KARYA TULIS ILMIAH
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING
KB SUNTIK 3 BULAN DI TPMB MUTIARA KASIH
NUR NILAM SARI
NIM. 200401015
PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PUANGRIMAGGALATUNG
TAHUN 2023
KARYA TULIS ILMIAH
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING
KB SUNTIK 3 BULAN DI TPMB MUTIARA KASIH
Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk
Memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan
NUR NILAM SARI
NIM. 200401015
PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PUANGRIMAGGALATUNG
TAHUN 2023
i
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Nur Nilam Sari
NIM : 200401015
Program Studi : D III Kebidanan
Institusi : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Puangrimaggalatung
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Karya Tulis Ilmiah yang saya tulis ini
adalah benar-benar merupakan hasil karya sendiri dan bukan merupakan
pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lainyang saya akui sebagai hasil
tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat
dibuktikan Karya Tulis Ilmiah ini hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima
sanksi atas perbuatan tersebut.
Sengkang, 16 Desember 2022
Pembuat Pernyataan
Nur Nilam Sari
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
Karya Tulis Ilmiah ini akan dipertahankan dihadapan Tim Penguji Seminar
Proposal dan disetujui untuk diperbanyak sebagai salah satu syarat untuk
mendapat gelar Ahli Madya Kebidanan ([Link].) pada Program Studi DIII
Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Puangrimaggalatung.
Sengkang, 06 Juni 2023
Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping
Tetti Surianti, [Link]., SKM.,[Link] Eka Wulansari, SKM.,[Link]
NIDN. 0905128002 NIDN. 0915128602
Mengetahui:
Ketua Program Studi
Bd. Lisna, [Link].,[Link].
NIDN. 092008880
iii
LEMBAR PENGESAHAN
Karya Tulis Ilmiah oleh Nur Nilam Sari NIM 200401015 dengan judul
“Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Efek Samping KB Suntik 3 Bulan Di
TPMB Mutiara Kasih telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal
24 Maret 2023.
Dewan Penguji
Ketua Penguji
Bd. Lisna [Link].,[Link] (...................................................)
NIDN : 0920088803
Penguji Anggota I
Tetti Surianti, [Link]., SKM.,[Link] (...................................................)
NIDN : 0905128002
Penguji Anggota II
Eka Wulansari, SKM.,[Link] (...................................................)
NIDN : 0915128602
Mengetahui
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan
drg. Anugrah Yanuar Azis, [Link].,MARS
NIDN.0920019202
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan
karunia-Nya serta tak lupa salam dan shalawat kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW beserta keluarga dan para kerabatnya, Nabi yang diutus oleh
Allah SWT sebagai pembawa rahmat bagi umat islam.
Tidak lupa pula penulis mensyukuri segala rahmat dan karunia yang telah
dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan
judul “Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Efek Samping KB Suntik 3 Bulan
di TPMB Mutiara Kasih”.
Karya Tulis Ilmiah ini disusun dalam rangka menyelesaikan Pendidikan
D3 Kebidanan di Universitas Puangrimaggalatung, dan atas berkat bimbingan dan
bantuan dari berbagai pihak Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Untuk itu perkenankanlah penulis untuk mengucapkan terima kasih
yang setinggi-tingginya kepada Ibunda dan Ayahanda saya tercinta yaitu Ibu
Diana dan Bapak Baktiar atas segala doa dan kasih sayang serta dukungan yang
telah diberikan selama ini, semoga Allah Swt., memberikan balasan yang
setimpal atas pengorbanannya terhadap anak-anaknya, amin yarabbal alamin. Dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat:
1. Bapak H. dr. H. Abdul Aziz, M., [Link]. selaku Ketua Umum Yayasan
Universitas Puangrimagalatung Sengkang.
2. Bapak Prof. Dr. H. Imran Ismail, M.S Rektor Universitas Puangrimaggalatung
Sengkang.
3. Bapak drg. Anugerah Yanuar Azis, [Link]., MARS selaku dekan Fakultas
Ilmu Kesehatan Universitas Puangrimaggalatung Sengkang atas segala
pelayanan yang diberikan kepada penulis dan ditampilkan sebagaimana
adanya.
v
4. Bapak Barangkau [Link]., Ns., [Link] selaku wakil dekan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Puangrimaggalatung Sengkang yang telah memberi
bimbingan dan dorongan serta pengalaman.
5. Ibu Lisna, [Link]., [Link] selaku ketua Prodi DIII Kebidanan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Puangrimaggalatung Sengkang yang telah banyak
meluangkan waktunya untuk memberikan yang tidak terhingga nilainya.
6. Ibu Tetti Surianti, [Link].,SKM., [Link] selaku pembimbing I yang tidak
henti-hentinya memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dalam
mendidik penulis selama mengikuti pendidikan DIII Kebidanan.
7. Ibu Eka Wulansari, SKM., [Link] selaku pembimbing II yang telah
memberikan pemikiran dan dengan kesabaran dan telah mendidik penulis
selama mengikuti pendidikan DIII Kebidanan.
8. Kepada bapak ibu dosen yang telah mendidik kami selama proses perkuliahan
dengan sepenuh hati
9. Staf Fakultas Ilmu Kesehatan dan Kebidanan Universitas Puangrimaggalatung
yang memberikan petunjuk dan nasehat selama penulis menjalani pendidikan.
10. Ibu dan keluarga responden atas kerjasamanya dalam penulisan Karya Tulis
ini.
11. Ucapan terima kasih yang tulus penulis tujukan kepada kedua orang tua serta
keluarga atas segala bantuan baik berupa materi maupun motivasi dan
pengertiannya kepada penulis sehingga dapat menyusun karya tulis ini dalam
menyelesaikan pendidikan pada program DIII Kebidanan di Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Puangrimaggalatung Sengkang.
12. Rekan-rekan mahasiswa DIII Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Puangrimaggalatung Sengkang yang telah memberikan dukungan dan
motivasi kepada penulis, semoga Allah SWT akan senantiasa memberikan
berkah yang paling indah.
13. Serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tenaga kerja
kesehatan dalam hal ini bidan di PMB Mutiara Kasih yang telah membimbing
penulis selama praktek klinik kebidanan 3.
vi
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih
banyak kekurangan, baik dari segi penulisan maupun pembahasannya. Untuk itu
penulis mengharapkan saran dan kritik demi kemajuan penelitian selanjutnya.
Semogah karya tulis ilmiah ini bermanfaat bagi semuah pihak.
Sengkang, 16 Desember 2022
Penulis
vii
Program Studi DIII Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Puangrimaggalatung
ABSTRAK
Nur Nilam Sari
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING KB SUNTIK 3
BULAN DI TPMB MUTIARA KASIH
Pembimbing I : Tetti Surianti
Pembimbing II : Eka Wulansari
Latar belakang : Kontrasepsi suntikan progestin ini adalah kontrasepsi yang dapat
mencegah terjadinya kehamilan pada ibu dengan cara disuntik intra-muskuler yang
berdaya kerja selama 3 bulan dan tidak membutuhkan pemakaian setiap hari yang
mengandung hormon progesteron dan tidak mengganggu proses produksi Air Susu
Ibu. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan Ibu
tentang efek samping KB suntik 3 bulan di TPMB Mutiara Kasih. Metode : Yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil : Setelah dilakukan
penelitian gambaran pengetahuan Ibu tentang efek samping KB suntik 3 bulan di
TPMB Mutiara Kasih dengan hasil wawancara bahwa pengetahuan Ibu tentang efek
samping KB suntik 3 bulan yaitu kurang. Kesimpulan : Dari hasil penelitian
mengenai gambaran pengetahuan ibu tentang efek samping KB suntik 3 bulan
dapat disimpulkan bahwa pengetahuan sangat penting dalam menambah
wawasan ibu mengenai pentingnya pengetahuan tentang efek samping suntik 3
bulan. Dilihat bahwa pengetahuan ibu masih kurang mengenai efek samping
suntik 3 bulan karna peneliti mengajurkan beberapa pertanyaan tetapi
responden ibu mengatakan tidak tau.
Kata Kunci : Pengetahuan, efek samping KB suntik 3 bulan
Literatur : 4 buku, 24 artikel (2012-2021)
viii
Program Studi DIII Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Puangrimaggalatung
ABSTRACT
Nur Nilam Sari
OVERVIEW OF Mrs. "H"'S KNOWLEDGE ABOUT THE SIDE EFFECTS OF 3
MONTHS INJECTABLE BIRTH CONTROL
AT TPMB MUTIARA KASIH
Supervisor I : Tetti Surianti
Supervisor II : Eka Wulansari
Background: This progestin injection contraceptive is a contraceptive that can prevent
pregnancy in the mother by means of intra-muscular injections that work for 3 months
and do not require daily use which contains the hormone progesterone and does not
interfere with the process of producing breast milk. Purpose: This study was conducted
to describe the mother's knowledge about the side effects of the 3-month injection of
family planning at TPMB Mutiara Kasih. The method: used in this research is
descriptive method. Results: After conducting research on the description of the mother's
knowledge about the side effects of the 3-month injection of family planning at TPMB
Mutiara Kasih, the interview results showed that the mother's knowledge about the side
effects of the 3-month injection of family planning was lacking. Conclusion: From the
results of the study regarding the description of the mother's knowledge about the side
effects of the 3-month injection, it can be concluded that knowledge is very important in
increasing the knowledge of the mother regarding the importance of knowledge about the
side effects of the 3-month injection. It can be seen that the mother's knowledge is still
lacking regarding the side effects of the 3-month injection because the researcher asked
several questions but the mother respondent said she did not know.
Keywords : Knowledge, side effects of injectable KB 3 months
Literature : 4 book, 24 article (2012-2021)
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL DEPAN
HALAMAN SAMPUL DALAM............................................................................i
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.............................................................ii
HALAMAN PERSETUJUAN.............................................................................iii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................iv
KATA PENGANTAR ...........................................................................................v
ABSTRAK ..........................................................................................................viii
ABSTRACT ..........................................................................................................ix
DAFTAR ISI...........................................................................................................x
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................xii
DAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAH ......................xiii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah...............................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................2
C. Tujuan Studi Kasus......................................................................................2
D. Manfaat Studi Kasus....................................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................4
A. Pengertian pengetahuan ..............................................................................4
B. Tinjauan Pengetahuan Ibu ...........................................................................4
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Tentang
KB Suntik 3 Bulan ......................................................................................6
D. Tinjauan Tentang Keluarga Berencana........................................................7
E. Definisi KB Suntik 3 Bulan ......................................................................10
BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................17
A. Rencana Studi Kasus .................................................................................17
B. Subyek Studi Kasus ...................................................................................17
C. Fokus Studi ................................................................................................17
D. Definisi Operasional ..................................................................................17
E. Tempat dan Waktu ....................................................................................18
x
F. Pengumpulan Data ....................................................................................18
G. Penyajian Data ..........................................................................................18
H. Etika Studi Kasus.......................................................................................18
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................19
A. Hasil Penelitian..........................................................................................19
B. Pembahasan ...............................................................................................27
C. Keterbatasan ..............................................................................................28
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ..............................................................29
A. Kesimpulan ...............................................................................................29
B. Saran ..........................................................................................................29
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Format Pengajuan Judul Karya Tulis Ilmiah
Lampiran 2. Lembar Konsultasi Karya Tulis Ilmiah
Lampiran 3. Surat Izin Pengambilan Data dari Dinas Kesehatan [Link]
Lampiran 4. Surat Izin Pengambilan Data dari Tempat Penelitian
Lampiran 5. Informed Consent
Lampiran 6. Dokumentasi Kunjungan Rumah
Lampiran 7. Riwayat hidup
xii
DAFTAR LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAH
LAMBANG
ºC : Derajat Celcius
% : Persen
x/i : Satuan dalam Pernafasan dan Denyut Nadi
± : Kurang Lebih
SINGKATAN
ANC : Antenatal Care
AKDR : Alat kontrasepsi dalam Rahim
ASI : Air susu ibu
Askeb : Asuhan Kebidanan
Hep B : Infeksi hati
HIV : Human immunodeficiency virus
IMS : Infeksi menular seksual
KB : Keluarga Berencana
KTI : Karya Tulis Ilmiah
MOP : Metode kontrasepsi medis operasi pria
MOW : Metode operasi wanita
PMB : Praktik Mandiri Bidan
PUS : Pasangan usia subur
WHO : World Health Organization
ISTILAH
Aborsi : Adalah kegiatan yang dilakukan dengan pengguguran kandungan.
Epilepsi : Gangguan pada system saraf pusat akibat adanya pola aktivitas
listrik diotak yang berlebihan.
Intramuskuler : Injeksi ke dalam otot tubuh.
Kontrasepsi : Merupakan metode/ alat yang digunakan untuk mencegah
kehamilan.
Menopause : Penurunan alami pada hormon reproduksi ketika seorang wanita
mencapai usia 40-an/ 50-an.
xiii
Ovulasi : Proses yang terjadi dalam siklus menstruasi pada wanita.
Reproduksi : Proses saat makhluk hidup bisa menghasilkan keturunan dengan
tujuan supaya tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidup
spesiesnya.
Spotting : Pendarahan tidak teratur atau perdarahan bercak.
TBC : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis.
Wiraswasta : Seseorang atau kelompok yang menjalankan kegiatan usaha yang
dibangun oleh orang lain.
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
KB suntik 3 bulan adalah kontrasepsi yang bisa mencegah terjadinya
kehamilan pada ibu dengan cara disuntik intra-muskuler yang berdaya kerja
selama 3 bulan dan tidak membutuhkan pemakaian setiap hari yang
mengandung hormon progesteron dan tidak mengganggu proses produksi Air
Susu Ibu (ASI) (Mudyawati, 2020).
Kontrasepsi KB suntik 3 bulan memiliki efek samping, salah satunya
yaitu bisa menyebabkan bertambahnya berat badan. Akseptor yang memiliki
pengetahuan baik dapat mengatasi kenaikan berat badannya dengan cara
menjaga pola makan dan olahraga, Bukan hanya berat badan yang dapat
meningkat setelah menggunakan KB suntik 3 bulan tetapi akseptor juga bisa
mengalami efek samping kontrasepsi suntik seperti sakit kepala. Dengan
adanya pengetahuan yang dimiliki akseptor dapat berperan penting dalam
mengatasi peningkatan berat badan (Wahyuni, 2020).
Menurut WHO (2017) jumlah pengguna KB didunia yaitu 460 juta
akseptor. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kependudukan dan KB di
Indonesia tahun 2017 asksebtor yang menggunakan KB suntik yaitu sebanyak
16.203.682 akseptor.
Jumlah peserta akseptor KB aktif di wilayah Indonesia tahun 2018
yaitu berjumlah 24.258.532 Pasangan Usia Subur yang menjadi akseptor.
Akseptor tertinggi yaitu akseptor KB suntik yang berjumlah 15.261.014
(62,90%), urutan kedua akseptor KB pil sebanyak 4.130.495 (17,02%), urutan
akseptor ketiga KB IUD sebanyak 1.759.862 (7,25%), urutan keempat
akseptor implant 1.724.796 (7,11%), urutan kelima akseptor MOW sebanyak
660.259 (2,72%), selanjutnya akseptor kondom sebanyak 298.218 (1,22%)
dan paling rendah yaitu akseptor MOP sebanyak 119.314 (0,49%) (Kemenkes
RI, 2018).
1
2
Berdasarkan data yang telah didaptkan pada DINKES [Link]
bahwa pada tahun 2021 Akseptor KB Implant berjumlah sebanyak 6.291
aksebtor, Pil 14.933 aksebtor, MOW 592 aksebtor, MOP 726 aksebtor dan
Akseptor KB Suntik sebanyak 25.857. sedangkan pada 2022 Akseptor KB
Implant sebanyak 7.505, Pil sebanyak 15.280, MOW sebanyak 592, MOP
sebanyak 242 dan Akseptor Kb suntik sebanyak 26.679.
Data yang didapatkan di TPMB Mutiara Kasih pada tahun 2021
jumlah akseptor KB sejumlah 271 akseptor, salah satu diantaranya akseptor
KB suntik 3 bulan sebanyak 50 orang, dan sisanya akseptor KB lain. Jumlah
kasus akseptor KB suntik 3 bulan yang mengalami sakit kepala sebanyak 10
akseptor, jumlah akseptor yang mengami kenaikan berat badan sebanyak 20
akseptor, dan jumlah akseptor yang mengalami gangguan haid yaitu sebanyak
5 akseptor. berdasarkan informasi dari penanggung jawab TPMB Mutiara
Kasih, didapatkan 50% akseptor sudah mengetahui tentang KB suntik 3 bulan
dan efek sampingnya sedangkan 50% akseptor belum memahami efek
samping dari KB suntik 3 bulan.
Dari latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul Gambaran pengetahuan ibu tentang efek samping KB suntik 3
bulan di TPMB Mutiara Kasih dikecematan Tempe Kabbupaten Wajo.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah “Bagaimana
gambaran pengetahuan ibu tentang efek samping KB suntik 3 bulan di TPMB
Mutiara Kasih kecematan Tempe Kabupaten Wajo“ ?
C. Tujuan Studi Kasus
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang efek samping KB
suntik 3 bulan di TPMB Mutiara Kasih Kecematan Tempe Kabupaten
Wajo.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian KB
suntik 3 bulan
3
b. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping KB
suntik 3 bulan
c. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang Keuntungan KB
suntik 3 bulan
D. Manfaat Studi Kasus
Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu;
1. Bagi masyarakat
Dapat menjadi informasi bagi masyarakat dan meningkatkan pengetahuan
masyarakat.
2. Bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kebidanan :
Menambah wawasan dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam penanganan pengetahuan akseptor KB suntik 3 bulan.
3. Bagi Penulis
Dapat meningkatkan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan dalam
melakukan penelitian tentang KB suntik 3 bulan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian pengetahuan
Pengetahuan yaitu segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu.
Pengetahuan adalah hasil tahu setelah melakukan penginderaan terhadap suatu
objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni
indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan
manusia dapat diperoleh melalui mata dan telinga (Heriyanti, 2021).
B. Tinjauan Pengetahuan Ibu
1. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang KB Suntik 3 Bulan
Ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi akan lebih mudah memilih
kontrasepsi, misalnya pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan. Pengetahuan
mempengaruhi rasionalitas untuk memilih metode KB. Akseptor memilih
alat kontrasepsi suntik 3 bulan karena harganya lebih murah, lebih efektif,
jangka waktu pemakaian lebih lama (Astuti , 2015).
2. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pengertian KB Suntik 3 Bulan (Depo
Progestin)
Pengetahuan ibu tentang Kontrasepsi suntik 3 bulan cukup berstatus
Petani, pekerjaan responden sangat mempengaruhi kualitas tingkat
pengetahuan untuk mengakses informasi yang dibutuhkan, karena
pekerjaan dapat menentukan sedikit banyaknya pengalaman serta
berinteraksi dengan orang lain di lingkungan kerjanya (Yesiana, 2017).
3. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Waktu Penggunaan KB Suntik 3 Bulan
(Depo Progestin)
Tingkat pengetahuan ibu tentang waktu penggunaan KB suntik 3 bulan
kurang berpendidikan, Pendidikan berpengaruh besar untuk memperoleh
pengetahuan yang baik, Dengan memiliki pendidikan yang tinggi ibu akan
cepat menerima dan memahami suatu informasi dan begitu juga
sebaliknya ibu yang berpendidikan rendah, akan menghambat ibu untuk
menerima dan memahami informasi yang baru (Oktiami, 2014).
4
5
4. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Efek Samping KB Suntik 3 Bulan
(Depo Progestin)
Pendidikan juga menentukan mudah tidaknya ibu untuk memahami
pengetahuan yang di peroleh, Semakin tinggi pendidikan ibu semakin baik
pula pengetahuannya. Status pekerjaan dapat mempengaruhi pengetahuan
ibu karena lingkungan pekerjaan dapat membuat seseorang memperoleh
pengelaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun tidak
langsung. Begitu juga dengan informasi, Sebagian besar responden belum
mendapatkan informasi tentang efek samping KB suntik 3 bulan sehingga
sangat mempengaruhi pengetahuan yang diperoleh oleh responden.
Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun nonformal
dapat memberikan pengaruh jangka pendek sehingga menghasilkan
perubahan atau peningkatan pengetahuan pada akseptor KB. Meskipun
seseorang berpendidikan yang rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi
yang baik langsung dari tenaga kesehatan maka hal itu akan dapat
meningkatkan pengetahuan seseorang (Sari, 2021).
5. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Keuntungan KB Suntik 3 Bulan (Depo
Progestin)
Tingkat pengetahuan ibu tentang keuntungan KB suntik 3 bulan kurang,
karna pemikiran seseorang di pengaruhi oleh pendidikan, semakin tinggi
pendidikan seseorang maka semakin baik pula untuk mengolah informasi
yang diperolehnya untuk mengambil suatu keputusan (Oktiami, 2014).
C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan
Faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang (Septa, 2021)
1. Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian
dan kemampuan seseorang agar dapat memahami suatu hal. Pendidikan
6
mempengaruhi proses belajar, semakin tinggi pendidikan seseorang,
semakin mudah orang tersebut menerima informasi.
2. Pekerjaan
Pekerjaan adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan terutama untuk
memenuhi kebutuhan setiap [Link] pekerjaan dapat membuat
seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung
maupun tidak langsung.
3. Umur
Umur mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. Dengan
bertambahnya umur, daya tangkap dan pola pikir seseorang lebih
berkembang, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin membaik.
4. Minat
Minat merupakan suatu keinginan yang tinggi terhadap sesuatu hal. Minat
menjadikan seseorang untuk mencoba dan menekuni, sehingga seseorang
memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam.
5. Pengalaman
Pengalaman merupakan suatu kejadian yang dialami seseorang pada masa
lalu. Pada umumnya semakin banyak pengalaman seseorang, semakin
bertambah pengetahuan yang didapatkan.
6. Lingkungan
Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar baik
lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh
terhadap proses masuknya pengetahuan individu yang berada di dalam
lingkungan tersebut.
7. Informasi
Seseorang yang mempunyai sumber informasi yang lebih banyak akan
mempunyai pengetahuan yang lebih luas. Pada umumnya semakin mudah
memperoleh informasi semakin cepat seeorang memperoleh pengetahuan
yang baru.
7
D. Tinjauan Tentang Keluarga Berencana
1. Definisi Keluarga Berencana
Menurut WHO Keluarga Berencana adalah tindakan yang
membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan, mendapatkan kelahiran yang sangat diinginkan, mengatur
jarak kehamilan dan menentukan jumlah anak dalam keluarga (Jannah,
2019).
Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah untuk
menyeimbangkan kebutuhan dan jumlah penduduk dengan tujuan
mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan kegiatan pokok
penyuluhan dan pelayanan kontrasepsepsi. Kontrasepsi merupakan
pengaturan kehamilan dengan menggunakan alat atau metode dengan
tujuan menunda, menjarangkan kehamilan dan mengakhiri kesuburan
(Susanti, 2020).
Keluarga Berencana merupakan suatu usaha menjarangkan
kehamilan atau merencanakan jumlah dan penduduk jarak kehamilan
dengan menggunakan kontrasepsi. Sasaran utama program Keluarga
Berencana adalah pasangan usia subur (PUS) yaitu pasangan yang
wanitanya berusia antara 15 - 49 tahun, karena kelompok ini merupakan
pasangan yang aktif melakukan hubungan seksual dan setiap kegiatan
seksual dapat mengakibatkan kehamilan. Pasangan usia subur diharapkan
secara bertahap menjadi peserta KB aktif Lestari sehingga memberikan
Efek langsung penurunan fertilisasi (Tampubolon, 2018).
2. Tujuan Keluarga Berencana
Keluarga Berencana (KB) berupaya untuk :
a. Mewujudkan keluarga berkualitas melalui promosi, perlindungan, dan
bantuan dalam mewujudkan hak-hak reproduksi serta penyelenggaraan
8
pelayanan, pegaturan, dan dukungan yang diperlukan untuk
membentuk keluarga dengan usia kawin yang ideal.
b. Mengatur jumlah, jarak, dan usia ideal melahirkan anak.
c. Mengatur kehamilan.
d. Membina ketahanan dan kesejahteraan keluarga (Jannah, 2019).
3. Kontrasepsi
a. Pengertian Kontrasepsi
Menurut Rusmini (2017), kontrasepsi adalah menghindari atau
mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel
telur yang matang dengan sel sperma tersebut.
b. Macam-macam Kontrasepsi
Menurut Rusmini (2017), macam-macam kontrasepsi adalah sebagai
berikut :
1) Metode kontrasepsi sederhana tanpa alat
a) Senggama terputus.
Senggama terputus adalah metode keluarga berencana
traditional, dimana pria mengeluarkan alat kelaminya dari
vagina sebelum pria mencapai ejakulasi sehingga sperma tidak
masuk ke dalam vagina dan kehamilan dapat dicegah.
b) Pantang berkala.
Pantang berkala adalah tidak melakukan senggama pada masa
subur seorang wanita yaitu waktu terjadinya ovulasi (waktu
dimana sel telur siap untuk dibuahi).
2) Metode kontrasepsi sederhana dengan alat
a) Kondom
Adalah suatu selubung atau sarung karet yang terbuat dari
berbagai bahan diantaranya karet (lateks), plastic(vinil), atau
bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis
(kondom pria) atau vagina (kondom wanita) pada saat
berhubungan seksual.
9
b) Diafragma
Diafragma adalah kap berbentuk bulat cembung terbuat dari
karet yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum melakukan
hubungan seksual dan menutup serviks.
3) Metode kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi hormonal (pil KB, suntik, implant).
4) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau yang biasa disebut
dengan Intra Uterin Device (IUD) adalah alat kontrasepsi yang
dimasukan ke dalam rahim yang bentuknya bermacam-macam,
terdiri dari plastik.
5) Metode kontrasepsi mantap (kontap)
a) Pada wanita Tubektomi, pemotongan atau pengikatan saluran
pembawa sel telur ke Rahim
b) Pada pria : Vasektomi, mengikat atau memotong saluran mani.
4. Kontrasepsi Suntik
a. Pengertian
Kontrasepsi suntikan mengandung suatu cairan berisi zat berupa
hormon estrogen dan progesteron ataupun hanya progesteronnya saja
untuk jangka waktu tertentu yang dapat mencegah terjadinya
kehamilan. Metode suntikan KB telah menjadi gerakan keluarga
berencana nasional serta peminatnya semakin bertambah oleh karena
suntik KB sangat aman, sederhana, efektif untuk pencegahan
kehamilan jangka panjang, tidak menimbulkan gangguan dan dapat
digunakan paska persalinan (Setiyaningrum, 2014).
b. Jenis kontrasepsi suntik
Menurut Rusmini (2017), jenis-jenis kontrasepsi suntik yang sering
digunakan di Indonesia antara lain:
1) Suntikan/1 bulan, contoh Cyclofem
2) Suntikan/3 bulan, contoh Depo Medroksi Progesteron Asetat,
(DMPA), Depo Noretisteron Enantat (Depo Noristerat).
10
5. Mekanisme kerja
Menurut Rusmini (2017) mekanisme kerja dari kontrasepsi suntik adalah :
a. Mencegah ovulasi.
b. Mengentalkan lendir serviks dan menjadi sedikit sehingga menurunkan
kemampuan penetrasi sperma.
c. Menjadikan selaput lendir Rahim tipis.
d. Menghambat transportasi gamet dan tuba.
e. Mengubah endometrium menjadi tidak sempurna untuk implementasi
hasil konsepsi.
E. Definisi KB Suntik 3 Bulan
Suntik tribulan merupakan metode kontrasepsi yang diberikan secara
intramuscular setiap 3 bulan. Keluarga berencana suntik merupakan metode
kontrasepsi efektif yaitu metode yang dalam penggunaanya mempunyai
efektifitas atau tingkat kelangsungan pemakaian relatif lebih tinggi serta angka
kegagalan relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi
sederhana (Mulyani, 2015).
KB suntik 3 bulan merupakan metode kontrasepsi efektif yang dalam
penggunaanya mempunyai efektifitas atau tingkat kelangsungan pemakaian
relatif lebih tinggi serta angka kegagalan relatif lebih rendah bila
dibandingkan dengan alat kontrasepsi sederhana lainnya. Kontrasepsi suntik 3
bulan cukup meyenangkan bagi akseptor (injeksi hanya 4 kali dalam setahun),
cocok untuk ibuibu yang menyusui anak, tidak berdampak serius terhadap
penyakit gangguan pembekuan darah dan jantung karena tidak mengandung
hormon estrogen, dapat mencegah kanker endometrium, kehamilan ektopik,
serta beberapa penyebab penyakit akibat radang panggul (Mulyani, 2015).
Kontrasepsi suntikan progestin adalah kontrasepsi yang mencegah
terjadinya kehamilan dengan cara disuntik intra-muskuler yang berdaya kerja
3 bulan dan tidak membutuhkan pemakaian setiap hari yang mengandung
hormon progesteron dan tidak mengganggu proses produksi Air Susu Ibu
(ASI) (Usmia, 2020).
11
Dari beberapa definisi KB suntik 3 bulan dapat diambil kesimpulan
bahwa KB suntik 3 bulang adalah KB yang mengandung hormone yang dapat
mencegah terjadinya kehamilan yang disuntik intra-muskuler dan jangka
penggunaanya selama 3 bulan.
1. Komplikasi
Menurut BKKBN komplikasi yang mucul pada aseptor KB suntik 3 bulan
yaitu sakit kepala, haid tidak beraturan, Hipertensi, Dan penambahan berat
badan.
2. Keuntungan dan Kerugian KB Suntik 3 Bulan
a. Keuntungan
Keuntungan dari kontrasepsi suntik 3 bulan menurut Affandi (2014),
yaitu :
1) Sangat efektif.
2) Pencegahan kehamilan jangka panjang.
3) Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri.
4) Tidak mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius
terhadap penyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah.
5) Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI.
6) Sedikit efek samping.
7) Dapat digunakan oleh perempuan usia >35 tahun sampai
perimenopause.
8) Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
9) Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara.
10) Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.
Keuntungan dari kontrasepsi suntik 3 bulan menurut Speroff (2015),
yaitu :
1) Mudah digunakan, tidak memerlukan interaksi harian.
2) Aman, tidak ada risiko kesehatan.
3) Efektif sebagai sterilisasi, intrauterin, dan kontrasepsi implant
4) Bebas estrogen.
5) Pribadi, penggunaannya tidak dapat dideteksi.
12
6) Meningkatkan laktasi
7) Mempunyai keuntungan non kontraseptif.
b. Kerugian
Kerugian dari kontrasepsi suntik 3 bulan menurut Affandi (2014)
yaitu:
1) Sering ditemukan gangguan haid, seperti:
a) Siklus haid yang memendek atau memanjang.
b) Perdarahan yang banyak atau sedikit.
c) Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
d) Tidak haid sama sekali
2) Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan
(harus kembali untuk suntik).
3) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut.
4) Penambahan berat badan ±2 kg merupakan hal biasa.
5) Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular
seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV.
6) Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.
Ini terjadi karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari
deponya (tempat suntikan).
7) Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka
panjang.
8) Penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan
tulang (densitas).
9) Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan
pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala,
nervositas, dan jerawat.
Kerugian dari kontrasepsi suntik 3 bulan menurut (Mulyani, 2015)
yaitu:
13
1) Gangguan menstruasi termasuk amenore, tidak adanya menstruasi
setelah tiga bulan suntikan KB. Bercak adalah perdarahan
nonmenstruasi selama suntikan KB. Metroragia adalah perdarahan
menstruasi yang berat. Menoragia menyebabkan menstruasi yang
berat.
2) Jerawat pada tubuh atau wajah dapat menyebabkan infeksi dari
waktu ke waktu.
3) BB naik 2,3 kg pada tahun pertama, 7,5 kg dalam enam tahun.
4) Sakit kepala, pusing
5) Pendarahan di bawah kulit dapat menyebabkan kebiruan dan nyeri
di tempat suntikan.
3. Efek samping KB suntik 3 bulan yaitu ;
a. Gangguan haid
1) Siklus memendek/memanjang
2) Perdarahan banyak/sedikit
3) Spotting
4) Tidak haid
b. Klien tergantung pada lokasi fasilitas kesehatan (harus kembali untuk
injeksi)
c. Jangan pernah berhenti sebelum injeksi berikutnya
d. Sebagian besar efek samping terkait dengan berat badan.
e. Tidak melindungi dari IMS, Hep B, atau HIV.
f. Pengembalian kesuburan setelah penundaan penggunaan.
g. Penggunaan jangka panjang mengubah lipid serum.
h. Penggunaan jangka panjang mengurangi kepadatan tulang (density).
i. Kekeringan vagina, libido berkurang, masalah emosional, sakit kepala,
jerawat dapat terjadi dengan penggunaan jangka panjang (Saifuddin,
2019).
4. Indikasi dan Kontraindikasi
a. Indikasi
14
1) Usia reproduksi
2) Nulliparas dan orang tua menginginkan kontrasepsi jangka
panjang.
3) Butuh alat kontrasepsi saat menyusui
4) Tidak menyusui setelah lahir
5) Keguguran atau aborsi
6) Banyak anak menolak tubektomi
7) Perokok
8) Dengan masalah koagulasi atau anemia bulan sabit, tekanan darah
180/110 mm Hg.
9) Epilepsi (fenitoin dan barbiturat) atau obat TBC (rifampisin)
10) Tidak ada kontrasepsi yang mengandung estrogen
11) Kontrasepsi yang disalahgunakan
12) Hipoironemia
13) Wanita menopause tidak boleh menggunakan pil kombinasi
(Saifuddin, 2019).
b. Kontra Indikasi
1) Hamil atau dicurigai hamil.
2) Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
3) Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid terutama
amenorhoe.
4) Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
5) Diabetes mellitus di sertai komplikasi (Saifuddin, 2019).
5. Waktu mulai menggunakan
a. Hari pertama sampai ketujuh menstruasi.
b. Suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus menstruasi; pasien
tidak hamil. Pasien harus pergi 7 hari tanpa aktivitas seksual atau
kontrasepsi.
c. Jika pasien > 6 bulan, menyusui, dan belum menstruasi, suntikan
pertama dapat diberikan jika dia tidak hamil.
15
d. Suntikan kombo dapat diberikan 3 minggu pascapersalinan jika tidak
menyusui.
e. Suntikan progestin diberikan kepada ibu pasca-keguguran.
f. Selama ibu menggunakan kontrasepsi sebelumnya dengan tepat,
g. suntikan progestin dapat diberikan tanpa menunggu menstruasi. Jika
tidak yakin, lakukan tes kehamilan.
h. Jika kontrasepsi ibu sebelumnya sama hormonalnya, injeksi kombo
dapat diberikan sesuai dengan jadwal sebelumnya. Kontrasepsi tidak
diperlukan.
i. Suntikan awal dapat diberikan kepada pengguna kontrasepsi
nonhormonal yang ingin beralih ke suntikan kombinasi tanpa
menunggu menstruasi. Jika diberikan pada hari 1-7 siklus, tidak
diperlukan kontrasepsi tambahan. Jika Anda mengganti IUD dengan
suntikan kombinasi, suntikan pertama diberikan pada hari 1-7 dari
siklus Anda. Copot pemasangan IUD (Mulyani, 2015).
Adapun beberapa hasil penelitian tentang pengetahuan ibu KB suntik 3 bulan
yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti;
1. Penelitian yang dilakukan oleh (Nurliawati, 2019), tentang “analisis factor
yang berhubungan dengan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur di
Kelurahan Kahuripan” hasil penelitian menyatakan bahwa seseorang
dengan pendidikan tinggi akan memiliki pemikiran yang lebih luas dan
mudah menerima informasi tentang kontrasepsi yang di berikan.
2. Penelitan yang dilakukan oleh Budiman dan Agus Riyanto (2013), tentang
“Kapita Selekta kuisioner Pengetahuan Dan SikapDalam Penelitian
Kesehatan” salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang
yaitu usia, pendidikan dan pekerjaan. Usia mempengaruhi daya tangkap
dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin
berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan
yang diperolehnya semakin membaik. Pendidikan adalah sebuah proses
mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
16
3. Penelitian yang dilakukan oleh (Yulidasari, 2015), tentang “hubungan
antara pengetahuan ibu dan pekerjaan ibu dengan pemilihan kontrasepsi
suntik di Kota Paringin Kalimantan Selatan”. Hasil penelitian diketahui
sebanyak 3 responden (6%) memiliki pengetahuan yang kurang dan
sebanyak 47 responden (94%) memiliki pengetahuan yang baik. Hasil
analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu
dengan pemilihan kontrasepsi suntik (p value=0,000).
4. Penelitian yang dilakukan oleh (Notoatmodjo, 2012). Usia mempengaruhi
daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan
semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya sehingga
pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Sedangkan bekerja
umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu, bekerja bagi ibu-ibu
akan mempunyai pengraruh terhadap kehidupannya sehingga ibu tidak
punya banyak waktu untuk mendapatkan informasi.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Studi Kasus
Ditinjau dari tujuan penelitian yang akan dicapai, penelitian ini menggunakan
penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono (2018) penelitian deskriptif adalah
penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu
variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau
menghubungkan dengan variabel yang lain. Penelitian ini mengenai tingkat
gambaran pengetahuan ibu tentang efek samping KB suntik 3 bulan di TPMB
Mutiara Kasih.
B. Subyek Studi Kasus
Menurut (Arikunto, 2016) Subyek penelitian adalah memberi batasan subjek
penelitian sebagai benda, hal atau orang, tempat data untuk variabel penelitian
melekat dan yang dipermasalahkan. Adapun subyek penelitian dalam
penelitian ini adalah ibu di TPMB Mutiara Kasih Kecematan Tempe
Kabupaten Wajo.
C. Fokus Studi
Menurut Moleong (2014) fokus penelitian merupakan inti yang didapatkan
dan pengalaman penelitian atau melalui pengetahuan yang diperoleh dari studi
kepustakaan ilmiah. Dari kasus yang diteliti yang menjadi fokus studi adalah
bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang efek samping KB suntik 3
bulan di TPMB Mutiara Kasih Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Sulawesi
Selatan.
D. Definisi Operasional
1. Pengetahuan ibu tentang KB suntik 3 bulan meliputi tentang, efek samping
dan keuntungannya.
2. KB adalah upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas, yang dapat
mengatur jumlah anak, dan menjarangkan kehamilan.
3. KB suntik 3 bulan adalah KB jenis suntikan yang berisi hormone
progestron saja dan tidak mengandung hormone estrogen, dan dosis yang
17
18
diberikan pada akseptor yaitu 150 mg/ml secara intramuskuler setiap 3
bulan sekali .
E. Tempat dan Waktu
1. Tempat
Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di TPMB Mutiara Kasih
Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo.
2. Waktu Peneliti
Penelitian ini akan diselenggarakan pada 7 Desember 2022- 18 Maret 2023.
F. Pengumpulan Data
1. Wawancara
Wawancara adalah pengumpulan data yang dapat dilakukan dengan tatap
muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dengan klien atau
keluarganya. Dalam wawancara, peneliti akan menggunakan instrument
peneliti yaitu format pengkajian, format pengkajian berisi tentang
informasi atau data klien, identitas klien, keluhan, riwayat kesehatan, dan
hasil-hasil pemeriksaan.
2. Observasi
Obsevasi merupakan metode pengumpulan data yang melibatkan berbagai
faKtor didalam pelaksanaannya. Observasi yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah mengobservasi tanta-tanda vital (vital sign),
mengobservasi berat badan dan tinggi badan.
G. Penyajian Data
Penyajian data disesuaikan dengan desain studi kasus deskriptif yang dipilih.
Untuk studi kasus, data disajikan secara structural/narasi dan dapat disertai
dengan cuplikan ungkapan verbal dari subyek studi kasus yang merupakan
data pendukungnya.
H. Etika Studi Kasus
Prinsip etika dalam penelitian harus dikedepankan sebagai bentuk advokasi
kepada responden penelitian, prinsip tersebut antara lain lembar persetujuan
(informed consent), tanpa nama (anonymity), dan kerahasiaan (confidentiality)
(Hidayat, 2014).
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Lokasi Penelitian
Lokasi dilakukan penelitian ini yaitu di TPMB Mutiara Kasih. TPMB
Mutiara Kasih merupakan tempat praktek mandiri bidan yang terletak di
wilayah Sengkang, Kabupaten Wajo tepatnya di Jalan Andi Macca
Amirullah. Di TPMB Mutiara Kasih terdapat ruang registrasi, ruang Anc,
ruang KB, ruang laboratorium, ruang bersalin, ruang nifas. Dimana
penelitian yang penulis tempati yaitu ruang KB.
2. Karateristik Partisipan (Identitas Klien)
Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu tentang efek samping KB
suntik 3 bulan di TPMB Mutiara Kasih pada tanggal 18 januari 2023.
Diketahui bahwa klien ingin memakai KB suntik 3 bulan, klien berusia 21
tahun dan merupakan anak ke 1 dari dua bersaudara, klien sebagai ibu
rumah tangga dan suami bekerja sebagai wiraswasta.
3. Gambaran Subyek Penelitian
Nomor register : 002
Tanggal Pengkajian : 18 januari 2023, pukul 07.50 wita
Nama Pengkaji : Nur Nilam Sari
a. Kunjungan Rumah ke 1
1) Biodata/Identitas Klien
a) No. RM : 002/PMB-MK/XII/2023
b) Tanggal/Waktu Pengkajian : 18 Januari 2023 Pukul 07.50 Wita
c) Nama : Ny “H” / Tn “H”
d) Umur : 21 Thn / 24 Thn
e) Nikah/ Lamanya : 1 Kali / ± 1 Thn
f) Suku : Bugis
g) Agama : Islam
h) Pendidikan : SMA / SMA
19
20
i) Pekerjaan : IRT / Wiraswasta
j) Alamat : Leppangeng
k) No HP : 0003296647067
2) Data Subjektif
a) Ibu melahirkan tanggal 05 januari 2023
b) Ibu belum berniat untuk berKB
c) Ibu belum ada bayangan tentang KB
3) Data Objektif
a) Keadaan umum ibu baik
b) Kesadaran komposmentis
c) Tanda-tanda vital
(1) Tekanan darah : 120/80 mmHg
(2) Nadi : 81 kali/menit
(3) Suhu : 36,9 ºC
(4) Pernapasan : 22 kali/menit
d) Tidak ada keluhan
4) Assesment
a) Post partum hari ke 13
b) Ibu tidak tahu tentang KB
5) Planning
Tanggal 18 januari 2023, jam 08.10 wita
a) Memberitahukan ibu bahwa hasil pemeriksaan baik
; Ibu mengetahui kondisinya
b) Menanyakan kepada ibu apakah mengetahui tentang macam-
macam KB
; ibu tidak tahu
c) Menanyakan kepada ibu apakah mengetahui tentang efek
samping dan keuntungan KB suntik 3 bulan
; Ibu tidak tahu
21
d) Memberikan konseling tentang macam-macam KB
IUD, pil, suntik 1 bulan, suntik 3 bulan, kondom dan Implant
; Ibu mengerti
e) Menjelaskan kelebihan dan keterbatasan KB
(1) IUD
(a) Kelebihan : efektif mencegah kehamilan 100%,
Tidak mengganggu aktifitas seksual,
cocok utuk ibu menyusui, dapat
digunakan oleh hampir semuah wanita.
(b) Keterbatasan : tidak bisa melindungi dari penyakit
IMS, Nyeri payudara, mual dan sakit
kepala.
(2) Pil KB
(a) Kelebihan : efektif mencegah kehamilan, pil KB
mudah dihentikan, mudah digunakan
dan kesuburan kembali cepat jika
berhenti minum pil KB.
(b) Keterbatasan : sakit kepala, nyeri payudara, mual dan
bercak darah diantara periode menstrusi.
(3) Suntik 1 bulan
(a) Kelebihan : tidak terlalu berdampak pada siklus
menstruasi sehingga penggunaanya
masih memiliki siklus haid yang teratur.
(b) Keterbatasan : memiliki resiko terjadinya pendarahan
tidak normal, nyeri payudara, pusing
dan memicu terjadinya perubahan
suasana hati.
(4) Suntik 3 bulan
(a) Kelebihan : relatif aman untuk ibu menyusui, efektif
karena bisa mencegah kehamilan hingga
22
99% dan bisa menurunkan risiko kanker
rahim dan kanker ovarium.
(b) Keterbatasan : sakit kepala, peningkatan BB, nyeri
payudara, menstruasi tidak teratur.
(5) Implant
(a) Kelebihan : efektif mencegah kehamilan 99%,
pemakainya dapat bertahan hingga 3
tahun cocok untuk seseorang yang tidak
dapat menggunakan kontrasepsi
berbasis estrogen.
(b) Keterbatasan : tidak dapat melindungi dari penyakit
IMS, biaya terlalu mahal.
; Ibu mengerti dengan penjelasan bidan
f) Menayakan kepada ibu apa sudah tertarik untuk menjadi
akseptor KB
; ibu belum bisa menentukan jenis KB yang ingin digunakan
karna masih mau komunikasi dengan suaminya
g) Menyampaikan pada ibu apabila ingin berKB segera ke TPMB
mutiara kasih
; Ibu bersedia datang apabila sudah siap untuk berKB
b. Kunjungan Rumah ke 2
1) Biodata/Identitas Klien
a) Nama : Ny “H” / Tn “H”
b) Tanggal/ waktu pengkajian : 2 februari 2023 Pukul 08.40 Wita
c) Umur : 21 Thn / 24 Thn
d) Nikah/ Lamanya : 1Kali / ± 1 Thn
e) Suku : Bugis
f) Agama : Islam
g) Pendidikan : SMA / SMA
h) Pekerjaan : IRT / Wiraswasta
i) Alamat : Leppangeng
23
j) No HP : 0003296647067
2) Data Subjektif
a) Ibu melahirkan tanggal 05 januari 2023
b) Ibu sudah mengetahui jenis-jenis KB
c) Ibu belum menggunakan KB
3) Data Objektif
a) Keadaan umum ibu baik
b) Kesadaran komposmentis
c) Tanda-tanda vital
(1) Tekanan darah : 110/80 mmHg
(2) Nadi : 81 Kali/menit
(3) Suhu : 36,8ºC
(4) Pernapasan : 22 Kali/menit
d) Tidak ada keluhan
e) Mengevaluasi kesiapan ibu untuk berKB
4) Assesment
Post partum hari ke 28 belum berKB
5) Planning
Tanggal 2 februari 2023
a) Memeriksa Tanda-tanda Vital
; telah dilakukan
(1) Tekanan darah : 110/80 mmHg
(2) Nadi : 81 Kali/menit
(3) Suhu : 36,8ºC
(4) Pernapasan : Kali/menit
b) Memotifasi kembali ibu untuk menjadi akseptor KB
; ibu belum bersedia karna belum ada hasil keputusan
komunikasi dengan suami
c) Menyampaikan kepada ibu apabilah sudah siap, ibu bisa datang
ke PMB Mutiara Kasih
; ibu bersediah
24
c. Kunjungan ke 3
1) Biodata/Identitas Klien
a) Nama : Ny “H” / Tn “H”
b) Tanggal/waktu pengkajian : 6 februari 2023 pukul 09.00 wita
c) Umur : 21 Thn / 24 Thn
d) Nikah/ Lamanya : 1 Kali / ± 1 Thn
e) Suku : Bugis
f) Agama : Islam
g) Pendidikan : SMA / SMA
h) Pekerjaan : IRT / Wiraswasta
i) Alamat : Leppangeng
j) No HP : 0003296647067
2) Data Subjektif
a) Ibu ingin berKB suntik 3 bulan
b) Ibu sudah mendapat dukungan dari suami
c) Ibu sering menanyakan tentang KB suntik yang ingin dia
gunakan
3) Data Objektif
a) Keadaan umum ibu baik
b) Kesadaran komposmentis
c) Tanda-tanda vital
(1) Tekanan darah : 120/80 mmHg
(2) Nadi : 81 Kali/menit
(3) Suhu : 36,9ºC
(4) Pernapasan : 22 Kali/menit
d) Tidak ada keluhan
4) Assesment
Akseptor baru KB suntik 3 bulan
5) Planning
Tanggal 06 februari 2023
25
a) Menjelaskan kembali kepada ibu efek samping dan keuntungan
KB suntik 3 bulan yaitu :
(1) Kelebihan : relatif aman untuk ibu menyusui, efektif
karena bisa mencegah kehamilan hingga
99% dan bisa menurunkan risiko kanker
rahim dan kanker ovarium.
(2) Keterbatasan : sakit kepala, peningkatan BB, nyeri
payudara, menstruasi tidak teratur.
; ibu mengerti
b) Menyuntik ibu dengan KB suntik 3 bulan (DMPA)
; Ibu telah disuntik
c) Menganjurkan kepada ibu untuk datang suntik kembali tanggal
30 april 2023 ke PMB mutiara kasih
; ibu bersedia
d. Kunjungan Rumah ke 4
1) Biodata/Identitas Klien
a) Nama : Ny “H” / Tn “H”
b) Tanggal/ waktu pengkajian : 1 mei 2023, pukul 09.50
c) Umur : 21 Thn / 24 Thn
d) Nikah/ Lamanya : 1 Kali / ± 1 Thn
e) Suku : Bugis
f) Agama : Islam
g) Pendidikan : SMA / SMA
h) Pekerjaan : IRT / Wiraswasta
i) Alamat : Leppangeng
j) No HP : 0003296647067
2) Data Subjektif
a) Ibu beradaptasi dengan efek samping KB suntik 3 bulan
b) Ibu telah suntik KB pada tanggal 30 april 2023
26
3) Data Objektif
a) Keadaan umum ibu baik
b) Kesadaran komposmentis
c) Tanda-tanda vital
(1) Tekanan darah : 120/90 mmHg
(2) Nadi : 81 Kali/menit
(3) Suhu : 36,9ºC
(4) Pernapasan : 22 Kali/menit
e) Tidak ada keluhan
4) Assesment
Akseptor KB suntik 3 bulan
5) Planning
Tanggal 1 mei 2023
a) Memeriksa Tanda-tanda Vital
; telah dilakukan
(1) Tekanan darah : 120/90 mmHg
(2) Nadi : 81 Kali/menit
(3) Suhu : 36,9ºC
(4) Pernapasan : 22 Kali/menit
b) Menanyakan pada ibu efek samping yang di alami setelah
penggunaan KB suntik 3 bulan
; ibu mengatakan sering sakit kepala, namun dapat beradaptasi
4. Gambaran Hasil penelitian
Pada kunjungan rumah pertama yang dilakukan peneliti yaitu,
memeriksa tanda-tanda vital dan memberitahu hasil pemeriksaannya baik.
memberi konseling pada ibu tentang KB, pengertian, Efek samping dan
keuntungannya. ibu masih ingin berdiskusi dengan suaminya tentang KB
yang ingin digunkannya. Ibu sudah mendapatkan pengetahuan tentang KB.
Pada kunjungan ke dua dirumah ibu dengan memotivasi kembali
ibu untuk menggunakan KB tapi ibu belum bersedia menggunakan KB
karena belum mendapatkan hasil pembicaraan dengan suaminya.
27
Pada kunjungan ketiga ibu datang ke TPMB untuk mendapatkan
suntikan KB suntik 3 bulan. Dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan
menyampaikan hasil pemeriksaan, ibu disuntik KB 3 bulan dan memberi
penjelasan kembali tentang efek samping dan keuntungannya.
memberitahu ibu untuk datang kembali pada tanggal 30 april 2023.
Pada kunjungan ke empat dirumah ibu, memeriksa tanda-tanda
vital dan memberitahu hasil pemeriksaan baik, menanyakan efek samping
setelah menggunakan KB suntik 3 bulan, ibu mengatakan sering sakit
kepala namun mampu beradaptasi. Pentingnya pengetahuan pada ibu itu
perlu karna tanpa adanya pengetahuan tentang KB ibu bisa saja terus
mengeluh kanra efeksamping yang dialaminya.
B. Pembahasan
Hasil penelitian kunjungan rumah 1-4 yaitu, ibu tidak tau tentang KB,
keuntungan dan efek sampingnya, karna kurangnya informasi yang didapatkan
oleh ibu. Setelah diberikan pemahaman tentang KB ibu baru mengetahui
tentang KB, keuntungan dan efek sampingnya. Hasil penelitian tersebut
sejalan dengan teori Saifuddin (2019), Pengetahuan tentang keluarga
berencana dipengaruhi banyak faktor, kualitas dan kuantitas informasi
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan.
Demikian juga dengan tingkat pengetahuan ibu tentang keluarga berencana
yang dipengaruhi juga oleh kualitas dan kuantitas informasi yang diperoleh
ibu tersebut. maka pelayanan keluarga berencana harus menjadi lebih
berkualitas serta memperhatikan hak-hak dari pasien atau masyarakat dalam
memilih metode kontrasepsi yang diinginkan.
Hasil penelitian pada kunjungan terakhir didapatkan ibu sudah
mengetahui tentang efek samping KB suntik 3 bulan dan mampu beradaptasi
dengan efek sampingnya, Hasil penelitian diperkuat dengan hasil penelitian
Irnawati (2016), Pengetahuan ibu tentang efek samping KB suntik 3 bulan
sangat penting dimiliki setiap ibu sebagai akseptor KB karena dengan adanya
pengetahuan tersebut ibu dapat menyesuaikan dan mulai beradaptasi bahkan
mampu mengantisipasi kemungkinanan efek samping yang akan terjadi.
28
Sehingga. Dapat mengurangi atau meminimalisir hal-hal negative atau
komplikasi yang akan terjadi selama menjadi akseptor. Oleh karena itu
pelayanan atau asuhan mengenai KB yang diberikan bidan dalam bentuk
edukasi sangat penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu dan
anak, keluarga.
C. Keterbatasan
Keterbatasan yang dialami oleh peneliti dalam proses ini yaitu, Keterbatasan
jarak antara rumah responden dan tempat penelitian. Pemahaman suaminya
juga kurang tentang KB sehingga responden masih bingung dalam memilih
alat kontrasepsi karna masih menunggu keputusan suaminya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian mengenai gambaran pengetahuan ibu tentang efek
samping KB suntik 3 bulan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan sangat
penting dalam menambah wawasan ibu mengenai pentingnya pengetahuan
tentang efek samping suntik 3 bulan. Dilihat bahwa pengetahuan ibu masih
kurang mengenai efek samping suntik 3 bulan karna peneliti mengajukan
beberapa pertanyaan tetapi responden ibu mengatakan tidak tau.
B. Saran
1. Bagi Masyarakat
Diharapkan dapat mengetahui informasi tentang KB suntik 3 bulan,
kelebihan dan keterbatasannya.
2. Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kebidanan
Diharapkan biasa menambah wawasan dalam pemanfaatan ilmu
pengetahuan dan teknologi terutama dalam aspek kebidanan mengenai KB
suntik 3 bulan
3. Bagi penulis
Diharapkan dapat menambah pengalaman dalam penelitian ini.
29
DAFTAR PUSTAKA
Affandi B. dkk. 2014. Buku Panduan Praktis Pelayanan [Link] 3.
Jakarta: PTBina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Asikunto, S. 2016 P rosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta; Rineka
cipta.
Astuti. 2015. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi
suntik di Klinik Pratama Sartika Bandar [Link]
[Link]. XI, No. 2, pp 80-90.
Heriyanti, P. 2021. Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan
Tentang Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil di PMB Pipin
Heriyanti. 2, 1–23. [Link] (Diakses 20
Desember 2022).
Hidayat, A.A.. 2014. Metode penelitian keperawatan dan teknis analisa data.
Jakarta : Salemba Medika.
Irnawati, 2016. Pengetahuan ibu tentang efek samping DMPA dipuskesmas lepo-
lepo kota kendari.
Jannah, Nurul dan Sri. 2019. Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana.
Jakarta: EGC.
Kemenkes RI. 2018. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia.
[Link]
indonesia/Datadan-Informasi_Profil-[Link].
(Diakses 28 Desember 2022).
Moleong, L. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mudyawati, kamaruddin dan Sitti Usmia. 2020. Deskripsi Pengetahuan Ibu
Tentang KB suntik 3 bulan (Depoprogestin) di puskesmas bontobahari
bulukumba. Osf preprints.
Mulyani NS. 2015. Keluarga berencana dan alat kontrasepsi. Yogyakarta: Nuha
Medika;.
Notoatmodjo, S, 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta
Nurliawati, Komariah. 2020. Analysis of factors Associated with the choice of
contraception methods in age coules at kelurahan kahuripan,
tasikmalaya city. 26, 2018, 161-165.
[Link] (Diakses 28 Desember 2022).
Oktiami, Devi. 2014. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Akseptor KB Suntik
tentang KB Hormonal 3 Bulan di Puskesmas Sedayu II Bantul
[Link] [Link] 7. No 2. Hal 13-15
Rusmini, Purwandani, S. & dkk, &., 2017. Pelayanan dan Kesehatan Reproduksi.
Jakarta: CV. Trans Info Media.
Saifuddin, A. B. 2019. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. (2nd ed.).
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharohardjo.
Sari Nurmala. 2021. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Efek Samping Kb
Suntik 3 Bulan Di Pmb Bidan Z Pamulang Barat Kota Tangerang
Selatan Tahun 2019. Journal of Midwifery Science and Women’s Health,
Volume 1.
Septa Katmawati, s. 2021. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolan daun
kelor fortifikasi sebai mp Asi balita. Kecematan lowokwaru kota malang
cv literasi nusantara abadi
Setiyaningrum, E., & Aziz, Z. B. 2014. Pelayanan Keluarga Berencana Dan
Kesehatan Reproduksi.
Speroff, L. 2015. Pedoman Klinis Kontrasepsi. EGC.
Susanti, E. T., & Sari, H. L. 2020. Pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat
kontrasepsi terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Jurnal
kesehatan,9(1),53-57.
Sugiono, 2018 Metode penelitian deskriptif kuantitatif, kulitatif dan R & D
bandung, Alfabeta
Tampubolon Ida Lestari, Jitasari Tarigan. 2018. Hubungan Pengetahuan
Dukungan Suami dan Petugas Kesehatan Dengan Penggunaan Alat
Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) Pada Pasangan Usia Subur Di
Lingkungna II Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan.
Usmia, Sitti, et al. 2020. Deskripsi Pengetahuan Ibu Tentang KB Suntik 3 Bulan
(Depo Progestin) Di Puskesmas Bontobahari Bulukumba. Medika
Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 2.2: 62-69.
Wahyuni, faradita. 2020. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Metode
Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan Di Klinik
Cahaya Medan. Journal Of Midwifery Senior. Medan: Stikes senior
medan.
WHO. 2017. Trends in Maternal mortality: 1990 to 2016. World Health
Organization.
Yesiana, Tyas Dwi Saputri. 2017. Gambaran Pengetahuan Ibu Akseptor KB
Suntik 3 Bulan Tentang Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Di Puskesmas Kretek
Bantul Yogyakarta.
Yulidasari. 2015. Hubungan antara pengetahuan ibu dan pekerjaan ibu dengan
pemilihan kontrasepsi suntik di Kota Paringin Kalimantan [Link]
Berkala [Link] 1 No 1 pp 33-36.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. IDENTITAS PENULIS
Nama : Nur Nilam Sari
Tempat / Tanggal Lahir : Watu, 04 September 2000
Suku / Bangsa : Bugis / Indonesia
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status Pernikahan : Belum Menikah
Alamat : Desa Maccading
Email : nurnilamsari049@[Link]
B. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. Pada Tahun 2008-2014 SDN 117 Leppangeng
2. Pada Tahun 2014-2015 SMPN 5 Ajanggale
3. Pada Tahun 2015- 2017 SMPN 2 Barebbo
4. Pada Tahun 2017-2020 SMK 8 Bone
5. Pada Tahun 2020-2023 Universitas Puangrimaggalatung
KUESIONER
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KB SUNTIK
3 BULAN DI TPMB MUTIARA KASIH
1. Identitas Responden
Nama :
Umur :
Suku :
Agama :
Pekerjaan :
Pendidikan Terakhir :
2. Data Kuesioner
Isilah kotak jawaban dibawah ini dengan tanda ceklis () pada kolom yang
menurut anda tepat.
No. Pertanyaan Tahu Tidak Tahu
1. Apakah ibu meiliki
pengetahuan tentang pengertian
KB
2. Apakah ibu mengetahui Macam-
macam KB
3. Apakah ibu mengetahui tujuan
KB
4. Apakah ibu mengetahui Efek
Samping KB Suntik 3 Bulan
5. Apakah ibu mengetahui
Keuntungan KB Suntik 3 Bulan