0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan2 halaman

Penerapan Knowledge Capture di Perpustakaan

Tugas ini membahas knowledge management khususnya proses capture pengetahuan secara tacit dan explicit di perpustakaan perguruan tinggi. Proses capture pengetahuan bertujuan untuk mendokumentasikan pengalaman dan keahlian pustakawan agar dapat dibagikan dan meningkatkan kinerja perpustakaan. Knowledge capture dapat dilakukan melalui wawancara terstruktur atau mendengarkan cerita, namun cerita membutuhkan waktu lebih lama. Penerap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan2 halaman

Penerapan Knowledge Capture di Perpustakaan

Tugas ini membahas knowledge management khususnya proses capture pengetahuan secara tacit dan explicit di perpustakaan perguruan tinggi. Proses capture pengetahuan bertujuan untuk mendokumentasikan pengalaman dan keahlian pustakawan agar dapat dibagikan dan meningkatkan kinerja perpustakaan. Knowledge capture dapat dilakukan melalui wawancara terstruktur atau mendengarkan cerita, namun cerita membutuhkan waktu lebih lama. Penerap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

UNIVERSITAS AIRLANGGA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Nama : Nur Lailiyah


NIM : 072111633020
Mata Kuliah : Knowledge Management
Tanggal : 29 Agustus 2023
Tugas : Resume

Knowledge Management: Capture and Codification


Manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan sebuah teknik yang
digunakan untuk mengelola pengetahuan dalam suatu perusahaan atau organisasi dengan
tujuan untuk menciptakan dan meningkatkan nilai kompetitif (khususnya di bidang komersil).
Selain itu, knowledge management juga tidak dapat terlepas dari perkembangan yang didukung
oleh sinergi antara kreativitas manusia dengan inovasi dan teknologi informasi dalam suatu
organisasi. Penerapan knowledge management pada awalnya digunakan dalam dunia bisnis
(komersil), namun besar kemungkinan penerapan knowledge management bisa masuk ke
sektor birokrasi pemerintahan. Bagi perpustakaan (Perguruan Tinggi), konsep knowledge
management sebenarnya bukan hal yang baru, karena aktivitas knowledge management
merupakan aktivitas keseharian di perpustakaan yang mana didukung oleh perkembangan
teknologi informasi. Pustakawan sebagai bagian dari information professional harus
menerapkan knowledge management untuk meningkatkan layanan perpustakaan, karena
perpustakaan di Perguruan Tinggi meliputi kegiatan pengoperasian perpustakaan, pengetahuan
tentang pemustaka, pengetahuan tentang koleksi perpustakaan, dan pengetahuan tentang
fasilitas dan teknologi perpustakaan yang digunakan. Oleh karena itu perlu dilakukan
knowledge capture (tacit knowledge management) untuk mendokumentasikan (records)
sebuah pengetahuan berupa pengalaman dan keahlian seseorang tersebut dimana nantinya
knowledge yang telah dilakukan proses capture dapat disalurkan kepada pustakawan yang lain,
sehingga akan terjadi suatu interaksi berbagi pengetahuan dan dapat mengaplikasikannya
dalam pekerjaan sehari-hari demi meningkatkan kinerja perpustakaan.
Tacit knowledge management merupakan proses pengumpulan (capture) pengalaman
dan keahlian yang dimiliki oleh seseorang dalam sebuah organisasi serta menyediakan
informasi kepada siapa saja yang membutuhkan-nya. Kegiatan capture explicit knowledge
adalah suatu pendekatan secara sistematis dari proses informasi yang capturing, organizing,
and refining agar mudah dicari dan digunakan dalam memutuskan suatu permasalahan. Namun
terkadang seseorang yang memiliki knowledge baik secara sadar atau tidak sadar
menyembunyikan knowledge-nya (tacit) sampai dimana harus dipertanyakan terlebih dahulu
secara langsung (explicit). Pada titik tertentu, knowledge tacit berpotensi menjadi explicit
karena informasi di capture untuk digunakan, dipelajari, dan berpotensi untuk meningkatkan
produktivitas serta menciptakan kreativitas. Knowledge capture dapat dilakukan secara
interview terstruktur dan story, artinya adalah ketika melakukan interview kepada seseorang
yang ingin di capture knowledge-nya maka diperlukan pertanyaan yang tidak berulang dan
memuat format 5W +1H dengan jawaban yang tidak sederhana (ya atau tidak). Sedangkan jika
secara story tidak jauh berbeda dengan interview secara terstruktur, namun lebih riskan dan
membutuhkan waktu yang cukup lama.
Agar perpustakaan Perguruan Tinggi dapat mempertahankan keunggulan kompetitif
dan tetap relevan dalan jangka waktu yang panjang maka perpustakaan perlu melakukan
penekanan pada pengembangan kemampuan dinamis selain kemampuan dasar. Implementasi
knowledge management lebih dari sebuah proyek, dan implementasi knowledge management
yang sukses memerlukan pemikiran dan perencanaan untuk masa mendatang. Selain itu, seperti
penjelasan diatas bahwa konsep knowledge management (capture) dapat diterapkan dalam
kehidupan Masyarakat, karena masih banyak masyarakat khususnya di Indonesia yang masih
asing dengan konspe tersebut. Karena dengan diterapkannya knowledge capture dapat
melestarikan pengetahuan penting agar bisa digunakan untuk kedepannya, baik untuk
organisasi, perusahaan komersil, dll. Contoh kasus adalah penerapan konsep knowledge
capture pada UMKM dimana dilakukan capture dengan tujuan untuk melestarikan dan berguna
untuk pengembangan UMKM selanjutnya.

REFERENSI
Gholiyah, F., Hadiapurwa, A., & Indonesia, U. P. (2023). Korelasi Antara Knowledge
Management Dengan Inovasi Tenaga Perpustakaan Smpn 29 Bandung. 28–37.

Anda mungkin juga menyukai