0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
119 tayangan13 halaman

Flora Normal Tubuh dalam Mikrobiologi

1. Dokumen tersebut membahas tentang flora normal tubuh manusia, yaitu populasi mikroorganisme yang menghuni permukaan dalam dan luar tubuh manusia sehat. 2. Beberapa bagian tubuh yang memiliki flora normal antara lain kulit, saluran pencernaan, mulut, dan saluran pernapasan. 3. Mengetahui flora normal tubuh penting untuk membantu mendiagnosis infeksi dan sumber penyebabnya.

Diunggah oleh

Annandra Rahman
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
119 tayangan13 halaman

Flora Normal Tubuh dalam Mikrobiologi

1. Dokumen tersebut membahas tentang flora normal tubuh manusia, yaitu populasi mikroorganisme yang menghuni permukaan dalam dan luar tubuh manusia sehat. 2. Beberapa bagian tubuh yang memiliki flora normal antara lain kulit, saluran pencernaan, mulut, dan saluran pernapasan. 3. Mengetahui flora normal tubuh penting untuk membantu mendiagnosis infeksi dan sumber penyebabnya.

Diunggah oleh

Annandra Rahman
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI KEDOKTERAN I FLORA NORMAL TUBUH

Oleh: Hendra Wana Nuramin I1A007073 Kelompok 3

Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru 2008

HALAMAN PENGESAHAN

Judul Hari/Tanggal Waktu Tempat

: : : :

Flora Normal Tubuh Sabtu, 22 Maret 2008 13.00-14.30 WITA Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Praktikan

Hendra Wana Nuramin NIM. I1A007073

Banjarbaru, 22 Maret 2008

Mengetahui,

Dosen Pembimbing

Asisten Kelompok

dr. Rahmiati, [Link] NIP. 132 303 423

Hanjoyo Limas NIM. I1A006075

FLORA NORMAL TUBUH Hendra Wana Nuramin1 Hanjoyo Limas2


1. Nama Mahasiswa Pengambil Mata Kuliah Mikrobiologi I 2. Nama Asisten Mata Kuliah Mikrobiologi I

Abstrak Flora normal tubuh adalah sekelompok populasi jasad renik yang mendiami permukaan dalam dan luar dari binatang dan manusia normal dan sehat. Ada beberapa bagian tubuh yang memiliki flora normal. Flora normal tubuh yang normal perlu diketahui karena hal ini dapat membantu menduga macam infeksi yang mungkin timbul setelah terjadinya kerusakan jaringan yang situs-situs yang khusus, pemberian petunjuk mengenai kemungkinan sumber dan pentingnya organisme yang teramati pada beberapa infeksi klinis, serta membuat kita menaruh perhatian lebih besar terhadap infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang merupakan mikrobiota normal atau asli pada inang manusia. Tujuan yang diharapkan dari praktikum ini adalah mengetahui berbagai jenis flora normal tubuh Kata kunci : Flora normal, mikroorganisme, infeksi PENDAHULUAN Latar Belakang Untuk dapat menentukan bahwa suatu mikroorganisme patogen atau mikroorganisme indigenous (penghuni flora normal) menjadi penyebab suatu penyakit atau gangguan kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : 1. Spesimen yang diperiksa untuk analisa mikrobiologik, berasal dari lesi yang dicurigai terlibat dalam proses infeksi, bukan dari area lain. 2. Pengambilan dan spesimen telah dipersiapkan secara benar (diambil secara aseptik). 3. Terdapat suatu informasi mengenai hospes alamiah, ataupun variasai mikroflora setempat (distribusi geografis). 4. Latar belakang sosio-ekonomik, diet, cuaca dan faktor lain yng dapat mempengaruhi hospes alamiah sehingga mempengaruhi mikrobia dalam tubuh hospes.

Laboratorium mikrobiologi dituntut bertanggung jawab mengidentifikasi mikroorganisme pada spesimen secara tepat dalam waktu secepat mungkin.

Namun sebaiknya selalu dijalin suatu komunikasi dengan klinisi mengenai mikroorganisme yang patut dicurigai sebagai patogen. Kecurigaan sebagai patogen didasarkan pada jumlah mikroorganisme pada lokasi infeksi, adanya organisme lain dan tempat masuk (portal of entry).

Tujuan Tujuan yang diharapkan dari praktikum ini adalah mengetahui berbagai jenis flora normal tubuh.

Tinjauan pustaka Istilah flora mikroba normal merujuk pada populasi sekelompok mikroorganisme yang mendiami kulit dan selaput mukosa hewan dan manusia yang normal serta sehat. Masih diragukan apakah ada flora virus normal pada manusia 1 Flora normal tubuh adalah sekelompok populasi jasad renik yang mendiami permukaan dalam dan luar dari binatang dan manusia normal dan sehat
1

Flora normal tubuh yang normal perlu diketahui karena alasan-alasan berikut : 1. hal ini dapat membantu menduga macam infeksi yang mungkin timbul setelah terjadinya kerusakan jaringan yang situs-situs yang khusus. 2. pemberian petunjuk mengenai kemungkinan sumber dan pentingnya organisme yang teramati pada beberapa infeksi klinis. 3. hal yang membuat kita menaruh perhatian lebih besar terhadap infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang merupakan mikrobiota normal atau asli pada inang manusia 2 Kulit dan selaput mukosa selalu mengandung berbagai mikroorganisme yang dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu 1

1. Flora yang menetap yang terdiri atas mikroorganisme yang jenisnya relatif tetap dan biasa ditemukan di daerah-daerah tertentu pada umur tertentu. Bila terganggu, mikroorganisme itu tumbuh kembali dengan segera. 2. Flora sementara yang terdiri atas mikroorganisme nonpatogen atau potensial patogen yang mendiami kulit atau selaput mukosa selama beberapa jam, hari atau minggu. Mikroorganisme ini berasal dari lingkungan sekitarnya, tidak menimbulkan penyakit dan tidak menetap secara permanen pada permukaan kulit. Anggota flora sementara umumnya kurang berarti apabila flora penghuni normal tetap utuh. Akan tetapi, bila flora yang menetap terganggu, mikroorganisme sementara dapat berkoloni, berproliferasi dan menimbulkan penyakit 1 Mikroorganisme yang secara tetap terdapat pada permukaan tubuh merupakan komensal. Mikroorganime dapt tumbuh subur pada daerah tertentu, bergantung pada faktor-faktor fisiologik, suhu, kelembaban, serta adanya zat-zat makanan dan zat-zat penghambat tertentu. Keberadaan mikroorganisme ini tidak penting untuk kehidupan sebab hewan bebas bakteri dapat dipelihara tanpa kehadiran flora mikroba normal. Flora yang menetap pada daerah-daerah tertentu memgang peranan dalam mempertahankan kesehatan dan fungsi normal. Anggota-anggota flora menetap dalam saluran pencernaan mensintesis vitamin K dan membantu absorpsi zat-zat makanan. Pada selaput mukosa dan kulit, flora penetap dapat mencegah kolonisasi oleh bakteri patogen dan kemungkinan timbulnya penyakit melalui interferensi bakteri. Mekanisme interferensi bakteri ini tidak jelas, dapat berupa persaingan untuk mendapatkan reseptor atau tempat ikatan pada sel inang, persaingan mendapatkan makanan, saling m,enghambat melalui hasil metabolik atau racun, saling menghambat dengan zatzat antibiotika atau bakteriosin, atau mekanisme lainnya. Penekanan flora normal jelas menimbulkan sebagian kekosongan lokal yang cenderung diisi oleh organisme dari lingkungan atau dari bagian tubuh lain. Organisme ini berlaku sebagai oportunis dan dapat menjadi patogen 3

Sebaliknya, anggota flora normal sendiri dapat menimbulkan penyakit dalam keadaan tertentu. Organisme-organisme ini menyesuaikan diri terhadap cara kehidupan tidak invasif kareba adanya pembatasan lingkungan. Bila dengan paksa disingkirkan dari lingkungan yang terbatas ini dan dimasukkan ke dalam aliran darah atau jaringan, organisme-organisme ini dapat menjadi patogen 4 Mikroorganisme flora penetap normal tidak berbahaya dan mungkin bermanfaat bila berada di tenpat menetapnya dan bila tidak ada kelainan-kelainan. Baktei ini dapat menimbulkan penyakit bila dalam jumlah besar masuk ke tempat asing dan bila terdapat faktor-faktor predisposisi 5 Karena kulit terus-menerus berhubungan dan berkontak dengan

lingkungan sekitarnya, kulit cenderung mengandung mikroorganisme sementara. Walaupun demikian, pada kulit terdapat flora penetap yang tetap dan berbatas jelas, yang di berbagai daerah anatomik dipengaruhi oleh sekresi, kebiasaan berpakaian atau letaknya yang dekat dengan selaput mukosa 2 Faktor-faktor yang penting untuk menghilangkan mikroorganisme bukan penetap dari kulit adalah adalah pH rendah, asam-asam lemak yang terdapat dalam sekresi sebasea dan adanya lisozim. Keringat yang berlebihan ataupun mandi dan mencuci tidak dapat menghilangkan atau mengubah secara bermakna flora penetap normal. Jumlah mikroorganisme superficial dapat dikurangi dengan menggosok setiap hari dengan memakai sabun yang mengandung desinfektan 1 Selaput mukosa mulut dan faring seringkali steril pada waktu lahir, tetapi dapat terkontaminasi waktu keluar melalui jalan lahir. Mikroorganisme ini mungkin berasal dari saluran pernapasan ibu dan perawat 1 Dalam faring dan trakhea, flora yang sama akan menetap, sementara hanya ditemukan sedikit bakteri dalam bronki normal. Bronki kecil dan alveoli dalam keadaan normal bersifat steril 3 Infeksi pada mulut dan saluran pernapasan seringkali melibatkan bakteri anaerob. Infeksi periodontal, abses perioral, sinusitis dan mastoiditis terutama disebabkan oleh
2

Prevotella

melaningogenica,

Fusobacterium

dan

peptostroptokokkus

Pada waktu lahir, usus bersifat steril, tetapi jasad renik segera masuk bersama dengan makanan. Pada anak yang diberi ASI, usus banyak mengandung streptokokkus asam laktat dan laktobasil. Mikroorganisme aerob dan anaerob, gram positif serta tidak dapat bergerak ini menghasilkan asam dari karbohidrat dan tahan pada pH 5,0. Pada anak-anak yang mendapat susu botol, terdapat lebih banyak flora campuran dalam usus, sedangkan laktobasilus kurang mencolok. Dengan berkembangnya kebiasaan makan menuju pola orang dewasa, flora usus berubah. Makanan mempunyai pengaruh yang nyata terhadap susunan relatif flora usus dan tinja 3 Pada orang dewasa normal, esofagus mengandung mukroorgnisme yang berasal dari dari saliva dan makanan. Keasaman lambung mempertahankan jumlah mikroorganisme yang minimal, kecuali
4

bila

obstruksi

pilorus

mempernudah proliferasi kokkus dan basil gram negatif

Bakteri usus berperan penting dalam sintesis vitamin K, konversi pigmenpigmen empedu dan asam-asam empedu, penyera[an zat-zat makanan dan hasilhasil pemecahannya, seerta perlawana terhadap mikroorganisme patogen. Flora usus menghasilkan amonia dan hasil pemecahan lainnya yang diabsorpsi dan dapat mengakibatkan koma hepatikum 2 Obat-obatan antimikroba yang diberikan melalui mulut, pada manusia untuk sementara dapat menekan unsur-unsur flora tinja yang peka obat. Hal ini sering dilakukan sebelum operasi usus dengan pemberian obat-obat yang tidak larut melalui mulut 5 Bila pembedahan usus bagian bawah dilakukan pada saat jumlah bakteri paling sedikit, pencegahan terhadap infeksi karena pencemaran isi usus dapat dilakukan. Namun, segera setelah itu, jumlah flora tinja kembali normal atau lebih tinggi dari normal, terutama organisme yang terseleksi karen arelatif resisten terhadap obat yang dipakai. Mikroorganisme yang peka obat akan digantikan oleh mikroorganisme yang resisten obat 3 Uretra anterior pria dan wanita mengandung sedikit mikroorganisme yang berjenis sama seperti yang terdapat pada kulit dan perineum. Mikroorganisme tersebut biasanya terdapat dalam air kemih normal 1

Segera setelah lahir, laktobasil aerob terdapat dalam vagina dan menetap selama pH tetap asam (beberapa minggu). Ketika pH menjadi netral (tetap demikian sampai pubertas), terdapat flora campuran kokkus dan basil. Pada waktu pubertas, laktobasil aerob dan anaerob ditemukan kembali dalam jumlah besar dan mempertahankan keasaman pH melalui pembentukan asam dari karbohidrat, khususnya glikogen 8 Tampaknya hal ini merupakan mekanisme penting unttuk mencegah menetapnya mikroorganisme lain yang mungkin merugukan, dalam vagina 8 Mikroorganisme konjungtiva teerutama adalah difteroid dan streptokokkus nonhemolitik. Neisseria dan basil gram negatif seringkali juga ada. Flora konjungtiva dalam keadaan normal dikendalikan oleh aliran air mata, yang mengandung lisozim antimikroba 7

METODE PRAKTIKUM Alat dan Bahan Alat dan bahan pada percobaan flora normal tubuh adalah : 1. Cat gram A, B, C dan D 2. Mikroskop 3. Formalin 1% 4. Kapas lidi steril 5. Agar darah, mac conkey 6. Minyak imersi, xylol 7. Lampu spritus 8. Ose 9. Usapan rongga mulut, saliva, lubang nasal, usapan kulit

Cara Kerja Cara kerja flora normal tubuh: 1. Mengambil bahan spesimen dengan usapan kapas lidi steril.

2. Menanam medium pada agar darah atau Mac conkey dengan cara mengoleskan secara melingkar merata 1 1,5 cm pada bagian tepi agar, kemudian melakukan perataan dengan metode penggoresan menggunakan ose bulat. 3. Melakukan identifikasimepada koloni yang tumbuh dengan pengecatan gram. Pada pengecatan dari medium padat setelah objek glass bersih dan bebas lemak kemudian ditetesi sedikit formalin 1 % dengan diameter 1 1,5 cm. Menunggu kering kemudian melakukan pengecatan sesuai prosedur pengecatan gram. 4. Mengamati bentuk, sifat gram dan susunan bakteri dari medium agar darah atau Mac conkey.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Praktikum Flora Normal Hasil Pertumbuhan Kuman

Hasil Preparat Mikroskopik

Bentuk Susunan

: Sarcina : Berkoloni

Sifat Pengecatan : Gram Positif

Pembahasan Sampai saat ini tidak terdapat batasan jelas mengenai tingkat bahaya suatu mikroorganisme dalam hubungannya dengan manusia, untuk dapat dikategorikan sebagai spesies patogen, tidak berbahaya, atau organisasi komensal.

Mikroorganisme yang biasanya hidup terbatas dalam tubuh hewan liar, ataupun hewan peliharaan dapat menjadi patogen terhadap manusia. Contohnya : Bacillus sp yang biasanya tidak berbahaya, ternyata mampu menimbulkan penyakit mata. Pada pasien yang lemah, organisme yang sama dapat menyebabkan meningitis dan bakterinemia. Kadang-kadang Bacillus sp menghambat penyembuhan luka bedah. Bacillus lain merupakan penghasil toksin dapat menimbulkan keracunana makanan 4 Organisme seperti spesies Mycobacterium tuberculosis, Salmonella typhi, dan Brucella dianggap patogen setiap saat ditemukan pada pasien. Namun, banyak infeksi disebabkan oleh organisme yang merupakan flora normal tubuh. Contohnya, Escherichia coli adalah bagian dari flora gastrointestinal normal dan juga penyebab paling sering dari infeksi saluran kemih. Demikian pula, sebagian besar dari infeksi bakteri campuran dengan anaerob yang disebabkan oleh organisme yang merupakan anggota flora normal 9 Area respiratorius yang selalu dihuni oleh mikroorganisme adalah mulut, tenggorokan (orofaring, nasofaring, dan tonsil) sedangkan laring, trakea, bronki, bronkioli, alveolus, dan sinus paranasalis biasanya merupakan area steril. Kontaminasi oleh organisme biasanya tergantung dari berbagai mekanisme pertahanan setempat 5 Organisme yang paling dominan di saluran napas, terutama di faring adalah Streptokokus nonhemolitik Staphylococcus dan alfahemolitik dan Neisseria. Juga terdapat Diphtteroid, Haemophilus, Pneumococcus,

epidermidis,

Mycoplasma, dan Bacterioides. Pemusnahan flora normal faring dengan penisilin dosis tinggi dapat menyebabkan overgrowth: bakteri negaitf Gram seperti Escherichia coli, Klebsiella, Proteus, Pseudomonas, atau jamur 4 Area yang paling banyak mengandung mikrobiota pada tractus digestivus adalah usus besar, organisme fekal juga ditemukan di ileum bawah pada orang

sehat. Sedangkan area yang biasanya steril adalah esophagus dan lambung. Walaupun mikroorganisme sering ditemukan di bagian tertentu tersebut, tetapi tidak akan pernah hidup lama di kedua bagian traktus gastrointestinal tersebut. Hal yang sama yaitu pada usus halus (kecuali bagian distal), hati, kantong empedu, biasanya bebas dari mikroorganisme 4 Distribusi diet, kebiasaan makan, dan sanitasi merupakan faktor-faktor penentu mikroflora di traktus gastrointestinalis. Daerah saluran pencernaan yang mengandung mikroorganisme adalah usus besar, meskipun kadang-kadang ditemukan pula organisme usus besar di ileum distal individu normal
4

Esofagus dan lambung kecuali saat menelan, umunya steril atau mengandung 103 kuman/ml. Usus kecil kecuali bagian distal, hepar, empedu, dan peritonium merupakan daerah steril. Kurang lebih 20 % massa feses berisi bakteria (104 mikroorganisme/gram berat basah). Mikroorganisme yang terdapat di kolon adalah Bacterioides, Bifidobacteria, Eubacteria, Lactobacillus, bakteri coliform, Streptococcus, Clostridium, dan beberapa jenis yeast. Bacterioides dan Bifidobacteria yang merupakan lebih dari 90 % flora feses adalah bakteria anaerob obligat 7 Area yang biasanya ditumbuhi oleh mikroorganisme pada tractus genitourinarius adalah genitalai eksterna, uretra anterior, dan vagina, sedangkan bagian lainnya umumya steril. Flora pada genitalia eksterna biasanya sama dengan flora kulit, sedangkan flora vagina dipengaruhi oleh umur, faktor hormonal, kebiasaan seks, dan sebagainya 4 Di orifisium uretra wanita dan pria yang tidak di sirkumsisi sering dijumpai Mycobacterium smegmatis. Dijumapi pula Difteroid, Streptococcus nonhemolitik dan Staphylococcus epidermidis. Khusus pada wanita terdapat bakteria Doderlein, suatu Lactobacillus anaerob. Flora normal pada vulva wanita amat dipengaruhi oleh kondisi normalnya 8 Bakteri yang tersering ditemukan ditemukan di kulit adalah Staphylococcus epidermidis, micrococcus, Streptococcus alpha, dan nonhemolyticus, Difteroid aerob dan anaerob, dan Sarcinae. Staphylococcus aureus hanya menetap di hidung dan mungkin di perineum. Kolonisasi yang transient oleh Staphylococcus

aureus dan bakteri lain dapat terjadi di semua bagian kulit. Flora liang telinga luar biasanya merupakan gambaran flora normal kulit. Dapat dijumpai Streptococcus pneumoniae, batang gram negatif termasuk Pseudomonas aeroginosa, Staphylococcus aureus dan kadang-kadang Mycobacterium saprofit 9 Pada keadaan normal, darah dan jaringan adalah steril. Kadang-kadang karena manipulasi sederhana seperti mengunyah, menyikat gigi, ekstraksi gigi, flora komensial dari mulut dapat masuk ke jaringan dan darah. Dalam keadaan normal mikroorganisme tersebut segera dimusnahkan oleh sistem kekebalan tubuh
6

Lactobacili adalah bakteri yang menempati di vagina dan pengatur flora normal vagina. Lactobacili memproduksi asam Lactic untuk menjaga pH normal vagina (3,8 - 4,5) dan mencegah bakteri lain melekat pada sel epitel vagina. Kirakira 60% lactobacilli vagina menyaring pembentukan hydrogen peroksida yang dapat menghancurkan HIV dalam tubuh.10

SIMPULAN Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Pada tubuh manusia terdapat berbagai jenis bakteri yang tidak merugikan yang dikenal sebagai flora normal tubuh. 2. Flora normal yang dijumpai pada keadaan normal tubuh manusia tidak bersifat pathogen.

DAFTAR PUSTAKA 1. Assani, Susiana. Buku Ajar Mirobiologi. Jakarta :Bagian Mikrobiologi FK UI.1994 2. [Link] Ajar Mikrobiologi kedokteran. Jakarta :Binarupa Aksara.1993 3. Gupte, S . Mikrobiologi Dasar. Edisi 3. Jakarta: Binarupa Aksara,. 1990 4. Suharto, Robert. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran Edisi Revisi. Jakarta : Binarupa Aksara, 1994. 5. Sujudi, H. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : FKUI, 1993. 6. Patel, Robin. Infections Transmitted through Musculoskeletal-Tissue [Link]: NEJM 350;25.2004 7. Parsonnet,Julie. Bacterial Infection and MALT [Link]:NEJM 350;3.2004 8. Hilier L Sharon. The Complexity of Microbial Diversity in Bacterial Vaginosis. Massachussets: NEJM 353;18.2004 9. Hect A Glail. Inflammatory Bowel Disease Live Transmission. Massachussets: NEJM 358;3.2004 10. Eckret O Linda. Acute Vulvovaginitis. Massachussets: NEJM ;355:124452.2006

Anda mungkin juga menyukai