0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Jenis-Jenis Survey Berdasarkan SOLAS

Dokumen tersebut membahas tentang SOLAS dan beberapa topik terkait. Ringkasannya adalah: 1) Dokumen menjelaskan jenis-jenis survey berdasarkan SOLAS dan beberapa istilah terkait kapal seperti displacement, tonnage, dan stabilitas. 2) Diberikan bukti bahwa SOLAS berlaku di Indonesia melalui proses ratifikasi. 3) Singkat menjelaskan sejarah SOLAS yang bermula dari bencana Titanic hingga konvensi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Jenis-Jenis Survey Berdasarkan SOLAS

Dokumen tersebut membahas tentang SOLAS dan beberapa topik terkait. Ringkasannya adalah: 1) Dokumen menjelaskan jenis-jenis survey berdasarkan SOLAS dan beberapa istilah terkait kapal seperti displacement, tonnage, dan stabilitas. 2) Diberikan bukti bahwa SOLAS berlaku di Indonesia melalui proses ratifikasi. 3) Singkat menjelaskan sejarah SOLAS yang bermula dari bencana Titanic hingga konvensi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : M.

NUGRAHA SETIAWAN
NRP : 2041006
JURUSAN/ SMST : S1 ALIH PROGRAM
MATA KULIAH : SOLAS
NAMA DOSEN
::::DF : Capt. Didik

1. Jenis – jenis Survey Bedasarkan Solas

Jawaban :

- Initial Survey Adalah survey yang dilakukan terhadap kapal ketika pertama kali
dibangun dan sebelum kapal tersebut beroperasi pertama kali. Survey tersebut
meilputi struktur , peralatan, sistim, pemasangan, penataan, dan bahan yang
digunakan sesuai dengan persyaratan. Sertifikat hasil survey ini berlaku selama 5
tahun.
- Renewal Survey Adalah survey pengganti dari initial survey yang memastikan
bahwa semua struktur peralatan , sistem, penyambungan, penataan dan material
yang digunakan memenuhi persyaratan . Sertifikat hasil survey ini berlaku selama
5 tahun.
- Intermediate Survey Adalah survey antara yang dilakukan dalam jangka waktu
30 Bulan setelah survey pertama atau survey pembaharuan dengan syarat bahwa
telah dilakukan survey tahunan. Survey ini dilakukan untuk memastikan bahwa
peralatan yang berhubungan dengan pompa dan sistem pemipaannya , termasuk
ODM dan sistem kontrol COW , OWS dan penyaringan bekerja dengan baik.
- Anual survey Adalah survey yang dilakukan secara umum terhadap struktur ,
peralatan, sistem penyambungan, pentaan dan bahan yang digunakan memuaskan
dan survey ini dilakukan setiap tahun
- Additional Survey Adalah survey yang dilakukan setelah dilakukan perbaikan atau
pergantian terhadap salah satu dari sturktur , peralatan, sistem, sambungan,
penataan dan bahan yang digunakan.
- Periodical Survey Adalah Survei kapal yang dilakukan berdasarkan tanggal jatuh
tempo yang berlaku kapal itu sendiri.
2. - Dispacement Adalah berat kapal kosong, yaitu berat kapal yang terdiri dari badan
kapal mesin mesin kapal, peralatan tetap kapal.
- Loaded Displacement Dalah berat kapal secara keseluruhan pada saat kapal
terbenam pada draft maksimum yang diperbolehkan.
- Gross Tonnage Adalah perhitungan volume semua ruang yang terletak di bawah
geladak kapal ditambah dengan volume ruangan tertutup yang terletak di atas
geladak ditambah dengan isi ruangan beserta semua ruangan tertutup yang terletak
di atas geladak paling atas (superstructure). d.
- Dead Weight Tonnage ( DWT ) Adalah kemampuan kapal untuk dapat dimuati
beban seperti: muatan, air tawar, bahan bakar, perbekalan, minyak lumas,
penumpang, begasi, awak kapal dan lainnya, sampai pada draft tertentu dan pada
cairan dengan density tertentu pula.
- Draft Kapal Adalah jarak vertikal antara garis air sampai dengan lunas kapal,
semakin banyak muatan kapal semakin dalam kapal masuk kedalam air. Draft
digunakan untuk menetapkan kedalaman alur pelayaran yang dilewati kapal serta
kolam pelabuhan termasuk kedalaman air di dermaga.
- Stabilitas Positive Adalah merupakan keadaan kapal dapat kembali stabil saat
mengalami senget dan oleng. Pada kondisi ini, titik M tidak lebih tinggi dibanding
titik G.
- Stabiltas Neutral Adalah keadaan titik G dan M yang saling berhimpitan. Keadaan
ini membuat kapal miring dan tidak memiliki kemampuan untuk kembali stabil atau
seimbang.
- Stabilitas Negative Adalah kondisi di mana stabilitas yang dimiliki kapal adalah
negatif, sehingga tidak memiliki kemampuan untuk menegak kembali saat terjadi
senget.
- Titik Berat Kapal Adalah sebuah titik di kapal yang merupakan titik tangkap dari
Resultante semua gaya berat yang bekerja di kapal itu, dan dipengaruhi oleh
konstruksi kapal. arah gaya kerja titik berat kapal adalah tegak lurus kebawah. Titik
berat kapal dari suatu kapal yang tegak terletak pada bidang simetris kapal yaitu
bidang yang dibuat melalui linggi depan linggi belakang dan lunas kapal.
- Titik Apung Kapal Adalah titik stabilitas kapal Centre of buoyency sebuah titik
di kapal yang merupakan titik tangkap Resultante semua gaya tekanan keatas air
yang bekerja pada bagian kapal yang terbenam didalam air. Arah bekerjanya gaya
tekan adalah tegak lurus keatas. Kedudukan titik tekan sebuah kapal senantiasa
berpindah pindah searah dengan olengnya kapal, maksudnya bahwa kedudukan titik
tekan itu akan berpindah kearah kanan apabila kapal menyenget ke kanan dan akan
berpindah ke kiri apabila kapal oleng ke kiri, sebab titik berat bagian kapal yang
terbenam berpindah-pindah sesuai dengan arah sengetnya kapal.

3. Bukti bahwa SOLAS berlaku di Indonesia !


Jawab :

Pemerintah Indonesia telah meratifikasi SOLAS 1974 sebagaimana dituangkan ke


dalam Keputusan Presiden No. 65 tahun 1980. Pemerintah Indonesia juga telah meratifikasi
SOLAS Protocol 1988 sebagaimana dituangkan ke dalam Peraturan Presiden RI No.57
Tahun 2017 yang secara umum mengatur tentang harmonisasi masa berlaku sertifikat dan
pelaksanaan pemeriksaan yang terdiri atas pemeriksaan awal, pemeriksaan tahunan,
pemeriksaan antara dan pemeriksaan pembaharuan.
Setelah diratifikasinya SOLAS Protocol 1988 ini, bagi kapal berbendera Indonesia
dengan daerah pelayaran Internasional yang berukuran GT 500 atau lebih wajib memenuhi
ketentuan SOLAS 1974 dan SOLAS Protocol 1988 terkait pelaksanaan pemeriksaan atau
survei yang wajib dilaksanakan untuk setiap tahun, antara dan pembaharuan.
Pemerintah akan memberikan masa berlaku sertifikat selama 5 tahun apabila kapal-
kapal tersebut telah memenuhi ketentuan. Untuk memastikan bahwa kapal memenuhi
persyaratan dalam konvensi SOLAS maka dilakukan survei yang dilaksanakan oleh seorang
inspektur dari Pemerintah yang berwenang atau seorang yang berwenang yang telah
memenuhi syarat untuk melakukan survey statutoria seperti yang dipersyaratkan pada
Konvensi Internasional tersebut. Badan klasifikasi kapal juga dikenal dengan Recognized
Organization (RO) yang diakui oleh pemerintah Indonesia untuk melakukan survei atas
nama Pemerintah Indonesi.

Sumber : [Link]

4. Sejarah Solas
Jawab :

Berawal dari Tenggelamnya kapal Titanic setelah menabrak gunung es pada 14 April
1912, yang menewaskan lebih dari 1.500 penumpang dan awak kapal, telah menimbulkan
begitu banyak pertanyaan tentang standar keamanan pelayaran. Tragedi Titanic
menginspirasi berbagai upaya mengevaluasi standar keselamatan pelayaran hingga
diselenggarakannya konfrensi pertama SOLAS di tahun 1914.

Konfrensi yang dipelopori Kerajaan Inggris dihadiri oleh perwakilan dari 13 negara,
memperkenalkan persyaratan keselamatan pelayaran bagi kapal niaga, yang terdiri atas:
penyediaan sekat kedap air, penggunaan material tahan api; peralatan keselamatan,
peralatan pencegahan dan pemadam kebakaran, termasuk kewajiban penggunaan
radio/telegraf bagi kapal yang membawa lebih dari 50 orang

SOLAS diadopsi pada 20 Januari 1914 dan ditandatangani oleh hanya 5 negara. Namun
SOLAS generasi pertama ini batal diberlakukan karena pecah perang dunia pertama di
eropa. Walau demikian, SOLAS 1914 diaplikasikan cukup masif di Inggris, Prancis,
Amerika Serikat dan beberapa negara Skandinavia.

Pada tahun 1948, Inggris tetap menjadi tuan rumah konfrensi SOLAS yang ketiga, dan
menghasilkan beberapa perubahan dalam format SOLAS 1929 namun lebih detil dan lebih
luas cakupannya. Konfrensi SOLAS 1960 – yang hasilnya diadopsi pada 17 Juni 1960 dan
mulai berlaku pada 26 Mei 1965 – menjadi tugas pertama bagi IMCO yang baru terbentuk
pada 1958. IMCO adalah Inter-Governmental Maritime Consultative Organization
kemudian berganti nama menjadi IMO pada tahun 1982. IMCO (IMO) dibentuk di Geneva
Swiss oleh PBB dan berkantor di London Inggris hingga hari ini.

Konferensi SOLAS di tahun 1974 diadakan di markas IMO di London sejak 21 Oktober
hingga 1 November, dan dihadiri oleh 71 negara. Menghasilkan konvensi SOLAS 1974
yang formatnya berlaku hingga saat ini. Selain berisi tentang persyaratan keselamatan,
SOLAS 1974 juga menetapkan prosedur penerimaan terhadap sebuah perubahan
(amandemen) atau disebut the tacit acceptance. Prosedur ini dirancang untuk memberi
kepastian bahwa perubahan terhadap konvensi dapat dilakukan dan diterima dalam jangka
waktu yang ditentukan.
SOLAS 1974 pada perjalanannya mengalami beberapa kali amandemen. Hampir setiap dua
tahun sekali terjadi perubahan terhadap SOLAS 1974. Usulan perubahan dibahas di MSC
(Marine Safety Commitee) yang merupakan badan kelengkapan IMO

Sumber : [Link]

5. Bagian dari Solas :

Bab I: Ketentuan Umum, berisi tentang peraturan-peraturan survei berbagai jenis kapal, dan
ketentuan pemeriksaan kapal oleh negara lain.

Bab II-1: Konstruksi, berisi persyaratan konstruksi kapal, sekat-sekat kedap air, stabilitas
kapal, permesinan kapal dan kelistrikan. Bab II-2: Perlindungan dari kebakaran, deteksi
kebakaran dan pemadam kebakaran. Berisi tentang ketentuan tentang sekat kedap api, sistim
deteksi kebakaran, dan peralatan, jenis dan jumlah pemadam kebakaran diberbagai jenis
kapal. Detail bab ini dapat dilihat di FP Code.

Bab III: Alat-alat keselamatan dan penempatannya. Dari Bab ini kemudian diberlakukan
LSA Code.

Bab IV: Komunikasi Radio (Radio Communications), berisi ketentuan pembagian wilayah
laut, jenis dan jumlah alat komunikasi yang harus ada di kapal serta peroperasiannya.
Derivasi dari bab ini adalah GMDSS.

Bab V: Keselamatan Navigasi (Safety of Navigation), berisi ketentuan tentang peralatan


navigasi yang harus ada di kapal, termasuk Radar, AIS, VDR dan mesin serta kemudi kapal.

Bab VI: Pengangkutan muatan (Carriage of Cargoes), berisi ketentuan tentang bagaimana
menyiapkan dan penanganan ruang muat dan muatan, pengaturan muatan termasuk lashing.
Derivasinya adalah IG (International Grain) Code.
Bab VII: Pengangkutan muatan berbahaya (Carriage of dangerous goods), berisi ketentuan
tentang bagaimana menyiapkan dan menangani muatan berbahaya yang dimuat di kapal.
Turunan dari bab ini kita kenal dengan nama IMDG Code.

Bab VIII: Kapal nuklir (Nuclear ships), berisi ketentuan yang harus dipenuhi oleh kapal
yang menggunakan tenaga nuklir, termasuk bahaya-bahaya radiasi yang ditimbulkan.

Bab IX: Manajemen keselamatan dalam mengoperasikan kapal (Management for the Safe
Operation of Ships), berisi ketentuan tentang manajemen pengoperasian kapal untuk
menjamin keselamatan pelayaran. Bab ini hadir karena peralatan canggih tidak menjamin
keselamatan tanpa manajemen pengoperasian yang benar. Dari Bab inilah lahir ISM Code.

Bab X: Keselamatan untuk kapal berkecepatan tinggi (Safety measures for highspeed craft),
berisi ketentuan pengoperasian kapal yang berkecepatan tinggi. Dari sini kemudian
diberlakukan HSC Code.

Bab XI-1: Langkah khusus untuk meningkatkan keselamatan maritim (Special measures to
enhance maritime safety), berisi ketentuan tentang RO (Recognized Organization), yaitu
badan yang ditunjuk pemerintah sebagai pelaksana survey kapal atas nama pemerintah,
nomor identitas kapal dan Port State Control (Pemeriksaan kapal berbendera asing oleh
suatu negara).

Bab XI-2: Langkah khusus untuk meningkatkan keamanan maritim (Special measures to
enhance maritime security), berisi ketentuan bagaimana meningkatkan keamanan maritim,
oleh kapal, syahbandar dan pengelola pelabuhan. Dari Bab ini kemudian diberlakukan ISPS
Code.

Bab XII: Langkah keselamatan tambahan untuk kapal pengangkut muatan curah (Additional
safety measures for bulk carriers), berisi ketentuan tambahan tentang konstruksi untuk kapal
pengangkut curah yang memiliki panjang lebih dari 150 meter.

Bab XIII: Verifikasi kesesuaian (Verification of compliance), berisi ketentuan tentang


implementasi SOLAS 1974 di negara-negara yang telah meratifikasi. Penambahan Bab ini
untuk mendukung pemberlakuan Triple I Code (IMO Instrument Implementation Code).
Bab XIV: Langkah keselamatan untuk kapal yang beroperasi di perairan kutub (Safety
measures for ships operating in polar waters), berisi ketentuan yang harus dipenuhi oleh
kapal yang berlayar di wilayah kutub dan sekitarnya. Derivasi bab ini adalah Polar Code.

Sumber : [Link]

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai