HOMOMORFISMA GRUP
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Grup
Yang Diampu oleh Ibu Dra. Santi Irawati, [Link], Ph.D
Disusun Oleh:
Kelompok 1/Offering D
1. Nadya Sahda Ananta (NIM 220311609091)
2. Putri Sasi Catur Prastyatiwi (NIM 220311610029)
3. Rif’at Almas Firdaus Fahrudin (NIM 220311605729)
4. Yunia Salsabela Putri (NIM 220311604041)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
DEPARTEMEN MATEMATIKA
PRODI S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA
DESEMBER 2023
Presenter 1
Yunia Salsabela Putri
220311604041
Homomorfisma Grup
Terjemahan
Sebuah homomorfisma ϕ dari sebuah grup G ke sebuah grup G adalah pemetaan dari G ke G
yang mempertahankan operasi grup; yaitu ϕ ( ab )=ϕ (a)ϕ (b) untuk setiapa , b dalamG .
Simbol matematika
Misal, dua grup ¿ dan (G , ∙)
ϕ :G⟶ G
ϕ ( a∗b ) =ϕ ( a ) ∙ ϕ ( b ) , ∀ a , b ∈G
Negasi Matematika
Misal, dua grup ¿ dan (G , ∙)
ϕ :G⟶ G
∃ a ,b ∈ G→ ϕ ( a∗b ) ≠ ϕ ( a ) ∙ ϕ ( b )
Catatan:
Untuk sebarang dua grup ¿ dan (G , ∙) selalu dapat dikonstruksi minimal satu
homomorfisma grup , yaitu
ϕ :G⟶ G
ϕ ( x )=e , ∀ a , b ∈ G
Contoh
Misalkan ¿ dan ¿ adalah dua grup. Didefinisikan pemetaan ϕ : R ⟶ R+ ¿¿ dengan ϕ ( x )=3 x .
Tunjukkan bahwa ϕ merupakan homomorfisma.
Penyelesaian:
Ambil sebarang a , b ∈ G
a
ϕ ( a ) =3
b
ϕ ( b ) =3
a+b
ϕ ( a+b )=3
a b
¿3 ∙3
¿ ϕ ( a) ∙ ϕ ( b )
Karena ϕ ( a+b )=ϕ ( a ) ∙ ϕ ( b ) , ∀ a ,b ∈ R, maka terbukti ϕ merupakan homomorfisma.
Non Contoh
Pemetaan ϕ ( x )=x 2 dari R , bilangan real di bawah operasi penjumlahan, ke dirinya sendiri bukan
merupakan homomorfisma.
Bukti:
ϕ :R⟶R
Ambil a=2 dan b=3
2 2 2
ϕ ( a+b )=( a+b ) =a +2 ab+b
2 2
¿ ( 2 ) +2 ( 2 )( 3 )+(3)
¿ 25
2 2
ϕ (a)+ ϕ (b)=a + b
2 2
¿(2) +(3)
¿ 4 +9
¿ 13
Karena ∃ a ,b ∈ G→ ϕ ( a+ b ) ≠ ϕ ( a )+ ϕ ( b ), maka ϕ bukan merupakan homomorfisma.
Soal
Misalkan R¿ merupakan grup dari bilangan real nonzero di bawah operasi perkalian.
Didefinisikan pemetaan ϕ : R¿ ⟶ R¿ dengan ϕ ( x )=¿ x∨¿. Buktikan ϕ merupakan
homomorfisma.
Penyelesaian:
¿
Ambil sebarang a , b ∈ R
ϕ ( a ) =|a|
ϕ ( b ) =|b|
ϕ ( ab )=¿ ab∨¿
¿∨a∨∙∨b∨¿
¿ ϕ (a)∙ ϕ (b)
Kernel dari Homomorfisma
Terjemahan
Kernel homomorfisma ϕ dari grup G ke sebuah grup dengan identitas e adalah himpunan
{x ∈G∨ϕ ( x )=e }. Kernel dari ϕ dinotasikan dengan Kerϕ .
Simbol Matematika
Misalkan ϕ :G⟶ H adalah homomorfisma
Kerϕ={x ∈G∨ϕ ( x ) =e H }
Negasi Matematika
Misalkan ϕ :G⟶ H adalah homomorfisma
A={x ∈ G∨ϕ ( x ) ≠ e H }
A ≠ Kerϕ
Contoh
¿
Misalkan R merupakan grup dari bilangan real nonzero di bawah operasi perkalian.
Didefinisikan pemetaan ϕ : R¿ ⟶ R¿ dengan ϕ ( x )=¿ x∨¿, adalah homomorfisma. Tentukan
Kerϕ .
Penyelesaian:
Untuk menentukan Kernel harus dibuktikan terlebih dahulu bahwa pemetaan yang ada
merupakan homomorfisma. Karena sudah diketahui bahwa pemetaan di atas merupakan
homomorfisma maka kita dapat mencari Kernel nya.
Kerϕ={x ∈G∨ϕ ( x ) =e R } ¿
¿ {x ∈G∨ϕ ( x )=| x|=1 }
¿ {1 ,−1}
Non Contoh
¿
Misalkan R merupakan grup dari bilangan real nonzero di bawah operasi perkalian.
Didefinisikan pemetaan ϕ : R¿ ⟶ R¿ dengan ϕ ( x )=¿ x∨¿, adalah homomorfisma. Karena sudah
diketahui bahwa Kerϕ={1 ,−1} maka yang bukan termasuk Kerϕ adalah himpunan bilangan
¿
dalam R kecuali 1 dan −1.
Soal
Misalkan ϕ :Z ⟶ Z n dengan ϕ ( x )=x ( mod n ) adalah homomorfisma. Tentukan Kerϕ .
Penyelesaian:
Kerϕ={x ∈G∨ϕ ( x ) =e Z } n
Kerϕ={x ∈G∨ϕ ( x ) =x ( mod n )=0 }
Kerϕ={0 ,± n , ± 2n , … }
Kerϕ=nZ
Kerϕ=〈 n 〉
Sumber
Joseph A. Gallian. (2021). Contemporary Abstract Algebra Tenth Edition. London: CRC Press
Taylor & Francis Group.
Suryanti, S. (2017). Teori Grup (Struktur Aljabar 1). Gresik: UMG Press.
[Link]
Presenter 2 : Rif’at Almas Firdaus Fahrudin (220311605729)
Offering D
Epimorfisme
Definisi
Misal f :G → H adalah sebuah homomorfisme grup, maka: f dinamakan epimorfisme
jika f surjektif.
Simbol : ∀ b ∈ H , ∃a ∈ G∋ f ( a )=b
Contoh :
Diketahui ¿ adalah grup. Buktikan bahwa:
α :5 Z → 21 Z
21
x → α (x )= x
5
Adalah sebuah epimorfisme!
i) Akan dibuktikan benar bahwa α adalah homomorfisma.
Ambil x 1 , x 2 ∈ 5 Z .Perhatikan bahwa:
21
α ( x1 + x 2 )= ( x 1 + x 2 )
5
21 21
¿ x 1+ x 2
5 5
¿ α ( x1 ) + α ( x 2 )
∴ α ( x 1 + x 2) =α ( x 1 ) + α ( x 2 )
∴ α adalah homomorfisma
ii) Akan dibuktikan bahwa α adalah pemetaan surjektif.
5
Perhatikan bahwa untuk setiap w ∈ 21 Z dapat dipilih x= w ∈ 5 Z . Sedemikian
21
sehingga berlaku:
α (x )=
21
5
(x )=
21 5
5 21 ( )
w =w
∴ α adalah homomorfisma yang surjektif.
Non contoh:
Fungsi f ( x )=x 2 , f : R → R fungsi f ini bukan fungsi surjektif, karena ∃−1 ∈ R , tetapi tidak ada x
yang memenuhi x 2=−1.
Contoh soal:
Didefinisikan sebuah fungsi φ yang memetakan dua buah grup yaitu ¿ Fungsi φ ini didefinisikan
sebagai berikut:
a
φ : R → R +¿, denganφ (a )=e ¿
Akan kita selidiki apakah fungsi tersebut suatu epimorfisme
Jawab
i) φ suatu homomorfisme
φ ( a1 +a2 ) =e(a +a )
1 2
a1 a2
¿e e
¿ φ ( a1 ) φ ( a2 )
ii) φ suatu pemetaan yang surjektif
+¿ ¿
Ambil sembarang elemen di R+¿ ,misal b ∈ R ¿
Maka
dipilih a=ln b ∈ R ¿
Sehingga φ ( a )=e a=e(ln b)=b
Terbukti bahwa φ suatu epimorfisme.
Endomorfisme
Definisi
Misal f :G → H adalah sebuah homomorfisme grup, maka: f dinamakan endomorfisme
jika G=H .
Simbol: ∀ f :G → H , G=H .
Contoh:
Fungsi φ : Z 10 → Z 10 dengan f ( x )=8 x
Akan kita selidiki apakah fungsi ini suatu endomorfisme
i) φ suatu homomorfisme
f ( x + y )=8 ( x + y )
¿ 8 x +8 y
¿ f ( x )+f ( y )
ii) φ memetakan dua himpunan yang sama
Telah diketahui bahwa φ memetakan dari Z10 ke Z 10
∴ φadalah suatu endomorfisme
Non contoh:
Fungsi f ( x )=x 2 , f :Q → R fungsi f ini bukan endomorfisme, karena domain dan kodomain terdiri
dari grup yang berbeda, R ≠ Q.
Contoh soal:
Diketahui: ¿adalah grup
φ :Q →Q
8
x→ x=φ ( x )
7
Akan dibuktikan: φ adalah endomorfisma
Pembahasan:
i) Akan diperiksa apakah domain dan kodomain φ terdiri dari grup yang sama
Dari soal dapat diketahui bahwa domain dan kodomain φ terdiri dari grup yang sama
yaitu Q .
ii) Buktikan bahwa φ adalah pemetaan
8 8
Karena x , x ∈Q maka x ∈Q , sehingga φ ( x ) selalu termuat di dalam Q . Artinya φ
7 7
bersifat tertutup.
Ambil x 1 , x 2 ∈ Q dengan x 1=x 2 . Perhatikan bahwa.
8
φ ( x 1 )= x1
7
8
¿ x2
7
¿ φ (x 2)
∴ x1= x2 → φ ( x1 ) =φ ( x 2 )
∴ φ adalah pemetaan
iii) Buktikan bahwa φ adalah homomorfisma
φ ( x 1 + x 2 )=φ ( x 1 ) + φ(x 2)
Ambil x 1 , x 2 ∈ Q Perhatikan bahwa,
8
φ ( x 1 + x 2 )= ( x 1 + x 2 )
7
8 8
¿ x1 + x2
7 7
¿ φ ( x 1 ) +φ ( x 2 )
∴ φ ( x 1+ x 2 ) =φ ( x 1 ) +φ( x2 )
∴ φ adalah homomorfisma
∴ φ adalah endomorfisma.
Referensi:
Sri Suryanti. 2017. Teori Grup. Gresik : UMG Press.
[Link]
[Link]
Putri Sasi Catur Prastyatiwi
220311610029
Presenter 3
ISOMORFISMA GRUP
Definisi isomorfisma grup
Sebuah isomorfisma ϕ dari grup G ke grup G adalah pemetaan (atau fungsi) satu-satu surjektif
dari G ke G yang mengawetkan operasi grup. Yaitu,
ϕ ( ab )=ϕ (a)ϕ (b) untuk semua a , b di G
Jika ada sebuah isomorfisma dari G surjektif G , kita menyebut G dan G isomorfik dan ditulis
G≈G .
Misal ¿dan (G , ∘¿ adalah grup, maka dikatakan grup G
isomorfik dengan grup G . Jika terdapatϕ :G→ H yang
memenuhi :
1. ϕ injektif
2. ϕ surjektif
3. ϕ homomorfisma
Simbol
¿ dan (G , ∘¿ grup
G ≈ G⟺ ϕ :G →G memenuhi
( i ) ϕ injektif ⟺ a1 , a2 ∈ A , a1 ≠ a2 ∋ ϕ ( a ) ≠ ϕ ( b ) ⋀
( ii ) ϕ surjektif ⟺ ∀ b ∈ B ,∃ a ∈ A ∋ ϕ ( a )=b ⋀
( iii ) ϕhomomorfisma ⟺ ϕ ( a∗b )=ϕ ( a ) ∘ ϕ ( b ) , ∀ a ,b ∈ G
Negasi
¿ dan (G , ∘) grup
G ≉ G⟺ ϕ :G →G memenuhi
( i ) ϕ injektif ⟺ a1 , a2 ∈ A , a1 ≠ a2 ∋ ϕ ( a ) ≠ ϕ ( b ) ∨
( ii ) ϕ surjektif ⟺ ∀ b ∈ B ,∃ a ∈ A ∋ ϕ ( a )=b ∨
( iii ) ϕ homomorfisma ⟺ ϕ ( a∗b ) =ϕ ( a ) ∘ϕ ( b ) , ∀ a , b ∈G
Contoh
Tunjukkan bahwa ¿ dengan pemetaan ϕ : R → R+¿ ¿ didefinisikan oleh ( x )=e x , ∀ x ∈ R !
jawab
Untuk menunjukkan ¿ harus memenuhi syarat :
1. well define
Jelas bahwa pemetaan ϕ : R → R+¿ ¿ yang didefinisikan oleh ϕ ( x )=e x , ∀ x ∈ R terdefinisi
dengan baik untuk sebarang a dan b di R dengan a=b , maka ϕ ( a ) =e a=e b=ϕ(b).
2. ϕ injektif
Pemetaan ϕ : R → R+¿ ¿ yang didefinisikan oleh ϕ ( x )=e x , ∀ x ∈ R adalah fungsi
injektif/satu-satu, karena untuk setiap x 1 , x 2 ∈ R , x 1 ≠ x 2, maka ϕ (x 1 )≠ ϕ (x 2).
Ambil x 1 , x 2 ∈ R yaitu x 1=7 dan x 2=0 , 5
ϕ (x 1 )≠ ϕ (x 2)
7 0 ,5
e ≠e
1096,63315843 ≠ 1,6487212707
3. ϕ surjektif
Pemetaan ϕ : R → R+¿ ¿ yang didefinisikan oleh ϕ ( x )=e x , ∀ x ∈ R merupakan
surjektif/onto, karena sebarang a ∈ R +¿¿ ada ln a ∈ R sedemikian hingga ϕ ( ln a)=e ln a=a .
Ambil a=3 , 7, maka ln ln a=1.30833281965
ln a
ϕ (ln a)=e =a
1.30833281965 1.30833281965
e =e =3 , 7
3 , 7=3 ,7=3 , 7
4. ϕ homomorfisma
Pemetaan ϕ : R → R+¿ ¿ yang didefinisikan oleh ϕ ( x )=e x , ∀ x ∈ R merupakan
homomorfisma, karena ϕ ( a+b )=e (a+b) =e a eb =ϕ ( a ) ϕ (b).
Jadi, ¿ dengan pemetaan ϕ : R → R+¿ ¿ didefinisikan oleh ϕ ( x )=e x , ∀ x ∈ R adalah isomorfisma.
Non-contoh
Grup ¿ dan grup ¿ dengan pemetaan ϕ :Z → Z +¿¿ didefinisikan oleh ϕ ( x )=x 2 , ∀ x ∈ Z bukan
isomorfisma karena ada syarat yang tidak terpenuhi, yaitu ϕ bukan fungsi surjektif.
Contoh Soal
Jika f :G → G' adalah sebuah fungsi yang isomorfisma dari G ke G' , dan e adalah elemen
identitas di G , maka f ( e ) adalah identitas pula di G' . Buktikan untuk setiap a ∈ G maka
f ( a−1 ) =( f ( a ) ) !
−1
jawab
Misal x ' ∈G '. Karena f adalah fungsi yang isomorfisme maka ∃ x ∈G sedemikian hingga
'
f ( x )=x
'
x =f ( x)
'
x =f ( ex )
'
x =f ( e ) f ( x )
' '
x =f (e) x
dan
'
x =f ( x)
'
x =f ( xe)
'
x =f ( x ) f ( e )
' '
x =x f (e)
Selanjutnya untuk ∀ x ' ∈G' , kita mempunyai
' ' '
f ( e ) x =x =x f ( e)
Sehingga f (e) adalah identitas di G'
Demikian pula ∀ a ∈G kita mempunyai :
f ( e )=f ( a−1 a )=f ( a−1) f (a)
dan
f ( e )=f ( a a−1 )=f ( a ) f (a−1 )
TERBUKTI f ( a−1 ) =( f ( a ) ) .
−1
Teorema Cayley
Setiap grup isomorfik terhadap grup permutasi.
G ≈ GA
Bukti
Misal H= { σ g∨g ∈G } . H adalah grup permutasi dari G . Didefinisikan ϕ :G→ H sebagai berikut
ϕ ( g )=σ g , ∀ g ∈ G. Untuk membuktikan isomorfisma, kita harus membuktikan:
1. ϕ injektif
ϕ ( g )=ϕ ( h ) maka gx=hx berarti g=h
2. ϕ surjektif
Untuk sebarang σ g akan selalu terdapat g ∈G sedemikian hingga ϕ ( g )=σ g
3. φ injektif
Untuk sebbarang g , h ∈G berlaku ϕ ( gh )=σ gh ( x )=ghx=σ g ( hx )=( σ g σ h ) ( x ) =(ϕ ( g ) ϕ ( h ) )( x)
Terbukti bahwa ϕ adalah isomorfisma.
Contoh
Diberikan U (12) adalah grup dengan operasi biner perkalian modulo 12 Tunjukkan bahwa
U (12) isomorfik terhadap grup permutasi !
jawab
U ( 12 )= {1 , 5 ,7 ,11 }
Sekarang kita tulis permutasi dari U (12) dalam bentuk
T 1=[ 15 7 111 57 11 ] , T 5=[ 15 7 115 1117 ]
T 7=[ 15 7 117 111 5 ] ,T 11= [ 1 5 711117 5 1 ]
Berikut adalah tabel Cayley dari U ( 12 ) dan permutasi dari U ( 12 ) atau dapat kita tulis dengan
U ¿¿
U (12) 1 5 7 11
1 1 5 7 11
5 5 1 11 7
7 7 11 1 5
11 11 7 5 1
U (12) T1 T5 T7 T 11
T1 T1 T5 T7 T 11
T5 T5 T1 T 11 T7
T7 T7 T 11 T1 T5
T 11 T 11 T7 T5 T1
Dari tabel ini jelas terlihat bahwa U (12) dan U ¿ ¿ hanya berbeda secara notasi. Sehingga, U (12)
isomorfik terhadap U ¿ ¿.
Non-contoh
Tidak ada non-contoh, karena terbukti bahwa setiap grup isomorfik terhadap grup permutasi.
Contoh Soal
−1
Dalam notasi teorema Cayley, buktikan bahwa T e adalah identitas dan (T g ) =T g ! −1
jawab
Selama T e ( x )=ex =x untuk semua x , T e adalah identitas.
−1
Sekarang kita akan membuktikan bahwa (T g ) =T g −1
−1
( T g ) =T g −1
−1
T g ∘(T g) =T g ∘ T g −1
T e =T g g −1
T e =T e
referensi :
contoh isomorfisma grup : [Link]
pekalongan/struktur-aljabar/isomorfisma-grup/45562703
Gallian. 2021. Contemporary Abstract Algebra Tenth Edition. London : Taylor and
Francis Group.
Sri Suryanti. 2017. Teori Grup. Gresik : UMG Press.
Presenter 4: Nadya Sahda Ananta
NIM : 220311609091
❖ Monomorfisma Grup
Teorema
Misalkan G dan G’ masing-masing grup dan θ suatu homomorfisma dari G ke G’.
Homomorfisma θ injektif (satu-satu) jika dan hanya jika Ker(θ) = {e}
Bukti
→ Diketahui: θ merupakan suatu pemetaan homomorfisma
Akan ditunjukkan: Ker θ = {e}
● e ∈ Ker θ (Teorema 10.1)
maka {e }⊆ Kerθ
● Misal x ∈ Ker θ
Ambil sebarang x ∈ Ker θ
maka θ(x )=e ' . Di sisi lain diperoleh θ(e)=e ' .
Sehingga diperoleh θ(x )=θ (e).
Karena θ injektif maka x=e .
Hal ini menunjukkan bahwa Ker θ ⊆ {e }. Jadi terbukti Ker θ={e }
← Diketahui: G merupakan sebuah grup dan x ∈ G
θ merupakan suatu pemetaan homomorfisma
Akan ditunjukkan: θ merupakan suatu pemetaan injektif
Jika diambil sebarang x 1 , x 2 ∈ G
−1 −1
dengan θ( x 1 )=θ ( x 2 ), maka θ ( x 1 ) θ ( x 2 ) =θ ( x 2 ) θ ( x 2 ) =e '
sehingga θ(x 1 x−1
2 )=e ' .
berarti x 1 x−1
2 ∈ Kerθ
Karena diketahui Kerθ={e }, maka x 1 x−12 =e
Sehingga x 1=x 2. .Jadi θ merupakan suatu pemetaan injektif
Notasi:
∀a , b ∈ G, θ(a)=θ(b)⇒ a=b
Negasi:
∃a , b ∈ G , θ(a)=θ (b)⇒ a ≠ b
Syarat-Syarat Suatu Monomorfisma Grup:
1. θ harus merupakan sebuah pemetaan
2. θ merupakan homomorfisma
3. θ merupakan homomorfisma injektif
Contoh Soal
Diberikan ( Z × Z ) dan (A,×) grup. adalah grup dengan
p q
A={3 2 ∨ p , q ∈ Z }
θ:Z×Z→ A
p q
(p,q) → θ( p , q)=3 2 , dimana (p,q) merupakan pasangan berurutan dalam operasi Z × Z
dan yang akan dipetakan menjadi bentukθ( p , q)
Buktikan bahwa θ merupakan monomorfisma
● Apakah θ termasuk pemetaan?
θ(p,q) akan selalu termuat dalam A, maka θ tertutup di dalam A.
Ambil ( p1 , q1 ¿=(p ¿ ¿ 2 , q2)¿ artinya p1=q 1 dan p 2=q2
Perhatikan bahwa
p q
θ( p 1 , q 1)=3 2 1 1
p2 q2
¿3 2
¿ θ( p 2 , q 2)
( p1 , q1 ¿=(p ¿ ¿ 2 , q2)→ θ( p1 , q1 )=θ( p ¿ ¿ 2 , q 2)¿ ¿
θ merupakan pemetaan
● Apakah θ merupakan homomorfisma?
Ambil ( p ¿ ¿ 1 , q1 ), (p ¿ ¿ 2 ,q 2)∈ Z × Z ¿ ¿. Perhatikan bahwa
θ( p ¿ ¿1 , q 1)+( p ¿ ¿ 2, q 2)=θ( p ¿ ¿ 1+ p2 , q1 +q 2)¿ ¿ ¿
p1 + p2 q1+ q2
¿3 .2
=3 3 .2q 2q
p p 1 2 1 2
q p2 q2
¿(3¿¿ p 1 2 )×(3 2 )¿ 1
¿ θ( p 1 , q1 )× θ( p ¿ ¿ 2 , q 2)¿
θmerupakan homomorfisma
● Apakah θ merupakan homomorfisma yang injektif?
Ambil ( p ¿ ¿ 1 , q1 ), (p ¿ ¿ 2 ,q 2)∈ Z × Z ¿ ¿ dengan θ( p 1 , q 1)=θ (p ¿ ¿ 2 ,q 2)¿
Perhatikan bahwa
θ( p 1 , q 1)=θ (p ¿ ¿ 2 ,q 2)¿
p1 q1 p 2 q2
3 2 =3 2
Diperoleh p1=q 1 dan p 2=q2 artinya ( p ¿ ¿ 1 , q1 )=( p ¿ ¿ 2, q 2)¿ ¿
θ( p ¿ ¿1 , q 1)=θ ( p ¿ ¿ 2 , q2 )→( p ¿ ¿ 1 , q1 )=(p ¿ ¿ 2 ,q 2)¿ ¿ ¿ ¿
θ merupakan homomorfisma injektif
∴ θ merupakan monomorfisma
Non Contoh
Diketahui dua grup, yaitu
ℝ* = {x ∈ R∨x ≠ 0 }dan himpunan R+¿={x ∈R ∨x>0 }¿ keduanya dibawah operasi x
+¿ ¿
Diberikan suatu pemetaan f yang memetakan ℝ* ke R yang didefinisikan sebagai berikut:
¿ ¿
f : R → R R ¿*
Apakah pemetaan tersebut termasuk monomorfisme?
Karena telah diberikan pemetaan maka telah kita ketahui bahwa f merupakan sesuatu
[Link]:
● Apakah f suatu homomorfisme?
f (x , y )=¿ xy∨¿
¿∨x∨.∨ y∨¿
¿ f (x). f ( y)
f merupakan suatu homomotfisme
● Apakah f merupakan suatu pemetaan yang injektif?
Jika f (x)f ( y) maka ¿ x∨¿∨ y∨¿
Ambil sebarang x=2 maka∨x∨¿2
y=−2maka∨ y∨¿ 2
∃ x ≠ y tetapi f (x )=f ( y )
Jadi f bukan monomorfisme
❖ Automorfisma Grup
Definisi
Misalkan (G,*) adalah grup. Misalkan pula θ :G →G adalah sebuah pemetaan dari grup G ke
grup G sendiri. θ disebut Automorfisma Grup dari G ke G jika θ adalah homomorfisma yang
bijektif.
Langkah Pembuktian Automorfisma
1. Pastikan domain dan kodomain dari θ terdiri dari grup yang sama.
2. Buktikan bahwa θ adalah pemetaan.
3. Buktikan bahwa θ adalah homomorfisma.
4. Buktikan bahwa θ adalah homomorfisma injektif
5. Buktikan bahwa θ adalah homomorfisma surjektif
Contoh Soal
Diketahui (Q,+) adalah grup. Selanjutnya didefinisikan relasi sebagai berikut :
α :Q → Q
x → a ( x)=12 x
Periksa apakah a adalah sebuah Automorfisma Grup!
● Periksa domain dan kodomain α
Pertama, akan diperiksa apakah domain dan kodomain a terdiri dari grup yang sama. Dari soal
dapat diketahui bahwa domain dan kodomain a terdiri dari grup yang sama yaitu (Q, +).
● Apakah α merupakan pemetaan?
Perhatikan bahwa,
x ,12 ∈Q sehingga12 x ∈ Q.
Artinya a tertutup di Z .
Selanjutnya, ambil x 1 , x 2 ∈ Q dengan kondisi x 1=x 2.
Perhatikan bahwa,
α (x 1)=12 x 1
¿ 12 x2
¿ a (x 2)
α memenuhi implikasi pemetaan : x 1=x 2 → α (x 1)=α (x 2)
α merupakan sebuah pemetaan.
● Apakah α homomorfisma grup
Ketiga, akan dibuktikan bahwa α homomorfisma grup.
Ambil x 1 , x 2 ∈ Q. Perhatikan bahwa,
α (x 1+ x2 )=12(x 1 + x 2)
¿ 12 x1 +12 x 2
¿ α (x 1)+α (x 2)
α memenuhi implikasi homomorfisma grup :
α (x 1+ x2 )=α (x 1)+ α (x 2)
α merupakan homomorfisma grup.
● Apakah α homomorfisma grup yang injektif
Ambil x 1 , x 2 ∈ Q dengan kondisi α (x 1)=α (x 2 )
Perhatikan bahwa
α (x 1)=α (x 2 )
12 x1=12 x 2 maka x 1=x 2
α merupakan homomorfisma injektif (monomorfisma).
● Apakah α homomorfisma grup yang surjektif
1
∀ w ∈ Qterdapat x ∈Q dapat dipilih x = w , w ∈Q .
12
Sedemikian sehingga berlaku:
α (x)=12 x
1
¿ 12 × w
12
¿w
α merupakan homomorfisma surjektif (epimorfisma).
Berdasarkan step 1,2,3,4,5 α merupakan automorfisma
Non Contoh
Diberikan fungsi f : Z 4 → Z 4 , dengan f (x)=2 x +3
Akan kita selidiki apakah f merupakan suatu automorfisma
● f suatu homomorfisma
f (x+ y)=f (x )+f ( y)
f (x+ y)=2( x+ y)+3
¿ 2 x+2 y +3
Sedangkan:
f (x)+ f ( y )=2 x+3+ 2 y +3
¿ 2 x+2 y +6
Diperoleh
f (x+ y)≠ f (x )+f ( y)
Karena f bukan homomorfisma maka f bukan merupakan automorfisma
Referensi:
Sri Suryanti. 2017. Teori Grup. Gresik : UMG Press.
[Link]
[Link]
[Link]