Analisa Getaran Pedal Rem Avanza 2012
Analisa Getaran Pedal Rem Avanza 2012
Oleh :
Abdul Rizal
18-21-201-107
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
TANGERANG 2021
LEMBAR PENGESAHAN INSTITUSI TEMPAT KERJA PRAKTEK
ANALISA GETARAN PADA PEDAL REM MOBIL TOYOTA AVANZA 1.3 G 2012
DI
Di Susun Oleh :
Abdul Rizal
NIM : 18-21-201-107
Technical Leader,
ANALISA GETARAN PADA PEDAL REM MOBIL TOYOTA AVANZA 1.3 G 2012
DI
PT TUNAS RIDEAN TBK
Nama
: Abdul Rizal
NIM
:1821201107
Prodi
: Teknik Mesin
1. karya tulis saya, Laporan Kerja Praktek ini adalah Asli dan belum pernah
diajukan di Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
Muhammadiyah Tangerang.
2. Karya Tulis ini murni gagasan, rumusan, dan penilaian saya sendiri, tanpa
bantuan pihak lain, kecuali arahan pembimbing.
3. Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis
atau dipublikasikan orang lain, kecuali serta disebut nama pengarang dan
dicantumkan dalam daftar pustaka.
4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian
hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini
maka saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai dengan ketentuan
Program Studi di Fakultas Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah
Tangerang.
(ABDUL RIZAL)
ABSTRAK
Rem merupakan komponen penting pada kendaraan, karena itu kerja rem
harus maksimal untuk memperlambat dan menghentinkan kendaraan. System rem
mobil yang sudah berkembang jauh untuk meningkatkan keselamatan pengemudi
dan penumpang. Namun system pengereman juga berpotensi mengalami
kerusakan. Jika tidak diatasi atau terdeteksi sejak dini, dikhwatirkan rem benar-
benar tak berfungsi alias blong.
Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam pelaksanaan
kerja praktek ini adalah dengan metode observasi dengan mengamati dan
mempelajari secara langsung kepada mekanik ditempat kerja praktek dan
pengumpulan data-data yang lebih pesifik lainya berasal dari jurunal, makalah dan
buku pedoman panduan teknik otomotif.
Dari hasil analisa getaran pada pedal rem avanza tipe 1.3 G maka hasil
kerja praktek ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Berikut ini adalah
langkah-langkah pembongkaran pada system rem yaitu: Pelepasan/pembongkaran,
persiapan alat, pasang mobil pada hidrolik lift, kendorkan baut roda
(menggunakan air impeck), pembongkaran rem cakram (depan), lepas dua baut
pin kit, lepas caliper brake pad kit, lepas dua buah brake pad, rem tromol
(belakang), cek saluran minyak rem, bebaskan hand brake, gunakan baut 12 untuk
membuka tromol, bersihkan tromol dan kampas, semprot komponen dan air gan.
2. Penyebab permukaan piringan cakram dapat rusak diakibatkan oleh kehabisan
pad rem,yang dimaksud over time adalah indicator penanda kampas habis telah
berbunyi namun tidak dilakukan penggantian, setelah material pergantian kampas
habis maka besi akan bergesek dengan piring cakram, ini mengakibatkan cakram
tergores secara cepat.
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena hanya atas
rahmat dan hidayah-Nya Laporan kerja Praktek ini dapat tersusun hingga selesai.
Tunas Ridean TBK (Cimone Tangerang) untuk memenuhi persyaratan yang telah
telah melibatkan berbagai pihak, untuk itu tidak lupa ucapan terima kasih
Muhammadiyah Tangerang,
Muhammadiyah Tangerang,
5. Yafid Effendi, ST., MT, selaku Kaprodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik
i
7. Parta gumilang,ST.,MT selaku dosen pembimbing Kerja Praktek.
Cimone Tangerang
10. Ibrahim dan Hadijah selaku orang tua tercinta yang selalu mendoakan
Saya menyadari bahwa penulis laporan ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu saya mangharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat
Abdul Rizal
ii
DAFTAR ISI
Cover
Lembar Pengesahan Dari Industri
Lembar Pengesahan Dari Program Studi
Surat Pernyataan Keaslian Hasil
Abstrak
Abstract
Kata Pengantar..........................................................................................................i
Daftar Isi.................................................................................................................iii
Daftar Gambar..........................................................................................................v
Daftar Tabel...........................................................................................................vii
Daftar Lampiran ...................................................................................................viii
BAB I: PENDAHULUAN
iii
2.2.6. Boster Rem……………………………………………………..32
1. Kesimpulan .....................................................……………..…….66
2. Saran...........................................................................................…66
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
iv
DAFTAR GAMBAR
v
Gambar 2.32 Rem Piring........................................................................................30
Gambar 2.33 Tipe Rem Parkir Devoted.................................................................31
Gambar 2.34 Center Brake.....................................................................................31
Gambar 2.35 Boster Rem.......................................................................................32
Gambar 2.36 Prinsip Kerja Vakum........................................................................33
Gambar 2.37 Kontruksi..........................................................................................33
Gambar 2.38 Pedal Rem Belum Diytekan.............................................................34
Gambar 2.39 Pedal Rem Ditekan...........................................................................35
Gambar 2.40 Katup Penyambung..........................................................................36
Gambar 2.41 Jenis-Jenis Proportionig Valve.........................................................37
Gambar 2.42 Tekanan Master Cylinder.................................................................37
Gambar 2.43 Tekanan Master Cylinder Rendah....................................................38
Gambar 2.44 Tekanan Master Cylinder Tinggi.....................................................38
Gambar 2.45 Tekanan Master Cylinder Rendah Dan Tinggi.................................39
Gambar 2.46 Bland Valve......................................................................................39
Gambar 2.47 Skema Rangka ABS.........................................................................40
Gambar 2.48 Tekanan Master Cylinder Tinggi.....................................................41
Gambar 2.49 Komponen-Komponen.....................................................................41
Gambar 3.1 PT. Tunas Ridean Cimone Tangerang...............................................43
Gambar 3.2 Struktur Organisasi Perusahaan…………………………………….45
Gambar 4.1 Piringan Rem Tidak Rata………….………………………………..50
Gambar 4.2 Menggunakan Keolekan Cakram…...………………………………50
Gambar 4.3 Kampas Habis Miring………………………………………………52
Gambar 4.4 Perbandingan Kampas………………..……………………………..52
Gambar 4.5 Piring Cakram Avanza……………………………………………...54
Gambar 4.6 Piringan Cakram Avanza Veloz…………………………………….54
Gambar 4.7 Pemasangan Hidrolik Lift…………………………………………..55
Gambar 4.8 Kendorkan Baut Roda………………………………………………56
Gambar 4.9 Pelepasan Baut Pin Kit…………...…………………………………56
Gambar 4.10 Pelepasan Tromol………………..………………………………...57
Gambar 4.11 Pemeriksa Kerja Boster…………..………………………………..58
Gambar 4.12 Pelumas Silinder…………………..……………………………….60
Gambar 4.13 Tinggi Pedal Rem …………………..……………………………..61
Gambar 4.14 Tinggi Pedal Rem…………………….……………………………61
vi
Gambar 4.15 Pembubutan Piring Cakram……………………………………….62
Gambar 4.16 Piringan Cakram Baru……………….…………………………….63
Gambar 4.17 Kampas Rem………………………………………………………64
Gambar 4.18 Pin Kaliper…………………………………………………………64
DAFTAR TABEL
vii
DAFTAR LAMPIRAN
From Checklist.....................................................................................................L-1
From Checklist.....................................................................................................L-2
Lembar Bimbingan Kerja Praktek........................................................................L-3
viii
BAB 1
PENDAHULUAN
Mobil adalah satu kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang menyatu,
masing-masing adalah mesin, chasis, dan pemindah daya kelistrikan dan asesois. Pene
muan alat-alat modern dan membawa manusia ketingkat kenyamanan yang lebih ting
gi. Dan perkembangan teknologi tersebut juga berpengaruh dalam bidang otomotif, se
bagai contoh kendaraan mobil Toyota avanza tahun 2011model dahulu dalam pengop
erasianya masih menggunakan manual, namun pada kendaraan model sekarang dalam
ow, sistem rem dan juga pada sistem pemindaan daya (power train).
Rem mempunyai peranan yang sangat penting dalam bidang transportasi demi ke
amanan dan keselamatan dalam berkendara. Pada dasarnya rem mempunyai fungsi un
tuk memperlambat dan mengatur gerakan suatu putaran. Adapun rem yang digunkan
harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut (dapat bekerja dengan baik dan cepat d
Dalam laporan kerja kali ini khususnya yang akan di bahas adalah rem cakram d
epan pada mobil Toyota avanza tahun 2011, pengguna rem tipe cakram ini karena rem
cakram memiliki banyak kelebihan di bandingkan dengan tipe rem tromol, adapun ke
untungan dari rem cakram antara lain: tidak menimbulkan bunyi, penggantian kampas
rem lebih mudah, gaya pengereman tetap konstan dalam segala kondisi, gaya pengera
Dalam sistem rem terdapat banyak sekali komponen salah satunya adalah pedal r
em,saat menginjak pedal rem kita dapat mersakan kinerja rem dalam kondisi baik atau
1
tidak, misalnya jika kita injak kondisi pedal rem bergetar berarti ada maslah pada piri
ngan cakram, jika pedal rem dalam berarti ada masalah pada mister slinder dan jika pe
dal rem di injak berbunyi maka itu maka itu menandakan kampas rem habis, kotor. At
Walau sistem rem sagatla penting. Namun banyak di antara masyarakat umum y
ang belim memahami dan mengerti fungsi, cara kerja dan jenis-jenis dari rem itu send
iri.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan, maka dapat di rumus
1. Apa bila terjadi getaran pada piringan dan kampas rem yang sudah tidak rata
2. Apabila permukaan piringan sudah tidak rata tidak akan ada goresan maka efe
knya getaran.
masalahan yang ada, perumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan Kerja Prak
1. Bagaimana cara mengetahui terjadinya kerusakan pada sistem rem mobil avan
za
2
3. Bagaimana mengatasi terjadinya getaran pada pedal rem mobil avanza
`Agar penulis fokus pada pembahasan dari rumusan masalah maka penulis membu
at batasan masalah dari laporan Kerja Praktek ini ialah sebagai berikut:
1. Hanya membahas sistem terjadinya getaran pada pedal rem dan cara mengatas
Tujuan program ini dilakukan dapat dilihat secara umum dan secara khusus, baik
itu kepada mahasiswa, perguruan tinggi dan industry tempat kerja praktek. Adapun tuj
1. Tujuan Umum
erta berketerampilan dan luas dalam memahami dan menghadapi maslaah dite
mpat kerja
2. Tujuan Khusus
a. Memenuhi salah satu mata kuliah smester VI yaitu kuliah kerja praktek progra
3
b. Menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian professional yang sesuai denga
d. Untuk mengetahui bagaimana proses Analisa getaran pada pedal rem mobil a
Manfaat yang di peroleh dari pelasksanaan kerja praktek ini baik dari pihak m
1. Bagi Mahasiswa :
a) Dapat mengetahui proses dan teknik dalam perawatan dan perbaikan siste
m rem.
b) Dapat memahami lebih dalam tentang dunia kerja dengan segala permasal
angani setiap pekerjaan ,serta menjadi bekal yang baik ketika penulis akan
2. Bagi Perusahaan :
4
b) Menciptakan hubungan kemitraan dengan industri tempat mahasiswa mel
Dalam penyusunan laporan Kerja praktek Analisa getaran pada pedal rem mobil
1. Metode observasi
3. ]Metode Literatur
4. Metode Konsultasi
Penulis melakukan Konsultasi pada semua pihak yang dapat membantu Penyu
5
1.8. Sistemtika Penulisan
BAB 1 Pendahuluan,
dalam bab ini berisi tentang latar belakang, identifikasi masalah,rumusan mas
bab ini membahas teori tentang dasar yang berhubungan dengan kerja praktek
dalam bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan seperti,struktur orga
dalam bab ini berisi tentang analisa dan pembahasan ini yang dilakukan ialah a
nalisa sedang berjalan, fungsi dan kegunaan system dan cara kerja sistem.
dalam bab ini berisi tentang kesimpulan yang didalamnya hasil akhir dari pene
litian dan saran yang berisi tentang masukan-masukan terhadap sistem yang sudah di
analisa.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN LAMPIRAN
6
Lampiran-lampiran in berisi tentang data-data pendukung dari perusahaan yan
Dibuatnya rencana kegiatan ini yaitu agar si penulis mengetahui skejul kegiata
n untuk penyusunan laporan Kerja Praktek dan rencana tersusunan dengan semestinya
7
BAB II
LANDASAN TEORI
Pada dasarnya kendaraan tidak dapat segera berhenti walaupun katup gas di
tutup penuh dan mesin tidak lagi di hubungkan dengan pemindahan daya, akan tetapi
akan tetap bergerak karena gaya kelembamanya. Kelemehan harus diatasi untuk
Rem merupakan salah satu dari bagian kendaraan mmpunyai peranan penting
untuk kenyamanan dan keselamatan pengendara speda motor. Rem adalah suatu
piranti untuk memperlambat atau untuk menghentikan gerakan roda yang berputar.
Gerak roda yang di perlambat otomatis gerak kendaraan menjadi lambat. Fungsi rem
adalah menyerap baik energi kinetik dari bagian yang bergerak atau energy potensial
Dengan kata lain rem adalah komponen yang mengubah energi mekanik
energi thermal/ panas yang melalui gesekan. Selain itu rm adalah suatu komponen
yang sangat penting bagi kendaraan/ alat transportasi. Semakin cepat suatu kendaraan
Berikut:
8
1. Tekanan antara kampas rem dengan permukaan bidang pengereman.
gesekan.
Rem kaki (foot brake) dikolompokan menjadi dua tipe: rem hidraulis (hydraulic
brake) dan rem pneumatic (penaumatis brake). Rem hidraulis mempunyai keuntungan
lebih repon (lebih cepat) dan konstruksi lebih sederhana, sedangkan rem pneumatic
pengereman.
Cara kerja pedal rem didasarkan pada prinsip tuas yang berubah tekanan pedal rem
9
Gambar 2.2. Cara Kerja Pedal Rem
Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))
bila salah satu system tidak bekerja, tapi sistem lain tetap berfungsi dengan
baik.
Pada system penggerak roda belakang, piston no. 1 untuk roda depan dan
piston no. 2 untuk roda belakan, pada kendaraan roda depan, terdapat beban
tambahan pada roda depan, untuk mengatasi hal ini digunakan diagonal split
hydraulic system.
10
Gamabr 2.3 Tipe Dan Konstruksi Master Silinder
Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))
2. Cara Kerja
Piston cup no.1 dan 2 terletak di antara inlet port dan compensanting
11
Piston no. 1 bergerak ke kiri dan piston cup menutup compensating
12
d. Outlet Check Valve
Pada beberapa master silinder terdapat outlet check valve yang berfungsi
untuk mempertahankan tekanan sisa pada pipa rem (1kg/cm) untuk mencega
terlambatnya pengereman.
1. Tromol Rem
Pada rem tipe tromol, tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam
roda. Kartena “self energizing action” ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan
tenaga pengereman yang besar diakibatkan usaha pedal rem yang kecil.
13
Gambar 2.8. Tromol Rem Riandi
Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))
2. Komponen
Komponen rem tromol terdiri dari: backing plat, slinder roda (wheel cylinder),
sepatu rem dan kanvas (brake shoe dan lining), tromol rem (brake drum).
a. Silinder Roda
14
Ada dua tipe silinder roda (wheel silinder): double piston dan single
piston, Bila timbul tekanan pada hidraulis pada master silinder maka akan
menggerakan piston cup, piston akan menekan kearah sepatu rem, kemudian
menekan tromol rem. Apabila rem tidak bekerja, piston akan kembali keposisi
semula karena kekuatan pegas pe,mbalik sepatu rem. Blader plung berfungsi
Sepatu rem terbuat dari plat baja kanvas rem dipasang dengan cara
dikeling atau dilem kanvas terbuat dari campur fiber metalik, brass, lead,
plastic dan sebagainya. Kanvas harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi
15
Gambar 2.11. Sepatu Rem Dan Kanvas Rem
Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))
c. Tromol Rem
Tromol rem (brake drum) terbuat dari besi tuang (gray castiron) ketika
16
Pada tipe ini terdapat satu wheel silinder dengan dua piston yang akan
mendorong bagian atas dari tromol rem. Leading shoe lebih cepat aus dari
Tipe ini mempunyai dua wheel silinder yang masing-masing memiliki satu
piston.
Keuntungan:
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga
Kerugian:
17
Gambar 2.14. Tipe two leading
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
memiliki 2 buah piston, dan menghasilkan efek pengereman yang baik saat
Keuntungan:
18
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga
Kerugian:
e. Tipe Duo-Servo
wheel cylinder dengan 2 piston. Gaya pengereman tetap baik tampa tampa
19
Gambar 2.17. Tipe Duo-Servo
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
pengereman.
b. Celah sepatu rem terlalu kecil rem akan terseret dan menyebabkan keausan
c. Celah sepatu rem tidak akan sama akan menyebabkan kendaraan tertarik satu
arah.
Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme penyetel otomatis celah sepatu rem.
a. Cara Kerja
Saat rem parker bekerja, maka tuas tertarik kekiri. Pada saat bersaman,
tuas menyetel berputar searah jarum jam mengelilingi pin tempat sepatu rem
20
Gambar 2.18. Penyetelan Otomatis
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
Saat tuas rem parkir di tarik, maka adjusting lever akan bergerak jauh
melebihi jarak gigi berikut dari adjusting screw, saat tuas rem, parkir
Saat rem parker ditarik adjusting lever hanya bergerak sedikit (tidak
melibihi gigi berikut pada adjusting wheel). Celah sepatu rem tetap (tidak
berubah).
21
Gambar 2.20. Celah Sepatu Rem Standar
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
1. Rem Cakram
Rem cakram (disck brake) terdiri dari cakram (disck rotor) yang terbuat dari
besi tuang yang berputar dengan roda, dan disc pad berfungsi untuk mendorong dan
menjepit cakram. Daya pengereman menghasilkan karena gesekan antara disc pad dan
disc rotor
Keuntungan
22
b. Bila terkena air lebih cepat kering
c. Konstruksi sederhana
Kerugian
2. Komponen-Komponen
Disc rotor terbuat dari besi tuang dalam bentuk solid (biasa) dan
23
b. Pad Rem
Pad (disck pad)terbuat dari campuran metallic fiber dan serbuk besi,
yang disebut semi-metalic disck pad. Pada beberapa pad diberi celah untuk
beberapaq pad terdapat anti skuad shim yang berfungsi untuk mencegah saat
Pada tipe ini daya pengereman didapat bila pad di tekan piston secara hidraulis
24
Gambar 2.24 Tipe Fixed Caliper
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
Pada tipe ini hanya terdapat satu piston. Tekanan hidraulis dan master,
cylinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekaqan disc, pada saat yang
sama tekanan hidraulis menekan pada sisi pad (B) menyebabkan caliper bergerak
25
2.2.4. Penyetelan Otomatis Celah Rotor Demgan Pad
Bila pad menjadi aus, maka celah antara rotor dan pad bertambah dan
memerlukan langkah yang lebih besar. Oleh karena itu dibutuhkan satu mekanisme
Cara Kerja
Bila rem dioperasikan, maka piston seal membentuk elastisi seperti pada
gambar. Bila pedal rem dilepas, piston seal akan kembali ke bentuk semula, dan
celah pad.
Saatt pad aus, bila rem dioperasikan maka gerakan piston akan lebih jauh,
teta[I besarnya deformasi seal tetap. Bila pedal rem dilepaskan, maka piston
kembali dengan jarak yang sama besar dengan reformasi seal, dan celah sepatu
26
b. Saat Tekanan Dibebaskan
Rem dan parker terbagi menjadi dua tipe: tipe roda belakang dan tipe center brake
kendaraan penumpang menggunakan tipe roda belakang dan kendaraan truk atau
27
1. Cara Kerja
Mekanisme kerja (operating mekanisme) pada dasarnya sama untuk tipe rem
parkir roda belakang dan tipe center brake. Tuas rem parkir di tempatkan
berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir,
maka rem bekerja melalui parking brake cable, intermediate leve pull rod,
equalizer, parking brake cable kiri dan kanan. Dibawa ini beberapa tipe tuas yang
digunakan tergantung pada desingn tempat duduk pengemudi dan system kerja
yang dikehendak.
Tuas rem parkir dilengkapi dengan richet untuk mengatur tuas pada
suhu pengetesan pada beberapa tuas rem parkir mur menyetelnya dekat
memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub assembly. Pada rem parkir roda
kerja pada roda kiri dan kanan. Tuas intermediate (inter mediate lever)
28
Gambar 2.30. Kerja Tuas Rem Parkir
Sumber ([Link]
Bodi rem parkir dikelompokan menjadi dua tipe struktur bergantung pa-da
pada andilnya tromol rem atau piring rem (menjadi satu) atau komponen rem
yang terpisah.
Tipe rem ini digabungkan dengan rem kaki hubunganya dilakukan secara
Pada tipe rem parkir ini, sepatu rem akan mengembang oleh brake
29
Kendaraan Dengan Rem Piring
Dalam tipe rem parkir rem ini, mekanisme rem parkir disatukan
menjepit disc.
Pada tipe rem ini tromol rem terpisah dari disc brake belakang, cara
kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem.
30
Gambar 2.33 Tipe Rem Rarkir Devoted
Sumber ([Link]
Tipe ini banyak digunakan pada kendaraan komensil (niaga) tipe ini
salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang
transmisi dan bagian depan propeller shaft. Pada rem parkir tipe ini daya
pengeremanya terjadi saat sepatu rem yang diam memakan bagian dalam
tromol yang berputar bersama output shaft transmisi. Cara kerjanya sama
31
2.2.6. Boster Rem
Boster berfungsi untuk melipat gandakan (2 sampai 4 kali) daya penekan pada
Contoh:
Bila pedal rem ditekan dengan gaya 40 lg, gaya ini di perbesar oleh tuas pedal
menjadi 200 kg untuk menekan boster. Misalnya besarnya vakum pada boster
adalah 500 mm. hg, gaya output yang dihasilkan adalah 410 kg.
1. Prinsip Kerja
Bila vakum bekerja dalam kedua sisi piston, akan terdorong ke kananoleh
pegas. Bila tekanan atmosfir masuk ke ruang A, maka piston bergerak ke kiri
32
Gambar 2.36. Prinsip Kerja Vakum
Sumber ([Link]
2. Konstruksi
b. Chek valve berfungsi sebagai katup satu arah yang hanya memungkinkan
c. Ruang boster terbagi menjadi dua bagian oleh diagpram yaitu constant
d. Pada control valve mechanism terdapat air valve dan vakum valve
33
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
3. Cara Kerja
Air valve tertarik ke kanan oleh air valve retun spring bertemu dengan
control valve sehingga tertutup, dan udara luar tidak bias masuk ke variable
pada constant dan variable pressure chamber. Piston terdiri ke kanan dan
pegas diapragma.
menyebabksn vacuum valve tertutup dan air valve terbuka hal ini
bergerak ke kiri.
34
Gambar 2.39. Pedal Rem Ditekan
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
beban ban ban belakang berkurang. Bila daya cengkram pengeremanya berlaku sam
pada ke empat rodanya, maka roda belakang yang memiliki beban lebih kecil
belakang
35
Gambar 2.40. Katup Penyambung
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
36
Gambar 2.41. Jenis-Jenis Proportioning Valve
Sumber ([Link]
2. Prinsip Kerja
Tetapi luas permukaan piston diruang B lebih besar dari pada ruang A,
menyebabkan piston bergerak ke kiri. Gerakan ini berawal dengan pegas yang
,mendorong piston dan menyetop gerakan piston bila mencapai titik dimana
37
Gambar 2.43. Tekanan Master Cylinder Rendah
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
Piston makin bergerak ke kiri sampai katup C menutup, pada saat ini
terjadi split point (titik a pada grafik) bila tekanan hidraulis didalam ruang A
dinaikin lagi, piston bergerak ke kanan dan membuka katup C. terkena diruang
menutup katup C. proses ini terjadi secara berulang untuk mengatur tekanan
Piston terdiri ke kanan oleh pegas. Minyak rem mengalir dari master
cylinder melalui celah antara cylinder cup dan piston ke wheel cylinder
belakang
38
Gamabr 2.45. Tekanan Master Cylinder Rendah Dan Tinggi
39
a. Tekanan Master Cylinder Rendah
sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder rendah padah pada
proportioning valve
proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder
Saat tekanan master cylinder tinggi, by pas valve (II) bekerja, dimana
tekanan minyak rem mendorong piston (1) melawan tegangan pegas, seal
tidak menutupi saluran (4), sehingga tekanan hidraulis dari master cylinder
sama dengan wheel cylinder. Pada bland proportioning valve terdapat dua spil
point.
40
Gambar 2.48. Tekanan Master Cylinder Tinggi
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
Rem anti lock ini berfungsi untuk mengerem kendaraan dengan cara tidak
depan.
41
b. Sped sensor belakang: mendeteksi kecepatan roda pada masing-masing
roda depa.
ke ABS computer
d. Anti lock warning light: lampu menyala sebagai peringatan bahwa pada
42
BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
43
3.2. Visi dan Misi Perusahaan
1. Visi
”Menjadi grup diler otomotif terkemuka di Indonesia melalui
pelayanan terbaik bagi pelanggan ”.
2. Misi
1. Memberi pelanggan pengalaman terbaik dalam pembelian dan
kepemilikan kendaraan.
2. Tumbuh berkelanjutan dan menguntungkan bagi para pemegang saham
melalui operasiaonal yang efisien.
3. Membangun budaya perusahaan yang dapat meningkatkan kreativitas
individu dan kerjasama tim.
4. Jalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan paara mitra bisnis.
5. Senantiasa membuat perbedaan yang positif kepada komonitas dimanapun
berada.
44
Struktur Organisasi After Sales Tunas Toyota
Tangerang
CRC
KEPALA BENGKEL ADH TOOL KEEPER
Faty Alvina
Sumanto
SERVICE ADVISOR PART GROUP 1 GROUP 2 GROUP 3 GROUP 4 GUDANG & MATERIAL
ADMINISTRASI
Sigit Kurniawan Eka Ramadani Fahrul Candra W. Juni Zainur H. Akhmad Budiono Didik S Vina Harfina
PTM
SERVICE ADVISOR MEKANIK WASHING 2
MEKANIK MEKANIK
Tarmedi KASIR & COLLECTOR
Muhayat Firdaus Yohanes Syaiful Maulana Abdul Aris
Fernando Sanyuan Aldi Nur Hidayat
SERVICE ADVISOR TECHNICAL WASHING 3 KASIR
Muhidien DJ KASIR
Sanggario Pratama
CLEANING SERVICE
Riandilla Rifmaya
CLEANING SERVICE
COLLECTOR
BOOKING
Nur Hamdani
Dinna Syafitri
45
46
3.4. Uraian Tugas
1. Branch Manager
a. Mengawasi dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan kantor cabang
yang dipimpinnya sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
b. Membuat analisa mengenai perkembangan perusahaan baik dilihat
dari sisi keuangan maupun pelaksanaan operasional perusahaan
untuk menilai efisiensi dan efektivitas kerja.
c. Menerima laporan dari setiap kepala department tentang hasil yang
dicapai oleh masing-masing department tersebut. Laporan ini kelak
akan menjadi laporan ke kantor pusat.
d. Mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab kepada masing-
masing kepala department sesuai dengan bidangnya.
e. Menandatangani surat-surat penting yang berhubungan dengan
kantor cabang.
2. Head Workshop
a. Pengelolaan Workshop, membuat perencanaan dan memastikan
pencapaian revenue workshop, unit masuk dan car return sesuai
standart yang ditetapkan.
b. Customer Satisfaction, menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan
bengkel dan performance jajaran bengkel.
c. Parts Inventory, mengontrol stock (parts) sesuai dengan target service
rate.
46
saran atau perbaikan jika memungkinkan.
b. Menandatangani atau memberikan paraf sebagai tanda persetujuan
atas penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing department
c. Memberikan perintah penyaluran dinas serta kerja lembur kepada
karyawan administrasi.
d. Menghadiri rapat-rapat intern bersama pimpinan lainnya baik
didalam maupun diluar perusahaan.
e. Memusyawarahkan dan mengawasi agar administrasi dapat
dilakukan dengan benar, agar laporan dapat selesai tepat pada
waktunya.
f. Mengkoordinasikan, memusyawarahkan dan mengawasiserta
memastikan bahwa pelaksanaan semua kegiatan keuangan
administrasi umum dilakukan sesuai dengan kebijakan perusahaan.
4. Service Advisor
a. Menyediakan bantuan yang efisien dan bermanfaat bagi pelanggan.
b. Menjaga dan mengembangkan hubungan dengn pelanggan tetap.
c. Membuat dan menjadwalkan janji dengan pelanggan sesuai
kemampuan worskshop. Menerima kendaraan pelanggan untuk servis.
5. Mechanic
a. Mengerjakan perbaikan/perawatan kendaraan sesuai printah yang
ada di PKB, dan sesuai dengan standart pengerjaan serta standar K3
yang berlaku.
b. Mencatat pekerjaan yang dilakukan di kolom PKB dan mencatat
waktu kerja (waktu mulai & waktu penyelesaian pekerjaan) pada
kertas kerja atau cek sheet yang berlaku untuk menentukan flate rate.
c. Menginformasikan kerusakan yang ditemukan diluar PKB kepada
kepala regu untuk ditindaklanjuti.
d. Memeriksa ulang hasil kerjanya dan menyerahkan PKB yang telah
di isi kepada Kepala Regu untuk diperiksa.
e. Memelihara (menjaga kebersihan dan kelengkapa) peralatan kerja,
menjaga kerapihan dan kebersihan tempat kerjanya.
47
6. Special Tools Staff
Menjaga semua SST dalam keadaan bersih, terawat dan disimpan secara
benar pada papan SST.
7. Cashier
a. Mengumpulkan penjulan Workshop secara harian.
b. Melakukan pembayaran transaksi berdasarkan kebijakan Dealer dan
keinginan pelanggan seperti tunai, kredit, debit, cek.
48
BAB IV
Rem merupakan komponen penting pada kendaraan. Karena itu kerja rem
kerusakan. Jika tak diatasi atau terdeteksi sejak dini, dikhwatirkan rem benar-
Tampa jumlah cairan yang tepat tekanan hidrolis pengereman untuk setiap roda
itu system pengereman bermasalah jiga bisa diketahui bila ada bunyi seperti
gesekan besi dan besi ketika mengerem. Hal tersebut bisa jadi kampas rem sudah
Dari data yang diperoleh, hal yang menjadi penyebab utamam pedal rem
terasa bergetar saat diinjak pada Toyota avavnza adalah terjadinya kerusakan pada
piringan cakram.
49
a. Piringan Cakram Bergelombang
50
c. Cakram Retak
1. Caliper Macet
pedal rem sudah dibebaskan atau tidak diinjak, ,aka cakram akan sangat panas,
Pin kit merupakan as caliper yang bergerak fleksibel atau bebas untuk
mengatur pergerakan blok caliper, bila pin kit macet maka hanya satu sis
piringan yang tersentuh pada saat pedal rem ditekan, hal ini yang
51
Gambar 4.3. Kampas Habis Miring
Sumber (Tunas Toyota Tangerang, 20-05-2021.10.00)
3. Kampas rem
bahan yang sangat keras pada saat pengereman cakram akan kalah dan
tergores.
52
4. Kehabisan Pad Rem
Yang dimaksud over time adalah indicator penanda kampas habis telah
5. Pengereman Mendadak
pengereman yang mendadak secara terus menerus hal ini dapat mengakibatkan
cakram.
avanza, pada tipe lama piringan cakram tidak memiliki lubang pendingin
pegunungan ini menyebabkan panas yang berlebih dan dan membuat material
53
Gamabr 4.5. Piringan Cakram Avanza
Sumber ([Link]
produk baru avanza veloz dengan menggunakan piringan cakram yang berlubang
agar pendinginan diarea cakram menjadi lebih baik dan resiko terjadi permuaian
lebih kecil.
54
4.2. Bagaimana Proses Pembongkaran Pada System Rem
4.2.1. Pelepasan/Pembongkaran
a. Persiapan alat
55
Gambar 4.8. Kendorkan Baut Roda
Sumber ([Link]
dan-cara-menggunakan-air-impact-wrench-tipbhgdbnch 14-08-
2021.17.08)
4.2.2. Pembongkaran
56
Lepas caliper brake pad kit
57
4.2.3. Pemeriksaan
Tekan pedal rem saat mesin mati kemudian hidupkan mesin lalu
bandingkan perbedaanya, jika pedal terasa lebih ringan saat ditekan maka
boster dalam kondisi baik periksa kebocoran udara/ bodi booster (tidak ada
suara mendesis saat masih dihidupkan), ilustrasi dapat dipilih pad agambar
dibawah
58
b. Pemeriksaan ketebalan pad rem cakram jika melewati batas
minimum 19,0 mm
a. Pemeriksaan fisua
4.2.4. Pemasangan
1. Rem Depan
59
Gambar 4.12. Pelumas Sliding
Sumber (Tunas Toyota Tangerang 21-05-2021.14.00)
d. Pasang roda
2. Rem Belakang
a. Pasang romol
c. Pasang roda
60
Gamabar 4.13. Tinggi Pedal Rem
Sumber ([Link] 14-08-2021.17.20)
c. Injak pedal sampai mulai ada tahan, ukur jarak seperti yang
ditunjukan, pada freeplay: 3-6 mm, periksa lampu rem harus sudah
61
4.3. Bagaiman Mengatasi Terjadinya Getaran Pada Pedal Rem
Ada dua cara untuk mengatasi masalah terjadinya getaran pada pedal rem
pada cakram tersebut. Jika melebihi batas limit maka bubut bukan cara
62
cakram yang baru. Hal ini lebih direkomendasikan dan lebih aman
tentunya.
Untuk mengatasi pedal rem bergetar akibat kampas rem habis, maka
mengganti kampas rem dan melakukan pemeriksaan pada cakram adalah hal
yang wajib dilakukan. Jika cakram tidak parah maka bubut masih bisa
63
Gambar 4.17. Kampas Rem
Sumber (Tunas Toyota Tangerang 21-05-2021.14.00)
pembersihan serta pelumasan pada bagian pin caliper rem ini, pin caliper
rem ini perlu dibersihkan dan dilumasi kembali agar lancer saat bergerak
jika diperlukan, lakukan penggantian pada karet penutup pin caliper untuk
64
4.4. Cara Pencegahan Getaran Pada Pedal Rem
Mengingat pentingnya komponen ini, rem memang butuh perawatan rutin
agar performa selalu terjaga. Berikut, beberapa tips mencegah getaran pada pedal
rem.
rem masih bisa digunakan atau sudah saatnya diganti. Jangan tunda untuk
tebal, namun jika sudah tidak layak, kampas rem akan kesulitan menggigit
tromol rem. Karena sesuatu dan lain hal, bisa bisa saja bagian ini rusak seperti
Fungsi piston pada rem mobil adalah untuk menggerakan caliper penjepit
kampas rem ke piringan rem. Jika terjadi kemacetan pada piston, maka caliper
tidak dapat digerakan. Hal ini berbahaya karena rem dapat mengunci seketika.
Kemacetan pada piston dapat diakibatkan oleh karet sekitar piston rem atau
[Link] Berkala
Langkah paling mudah dan efektif untuk mencegah pedal rem bergetar,
65
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Penyebab pedal rem terasa bergetar saat diinjak atau saat melakukan
pada saat menggunakan kendaraan dikarenakan piringan cakram tidak rata atau
bergelombang,ada beberapa aspek penyebab piringan tidak rata yautu pinkit yang
macet, piston rem macet, pemilihan kampas yang terlalu keras, pernah kehabisan
kampas rem.
5.2. Saran
mobil Toyota avanza piringan cakram tidak tidak memiliki sirip atau lubang untuk
piringan yang berlubang agar saat melepaskan kalor lebih cepat dan tidak terjadi
66
DAFTAR PUSTAKA
1. [Link].
[Link]://[Link]/2017/02/komponen-rem-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
2. [Link].
[Link]://[Link]/2017/12/komponen-rem-tromol-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
3. [Link].
[Link]://[Link]/2018/01/[Link]
akses pada tanggal 20 September 2021
4. [Link].
[Link]://[Link]/2018/02/[Link]
akses pada tanggal 20 September 2021
5. WebsiteBisaotomotif.2017.
[Link]
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
6. [Link]://[Link]/2017/12/
[Link] akses pada tanggal 20
September 2021
7. Website Teknik otomotif.
[Link]://[Link]/2018/03/jenis-jenis-minyak-rem-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
8. WebsiteTeknikotomotif.
[Link]://[Link]/2018/04/pemeriksaan-rem-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
9. [Link]://[Link]/[Link]
akses pada tanggal 20 September 2021
10. [Link]://[Link]/article/how-long-does-a-brake-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
67
11. [Link] akses pada tanggal 20 September
2021
12. Modul Basic Service Training Astra
13. Anonym. 2010. [Link]
getaran-pada-pedal-rem-saat-digunakan/.Diakses pada tanggal 20
September 2021
68
LEMBAR BIMBINGAN KERJA PRAKTEK (KP)
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
NIM : 18-21-201-107
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Parta ST,.MT
69
NIDN: 0415058007
70