E.
Distribusi Normal
[Link] Distribusi Normal
Pada suatu data frekuensi tertinggi biasanya berada di sekitar nilai rata-rata
data (Mean). Semakin jauh nilai data dari rata-rata (mean), frekuensinya akan
semakin rendah. Misalkan rata-rata data μ sebaran data secara umum dapat
digambarkan sebagai berikut:
Kurva di atas dikenal dengan nama kurva normal atau kurva lonceng karena
bentuknya yang seperti lonceng. Persamaan dari kurva tersebut dinamakan
fungsi distribusi normal atau distribusi Gauss. Fungsi distribusi normal
dengan variabel acak X didefinisikan sebagai berikut:
Keterangan:
Variabel acak X berdistribusi normal dilambangkan X ~ N (μ, σ)
μ = parameter untuk rata-rata
σ = parameter untuk simpangan baku
π = konstanta bernilai 3, 14
e = konstanta bernilai 2,72
Jika nilai μ = 0 dan σ = 1 diperoleh distribusi normal baku (standar) yaitu
N(0,1). Rumus fungsi variabel acak Z yang berdistribusi normal baku adalah
sebagai berikut:
−1 2
1 2
z
f ( x )= e untuk−∞≤ x ≤ ∞
√2 π
2. Nilai Peluang Variabel Acak Berdistribusi Normal Baku N(0,1)
Luas daerah yang dibatasi kurva normal baku N(0,1) dan sumbu mendatar
adalah 1. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut:
Grafik distribusi normal baku N(0,1) bersifat simetris terhadap garis Z 0 maka
luas. Daerah di kiri dan kanan garis Z adalah sama, yaitu:
Menghitung luas daerah di bawah kurva normal tidaklah mudah karena harus
melakukan pengintegralan terhadap fungsi eksponen. Misalnya integral
berikut untuk menentukan luas daerah di bawah kurva normal baku pada
interval Z ≤ z seperti tampak pada gambar di bawah ini:
Contoh 1
Daerah yang diarsir berikut dibatasi oleh kurva normal N(0,1) pada interval
Z ≤ 1,45
[Link] bentuk integral yang menyatakan luas daerah L₁
[Link] luas daerah L₁ dengan menggunakan tabel distribusi normal
baku.
Jawab:
−1 2
1 2
z
Fungsi normal baku dalam variabel x adalah e
√2 π
[Link] L₁ dibatasi oleh kurva normal baku pada interval Z ≤ 1,45 maka
luasnya adalah
1 , 45 1 ,45 −1 2
1 z
L= ∫ f ( z ) dz= ∫ e 2
dz
−∞ −∞ √2 π
[Link] menentukan luas daerah di bawah kurva normal baku pada interval Z
≤ 1,45. Perhatikan tabel distribusi normal baku di bawah ini. Batas kiri interval
adalah Z = −∞ dan batas kanannya adalah Z = 1,45 = 1,4 + 0,05 maka pilih
bilangan 1,4 pada kolom paling kiri dan bilangan 0,05 pada baris paling atas.
Pertemuan antara baris 1,4 dengan kolom 0,05 adalah luas daerah yang
dimaksud. Perhatikan gambar berikut:
Dari tabel distribusi normal baku diperoleh luas daerah di bawah kurva
normal baku pada. Interval Z ≤ 1,45 adalah 0,9265. Jadi luas daerah L₁
adalah 0,9265.
Contoh lain misal Misal akan dicari nilai P(Z 1,13) dan P(02 1,39). Untuk
menyelesaikan ini, ditempuh cara:
[Link] luasan pada kurva normalnya:
[Link] tabel:
Memeriksa P(Z < 1,13) fokus ke 1,13 = 1,1 + 0,03 periksa “1,1” pada
kolom pertama, “z”, dan “0,03” pada baris teratas, dari “1,1” telusuri ke
kanan, dari “0,03” telusuri ke bawah, persikuannya didapat 0,8708.
Artinya dari interval −∞ hingga 1,13 luas daerah di bawah kurvanya
adalah 0,8708.
Memeriksa P(Z < 1,39) dilakukan serupa dengan sebelumnya, dari
“1,3” telusuri ke kanan, dari “0,09” telusuri ke bawah, persikuannya
didapat 0,9177.