswi yang memiliki
permasalahan secara pribadi maupun kelompok, setelah itu guru BK tak lumpa
memberikan solusi dan motivasi terhadap siswa siswinya supaya tidak melakukan
kesalahan yang lagi dan menyadari akibat dari prilakunya yang terlalu agresif.
Rekomendasi Agar proses implementasi program bimbingan dan konseling di SMPN 2
Larangan ini makin sempurna maka peneliti hanya menyarankan untuk hendaknya:
Menambah guru bimbingan dan konseling, agar dalam melaksanakan bimbingan dan
konseling bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Membuat jam tambahan untuk guru bimbingan dan konseling supaya guru bimbingan
dan konseling bisa menjelaskan struktur bimbingan konseling, mengenalkan atau
mensosialisasikan program-program bimbingan dan konseling, dan lebih semangat lagi
dalam memberikan motivasi serta pengembangan bakat siswa dan siswi minat belajar
serta prestasinya.

INTERNET SOURCES:
-------------------------------------------------------------------------------------------
<1% -
[Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
<1% -
[Link]
u-bimbingan-dan-konseling-sekolah-dalam-mengatasi-kesulitan-belajar-peserta-didik
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
gkat-stres-orang-berbeda-beda-c1c2
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
n-2-murung-satu-atap/
1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
1% -
[Link]
si-pelaksanaan-bimbingan-konseling-tingak-sekolah-dasar
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
=PERAN%20GURU%20BIMBINGAN%20DAN%20KONSELING%20DALAM%20MENANGA
NI%20PERILAKU%20AGRESIF%20SISWA%20DI%20SMKN%205%20SINGKAWANG
<1% -
[Link]
m-perencanaan-karir-peserta-didik-di-sekolah
<1% -
[Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
%[Link]
<1% -
[Link]
=IMPLEMENTASI%20PELAYANAN%20BIMBINGAN%20KONSELING%20DALAM%20MEM
BENTUK%20KARAKTER%20SISWA%20MAS%20ALMUTTAQIN%20WOLOWARU
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
S-Bimbingan-Konseling
<1% -
[Link]
<1% -
[Link]
u-ketahui/
<1% -
[Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
<1% -
[Link]
[Link]
<1% -
[Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
NSELING_DI_SEKOLAH

Anda mungkin juga menyukai