Kumpulan Kisah Pengabdian di Banyumeneng
Kumpulan Kisah Pengabdian di Banyumeneng
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirabbil`alamin. Puji syukur kamu panjatkan kepada Allah
SWT atas semua limpahan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
Bunga Rampai ini dengan tepat waktu. Shalawat serta salam senantiasa
lantunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umatmenuju
zaman yang lebih baik. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini
dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan atau pedoman bagi pembaca,
menambah wawasan serta pengalaman terhadap pembaca.
Sejatinya Buku ini merupakan kumpulan kisah dari kami atas berbagai
hal yang kami rasakan, amati, lakukan, dan implementasikan selama melakukan
pengabdian di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Bahwasanya tempat kami berada adalah sebuah desa yang memiliki nilai
religiusitas dan sosial budaya yang mendalam. Berwujudkan artikel dan opini,
kami sebagai anggota KKN MIT-16 Kelompok 142 UIN Walisongo Semarang
menceritakan berbagai pengalaman pengabdian kami dengan sangat menarik di
dalam buku ini, yang pastinya akan menambah wawasan terkait dengan
perdesaan tempat kami mengabdi.
Kami selaku penulis hendak menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Banyumeneng,
Dosen Pembimbing Lapangan, LP2M UIN Walisongo Semarang, pihak-pihak
lainnya yang telah membantu menyelesaikan buku ini dengan baik dan tepat
waktu.
Semoga dengan adanya buku ini dapat bermanfaat bagi para pembaca di
kemudian hari. Sekalipun telah diciptakan sebaik mungkin, namun tulisan ini
tentunya masih terdapat banyak kekurangan. bila ada saran,tanggapan,masukan
dan kritik dari pembaca diharapkan bisa untuk disampaikan demi perbaikan
makalah ini namun tetap dalam kaidah yang membangun.
Penulis
2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.........................................................................................................................i
Daftar Isi...................................................................................................................................ii
Kearifan Lokal Desa Banyumeneng :Tradisi Nyadran sebagai Akulturasi Budaya
Islam dan Jawa
Oleh : Moch Dristama Sistiarda.................................................................................................1
Malam Tirakatan Desa Banyumeneng
Oleh : Ananda Rizky Tazkiya....................................................................................................4
Mengenal Pancawara Pasaran Jawa di Desa Banyumeneng
Oleh : Yumna Annisa Zulfa.......................................................................................................6
Melestarikan Budaya Tlatah Banyumeneng dengan media alat musik tradisional
Lesung
Oleh: Fitria Try Handayani........................................................................................................8
GREBEG SURO TRADISI MENYAMBUT 1 MUHARRAM PESANTREN
GIRIKUSUMO
Oleh: Hilmaliana Mardhatillah Utami.....................................................................................11
Sentra UMKM Kunyit Rajang di Pertanian KunyitDesa Banyumeneng,
Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
Oleh: Alya Zahra......................................................................................................................13
POTENSI UMKM REBUNG DI DESA BANYUMENENG
Oleh : Tofik Hidayat................................................................................................................16
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA BANYUMENENG MELALUI
PELATIHAN ECOPRINT UNTUK MENDORONG EKONOMI KREATIF
oleh : Denti Tria Iistikhana......................................................................................................19
Pemberdayaan Usaha Mikro Melalui Tumbuhan Herbal Berbasis Jamu di Desa
Banyumeneng
Oleh : Devita Sabila Sani.........................................................................................................23
PembuatanKerjaninan Tangan(Meronce) SDN 01 Banyumenengdalam Rangka
Meningkatkan Daya KreativitasSiswa
Oleh : Ninda Aristiani..............................................................................................................26
Girikusumo Sebagai Pusat Pendidikan dan Keagamaan di Desa Banyumeneng
Oleh : Fatimah Zahra Soraya...................................................................................................29
3
Edukasi Anak Dengan Gelar Nonton Bersama Di Desa Banyumeneng
Oleh : Akhmad Alvi Arkham...................................................................................................31
Makam Mbah Ibrahim sebagai wisata religi di desa Banyumeneng,
Kec. Mranggen, [Link]
Oleh: Adam Nur Salim.............................................................................................................34
TPQ Al Hidayah Desa Banyumeneng: Meningkatkan Adab, Hafalan Al-Quran,
dengan Metode Ummi untuk Membentuk Generasi Unggul
oleh : Lian Fauzan....................................................................................................................36
Biografi Penulis........................................................................................................................38
4
Kearifan Lokal Desa Banyumeneng :
Tradisi Nyadran sebagai Akulturasi Budaya Islam dan Jawa
Oleh : Moch Dristama Sistiarda
5
turun-temurun, upacara tradisi Nyadran tetap dilaksanakan meskipun zaman
sudah modern.
Tradisi nyadran adalah salah satu tradisi yang masih eksis di era
perekembangan zaman seperti ini, terutama di daerah Jawa khususnya di Desa
Banyumeneng, Dalam tradisi nyadran sendiri ada beberapa ritual yang harus
dilaksanakan ketika melakukan tradisi nyadran. Yaitu yang pertama adalah resik
kubur, kedua slametan nyadran. Bahwasanya Nyadran sendiri memiliki esensi
yang mendalam dimana dalam rangka menziarahi makam para leluhur dalam
rangka mengingat kehadiran leluhur dan pengaruhnya pada kehidupan di Desa
Banyumeneng yang nyatanya masih terus di pegang teguh hingga saat
[Link], seiring dengan kuatnya ajaran agama Islam, perlahan makna dari
ritual ini mulai bergeser. Ziarah kubur lebih diutamakan sebagai doa kepada
Allah untuk memohon kebaikan bagi para pendiri. dan Tradisi ini dijadikan
sebagai sarana untuk instrospeksi diri bahwa yang hidup sejatinya akan mati
juga, sehingga apa yang sudah dilakukan selama kehidupan patut direnungkan
dan diperbaiki selama memiliki kesempatan. dalam melaksanakan nyadran
dilakukan pada momen-momen tertentu, seperti menjelang bulan Ramadhan,
atapun saat Bulan Muharram. yang mana waktu pelaksanaannya ditentukan oleh
pihak yang mimiliki otoritas di daerah ataupun pelaksanaannya dilakukan secara
kolektif. Tradisi Nyadran sendiri menjadi budaya nyata yang berdasar kuat serta
mendalam yang masih terus terlestarikan yang mana membuktikan mampu
bertahan ditengah perubahan zaman oleh adanya Globalisasi.
6
gambar 1 : Kegiatan Nyadran Desa Banyumeneng
Daftar Pustaka
Amin, D. (2000). Islam dan kebudayaan Jawa. Yogyakarta: Gama
Media, 83.
Ariyanti, J. (2016). Bentuk Makna Simbolis dan Fungsi Tradisi Nyadran
di Desa Kedunglo Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. ADITYA-
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Jawa, 8(3), 67-77.
Fuad, A. J. (2013). Makna Simbolik Tradisi Nyadran. Jurnal IAI Tribakti
Kediri, 13(2).
Nasional, F. K. (2018). Aktualisasi nilai-nilai tradisi nyadran sebagai
kearifan lokal dalam membangun budaya damai di giyanti, wonosobo. Jurnal
Prodi Damai Dan Resolusi Konflik, 4(1), 21-44.
Yusof, A. (2016). Relasi Islam dan budaya lokal: studi tentang tradisi
Nyadran di desa Sumogawe kecamatan Getasan kabupaten Semarang. IAIN
Tulungagung Research Collections, 4(1), 67299.
7
Malam Tirakatan Desa Banyumeneng
Oleh: Ananda Rizky Tazkiya
Tradisi malam tirakatan byasanya di lakukan pada malam 17 agustus. Hal ini di
selenggarakan untuk memperingati HUT RI. Sebagian besar masyarakat desa
banyumeneng mengadakan di RT, RW masing-masing. Tradisi malam tirakatan ini
mulai di adakan pasca Indonesia merdeka dengan maksud mengungkapkan rasa syukur
atas kemenangan yang di raih bangsa Indonesia. Karna di adakannya satu tahun sekali
tentu saja warga sangat antusias buat mengikuti acara. Tak hanya sekedar kumpul-
kumpul saja namun warga di ajak untuk merenungi perjuangan para pahlawan dulu agar
meningkatkan rasa syukur dan menumbuhkan jiwa nasionalisme. Malam tirakatan juga
di jadikan ajang momen untuk mendoakan para pahlawan yg gugur dalam
memperjuangkan bangsa Indonesia.
Malam tirakatan merupakan salah satu acara yang di tunggu-tunggu masyarakat
Banyumeneng. Biasanya sebelum berlangsungnya acara warga di ajak gotong royong
untuk menyiapkan acara seperti memasak, bersih-bersih area dan menata tempat. Lalu
acara di selenggarakan sesudah jamaah solat isya'. Susunan acara di awali dengan
pembukaan lalu sambutan-sambutan dari tokoh desa banyumeneng di lanjutkan tahlilan
dan berdoa bersama. Penghujung acara di tutup dengan makan-makan tumpengan,
pembagian hadiah lomba 17an dan ada hiburan-hiburan lain seperti orgen tungga. Untuk
memeriahkan acara warga menyanyi bersamadi iringi dengan tarian-tarian alunan
musik.
Pada acara malam tirakatan ada juga RW yang mengisi acara hiburan dengan
nonton bareng atau nobar. Film-film yang di putar bertemakan tentang perjuangan
bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan. Warga yg berbondong-bondong datang untuk
seru-seruan nonton bareng, kapan lagi momen ini akan terulang. Film di tayangkan
lewat proyektok agar gambar lebih lebar dan semua dapat menikmati film dengan
santai. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut hadir untuk meramaikan suasana.
Apabila film sudah di mulai, seluruh lampu di matikan dan volume sound di besarkan,
memgingat zaman-zaman dulu sebelum adanya bioskop. Jika sudah larut malam dan
film selesai warga pulang kembali ke rumah masing, tak sedikit juga yang sampai
ketiduran di lokasi nonton. Inilah salah satu cara untuk mempererat tali persaudaraan
8
dan kedamaian. Acara berlangsung secara meriah dan seru tanpa adanya hambatan suatu
apapun
9
Mengenal Pancawara Pasaran Jawa di Desa Banyumeneng
Oleh : Yumna Annisa Zulfa
Fakultas Syariah dan Hukum
Generasi milenial mungkin akan merasa asing dengan apa itu pancawara,
pancawara dikenal sebagai istilah untuk menyebutkan lima hari dalam kalender jawa
dalam satu pekan. Lima hari itu terdiri dari Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Dari
lima hari yang sudah disebutkan tadi, masyarakat jawa pada zaman dahulu
mempercayai bahwa dari masing-masing hari tersebut memiliki nilai kekuatannya
sendiri atau dalam Jawa dikenal dengan istilah Neptu. Neptu adalah besaran angka yang
dipercaya masyarakat Jawa memiliki kesaktian dan akan berpengaruh pada nasib
seseorang. Dari lima hari Pancawara, neptu yang dimiliki terdiri dari Pahing dengan
Neptu 9, Pon dengan Neptu 7, Wage dengan Neptu 4, Kliwon dengan Neptu 8 dan Legi
dengan Neptu 5.
Topik mengenai pancawara ini tidak akan terlepas kaitannya dengan Pasaran
Jawa atau hari bukanya pasar tradisional, sebab para penganut budaya jawa terutama
para pedagang pasar tradisional akan memperdagangkan dagangannya di hari
Pancawara. Namun seiring berkembangnya zaman, kepercayaan masyarakat jawa
tentang kekuatan Neptu di hari Pancawara ini mulai menurun. Tidak semua pasar
menganut hari pasaran Pancawara dan tetap membuka pasarnya setiap hari. Meski
demikian, masih dapat kita temukan pasar tradisional jawa yang hanya buka dihari
Pancawara dan meyakini kekuatan Neptu akan mempengaruhi nasib mereka dalam
berdagang. Pasar-pasar yang masih menerapkan pasaran di hari pancawara antara lain
Pasar Hewan Ambarawa, Kab. Semarang yang buka di hari Pon, Wage, Kliwon, Legi,
danPahing. Setelah itu ada Pasar Weton Legi, Sukoharjo yang hanya buka di hari Legi.
Dan yang terakhir ada di Pasar Tradisional Banyumeneng.
Pasar Tradisional Banyumeneng terletak di Jl. Tirtokusumo, Krajan Lor, Desa
Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pasar ini
merupakan salah satu pasar tradisional jawa yang masih menganut pancawara saat
pasaran. Pasar ini buka di hari Pon dan Kliwon. Saat hari pasaran, para pedagang mulai
membuka dagangannya pada pukul 04.00 WIB dan rata-rata akan tutup pukul 10.00
WIB. Dagangan yang dijual para pedagang pasar tradisional banyumeneng ini berupa
sayur-sayuran, buah-buahan, daging ayam dan sapi serta berbagai jenis ikan, bumbu
10
dapur, serta jajanan pasar. Masyarakat desa Banyumeneng tetap mempertahankan
budaya terdahulu dengan meyakini kekuatan Neptu di hari pancawara dengan
membuka pasaran pada Pon dan Kliwon, inilah salah satu keunikan yang dimiliki desa
Banyumeneng dengan segudang budaya lainnya yang masih terlestarikan.
11
Melestarikan Budaya Tlatah Banyumeneng dengan media alat musik tradisional
Lesung
Oleh: Fitria Try Handayani
Seni merupakan suatu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang seiring
dengan pertumbuhan manusia. Kesenian merupakan suatu yang hidup sejalan dengan
mekarnya rasa keindahan yang tumbuh dalam sanubari manusia dari masa ke masa, dan
hanya dapat dinilai melalui rasa. Di Indonesia musik tradisional adalah bagian yang
tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan masyarakat. Musik tradisional lahir dan
berkembang sesuai dengan kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Indonesia.
Bermacam-macam suku, adat, dan budaya masyarakat Indonesia menjadikan Indonesia
kaya akan karya seni terutama seni musik tradisional yang memiliki identitas masing-
masing di setiap daerahnya.
Seni tradisional merupakan seni asli yang dimiliki oleh setiap daerah yang
merupakan peninggalan leluhur atau nenek moyang kita. Seni tradisi memuat ilmu-ilmu
pengetahuan, nilai-nilai ajaran baik moral, religi, pendidikan maupun unsur-unsur lain
yang bersifat sebagai sebuah warisan kebudayaan. Pada awalnya kesenian lahir sebagai
media untuk hiburan, baik untuk masyarakat kelas bawah maupun kelas tinggi. Salah
satu contoh yaitu para petani yang melahirkan kesenian rakyat yang awal mulanya tidak
sengaja terbentuk ketika menunggu waktu untuk memanen hasil pertaniannya. Namun
seiring perkembangan jaman, kesenian-kesenian rakyat pada saat ini mulai terancam
popularitasnya. Hal ini disebabkan hanya karena munculnya kesenian-kesenian dalam
bentuk baru yang mulai masuk ke dalam kehidupan masyarakat saat ini melalui media-
media sosial yang sudah berkembang secara pesat seperti Internet, Youtube, dan yang
lainnya. Kemajuan teknologi berdampak positif pada terbentuknya trend seni budaya
masa kini yang berbasis teknologi, namun berdampak pada kurangnya apresiasi
masyarakat terhadap seni tradisional.
Fenomena tersebut menjadi sebuah gejolak ataupun kegelisahan bagi
sekelompok masyarakat di Desa Banyumeneng, tentang bagaimana keberlanjutan
kesenian tradisi lokal yang ada di desa ini untuk tetap bisa dikenal dan dilestarikan.
Mengingat banyak sekali potensi yang ada di Desa Banyumeneng. Desa Banyumeneng
merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
Potensi yang ada di Desa ini cukup beragam baik sumber daya alam, manusia dan
12
potensi sosial budayanya. Kesenian tradisional yang ada di Desa Banyumeneng ini
meliputi: jaranan dan kothekan lesung.
Kesenian kotekan lesung ini juga berkembang di beberapa daerah lain, dimana
di setiap daerahnya memiliki nama yang berbeda-beda. Di Kabupaten Klaten dan
Yogyakarta Jawa Tengah dikenal dengan naman “gejog lesung”, di Kabupaten Kendal
namanya “gejlok lesung” , di Jawa Barat dikenal dengan “lisung”, di Sumatera Barat
juga dikenal dengan nama “gandang lasuang”. Prawiro dalammenjelaskan bahwa gejog
adalah kothekan nganggo lesung, sedangkan lesung merupakan piranti untuk
menumbuk padi, sehingga gejog lesung diartikan sebagai kegiatan bermain musik /
kothekan dengan menggunakan lesung. Di Desa Banyumeneng Kabupaten Demak,
kesenian ini tumbuh dan populer dengan nama kothekan lesung/tabuh lesung.
Kohthekan lesung ini merupakan kesenian musik tradisional peninggalan nenek
moyang yang sudah ada sejak dahulu. Masyarakat agraris menumbuhkembangkan
kesenian tradisional ini di tengah-tengah kehidupannya. Seperti di Desa Banyumeneng
ini yang sebagian besar penduduknya adalah petani maka kesenian kothekan lesung ini
sangat melekat pada kehidupan masyarakat desa setempat. Untuk menjaga popularitas
dari kesenian tradisional ini, maka harus dilaksanakan berbagai acara seperti
perlombaan ataupun pentas seni, agar kesenian tradisional tetap dikenal oleh masyarakat
luas dan tidak tergeser popularitasnya dengan kesenian-kesenian modern saat ini.
Seni kothekan lesung sangat identik dengan kearifan budaya lokal desa Banyumeneng.
Pertunjukan kothekan lesung di Desa Banyumeneng ini mencerminkan kehidupan
masyarakat desa Banyumeneng yang damai, saling menghargai dan menjunjung tinggi
nilai-nilai luhur. Melalui eksistensi pertunjukannya, seni tradisional mempresentasikan
kehidupan masyarakat lokal yang ditopang oleh keluhuran budi yang arif, bijaksana,
bijaksana dan cendekia.
13
gambar 4 : permainan alat musik lesung
14
GREBEG SURO TRADISI MENYAMBUT 1 MUHARRAM PESANTREN
GIRIKUSUMO
Oleh: Hilmaliana Mardhatillah Utami
15
gambar 5 : prosesi kirab gunungan grebeg suro
16
Sentra UMKM Kunyit Rajang di Pertanian KunyitDesa Banyumeneng,
Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
Oleh: Alya Zahra
Kunyit merupakan tumbuhan yang sangat familiar dikalangan masyarakat
indonesia terutama di kalangan ibu-ibu, kunyit sendiri dikenal juga sebagai kunir
yaitu salah satu rempah-rempah dan obat alami yang berasal dari wilayah Asia
Tenggara. Tanaman ini telah menyebar ke berbagai daerah, seperti Malaysia, Indonesia,
Australia, dan bahkan hingga Afrika, Kunyit memiliki nama ilmiah "Curcuma Longa"
masuk dalam keluarga jahe-jahean. Setiap orang di Indonesia, India, dan negara Asia
lainnya telah mengonsumsi kunyit sebagai bumbu masakan, jamu, atau obat untuk
menjaga kesehatan dan kecantikan, seperti dalam perawatan kulit dan wajah.
Tanaman kunyit tidak hanya memiliki manfaat untuk masakan dan pengobatan,
tetapi juga memiliki sifat pewarna alami. Pigmen aktif pada kunyit yang disebut
"kurkuminoid" dapat digunakan sebagai pewarna alami pada berbagai produk, seperti
makanan dan [Link] itu, daun kunyit juga bermanfaat untuk meningkatkan
kesehatan pencernaan berkat zat antioksidan dan anti radang kurkumin yang terkandung
di dalamnya.
1. Penawar Racun
Kunyit dapat digunakan sebagai pertolongan pertama pada gigitan
ular. Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat menghambat aktivitas ular pada darah,
menghentikan penyebaran racun ke seluruh tubuh, dan mengurangi pembengkakan.
2. Obat Alergi
Kandungan kurkumin dan bisdesmetoksikurkumin dalam kunyit memiliki fungsi
sebagai senyawa anti alergi yang membantu menghilangkan rasa gatal-gatal pada tubuh.
17
3. Membantu Menurunkan Berat Badan
Mengonsumsi kunyit secara teratur bisa membantu menjaga bentuk tubuh atau
menurunkan berat badan. Kandungan kurkumin pada kunyit dapat menurunkan kadar
glukosa dalam darah, meningkatkan insulin, dan membantu mengendalikan gejala
diabetes. Selain itu, penggunaan kunyit sebagai pewarna alami juga bisa menjadi
alternatif yang menarik dalam dunia industri makanan dan [Link] Desa
Banyumeneng,Kunyit rajang kering yang biasanya digunakan sebagai bahan baku obat
herbal dan kosmetik itu mengalami kenaikan harga dari Rp8.000/kg menjadi Rp16.000 -
Rp18.000/kg menyusul tingginya permintaan untuk bahan baku pewarna alami kain
batik di kota Solo dan kota Pekalongan.
Pada Desa Banyumeneng banyak kalangan pengerajin kunyit rajang adalah
orang yang sudah usia lanjut karena tidak banyak remaja-remaja yang minat dalam hal
ini. Maka dari hal itu tidak heran banyak bapak atau ibu yang menjemur kunyit
rajangannya didepan atau dihalaman teras rumah hingga kejalan raya.
Proses pembuatan kunyit rajang ialah kunyit segar dibersihkan dari tanah-
tanahnya yang melekat dengan cara direndam ke dalam bak pencucian selama 2-3 jam,
lalu selanjutnya ditiriskan dan dikeringkam hingga kering di tempat terik dan terbuka.
Langkah selanjutnya tinggal dijemur beralaskan tikar atau karung, lakukan pembalikan
setiap 3 jam supaya keringnya merata. Jika cuaca mendung, kunyit segera diangkat
untuk menghindari kontaminasi senyawa-senyawa lain yang tidak dikehendakiLama
pengeringan normal sekitar 5-6 hari untuk memperoleh kadar air 10-12% yang telah
kering segera dikemas ke dalam karung supaya terhindar dari penyerapan kembali uap
air. Simpan kunyit rajang kering ini di gudang berventilasi, tidak bocor, bersih dan
terbebas dari hama gudang. Dengan pengeringan yang baik, kunyit rajang kering bisa
tahan simpan selama 2-3 bulan sebelum akhirnya disetorkan ke pabrik pembuatan batik
yang ada di kota Solo dan juga kota Pekalongan.
18
gambar 7 : penjemuran kunyit yang telah di potong
19
POTENSI UMKM REBUNG DI DESA BANYUMENENG
Oleh : Tofik Hidayat
Rebung merupakan tunas bambu yang masih muda yang muncul dipermukaan
dasar rumpun yang dipenuhi oleh gugut atau rambut bambu (Silaban, dkk, 2017).
Dalam bahasa Inggris, rebung dikenal dengan sebutan bambooshoot, sedangkan dalam
bahasa Jawa disebut dengan bung yang merupakan salah satu bahan makanan cukup
populer dikalangan masyarakat (Alifridho, dkk, 2015).
Rebung dapat dipakai untuk membedakan jenis dari bambu karena menunjukkan
ciri khas warna pada ujungnya dan bulu-bulu yang terdapat pada pelepahnya (Muryani,
2017). Rebung mampu tumbuh dengan pesat selama musim hujan, dalam beberapa
minggu saja tunas rebung sudah tinggi. Dalam waktu 9-10 bulan rebung telah mencapai
tinggi maksimal 25-30 cm. Beberapa jenis rebung terbentuk pada awal musim hujan,
tetapi ada juga yang terbentuk pada akhir musim hujan. Rebung memasuki musim
panen biasanya sekitar bulan Desember sampai dengan Februari atau Maret.
20
Salah satu orang yang sukses menekuni bisnis UMKM rebung di desa
Banyumeneng yaitu bapak Haji Yatim Habib alias Haji Gaul yang merupakan salah satu
orang yang sukses menekuni usaha pengolahan rebung yang beralamat di jalan
Karangsari RT 001 RW 006 desa Banyumeneng kecamatan Mranggen kabupaten
Demak. Beliau memulai usaha ini sejak tahun 1990an, awal mula beliau memulai bisnis
rebung ini awalnya pak Yatim hanya berjualan di pasar dengan skala kecil, lalu beliau
kemudian menggunakan platform media sosial juga dalam strategi pemasaran bisnis
rebung miliknya seperti melalui facebook, story whatsapp, dan sebagainya yang dapat
menjangkau para pelanggannya dari berbagai daerah.
Beliau mendapatkan bahan baku tunas bambu tersebut mayoritas dari daerah
Mayong, Jepara. Beliau mempunyai dua gudang tempat untuk pengolahan dan
penyimpanan rebung dan terdiri dari karyawan harian biasanya minimal 6 orang tetapi
bisa lebih banyak lagi jika musim panen tiba. Pak Haji Yatim sendiri hanya menjual
rebung mentah saja bisa berbentuk utuh ataupun yang sudah dipotong untuk selanjutnya
dijual dan dipasarkan kepada penjual-penjual lumpia biasanya dalam skala besar.
Pada proses pengolahannya rebung mentah yang sudah dikupas dan dibersihkan
kemudian direbus dengan air selama kurang lebih 3-4 jam, setelah direbus rebung
kemudian dimasukan kedalam drum-drum yang kemudian ditutup rapat ketiika sudah
dingin tujuannya agar menjaga kualitas dan warna rebung tersebut. Pada proses
selanjutnya bongkahan rebung besar yang sudah disimpan baru bisa dipotong-potong
21
tipis dengan pisau yang dirakit khusus dengan kayu seperti untuk membuat keripik.
Kemudian rebung dirajang manual dengan pisau tangan agar memudahkan proses
pengolahannya untuk diolah menjadi lumpia, setelah menjadi potongan kecil rebung
harus dimasukan kedalam ember ataupun wadah yang harus ditutup rapat dengan plastik
untuk menjaga kualitasnya.
Kendala yang dihadapi dalam usaha beliau biasanya karena naiknya bahan baku
rebung dari petani, belum lagi untuk uang transportasi. Terlebih karena adanya
pandemiCovid-19 kemarin mempengaruhi dalam penurunan omzet penjualan usaha
rebung ini. Untuk saat ini setelah pandemi pak Yatim sendiri dapat mengolah rebung
mencapai 300 ton setiap tahunnya dengan omzet mencapai 250-300 juta setiap tahun
atau 20-25 juta perbulannya. Untuk harga rebung mentah yang sudah dipotong
mencapai Rp.10.000,00-12.000,00 perkilogram.
22
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA BANYUMENENG MELALUI
PELATIHAN ECOPRINT UNTUK MENDORONG EKONOMI KREATIF
oleh : Denti Tria Iistikhana
Ekonomi kreatif merupakan pilar masa depan ekonomi, ekonomi kreatif ini
dapat terbentuk, tumbuh serta berkembang apabila ada pendorongnya. Membahas
sedikit zaman dahulu pada masa krisis moneter yang terjadi di Indonesia, seperti dolar
yang melambung tinggi dimana banyak perusahaan yang bangkrut. Hingga sekarang ini
Indonesia dikatakan sedang mengalami penguatan sistem ekonomi. Tetapi pemerintah
banyak belajar serta memperbaiki dengan cara menggunakan kebijakan moneter dengan
memberikan berbagai fasilitas instrument kebijakan moneter dengan target menjaga
stabilitas ekonomi.
Banyak faktor pendorong ekonomi kreatif antara lain yaitu 1.) teknomogi maju
perkembangan teknologi di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dalam
beberap atahun terakhir ini. Kemajuan teknologi di Indonesia ini tidak dapat kita hindari
dalam kehidupan, karenanya kemajuan teknologi akan beriringan sesuai dengan
kemajuan ilmu pengetahuan, setiap trobosan dibuat untuk memberikan dampak yang
positf bagi kehidupan manusia. Oleh karenanya kita memanfaatkan adanya kemajuan
teknologi yang semakin canggih untuk memajukan negeri kita juga, mulailah dari
sekarang kita menggunakan teknologi dengan bijak serta bermanfaat khususnya untuk
bidang ekonomi contohnya bisa mencari solusi delam permasalahan ekonomi, ide-ide
kreatif di bidang ekonomi dan lain sebagainya.(Mutaqin, 2021) 2.) Tenaga kerja adalah
menjadi salah satu pendorong yang penting dalam ekonomi kreatif, karena manusai
merupakan sumber daya yang menjadi pelopor pada bidang perekonomian.3.)
Kreativitas dalam sektor ekonomi berbicara mengenai ekonimo kreatif, pasti
kreativitasnya harus ada dalam pembahasannya tergolong sebagai penyebab
pendorongnya. Kreativitas ialah suatu sistem psikis yang dilakukan oleh individu untuk
menghasilkan ide ataupun gagasan baru. Inovasi dalam perekonomian sering kali
ditudingkan untuk meningkatkan pendapatan serta hasil perekonomian.4.) Media Sosial
ialah suatu platform yang bisa digunakan untuk menampilkan bermacam-bermacam
informasi. Tidak hanya itu saja media sosial juga bisa dimanfaatkan dengan beragam
tujuan penggunanya. Penggunaan media sosial tak urung tentunya para ekonom juga
untuk memudahkan aktivitasnya dalam bidang ekonomi.5.) Kemudahan dalam Akses
23
Komunikasi, akses komunikasi yang mudah tentu akan membantu para operator
ekonomi ini untuk menjalankan bisnis industrinya. Pengakuan dan apresiasi publik
terhadap para pelaku ekonomi ini diperlukan untuk terus berkarya dan mengeluarkan
potensi mereka.(Fahlevi, 2021)
Ecoprint merupakan usaha yang berpotensi dapat meningkatkan nilai ekonomi,
serta dapat menjadi peluang bisnis yang unik serta menarik di daerah bersamaan
menjaga lingkungan. Ecoprint ini salah satu teknik pewarnaan yang serang trend
dikalangan para penjual busana serta pengrajin tekstil. Dimana penggunaan bahan alami
ini berhubungan dengan lingkungan.(Faridatun, 2022)Berbeda dengan industri tekstil
yang dimana menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar didunia dimana limbah
yang dihasilkan ialah limbah dari zal pewarna sintesis yang dimana menyimpan zat
kimia berbahaya, oleh karena itu ecoprint dapat menjaga lingkungan karena dalam
prosesnya menggunakan pewarna alami yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan seperti
daun dan bunga yang memiliki serat serta warna yang mencolok.
Teknik ecoprint ialah suatu tahapan untuk memindahkan warna serta bentuk ke
kain lewat kontak langsung. Produk yang di hasilkan dari ecoprint ini dapat menjadi
peluang usaha karena ecoprint memiliki nilai seni serta memili nilai jual yang tinggi,
ecoprint yang kami praktikan yaitu membuat totebag ecoprint. Ada beberapa teknik atau
cara dalam membuat ecoprint yaitu seperti teknik pukul (Pounding), teknik steaming
(dikukus), dan teknik direbus.(Hikmah & Retnasari, 2021) Dalam pembuatan totebag
ini kami bersama ibu-ibu PKK Desa Banyumeneng menggunakan teknik pukul
(Pounding) hal ini kami pilih karean teknik ini simpel dan sangat mudah. Bahan serta
alat yang digunakan bisa didapat disekitar kita antara lain yaitu totbag dengan bahan
canvas, palu kayu, plastik, tawas, daun, dan bunga. Teknik ecoprint ini dapat dibuat
untuk produk-produk yang lain tidak hanya totbage saja tetapi produk-produk buatan
tangan seperti selendang, scraft, baju, sapu tangan dan lain sebagainay dari tim KKN
hanay memberikan bekal saja yang nantinay dapat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK di
Desa Banyumeneng.(Asmara & Meilani, 2020)
Langkah dalam teknik pukul atau pounding ialah masukkan plastik didalam tas
untuk dasar hal ini bertujuan supaya warna dari tumbuhan saat dipukul tidak transfer,
lalu bunga diletakkan didalam totebag lalu bagian atas dilapis juga menggunakan
24
plastik, lalu pukul terus menerus sehingga warna dari daun ataupun bunag muncul,
lakukan hal yang sama untuk mendapatkan motif sesuai dengan yang diinginkan.
Dilihat dari potensi alam yang ada serta kurangnya keterampilan dari ibu-udau
dalam mengeloal potensi alam, hal inilah yang mendorong diadakannya pelatihan
ecoprint. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini sebagai strategi mendukung pemerintah
mengenai program ekonomi kreatif dimana program ini merupakan yang
memprioritaskan ide, kerativitas, penggunaan konsep pengetahuan serta teknologi
dalam memajukkan ekonomi, memberikan keterampilan mengenai teknik pewarnaan
serta mencetak motif pada kain totebag yang menggunakan teknik pukul (pounding).
(Mubarok & Fauziana, 2021)Dimana pelatihan ini ditujukan ke ibu-ibu PKK ini supaya
tertarik bisnis usaha ecoprint yang dimana berpotensi untuk dijual karena selain
pembuatannya mudah bisnis usaha ini juga dapat dijual untuk membantu ataupun
menambah penghasilan mereka.(Irmayanti, Suryani, & Megavitry, 2020). Dengan
antusias ibu-ibu PKK Desa Banyumeneng yang tinggi serta bantuan dari temen-temen
KKN posko 142 sehingga pelatihan ecoprint dengan teknik pukul (pounding) dapat
berjalan dengan lancar dan dengan hasil karya yang luarbiasa bagus dan bernilai tinggi.
25
gambar 10 : dokumentasi hasil pelatihan ecoprint
Daftar pustaka
Asmara, D. A., & Meilani, S. (2020). Penerapan Teknik Ecoprint pada Dedaunan Menjadi Produk
Bernilai Jual. [Link].
Fahlevi, A. I. (2021, Desember). 5 Faktor Pendorong Ekonomi Kreatif, Apa Aja? Retrieved from
[Link].
Faridatun. (2022). Ecoprint ; Cetak Motif Alam Ramah Lingkungan. Jurnal Prakarsa Paedagogia,
Vol. 5 No. 1, Juni 2022 , 230.
Hikmah, A. R., & Retnasari, D. (2021). ECOPRINT SEBAGAI ALTERNATIF PELUANG USAHA
FASHION YANG RAMAH LINGKUNGAN. [Link], 1-2.
Irmayanti, Suryani, H., & Megavitry, R. (2020). Pemanfaatan Bahan Alami Untuk Pembuatan
Ecoprint Pada Peserta Kursus Menjahit Yayasan Pendidikan Adhiputeri Kota Makassar.
PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat, 49.
Mubarok, D., & Fauziana, E. (2021). PERKEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM MENOPANG
PEREKONOMIAN RAKYAT DI MASA PANDEMI COVID 19. Jurnal Ekonomi Pembangunan,
66-67.
Mutaqin, W. (2021, Maret). Kemajuan dan Tantangan Teknologi di Indonesia. Retrieved from
[Link].
26
Pemberdayaan Usaha Mikro Melalui Tumbuhan Herbal Berbasis Jamu di Desa
Banyumeneng
Oleh : Devita Sabila Sani
27
Usaha mikro ini cukup membantu perekonomian masyarakat Desa Banyumeneng serta
menimbulkan guyub rukun antar warga karena pengusaha jamu di Desa Banyumeneng
mengambil karyawan yang mayoritas adalah penduduk sekitar. Terdapat berbagai
macam proses pemasaran jamu di Desa Banyumeneng, yaitu dengan berjualan di toko,
berjualan keliling kampung, hingga berjualan secara online.
Dalam meningkatkan pemanfaatan tumbuhan herbal yang dijadikan jamu,
Indonesia telah memiliki beberapa regulasi serta kebijakan mengenai pengobatan
tradisional. Hal tersebut termuat dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 381/2007 tentang Kebijakan Obat Tradisional
Nasional, serta Peraturan Menteri Kesehatan No. 003/2010 tentang Saintifikasi Jamu.
Untuk menjadikan jamu sebagai komoditi yang kompetitif ditingkat global,
dibutuhkan arah perkembangan jamu kedepan yang jelas serta langkah strategis yang
dapat diukur capaiannya. Di Desa Banyumeneng sendiri telah melakukan pemebrdayaan
usaha mikro berbasis jamu yang telah mendapatkan sertifikasi halal. Sertifikasi halal
dan juga pencantuman tanda atau tulisan halal pada produk merupakan hal yang tak
kalah penting dalam dunia industri. Dengan adanya sertifikasi halal dari jamu tersebut,
maka konsumen yang menjadi target penjualan tidak perlu khawatir atau ragu akan
kehalalan jamu yang dipasarkan.
28
Daftar Pustaka
Aditama, Tjandra Yoga. (2014). Jamu & Kesehatan. Jakarta: Lembaga
PenerbitBalitbangkes (LPB).
Astana, Peristiwan Ridha Widhi, dkk. (2017). Uji Keamanan dan Manfaat
Ramuan Jamu untuk Hemoroid Dibandingkan dengan DiosminHisperidin. Media
Litbangkes, Vol. 27.
Azizuddin, Imam. (2021). Jamu TradisionalPeningkatImunitas di Masa
Pandemi. Journal of Research on Community Engagement, Vol. 2.
Muliasari, Handa, dkk. (2019). Inovasi dan Peningkatan Mutu Produk Jamu
Pada Perajin Jamu Gendong di Kota Mataram. (Seminar Nasional PengabdianKepada
Masyarakat, Universitas Mataram) Diaksesdari[Link]
Article%[Link]
Putra, Panji adam Agus. (2017). KedudukanSertifikasi Halal dalam Sistem
Hukum Nasional Sebagai Upaya PerlindunganKonsumen Dalam Hukum Islam. Jurnal
Ekonomi dan Keuangan Syariah, Vol. 1.
29
PembuatanKerjaninan Tangan(Meronce) SDN 01 Banyumenengdalam Rangka
Meningkatkan Daya KreativitasSiswa
Oleh : Ninda Aristiani
Kreativitas perlu dirangsang perkembangannya sejak masa kanak-kanak, karena
rangsangan yang diberikan merupakan hasil yang paling besar dalam peningkatan
potensinya kelak. Pendidikan anak usia dini secara umum bertujuan untuk membantu
mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan anak dalam bidang aspek nilai
agama dan moral, kognitif, fisikmotorik, sosial emosional, bahasa dan seni
secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif dan kooperatif. Rasa
keingin tahuan anak, percayadiri, serta imanjinatif merupakan beberapa ciri anak untuk
menjadi kreatif.
Pendidikan yang berbasis pada kreativitas sangat berpengaruh terhadap
perkembangan kecerdasan anak. Mengembangkan kreativitas merupakan kegiatan yang
dilakukan dalam rangka mengembangkan potensi anak sejak dini. Karena pada masa
ini potensi kreativitas anak sedang dalam puncak perkembangan untuk diasah dan
diarahkan. Pengembangan kreativitas sangat penting dikembangkan sejak usia dini
karena kreativitas sangat berpengaruh dalam pengembangan aspek-aspek perkembangan
anak usia dini, apabila kreatifitas anak tidak dikembangkan sejak dini maka
kemampuan kecerdasan dan kelancaran dalam berfikir anak tidak berkembang karena
untuk menciptakan suatu produk dan bakat kreatifitas yang tinggi diperlukan
kecerdasan yang cukup tinggi pula.
Fungsi perkembangan kreativitas anak adalah untuk mengembangkan
kecerdasan dan kemampuan anak dalam mengekspresikan serta menghasilkan sesuatu
yang baru. Jika potensi yang dimilikinya dikembangkan dengan baik maka anak
akan dapat mewujudkan dan mengaktualisasikan dirinya menjadi manusia yang
sejati.
Hal itu yang melatarbelakangi Kelompok KKN MIT-16 Posko 142 UIN
Walisongo Semarang yang berlokasi di Dusun Banyumeneng, Kec. Mranggen, Kab.
Demak mengadakan kegiatan pembuatan kerajinan tangan dalam hal ini yaitu meronce
di SDN 01 Banyumeneng. Kegiatan tersebut ditujukan oleh siswa-siswi kelas 4.
30
Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah daya kreativitas siswa dalam menciptakan suatu
buah karya tangan yang bernilai guna dan ekonomis.
Pada kegiatan meronce ini, siswa dikhususkan untuk membuat gelang serta
cincin dari manik-manik yang sudah disediakan oleh kelompok KKN. Anak-anak pun
terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan meronce ini. Mereka terlihat senang
dan puas akan karya tangan dirinya.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat gelang dan cincin cukupmudah, yakni
tali elastis dan juga manik-manik berbagai motif yang dirangkai sesuai kreativitas
masing-masing anak. Tidak ada kendala yang berarti saat kegiatan meronce ini. Hanya
saja kadang ada gelang maupun cincin yang sudah dirangkai berserakan kembali karena
lepas dari pegangan.
Selain melatih daya kreativitas, meronce juga memiliki segudang manfaat yang
berguna untuk anak-anak. Yang pertama yakni dapat meningkatkan motoric halus anak.
Dengan memasukkan benang atau tali kedalam benda-benda yang berukuran kecil
tersebut, anak-anak sedang diasah motoric halusnya. Hal tersebut melatih otot-otot
tangan mereka sehingga mereka akan lebih siap untuk belajar menulis.
Yang kedua yakni melatih sabar dan fokus. Dengan kegiatan memasukan tali
kedalam lubang kecil memerlukan kesabaran dan fokus tersendiri. Jika hal itu terus
dilatih, maka anak akan memiliki tingkat fokus dan sabar yang baik.
Manfaat lainnya dari kegiatan ini dapat menambah wawasan dan keterampilan
kepada siswa dengan suasana belajar yang berbeda sehingga dapat menambah semangat
belajar para siswa. Selain itu, pengajaran yang dilakukan oleh kelompok KKN juga
menambah semangat mereka dalam mengikuti kegiatan. Pasalnya, mereka menjadi
tidak terlalu tegang seperti saat diajari oleh guru biasanya. Kelompok KKN juga tidak
hanya memberikan pegajaran, akan tetapi kadang juga melemparcandaan yang membuat
anak-anak terhibur dan tertarik untuk mengikutinya.
31
gambar 13 : dokumentasi meronce
32
Girikusumo Sebagai Pusat Pendidikan dan Keagamaan di Desa Banyumeneng
Oleh : Fatimah Zahra Soraya
Girikusumo merupakan sebuah dukuh yang terletak di daerah paling selatan
kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Kata Girikusumoberasal dari 2 kata, yaitu giri
dan kusumo. Giri berarti gunung dan Kusumo berarti kembang (bunga). Jadi, arti
Girikusumo yaitu gunung kembang. Ada juga yang menyebutkan bahwa kata
Girikusumo diambil dari nama sesepuh yang dimakamkan di bukit sebelah selatan
Girikusmo yakni Syekh Ibrahim Kusuma Asmara putra dari Syekh Syaifudin Awwal
(Ky Ageng Pandanaran I).
Berawal dari sebuah bangunan masjid yang didirikan oleh Mbah Hadi (pendiri
pertama Girikusumo), saat ini Girikusumo yang berusia lebih dari 150 tahun telah
berkembang menjadi Yayasan Ky Ageng Giri. Yayasan ini mengelola berbagai lembaga
pendidikan formal mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP, SMA, dan SMK. Selain itu ada
juga pondok pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Girikusumo.
Semua petidak terlepas dari peran guru/kyai sesepuh Girikusumo dari masa ke
masa. Beliau semua begitu disegani masyarakat, khususnya KH. Munif Muhammad
Zuhri yang merupakan pimpinan pondok pesantren Girikusumo saat ini. Melalui
dakwahnya, beliau memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat. Hingga saat
ini,perkembangan Pondok Pesantren Girikusumo begitupesatdan terkenal di berbagai
daerah. Masyarakat dari berbagai daerah dan kalangan berbondong-bondong untuk
menimba ilmu dengan [Link] kegiatan keagamaan masyarakatyang ada di
Girikusumo, diantaranya:
Pengajian JAMUNA (Jama’ah Muji Nabi setiap malam Jum’at, jam 9-12 malam.
Dimulai dengan pembacaan Ratib al-Athas, maulid diba’ dan diakhiri dengan
ceramah oleh Mbah Yai Munif.
Kegiatan rutin mengaji kitab setiap Jum’at malam, Ahad malam, dan Selasa malam.
Adapun kitab yang dikaji yaitu kitab Shahih al-Bukhari, Nashoih ad-Diniyyah, dan
Minhaj al-‘abidin.
Pengajian Thariqah Naqsyabandiyah Kholidiyah. Pengajian yang sebagian besar
diikuti lansia yang berusia diatas 50 tahun. Dilaksanakan 4 kali dalam setahun
secara berturut-turutselama 10 hari, pada bulan tertentu yaitu bulanMuharram,
Rabi’ul Awwal, Rajab dan Ramadhan.
33
Adanya pengajian rutin ataupun kegiatan keagamaan yang dilakukan dipondok
pesantren Girikusumo menjadikan masyarakat sekitar sadar bahwa ilmu agama itu
sangat penting. Sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pondok
pesantren Girikusumo sebagai tempat untuk mendalami berbagai macam ilmu, baik
agama maupun umum.
Selain itu, di bidang pendidikan yang awalnya pendidikan sama sekali belum
dikenal oleh kalangan masyarakat dan masih tergolong rendah, dengan adanya Yayasan
Ky Ageng Girimenjadikan tingkat pendidikan masyarakat Girikusumo menjadi
tinggiminimal lulusan SMA.
Sehingga seiring waktu berjalan, banyak masyarakat lokal maupun luar daerah yang
semakin berminat untuk belajar, mengaji dan menimba berbagai ilmu di pondok
pesantren Girikusumo maupun di Yayasan Ky Ageng Giri.
34
Edukasi Anak Dengan Gelar Nonton Bersama Di Desa Banyumeneng
Oleh : Akhmad Alvi Arkham
Di era saat inigenerasi milenial lebih berpacuan terhadap gadget, yang mana
anak anakmenghabiskan waktunya untuk bermain gadget di tengah tengah kesibukan
orang tua nya. Di era saat ini banyak anak anak yang menjadikan tontonan sebagai
tuntunan dan tuntunan hanya dilihat sebagai tontonan saja, sangat miris melihat generasi
milenial sekarang, dikarenakan ketergantungan dan kecanduan terhadap gadget. Di era
saat ini kita dapat memanfaatkan gadget dengan cara mengajak anak anak untuk
berkumpul dan menyaksikan film edukasi yang sudah banyak kita jumpai di website
website yang ada. Film edukasi bisa menjadi media belajar dan bahan diskusi untuk
anak anak di era saat ini,menghabiskan waktu liburan akhir pekan di rumah saja
mungkin terdengar membosankan. Tapi sebenarnya ada banyak aktivitas seru yang bisa
dilakukan bersama anak-anak. Salah satunya ada nonton film bersama. Dimana kegiatan
ini dilakukan oleh pemuda karang taruna yang ada di desa banyumeneng, yang mana
mereka mengadakan kegitan tersebut bukan tanpa sebab.
Kegiatn ini diadakan sebagai media pembelajaran bagi anak anak di era saat ini,
mereka bisa belajar banyak hal dari film, seperti budaya, musik, kreatifitas yang mampu
menginspirasi meraka untuk mengasah kemampuan dan bakat mereka sejak usia dini.
Dengan cara memilih beberapa film dengan kualitas dan makna yang bagus dan dapat
disaring di tangkap dengan anak anak, pemuda karang taruna banyumeneng menggelar
nobar dengan jumlah peserta kurang lebih 25 anak yang antusias dan bersemangat
dalam menonton film dalam kegiatan [Link] kegiatan tersebut
dilaksanakan di lapangan bolayem RW 2 Kedung dolok Desa banyumeneng Mranggen
demak.
Fungsi kegiatan ini bertujuan agar anak anak dapat mengasah daya ingat dan
pola pikir nya setelah menyaksikan film yang sudah ditayangkan, dimana banyak pesan
moral yang sudah tersampaikan pada film tersebut. Dan pesan moral itu pun dapat
tersampaikan pada pelajara hidup yang telah disampaikan melalui film yang ditonton
mereka, perjalanan hidup dapat menjadi pelajaran bagi anak anak, karena mereka
belajar menjadi kepribadian yang lebih baik di pertumbuhan usia mereka. Tak lupa pula
memotivasi anak anak supaya mereka meningkatan kepercayaan diri pada diri mereka
supaya mereka dapat bereksplorasi dalam melakuan suatu hal tanpa takut gagal, Dan
35
lagi tidak lupa pula kita mengasah daya ingat mereka dengan melontarakan pertanyaan
pertanyaan atas film yang sudah diperlihatkan, dengan cara ini anak anak dapat berpikir
dan mengingat apa saja makna dari apa yang sudah di tayangakan.
Dengan alasan itulah yang melatar belakangi Kelompok KKN MIT 16 Posko
142 UIN WALISONGO SEMARANG membantu dan berkolaborasi akan kegiatan
nonton bareng film edukasi tersebut. Dengan kerjasama dan ide ide yang telah
dituangkan dalam satu kegiatan, anak anak meraskan bagaimana belajar bermain secara
asyik, dengan cara itulah anak anak dapat belajar banyak hal. Dan tidak pula
meningkatkan kemampuan akedemik anak anak dengan cara memberikan pembalajaran
dikit demi sedikit kepada mereka. Dizaman saat ini anak anak di usia dini banyak
terpapar film film yang tidak sesuai dengan umurnya, yang mana dalam fase
pertumbuhan saat ini mereka perlu ditanamkan film edukasi, agar dapat mendidik dan
memberikan pelajaran serta pengetahuan di usia bertumbuhannya, segingga mereka
mempunyai wawasan dan dan berpikir lebih luas tanpa meninggalkan kegiatan mereka
bermain dan belajar. Sehingga kreatifitas terbangun dan tertanam pada diri mereka dan
mempunyai cita cita yang lebih beragam di masa depan nantinya.
Para orang tua dari anak anak tersebut pun turut ikut serta mendamingi anak
anak nga belajar, karena supoort system orang tua ituah yang membuat anak anak
semangat atas ada dukangan dari kedua orang tua nya. Pendidikan yang berkarakter
itulah yang akan membuat intlektual intlektual yang terpelajar bukan intlektual yang
kurang ajar. Intlektual yang terpelajar itulah nanti akan membangun semangat dan
ambisi anak anak untuk mengembangkan bakat dan meningkatn rasa percaya diri pada
diri mereka dimasa yang akan datang. Dengan program seperti inila anak anak dapat
menyaksikan film yang memberikan pengetahuan dan wawasan yang luas,dan
menanamkan cinta tanah air,serta mengenalkan aneka ragam suku agama dan budaya.
Dan menyemangati mereka agar terus berkembang dan terbentuk mentalitas yang
tertanam pada diri mereka, karena mereka inilah tunas tunas penerus bangsa yang harus
diasah dan dipoles intlektual dan pengetahuan nya.
Jadi setelah nonton bareng film edukasi tersebut mereka dikasih kuis yang
berhadiah agar melatih daya ingat dan mental mereka dalam berbicara di depan orang
banyak. Sehingga anak anak dapat percaya diri dalam mengembangkan kemampuan dan
bakat yang mereka punya, sehingga dapat terbang bebas melakukan hal hal positif yang
36
sudah tertanam pada dirinya. Dengan hal itulah anak anak dapay termotivasi dan
berkespresi dalam melakukan sesuatu ha yang mereka inginkan dan kembangkan.
Dizaman globalisasi yang semakin maju ini kita harus memanfaatkan sebaik baik nya
agar tidak terjadi hal hal yang menyimpang pada anak anak diusia dini. Melalui film
edukasi inilah anak anak dapat mendapatkan cerita dan dongeng yang lebih baik,semoga
dengan cara inilah anak anak dapat motivasi dan manfaat dalam hal ini.
37
Makam Mbah Ibrahim sebagai wisata religi di desa Banyumeneng,
Kec. Mranggen, [Link]
Oleh: Adam Nur Salim
38
Ibrahim, para peziarah tidak hanya bisa berziarah ke makam Mbah Ibrahim saja tetapi
juga akan mendapatkan bonus pemandangan yang indah dari puncak bukit Girikusuma.
Makam Mbah Ibrahim terbilang cukup unik karena berada di puncak bukit, dan
menjadi misteri bagaimana makam Mbah Ibrahim bisa berada di puncak bukit.
pada saat saya melakukan kegiatan KKN di Desa Banyumeneng, saya sempat
mengobrol dengan kepala Desa Banyumeneng yang saat ini, yaitu Bapak [Link]
Wahyudi, beliau mengatakan bahwa pemeritah Desa Banyumeneng berencana untuk
membangun jalan ke arah makam Mbah Ibrahim, jalan ini di bangun agar
mempermudah akses peziarah untuk sampai ke makam mbah Ibrahim serta dapat
menambah jumlah peziarah. Mungkin dengan keberadaan makan mbah ibrahim
membuka peluang Desa Banyumeneng untuk membangun wisata religi.
39
TPQ Al Hidayah Desa Banyumeneng: Meningkatkan Adab, Hafalan Al-Quran,
dengan Metode Ummi untuk Membentuk Generasi Unggul
oleh : Lian Fauzan
Di tengah gemuruh alam pedesaan yang tenang, terdapat sebuah pusat
pendidikan Islami yang menjulang tinggi dengan tujuan mulia: TPQ Al Hidayah di
Desa Banyumeneng. TPQ ini bukan hanya sebuah tempat pembelajaran, tetapi juga
merupakan wadah untuk membentuk karakter dan memperkuat keimanan anak-anak,
sambil memberikan fondasi yang kokoh dalam memahami Al-Quran.
Salah satu pilar penting di TPQ Al Hidayah adalah pembentukan adab dan budi
pekerti yang mulia. Anak-anak diajarkan tentang pentingnya sopan santun, kesabaran,
tolong-menolong, dan sikap menghormati sesama manusia. Dengan adab yang kuat,
diharapkan generasi muda ini akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas
dalam ilmu, tetapi juga luhur dalam akhlak.
Di bawah atap TPQ Al Hidayah, suasana riuh rendah tercipta saat anak-anak
bersama-sama menghafal ayat-ayat suci Al-Quran. Hafalan Al-Quran bukan hanya
menjadi amal ibadah, tetapi juga menjadi warisan berharga yang akan menuntun mereka
dalam menjalani kehidupan. Dengan komitmen untuk menghafal Al-Quran, TPQ ini
berusaha mencetak para hafidz dan hafidzah yang akan menjadi sumber cahaya
kebenaran di tengah dunia yang penuh dengan tantangan.
TPQ Al Hidayah di Desa Banyumeneng mengadopsi pendekatan pengajaran
yang lembut dan alami, dikenal sebagai Metode Ummi. Pendekatan ini memungkinkan
anak-anak belajar Al-Quran dan bahasa Arab sebagaimana mereka belajar bahasa ibu
mereka, yaitu tanpa perlu memulai dengan aturan gramatikal yang kompleks. Metode
ini menghidupkan proses belajar dengan memanfaatkan kepekaan alamiah anak-anak
terhadap suara dan pola bahasa.
TPQ Al Hidayah memberikan kesempatan bagi saya dan teman–teman untuk
secara langsung berinteraksi dengan anak-anak dalam suasana pembelajaran yang santai
dan penuh kasih sayang. Melalui contoh nyata dan komunikasi yang hangat, saya dan
teman mampu menjadi panutan dalam menanamkan nilai-nilai adab dan budi pekerti
yang luhur. Dengan adanya peran model dari para peserta KKN, anak-anak di TPQ Al
Hidayah belajar untuk bersikap sopan, menghormati sesama, dan membina hubungan
yang harmonis.
40
Program KKN di TPQ Al Hidayah juga menjadi kesempatan emas bagi kami para
peserta KKN untuk mendampingi anak-anak dalam menghafal Al-Quran. Dalam
suasana yang penuh semangat, mereka dapat membantu mengoreksi hafalan,
memberikan dorongan, dan membaca bersama dengan anak-anak. Interaksi ini bukan
hanya memperkaya hafalan anak-anak, tetapi juga menciptakan ikatan batin yang kuat
antara generasi muda dan para peserta KKN.
KKN di TPQ Al Hidayah Desa Banyumeneng adalah wujud nyata kolaborasi
antara generasi yang lebih tua dan generasi muda dalam memajukan pendidikan agama.
Program ini tidak hanya mengajar anak-anak tentang hafalan Al-Quran dan adab Islami,
tetapi juga membentuk karakter mereka dengan teladan yang nyata. Dengan kerjasama
ini, TPQ Al Hidayah berupaya mencetak generasi yang unggul secara akademis,
berakhlak mulia, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.
Melalui program KKN, TPQ Al Hidayah dan peserta KKN telah mengukir jejak
berharga dalam pembentukan generasi yang lebih baik. Dengan mengintegrasikan adab,
hafalan Al-Quran, dan pendekatan Metode Ummi, TPQ ini tidak hanya memberikan
pendidikan Islami yang berkualitas, tetapi juga menginspirasi masyarakat dan lembaga
lain untuk berkolaborasi dalam mewujudkan visi pencerahan spiritual dan intelektual
bagi anak-anak masa depan.
41
Biografi Penulis
42