PENGGUNAAN FIBER OPTIK DALAM KOMUNIKASI
RADIO (RADIO OVER FIBER)
MAKALAH
Untuk memenuhi nilai tugas besar mata kuliah
sistem komunikasi serat optik
DISUSUN OLEH :
Affif Muammar
(16101118)
Kelas :
S1 Teknik Telekomunikasi 04 D
Dosen Pengampu :
Imam
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI
FAKULTAS TEKNIK TELEKOMUNIKASI DAN ELEKTRO (FTE)
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM
JL. D.I. PANJAITAN 128 PURWOKERTO
2018
BAB I
LATAR BELAKANG
Terdapat dua macam sistem transmisi data yaitu sistem transmisi
dengan menggunakan link radio microwave ( nirkabel ) dan transmisi
jaringan melalui kabel fiber optik ( FO ). Transmisi data melalui kabel lebih
cepat jika dibandingkan dengan komunikasi melalui link radio microwave
karena menggunakan kabel serat optik. Kedua sistem transmisi tersebut
memiliki kelebihan dan kekurangan. Serat optik mempunyai kelebihan yaitu
transmisi data yang cepat dan performansi yang prima. Namun memiliki
kekurangan yaitu daerah kerja yang kurang luas dan proses instalasi kabel
yang membutuhkan biaya yang besar. Sedangkan dengan menggunakan
link radio microwave ( nirkabel ), daerah kerjanya cukup luas, biaya
pemasangan secara general cukup murah, akan tetapi memiliki
kekurangan yaitu kualitas dan performansi yang kurang maksimal dan
disertai dengan adanya gangguan sinyal ( propagasi ). Saat ini komunikasi
nirkabel telah berubah dari komunikasi suara menjadi multimedia, dimana
komunikasi multimedia membutuhkan kecepatan transmisi data yang lebih
cepat agar diperoleh hasil yang maksimal. Maka muncul gagasan/ ide
untuk menggabungkan kedua sistem transmisi tersebut, dengan harapan
akan diperoleh suatu sistem transmisi baru yang lebih baik daripada
keduanya. Sistem transmisi tersebut saat ini dikenal sebagai Radio Over
Fiber (ROF).
Gambar 1. Penggambaran Sederhana Radio over Fiber (RoF)
BAB II
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana penggunaan serat optik pada teknologi Radio Over
Fiber (ROF).
BAB III
KAJIAN TEORI
A. Pengertian umum ROF
Radio over Fiber (RoF) adalah suatu sistem hibrida yang mempunyai dua
jalur transmisi, serat optik dan jalur bebas radio. Dalam penggunaan sistem
RoF, gelombang mikro pita lebar sinyal data dimodulasikan pada pembawa
optikal di pemancar utama dan kemudian dikirimkan ke tempat yang berjauhan
atau ke pangkalan pemancar lainnya dengan menggunakan serat optik.
Pangkalan pemancar kemudian mentransmisikan sinyal RF untuk area yang
lebih kecil dengan menggunakan antena gelombang mikro. Sistem yang
seperti ini sangatlah penting dalam banyak aplikasi, termasuk komunikasi
bergerak dan satelit, WLANs, dan layanan pita lebar bergerak lainnya. Teknik
modulasi OFDM mendistribusikan data melalui banyak pembawa yang
dipisahkan dengan frekuensi yang akurat dengan pita yang saling berdekatan.
Penggunaan FFT pada modulasi memberikan orthogonality untuk setiap
pembawa, yang dapat menghindarkan demodulator dalam membaca frekuensi
yang bukan miliknya. Kerana itu menggabungkan OFDM dengan serat optik,
sistem RoF dapat digunakan untuk transmisi jarak dekat maupun jauh dengan
kelajuan data yang tinggi. Ini meningkatkan kemudahan suai dan menyediakan
cakupan wilayah yang lebih besar tanpa menyebabkan kenaikan dalam biaya
dan kesukaran pada sistem. Sistem ini dibuat untuk dapat membawa data 20
Mbps, menggunakan frekuensi pembawa 2.4 GHz dan tipe modulasi untuk
OFDM ialah 16QAM 4 bit untuk setiap simbol. Total power yang dihasilkan oleh
sinyal OFDM tersebut menurun seiring dengan ditambahkannya panjang pada
serat optik dalam jaringan RoF dari 10 hingga 50 Km.
Radio over fiber merupakan suatu proses pengiriman sinyal radio melalui
kabel serat optik. Saat ini kebutuhan industri menuntut efisiensi. Dengan
menggunakan kabel serat optik sebagai medium perantara, maka akan
diperoleh kecepatan transmisi yang lebih besar dibandingkan ketika dilakukan
transmisi secara langsung. Dengan menggunakan kabel serat optik, maka
kualitas sinyal suara yang ditransmisikan tetap bagus atau dapat dikatakan
gangguan yang timbul selama proses transmisi kecil, sehingga sinyal yang
dibawanya tetap bagus. Selain itu dengan menggunakan kabel serat optik
dapat menghemat biaya serta menambah performansi untuk high speed fiber
berdasarkan akses nirkabel. Radio over Fiber (RoF) merupakan teknologi baru
dalam transmisi yang mengintegrasikan teknik transmisi wireless dan wireline.
Dengan RoF, sinar laser dimodulasi oleh sinyal radio dan dikirimkan melalui
media serat optik.
B. Parameter
Power link budget adalah perhitungan daya yang dilakukan pada suatu sistem
transmisi yang didasarkan pada karakteristik saluran (redaman), sumber optik,
dan sensitivitas photodetector. Perhitungan daya sinyal memiliki persamaan
sebagai berikut
α 𝑎𝑙 = (L1 x αserat) + (L2 x α )
Keterangan :
L1 = Panjang serat optik Pertama (Km)
L2 = Panjang serat optik Kedua (Km)
α total = Redaman total sistem (dB)
α serat = Redaman serat (dB/Km)
Perhitungan Margin Daya :
M = (PT − PR)− α total − SM
Keterangan :
M = Margin Daya
PT = Daya keluaran sumber (dBm)
PR = Sensitivitas daya detector (dBm)
α total = Redaman total sistem (dB)
SM = Safety Margin (6-8dB)
C. Klasifikasi ROF
1. ROF berdasar WLAN (60 hz band)
ROF ini dapat meningkatkan kapasitas akses nirkabel dengan
menggunakan setidaknya 1 satu stasiun dasar untuk komunikasi antar
gedung. Akan tetapi sistem ini memiliki kekurangan yaitu bila ada banyak
gedung maka akan ada banyak stasiun dasar.
2. ROF berdasar RVC
ROF ini bersifat dinamis, dapat mengikuti pergerakan pengguna.
Dengan menggunakan protokol TDMA ( Time Division Multiple Acces ),
proses over bandwith bisa lebih cepat. Kelemahan sistem ini adalah
memerlukan adanya hand over.
3. ROF untuk daerah terpencil
CS yang memakai Tuneable Transmitter (TT) dan Tuneable Receiver
(TR) dapat memperlebar jangkauan gelombang. Selain itu ROF ini memiliki
struktur CS yang sederhana. Kelemahan sistem ini adalah kapasitasnya
dibatasi jumlah TT dan TR.
D. Kelebihan ROF
1. Rugi rugi rendah .
2. Bandiwidth yang lebar.
3. Tahan terhadap interferensi radio frekuensi.
4. Instalasi dan perawatan yang mudah.
5. Menggabungkan alat pengkonversi AM ke FM menjadi alat yang
sederhana, berkualitas tinggi, dan hanya dengan 1 proses saja.
6. Mengurangi kontaminasi noise dan meningkatkan kualitas pelayanan.
7. Meningkatkan komunikasi nirkabel dan kapasitas data.
E. Kekurangan ROF
RoF melibatkan modulasi analog dan deteksi cahaya yang merupakan
dasar transmisi analog, sehingga noise dan distorsi yang terjadi pada
komunikasi analog terjadi juga pada RoF (Ng’oma, 2005). Hal ini
membatasi noise figure (NF) dan rentang dinamik jaringan RoF (Powell, 2002).
Rentang dinamik ini penting untuk sistem komunikasi bergerak seperti GSM
karena daya yang diterima pada base stations dari mobile unit berubah-ubah,
sehingga dalam cell yang sama, daya RF yang diterima oleh mobile unit yang
dekat dengan base station lebih tinggi dibandingkan yang diterima oleh mobile
unit yang lebih jauh.
BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pada teknologi Radio Over Fiber (ROF) ini, sinyal yang memiliki frekuensi
radio (RF) dikirimkan dengan menggunakan media fiber optik. Contohnya adalah
diagram blok penggunaan ROF pada sistem komunikasi telepon seluler bergerak.
Karena sinyal yang diterima oleh sebuah Radio Access Point (RAP) merupakan
sinyal radio microwave, maka terlebih dahulu sinyal tersebut diubah menjadi sinyal
cahaya sebelum ditransmisikan. Setelah diubah, maka sinyal pun akan langsung
ditransmisikan melalui fiber optik ke arah penerima yang ada di Base Station
Central (BSC). Sistem ini merupakan salah satu pengaplikasian teknologi ROF
yang banyak digunakan karena dengan menggunakan fiber optik sebagai media
transmisi sinyalnya, maka kapasitas bandwidth pun akan menjadi semakin lebar
sehingga jumlah pelanggan yang bisa dilayani dalam sebuah sel akan menjadi
lebih banyak dan efisien. Selain itu, karena bandwidth dari fiber optik yang lebar,
maka jenis layanan yang dapat ditampung dalam sebuah sistem fiber optik
menjadi lebih banyak, sehingga dapat lebih meminimalisir pemasangan saluran
transmisi untuk tiap layanan. Penggunaan ROF juga memaksimalkan
pengaplikasian sistem ISDN (Integrated Services Digital Network).
Dalam perancangan perlu dilakukan pengaturan sesuai dengan spesifikasi
perangkat yang digunakan. Adapun perangkat yang digunakan seperti Kabel serat
optik, LASER, Photodetector APD, Optical Amplifier EDFA dengan spesifikasi
perangkat berikut:
Serat optik yang digunakan jenisnya single mode dimana memiliki jangkauan
yang jauh dan bandwidth yang lebih lebar disbanding jenis multi mode. Jenis kabel
yang digunakan yaitu G.652 menurut standar ITU-T untuk teknologi WDM. Kabel
optik ini cocok untuk panjang gelombang 1550 nm dan mempunya redaman
karakterisik sebesar 0.2 dB/Km dan dispersi chromatic sebesar 17 ps/nm x km.
Perancangan sistem menggunakan serat optik single mode dalam teknologi
Radio over Fiber berbasis WDM menggunakan OADM (Optical Add Drop
Multiplexer). Pada tahap ini akan dilakukan pemodelan sistem pada teknologi
WDM dan RoF. Teknologi WDM digunakan untuk memenuhi kebutuhan beberapa
panjang gelombang sekaligus sedangkan teknologi RoF digunakan untuk
meningkatkan performansi untuk high speed data pada akses nirkabel yang
menggunakan frekuensi radio. Laju data yang digunakan sebesar 1 Gbps. Sinyal
frekuensi radio 2.5 GHz akan ditumpangkan pada setiap kanal dengan panjang
gelombang yang berbeda. Digunakan 4 kanal dengan masing-masing panjang
gelombang 1555nm, 1556nm, 1557 nm dan 1558 nm. Kemudian untuk
menggabungkan keempat panjang gelombang tersebut digunakan WDM
Multiplexer. Selanjutnya akan digunakan Booster Amplifier berupa EDFA untuk
meningkatkan gain serat optik. Pada jarak 60 km dari WDM Multipexer akan
ditempatkan perangkat OADM untuk melakukan add dan drop panjang gelombang
1558 nm. Selanjutnya akan diteruskan pada serat optik sepanjang 95.5 km menuju
WDM Demultiplexer untuk dipisahkan sesuai dengan panjang gelombang yang
dikirimkan. Kemudian masing-masing panjang gelombang akan diterima oleh
photodetector.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. ROF bisa digunakan sebagai jalur backbone pada sistem telekomunikasi
jaringan telepon seluler bergerak.
2. Teknologi Radio over Fiber berbasis WDM untuk komunikasi jarak jauh
menggunakan OADM.
3. RoF melibatkan modulasi analog dan deteksi cahaya yang merupakan
dasar transmisi analog.
B. Saran
1. Dalam perancangan perlu dilakukan pengaturan sesuai dengan spesifikasi
perangkat yang digunakan.
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
1. [Link]
2. [Link]
[Link]?m=1
3. [Link]
over-fiber/
4. [Link]
5. [Link]
wireless&id=825%3Aw-lan-over-
fiber&tmpl=component&print=1&page=&option=com_content&Itemid=14