Modul Matematika Umum Kelas XI KD 3.
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Daerah Penyelesaian Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian mampu:
1. Mendeskripsikan konsep sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dua variabel.
2. Menentukan daerah penyelesaian suatu system pertidaksamaan linier dua variabel.
B. Uraian Materi
1. Sistem Pertidaksamaan Linier
Saat kita kelas X semester 1 kita telah membahas tentang melukis sebuah Sistem
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel (SPtLDV) untuk menentukan Daerah Penyelesaian
(DP). Dalam bahasan kita kali ini yaitu Program Linier, maka penentuan daerah
penyelesaian merupakan syarat mutlah yang akan dipelajari dalam Program Linier.
Ingat kembali bahwa bentuk-bentuk x _ 2y > 6 atau x – y ≤ 6 dan sejenisnya adalah bentuk
pertidaksamaan linier dua variabel. Gabungan dari dua atau lebih pertidaksamaan linier
disebut sebagai Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel (PtLDV).
Himpunan penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan linier dua peubah merupakan
himpunan pasangan bilangan (x, y) yang memenuhi sistem pertidaksamaan linier
tersebut. Himpunan penyelesaian PtLDV berupa suatu daerah yang dibatasi garis pada
sistem koordinat Kartesius.
2. Menentukan Daerah Penyelesaian Suatu Sistem Pertidaksamaan Linier
Untuk menentukan system pertidaksaman dari suatu daerah himpunan penyelesaian
maka gunakan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan persamaan garis
b. Menentukan pertidaksamaan yang sesuai dengan daerah penyelesaian.
c. Mengganti tanda pertidaksamaannya.
Ketentuan yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
1) Pastikan bahwa variabel x bertanda positif. Jika x bernilai negative maka
kalikan dengan (-1)
2) Jika daerah penyelesaian disebelah kiri maka tanda pertidaksamaan adalah ≤
3) Jika daerah penyelesaian disebelah kanan maka tanda pertidaksamaannya
adalah ≥
Untuk mencari daerah penyelesaian suatu PtLDV bisa digunakan cara sebagai berikut:
a. Daerah himpunan penyelesaian suatu PtLDV dapat dicari menggunakan
metode uji titik.
Berikut ini langkah-langkahnya.
Misal diberikan : ax + by ≤ c
1) Gambarlah grafik garis ax + by = c.
Jika tanda ketaksamaan berupa ≤ atau ≥ maka garis pembatas digambar
penuh.
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 1
Modul Matematika Umum Kelas XI KD 3.2
Jika tanda ketaksamaan berupa < atau > maka garis pembatas digambar putus
putus.
2) Uji titik
Ambil suatu titik sembarang, misal (x1, y1) yang tidak terletak pada garis ax +
by = c. Substitusikan titik tersebut ke dalam pertidaksamaan ax + by ≤ c. Ada
dua kemungkinan sebagai berikut:
a) Apabila pertidaksamaan ax1 + by1 ≤ c bernilai benar, maka daerah
himpunan penyelesaiannya adalah daerah yang memuat titik (x 1, y1)
dengan batas garis ax + by = c.
b) Apabila pertidaksamaan ax1 + by1 ≤ c bernilai salah, maka daerah
himpunan penyelesaiannya adalah daerah yang tidak memuat titik
(x1, y1) dengan batas garis ax + by = c.
b. Daerah himpunan penyelesaian suatu PtLDV juga dapat dicari
menggunakan cara berikut.
Daerah himpunan penyelesaian PtLDV dapat ditentukan berada di kanan atau kiri
garis pembatas dengan cara memperhatikan tanda ketaksamaan. Berikut ini
Langkah-langkahnya.
1) Pastikan koefisien x dari PtLDV tersebut positif. Jika tidak positif, kalikan
PtLDV dengan -1.
2) Jika koefisien x dari PtLDV sudah positif, perhatikan tanda ketaksamaan.
Jika tanda ketaksamaan ≤ maka daerah penyelesaian terletak di sebelah kiri
garis pembatas.
Jika tanda ketaksamaan ≥ maka daerah penyelesaian terletak di sebelah
kanan garis pembatas.
Untuk menentukan daerah himpunan penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan Linier
dapat dipelajari pada beberapa contoh berikut.
Contoh - Contoh:
Gambarlah daerah himpunan penyelesaian pada bidang cartesius, dari pertidaksamaan-
pertidaksamaan berikut dengan mengarsir daerah yang bukan HP.
1). 𝑥 ≥ 2, 𝑥 ∈ 𝑅
Jawaban:
Petunjuk:
a. Gambarkan garis x = 2 kemudian arsirlah daerah yang bukan merupakan Himpunan
Penyelesaian, dengan kata lain daerah yang bersi atau tidak diarsir adalah daerah
Himpunan Penyelesaian.
Gambar garis tidak terputus-putus, untuk
tanda pertidaksamaanya ≤ atau ≥
Daerah
x=2
Arsiran/Daerah
Bukan Himpunan HP Daerah
Penyelesaian Bersih/Daerah
Himpunan
Penyelesaian
2
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 2
Modul Matematika Umum Kelas XI KD 3.2
2). 𝑦 < −1, 𝑦 ∈ 𝑅
Jawaban:
Petunjuk:
Gambarkan garis y = -1 selanjutnya arsirlah daerah yang bukan merupakan
Himpunan Penyelesaian, dengan kata lain daerah yang bersi atau tidak diarsir
adalah daerah Himpunan Penyelesaian.
Daerah
Arsiran/Daerah
Bukan Himpunan
Penyelesaian
Gambar garis terputus-putus, untuk
tanda pertidaksamaanya > atau <
y = -1
-1
HP
Daerah
Bersih/Daerah
Himpunan
Penyelesaian
3). 𝑥 + 2𝑦 ≤ 4, 𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅
Jawaban:
Petunjuk: Untuk menggambarkan garis 𝑥 + 2𝑦 = 4, buatlah dua titik bantu dengan
mengambil nilai x = 0 maka y =... dan nilai y = 0 maka x =...
Lihat tabel berikut:
x 0 4
y 2 0
Jadi titik bantunya adalah (0 , 2) dan (4 , 0) selanjutnya gambarkan di bidang Cartesius
Untuk menentukan daerah himpunan penyelesaiannya Uji salah satu titik yang tidak
terletak pada garis 𝑥 + 2𝑦 = 4.
Misal titik (0,0) berarti nilai x = 0 dan y = 0, substitusi ke persamaan 𝑥 + 2𝑦 ≤ 4 maka 0
+ 2(0) ≤ 4 → 0 ≤ 4 (Benar), maka daerah Himpunan Penyelesaiannya di bawah garis
x + 2y = 4, dan arsirlah daerah yang bukan daerah penyelesaiannya.
Gambar Grafik Cartesiusnya adalah:
Daerah
Arsiran/Daerah
Bukan Himpunan
Penyelesaian
(0,2)
Daerah x + 2y = 4
Bersih/Daerah
Himpunan
Penyelesaian
(4,0) Gambar garis tidak terputus-putus,
untuk tanda pertidaksamaanya ≤ atau
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN ≥ 3
Modul Matematika Umum Kelas XI KD 3.2
4). 2𝑥 + 𝑦 ≤ 6, x > 1, 𝑦 ≥ 0, untuk 𝑥, 𝑦 ∈𝑅
Jawaban:
b. Petunjuk:
Untuk menggambarkan garis 2𝑥 + 𝑦 ≤ 6, buatlah dua titik bantu dengan cara mengambil
nilai x = 0 maka y =... dan nilai y = 0 maka x =…
Jadi titik bantunya adalah (0,6) dan (3,0) selanjutnya gambarkan di bidang Cartesius
Untuk menentukan Daerah Himpunan Penyelesaiannya Uji salah satu titik yang tidak
terletak pada garis 2𝑥 + 𝑦 = 6
Misal titik (0,0) → artinya nilai x = 0 dan y = 0, substitusi ke 2𝑥 + 𝑦 ≤ 6,
2(0) + (0) ≤ 6 → 0 ≤ 6 (Benar), maka daerah Himpunan Penyelesaiannya di bawah
garis 2𝑥 + 𝑦 = 6, dan arsirlah daerah yang bukan daerah penyelesaiannya.
c. Gambar garis x = 1
Petunjuk: Buat garis lurus pada sumbu X di absix x = 1
d. Gambar garis y = 0
Petunjuk: Buat garis lurus pada sumbu Y di ordinat y = 0 (berimpit dengan sumbu
X)
Gambar Grafik Cartesiusnya adalah:
Gambar garis terputus-putus, karena
Daerah x=1 tanda pertidaksamaanya > atau <
Arsiran/Daerah
Bukan Himpunan
Penyelesaian (0,6) Gambar garis tidak terputus-putus, karena
2x+y=6 tanda pertidaksamaanya ≤ atau ≥
=1
Daerah Bersih
Arsiran/Daerah
Himpunan
Penyelesaian
y=0
C. Rangkuman
Pertidaksamaan Linier dua peubah x dan y adalah pertidaksamaan yang memuat dua peubah
yang masing-masing berpangkat satu. Sistem pertidaksamaan Linier adalah gabungan dua
atau lebih pertidaksamaan.
D. Penugasan Mandiri
1. Latihan Essay
Kerjakan semua soal di bawah ini di kertas millimeter block, kemudian cocokkan dengan
alternatif penyelesaiannya!
1. Gunakan kertas millimeter block untuk menentukan daerah Himpunan Penyelesaian
system pertidaksamaan 2𝑥 + 5𝑦 ≥ 20 ; 3𝑥 + 2𝑦 ≥ 18; 𝑥 ≥ 0 ; 𝑦 ≥ 0, 𝑥, 𝑦 ∈𝑅
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 4