0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan14 halaman

Iman kepada Kitab-Kitab Allah dalam Islam

Beriman kepada kitab-kitab Allah berarti meyakini bahwa Allah SWT menurunkan wahyu kepada para nabi dalam bentuk kitab suci untuk menjadi pedoman umat manusia. Ada empat kitab utama yang wajib kita imani, yaitu Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa, dan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Diunggah oleh

Silvi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan14 halaman

Iman kepada Kitab-Kitab Allah dalam Islam

Beriman kepada kitab-kitab Allah berarti meyakini bahwa Allah SWT menurunkan wahyu kepada para nabi dalam bentuk kitab suci untuk menjadi pedoman umat manusia. Ada empat kitab utama yang wajib kita imani, yaitu Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa, dan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Diunggah oleh

Silvi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATA KULIAH DOSEN PENGAMPU

Aqidah Akhlak Susiba, [Link].I

MAKALAH

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aqidah Akhlak

Disusun Oleh :

Kelompok 5

Abdul Ghapur Umayir Al Khairi 120111173700


Silvina Efendi 12011123928

KELAS 1 B

JURUSAN TADRIS IPA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU

2020
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul ”Iman
Kepada Kitab-Kitab Allah” ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari
Dosen pada Mata kuliah Aqidah Akhlak. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Susiba, [Link]. I selaku Dosen
Mata kuliah Aqidah Akhlak yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang ditekuni.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan
makalah ini.

Riau, 13 April 2021

Penyusun

ii
Daftar Isi

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i

KATA PENGANTAR.................................................................................... ii

DAFTAR ISI................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1

1.1 Latar Belakang......................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah.................................................................... 1
1.3 Tujuan....................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 3

2.1 Pengertian dari beriman kepada kitab-kitab Allah............. 3


2.2 Kitab-kitab Allah yang wajib kita imani.............................. 5
2.3 Sikap prilaku beriman kepada kitab-kitab Allah................ 7
2.4 Hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah......................... 9

BAB III PENUTUPUAN.............................................................................. 10

3.1 Kesimpulan............................................................................... 10
3.2 Saran.......................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 11

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam agama islam dikenal empat buah kitab yang wajib kita percaya serta
kita imani. Selain dari kitab Allah yang dturunkan melalui rasul melalui malakiat
Jibril, kita juga bisa berpedoman pada Hadits nabi Muhammad SAW dan sahifah-
sahifa/ suhuf/ lembaran firman Allah SWT yang diturunkan pada nabi Adam,
Ibrahim, dan Musa AS.
Percaya kepada kitab-kitab Allah SWT hukumnya adalah wajib ‘ain atau
wajib bagi seluruh warga muslim di seluruh dunia. Dilihat dari pengertian atau
arti defenisi, kitab Allah SWT adalah kitab suci yang merupakan wahyu yang
diturunkan oleh Allah SWT melalui rasul-rasulnya untuk dijadikan pedoman
hidup umat manusia sepanjang masa. Orang yang mengingkari serta tidak
percaya kepada Al-quran disebut orang-orang murtad. Daftar kitab-kitab Allah
SWT beserta Rasul penerima wahyunya
1. Kitab Taurat diturunkan kepada nabi Musa AS
2. Kitab Zabur diturunkan kepada nabi Daud AS berbahasa Qibty
3. Kitab Injil diturunkan kepada nabi Isa AS berbahasa Suryani
4. Kitab Al-Quran kepada nabi Muhammad SAW berbahasa arab
Kitab suci injil yang saat ini dijadikan kitab suci oleh kaum nasrani / Kristen
katolik dan protestan sangat berbeda dengan injil yang diwahyukan kepada nabi
Isa AS semasa hidupnya untuk kaumnya. Oleh sebab itu datang Al-Quran untuk
menjadi penyempurna seluruh kitab suci yang ada.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian iman kepada kitab-kitab Allah?
2. Apa saja kitab-kitab Allah yang wajib kita imani?

1
3. Bagaimana sikap perilaku beriman kepada kitab-kitab Allah?
4. Apa hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari beriman kepada kitab-kitab Allah
2. Mengetahui kitab-kitab Allah yang wajib kita imani
3. Memahami sikap prilaku beriman kepada kitab-kitab Allah
4. Memahami hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah


Secara etimologi kata kitab adalah bentuk masdar dari kata ka-ta-ba yang
berarti menulis. Setelah jadi masdar berarti tulisan. Bentuk jama’ dari kata kitab
adalah kutub. Dalam bahasa Indonesia, kitab berarti buku.
Secara terminologis yang dimaksud dengan kitab (Al-kitab, kitab Allah, Al-
kutub kitab-kitab Allah) adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah swt kepada
para Nabi dan Rasul-Nya.
Jadi, Beriman kepada kitab-kitab Allah yaitu kepercayaan yang pasti
bahwasanya Allah SWT, memiliki kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul-
Nya untuk disampaikan kepada para hamba-Nya dan bahwa kitab-kitab tersebut
terdapat kebenaran, cahaya dan petunjuk bagi manusia, baik di dunia maupun di
akhirat.
Kata Al-kitab di dalam Al-Quran dipakai untuk beberapa pengertian:
1. Menunjukkan semua kitab suci yang telah diturunkan kepada para Nabi dan
Rasul: “Bukanlah menghadapkan wajahmu kea rah timur dan barat itu suatu
kebijakan, akan tetapi sesungguhnya kebijakan itu ialah beriman kepada
Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, Al-kitab, dab Nabi-Nabi.”(Al-baqarah
2:177).
2. Menunjukkan semua kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Quran:
”Berkatalah orang –orang kafir:”Kamu bukan seorang yang dijadikan
Rasul.”Katakanlah:”Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu dan
antara orang-orang yang mempunyai ilmu tentang Al-kitab.”(Ar-Ra’d 13:43).
3. Menunjukkan kitab suci tertentu sebelim Al-Quran; misalnya Taurat: ”Dan
sesungguhnya kami telah mendatangkanAl-kitab (taurat)”kepada Nabi
adam.”(Al-baqarah 2:87)

3
4. Menunjukkan kitab suci Al-Quran secara khusus: ”Al-kitab ini tidak aa
keraguan padanya;”pentunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.”(Al-Baqarah
2:2)

Disamping Al-kitab, untuk menunjukkan kitab kitab suci yang diturunkan


Allah swt kepada para Nabi dan Rasul. Al-quran juga memakaikan istilah lain
yaitu
1. Shuhuf, bentuk jama’ dari shahifah yang berarti lembaran. Dipakai untuk
menunujukkan kitab-kitab suci sebelum Al-Quran, khususnya yang
dirurunkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa AS, sebagaimana yang
dinyatakan dalam surah Al-A’la ayat 18:19: ”Sesungguhnya ini benar-benar
terdapat dalam shuhuf yang dahulu. Yaitu shuhuf Ibrahim dan Musa.”(Al-
A’la 87:18:-19)
2. Zubur, bentuk jama’ dari Zabur yang berarti buku. Dipakai untuk
menunjukkan kitab-kitab suci yang diturunkan Allah sebelum Al-Quran,
sebagaimana yang dinyatakan dalam surat Ali Imran Ayat 184: ”Jika mereka
mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah
didustakan pula, mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, zubur dan
kitab yang memberikan penjelasan yang sempurna.”(Ali Imran 3:184)
3. Zabur, bentuk mufrad dari Zubur, dipakai khusus untuk menunjukkan kitab
suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Daud AS, sebagaimana yang
dinyatakan dalam surah An-Nisa 163: ”Dan kami berikan Zabur kepada
Daud.”(An-Nisa 4:163)
Beriman kepada kitab-kitab Allah termasuk salah satu rukun iman,
sebagaimana firman Allah Swt . dalam surah An-Nisaa’ ayat 136: “Wahai
orang-orang yang beriman , tetaplah beriman kepada kitab-kitab Allah dan
Rasulnya sallallahu ‘alaihi wa sallam , kepada kitabNya yang diturunkan kepada
RasulNya yakni Al-Quran, sebagaimana Allah juga memerintahkan agar kita
beriman kepada kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka
sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”.

4
2.2 Kitab-Kitab Allah Yang Wajib Kita Imani
Menurut Jumhur Ulama, Kitab-kitab Allah SWT yang diturunkan kepada para
rasul jumlahnya ada 104. Dari 104 itu, 50 buah diberikan kepada Nabi Tsis As.,
30 buah diberikan kepada Nabi Idris As., 10 buah diberikan kepada Nabi Ibrahim
As. dan 10 buah diberikan kepada Nabi Musa As. seratus buah kitab ini lazim
disebut Shuhuf. Sedangkan yang empat lagi disebut kitab, yakni kitab Taurat
untuk Nabi Musa As., kitab Zabur untuk Nabi Dawud As., kitab Injil untuk Nabi
Isa As. dan kitab Al Qur’an untuk Nabi Muhammad Saw.
1. Kitab Taurat
Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa As. di bukit Tursina (Mesir)
sekitar abad 12 Sebelum Masehi dalam bahasa tulisan orang Yahudi dan
orang yang berpegang teguh kepadanya disebut kaum Yahudi. Firman Allah
SWT dalam QS Al Maidah ayat 44 :
”Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada)
petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan
perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah,
oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan
mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi
saksi terhadapnya...”.
2. Kitab Zabur
Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud As. di Yerussalem
(Israel) sekitar abad 10 Sebelum Masehi dalam bahasa tulisan Nabi Dawud
sendiri yaitu bahasa Qibty. Pokok ajaran kitab Zabur berisi tentang dzikir,
nasehat dan hikmah tidak memuat hukum-hukum syari’at. Menurut orang-
orang Yahudi dan Nasrani kitab Zabur sekarang terdapat dalam kitab
perjanjian lama (mazmur) dan terdiri atas 150 pasal. Kitab Zabur merupakan
petunjuk bagi umat Nabi Dawud As. agar bertauhid kepada Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam QS Al Isra ayat 55 :

5
” ... dan Sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas
sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.”
3. Kitab Injil
Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa As. di Yerussalem (Israel)
sekitar abad I Masehi dalam bahasa dan tulisan Ibrani dan orang yang
berpegang teguh kepadanya disebut kaum Nasrani. Pokok ajaran kitab Injil
sama dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya tetapi sebagian
menghapus hukum-hukum yang terdapat dalam kitab Taurat yang tidak
sesuai dengan zaman itu. Sehingga kitab Injil yang asli tidak diketahui lagi
keberadaanya. Firman Allah SWT dalam QS Al Maidah ayat 46 :
”dan Kami iringkan jejak mereka (Nabi Bani Israil) dengan Isa putera
Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu: Taurat. dan Kami
telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk
dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya,
Yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang
yang bertakwa”.
4. Kitab Suci Al Qur’an
Kitab Suci Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. di
Makkah dan Madinah (Arab Saudi) pada abad VI Masehi dalam bahasa dan
tulisan bangsa Arab suku Quraisy. Pokok ajaran kitab Suci Al Qur’an berisi
tentang aqidah (Tauhid), hukum-hukum syari’at dan muamalat, sebagian
isinya menghapus hukum-hukum syari’at yang terdapat dalam kitab-kitab
terdahulu dan melengkapinya dengan hukum-hukum syari’at yang sesuai
dengan perkembangan zaman. Firman Allah SWT dalam QS Yusuf ayat 2 :
”Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa
Arab, agar kamu memahaminya”.
Dari keempat kitab itu yang masih terjaga hanya tinggal Al Qur’an saja,
sedangkan kitab Taurat, Zabur dan Injil hanya tinggal namanya saja. Ketiga kitab
tersebut telah dinaskh oleh kitab Suci Al Qur’an, artinya sejak kitab Suci Al
Qur’an diturunkan maka ketiga kitab itu tidak berlaku lagi. Selain itu ketiga kitab

6
tersebut telah banyak berubah atau diganti sehingga tidak asli atau suci lagi.
Sedangkan kitab Suci Al Qur’an tetap terjaga kesuciannya sampai hari Kiamat
sebab Allah SWT sendiri yang menjamin keasliannya. Firman Allah SWT dalam
QS Al Hijr ayat 9 :
”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya.”
Kedudukan-kedudukan al-Qur’an antara lain:
a. Sebagai wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw
b. Sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw
c. Sebagai pedoman hidup manusia agar tercapai kebahagiaan di dunia dan
akhirat
d. Sebagai sumber dari segala sumber hukum Islam

2.3 Sikap Perilaku Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah


Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kitab yaitu buku : bacaan : wahyu
Tuhan yang dibukukan. Sedangkan iman yaitu keyakinan dan kepercayaan
kepada Allah, nabi, kitab dst : ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan
batin. Yang dimaksud iman kepada kitab-kitab Allah adalah meyakini dengan
sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada rasul-
rasul-Nya untuk disampaikan kepada umatnya sebagai pedoman hidup (petunjuk)
bagi umat manusia supaya dapat meraih kebahagian di dunia dan di akhirat.
Kita wajib beriman bahwa setiap hukum yang telah disampaikan para rasul
kepada umat manusia itu atas perintah yang mereka terima langsung atau dengan
perantaraan malaikat. Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT berdasarkan
firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 285:
Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari
Tuhan-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada
Allah,malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya .” (Q.S. Al
Baqarah (2) : 285)

7
Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT hukumnya wajib. Wajib beriman
kepada kitab-kitab Allah yang pernah diturunkan kepada para rasul-Nya; maka
pengingkaran terhadap salah satu kitab Allah, sama artinya dengan pengingkaran
terhadap kitab-kitab Allah. Mengingkari kitab Allah, sama pula artinya
mengingkari kepada Rasulullah, para Malaikat dan kepada Allah SWT. Orang
yang mengaku Islam tetapi mengingkari iman kepada kitab-kitab Allah termasuk
murtad (keluar dari islam).
Iman kepada kitab-kitab Allah dahulu berarti kita wajib percaya bahwa
sebelum Al Qur’an, Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul dan
nabi-nabi-Nya, iman yang tidak mengharuskan kita untuk mengikuti dan patuh
terhadap perundang-undangannya. Sebab perundang-undangan kitab-kitab suci
yang dahulu telah terhapus, telah digantikan dengan perundang-undangan Al
Qur’an. Maka Al Qur’anlah satu-satunya kitab yang sekarang kita ikuti dan kita
imani.
Perilaku orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah SWT dapat
dicerminkan dengan sikap sebagai berikut:
a. Meyakini bahwa sebelum Al Qur’an, Allah SWT menurunkan kitab-kitab
kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya. Sebagaimana firman-Nya: Artinya:
“ Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya;
membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan
Taurat dan Injil.” (Q.S. Ali Imran (3) : 3).
b. Meyakini dengan sebenarnya bahwa kitab yang terakhir adalah Al Qur’an
yaitu sebagai pedoman hidup. (pelajari Q.S. 5 : 48).
c. Menyembah dan beribadah hanya kepada Allah SWT. (pelajari Q.S. 51 :
56)
d. Meyakini bahwa Al Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhamad SAW
sebagai penyempurna. Kitab-kitab dahulu tidak universal ajarannya.
Aturan-aturan yang terkandung didalamnya pada umumnya hanya sesuai
dengan masa dan tempat kitab-kitab itu diturunkan. Oleh karena itu Al
Qur’an diturunkan untuk menyempurnakan kitab-kitab suci itu. Artinya: “

8
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-
cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu.”(Q.S. Al Maidah (5) :3).
e. Meyakini bahwa teks asli dari kitab yang telah lalu telah hilang sama
sekali dan bahasanya telah mati sejak beberapa abad yang silam. Hanya
Al Qur’an yang sampai sekarang tidak pernah berubah walau satu huruf
sekalipun.

2.4 Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah


Dalam menerapkan hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah SWT,
implementasinya sebagai berikut:
a. Beriman kepada Allah SWT hukumnya adalah wajib. Harus melakukan,
tidak boleh meninggalkan. Orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah
akan mendapatkan balasan dari Allah SWT berupa ganjaran.
b. Menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dimana Al Qur’an
merupakan penyempurna dari kitab-kitab terdahulu. Orang-orang yang
beriman kepada kitab-kitab Allah akan membuktikan keimanannya selalu
sesuai dengan ajaran Allah SWT, sehingga dalam hidupnya akan
mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat (pelajari Q.S. Al Baqarah (2) :
25).[6]
c. Memberikan kemantapan dalam menjalani keislaman. Al Qur’an adalah
firman Allah SWT dan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi
Muhammad SAW sebagai bukti kerasulannya dan sampai akhiruz zaman
tetap terjaga kemurniannya.(Q.S. 15 : 9).

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Iman kepada kitab-kitab Allah adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa
Allah telah menurunkan kitab-kitabnya kepada rasul rasul tertentu, dimana kitab-
kitab itu menjadi pedoman untuk seluruh umat manusia di bumi ini. Umat manusia
yang beriman tidak hanya wajib percaya akan adanya kitab allah, tetapi juga harus
bisa bersikap dan berprilaku seperti yang dicantumkan pada setiap firman Allah.
Masalah besar yang banyak dihadapi oleh seluruh umat islam khususnya umat islam
di Indonesia salah satunya ialah tidak adanya sikap dan perilaku yang mencerminkan
keimanan kepada kitab-kitab allah itu, khusunya kitab Al- Quran.

Sebenarnya, untuk menumbuhkan sikap dan perilaku yang mencerminkan


keimanan kepada kitab-kitab Allah tidaklah terlalu sulit, cukup dengan
menumbuhkan rasa kesadaran diri sendiri bahwa kita sebagai umat islam harus tahu
dan mengerti untuk apa kitab kitab itu diturunkan ke bumi ini. Allah menurunkan
kitab kitabnya khususnya Al-Quran bukan semata mata untuk dijadikan pajangan dan
penanda keislaman seseorang.

3.2 Saran

Dengan adanya makalah ini , para pembaca dapat memahami bagaimana iman
kepada kitab-kitab Allah. Sebaiknya kita sebagai umat islam yang baik, harus lah
memahami bagaimana menggunakan dan memahami iman kepada Al-qur’an dengan
baik dan benar sesuai dengan fungsinya dan haruslah kita turut serta mewujudkan
umat islam. dengan masalah-masalah yang ada, haruslah hal tersebut menjadi tolak
ukur kita sebagai umat islam untuk membenahi diri menjadi lebih baik lagi dari
sebelumnya, sehingga cita-cita dan harapan seluruh umat islam didunia dapat
terwujud. Kami mengaharapkan kritik dan saran dari para pembaca, agar kami dapat
memperbaiki makalah ini untuk lebih baik lagi.

10
DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri.2003. Pendidikan Agama Islam. Erlangga. Jakarta.

Miftah Faridh, Drs, Pokok-Pokok Ajaran Islam, PUSTAKA Bandung cet. 3 th. 1982.

Febria, Kustia. 2014. Makalah Beriman Kepada Kitab Allah LENGKAP.


[Link]
GKAP.

Makalah Iman Kepada Kitab-Kitab Allah.


[Link]
(Diakses Tanggal 29 Juli 2016).

11

Anda mungkin juga menyukai