0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan86 halaman

Analisa Getaran Pedal Rem Avanza 2012

Laporan ini merangkum kegiatan kerja praktek di bengkel Toyota Cimone Tangerang untuk memenuhi syarat skripsi. Laporan ini berisi analisis getaran pada pedal rem mobil Toyota Avanza 1.3 G tahun 2012 dengan langkah-langkah pembongkaran sistem rem dan penyebab kerusakan piringan cakram.

Diunggah oleh

hendrakebo7680
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan86 halaman

Analisa Getaran Pedal Rem Avanza 2012

Laporan ini merangkum kegiatan kerja praktek di bengkel Toyota Cimone Tangerang untuk memenuhi syarat skripsi. Laporan ini berisi analisis getaran pada pedal rem mobil Toyota Avanza 1.3 G tahun 2012 dengan langkah-langkah pembongkaran sistem rem dan penyebab kerusakan piringan cakram.

Diunggah oleh

hendrakebo7680
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KERJA PRAKTEK

ANALISA GETARAN PADA PEDAL REM MOBIL


TOYOTA AVANZA 1.3 G 2012
DI
PT TUNAS RIDEAN TBK

Disusun Sebagai Syarat Untuk Menyusun Skripsi

Pada Program Studi Strata 1 Teknik Mesin

Oleh :
Abdul Rizal
18-21-201-107

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

TANGERANG 2021
LEMBAR PENGESAHAN INSTITUSI TEMPAT KERJA PRAKTEK

ANALISA GETARAN PADA PEDAL REM MOBIL TOYOTA AVANZA 1.3 G 2012

DI

PT TUNAS RIDEAN TBK

Di Susun Oleh :

Abdul Rizal

NIM : 18-21-201-107

Mengetahui dan mengesahkan,

Tangerang, 9 September 2021

Technical Leader,

PT. Tunas Ridean TBK Pembimbing Lapangan

Sanggario Pratama Thobi Umaryadi


LEMBAR PENGESAHAN PROGRAM STUDI

ANALISA GETARAN PADA PEDAL REM MOBIL TOYOTA AVANZA 1.3 G 2012

DI
PT TUNAS RIDEAN TBK

Disusun Sebagai Syarat untuk Menyusun Skripsi

pada Program Studi Strata 1 Teknik Mesin

Nama
: Abdul Rizal

NIM
:1821201107

Prodi
: Teknik Mesin

Telah dilaksanakan dan disetujui

Tangerang, 27 September 2021

Ketua Program Studi Teknik Mesin


Dosen Pembimbing
Fakultas Teknik UMT

(Yafid Effendi ST.,MT)


(Parta ST.,MT)
NIDN: 0411098302
NIDN: 0415058007
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN HASIL

Dengan ini menyatakan bahwa :

1. karya tulis saya, Laporan Kerja Praktek ini adalah Asli dan belum pernah
diajukan di Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
Muhammadiyah Tangerang.
2. Karya Tulis ini murni gagasan, rumusan, dan penilaian saya sendiri, tanpa
bantuan pihak lain, kecuali arahan pembimbing.
3. Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis
atau dipublikasikan orang lain, kecuali serta disebut nama pengarang dan
dicantumkan dalam daftar pustaka.
4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian
hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini
maka saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai dengan ketentuan
Program Studi di Fakultas Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah
Tangerang.

Tangerang, 9 September 2021


Yang membuat pernyataan

(ABDUL RIZAL)
ABSTRAK

Rem merupakan komponen penting pada kendaraan, karena itu kerja rem
harus maksimal untuk memperlambat dan menghentinkan kendaraan. System rem
mobil yang sudah berkembang jauh untuk meningkatkan keselamatan pengemudi
dan penumpang. Namun system pengereman juga berpotensi mengalami
kerusakan. Jika tidak diatasi atau terdeteksi sejak dini, dikhwatirkan rem benar-
benar tak berfungsi alias blong.
Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam pelaksanaan
kerja praktek ini adalah dengan metode observasi dengan mengamati dan
mempelajari secara langsung kepada mekanik ditempat kerja praktek dan
pengumpulan data-data yang lebih pesifik lainya berasal dari jurunal, makalah dan
buku pedoman panduan teknik otomotif.
Dari hasil analisa getaran pada pedal rem avanza tipe 1.3 G maka hasil
kerja praktek ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Berikut ini adalah
langkah-langkah pembongkaran pada system rem yaitu: Pelepasan/pembongkaran,
persiapan alat, pasang mobil pada hidrolik lift, kendorkan baut roda
(menggunakan air impeck), pembongkaran rem cakram (depan), lepas dua baut
pin kit, lepas caliper brake pad kit, lepas dua buah brake pad, rem tromol
(belakang), cek saluran minyak rem, bebaskan hand brake, gunakan baut 12 untuk
membuka tromol, bersihkan tromol dan kampas, semprot komponen dan air gan.
2. Penyebab permukaan piringan cakram dapat rusak diakibatkan oleh kehabisan
pad rem,yang dimaksud over time adalah indicator penanda kampas habis telah
berbunyi namun tidak dilakukan penggantian, setelah material pergantian kampas
habis maka besi akan bergesek dengan piring cakram, ini mengakibatkan cakram
tergores secara cepat.

Kata kunci: Rem, Rem Mobil


ABSTRACT

Brakes are an important component of a vehicle, therefore brake work


must be maximized to slow down and stop the vehicle. Car brake system that has
developed far to improve driver and passenger safety. However, the braking
system also has the potential to be damaged. If it is not addressed or detected
early, it is feared that the brakes will really not work or fail.
The data collection method used by the author in the implementation of
this practical work is the observation method by observing and studying directly
to the mechanic in the practical workplace and collecting other more specific
data from journals, papers and automotive engineering manuals.
From the results of vibration analysis on the Avanza type 1.3 G brake
pedal, the results of this practical work can be concluded as follows: 1. The
following are the steps for dismantling the brake system, namely: Release /
dismantling, preparing tools, installing the car on the hydraulic lift, loosening
wheel bolts (using air impeck), dismantling disc brakes (front), remove two pin kit
bolts, remove caliper brake pad kit, remove two brake pads, brake drum (rear),
check brake fluid lines, release hand brakes, use bolts 12 to open the drum, clean
the drum and canvas, spray the components and water bro. 2. The cause of the
surface of the disc can be damaged due to running out of the brake pad, what is
meant by over time is that the indicator indicating that the pad has run out has
sounded but no replacement has been carried out, after the replacement material
has run out, the iron will rub against the disc plate, this causes the disc to be
scratched quickly.
Keyword: Brakes, Car brake
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena hanya atas

rahmat dan hidayah-Nya Laporan kerja Praktek ini dapat tersusun hingga selesai.

Laporan ini merupakan hasil rangkuman kegiatan Kerja Praktek di PT.

Tunas Ridean TBK (Cimone Tangerang) untuk memenuhi persyaratan yang telah

ditentukan oleh Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Dalam melakukan Kerja Praktek dan menyusun Laporan ini, penyusun

telah melibatkan berbagai pihak, untuk itu tidak lupa ucapan terima kasih

penyusun sampaikan kepada :

1. Dr. H. Ahmad Amrullah, [Link] selaku Rektor Universitas

Muhammadiyah Tangerang,

2. Ir. Saiful Haq, [Link], selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas

Muhammadiyah Tangerang,

3. Rohmat Taufiq, ST., [Link], selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Tangerang.

4. Drs. H. Syamsul Bahri, [Link], selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Tangerang.

5. Yafid Effendi, ST., MT, selaku Kaprodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Tangerang.

6. Ali Rosyidin, MM., MT, selaku Sekprodi Teknik Mesin, Fakultas

Teknik Universitas Muhammadiyah Tangerang.

i
7. Parta gumilang,ST.,MT selaku dosen pembimbing Kerja Praktek.

8. Subo Kastowo selaku kepala bengkel Toyota Cimone Tangerang.

9. Thobi Umaryadi selaku pembimbing kerja praktek bengkel Toyota

Cimone Tangerang

10. Ibrahim dan Hadijah selaku orang tua tercinta yang selalu mendoakan

dan memberi nasihatnya.

Saya menyadari bahwa penulis laporan ini masih jauh dari sempurna,

oleh karena itu saya mangharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat

membangun dari pembaca guna menyempurnakan laporan dimasa akan datang.

Akhir kata semoga Laporan Kerja Praktek ini dapat memberikan

masukan bagi perusahaan dan memperluas pengetahuan kita semua tentang

keindahan sebuah kerja praktek.

Tangerang, 9 September 2021

Abdul Rizal

ii
DAFTAR ISI

Cover
Lembar Pengesahan Dari Industri
Lembar Pengesahan Dari Program Studi
Surat Pernyataan Keaslian Hasil
Abstrak
Abstract
Kata Pengantar..........................................................................................................i
Daftar Isi.................................................................................................................iii
Daftar Gambar..........................................................................................................v
Daftar Tabel...........................................................................................................vii
Daftar Lampiran ...................................................................................................viii

BAB I: PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah...................................................................1


2. Indentifikasi Masalah.......................................................................2
3. Rumusan Masalah.............................................................................2
4. Batasan Masalah...............................................................................3
5. Tujuan Penulisan..............................................................................3
6. Manfaat Penulisan............................................................................4
7. Metode Penelitian.............................................................................5
8. Sistematika Penulisan.......................................................................5

BAB II: LANDASAN TEORI

1. Pedal Rem ........................................................................................8


2. Rem Kaki.........................................................................................9
2.2.1. Rem Tromol.......................................................................……..13

2.2.2. Rem Cakram (Dis Brake)………………………………………22

2.2.3. Jenis-Jenis Caliper……………………………………………...24

2.2.4. Penyetelan Otomatis Celah Rotor Dengan Pad………………...26

2.2.5. Rem Parkir……………………………………………………...27

iii
2.2.6. Boster Rem……………………………………………………..32

2.3. Katup penyembang……………………………………………….35

2.3.1. Sistem Rem Anti Lock (Anti Lock Sistem)…………………....41

BAB III: GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1. Sejarah Perusahaan........................................................................43

3.2. Visi Dan Misi Perusahaan..............................................................44

3.4. Struktur Organisasi Perusahaan.....................................................45

3.5. Uraian Tugas..................................................................................46

BAB IV: PEMBAHASAN

4.1. Bagaimana Cara Mengetahui Terjadinya Kerusakan Pada


Sistem Rem............................................................................................
4.1.1. Faktor penyebab permukaan piringan cakram dapat rusak
diakibatkan oleh beberapa aspek...........................................................
4.2. Bagaimana Proses Pembongkaran Pada Sistem Rem.....................55
4.2.1. Pelepasan/Pembongkaran............................................................55
4.2.2. Pembongkaran.............................................................................56
4.2.3. Pemeriksaan…………………………………………….………58
4.2.4. Pemasangan……………………………………………….……59
4.3. Bagaimana mengatasi Terjadinya Getaran Pada Pedal Rem…..…62
4.4. Cara Pencegahan Getaran Pada Pedal Rem………………………65
BAB V:KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan .....................................................……………..…….66
2. Saran...........................................................................................…66

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Rem Kaki .............................................................................................9


Gambar 2.2 Cara Kerja Pedal Rem .......................................................................10
Gambar 2.3 Tipe Dan Konstruksi Master Silinder.................................................11
Gambar 2.4 Saat Pedal Rem Tidak Diinjak...........................................................11
Gambar 2.5 Saat Pedal Rem Diinjak......................................................................12
Gambar 2.6 Saat Pedal Rem Dibebaskan...............................................................12
Gambar 2.7 Outlet Check Valve............................................................................13
Gambar 2.8 Tromol Rem Riandi............................................................................14
Gambar 2.9 Komponen Rem Tromol.....................................................................14
Gambar 2.10 Silinder Roda....................................................................................15
Gambar 2.11 Sepatu Rem Dan Kanvas Rem……………………….……………16
Gambar 2.12 Tromol Rem……………………………………………………….16
Gambar 2.13 Tipe Leading Tromol…………………………………...…………17
Gambar 2.14 Tipe Two Leading…………………………………………………18
Gambar 2.15 Tipe Duel Two Leading……………………………..…………….18
Gambar 2.16 Tipe Uno Servo……………………………………………………19
Gambar 2.17 Tipe Duo Servo……………………………………………………20
Gambar 2.18 Penyetelan Otomatis.........................................................................21
Gambar 2.19 Celah Sepatu Rem Lebih Besar........................................................21
Gambar 2.20 Celah Sepatu Rem Standar...............................................................22
Gambar 2.21 Rem Cakram.....................................................................................22
Gambar 2.22 Piring (Disc Brake)...........................................................................23
Gambar 2.23 Pad Rem...........................................................................................24
Gambar 2.24 Tipe Fixed Caliper............................................................................25
Gambar 2.25 Tipe Floting Caliper.........................................................................25
Gambar 2.26 Saat Piston Ditekan Keluar..............................................................26
Gambar 2.27 Saat Tekanan Dibebaskan................................................................27
Gambar 2.28 Rem Parkir........................................................................................27
Gambar 2.29 Cara Kerja Rem Parkir.....................................................................28
Gambar 2.30 Kerja Tuas Rem Parkir.....................................................................29
Gambar 2.31 Tromol Rem.....................................................................................29

v
Gambar 2.32 Rem Piring........................................................................................30
Gambar 2.33 Tipe Rem Parkir Devoted.................................................................31
Gambar 2.34 Center Brake.....................................................................................31
Gambar 2.35 Boster Rem.......................................................................................32
Gambar 2.36 Prinsip Kerja Vakum........................................................................33
Gambar 2.37 Kontruksi..........................................................................................33
Gambar 2.38 Pedal Rem Belum Diytekan.............................................................34
Gambar 2.39 Pedal Rem Ditekan...........................................................................35
Gambar 2.40 Katup Penyambung..........................................................................36
Gambar 2.41 Jenis-Jenis Proportionig Valve.........................................................37
Gambar 2.42 Tekanan Master Cylinder.................................................................37
Gambar 2.43 Tekanan Master Cylinder Rendah....................................................38
Gambar 2.44 Tekanan Master Cylinder Tinggi.....................................................38
Gambar 2.45 Tekanan Master Cylinder Rendah Dan Tinggi.................................39
Gambar 2.46 Bland Valve......................................................................................39
Gambar 2.47 Skema Rangka ABS.........................................................................40
Gambar 2.48 Tekanan Master Cylinder Tinggi.....................................................41
Gambar 2.49 Komponen-Komponen.....................................................................41
Gambar 3.1 PT. Tunas Ridean Cimone Tangerang...............................................43
Gambar 3.2 Struktur Organisasi Perusahaan…………………………………….45
Gambar 4.1 Piringan Rem Tidak Rata………….………………………………..50
Gambar 4.2 Menggunakan Keolekan Cakram…...………………………………50
Gambar 4.3 Kampas Habis Miring………………………………………………52
Gambar 4.4 Perbandingan Kampas………………..……………………………..52
Gambar 4.5 Piring Cakram Avanza……………………………………………...54
Gambar 4.6 Piringan Cakram Avanza Veloz…………………………………….54
Gambar 4.7 Pemasangan Hidrolik Lift…………………………………………..55
Gambar 4.8 Kendorkan Baut Roda………………………………………………56
Gambar 4.9 Pelepasan Baut Pin Kit…………...…………………………………56
Gambar 4.10 Pelepasan Tromol………………..………………………………...57
Gambar 4.11 Pemeriksa Kerja Boster…………..………………………………..58
Gambar 4.12 Pelumas Silinder…………………..……………………………….60
Gambar 4.13 Tinggi Pedal Rem …………………..……………………………..61
Gambar 4.14 Tinggi Pedal Rem…………………….……………………………61

vi
Gambar 4.15 Pembubutan Piring Cakram……………………………………….62
Gambar 4.16 Piringan Cakram Baru……………….…………………………….63
Gambar 4.17 Kampas Rem………………………………………………………64
Gambar 4.18 Pin Kaliper…………………………………………………………64

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Rencana Kegiatan....................................................................................6

vii
DAFTAR LAMPIRAN
From Checklist.....................................................................................................L-1
From Checklist.....................................................................................................L-2
Lembar Bimbingan Kerja Praktek........................................................................L-3

viii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mobil adalah satu kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang menyatu,

masing-masing adalah mesin, chasis, dan pemindah daya kelistrikan dan asesois. Pene

muan alat-alat modern dan membawa manusia ketingkat kenyamanan yang lebih ting

gi. Dan perkembangan teknologi tersebut juga berpengaruh dalam bidang otomotif, se

bagai contoh kendaraan mobil Toyota avanza tahun 2011model dahulu dalam pengop

erasianya masih menggunakan manual, namun pada kendaraan model sekarang dalam

pengoperasiannya sudah banyak menggunakan otomatis misalanya: siste, power wind

ow, sistem rem dan juga pada sistem pemindaan daya (power train).

Rem mempunyai peranan yang sangat penting dalam bidang transportasi demi ke

amanan dan keselamatan dalam berkendara. Pada dasarnya rem mempunyai fungsi un

tuk memperlambat dan mengatur gerakan suatu putaran. Adapun rem yang digunkan

harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut (dapat bekerja dengan baik dan cepat d

an mempunyai daya tekan yang cukup,mudah di periksa dn di setel).

Dalam laporan kerja kali ini khususnya yang akan di bahas adalah rem cakram d

epan pada mobil Toyota avanza tahun 2011, pengguna rem tipe cakram ini karena rem

cakram memiliki banyak kelebihan di bandingkan dengan tipe rem tromol, adapun ke

untungan dari rem cakram antara lain: tidak menimbulkan bunyi, penggantian kampas

rem lebih mudah, gaya pengereman tetap konstan dalam segala kondisi, gaya pengera

man antar kampas tetap sama.

Dalam sistem rem terdapat banyak sekali komponen salah satunya adalah pedal r

em,saat menginjak pedal rem kita dapat mersakan kinerja rem dalam kondisi baik atau

1
tidak, misalnya jika kita injak kondisi pedal rem bergetar berarti ada maslah pada piri

ngan cakram, jika pedal rem dalam berarti ada masalah pada mister slinder dan jika pe

dal rem di injak berbunyi maka itu maka itu menandakan kampas rem habis, kotor. At

au kondisi pedal rem butuh pelumasan.

Walau sistem rem sagatla penting. Namun banyak di antara masyarakat umum y

ang belim memahami dan mengerti fungsi, cara kerja dan jenis-jenis dari rem itu send

iri.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan, maka dapat di rumus

kan masalah sebagai berikut :

1. Apa bila terjadi getaran pada piringan dan kampas rem yang sudah tidak rata

mak akan terjadi getaran keras di pedal re.

2. Apabila permukaan piringan sudah tidak rata tidak akan ada goresan maka efe

knya getaran.

3. Apabila gangguan-ganggua tersebut tidak di perbaiki maka akan mengalami k

erusakan yang sangat serius

1.3. Rumusan Masalah

Pembatasan masalah pada penelitian ini hanya didasari dengan permasalahan-per

masalahan yang ada, perumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan Kerja Prak

tek ini adalah :

1. Bagaimana cara mengetahui terjadinya kerusakan pada sistem rem mobil avan

za

2. Bagaimana proses pembongkaran pada sistem rem mobil avanza

2
3. Bagaimana mengatasi terjadinya getaran pada pedal rem mobil avanza

1.4. Batasan Masalah

`Agar penulis fokus pada pembahasan dari rumusan masalah maka penulis membu
at batasan masalah dari laporan Kerja Praktek ini ialah sebagai berikut:

1. Hanya membahas sistem terjadinya getaran pada pedal rem dan cara mengatas

i getaran dan memperbaiki rem

2. Hanya membahas penyebab kerusakan-kerusakan pada sistem rem dan menga

tasi getaran pada pedal rem seperti tidak ratanya dishbriek.

1.5. Tujuan Penulisan

Tujuan program ini dilakukan dapat dilihat secara umum dan secara khusus, baik

itu kepada mahasiswa, perguruan tinggi dan industry tempat kerja praktek. Adapun tuj

uan umum dan khusus yang dimaksud adalah :

1. Tujuan Umum

Secara umum tujuan dari program kerja praktek ini adalah:

a. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta guna mempersiapkan diri me

masuki dunia kerja yang sebenarnya dan sebagai acuan dalam

b. Mengembangkan ilmu yang [Link] pola fikir yang wajar, logis s

erta berketerampilan dan luas dalam memahami dan menghadapi maslaah dite

mpat kerja

2. Tujuan Khusus

Secara khusus tujuan dari program kerja praktek ini adalah :

a. Memenuhi salah satu mata kuliah smester VI yaitu kuliah kerja praktek progra

mm studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiya Tangerang

3
b. Menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian professional yang sesuai denga

n tuntunan dunia usaha /dunia kerja

c. Mendeteksi kepentingan antara dunia pendidikan dan dunia kerja

d. Untuk mengetahui bagaimana proses Analisa getaran pada pedal rem mobil a

vanza tahun 2011, di PT. Tunas Toyota Tangerang

1.6. Manfaat Penulisan

Manfaat yang di peroleh dari pelasksanaan kerja praktek ini baik dari pihak m

ahasiswa maupun perusahaan yaitu :

1. Bagi Mahasiswa :

a) Dapat mengetahui proses dan teknik dalam perawatan dan perbaikan siste

m rem.

b) Dapat memahami lebih dalam tentang dunia kerja dengan segala permasal

ahan yang dihadapi, dapat menganalisa systematika perusahaan dalam men

angani setiap pekerjaan ,serta menjadi bekal yang baik ketika penulis akan

terjun ke dunia kerja.

2. Bagi Perusahaan :

a) Membina hubungan baik antara pihak instansi perusahaan dengan institusi

perguruan tinggi dan mahasiswa

b) Memberi pengakuan serta penghargaan terhadap pengslaman kerja sebagai

kegiatan dari proses pendidikan

c) Turut berpartisipasi dalam meningkatkan pendidikan nasional

3. Bagi Perguruan Tinggi

a) Dapat menjalankan dan mendukung kurikulum pendidikan terutama untuk

program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiya Tangerang

4
b) Menciptakan hubungan kemitraan dengan industri tempat mahasiswa mel

akukan program kerja praktek

c) Universitas yang akan di kenal di dunia industry

1.7. Metode Penelitian

Dalam penyusunan laporan Kerja praktek Analisa getaran pada pedal rem mobil

avanza tahun 2011, penulis menempuh metodeh penelitian dengan cara :

1. Metode observasi

Penulis melaksanakan penelitian dan pengamatan di lapangan untuk menemuk

an masalah yang harus diatasi dan komponen-komponen untuk mengatasi mas

alah tersebut tersebut

2. Metode Pengumpulan Data

Penulis melakukan pendataan spesifikasi komponen dan pengumpulan data-da

ta tentang sistem rem.

3. ]Metode Literatur

Penulis melakukan pengumpulan literature-literatur yang berhubungan dengan

pembuatan laporan Kerja Praktek.

4. Metode Konsultasi

Penulis melakukan Konsultasi pada semua pihak yang dapat membantu Penyu

sunan laporan Kerja Praktek.

5
1.8. Sistemtika Penulisan

Sistematika penulisan ini dalam kerja praktek ialah sebagai berikut :

BAB 1 Pendahuluan,

dalam bab ini berisi tentang latar belakang, identifikasi masalah,rumusan mas

alah, batasan masalah, tujuan penulisan,manfaat penulisan.

BAB II Landasan Teori,

bab ini membahas teori tentang dasar yang berhubungan dengan kerja praktek

di PT. Tunas Toyota Tangerang

BAB III Gambaran Umum Perusahaan,

dalam bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan seperti,struktur orga

nisasi, visi dan misi perusahaan

BAB IV Analisa Dan Pembahasan,

dalam bab ini berisi tentang analisa dan pembahasan ini yang dilakukan ialah a

nalisa sedang berjalan, fungsi dan kegunaan system dan cara kerja sistem.

BAB V Kesimpulan Dan Saran,

dalam bab ini berisi tentang kesimpulan yang didalamnya hasil akhir dari pene

litian dan saran yang berisi tentang masukan-masukan terhadap sistem yang sudah di

analisa.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka ini berisi tentang referensi-referensi yang di gunakan dalam pe

nulisan Kerja Praktek dn daftar pustaka di tulis secara berurutan A-Z

LAMPIRAN LAMPIRAN

6
Lampiran-lampiran in berisi tentang data-data pendukung dari perusahaan yan

g di gunakan untuk penulisan laporan kerja Praktek (KP).

1.9. Rencana Kegiatan

Dibuatnya rencana kegiatan ini yaitu agar si penulis mengetahui skejul kegiata

n untuk penyusunan laporan Kerja Praktek dan rencana tersusunan dengan semestinya

seperti yang ada pada table sebagai berikut :

Tabel 1.1 Rencana Kegiatan Penelitian Bulan Mei-Juli 2021

7
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pedal Rem

Pada dasarnya kendaraan tidak dapat segera berhenti walaupun katup gas di

tutup penuh dan mesin tidak lagi di hubungkan dengan pemindahan daya, akan tetapi

akan tetap bergerak karena gaya kelembamanya. Kelemehan harus diatasi untuk

menurunkan/mengurangi kecepatan kendaraan hingga berhenti. Solusi dalam

mengatasi kelemahan tersebut sistem rem dan rancangan untuk mengontrol

kecepatan/laju (mengurangi/memperlambat kecepatan dan menghentikan laju)

kendaraan, dengan tujuan meningkatkan keselamatan dan untuk memperoleh

pengendaraan yang aman.

Rem merupakan salah satu dari bagian kendaraan mmpunyai peranan penting

untuk kenyamanan dan keselamatan pengendara speda motor. Rem adalah suatu

piranti untuk memperlambat atau untuk menghentikan gerakan roda yang berputar.

Gerak roda yang di perlambat otomatis gerak kendaraan menjadi lambat. Fungsi rem

adalah menyerap baik energi kinetik dari bagian yang bergerak atau energy potensial

yang di timbulkanoleh komponen lain (k.m..jossy 2011).

Dengan kata lain rem adalah komponen yang mengubah energi mekanik

energi thermal/ panas yang melalui gesekan. Selain itu rm adalah suatu komponen

yang sangat penting bagi kendaraan/ alat transportasi. Semakin cepat suatu kendaraan

maka memerlukan kapasitas pengereman yang efektif pula.

Menurut K.H..jossy (2011) kapasitas rem tergantung oleh factor-faktor.

Berikut:

8
1. Tekanan antara kampas rem dengan permukaan bidang pengereman.

2. Koefisien yang gesek antara kampas rem dengan bidang pengereman.

3. Batasan kecepatan motor.

4. Area yang terkena gesekan (bidang gesek)

5. Kemampuan kampas rem menyerap panas yang di timbulkan oleh

gesekan.

2.2. Rem Kaki.

Rem kaki (foot brake) dikolompokan menjadi dua tipe: rem hidraulis (hydraulic

brake) dan rem pneumatic (penaumatis brake). Rem hidraulis mempunyai keuntungan

lebih repon (lebih cepat) dan konstruksi lebih sederhana, sedangkan rem pneumatic

menggunakan kompresor yang menghasilkan udara bertekanan untuk menambah daya

pengereman.

Gambar 2.1. Rem Kaki


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

Cara kerja pedal rem didasarkan pada prinsip tuas yang berubah tekanan pedal rem

yang kecil menjadi besar.

9
Gambar 2.2. Cara Kerja Pedal Rem
Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))

1. Tipe Dan Konstruksi Master Silinder

Ada dua tipe master silinder:

Tunggal dan ganda (tandem) pada umumnya untum system rem

digunakan master silinder tipe ganda (tandem) yang mempunyai keuntungan

bila salah satu system tidak bekerja, tapi sistem lain tetap berfungsi dengan

baik.

Pada system penggerak roda belakang, piston no. 1 untuk roda depan dan

piston no. 2 untuk roda belakan, pada kendaraan roda depan, terdapat beban

tambahan pada roda depan, untuk mengatasi hal ini digunakan diagonal split

hydraulic system.

10
Gamabr 2.3 Tipe Dan Konstruksi Master Silinder
Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))

2. Cara Kerja

a. Saat Pedal Rem Tidak Diinjak

Piston cup no.1 dan 2 terletak di antara inlet port dan compensanting

port, sehingga terdapat saluraan antara cylinder dan reservoir tank.

Gambar 2.4. Saat Pedal Rem Tidak Diinjak


Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))
b. Saat Pedal Rem Diinjak

11
Piston no. 1 bergerak ke kiri dan piston cup menutup compensating

port, sehingga menyebabkan tekanan hidraulis dalam silinder bertambah dan

tekanan ini diteruuskan ke wheel cylinder kembali ke reservoir.

Gambar 2.5. Saat Pedal Rem Diinjak


Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))

c. Saat Pedal Rem Dibebaskan

Piston kembali ke posisi semula oleh tekanan hidraulis dan tegangan

return spring, dan minyak kembali ke reservoir.

Gamabar 2.6. :Saat Pedal Rem Dibebaskan


Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))

12
d. Outlet Check Valve

Pada beberapa master silinder terdapat outlet check valve yang berfungsi

untuk mempertahankan tekanan sisa pada pipa rem (1kg/cm) untuk mencega

terlambatnya pengereman.

Gambar 2.7. Outlet Check valve


Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))

2.2.1 Rem Tromol

1. Tromol Rem

Pada rem tipe tromol, tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam

menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan

roda. Kartena “self energizing action” ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan

tenaga pengereman yang besar diakibatkan usaha pedal rem yang kecil.

13
Gambar 2.8. Tromol Rem Riandi
Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))

2. Komponen

Komponen rem tromol terdiri dari: backing plat, slinder roda (wheel cylinder),

sepatu rem dan kanvas (brake shoe dan lining), tromol rem (brake drum).

Gambar 2.9. Komponen Rem Tromol


Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))

a. Silinder Roda

14
Ada dua tipe silinder roda (wheel silinder): double piston dan single

piston, Bila timbul tekanan pada hidraulis pada master silinder maka akan

menggerakan piston cup, piston akan menekan kearah sepatu rem, kemudian

menekan tromol rem. Apabila rem tidak bekerja, piston akan kembali keposisi

semula karena kekuatan pegas pe,mbalik sepatu rem. Blader plung berfungsi

sebagai baut pembuangan udara yang terdapat pada sistem rem.

Gambar 2.10. Silinder Roda


Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))

b. Sepatu Rem Dan Kanvas Rem

Sepatu rem terbuat dari plat baja kanvas rem dipasang dengan cara

dikeling atau dilem kanvas terbuat dari campur fiber metalik, brass, lead,

plastic dan sebagainya. Kanvas harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi

dan harus dapat menahan panas dan aus.

15
Gambar 2.11. Sepatu Rem Dan Kanvas Rem
Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00))
c. Tromol Rem

Tromol rem (brake drum) terbuat dari besi tuang (gray castiron) ketika

kanvas menekan bagian dalam tromol akanterjadi gesekan yang menimbulkan

panas yang mencapai suhu 200-300 C

Gambar 2.12. Tromol Rem


Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

3. Tipe Rem Tromol

a. Tipe Leading Trailing

16
Pada tipe ini terdapat satu wheel silinder dengan dua piston yang akan

mendorong bagian atas dari tromol rem. Leading shoe lebih cepat aus dari

pada trailing shoe.

Gambar 2.13. Tipe Leading Tromol


Sumber ((Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

b. Tipe Two Leading

Tipe ini mempunyai dua wheel silinder yang masing-masing memiliki satu

piston.

 Keuntungan:

Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga

daya pengereman baik.

 Kerugian:

Saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing shoe

sehingga daya pengereman kurang baik.

17
Gambar 2.14. Tipe two leading
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

c. Tipe duel to leading

Tipe ini mempunyai 2 silinder roda (wheel cylinder) yang masing-masing

memiliki 2 buah piston, dan menghasilkan efek pengereman yang baik saat

kendaraan menuju maupun mundur.

Gambar 2.15. Tipe Duel Two Leading


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

d. Tipe Uni Servo

Tipe ini mempunyai 1 wheel cylinder dengan 1 piston

 Keuntungan:

18
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga

daya pengereman baik.

 Kerugian:

Saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing shoe

sehingga daya pengereman kurang baik.

Gambar 2.16. Tipe Uno Servo


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

e. Tipe Duo-Servo

Tipe ini merupakan penyempurnaan dari tipe uni-servo yang mempunyai 1

wheel cylinder dengan 2 piston. Gaya pengereman tetap baik tampa tampa

perpengaruh oleh gerak kendaraan.

19
Gambar 2.17. Tipe Duo-Servo
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

4. Celah Sepatu Rem

Celah yang tidak tepat dapat menyebabkan:

a. Celah sepatu rem terlalu besar akan menyebabkan kelambatan pada

pengereman.

b. Celah sepatu rem terlalu kecil rem akan terseret dan menyebabkan keausan

pada tromol dan kanvas.

c. Celah sepatu rem tidak akan sama akan menyebabkan kendaraan tertarik satu

arah.

Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme penyetel otomatis celah sepatu rem.

1). Penyetelan Otomatis Celah Sepatu Rem

a. Cara Kerja

Saat rem parker bekerja, maka tuas tertarik kekiri. Pada saat bersaman,

tuas menyetel berputar searah jarum jam mengelilingi pin tempat sepatu rem

terpasang, memutarkan edjusting screw.

20
Gambar 2.18. Penyetelan Otomatis
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

 Celah Sepatu Rem Lebih Besar Dari Standar

Saat tuas rem parkir di tarik, maka adjusting lever akan bergerak jauh

melebihi jarak gigi berikut dari adjusting screw, saat tuas rem, parkir

dibebaskan, adjusting lever akan turun dan memutar adjusting crew

sehingga menyetel celah.

Gambar 2.19. Celah Sepatu Rem Lebih Besar


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
 Celah Sepatu Rem Standar

Saat rem parker ditarik adjusting lever hanya bergerak sedikit (tidak

melibihi gigi berikut pada adjusting wheel). Celah sepatu rem tetap (tidak

berubah).

21
Gambar 2.20. Celah Sepatu Rem Standar
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

2.2.2. Rem Cakram (Disc Brake)

1. Rem Cakram

Rem cakram (disck brake) terdiri dari cakram (disck rotor) yang terbuat dari

besi tuang yang berputar dengan roda, dan disc pad berfungsi untuk mendorong dan

menjepit cakram. Daya pengereman menghasilkan karena gesekan antara disc pad dan

disc rotor

Gambar 2.21 Rem Cakram


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

Keuntungan

a. Radiasi panas baik

22
b. Bila terkena air lebih cepat kering

c. Konstruksi sederhana

d. Mudah dalam perawatan serta serta penggantian pad

Kerugian

a. Selftenergizing effect kecil

b. Membutuhkan tekanan hidraulis yang besar

c. Pad lebih cepat aus

2. Komponen-Komponen

a. Piring (Disc Rotor)

Disc rotor terbuat dari besi tuang dalam bentuk solid (biasa) dan

berlubang-lubang untuk ventilasi. Tipe ventilasi digunakan untuk menjamin

pendingin yang baik untuk mencagah fading (koefisien gesek berkurang)

Gambar 2.22 Piring (Disc Brake)


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

23
b. Pad Rem

Pad (disck pad)terbuat dari campuran metallic fiber dan serbuk besi,

yang disebut semi-metalic disck pad. Pada beberapa pad diberi celah untuk

menunjukan tebal batas pad yang diijinkan (mempermudah pemeriksaan) pada

beberapaq pad terdapat anti skuad shim yang berfungsi untuk mencegah saat

pengereman, dan pad wear indicator untuk menginformasikan keausan pad

yang sudah tipis.

Gamabr 2.23 pad rem


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

2.2.3. Jenis-Jenis Caliper

1. Tipe Fixed Caliper (Double Piston)

Pada tipe ini daya pengereman didapat bila pad di tekan piston secara hidraulis

pada kedua sisi disc

24
Gambar 2.24 Tipe Fixed Caliper
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

2. Tipe Floting Caliper

Pada tipe ini hanya terdapat satu piston. Tekanan hidraulis dan master,

cylinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekaqan disc, pada saat yang

sama tekanan hidraulis menekan pada sisi pad (B) menyebabkan caliper bergerak

ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah pengereman.

Gambar 2.25 Tipe Floting Caliper

Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

25
2.2.4. Penyetelan Otomatis Celah Rotor Demgan Pad

Bila pad menjadi aus, maka celah antara rotor dan pad bertambah dan

memerlukan langkah yang lebih besar. Oleh karena itu dibutuhkan satu mekanisme

penyetelan celah otomatis yaitu piston seal tipe adjusting mechanism.

Cara Kerja

1. Celah Normal (Keausan Pad Tidak Ada)

Bila rem dioperasikan, maka piston seal membentuk elastisi seperti pada

gambar. Bila pedal rem dilepas, piston seal akan kembali ke bentuk semula, dan

menarik piston kembali. Besarnya deformasi (amount of deformation) seal adalah

celah pad.

2. Celah Terlalu Besar (Pad Aus)

Saatt pad aus, bila rem dioperasikan maka gerakan piston akan lebih jauh,

teta[I besarnya deformasi seal tetap. Bila pedal rem dilepaskan, maka piston

kembali dengan jarak yang sama besar dengan reformasi seal, dan celah sepatu

rem telah disetel.

a. Saat Piston Ditekan Keluar

Gambar 2.26. Saat Piston Ditekan Keluar


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

26
b. Saat Tekanan Dibebaskan

Gambar 2.27 Saat Tekanan Dibebaskan

Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

2.2.5. Rem Parker

Rem parker (parking brake) terutama digunakan untuk mamarkir kendaraan.

Rem dan parker terbagi menjadi dua tipe: tipe roda belakang dan tipe center brake

kendaraan penumpang menggunakan tipe roda belakang dan kendaraan truk atau

niaga menggunakan tipe center brake.

Gambar 2.28. Rem Parkir


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

27
1. Cara Kerja

Mekanisme kerja (operating mekanisme) pada dasarnya sama untuk tipe rem

parkir roda belakang dan tipe center brake. Tuas rem parkir di tempatkan

berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir,

maka rem bekerja melalui parking brake cable, intermediate leve pull rod,

equalizer, parking brake cable kiri dan kanan. Dibawa ini beberapa tipe tuas yang

digunakan tergantung pada desingn tempat duduk pengemudi dan system kerja

yang dikehendak.

Gambar 2.29. Cara Kerja


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

Tuas rem parkir dilengkapi dengan richet untuk mengatur tuas pada

suhu pengetesan pada beberapa tuas rem parkir mur menyetelnya dekat

dengan tuas rem untuk memudahkan penyetelan. Kabel rem parkir

memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub assembly. Pada rem parkir roda

belakang, dibagian tengah kabel; diberi equalizer untuk menyamakan daya

kerja pada roda kiri dan kanan. Tuas intermediate (inter mediate lever)

dipasang untuk menambah daya pengoperasian.

28
Gambar 2.30. Kerja Tuas Rem Parkir
Sumber ([Link]

2. Bodi Rem Parkir

a. Rem Parkir Tipe Roda Belakang

Bodi rem parkir dikelompokan menjadi dua tipe struktur bergantung pa-da

pada andilnya tromol rem atau piring rem (menjadi satu) atau komponen rem

yang terpisah.

b. Tipe Rem Parkir Sharing

Tipe rem ini digabungkan dengan rem kaki hubunganya dilakukan secara

mekanik dengan sepatu rem atau pad rem.

 Kendaraan Dengan Tromol Rem

Pada tipe rem parkir ini, sepatu rem akan mengembang oleh brake

shoel lever dan shoel shut.

Gambar 2.31. Tromol Rem


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

29
 Kendaraan Dengan Rem Piring

Dalam tipe rem parkir rem ini, mekanisme rem parkir disatukan

dalam caliper rem. Gerakan tuas menyebabkan lever shaft berputar

menyebabkan spindle menggerakan piston dan piston mendorong pad

menjepit disc.

Gambar 2.32 Rem Piring


Sumber ([Link]

c. Tipe Rem Parkir Devoted

Pada tipe rem ini tromol rem terpisah dari disc brake belakang, cara

kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem.

30
Gambar 2.33 Tipe Rem Rarkir Devoted
Sumber ([Link]

d. Rem Parkir Tipe Center Brake.

Tipe ini banyak digunakan pada kendaraan komensil (niaga) tipe ini

salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang

transmisi dan bagian depan propeller shaft. Pada rem parkir tipe ini daya

pengeremanya terjadi saat sepatu rem yang diam memakan bagian dalam

tromol yang berputar bersama output shaft transmisi. Cara kerjanya sama

dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem.

Gambar 2.34. Center Brake


Sumber ([Link]

31
2.2.6. Boster Rem

Boster berfungsi untuk melipat gandakan (2 sampai 4 kali) daya penekan pada

pedal, sehingga daya pengereman yang lebih besar dapat diperoleh.

Contoh:

Bila pedal rem ditekan dengan gaya 40 lg, gaya ini di perbesar oleh tuas pedal

menjadi 200 kg untuk menekan boster. Misalnya besarnya vakum pada boster

adalah 500 mm. hg, gaya output yang dihasilkan adalah 410 kg.

Gambar 2.35. Boster Rem


Sumber ([Link]

1. Prinsip Kerja

Bila vakum bekerja dalam kedua sisi piston, akan terdorong ke kananoleh

pegas. Bila tekanan atmosfir masuk ke ruang A, maka piston bergerak ke kiri

menekan pegas karena adanya perbedaan tekanan, menyebabkan batang piston

menekan piston master silinder.

32
Gambar 2.36. Prinsip Kerja Vakum
Sumber ([Link]

2. Konstruksi

a. Bagian dalam boster dihubungkan dengan pompa vakum (diesel) atau

intake manifold (bensin) melalui chek valve

b. Chek valve berfungsi sebagai katup satu arah yang hanya memungkinkan

udara mengalir dari boster ke mesin

c. Ruang boster terbagi menjadi dua bagian oleh diagpram yaitu constant

presssure chambr dan variable perassure chamber

d. Pada control valve mechanism terdapat air valve dan vakum valve

e. Valve operating rod dihubungkan ke pedal rem

Gamabr 2.37. Kontruksi

33
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
3. Cara Kerja

a. Ketika Pedal Rem Belum Ditekan

Air valve tertarik ke kanan oleh air valve retun spring bertemu dengan

control valve sehingga tertutup, dan udara luar tidak bias masuk ke variable

pressure chamber. Vakum valve terbuka menyebabkan terjadinya kevakuman

pada constant dan variable pressure chamber. Piston terdiri ke kanan dan

pegas diapragma.

Gambar [Link] Rem Belum Ditekan


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

b. Ketika Pedal Rem Ditekan

Valve operating rod mendorong air valve dan control valve,

menyebabksn vacuum valve tertutup dan air valve terbuka hal ini

menyebabkan udara luar masuk ke variable pressure chamber. Perbedaan

tekanan antara valve dan constant pressure chamber menyebabkan piston

bergerak ke kiri.

34
Gambar 2.39. Pedal Rem Ditekan
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

2.3 Katup Penyembang

Kendaraan yang mesinya terletak di depan bagian depanya lebih berat

dibandingkan dengan bagian belakangnya. Bila kendaraan diem, akan menyebabkan

beban ban ban belakang berkurang. Bila daya cengkram pengeremanya berlaku sam

pada ke empat rodanya, maka roda belakang yang memiliki beban lebih kecil

cenderung akan mengunci lebih dulu sehingga menyebabkan ngepost (skid)

Dengan alasan tersebut, diperlukan proportioning valve yang berfungsi untuk

mengurangi tekanan hidraulis untuk wheel cylinder roda belakang, sehingga

mencegah terjadinya ngepost. Proportioning valve ditempatkan pada brake pipa

belakang

35
Gambar 2.40. Katup Penyambung
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

1. Jenis-Jenis Proportioning Valve

36
Gambar 2.41. Jenis-Jenis Proportioning Valve
Sumber ([Link]

2. Prinsip Kerja

a. Tekanan master cylinder tidak ada

Piston terdorong ke kananoleh pegas, katup C terbuka

Gamabr [Link] Master Cylinder


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

b. Tekanan Master Cylinder Rendah

Tekanan hidraulis dari master silinder diteruskan dari ruang A ke ruang

B melalui katup C tekanan diruang A dan B menjadi sama.

Tetapi luas permukaan piston diruang B lebih besar dari pada ruang A,

menyebabkan piston bergerak ke kiri. Gerakan ini berawal dengan pegas yang

,mendorong piston dan menyetop gerakan piston bila mencapai titik dimana

daya pegas seimbang dengan tekan hidraulis.

37
Gambar 2.43. Tekanan Master Cylinder Rendah
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

c. Tekanan Master Cylinder Tinggi

Piston makin bergerak ke kiri sampai katup C menutup, pada saat ini

terjadi split point (titik a pada grafik) bila tekanan hidraulis didalam ruang A

dinaikin lagi, piston bergerak ke kanan dan membuka katup C. terkena diruang

B bertambah piston bergerak ke kiri karena perbedaan luas penampung dan

menutup katup C. proses ini terjadi secara berulang untuk mengatur tekanan

yang bekerja di wheel cylinder belakang.

Gambar 2.44. Tekanan Master Cylinder Tinggi


Sumber ([Link]

a. Tekanan Master Cylinder Rendah

Piston terdiri ke kanan oleh pegas. Minyak rem mengalir dari master

cylinder melalui celah antara cylinder cup dan piston ke wheel cylinder

belakang

38
Gamabr 2.45. Tekanan Master Cylinder Rendah Dan Tinggi

Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

b. Tekanan Master Cylinder Tinggi

Tekanan minyak mendorong piston ke kiri melawan tegangan pegas,

menyebabkan piston menutup cylinder cup. Piston terus bergerak ke kiri

menyebabkan volume di sebagai volume disebelah kanan cylinder cup

bertambah dan tekanan wheel cylinder belakang berkurang.

3. Cara Kerja Blend Proportioning Valve

Gamabr 2. 46. Blend Proportioning Valve


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

39
a. Tekanan Master Cylinder Rendah

Cara kerja saat master cylinder rendah pada blend proportioningvalve

sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder rendah padah pada

proportioning valve

Gamabr 2.47. Skema Rangkaian ABS


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)
b. Tekanan Master Cylinder Sedang

Cara kerja saat tekanan master cylinder sedang pada blend

proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder

tinggi pada proportioning valve.

c. Tekanan Master Cylinder Tinggi

Saat tekanan master cylinder tinggi, by pas valve (II) bekerja, dimana

tekanan minyak rem mendorong piston (1) melawan tegangan pegas, seal

tidak menutupi saluran (4), sehingga tekanan hidraulis dari master cylinder

sama dengan wheel cylinder. Pada bland proportioning valve terdapat dua spil

point.

40
Gambar 2.48. Tekanan Master Cylinder Tinggi
Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

2.3.1. Sistem Rem Anti Lock (Anti Lock Brake System)

Rem anti lock ini berfungsi untuk mengerem kendaraan dengan cara tidak

langsung mengunci (rem-tidak-rem-tidak-dan seterusnya)

1. Komponen-Komponen Dan Fungsi

Gambar 2.49 Komponen-Komponen


Sumber (Modul Basic Service Training Astra.1-07-2021.08.00)

a. Sped sensor depan: mendeteksi kecepatan roda pada masing-masing roda

depan.

41
b. Sped sensor belakang: mendeteksi kecepatan roda pada masing-masing

roda depa.

c. Switch lampu rem: mendeteksi tanda pengereman dan mengirimkan signal

ke ABS computer

d. Anti lock warning light: lampu menyala sebagai peringatan bahwa pada

ABS ada yang tidak berfungsi

e. ABS actuator: mengontrol tekanan minyak rem pada masing-masing wheel

cylinder dengan signal dari ABS computer

f. ABS computr: dengan signal-signal dari masing-masing sped sensor

computer menghotung jumlah akselerasi dan diselerasi, dan mengirim

signal ke ABS actuator.

42
BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1. Sejarah Peruspjahaan

Perusahaan ini didirikan pertama kali pada tahun 1967 sebagai


perusahaan importir dan penjualan mobil bekas. Pada tahun 1974 resmi ditunjuk
oleh Toyota Astra Motor menjadi dealer Toyota untuk wilayah Jakarta dan
sekitarnya.
Penggunaan nama perusahaan PT. Tunas Ridean dimulai sejak tahun
1980 sekaligus menjadi perusahaan induk yang menungi Tunas Grup. Puluhan
tahun berkecimpung di dunia otomotif khususnya penjualan mobil dan
pelayanan purna jual mobil membuat Tunas Toyota menyabet berbagai
penghargaan diantaranya adalah Dealer terbaik di bidang kepuasan pelanggan
tingkat nasional pada tahun 2004. Pada tahun 2005 hingga 2014 mendapat
penghargaan yang sama untuk kategori Penjualan dan Purna Jual dari Toyota.
PT. Tunas Ridean Cimone Cabang Tangerang mulai beroperasi pada
tahun 1980 beralamat di Jalan Raya Merdeka nomor 80, Cimone, Tangerang.

Gambar 3.1 PT. Tunas Ridean Cimone Tangerang


Sumber (Rizal foto)

43
3.2. Visi dan Misi Perusahaan
1. Visi
”Menjadi grup diler otomotif terkemuka di Indonesia melalui
pelayanan terbaik bagi pelanggan ”.
2. Misi
1. Memberi pelanggan pengalaman terbaik dalam pembelian dan
kepemilikan kendaraan.
2. Tumbuh berkelanjutan dan menguntungkan bagi para pemegang saham
melalui operasiaonal yang efisien.
3. Membangun budaya perusahaan yang dapat meningkatkan kreativitas
individu dan kerjasama tim.
4. Jalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan paara mitra bisnis.
5. Senantiasa membuat perbedaan yang positif kepada komonitas dimanapun
berada.

3.3. Struktur Organisasi Perusahaan


Berikut adalah struktur organisasi PT. Tunas Ridean Tbk cabang
Tangerang.

44
Struktur Organisasi After Sales Tunas Toyota
Tangerang

KEPALA CABANG KEPALA GUDANG

Antonius Haronny Turino

CRC
KEPALA BENGKEL ADH TOOL KEEPER
Faty Alvina
Sumanto

SERVICE ADVISOR PART GROUP 1 GROUP 2 GROUP 3 GROUP 4 GUDANG & MATERIAL
ADMINISTRASI

SERVICE ADVISOR KEPALA PART FOREMAN 1 FOREMAN 2 FOREMAN 3 FOREMAN 4


ADM WORKSHOP
Zulkarnaen Mezac Marthin R. Sugiono Sigit Eko C. M. Ali Muhyi Angga Kurniawan

SERVICE ADVISOR MEKANIK MEKANIK MEKANIK MEKANIK


PARTMAN
Aprianto Sigit Naryoko
Hilman Johansyah
SERVICE ADVISOR MEKANIK MEKANIK MEKANIK MEKANIK
ADM BILLING
Saiful Ikhwan Thobi Umaryadi Syahril Arifiansyah WASHING
Dwi Supriyanto Fredy Panji S.
WASHING 1
SERVICE ADVISOR CONTROL ROOM MEKANIK MEKANIK MEKANIK MEKANIK BILLING

Sigit Kurniawan Eka Ramadani Fahrul Candra W. Juni Zainur H. Akhmad Budiono Didik S Vina Harfina
PTM
SERVICE ADVISOR MEKANIK WASHING 2
MEKANIK MEKANIK
Tarmedi KASIR & COLLECTOR
Muhayat Firdaus Yohanes Syaiful Maulana Abdul Aris
Fernando Sanyuan Aldi Nur Hidayat
SERVICE ADVISOR TECHNICAL WASHING 3 KASIR

Didi Rosadi Hendrik Fika Hanifah M


TECHNICAL LEADER

Muhidien DJ KASIR
Sanggario Pratama
CLEANING SERVICE
Riandilla Rifmaya
CLEANING SERVICE
COLLECTOR

MRA & BOOKING Suhendi


CLEANING SERVICE

BOOKING
Nur Hamdani
Dinna Syafitri

Gambar 3.2 Struktur Organisasi Perusahaan


(Sumber : Arsip PT. Tunas Ridean TBK Cabang Tangerang)

45
46
3.4. Uraian Tugas

Tugas dan tanggung jawab tiap bagian struktur organisasi Tunas


Ridean Tangerang adalah sebagai berikut :

1. Branch Manager
a. Mengawasi dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan kantor cabang
yang dipimpinnya sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
b. Membuat analisa mengenai perkembangan perusahaan baik dilihat
dari sisi keuangan maupun pelaksanaan operasional perusahaan
untuk menilai efisiensi dan efektivitas kerja.
c. Menerima laporan dari setiap kepala department tentang hasil yang
dicapai oleh masing-masing department tersebut. Laporan ini kelak
akan menjadi laporan ke kantor pusat.
d. Mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab kepada masing-
masing kepala department sesuai dengan bidangnya.
e. Menandatangani surat-surat penting yang berhubungan dengan
kantor cabang.

2. Head Workshop
a. Pengelolaan Workshop, membuat perencanaan dan memastikan
pencapaian revenue workshop, unit masuk dan car return sesuai
standart yang ditetapkan.
b. Customer Satisfaction, menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan
bengkel dan performance jajaran bengkel.
c. Parts Inventory, mengontrol stock (parts) sesuai dengan target service
rate.

3. Administration Department Head


a. Menyusun dan menetapkan anggaran dalam rangka menilai efisiensi
dan efektivitas Tunas Ridean Tangerang dan memberikan saran-

46
saran atau perbaikan jika memungkinkan.
b. Menandatangani atau memberikan paraf sebagai tanda persetujuan
atas penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing department
c. Memberikan perintah penyaluran dinas serta kerja lembur kepada
karyawan administrasi.
d. Menghadiri rapat-rapat intern bersama pimpinan lainnya baik
didalam maupun diluar perusahaan.
e. Memusyawarahkan dan mengawasi agar administrasi dapat
dilakukan dengan benar, agar laporan dapat selesai tepat pada
waktunya.
f. Mengkoordinasikan, memusyawarahkan dan mengawasiserta
memastikan bahwa pelaksanaan semua kegiatan keuangan
administrasi umum dilakukan sesuai dengan kebijakan perusahaan.
4. Service Advisor
a. Menyediakan bantuan yang efisien dan bermanfaat bagi pelanggan.
b. Menjaga dan mengembangkan hubungan dengn pelanggan tetap.
c. Membuat dan menjadwalkan janji dengan pelanggan sesuai
kemampuan worskshop. Menerima kendaraan pelanggan untuk servis.

5. Mechanic
a. Mengerjakan perbaikan/perawatan kendaraan sesuai printah yang
ada di PKB, dan sesuai dengan standart pengerjaan serta standar K3
yang berlaku.
b. Mencatat pekerjaan yang dilakukan di kolom PKB dan mencatat
waktu kerja (waktu mulai & waktu penyelesaian pekerjaan) pada
kertas kerja atau cek sheet yang berlaku untuk menentukan flate rate.
c. Menginformasikan kerusakan yang ditemukan diluar PKB kepada
kepala regu untuk ditindaklanjuti.
d. Memeriksa ulang hasil kerjanya dan menyerahkan PKB yang telah
di isi kepada Kepala Regu untuk diperiksa.
e. Memelihara (menjaga kebersihan dan kelengkapa) peralatan kerja,
menjaga kerapihan dan kebersihan tempat kerjanya.

47
6. Special Tools Staff
Menjaga semua SST dalam keadaan bersih, terawat dan disimpan secara
benar pada papan SST.
7. Cashier
a. Mengumpulkan penjulan Workshop secara harian.
b. Melakukan pembayaran transaksi berdasarkan kebijakan Dealer dan
keinginan pelanggan seperti tunai, kredit, debit, cek.

48
BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1. Bagaimana Cara Mengetahui Terjadinya Kerusakan Pada System Rem

Rem merupakan komponen penting pada kendaraan. Karena itu kerja rem

harus maksimal untuk memperlambat dan dan menghentikan kendaraan. System

rem mobil sudah berkembang jauh untuk meningkatkan keselamatan pengemudi

dan menumpang. Namun system pengereman juga berpotensi mengalami

kerusakan. Jika tak diatasi atau terdeteksi sejak dini, dikhwatirkan rem benar-

benar tak berfungsi alias blong.

Pertama mendeteksinya melalui durasi saat saat menginjak pedal rem.

Tampa jumlah cairan yang tepat tekanan hidrolis pengereman untuk setiap roda

akan berkurang. System pengereman juka akan menghilang efektivitasnya. Selain

itu system pengereman bermasalah jiga bisa diketahui bila ada bunyi seperti

gesekan besi dan besi ketika mengerem. Hal tersebut bisa jadi kampas rem sudah

menipis bahkan habis.

Dari data yang diperoleh, hal yang menjadi penyebab utamam pedal rem

terasa bergetar saat diinjak pada Toyota avavnza adalah terjadinya kerusakan pada

piringan cakram.

1. Kerusakan Pada Cara Lain Antara Berikut:

49
a. Piringan Cakram Bergelombang

Terjadi gelombang yang merata pada permukaaan piring cakram

seperti pada gambar dibawah.

Gambar 4.1. Piringan Rem Tidak Rata


Sumber (Toyota Tangerang 08-07-2021.08.30)

b. Piringan Cakram Tidak Rata

Keolengan [ada cakram sangat sangat sulit jika dilihat langsung

menggunakan mata, maka dari itu melakukan pengecekan

menggunakan dial gauge untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi,

dapat dilihat pada gambar dibawah

Gambar 4.2. Menggunakan Keolekan cakram


Sumber ([Link]

50
c. Cakram Retak

Terdapat retakan pada sekitar permukaan piringan cakram, hal ini

dapat terjadi akibat pengereman mendadak yang dilakukan pleh

pengemudi pada kecepatan yang tinggi akibat pengereman yang

mendadak yang dilakukan oleh pengemudi pada yang tinggi atau

karena piringan cakaram sudah habis.

4.1.1. Factor Penyebab Permukaan Piringan Cakram Dapat Rusak

Diakibatkan Oleh Beberapa Aspek Antara Lain:

1. Caliper Macet

Caliper macet akan menekan piringan secara terus menerus walaupun

pedal rem sudah dibebaskan atau tidak diinjak, ,aka cakram akan sangat panas,

panas tersebut yang membuat cakram memuai fdan menjadi gelombang

2. Pin Kit Macet

Pin kit merupakan as caliper yang bergerak fleksibel atau bebas untuk

mengatur pergerakan blok caliper, bila pin kit macet maka hanya satu sis

piringan yang tersentuh pada saat pedal rem ditekan, hal ini yang

menyebabkan cakram menjadi miring dan makan sebelah.

51
Gambar 4.3. Kampas Habis Miring
Sumber (Tunas Toyota Tangerang, 20-05-2021.10.00)

3. Kampas rem

Pemilihan kampas rem sangatlah penting, kampas rem yang memiliki

bahan yang sangat keras pada saat pengereman cakram akan kalah dan

tergores.

Gambar 4.4. Perbandingan Kampas


Sumber ([Link]

52
4. Kehabisan Pad Rem

Yang dimaksud over time adalah indicator penanda kampas habis telah

berbunyi namun tidak dilakukan pergantian, setelah material pergantian

kampas habis maka besiakan bergesekan dengan piringan cakram, ini

mengakibatkan cakram tergores secara cepat.

5. Pengereman Mendadak

Pada saat kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi dan melakukan

pengereman yang mendadak secara terus menerus hal ini dapat mengakibatkan

kerusakan pada piringan dan muncul retakan pada permukaan piringan

cakram.

6. Pelepasan Panas Kurang Baik

Pemilihan desain pada sebuah part sangatlah penting dan mempunyai

banyak pertimbangan salah satunya desain pada piringan cakram Toyota

avanza, pada tipe lama piringan cakram tidak memiliki lubang pendingin

sehingga menyebabkan kurang baiknya pendinginan saat dilakukan

pengereman secara terus menerus terutama dijalan yang menurun diarea

pegunungan ini menyebabkan panas yang berlebih dan dan membuat material

memuai dan menjadi tidak rata pada permukaan piringan cakram.

53
Gamabr 4.5. Piringan Cakram Avanza
Sumber ([Link]

Setelah belajar dari kesalahan sebelumnya pihak Toyota mengeluarkan

produk baru avanza veloz dengan menggunakan piringan cakram yang berlubang

agar pendinginan diarea cakram menjadi lebih baik dan resiko terjadi permuaian

lebih kecil.

Gambar 4.6. Piringan Cakram Avanza Veloz


Sumber ([Link]

54
4.2. Bagaimana Proses Pembongkaran Pada System Rem

Berikut ini adalah langkah-langkah proses pembongkaran pada system rem

4.2.1. Pelepasan/Pembongkaran

a. Persiapan alat

b. Pasang mobil pada hidrolik lift

Gamabar 4.7. Pemasangan Hidrolik Lift


Sumber ([Link]
goto=urundetay&cat=13&item=78.14-08-2021.17.05)

c. Kendorkan baut roda (menggunakan air impack)

55
Gambar 4.8. Kendorkan Baut Roda
Sumber ([Link]
dan-cara-menggunakan-air-impact-wrench-tipbhgdbnch 14-08-
2021.17.08)

4.2.2. Pembongkaran

a. Rem Cakram (Depan)

 Lepas dua baut pin kit

Gambar 4.9. Pelepasan Baut Pin Kit


Sumber (Tunas Toyota Tangerang 21-05-2021.14.00)

56
 Lepas caliper brake pad kit

 Lepas dua buah brake pad

 Bersihkan brake pad

b. Rem Tromol (Belakang)

 Cek saluran/selang minyak rem

 Bebaskan hand brake

 Gunakan baut 12 untuk membuka tromol

Gamabr 4.10. Pelepasan Tromol


Sumber ([Link] 14-08-2021.17.20)

 Bersihkan tromol dan kampas

 Semprot komponen dan air gan

57
4.2.3. Pemeriksaan

1. Pemeriksaan Kerja Boster

Tekan pedal rem saat mesin mati kemudian hidupkan mesin lalu

bandingkan perbedaanya, jika pedal terasa lebih ringan saat ditekan maka

boster dalam kondisi baik periksa kebocoran udara/ bodi booster (tidak ada

suara mendesis saat masih dihidupkan), ilustrasi dapat dipilih pad agambar

dibawah

Gamabar 4.11. Pemeriksaan Kerja Boster


Sumber ([Link] 14-08-2021.17.20)

2. Pemeriksaan Kebocoran Master Silinder Dan Kerja Master Silinder

Dan Kinerja Master Silinder.

3. Pemeriksa Kualitas Dan Level Minyak Rem Pada Tampungan.

4. Rem Depan (Cakram)

a. Pemeriksaan master silinder pada piston dari kebocoran.

58
b. Pemeriksaan ketebalan pad rem cakram jika melewati batas

standar harus diganti standar ketebalan maksimum: 10,0 mm

ketebalan minimum : 1,0 mm hasul pengukuran 5 mm

c. Periksa kondisi pin kit. Beri pelumas

d. Pemeriksaan ketebalan cakram standar ketebalan 20,0 mm standar

minimum 19,0 mm

e. Memeriksa keolengan piring cakram menggunakan dial indicator,

keolengan maksimum 0,15 mm hasil pengukuran 0,30

5. Rem Belakang (Tromol)

a. Periksa kebocoran weel silinder secara visua

b. Periksa kondisi baut roda

c. Bersihkan dengan penyemprot air gun

6. Pemeriksaan Pada Tromo

a. Pemeriksaan fisua

b. Pengukuran diameter dalam tromol, diameter standar 228,6 mm

diameter mksimum 230,6 mm hasil pengukuran 203,28

4.2.4. Pemasangan

1. Rem Depan

a. Pasang kampas rem lumasi pada bagian sliding

59
Gambar 4.12. Pelumas Sliding
Sumber (Tunas Toyota Tangerang 21-05-2021.14.00)

b. Pasang pin kit atas dan bawah

c. Pasang caliper rem dengan mengencangkan baut 12 mm

d. Pasang roda

2. Rem Belakang

a. Pasang romol

b. Lakukan penyetel pada tromol

c. Pasang roda

3. Pemeriksaan Pedal Rem

a. Pengukuran tinggi pedal rem dari lantai standar 154,7-164,7 mm

60
Gamabar 4.13. Tinggi Pedal Rem
Sumber ([Link] 14-08-2021.17.20)

jika memenuhi spesifikasi dapat dilakukan penyetelan pada nomor 3

b. Freeplay (jarak bebas) pedal

c. Injak pedal sampai mulai ada tahan, ukur jarak seperti yang

ditunjukan, pada freeplay: 3-6 mm, periksa lampu rem harus sudah

menyalah sebelum rem bekerja.

Gambar 4.14. Tinggi Pedal Rem


Sumber ([Link] 14-08-2021.17.20)

61
4.3. Bagaiman Mengatasi Terjadinya Getaran Pada Pedal Rem

1. Permukaan Disc Brake Bergelombang

Ada dua cara untuk mengatasi masalah terjadinya getaran pada pedal rem

a. Meratakan permukaan cakram dengan proses bubut

Cara pertama yang dilakukan adalah dengan membubut cakram agar

permukaanya kembali rata dan halus. Namun sebelum membubut

dilakukan, kita harus mengukur ulang ketebalan cakram yang diinjak

pada cakram tersebut. Jika melebihi batas limit maka bubut bukan cara

yang tepat untuk dilakukan.

Gamabr 4.15. Pembubutan Piring Cakram


Sumber (Tunas Toyota Tangerang 21-05-2021.14.00)

b. Mengganti dengan piringan cakram yang baru

Cara terbiak untuk mengatasi mobil bergetar saat direm Karena

permukaan cakram bergelombang adalah dengan menggantinya dengan

62
cakram yang baru. Hal ini lebih direkomendasikan dan lebih aman

tentunya.

Gamabar 4.16. Piringan Cakram Baru


Sumber : (Tunas Toyota Tangerang 21-05-2021.14.00)

2. Kampas Rem Habis

Untuk mengatasi pedal rem bergetar akibat kampas rem habis, maka

mengganti kampas rem dan melakukan pemeriksaan pada cakram adalah hal

yang wajib dilakukan. Jika cakram tidak parah maka bubut masih bisa

menjadi solusi, jika para maka cakram juga perlu diganti.

63
Gambar 4.17. Kampas Rem
Sumber (Tunas Toyota Tangerang 21-05-2021.14.00)

3. Pin Kaliper Rem Seret Dan Macet

Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan pembongkaran

pembersihan serta pelumasan pada bagian pin caliper rem ini, pin caliper

rem ini perlu dibersihkan dan dilumasi kembali agar lancer saat bergerak

jika diperlukan, lakukan penggantian pada karet penutup pin caliper untuk

mencagah debu dan kotoran masuk sehingga membuat pin macet.

Gambar 4.18. Pin Kaliper


Sumber ([Link] 14-08-2021.17.20)

64
4.4. Cara Pencegahan Getaran Pada Pedal Rem
Mengingat pentingnya komponen ini, rem memang butuh perawatan rutin

agar performa selalu terjaga. Berikut, beberapa tips mencegah getaran pada pedal

rem.

1. Cek Kampas Rem

Pengecekan berkala bisa dimulai dari memeriksa apakah kondisi kampas

rem masih bisa digunakan atau sudah saatnya diganti. Jangan tunda untuk

mengganti kampas rem jika direkomendasikan untuk diganti. Terlihat masih

tebal, namun jika sudah tidak layak, kampas rem akan kesulitan menggigit

piringan cakram atau tromol, apalagi ketika terlalu panas.

Sekaligus minta teknisi untuk memeriksa kondisi piringan cakram atau

tromol rem. Karena sesuatu dan lain hal, bisa bisa saja bagian ini rusak seperti

permukaan cakram bergelombang sehingga pedal rem mengalami getaran.

2. Periksa Piston Pada System Rem

Fungsi piston pada rem mobil adalah untuk menggerakan caliper penjepit

kampas rem ke piringan rem. Jika terjadi kemacetan pada piston, maka caliper

tidak dapat digerakan. Hal ini berbahaya karena rem dapat mengunci seketika.

Kemacetan pada piston dapat diakibatkan oleh karet sekitar piston rem atau

kerusakan dibagian karet-karet piston.

[Link] Berkala

Langkah paling mudah dan efektif untuk mencegah pedal rem bergetar,

adalah dengan melakukan serfvis berkal. Karena teknisi akan mengecek

kondisi system rem keseluruhan.

65
BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Penyebab pedal rem terasa bergetar saat diinjak atau saat melakukan

pengereman, sehingga berpotensi membahayakan pengemudi dan penumpang

pada saat menggunakan kendaraan dikarenakan piringan cakram tidak rata atau

bergelombang,ada beberapa aspek penyebab piringan tidak rata yautu pinkit yang

macet, piston rem macet, pemilihan kampas yang terlalu keras, pernah kehabisan

kampas rem.

5.2. Saran

Untuk jangka pendek lakukan perawatan servis rem secara berkala,

perbaikan piringan cakram dengan dengan cara melakukan pembubutan agar

permukaan piringan dapat rata kembali.

Untuk jangka panjang perubahan konstruksi pada piringan cakram, pada

mobil Toyota avanza piringan cakram tidak tidak memiliki sirip atau lubang untuk

pendinginan lebih cepat, maka perlu digantikaqn dengan menggunakan cakram

piringan yang berlubang agar saat melepaskan kalor lebih cepat dan tidak terjadi

permuaian pada piringan cakram.

66
DAFTAR PUSTAKA

1. [Link].
[Link]://[Link]/2017/02/komponen-rem-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
2. [Link].
[Link]://[Link]/2017/12/komponen-rem-tromol-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
3. [Link].
[Link]://[Link]/2018/01/[Link]
akses pada tanggal 20 September 2021
4. [Link].
[Link]://[Link]/2018/02/[Link]
akses pada tanggal 20 September 2021
5. WebsiteBisaotomotif.2017.
[Link]
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
6. [Link]://[Link]/2017/12/
[Link] akses pada tanggal 20
September 2021
7. Website Teknik otomotif.
[Link]://[Link]/2018/03/jenis-jenis-minyak-rem-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
8. WebsiteTeknikotomotif.
[Link]://[Link]/2018/04/pemeriksaan-rem-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021
9. [Link]://[Link]/[Link]
akses pada tanggal 20 September 2021
10. [Link]://[Link]/article/how-long-does-a-brake-
[Link] akses pada tanggal 20 September 2021

67
11. [Link] akses pada tanggal 20 September
2021
12. Modul Basic Service Training Astra
13. Anonym. 2010. [Link]
getaran-pada-pedal-rem-saat-digunakan/.Diakses pada tanggal 20
September 2021

68
LEMBAR BIMBINGAN KERJA PRAKTEK (KP)
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

Nama Mahasiswa : Abdul Rizal

NIM : 18-21-201-107

Program Studi : Teknik Mesin

Judul KP : Analisa Getaran Pada Pedal Rem Mobil Toyota


Avanza 1.3 G 2012

No Tanggal Komentar/Saran/Perbaikan Paraf


Bimbingan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Tangerang, 9 September 2021


Pembimbing

Parta ST,.MT

69
NIDN: 0415058007

70

Anda mungkin juga menyukai