0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan6 halaman

Analisis Gerak pada Air Track Fisika

Laporan praktikum ini membahas percobaan gerak lurus beraturan dan berubah beraturan menggunakan rel udara. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari kecepatan rata-rata, kecepatan sesaat, percepatan, serta perbedaan antara gerak lurus beraturan dan berubah beraturan. Percobaan dilakukan dengan mengukur waktu kereta di rel udara menggunakan pewaktu pencacah saat melewati ger
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan6 halaman

Analisis Gerak pada Air Track Fisika

Laporan praktikum ini membahas percobaan gerak lurus beraturan dan berubah beraturan menggunakan rel udara. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari kecepatan rata-rata, kecepatan sesaat, percepatan, serta perbedaan antara gerak lurus beraturan dan berubah beraturan. Percobaan dilakukan dengan mengukur waktu kereta di rel udara menggunakan pewaktu pencacah saat melewati ger
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: [Link]

net/publication/357875530

Laporan Praktikum Fisika 1 Modul VI - Rel Udara(Air Track)

Experiment Findings · January 2022


DOI: 10.13140/RG.2.2.36227.43045

CITATIONS READS

0 10,073

1 author:

Eka Putra Prasetya


Universitas Islam Indonesia
135 PUBLICATIONS 1 CITATION

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Eka Putra Prasetya on 17 January 2022.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Laporan Praktikum Fisika 1
Modul VI – Rel Udara(Air Track)
Eka Putra Prasetya/18524057
Asisten: M. Sandy Maulana
Tanggal praktikum: 28 November 2018
18524057@[Link]
Teknik Elektro – Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia

Abstrak— Dalam kehidupan sehari – hari, kita selalu penyusun gerak ini. Jadi mempelajari komponen – komponen
berurusan dengan gerak. Kita sebagai manusia yang tersebut penting guna mempelajari konsep dari suatu gerak.
merupakan makhluk hidup pasti bergerak karena gerak Dengan mempelajari gerak kita dapat memahami konsep dasar
merupakan salah satu ciri mengklasifikasikan benda hidup dari gerak yang dapat digunakan untuk mempermudah aktivitas
selain ciri – ciri lainnya. Gerak yang terjadi bermacam – manusia dikemudian harinya. Tujuan dari praktikum ini adalah
macam mulai dari gerak parabola, gerak jatuh bebas, gerak mempelajari kecepatan rata – rata, kecepatan sesaat,
lurus, dan lain – lain. Gerak lurus dibagi menjadi dua yaitu percepatan, gerak lurus beraturan, dan gerak lurus berubah
gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan.
beraturan (GLBB). Gerak sendiri tidak akan terlepas akan
variabel atau komponen seperti kecepatan, kecepatan sesaat,
percepatan sesaat percepatan, perlambatan, waktu, dan II. TINJAUAN PUSTAKA
jarak. Pada praktikum ini dilakukan analisis terhadap GLB,
GLBB, kecepatan rata – rata, percepatan, dan kecepatan A. Kecepatan
sesaat. Hasil dari praktikum ini menunjukkan perbedaan Kecepatan merupakan ukuran yang menyatakan besar
antara kecepatan sesaat dengan kecepatan rata – rata perubahan posisi benda terhadap waktu. Kecepatan
terletak pada kondisinya dan GLB dengan GLBB terletak sebagaimana perubahan posisi (perpindahan) mempunyai arah
pada ada tidaknya percepatan. tertentu sehingga keduanya adalah besaran vektor. Dengan
demikian, kecepatan dapat diturunkan dari fungsi posisi.
Kata kumci—Air Track; GLB; GLBB; Kecepatan Sesaat Terdapat 2 jenis kecepatan yaitu kecepatan rata – rata dan
kecepatan sesaat.
Kecepatan rata – rata adalah hasil bagi perpindahan
I. PENDAHULUAN
dengan selang waktu. Persamaan kecepatan ini dapat ditulis
Dalam kehidupan sehari – hari, kita selalu berurusan sebagai berikut:
dengan gerak. Kita sebagai manusia yang merupakan makhluk ∆𝑠 (1)
hidup pasti bergerak karena gerak merupakan salah satu ciri 𝑣=
mengklasifikasikan benda hidup selain ciri – ciri lainnya. ∆𝑡
Gerak yang terjadi bermacam – macam mulai dari gerak
Dengan:
parabola, gerak jatuh bebas, gerak lurus, dan lain – lain. Kita 𝑚
berjalan, berlari, melambaikan tangan juga merupakan gerak. v = kecepatan ( )
𝑠
Seperti yang telah disebutkan tadi salah satu macam gerak
adalah gerak lurus. Gerak lurus dibagi menjadi dua yaitu gerak ∆𝑠 = jarak (m)
lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan ∆𝑡 = waktu (t)
(GLBB). Contoh gerak lurus beraturan dalam kehidupan
sehari-hari adalah motor yang bergerak dengan kecepatan Kecepatan sesaat merupakan kecepatan rata – rata yang selang
tetap. Sedangkan contoh gerak lurus berubah beraturan adalah waktunya mendekati nol. Kecepatan ini dapat dituliskan dalam
saat mengerem mobil. persamaan sebagai berikut:

Gerak sendiri tidak akan terlepas akan variabel atau ∆𝑠 𝑑𝑠 (2)


komponen seperti kecepatan, kecepatan sesaat, percepatan 𝑣 = lim 𝑣̅ = lim =
∆𝑡→0 ∆𝑡→0 ∆𝑡 𝑑𝑡
sesaat percepatan, perlambatan, waktu, dan jarak. Semua
komponen tersebut terjadi di kehidupan sehari - hari manusia.
Komponen – komponen tersebut menyusun suatu gerak B. Percepatan
misalnya saja gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Dalam
Percepatan merupakan ukuran yang menyatakan besar
gerak lurus ini percepatan, kecepatan, waktu, dan jarak menjadi
perubahan kecepatan benda terhadap waktu. Seperti halnya
dengan kecepatan, untuk percepatan juga dikenal istilah III. METODE PRAKTIKUM
percepatan rata – rata dan percepatan sesaat. Percepatan juga Percobaan pertama yang dilakukan adalah percobaan dasar
merupakan besaran vektor sehingga memiliki besar dan arah. yang mengukur kecepatan rata – rata, kecepatan sesaat, dan
Percepatan rata – rata kecepatan partikel berubah terdahap percepatan. Dalam praktikum ini dibutuhkan alat dan bahan
waktu. Percepatan ini dapat dituliskan dalam persamaan berupa rel udara, gerbang cahaya, pewaktu pencacah, peniup,
sebagai berikut: kereta, penghalang cahaya 2 jari, penghalang cahaya tunggal,
∆𝑣 𝑣2 − 𝑣1
𝑎̅ = = (3) dan penyangga 1 cm.
∆𝑡 𝑡2 − 𝑡1
Dengan: Adapun langkah - langkah pengerjaan dalam praktikum ini
𝑚
𝑣2 = kecepatan akhir ( ) dimulai dari penyetelan alat. Dalam langkah penyetelan alat
𝑠 dimulai dari menyusun peralatan seperti gambar 1.4 dalam
𝑚 modul. Setelah tersusun, periksalah sambungan antara pipa
𝑣1 = kecepatan awal ( )
𝑠 alumunium dengan selang plastic, untuk memastikan udara
𝑚 tidak bocor. Setelah terasa tidak ada yang bocor, nyalakan
a = percepatan ( 2)
𝑡
peniup. Lalu, periksalah kehorizontalan rel, bila kereta
𝑡1 = waktu awal (t) cenderung bergerak ke satu arah, berarti rel belum horizontal.
Atur baut di kaki rel untuk menyetel rel kereta. Setelah dirasa
𝑡2 = waktu akhir (t)
sudah dalam posisi horizontal, atur jarak antar gerbang cahaya
sejauh 50 cm.
C. Gerak Lurus Beraturan Setelah menyetel alat sehingga siap digunakan maka masuk
Gerak Lurus Beraturan (GLB) merupakan gerak pada langah - langkah dari prosedur percobaan. Langkah ini dimulai
lintasan lurus dan kecepatan dari gerak tersebut tetap. dari menentukan kecepatan rata – rata. Pengukuran kecepatan
Kecepatan tetap dapat terjadi karena percepatan maupun rata – rata memiliki urutan dimulai dari pasang penyangga 1
perlambatan dalam gerak ini bernilai nol atau tidak adanya cm pada kaki tunggal rel sehingga rel dalam keadaan miring.
percepatan maupun perlambatan dalam gerak ini. Peristiwa Setelah itu, pasang penghalang cahaya tunggal pada kereta.
gerak ini menggunakan persamaan yang sama dengan Setelah itu, masukkan soket gerbang cahaya 1 dan 2 ke
persamaan 1. pewaktu pencacah pada posisi 𝑃1 . Setelah semua komponen
terpasang, atur waktu pencacah pada fungsi TIMING II. Lalu,
pasang penghalang caya tunggal pada kereta. Setelah itu,
D. Gerak Lurus Berubah Beraturan letakkan kereta di atas rel kemudian lepaskan, usahakan jarak
kereta tidak terlalu dekat dengan gerbang cahaya, minimal 30
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) merupakan gerak cm. Setelah itu, amati waktu yang ditunjukkan pada waktu
pada lintasan garis lurus dengan kecepatan yang berubah – pencacah. Setelah itu, catat waktu yang tertera pada pewaktu
ubah. Kecepatan yang berubah – ubah dipengaruhi oleh pencacah pada tabel 1. Setelah itu, tekan tombol CHANGE
percepatan maupun perlambatan. Percepatan atau perlambatan OVER untuk mengubah besaran waktu menjadi kecepatan.
yang berlaku memiliki nilai yang tetap. Peristiwa gerak ini Tereakhir, ulangi langkah 4-7 untuk jarak yang berbeda.
dapat dituliskan dalam persamaan berikut ini:
Setelah menentukan kecepatan rata – rata, langkah
𝑣 = 𝑣0 ± 𝑎𝑡 (4) selanjutnya adalah menentukan keepatan sesaat. Pengukuran
𝑣 2 = 𝑣0 2 ± 2𝑎𝑠 (5) kecepatan sesaat memiliki urutan yang dimulai dari ganti
penghalang cahaya tunggal dengan penghalang cahaya dua jari.
𝑠 = 𝑣0 𝑡 ± 𝑎𝑡 2 (6) Setelah itu ubah posisi soket gerbang cahaya pada posisi 𝑃1 dan
𝑃2 . Jika belum, atur agar pewaktu pada fungsi TIMING II.
Setelah itu, tekan tombol CHANGE OVER untuk
Dengan: menyesuaikan lebar penghalang cahaya yang digunakan.
𝑚 Setelah itu, letakkan kereta di atas rel. setelah itu, amati waktu
v = kecepatan akhir ( )
𝑠 yang tertera pada pewaktu pencacah. Setelah itu, tekan tombol
𝑚 DATA FETCH untuk menampilkan data kembali kemudian
𝑣0 = kecepatan awal ( )
𝑠 catat pada tabel 2. Setelah itu, tekan tombol CHANGE OVER
𝑚
a = percepatan ( 2) untuk mengubah data waktu menjadi data kecepatan dan
𝑡
percepatan. Terakhir, ulangi langkah 2-8 dengan
𝑠 = jarak (m) menambahkan beberapa penyangga pada kaki rel.
𝑡 = waktu (t) Setalah selesai melakukan praktikum percobaan dasar,
maka langkah selanjutnya adalah praktikum Gerak Lurus.
Dalam praktikum ini dibutuhkan alat dan bahan berupa rel
udara, kereta, pewaktu pencacah, penyangga 1 cm, gerbang
cahaya, peniup, dan penghalang cahaya.
Adapun langkah – langkah pengerjaan dalam praktikum ini semakin besar terlepas dari data yang kemungkinan bisa
dimulai dengan menyusun alat seperti pada gambar 6.1 pada salah(terlihat pola yang sama antara kecepatan terbaca dengan
modul. Setelah itu, atur posisi kaki rel udara sehingga rel udara kecepatan rata – rata sehingga hubungan tersebut benar adanya
dalam keadaan horizontal. Jika belum, atur pewaktu ada pada walaupun datanya kurang tepat). Hubungan ini sesuai dengan
fungsi TIMING II. Setelah itu, hidupkan peniup. Setelah itu, persamaan kecepatan rata - rata bahwa kecepatan rata - rata
hubungkan gerbang – gerbang cahaya ke pewaktu, yang satu berbanding lurus dengan jarak dan berbanding terbalik dengan
melalui soket 𝑃1 yang lain melalui soket 𝑃2 . Setelah itu, atur waktu
agar jarak di antara gerbang cahaya sebesar 30 cm. Setelah itu,
letakkan kereta di atas rel udara. Kemudian berikan sedikit Table 2 kecepatan sesaat
dorongan sehingga kereta bergerak. Setelah itu baca selang
Waktu Kecepatan Kecepatan Jarak
waktu yang diperlukan kereta melewati gerbang cahaya 1 dan
(s) sesaat terbaca gerban
2 pada layar pewaktu. Setelah itu, catat waktu untuk jarak
(m/s) (m/s) g1
tersebut. Masukkan data pada tabel GLB. Setelah itu, ulangi
dengan
langkah 2-6 untuk jarak yang berbeda – beda. Setelah itu,
kereta
pasang penyangga 1 cm pada kaki tunggal rel udara sehingga
(m)
rel miring pada posisi ini kereta mengalami percepatan di 𝑡1 𝑡2 𝑣1 𝑣2 𝑣1 𝑣2
sepanjang rel udara. Setelah itu, pasang gerbang cahaya 1 pada 0,338 0,20 0,014 0,0247 0,0300 0,049 0,30
jarak 20 cm dari kereta. Setelah itu, atur agar jarak di antara 2 7
gerbang cahaya 1 dan 2 sekecil mungkin(min 4 cm). setelah 0,330 0,20 0,015 0,0248 0,0300 0,050 0,32
itu, atur pewaktu pada fungsi ACCELERATION. Setelah itu, 1 1
letakkan kereta di atas rel udara pada ujung rel kemudian 0,313 0,19 0,015 0,0253 0,0318 0,050 0,34
lepaskan. Setelah itu, baca selang waktu yang diperlukan kereta 7 9
saat melewati gerbang cahaya 1 dan 2 serta waktu dari gerbang 0,310 0,19 0,016 0,0259 0,0322 0,051 0,36
cahaya 1 ke gerbang cahaya 2 . catat hasil pada tabel. Terakhir, 3 1
ulangi untuk jarak kereta terhadap gerbang cahaya 1 berbeda – 0,308 0,19 0,016 0,0256 0,0324 0,051 0,38
beda seperti pada tabel. 5 2

Kecepatan sesaat adalah kecepatan pada waktu tertentu


IV. HASIL DAN ANALISIS yang memiliki selang jarak dan waktu yang sangat kecil.
Table 1 kecepatan rata-rata Persamaan kecepatan sesaat dapat dituliskan sebagai berikut:
∆𝑠 𝑑𝑠
No Jarak Waktu Kecepatan Kecepatan Jarak 𝑣𝑠𝑒𝑠𝑎𝑎𝑡 = lim 𝑣̅ = lim =
∆𝑡→0 ∆𝑡→0 ∆𝑡 𝑑𝑡
gerbang (s) rata – rata terbaca antar Dalam praktikum ini diketahui bahwa panjang antar jari
1 (m/s) (m/s) gerbang dari penghalang 2 jari adalah 0,5 cm. Dengan menggunakan
dengan (m) panjang tersebut beserta 𝑡1 , dan 𝑡2 didapatkan kecepatan
kereta sesaat berdasarkan perhitungan dari kereta tersebut. Dalam
(m) percobaan ini, kesalahan pembacaan data pada alat ukur
1 0,3 0,268 1,86 0,0037 kemungkinan tidak ada karena terlihat bahwa perbedaan
2 0,35 0,252 1,98 0,0039 antara kecepatan sesaat dari perhitungan dan kecepatan sesaat
3 0,4 0,246 2,03 0,004 0,5 dari alat menunjukkan selisih yang masuk akal. Perbedaan ini
4 0,45 0,237 2,10 0,0042 dapat terjadi karena kemungkinan error alat dalam membaca
5 0,5 0,237 2,10 0,0042 salah satu komponen baik kecepatan sesaat yang terbaca
ataupun waktu yang dibutuhkan untuk masing – masing
Kecepatan rata – rata adalah perubahan jarak terhadap gerbang. Namun dibalik perbedaan itu terdapat kesamaan dari
waktu yang rentangnya besar. Persamaan kecepatan rata – rata kecepatan sesaat terbaca dan perhitungan yaitu sama – sama
dapat dituliskan sebagai berikut: menunjukkan pola meningkat untuk jarak gerbang 1 dengan
∆𝑠 kereta ketika diluncurkan. Dapat dilihat dalam tabel 2
𝑣𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 =
∆𝑡 kecepatan sesaat bahwa semakin jauh jarak gerbang 1 dengan
Dalam tabel 1 kecepatan rata – rata dapat dilihat bahwa kereta saat akan diluncurkan maka waktu yang dibutuhkan
kecepatan rata – rata yang terbaca langsung oleh alat berbeda akan semakin sedikit dan kecepatan yang dibutuhkan semakin
dengan kecepatan rata – rata pada perhitungan. Hal ini dapat meningkat. Hubungan ini sesuai dengan persamaan kecepatan
terjadi karena kemungkinan ada kesalahan pembacaan data sesaat bahwa kecepatan sesaat berbanding lurus dengan jarak
pada alat ukur antara komponen waktu atau kecepatan terbaca. dan berbanding terbalik dengan waktu.
Namun terlepas dari itu, dapat kita lihat dalam tabel bahwa
jarak pelepasan kereta dengan gerbang 1 berpengaruh terhadap
kecepatan dan waktu yang dihasilkan. Terlihat bahwa semakin
jauh jarak pelepasan kereta dari gerbang cahaya 1 maka waktu
yang dibutuhkan semakin kecil dan kecepatan yang dihasilkan
Tidak, Terlihat dalam tabel nilai 𝑣1 dan 𝑣2 yang
merupakan representasi dari kecepatan pada gerbang
pertama dan kecepatan pada gerbang kedua memiliki nilai
Table 3 percepatan yang berbeda. Hal ini bisa terjadi karena lintasan berbentuk
tidak horizontal sehingga menimbulkan percepatan.
Tingg Waktu Kecepatan (m/s) Perce Per
Percepatan inilah yang membuat nilai dari kecepatan pada
i (s) patan cep
gerbang pertama dan gerbang kedua berbeda. Ketika waktu
penya 𝑡1 𝑡2 𝑣1 𝑣2 Terba atan
terus bertambah maka kecepatan sesaat pada waktu yang
ngga ca peri
terus bertambah akan terus bertambah juga.
(cm) (𝑚/ tun
 Bagaimana hubungan percepatan dengan tinggi penyangga
𝑠2) gan
pada percobaan di atas? Jelaskan!
(𝑚/
Hubungan percepatan dengan tinggi penyangga adalah
𝑠2)
perbangingan lurus. Terlihat dalam tabel bahwa semakin
1 0,545 0,228 0,0019 0,0049 0,007 0,00 tinggi tiang penyangga maka percepatan yang dihasilkan
9 semakin besar pula.
2 0,288 0,129 0,0034 0,0077 0,025 0,02
7
3 0,231 0,121 0,0043 0,0098 0,041 0,05 Table 4 gerak lurus beraturan
0 Jarak Waktu Kecepatan Kecepatan
4 0,184 0,084 0,0054 0,0120 0,058 0,06 (m) (s) Terbaca Perhitungan
6 (m/s) (m/s)
0,30 0,71 1,4 0,42
Percepatan merupakan ukuran yang menyatakan besar 0,60 0,94 1,05 0,63
perubahan kecepatan benda terhadap waktu. Persamaan 0,90 1,58 0,63 0,56
percepatan dapat dituliskan sebagai berikut: 1,20 2,29 0,43 0,52
∆𝑣 𝑣2 − 𝑣1 1,50 2,30 0,43 0,65
𝑎̅ = =
∆𝑡 𝑡2 − 𝑡1 1,80 2,85 0,33 0,63
Dalam percobaan ini, kesalahan dalam pembacaan data
dari alat ukut tidak karena terlihat bahwa percepatan terbaca Gerak Lurus Beraturan (GLB) merupakan gerak pada
pada alat ukur dan percepatan dari hasil perhitungan memiliki lintasan lurus dan kecepatan dari gerak tersebut tetap. Dalam
selisih yang kecil sehingga dapat dikatakan percobaan ini gerak ini menggunakan persamaan sebagai berikut:
lebih baik dari percobaan sebelumnya. Perbedaan selisih ∆𝑠
𝑣=
tersebut dapat terjadi karena angka ketidakpastian dari alat ∆𝑡
ukur sehingga wajar jika terjadi perbedaan dengan besar
selisih tersebut. Selain itu dalam data ini terlihat suatu Dalam percobaan ini, terlihat bahwa kecepatan yang
hubungan antara percepatan, waktu, tinggi penyangga, dan diperoleh dari alat ukur dan kecepatan yang diperoleh dari
kecepatan. Hubungan tersebut adalah semakin tinggi perhitungan memiliki hasil yang sangat berbeda. Selain hasil,
penyangga maka selisih waktu semakin mengecil dan selisih pola yang ditunjukkan juga berbeda. Untuk kecepatan terbaca,
kecepatan akan membesar sehingga akan dihasilkan kecepatan yang dihasilkan cenderung semakin menurun
percepatan yang akan membesar. Hal ini sesuai dengan sedangkan untuk kecepatan perhitungan berlaku sebaliknya
persamaan percepatan bahwa percepatan akan berbanding (dapat dilihat dari baris 2 dan baris akhir kecepatan
lurus dengan selisih kecepatan dan berbanding terbalik dengan perhitungan yang menunjukkan kenaikkan walaupun data
selisih waktu. diantaranya berubah ubah). Kesalahan terjadi kemungkinan
disebabkan oleh kesalahan pembacaan data kecepatan yang
 Apakah perbedaan kecepatan rata – rata dengan kecepatan dihasilkan kereta pada alat ukur. Kecepatan perhitungan
sesaat? mewakili pengambilan data waktu yang sudah benar karena
Kecepatan sesaat adalah kecepatan pada waktu tertentu menunjukkan pola yang sesuai dengan persamaan GLB.
yang memiliki selang jarak dan waktu yang sangat kecil. Seharusnya hubungan yang dimiliki adalah kecepatan
Sedangkan kecepatan rata – rata adalah perubahan jarak berbanding lurus dengan jarak dan berbanding terbalik dengan
terhadap waktu yang rentangnya besar. Persamaan waktu.
kecepatan sesaat dan rata – rata dapat dituliskan sebagai Table 5 gerak lurus berubah beraturan
berikut:
Jarak Waktu Kecepatan terbaca Percepatan
∆𝑠 𝑚
𝑣𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 = (m) (s) (m/s) ( 2)
∆𝑡 𝑡1 𝑡2 𝑣1 𝑣2 𝑠
∆𝑠 𝑑𝑠
𝑣𝑠𝑒𝑠𝑎𝑎𝑡 = lim 𝑣̅ = lim = 0,20 0,37 0,24 0,026 0,042 0,0092
∆𝑡→0 ∆𝑡→0 ∆𝑡 𝑑𝑡
 Samakah besar kecepatan sesaat untuk kedua gerbang 0,40 0,28 0,20 0,035 0,047 0,0087
cahaya?jelaskan! 0,60 0,23 0,19 0,042 0,053 0,009
0,80 0,22 0,18 0,046 0,053 0,0059 setiap waktu memiliki nilai yang sama disetiap
1,00 0,21 0,18 0,046 0,054 0,0067 perubahannya. Selain itu, hubungan jarak terhadap waktu
1,20 0,16 0,14 0,061 0,069 0,0091 memilki hubungan perbandingan terbalik. Hal ini dapat
terlihat bahwa semakin jauh jarak yang ditempuh maka
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) merupakan gerak waktu yang dibutuhkan semakin lama. Kecepatan yang
pada lintasan garis lurus dengan kecepatan yang berubah – dihasilkan dari hubungan dua komponen ini memiliki
ubah. Persamaan GLBB dapat dituliskan sebagai berikut: hubungan sebanding dengan jarak dan berbanding terbalik
𝑣 = 𝑣0 ± 𝑎𝑡 dengan waktu. Bisa dituliskan sebagai berikut:
∆𝑠
𝑣 2 = 𝑣0 2 ± 2𝑎𝑠 𝑣=
∆𝑡
𝑠 = 𝑣0 𝑡 ± 𝑎𝑡 2  Bagaimanakah perubahan jarak terhadap waktu pada gerak
Dalam tabel tersebut dapat terlihat bahwa semakin besar dipercepat beraturan?
jarak antar gerbang cahaya maka waktu yang dibutuhkan akan Pada gerak lurus berubah beraturan perubahan jarak
semakin sedikit, kecepatannya semakin besar, dan terhadap waktu memiliki hubungan perbandingan terbalik.
percepatannya bernilai positif. Dari enam kali pengukuran Hal ini dapat terlihat dalam tabel bahwa jarak yang
terdapat empat data yang menunjukkan percepatan yang semakin jauh akan membutuhkan waktu yang lebih lama.
hampir sama dan dua data menunjukkan sebaliknya. Dua data Selain itu, dengan 𝑣1 dan 𝑣2 yang semakin besar nilainya
yang berbeda tersebut terjadi dikarenakan kemungkinan maka percepatan akan semakin besar. Dapat dituliskan
kesalahan dalam pengambilan data. Karena masih dominan sebagai berikut:
data yang menunjukkan nilai percepatan yang hampir sama 𝑣 = 𝑣0 + 𝑎𝑡
maka dapat dikatakan bahwa percepatan yang berlaku pada 𝑣 2 = 𝑣0 2 + 2𝑎𝑠
gerak ini adalah tetap. Dengan melihat kondisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa gerak tersebut adalah GLBB dipercepat. 𝑠 = 𝑣0 𝑡 + 𝑎𝑡 2

 Perbedaan kecepatan cahaya pada gerbang cahaya 1 dan 2


V. KESIMPULAN

𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑒𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑣2 𝑑𝑎𝑛 𝑣1 Kecepatan rata - rata dan kecepatan sesaat merupakan dua
6 hal yang berbeda. Perbedaannya terletak pada kondisinya.
0,062
= Pada kecepatan rata – rata selisih jarak dan selisih waktu besar
6
= 0,10 sedangkan pada kecepatan sesaat selisih jarak dan selisih
 Perbedaan nilai percepatan terhadap percepatan rata – rata. waktu sangat kecil.
Pada gerak lurus beraturan tidak terdapat percepatan dalam
jumlah nilai percepatan gerak tersebut sehingga kecepatan akan bernilai tetap.
𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎𝑝𝑒𝑟𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 = Sedangkan dalam gerak lurus berubah beraturan terdapat
6
=
0,0486 percepatan yang membuat kecepatan akan bertambah cepat
6 dengan pertambahan kecepatan yang tetap.
= 0,0081
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑒𝑑𝑎𝑎𝑛 DAFTAR PUSTAKA
𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎𝑝𝑒𝑟𝑏𝑒𝑑𝑎𝑎𝑛 =
6
1
= [1] Gerak Lurus Beraturan (GLB) : Pengertian, Ciri, Rumus,
6
= 0,167 Soal", Ilmu Dasar, 2018. [Online]. Available:
[Link]
 Apa perbedaan kecepatan dan percepatan Rumus-dan-Soal-Gerak-Lurus-Beraturan-GLB-
Kecepatan adalah perubahan jarak terhadap waktu. [Link]. [Accessed: 01- Dec- 2018].
Sedangkan percepatan adalah perubahan kecepatan
[2] B. Foster, Akselerasi Fisika untuk SMA/MA kelas X.
terhadap waktu.
Bandung: Penerbit Duta, 2014.
 Bagaimana perubahan jarak terhadap waktu pada gerak
lurus beraturan?
Pada gerak lurus beraturan peruahan jarak terhadap
waktu tetap. Dimaksud tetap disini adalah perubahan jarak

View publication stats

Anda mungkin juga menyukai