75% menganggap dokumen ini bermanfaat (12 suara)
13K tayangan23 halaman

Program Kerja TPPK SD Negeri 47 Pekanbaru

Dokumen tersebut membahas tentang pentingnya perubahan sikap siswa melalui proses pembelajaran yang panjang agar hasilnya maksimal serta perlunya program-program untuk memfasilitasi rasa aman siswa di sekolah agar tidak terjadi kekerasan. Dokumen ini juga menjelaskan peraturan yang menjadi acuan dalam penyusunan program pencegahan kekerasan di sekolah."

Diunggah oleh

Suriyanti Suriyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
75% menganggap dokumen ini bermanfaat (12 suara)
13K tayangan23 halaman

Program Kerja TPPK SD Negeri 47 Pekanbaru

Dokumen tersebut membahas tentang pentingnya perubahan sikap siswa melalui proses pembelajaran yang panjang agar hasilnya maksimal serta perlunya program-program untuk memfasilitasi rasa aman siswa di sekolah agar tidak terjadi kekerasan. Dokumen ini juga menjelaskan peraturan yang menjadi acuan dalam penyusunan program pencegahan kekerasan di sekolah."

Diunggah oleh

Suriyanti Suriyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran adalah adanya perubahan sikap
siswa baik terhadap kegiatan pembelajaran maupun kepedulian terhadap sesasama dan
lingkungan. Adanya perubahan tidak terjadi secara instan melainkan melalui proses yang
Panjang sehingga hasilnya akan maksimal. Untuk memperoleh hal tersebut diperlukan
kenyamanan dan keamanan peserta didik terhadap segala sesuatu yang akan menimbulkan rasa
tidak nyaman yang ditimbulkan oleh sesasam peserta didik, pendidik, tenaga Pendidikan,
maupun mitra Pendidikan.

Berkaitan dengan hal tersebutperlu disusun dan dikembangkan program-program yang


dapat memfasilitasi dan meningkatkan rasa aman peserta didik di lingkungansatuan
Pendidikan, sehingga tidak akan pernah terjadi tindak kekerasan dalam bentuk apapun.

Khusus di bidang Tindakan pencegahan dan penggulangan tindak kekerasan perlu


disiapkan berbagai cara untuk mengatasinya mulai dari Upaya penyadaran, pencegahan,
peanggulangan atau respon dan pelaporan yang satu sam lain berkaitan dan harus sinergis.
Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan permendikbud nomor 82
tahun 2015 tentang sekolah aman merupakan rujukan dalam penysunan program ini yang telah
disusun Bersama antara komponen kepala sekolah, guru, siswa, tenaga kependidikan,
perwakilan orang tua dan perwakilan tokoh Masyarakat serta daya dukung lingkungan sehingga
diharapkan program ini dapat terlaksanak sesuai dengan rencana.

Pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan program ini, kami
ucapkan terimakasih. Mudah mudahan Allah meridhoi setiap usaha kita aamin.

Pekanbaru, 05 Februari 2024


Koordinator TPPK,

Fitri Soni, [Link]


NIP.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
BAB I
PENDAHUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan barometer suatu kaum. Melalui Pendidikan manusia dapat
meningkatkan perkembangan intelektual dan emosionalnya. Intelektual dan emosional yang
berkembang baik akan mampu melahirkan generasi yang beradab, berbudaya, berkarakter
sesuai dengan visi SD Negeri 47 Pekanbaru yaitu terwujudnya sekolah yang berprestasi,
berkarakter dan berwawasan lingkungan. Keberhasilan Pendidikan merupakan tanggung
jawab Bersama antara guru, orang tua, dan Masyarakat.
Peserta didik dapat berhasil dalam pendidikannya apabila berada dalam ingkungan
aman, nyaman dan menyenangkan serta semua warga sekolah terhindar dari unsur-unsur
atau Tindakan kekerasan juga terpenuhi kebutuhannya baik dari sekolah maupun di rumah.
Kebutuhan tersebut sesuai dengan hak yang semestinya didapatkan oleh anak yaitu hak
hidup, hak tumbuh kembang, hak mendapatkan perlindungan dan hak untuk berpastisipasi.
Sejalan dengan hal di atas, undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang
perlindungan anak menegaskan bahwa anak di dalam lingkungan suatu Pendidikan wajib
mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan pisik, psikis, kejahatan seksual, dan
kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik
dan atau pihak lain.
Untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita Bersama, sekolah sebagai satua
Pendidikan memiliki fungsi serta peran strategis agar peserta didik terhindar dari tindak
kekerasan, antara lain dengan pembiasaan yang baik seperti penumbuhan budi pekerti serta
peserta didik dilibatkan dalam kegiatan positif di sekolah sehingga mereka akan terbiasa
mengisi waktu dengan hal-hal positif sebagai bekal untuk kehidupanya di masa yang akan
datang.
Kepada sekolah, Masyarakat banyak menaruh tumpuan harapan agar terbentuknya
pribadi peserta didik yang berkarakter selain meningkatkan kecerdasan mereka, baik
kecerdasan intelektual mapun kecerdasan emosionalnya.
Untuk memenuhi harapan tersebut dan agar peserta didik merasa aman, nyaman
dan menyenangkan berada di lingkungan sekolah maka di susunlah tim penanggulangan dan
pencegahan tindak kekerasan di SD Negeri 47 Pekanbaru. Disertai dengan program kerjanya.
Program ini dimulai dari Tindakan penyadaran, pencegahan, penanggulangan, dan respon
serta pelaporan yang dilakukan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, agar
sinergis dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di sekolah yang aman, nyaman, dan
menyenangkan.
B. DASAR
1. Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan nasional
2. Peraturan mentri Pendidikan nasional nomor 39 tahun 2008 tentang penbinaan
kesiswaan.
3. Undang-undang nomor 35 tentang perlindungan anak.
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 23 tahun 2015 tentang
Penumbuhan budi pekerti.
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 82 tahun 2015 tentang
pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan Pendidikan.

C. TUJUAN
1. Memberi arahan atau pedoman operasional pelaksanaan kerja tim pencegahan dan
penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan SD Negeri 47 Pekanbaru.
2. Sebagai alat ukur Tingkat ketercapaian kerja tim pencegahan dan penanggulangan
tindak kekerasan di SD NegerI 47 Pekanbaru.
3. Sebagai monitoring dan evaluasi kegiatan tim pencegahan dan penanggulangan
tindak kekerasan SD NegerI 47 Pekanbaru.

D. PENGERTIAN
Program kegiatan tim pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di sekolah
adalah rencana-rencana kegiatan dalam kurun waktu tahun dalam rangka melaksanakan
tugas tim yang berkaitan dengan Upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan tindak
kekerasan di sekolah.
BAB II
PROFIL SEKOLAH
Karakteristik Satuan Pendidikan
1. Karakteristik Sarana dan Prasarana
Identitas Satuan Pendidikan

NO PROFIL SEKOLAH
1 NAMA SEKOLAH SD NEGERI 47 PEKANBARU
2 ALAMAT JL. SIALANG BUNGKUK
3 KELURAHAN SIALANG RAMPAI
4 KECAMATAN TENAYAN RAYA
5 OTONOMI KOTA PEKANBARU
6 PROVINSI RIAU
7 KODE POS 28286
8 STATUS SEKOLAH NEGERI
9 KELOMPOK SEKOLAH IMBAS
10 NAMA KEPALA SEKOLAH BENI SAPUTRA, [Link]
11 NIP 19851018 201503 1 002
12 PENDIDIKAN S.2
13 JUMLAH GURU/KARYAWAN 20
14 JUMLAH PESERTA DIDIK 420
15 AKREDITASI A
16 DAERAH PERKOTAAN
17 TAHUN REVITALISASI GEDUNG 2014
18 STATUS TANAH MILIK PEMKO PEKANBARU
19 STATUS BANGUNAN MILIK PEMKO PEKANBARU
20 BANGUNAN SEKOLAH PEMKO PEKANBARU
21 LOKASI SEKOLAH PINGGIR PERKOTAAN
22 JARAK KE PUSAT KECAMATAN 1,5 KM
23 FASILITAS AIR SUMUR BOR
24 SUMBER LISTRIK PLN ( 1300 WAT)

SD Negeri 47 Pekanbaru adalah sebuah Sekolah Dasar Negeri yang didirikan


pada tahun 1984 dengan luas tanah 2.800 m², yang terdiri dari 8 ruang belajar yang
sekarang ini semua dalam keadaan baik. SD Negeri 47 Pekanbaru terdiri dari 12 rombel
yang kondisi saat sekarang ini kekurangan ruang Tata Usaha, Ruang Majelis Guru, Ruang
Kepala Sekolah, dan 4 Ruang Kelas.
Sekolah ini selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk peserta didik dan
proses pendidikan bertujuan mewujudkan peserta didik yang berilmu, berakhlak mulia,
beriman dan beramal sholeh serta mencintai budaya melayu.
Secara rinci tentang kondisi nyata ini dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Gedung;
- Gedung SD Negeri 47 Pekanbaru dibangun di atas sebidang tanah dengan
ukuran 2800 m2.
- Ruang yang dapat dipergunakan sebagai ruang belajar (kelas) bagi peserta
didik sebanyak 8 kelas, sedangkan jumlah peserta didik terbagi dalam 12
rombongan belajar.
- Sudah ada WC guru dan peserta didik dan Gedung Labor Komputer yang
dibangun pada tahun 2023, dari anggaran pemerintah.
- Belum adanya ruangan khusus untuk ruang Tata Usaha, Ruang Majelis Guru,
Ruang Kepala Sekolah, dan 4 Ruang Kelas yang memadai.
b) Pekarangan;
- Pekarangan SD Negeri 47 Pekanbaru terdiri atas lapangan khusus untuk
pelaksanaan upacara bendera dan olahrahraga seluas 2300 m 2. Namun karena
SD Negeri 47 Pekanbaru merupakan sekolah kompleks dengan SD Negeri 61
Pekanbaru, maka lapangan ini digunakan bersama. Sehingga ketika kedua
sekolah sama-sama melaksanakan kegiatan olahraga, lapangan ini sangat tidak
memadai.
- Taman atau pohon pelindung yang dimiliki antara lain pohon mangga,
belimbing, matoa, pucuk merah, ketapang, jambu, dan pohon bunga tanjung.
c) Meubiler;
- Meja dan kursi di ruang belajar peserta didik SD Negeri 47 Pekanbaru
tergolong belum memadai untuk kegiatan peserta didik dalam proses belajar
dan mengajar.
- Meja di ruang majelis guru SD Negeri 47 Pekanbaru tergolong kurang memadai
untuk kegiatan perkantoran. Sebagian meja guru menggunakan meja peserta
didik. Sementara kondisi meja guru ini juga sudah banyak yang mulai rusak.
d) Alat/Media Pembelajaran
- Alat/Media pembelajaran yang dimiliki oleh SD Negeri 47 Pekanbaru antara
lain KIT matematika, globe, atlas, KIT IPA, torso organ pencernaan, dan torso
tengkorak dengan jumlah ketersediaan alat/media belum cukup memadai.
- Sekolah belum memiliki alat/media dan ruangan khusus untuk pemanfaatan
media elektronik (TV, DVD, VCD) dalam proses pembelajaran.
- Belum seluruh ruang belajar atau kelas memiliki proyektor dan layar screen,
sehingga terdapat kesulitan dalam proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran
yang semestinya harus menggunakan alat-alat tersebut.
2. Karakteristik Sosial dan Lingkungan
SD Negeri 47 Pekanbaru berdiri merupakan salah satu SD Negeri di
Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Diawal berdiri sekolah ini bernama SD
Negeri 66 Kecamatan Siak Hulu kemudian berubah nama menjadi SD Negeri 43
Tenayan Raya dan sekarang menjadi SD Negeri 47 Pekanbaru. Letak geografis SD
Negeri 47 Pekanbaru sangat setrategis berada dikawasan industri dan dekat
dengan pusat pemerintahan, menjadikan SD Negeri 47 Pekanbaru merupakan salah
satu lembaga pendidikan di tengah-tengah perkampungan masyarakat dan
terbuka bagi peserta didik dengan berbagai latar belakang.
Sekolah meyakini bahwa lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan
kondusif dapat mendukung berkembangnya pengetahuan, mengasah
keterampilan, serta membentuk sikap belajar yang baik dari peserta didik.
Lingkungan Sekolah dirancang sesuai dengan tujuan pendidikan yang dapat
dimanfaatkan peserta didik sebagai sumber belajar dan laboratorium sosialisasi.
Pendampingan aktif dari guru-guru dilakukan saat peserta didik berinteraksi untuk
memastikan proses sosialisasi peserta didik berjalan sesuai yang diharapkan.
SD Negeri 47 Pekanbaru meyakini bahwa literasi merupakan kebutuhan
dasar dalam belajar dan berkomunikasi. Keterampilan ini akan berkembang
maksimal apabila peserta didik berada dalam lingkungan belajar yang literat
(literate environment). Untuk mewujudkan hal ini, sekolah memperkaya
lingkungannya dengan berbagai perangkat literasi yang dapat ditemukan peserta
didik di dalam maupun di luar kelas. Lingkungan sekolah memiliki beragam
kegiatan pengembangan literasi peserta didik, sarana olah raga dan tanaman mulai
dari tanaman buah, hias, dan apotek hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber belajar peserta didik.
3. Karakteristik Budaya
SD Negeri 47 Pekanbaru berada di lingkungan Kota dengan karakteristik
yang cenderung homogen dalam kehidupan sosial budaya kemasyarakatan, adat
istiadat, mata pencaharian. Hal ini menambah referensi sekolah untuk peserta didik
dalam mengenal dan melestarikan akan budaya di lingkungan terdekatnya. Satuan
Pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik dapat dibentuk melalui
budaya satuan Pendidikan yang terdiri dari:
a. Budaya akademik
Satuan Pendidikan memfasilitasi peserta didik dalam mewujudkan
generasi yang literat. Pembiasaan imtaq membaca Alqur’an, kegiatan Rabu
Kreasi, merupakan program yang dilaksanakan dalam Upaya membangun
budaya gemar membaca.
Dalam kegiatan pembelajaran, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan
proyek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang untuk menumbuhkan
kemampuan bernalar kritis peserta didik, rasa keingintahuan yang tinggi,
mandiri, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi melalui
kemampuan problem solving. Satuan Pendidikan menerapkan pembiasaan
disiplin peserta didik, mulai dari jam belajar sampai kegiatan pembelajaran
berakhir.
b. Budaya sosial
Peserta didik diharapkan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Budaya empati sebagai wujud dari makhluk sosial harus ditanamkan dalam
diri. Selain peduli terhadap sesama, Satuan Pendidikan juga perlu menerapkan
perilaku ramah lingkungan hidup dalam upaya melestarikan lingkungan
melalui kebersihan sanitasi, pengelolaan sampah, penanaman dan
pemeliharaan tanaman, terkait aspek perilaku ramah lingkungan.
Satuan Pendidikan merancang program yang mampu mewujudkan
peserta didik yang religius, jujur, dan bertanggung jawab
c. Budaya Demokrasi
Penerapan budaya demokrasi pada satuan Pendidikan diantaranya
musyawarah kelas, pemilihan ketua kelas, belajar menghargai perbedaan
pendapat dan lain sebagainya. Satuan pendidikan ikut berkontribusi dan
bertanggung jawab dalam upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada
peserta didik. Tujuannya agar budaya demokrasi sebagai salah satu
kompetensi dasar dapat dipahami seluruh peserta didik.
Melalui budaya demokrasi diharapkan menumbuhkan semangat
kebangsaan, menerapkan perilaku yang cinta tanah air, dan menghargai
keberagaman.
d. Budaya Literasi dan Numerasi
Peserta didik SD Negeri 47 Pekanbaru diharapkan mempunyai life skill
yang berguna dan mampu menerapkan dalam lingkungan keluarga dan
masyaraka sehingga harapannya dapat mencetak generasi yang mampu
berdaptasi dengan perkembangan jaman akan terwujud.
Salah satu upaya untuk mencapai harapan tersebut dilakukan melalui
budaya literasi dan Numerasi pada peserta didik. Sehingga peserta didik
mampu menghasilkan salah satu karya yang mencerminkan profil pelajar
Pancasila yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhak mulia, yang mandiri bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan
berkebhinekaan global.
e. Budaya Karakter
Pendidikan karakter disebutkan juga sebagai pendidikan nilai,
pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan
untuk mengembangkan kemampuan seluruh warga sekolah dalam
memberikan keputusan baik-buruk, keteladanan, memelihara apa yang baik &
mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati
dan penuh rasa tanggungjawab.
Budaya karakter bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar
dan mana yang salah. Lebih dari itu, budaya karakter adalah usaha
menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta
didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah
menjadi kepribadiannya. Dengan kata lain, budaya karakter yang baik harus
melibatkan pengetahuan yang baik, perasaan yang baik dan perilaku yang baik
sehingga terbentuk perwujudan kesatuan perilaku dan sikap hidup peserta
didik.
Pembangunan karakter dilakukan dengan pendekatan sistematik dan
integratif dengan melibatkan keluarga, satuan pendidikan. Sehingga
diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila.
Untuk menanamkan karakter pada peserta didik di sekolah, terlebih
dahulu dilakukan sebuah perencanaan agar dapat terlaksana dengan baik.
Perencanaan yang matang dalam membangun budaya sekolah yang
berkarakter tentu harus melibatkan komponen sekolah, tidak dapat dilakukan
secara parsial, karena karakter menyangkut tindakan nyata yang perlu di
implementasikan dalam keseharian peserta didik, sehingga perlu untuk
dilakukan perencanaan yang baik.
Perencanaan tentu dimulai dari potensi yang ada di sekolah, dengan
demikian perlu untuk mengidentifikasi potensi yang ada dengan
menghadirkan komponen sekolah seperti Komite Sekolah, Guru, Wali murid,
Pengelola Sekolah dan tokoh masyarakat disekitar lingkungan sekolah yang
dianggap dapat mewakili lingkungan luar sekolah. Membudayakan peserta
didik disekolah diperlukan sebuah strategi, sehingga dapat terlaksana secara
integratif, diantara strateginya melalui pengintegrasian budaya karakter dalam
mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler,
dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
4. Karakteristik Peserta didik
Keadaan Peserta Didik
Keadaan Peserta didik
Tahun Jumlah
Kls I Kls II Kls III Kls IV Kls V Kls VI Jumlah
Pelajaran Total
L P L P L P L P L P L P L P
2021/2 2 2 4 3 3 3 5 4 4 3 3 2 23 19
427
022 8 8 0 6 1 1 3 0 3 3 5 9 0 7
2022/2 4 3 1 1 4 3 3 3 4 4 4 3 22 19
420
023 0 0 7 9 0 3 0 0 4 3 0 4 1 9
2023/2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 19 19
395
024 4 2 8 1 0 6 6 3 1 1 0 3 9 6

Setiap anak adalah unik. Mereka memiliki kemampuan dan pengalaman


belajar yang tidak sama. Sebagian peserta didik memiliki potensi di area akademik,
namun tidak sedikit juga peserta didik yang masih perlu dikembangkan kemampuan
sosial dan emosional mereka. Peserta didik memiliki potensi dan minat yang
berbeda. Sebagian peserta didik memiliki minat di bidang seni, olahraga, matematika
dan sains. Sekolah memfasilitasi kebutuhan mereka dengan menyiapkan program
pengembangan potensi dan minat mereka. Keberagaman peserta didik memperkaya
laboratorium sosialisasi di SD Negeri 47 Pekanbaru. Kondisi ini diharapkan akan
meningkatkan keterampilan bersosialisasi.
Peserta didik SD Negeri 47 Pekanbaru pada tahun pelajaran 2023/2024 ini
berjumlah 395 orang, dengan rincian laki-Laki 199 orang dan perempuan 196 orang.
5. Karakteristik Pendidik
Keadaan Guru dan Personil Lainnya.
Guru Personil Lainnya
Ijazah Petugas
Guru Guru Tata Pustaka Penjaga Total
Tertinggi PNS Keaman
Bantu Honor Usaha wan Sekolah
an
S2 2 - - - - - - 2
S1 7 - 9 - - - - 16
D3 - - - - - - - -
D2 - - - - - - - -
SPG/
PGA/ - - - 1 1 1 1 4
SLTA
SMP - - - - - - - -
SD - - - - - - - -
Jumlah 9 - 9 1 1 1 1 22

No Jenis Guru Jumlah


1 Guru Kelas 12
2 Guru PJOK 2
3 Guru Agama 2
4 Guru BMR 1

Pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di SD Negeri 47 Pekanbaru


pada saat ini rata-rata berpendidikan strata 1 dan strata 2 dengan gelar
akademik yang relevan dengan syarat sebagai guru, dengan rincian kondisi dan
kemampuan profesional sebagai berikut:
- Guru yang berstatus ASN 9 orang,
- Guru yang berstatus tenaga honorer 9 orang.
- Guru yang menguasai penggunan TIK 16 orang.
- Guru yang belum menguasai penggunan alat TIK 2 orang.
Idealnya, pendidik dan tenaga kependidikan di SD Negeri 47 Pekanbaru
berpendidikan strata 1 dan strata 2 dengan gelar akademik yang relevan dengan
syarat sebagai guru, dengan rincian kondisi dan kemampuan profesional sebagai
berikut:
- Seluruh guru berstatus ASN dan P3K.
- Bantuan teknis dan biaya untuk pelaksanaan diklat bagi guru yang belum
mahir atau belum menguasai penggunaan TIK, sehingga 17 orang (100%)
guru SD Negeri 47 Pekanbaru mampu melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan alat/media teknologi informasi dan komunikasi.

6. Karakteristik Orang Tua/Wali Murid


Rata-rata orang tua (wali murid) SD Negeri 47 Pekanbaru pada saat ini
berkerja sebagai pegawai swasta, wiraswasta, pedagang, dan pemulung, dengan
keadaan ekonomi keluarga yang tergolong menengah kebawah.
Diharapkan orang tua (wali murid) SD Negeri 47 Pekanbaru pada masa
yang akan datang dapat lebih berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan
pembelajaran bagi anak-anaknya di SD Negeri 47 Pekanbaru.
7. Kemitraan.
Guna mengembangkan potensi sekolah, SD Negeri 47 Pekanbaru
menggandeng mitra dari berbagai pihak, diantaranya:
a) Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru
Kemitraan dengan Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru melalui kegiatan
BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), pemeriksaan tumbuh kembang
anak, pemberian vaksin, penyuluhan, pemberian obat cacing untuk
peserta didik, dan kampanye kesehatan. Kegiatan ini bermanfaat dalam
pemeliharaan kesehatan pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta
didik. Dengan demikian, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik
dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
b) Dalang Collection
Kemitraan yang kami lakukan dengan Bank Sampah Dalang Collection sangat
membantu sekolah dalam menanggulangi sampah. Pendidik dan peserta
didik mendapatkan pelatihan bagaiamana mengoleh sampah agar bisa
dijadikan barang yang berguna dan bernilai. Dengan Kerjasama ini juga,
sampah yang masih bisa di daur ulang akan kami jual.
c) Pustaka Wilayah Soeman HS. Kota Pekanbaru.
Kerjasama dengan Pustaka Wilayah Soeman HS. Kota Pekanbaru kami
lakukan sebagai usaha kami mengembangkan keterampilan literasi peserta
didik. Peserta didik kami ajak mengunjungi Pustaka Wilayah Soeman HS. Kota
Pekanbaru untuk mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta akan ilmu.
d) Musium Sang Nila Utama Kota Pekanbaru
Museum Sang Nila Utama merupakan sebuah museum daerah yang berlokasi
di Pekanbaru. Museum ini mengumpulkan dan menyimpan warisan-warisan
yang berhubungan dengan budaya Melayu Riau seperti pakaian adat
pernikahan, permainan tradisional, alat musik, artefak dan lainnya.
BAB III
PROGRAM KEGIATAN

Sesuai dengan undang-undang tentang perlindungan anak bahwa anak di dalam


lingkungan satuan Pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan pisik
dan psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga
kependidikan, sesama peserta didik, dan pihak lain dan karena anak termasuk kelompok rentan
maka perlu dilakukan usaha-usaha agar tidak terjadi tindak kekerasan terhadap anak.
Kekerasan terhadap anak merupaka kegiatan terkait apaun yang dilakukan secara
langsung atau pun tidak langsung membahayakan anak atau mengancam keselamatan dan
kesehatannya dalam perkembangan menuju kedewasaan.
Untuk mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan terhadap anak program kegitan tim
pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan SD Negeri 47 Pekanbaru di
ketegorikan menjadi:
1. Kegiatan penyadaran
2. Kegiatan pencegahan
3. Kegiatan penanggulangan/ respon
4. Kegiatan pelaporan
Ke empat kegiatan tersebut satu sama lain saling berkaitan dan merupakan suatu
system yang harus dijalankan secara sinergis agar diperoleh agar diperoleh hasil maksimal
untuk kepentingan kemajuan peserta didik di lingkungan sekolah dan lingkungan tempat
tinggalnya, juga diperlukan adanya Kerjasama dari semua pihak termasuk peran serta orang
tua dan pihak-pihak terkait.

A. Kegiatan Penyadaran
Penyadaran merupakan proses yang membuat orang sadar denga napa yang
dilakukannya serta konsekuensi yang akan diterima dari suatu perbuatan. Penyadaran dalam
hal ini dapat berupa kegiatan sosialisasi, disemenisasi, tentang pencegahan dan penggulangan
tindak kekerasan, atau slogananti kekerasan kekerasan. Kegiatan berlaku untuk semua mulai
dari pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, serta smitra satuan Pendidikan. Pastikan
mereka memahami dan mampu menerapkan kebijakan keselamatan peserta didik serta
menanda tangani kebijakan keselamatan peserta didik tersebut kebijakan keselamatan peserta
didik diperlukan untuk menciptakan sikap dan perilaku yang pro perlindungan anak dan
menghindari anak dari resiko kekerasan yang terjadi di satuan Pendidikan. Penyadaran
merupakan kegiatan awal dan sebagai pintu gerbang agar tidak terjadi tindak kekerasan di
lingkungan sekolah.
Tabel 1.1. Program Kegiatan Penyadaran

No Kegiatan Strategi pelaksanaan Tujuan/ target


Di cantumkan dalam visi misi Memberikan informasi awal
bagi seluruh warga sekolah.
Dibuat banner anti Memberikan informasi awal
kekerasan bagi seluruh warga sekolah
dan mitra layanan Pendidikan
Dibuat slogan anti kekerasan Memberikan informasi awal
Pembuatan media bagi seluruh warga sekolah
1.
informasi Dicantumkan pada madding Menyadarkan semua peserta
sekolah yang berisi ekspresi didik tentang tindak anti
siswa tentang anti kekerasan kekerasan
Mengirimkan pesan singkat Menyadarkan semua unsur
anti kekerasan secara (peserta didik, guru, orang
bersamaan dari siswa, guru, tua,)
dan orang tua.
2 Sosialisasi tentang Disampaikan pada waktu Disosialisasikan pada rapat
penyadaran kebijakan rapat dinas orang tua
keselamatan peserta Deklarasi Bersama tentang Membangun komitmen yang
didik Tindakan anti kekerasan kuat.
Disampaikan pada waktu Memberikan informasi bagi
upacara semua peserta didik
Disampaikan pada waktu Memberikan informasi bagi
pelaksanaan kegiatan guru, teaga kependidikan.
komunitas belajar
Disampaikan pada Memberikan informasi awal
pelaksanaan MPLS bagi peserta didik baru
Disampaikan pada waktu Memberikan informasi pada
kegiatan ekstra kurikuler semua peserta ekstra
kurikuler
Pemilihan DUTA anti Memiliki role model Tindakan
kekerasan anti kekerasan
Diadakan lomba poster, Menggali potensi peserta didik
slogan anti kekerasan pada dan meningkatkan kesadaran
kegiatan classmeeting. anti kekerasan
Diberikan reward bagi Memberikan apresiasi dan
peserta didik, pendidik, dapat menjadi contoh bagi
tenaga kependidikan yang yang lain.
konsern terhadap kegiatan
anti kekerasan di sekolah
Dibuat body mapping Merupakan Tindakan
terhadap tempat-tempat preventtif
yang dimungkinkan
terjadinya tindak kekerasan
B. Kegiatan Pencegahan
Pencegahan adalah tindakan atau cara atau proses prevemtif yang dilakukan agar seseorang
atau sekelompok orang tidak melakukan dan terhindar dari tindak kekerasan di lingkungan
Pendidikan. Kegiatan pencegahan dapat dilakukan dengan membuat fakta integritas atau
komitmen tidak akan ada tindakan kekerasan di satuan Pendidikan baik yang dilakukan oleh
pendidik, tenaga kependidkan, sesama peserta didik maupun mitra layanan Pendidikan dan
yang paling pokok adalah basic agama yang kuat. Kegiatan penceahan dimaksudkan untuk
meminimalkan resiko pelanggaran kebijakan keselamatan peseta didik. Salah satu cara yang
dapat dilakukan yaitu dengan melatih mengenai kebijakan keselamatan peserta didik. Bagi
peserta didik pencegahan diutamakan pada peserta didik yang beresiko.

Tabel 1.2. Program Kegiatan Pencegahan

No Kegiatan Strategi pelaksanaan Tujuan/ target


1. Sosialisasi Sosialisasi program terhadap Memberikan informasi kepada
semua warga sekolah semua warga sekolah
Membuat brosur/ pamphlet Menanamkan kesadaran tentang
tentang himbauan pencegahan tindakan anti kekerasan
anti kekerasan
Prosedur perekrutan tenaga Merupakan tindakan preventif
pendidik, tenaga untuk keselamatan peserta didik
kependidikan, pelatih dan warga sekolah yang lain.
ekstrakurikuler termasuk
mitra Pendidikan.
2. Disemenisasi Mengadakan workshop Memberikan wawasan tentang
tentang pencegahan anti tindakan anti kekerasan
kekerasan
Dialog tentang pencegahan Mencari informasi dan
anti kekerasan pengetahuan serta wawasan
terutama pesera didik dan warga
sekolahyang lain.
Penguatan basic agama Penguatan Pendidikan karakter
melalui Pelajaran Pendidikan religious pada peserta didik.
agama serta kegiatan
pembiasaan IMTAQ
3. Penyediaan Penerangan yang optimal di Meminimalkan terjadinya tindak
fasilitas Lorong-lorong/ tempat rawan kekerasan.
Pengoptimalan toilet laki-laki Meminimalkan tindakan
dan Perempuan secara kekerasan dan memberikan rasa
terpisah. aman serta nyaman kepada
peserta didik.
C. Kegiatan Penanggulangan/ Respon
Penanggulangan adalah tindakan proses untuk menangani tindak kekerasan di lingkungan
satuan Pendidikan secara sistemik dan komprehensif. Penanggulangan diberikan kepada
peserta didik yang terkena dampak tindak kekerasan baik sebagai korban maupun sebagai
pelaku. Dalam pelaksanaannya harus dipastikan adanya petunjuk pelaksanaan merespon
kekerasan yang terjadi di satuan Pendidikan yang dimulai dari fakta, menangani secara
proporsional dan memberikan rujukan kepada pihak terkait.

Tabel 1.3. Program Kegiatan Penanggulangan/ Respon

No Kegiatan Strategi pelaksanaan Tujuan/ target


1. Pertolongan dan Memberikan pertolongan Memberikan rasa aman dan
identifikasi masalah sesegera mungkin terhadap nyaman serta mengurangi
korban tindakan anti dampak resiko yang terjadi
kekerasan
melakukan identifikasi mendapatkan data dan fakta
masalah fakta kejadian dan yang benar agar tidak salah
bukti fisik. penanganan
melaporkan hasil identifikasi merupakan langkah
kepada kepala sekolah koordinasi terhadap
penanggung jawab kegiatan di
sekolah dan mendapatkan
solusi dari permasalahan
2. koordinasi dan melakukan koordinasi dengan Menghindari kesalahpahaman
rujukan orang tua peserta didik baik dan menemukan solusi yang
sebagai pelaku maupun tepat baik bagi korban
korban tindakan anti maupun pelaku
kekerasan
melakukan koordinasi dengan mencari solusi terbaik untuk
pihak atau lembaga terkait permasalahan yang ada jika
belum ditemukan solusi di
sekolah
memberikan rujukan kepada merupakan bentuk kerjasama
pihak lain bila belum dan koordinasi karena adanya
ditemukan solusi dari keterbatasan dari sekolah
permasalahan agar semua warga sekolah
memahami dan menghindari
untuk melakukan tindakan
anti kekerasan
3. Edukasi dan melakukan edukasi terhadap Agar semua warga sekolah
rehabilitasi warga sekolah untuk menjaga memahami dan menghindari
lingkungan sekolah tetap untuk melakukan tindakan
kondusif anti kekerasan
memberikan edukasi dan meminimalkan dampak yang
rehabilitasi terhadap peserta timbul akibat tindakan
didik yang mengalami kekerasan dan memberikan
tindakan kekerasan rasa aman serta nyaman
peserta didik
Mengupayakan hak peserta memenuhi salah satu hak
didik untuk tetap anak yaitu mendapatkan hak
mendapatkan layanan Pendidikan
pendidikan

D. Kegiatan Pelaporan
Pelaporan merupakan suatu tindakan yang disampaikan oleh seseorang jika ditemukan
adanya indikasi tindak kekerasan. Mekanismenya bisa melalui tulisan dengan disediakannya
kotak saran agar temuan dapat disampaikan, penyampaian langsung kepada tim yang sudah
dibentuk ataupun melalui kontak bisa dihubungi oleh anak.
Tabel 1.3. Program Kegiatan Pelaporan

No Kegiatan Strategi pelaksanaan Tujuan/ target


1. Saran dan keluhan Menyediakan kotak saran dan Memudahkan penerimaan
kontak bantuan yang mudah informasi
diakses
Pelaporan Menyediakan format Mengorganisasikan setiap
pelaporan dan format kegiatan yang dilakukan dan
koordinasi dengan orang tua menerapkan referensi jika
peserta didik dan pihak lain ditemukan masalah serupa
yang terkait juga format
formulir pengaduan
Kode perilaku Menyediakan papan informasi Merupakan tindakan
keselamatan peserta spanduk yang berisi kode preventif do dan done yang
didik keselamatan peserta didik berlaku bagi semua warga
yang boleh dan yang tidak sekolah
boleh dilakukan
2. Sanksi Membuat aturan konsekuensi Merupakan salah satu upaya
yang berlaku terhadap memberikan efek jera agar
pelanggaran yang dilakukan tindak kekerasan tidak terjadi
dan disosialisasikan kepada di lingkungan sekolah
warga sekolah agar tidak
terjadi tindakan anti
kekerasan

BAB IV
RENCANA ANGGARAN DAN PEMBIAYAAN
Perencanaan kegiatan dapat terlaksana secara optimal sesuai dengan harapan
apabila didukung oleh banyak faktor salah satunya yaitu faktor pembiayaan. Untuk itu, dalam
rangka menyelesaikan merealisasikan program pencegahan dan penanggulangan tindak
kekerasan di sekolah diupayakan pemanfaatan dana yang tersedia dan teralokasikan pada
RAKS yang bersumber dari bantuan operasional sekolah (BOS). Rencana anggaran yang
berhubungan dengan kegiatan tim pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di
lingkungan sekolah adalah sebagai berikut.
A. Rencana Pengeluaran
No Kegiatan Nilai Anggaran (Rp)
1 PENYADARAN
Pembuatan running text anti kekerasan di Rp 1.000.000,-
gerbang sekolah
Pembuatan banner anti kekerasan Rp 500.000,-
Pengelolaan mading sekolah Rp 200.000,-
Sosialisasi pada rapat dinas Rp 500.000,-
Sosialisasi pada rapat orang tua Rp 500.000,-
Sosialisasi di mpls Rp 200.000,-
Sosialisasi di kegiatan ekstrakurikuler Rp 200.000,-
Pemilihan duta anti kekerasan Rp 500.000,-
Pengadaan buku-buku referensi anti kekerasan Rp 1.000.000,-
Pemberian reward bagi peserta didik pendidik
Rp 200.000,-
dan tenaga kependidikan
Body mapping di tempat-tempat tertentu Rp 300.000,-
2 PENCEGAHAN
Sosialisasi program Rp 200.000,-
Penyediaan format fakta integritas Rp 200.000,-
Pembuatan brosur Rp 200.000,-
Kegiatan dialog Rp 200.000,-
Penyediaan sarana penerangan Rp 500.000,-
Pemeliharaan ruang ganti dan toilet sekolah Rp 500.000,-
3 PENANGGULANGAN
Penyediaan format-format rujukan Rp 200.000,-
Transpor koordinasi dengan lembaga terkait Rp 1.000.000,-
Pulsa untuk koordinasi dengan lembaga terkait Rp 500.000,-
4 PELAPORAN
Pembuatan kotak saran Rp 1.000.000,-
Penyediaan format-format pelaporan Rp 200.000,-
Papan informasi tentang kebijakan Rp 500.000,-
keselamatan peserta didik
5 Konsumsi kegiatan evaluasi tim pertemuan Rp 4.000.000,-
pertemuan

B. Rencana Penerimaan
Seluruh dana kegiatan berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

BAB V
PENUTUP
Anak adalah amanat yang dititipkan oleh Tuhan yang maha kuasa kepada kita sebagai
orang tuanya baik ketika berada di rumah maupun di sekolah karena merupakan amanat maka
hak-haknya harus terpenuhi dengan baik sehingga diharapkan akan lahir generasi penerus
bangsa yang berbudi pekerti luhur dengan dilandasi iman dan taqwa karena setiap anak
memiliki latar belakang yang beragam maka bukan hanya diperlukan perencanaan yang
terstruktur rapi dan dukungan dana yang memadai akan tetapi diperlukan pula komitmen dan
kolaborasi yang sinergis antara berbagai unsur serta adanya kesediaan untuk menanggung
setiap resiko yang muncul.
Seraya memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwasanya program
kerja tim pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan (TPPK) di lingkungan SD Negeri
47 Pekanbaru telah selesai disusun walaupun tidak luput dari berbagai kekurangan dan
keterbatasan yang ada. Meskipun demikian kami senantiasa berharap semoga program kerja
ini dapat dijadikan bahan acuan dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan
kekerasan di lingkungan sekolah sehingga dengan demikian kegiatan tersebut dapat berjalan
dengan lancar tertib dan aman.
Program kerja ini tidak akan berarti apa-apa dan tidak akan berdampak apapun apabila
tidak ada kesediaan untuk bekerja sama dalam tim bahu-membahu berat sama dijinjing ringan
sama dipikul yang disertai dengan keikhlasan agar apapun yang ditanam akan berbuah manis
untuk kemajuan dan perkembangan peserta didik yang merupakan anak yang diamanatkan
mudah-mudahan Tuhan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap langkah kita
menuju kebaikan.
Demikian pula dengan adanya program kerja ini kami berharap setidaknya dapat
meminimalisir kesalahan-kesalahan yang biasanya tanpa disadari dilakukan pada suatu
kegiatan kependidikan. Kami berkeyakinan bahwa kegiatan penanggulangan dan pencegahan
kekerasan tindak kekerasan di lingkungan sekolah SD Negeri 47 Pekanbaru merupakan bagian
integral yang tak dapat dipisahkan dengan kegiatan-kegiatan lain dalam rangka mensukseskan
keberhasilan Pendidikan.
Oleh karena itu teguran pendapat saran atau pun kritik yang bersifat konstruktif dari
semua pihak yang peduli terhadap pendidikan akan senantiasa kami terima dengan lapang
dada demi penyempurnaan ke arah yang lebih baik lagi.

Lampiran Sk Tim Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan

Common questions

Didukung oleh AI

Keunikan SD Negeri 47 Pekanbaru terletak pada letaknya yang strategis di kawasan industri, lingkungan belajar yang kondusif dengan beragam latar belakang peserta didik, dan kekayaan budaya melayu di sekitarnya. Selain itu, program-program inovatif seperti kegiatan pengembangan literasi dan kemitraan dengan perpustakaan serta museum menambah daya tarik sekolah sebagai pusat pembelajaran yang kaya akan interaksi budaya dan sosial .

SD Negeri 47 Pekanbaru menanamkan perilaku ramah lingkungan melalui penanaman kebersihan sanitasi, pengelolaan sampah, dan penanaman serta pemeliharaan tanaman. Sekolah bekerjasama dengan Bank Sampah Dalang Collection untuk pelatihan pengolahan sampah. Hal ini bertujuan untuk mendidik peserta didik agar memiliki budaya empati dan perilaku ramah lingkungan .

SD Negeri 47 Pekanbaru melakukan beberapa strategi pencegahan kekerasan seperti sosialisasi dan diseminasi kebijakan keselamatan peserta didik, pembuatan media informasi seperti banner anti kekerasan, serta pembentukan komitmen melalui publikasi dan dukungan semua pihak di sekolah. Sementara untuk penanggulangan, sekolah menyiapkan pertolongan dan identifikasi cepat terhadap korban kekerasan, koordinasi dengan orang tua dan lembaga terkait, menyediakan edukasi dan rehabilitasi, serta fasilitas pelaporan seperti kotak saran .

Di SD Negeri 47 Pekanbaru, budaya literasi diterapkan dengan memperkaya lingkungan belajar melalui perangkat literasi yang dapat dijumpai peserta didik baik di dalam maupun di luar kelas. Sekolah juga mengembangkan program seperti kegiatan Rabu Kreasi dan menjalin kemitraan dengan Pustaka Wilayah Soeman HS untuk menumbuhkan minat baca dan keterampilan literasi peserta didik .

Pendidikan karakter di SD Negeri 47 Pekanbaru dilakukan secara sistematik dan integratif dengan melibatkan keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat sekitar. Proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler dirancang untuk menanamkan nilai-nilai seperti iman dan taqwa, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, serta menghargai keberagaman, yang semuanya mendukung pembentukan profil pelajar Pancasila .

SD Negeri 47 Pekanbaru memiliki keterbatasan fasilitas seperti ruang Tata Usaha, Ruang Majelis Guru, Ruang Kepala Sekolah, dan empat ruang kelas yang belum memadai. Selain itu, alat/media pembelajaran seperti proyektor dan layar tidak tersedia di semua ruang kelas, dan jumlah KIT matematika, globe, atlas, serta torso organ pencernaan masih kurang memadai .

Lapangan olahraga di SD Negeri 47 Pekanbaru berfungsi ganda sebagai tempat upacara bendera dan kegiatan olahraga, namun penggunaannya digabung dengan SD Negeri 61 Pekanbaru yang menyebabkan lapangan kurang memadai saat digunakan bersama. Keterbatasan ini menjadi tantangan saat kedua sekolah melakukan kegiatan olahraga bersamaan .

Kerjasama dengan pihak eksternal di SD Negeri 47 Pekanbaru, seperti dengan Pustaka Wilayah Soeman HS dan Museum Sang Nila Utama, memperkaya pembelajaran peserta didik melalui akses ke literatur dan warisan budaya lokal. Kemitraan dengan Bank Sampah Dalang Collection juga mengajarkan keterampilan pengelolaan sampah, mendukung pendidikan lingkungan, serta mewujudkan sekolah yang peduli akan gaya hidup berkelanjutan .

Lingkungan sosial di sekitar SD Negeri 47 Pekanbaru memungkinkan keragaman budaya dan latar belakang peserta didik, yang memperkaya sosialisasi mereka. Sekolah terletak di kawasan industri dan dekat dengan pusat pemerintahan, berada di perkampungan masyarakat, terbuka bagi peserta didik dengan berbagai latar belakang. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif yang didukung guru-guru melalui pendampingan aktif, membantu perkembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik .

SD Negeri 47 Pekanbaru mengembangkan kemampuan kritis dan kreatif peserta didiknya melalui kegiatan pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Program Rabu Kreasi adalah salah satu sarana yang digunakan untuk membangun budaya gemar membaca dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta problem solving di kalangan peserta didik .

Anda mungkin juga menyukai