0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan7 halaman

TACE: Prosedur dan Efek Sampingnya

TACE merupakan prosedur untuk mengobati karsinoma hepatoseluler dengan menginjeksikan obat kemoterapi dan bahan embolisasi ke arteri hati yang memberi pasokan darah ke tumor menggunakan kateter. Prosedur ini melibatkan persiapan pasien dan peralatan khusus, dilakukan melalui akses vaskular, dan dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri, demam, atau gagal hati.

Diunggah oleh

maulana rian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan7 halaman

TACE: Prosedur dan Efek Sampingnya

TACE merupakan prosedur untuk mengobati karsinoma hepatoseluler dengan menginjeksikan obat kemoterapi dan bahan embolisasi ke arteri hati yang memberi pasokan darah ke tumor menggunakan kateter. Prosedur ini melibatkan persiapan pasien dan peralatan khusus, dilakukan melalui akses vaskular, dan dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri, demam, atau gagal hati.

Diunggah oleh

maulana rian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TRANSCATHETER ARTERIAL CHEMOEMBOLIZATION ( TACE )

PADA KARSINOMA HEPATOSELULER


Martin Setiawibowo

I. LATAR BELAKANG

Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia. Menurut Pusat
Data & Informasi Kementerian Kesehatan RI ( INFODATIN) tahun 2014 melalui Riset Kesehatan Dasar
dengan studi dan uji saring darah PMI di seluruh Indonesia, 10% telah terinfeksi Hepatitis B dan C.
Maka diperkirakan, 28 juta penduduk Indonesia terinfeksi Hepatitis B dan C , 50% ( 14 juta ) berpotensi kronis
dan 10% darinya atau 1,4 juta berpotensi menjadi Kanker Hati.
Kasus Kanker Hati di Indonesia menurut data GLOBOCAN ( Global Burden of Cancer ) tahun 2018 , kasus
baru 12,4 per 100 ribu penduduk dengan Angka Kematian 7,6 per 100 ribu penduduk.
Di negara berkembang , 30-40% dapat didiagnosis pada stadium awal dan 70% pada stadium lanjut.

II. PENGERTIAN

1. Anatomi dan Vaskuler Hepar


Hepar adalah organ vital yang memiliki fungsi penting dalam sistem pencernaan dan metabolisme,
penyimpanan nutrisi tubuh, serta kekebalan tubuh. Berat 2-3% dari rata-rata berat tubuh. Berlokasi di kuadran
kanan atas, dibawah hemidiafragma kanan, yang dilindungi oleh costae dan mempertahankan posisinya di
dalam peritoneal dengan perlekatan ligamentum.

Gambaran hepar aspek anterior dan posterior yang terbagi atas lobus kanan dan kiri (Abdel-Misih and
Bloomston, 2010
Vaskuler Hepar Arteri Hepatika

Vena Porta Vena Hepatika

2. Karsinoma Hepatoseluler
Karsinoma Hepatoselular adalah jenis kanker hati primer yang paling sering terjadi dengan gejala sering tidak
muncul pada tahap awal, penurunan berat badan, nyeri perut bagian atas atau menguningnya kulit tubuh.
Kanker ini menumbuhkan vaskularisasi yang banyak dengan hanya mendapatkan suplai makanan terbanyak
dari arteri hepatika.
Hepar justru mendapatkan suplai makanan terbanyak dari Vena Porta (75%) dan dari arteri Hepatika hanya
sekitar 25% saja.
Faktor resiko terjadinya Karsinoma Hepatoseluler
• Infeksi kronik Virus Hepatitis B (HBV) dan C (HCV)
• Alkoholik dan Non alkoholik steatohepatitis
• Obesitas dan Diabetes
• Paparan aflaktoxin dan hemokromatosis
3. Indikasi dan Kontra Indikasi TACE
Transcatheter arterial chemoembolisation (TACE) adalah prosedur yang dilakukan oleh interventional
radiologist di mana obat kemoterapi dan bahan embolisasi diinjeksikan langsung ke kanker hati primer
maupun sekunder melalui kateter yang ditempatkan di arteri hepatika.
TACE biasanya diindikasikan karena adanya hepato cellular carcinoma yang tidak dapat direseksi atau
operasi pengangkatan tumor. Saat pilihan terapi untuk hepatocellular carsinoma tidak dijumpai, misalnya
karena carcinoma sudah dalam tahap lanjut atau multifokal, TACE menjadi pilihan terapi.

Indikasi TACE :
 Hepatocellular Carcinoma (HCC)
 Selective metastatic disease, paling sering adalah colorectal carcinoma
 Cholangiocarcinoma
 Sebagai terapi paliatif pada pasien dengan HCC yang tak dapat direseksi
 Terkadang juga dilakukan sebelum radiofrequency tumor ablation

Kontraindikasi TACE :
 Absolut kontraindikasi
o Infiltrasi tumor liver yang ekstensive atau meluas
o Encephalopathy
o Extra hepatic metastases yang luas
 Relatif kontraindikasi
o Portal vein trombosis
o Liver atau renal failure
o Coagulopathy yang tidak dapat dikoreksi
o Adanya shunting arterivenous yang signifikan pada tumor

III. PERSIAPAN PEMERIKSAAN

1. Persiapan Penunjang Pemeriksaan

 Pemeriksaan Fisik yaitu meliputi kondisi umum pasien termasuk di dalamnya hasil laboratorium
 Riwayat Medis
 Hasil pemeriksaan MSCT Abdomen dan atau MRI Abdomen

2. Persiapan Pasien

 Puasa 6 jam sebelum pemeriksaan


 Cukur daerah penusukan ( Inguinal kanan / kiri )
 Terpasang infus
 Ukur tanda vital : tekanan darah, heart rate, EKG
 Pemeriksaan laborat : Hb, Lekosit, Trombosit, Ureum, Creatinin, PPT, APTT, HbsAg, SGOT, SGPT
 Inform Consent
 Riwayat Alergi

3. Persiapan Pesawat Angiografi

Pesawat yang telah terlengkapi dengan Hemodinamik serta program DSA Abdomen dan overlay atau
roadmap.

4. Persiapan Alat dan Obat

 Doxorubicin 50 mg : obat kemoterapi 5 ml yang telah di-handling di bagian Farmasi


 Kateter Terumo 5 Fr : Cobra dan Simmons
 Bahan Embolan : Lipiodol 48% 10ml dan Gel foam
 Mikro kateter, Progreat 2,7 Fr
 1 set Linen steril dan 1 set instrumen steril
 Media KOntras
 Spuit: 3cc, 5cc, 10cc, 20cc
 Kassa steril secukupnya
 Needle puncture: 18G
 Sheath unit: 5F/ 6F
 Wire panjang: 0.035 mm
 Handscoone
 Pisau Bisturi no 11
 2 underpad steril
 2 kantung limbah : infeksius dan sitostatika
IV. PROSEDUR PEMERIKSAAN

1. Prosedur Tindakan
 TACE dilakukan melalui rute trans femoral
 Dimulai dengan explorasi superior mesenteric artery dan celliac axis
 Kanulasi ke hepatic artery yang memberi supplai ke tumor dengan menggunakan kateter 5 Fr (
cobra / simmons ) dan J guide wire terumo 0.035 inch
 Kateter ditempatkan sedekat mungkin ke tumor dengan menggunakan microcatheter 2,7 Fr
 Siapkan emulsi obat kemoterapi yang terdiri dari 5 ml Doxorubicin 50 mg dan 10 ml Lipiodol
 Emulsi obat kemoterapi ini kemudian diinjeksikan melalui feeding hepatic artery yang telah terkanulasi
 Jumlah emulsi yang harus disuntikkan, diputuskan saat prosedur. Bila terlihat lesi sudah tertutup
sempurna oleh emulsi obat atau terlihat tanda-tanda refluks, injeksi emulsi dihentikan
 Mengikuti injeksi emulsi, feeding artery diembolisasi menggunakan sponge pledgets / gel foam
 Saat injeksi baik obat kemo maupun bahan embolan selalu dipantau dengan fluoroskopi, jangan
sampai terjadi refluks
2. Prosedur Pasca Tindakan
 Pasien tirah baring dengan kaki lurus selama 6 jam terutama pada akses puncture
 Pemberian beban bantal pasir pada lokasi akses puncture selama 6 jam
 Awasi Tekanan Darah, Nadi dan tanda-tanda Hematom
 Pemberian obat anti mual dan antibiotik

V. EFEK SAMPING

1. Efek Segera

 Tidak nyaman di lokasi abdomen, demam ringan, mual dan atau lesu
 Bengkak ringan dan rasa tidak nyaman di lokasi insersi kateter

2. Efek Belakangan

 Hepatic insufficiency atau infark


 Abses
 Billiary necrosis
 Ruptur Tumor
 Cholecystitis

Anda mungkin juga menyukai